n t a s i
Pre s e
ka s u s eh :
u n o l
u s
Dis ompok
Kel o n a t
r b
B i ca
g g o ta
An p o k
ke l o m
a s a r i
i p u s p
H a n
s a t r i a
H e r u
s r i a n a
Lel l y a
o p a n i
R o p i s
n o v i ta
d w i
Riski
Asuhan Keperawatan Pada Tn. I Dengan CKD Stage V on HD ec DM
Di Instansi Hemodialisis RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
Pengkajian
Identititas Pasien :
a) Nama : Tn. I
b) Tempat tanggal lahir : Bali, 09/05/1964
c) Umur : 61 tahun
d) Jenis kelamin : Laki-Laki
e) Agama : Hindu Penanggung jawab :
f) Alamat : Blitang, Ds Sumber Jaya
g) Diagnose medis : CKD stage V on HD ec DM Type II a) Nama : Ny. S
h) No RM :0001796627
b) Umur : 50 Tahun
c) Hubungan : Istri
Riwayat kesehatan
1. Keluhan utama
Pasien mengatakan sesak napas , tidak nyaman ketika berbaring, Mual , Nafsu makan menurun,
dan badan terasa lemah, bengkak pada kaki kanan dan kiri +-3cm
2. Riwayat penyakit saat ini
Pasien datang ke unit hemodialisis RSUP. MOH HOESIN pada tanggal 09 september 2025 di
antarkan oleh istrinya dengan keluhan Sesak napas dan badan masih terasa lemah. Pasien
melakukan HD 2 kali seminggu dan Tn. I melakukan hemodialisis sejak 3 bulan yang lalu (Juni
2025)
3. Riwayat penyakit sebelumnya
Pasien mengatakan bahwa sudah menderita kencing
manis ±20 tahun, dan hipertensi 3 bulan yang lalu.
Pasien mengatakan R/ Operasi Hernia tgl 31 juli
2025.
4. Riwayat kesehatan keluarga
Keluarga pasien mengatakan bahwa dikeluarganya
ada yang memiliki riwayat penyakit DM (Kakaknya),
dan ibunya memiliki riwayat gagal ginjal.
Kesehatan fungsional
1. Pola manajemen kesehatan dan persepsi kesehatan
Keluarga mengatakan pasien memiliki riwayat suka makanan &
minuman sembarangan dan juga memiliki riwayat sakit DM tidak
terkontrol dan jarang minum obat selama kurang lebih 20thn sehingga
kini pasien mengalami gagal ginjal dan saat ini pasien mengatakan akan
berjanji akan menjalani pola hidup sehat dan teratur dalam meminum
obat yang telah diberikan oleh dokter.
2. Pola metabolic dan nutrisi
Keluarga pasien mengatakan pasien mengalami penurunan Berat badan
dan nafsu makan dan hanya menghabiskan setengah porsi makan dari
makanan yang diberikan. Pasien tidak memiliki riwayat alergi terhadap
makanan tertentu.
Pengkajian:
1. Keadaan umum
a) Keadaan umum : Pasien tampak sesak 2. Pemeriksaan fisik head to toe
b) Kesadaran : Composmetis a) Kulit
Turgor kulit kering, tampak sembab pada wajah, CRT > 3
c) GCS : 15 (E4 V5 M6) detik, akral dingin dan Kulit tampak pucat.
d) Tanda-tanda vital : TD: 155/93 mmHg, Nadi: b) Kepala
89x/menit, RR: 25x/menit, suhu: 36,5C, SpO2: 95%
Bentuk kepala simetris, tidak terdapat benjolan maupun
nasal kanul 3lpm
kelainan pada kepala
e. Retraksi dinding dada (+) c) Mata
e) TB : 165 cm Bentuk simetris, konjungtiva anemis, fungsi pengelihatan
sedikit terganggu, tidak menggunakan alat bantu pengelihatan.
f) BB Pre HD : 56 Kg
d) Telinga
G) BB Post HD : 53 Kg
Bentuk simetris, tidak ada nyeri dan serumen,pasien tidak
menggunakan alat bantu pendengaran.
