Anda di halaman 1dari 23

Anugerah Dwi Setiawan Rahmah Ramadhani Bara Sobarullah Siregar Fathia Marsha Febysati Dui Leonita Savitri Fitrisiya

isiya Lora Valentina Monica Putri Cicilia Winda Nur Octasya Agusdianto Khoti Muliya Damiyanti Irbasmartini Syaiful Salvitri Puspa Aryago

04091001032 04091001037 04091001052 04091001053 04091001054 04091001055 04091001056 04091001057 04091001077 04091001078 04091001189 04091001190

Skenario Ny. AB, 30 tahun , ibu rumah tangga, masuk ke UGD RSJ ( RSEB ) Palembang karena mencoba bunuh diri. Ny.AB selalu sedih dan menangis tanpa sebab. Dua tahun yang lalu terdapat perubahan perilaku yaitu adanya kegembiraan berlebihan , banyak bicara dan beraktivitas , sering keluyuran serta kurang tidur. Satu tahun yang lalu ia mengeluh selalu mendengar suara seperti ada orang yang mengobrol dan kadang menyalahkan dirinya , serta ada keyakinan yang kuat bahwa dirinya banyak kesalahan dan dosa. Ia mulai mengisolasi diri dan kurang berinteraksi. Kemudian kemunduran makin hebat , kurang bisa mengurus diri, tak dapat mengerjakan pekerjaan sehari hari , bicara terbatas , ucapan kalimat sepatah dua kata tetapi masih dapat dimengerti. Selama setahun terakhir ini pasien masih cenderung normal selama beberapa bulan. Menurut keluarga ada stresor yang memicu perubahan perilaku ini yaitu masalah dengan keluarga suami. Pada autoanamnesis pasien terlihat diam tak banyak gerak , kadang menangis dan sulit untuk menjawab pertanyaan . Jawaban hanya sepatah dua kata saja , kadang menolak untuk bicara sama sekali. Tanda tanda autisme jelas ada. Informasi tambahan Terdapat riwayat perkawinan yang baik , ada riwayat gangguan efektif dalam keluarga dan premorbid terdapat gangguan kepribadian emosional tidak stabil , adanya stresor dalam 1 tahun terakhir terkait masalah keluarga yaitu bentrok dengan keluarga suami. GAF scale sekitar 40-31 saat pemeriksaan ( saat ada upaya bunuh diri menurun sampai 10-0). Terdapat waham mengarah ke rasa bersalah dan berdosa. Pemeriksaan fisik tak ada kelainan.

Klarifikasi Istilah Autisme : keadaan yang didominasi oleh pikiran atau prilaku yang bersifat subjektif yang tidak dapat dikoreksi. Gangguan efektif : gangguan emosional Premorbid : terjadi sebelum berkembangnya penyakit. Stresor : suatu peristiwa , situasi , orang atau objek yang menimbulkan stres. GAF scale :Global assessment of functioning scale Waham : kepercayaan yang salah berdasarkankesimpulan yang salah tentang realitas eksterna, tidak konsisten dengan latar belakang intelegensi dan budaya pasien , tidak dapat dikoreksi dengan nalar.

Identifikasi Masalah 1. Keluhan Utama : Ny. AB, 30 tahun , ibu rumah tangga, masuk ke UGD RSJ ( RSEB ) Palembang karena mencoba bunuh diri. 2. Keluhan Tambahan : Ny.AB selalu sedih dan menangis tanpa sebab 3. Riwayat Perjalanan Penyakit : Dua tahun yang lalu terdapat perubahan perilaku yaitu adanya kegembiraan berlebihan , banyak bicara dan beraktivitas , sering keluyuran serta kurang tidur. Satu tahun yang lalu ia mengeluh selalu mendengar suara seperti ada orang yang mengobrol dan kadang menyalahkan dirinya , serta ada keyakinan yang kuat bahwa dirinya banyak kesalahan dan dosa. Ia mulai mengisolasi diri dan kurang berinteraksi. Kemudian kemunduran makin hebat , kurang bisa mengurus diri, tak dapat mengerjakan pekerjaan sehari hari , bicara terbatas , ucapan kalimat sepatah dua kata tetapi masih dapat dimengerti. Selama setahun terakhir ini pasien masih cenderung normal selama beberapa bulan. Menurut keluarga ada stresor yang memicu perubahan perilaku ini yaitu masalah dengan keluarga suami.

