Anda di halaman 1dari 29

PERENCANAAN SISTEM

PENGUMPULAN DAN
PENYALURAN AIR LIMBAH

1 - ALTERNATIF DAN PEMILIHAN


SISTEM PENYALURAN AIR
LIMBAH
Macam Sistem Pengumpulan Dan
Penyaluran Air Limbah

• Shallow Sewer
• Conventional Sewerage
• Small Bore Sewer
• Interseptor Sewer, sebagai bangunan
pelengkap
Shallow Sewer

• Merupakan sewerage kecil yang terpisah dan


dipasang secara dangkal dengan kemiringan
yang lebih landai dibandingkan sewerage
konvensional dan bergantung pada pembilasan
air limbah untuk mengangkut benda padat
Shallow Sewer

• Prinsip shallow sewer


– Mengalirkan air saja/campuran antara air
dan padatan (tinja)
– Menggunakan jaringan pipa berdiameter
kecil ( 100-200 mm)
– Jaringan saluran terdiri dari :
• Pipa persil
• Pipa servis
• Pipa lateral
• IPAL
Shallow Sewer

• Prinsip shallow sewer


– Ditanam di tanah, dangkal dari permukaan
tanah
– Bahan Pipa dapat dari bahan tanah liat, PVC
dll
– Cocok digunakan untuk daerah kecil,
misalnya tingkat RW, kelurahan, dll. dengan
kepadatan menengah sampai tinggi, 300-
500 orang/Ha
Shallow Sewer

• Prinsip shallow sewer


– Digunakan untuk penduduk yang sudah
sebagian besar mempunyai sambungan air
limbah dan jamban/kakus pribadi dengan
sistem pembuangan yang memadai
– Pemilihan Lokasi
• Pada daerah yang mempunyai kemiringan > 4 %
Shallow Sewer

• Ketentuan Teknis
– Aliran maksimum (hanya lokal) = 3 x Aliran
rata-rata;
  Pipa minimum 100 mm;
– Kecepatan minimum 0,50 m/detik;
– Faktor gesekan pipa (FRP) = 0,06; Pipa
tanah liat (Vitrified Clay Pipe = 0,06)
– Kemiringan > 2 %
Shallow Sewer

• Keuntungan
– Biaya murah, karena penggunaan pipa dibatasi
pada diameter kecil ( 100-200 mm);
– Dengan kemiringan yang kecil, sistem ini dapat
berjalan dan kompleksitas. sistem penyaluran relatif
kecil dibandingkan dengan sistem Conventional
Sewerage;
– Setiap rumah yang dilayani, tidak harus memiliki
tangki septik;
– Dapat diterapkan pada daerah dengan kepadatan
menengah sampai tinggi, 300-500 orang/Ha.
Shallow Sewer

• Kerugian
– Cakupan pelayanan sangat terbatas;
– Bila dikembangkan untuk sistem perkotaan
secara keseluruhan akan berakibat biaya
mahal dan tidak efektif, karena harus
banyak IPAL yang dibangun;
– Tidak adanya reduksi beban organik, maka
beban IPAL menjadi tinggi
Conventional Sewerage (Sewerage
Konvensional)

• Merupakan sistem jaringan pengaliran


limbah cair dengan atau tanpa tinjanya.
Conventional Sewerage (Sewerage
Konvensional)
• Penerapannya:
– Pada daerah dengan kepekaan lingkungan khusus,
antara lain : daerah kumuh, daerah pariwisata,
daerah dengan kepadatan tinggi
– Di pusat kota yang terdapat gedung-gedung
bertingkat tinggi dan memerlukan pembuangan
serta pengolahannya sendiri
– Didaerah permukiman baru yang penduduknya
berpenghasilan menengah sampai tinggi, sehingga
mampu membiayai operasi dan pemeliharaannya
serta perawatannya selain itu , mayoritas rumah
tangganya sudah memiliki sambungan air bersih
Conventional Sewerage (Sewerage
Konvensional)
• Penerapannya:
– Bila pembuangan setempat yang ada tidak
layak pakai
– Di permukiman baru yang mampu
membiayai sewerage dan pembuatan IPAL
– Bila merupakan perluasan proyek-proyek
yang sedang berjalan
– Bila ada sewerage lama yang layak dan
cocok untuk di rehabilitasi dan diperluas
– Sistem sewerage yang baru untuk seluruh
daerah perkotaan, tidak dianjurkan
Conventional Sewerage (Sewerage
Konvensional)
• Penerapannya:
– Jaringan saluran terdiri dari:
• pipa persil;
• pipa servis;
• pipa lateral
• IPAL
Conventional Sewerage (Sewerage
Konvensional)
• Ketentuan teknis:
– Dilengkapi dengan manhole;
– Aliran maksimum = 2-3 x aliran rata-rata;
  Pipa minimum:
• sambungan rumah  100 mm &  110 mm
untuk pipa PVC;
• Sewer  150 mm
– Kecepatan minimum 0,75 m/detik
– Faktor gesekan pipa, ks : Pipa PVC = 0,03, Pipa
Beton = 0,15; Fiber Reinforced Pipe (FRP) = 0,06;
Pipa tanah liat (Vitrified Clay Pipe) = 0,06
– Kemiringan > 2 %
Conventional Sewerage (Sewerage
Konvensional)
• Keuntungan
– Dapat diterapkan baik untuk bangunan yang
telah memiliki tangki septik maupun yang
belum
– Sangat efektif, bila dikembangkan sebagai
sistem penyaluran air limbah kota, secara
keseluruhan, karena IPAL yang dibangun
menjadi hanya 1 atau beberapa unit
tergantung dari topografi lahan kotanya
– Dapat diterapkan pada daerah dengan
kepadatan menengah sampai tinggi, 300-
500 orang/Ha
Conventional Sewerage (Sewerage
Konvensional)
• Kerugian
– Biaya yang diperlukan sangat mahal ;
– Perlu menyiapkan tenaga operator yang
terdidik;
– Perlu mempersiapkan superstruktur dan
infrastruktur kelembagaan yang secara
khusus menangani pembuangan air limbah
tsb;
– Perlu menyiapkan kondisi masyarakat
Small Bore Sewer (SBS)

• Merupakan suatu sistem penyaluran air


limbah dengan diameter kecil, karena zat
padat sudah ditampung pada suatu tangki
interceptor
Small Bore Sewer (SBS)

• Merupakan system saluran air limbah ber


 kecil ( 100-200 mm)
• Untuk menerima limbah cair, limbah dari
tangki septic yang bebas dari benda padat
• Melayani air limbah yang berasal dari :
– Pipa persil;
– Pipa servis menuju ke lokasi pembuangan
akhir (IPAL).
Small Bore Sewer (SBS)

• Sistem ini dilengkapi dengan IPAL


• Pemilihan lokasi:
– Pada daerah yang mempunyai kemiringan > 1 %;
– Cocok untuk daerah dengan kepadatan menengah
sampai tinggi, 300-500 orang/Ha;
– Daerah tersebut sebagian besar sudah memiliki
tangki septik, tapi fasilitas ini tidak efektif bila
permiabilitas tanahnya buruk, tidak ada lahan untuk
bidang resapan dan air tanahnya tinggi
Small Bore Sewer (SBS)

• Ketentuan Teknis
– Aliran maksimum = 1 x Aliran rata-rata;
  Pipa minimum;
• Sambungan rumah  50 mm;
• Sewer  100 mm.
– Kecepatan minimum tidak ada batas;
– Faktor gesekan pipa, ks : Pipa PVC 0,03,
Pipa Beton = 0,15; Fiber Reinforced Pipe
(FRP) = 0,06; Pipa tanah liat (Vitrified Clay
Pipe) = 0,06;
– Kemiringan > 2%.
Small Bore Sewer (SBS)

• Keuntungan
– Saluran ini hanya menerima limbah cair saja,
sedangkan limbah padat tinggal di Tangki Septik,
maka  pipa yang diperlukan kecil, sehingga biaya
murah;
– Dengan kemiringan yang kecil, sistem ini dapat
berjalan;
– Adanya reduksi beban organik dalam Tangki Septic,
maka akan mengurangi beban IPAL;
– Dapat diterapkan pada daerah dengan kepadatan
menengah sampai tinggi, 300-500 orang/Ha
Small Bore Sewer (SBS)

• Kerugian
– Cakupan pelayanan sangat terbatas,
sehingga tidak dapat dikembangkan untuk
wilayah kota;
– setiap rumah harus sudah memiliki Tangki
Septik;
– Bila dikembangkan untuk seluruh kota jadi
mahal dan tidak efektif karena harus banyak
IPAL yang dibangun
Small Bore Sewer (SBS)

• Komponen Dasar
– Sambungan rumah (house connection):
mengumpulkan air limbah dari rumah;
– Tangki Interseptor (Interceptor Tank):
menurunkan Suspended Solid (SS) dan
bahan terapung dari air limbah, dimana
lumpur disini dicerna/diuraikan secara
anaerobic dan dibuang setiap 5-10 thn;
– Jaringan SBS (SBS Network): terdiri dari
pipa-pipa ber  kecil yang mengumpulkan
air limbah dan menyalurkannya ke IPAL.
Small Bore Sewer (SBS)
• Ketentuan teknis
– Perlu diperhatikan periode perencanaan;
– Perlu diperhatikan proyeksi penduduk;
– Kebutuhan air 25-50 L/orang/hari untuk sambungan
rumah dan 100 L/orang/hari untuk sambungan
langsung;
– Faktor peak 1,5-2,0;
– Besarnya debit disain:
• Q=Nxq
• Q = Debit disain, Ldetik;
• N = Jumlah sambungan yang dilayani;
• q = Debit tiap sambungan, L/detik
Small Bore Sewer (SBS)

• Ketentuan teknis
– Besarnya kecepatan:
• V = 1/n x R 2/3 x s 1/2
• n = Kekasaran Pipa (0;0,10;0,11)
• R = D/4 untuk Pipa aliran penuh;
• s = kemiringan (slope), m/m
PERENCANAAN SISTEM
PENGUMPULAN DAN
PENYALURAN AIR LIMBAH

2 - PENENTUAN DEBIT ALIRAN AIR


LIMBAH
Daerah Perumahan
• Daerah perumahan kecil
– aliran air buangan biasanya ditentukan
berdasarkan kepadatan penduduk dan kontribusi
air buangan rata-rata per kapita
• Perumahan luas
– sebaiknya memperhitungkan timbulan dari
penggunaan lahan dan mengantisipasi kepadatan
penduduk
– berdasarkan pada data debit aktual dari wilayah
perumahan typikal terpilih yang terletak dekat
dengan wilayah yang akan dikembangkan (bila
mungkin)
Daerah Perumahan
• Projeksi penduduk untuk perhitungan debit air
limbah dihitung berdasarkan data penduduk 5
tahu terakhir
Debit , L/Unit .hari
Sumber Unit
Range Tipical Daerah
Apartemen orang 200 - 340 260 Perumahan
Hotel, perumahan 150 - 220 190
perumahan

Invidual rumah tangga

- rata-rata Orang 190 - 350 280


rumah
- rumah Orang 250 - 400 310
sedang
- Rumah Orang 300 - 550 380
mewah
-rumah semi Orang 100 - 250 200
modern

- cottage Orang 100 - 240 190

Taman trailer orang 120 - 200 150