Anda di halaman 1dari 42

Laporan Kasus

Ilham Setya Wicaksono


201910401011081
Identitas

▧ Nama : Tn. K
▧ Umur : 69 tahun
▧ Jenis Kelamin : Laki-laki
▧ Agama : Islam
▧ Pekerjaan : Pensiunan Kepala Desa
▧ Status : Menikah
▧ Alamat : Semen, Kediri
▧ Masuk IGD : 21 Oktober 2019 pukul 17.30 WIB
▧ Masuk Ruangan : 21 Oktober 2019 pukul 22.45 WIB
▧ Ruang Perawatan : Panjalu A – 3A

2
ANAMNESIS

Keluhan Utama
Nyeri wajah
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke IGD dengan nyeri wajah. Nyeri wajah sejak 2 tahun yll, nyeri
awalnya dirasakan tiba-tiba setelah beraktivitas biasa, nyeri dirasakan sangat
mengganggu 19 jam SMRS, nyeri dirasakan terutama pada bagian rahang dan pipi
kanan dan kiri, pasien juga mengeluh rahang seperti kaku mulut susah dibuka,
nyeri dirasakan terus – menerus seperti tertusuk jarum. Pasien mengatakan nyeri
yang sangat hebat dengan sekala nyeri 10, nyeri semakin berat saat terkena air,
sikat gigi, mengunyah dan mencukur kumis. Nyeri sempat mereda sedikit dengan
minum obat setelah itu kambuh lagi, kadang merasa seperti terbakar. Pasien
mengeluh gusi dan gigi juga terasa nyeri. Penglihatan pasien normal, hidung terasa
tebal, flu (-), batuk (-), bibir merot (-), pelo (-), badan dirasakan lebih lemah bagian
kiri sejak 2 tahun yang lalu, Mual (-), muntah (-), BAB dan BAK normal

3
RPD

• DM (-)
• Hipertensi (+) Rutin kontrol dan minum obat
• Riw. Penyakit jantung (-)
• Riw. Kejang (-)
• Riw. alergi (-)
• Riw. vertigo(+)
• Riw. Stroke (±) 2 tahun yang lalu

4
RPK

• DM (-)
• Hipertensi (+)
• Riw. alergi (-)

5
Riwayat Penyakit Sosial

• Pensiunan kepala desa


• Merokok
• Pemeriksaan • Status
Fisik: Generalis:
TTV
• Kepala: a/i/c/d -/-/-/-
• Mata : konjungtiva hiperemi (-), lakrimasi
• Tekanan Darah : 150/90
(+)
mmHg
• Telinga : telinga kanan dan kiri terasa
• Nadi : 80x/m
kebas, penurunan pendengaran (-), tinitus
• RR : 20 x/m
(-)
• Suhu : 36,7’C
• Leher: pembengkakan KGB (-), massa (-)
• Thorax:
• P: ves/ves, ronchi -/-, Wh -/-
• C: S1 S2 tunggal, gallops (-), murmur
(-)
• Abdomen: Soepel (+), Nyeri tekan 9 regio
(-) BU(+)
• Ekstremitas: crt <2 dtk, akral hangat,
edema (-)
Status Neurologis:
• GCS: 4 5 6
• Meningeal Sign: KK (-), Kernig (-), Brudz 1 2 3 4 (-)
• NC II, III: Rc +/+, PBI 3/3mm
• N. V : • Reflek Fisiologis:
• motorik : dbN • BPR +2/+2
• Sensorik : dbN • TPR +2/+2
• N. VII : dbN • KPR +2/+2
• N. XII : lingual palsy sinistra tipe UMN • APR +2/+2
• Motorik: • Reflek Patologis:
5 4 • Babinski: -/-
5 4 • Chaddock: -/-
• Tonus: • Hoffman: -/-
N N • Trommer: -/-
N N • ANS: dbn
• Sensorik: raba dbn • Cerebelum: dbn
Diagnosis

• Klinis :
• Nyeri neuropatik wajah dextra dan
sinistra
• Hemiparesis sinistra
• Topis : nervus V.1 V.2 V.3 perifer
• Etiologis : Trigeminal Neuralgia
• DD : Glossopharyngeal neuralgia,
Cluster headache, dan Chronic paroxysmal
hemicrania
• Sekunder : Hipertensi
Tatalaksana

• KIE pasien untuk menjaga pola hidup


• KIE pasien untuk menjaga pola tidur yang
cukup dan reguler
• Olahraga teratur
• Terapi :
- Inf Nacl 0.9% 500ml 14 tpm
- Carbamazepin 3 x 200mg
- Neurosanbe tab 2dd1
- Mecobalamin 500 mcg caps 3dd1
Pemeriksaan Penunjang

• Darah Lengkap
• CT scan
• MRI
Pemeriksaan Darah Lengkap (23/07/19)

HB 14,5 gr/dL L : 13,3 –


16,6 gr/dL

RBC 4.870.000 3.800.000 –


/uL 6.000.000/
uL
HCT 42,7% L : 41,3 –
52,1 gr/dL

WBC 8.350 4.000-


11.000
Pemeriksaan Laboratorium (06/10/2019)

SGOT 20 uL 15-37 uL
SGPT 18 uL 12-78 uL
GDA 94 mg/dL 80-125 mg/dL
Kolesterol 259 mg/dL <200 mg/dL
BUN 14 mg/dL <20 mg/dL
Kreatinin 1,26 mg/dL 0,5-1,2 mg/dL
Natrium 142 mmol/L 135-150 mmol/L
Kalium 4,2 mmol/L 3,6-5,5 mmol/L
Clorida 113 mmol/L 97-108 mmol/L
EKG

14
TRIGEMINAL NEURALGIA

Ilham Setya Wicaksono


201910401011081
Pendahuluan

• Neuralgia trigeminal adalah kelainan yang ditandai oleh


serangan nyeri berat paroksismal dan singkat dalam
cakupan persarafan satu atau lebih cabang nervus
trigeminus
• Umumnya nyeri terjadi di mata, alis, rahang, dan kepala

• SUICIDE DISEASE
DEFINISI

• Tiba-tiba, biasanya unilateral, seperti nyeri


ditusuk dan terjadi singkat
• rasa sakit dalam distribusi satu atau lebih
cabang n.V
(International association for study of pain;
clinical journal of pain 2002)
• Nyeri unilateral yang menyakitkan pada wajah,
ditandai dengan sengatan listrik singkat seperti
rasa sakit terbatas pada distribusi satu atau lebih
divisi saraf trigeminal.
• Nyeri umumnya ditimbulkan oleh rangsangan
sepele termasuk mencuci, bercukur, merokok,
berbicara dan menyikat gigi
• tetapi mungkin sajajuga terjadi secara spontan.
Nyeri tiba-tiba timbul

(British Journal of Anesthesia 2001;87:117-32)


Sinonim
Anatomi dan fisiologi TN
• The trigeminal nerve is the largest cranial nerve. It
is comprised of large sensory root and small motor
root at the level of pons.

• The trigeminal ganglion lies in


Meckel’s cave.

• The ophthalmic branch comes out through the


superior orbital fissure, maxillary through foramen
rotundum and mandibular through foramen ovale.
Epidemiologi
• 15,5 per 100.000 orang di US
• 4-5 per 100.000 orang
• 35-65 tahun
• Lebih banyak wanita daripada pria
• Hereditary (Bilateral)
• Biasanya sebelah kanan
• Faktor resiko :
▫ Hipertensi
▫ Migraine
Etiologi
• Bisa terjadi di pusat atau perifer bahkan keduanya
• Tidak ada lesi struktural terjadi 85%
• Decompresi oleh pembuluh darah vertebrobasiler
• Akibat tumor neuroma trigminal
• Akibat sklerosis multipel
Patofisiologi
• Demielinisasi saraf

• Hantaran saraf cenderung meloncat ke serabut


serabut saraf disekitarnya
Lesi di zona masuk N.T

Kegagalan pada inhibisi segmental pada nukleus

Ectopic action potential pada N.T

Keadaan pengurangan inhibisi

Jalur sensosorik hiperaktif

Timbul nyeri
proses penuaan

Atrofi otak

Pergeseran posisi otak ke arah caudal didalam fossa


posterior

Semakin besar kontak neurovaskuler

Penekanan N.T

Nyeri akan timbul


Klasifikasi
• TGN klasik

• TGN karena penyebab lain


▫ Herpes akut
▫ Post-herpetic neuralgia
▫ Post-traumatic neuralgia
▫ MS
▫ SOL
Diagnosis

• Nyeri proksimal bertahan beberapa detik sampai 2


menit
• Pola serangan sama
• (-) defisit neurologis
• (-) penyakit terkait lain
• Nyeri harus memenuhi 2 kriteria berikut
▫ Intensitas tinggi, tajam, terasa dipermukaan, seperti
ditusuk tusuk
▫ Berawal dari trigger zone
Gambaran klinis
• Nyeri: paroksismal, intensitas tinggi, durasi pendek,
sensasi shooting
• Biasanya cabang kedua atau ketiga n. trigeminus
• Kejadian: unilateral
• Onset: umur pertengahan; wanita (3:2); kambuh-
kambuhan sering pada musim semi dan gugur
• Daerah pencetus: 50%; sensitive terhadap sentuhan atau
gerakan
• Kehilangan fungsi sensorik: tidak ada ( kecuali pernah
dirawat sebelumnya)
• Perjalanan penyakit: intermitten; cenderung memburuk;
jarang hilang spontan
• Idiopatik
• Nyeri bersifat paroksimal di daerah sensorik
cabang oftalmikus atau cabang maksillaris
dan/atau cabang mandibularis
• Timbulnya nyeri secara hilang timbul, serangan
pertama bisa berlangsung 30 menit dan
serangan berikutanya antara beberapa detik
sampai 1 menit
• Nyeri merupakan gejala tunggal dan utama
• Penderitra berusia 45 tahun. lebih sering wanita
dari pada laki-laki
• Simptomatik
• Nyeri terasa terus menerus di kawasan cabang
oftalmikus, atau nervus infra-orbitalis
• Nyerinya terus-menerus tidak hilang timbul, dengan
puncak nyeri hilang timbul
• Disamping nyeri terdapat juga anestesia/hipestesia
atau kelumpuhan saraf otak, ganguan autonom
• Tidak memperlihatkan kecenderungan pada wanita
atau pria dan tidak terbatas pada golongan umur
tertentu
Pemeriksaan penunjang

• Pemeriksaan CT scan, MRI, pengukuran Elektromiografi


hanya dapat digunakan untuk membedakan kasus
simtomatik akibat ganguan struktural akibat dari kasus
idiopatik
• Pemeriksaan diatas diperlukan apabila keluhan T.N
pada kaum muda agar dapat menentukan ada tidaknya
tumor otak atau multiple sklerosis
Diagnosa Banding

• Glossopharyngeal neuralgia
• Cluster headache
• Chronic paroxysmal neuralgia
Penatalaksanaan

• Farmakologi

• Pembedahan
Farmakologi
• carbamazepin ( 200-1200mg sehari )
• oxcarbazepin ( 600-1800mg sehari )
Pembedahan
• Neurektomi (juga disebut pemotongan sebagian
saraf), yang melibatkan pemotongan bagian
saraf, dapat dilakukan dekat titik pintu masuk
saraf di batang otak selama dekompresi
mikrovaskuler berusaha jika tidak ada
pembuluh darah yang ditemukan menekan pada
saraf trigeminal.
• MVD
Prognosis
• Neuralgia trigeminal bukan merupakan penyakit
yang mengancam nyawa. Namun, neuralgia
trigeminal cenderung memburuk bersama
dengan perjalanan penyakit dan banyak pasien
yang sebelumnya diobati dengan tatalaksana
medikamentosa harus dioperasi pada akhirnya