Anda di halaman 1dari 17

GANGGUAN KAMERA

POSTERIOR (RETINA DAN


VITREUS)
PSIK – FIK - UNIK
ABLASIO RETINA
 Terjadi bila ada pemisahan retina neurosensori
dari lapisan berpigmen retina di bawahnya
hilangnya penglihatan
 Retina neurosensori : bagian retina yang
mengandung sel batang dan kerucut
 Epitel berpigmen : berfungsi sbg pemberi nutrisi

 Ablasio karena robekan lebih sering terjadi


ETIOLOGI

 Malformasi kongenital
 Kelainan metabolisme

 Penyakit vaskuler

 Inflamasi intraokuler

 Neoplasma

 Trauma

 Perubahan degeneratif pada retina dan vitreus


PATOFISIOLOGI

Proses degeneratif

Kosentrasi asam hialuronat berkurang


Vitreus menjadi semakin encer

Dukungan terhadap serabut kolagen buruk

Vitreus kolaps dan bergerak kedepan

Mudah terpisah dengan retina

robekan
MANIFESTASI KLINIS
 Pasien melihat benda mengapung atau pendaran
cahaya atau keduanya
 Floater dipersepsikan sebagai titik2 hitam kecil

 Partikel floater ini tersusun atas sel retina dan


darah yang terlepas ketika terjadi robekan dan
memberi bayangan pada retina
 Pandangan kabur

 Kehilangan lapang pandang

 Kebutaan
PENATALAKSANAAN

 Pembedahan
 Terapi laser/ radiasi

 90% - 95% ablasio retina dapat ditempel kembali


dan ketajaman penglihatan dapat dikembalikan
walaupun tidak bisa kembali normal
PENATALAKSANAAN PASCA OPERASI
 Aktivitas dibatasi, hanya ke kamar mandi
 Tirah baring

 Bantu dalam aktivitas untuk menghindari


cedera
 Pasien tidak boleh berbaring terlentang dalam
waktu lama karena gelembung gas menuju
keatas dan mendorong iris kedepan
 Dilatasi pupil harus dipertahankan untuk
mempermudah pemeriksaan pascaoperasi
KOMPLIKASI PEMBEDAHAN
 Peningkata TIO
 Glaukoma

 Infeksi

 Ablasio koroid

 Kegagalan pelekatan retina atau ablasio retina


berulang
 Vitreoretinopati proliveratif (jaringan parut yang
mengenai retina)
 Kesalahan refraksi
KONDISI YANG HARUS DILAPORKAN
 Nyeri yang tak berespon terapi obat
 Cairan pus atau mukoid berlebihan

 Mual dan muntah berat

 Mata merah dan bengkak

 Pandangan berkabut

 Lingkaran sekitar cahaya

 Atau setiap gejala ablasio retina


 Adalah abses pada badan vitreus
 Akibat infeksi endogen (emboli akibat
endokarditis) dan infeksi eksogen (trauma dan
pembedahan)
 Pasien mengeluh nyeri dan kehilangan
penglihatan
 Pengabutan struktur mata yang biasanya
transparan
 Injeksi intraokuler dengan antibiotik
 Virekstomi adalah prosedur bedah untuk
mengangkat semua jel vitreus
 Komplikasi dari DM
 Kerusakan atau Penyumbatan pembuluh darah
yang memberi nutrisi
 Pembuluh menjadi hiperpermiabel
mengalami kebocoran perdarahan
pembengkakan retina/penimbunan eksudat
 Iskemik progresif neovaskularisasi
proliferasi pada permukaan vitreus PD
yang rapuh perdarahan titik subretina/
badan vitreus
 Penglihatan kabur sentral
 Penglihatan berkabut
 Kebutaan
 Ringan….dapat sembuh sendiri
 Fotokoagulasi laser

 Virektomi bila terjadi ablasio retina dan


perdarahan vitreus
Pencegahan:
- Kontrol kadar gula darah

- Kontrol hipertensi

- Pemeriksaan mata berkala


 Hipertensi dapat mengakibatkan gangguan
vaskuler pada okuler
 Bisa terjadi perdarahan pad PD retina
 Terjadi gangguan penglihatan
 Herediter
 Kehilangan penglihatan progresif dan buta
senja
 Gejala: buta senja pada awal remaja,
kehilangan daerah lapang pandang,
penglihatan trowongan.
 Penatalaksanaan : pemberian Vit A dab E,
menghindari cahaya kuat, menggunakan obat
kontriksi pupil, alat bentu penglihatan.