Gambaran Radiologi
Hidronefrosis
Olivia Sarah Kadang - 112019141
Pembimbing : dr. Komala Dewi, Sp. Rad
Identitas Pasien
• Nama : Ny. SA
• Jenis kelamin : Perempuan
• Usia : 39 tahun
• Tanggal lahir : 16 Juni 1982
• Suku bangsa : Jawa
• Agama : Islam
• Alamat : jl. Kali Biru Barat
ANAMNESIS
Diambil dari : Autoanamnesis Tanggal : 5 Juni 2021 Jam : 14.30
Keluhan Utama:
Nyeri perut kanan 3 hari SMRS
Riwayat Penyakit Sekarang:
Pasien datang ke RS dengan keluhan nyeri perut kanan sejak 3 hari SMRS. Dua bulan
sebelum masuk RS, pasien mulai merasakan nyeri pada punggung yang menjalar ke perut
bagian depan kanan, disertai kembung, mual, dan muntah. Nyeri dirasakan hilang timbul
namun akhir-akhir ini terasa semakin sakit seperti ditusuk-tusuk. Nafsu makan berkurang
sejak 2 hari terakhir. Riwayat penyakit tekanan darah tinggi disangkal, riwayat kencing
manis disangkal. Tidak ada keluarga pasien yang sakit seperti ini.
Riwayat Penyakit Dahulu
(diisi bila ya ( + ), bila tidak ( - )
(-) Sepsis (-) Meningoencephalitis (-) Kejang demam
(-) Tuberkulosis (-) Pneumoni (-) Alergi lainnya
(-) Asma (-) Alergi Rhinitis (-) Gastritis
(-) Diare akut (-) Diare Kronis (-) Amoebiasis
(-) Disentri (-) Kolera (-) Difteri
(-) Tifus Abdominalis (-) DHF (-) Polio
(-) Cacar air (-) Campak (+) Dispepsia/ Maag
(-) Batuk rejan (-) Tetanus (-) ISK
(-) Demam Rematik Akut(-) Penyakit Jantung Rematik (-) Penyakit Jantung Bawaan
(-) Glomerulonephritis (-) Sindroma Nefrotik (-) Operasi
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum: tampak sakit sedang, GCS: E4M6V5, Kesadaran compos mentis.
Tanda-tanda vital:
TD = 130/80 mmHg S = 37 °C RR = 20 x/menit N = 90 x/menit
BERAT BADAN
Berat Badan : 56 Kg
Tinggi Badan : 150 cm
Indeks Masa Tubuh (IMT) : 24,1
Kulit : sawo matang, tidak terdapat lesi primer maupun sekunder
Kepala : normocephali
Mata : konjungtiva tidak anemis dan sklera tidak ikterik
Telinga : meatus akustikus eksternal lapang, tidak ada sekret, membran timpani tampak intak, refleks
cahaya positif
Hidung : tidak terdapat septum deviasi, tidak terdapat massa
Tenggorokan : tonsil T1/T1 tenang, tidak hiperemis
Leher: kelenjar getah bening dan tiroid tidak teraba membesar
• Paru-paru
Inspeksi : bentuk thorak tidak tampak kelainan, tidak ada benjolan, pergerakan dada saat statis
dinamis simetris, tidak tampak retraksi sela iga
Palpasi : tidak teraba benjolan, vokal fremitus getarannya simetris, pergerakan dada saat
keadaan statis dan dinamis simetris
Perkusi : sonor
Auskultasi: suara napas vesikuler, tidak terdengar adanya ronkhi dan wheezing
• Jantung
Inspeksi : tidak tampak iktus kordis
Palpasi : teraba iktus kordis
Perkusi : normal (redup)
Auskultasi : BJ I/II murni, reguler, tidak terdengar murmur dan gallop
• Abdomen
Inspeksi : tampak datar, distensi abdomen (-)
Auskultasi : bising usus normoperistaltik
Palpasi : Nyeri tekan (+) pada regio hipokondria dextra,
Perkusi : bunyi timpani di seluruh abdomen, Nyeri ketok CVA dextra (+)
Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Rujukan
Hematologi
Darah Lengkap
Hemoglobin *11.3 g/dL 12.5 – 16.0
3
Leukosit *10.99 10^ /uL 4.00 – 10.50
Hematokrit *36.7 % 37.0 – 47.0
3
Trombosit *427 10^ /uL 182 – 369
Eritrosit *6.07 Juta/uL 4.20 – 5.40
MCV *61 fL 78 – 100
MCH *19 pg 27 – 31
MCHC *31 g/dL 32 – 36
RDW-CV *17.5 % 11.5 – 14.0
Hitung Jenis
Basofil 0.7 % 0.1 – 1.2
Eosinofil 1.5 % 0.7 – 5.8
Neutrofil 68.7 % 34.0 – 71.1
Limfosit 20.2 % 19.3 – 51.7
Monosit 8.9 % 4.7 – 12.5
Kimia Klinik
Elektrolit
Natrium (Na) 137 mEq/L 135 – 147
Kalium (K) 3.75 mEq/L 3.5 – 5.0
Klorida (Cl) 106 mEq/L 96 – 108
SGOT (AST) 22 U/L <32
SGPT (ALT) 8 U/L <33
Ureum 27.7 mg/dL 16.6 – 48.5
Kreatinin 0.70 mg/dL 0.51 – 0.95
Glukosa Sewaktu 122 mg/dL 70 – 200
SARS-Cov-2 Antibody Negatif Negatif
SARS-Cov-2 Antigen Negatif Negatif
Hasil Pemeriksaan USG
Ginjal kanan : Ukuran normal, intensitas echo parenkim meningkat, batas sinus korteks samar-
samar, tampak ektasis sedang system pelviocaliceal, tak tampak batu/massa/kista.
Post miksi dengan residual urine yang berkurang tampak ektasis ringan system pelviocaliceal
Ginjal kiri : Ukuran normal, intensitas echo parenkim meningkat, batas sinus korteks tak tampak
jelas lagi, tak tampak ektasis system pelviocaliceal, tak tampak batu/massa/kista
Buli : Terpasang cateter, volume sangat prominen, tak tampak penebalan dinding, tak tampak
massa/batu.
Kesan :
• Hydronefrosis sedang kanan yang pada post miksi
tampak hydronefrosis ringan kanan suggestive adanya
vesico ureteral refluks
• Volume buli yang sangat prominent suggestive adanya
neurogik bladder
• Tak tampak adanya gambaran urolithiasis
Resume
Perempuan 39 tahun dengan keluhan nyeri perut kanan. Nyeri
hilang timbul terasa seperti ditusuk-tusuk. Pada pemeriksaan fisik
abdomen terdapat nyeri tekan superfisial pada regio hipokondria
dextra. Nyeri ketok CVA dextra (+). Dari pemeriksaan USG
didapatkan kesan hydronefrosis sedang kanan yang pada post
miksi tampak hydronefrosis ringan kanan suggestive adanya
vesico ureteral refluks.
Hidronefrosis
• Terjadi pelebaran pelvis dan kaliks ginjal, disertai atrofi
parenkim, akibat obstruksi aliran urine di distal dari pelvis
ginjal.
• Obstruksi dapat terjadi mendadak atau perlahan, dan dapat
terletak di semua tingkat saluran kemih, dari uretra sampai
pelvis ginjal. Obstruksi dapat berupa batu.
• Hidronefrosis dapat merupakan kejadian akut maupun kronik,
unilateral maupun bilateral.
Etiologi
● Batu di dalam ureter
● Jaringan parut ginjal/ureter.
● Neoplasma/tumor
● Kelainan konginetal pada leher kandung kemih dan uretra
● Penyempitan uretra
● Pembesaran uterus pada kehamilan, dll.
Tanda dan Gejala
● Nyeri
● Disuria hingga anuria
● Demam
● Hematuria
● Jika kedua ginjal terkena, maka akan muncul tanda dan gejala gagal ginjal
seperti hipertensi, gagal jantung kongesif, perikarditis, pruritis, anoreksia,
mual muntah, dan lain sebagainya.
● PF : nyeri ketok CVA (+), ballotement (+).
Patofisiologi
Derajat keparahan dari Hidronefrosis
dilihat dengan USG
Moderate :
Mild :
Ballooning pada kaliks mayor dan
Separasi kecil pada pola kaliks,
minor, hipoekoik, ketebalan parenkim
ketebalan parenkim normal
normal atau sedikit menipis
Severe :
Dilatasi masif dari pelvis renal dan
kaliks dengan penipisan korteks
ginjal, hipoekoik
Hidronefrosis (USG)
Mild Moderate
Hidronefrosis (USG)
Severe
Pemeriksaan Radiologis
● USG
○ Pemeriksaan untuk mengetahui obstruksi dari traktus urinarius.
○ Tidak ada resiko alergi dan toksik.
● CT scan
○ Dilakukan jika hasil USG equivocal, ginjal tidak dapat divisualisasikan dengan
baik, ataupun jika penyebab obstruksi tidak dapat diidentifikasikan.
○ Adekuat untuk mendiagnosis lebih dari 90% kasus.
● IVP
○ Memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan USG.
○ False positif sangat rendah dan dapat mengidentifikasi letak obstruksi, juga dapat
membantu mendeteksi kondisi terkait seperti nekrosis papila atau penumpulan kaliks
renal karena infeksi.
○ Namun, IVP memerlukan kontras (efek samping alergi).
○ IVP dapat membantu membedakan kalkulus staghorn dengan kista multipel renal atau
parapelvik yang seringkali tidak terdeketksi dengan menggunakan USG atau CT scan.
Tatalaksana
● Tujuan : mengidentifikasi dan memperbaiki penyebab obstruksi, menangani infeksi, dan
mempertahankan serta melindungi fungsi ginjal.
● Beberapa pilihan tatalaksana :
○ Nefrostomi
○ Antibiotika
○ Bedah
○ Nefrektomi
Diagnosis Banding
• Kolik abdomen
• Urolitiasis
• Nefrolitiasis
• Appendisitis akut
Komplikasi
• Gagal ginjal
• Pielonefritis
• Sepsis
• Azotemia
• Hipertensi
PROGNOSIS
Derajat perbaikan struktur dan fungsi setelah obstruksi berasil teratasi akan
bervariasi tergantung derajat kerusakan, luasnya daerah yang bebas dari infeksi,
dan kemampuan stimulasi fungsional
Perbaikan struktur akan baik jika pada ginjal yang masih normal hanya terjadi
kerusakan yang berlangsung lambat. Jika gimjal yang normal telah mengalami
hipertrofi compensata, perbaikan struktur organ yang mengalami obstruksi dan
hidronefrosis akan kurang efisien
CREDITS: This presentation template was created by
Slidesgo, including icons by Flaticon, infographics &
images by Freepik and illustrations by Stories
Thanks!