Anda di halaman 1dari 11

DISINFEKTAN AMONIUM

KUARTENER

SITI FITRIYANI BULONGKOD


16 506 006
PENGERTIAN

Amonium kuartener dikenal pula sebagai quats, adalah


ion poliatomik yang bermuatan positif dari struktur NR4+,
dimana R merupakan suatu gugus alkil atau gugus aril.
Tidak seperti ion amonium (NH4+) dan kation amonium
primer, sekunder atau tersier, amonium kuartener
memiliki muatan secara permanen, tidak tergantung pada
pH larutannya.
MANFAAT AMONIUM KUARTENER

Amonium kuartener juga memiliki manfaat Sebagai


disinfektan untuk membunuh kuman penyebab
penyakit.
Amonium kuartener juga terdapat dalam deterjen, deterjen yang
mengandung senyawa amonium kuartener, seperti:
lysol sebagai disinfectant spray
Clorox sebagai bahan pemutih
SEBAGAI DISINFEKTAN
Amonium kuartener dianjurkan untuk mendesinfeksi
kandang, peralatan dan tempat penetasan. Senyawa ini
memiliki dua bagian pada struktur kimianya, satu bagian
bersifat hidrofilik dan bagian lain bersifat hidrofobik.
Disinfektan ini efektif melawan bakteri gram negatif
maupun positif, fungi, virus, tetapi tidak efektif melawan
virus PMK atau pun mycobacterium paratuberculosis,
bakteri penyebab john’s disease. Disinfektan ini tergolong
muda larut dalam air, sangat efektif menghilangkan bau-
bauan, daya kerja tinggi dan juga menyebabkan karat.
Keunggulan lain dari disinfektan ini adalah mudah
menembus bagian-bagian dalam yang menjadi sasaran
sanitasi. Kelemahan disinfektan ini adalah menyebabkan
karat dan memiliki sifat racun yang tinggi.
EFEK SAMPING PENGGUNAAN AMONIUM KUARTENER

 iritasi kulit ringan dan pernapasan sampai luka bakar


kaustik yang parah pada kulit dan lapisan pencernaan
(tergantung konsentrasi), gejala pencernaan (misalnya,
mual dan muntah), koma, kejang, hipotensi, dan kematian.
 Gangguan pada saluran gastrointestinal, jika tertelan
larutan amonium kuartener dengan konsentrasi tinggi
menyebabkan luka ringan hingga berat pada mulut, lidah
dan sepanjang saluran cerna, disertai dengan hipersalivasi,
vomiting, diare dan konvusi.
CARA PENANGANAN JIKA TERPAPAR BAHAYA
AMONIUM KUARTENER
Terhirup
Pindahkan korban ke tempat berudara segar. Berikan
pernapasan buatan jika dibutuhkan, segera bawa ke rumah
sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.
Kontak dengan kulit
Segera tinggalkan pakaian, perhiasan dan sepatu yang
terkontaminasi. Cuci kulit, kuku, dan rambut menggunakan
sabun dan air yang banyak sampai dipastikan tidak ada
bahan kimia yang tertinggal, sekurangnya selama 15-20
menit. Cuci pakaian dan sepatu sebelum digunakan kembali.
Kontak dengan mata
Segera cuci mata dengan air yang banyak, sekurangnya
selama 15-20 menit dengan sesekali membuka kelopak
mata bagian atas dan bawah sampai dipastikan tidak ada
lagi bahan kimia yang tertinggal.
Tertelan
Jangan lakukan induksi muntah. Jangan berikan apapun
melalui mulut pada korban yang tidak sadarkan diri. Cuci
mulut menggunakan air.
TERIMAH KASIH