Anda di halaman 1dari 11

DOSEN PENGAMPU

SELFIN KRISTIANTI WARUWU.,SE.,M.Pd.E


Pengertian dan Konsep Dasar
Pendidikan
Apakah Pendidikan itu??

 Langeveld
Pendidikan adalah bimbingan atau pertolongan yang
diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak
untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak
cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan
bantuan orang lain Diperlukan kewibawaan orang dewasa
sebagai pendidik, sehingga anak dengan sukarela melakukan
segala sesuatu yang dituntut oleh pendidik.

 Ki Hajar Dewantara (Tokoh Pendidikan Nasional Indonesia) :


Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan
bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran
(intellect) dan jasmani anak-anak selaras dengan alam dan
masyarakatnya.
Pendidikan dalam Defenisi Maha Luas

 Pendidikan adalah hidup. Pendidikan adalah segala pengalaman


belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan
sepanjang hidup. Pendidikan adalah segala situasi hidup yang
mempengaruhi pertumbuhan individu.
 Karakteristik Khusus:
a. Masa Pendidikan
b. Lingkungan Pendidikan
c. Bentuk Kegiatan
d.Tujuan Pendidikan
Pendidikan dalam Defenisi Maha Luas

 Pendukung Pengertian Pendidikan Maha Luas adalah Kaum


Humanistik.
 Pelopor kaum humanis mendefinisikan pendidikan dalam artian luas
dan mengecam praktek pendidikan di sekolah yang diselenggarakan
pada zamannya.
 Kecaman dari salah satu pelopor bernama Ivan Illich dalam
Deschooling Society dengan gagasan ‘Manusia Tanpa Sekolah’ dan
mengutuk pendidikan yang dilembagakan dalam bentuk sekolah.
Sekolah dengan peraturan yang sangat ketat dalam waktu, tempat,
bentuk kegiatan, dan tujuan belajar bukan merupakan pendidikan
yang baik karena mengekang kebebasan.
Pendidikan dalam Defenisi Sempit

 Pendidikan adalah sekolah. Pendidikan adalah pengajaran yang


diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Pendidikan
adalah segala pengaruh yang diupayakan sekolah terhadap anak dan remaja
yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna
dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas sosial
mereka.
 Karateristik Khusus:
a. Masa Pendidikan
b.Lingkungan Pendidikan.
c.Bentuk Kegiatan.
d.Tujuan Pendidikan.
Pendidikan dalam Defenisi Sempit

 Pendukung Pengertian Pendidikan dalam artian sempit


adalah Kaum Behavioris.
 Pelopor kaum behavioris mendefinisikan pendidikan dalam
artian sempit. Sekurang-kurangnya mereka mempunyai
pandangan yang optimis terhadap peranan sekolah dalam
menyelenggarakan pendidikan, dan meragukan (pesimis)
terhadap peranan pendidikan dalam bentuk-bentuk
pengalaman belajar dalam hidup yang tidak dilembagakan
 Pendukung behavioristik ini disebut juga dengan penganut paham scientisme
yang mempunyai kepercayaan kuat terhadap keampuhan ilmu dan tekhnologi
bagi pembangunan kehidupan manusia yang lebih baik.

 Sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyaii kaitan erat dengan ilmu


dan tekhnologi baik dalam bentuk struktur maupun misinya.

 “ Setiap anak dilahirkan di dunia, hendaknya dipandang oleh masyarakat


ibarat bahan mentah yang harus diolah dalam pabrik. Alam tidak dapat
diandalkan untuk mengembangkan kemampuan individu. Pengembangan
kemampuan individu harus direncanakan dan sebagian besar rencana
tersebut dilaksanakan dalam suatu sekolah yang baik” (Lester Frank Ward).
Pendidikan dalam Defenisi Alternatif atau Luar Terbatas

 Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga,


masyarakat, dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran,
dan/atau latihan yang berlangsung di sekolah maupun diluar sekolah
sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat
memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di
masa yang akan datang.
 Pendidikan adalah pengalaman-pengalaman belajar terprogram dalam
bentuk pendidikan formal, non-formal, dan informal disekolah, yang
berlangsung seumur hidup yang bertujuan mengoptimalisasi
pertimbangan kemampuan-kemampuan individu agar di kemudian hari
dapat memainkan peranan hidup secara tepat.
 Karakteristik Khusus:
a. Masa Pendidikan
b. Lingkungan Pendidikan
c. Bentuk Kegiatan
d. Tujuan Pendidikan
 Pendukung pengertian pendidikan dalam definisi alternatif disebut dengan
Kaum Humanis Ralistik dan Realisme Kritis, merumuskan makna
pendidikan dalam kerangka gagasan pendidikan seumur hidup (longlife
education) dan masyarakat yang terus belajar (learning society).
Pendidikan sebagai usaha memaksimalkan (maksimalisasi) peranan
pengajaran di sekolah dan pendidikan di luar sekolah.