Anda di halaman 1dari 112

KUMPULAN SOAL FARMAKOLOGI

KLINIK UKMPPD BATCH FEBRUARI


2022
1
Laki-laki, 6 tahun dibawa ibunya ke dokter karena terdapat lenting-lenting ditubuhnya sejak
2 hari lalu. Lenting-lenting terdapat ditangan, dan kaki pasien. Anak menjadi rewel
dan gelisah. Awalnya pasien demam, flu, dan batuk. Pemeriksaan fisik: BB: 10 kg,
didapatkan vesikel multiple pada palmar, dan plantar, serta mukosa buccal. Terapi
yang tepat pada pasien adalah…
a. Acyclovir 4x300 mg/hari selama 7 hari
b. Acyclovir 5x800 mg/hari selama 7 hari DX. HFMD
c. KIE penyakit self-limiting dan terapi supportive
d. Acyclovir 5x200 mg/hari selama 7 hari
e. Acyclovir 5x400 mg/hari selama 7 hari
2
Anak perempuan, usia 3 tahum dibawa oleh ibunya ke puskesmas karena mengeluh
muncul ruam dimuka. Sebelum muncul keropeng , terdapat lentingan diarea hidung, dan
bibir bagian atas, terasa gatal, dan sekarang sudah pecah. Pem fisik: TTVnormal, pem.
Dermatologis: krusta kuning tebal, erosi multipledi area perinasal dan labia.
Pengobatan yang dapat diberikan pada pasien adalah?
a. Kompres air hangat, lalu beri salep mupirocin 1%
b. Kompres air NaCL, lalu beri salep mupirocin 1%
DX. IMPETIGO
c. Kompres air dingin, lalu beri salep asam fusidat 2%
KRUSTOSA
d. Kompres air NaCL, lalu beri salep asam fusidat 2%
e. Kompres air keran, lalu beri salep mupirocin
3
Seorang perempuan berusia 17 tahun datang ke klinik dengan keluhan gatal dan kemerahan
dilengan kanan dan kirinya sejak 2 jam yang lalu. Pasien merasakan keluhan setelah makan
kepiting Bersama kawan-kawan nya di warung tenda seafood. Pada pemeriksaan fisik tanda vital
dalam batas normal. Pada kedua lengan ditemukan edema dibagian sentral dengan ukuran
bervariasi dan dikelilingi eritem, gatal (+), sensasi terbakar. Ayah pasien memiliki riwayat asma
sejak kecil. Pasien belum minum obat apapun.
Apakah terapi awal pada pasien tersebut?
a. Chlorpheniramine DX. URTIKARIA AKUT (<2
MINGGU)
b. Cyproheptadine
c. Kortikosteroid sistemik
d. Loratadin
e. Asam salisilat
4
Anak laki-laki usia 9 tahun datang dengan keluhan demam sejak 8 hari. Demam naik turun
terutama tinggi disaat sore hari. Keluhan disertai nyeri perut, perut terasa kembung, sulit
BAB dan mual muntah. TD 110/60 mmHg, HR 85x/m, RR 21x/m, T 38.0 C.
Apakah terapi yang tepat?
A. Kotrimokasol
B. Ampisilin
C. Amoxiclav DX. Demam Tifoid
D. Kloramfenikol
E. Ciproflokasasin
5
Seorang anak perempuan berusia 10 tahun datang ke puskesmas dengan
keluhan diare cair sejak 3 hari yang lalu, frekuensi 4x/hari disertai lendir dan
darah. Keluhan lain mual, muntah nyeri perut, dan nafsu makan menurun.
Riwayat penyakit tinggal disekitar peternakan sapi perah. Keadaan umum
pasien baik. Pemeriksaan TTV normal. Pemeriksaan abdomen peristaltik
usus meningkat. Pemeriksaan laboratorium feses didapatkan microorganism
bulat dengan 2 buah inti mikro dan makronukleus.
Terapi yang tepat untuk pasien ini? DX. Disentri ec.
Balantidium Coli
A. Cefadroksil
B. Metronidazol
C. CO-aminoklav
6
Seorang laki-laki 40 tahun datang ke dokter dengan keluhan sering
kencing dan haus sejak 1 bulan ini. Dari hasil pemeriksaan TTV TD
170/90 mmHg N 80x RR 20x suhu afebris. Pemeriksaan fisik didapatkan
BB 90 kg da TB 160 cm. dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan
GDP 200 mg/dl, Hba1C 8,2%, dari pemeriksaan CXR dan EKG didapatkan
cardiomegaly. Pasien juga mengeluh cepat Lelah ketika berjalan agak jauh.
Apa obat diabetes yang sebaiknya dihindari untuk pasien?
a. Metformin
b. Linagliptin
c. Pioglithazone
d. Arkabose
7
Seorang wanita 24 tahun sedang hamil G1P0A0 UK 8 minggu datang ke tempat praktek
dokter dengan keluhan berdebar-debar dan mudah berkeringat banyak. Dari
pemeriksaan fisik didapatkan nodul pada area leher yang bergerak saat menelan tanpa
disertai nyeri eksoftalmus (+). Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan TSH menurun
dan FT4 meningkat. Tatalaksana yang paling tepat untuk pasien tersebut adalah….
a. Propanolol 3x10mg
b. Metimazol 1x10mg
c. PTU 3x200mg
d. Dexamethason 3x0,5 mg
e. PTU 3x100 mg
8
pasien laki-laki usia 40 tahun datang dengan keluhan tak sadarkan diri ke UGD setelah
pasien dikatakan menenggak insektisida 1 jam SMRS. Pasien meminum setelah
dikatakan bertengkar dengan istrinys. Setelah itu dikatakan pasien muntah-muntah dan
mulutnya mengeluarkan banyak busa. Sesampai di UGD, vital sign didapatkan TD 60/40, N
50x/m, RR 20x/m tax 36 C dan mata pin point. Pasien kemudian dilakukan resusitasi dan
pemasangan dower chateter. Apakah penanganan farmakologi yang tepat pada pasien?
a. Ethanol
b. Sulfas Atropine 2 mg bolus IV
c. Epinefrine 0,3-0,5 cc IV
d. SA 0,5 mg IV
e. SA 2 mg bolus IM
9
Seorang ibu 35 tahun, G2P1A0 datang dengan keluhan nyeri kepala sejak 1 hari sebelum masuk
sakit, keluhan disertai mual muntah dan pandangan kabur. Pada pemeriksaan didapatkan TD
180/120 mmHg, HR 122 x/menit, RR 22 x/menit, T 36,5 C, edema pretibial (+). Pemeriksaan
penunjang didapatkan proteinuria (+3),
Tatalaksana yang tepat adalah?
a. MgSO4 4g IV dalam 10 menit (MgSO4 40% 20cc dalam 20cc aquadest)
b. MgSO4 5g IV dalam 10 menit (MgSO4 40% 20cc dalam 10cc aquadest)
c. MgSO4 4g IV dalam 20 menit (MgSO4 40% 20cc dalam 10cc aquadest)
d. MgSO4 4g IV dalam 10 menit (MgSO4 40% 20cc dalam 10cc
aquadest)
e. MgSO4 4g IV dalam 20 menit (MgSO4 40% 20cc dalam 20cc aquadest)
10
Laki-laki usia 30 datang dengan keluhan sulit tidur sejak 1 bulan terakhir.
Setiap malam pasien perlu waktu 2-3 jam memejamkan mata agar bisa
terlelap. Namun, setelah itu bisa tidur dan ketika bangun paginya merasa kelelahan.
Apakah terapi yang dapat diberikan pada pasien tersebut?
a. Aprazolam
b. Lithium bicarbonate
c. Haloperidol
d. Fluoxetine
e. Amitriptiline
11.C
12.B
13.B
14.E
15.E
16.E
17.E
18.B
19.C
20.D
21.B
22.A
23.C
24. A
25.C
26.E
27.D
28.C
29.A
30.D
31
Perempuan berusia 19 tahun datang dengan keluhan kedua tungkainya
lemah. Keluhan awalnya mendadak dan makin memberat. Pasien juga
mengeluhkan tangannya mulai ikut melemah. Riwayat batuk pilek 2
minggu yang lalu. Status neurologis didapatkan parese keempat
ekstremitas, kaki dan tangan terasa kesemutan.
Apakah tatalaksana yang dapat diberikan?
A. Intubasi
B. IVIg DX. GBS
C. Kortikosteroid
D. Antibiotik
E. Alteplase
31
32
Seorang wanita berusia 54 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan sulit bernafas. Nafas terasa
dangkal dan pendek. Pasien juga mengeluhkan kesulitan menelan dan mengunyah. Pasien juga
mengeluh sulit menutup rahang bawahnya akibat kelemahan. Pasien sudah
terdiagnosis MG sejak 1 tahun yang lalu. Dari pemeriksaan fisik didapatkan
ophthalmoplegi, ptosis bilateral, disfagia, dan pernapasan paradoksal. Apakah
tatalaksana awal yang tepat pada pasien?

A. Kortikosteroid injeksi
B. Intubasi
C. Antikolinesterase
D. Plasmapheresis
E. Timektom
32
33
Seorang pasien datang ke IGD dengan kejang seluruh tubuh. Kejang sudah sejak 40
menit yang lalu. Pasien memiliki riwayat epilepsy sebelumnya tetapi tidak rutin
kontrol. Saat di IGD pasien diberikan diazepam IV tetapi kejang tidak menghilang.
Apakah tatalaksana selanjutnya yang dapat diberikan kepada pasien?

A.Asam valproate
B. Carbamazepin
C.Phenytoin DX. SE
D.Propofol
E. Thiopental
33
34
Seorang laki-laki usia 55 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri dada
kiri yang menjalar hingga ke leher sejak 30 menit yang lalu. Pemeriksaan ekg pada
pasien menunjukkan gambaran ST depresi dan T inversi di I, aVL, V5, V6.
Pemeriksaan laboratorium didapatkan GDS 168 mg/dL, kolesterol total 260 mg/dL,
LDL 180 mg/dL, TG 140 mg/dL.
Apakah tatalaksana dan target terapi pada pasien ini?

A. Simvastatin, LDL < 100


B. Atorvastatin, LDL < 150
C. Simvastatin, LDL < 70
D. Atorvastatin, LDL < 70
E. Rosuvastatin, LDL < 100
34
35
Seorang laki-laki usia 48 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan
badan lemas sejak 3 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan kaku otot
leher, mual dan muntah. Pasien mempunyai riwayat gagal jantung.
Pemeriksaan fisik TD 110/70 mmHg, HR 95 x/menit, RR 20 x/menit, T
36,8˚C, distensi abdomen (+). Pemeriksaan lab didapatkan GDS 160
mg/dL, Na 138 mEq/L, K 2,8 mEq/L.
Apakah obat yang menyebabkan keluhan pasien ini?

A. Aspirin
B. Clopidogrel
C. Candesartan
D. Spironolakton
35
36
Seorang laki-laki usia 40 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan
nyeri ulu hati hilang timbul sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan disertai
dengan mual, muntah, lidah terasa pahit, dan rasa panas di dada.
Pemeriksaan fisik TD 120/80 mmHg, HR 80 x/menit, RR 20 x/menit, T
37,2˚C, nyeri tekan epigastrium (+).
Apakah tatalaksana yang tepat pada kasus ini?

