Anda di halaman 1dari 22

Tugas kelompok 6

Karakteristik,Budidaya ,dan komiditi


sayuran
nAM A anggota kelompok :
1. DIVA NUR AISYA (2010212058)

2.ERIVA KURNIAWATI (2010213027)

3.hADISTI ADZKYA HANDAYANI


(2010253005)

4.VEBBY RAHMADANI(2010212049)
Judul Jurnal :

1. Diva Nur Aisya (202010212058) “Sayuran Sawi”

2.Eriva Kurniawati (2010213027) “Sayuran


Bayam”

3.Hadisti Adzkya Handayani (2010253005)


“Sayuran Kangkung”

4.Vebby Rahmadani (2010212049) “Sayuran


Wortel”
SAYURAN SAWI
1.Karakteristik Sayuran Sawi
Karakteristik usahatani sawi salah satunya luas lahan yang digunakan untuk
bertanam sawi relatif sempit yaitu sekitar 0,25 ha, kemampuan modal untuk
berusahatani terbatas. Lokasi lahan cukup strategis karena selain berpengairan
juga dekat dengan prasarana jalan sehingga memudahkan dalam pengangkutan
hasil panen.
Benih sawi yang ditanam memiliki kualitas yang baik yang dapat dilihat dari daya
tumbuhnya 98%. Benih yang ditanam berasal dari toko pertanian dan bukan
merupakan benih hasil penangkaran petani sendiri.
Pengadaan pupuk dilakukan petani untuk memperoleh hasil panen yang
maksimal. Pemupukan yang dilakukan petani yaitu pada awal usahatani
bersamaan dengan pembentukan bedengan tanam. Pupuk yang digunakan petani
adalah pupuk yang banyak mengandung unsur nitrogen mengingat sawi dipanen
daunnya.
Tenaga kerja yang digunakan dalam usahatani sawi terdiri dari tenaga kerja dalam
keluarga dan luar keluarga dengan proporsi 40% tenaga kerja dalam keluarga dan
60% tenaga kerja luar keluarga.
2.Proses Budidaya Sayuran Sawi
1.Pengadaan benih
Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Sawi diperbanyak dengan
benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Sebelum ditanam
di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di
bedengan atau di kotak persemaian.
2.Pengolahan tanah
Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah :
- Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan.
- Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah.
-Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan.
-Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat.
3.Penanaman
Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu
dijalankan adalah :
a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari
sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu.
b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan
menurut deretan secara merata.
c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang
halus.
d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi
atau sore hari.
4.Pemeliharaan tanaman
Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan
pembumbunan, serta pemupukan susulan.
5.Pengendalian hama dan penyakit
Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka
tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk
tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada
konsumen dapat terhindar.
6.Pemanenan
Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen
sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas
permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan
agar tanaman bisa tahan lama.
3.Gambaran Komoditi Agribisnis Sayuran Sawi

Usahatani sawi seluas 0,25 ha di lokasi penelitian cukup menguntungkan dengan korban
biaya sebesar Rp. 1.850.000 untuk luas lahan 0,25 ha diperoleh penerimaan yang merupakan
nilai jual sawi sebesar Rp. 3.000.000. Panen sawi tidak dilakukan sekaligus oleh petani,
namun dilakukan secara bertahap sambil disesuaikan dengan permintaan pasar. Namun
demikian jarak panen tidak terlampau lama mengingat sawi harus sudah dipanen sebelum
berbunga. Harga rata-rata sawi yang diterima petani juga cukup baik yaitu Rp. 5.000/kg
meskipun harga sawi relatif berfluktuasi, namun pada saat penelitian harga yang diterima
petani cukup baik dan stabil. Umur usahatani sawi relati singkat kurang lebih 2 bulan sejak
saat tanam sawi sudah dapat dipanen sehingga perputaran modal cukup cepat

.
SAYURAN BAYAM
1.Karakteristik Sayuran Bayam
Bayam (Amaranthus spp.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk
dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika
tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai
sayuran sumber zat besi yang penting (Wikipedia, 2013).
Bayam relatif tahan terhadap pencahayaan langsung karena merupakan
tumbuhan C4. Batang berair dan kurang berkayu. Daun bertangkai, berbentuk
bulat telur, lemas, berwarna hijau, merah, atau hijau keputihan. Bunga tersusun
majemuk tipe tukal yang rapat, bagian bawah duduk di ketiak, bagian atas
berkumpul menjadi karangan bunga di ujung tangkai dan ketiak percabangan.
Bijinya berwarna hitam, kecil dan keras (Wikipedia, 2013). Rukmana (1994)
menambahkan bayam termasuk tanaman setahun atau lebih yang berbentuk
perdu (terna) dan tingginya dapat mecapai +_ 1 ½ meter. Sistem perakarannya
menyebar dangkal pada kedalam antara 20-40 cm, dan memiliki akar tunggang
karena kelas Dicotyledonae (tanaman berbiji keeping dua).
2.Proses Budidaya Sayuran Bayam
Balai Pengkajian teknologi Pertananian (2011) melaporkan bahwa teknik budidaya dari bayam
yaitu
1.Pemilihan Varietas
Varietas yang dianjurkan adalah Giti Hijau, Giti Merah, Kakap Hijau, Bangkok dan
Cimangkok. Namun yang tersedia di tempat penjualan be nih adalah varietas Bisi dan Maestro.
Daya tumbuhnya lebih dari 90 %, vigor murni, bersih dan sehat.
2. Pengolahan tanah.
Tanah dicangkul sedalam 20 – 30 cm supaya gembur. Setelah itu, bedengan dibuat dengan
ketinggian sekitar 20-30 cm, lebar sekitar 1 m, dan panjang tergantung ukuran/bentuk lahan.
Jarak antar bedengan sekitar 40 cm atau disesuaikan dengan keadaan tanah. Setelah tanah
diratakan, permukaan bedengan diberi pupuk kandang yang sudah matang, dengan dosis 100
kg/100 m². Semprot larutan pupuk cair Bioboost/EM4 (10 ml/1 liter air) pada permukaan
bedengan, kemudian permukaan bedengan ditutup dengan tanah. Biarkan selama 3 hari dan
bedengan siap untuk ditanami.
3. Penanaman
a) Sebelum dilakukan penanaman, bedeng disiram lebih dahulu untuk memudahkan penanaman. Penanaman
dapat dilakukan dengan cara menyebar langsung pada bedengan..
b) Biji bayam disebar pada larikan/barisan dengan jarak antar barisan 10–15 cm. Kemudian larikan ditutup
dengan lapisan tanah tipis.
c) Melalui persemaian.
Cara ini digunakan untuk menanam bayam petik. Pertama benih disemai, kurang dari 10 hari benih sudah
tumbuh. Kemudian dilakukan pembumbunan dan dipelihara selama 3 minggu sampai bibit siap dipindahkan
ke lapangan. Jarak tanam pada system ini adalah 50 x 30 cm.
4. Pemeliharaan
Penyiraman dilakukan pagi dan sore hari. Pupuk susulan pertama setelah tanaman berumur 4 hst dengan
cara semprot larutan pupuk cair Bioboost/EM4 (10 ml/1 liter air) pada tanaman. Pupuk susulan kedua dan
ketiga setelah tanaman berumur 11 hst dan 17 hst.
5. Panen
Bayam cabut dapat dipanen bila umur tanaman antara 3 – 4 minggu setelah tanaman tumbuh dengan tinggi
sekitar 20 cm.
3.Gambaran Komoditi Agribisnis Sayuran Bayam
Berdasarkanhasil penelitianyangdilakukan,analisisusahatani tanaman bayam di Kelurahan Sasa
Kecamatan Ternate Selatan Kota Ternate dapat disimpulkanbahwa:
1. Besaran total biaya dari masing-masing biaya variabel dan biaya tetap dalam sekali produksi
usaha tani tanaman bayam sebagai berikut: Biaya variable Rp. 6.040.000 (benih bayam,pupuk,
pestisida,dan biayatenagakerja).Sedangkan biaya tetap sebesar Rp.
10.365.000(penyusutanalat,iurananggota,danbiaya
listrik).Jadibiayatotalsekaliproduksiusahatanitanamanbayamyaitusebesar Rp. 16.405.000,-.
2. Penerimaandarimasing-masingjenisbayamdalamsekaliproduksi,antaralain:
Bayammerahsebesar Rp. 18.000.000 dan bayam hijau sebesar Rp.22.500.000.
Jadipenerimaantotaldariproduksibayamsecarakeseluruhan adalahsebesar Rp. 40.500.000,-
3.Pendapatan total dari usahatani tanaman bayam dalam sekali produksi yaitu sebesar Rp.
24.095.000,-.
4. Nilai R/C rasio usahatani tanaman bayam sebesar 2,4687. Ini menandakan
usahatanitersebutefisiendan menguntungkansehinggalayakdikembangkan.
.
5.NilaiBreakEvenPoin(BEP)penerimaan,produksi,danhargalebihkecildari
totalpenerimaan,produksi, dan harga.Dengan demikianusahatanitanamanbayam
dapatmenguntungkandanlayakdikembangkan.
SAYURAN KANGKUNG
1.Karakteristik Sayuran Kangkung
Berikut ini adalah ciri-ciri utama usahatanidi Indonesia:
a. Skala usaha kecil, unit produksi tidak ekonomis
b. Tujuan utama untuk pendapatan keluarga
c. Perluasan lahan dilakukan dengan modal kerja terbatas d. Lahan relative kecil <0,5 ha
e. Status lahan yang diusahakan biasanya milik sendiri / menggarap lahan pihak lain
f. Modal terbatas
g. Daya beli rendah sehingga kehilangan potongan harga yang seharusnya diterima faktor
produksi dalam jumlah besar. Teknologi yang digunakan konvensional (tradisional) karena
memiliki
keterbatasan modal untuk aplikasi teknologi baru yang canggih i. Pengelolaan bersifat apa
adanya (sederhana)
j. Tenaga kerja berasal dari keluarga sehingga upahnya tidak terlihat namun terkadang
hanya diperhitungkan
k. Cara perhitungan produksi dan biaya usahatani: subsisten jumlah produksi dinyatakan
secarafisik (kg, ton, dll.) Tanah dan modal milik sendiri tidak dihitung bunganya
h/keterbatasan modal untuk aplikasi teknologi baru yang canggih i. Pengelolaan bersifat
apa adanya (sederhana)
i. Tingkat pendidikan pekerjanya masih tergolong rendah
m. Berusahatani dalam lingkungan tekanan penduduk lokal yang meningkat
n. Pendapatan usahataninya rendah tapi relatif stabil o. Sangat sensitif terhadap keadaan alam
p. Suatu ide menanam suatu komoditas dengan pola monokultur dan dilakukan secara
berkeanjuta
petani yang kekurangan modal dan memiliki tabungan yang terbatas; dan (4) petani yang
memiliki pengetahuan yang terbatas dan kurang dinamis.
Pada umumnya, keadaan petani kecil di negara-negara berkembang adalah beragam namun tetap
pada batas-batas penguasaan sumberdaya yang terbatas.Petani kecil seperti ini sering melakukan
usahataninya dalam lingkungan tekanan penduduk lokal yang semakin lama semakin
meningkat. Sebagai akibat sumber-sumber yang dimiliki petani sangat terbatas, maka tingkat
kehidupannya juga serba “pas-pasan” bila tidak ada bantuan dari sumber lain di luar bidang
pertanian. Konsultasi, lahan ditemukan bahwa dalam penguasaan pertanian yang terbatas dari
petani, maka komoditi pertanian yang diusahakan adalah komoditi untuk keperluan konsumsi
sehari-hari.

Ciri usahatani petani kecil demikian sering kesehatan disebut petani subsisten.Dalam banyak
informasi di negara-negara berkembang, mitra petani kecil ini dilupakan, sehingga mereka sering
pula dilupakan untuk mendapatkan pelayanan, apakah itu pelayanan bidang pertanian,
pendidikan, dan sebagainya.Akibatnya , mereka sering kurang responsif terhadap pengenalan
teknologi baru, atau kurang mau melakukan usaha yang sifatnya mempunyai risiko (Eduard
Depari, 1985).
2.Proses Budidaya Sayuran Kangkung
a.Persiapan benih Benih
kangkung yang digunakan mempunyai daya tumbuh 90%. Cara paling mudah untuk menguji kualitas
benih adalah dengan merendam benih kurang lebih 1-2 jam dengan air bersih. Benih yang tenggelam
dipilih untuk ditanam, sedangkan benih yang mengapung dibuang. Perendaman ini juga bertujuan untuk
mempercepat perkecambahan sebab proses imbibisi atau penyerapan air oleh benih cepat berlangsung.
Pada sistem ini tidak perlu dilakukan penyemaian atau pembibitan benih. Setelah benih direndam,
langsung ditanam di bak penanaman.
b.Persiapan tanam dan Sistem DWC
Wadah tanam yang digunakan adalah bak dan keranjang plastik berlubang Bak plastik diisi dengan air
bersih kurang lebih 3 liter, di atas bak ditumpangkan keranjang berlubang dengan posisi menggantung.
Di dalam keranjang berlubang dihamparkan kassa penyaring ikan. Setelah wadah tanam siap, benih yang
telah direndam ditata atau disebar secara merata di atas kain kassa dalam keranjang beriubang .
Peletakan keranjang berlubang di atas bak tidak boleh sampal menenggelamkan benih, namun tidak
terlalu jauh dari permukaan airKain kassa harus basah dan mengenai benih sehingga benih dapat cepat
berkecambah. Setelah semua benih disebar, bak beserta keranjang yang berisi benih kangkung diletakkan
di tempat yang gelap untuk merangsang perkecambahan kurang lebih 1-2 hari. Apabila sudah mulai
berkecambah, benih dalam wadah segera dipindahkan ke tempat yang terang dan terkena pancaran
cahaya matahari pagi. Keterlambatan pemindahan dapat mengakibatkan pertumbuhan etiolasi yang
dapat mengahambat pertumbuhan selanjutnya.
c. Larutan Nutrisi Pemberian larutan nutrisi baru diberikan satu minggu Selama proses
perkecambahan hingga daun awal pertumbuhan (daun kotiledon membuka sempurna), hanya diberi
air saja. Air sebaiknya diganti dua hari sekali supaya tetap bersih. Larutan nutrisi dibuat dengan
menambahkan larutan pekatan A dan B masing- masing 5 ml per liter air ke dalam bak tanam. Jadi,
airyang digunakan dalam bak sebanyak 31, maka larutan AB mix yang diberikan adalah 15 ml
pekatan A dan 15 ml pekatan B kemudian diaduk hingga rata. Sebagai pedoman, larutan nutrisi yang
digunakan dipertahankan untuk memiliki konsentrasi 600–800 ppm dengan pH 6-6,5. d.
d.Pemeliharaan Kegiatan
pemeliharaan meliputi pemeliharaan tanaman dan pengecekan larutan nutrisi. Kebersihan di sekitar
tanaman harus selalu dijaga dengan cara membuang kulit biji yang telah terlepas dan banyak
berserakan di atas kasa, selain itu daun-daun kotiledon yang telah menguning dibuang.Panen dan
e.Pasca Panen
Panen kangkung dilakukan setelah tanaman kangkung berumur 21-30 hari setelah tanam. Tanaman
kangkung dipanen dengan cara memotong bagian batang bawah tanaman. Setelah dipotong, tanaman
kangkung dapat tumbuh kembali dengan pemeliharaan yang sama. Pemanenan dapat terus dilakukan
secara berkala maksimal sampai tiga kali. Kangkung yang telah dipanen kemudian dibersihkan,
beberapa kangkung dapat diikat kemudian dikemas dalam kantung plastik berlubang. Hal
ini bertujuan untuk memperpanjang masa simpan kangkung.
3.Gambaran Komoditi Agribisnis Sayuran Kangkung
Gambarannya adalah seperti yang dijalankan oleh penulis, melalui butidaya kangikung di
farmnya penulis dapat menjual kangkung kepada pengepul yang mengambil hasii panen di farm
dengan harga Rp20.000.00kg. Padahal, biaya produksi yang dikeluarkan untuk menghasilkan I kg
kangkung dengan sistem hidroponik seperti yang dijaiankan penulis hanya Rp8.000.00/kg.
Dengan demikian, terdapat margin hingga Rp12.000.00/kg. Padahal, dalam satu bulan penulis
dapat memanen kangkung hidroponik hingga mencapai 1,5 Tingginya harga jual kanygkung
hidroporik disebabkan oleh pasar penyerap kangkung hidroponik berbeda dengan pasar
penyerap kangkung yang dibudidayakan secara konvensional. yartu gerai modern ataupun hotel,
restoran, dan katering Sebagian hotel restoran, ataupun katering kini lebih memilih
menggunakan kangkung hidraponik sebagai bahan baku untuk masakan karena memiliki
beberapa keunggulan dibandingkan kangkung biasa, yaitu citarasanya lebih renyah dan segar
serta lebih mudah meminta Likuran panen tertentu sesuai kebutuhan. Kangkung hidroponik
juga lebih dipilih karena lebih bersih, tidak terkena tanah, serta terhindar dari adanya binatang
seperti cacing siput kecil, dan binatang kecil lainnya biasanya terdapat pada kangkung yang
ditanam di tanah. .
SAYURAN WORTEL
1.Karakteristik Sayuran Wortel
Produktivitas wortel di Indonesia masih rendah,upaya meningkatkan kuantitas dan
kualitas wortel antara lain melalui penggunaan varietas unggul dan perbaikan
kultur.Potensi daya hasil wortel varietas unggul dapat mencapai 20-25 ton/Ha .Tanaman
wortel merupakan tanaman yang potensial karena mempunyai banyak keunggulan
sehingga banyak petani yang menanamnya.Sebagian besar petani wortel merupakan
petani mandiri dimana mempunyai modal yang cukup,dapat mengusahakan bibit wortel
sendiri dan bibit wortel yang dijual peroanganStatus lahan yang dimilki oleh kebanyakan
petani wortel untuk menanam wortel adalah lahan milik sendiri sebesar 90%,walaupun
memiliki lahan sendiri para petani wortel juga menyewa lahan milik orang lain yaitu
sebesar 100%.Dikarenakan luas lahan sendiri relatif sempit sehingga mebutuhkan lahan
sewa untuk menambah produksi wortel.Tenaga kerja yang digunakan dalam usaha tani
wortel adalah tenaga kerja dalam satu musim tanamanPengalaman petani dalam
berusaha tani akan berpengaruh dalam keberhasilan usaha tani dengan banyaknya
pengalaman maka petani akan lebih mengerti tentang kondisi usaha tani dan lebih tepat
dalam mengambil keputusan dalam usah taninya.Rata-rata para petani memiliki wortel
memilki pengalaman selama 27,6 tahun.Hal ini berarti,para petani telah lama mengerti
dalam berusaha tani sehingga mereka telah benar-benar menguasai usaha tani.
2.Proses Budidaya Sayuran Wortel
Tahap-tahapan budidaya wortel:
a).Pengolahan tanah
Cara pengolahan disesuaikan dengan sifat dan kondisi lahan.Pengolahan tanah dilakukan 5 hari sampai
dengan satu minggu tergantung musim dengan menggunakan 13 tenik pengolahan tanahyaitu:membuat
bendengan dengan menaikkan tanah,membuat bendengan dengan menurunkan tanah,pembuangan
bongkahan tanah yang keras,pemberian pupuk kandangan,meratakan pupuk kandangan
tanah,mencangkul tanah menjadi dua arah,membalikkan tanah,pendangiran tanah agar tanah menjadi
tidak rata sebagai tempat menaruh bibit wortel,meratakan bagian atas tanah dan bibit supaya
menyatu,menutup bagian atas tanah yang sudah ditaburi bibit wortel dengan dengan tanah
lagi.Pengunaan 13 teknik pengolahan tanah bertujuan untuk menciptakan tempat tumbuh yang optimal.
b). Penanaman
Penanaman wortel dilakukan dengan cara diterbarkan diatas tanah yang sudah diolah.Penaburan bibit
wortel dilakukan pada waktu pengolahan tanah ke 5 atau setelah dilakukan pengolahan tanah,wortel
tumbuh umur 20-30 hari (1 bulan) setelah tanam.
c). Penyiangan
Kegiatan mebersihkan gulma dengan tujuan mengurangi persaingan antara tanaman utama dengan
gulma dalam hal penyerapan air,hara dan matahari.Penyiangan pada tanaman wortel dilakukan
sebanyak 3 kali yaitu pada umur 45 hari setelah tanaman,umur 115 hari tanam.
d).Pemupukan
Pupuk yang diberikan terdiri daridua jenis yaitu pupuk organik dan anorganik.Pemupukan wortel
dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada umur 40-50 hari setelah tanam dan umur 75 hari setelah
tanam.Pemupukan pada musim hujan dilakukan sebanyak satu kali agar daun wortel tidak
tumbuh lebat karena pada musim penghujan tanaman wortel menyerap banyak air sehingga
menyebabkan wortel subur.

e).Penemprotan atau pengendalian hama dan penyakit


Pengendalian hama dan penyakit disesuaikan dengan kondisi serangan dan kesehatan tanaman
dengan prinsip penegndalian hama terpadu PHT).Penyemprotan dilakukan dengan menggunakan
pestida organik dan pestida anorganik.Penyemprotan pada tanaman wortel dilakukan sebanyak
tiga kali yaitu pada umur 45-50 hari setelah tanam,umur 75 hari setelah tanam dan umur 90 hari
setelah tanamPenyemprotan dilakukan satu hari
f). Pemanenan
Pemanenan dilakukan apabila wortel telah berumur 120 hari setelah tanam tau lebih dan wortel
telah masak (umbi wortel besar dan bewarna oren).Pemanenan dilakukan pada waktu hari tidak
hujan dan ada sianr matahari dengan cara mencabut batang wortel dan memotong batang wortel
dengan sabit.Setelah dilakukan pemanenan selanjutnya wortel dicuci ditempat yang sudah
disediakan.
3.Gambaran Komoditi Agribisnis Sayuran Wortel

Para petani wortel banyak menjual wortelbasah pada penebas yaitu 8.446.783,33 kg per
usahatani dan41.259.174,32 kg per hektar dan untuk wortel basah yang digunakan
sendiri sebesar 41.216,67 kg per usahatani 249.043,65 kg per hektar.Menjual wortel basah lebih
besar daripada wortel basah yang digunakansendiri karena merupakan sumber penghasilan
utama para petani wortel.Petani menjual bibit wortel sebesar 66.000 liter per usahatani
dan349.647,87 liter per hektar, sedangkan bibit wortel sebesar 212.666,67 literper usahatani
dan 1.039.942,18 liter per hektar. Petani menjual bibit wortelsendiri dalam jumlah lebih kecil
daripada jumlah bibit wortel yangdigunakan sendiri karena para petani dapat menghemat biaya
saprodi.
Subsistem yang terkait dengan pengembangan agribisnis wortel mencakup empat subsitem
yaitu:
Subsitem usaha tani (on-farm agribusiness)
Subsistem agribisnis hulu(up-stream agribusiness)
Subsistem agribisnis hilir(down-stream sgribusinnes)
Subsistem Jasa layanan pendukung seperti kelompok tani ,lembaga keuangan dan
pembiayaan ,tarnsportasi ,penyuluhan . dan layanan informasi agribisnis,penelitian dan
pengembangan ,dan kebijakan pemerintah.
DAFtAR PUSTAKA
1.Diva Nur Aisya
Jurnal Umi Rofiatin. Efisiensi Usahatani Tanaman Sawi . Ps. Agribisnis, Fakultas IPS A,
Universitas Tribhuwana Tunggadewi.
2.Eriva Kurniawati
Eriva Kurniawati Analisis Usaha Tani Bayam ( Studi Kasus Di keelurahan Sasa Kecamatan Ternate
Selatan Kota Ternate)
file:///C:/Users/HP/AppData/Local/Temp/151-326-1-SM.pdf
Eriva Kurniawati Tinjauan Pustaka Botani Bayam
file:///C:/Users/HP/Documents/2013-2-54211-613408058-bab1-19022014024952.pdf
3.Hadisti Adzkiya Handayani
https://123dok.com/document/nzwoxr1y-kelompok-laporan-akhir-praktikum-pengantar-usaha-
tani.html
https://books.google.co.id/books?
id=lMuEDwAAQBAJ&pg=PA103&dq=cara+budidaya+sayuran&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwi8r
sjihs3sAhWe6XMBHYWuAHgQ6AEwB3oECAkQAg#v=onepage&q=cara%20budidaya
%20sayuran&f=false
https://books.google.co.id/books?
id=DaqODwAAQBAJ&printsec=frontcover&dq=komoditas+agribisnis+kangkung&hl=id&sa=X&
ved=2ahUKEwinyOfU78_sAhUYVH0KHfMuC7gQ6AEwA3oECAQQAg#v=onepage&q&f=fals
e
4.Vebby Rahmadani
https://core.ac.uk/download/pdf/12351289.pdfhttps://core.ac.uk/download/pdf/
12351289.pdfhttps://core.ac.uk/download/pdf/12351289.pdf
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai