TENDINITIS
Nama Anggota : Selly Walandini (21)
Kadek Shatya Maharani (22)
Tamara Putri Ditias (23)
Velly Amelia Wijayanti (24)
DEFINISI
• Tendinitis atau tendonitis adalah gangguan
berupa peradangan atau iritasi pada tendon,
yaitu suatu kumpulan jaringan ikat berserat
yang merekatkan otot dengan tulang. Sebagian
besar kasus tendinitis lebih sering terjadi pada
area tumit, lutut, siku, dan bahu. Seseorang
yang terserang tendinitis akan mengalami rasa
nyeri dan sakit pada persendian.
PENYEBAB
• Tendinitis umumnya disebabkan oleh gerakan yang dilakukan secara berulang-
ulang. Seperti gerakan melompat dan mengayunkan tangan karena adanya
beban pada tedon. Kesalahan gerakan pada saat berolahraga, kecelakaan, jenis
pekerjaan, faktor usia juga bisa menjadi penyebab terjadinya tendinitis.
GEJALA
• Tendinitis ditandai dengan munculnya rasa nyeri, mengalami pembengkakan,
munculnya sensasi hangat, kemerahan, dan kaku otot pada area yang terserang
tendinitis.
PATOFISIOLOGI/PERJALANAN
PENYAKIT
• Tendinitis mendapatkan suplay darah dari pembuluh darah yang mengalir melalui tendon, pembuluh
darah tendon rentan terhadap pengeluaran tekanan dan trauma yang berulang-ulang. Adanya cidera
atau trauma menyebabkan terjadinya kerobekan serabut-serabut tendon, sehingga akan terjadi
perubahan pada tendon. Cairan yang keluar dari sistem sirkulasi akan mengambil tempat kearah
celah tendon yang robek dan dapat menjalar kesekitarnya kemudian cairan tersebut mengendap dan
membentuk hamatom. Hamatom ini akan menekan ujung-ujung saraf sensoris disekitarnya sehingga
akan menambah rasa nyeri. Apabila penekanan yang mengakibatkan peradangan ini terjadi
berulang-ulang maka akan mengalami degenerasi dimana tendon semakin menebal. Hal ini
mengakibatkan gerakan tendon terbatas atau terhambat. Sehingga suplay darah terganggu dan akan
mengakibatkan tendinitis
PENCEGAHAN YANG TERKAIT
• Untuk menentukan seseorang mengalami tendinitis, dokter akan melakukan
anamnesis atau wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan
dilakukan pada daerah tendon yang mengalami nyeri. Terkadang bisa saja
dibutuhkan pemeriksaan radiologi, bisa berupa foto rontgen, CT-scan, atau
MRI
PENCEGAHAN
• Tendinitis merupakan kondisi yang dapat dicegah. Beberapa upaya yang dapat
dilakukan untuk menvegah kondisi ini adalah :
Menghindari aktivitas yang memberi tekanan berlebih pada tendon, terutama jika
dilakukan secara terus-menerus.
Melakukan olahraga yang lain, jika olahraga yang biasa dilakukan menimbulkan
nyeri.
Mengikuti saran instruksi olahraga profesional agar gerakan yang dilakukan tidak
menimbulkan masalah pada tendon.
Melakukan perengangan sebelum dan setelah latihan untuk memaksimalkan gerakan
sendi dan mengurangi risiko cedera.
Mengatur posisi duduk yang benar, seperti posisi punggung yang tetap tegak selama
duduk.