A. Somatostatin DX. GERD


B. Domperidone
C. Lansoprazole
D. Metronidazole
E. Antasida
36. C) Lansoprazole
37
Seorang laki-laki usia 58 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan nyeri
pada ibu
jari kaki sejak 5 jam yang lalu. Pasien mempunyai riwayat keluhan yang
sama 1 tahun yang lalu. Pemeriksaan fisik TD 120/80 mmHg, HR 80
x/menit, RR 20 x/menit, T 37,2˚C, sendi MTP1 bengkak dan kemerahan,
tophus (+). Pemeriksaan lab didapatkan kadar asam urat 8,8 mg/dL.
Apakah tatalaksana yang tepat pada kasus ini?
DX. Gout
A. Ibuprofen PO Artritis
B. Indometasin PO
C. Prednison IV
D. Kolkisin PO
37.
D) KOLKISIN P.O
38
Seorang laki-laki usia 34 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan penurunan kesadaran sejak 2
hari yang lalu. Pasien mempunyai riwayat demam hilang timbul disertai menggigil
sejak 1 minggu yang lalu. Pasien baru saja pulang dari kunjungan kerja ke NTT 3 bulan
yang lalu. Pemeriksaan fisik kesadaran somnolen, TD 100/60 mmHg, HR 88 x/menit, RR 28
x/menit, T 38,4˚C. Pemeriksaan lab Hb 8,5 g/dL, leukosit 8.000/mm3, trombosit 230.000/mm3,
bilirubin indirek 3,8 mg/dL.
Apakah tatalaksana yang tepat pada pasien ini?

A. Primakuin PO
B. Artemeter IV
DX. Malaria
C. Artesunat IV Berat
D. DHP PO
E. DHP + Primakuin PO
8
39
Seorang pria berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan
batuk berdahak sejak 3 minggu yang lalu. Gejala diikuti dengan batuk disertai
darah sesekali, nafsu makan dan berat badan menurun. Riwayat minum
OAT (-). Pemeriksaan fisik TD 100/70 mmHg, nadi 96 x/menit, RR 20
x/menit, suhu 38,2OC, SpO2 97%, pemeriksaan fisik toraks terdengar
suara napas bronkial di apex kanan. Pemeriksaan TCM M. Tb detected, rifampicin
sensitive. Tatalaksana yang tepat adalah…

a. 2(HRZE)/4(HR) DX. TB
b. 2(HRZE)/4(HR)E
c. 2(HRZE)3/4(HR)3
d. 2(HRZES)/(HRZE)/5(HRE)
39
40
Seorang pria berusia 50 tahun datang ke Poli Paru dengan keluhan sesak sejak 2 hari yang
lalu. Gejala diikuti dengan demam dan batuk berdahak berwarna kehijauan. Riwayat
kontak COVID-19 (-), riwayat perjalanan (-). Riwayat penyakit DM (+) rutin
berobat. Pemeriksaan fisik TD 120/80 mmHg, nadi 96 x/menit, RR 25x/menit, suhu 38,9OC, SpO2
98%, pemeriksaan fisik toraks terdengar ronki di paru kiri. Pemeriksaan Swab PCR (-). Rontgen
toraks ditemukan infiltrate pada paru kiri.
Tatalaksana yang tepat adalah …..

a. Azitromisin PO
b. Eritromisin PO DX. PNEUMONIA
c. Levofloxacin PO
d. Ceftriaxone IV
e. Levofloxacin IV
41
Seorang wanita berusia 30 tahun dengan diagnosis G1P0A0, hamil 27 minggu datang
dengan keluhan nyeri kepala, lemas, dan mual. Riwayat hipertensi sejak 3 tahun yang
lalu. Tekanan darah saat ini adalah 160/90 mmHg. Dari hasil pemeriksaan
laboratorium didapatkan SGOT/SGPT dalam batas normal, CKMB dalam batas normal, protenuria
(-).
Obat antihipertensi apakah yang sebaiknya diberikan?