e) Hidung
i) Abdomen
Bentuk hidung simetris, secret (-)
- Inspeksi : Tidak tampak acites
- Palpasi : Tidak teraba massa dan nyeri tekan
f) Mulut dan tenggorokan
- Perkusi : Timpani
- Auskultasi : Bissing usus (+)
Mukosa bibir kering, tidak terdapat
pembengkakan kelenjar tiroid
j) Ekstremitas
a. Atas
g) Leher
Tangan Kanan : Dapat bergerak normal
Tidak terdapat pembengkakan kelenjar getah
Tangan Kiri : Dapat bergerak normal
bening dan pembesaran vena jugularis
b. Bawah
Kaki Kanan : lemah, oadem +3cm
h) Dada dan thorax
Kaki Kiri : lemah, oedem +-3cm
- Inspeksi : Bentuk simetris, luka (-), retraksi
dinding dada (+), terpasang CDL di dada sebelah
k) Genetalia
kanan
Pasien mengatakan post op hernia 31 juli 2025
- Palpasi : Tidak teraba massa maupun nyeri
Tidak ada gangguan setelah operasi
tekan, gerakan dinding dada simetris
- Perkusi : Suara sonor
l) Anus dan rectum
- Auskultasi : Tidak terdengar suara nafas
Pasien tidak memiliki masalah pada anus dan
tambahan
rectum
Data penunjang
No Pemeriksaan Hasil Nilai Normal
1 Hemoglobin (Hb) 9,6 g/dl 12.0 -14.4 g/dl
2 Leukosit(WBC) 6,25 / ul 4,73 -10.89 02 / ul
3 Trombosit ( PLT) 161/ ul 217 – 497 / ul
4 Hematokrit 27 % 36 – 42 %
5 Ureum 145 mg/dl 16.6 – 48.5 mg/dl
6 Creatinin 6.97 mg/dl 0.57 – 0.87 mg/dl
7 Netrofil 63 % 50-70
8 Eritrosit 213 mm 4.40-6.30
9 HBsAG Negatif -
10 HIV Negatif -
11 HCV Negatif -
Analisa data
NO Analisa Data Etiologi Masalah
1 DS: CKD
-Pasien mengatakan sesak napas , tidak Pola Napas Tidak Efektif
bisa tidur terlentang merasa nyaman
jika duduk. Sekresi Eritropoetin menurun
Jumlah eritrosit menurun
DO: Sel darah merah menurun
-K/U Lemah
- Kesadaran : CM
- Pasien tampak sesak Produksi HB menurun
- Retraksi dinding dada (+) Anemia
- TTV: TD:155/93 mmHg Suplai O2 dan nutrisi ke jaringan
HR: 89x/menit menurun
RR: 25x/menit
Suhu: 36,5C
SpO2: 95% dengan nasal kanul 3 LPM Hiperventilasi
Sesak
Pola Napas Tidak Efektif
NO Analisa Data Etiologi Masalah
2 DS: Gangguan fungsi dan struktur Hipervolemia
-Pasien mengatakan bengkak pada kaki ginjal
kanan dan kiri +-3cm
DO: Ketidakmampuan ginjal
-K/U Lemah mengeksresikan urine
- Pitting oedem +-3cm
- Turgor kulit kering
- BB pre HD 56,15kg Retensi cairan, Na, dan elektrolit
- BB post HD 53kg
Cairan tubih meningkat, edema
hipervolemia
NO Analisa Data Etiologi Masalah Keperawatan
3 DS : Gagal ginjal kronis Nausea
pasien mengatakan sering merasa mual
dan nafsu makan berkurang
Penurunan GFR dan kerusakan nefron
DO:
- Porsi makan hanya dihabiskan ¼ Sekresi protein terganggu
porsi
- Skala indicator kemampuan makan:
2 Peningkatan BUN dan kreatinin, ureum
dan ammonia dalam plasma darah
Merangsang nervus vagus
Rangsangan di hipotalamus
Mual
Diagnosa keperawatan
1. Pola nafas tidak efektif b.d Hiperventilasi
2. Hipervolemia b.d gangguan mekanisme regulasi
3. Nausea b.d gangguan biokimiawi
Intervensi keperawatan
NO Diagnosa Keperawatan Tujuan & Kriteria Hasil Intervensi
1 Pola nafas tidak efektif b.d Setelah dilakukan Tindakan HD selama 1 x 5 Jam , Manajemen Jalan Napas
Hiperventilasi diharapkan masalah pola napas teratasi, dengan 1. Monitor pola napas
kriteria hasil : (frekuensi, kedalaman, usaha napas)
Frekuensi napas dalam rentang normal 2. Monitor bunyi napas tambahan (mis:
Frekuensi napas: 12–20x/menit wheezing, kusmaul, ronchi)
Tidak ada tanda-tanda sesak napas 3. Pantau saturasi oksigen
Pola napas kembali normal dan teratur 4. Posisi kan semi fowler atau fowler
Tidak ada penggunaan otot bantu napas 5. Berikan oksigen
Ritme napas teratur dan tidak cepat dangkal 6. Laksanakan program HD sesuai
Tidak ada napas cepat atau dalam kebutuhan (sesuai resep dokter)
(hiperventilasi menurun) 7. Kolaborasi dengan dokter dalam
Pemberian terapi, oksigen, dan Peresepan
HD
8. Kontrol Lingkungan
-Ciptakan suasana tenang dan nyaman
-Batasi aktivitas berat yang mempercepat
napas
2 Hipervolemi b.d gangguan Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama Manajemen Hipervolemia
mekanisme regulasi 1x5 jam diharapkan masalah hipervolemia (1.03114)
teratasi dengan kriteria hasil : Observasi
• Edema menurun 1. Periksa tanda gejala
• Tekanan darah membaik hipervolemi (dyspnea, edema,
• Membrane mukosa membaik suara nafas tambahan)
• Turgor kulit membaik 2. Identivikasi penyebab
• Berat badan menurun hipervolemia
3. Monitor status hemodinamik
(tekanan darah, MAP)
4. Monitor intake dan output
cairan Terapeutik :
5. Timbang berat badan setiap
hari saat waktu yang sama
6. Batasi asupan cairan dan
garam
Edukasi :
Ajarkan cara membatasi cairan
3. Nausea b.d gangguan Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama Manajemen mual
biokimiawi 1x5jam diharapkan masalah teratasi dengan kriteria Observasi
hasil : 1. Identifikasi penyebab mual
2. Monitor mual Terapeutik :
1. Nafsu makan meningkat 3. Kurangi penyebab mual
2. Skala indicator kemampuan makan meningkat 4. Anjurkan pasien untuk makan
(Sesuai SLKI) hangat
3. Keluhan mual menurun 5. Anjurkan makan sedikit tapi sering
4. Perasaan mual menurun
Edukasi :
6. Anjurkan istirahat yang cukup
Skor Deskripsi
1 Tidak mampu makan sama sekali
2 Hanya mampu makan sangat sedikit
3 Mampu makan setengah porsi
4 Makan makan hamper seluruh porsi
5 Mampu makan seperti biasa / normal
Implementasi & evaluasi
No Diagnosa Keperawatan Tgl/Jam Implementasi Keperawatan Respon Hasil Evaluasi Keperawatan
1 Pola nafas tidak efektif 09/09/2025 1. Memonitor pola napas 1. RR: 24x/m S: Pasien mengatakan
b.d Hiperventilasi 13.20 (frekuensi, kedalaman, usaha 2. Pasien tidak ada sesak berkurang
napas) bunyi napas tambahan
2. Memonitor bunyi napas 3. Sp02: 97% O:
tambahan (mis: wheezing, 4. Pemberian oksigen - K/U Sedang
kusmaul, ronchi) nasal kanul 3 lpm - Kesadaran: CM
3. Memantau saturasi oksigen 5.Pasien merasa - Sesak tampak berkurang
4.Memposisikan semi fowler Nyaman dengan -TTV: TD: 140/90 mmHg
atau fowler posisi nya HR: 94x/menit
5. Memberikan oksigen 6. HD berjalan RR: 22x/menit
6.melaksanakan program HD Sesuai program Suhu: 36.2 C
sesuai kebutuhan. 7. Peresepan HD SpO2: 97% room air
7. berkolaborasi dengan dokter TD: 5 Jam
dalam Pemberian terapi, UFG:3 L A: Masalah pola napas
oksigen, dan Peresepan HD QD: 500 teratasi
8. Mengkontrol Lingkungan QB: 200
-Ciptakan suasana tenang dan Heparin:Reguler Akses P: Intervensi dihentikan
nyaman Vaskuler : CDL
-Batasi aktivitas berat yang
mempercepat napas
2 Hipervolemia b.d 09/09/2025 - Monitor intake dan 1. Balance cairan = S : Pasien mengatakan
gangguan mekanisme 13.20 output cairan Intake Menjelaskan untuk bengkak pada kaki berkurang
regulasi cairan – output cairan menampung urine O:
setiap hari untuk - Edema berkurang +-1cm
- Berikan asupan cairan menentukan berapa - Tekanan darah membaik
sesuai kebutuhan jumlah cairan yang - Turgor kulit belum
akan diminum membaik
- Memonitor BB sebelum - BB saat HD 56kg Setelah
dan sesudah dialysis 2. menjelaskan pada HD 53 kg
klien membatasi - TD : 140/90 mmHg
- Mengedukasi untuk cairan dengan minum A : Masalah hipervolemi
pembatasan asupan teratasi
cairan
P :Intervensi dihentikan
Discharge planning :
anjurkan untuk membatasi
asupan cairan
3 Nausea b.d gangguan 09/09/2025 1.Menganjurkan pasien di untuk menghindari 1. Nafsu makan S :
biokimiawi 13.20 makan makanan yang menyebabkan mual menurun, pasien Pasien mengatakan masih mual
mis : amis, asam, santan tidak mau makan O :
- Nafsu makan menurun,
2. Pasien tampak mual pasien tidak mau makan
2. Menganjurkan pasien untuk makan - Pasien tampak mual - Pasien
makanan yang hangat 3. Pasien tampak pucat tampak mual
- Pasien tampak pucat
3. Menganjurkan pasien untuk makan sedikit
tapi sering A : Masalah Nausea belum
teratasi dengan skala
kemampuan makan (SLKI) tetap
2
P : Intervensi dilanjutkan dan
dievaluasi di HD selanjutnya
Discharge planning
- Anjurkan makan sedikit tapi
sering
- Anjurkan untuk makan
makanan yang hangat
- Anjurkan pasien di untuk
menghindari makan
makanan yang
menyebabkan mual mis :
amis, asam, santan
Dokumentasi
e ri m a
T
k a s i h t
a n fa a
B er m
o ga
Sem