4. Hasil autoanamnesis pasien terlihat diam tak banyak gerak , kadang menangis dan sulit untuk menjawab pertanyaan . Jawaban hanya sepatah dua kata saja , kadang menolak untuk bicara sama sekali. Tanda tanda autisme jelas ada. 5.Informasi Tambahan Terdapat riwayat perkawinan yang baik. Ada riwayat gangguan efektif dalam keluarga dan premorbid terdapat gangguan kepribadian emosional tidak stabil adanya stresor dalam 1 tahun terakhir terkait masalah keluarga yaitu bentrok dengan keluarga suami. GAF scale sekitar 40-31 saat pemeriksaan ( saat ada upaya bunuh diri menurun sampai 10-0). Terdapat waham mengarah ke rasa bersalah dan berdosa. Pemeriksaan fisik tak ada kelainan.

Analisis Masalah 1. Bagaimana neuroanatomi dan fisiologi ? 2. Bagaiamana hubungan umur , jenis kelamin dan pekerjaaan ? 3. Apa saja gangguan keperibadian yang mendorong seseorang untuk bunuh diri ? Depresi, dalam hal ini depresi terjadi sekunder akibat perkembangan gangguan kejiwaan pasien sejak 2 tahun yang lalu. Pasien merasa sendiri(mungkin juga merasa tidak ada lagi yang mempedulikannya), terkucil, putus asa, sehingga pasien mungkin merasa tidak mampu lagi menghadapi hidup, dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Halusinasi auditorik (command hallucinations)

4. Gangguan kepribadian apa saja yang menyebabkan Ny. AB selalu sedih dan menangis tanpa sebab , jelaskan ! Menangis merupakan manifestasi dari keadaan depresi yang ia alami. Ia merasa hopeless dan tidak dapat menyelesaikan masalahnya (yang hanya dibenaknya sendiri). 5. Gangguan kepribadian apa saja yangmenyebabkan Ny. AB mengalami kegembiraan berlebihan, banyak bicara dan beraktivitas , sering keluyuran serta kurang tidur ? jelaskan !

6. Gangguan kepribadian apa saja yang menyebabkan Ny. AB mendengarsuara seperti ada yang ngobrol dan kadang menyalahkan dirinya ?Jelaskan! Halusinasi pendengaran adalah kondisi dimana pasien mendengar suara, terutamanya suarasuara orang yang sedang membicarakan apa yang sedang dipikirkannya dan memerintahkan untuk melakukan sesuatu 7. Gangguan kepribadian apa saja yang menyebabkan Ny. AB memiliki keyakinan kuat bahwa dirinya banyak kesalahan dan dosa ? jelaskan ! 8.Gangguan kepribadian apa saja yang menyebabkan Ny. AB mulai mengisolasi diri ? jelaskan ! Pada gangguan depresif akan menyebabkan mekanisme pertahana dari seseorang sehingga menarik diri dari lingkungan sosial . isolasi dari lingkungan sosial berpotensi menyebabkan terjadinya waham dan halusinasi.

9. Bagaimana interpretasi pemeriksaan autoanamnesis ?

Pasiennya sangat pendiam, kadang-kadang menangis, sulit untuk menjawab pertanyaan, terbata-bata dan tidak jelas, dan terkadang menolak untuk menjawab. Beberapa hal/faktor yang menyebabkan pasien seperti ini :

Rasa takut pasien, yang terutama disebabkan oleh halusinasi suara. Penurunan kognitif Gangguan pada sistem dopaminergik jalur mesocortical

Kombinasi factor-faktor ini, atau mungkin ada factor lain, menyebabkan pasien menjadi seperti ini ketika diautoanamnesis. Faktor pewawancara juga sangat berpengaruh; raut ekspresi (galak/menyeramkan), intonasi suara (cepat & keras/membentak), jenis dan cara penyampaian pertanyaan (menghakimi) akan meningkatkan rasa takut pasien.

10. Bagaimana hubungan riwayat gangguan efektif dalam keluarga dan premorbid terhadap gangguan kepribadian emosional tidak stabil ? Didapatkan fakta bahwa gangguan alam perasaan (mood) tipe bipolar (adanya episode manik dan depresi) memiliki kecenderungan menurun kepada generasinya, berdasar etiologi biologik. 50% pasien bipolar mimiliki satu orangtua dengan gangguan alam perasaan/gangguan afektif, yang tersering unipolar (depresi saja). Jika seorang orang tua mengidap gangguan bipolar maka 27% anaknya memiliki resiko mengidap gangguan alam perasaan. Bila kedua orangtua mengidap gangguan bipolar maka 75% anaknya memiliki resiko mengidap gangguan alam perasaan.

11.Bagaimana interpretasi GAF scale ? GAF scale ( Global Assesment of Function) atau skala pengkajian fungsi secara umum merupakan skala yang digunakan untuk menegakkan diangnosis di aksis V yang digunakan untuk: Menilai tingkat kemampuan pasien yang berfungsi secara menyeluruh selama waktu tertentu Memutuskan rencana terapi Mengukur efek rencana terapi tersebut (prognosis)
Skala: 100-91 : gejala tidak ada, berfungsi maksimal, tidak ada masalah yang tertanggulangi 90-81 : gejala minimal, berfungsi baik, cukup puas, tidak lebih dari masalah harian yang biasa 80-71 : gejala sementara & dapat diatasi, disabilitas ringan dalam social, pekerjaan, sekolah, dll 70-61 : beberapa gejala ringan & menetap, disabilitas ringan dalam fungsi, secara umum masih baik 60-51 : gejala sedang ( moderate ), disabilitas sedang. 50-41 : gejala berat (serious ), disabilitas berat 40-31 : beberapa disabilitas dalam hubungan dengan realita & komunikasi, disabilitas berat dalam beberapa fungsi (saat pemeriksaan) 30-21 : disabilitas berat dalam komunikasi & daya nilai, tidak mampu berfungsi hamper semua bidang 20-11 : bahaya mencederai diri/orang lain, disabilitas sangat berat dalam komunikasi & mengurus diri 10-01 : seperti diatas --> persisten & lebih serius ( pada saat ingin bunuh diri) 0 : informasi tidak adekuat

12.Apa saja diagnosis bandingnya ? 13.Apa diagnosisnya dan bagaimana cara mendiagnosisnya? 14.Apa etiologi dan faktor resiko penyakit pada kasus ini ? 15.Bagaimana epidemiologi penyakit pada kasus ini ? 16.Bagaimana patogenesis penyakit pada kasus ini ? 17.Apa saja manifestasi yang timbul karena penyakit pada kasus ini ? 18.Bagaimana penatalaksanaan penyakit pada kasus ini ? 19.Bagaimana prognosis penyakit pada kasus ini ? 20.Apa saja komplikasi yang dapat terjadi karena penyakit pada kasus ini ? 21. Berapa kompetensi dokter umum untuk menangani penyakit pada kasus ini ?

Hypotesis Ny. AB , 30 tahun , ibu rumah tangga mencoba bunuh diri karena mengalami gangguan bipolar 1 episode depresi dengan psikotik.

Kerangka Konsep
Faktor psikososial Faktor genetik Faktor biologi Gangguan efektif

Kegembiraan berlebihan Susah tidur Banyak bicara dan aktivitas Sering keluyuran

Episode manik

Gangguan bipolar 1

Isolasi diri Kurang interaksi Waham rasa bersalah Ingin bunuh diri

Episode depresi + psikotik

Diagnosis Banding Skizofrenia Gangguan bipolar 1

Diagnosis multiaksial 1) Aksis I =F31.5 Gangguan afektif bipolar,episode kini depresi berat dengan gejala psikotik 2) Aksis II =F60.3 Gangguan Kepribadian emosional tak stabil 3) Aksis III = Tidak ada (None) 4) Aksis IV = masalah dengan primary support group (keluarga) 5) Aksis V = GAF : 40-31 ( saat pemeriksaan ) GAF : 10-10 ( saat upaya bunuh diri )

GANGGUAN BIPOLAR Definisi Merupakan gangguan jiwa yang bersifat episodik dan ditandai oelg gejala gejala manik , hipomanik , depresi , dan campuran. Epidemiologi Prevelensi GB 1 selama kehidupan mencapai 2,4%, total prevelensi spektrum bipolar selama kehidupan yaitu antara : 2,6%-7,8%.

Faktor resiko Ras Kencendrunagan tersering dari gangguan ini pada populasi afrika amerika. Jenis kelamin Insiden wanita dan pria sama. Usia Awitan usia gangguan bipolar 1 berkisar dari masa kanak kanak ( 5-6 tahun ) sampai 50 tahun atau bahkan lebih tua . dengan usia rentan 30 tahun. status pernikahan sering terjadi pada orang yang berstatus lajang dan orang yang bercerai dari pada yang menikah. Genetik Lingkungan Faktor sosial ekonomi dan kebudayaan

ALGORITM A TERAPI GB I, EPISODE DEPRESI

Prognosis Dubia at bonam Komplikasi Bunuh diri Pembunuh adikasi Kdu 2