A. Verapamil
B. Clonidin DX. HT Kronis
C. Metildopa
D. Valsartan
E. Captopril
Terapi HT kehamilan :
• 1. Nifedipin (bersifat tokolitik ) 4x10-30mg dn untuk antihipertensi
3x10 mg)= sort acting
• 2. Nikardifin 1 ug/kgbb/menit
• 3.Metildopa : 3x250 - 500 mg oral/ max 2000 mg/hri, karena long
acting
• Impending preeklamsi: nyeri ulu hati, protein (-)
42
Seorang laki-laki usia 63 tahun penyandang DM, datang ke poliklinik untuk kontrol rutin. Dari hasil
pemeriksaan profil lipid didapatkan kolestrol total 200 mg/dl, kolestrol HDL 35 mg/dl, kolestrol LDL
112 mg/dl. Trigliserida 515 mg/dl. Dokter kemudian memberikan terapi fenofibrat.
Bagaimanakah mekanisme kerja obat di atas?
a. Menghambat secara kompetitif kerja dari enzim HMG- CoA reduktase
b. Mengaktifkan enzim lipoprotein lipase
c. Menghambat enzim hormon sensitive lipase
d. Menghambat absorbsi kolestrol oleh usus halus
e. Menghambat resirkulasi enterohepatik asam empedu
B. Fenofibrat: mengaktifkan enzim lipoprotein lipase
Hasil pemeriksaan profil lipid : Trigliserida 515 mg/dl. Dokter kemudian memberikan terapi
fenofibrat. Bagaimanakah mekanisme kerja obat di atas?
• Kasusnya = Hipertrigliserid
• Terapinya fenofibrat (100-200mg/hari), gemfibrozil (300mg/hari) khusus untuk TG >500
• TG biasanya pada alkoholik + makan nasi banyak (porsi kuli)
43.
DX. GLOMERULONEFRITIS
Seorang laki-laki usia 61 tahun datang ke IGD rumah AKUT
sakit dengan keluhan urin berwarna gelap dan
tubuh terasa lemas. Dari hasil pemeriksaan fisik ditemukan peningkatan tekanan darah menjadi
190/120 mmHg, serta terdapat edema pada wajah dan kaki. Pemeriksaan laboratorium didapatkan
proteinuria (++) dengan hematuria positif. Hasil pemeriksaan biokimia didapatkan Hb 12, kreatinin
2,5 mg/dL, ureum 110 mg/dL, albumin 3.5 g/dL.
Apakah terapi yang dapat diberikan pada pasien ?
a. Steroid intravena
b. Antibiotik dan cairan intravena
c. Albumin
d. Diuretik + calcium channel blocker
e. Diuretik + ACE inhibitor  Glomerulonefritis Kronis & IgA nefropati
44
Seorang pria usia 70 tahun datang dengan keluhan nyeri BAK dan berdarah sejak 1 bulan
lalu. Pasien harus mengejan dulu setiap BAK. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/90, nadi
100x, RR 20x. Pemeriksaan colok dubur didapatkan sulcus mediana dan pole atas prostat
tidak teraba, ada massa lunak, simetris, nyeri (-). PSA <4 ng/ml. Pasien meminta obat untuk
masalah BAK dan hipertensinya.
Medikamentosa yang tepat diberikan adalah?
a. Dutasteride 
b. Prasozin 
c. Sildenafil 
d. Tadalafil 
e. Finasteride
BPH (Benign Prostate Hyperplasia)
• Lokasi Tersering: Zona Transisisonal
• Rectal Toucher:
• Benjoan licin, kenyal, simetris
• Pemeriksaan Penunjang:
• PSA <4
45
Perempuan 27 tahun,diantar keluarga ke IGD karena bengkak dan bengkak setelah 1 jam
yang lalu meminum obat daridokter untuk meredakan gusinya yang sakit. Pada
pemeriksaan, TD 80/60, HR 120 x/m, S 38.2ᵒC, bunyi nafas mengi, akral dingin. Apa
Tindakan pertama yang paling penting bagi pasien?
a. Injeksi epinephrine 50 mg
b. Intubasi
c. Injeksi difenhidramin 50 mg
d. Bolus cairan 20 cc/kgBB
e. Infus Paracetamol 15 mg/kgBB
46
Perempuan berusia 24 tahun, KU nyeri menelan. DK ispa. Diberikan antibiotik
yang bekerja menghambat sintesis protein. Apakah antibiotika yang tepat?
a. Penisilin

b.Eritromisin
c. Sulfonamid
d. Quinolon
e. Rifampin
16 B. Eritromisin (Menghambat sintesis protein)

a. Penisilin: hambat sintesis dinding sel bakteri

b.(JAWABANNYA)

c. Sulfonamid: hambat metabolisme folic acid bakteri

d.Quinolon: hambat DNA gyrase, DNA directed RNA polymerase

e.Rifampin: hambat mRNA


47
Seorang laki-laki usia 53 thn, datang ke UGD dengan keluhan badan lemah, mual muntah dan
kencing berbusa sejak 1 bulan lalu. Terdapat edema pada tungkai. Dari pemeriksaan fisik
didapatkan TD 170/120 mmHg, denyut nadi 98x/menit, laju pernapasan 30x/menit, dan suhu
37,1C. Pemeriksaan penunjang didapatkan azotemia renal disertai dengan proteinuria dan
hematuria. Pada pemeriksaan biopsi ginjal ditemukan gambaran proliferasi sel epitel dan
migrasi monosit/makrofag ke kapsul Bowman. Apakah terapi yang tepat pada kasus ini ?
a. Steroid intravena
b. Antibiotik dan steroid oral
c. Albumin dan steroid IV
d. Diuretik + calcium channel blocker Dx. RPGN (RAPIDLY PROGRESSIVE GN)

e. Diuretik + ACE inhibitor + steroid IV


48
Seorang wanita usia 68 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang. Pasien mengaku sudah
menopause dan sering menggendong cucunya. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TTV dalam batas
normal. Dari pemeriksaan BMD-DXA didapatkan T-score -2.75. Dari pemeriksaan radiologis
didapatkan fraktur kompresi vertebrae lumbalis L10-L11. Terapi yang paling tepat untuk pasien
adalah...
a. Vitamin D
b. Kalsium
c. Estrogen Dx :
OSTEOPOROSIS SENILIS
d. Bifosfonat
e. Teriparatide
OSTEOPOROSIS
• BMD T score <-2.5 dengan resiko TERAPI:
tinggi fracture e.c Primer (usia tua • Utama: Inhibitor osteoclast
atau menopause) atau Sekunder (reabsorbsi tulang) Golongan:
(steroid use, gagal ginjal, cushing, Bifosfonat (aledronate risedronate,
hiper PTH dll) ibandronate)
• Radiologi: tulang porotik, trablekula
• Calcitonin, vit D (calcitriol), suplemen
tdk rata
Ca (Ca karbonat
• Pmx penunjang: BMD, DXA (bone • PTH hormon: Teriparatide (ec: hiper
mineral density-dual energy x ray PTH)
absorbmetry)
49
Seorang anak usia 11 tahun dibawa ibunya ke praktek dokter dengan keluhan kencing berwarna merah
seperti air cucian daging. Pasien juga dikeluhkan bengkak pada kedua mata sejak bangun tidur. 1
minggu sebelumnya pasien dikeluhkan menderita batuk dan pilek disertai demam namun membaik
dengan obat. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/90, HR 90x/menit, RR 22x/menit, Tax 36. Dari
pemeriksaan laboratorium didapatkan proteinuria (+1). Terapi yang paling tepat untuk pasien adalah...
a. Hemodialisa

b. Penicillin
c. Albumin Dx : GNAPS
d. Steroid
e. Surfaktan
50
Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke poliklinik RS dengan keluhan wajah tampak tidak
simetris dan kelompak mata kanan sulit ditutup sejak 1 hari yang lalu. 3 hari sebelumnya pasien
mengeluh demam dan nyeri di kerongkongannya. Pemeriksaan fisik: suhu 37⁰C, GCS 15, kerutan
dahi tidak simetris, mata kanan tidak dapat dipejamkan, sulkus nasolabial sisi kanan mendatar,
sedangkan pemeriksaan lainnya dalam batas normal.
Apakah terapi etiologik yang tepat pada pasien di atas?

a. Asiklovir
b. Prednison
c. Gabapentin DIAGNOSIS :
d.
e.
Mecobalamin
Deksametason
BELL’S PALSY
Keywords

• Seorang laki-laki berusia 30 tahun


• Wajah tampak tidak simetris dan kelompak mata kanan sulit ditutup
• 3 hari sebelumnya pasien mengeluh demam dan nyeri di kerongkongannya.
• Kerutan dahi tidak simetris, mata kanan tidak dapat dipejamkan, sulkus nasolabial sisi kanan
mendatar → parese nervus VII perifer

DIAGNOSIS : BELL’S PALSY

JAWABAN : ASIKLOVIR
Dikarenakan adanya kemungkinan keterlibatan HSV-1 di Bell’s palsy, maka telah diteliti pengaruh dari
Valacyclovir (1000 mg per hari, diberikan antara 5-7 hari) dan Acyclovir (400 mg 5 kali sehari,
diberikan 10 hari)
BELL’S PALSY
• Definisi: paralisis fasialis idiopatik, merupakan penyebab tersering dari paralisis fasialis (N. VII) unilateral, type
LMN (perifer).
• Keluhan:
a. Kelumpuhan muskulus fasialis
b. Tidak mampu menutup mata
• PF:
a. Kelemahan atau paralisis yang melibatkan saraf fasial (N. VII) melibatkan kelemahan wajah satu sisi (atas
dan bawah)
b. Saat pasien diminta untuk tersenyum, akan terjadi distorsi dan lateralisasi pada sisi yang berlawanan
dengan kelumpuhan
c. Pada saat pasien diminta untuk mengangkat alis, sisi dahi terlihat datar.
d. Pasien juga dapat melaporkan peningkatan salivasi pada sisi yang lumpuh
• Tatalaksana :
BELL’S PALSY
1. Pengobatan inisial:
a. Kortikosteroid (Prednison) dosis : 1mg/kg atau 60 mg/ hari selama 6
hari, diikuti penurunan bertahap selama 10 hari.
b. Antiviral: asiklovir diberikan dengan dosis 400 mg oral 5 kali sehari
selama 10 hari. Jika virus varicella zoster dicurigai, dosis tinggi 800 mg
oral 5 kali/hari
1. Perawatan untuk perlindungan mata: lubrikasi ocular topical (air mata
buatan pada siang hari) dapat mencegah corneal exposure
2. Fisioterapi atau akupuntur: dapat mempercepat perbaikan dan
menurunkan sequele
Pilihan Jawaban Lain
b. Prednison
Oral kortikosteroid sering diberikan untuk mencegah terjadinya inflamasi saraf pada penderita dengan Bell’s palsy.
Kortikosteroid (Prednison) dosis : 1mg/kg atau 60 mg/ hari selama 6 hari, diikuti penurunan bertahap selama 10
hari.
c. Gabapentin
Terjadi akibat gangguan pada fasikulus arkuata. Pada afasia jenis ini pasien biasanya dapat mengerti pembicaraan
dan dapat berbicara lancar. Namun pasien kesulitan menemukan kata-kata spesifik dan sering berusaha
mengoreksi kesalahannya dengan suara-suara yang serupa (paraphasia).

d. Mecobalamin
Kerusakan terjadi pada area lobus frontalis. Mirip afasia Broca, pasien memiliki pengertian yang baik namun kesulitan
dalam berbicara lancar. Pada afasia jenis ini pasien masih dapat mengulang kata.
e. Dexametason
Kerusakan terjadi pada area lobus temporalis. Mirip Afasia Wernicke, pasien tidak dapat mengerti pembicaraan namun
dapat berbicara dengan lancar. Pada afasia transkortikal sensorik, pasien masih dapat mengulang kata.