P. 1
Makalah Akuntansi Biaya PT. Indorama

Makalah Akuntansi Biaya PT. Indorama

|Views: 831|Likes:
Dipublikasikan oleh Elyne あいざわ Valthera

More info:

Published by: Elyne あいざわ Valthera on Sep 10, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2013

pdf

text

original

PENGESAHAN

Tugas ini dibuat berdasarkan tugas mata kuliah Akuntansi Biaya, dan di buat berdasarkan pengesahan dari yang bertandatangan di bawah ini

Purwakarta,

November 2011.

Dosen Akuntansi Biaya

Agus Purwaji, SE, MM, Ak

1

PERIJINAN

Tugas makalah ini di buat berdasarkan perijinan observasi ke PT. Indorama Synthetics Tbk, berdasarkan perijinan yang di berikan oleh yang bertandatangan di bawah ini

Purwakarta,

November 2011

Asep Solihin

2

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukuir di panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayah-nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan tugas Akuntansi Biaya ini dengan baik. Tak lupa kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah mengantarkan agama yang penuh keselamatan dan kesejahteraan bagi kita semua. Pengambilan data pengamatan, dilaksanakan di PT.Indorama Synthetisc Tbk, yang dilaksanakan pada bulan November 2011. Dalam kesempatan ini, penyusun ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah membantu penelitian dan penulisan tugas akuntansi biaya ini sehingga dapat berjalan dengan baik, yaitu kepada: 1. Bpk Asep Solihin bagian Trainning. Terimakasih telah banyak membantu mengantar penulis dan menjadwalkan penelitian di PT.Indorama Synthetisc Tbk.

Adapun maksud dari penulisan adalah untuk memenuhi salah satu dari tugas Akuntansi Biaya pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Bisnis Perdana Mandiri. Kami menyadari bahwa laporan tugas Akuntansi Biaya ini belum seluruhnya sempurna dan masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu saran dan kritik perlu dinantikan sebagai bahan masukan dan pertimbangan untuk membuat laporan lainnya lebih baik lagi pada amsa yang akan datang.

Akhirnya kami mengharapkan semoga penulisan tugas laporan tugas akuntansi biaya ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Purwakarta, November 2011.

Penyusun
3

DAFTAR ISI
PENGESAHAN ………………………………………………………. PERIJINAN ……………………………………………………………. KATA PENGANTAR …………………………………………………. DAFTAR ISI …………………………………………………………… BAB I 1.1 Sejarah Perusahaan ……………………………………........... 1.2 Lokasi Perusahaan ……………………………………………. 1.3 Pemasaran ………………………………………………............ 1.4 Produk yang di Produksi ……………………………………… 1.5 Struktur Organisasi Perusahaan …………………………….. BAB II 2.1 Perkembangan Perusahaan …………………………………. 2.2 Struktur Organisasi ……………………………………………... 2.3 Produk yang di hasil kan dan hasil Produksinya …………... 2.3.1 2.3.2 Produk yang di hasilkan ……………………………… Proses Produksi ……………………………………….. Akumulasi Biaya dan Departemen – 3 3 6 8 9 2 i ii iii iv

2.4 Penggolongan

departemen yang ada di perusahaan ………………………… 2.5 Biaya Produksi Perusahaan …………………………………… 2.6 Kode Akun Perusahaan ……………………………………….. 2.7 Dokumen dan Transaksi perusahaan ……………………….. BAB III 3.1 Kesimpulan ………………….................................................. 3.2 Saran…………………………………………………………….. 4 5

4

BAB I

5

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1

Sejarah Perusahaan PT.Indorama Synthetics Tbk, didirikan pada tanggal 3 April 1994, didirikan atas prakarsa prakash lohia, seorang pengusaha yang telah mempunyai pengalaman luas dimancanegara (seperti jepang, myanmar, singapura, hongkong, italia dan thailand ) Dalam bidang perdagangan tekstil sejak tahun 1947, setelah melihat adanya potensi pasar di bidang pertekstilan serta sumber daya manusia yang ada di indonesia hal ini sejalan dengan kebijaksanaan dan program pemerintah untuk memberi kesempatan kepada investor asing dalam menanamkan modalnya. PT. Indorama Synthetics Tbk, adalah merupakan perusahaan PMA, yang didirikan di desa kembang kuning kecamatan Jatiluhur, kabupaten Purwakarta yang merupakan kawasan industri perusahaan yang bergerak di bidang pemintalan benang diresmikan pada tanggal 16 Agustus 19744 oleh Presiden Soeharto yang di dampingi oleh menteri perindustrian M. Yusuf berdasarkan akte notaris Nomor 21 yang dibuat dihadapan Gustaf Hoemala Soangkeopon Leomban Tobing,SH, Di Jakarta dan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 3 Januari 1975 dengan surat keputusan Nomor YA 5/2/14, dan di daftarkan dikantor Pengadilan Negeri Jakarta tanggal 24 Januari 1975 dibawah No.285 serta di umumkan dalam berita negara RI No.8 tanggal 28 Januari 1975, tambahan No. 75 tahun 1975. Kemudian pada tanggal 19 Juni 1997 diperbaharui dengan akta notaris No.70 oleh notaris A.Partomuan Pohan,SH,LLM. Dalam perkembangannya PT. Indorama Synthetics Tbk dibagi menjadi 4 divisi, dimana perkembangan di tiap-tiap divisi ini dilakukan secara bertahap dari waktu ke waktu mengikuti perkembangan usaha PT. Indorama Synthetics Tbk adapun tahun pembangunan dari tiap-tiap divisi adalah sebagai berikut : 1. Spun Yarn Division Pembangunan pabrik pemintalan benang dimulai pada tahun 1975 di atas tanah seluas ±20 HA, dengan luas bangunan ±10 HA selesai tahun 1976 dan dimulai produksi komersial pada bulan september 1976 yang terdiri dari banguna pabrik, kantor, dan rumah dinas karyawan. Dalam kurun waktu 25 tahun PT. Indorama Synthetics Tbk. Telah menjadi salah satu perusahaan industri benang synthetics yang terbesar di Asia. Sampai saat ini PT. Indorama Synthetics Tbk telah berhasil meraih pangsa pasar di hampir seluruh kota-kota di Indonesia dan di 50 negara lainnya.

6

2. Polyester Division Pada tahun 1989, perusahaan mencoba menbdirikan pabrik polyester yang merupakan hasil kerja sama teknis dengan Zumer A.G, Jerman dan Toyobo , Jepang. Akhirnya pada tanggal 12 Juni 1990 berdiri polyester Division, dengan dua unit produksi yaitu Cp 1 dan CP 2. Divisi ini mulai berproduksi pada tanggal 17 November 1991. Seiring dengan berlkembang usahanya , polyester penambahan dua unit produksi yanag dilakukan secara bertahap, yaitu pembangunan unit produksi CP3 pada tahun 1994 dan unit produksi cp4 pada tahun 2000. 3. Fabric Division Peningkatan kebutuhan kain-kain polyester untuk pasaran luar dan dalam negeri,oleh PT. Indorama Synthetics Tbk. Di anggap merupakan suatu peluang usaha yang mempunyai prospek yang menjanjikan oleh karena itu pada tanggal 29 September 1993 PT. Indorama Synthetics Tbk. Mendirikan fabrik division yang bergerak dalam bidang pembuatan kain polyester pada tahun 1996 perusahaan melakukan penambahan unit produksi yaitu dengan membangun unit produksi weaving 2. 4. Pet Resin Division Pet Resin Division didirikan pada tanggal 3 Desember 1993. Division ini merupakan usaha PT. Indorama Synthetics Tbk dalam mengembangkan usaha diluar bidang tekstil. Divisi ini mulai berproduksi secara komersial dimulai pada bulan Juni 1995. Selain keempat divisi tersebut, PT. Indorama Synthetics Tbk. Juga mendirikan dua pabrik di dua tempat yanag berbeda dan diluar kawasan industri Jatiluhur. Ke dua pabrik tersebut yaitu : Fabric Proces House yang didirikan pada tahun 1997 di Batu Jajar Bandung dan Indorama Technologi yang didirikan pada tahun 1997 di Campaka Purwakarta. Kedua pabrik tersebut untuk sementara masih berada dalam ruang lingkup divisi lainnya dan sedang dilakukan pemisahan. 1.2 Lokasi Perusahaan PT. Indorama Synthetics Tbk Perusahaan PT. Indorama Synthetics Tbk, berlokasi di kawasan industri Jatiluhur atau tepatnya di jalan kembang kuning, desa ubrug, kecamatan jatiluhur, kabupaten purwakarta. Lokasi ini berada di kawasan yang masih kurang padat penduduk dan berada di tepi PLTA Waduk Jatiluhur, sedangkan Kota sendiri berada di antara dua ibu kota bandung dan ibu kota jakarta, sehingga lokasi tersebut memberikan berbagai kemudahan dan keuntungan bagi perusahaan, seperti mudahnya jalur transportasi dalam melakukan pemasaran, dan dalam penyediaan bahan baku serta bahan penunjang.

7

Adapun alasan penting pemilihan lokasi pabrik tersebut adalah : 1. Air Disekitar waduk jatilihur adalah tempat yang sangat strategis untuk di dirikannya suatu pabrik sebab merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi kelancara pabrik, dimana perusahaan ini membutuhkan air minimal 3000 m3 perhari. 2. Listrik Tenaga listrik yang di dapat mudah, sebab sangat dekat denga pusat listrik tenaga air (PLTA) waduk jatiluhur, dalam hal ini perusahaan membutuhkan tenaga listrik minimal 350.000 Kwh / hari, untuk Spun Yarn Division. 3. Tenaga Kerja Dalam usaha pengadaan tenaga kerja perusahaan memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat setempat dan dari seluruh indonesia, sehingga diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat indonesia. 4. Transportasi Transportasi dapat dilakukan dengan mudah karena dekat dengan jalan tol sehingga pengiriman maupun penerimaan barang dapat di lakukan dengan lebih mudah dan cepat. Peta lokasi PT. Indorama Synthetics Tbk, itu dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 1.3 Luas Tanah dan Bangunan Dalam mengimbangi perkembangan usahanya, PT. Indorama Synthetics Tbk, melakukan perluasan tanah dan penambahan bangunan pabrik untuk ke empat divisi yang ada. Pembangunan pabrik itu dilakukan secara bertahap, oleh sebab itu setiap divisi tidak menempati satu lokasi tetapi menyebar di seluruh kawasan milik PT. Indorama Synthetics Tbk. Pada saat ini Pt. Indorama Synthetics Tbk, mempunyai tanah seluas ± 47,8 hektar. Dari luas tersebut, seluas ± 20,8 hektar di alokasikan untuk spun yarn division dan sekarang ini yang sudah di bangun seluas ± 10 hektar. Adapaun luas tanah yang masih kosong, di rencanakan untuk pembangunan dalam usaha pengembangan perusahaan. Tata letak bangunan PT. Indorama Synthetics Tbk, spun yarn division dapat dilihat pada gambar di atas.

8

1.4

Pemasaran Untuk sistem pemasaran PT. Indorama Synthetics telah menembus pemasaran internasional sejak tahun 1986. Karena benang tenun merupakan barang industri makan perusahaan memasarkan hasil produksinya langsung ke pemakai (end user) penjualan hasil produksi dalam perbandingan ekspor dan domestik adalah sebanyak 80 % - 20 % Gambar Perusahaan telah memasarkan produksinya di 50 negara yang di antaranya adalah negara-negara yang ada di asia, australia, selandia baru, canada, usa, dan negara-negara skandinavia serta negera-negara eropa. Sebagai salah satu produsen dan eksporter benang gtenun yang terbesar di indonesia, perusahaan telah mempunyai jaringan pemasaran yang luas dan mantap baik untuk dalam negeri maupun luar negeri berdasarkan ISO 9002 dengan mempertahan kan standar kualitas yang tinggi serta pengiriman yang tepat waktu perusahaan telah mendapatkan kepercayaan dari para pelanggannya, sehingga memudahhkan dalam pemasaran produk perusahaan. Pelaksanaan pemasaran di Pt. Indorama Synthetics Tbk, di atur dan dilakukan oleh masing-masing divisi. Dalam pemasarannya konsumen dapat memberikan masukkan-masukkan mengenai jenis produk yang dibutuhkan, kemudian pihak perusahaan membrikan contoh produksi yang diinginkan. Setelah terjadi kesepakatan diantara kedua belah pihak kemudian perusahaan memproduksi pesanan atau permintaan tersebut sesuai permintaan konsumen.

1.5

Produk yang di Produksi Produk yang di hasilkan PT.Indorama Synthetisc Tbk, terdiri dari berbagai macam produk , baik produk tekstil maupun produk bukan tekstil. Produkproduk ini dihasilkan oleh keempat divisi yang da di PT.Indorama Synthetisc Tbk. Adapun produk hasil masing-masing devisi adalah sebagai berikut : 1. Spun Yarn Divison Spun Yarn Division menghasilkan produk berupa benang staple dengan berbagai jenis dan nomor benang, benang dari serat alam (cation/kapas), benang dari serat sintetik (poliester, rayon dan akrilik) dan benang campuran (polyester-kapas dan polyester-rayon)denang jumlah produksi seluruhnya dari Spun Yarn Division adalah sebesar 34000 ton benang setiap tahunnya, yang berasal dari lima departemen Spinning.

9

2. Weaving Division Weaving division merupakan divisi yang bergerak dalam pembuatan kain Grey Polyester. Jumlah produksi weaving division adalah sebesar 2,5 juta meter kain setiap bulannya yang berasal dari unit weaving 1 dan unit weaving 2. 3. Polyester Division Produk yang dihasilkan polyester division berupa chip, benang filamen, dan serat staple polyester. Setiap tahunnya divisi ini dapat menghasilkan ± 64000 ton chips dan ±84000 ton benang. 4. Pet Resin Division Pet Resin Division merupakan divisi PT.Indorama Synthetisc Tbk yang bergerak diluar bidang tekstil. Divisi ini menghasilakn bahan baku botol plastik, dengan jumlah produksi ±63000 ton setiap tahunnya. 1.6 Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan bagan organisasi yang menggambarkan suatu hubungan kerja sama ynag melibatkan sejumlah orang dengan pembagian tugas dan pelimpahan wewenang, sehingga dengan demikian akan memberikan kejelasan pada fungsi-fungsi yang duduk dalam menciptakan kondisi kerja yang lebih teratur dan terarah. Struktur organisasi PT.INDORAMA SYNTHETIC Tbk adalah struktur organisasi lini dan staf, karena organisasi garis dan staf merupakan kebaikan-kebaikan yang terkandung dalam organisasi garis dan staf yaitu kesatuan perintah dan spesialisasi pekerjaan tetap dipertahankan,. Staf dalam organisasi ini berfungsi sebagai pembantu dan pemberi nasihat kepada pimpinannya. PT.INDORAMA SYNTHETIC Tbk Spun Yarn Division dipimpin oleh seorang Presiden tetapi dalam beroperasi sehari-hari di pimpin oleh Executive Vice Presiden yang membawahi 3 Vice Presiden. Struktur organisasi PT.INDORAMA SYNTHETIC Tbk Spun Yarn Division dapat dilihat pada halaman Pengurus dan Pengawas: Susunan Komisaris dan Direksi berdasarkan Laporan Keuangan Tengah Tahunan per 30 Juni 2009 adalah sebagai berikut: Komisaris: Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama : Mohan Lal Lohia *) : Seema Lohia **)
10

Humprey R. Djemat **) Komisaris Iman Sucipto Umar **) Direksi: Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Arun Taneja **) Komite audit: Ketua Anggota Suhartati Suharso *) Mengundurkan diri pada RUPSLB tanggal 28 Agustus 2009 **) Digantikan pada RUPSLB tanggal 28 Agustus 2009 Jumlah karyawan Perseroan per 30 Juni tahun 2009 rata-rata sebanyak 6.795 karyawan : Humprey R. Djemat : Ikah Moeslimah : Sri Prakash Lohia **) : Amit Lohia **) : V.S. Baldwa **) : Aarti Lohia **)

11

BAB II

12

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Perkembangan Perusahaan PT. Indorama Synthetics Tbk, adalah merupakan perusahaan PMA, yang didirikan di desa kembang kuning kecamatan Jatiluhur, kabupaten Purwakarta yang merupakan kawasan industri perusahaan yang bergerak di bidang pemintalan benang diresmikan pada tanggal 16 Agustus 19744 oleh Presiden Soeharto yang di dampingi oleh menteri perindustrian M. Yusuf berdasarkan akte notaris Nomor 21 yang dibuat dihadapan Gustaf Hoemala Soangkeopon Leomban Tobing,SH, Di Jakarta dan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 3 Januari 1975 dengan surat keputusan Nomor YA 5/2/14, dan di daftarkan dikantor Pengadilan Negeri Jakarta tanggal 24 Januari 1975 dibawah No.285 serta di umumkan dalam berita negara RI No.8 tanggal 28 Januari 1975, tambahan No. 75 tahun 1975. Kemudian pada tanggal 19 Juni 1997 diperbaharui dengan akta notaris No.70 oleh notaris A.Partomuan Pohan,SH,LLM. Dalam perkembangannya PT. Indorama Synthetics Tbk dibagi menjadi 4 divisi, dimana perkembangan di tiap-tiap divisi ini dilakukan secara bertahap dari waktu ke waktu mengikuti perkembangan usaha PT. Indorama Synthetics Tbk adapun tahun pembangunan dari tiap-tiap divisi adalah sebagai berikut spun yarn division, polyester divison, fabric divison, dan pet resin division. Perseroan didirikan dalam rangka UU Penanaman Modal Asing yang telah diubah dengan UU No. 11 tahun 1970 berdasarkan Akta No. 21 tanggal 3 April 1974, dengan Notaris Gustaaf Hoemala Soangkoepon Loemban Tobing, SH. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman RI dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/2/14 tanggal 3 Januari 1975 dan diumumkan dalam Berita Negara RI No. 8 tanggal 28 Januari 1975, Tambahan No. 75. Anggaran dasar perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir dengan akta No. 4 tanggal 6 Maret 2008 dari Fathiah Helmi, SH., notaris di Jakarta, yaitu mengenai perubahan Anggaran Dasar Perseroan sesuai dengan UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan HAM Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. AHU-17302.AH.01.02 tahun 2008 tanggal 8 April 2008, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 54, tanggal 4 Juli 2008, Tambahan No. 10796.

13

Kantor Pusat: Kembang Kuning, Ubrug Kotak Pos 7, Jatiluhur Purwakarta, Jawa Barat Telp. : (0264) 202-311 Faks. : (0264) 201-431 Corporate Secretary: Telp. : (0264) 202-311

Kantor Perseroan (Administrasi): Graha Irama 17th Floor Jl. HR. Rasuna Said Blok X-1, Kav. 1-2 Jakarta 12950 Telp : (021) 526-1555 Fax : (021) 526-1501, 526-1502

Faks. : (0264) 201-431 Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan meliputi bidang usaha pemintalan benang, benang polyester filamen (termasuk benang mikrofilamen), polyester staple fibre, PET resin, tekstil grade chips dan kain polyester (Grey dan kain jadi), investasi dan pengoperasian dari Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Uap (PLTU). Mulai Beroperasi: Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1976. Produksi Utama: Pemintalan benang, Polyester, PET Resin, dan Kain. Pendirian: Susunan Pemegang Saham: Berdasarkan Laporan Keuangan Tengah Tahunan Perseroan per 30 Juni 2009, struktur permodalan dan susunan pemegang saham adalah sebagai berikut: Nilai nominal Rp 500,- per Saham

14

No. Keterangan A. Modal Dasar B. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: 1. PT. Irama Unggul, Indonesia 2. Indorama International Finance

Jumlah Total Nilai Nominal Nilai Nominal (US$) (Rp) 1.000.000.000 500.000.000.000 Saham %

247.497.682 86.224.032

123.748.841.000 60.599.640 43.112.016.000 21.111.896

37,82 13,18

Plc, United Kingdom 3. HSBC Fund Services Clients 56.441.500 4. Masyarakat : Asing 224.168.672 Lokal 40.019.821 Jumlah Modal Ditempatkan 654.351.707 dan Disetor Penuh C. Jumlah Saham dalam Portepel 345.648.293

28.220.750.000 13.819.663 112.084.336.000 43.152.323 20.009.910.500 9.783.303 327.175.853.500 160.217.573 172.824.146.500

8,63 34,25 6,12 100,00

Anak Perusahaan: Tahun Pendirian/ Operasional 1. Isin International Singapura 1991 Pte. Ltd. (ISIN) 2. Indorama Kepulauan International 1992 Cayman Ltd. (IRI) 3. PT Indorama 1997/ Purwakarta, Industri Jawa Barat (IRIN) Pra-operasi
2.2 Produk yang di hasilkan dan Proses produksi Di PT. Indorama Syntetics, menghasilakan atau memproduksi benang dengan berbagai jenis, yaitu menghasilkan produk berupa benang staple dengan berbagai jenis dan nomor benang, benang dari serat alam (cation/kapas), benang 15

% Bidang Usaha

Total

N Nama o Perusahaan

Domisili

Kepemilika Aktiva n (US$) 100 54.719.8 55 15.926.8 51 86.020

Perdagangan

Investasi Perkebunan, polyester dan pertambangan

100

99,99

dari serat sintetik (poliester, rayon dan akrilik) dan benang campuran (polyesterkapas dan polyester-rayon), grey polyester, chip, benang filamen, dan serat staple polyester, dan bahna baku botol plastic. Dan disini kami akan membahas mengenai salah satu produk yang di hasilkan berupa benang dari serat alam (cation/kapas). Dengan bagian division spinning, atau pemintalan.

2.2.1

Proses Produksi Proses produksi pada perusahaan manufactur ini dengan satu tahap produksi dimana proses produksi yang mengolah satu tahapan proses produski sesuai dengan produk yang kita bahas yaitu benang yang terbuat dari serat alam. Dalam aliran proses produksi, kegiatan proses produksi di perusahaan ini melalui aliran produk secara berurutan (Sequential Product Flow). Dimana proses produksi berurutan dengan sesuai terhadap tahapan mesin : BLOW ROOM CARDING RIBBON LAP COMBER BREAKER 1 BREAKER 2 FINISHER SIMPLEX RING FRAME WINDING

16

 MESIN BLOW ROOM 1. SISTEM PROSES MESIN BLOW ROOM Ada dua cara system proses di mesin blowing  Mixing Adalah pencampuran antara serat yang sejenis tetapi berbeda kualitasnya Tujuannya adalah : a. Mengurangi ketidak rataan benang b. Mengendalikan biaya produksi c. Mendapatkan kualitas yang diharapkan Blanding Adalah pencampuran dua jenis serat atau lebih yang berbeda tujuannya adalah : a. Mendapatkan kualitas yang diinginkan b. Menutupi kelemahan masing-masing serat. 2. FUNGSI MESIN BLOWING Adalah : - Untuk membuka gumpalan kapas agar lebih kecil dan tidak padat - Untuk pencampuran bahan baku - Membuang dari kotoran serat baik itu biji, daun, ranting dan lain-lain.  MESIN CARDING 1. Definisi mesin Carding, Suatu mesin yang memproses hasil dari mesin Blowing untuk dirubah menjadi Sliver, mesin Carding 2. Fungsi mesin Carding a. Membuka lebih lanjut dari kapas yang masih menggumpal b. Melakukan pembersihan serat dari kotoran yang belum terbuang c. Memisahkan serat pendek dari serat utama d. Membuat sliver  MESIN RIBBON LAP 1. Definisi mesin Ribbon Lap Adalah suatu mesin yang memproses sliver cotton hasil mesin Carding menjadi lap/gulungan kapas besar 2. Fungsi mesin Ribbon Lap a. Perangkapan sliver b. Penarikan c. Meratakan dan menyamakan sliver d. Membuat gulungan kapas atau lap  MESIN COMBER 

17

1. Definisi mesin Comber Adalah suatu mesin yang memproses lap hasil dari Ribon Lap menjadi sliver Comber 2. Fungsi mesin Comber a. Memisahkan serat pendek dari yang utama b. Meluruskan serat c. Membersihkan sisa kotoran d. Mengadakan perangkapan sliver e. Membuat sliver  MESIN DRAWING 1. Definisi mesin Drawing Adalah suatu mesin yang memproses perangkapan sliver Carding atau Comber menjadi sliver mesin Drawing 2. Fungsi mesin Drawing a. Perangkapan sliver (meratakan sliver) b. Meluruskan dan mensejajarkan serat (drafting) c. Membuat campuran

 MESIN SIMPLEX 1. Definisi mesin Simplex Adalah suatu mesin yang memproses Sliver Drawing Finisher menjadi Roving. 2. Fungsi mesin Simplex a. Melakukan penarikan b. Memberikan twist c. Mengadakan penggulungan di bobbin  Jenis-jenis serat : 1. Serat Alam : 1.1 Serat alam adalah serat yang berasal dari tumbuhan-tumbuhan. Contoh: kapas, rosela, rami, jute Untuk jenis serat dari tumbuhan, indorama synthetics spinning division hanya memproses dari kertas cotton, jenis serat ini didatangkan dari berbagai negara seperti : australia, cina, amerika , timur tengah dll 1.2 Serat alam yang berasal dari hewan, jenis serat ini indorama syintetic tidak memproduksi, Contoh serat dari jenis ini adalah : sutra dan woll 2. Serat Alam : Yang termasuk serat buatan adalah : viskos, rayon, dacron, tetoron Untuk jenis serat ini indorama sintetik memproses semuanya. Adapun untuk membedakan Jenis dan ciri-ciri benang dengan3 cara yaitu : a. Melihat b. Perabaan 18

c. Pemutusan Jenis serat yang banyak diproses di indorama synthetic antara lain: 1. Polyester Ciri-cirinya :  Warna putih sekali Diraba halus dan licin  Diputus kuat 2. Tetoron rayon(TR) Ciri-ciri nya :  Warnanya putih tetapi tak seputih Polyester  Diraba halus tap tak sehalus Polyester  Diputus kuat tapi tak sekuat Polyester  Campuran 35% Polyester dan 65% Rayon 3. Rayon Tetoron (RT) Ciri-Cirinya :  Warnanya bermacam-macam ada yang kemerah-merahan, kebirubiruan dsb.  Diputus kuat tapi tak sekuat TR  Diraba kasar daripada benang TR  Campuran 50% Polyester dan 50% Rayon 4. Rayon Ciri—cirinya :  Warnanya putih kekuning-kuningan mengkilat  Diputus agak rapuh  Diraba agak kasar 5. Acrylic Ciri-cirinya:  Warnanya putih mengkilat  Diputus rapuh  Diraba kasar 6. Cotton Ciri-cirinya :  Warnanya putih kekuning-kuningan/kecoklat-coklatan buram  Diputus rapuh sekali  Diraba lembut 7. CVC Ciri-cirinya :  Warnanya kuning kecoklat-coklatan tapi tak secoklat cotton  Diraba lembut tapi tak selembut cotton  Diputus rapuhh tak serapuh cotton  Campuran 55% cotton dan 45% polyester 8. TC (Tetoron Cotton) Ciri-cirinya :  Putih kekuning-kuningan tapi tak sekuning CVC  Diputus agak kuat daripada CVC 19

 

Diraba agak kasar daripada CVC Campuran 65% Polyester dan 35% cotton

Ikhtisar Data Keuangan Penting (dalam dolar AS) 31 Des 2008 Aktiva lancar 217,637,495 Aktiva tidak lancar 392,038,912 Total Aktiva 609,676,407 Kewajiban lancar 206,620,185 Kewajiban tidak lancar 159,180,991 Total Kewajiban 365,801,176 Hak minoritas (jika ada) 0 Saldo laba (defisit) 82,717,975 Jumlah Ekuitas (Defisiensi modal) 243,875,231 Penjualan bersih 553,813,876 Beban Pokok Penjualan 509,675,405 Laba (rugi) kotor 44,138,471 Laba (rugi) usaha 8,162,736 Laba (rugi) bersih 7,408,161 Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi 59,421,368 Current ratio 105.33% Debt to assets 60.00% Debt to equity 150.00% Gross profit margin 7.97% Tahun 2008 31 Des 2007 243,476,984 380,230,641 623,707,625 207,129,407 178,899,268 386,028,675 0 76,509,553 237,678,950 505,672,938 459,719,827 45,953,111 10,784,098 2,310,580 31 Des 2006 31 Des 2005 226,059,955 214,484,917 367,315,255 344,811,643 593,375,210 559,296,560 202,372,113 150,245,819 154,624,340 173,635,821 356,996,453 323,881,640 0 0 31 Des 2004 213,726,515 314,058,019 527,784,534 163,228,417 130,002,388 293,230,805 0 73,387,744 234,553,729 420,827,494 379,877,734 40,949,760 11,890,994 4,918,443

75,205,668 74,248,678 236,378,757 235,414,920 471,671,916 469,624,521 427,907,056 43,764,860 6,618,328 2,003,953 425,506,619 44,117,902 10,454,217 2,073,570

1,328,036 117.55% 61.89% 162.42% 9.09% 2007

56,749,230 111.71% 60.16% 151.03% 9.28% 2006

38,013,926 142.76% 57.91% 137.58% 9.39% 2005

25,253,575 130.94% 55.56% 125.02% 9.73% 2004

20

KAP

Osman Osman Bing Satrio Satrio & Rekan Rekan Ali Hery

Partner

Opini WTP Alasan opini non WTP TAHUN 2009

Hans Bing Osman Osman Ramli Tuanakotta & Ramli Satrio Satrio & Rekan Mustofa & & Rekan Halim Restiawan Parlindungan Parlindungan Ali Hery Adimuryant Siahaan Siahaan o WTP WTP WTP WTP -

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 28 Agustus 2009 1. a. Menyetujui perubahan seluruh Anggaran Dasar Perseroan antara lain untuk disesuaikan dengan Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.J.1. tentang Pokok-pokok Anggaran Dasar Perseroan yang melakukan penawaran umum efek bersifat ekuitas dan perusahaan publik. 1. Memberikan kuasa dan kewenangan kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi untuk menyatakan perubahan seluruh Anggaran Dasar Perseroan dalam akta tersendiri di hadapan notaris, termasuk tetapi tidak terbatas untuk menandatangani kembali akta notaris atas keputusan Rapat (apabila terdapat penolakan dari Departemen Hukum dan HAM RI) sehubungan perubahan seluruh Anggaran Dasar tersebut di atas, melakukan pengurusan persetujuan dan pemberitahuan kepada Departemen Hukum dan HAM RI sehubungan dengan perubahan seluruh Anggaran Dasar Perseroan tersebut. 2. Menyetujui dan menerima dengan baik atas permintaan pengunduran diri dari Mohan Lal Lohia selaku Presiden Komisaris Perseroan dan memberhentikan dengan hormat seluruh anggota Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan yang saat ini masih menjabat dengan alasan restrukturisasi Perseroan. Sehingga susunan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan terhitung sejak penerimaan pemberitahuan perubahan Anggaran Dasarnya diterima oleh Departemen Hukum dan HAM RI s.d. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun 2014 adalah: Dewan Direksi Presiden Direktur Direktur : Amit Lohia : Vishnu Swaroop Baldwa : Arun Taneja
21

Dewan Komisaris Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris (Independen) Wakil Presiden Komisaris Komisaris Komisaris (independen) : Sri Prakash Lohia : Humphrey R. Djemat : Seema Lohia : Aarti Lohia : Iman Sucipto Umar

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 25 Juni 2009 1. Menyetujui Laporan Tahunan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 dan mengesahkan Perhitungan Neraca dan Laba Rugi untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya bagi seluruh anggota Direksi dan Komisaris atas tindakan kepengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2008. 2. Menyetujui laba bersih sebesar USD 7.408.161 dan ditetapkan penggunaannya sebagai berikut: a) USD 1000 sebagai cadangan.

b) Sisa laba bersih sebesar USD 7.407.161 dibukukan sebagai laba ditahan. 1. Menyetujui menunjuk Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit buku-buku Perseroan untuk tahun buku 2009 dan memberi wewenang kepada Direksi Perseroan untuk menetapkan honorarium bagi Kantor Akuntan Publik tersebut. TAHUN 2008 Susunan Pemegang Saham: Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2008, struktur permodalan dan susunan pemegang saham sebagai berikut: Nilai nominal Rp 500,- per Saham Jumlah Total No. Keterangan A. Modal Dasar Saham 1.000.000.000 Nilai (Rp) Nominal Nilai Nominal (US$) %

500.000.000.000

22

B. Modal Ditempatkan dan Disetor: 1. PT. Irama Unggul, 247.497.682 Indonesia 2. Indorama 86.224.032 International Finance Plc, United Kingdom 3. IFC

123.748.841.000 60.599.640 37,82 43.112.016.000 21.111.896 13,18

47.991.750

23.995.875.000 11.750.748 7,34 28.220.750.000 13.819.663 8,63 88.120.161.000 43.152.323 26,92 19.978.210.500 9.783.303 6,11 327.175.853.500 160.217.57 100,00 3 172.824.146.500

4. HSBC Fund Services 56.441.500 Clients 5. Masyarakat : Asing 176.240.322

Lokal 39.956.421 Jumlah Modal 654.351.707 Ditempatkan dan Disetor C. Jumlah Saham dalam 345.648.293 Portepel Pengurus dan Pengawas:

Susunan Komisaris dan Direksi berdasarkan Laporan Keuangan per 31 Desember 2008 dan 30 Juni 2008 sebagai berikut: Komisaris: Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama : Mohan Lal Lohia : Seema Lohia Humprey R. Djemat Komisaris : Aarti Lohia Iman Sucipto Umar Direksi: Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur : Sri Prakash Lohia : Amit Lohia : V.S. Baldwa Arun Taneja Komite audit:

23

Ketua Anggota Suhartati Suharso

: Humprey R. Djemat : Ikah Moeslimah

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 26 Juni 2008 1. Menyetujui laporan tahunan dan mengesahkan laporan perhitungan tahunan. 2. Menyetujui laba bersih sebesar USD 2.310.580 digunakan untuk: 1. USD 1.000 sebagai cadangan. 2. Dividen tunai sebesar Rp17 per saham secara total equivalen dengan USD 1.199.739. 3. Sisa laba bersih sebesar USD 1.109.841 dibukukan sebagai laba ditahan. 4. Menyetujui menunjuk akuntan publik Osman Ramli Satrio dan Rekan dan memberi wewenang kepada direksi untuk menentukan besar remunerasi bagi akuntan publik.

Susunan Pemegang Saham: Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2008, struktur permodalan dan susunan pemegang saham sebagai berikut: Nilai nominal Rp 500,- per Saham Jumlah Total No. Keterangan Saham Nilai (Rp) Nominal Nilai Nominal (US$) %

A. Modal Dasar 1.000.000.000 B. Modal Ditempatkan dan Disetor: 1. PT. Irama Unggul, 247.497.682 Indonesia 2. Indorama International 86.224.032 Finance Plc, United Kingdom 3. IFC 47.991.750 4. HSBC Fund Services 56.441.500 Clients 5. Masyarakat : Asing 158.692.622 Lokal 57.504.121 Jumlah Modal Ditempatkan 654.351.707

500.000.000.000

123.748.841.000 60.599.640 43.112.016.000 21.111.896

37,82 13,18

23.995.875.000 11.750.748 28.220.750.000 13.819.663 79.346.311.000 38.855.781

7,34 8,63 24,24

28.752.060.500 14.079.845 8,79 327.175.853.500 160.217.573 100,00
24

dan Disetor C. Jumlah Saham Portepel

dalam 345.648.293

172.824.146.500

TAHUN 2007 Susunan Pemegang Saham: Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2007, struktur permodalan dan susunan pemegang saham sebagai berikut: Nilai nominal Rp 500,- per Saham Jumlah Total No. Keterangan Saham Nilai (Rp) Nominal Nilai Nominal (US$) %

A. Modal Dasar 1.000.000.000 500.000.000.000 B. Modal Ditempatkan dan Disetor: 1. PT. Irama Unggul, 247.497.682 123.748.841.000 60.599.640 Indonesia 2. Indorama 86.224.032 43.112.016.000 21.111.896 International Finance Plc, United Kingdom 3. IFC 47.991.750 4. HSBC Fund Services 56.441.500 Clients 5. Kenneth Rudy 40.536.500 Kamon 6. Masyarakat : Asing 98.715.622

37,82 13,18

23.995.875.000 11.750.748 28.220.750.000 13.819.663 20.268.250.000 9.925.971 49.357.811.000 24.170.453

7,34 8,63 6,19 15,08

Lokal 76.944.621 38.472.310.500 19.084.320 11,76 Jumlah Modal 654.351.707 327.175.853.500 160.217.573 100,00 Ditempatkan dan Disetor C. Jumlah Saham dalam 345.648.293 172.824.146.500 Portepel Pengurus dan Pengawas:

25

Susunan Komisaris dan Direksi per 31 Desember 2007 dan per 30 Juni 2007 sebagai berikut: Komisaris: Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama

: Mohan Lal Lohia : Seema Lohia Humprey R. Djemat

Komisaris

: Aarti Lohia Iman Sucipto Umar

Direksi : Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur : Sri Prakash Lohia : Amit Lohia : R. Chandrasekaran J.C. Suresh Komite audit : Ketua Anggota : Humprey R. Djemat : Dra. Ikah Moeslimah Dra. Suhartati Suharso *)Pada tanggal 6 Maret 2008 berdasarkan RUPSLB, Pemegang Saham menerima pengunduran diri R. Chandrasekaran dan J.C. Suresh sebagai Direktur dan telah menunjuk Vishnu Swaroop Baldwa dan Arun Taneja sebagai Direktur. Susunan Pemegang Saham: Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2007, struktur permodalan dan susunan pemegang saham sebagai berikut: Nilai nominal Rp 500,- per Saham Jumlah Total No. Keterangan Saham Nilai (Rp) Nominal Nilai Nominal (US$) %

A. Modal Dasar 1.000.000.000 500.000.000.000 B. Modal Ditempatkan dan
26

Disetor: 1. PT. Irama Unggul, 247.497.682 Indonesia 2. Indorama International 86.224.032 Finance Plc, United Kingdom 3. IFC 47.991.750 4. HSBC Fund Services 56.441.500 Clients 5. Kenneth Rudy Kamon 40.536.500 6. Masyarakat : Asing 97.717.122 Lokal 77.943.121 Jumlah Modal 654.351.707 Ditempatkan dan Disetor C. Jumlah Saham dalam 345.648.293 Portepel TAHUN 2001 Penawaran Umum Obligasi I

123.748.841.000 60.599.640 43.112.016.000 21.111.896

37,82 13,18

23.995.875.000 11.750.748 28.220.750.000 13.819.663 20.268.250.000 9.925.971 48.858.561.000 23.925.971

7,34 8,63 6,19 14,93

38.971.560.500 19.084.320 11,91 327.175.853.500 160.217.573 100,00 172.824.146.500

Perseroan dinyatakan efektif dalam rangka Penawaran Umum Obligasi IndoRama Synthetics I Tahun 2001 dengan tingkat bunga tetap dan/atau mengambang dengan jumlah pokok seluruhnya sebanyak-banyaknya sebesar Rp 1.000.000.000.000 (Satu triliun Rupiah). Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, berjangka waktu 5 tahun, dan ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok. Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 bulan. Obligasi Perseroan dicatatkan di Bursa Efek Surabaya tanggal 14 Mei 2001. Dalam rangka penerbitan obligasi ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka panjang dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PT Pefindo): Id A+ (Single A Plus; Stable Outlook) Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Obligasi I: Dana yang diperoleh dari Penawaran umum ini setelah dikurangi biaya emisi dipergunakan untuk: 1. Keperluan pelunasan lebih awal (prepayment) sebagian pinjaman sindikasi Deutsche Morgan Grenfell Ltd., Singapura sebesar ekuivalen AS $ 80 juta. 1. Sisanya untuk penambahan modal kerja. Lembaga/Profesi Penunjang yang terlibat dalam Penawaran Umum Obligasi IIPO sbb:

27

- Akuntan Publik - Notaris - Konsultan Hukum - Wali Amanat

: Hans Tuanakotta & Mustofa : Fathiah Helmi, SH. : Tumbuan Pane : PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Penjamin Pelaksana Emisi Efek: PT Deutsche Securities Indonesia PT Danareksa Sekuritas PT ABN AMRO Asia Securities Indonesia

Susunan Pemegang Saham saat Penawaran Umum Obligasi I: Nilai nominal Rp 500,- per Saham Jumlah Total Saham

Keterangan

Nilai (Rp)

Nominal (%)

Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : 1. PT Irama Unggul 247.497.682 2. Indorama 86.328.598 International Finance Plc 3. International Finance 47.991.750 Corporation 4. Masyarakat (masing- 272.533.677 masing dengan kepemilikan di bawah 5%) Jumlah Modal 654.351.707 Ditempatkan dan Disetor Penuh

123.748.841.000 37,82 43.164.299.000 13,19 23.995.875.000 7,34

136.266.838.500 41,65

327.175.853.500 100,00

Susunan Pengurus dan Pengawasan saat Penawaran Umum Obligasi I: Komisaris: Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris : Gani Djemat, SH : Seema Lohia : Naurang Rai Lohia
28

Komisaris Direksi: Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Direktur

: Anis Prakash Lohia

: Mohan Lal Lohia : Sri Prakash Lohia : Chander Vinod Laroya : Amit Lohia : H. Darnis Darwis, SH.

TAHUN 1996 Pada tahun 1996, Perseroan telah mencatatkan saham baru sebanyak 290.822.981 lembar saham yang berasal dari kapitalisasi agio saham. Efektif mulai tanggal 9 Desember 1996, Perseroan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman RI dalam Surat Keputusannya No. C2-HT.01.04.A.7494 tanggal 30 Oktober 1996 mengenai perubahan nilai nominal saham dari Rp 1.000 menjadi Rp 500 (stock split). TAHUN 1995 Pada tahun 1995, Perseroan telah menerbitkan saham baru sebanyak 48.981.213 lembar saham yang berasal dari kapitalisasi agio saham dan dari pemegang saham lama. Pada tanggal 18 mei 1995, Perseroan memperoleh surat efektif dari Ketua Bapepam dengan nomor surat S-567/PM/1995, perihal Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran Perseroan, mengenai Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak 24.911.513 lembar saham kepada para pemegang saham. TAHUN 1992 Selama tahun 1992, Perseroan menerbitkan 60.300.000 lembar saham tambahan yang berasal dari kapitalisasi agio saham. Pada tanggal 1 Oktober 1992, Perseroan menerbitkan obligasi konversi dalam mata uang Swiss Franc (CHF) melalui pasar modal di Swiss. Pada tanggal 30 Juni 1996, obligasi konversi ini telah dikonversi penuh ke dalam saham Perseroan. TAHUN 1990

29

Pada tanggal 12 Juni 1990, Perseroan mendapat surat efektif dari Ketua Bapepam untuk menjual 7.000.000 lembar saham kepada masyarakat melalui Pasar Modal di Indonesia. Ikhtisar Data Keuangan Penting (dalam dolar AS) 30 Juni 30 Juni 2008 30 Juni 2007 2009 222,852,485 242,496,895 237,961,583 378,111,497 396,832,052 600,963,982 639,328,947 202,832,294 228,823,763 152,963,170 172,421,866 355,795,464 401,245,629 0 0 84,005,668 76,912,125 245,168,518 238,083,318 237,194,411 294,751,859 219,981,975 272,741,514 17,212,436 22,010,345 3,840,548 4,544,181 1,287,693 1,602,311 373,472,150 611,433,733 374,603,817 374,603,817 374,603,817 0 75,657,154 236,829,916 241,040,279 220,826,117 20,214,162 4,039,396 1,458,181

Aktiva lancar Aktiva tidak lancar Total Aktiva Kewajiban lancar Kewajiban tidak lancar Total Kewajiban Hak minoritas (jika ada) Saldo laba (defisit) Jumlah Ekuitas (Defisiensi modal) Penjualan bersih Beban Pokok Penjualan Laba (rugi) kotor Laba (rugi) usaha Laba (rugi) bersih Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi Current ratio Debt to assets Debt to equity Gross profit margin Tahun KAP Partner Opini Alasan opini non WTP

16,717,966 109.87% 59.20% 145.12% 7.26% 2009 Tidak diaudit -

47,631,778 105.98% 62.76% 168.53% 7.47% 2008 Tidak diaudit -

(25,227,934) 137,01% 61,27% 158,17% 8,39% 2007 Tidak diaudit -

30

BAB III
31

BAB 3 PENUTUP 3.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamaatan penyusunan selama ini melakukan kerja praktek di Departemen Spinning I PT.Indorama Synthetic Tbk Spun Yarn Division maka dapat diambil keputusan sebagai berikut : 1. Lokasi perusahaan PT.Indorama Synthetic Tbk Spun Yarn Division cukup strategis dan menguntungkan, sehingga memudahkan transportasi bahan baku, suku cadang, dan hasil produksinya. Kebutuhan akan air dan listrik untuk keperluan produksi mudah didapat. 2. Struktur organisasi PT.Indorama Synthetic Tbk sudah cukup baik dengan menggunakan struktur organisasi garis dan staf, dalam arti wewenang hanya sebatas baidang dibawahi sehingga tercipta suatu sistem dan suasana kerja yang baik 3. Gudang bahan baku PT.Indorama Synthetic Tbk cukup luas dan telah memenuhi persyaratan gudang yang baik 4. Tata letak mesin di Departemen Spinning I PT.Indorama Synthetic Tbk secara umum sudah cukup baik dan rapi 5. Proses Produksi di Departemen Spinning I PT.Indorama Synthetic Tbk telah berjalan sesuai rencana dan telah mencapai target
3.2 Saran

32

33

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->