0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
78 tayangan21 halaman

Pendelegasian dan Ronde Keperawatan Efektif

Dokumen tersebut membahas tentang delegasi dan ronde keperawatan untuk memenuhi tugas mata kuliah manajemen keperawatan. Dokumen tersebut menjelaskan pengertian delegasi, alasan pentingnya delegasi, konsep dasar delegasi yang efektif, dan cara melakukan delegasi dan ronde keperawatan.

Diunggah oleh

Bee Mullana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
78 tayangan21 halaman

Pendelegasian dan Ronde Keperawatan Efektif

Dokumen tersebut membahas tentang delegasi dan ronde keperawatan untuk memenuhi tugas mata kuliah manajemen keperawatan. Dokumen tersebut menjelaskan pengertian delegasi, alasan pentingnya delegasi, konsep dasar delegasi yang efektif, dan cara melakukan delegasi dan ronde keperawatan.

Diunggah oleh

Bee Mullana
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

 

DELEGASI DAN RONDE KEPERAWATAN


Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Keperawatan

Disusun oleh : Kelompok 7


Janwarian changrila : 2019.C.11a.1013
Malisa : 2019.C.11a.1017
Niko Wibowo : 2019.C.11a.1021
Sunardi : 2019.C.11a.1029
Tri Berger : 2019.C.11a.1031
Yoandra Resa Veronika : 2019.C.11a.1034
 
Latar Belakang
Pendelegasian merupakan elemen yang esensial
pada fase pengarahan dalam proses manajemen
karena sebagian besar tugas yang diselesaikan
oleh manajer (tingkat bawah, menengah dan atas)
bukan hanya hasil usaha mereka sendiri, tetapi
juga hasil usaha pegawai. Bagi manajer,
pendelegasian bukan merupakan pilihan tetapi
suatu keharusan. Ada banyak tugas yang sering
kali harus diselesaikan oleh satu orang. Dalam
situasi ini, pendelegasian sering terkait erat
dengan produktivitas.
Ada banyak alasan yang tepat untuk melakukan
pendelegasian. Kadang kala manajer harus mendelegasikan
tugas rutin sehingga mereka dapat menangani masalah yang
lebih kompleks atau yang membutuhkan keahlian dengan
tingkat yang lebih tinggi. Manajer dapat mendelegasikan
tugas jika seseorang telah dipersiapkan dengan lebih baik
atau memiliki keahlian yang tinggi atau lebih cakap tentang
cara menyelesaikan masalah. Pendelegasian juga dapat
digunakan sebagai sarana pembelajaran atau “pemberian”
kesempatan kepada pegawai. Pegawai yang tidak
didelegasikan tanggung jawab yang sesuai dapat menjadi
bosan, tidak produktif, dan tidak efektif. (Marquis, Bessie L,
dkk.2010 )
Rumusan Masalah
• Apa pengertian dari delegasi ?
• Apa alasan dalam pendelegasian ?
• Apa saja ketidakefektifan dalam pendelegasian ?
• Apa konsep pendelegasian ?
• Bagaimana kegiatan delegasi wewenang ?
• Bagaimana penerapan delegasi ?
• Bagaimana cara untuk melakukan delegasi ?
• Apa saja penyebab gagalnya delegasi ?
• Apa keberhasilan dalam delegasi ?
Tujuan
• Untuk mengetahui pengertian dari delegasi
• Untuk mengetahui alasan dalam pendelegasian
• Untuk mengetahui ketidakefektifan dalam
pendelegasian
• Untuk mengetahui konsep pendelegasian
• Untuk mengetahui kegiatan delegasi wewenang
• Untuk mengetahui penerapan delegasi
• Untuk mengetahui cara untuk melakukan delegasi
• Untuk mengetahui penyebab gagalnya delegasi
• Untuk mengetahui keberhasilan dalam delegasi
Pengertian Pendelegasian

• Menurut Marquis dan Huston (1998) dalam Nursalam


(2002) bahwa pendelegasian adalah penyelesaian suatu
pekerjaan melalui orang lain. Dapat juga diartikan
sebagai suatu pemberian suatu tugas kepada seseorang
atau kelompok dalam menyelesaikan tujuan organisasi.
• Pendelegasian adalah bagian dari manajemen yang
memerlukan latihan manajemen profesional yang
dikembangkan untuk dapat menerima pendelegasian
tanggung jawab secara struktural(Swanburg, RC., 2000).
Alasan Pendelegasian

• Adapun beberapa alasan mengapa pendelegasian diperlukan,


beberapa diantaranya adalah :
• Pendelegasian memungkinkan manajer perawat/bidan mencapai
hasil yang lebih baik dari pada semua kegiatan ditangani sendiri.
• Agar organisasi berjalan lebih efisien.
• Pendelegasian memungkinkan manajer perawat/bidan dapat
memusatkan perhatian terhadap tugas-tugas prioritas yang lebih
penting.
• Dengan pendelegasian, memungkinkan bawahan untuk tumbuh
dan berkembang, bahkan dapat dipergunakan sebagai bahan
informasi untuk belajar dari kesalahan atau keberhasilan.
Ketidakefektifan Dalam Pendelegasian

• Delegasi dalam praktek keperawatan professional sering mengalami masalah,


dimana proses delegasi tidak dilaksanakan secara efektif. Hal ini dikarenakan tiga
hal :
• Pendelegasian yang terlalu sedikit (under –delegasi) : Staf diberi wewenang yang
sangat sedikit, terbatas dan sering tidak terlalu jelas, sehingga tugas tersebut
tidak dapat diselesaikan dengan baik.
• Pendelegasian yang berlebihan (over-delegasi)  : Penggunaan waktu yang sia-sia,
yang disebabkan keterbatasan menajer untuk memonitori dan menghabiskan
waktu dalam tugas organisasi. Staf akan merasa terbebani dan dapat terjadi
penyalahgunaan wewenang yang diberikan.
• Pendelegasian yang tidak tepat (improper delegasi) : Kesalahan yang ditemukan
adalah, pendelegasian menjadi tidak efektif jika diberikan kepada orang yang
tidak tepat, dan alasan delegasi hanya karena faktor senang/tidak senang.
Pelimpahan ini tidak efektif karena kecendrungan pimpinan menilai pekerjaanya
berdasarkan unsur Subyektif.
Konsep Dasar Pendelegasian yang Efektif

• Lima konsep yang mendasari efektifitas dalam pendelegasian. Lima konsep tersebut akan dijelaskan
sebagai berikut :
• Pendelegasian bukan suatu system untuk mengurangi tanggung jawab, tetapi suatu cara untuk membuat
tanggung jawab menjadi bermakna. Manajer keperawatan sering mendelegasikan tanggung jawabnya
kepada staf dalam melakssanakan asuhan terhadap pasien.
• Tanggung jawab dan otoritas harus didelegasikan secara seimbang.
• Proses pelimpahan membuat seseorang melaksanakan tanggung jawabnya, mengembangkan wewenang
yang dilimpahkan dan mengembangkan kemampuan dalam mencapai tujuan organisasi. Keberhasilan
pelimpahan ditentukan oleh :
– Intervensi keperawatan yang diperlukan
– Siapa yang siap dan sesuai melaksanakan tugas tersebut
– Bantuan apa yang diperlukan
– Hasil apa yang diharapkan
• Konsep tentang dukungan perlu diberikan kepada anggota. Dukungan yang penting adalah menciptakan
suasana yang asertif. Empowering meliputi pemberian wewenang seseorang untuk melaksanakan tugas
secara kritis otonomi, menciptakan kemudahan dalam melaksanakan tugas, serta membangun rasa
kebersamaan dan hubungan yang serasi.
• Seorang delegasi harus terlibat aktif. Ia harus dapat menganalisa otonomi yang dilimpahkan untuk dapat
terlibat aktif. Keterbukaan akan mempermudah komunikasi antara PP dan PA.
Kegiatan Delegasi Wewenang

• Manager perawat / bidan menetapkan dan


memberikan tugas dan tujuannya kepada orang yang
diberi pelimpahan
• Manajer melimpahkan wewenang yang diperlukan
untuk mencapai tujuan
• Perawat yang menerima delegasi baik ekspilisit
maupun implisit menimbulkan kewajiban dan
tanggung jawab
• Manajer perawat menerima pertanggung jawaban
atas hasil yang telah dicapai
Cara Pendelegasian

•Seleksi dan susun tugas


•Sediakan waktu yang cukup untuk menyusun daftar tugas-tugas yang harus dilimpahkan
secara rasional dan dapat dilaksanakan oleh staf. Tahap berikutnya yang harus dikerjakan
secara otomatis adalah menyiapkan laporan yang kontinu, menjawab setiap pertanyaan,
menyiapkan jadwal berurutan, memesan alat-alat, presentasi pada komisi yang bertanggung
jawab, dan melaksanakan asuhan keperawatan dan tugas teknis lainnya.
•Hal yang terpenting dalam pendelegasian tugas adalah menentukan suatu tugas
pendelegasian dan wewenag secara bertahap, hal ini akan menghindari terjadinya suatu
penyalah gunaan wewenang.
•Seleksi orang yang tepat
•Pilih orang yang sesuai untuk melaksanakan tugas tersebut berdasarkan kemampuan dan
persyaratan lainnya. Tepat tidaknya menajer memilih staf bergantung dari kemampuan
menajer mengenal kinerja staf, kelebihan, kelemahan, dan perilakunya.
•Berikan arahan dan motivasi kepada staf
•Salah satu kesalahan dalam pendelegasian adalah ketiadaan arahan yang jelas. Lebih baik
pendelegasian dilakukan secara tertulis, dan ajarkan pula bagaimana melaksanakan tugas
tersebut.
Penyebab Gagalnya Delegasi
Mengapa Manajer Gagal Mengapa Staf Resistan

 Mereka pekerja keras atau perfeksionis.  Mereka berfikir tidak mempunyai kemampuan
 Mereka tidak aman karena : untuk mengerjakan
- Takut delegasi akan gagal  Upaya pertama telah gagal
- Takut delegasi akan dikerjakan lebih baik  Aktivitasnya mungkin tidak disetujui manajer
dari pada dikerjakan sendiri  Mereka berpikir tidak mempunyai cukup waktu
- Takut akan terjadi penumpukan pekerjaan  Mereka tidak senang terhadap yang didelegasikan,
 Mereka tidak senang terhadap pendelegasiannya tidak adanya penghargaan.
 Mereka tidak berfikir bahwa stafnya siap atau  Mereka tidak mempunyai otonomi untuk
mengharapkan tugas tersebut. melaksanakan.
 Mereka memiliki pengalaman yang tidak  Mereka kurang percaya diri/pesimis bahwa
menyenagkan terhadap pendelegasian supervisor akan mendukungnya
 Mereka tidak mengetahui bagaimana delegasi  Mereka berpikir bahwa akan dimanipulasi atau
dapat dilaksanakan. dikerjai oleh atasannya.
Keberhasilan Pendelegasian
Dalam pendelegasian agar dapat behasil perawat
manajer harus memeperhatikan sebagai berikut :
• Komunikasi yang jelas dan lengkap
• Ketersediaan sumber dan sarana
• Perlunya suatu monitoring atau control
• Adanya pelaporan mengenai perkembangan tugas yang
dilimpahkan
• Disiplin dalam pemberian wewenang
• Bertanggung jawab dalam pembinaan moral staf
• Menghindari kesalahan penyampaian dalam pendelegasian
Ronde Keperawatan
Definisi

• Ronde Keperawatan adalah suatu tindakan yang dilaksanankan oleh perawat, di


samping klien dilibatkan untuk membahas dan melaksanakan asuhan
keperawatan akan tetapi pada kasus tertentu harus dilakukan oleh perawat
primer dan atau konselor, kepala ruangan, perawat assosciate, dan perlu juga
melibatkan seluruh anggota tim(Nursalam, 2014).
• Ronde keperawatan merupakan proses interaksi antara pengajar dan perawat
atau siswa perawat dimana terjadi proses pembelajaran. Ronde keperawatan
dilakukan oleh teacher nurse atau head nurs dengan anggota stafnya atau siswa
untuk pemahaman yang jelas tentang penyakit dan efek perawatan untuk setiap
pasien(Saleh, 2012).
• Beberapa pengertian diatas dapat diambil kesimpulan ronde keperawatan adalah
suatu tindakan yang dilaksanankan oleh perawat, di samping klien dilibatkan
untuk membahas dan melaksanakan asuhan keperawatanuntuk pemahaman
yang jelas tentang penyakit dan efek perawatan untuk setiap pasien.
Karakteristik
Menurut Nursalam (2002), karakteristik ronde keperawatan
sebagai berikut :

• Klien dilibatkan secara langsung.


• Klien merupakan fokus kegiatan.
• Perawat assosciate, perawat primer, dan konsuler melakukan
diskusi bersama.
• Konselor memfasilitasi kreatifitas.
• Konselor membantu mengembangkan kemampuan perawat
assosciate, perawat primer untuk meningkatkan kemampuan
dala mengatasi masalah.
Tujuan

1. Menumbuhkan cara berfikir secara kritis.


2. Menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan
yang berasal dari masalah klien.
3. Meningkatkan validitas data klien.
4. Menilai kemampuan justifikasi.
5. Meningkatkan kemampuan dalam menilai hasil kerja.
6. Meningkatkan kemampuan untuk memodifikasi rencana
perawatan.
7. Meningkatkan kemampuan menentukan diagnosis
keperawatan.
Pelaksanaan ronde

• Penjelasan tentang klien oleh perawat primer dalam hal ini penjelasan
difokuskan pada masalah keperawatan dan rencana tindakan yang akan atau
telah dilaksanakan dan memilih prioritas yang perlu didiskusikan.
• Diskusi antar anggota tim tentang kasus tersebut.
• Pemberian justifikasi oleh perawat primer atau konselor/kepala ruangan tentang
masalah klien serta rencana tindakan yang akan dilakukan.
• Tindakan keperawatan pada masalah prioritas yang telah dan yang akan
ditetapkan.
• Pasca ronde
• Mendiskusikan hasil temuan dan tindakan pada klien tersebut serta menetapkan
tindakan yang perlu dilakukan.
• Evaluasi, revisi dan perbaikan.
• Kesimpulan dan rekomendasikan penegakan diagnosis, intervensi keperawatan
selanjutnya.
Kriteria Evaluasi

• Menurut Nursalam (2014), kriteria evalusi yang dapat diambil yaitu :


• Struktur
• Persyaratan administratif (informed consent, alat, dan lainnya).
• Tim ronde keperawatan hadir di tempat pelaksanaan ronde keperawatan.
• Persiapan dilakukan sebelumnya.
• Proses
• Peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.
• Seluruh peserta berperan aktif dalam kegiatan ronde sesuai peran yang telah ditentukan.
Hasil
• Pasien merasa puas dengan hasil pelayanan.
• Masalah pasien dapat teratasi.
• Perawat dapat:
• Menumbuhkan cara berpikir yang kritis.
• Meningkatkan cara berpikir yang sistematis.
• Meningkatkan kemampuan validitas data pasien.
• Meningkatkan kemampuan menentukan diagnosis keperawatan.
• Menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yang berorientasi pada masalah pasien.
• Meningkatkan kemampuan memodifikasi rencana asuhan keperawatan.
• Meningkatkan kemampuan justifikasi.
• Meningkatkan kemampuan menilai hasil kerja.
Kesimpulan

• Delegasi merupakan salah satu alat kepemimpinan, kita memerlukan


kecakapan untuk dapat mempergunakanya mengetahui kegunaan
dan cara kerjanya sehinga kita dapat mengambil keputusan dalam
memberi delegasi  seseorang yang tepat pada orang yang sesuai
dengan bidang atau skilnya. Sementara kekuasaan di pandang
sebagai kerangka interaksi antara manusia yakni diantaranya,
identifikasi situasi posting. Mengusulkan tugas yang dipilih orang,
mengidentifikasi apa tujuan yang ingin Anda capai, Monitoring, atau
memberitahu karyawan untuk ketika pekerjaan akan diperiksa dan
apa kriteria, Menilai, atau memberikan umpan balik, baik positif
ketika pekerjaan itu dilakukan dengan sukses. Jika secara rasional
dalam pendekatan persuasif bahwa  Jika saya cukup bekerja, saya
berarti saya yang penting dan diperlukan untuk organisasi.
Saran

• Dalam pembahasan ini sangat penting dalam


berorganisasi. Ketika kita sebagai seorang
pemimpin mendelegasikan pekerjaan wewenang
yang akan dapat memperlancar pekerjaan yang
tertumpuk. Dan sebagai seorang pemimpin 
memegang  kekuasaan  kenapa tidak kita gunakan
delegasi kekuasan itu. Karena delegasi kekuasaan
adalah pelimpahan tanggung jawab yang dapat 
mengendalikan organisasa itu sendiri.
Sekian dan terima kasih

Anda mungkin juga menyukai