0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
586 tayangan11 halaman

Dasar - Dasar Rigging 22

Dokumen tersebut membahas tentang dasar-dasar rigging yang mencakup definisi rigging sebagai proses sistematis untuk memindahkan beban menggunakan tali dan peralatan, aspek keselamatan rigging seperti identifikasi beban, peralatan, lingkungan kerja, dan rencana operasi, serta pedoman umum rigging seperti hanya rigger yang boleh memberi aba-aba dan memastikan keselamatan dalam proses pemindahan beban.

Diunggah oleh

Dedy Kurniawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
586 tayangan11 halaman

Dasar - Dasar Rigging 22

Dokumen tersebut membahas tentang dasar-dasar rigging yang mencakup definisi rigging sebagai proses sistematis untuk memindahkan beban menggunakan tali dan peralatan, aspek keselamatan rigging seperti identifikasi beban, peralatan, lingkungan kerja, dan rencana operasi, serta pedoman umum rigging seperti hanya rigger yang boleh memberi aba-aba dan memastikan keselamatan dalam proses pemindahan beban.

Diunggah oleh

Dedy Kurniawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DASAR-DASAR

RIGGING

Ali Mahshun 1
I. Definisi Rigging
• Sebagai  suatu kerja sistematis dan terencana
untuk memindahkan obyek angkat dari satu
tempat ke tempat lain dengan menggunakan satu
atau lebih alat
• Proses pergerakkan beban berat dengan menggunakan tali
(kawat, baja, manila, rantai, hoists, dan peralatan spesial
lainnya).
• Peralatan yang digunakan untuk mengangkat dan
menggerakkan beban

Ali Mahshun 2
II. Rigging Safety
Rigging Safety meliputi :
a) Identifikasi beban
b) Identifikasi pesawat angkat dan alat bantunya
c) Identifikasi tempat & lingkungan kerja
d) Identifikasi rencana operasi pemindahan beban
e) Kompetensi personil (operator, signalman, helper
dsb)

Ali Mahshun 3
a. Identifikasi beban

– Dimensi/ukuran beban ( panjang, lebar, tinggi,


bentuk )

– Berat beban.( jenis barang, berat jenis, berat


volume)

– Titik Berat beban. (pusat keseimbangan beban )


– Sifat beban ( padat, cair, bahaya dsb)

Ali Mahshun 4
b. Identifikasi pesawat angkat dan alat
bantunya
• Identifikasi pesawat angkat
- jenis pesawat angkat (kran, forklift dsb)
- kapasitas pesawat angkat
- periksaan harian
- Kelemahan/kekurangan pesawat angkat

• Alat bantu
• Alat bantu utama (sling,tagline,sekel dsb)
• Alat bantu tambahan (tanda batas, tali, penerangan
dsb)

Ali Mahshun 5
c. Identifikasi tempat & lingkungan kerja

Kondisi area kerja :


– Kondisi tanah (rata, becek, lumpur, tanah lembek dsb)
– Hambatan-hambatan (pohon, tumpukan barang lain, bangunan dsb)
–Trek/trafik pemindahan beban (tempat semula ketempat tujuan)
–Instalasi berbahaya (listrik, struktur2 dsb)
–Mobilisasi kendaraan dsb

Ali Mahshun 6
d. Rencana operasi pesawat angkat

– Waktu operasi
• Jabwal operasi

– Bahan operasi
• Bahan bakar, oli, grase dll

– Biaya operasi
• Sewa dan ongkos , pembelian bahan, beaya penyusutan
alat, pajak dsb

– Ijin operasi
• Ijin masuk, ijin kerja dsb
Ali Mahshun 7
d. Rencana operasi pesawat angkat

Ali Mahshun 8
Lifting plant

Ali Mahshun 9
Lifting Rigging
• Dalam pekerjaan sehari-hari seorang operator crane
tidak bisa lepas dengan aktivitas ikat mengikat atau
yang lebih dikenal dengan sebutan rigging. Secara
teoritis, rigging boleh diartikan sebagai suatu kerja
sistematis dan terencana untuk memindahkan objek
angkat dari satu tempat ke tempat lain dengan
menggunakan satu atau lebih alat.
• Dalam aplikasi di lapangan, pekerjaan rigging dibatasi
aturan tentang penggunaan peralatan kerja. Fungsinya
bukan hanya untuk keselamatan juru ikat (rigger) saja,
namun juga menyangkut keselamatan pekerja lain yang
ada di sekitarnya dan tentu saja terhadap alat bantu
angkat yang dipergunakan.
Hal-hal berikut yang harus diperhatikan, adalah:
1. Hanya seorang rigger/signalman (juru aba-aba), yang boleh memberikan sinyal
kepada operator crane dan dilakukan oleh orang yang kompeten.
2. Rigger harus tahu ke arah mana beban akan dipindahkan dan memastikan
beban tersebut aman tidak tersangkut dengan benda lain yang ada di sekitarnya.
3. Rigger harus sudah familiar dengan peralatan yang akan digunakan termasuk
system control dalam pengoperasian alat-alat yang dipakai
4. Pengoperasian peralatan harus oleh operator yang kompeten
5. Rigger harus memastikan bahwa ;emindahan beban dapat dilakukan dengan
aman.
6. Tidak dibenarkan mengangkat beban di atas orang lain yang sedang bekerja
7. Jangan bekerja di bawah beban yang sedang diangkat
8. Tali penuntun (tag-line) harus digunakan yang diikatkan pada salah satu atau
kedua ujung benda yang diangkat
9. Pada saat mengangkat dan meletakkan beban harus dilakukan dengan perlahan
10. Rigger idak meninggalkan beban yang  sedang/masih terangkat untuk
melakukan pekerjaan lainnya
11. Rigger dan operator crane harus memusatkan perhatian pada pekerjaan yang
sedang dilakukan
12. Tetap selalu berhati-hati agar tangan, jari, kaki dan anggota badan lain tidak
terjepit
13. Dll.

Anda mungkin juga menyukai