Anda di halaman 1dari 17

Pengenalan peralatan keselamatan jiwa di

laut ( Life saving appliance & arrangement)

1. Ditinjau dari peralatan alat keselamatan di atas kapal sesuai SOLAS 1974 terdiri dari :
a) Perlengkapan keselamatan jiwa di laut (life saving appliance)
b) Perlengkapan pencegahan kebocoran (Flood protecion and arrangement)
c) Peralatan navigasi (navigation equipment)
d) Peralatan radio komunikasi & telekomunikasi
e) Peralatan pencegahan pencemaran (MARPOL Equipment)
f) Peralatan Pencegahan kebakaran (Fire Protection)

I. Perlengkapan keselamatan jiwa di laut (life saving appliance)


1. Life boat (Sekoci Penolong)
2. Inflatable life raft / ILR (Rakit penolong)
3. Lifebuoy (Pelampung Penolong)
4. Life jacket (Rompi penolong)
5. Immersion Suit (Baju cebur/Baju pelindung cuaca dingin)
6. Thermal protection aids (Baju penghangat)
B.Perlengkapan pencegahan kebocoran
(Flood protecion and arrangement)

SOLAS CHAPTER II-2 (CONSTRUCTION-FIRE PROTECTION-FIRE DETECTION AND


FIRE EXTINCTION)
1. Pintu keluar api (Fire doors)
2. Jendela cahaya / sky light
3. Peredam air / fire damper
4. Pompa pemadam kebakaran darurat / main fire pump
5. Pompa pemadam kebakaran darurat / emergency fire pump
6. pipa pemadam utama / fire main
7. katup isolasi / isolating valve
8. hydrant
9. selang pemadam kebakaran / fire hose
10. pipa pemancar / nozzle

 Perlengkapan Navigasi (Navigation Equipment) SESUAI SOLAS 1974 CHAPTER V)


1. Standar compas
2. Gyro Compas
3. GPS
4. Radar 2 Unit (Kapal ukuran 3000gt)
5. Radar dengan ARPA (Kapal ukuran 10.000 GT)
6. Echo sounder (Kapal ukuran 300GT)
7. Speed log (Kapal ukuran 300 GT)
8. AIS
9. SSAS
10. RDF
11. VDR
12. Day light Signal
13. Indikator,Sudut kemudi,RPM Propeller
Sesuai Colreg 72/81
1. Lampu-lampu navigasi dan cadangan terdiri dari :
a. Lampu tiang haluan dan belakang
b. Lampu lambung kiri dan kanan
c. Lampu buritan
d. Lampu jangkar
e. Lampu-lampu keliling
2. Bel/Genta
3. Gong
4. Suling
5. Belah Ketupat Hitam

E. Peralatan radio komunikasi dan telekomunikasi


Sesuai SOLAS CHAPTER IV Untuk memenuhi persyaratan radio GMDSS (Global Maritim Distress Safety
System) kapal di atas 300 GT harus dilengkapi :
1. VHF
2. NAVTEX
3. EPIRB
4. MF/HF
5. INMARSAT
6. SART
7. Two Way Communication
8. Auto Alarm
9. Pesawat Penerima 2128 KHZ (Watch Receiver)
10. Public Addres System (Khusus Kapal penumpang)
Tindakan dalam keadaan darurat
• A. Sijil bahaya atau bahaya setiap awak kapal wajib bertindak sesuai ketentuan sijil darurat,oleh
sebab itu sijil darurat harus dibuat dan di informasikan pada seluruh awak kapal.
• Sijil darurat di kapal perlu ditempatkan di :
• 1 Strategis
• 2. Sesuai
• 3. Mudah dicapai
• 4. Mudah dilihat
• 5. Mudah dibaca
• Oleh semua crew dan memberikan perincian prosedur dalam keadaan darurat seperti :
I. Tugas-tugas khusus yang harus ditanggulangi di dalam keadaan darurat oleh setiap ABK
II. Sijil darurat selain menunjukkan tugas-tugas khusus,juga tempat berkumpul (Kemana setiap ABK harus
pergi)
III. Sijil darurat bagi setiap penumpang harus dibuat dalam bentuk yang ditetapkan oleh pemerintah
IV. Sebelum kapal berangkat,sijil darurat harus sudah dibuat dan salinannya digantungkan di beberapa
tempat yang strateegis d kapal,terutama di ruang ABK.
V. Di dala sijil darurat juga diberikan pembagian tugas yang berlainan bagi setiap ABK.
VI. Selain itu di dalam sijil darurat disebutkan tugas-tugas khusus yang dikerjakan oleh ABK bagian Catering
Department(CD)
Latihan-latihan bahaya atau darurat
1. Dikapal penumpang latihan sekoci dan kebakaran harus dilaksanakan 1x seminggu jika
memungkinkan,latihan tersebut juga harus dilakukan bila meninggalkan suatu pelabuhan
terkahir untuk pelayaran international jarak jauh.
2. Dikapal barang latihan sekoci dan kebakaran harus dilaksanakan 1x Sebulan,Latihan tersebut
harus juga dilakukan dalam jangka waktu 24 jam setelah meninggalkan suatu
pelabuhan,dimana ABK telah diganti 25%.
3. Latihan-latihan tersebut di atas harus di catat dalam log book kapal dan bila dalam jangka
waktu 1 minggu (Kapal penumpang) atau 1 bulan (Kapal barang) tidak diadakan latihan-
latihan,maka harus dicatat dalam log book dengan alasan-alasannya.
4. Di kapal penumpang pada pelayaran international jarak jauh dalam waktu 24 jam setelah
meninggalkan pelabuhan harus diadakan latihan-latihan untuk penanggulangan.
5. Sekoci-sekoci penolong harus digunakan dan apabila memugkinkan diturunkan ke air dalam
jangka waktu 4 bulan.latihan-latihan tersebut harus dilakukan sedemikian rupa sehingga
awak kapal memahami dalam melakukan tugas-tugasnya.
6. Semboyan-semboyan bahaya untuk penumpang supaya dapat berkumpul di station masing –
masing,harus terdiri dari 7 tiupan pendek dan 1 tiupan panjang secara berturut-turut.
Lintas-lintas penyelamatan diri
• Lintas penyelamatan diri (Escape Route)
• Di dalam keadaan darurat kepanikan sangat sering terjadi oleh sebab itu untuk mencapai
suatu tempat ,misalnya sekoci menjadi hal yang sangat sulit,untuk itu para ABK / Crew harus
mengenal/mengetahui dimana letak lintas penyelamatan diri/escape route.
• Untuk itu sesuai ketentuan SOLAS 1974 BAB II tentang konstruksi perlindungan penemuan
dan pemadaman kebakaran dalam peraturan 53 dipersyaratkan untuk di dalam dan dari
semua ruang awak kapal dan pemunpang dan ruangan-ruangan yang biasa di pakai oleh ABK
saat bertugas,selain terdapat tangga-tangga di ruang mesin harus ditata sedemikian rupa
tersedianya tangga yang menuju atau keluar dari daerah tersebut secara darurat.
• Escape route dapat ditemui pada tempat-tempat tertentu seperti :
 Kamar Mesin
adanya lintas darurat menuju ke geladak kapal melalui terowongan poros baling-baling yang
sepanjang lintasan tersebut di dahului oleh tulisan “EMERGENCY EXIT”dan disusul oleh tanda
panah/symbol orang berlari.
 Ruang Akomodasi
Pada ruang akomodasi khususnya pada ruangan rekreasi ataupun ruang makan ABK/daerah
tempat berkumpulnya ABK dalam ruangan tertentu selalu dilengkapi dengan pintu
darurat/jendela darurat yang bertuliskan “EMERGENCY EXIT”.
I. Meninggalkan Kapal
• Perintah meninggalkan kapal atau abandon ship adalah suatu perintah nakhoda yang di ambil
bilamana keadaan darurat terjadi di atas kapal seperti terbakar,bocor yang diakibatkan oleh
suatu tubrukan,dll yang tidak dapat di atasi
• Perintah meninggalkan kapal merupakan suatu keputusan nakhoda terkahir yang di
ambil.apabila ada perintah meninggalkan kapal maka seluruh awak kapal harus menuju ke
stasiun sekoci/lifeboat untuk melaksanakan tugas sesuai sijil meninggalkan kapal.

II. Persiapan perorangan sebelum


meninggalkan kapal
A. Gunakan Seluruh pakaian pelindung
Bila anda harus meninggalkan kapal pakailah seluruh pakaian sebagai pelindung
Pakaian akan melindungi anda dari dinginnya air , teriknya sinar matahari dan ikan ikan buas di laut
Pakaian sebagai pelindung memperpanjang waktu hidup anda.
• Yang harus di ingat :
a. Pakailah pakaian hangat sebanyak mungkin
b. Kenakan baju penolong (life jacket anda)
c. Pergilah segera ketempat berkumpul (master station) yang telah ditentukan.
d. Jangan buang waktu ketika isyarat/tanda bahaya berbunyi
e. Jangan Panik
B. Kenakan jaket / rompi berenang (life jacket)
Walaupun anda terampil berenang tetap kenakan life jacket karena pikirkan anda akan
berada dalam waktu yang lama,mungkin anda tidak sadarkan diri,kram/ kejang otot dan
pelampung akan membantu anda.
C. Terjun ke laut menggunakan baju renang
Bila terpaksa harus terjun ke laut lakukan sesuai petunjuk ini :
1. Berdiri tegak di sisi kapal,lihat permukaan laut kemungkinan ada pusaran laut atau benda-
benda yang menghalangi.
2. tutup hidung dan mulut dengan sebelah tangan untuk menghindari air masuk ketika terjun
3. Pegang bagian atas lifejacket (Sebaiknya silangkan kedua sisi tangan anda,lifejacket harus
ditekan karena ketika terjun akan terdorong ke atas karena tekanan.
4. Sekali lagi perhatikan / lihat permukaan air
5. loncat dengan kaki tertutup rapat dan lurus dan pandangan kedepan.
6. jangan loncat langsung ke lifeboat/liferaft dan ingat jangan terjun lebih dari ketinggian
4,5M.
D. Terjun kelaut memakai pelampung penolong
III. Penguasaan Diri Dari Kepanikan
• Ada 3 faktor terpenting di dalam penguasaan diri dari kepanikan
A. Kemauan besar untuk tetap hidup secara psychis dapat timbul dari adanya tanggung
jawab moral terhadap keluarga,dinas,disamping dorongan dan semangat pribadi.
B. Jangan lari dari ketakutan itu.pelajari apa yang menyebabkan ketakutan itu,setelah
jelas ambillah tindakan atau persiapan untuk mengurangi rasa takut tersebut.
C. Sholat,Berdoa dan pendalaman nilai rohani adalah cara yang tepat untuk memperkuat
mental pribadi dan jangan malu mengerjakan.

IV. Tugas jaga ABK Terhadap


penumpang
A. Memberikan peringatan kepada penumpang
B. Mengawasi gerakan para penumpang dan memberikan petunjuk di gang-gang atau di tangga
C. Yakin persediaan selimut telah di bawa ke sekoci penolong..
V. Pengertian untuk bertahan hidup
• 1. Pengetahuan peralatan dan kemauan hidup adalah modal utama
• 2. Jangan panci,jangan buang waktu segera lengkapi pakaian dan alat penyelamatan
anda
• 3. lakukan dengan tertib petunjuk awak kapal
• 4. Jangan meloncat ke laut bila tidak perlu
• 5. Jangna meloncat lebih dari ketinggian 4.5 M bila menggunakan baju renang.
• 6. Jangan meloncat ke sekoci/liferaft atau pusaran air
• 7. Hemat tenaga bila anda terapung-apung
• 8. Gunakan peralatan survival yang anda temukan
• 9. Jangan minum air laut,berhemat dan atur pemakaian air tawar yang ada.
• 10. Jangan Makan/Minum bahan-bahan yang mengandung protein (susu) karena kana
menambah kebutuhan akan air.
VI. Komunikasi dengan kapal lain atau
tim sar
• Berhasilnya suatu keadaan dapat diatasi secara tepat dan cepat adalah tergantungnya dari
kerja sama antara penolong dan yang ditolong.
• Kapal lain dan SAR diharapkan dapat memberikan pertolongan dengan mencari lokasi
kecelakaan diharapkan bantuan yang aktif dari awak kapal dan penumpang yang
mendapatkan kecelakaan,untuk itu buatlah tanda-tanda yang dapat menarik perhatian kapal
lain atau tim sar,misalnya :
a. Menggunakan isyarat kasat mata
b. Menggunakan cermin semboyan
c. Dan lain-lain sesuai ketentuan international tentang alat isyarat bahaya.
VII. Menjauhi dari kapal
• Hal-hal yang harus dilakukan pada waktu menjauh dari kapal adalah :
a. Dayung dan jauhi kapal ke tempat yang lautnya tidak tercemar oleh tumpahan minyak.
b. Ambillah semua alat-alat yang terapung yang di anggap berguna dan ikatkan pada sekoci
penolong maupun rakit penolong kembung.
c. Hindari dan hati-hatilah terhadap pusaran air yang diakibatkan oleh tenggelamnya kapal.
d. Apabila salah seorang hendak mengambil sesuatu atau hendak menolong orang lain,ikatlah
badan dengan tali yang ada pada sekoci penolong maupun rakit penolong kembung,baru
berenang ketempat yang di tuju.

Anda mungkin juga menyukai