Anda di halaman 1dari 16

DIRI

NAMA KELOMPOK 8
1.Nurul Maulidya (1130016018)
2.Surya Rohmatus Solika (1130016019)
3.Anggy Dyayu N.W (1130016025)
4.Asrin Alfiya Fais (1130016108)
DEFINISI
 Perawatan Diri adalah salah satu kemampuan dasar
manusia dalam memenuhi kebutuhannya guna
mempertahankan hidupnya, kesehatannya dan
kesejahteraannya sesuai dengan kondisi kesehatannya.
Klien dinyatakan terganggu perawatan dirinya jika tidak
dapat melakukan perawatan dirinya.
ETIOLOGI
• Penyebab kurang perawatan diri adalah kelelahan fisik dan penurunan kesadaran.
Penyebab kurang perawatan diri adalah:
A. Faktor prediposisi
1. Perkembangan
2. Biologis
3. Kemampuan realitas turun
4. Sosial
B. Faktor Presipitasi
Yang merupakan faktor presipitasi defisit perawatan diri adalah kurang
penurunan motivasi, kerusakan kognisi atau perseptual, cemas, lelah/lemah yang
dialami individu sehingga menyebabkan individu kurang mampu melakukan
perawatan diri.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERSONAL HYGIENE
 Body Image.
 Praktik Sosial.
 Status Sosial Ekonomi
 Pengetahuan.
 Budaya.
 Kondisi fisik atau psikis
DAMPAK YANG TIMBUL AKIBAT
PERSONAL HYGIENE
1.Dampak fisik.
Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak
terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik, gangguan fisik yang
sering terjadi adalah : Gangguan integritas kulit, gangguan memran
mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga gangguan fisik pada kuku.
2.Dampak psikososial.
Masalah sosial yang berhubungan dengan personal hygiene adalah
gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai,
kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial.
JENIS – JENIS DEFISIT KEPERAWATAN DIRI
Menurut Nanda-I (2015), JENIS PERAWATAN DIRI TERDIRI DARI:
a. Defisit perawatan diri : mandi;
Hambatan kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan
mandi/beraktivitas perawatan diri untuk diri sediri.
b. Defisit perawatan diri: berpakaian;
Hambatan kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktifitas berpakaian
dan berias untuk diri sendiri.
c. Defisit perawatan diri: makan;
Hambatan kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktifitas sendiri.
d. Defisit perawatan diri: eliminasi;
Hambatan kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktifitas eliminasi
sendiri
TANDA DAN GEJALA
 Adapun tanda dan gelaja defisit perawatan diri menurut Fitria (2009) adalah sebagai berikut :
a.Mandi/hygine
Klien mengalami ketidakmampuan dalam membersikan badan, memperoleh atau
mendapatkan sumber air, mengatur suhu atau aliran air mandi, mendapatkan perlengkapan mandi,
mengeringkan tubuh, serta masuk dan keluar kamar mandi.
b.Berpakaian/berhias
Klien mempunyai kelemahan dalam meletakkan atau mengambil potongan pakaian,
menanggalkan pakaian, serta memperoleh atau menukar pakaian klien juga memiliki ketidak
mampuan untuk mengenakan pakain dalam, memilih pakaian, menggunakan alat tambahan,
menggunakan kancing tarik, melepaskan pakaian, menggunakan kaos kaki, mempertahankan
penampilan pada tinggkat yang memuaskan, mengambil pakaian dan mengenakan sepatu.
c.Makan
Klien mempunyai ketidakmampuan dalam menelan makanan, mempersiapkan
makanan, menangani perkakas, mengunyah makanan, menggunakan alat tambahan,
mendapatkan makanan, membuka container, memanipulasi makanan dalam mulut,
mengambil cangkir atau gelas, serta mencerna cukup makanan dengan aman.
d.Eliminasi
Klien memiliki keterbatasan atau ketidakmampuan dalam mendapatkan jamban
atau kamar kecil, duduk atau bangkit dari jamban, memanupulasi pakaian untuk
toileting, membersihkan diri setelah BAB/BAK dengan tepat, dan penyiram toilet
atau kamar kecil.
Menurut Depkes (2000), tanda dan gelaja klien dengan defisit perawatan diri adalah:

a.Fisik
1.Badan bau, pakaian kotor;
2.Rambut dan kulit kotor;
3.Kuku panjang dan kotor;
4.Gigi kotor disertai mulut bau;
` 5.Penampilan tidak rapi.
b.Psikologis
1.Malas, tidak ada inisiatif;
2.Menarik diri, isolasi diri;
3.Merasa tak berdaya, rendah diri dan merasa hina.
c.Sosial
1.Interaksi kurang;
2.Kegiatan kurang;
3.Tidak mampu berperilaku sesuai norma;
4.Cara makan tidak teratur BAK dab BAB di sembarang tempat, gosok gigi dan mandi tidak mampu
mandiri
BATASAN KARAKTERISTIK
 Menurut Nanda-I (2015), batasan karakteristik klien dengan defisit
perawatan diri adalah:
a.Defisit perawatan diri: mandi;
1. Ketidakmampuan untuk mengakses kamar mandi
2. Ketidakmampuan mengeringkan tubuh
3. Ketidakmampuan mengambil perlengkapan mandi
4. Ketidakmampuan menjangkau sumber air
5. Ketidakmampuan mengatur air mandi
6. Ketidakmampuan membasuh tubuh.
b.Defisit perawatan diri: berpakaian;
1.Ketidakmampuan mengancing pakaian
2.Ketidakmampuan mendapatkan pakaian
3.Ketidakmampuan mengenakan atribut pakaian
4.Ketidakmampuan sepatu
5.Ketidakmampuan mengenakan kaus kaki
6.Ketidakmampuan melepaskan atribut pakaian
7.Ketidakmampuan melepas sepatu
8.Ketidakmampuan melepas kaus kaki
9.Hambatan memilih pakaian
10.Hambatan mempertahankan penampilan yang memuaskan
c. Defisit perawatan diri: makan;
1. Ketidakmampuan mengambil makanan dan memasukkan ke mulut
2. Ketidakmampuan menguyak makanan
3. Ketidakmampuan menghabiskan makanan
4. Ketidakmampuan menempatkan makanan ke perlengkapan makan
5. Ketidakmampuan menggunakan perlengkapan makan
6. Ketidakmampuan memakan makanan dalam cara yang dapat diterima
secara sosial
7. Ketidakmampuan memakan makanan dengan aman
8. Ketidakmampuan memakan makanan dalam jumlah memadai
9. Ketidakmampuan memanipulasi makanan dalam mulut
10. Ketidakmampuan membuka wadah makanan
d.Defisit perawatan diri: eliminasi;
1Ketidakmampuan melakukan hygiene eliminasi yang tepat
2)Ketidakmampuan menyiram toilet atau kursi buang air
3)Ketidakmampuan naik ke toilet atau commode
4)Ketidakmampuan memanipulasi pakaian untuk eliminasi
5)Ketidakmampuan berdiri dari toilet atau commode
6)Ketidakmampuan untuk duduk di toilet atau commode.
Dampak Masalah Defisit Perawatan Diri
a.Dampak Fisik
Banyak gangguan kesehatan yang diderita sesorang karena tidak
terpeiharanya kebersihan perorangan dengan baik,gangguan fisik yang
sering terjadi adalah: gangguan integritas kulit, gangguan membran
mukosa mulut, infeksi pada mata dan telinga, gangguan fisik pada kuku.
b.Dampak Psikososial
Masalah yang berhubungan dengan personal hygiene adalah
gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai,
kebutuhan harga diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial.
Rentang Respon Kognitif
Asuhan yang dapat dilakukan keluarga bagi klien yang tidak dapat merawat diri sendiri adalah :
1.Meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri
a. Bina hubungan saling percaya.
b. Bicarakan tentang pentingnya kebersihan.
c. Kuatkan kemampuan klien merawat diri.
2. Membimbing dan menolong klien merawat diri.
a. Bantu klien merawat diri
b. Ajarkan ketrampilan secara bertahap
c. Buatkan jadwal kegiatan setiap hari
3. Ciptakan lingkungan yang mendukung
a. Sediakan perlengkapan yang diperlukan untuk mandi.
b. Dekatkan peralatan mandi biar mudah dijangkau oleh klien.
c. Sediakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi klien misalnya, kamar mandi yang
dekat dan tertutup.
PENATALAKSANAAN
1.Farmakologi
a.Obat anti psikosis : Penotizin
b.Obat anti depresi : Amitripilin
c.Obat anti ansietas : Diasepam, Bromozepam, Clobozam
d.Obat anti insomnia : Phneobarbital
2.Terapi
a.Terapi keluarga
b.Terapi kelompok
c.Terapi musik