Anda di halaman 1dari 37

Amonia adalah bahan kimia yang paling banyak dihasilkan, karena memiliki banyak kegunaan.

Amonia diperoleh dengan cara menyulingkan tumbuhan dan hewan yang mengandung nitrogen. Ammonia juga dapat diperoleh dengan mereaksikan magnesium nitrit (Mg3N2) dengan air Mg3N2(S) + 6H2O(l) 3Mg(OH)2(s)+2NH3 senyawa amonia tersusun atas nitrogen dan hydrogen. Hidrogen murni yang digunakan diperoleh dengan elektrolisis air, sedangkan nitrogen diperoleh dengan distilasi udara cair, tetapi cara ini dinilai kurang efektif dan membutuhkan banyak biaya sehingga dilakukan percobaan untuk memperoleh proses lain yang lebih ekonomis

Proses sintesis amonia dapat dilakukan dengan proses yang lebih ekonomis yang dilakukan pada tekanan tinggi dengan penggunaan katalis yang sesuai. Adapun sintesis amonia yang dikenal dengan proses Haber-Bosch, dengan persamaan reaksinya adalah: N2 (g) + 3H2(g) 2NH3(g) Amonia adalah senyawa kimia dengan rumus NH3. Biasanya senyawa ini di dapati berupa gas dengan bau tajam yang khas (disebut bau amonia).

Amonia yang digunakan secara komersial dinamakan amonia anhidrat. Istilah ini menunjukkan tidak adanya air pada bahan tersebut. Amonia mendidih di suhu -33 C, kalor penguapannya amat tinggi, umumnya bersifat basa, dapat juga bertindak sebagai asam yang amat lemah. Pada suhu dan tekanan biasa, amonia adalah gas yang tidak mempunyai warna (lutsinar), dan lebih ringan dari udara (0,589 kerapatan udara), titik leburnya 750C dan titik didihnya 33,70C. 10 % larutan amonia dalam air mempunyai pH 12, kalor penguapannya 23,6 kj/mol (DHfup).

Amonia cair mempunyai sifat kelarutan yang tinggi, dia bisa melarutkan logam alkali dengan mudah untuk membentuk larutan yang berwarna dan bisa menghantarkan listrik yang baik. Amonia bisa larut dalam air, reaksinya dengan air menghasilkan sedikit amonium hidroksida(NH4OH). Amonia tidak mempengaruhi pembakaran dan tidak akan terbakar kecuali dicampur dengan oksigen. Nyala api amonia yang terbakar berwarna hijau kekuningan muda.Amonia akan meletup jika dicampur dengan udara.

Ammonia memiliki berat molekul 17,03. Titik beku() 77,07. Titik didih () -33,35. Densitas (g/mL) 0,817 (80). Viskositas (cP) 0,255 (-30). Panas pembentukan (kJ/mol) 46,2 (18). Bahan baku utama yang digunakan pada pembuatan ammonia yaitu gas alam, udara, dan air. Gas alam dapat diperoleh dari pertamina yang mengandung air, sulfur, hidrokarbon berat, gas karbon dioksida (CO2), dan gas-gas yang lain. Yang merupakan sumber karbon dalam proses pembuatan urea, sumber hidrogen dalam pembuatan amonia, dan sebagai bahan bakar. Baunya mudah dikenali, tidak berwarna, gas yang mudah sekali terbakar, warna nyala api biru.

Gas bumi yang diperoleh dari Pertamina dengan komposisi utama Methane (CH4) sekitar 70 % dan Carbon Dioksida (CO2) sekitar 10 %. Udara di pabrik ammonia sebagai sumber N2 dari gas sintesa yang dibutuhkan untuk di secondary reformer. Udara memiliki sifat sifat kimia antara lain terdiri dari 79% mol N2 dan 21% O2, tidak mudah terbakar tetapi dapat membantu proses pembakaran. Memiliki karakteristik berat molekul 28,951 gr/mol. Densitas pada (0) 33,279 kg/m. Temperatur kritis 132,45 K. Tekanan kritis 3,79 . Densitas kritis 350 kg/m3. Entalphi (pada 1200) 1278 kJ/kg. Panas jenis (pada 1000)0,28 kal/gr.

Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik. Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara

fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen (H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidroksida (OH-). Memilika spesifikasi massa molar 18.0153 g/mol. Densitas dan fase 0.998 g/cm3 (cairan pada 20), 0.92 g/cm3 (padatan). Titik lebur 0 (273.15 K) (32 F).Titik didik 100(273.15 K) (212). Kalor jenis 4184 J(kg K) (cairan pada 20).

Manfaat dari Senyawa ammonia

Pada perang dunia I amonia digunakan oleh tentara Jerman sebagai bahan peledak Amonia digunakan sebagai pembersih, pemutih, dan penghilang bau. Amonia digunakan sebagai penyejuk udara. Pembuatan polimer dan bahan letupan. Sebagian besar ammonia digunakan sebagai bahan baku pupuk sedangkan sisanya digunakan untuk produksi asam nitrit. Sebagai indikator universal. Refrigerant. Bahan bakar roket. Desinfektan, serta sebagai zat tambahan pada rokok.

Proses Pembuatan Senyawa Ammonia

Proses pembuatan ammonia dihasilkan melalui beberapa tahap yaitu: Feed Treating Unit, Refoming unit, Purifikasi, Synthesis Loop, dan Pemurnian Produk. Pada feed treating unit ini bertujuan untuk menghilangkan kandungan-kandungan unsur yang tidak diinginkan pada gas alam seperti air(penghambat di chilling sistem), hidrokarbon berat(sebagai racun karena menutup katalis), sulfur dan gas (mengurangi aktivitas katalis) sehingga didapatkan gas murni yang siap digunakan pada proses selanjutnya. Proses pemisahannya yaitu pemisahan partikel padat/filtrasi, menyaring kotoran-kotoran padat/debu sehingga tingkat kotoran bisa dengan mudah diamati.

Pemisahan sulfur anorganik (desulfurikasi) merupakan prose penghilangan senyawa sulfur anorganik dengan menjaga temperatur tetap stabil, memasukkan katalis spong iron (Fe2O3.6H2O) dengan tekanan. Dehidrasi merupakan proses untuk menghilangkankandungan air di dalam gas. Pemisahan Heavy Hydrocarbon (HHC) menggunakan prinsip perbedaan sifat fisis yaitu dengan pendinginan sampai temperatur 18 0C, HHC merupakan senyawa hydrocarbon yang mempunyai berat molekul tinggi atau atom C nya lebih dari 1. Pemisahan bertujuan mencegah terjadinya metanasi pada dengan larutan benfield sebagai bahab penyerap (Potassium Carbonate).

Pemisahan Sulfur Organik dengan mengubah sulfur organik dalam bentuk senyawa Merkaptan (RSH) menjadi senyawa dengan bantuan diharapkan kandungan senyawa sulfur 0,1 ppm. Refoming Unit mengubah feed gas menjadi , terdiri dari unit-unit Saturator, Primary Reformer, Secondary Reformer. Saturator disini berfungsi untuk menjenuhkan gas proses dengan Process Water. Primary reformer berfungsi untuk menghasilkan dari secara ekonomis pada temperatur dan tekanan tinggi. Panas primary reformer dimanfaatkan untuk memanaskan coil-coil udara dan steam. Reaksi yang terjadi di Primary Reformer adalah sebagai berikut:

H2O CO + 3 H2 (endotermis) CO + H2O CO2 + H2 (eksotermis) Secara keseluruhan reaksi di primary reformer bersifat endotermis. Secondary reformer untuk menyempurnakan reaksi Reforming (pemecahan CH4 menjadi CO, CO2 dan H2), reaksi Secondary Reformer berlangsung pada temperatur yang lebih tinggi (900-1200)0C.

CH4 +

Di dalam secondary reformer terjadi campuran yang baik antara udara dan gas proses sehingga terjadi pembakaran secara cepat dan membagi panas pembakaran keseluruh permukaan katalis. Maksud penambahan udara adalah untuk memperoleh nitrogen bebas sebagai bahan baku pembuatan ammonia. Panas yang dihasilkan di alat ini dimanfaatkan untuk menghasilkan steam, yang merupakan pemasok steam terbesar untuk Ammonia Plant sekitar 85% kebutuhan steam. Secara keseluruhan reaksi bersifat eksotermis. Di secondary reformer dihasilkan gas sintesa untuk sintesa ammonia dengan perbandingan N2 : H2 adalah 1 : 3. Effisiensi maksimum pada operasi ini adalah diharapkan terjadi pembakaran partial sebanyak mungkin.

Purifikasi, gas sintesa yang dihasilkan di secondary reformer mengandung CO dan CO2 yang tidak baik oleh karena itu pada tahap purifikasi CO dan CO2 dihilangkan. Tahapan purifikasi tersebut adalah sebagai berikut: Konversi CO pada Temperatur Tinggi dan Rendah, bertujuan untuk menggkonversi CO menjadi CO2 di high temperature shift converter (akan terjadi konversi CO menjadi CO2, agar CO2 dapat diserap oleh larutan Benfield, selain itu untuk meringankan beban di Methanator agar katalis tidak mengalami overheating). Reaksi yang dilaksanakan pada temperatur tinggi pada HTSC dimaksudkan untuk memanfaatkan kecepatan reaksi yang tinggi.

Reaksi yang terjadi adalah : CO + H2O H2 + CO2 Low temperature Shift Converter Unit ini merubah CO menjadi CO2 yang belum terkonversi di HTSC dengan bantuan katalis Tembaga Alumina (Cu-ZnO). LTSC ini temperaturnya rendah sehingga dapat memanfaatkan kondisi kesetimbangan dimana dapat dicapai konversi yang lebih tinggi. Reaksi yang terjadi adalah : CO + H2O CO2 + H2 Reaksi ini bersifat eksotermis dan lambat sehingga pada suhu rendah (180-260) 0C, konversinya bisa tinggi. Maksimum CO yang keluar dari LTSC dalam gas campuran < 0,5%.

pemisahan CO2 di Feed Treating. Perbedaan yang ada terletak pada adanya Flash Tank yang dihubungkan dengan Stripper, sehingga pada unit ini tekanan di Stripper bisa lebih rendah, akibatnya pemisahan CO2 di Stripper lebih sempurna. Methanasi gas CO dan CO2 yang masih tertinggal pada proses sebelumnya dalam jumlah kecil < 10 ppm. Untuk itu CO dan CO2 diubah menjadi CH4 dengan menggunakan methanator. Melalui reaksi methanasi dengan menggunakan katalis Nikel (Ni). Synthesis Loop terdiri dari Compression yang bertujuan untuk menaikkan tekanan gas sintesa dari 27 kg/cm2

menjadi 134 kg/cm2 dan temperatur 35 oC menjadi 70,6 oC dengan menggunakan 2 tingkat kompressor. Synthesis reaction, terdapat katalis yang diletakkan di letakkan di dalam internal basket yang didesain terdiri dari empat katalis bed yang terpisah di dalam reaktor. Bed paling atas adalah paling kecil volumenya dan ketiga bed makin ke bawah volumenya makin besar. Tujuannya untuk membatasi panas reaksi yang eksotermis pada bed yang atas (dimana reaksi paling cepat) sehingga converter dapat dijaga pada temperatur yang diinginkan. Pemurnian Produk Hal ini dilakukan dengan jalan mendinginkan aliran recycle gas sintesis melalui beberapa pendingin atau chiller-chiller untuk mengembunkan produksi amonia yang dihasilkan.

Pemurnian produk amonia dilakukan memanfaatkan sistem refrigrerasi mempunyai dua macam kegunaan, yaitu: a. Menguapkan cairan amonia secara terusmenerus pada batas tekanan rendah untuk melepaskan gas-gas yang terlarut dan kemudian dikirim ke sistem bahan bakar gas. b. Proses pendinginan akan mengambil panas dari gas sintesa dalam loop gas sintesa untuk mendinginkan sebagian gas recycle guna mendapatkan pemisahan dan pengambilan hasil amonia yang memuaskan dari loop sintesis.

ALAT DAN FUNGSI ALAT YANG DIGUNAKAN

Nama

filter separator

Fungsi

. untuk membersihkan feed gas dari cairan dan debu (solid particles) yang terdapat di dalamnya.

Gambar

Nama
Fungsi

Chiller
untuk menghilangkan kandungan hidrokarbon berat yang terdapat dalam natural gas.

Gambar

NAMA ALAT FUNGSI

Heat exchanger

Sebagai tempat pertukaran panas pada feed

Gambar

Nama Alat

Heat Drum

Fungsi

Penampung panas

Gambar

Nama Alat Fungsi

REBOILER
Reboilersadalahexchangers panas yangbiasanyadigunakanuntukmemberikan panaskebagianbawahsebuahindustripenyul ingankolom.

Gambar

Nama
Fungsi

Desulfurizer
Untuk menghilangkan kandungan sulfur anorganik yang terdapat dalam natural gas.

Gambar

Nama
Fungsi

Fuel separator
untuk memisahkan hidrokarbon berat yang terdapat dalam natural gas.

Gambar

Nama
Fungsi

Regenerator
melepaskan CO2 yang terikat dalam benfield sehingga larutan benfield dapat digunakan kembali

Gambar

NAMA ALAT FUNGSI GAMBAR

Knock Out Drum Untukmemisahkan liquid dan gas

NAMA ALAT FUNGSI

Turbin Steam fungsinyamerubahenergipanasme njadienergigerak

GAMBAR

NAMA ALAT Vessel FUNGSI Di dalam Ammonia Refrigeration Separator Vessel terjadi pemisahan ammonia dengan gas-gas lain yang belum terkonversi menjadi ammonia

GAMBAR

NAMA ALAT FUNGSI

Saturator tower Saturator berfungsi untuk menjenuhkan gas proses dengan Process Water, saturator tower tempat mengalirnya Feed gas

GAMBAR

NAMA ALAT FUNGSI

Primary Reformer befungsi untuk menghasilkan H2 dari CH4 secara ekonomis pada temperatur dan tekanan tinggi.

GAMBAR

NAMA ALAT FUNGSI GAMBAR

Tank Condensat
Tempat penampungan condensat

NAMA ALAT FUNGSI GAMBAR

Feed Heater
Pemanas umpan

NAMA ALAT
FUNGSI

Tube side exchanger


Memanaskan Gas umpan yang bebas dari hydrocarbon berat lebih lanjut didalam tube side exchanger

GAMBAR

Block Diagram Ammonia Plant

FLOWSHEET PEMBUATAN AMMONIA: