Anda di halaman 1dari 64

CARA KERJA DAN PERAWATAN MESIN RECLAIMER CLAY DOCING UNIT DPL 08 DI PT.

SEMEN BATURAJA ( persero ) OKU SUMATERA SELATAN


( Laporan Kerja Praktek )

Oleh

MAMAN SULAIMAN

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2009 LEMBAR PENGESAHAN

Nama No. Pokok Mahasiswa Jurusan Fakultas Judul

: MAMAN SULAIMAN : 0705101056 : Teknik Mesin : Teknik : CARA KERJA UNIT DPL 08 ( DAN DI PERAWATAN PT. ) SEMEN OKU MESIN RECLAIMER CLAY DOCING BATURAJA Persero

SUMATRA SELATAN Tempat Pelaksanaan : PT. SEMEN BATURAJA ( Persero ) OKU SUMATRA SELATAN Waktu Pelaksanaan : 1 juli 31 juli 2009

Bandar Lampung, agustus 2009 Mengetahui, Ka. Biro SDM dan Afiliasi PT. Semen baturaja ( Persero ) Menyetujui, Pembimbing Kerja Praktek

Amrullah, S.H, MM.

Karta kurniadi, S.T

LEMBAR PENGESAHAN

Nama No. Pokok Mahasiswa Jurusan Fakultas Judul

: MAMAN SULAIMAN : 0705101056 : Teknik Mesin : Teknik : CARA KERJA DAN PERAWATAN MESIN RECLAIMER CLAY DOCING UNIT DPL 08 DI PT. SEMEN BATURAJA ( Persero ) OKU SUMATERA SELATAN

Tempat Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan

: PT. SEMEN BATURAJA ( Persero ) OKU SUMATRA SELATAN : 1 juli 31 juli 2009

Bandar Lampung, agustus 2009 MENYETUJUI Dosen Penguji M. Irsyad, S.T, M.T NIP. 131283177 MENGESAHKAN Ketua Progdi D III Teknik Mesin M. Irsyad, S.T, M.T NIP. 131283177 Dosen pembimbing Harnowo Supriadi, S.T, M.T NIP. 132240667

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karna atas rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan laporan kerja praktek yang telah saya laksanakan di PT. Semen Baturaja ( Persero ) OKU Sumatra Selatan. Pada kesempatan ini juga saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada : 1. Dr. Asnawi Lubis selaku ketua jurusan teknik mesin universitas lampung. 2. Bapak Harnowo Supriadi, S.T, M.T selaku Dosen pembimbing selama penyusunan laporan kerja praktek saya. 3. Bapak M. Irsyad, S.T, M.T selaku Dosen pembahas dalam seminar kerja praktek saya. 4. Ibu Ir. Arinal Hamni, M.T selaku koordinator kerja praktek teknik mesin. 5. Kedua Orang tuaku, adikku ( Titik dan Nining ) serta seluruh family yang tak pernah lupa untuk memberikan semangat dan juga semua nasehat serta doanya.
6. Ibunda Hj. Rizanah ( wo ita, dang ujang, ngah ani, kak dian, dan mas Nur )

Kak Wan terima kasih banyak sudah mendukung maman kuliah, serta tak pernah lupa untuk memberikan semangat, nasehat dan doanya.
7. Bapak Edi dan pak Gito yang sudah membantu dalam mengajukan surat

lamaran kerja praktek di PT. Semen Baturaja ( Persero ). 8. Keluarga Hendra Bakti ( Abang Su ) yang telah membantu saya selama di Baturaja.

9. Pak de Siswanto sekeluarga ( bu de, mba fit, mba ayi dan adek orin ) thanx

banget atas dukungan serta tak pernah lupa memberikan semangat nasehat dan juga doanya. 10. Bapak Sudibyo selaku kepala departemen oprasi PT. Semen Baturaja (Persero ) yang sudah menerima kami untuk melakukan kerja praktek.
11. Bapak Karta kurniadi, S.T selaku kepala Bagian Mesin I yang telah

membantu dalam bidang koordinator lapangan serta Diktat. 12. Bapak M. Supardi dan bapak Feri Andi selaku pembimbing lapangan selama kerja praktek di PT. Semen Baturaja ( Persero ).
13. Bapak Feri Andi atas ilmu yang diberikan mengenai Reclaimer Clay.

14. Saudara Fikri Mardiansyah terima kasih atas ilmu yang diberikan mengenai Reclaimer Clay.
15. Seluruh karyawan PT. Semen Baturaja ( Persero ).

16. Bapak Hi. Ateh yang telah membantu sarana dan prasarana Asrama selama di Baturaja.
17. Rekan- rekan seperjuangan kerja praktek yaitu : Agus N, Ari aro, Rahman,

dan mak Sukses. Terima kasih atas kerja samanya serta kebersamaannya dalam melewati masa suka dan duka KP di Baturaja.
18. Teman- temanku angkatan 07: Andri, sanjayak, PYT, Wak Kom, Rori,

rahman, ari aro, mak Sukses, Agus Nugroho,

Iwan,irul, Lay, yuti,

yudha,octora, ersad, adis, Komti. Dan semua temen-temen seperjuangan 07 yang tidak dapat penulis sebutkan semuanya atas segala doa kebersamaan dan bantuanya thanX bangeT Nech.

19. Sahabat alumni SMK Dharmapala 2007 Bandar Lampung Thanks banget atas motivasi serta dorongan dan doa yang di berikan.
20. Sahabatku Lieta, winda, mba Rini dan mba Ragil thank banget yach atas

motivasi dan doanya. 21. My heart idol Fitri Novitasari makasih yach atas segala motivasi dan doanya. 22. Serta semua orang yang tidak dapat disebutkan membantu terlaksananya laporan kerja praktek ini. yang telah banyak

Akhir kata penulis menyadari bahwa laporan kerja praktek ini jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangan akan tetapi sedikit harapan semoga laporan ini dapat berguna nantinya dan bermanfaat bagi kita semua, amiiiin.

Bandar Lampung, 25 Agustus 2009

Penulis

DAFTAR SIMBOL

g H P h k Q V I P t

: percepatan gravitasi bumi ( m/ s ) : Tinggi kenaikan (m ) : Tekanan ( n/m ) : Kerugian Gesekan ( % ) : Faktor penyusutan kerja : Kapasitas yang bekerja ( m/ s ) : Tegangan ( volt ) : Kuat Arus ( Ampere ) : Daya Motor ( kw ) : waktu ( Second)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................................................

HALAMAN PENGESAHAN..................................................................... ii KATA PENGHANTAR.............................................................................. iii DAFTAR ISI................................................................................................ iv DAFTAR SIMBOL..................................................................................... v DAFTAR GAMBAR................................................................................... vi BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................................................. B. Tujuan Kerja Praktek........................................................................ C. Batasan Masalah............................................................................... D. Sistematika Penulisan.......................................................................

1 2 2 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


A. Pengertian mesin reclaimer clay....................................................... 5 B. Klasifikasi Mesin Reclaimer clay..................................................... 6 1. Buckets towing........................................................................... 7 2. Reclaiming Bridge Translation.................................................. 13 3. Trolley Translation....................................................................

15

4. Winch......................................................................................... 17 5. Buckets Idle Axle...................................................................... 17 6. Motor......................................................................................... 17 7. Chain Lubrication....................................................................... 19

8. Grease Lubrication..................................................................... 19 9. Unloading Belt Conveyor.......................................................... 21 10.

Weight

Feeder........................................................................... 22
C. Perawatan ( Pemeliharaan ).............................................................. 23 1. Pengertian Perawatan ............................................................................

23

2. Tujuan Perawatan .................................................................................... 23 3. Bagian bagian perawatan ( pemeliharaan )........................................... 23 4. Pemeliharaan terencana ......................................................................... D. Bagian Bagian Utama mesin Reclaimer Clay.............................. E. Sistem Pelumasan...........................................................................

24 26 28

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


A. Pelaksanaan...................................................................................... 29 B. Pengumpulan Data........................................................................... 29 C. Alur Kerja praktek............................................................................ 30

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Sistem Kerja mesin reclaimer clay.................................................... 31 B. Data Hasil Pengamatan..................................................................... 32 C. Perawatan mesin reclaimer clay....................................................... 33 1. Perawatan Harian....................................................................... 33 2. Perawatan Mingguan................................................................. 34 3. Perawatan Bulanan................................................................... 35

D. Analisa dan Pembahasan.................................................................. 36 BAB V SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan............................................................................................ 37 B. Saran................................................................................................... 38

DAPTAR PUSTAKA LAMPIRAN

Bab I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dalam era industri semen di Indonesia yang modern, dunia industri dinegara kita berkembang amat pesat seiring dengan meluasnya jenis produk- produk diindustri saat ini juga dinegara kita terdapat beberapa industri yang memproduksi hasil semen yang berkwalitas diantaranya pabrik semen Baturaja, pabrik semen Padang, pabrik semen Gersik dan lain-lain. Kompleksitas pengolahan bahan mentah menjadi bahan baku, bahan baku menjadi bahan jadi telah diterapkan secara profesional oleh pabrik semen diindonesia.

PT. Semen Baturaja ( Persero ) sebagai pemasok utama semen didaerah sumatra bagian selatan dan mendukung tersedianya pasokan semen didalam negri. PT. Semen Baturaja ( Persero ) memproduksi jenis semen prtland type I yang memenuhi Standard Nasional Indonesia ( SNI ) dengan merupakan sistem mutu ISO 9001-2000. Dengan adanya sistem yang mampu mengatur semua proses akan tercipta suasana kerja dan motivasi yang baik dari sumber daya manusia. Secara khusus semen Baturaja memproduksi semen portland type 1 dan diperlukan peralatan yang mampu memindahkan / menyalurkan bahan utama semen yang berupa clay ( tanah liat ), oleh karna hal itulah diperlukan peralatan yang efektif dan

efesien sehingga digunakan mesin reclaimer clay sebagai alat pemindah / penyalur bagi kerja mesin tersebut khususnya reclaimer clay.

Pada saat mesin berofrasi sering dijumpai peristiwa yang dapat menggangu prestasi kerja mesin, antara lain dikarnakan adanya ketidakseimbangan pada mesin yang disebabkan oleh beberapa hal yang terjadi di lapangan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kerja mesin reclaimer clay adlah perawatan yang kurang baik, sehingga atas dasar hal tersebut maka penulis dalam laporan kerja praktek ini membahas mengenai cara kerja dan perawatan mesin reclaimer clay Docing Unit DPL 08.

B. Tujuan Kerja Praktek Adapun tujuan dari karja praktek yang di lakukan di PT. Semen Baturaja ( Persero ) Pabrik Baturaja OKU Sumatra Selatan antara lain adalah : 1. Mengetahui prinsip karja mesin reclaimer clay Docing Unit DPL 08 pada PT. Semen Baturaja ( Persero ). 2. Mengetahui cara kerja dan perawatan mesin reclaimer clay Docing

Unit DPL 08 pada PT. Semen Baturaja ( Persero ).

C.Batasan Masalah Tinjauan dari cara karja dan perawatan mesin reclaimer clay memiliki beberapa sudut pandang. Dalam hal ini penulis membatasi pembahasan mengenai cara kerja dan perawatan mesin reclaimer clay Docing Unit DPL 08.

D.Sistematika Penulisan Adapun sitematika penulisan dalam penyusunan laporan kerja praktek di PT.

Semen Baturaja ( Persero ) Pabrik Baturaj OKU Sumatra Selatan adalah sebagai berikut :

BAB I. PENDAHULUAN Memuat tentang latar belakang masalah yang diambil dengan jelas, tujuan kerja praktek, batasan masalah, dan sistem penulisan laporan kerja praktek.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA Memuat tentang tori yang berhubungan dan mendukung pembahasan tentang masalah yang akan diambil.

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN Memuat tempat dan waktu kerja praktek dan menerangkan bagaimana proses pengambilan data serta metode perhitungan yang digunakan.

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Memuat tentang data pengamatan yang diproleh, hasil peritungan dan pembahasan.

BAB V. SIMPULAN DAN SARAN Memuat tentang simpulan yang didapat dari hasil perhitungan dan pembahasan yang diproleh serta saran yang dapat diberikan untuk masa yang akan datang. DAFTAR PUSTAKA

Berisikan tentang literature yang mendukung penyusunan laporan.

LAMPIRAN Memuat beberapa hal seperti tenteng segala sesuatu yang berhubungan dengan materi yang di bahas, profil perusahaan dan organisasi PT. Semen Baturaja ( Persero ) sebagai pelengkap laporan ini.

I.

TINJAUAN PUSTAKA

A. PENGERTIAN MESIN RECLAIMER CLAY

Reclaimer Clay adalah alat transport material yang berfungsi untuk mengambil tumpukan material dari storage ke feeding vertikal mill dengan dibantu beberapa conveyor lain. Dimana dalam hal ini reclaimer dipergunakan untuk mengambil material tanah liat ( clay ) dari storage. Reclaimer ini beroperasi dengan program dan bisa distart dari CCR. Adapun sistem kerjanya dimana dengan sistem interlock pertama belt conveyor clay transport sampai ke feeding mill sudah beroperasi secara sentral. Weight feeder (Docing Unit) kemudian discharge belt setelah semua belt beroperasi kemudian boom reclaimer beroperasi dengan diikuti oleh pompa oli untuk lubrikasi chain selama beberapa detik. setelah chain dibasahi oleh oli maka boom buckets siap untuk mengangkat material yang ada didalam storage.

Boom buckets ini digantung pada trolley translation karna sistem penarikan material mengikuti gerakan dari trolley sedangkan untuk menarik material yang ada didalam storage trolley dan boom reclaimer mengikuti gerakan dari bridge reclaimer. Disini terdapat 2 buah storage yang dibatasi dengan dinding, apabila dalam storage satu material telah habis maka reclaimer dipindahkan ke storage kedua untuk menarik material didalamnya dengan prinsip kerja yang sama.

Material yang ditarik oleh buckets dijatuhkan ke discharge belt kemudian dijatuhkan ke weight feeder untuk diukur jumlah serta berat material yang lewat diatasnya, disini pranan dari weight feeder sangat penting karna alat inilah yang mengatur kecepatan putaran / gerakan dari buckets, trolley dan bridge reclaimer. Pada reclaimer ini juga terdapat pelumasan untuk bearing baik dengan menggunakan sistem secara pompa manual juga digunakan dengan pompa listrik.

B. KLASIFIKASI MESIN RECLAIMER CLAY

Dibawah ini dijelaskan tentang prinsip kerja dari alat utama pada reclaimer clay serta pemeliharaan, adapun alat alat utama pada reclaimer adalah :

Buckets Towing Reclaimer Bridge Traslation Trolley Translation Buckets idle Axle Winch Chain Lubrikasi Grease Lubrikasi Unloading Belt Conveyor Weight Feeder / Docing Unit

Adapun prinsip kerja dari setiap alat tersebut dijelaskan secara detail dan diharapkan setiap personil mengerti prinsip kerja serta pemeliharaan. a. Buckets Towing

Buckets Towing adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menarik material yang berada didalam storage dengan bantuan buckets dan digerakan oleh sebuah motor dan reduction gear yang dihubungkan V-belt dengan kecepatan tertentu.

Gambar 1. Buckets towing Buckets

Buckets adalah alat yang berfungsi menarik / menggaruk material yang ada di storage, dimana buckets di sambungkan dengan chain yang mempunyai roller untuk bergerak diatas frame boom reclaimer, data BUCKETS :

Data Jumlah Buckets Panjang Panjang Chain Jumlah Chain menyeluruh : 28 Buah : 16640 mm. : 30 cm : 224 buah

Gambar 2. Buckets Chain

Chain adalah alat yang berfungsi menarik buckets pada waktu beroperasi dan dilengkapi dengan roller yang berfungsi untuk gerakan dari buckets tersebut.

Gambar 3. Chain Lateral Guide

Lateral guide adalah sebuah plat yang dipasang dipinggir rangka boom yang berfungsi sebagai pengaman dan guide agar gerakan dari chain tidak keluar dari boom.

Ganbar 4. Lateral Guide

Buckets cleaning blade

Buckets cleaning blade adalah sebuah alat yang dipasang didekat drive yang berfungsi sebagai pembersih dimana pada saat buckets berofrasi dengan material clay dan biasanya banyak material yang menempel di buckets tersebut dibersihkan oleh alat ini.

Guide roller

Guide roller adalah sebuah alat yang dipasang pada buckets yang berfungsi untuk mempermudah gerakan buckets pada boom.

Gambar 5. Guide Roller

Motor

Motor adalah alat yang berfungsi memutar ruduction gear dengan bentuan V-belt untuk memutar buckets. Data Motor

TYPE POWER POLES NR RPM

: V.F : 55 Kw :4 : 1480

Gambar 6. Motor penggerak

Reduction Gear

Adalah alat yang diputar oleh motor yang berfungsi untuk mereduksi putaran motor ke towing wheel. Data reduction gear

TYPE REDUC, RATIO

: ET 3605 / FE / 80 / S46C1 RL : 1 / 78

Gambar 7. Reduction gear/ gear box Reduction Gear Pulley

Adalah alat yang dipasang pada shaft reduction gear untuk tempat duduknya V-belt yang berfungsi untuk memutar reduction gear. Data Reduction Gear

TYPE Dp NR. BELTS

: SPB : 355 mm :6

Motor Pulley

Adalah alat yang dipasang pada shaft motor yang berfungsi untuk memutar reduction gear pulley dengan bantuan V- belt. Data motor pulley

TYPE Dp NR. BELT V-Belt

: SPB : 200 mm :6

Adalah alat yang berfungsi sebagai transmisi antara reduction gear pulley dengan motor pulley. V- belt terbuat dari karet yang mempunyai bentuk trapesium dan digunakan untuk membawa tarikan yang besar. Bagian sabuk yang membelit pada pulley ini mengalami lengkungan sehingga lebar bagian dalamnya akan bertambah besar. Gaya gesekan juga akan bertambah karena berbentuk baji, yang akan menghasilkan trasmisi daya yang besar pada tegangan yang relatif rendah. Data V-belt

TYPE NR DEVELOP

: SPB :6 : 2240 mm

Towing wheel / sprocket

Adalah alat yang berfungsi untuk memutar buckets dimana chain yang mengikat buckets diputar oleh wheel dengan bantuan motor dan reduction gear.

b. Reclaimer Bridge Translantion Adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai penyangga reclaimer bridge agar pada saat trolley dan boom reclaimer berofrasi menarik material dari dalam storage dan sistem dari kerjanya diatur dengan menggunakan program. Adapun alat- alat yang dipergunakan dalam translation dari reclaimer adalah sebagai berikut :

Wheel / roda bridge translantion

Dipasang dibagian bawah dari bridge traslation reclaimer pada posisi diatas rel yang berada pada dinding storage yang berfungsi gerakan dari bridge reclaimer dengan bantuan motor dan reduction gear. Data dari Wheel

D SPEED RPM Jumlah

: 500 mm : 3. 62 0,88 m/ min : 2, 30 0,56 : 4 buah Reduction Gear / Gear Box

Adalah alat yang berfungsi memutar Wheel pada reclaimer bridge dengan bantuan motor. Data dari Reduction gear : TYPE REDUC. RATIO RPM INPUT RPM OUTPUT : E. Q. 4250/ FE/ 1250/00 PAM. 132 : 1/ 1273 : 2830 / 690 : 2,20 / 0, 53

Self Braking Motor

Adalah alat yang berfungsi menghentikan putaran motor secara otomatis setelah motor utama distop sesuai dengan timer.

Data dari braking wheel TYPE POWER POLES NR RPM : 132F.V ONLY ON SLOW : 4 / 1,1 Kw :2/8 : 2830 690

Guide Roller

Adalah alat yang dipasang didekat wheel translation bridge yang berfungsi untuk menjaga agar gerakan / putaran dari wheel tetap berada pada posisi diatas rel.

c.Trolley Translation

Adalah alat yang dapat bergerak dengan cara bergeser pada rel yang terdapat diatas bridge reclaimer dimana pada trolley ini terdapat sebuah winch yang berfungsi untuk menaikan dan menurunkan boom reclaimer. Pada trolley juga terdapat wheel yang dapat digerakan oleh sebuah reduction gear dan motor yang berfungsi sebagai trasversing dari trolley.

Adapun alat alat yang terdapat ditrolley translation adalah sebagai berikut :

Wheel

Dipasang pada posisi bawah dari trolley pada posisi diatas rel yang berada diatas bridge reclaimer yang berfungsi untuk gerakan dari trolley dengan bantuan motor dan reduction gear. Data dari wheel D SPEED RPM Jumlah : 350 mm : 1, 86 0,52 m/ min : 1,7 max. 0,48 min : 4 buah

Reduction Gear

Adalah alat yang memutar wheel pada trolley traslation dengan bantuan motor Data dari reduction gear TYPE REDUC. RATIO : E.Q. 4150/FE/800/00 PAM. 90 : 1 / 810, 4

Self Braking Motor

Adalah alat yang berfungsi menghentikan putaran motor secara otomatis setelah motor utama distop sesuai dengan timer. Data dari reduction gear

TYPE POWER R POLES NR

: 90 L AUTO FR. I V. VF : 1,5 Kw :4

d. Buckets Idle Axle Adalah sebuah alat yang berbentuk bundar dengan jumlah 2 buah yang berfungsi sebagai landasan dari roller chain buckets dalam berofrasi / berputar dan juga berfungsi sebagai pengencang dari chain buckets. Karna terdapat dua buah baut adjusting pada posisi didalam frame boom. e. Winch Adalah sebuah alat yang terletak pada trolley yang berfungsi untuk menaikan dan menurunkan boom reclaimer dengan bantuan reduction gear dan motor serta dilengkapi dengan wirerope pulley.

Data alat : DP Winch : 400 mm

SPEED RPM

: 6, 3 m/ min :5

Reduction Gear : EC 4250 / MN / 00 PAM 132

TYPE

REDUC. RATIO : 1/ 282, 9 RPM INPUT : 1430

Self braking motor : 132 M : 8, 8 Kw :4 : 1430

TYPE POWER POLES NR RPM

Pulley

Adalah alat yang berfungsi sebagai akses pergerakan naik turun dari

boom

reclaimer dengan menggunakan sling (wirerope) ukuran 10 mm. disini terdapat dua buah pulley terdapat pada trolley dan support boom reclaimer.

f. Chain Lubrication Lubrication untuk chain buckets pada boom reclaimer sangat penting karna pada saat boom reclaimer beroperasi pompa oli electric yang berada disamping support boom reclaimer ikut beroperasi yang berfungsi membasahi chain buckets agar tidak terjadi keausan. Pada pompa oli ini dipasang dua buah pipa yang ujungnya dipasang sebuah nylon brush yang berfungsi untuk membasahi chain dan posisi dari brush ini berada didalam frame boom buckets dan system oprasinya selama 6 menit setiap 4 jam operasi. g. Grease Lubrication Pada sistem lubrication grease menggunakan system dual line. Sistem ini dapat dijalankan dengan pompa electric dan juga dibutuhkan program untuk menjalankan perintah dengan kontrol sistem. Hal yang dapat dilihat pada sistem jalur ganda adalah pipa pipa pada jalur utama yaitu pipa- pipa dari pompa ke feeder adalah pipa rangkap / ganda. Hal ini

memungkinkan adanya inverter yang tidak lebih dari 4 jalur valve dan bergantian menghubungkan pompa dari 2 pipa yang menekan ulang serta menghubungkan jalur tersebut kereservoir via inverter.

Valve pengukur feeder dipasang pada jalur utama dan proses operasi ini. Adapun pelumasan ini terutama pada alat- alat yang sedang berputar yang tidak mungkin dilakukan apabila reclaimer sedang beroperasi. Alat yang menggunakan pelumasan dengan menggunakan pompa electric dengan waktu operasi 10 menit setiap 8 jam operasi : Trolley translation wheel Wich Pulley pada boom reclaimer dan trolley

Boom hinge

Buckets towing

Buckets idle axle

Data pompa electric : TYPE : SC26

VOLUME RESERVOIR : 20 Kg RATIO MOTOR POMPA: 40 : 1 PRESURRE POMPA : 130 Bar

Disini juga dipergunakan pompa grease manual yang dioprasikan setiap 8 jam operasi dengan cara menggerakan handle pompa sebanyak 10 kali dan posisi dari pompa ini berada pada portal reclaimer yang berfungsi untuk lubrication : Data pompa manual : KAPASITAS RESERVOIR MAX. PRESURRE : 5 Kg : 200 Bar

h. Unloading / discharge Belt Conveyor Adalah sebuah alat transport dimana yang berada dibawah chute dari boom

reclaimer yang berfungsi mengangkut material clay untuk ditimbang pada weight feeder yang berada dibawah dari hopper conveyor. Adapun alat alat yang ada pada belt conceyor : Head dan tail pulley

Adalah alat yang berfungsi untuk memutar belt dengan bantuan gear motor. Data pulley : Dp RPM SPEED : 420 mm : 17, 6 : 23 m /min

Gear motor

Adalah alat yang memutar pulley untuk menarik rubber belt. TYPE POWER RPM : MRICI 125 UO3A 100 L/ 4 B5 / 17, 6 : 3 Kw : 1450

i.Weight Feeder Adalah sebuah conveyor yang berfungsi sebagai pengukur jumlah material yang lewat diatasnya dimana alat pengukur ( load cell ) dipasang pada posisi samping pada framenya yang dihubungkan dengan roller dan sistem kerjanya apabila material lewat diatasnya menekan load cell dan langsung dibaca melalui alat electric lainnya. Data weight feeder TYPE CAPACITY BELT WITDH : SAET DOSING UNIT DPL 08 : 150 t / h : 800 mm

Dengan telah dijelaskannya prinsip kerja diatas, dihapkan seluruh personil yang terkait dalam area tersebut mengerti dan memahami system kerja dan fungsi dari alat alat yang ad di reclaimer clay.

C . Perawatan ( Pemeliharaan ) 1. Pengertian Perawatan


Dalam teknik perawatan, yang dimaksud dengan pemeliharaan itu sendiri adalah suatu usaha untuk memelihara suatu fasilitas ( peralatan ), sedangkan yang dimaksud dengan perawatan adalah suatu usaha bagian dari pemeliharaan yang dilakukan secara rutin ( periodic ). Untuk mencegah terjadinya kerusakan yang terjadi pada mesin, agar mesin dapat berumur panjang. 2.Tujuan Perawatan Tujuan dari perawatan yaitu : a. Untuk menjaga kinerja dari kegunaan suatu alat ( fasilitas ) b. Untuk menjamin lifetime peralatan yang panjang c. Mengurangi kerusakan yang tidak wajar d. Efesiensi biaya perawatan e. Tidak mengabaikan keselamatan karyawan 2. Bagian bagian perawatan Pemeliharaan terbagi menjadi dua bagian yaitu : 1 . Pemeliharaan Terencana Bagianya : Pemeliharaan yang rutin ( periodic ) Pemeliharaan pencegahan ( preventive maintenance )

Pemeliharaan terjadwal Pemeliharaan korektif ( corrective maintenance )

2 Pemeliharaan tak Terencana Bagiannya : Pemeliharaan mendadak ( breakdown maintenance ) 4.Pemeliharaan Terencana Pemeliharaan terencana adalah pemeliharaan yang diorganisir dan dilaksanakan berdasarkan orientasi kemasa depan, dengan pengendalian dan dokumentasi mengacu kepada rencana yang telah disusun sebelumnya. a. Pemeliharaan Rutin ( periodic ) pemeliharaan rutin yaitu suatu pekerjaan yang menjaga kondisi atau alat secara umum yang dilakukan secara rutin ( periodic ), artinya dalam melakukan pekerjaan ini tidak membutuhkan keterampilan khusus karma maelakukan pekerjaan sedarhana b.pemeliharaan pencegahan pemeliharaan ini dilakukan dengan system pencegahan, dimana sangat diperlukan buku panduan dari pihak sipliyer yang memasok alat atau barang yang digunakan. Jadi pemeliharaan pencegahan dilakukan untuk menjaga kinerja dari suatu alat tersebut. Hal ini memudahkan penggunaan atau antisipasi jika terjadi masalah. Biasanya pemeliharaan ini meliputi : Pembersihan peralatan Pemberian pelumasan

Pemeriksaan yang telah dijadwalkan Penyesuaian kondisi peralatan Penggatian suku cadang yang dapat diperiksa pada saat penjadwalan ditemukan kerusakan kerusakan yang harus segera diganti.

Masa overhaul sesuai dengan jadwal

Kegiatan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus yang dapat direncanakan sebelumnya untuk jangka waktu sama. Pembuatan jadwal perencanaan pemeliharaan pengolahan harus memperhatikan factor factor. Kerusakan fasilitas produksi yang akan mempengaruhi kwalitas produksi, kesehatan dan keselamatan kerja. Kerusakan fasilitas produksi yang akan menyebabkan menyebabkan kemacetan seluruh fasilitas produksi. Kerusakan fasilitas produksi yang akan menyebabkan kauangan perusahan akan lebih banyak apabila kerusakan terjadi pada fasilitas yang memerlukan investasi yang besar atau harga mesin yang mahal. c.Pemeliharan Terjadwal pemeliharaan terjadwal pada dasarnya memiliki banyak kesamaan dengan pemeliharaan pencegahan, hanya saja pemeliharaan terjadwal lebih ditekankan pada pelaksanaan yang telah terjadwal, disesuaikan dengan buku panduan dan sejarah histori dari alat yang dimaksud. Dalam pelaksanaannya, pemeliharaan terjadwal hal ini membutuhkan kerja sama antar bagian, karna sangat dibutuhkan data-data yang menyangkut semua hal yang ada.

d.Pemeliharaan Korektif sebagaimana telah diterangkan sebelumnya bahwa pencegahan adalah pekerjaan yang diarahkan untuk mencegah kegagalan dari suatu produksi dan dilaksanakan dengan memeriksa mesin mesin tersebut pada jangka waktu yang telah ditentukan. Pada jenis pemeliharaan ini, penggantian komponen atau suku cadang dilakukan pada waktu yang telah ditentukan. Sebelum terjadi kerusakan merupakan kerusakan- kerusakan total maupun tidak, dimana pengurangan mutu telah menyebabkan mesin produksi bekerja dibawah standar yang telah ditentukan. 5.Pemeliharaan tak Terencana Pemeliharaan ini adalah pemeliharaan yang tidak berdasarkan rencana yang telah disusun sebelumnya. Pemeliharaan ini terjadi terdiri dari pemeliharaan darurat yaitu kegiatan pemeliharan yang harus segera dilaksanakan untuk mengecek kerusakan yang fatal.pemeliharan mendadak adalah pemeliharaan yang memerlukan tindakan denga segera akibat lebih serius, seperti lambatnya produksi, kerusakan yang lebihparah karna keselamatan kerja dan pemeliharaan yang berupa perbaikan apabila mesin atau fasilitas produksi yang sangat membutuhkan. Hal ini disebabkan karna pemeliharaan jenis ini tidak membutuhkan penjadwalan atau perencanan pemeliharaan yang harus diikuti oleh bagian produksi. C.Bagian- bagian utama mesin Reclaimer Clay a.bukets towing a.1 bukets a.2 chain a.3 bukets cleaning blade

a.4 guide roller a.5 reduction gear a.6 V- Belt a.7 towing wheel b. Reclaimer Bridge Translation b.1 wheel b.2 guide roller b.3 reduction gear c. Trolley Translation c.1 wheel c.2 reduction gear d. Buckets Idle Axle e. winch e.1 winch e.2 reduction gear e.3 pulley e.4 wirerope f. chain Lubrication g. grease Lubrication

h. unloading / discharge Belt Conveyor h.1 rubber Belt h.2 head dan tail pulley h.3 roller i. weigh feeder E. Sistem pelumasan Bagian- bagian mesin reclaimer clay yang memerlukan pelumasan adalah bagian bagian yang saling bergesekan sperti, bukets towing, chain, reduction gear, wheel, towing wheel, winch, seling / wirerope, bantalan batang penggerak dan bantalan utama. Tujuan pelumasan adalah untuk mencegah keausan, merapatkan dan mendinginkan bagian bagian yang saling yang bergesekan, dan mencegah terjadinya korosi. minyak pelumasan mengalir melalui pipa- pipa pengatur aliran fluida oleh isapan pompa. Dengan menggunakan pompa manual maupun otomatis minyak pelumas dialirkan kesemua bagian yang memerlukan melalui pipa- pipa pengalir fluida cair.

II.

METODOLOGI PENELITIAN

A. Pelaksanaan Kerja prektek ini dilaksanakan selama satu bulan yaitu pada tanggal 01 juli 2009 sampai 31 juli 2009 di PT. Semen Baturaja ( Persero ) Jl. Tiga Gajah Baturaja Ogan Komring Ulu Sumatra Selatan.

B. Pengumpulan Data

Pengumpulan Data dan informasi yang diperlukan dalam mengetahui cara kerja dan perawatan mesin Reclaimer Clay Docing Unit DPL 08, yaitu dengan cara pangambilan data langsung di lapangan dan meminta manual book yang ada pada oprator dan melakukan pengecekan perawatan secara langsung. Disamping itu juga dilakukan wawancara dengan oprator dan maintanance yang bertugas pada Reclaimer Clay untuk mendapatkan data yang diperlukan. Dalam melakukan penyusunan laporan digunakan metode studi pustaka, yaitu menggunakan sumber pustaka yang berhubungan dengan cara kerja dan perawatan mesin Reclaimer Clay Docing Unit DPL 08 dan buku penunjang lainnya yang berkaitan dengan cara kerja dan perawatan mesin Reclaimer Clay Docing Unit DPL 08. Buku yang digunakan untuk mengetahui cara kerja dan perawatan mesin Reclaimer Clay Docing Unit DPL 08 diproleh dari pepustakaan, diklat, unit bagian pemeliharaan dan manual book yang ada pada oprator.

C. Alur Kerja Praktek Berikut ini adalah alur kerja praktek yang dipakai penulis dalam mengetahui cara kerja dan perawatan mesin Reclaimer Clay Docing Unit DPL 08 adalah sebagai berikut :

MULAI Pengenalan dibagian Diklat


Pengenalan seluruh bagian Biro PT. Semen baturaj ( Persero ) Pengamatan alat oprasi yang digunakan Memutuskan studi kasus Konsultasi dengan pembimbing kerja praktek lapangan dan dosen pembimbing kerja praktek Mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan cara kerja dan perawatan mesin relaimer clay docing unit DPL 08 Melakukan pengamatan dilapangan Studi literatur Memproleh hasil dan melakukan pembahasan Membuat kesimpulan dan saran Pengolahan, analisa serta pengambilan data data

SELESAI

Gambar 1. 12. Flow chart kerja praktek

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Sistem Kerja Mesin Reclaimer Clay Mesin reclaimer clay ini mempunyai beberapa kelebihan yaitu, kontrolnya menggunakan system otomatis yang di control dari CCR. Pada bukets towing alat ini tidak pernah berhenti dan system penggeraknya menggunakan motor listrik dan diteruskan oleh reduction gear yang di hubungkan oleh V- Belt, adapun system kerjanya dimana dengan sistem interlock pertama belt conveyor clay transport sampai ke feeding mill sudah beroperasi secara sentral. Weight feeder (Docing Unit) kemudian discharge belt setelah semua belt beroperasi kemudian boom reclaimer beroperasi dengan diikuti oleh pompa oli untuk lubrikasi chain selama beberapa detik. setelah chain dibasahi oleh oli maka boom buckets siap untuk mengangkat material yang ada didalam storage.

Gambar 1-1 buckets towing mesin reclaimer clay

B. Data Hasil Pengamatan 1. Spesifikasi Buckets Towing Jumlah Buckets Panjang Boom Panjang Chain Jumlah Chain menyeluruh : 28 Buah : 16640 mm. : 30 cm : 224 buah

2. Spesifikasi Motor Penggerak Data Motor

TYPE POWER POLES NR RPM

: V.F : 55 Kw :4 : 1480

2. Spesifikasi Reducsi Gear TYPE REDUC. RATIO : E. Q. 4250/ FE/ 1250/00 PAM. 132 : 1/ 1273

RPM INPUT RPM OUTPUT

: 2830 / 690 : 2,20 / 0, 53

C. Perawatan Mesin Reclaimer Clay DI. PT. Semen Baturaja ( Persero ) Perawatan mesin reclaimer clay docing unit DPL 08 yang dilakukan di PT. Semen Baturaja ( Persero ) dilakukan secara Harian, Mingguan, Bulanan, dan Tahunan.

1. Perawatan Harian Perawatan harian mesin reclaimer clay docing unit DPL 08 yang dilakukan di PT. Semen Baturaja ( Persero ) adalah : a. Sebelum di Oprasikan : 1. memeriksa kabel- kabel pada panel dan instrumen mesin Clay 2. memeriksa kondisi motor listrik 3. memeriksa keadaan baut dan mur pada chain dan buckets. b. Setelah di Oprasikan : memeriksa aliran arus listrik.

Untuk dapat mengetahui bahwa ada atau tidak adanya aliran listrik yang mengalir, maka digunakan ampere meter. Jika tidak ada periksa sumber listrik yang berada di panel. Memeriksa kebocoran oli pada pipa aliran.

Pada pemeriksaan ini dapat dilihat secara langsung, apakah ada kebocoran oli atau tidak, apabila terjadi kebocoran pada pipa aliran maka gantilah pipa aliran dan kencangkan bautnya. Memeriksa kondisi suara pada motor listrik.

Dalam hal memeriksa kondisi suara pada motor listrik dapat dilakukan dengan mendengarkan sumber bunyi tersebut, tujuannya agar dapat mengetahui suara atau bunyi yang kasar pada mesin reclaimer clay. Jika terdapat suara yang kasar maka perlu dilakukan pelumasan atau pembongkaran pada motor yang menimbulkan getaran suara.

2. Perawatan Mingguan Perawatan mingguan pada mesin reclaimer clay yang dilakukan oleh PT. Semen baturaja ( Persero ) adalah sebagai berikut : Memeriksa chain pada buckets towing

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui agar posisi buckets tetap dalam keadaan baik dan berfungsi dengan baik.

Memeriksa kuku buckets towing dan baut pengencangnya.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk dapat mengetahui agar buckets towing dapat berfungsi dengan baik dan menggaruk material clay dengan maksimal. Memeriksa roda pada reclaiming bridge translation.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk dapat mengetahui posisi roda agar tetap pada posisi diatas rel roda reclaiming bridge translation dan membersihkan kotoran apabila terdapat material clay yang berada di atas rel.

3. Perawatan Bulanan Perawatan bulanan pada mesin reclaimer clay yang dilakukan di PT. Semen Baturaja ( Persero ) adalah sebagai berikut : Mengganti oli pelumasan

Pada perawatan yang dilakukan di PT. Semen baturaja ( Persero ) salah satunya mengganti oli pelumasan agar kerja mesin reclaimer clay tetap lancar dan berumur panjang. Melumasi bearing dan seal

Tujuannya adalah untuk memberikan pelumasan agar tidak terjadi slep atau macet pada bearing seal dan roda reclaimer bridge translation, sehingga poros dapat berputar dengan sempurna.

4. Perawatan Tahunan Pada perawatan tahunan ini sama saja halnya dengan perawatan bulanan tetapi tahunan ini diperlukan perbaikan dan penggatian pada bagian bagian yang sudah aus dan tidak layak pakai misalnya pada bagian : Chain buckets towing.

Kuku pada buckets towing. Dan peralatan peralatan lain

D. Analisa dan Pembahasan Dari hasil pengamatan di lapangan dan hasil wawancara dengan teknisi yang mengenai tentang perawatan mesin reclaimer clay DOCING Unit DPL 08 bahwa perawatan yang dilakukan berdasarkan perawatan brake down dan perawatan preventive. Pada perawatan mesin reclaimer clay DOCING Unit DPL 08 di haruskan adanya perawatan secara efektip agar mesin tetap dalam keadaan baik dan berumur panjang.agar dapat memudahkan oprator ataupun teknisi untuk mericek komponen komponen mesin tersebut, sehingga data atau hasil pengamatan yang diambil berdasarkan wawancara dan pengamatan belum sepenuhnya benar dan pelu dicek kembali. Buku pedoman perawatan yang ada di PT. Semen Baturaja ( Persero ) masih berbahasa inggris sehingga kurang dapat oprator atau teknisi dalam memahami pedoman perawatan mesin reclaimer clay tersebut, jadi sebaiknya buku pedoman perawatan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia agar teknisi mudah memahami dalam melakukan perawatan. PT. Semen Baturaja ( Persero ) belum pernah melakukan penelitian penelitian yang dapat menunjang kemampuan para teknisi ataupun oprator dalam melakukan perawtan pada mesin- mesin di PT. Semen Baturaja ( Persero ).

V. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Setelah melakukan peninjauan dan pengamatan dilapangan selama satu bulan di PT. Semen Baturaja ( Persero ) yang berlokasi di JL. Tiga Gajah ogan komring ulu Baturaja Sumatra Selatan telah selesai dilaksanakan maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Mesin reclaimer clay yang berada di PT. Semen Baturaj ( Persero)

digunakan untuk menggaruk material CLAY ( tanah liat ) sebagai bahan utama campuran pembuatan semen type I , sehingga merupakan fungsi utama untuk menunjang oprasional di perusahan tersebut.

2. Perawatan yang dilakukan di PT. Semen Baturaja ( Persero ) menggunakan

metode perawatan preventive dan break down, untuk dapat lebih menunjang perawatan mesin reclamer clay di PT. Semen Baturaja ( Persero ) sebaiknya lebih ditingkatkan lagi.

3. Buku perwatan yang ada di PT. Semen Baturaja ( Persero ) masih

menggunakan bahasa inggris, sehingga teknisi ataupun oprator kurang mengetahui dan memahami buku perawatan mesin reclaimer clay tersebut.

B. Saran Saran yang dapat diberikan penulis kepada pihak kepada PT. Semen Baturaja ( Persero ) yaitu kepada pihak maintenance:

Agar teknisi dapat mengetahui perawatan mesin reclamer clay yang sesuai dengan buku pedoman, sebaiknya buku peralatan yang berbahasa inggris diterjemahkan kedalam bahasa indonesia.

Dalam melakukan perawatan ataupun perbaikan mesin reclaimer clay, sebaiknya dibuat loog shet agar dapat memudahkan oprator ataupun teknisi dalam melakukan pengecekan ulang perawatan komponen komponen mesin reclaimer clay.

Perlu dilakukan pelatihan dan ciptakan kerja sama antara pekerja terhadap pengoprasian dan perawatan mesin mesin di PT. Semen Baturaja ( Persero ).

DAFTAR PUSTAKA

Adi Oktaviandi, ST .2002. Mesin Reclaimer Clay Docing unit DPL 08 . PT. Semen Baturaja ( Persero ) sumatera selatan. Deka Agus Setiono, Amd. 2009 Mesin Clay.... Uninersitas Lampung Manual Book Bedeschi PT. Semen Baturaja ( Persero ).......

SEJARAH SINGKAT PT. SEMEN BATURAJA ( PERSERO )

Sejarah singkat berdirinya PT. Semen Baturaja (Persero)

Dalam rangka pengembangan industri semen di indonesia direktorat Geologi bekerja sama dengan Biro Industrialisasi, pada tahun 1964 mengadakan survey bahan baku untuk pembuatan semen disekitar daerah Baturaja ( OKU ). Pada tahun 1973 survey dilanjutkan kembali, dari hasil survey tersebut terdapat cadangan batu kapur + 38. 280.000 ton dan tanah liat + 22. 650.000 ton yang kedua bahan baku tersebut terdapat didesa pusar Baturaja (OKU). Dari survey tersebut, maka pada tahun 1973 di susun studi kelayakan untuk pendirian pabrik semen di Baturaja ( OKU ) Sumatra selatan dengan kapasitas

500.000 ton per tahun dengan peroses kering dengan pertimbangan bahwa lokasi ini sangat menguntungkan tidak terlalu jauh dengan tambang Batubara Bukit Asam di Tanjung Enim. PT. Semen Baturaja ( Persero ) terletak didaerah Propinsi Sumatra Selatan, yang didirikan pada tanggal 14 November 1974 dengan akta Notaris No. 34 oleh JFBT Sinyal, S.H di Jakarata, dan kemudian dengan perubahan akta No. 49 tanggal 21 November 1974 dan terahir No. 28 tanggal 19 April 1984 oleh Notaris Hadi Moentero, S.H di Jakarta. Ishkiwajima Harima Heavy Industries co Ltd dari Jepang, berhasil memenangkan tender yang dilaksanakan pada tahun 1975 sebagai General Contraktor atau kontraktor utama dengan ruang lingkup tanggung jawab untuk menyelesaikan seluruh manajemen proyek, prencanaan, penyediaan, pembelian, kontruksi, training, oprasi dan lain- lain pekerjaan yang diperlukan untuk beroperasinya sebuah pabrik semen berkapasitas 500.000 ton per tahun dengan mutu sesuai standar yang terdiri dari pabrik pembuatan terak/ klingker di Baturaja ( OKU ) dan pabrik penggilingan dan pengantongan semen, palembang dan panjang ( Bandar Lampung ).

Kemudian pembangunan fisik dilaksanakan pada tahun 1978, sedangkan penyelesaian proyek baru rampung tahun 1980. Peresmian PT. Semen Baturaja ( Persero ) diresmikan oleh Presiden RI pada tanggal 29 APRIL 1981 diamana daerah pemasarannya di daerah Sumatra Selatan, propinsi Lampung dan propinsi Bengkulu. PT. Semen Baturja ( Persero ) beroperasi secara komersil untuk pembuatan semen type I ( SNI No. 15.2049-1994 ) dengan dengan gambar atau

logo Tiga gajah pada tanggal 01 Juni 1981 dengan kapasitas produksi terpasang 450.000 ton klingker per tahun.

Pada tanggal 17 Desember 1997 PT. Semen Baturaja ( Persero ) berhasil meraih sertifikat sistem mutu internasional ISO 9002. PT. Smenem Baturaja ( Persero ) sudah melaksanakan pembangunan perluasan pabrik untuk memperbesar kapasitas produksi dengan proyek optimilisasi I ( Swakelola ) yang dimulai pada bulan Maret 1992 Maret 1994 dengan meningkatkan kapasitas produksi klingker menjadi 525.000 ton per tahun, kemudian untuk menambah kapasitas produksi dilakukan proyek optimilisasi II ( Swakelola ) mas kontruksi Oktober 1996 September 2001 dengan meningkatkan kapasitas produksi klingker menjadi 1.200. 000 ton per tahun, serta pembangunan unit pengilingan dan pengantongan semen denagan kapasitas 500.000 ton per tahun.

Untuk pemegang Saham PT. Semen Baturaja ( Persero ) pertama tama adalah : Tahun 1974 : Status Perusahaan Patungan. 55 % PT. Semen Padang 45 % PT. Semen Gersik

Tahun 1978 : Menjadi Badan Usaha Milik Negara dengan Komposisi.


-

90 % Pemerintah RI 4 % PT. Semen Padang 6 % PT. Semen Gersik

Tahun 1991 : Sesuai dengan PP No. 3 tahun 1991 PT. Semen Baturaja ( Persero ) 100 % milik Pemerintah RI.

Lokasi Pabrik

PT. Semen Baturaja ( Persero ) memiliki tiga buah Pabrik yaitu :

Pabrik Baturaja, berlokasi di daerah suka jadi, Jl. Raya Tiga Gajah, Baturaja Ogan Komring Ulu ( OKU ) , + 202 Km dari kota palembang. Merupakan pabrik pembuatan terak dimana tambang bahan batu kapur dan tanah liat berada disini dan juga merupakan pengilingan/ pengantongan semen.

Pabrik palembang, berlokasi di Jl. Abikusno Cokrosuyoso Kertapati palembang Propinsi Sumatra Selatan. Merupakan pabrik pengilingan dan pengantongan semen dan sekaligus sebagai kantor pusat dari PT. Semen Baturaja ( Persero ).

Pabrik Panjang, berlokasi di Jl. Yos Sudarso KM. 7 Panjang Bandar Lampung merupakan Pabrik pengilingan dan pengantongan semen. Disini juga merupakan pabrik pembuatan kantong semen.

Kantor perwakilan, berlokasi di Gedung Graha Irama Lt. 11 ruang F, Jl. H. R Rasuna Said Kav. 10 Kuningan Jakarta.

1.

Logo PT. Semen Baturaja ( Persero )

Dalam sebuah perusahaan diperlukan sebuah logo, dimana berguna sebagai indentitas dari perusahaan tersebut. Begitu juga dengan PT. Semen Baturaja ( Persero ) yang memiliki logo sebagai berikut :

Logo dari PT. Semen Baturaja ( Persero ) sendiri memiliki arti yang terdiri dari : 1. Gambar Gajah memiliki arti bahwa gajah merupakan hewan terkuat yang ada di Pulau Sumatra. 2. Gambar tiga Gajah yang berarti semen Baturaja pertama kali didirkan oleh 3 pemilik modal yaitu : Semen Padang, Semen Gersik dan Pemerintah RI dan memiliki 3 lokasi Pabrik utama yaitu : Baturaja, Palembang dan Panjang Bandar Lampung. 3. Berlantar warna hijau yang artinya PT. Semen Baturaja ( Persero ) memiliki lingkungan yang asri.

4. Gambar mahkota diatas ketiga Gajah berarti PT. Semen Baturaja ( Persero ) dibawah Pemerintah atau merupakan Badan Usaha Milik Negara.
5. Tulisan Baturaja portland cement berarti produk yang dihasilkan adalah

semen Portland.

Visi dan Misi PT. Semen Baturaja ( Persero ) adalah : 1. Visi

Adapun visi PT. Semen Baturaja ( Persero ) adalah : PT. Semen Baturaja ( Persero ) sebagai pemasok utama semen di daerah Sumatra bagian Selatan dan mendukung tersedianya pasokan semen dalam negri. PT. Semen Baturaja ( Persero ) berkembang dengan menspesialisasikan adri pada pengembangan pabrik semen dalam sekala ekonomi sesuai daya dukung lingkungan dan keunggulan kompetitif.

2.

Misi

Adapun misi PT. Semen Baturaja ( Persero ) adalah :

Menghasilkan laba dan memberikan kontribusi pajak kepada negara dan deviden kepaa pemegang saham dengan memproduksi dan mendistribusikan

semen portland type I dan semen lain yang memenuhi standar Nasional Indonesia ( SNI ) dengan menerapkan sistem mutu ISO 9001 2000. Menjaga kontinuitas dan stabilitas pasokan semen dalam negeri khususnya di Sumatra Baguan Seletan. Ikut berpartisipasi dalam pengembangan perekonomian pambinaan industri industri usaha yang berwawasan lingkungan.

Budaya perusahaan Budaya PT. Semen Baturaja ( Persero ) adalah budaya OGAN kepanjangan OGAN adalah sebagai berikut :

Oprasi perusahaan dilaksanakan dengan mengutamakan mutu produk dan jasa sesuai dengan kebutuhan pelanggan baik intern maupun ekstern. Gaya menanajemen yang partisipatif dengan meningkatkan kerja sama tim dan menberdayakan karyawan untuk meningkatkan unjuk kerja perusahaan. Alam komunikasi yang terbuka dan trasparan serta mendengarkan pendapat orang lain. N iat yang bulat dalam berusaha untuk mewujutkan kecakapan teknik dan bisnis seluruh karyawan.

Tujuan Perusahaan

Tujuan PT. Semen Baturaja ( Persero ) untuk masa lima tahun kedepan adalah : 1. Melaksakan progaram peningkatan kinerja perusahaan secara terus menerus dengan melakukan penyempurnaan terhadap sistem manajemen dan pola kepengurusan perusahaan, untuk menghasilkan laba yang optimal dan kondisi perusahaan yang tetap dalam kondisi sehat. 2. Meningkatkan profesiaonalisme karyawan dengan menerapkan sistem

manajemen mutu terpadu Semen Baturaja ( SMMT- SB ) dan sistem mutu ISO 9002.

Pengendalian Mutu

PT. Semen Baturaja ( Persero ) menproduksi semen portland type I menurut standar Indonesia SNI No. 15-2049-2004. Agar mutu semen senantiasa konstan memenuhi standar hasilnya, secara kesinambungan diteliti dan dimonitor secara konsisten di laboratorium PT. Semen Baturaja ( Persero ) dengan menggunakan X-Ray Analyzer dan Computer ( QSX- System ) dan juga di laboratorium balai besar Penelitian dan Pengembangan Industri bahan barang Teknik Bandung. Sejak tahun 1997 PT. Semen Baturaja ( Persero ) sudah menerapkan dan memproleh sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9002.

Luas masing- masing ketiga Pabrik PT. Semen Baturaja ( Persero ).

PT. Semen Baturaja ( Persero ) memiliki tiga buah Pabrik yaitu :

Pabrik Baturaja ( OKU ), klingker plant. Luas area 534 ha. Merupakan lokasi penambangan bahan mentah ( batu kapur dan tanah liat ) dan pengolahan sampai menjadi klingker. Sejak tahun 2001 di Pabrik Baturaja didirikan Cement , mill plant yakni untuk pengolahan klingker menjadi semen.

Pabrik Palembang, grinding plant. Luas area 4,3 ha merupakan tempat pengolahan klingker menjadi semen, pengantongan dan pemasaran, sekaligus sebagai kantor pusat dari PT. Semen Baturaja ( Persero ).

Pabrik Panjang Lampung, grinding plant, luas area 4 ha. Merupakan lokasi pengilahan klingker menjadi semen portland. Pengantongan dan pemasaran serta pabrik pembuatan kantong semen.

STRUKTUR ORGANISASI.

Sebagai suatu badan usaha milik negara, PT. Semen Baturaja ( Persero ). Memiliki suatu struktur organisasi yang merupakan bagian yang sangat penting untuk suatu perusahaan. Sehingga nantinya masing- masing mempunyai peran dan tanggung jawab yang jelas. PT. Semen Baturaja ( Persero ). Memiliki bentuk organisasi line dan staf yang terbagi dalam beberapa tingkatan : Tingkat Direktorat Tingkat Departemen Tingkat Biro Tingkat kepala Bagian

Tingkat Seksi Tingkat Regu dan Pelaksana

Setiap tingkat dipimpin oleh kepala, dimana masing- masing kepala dalam setiap tingkat mempunyai tingkat dan wewenang masing- masing atau yang lebih dikenal dengan job description.

PT. Semen Baturaja ( Persero ). Memakai sistem kerja Non-Shif guna memperlancar oprasional pabrik dengan waktu kerja sebagai berikut : Untuk jam kerja non- Shif Menggunakan sistem lima hari kerja yaitu, dari hari senin sampai hari jumat : Jam kerja Jam istirahat hari senin sampai kamis Jam istirahat hari jumat Untuk jam kerja Shif Hari minggu dan hari besar lainnya adlah jam kerja Shif I Shif II Shif III : 07. 30 16. 30 : 16. 30 23. 30 : 23. 30 07. 30 : 07. 30 16.30 : 12. 00 12. 45 : 11. 30 13. 30

Direksi berkedudukan di Palembang ( 4 Direktur ) dan di Baturaja yang dipimpin oleh departemen oprasi sedangkan untuk pabrik Panjang dipimpin oleh kepala

Biro. Untuk struktur organosasi PT. Semen Baturaja ( Persero ) dapat dilihat pada lampiran.

Daerah Pemasaran

Untuk mempermudah pemasaran PT. Semen Baturaja ( Persero ) membagi daerah pemasarannya menjadi dua yaitu, Sumatra Bagian Seletan dan kepulauan Riau dengan basis pemasaran Bandar Lampung, Metro, Kota Bumi, Palembang, Baturaja, Lubuk Linggau dengan kantong semen berwarna merah. Sedangkan untuk kota Bengkulu, Jambi, Riau, Pangkal Pinang Tanjung Pandan, dan Tanjung Balai dan Karimun memakai list semen berwarna hijau. Proses pembuatan semen portland di PT. Semen Baturaja ( Persero ).

Peroses pembuatan semen di mulai dari penambangan bahan mentah yang menjadi bahan baku pembuatan semen, yaitu batu kapur dan tanah liat di baturaja. Setelah itu dilakukan peroses pemecahan dan penghancuran ( craser ). Bahan baku yang halus diangkut ke tempat penyimpana ( limestone storage dan clay storage ) dan di campurkan dengan pasir silika dan pasir besi untuk dijadikan raw mix. Raw mix ini yang akan di giling didalam raw mill setelah mengalami peroses pengeringan dan dihasilkannya disimpan kedalam raw meal storage silo. Proses berikutnya adalah peroses pembakaran, dimana sebelumnya sudah di dilakukan pemanasan awal di preheater dan dilanjutkan dengan pembakaran di kiln dengan menggunakan bahan bakar batu bara untuk mendapatkan klingker. Setelah itu di lakukan proses pendinginan terlebih dahulu sebelum klingker di simpan di storage.

Klingker hasil produksi pabrik Baturaja sebagian di giling di Pabrik Baturaja dan sebagian lain dibawa ke Palembang dan Pabrik Panjang untuk diproses lebih lanjut di kedua pabrik tersebut. Proses selanjunya adalah pengilingan klingker. Penambahan bahan- bahan baku penolong seperti gypsum dilakukan sebelum klingker ke cement mill. Hasil dari penggilingan klingker dengan gypsum inilah yang disebut jenis portland type I yang kemudian dilakukan pengantongan dan siap dijual dipasar. Untuk memperkecil biaya produksi pada proses pembuatan semen klingker tersebut bisa diganti dengan bahan lain seperti fly ash atau trash pada jumlah tertentu dengan tidak merubah standar semen yang di produksi.