0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
786 tayangan10 halaman

ASKEP-DIARE Kelompok 1

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai penatalaksanaan diare akut, meliputi definisi, etiologi, gejala akibat, jenis dehidrasi, komplikasi, dan penatalaksanaannya seperti rehidrasi, dukungan nutrisi, suplementasi zink, dan edukasi kepada pasien. Penatalaksanaan diare akut bertujuan untuk mencegah terjadinya dehidrasi dan gangguan gizi serta memulihkan keseimbangan cairan dan elektrol

Diunggah oleh

Warung Mak Tini
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
786 tayangan10 halaman

ASKEP-DIARE Kelompok 1

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai penatalaksanaan diare akut, meliputi definisi, etiologi, gejala akibat, jenis dehidrasi, komplikasi, dan penatalaksanaannya seperti rehidrasi, dukungan nutrisi, suplementasi zink, dan edukasi kepada pasien. Penatalaksanaan diare akut bertujuan untuk mencegah terjadinya dehidrasi dan gangguan gizi serta memulihkan keseimbangan cairan dan elektrol

Diunggah oleh

Warung Mak Tini
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASKEP DIARE

OLEH:
 KELOMPOK 1

1. WIDODO NIM 2020206203130P


2.HADI SUWANTO NIM 2020206203118P
3. BETTY EFRILIYEN NIM 2020206203119P
4. MARLIA TANJUNGAN NIM 2020206203135P
5.NELWAN NIM 2020206203492P
6. ANGGI GEOPANI NIM 2020206203151P
7. TAUPIK HIDAYATULLAH NIM 2020206203147P
8. TRINGATMINI NIM 2020206203127P
9. GALIH NURZATMIKO NIM 2020206203140P
Definisi

Diare akut adalah buang air besar lembek atau


bahkan dapat berupa air saja, dengan atau tanpa
darah dan lendir, dengan frekuensi tiga kali atau
lebih sering dari biasanya dalam 24 jam, dan
berlangsung kurang dari 14 hari.
Etiologi

a)Faktor infeksi
1) Infeksi enteral: infeksi saluran pencernaan yang
merupakan penyebab utama, yaitu: infeksi bakteri, infeksi
virus, infestasi parasit.
2) Infeksi paraenteral: infeksi dibagian tubuh lain diluar alat
pencernaan seperti Otitis media akut (OMA),
Tonsilofaringitis, Bronkopnemonie, Enchepalitis dan
sebagainya
b) Faktor Malabsopsi: Malabsobsi karbohidrat, Malabsobsi
lemak, Malabsobsi protein
c)Faktor makanan : makanan basi, beracun, alergi terhadap
makanan.
d)Faktor Psikologis : rasa takut dan cemas
Akibat Diare Akut Maupun Kronis

Kehilangan air (dehidrasi)


Gangguan keseimbangan asam basa (metabolik
asidosis)
Hipoglikemia
Gangguan gizi
Gangguan sirkulasi
Jenis Dehidrasi

 Dehidrasi isotonik
Merupakan dehidrasi yang sering terjadi karena diare. Hal ini terjadi
bila kehilangan air dan natrium dalam proporsi yang sama dengan
keadaan normal dan ditemui dalam cairan ekstraseluler.
 Dehidrasi Hipertonik
Beberapa anak yang diare, terutama bayi sering menderita dehidrasi
hipernatremik. Pada keadaan ini didapatkan kekurangan cairan dan
kelebihan natrium. Bila dibandingkan dengan proporsi yang biasa
ditemukan dalam cairan ekstraseluler dan darah. Ini biasanya akibat
dari pemasukan cairan hipertonik pada saat diare yang tidak di
absopsi secara efisien dan pemasukan air yang tidak cukup.
 Dehidrasi Hipotonik
Klien dengan diare yang minum air dalam jumlah besar atau yang
mendapat infus 5 % glukosa dalam air, mungkin bisa menderita
hiponatremik. Hal ini terjadi karena air diabsopsi dari usus sementara
kehilangan garam (NaCl) tetap berlangsung dan menyebabkan
kekurangan natrium dan kelebihan air.
Komplikasi

Dehidrasi (ringan, sedang, berat, hipotonik, isotonik


atau hipertonik).
Renjatan hipovolemik.
Hipokalemia (dengan gejala meteorismus, hipotoni
otot, lemah, bradikardi, perubahan pada
elektrokardiogram).
Hipoglikemi
Intoleransi laktosa sekunder, sebagai akibat defisiensi
enzim laktase karena kerusakan vili mukosa usus
halus.
Kejang, terutama pada dehidrasi hipertonik.
Malnutrisi energi protein, karena selain diare dan
muntah, penderita juga mengalami kelaparan.
Penatalaksanaan

 Rehidrasi
1)Rencana Terapi A: Diare Tanpa Dehidrasi
 Terapi dilakukan di rumah.
 Berikan lebih banyak cairan daripada biasanya untuk mencegah
dehidrasi
 Berikan tablet Zinc.
 Beri oralit dirumah apabila: setelah mendapat Rencana Terapi B
atau C, tidak dapat kembali ke petugas kesehatan bila diare
memburuk 
2)Rencana Terapi B : Diare Dengan Dehidrasi Tidak Berat
Pada dehidrasi tidak berat, cairan rehidrasi oral diberikan dengan
pemantauan yang dilakukan selama 4-6 jam. Ukur jumlah
rehidrasi oral yang akan diberikan selama 4 jam pertama.
3)Rencana Terapi C : Diare Dengan Dehidrasi Berat
Penatalaksanaan

 Dukungan nutrisi
Makanan tetap diberikan sama pada waktu kondisi sehat
sebagai pengganti nutrisi yang hilang.
 Suplementasi Zinc
Zinc mempunyai efek pada fungsi kekebalan saluran cerna dan
berpengaruh pada fungsi dan struktur saluran cerna serta
mempercepat proses penyembuhan epitel selama diare.
 Antibiotik selektif
Antibiotik tidak diberikan pada kasus diare cair akut, kecuali
dengan indikasi yaitu pada diare berdarah dan kolera.
 Edukasi klien
Sarankan untuk memeriksakan segera jika ada demam, tinja
berdarah, muntah berulang, makan / minum sedikit, sangat
haus, diare semakin sering, atau belum membaik dalam tiga
hari.
Diagnosa Keperawatan

Kurangnya volume cairan berhubungan dengan


seringnya buang air besar dan encer
Risiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan
seringnya buang air besar
Risiko infeksi pada orang berhubungan dengan
terinfeksi kuman diare atau kurangnya pengetahuan
tentang pencegahan penyebaran penyakit
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan menurunnya intake (pemasukan)
dan menurunnya absorbsi makanan dan cairan
Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan
perawatan anak
Cemas dan takut pada anak/klien berhubungan dengan
hospitalisasi dan kondisi sakit
Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai