Anda di halaman 1dari 5

Dibuat oleh : Christovyo S XI-SCI/3

Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme mengandung tiga proporsi kategori yakni dua premis dan satu kesimpulan. Masing-masing premis itu yakni premis mayor (premis umum) biasanya disingkat PU dan premis minor (premis khusus) biasanya disingkat PK. Kriteria silogisme sebagai barikut : Premis Umum (PU) : Menyatakan bahwa semua anggota golongan tertentu (semua A) memiliki sifat atau hal tertentu (=B). Permis Khusus (PK) : Menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang itu (=C) adalah golongan tertentu itu (=A). Kesimpulan (K) : Menyatakan bahwa sesuatu atau sesorang itu (=C) memiliki sifat atau hal tersebut (=B). Jika dirumuskan sebagai berikut : PU : A = B PK : C = A K:C=B A = semua anggota golongan tertentu B = sifat yang ada pada A C = sesorang atau sesuatu anggota A Jenis-Jenis Silogisme : 1. Silogisme Kategorial Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term). Contoh: Semua makhluk hidup membutuhkan makanan. (Premis Mayor) Budi adalah makhluk hidup. (Premis Minor) Budi membutuhkan makanan. (Konklusi)

Dibuat oleh : Christovyo S XI-SCI/3 2. Silogisme Hipotetik

Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:

Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent.

Contoh: Jika lapar saya makan nasi.(mayor) Sekarang saya lapar.(minor) Saya makan nasi (konklusi).

Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya.

Contoh: Jika gunung meletus, desa akan hancur. (mayor) Sekarang desa telah hancur. (minor) Gunung telah meletus. (konklusi)

Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent.

Contoh: Jika Budi tidak belajar dengan baik, maka nilainya akan turun. (mayor) Budi belajar dengan baik. (minor) Nilainya tidak turun. (konklusi)

Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya.

Contoh: Bila nilai Ani bagus, orangtuanya akan senang. Orangtua Ani tidak senang. Nilai Ani tidak bagus.

Dibuat oleh : Christovyo S XI-SCI/3 3. Silogisme Alternatif

Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain. Contoh: Thevy berada di Solo atau Bali. Thevy berada di Bali. Jadi, Thevy tidak berada di Solo.
4. Silogisme Disjungtif

Silogisme disjungtif adalah silogisme yang premis mayornya merupakan keputusan disyungtif sedangkan premis minornya bersifat kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor. Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya. Silogisme ini ada dua macam yaitu:

Silogisme disyungtif dalam arti sempit

Silogisme disjungtif dalam arti sempit berarti mayornya mempunyai alternatif kontradiktif. Contoh: Tano jujur atau berbohong. (premis1) Ternyata Tano berbohong. (premis2) Ia tidak jujur. (konklusi)

Silogisme disjungtif dalam arti luas

Silogisme disyungtif dalam arti luas berarti premis mayornya mempunyai alternatif bukan kontradiktif. Contoh: Anto di sekolah atau di rumah. (premis1) Ternyata Anto tidak di rumah. (premis2) Anto di sekolah. (konklusi)

Dibuat oleh : Christovyo S XI-SCI/3

Contoh : 1. PU PK K 2. PU PK
K 3. PU PK K PU PK K PU PK K PU PK K

: Seorang yang dapat memainkan alat musik suka mendengarkan musik. : Vyo dapat memainkan alat musik biola. : Vyo pasti suka mendengarkan musik. : Semua manusia membutuhkan udara untuk hidup. : Vyo adalah seorang manusia.
: Vyo membutuhkan udara untuk hidup. : Jika saya mau berhasil, saya harus berusaha. : Sekarang saya telah berhasil. : Saya telah berusaha. : Bila Dion mendapat nilai seratus, maka orangtuanya akan memberinya sepeda. : Orangtua Dion tidak memberinya sepeda. : Dion tidak mendapat nilai seratus. : Ani tinggal di Jakarta atau Bandung. : Ani tinggal di Jakarta. : Jadi, Ani tidak tinggal di Bandung. : Saat murid-murid ribut, guru akan marah. : Murid-murid tidak ribut. : Guru tidak marah.

4.

5.

6.

Dibuat oleh : Christovyo S XI-SCI/3

Entimen
Entimen ialah silogisme yang di pendekkan. Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan. Rumus Entinem : C=B karena C=A Contoh entimen:
1. Anton mendapat peringkat pertama dalam ujian karena Anton telah belajar dengan baik. 2. Ani belajar karena Ani akan menghadapi ujian. 3. Budi makan karena Budi lapar. 4. Ibu Guru memberikan tugas karena belia tidak dapat masuk kelas. 5. Kancil memiliki hidung karena Kancil adalah makhluk hidup. 6. Dedi mahir berolahraga karena Dedi suka berolahraga.