0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
89 tayangan12 halaman

RCM pada Pompa CWP di PLTGU Cilegon

Dokumen ini membahas pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM) yang diterapkan oleh PT. PLN Indonesia Power PLTGU Cilegon PGU untuk meningkatkan efisiensi, keandalan, dan masa pakai pompa circulating water pump. RCM adalah strategi pemeliharaan yang mengkombinasikan preventive maintenance dan corrective maintenance untuk memaksimalkan umur pakai aset dengan biaya rendah.

Diunggah oleh

Nadangol Dangol
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
89 tayangan12 halaman

RCM pada Pompa CWP di PLTGU Cilegon

Dokumen ini membahas pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM) yang diterapkan oleh PT. PLN Indonesia Power PLTGU Cilegon PGU untuk meningkatkan efisiensi, keandalan, dan masa pakai pompa circulating water pump. RCM adalah strategi pemeliharaan yang mengkombinasikan preventive maintenance dan corrective maintenance untuk memaksimalkan umur pakai aset dengan biaya rendah.

Diunggah oleh

Nadangol Dangol
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RELIABILITY CENTER

MAINTENANCE PADA ASET POMPA


CIRCULATING WATER PUMP DI PT.
PLN INDONESIA POWER PLTGU
CILEGON POWER GENERATION
UNIT
Oleh:
Dalam menghadapi tantangan operasional dan pemeliharaan aset,

Latar Belakang PT. PLN Indonesia Power PLTGU Cilegon PGU telah mengadopsi
pendekatan inovatif dalam bentuk Reliability Centered Maintenance
(RCM) untuk memastikan keandalan dan kinerja optimal dari aset
kritis, terutama pada pompa circulating water pump. Sebagai salah
satu pembangkit listrik yang strategis di Indonesia, PLTGU Cilegon
PGU memiliki peran sentral dalam menyediakan pasokan listrik yang
konsisten dan andal bagi masyarakat. Pompa circulating water pump
menjadi komponen krusial dalam operasional pembangkit listrik,
bertanggung jawab atas sirkulasi air yang mendukung proses
pendinginan sistem. Dengan menempatkan RCM sebagai landasan
strategis, PT. PLN Indonesia Power PLTGU Cilegon PGU berupaya
meningkatkan efisiensi, keandalan, dan masa pakai aset tersebut.
Pentingnya pompa dalam mengoptimalkan suhu sistem pembangkit
listrik tidak hanya menuntut perhatian khusus terhadap
pemeliharaan rutin, tetapi juga strategi yang lebih terukur dan
terarah.
TUJUAN MANFAAT
1. Memenuhi persyaratan mata kuliah 1. Mahasiswa dapat memperoleh
jenjang Strata Satu (S1) jurusan Teknik pengalaman kerja di perusahaan.
Mesin di Institut Teknologi – PLN Jakarta 2. Mahasiswa dapat mengimplementasikan
yaitu dengan menyelesaikan mata kuliah ilmu yang didapat pada bangku kuliah
magang. dipemeliharaan
2. Dapat Mengetahui pelaksanaan Reliability 3. Melatih mahasiswa untuk disiplin,
Center Maintenance Pada Aset Pompa bertanggung jawab serta berpikir secara
Circulating Water Pump di PT. PLN Kritis dan kreatif.
Indonesia Power PLTGU Cilegon Power 4. Menambah wawasan tentang dunia kerja.
Generation Unit
Reliability Centered Maintenance
(RCM)
Reliability Centered
Maintenance (RCM) RCM mempunyai beberapa definisi adalah sebagai berikut

Realibilty Centered Maintenance adalah suatu proses yang


digunakan untuk menentukan apa yang harus dikerjakan
untuk menjamin setiap aset tetap bekerja sesuai yang
diinginkan atau suatu proses untuk menentukan perawatan
yang efektif.
Realibility Centered Maintenance adalah suatu
pendekatan pemeliharaan yang mengkombinasikan praktek
dan strategi dari preventive maintenance (pm) dan
corrective maintenance (cm) untuk memaksimalkan umur
(life time) dan fungsi aset / sistem / equiment dengan biaya
minimal (minimum cost).

Murad Naser | Universitas Fauget | Ekonomi | 2025


Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) adalah metode pemeliharaan yang menentukan langkah-langkah yang
harus diambil untuk menjamin peralatan bekerja sesuai dengan fungsinya (Yudhi, 2008). Konsep dasar dari metode
RCM ini adalah mempertahankan fungsi dari salah satu sistem, tetap berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.
Penerapan RCM lebih menitik beratkan pada penggunaan analisa kualitatif untuk komponen yang dapat menyebabkan
kegagalan suatu sistem.

Keuntungan RCM sebagai berikut :


1. Bisa menjadi program pemeliharaan yang paling efisien dan efektif.
2. Mengurangi frekuensi overhaul.
3. Fokus kepada peralatan yang kritis.
4. Mengurangi kemungkinan terjadinya kegagalan peralatan secara tiba-tiba.
5. Meningkatkan keandalan peralatan.
6. Meningkatkan pendapatan.
7. Mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Kekurangan RCM sebagai berikut :


1. Biaya awal yang tinggi : pelatihan dan peralatan.
2. Hasil tidak dapat dilihat dengan cepat.
Circulating Water
Pump (CWP) Penelitian 1
Lorem ipsum dolor sit amet,
Circulating water pump, atau pompa air consectetur adipiscing elit. Maecenas
sirkulasi, adalah perangkat yang scelerisque sapien quam, et ornare
dirancang untuk menggerakkan air tortor faucibus at.
melalui suatu sistem perpipaan untuk
tujuan sirkulasi dan distribusi. Fungsi
utama circulating water pump adalah Penelitian 2
memastikan aliran air yang terus menerus
dalam sistem tertentu, yang dapat Lorem ipsum dolor sit amet,
mencakup sistem pemanasan,
pendinginan, atau sirkulasi air dalam consectetur adipiscing elit. Maecenas
proses industri. Pompa ini biasanya scelerisque sapien quam, et ornare
dilengkapi dengan impeller yang tortor faucibus at.
berputar untuk menarik dan mendorong
air melalui pipa.

Murad Naser | Universitas Fauget | Ekonomi | 2025


Klasifikasi Maintenance dan RCM

Maintenance

Reliability Centered Maintenance


(RCM)
Reactive

Small items, Non- critical,


Inconsequential, Unlikely to fail,
Redundant. Preventive Predictive Proactive

Subiect to wear- out, Random failure patterns, Not RCFA, Age


Consumable replacement, subject to wear, PM induced Exploration,
Failure pattern known. failures.
FMEA
RCM Di Aset Pompa CWP
SYSTEM : Gas Turbine SYSTEM No. (KKS) : GT 11 TURBINE (EQ.) Facilitator : Bowo Pramono Date : 18/06/19
Sheet No.
CM II DECISION WORKSHEET
SUB-SYSTEM/ Equipment : Blade SUB SYSTEM/equipment No. (KKS) : CG11MBA01AE101
Auditor : Arief Mustaqim Date : 18/06/19
H1 H2
Information reference Consequence Evaluation S1 S2 Initial Can be
Proposed Task
O1 O2 Interval Done by
Function Functional Failure Failure Mode H S E O N1 N2
FAILURE EFFECTS Apakah Evident Apakah failure mode Apakah failure mode Apakah failure mode Apakah kegiatan Apakah restorasi
(fungsi asset, Primary (definisi kegagalan (cara bagaimana
(penjelasan dampak dari failure Kegagalan yang pada akhirnya dapat pada akhirnya secara langsung untuk mendeteksi terjadwal (Ex:
o. dan Secondary. aset dalam functional failure
mode terhadap asset, dan proses menyebabkan melukai atau menyebabkan berdampak buruk kegagalan yang overhoul periodik)
Dijelaskan secara memenuhi terjadi dan apa
dimana asset tersebut berperan) hilangnya fungsi dari membunuh pelanggaran terhadap pada kemampuan sedang berlangsung untuk mengurangi
spesifik fungsinya) penyebabnya)
asset akibat failure seseorang standar atau regulasi operasional (kualitas (atau yang akan laju kegagalan
Akumulasi benda pada strainer di
saluran suction pada akhirnya dapat
menyumbat saluran suction
Mengalirkan fluida 1. Suction tersumbat
A. Air/fluida sehingga air tidak mengalir dan flow Inspeksi saluran suction saat
pendingin dengan karena akumulasi Ya, Jadwalkan
1 pendingin tidak air pendingin berkurang overhoul, bersihkan dari OH HAR MEK
tekanan 4 MPa dan benda selain fluida di Restoration Task
mengalir menyebabkan temp pelumas ST penyebab tersumbat.
temperatur 30 C line suction Tidak, Next:
naik. Jika tidak sempat change over Ya, Next: S Tidak, Next: E Tidak, Next: O Ya, Next: O1
H2/S2/O2/N2
ke pompa yang standby maka load
ST terpaksa derating
Monitoring Pressure Inlet Daily Operator

Lakukan servis pada motor, pompa dan OH


aksesorisnya
HAR ELEC
Kerusakan motor secara tiba-tiba
menyebabkan poros dan impeller
2. Kerusakan pada pompa tidak berputar sehingga air
motor menyebabkan tidak mengalir dan flow air
motor tidak berputar pendingin berkurang menyebabkan
temp pelumas ST naik. Jika tidak
sempat change over ke pompa yang
Tidak dapat
Menerima ekspansi mengkonversi energi
Terjadinya unbalance yang Ya, Jadwalkan On
1 energi panas menjadi panas menjadi energi 1. Melting Ya, Next: S Tidak, Next: E Tidak, Next: O Ya, Next: O1 Borescope Check AR HAR MECH
berakibat Vibrasi tinggi Condition Task
energi kinetik kinetik secara
maksimal
2 Visual inspection CI HAR MECH
3 Replacement TI dan MI HAR MECH
Ya, Jadwalkan On
4 2. Crack Terjadinya fracture akibat crack propagation
Ya, Next: S Tidak, Next: E Tidak, Next: O Tidak, Next: N1 Borescope Check AR HAR MECH
Condition Task
5 Visual inspection CI HAR MECH
6 Replacement TI dan MI HAR MECH
Terjadinya over clerance antara Ya, Jadwalkan On
7 3. Erosion Ya, Next: S Tidak, Next: E Tidak, Next: O Ya, Next: O1 Borescope Check AR HAR MECH
turbine blade dengan Ring segment Condition Task
8 Visual inspection CI HAR MECH
9 Replacement TI dan MI HAR MECH
Ya, Jadwalkan On
0 4. Fracture Terjadinya energy Loss Ya, Next: S Tidak, Next: E Tidak, Next: O Ya, Next: O1 Borescope Check AR HAR MECH
Condition Task
Terjadinya Heavy damage pada
1 Visual inspection CI HAR MECH
semua peralatan turbine
Terjadinya unbalance yang
2 Replacement TI dan MI HAR MECH
berakibat Vibrasi tinggi
Failure Deffend Task (FDT) sebagai Solusi
Pemeliharaan pada Pompa Circulating Water Penelitian 1
Pump (CWP)
Untuk memompakan air laut sebagai Lorem ipsum dolor sit amet,
media pendingin utama menuju consectetur adipiscing elit. Maecenas
condenser digunakanlah pompa scelerisque sapien quam, et ornare
yang disebut sebagai CWP tortor faucibus at.
(Circulating Water Pump). CWP
pada umumnya menggunakan
pompa tipe mixed flow dengan posisi
Penelitian 2
vertical. CWP PLTGU Cilegon PGU
terdapat 2 buah, tiap unit Lorem ipsum dolor sit amet,
membutuhkan ... pompa untuk consectetur adipiscing elit. Maecenas
memompa air laut. Kedua pompa scelerisque sapien quam, et ornare
bekerja penuh tanpa menggunakan tortor faucibus at.
stand-by karena kapasitas pompa x
50%.

Murad Naser | Universitas Fauget | Ekonomi | 2025


Gejala yang sering terjadi

Pompa CWP merupakan pompa yang terus running. Meskipun telah


dilakukan perawatan setiap hari pasti ada masalah yang terjadi. Berikut ini
adalah beberapa masalah yang tidah bisa di prediksi, antara lain: Pompa
berisik dan bergetar, Motor yang menarik daya terlalu tinggi, Tidak ada aliran
fluida, Head atau debit aliran fluida dibawah spesifikasi, Pompa dapat di
start tetapi kemudian berhenti Dan Temperatur bantalan tinggi.

Prosedur perbaikan atau pergantian komponen

1. Operator lokal hanya berhak melakukan first line maintenance


(pembersihan, pelumasan, pengencangan)
2. Bila hal tersebut belum bisa mengembalikan alat ke dalam keadaan normal
maka operator lokal akan menerbitkan SR (service request)
3. SR ini selanjutnya akan dibahas di daily meeting yang dihadiri oleh tim
operasi & maintenance dan manager. Meeting ini membahas apakah WO
(work order) layak diterbitkan atau tidak untuk SR yang telah dikirim oleh
operator lokal
4. Bila SR disetujui maka manager akan mengeluarkan WO
5. Tim operasi & maintenance akan turun ke lapangan untuk melihat
kerusakan berdasarkan WO yang telah diterbitkan.
KESIMPULAN SARAN

1. Identifikasi Fungsi Kritis:


1. Tingkatkan sistem pemeliharaan berbasis kondisi,
RCM telah berhasil mengidentifikasi fungsi kritis dari circulating water pump, seperti pemantauan getaran dan suhu, untuk
memastikan perawatan difokuskan pada aspek-aspek yang paling vital untuk mendukung identifikasi dini potensi masalah pada
operasional pembangkit PGU Cilegon.
pompa air sirkulasi.
2.Pengelolaan Risiko dan Mode Kegagalan: Melalui analisis RCM, mode 2. Mahasiswa lebih dilibatkan lagi selama kerja magang
kegagalan potensial telah teridentifikasi dengan jelas, memungkinkan
pengelolaan risiko yang lebih baik dengan penentuan prioritas pada tindakan
agar lebih memahami mengenai Reliability Centered
perawatan yang kritis. Maintenance
3. Implementasikan sistem pemantauan kondisi real-
3. Strategi Perawatan yang Dioptimalkan:
RCM memungkinkan pembangkit PGU Cilegon untuk mengembangkan time untuk mendeteksi dini masalah pada circulating
strategi perawatan yang dioptimalkan, termasuk pemeliharaan berbasis water pump.
kondisi dan inspeksi rutin, untuk meningkatkan kinerja dan keandalan pompa
air sirkulasi.

4. Peningkatan Keseluruhan Keandalan Sistem:


Kesimpulannya, penerapan RCM pada circulating water pump di PGU Cilegon
telah membawa peningkatan keseluruhan keandalan sistem, mendukung
tujuan operasional yang stabil dan efisien
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai