V-1

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

BAB V

PERHITUNGAN KONSTRUKSI
5.1 DATA PERENCANAAN BANGUNAN
Direncanakan :

Bentang Jembatan

: 80 meter

Lebar Jembatan

: 9 ( 1 + 7 + 1 ) meter

Jenis Jembatan

: Struktur Rangka Baja

Bangunan Atas
a. Lantai Jembatan
◦ Lebar Lantai Jembatan : 2 x 3,5 meter
◦ Mutu Beton

: 25 Mpa

◦ Tinggi Plat

: 20 cm

b. Lantai Trotoar
◦ Lebar Lantai Trotoar : 2 x 1 meter

◦ Mutu Beton

: 25 Mpa

◦ Tinggi Plat

: 20 cm

Bangunan Bawah
a. Abutment
◦ Mutu beton

: 35 MPa

◦ Mutu tulangan

: 240 MPa

◦ Jenis

: Kontraport

b. Pelat injak
◦ Mutu beton

: 35 MPa

◦ Mutu tulangan

: 240 MPa

c. Bangunan pondasi
◦ Mutu beton

: 40 MPa

◦ Mutu tulangan

: 240 MPa

◦ Jenis

: Tiang pancang

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V-2

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Gambar 5.1 Penampang Memanjang Jembatan

Gambar 5.2 Penampang Melintang Jembatan

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V-3

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

5.2 PERHITUNGAN BANGUNAN ATAS
5.2.1 Perhitungan Sandaran
Railing atau sandaran merupakan pagar untuk pengamanan pengguna
jembatan khususnya pejalan kaki. Menurut Pedoman Perencanaan Pembebanan
Jembatan Jalan Raya halaman 10 :
Tiang-tiang sandaran pada setiap tepi trotoar harus diperhitungkan untuk
dapat menahan beban horizontal sebesar 100 kg/m’ yang bekerja pada
tinggi 90 cm diatas lantai trotoir.
Jika gelagar melintang diasumsikan menggunakan IWF 708x302x15x28215 dan rangka induk diasumsikan menggunakan IWF 428x407x20x35-283
maka tinggi sandaran dari sumbu bawah rangka induk dihitung sebagai berikut :
h1

= tinggi sandaran dari trotoar

= 900 mm

h2

= tinggi trotoar

= 250 mm

h3

= tinggi plat lantai kendaraan

= 200 mm

h4

= tinggi gelagar melintang

= 890 mm (IWF 708x302x15x28-215)

h5

= tebal sayap gelagar melintang = 23 mm

h6

= lebar profil rangka induk

= 407 mm (IWF 428x407x20x35-283)

Gambar 5.3 Tinggi Tiang Sandaran

hs = h1 + h2 + h3 + (h4 – h5 - (1/2 x h6))
= 708 + 250 + 200 + (708 – 23 - (1/2 x 407))
= 1639,5 mm
TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

Data Perencanaan σ ijin = 160 MPa E baja = 2. a.1 x 105 MPa b.13 kg/m (berat sendiri pipa sandaran) Sandaran direncanakan menggunakan pipa φ 76.5) Ls = (5000× 4660.880 cm Pembebanan pada pipa sandaran : ◦ Beban horizontal (H) = 100 kg/m ◦ Beban vertikal (V) = 7.3 mm (3 inchi).V-4 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI sedangkan tinggi total rangka adalah 6. Data Teknis Profil D TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .3 meter Sandaran diasumsikan mempunyai sendi pada rangka utama dengan panjang sandaran yang menumpu pada rangka utama sebesar (pada tengah bentang) : Dengan menggunakan rumus segitiga : Ls 5000 = 6300 (6300 − 1639.809 mm = 369.5) 6300 = 3698.

5 cm4 i = 2.4 cm 2 F = 9.63 cm t = 0.374 kgm 8 Geser yang terjadi pada pipa sandaran : D c.085 cm G = 7.369 kg 2 Momen yang terjadi pada pipa sandaran : Mu = 1 × q × Ls 2 8 = 1 × 100.254 × 3.698 = 2 185.13 2 + 100 2 = 100.698 = 185.6 cm R 2 = V + H2 = 7.254 × 3.60 cm W = 15.254 × 3.V-5 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI D = 7.13 kg/m I = 59.369 kg Kontrol terhadap Bahan dan Tegangan yang Ada 1) Terhadap lendutan TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .254 kg/m RAV = = 1 × q × Ls 2 1 × 100. = 1 × q × Ls 2 = 1 × 100.698 2 = 171.

55 kg/cm2 < 1600 kg/cm2... Berdasar PPJJR 1987 : Kontruksi trotoar harus diperhitungkan terhadap beban hidup ( q ) = 500 kg/m2..OK Jadi pipa φ 76..369 x 15..6 = 48.003x 369.8 = 1. 5...95 cm < = = 2.1 x 10 x 59.OK 15. Kerb yang terdapat pada tepi – tepi lantai kendaraan diperhitungkan untuk dapat menahan beban satu horisontal ke arah melintang jembatan sebesar ( P ) = 500 kg/m2 yang bekerja pada puncak kerb yang bersangkutan atau pada tinggi 25 cm diatas permukaan lantai kendaraan apabila kerb lebih tinggi dari 25 cm...58 x σ ijin = 0...5 2) Terhadap momen σ u < σ ijin Mu = σ ijin W 17137.054 cm…OK 6 180 180 384 x 2.3 ( 3 inchi ) dapat dipakai untuk sandaran..8 4 369. TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .......2.58 x 1600 = 928 kg/cm2 τ < τ ijin ..5 τ ijin = 0.6 3) Terhadap geser τ = DxS = 185.600 kg/cm2 l 59.2 Perhitungan Lantai Trotoar Fungsi utama trotoar adalah memberikan layanan yang optimal bagi pejalan kaki baik dari segi keamanan maupun kenyamanan.V-6 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5 x qh x l 4 l < 384 E I 180 l 5 x 1.4 = 1098.

Pembebanan 1) Akibat Beban Mati • P1 (berat trotoar) = 0.5 = 312.5 kgm • MP2 = 500 x 0.00 x 1.V-7 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.00 x 500 = 500 kg • H2 (beban tumbukan (pada trotoar)) = 1.00 x 500 = 500 kg 3) Akibat Momen yang terjadi di titik A • MP1 = 625 x 0.20 x 1. Perhitungan Tulangan TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 = 250 kgm • MH2 = 500 x 0.25 x 1.4 Pembebanan pada Trotoar a.45 = 225 kgm + M total (Mu) = 1037.5 = 250 kgm • MH1 = 500 x 0.00 x 1. Data Perencanaan • f’c = 25 MPa • γ c = 2500 kg/m3 • fy = 240 MPa • φ = 16 mm • d = h – p – ½ φ tulangan = 250 – 40 – 8 = 202 mm b.00 x 2500 = 625 kg • P2 (berat pelat jembatan) = 0.00 x 2500 = 500 kg 2) Akibat Beban Hidup • H1 (beban pejalan kaki) = 1.5 kgm c.

16.0087 < max….150 (As = 1340 mm2) Checking : ρ = As terpasang (b x d) 1340 ρ (1000 x 202) = 0.5 -2 ρ x 0.6 mm2 Dipakai tulangan φ 16 .85 ⎛⎜ 0.85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.4 = 0.8xfy (1-0.202 250 9031 ρ 2 – 1920 ρ + 2.588 x ρ x 2400 ) 2 x 10 = 1 x 0.0013 ρ min = 1.85 600 + 2400 ⎠ ρ max = 0.0025 x b x d As = 0.OK Menurut SKSNI T15-1991-03 pasal 3.0058 x 1000 x 202 = 1171.0058 fy 240 ρ max = 0.543 = 0 ρ = 0.8 x 2400 (1-0. dalam arah tegak lurus terhadap tulangan utama harus disediakan tulangan pembagi (untuk tegangan susut dan suhu) → untuk fy = 240 MPa As = 0.12.588 x ρ x 2 x 10 = f 'c ) bd 1037.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.75 x 0.013 Karena ρ min > ρ → dipakai ρ min = 0.4 = 1.85 fy 600 + fy ⎝ ⎠ ρ max = 0.85 x 250 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.0025 x 1000 x 202 = 505 mm2 Digunakan tulangan bagi D12-200 (A = 565 mm2) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .0058 A = ρ x b x d = 0.V-8 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI fy Mu -2 ρx0.

Perhitungan Momen Lentur Pada Pelat Lantai Kendaraan 1) Akibat Beban Mati : • Berat sendiri pelat = 0.3 Perencanaan Pelat Lantai Kendaraan Gambar 5.20 x 1.V-9 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.00 x 2500 = 500 kg/m • Berat aspal = 0.125 kgm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .00 x 1000 = 50 kg/m + ∑ qDL = 660 kg/m Momen Tumpuan = Momen Lapangan = 1/10 x q x L2 = 1/10 x 660 x 1.5 Pelat Lantai Kendaraan a.2.05 x 1.752 = 202.00 x 2200 = 110 kg/m • Berat air hujan = 0.05 x 1. Data Perencanaan • Mutu Beton (f’c) = 25 MPa • Mutu Tulangan (fy) = 240 MPa • Tebal Pelat Lantai = 20 cm • Tebal Perkerasan = 5 cm • φ tulangan rencana = 14 mm • Tebal Selimut Beton (p) = 40 mm ( untuk konstruksi lantai yang langsung berhubungan dengan cuaca ) • • Berat jenis beton ( γc ) Berat jenis aspal ( γa ) = 25 kN/m3 = 2500 kg/m3 = 22 kN/m2 = 2200 kg/m3 b.

333 kg/m2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 = 20833.6 m o Penyebaran Beban ” T’ ” 10000 T’ = 0.8 m ty = ( 30 + ( 2 x 15 )) = 60 cm = 0.6 Beban ” T ” o Beban ” T ’’ = 10 ton o Bidang kontak pada sumbu plat tx = ( 50 + ( 2 x 15 )) = 80 cm = 0.8 x 0.10 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 2) Akibat Beban Hidup ( T ) : Untuk perhitungan kekuatan lantai kendaraan atau sistem lantai kendaraan jembatan harus digunakan beban ” T ” yaitu beban yang merupakan kendaraan truck yang mempunyai beban roda ganda ( Dual Wheel Load ) sebesar 10 ton.V . Gambar 5.

1529 x 20833.343 Ly 1.80 m o ty = 0.11 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • Kondisi 1 ( satu roda ditengah pelat ) Gambar 5.75 Dari tabel Bittner : Fxm = 0.75 ty 0.00 m 0.6 = = 0.333 x 0.1529 Fym = 0.000 kgm Mym = Fym x T’ x tx x ty TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75 m o Ly = 5.7 Penyebaran Beban ” T ” pada Kondisi 1 o tx = 0.457 Lx 1.0865 Momen maksimum pada kondisi 1 ( satu roda ditengah pelat ) : Mxm = fxm x T’ x tx x ty = 0.V .8 x 0.6 = 1529.60 m o Lx = 1.8 tx = = 0.

6 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .0865 x 20833.75 m tx = lx 1.0 o ty = 0.000 kg • Kondisi 2 ( dua roda berdekatan ) Gambar 5.8 x 0. yaitu : ƒ Bagian 1 o tx = 1.6 = 865.V .12 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 0.75 = 1.8 Penyebaran Beban ” T ” pada Kondisi 2 Luas bidang kontak diatas dapat dihitung menjadi 2 bagian.75 1.333 x 0.

0572 Momen yang terjadi : Mxm1 = ƒxm = × T’ × tx × ty 0.3 × 0.75 = 0.6 = 789.6 = 1977.333 × 1.75 × 0.343 ty = lx o lx = 1.6 = 1251.0572 × 20833.6 m o lx = 1.333 × 1.1043 Momen yang terjadi : Mxm2 = ƒxm × T’ × tx × ty = 0.75 m o ly = 5 m Dari tabel Bittner diperoleh : ƒxm = 0.500 kgm Mym1 = ƒym × T’ × tx × ty = 0.75 m o ly = 5 m Dari tabel Bittner diperoleh : ƒxm = 0.750 kgm Mym2 = ƒym × T’ × tx × ty TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75 × 0.3 m o ty = 0.0904 × 20833.250 kgm ƒ Bagian 2 o tx = 0.343 tx = lx 0.6 1.333 × 0.2106 ƒym = 0.171 ty = lx 0.75 = 0.V .13 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 0.2106 × 20833.0904 ƒym = 0.75 = 0.6 1.3 1.

14 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 0. karena menghasilkan nilai momen yang terbesar.125 kgm Momen maksimum akibat beban hidup “T” diambil dari momen terbesar pada kondisi 1 dan kondisi 2.750 kgm Mym = Mym1 – Mym2 = 1251.000 kgm Mym = 865.125 + 1529.75 = 1187.V .000 = 1067.125 kgm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .125 = 860.333 × 0. Momen total yang terjadi pada pelat tengah akibat beban mati dan beban hidup adalah : MX = MxDL + MxLL = 202.000 kgm Momen maksimum pada kondisi 2 (dua roda berdekatan) : Mxm = 1187.125 + 865. yaitu : • • Momen maksimum pada kondisi 1 (satu roda ditengah pelat) : Mxm = 1529.750 kgm Mym = 860.5 – 789.1043× 20833.000 = 1731.6 = 391.125 kgm Dipilih momen pada kondisi 1 (satu roda ditengah pelat).125 kgm MY = MyDL + MyLL = 202.125 kgm Momen maksimum pada kondisi 2 : Mxm = Mxm1 – Mxm2 = 1977.3 × 0.25 – 391.

0483 = 1.947 = 0 ρ ρ 1 = 0.639Nm 0.753 kN/m2 2 1.8 × fy × ⎜⎜1 − 0.8 ( factor reduksi untuk menahan momen lentur ) 1731.152 Mx bd 2 = ⎟ ρ × 0.639 = 936.125 = 2163.4 fy = 240 = 0.936753 Mpa fy ⎞ ⎛ ⎝ 240 ⎞ ⎟ 25 ⎠ 1083.85 x 25 x 0.0645 = 0. Perhitungan Tulangan Pelat Lantai Kendaraan • Tulangan pada arah melintang jembatan (lx) Mx MX = MX = φ .15 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI c.⎜ φ⎟ ⎝2 ⎠ = 200 – 40 – 8 = 152 mm = 0.947 = 192 ρ (1 − 5.0645 ρ max ρ min = 0.8 × 240 × ⎜1 − 0.172 ρ balance = ⎛ 0.588 × ρ × f ' c ⎟⎠ ⎝ 0.00 m d ⎛1 ⎞ = h – p .75 × ρ balance = 0. φ = 0.8 b = 1.152 m Mx bd 2 = 21.0051 2 = 0.84 ρ 2 − 192 ρ + 0.906 kgm = 21.588 × ρ × 0.947 = ρ × 0.85 ⎞ ⎜ ⎟ 240 ⎝ ⎠ ⎛ 600 ⎞ ⎟⎟ x ⎜⎜ ⎝ 600 + 240 ⎠ = 0.00 × 0.V .75 × 0.00583 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .4 1.85 × f ' c × β1 ⎞ ⎛ 600 ⎞ ⎜⎜ ⎟⎟ × ⎜⎜ ⎟⎟ fy ⎝ ⎠ ⎝ 600 + fy ⎠ = ⎛ 0.645 ρ ) ⎛ = 0.

8 × fy × ⎜⎜1 − 0.33906 kNm 0.16 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ρ min < ρ < ρ max .8 = 200 .00 × 0.743 = ρ × 0.85 ⎞ ⎜ ⎟ 240 ⎝ ⎠ ⎛ 600 ⎞ ⎟⎟ x ⎜⎜ ⎝ 600 + 240 ⎠ = 0. φ = 0.588 × ρ × f ' c ⎟⎠ ⎝ 0.136 m My bd 2 = 13.136 2 My bd 2 = ⎟ ρ × 0.743 = 0 ρ 1 ρ balance = 0.8 = 136 mm = 0. karena ρ < ρ min maka digunakan ρ = ρ min = 0.8 × 240 × ⎜1 − 0.V .⎜ φ ⎟ ⎝2 ⎠ 1067.00583 As = ρ × b × d × 10 6 = 0.742948 Mpa 1.84 ρ 2 − 192 ρ + 0.40 .85 x 25 x 0. Syarat.588 × ρ × 0.948 kN/m2 = 0.00 × 0.16 .0645 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .645 ρ ) fy ⎞ ⎛ ⎛ ⎝ 240 ⎞ ⎟ 25 ⎠ 1083.174 = ⎛ 0.8 ( factor reduksi untuk menahan momen lentur ) My = My = b = 1.152 × 10 6 = 886.φtul X .16 mm2 Digunakan tulangan Ø 14 – 150 (As = 1026 mm2) • Tulangan pada arah memanjang jembatan (ly) My φ .00325 .33906 = 724.906 kgm = 13.85 × f ' c × β1 ⎞ ⎛ 600 ⎞ ⎟⎟ ⎟⎟ × ⎜⎜ ⎜⎜ fy ⎠ ⎝ 600 + fy ⎠ ⎝ = ⎛ 0.743 = 192 ρ (1 − 5.125 = 1333.p .00 m d ⎛1 ⎞ = h . ρ 2 = 0.00583 × 1.

2(80 − 1.488 = 78. Cek Deck Slab Direncanakan menggunakan dek baja type Ribdeck 80 dengan dimensi sebagai berikut : t = 1. 2) 2 x3 = 1.2 mm W = 14.00 × 0.512 mm = 7.75 × ρ balance = 0. 2) 2 x3 2 x (80 2 x185 − 1. Syarat.2(80 − 1. 2) = 80 2 x 185 − 1.6 cm4 YNA = 42.4 fy = 240 = 0.4 1.V . 2) = 80 – 1.848 mm2 I = 237.2(80 − 1.25 cm Mencari momen lawan (Wx) y2 y1 = 80 2 x 185 − 1.00583 As = ρ × b × d × 10 6 = 0.851 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .00583 × 1.148 cm 2 x (80 2 x185 − 1.488 mm = 0.2(80 − 1.5 mm = 4.0483 = 1.136 × 10 6 = 792. karena ρ < ρ min maka digunakan ρ = ρ min = 0.00583 ρ min < ρ < ρ max .75 × 0.88 mm2 Digunakan tulangan Ø 12 – 125 (As = 905 mm2) d.0645 = 0.8 kg/m2 A = 1.17 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ρ max ρ min = 0.

2.503 kg/cm2 < 1867 kg/cm2…….OK = = Wx 5.851 Untuk Wx dipakai W2 = 30.906 30..V .263 cm 3 7..263 cm3 Cek tegangan yang terjadi : σ terjadi M < σ 2163.405 cm 3 0..6 = 1605.4 Perencanaan Gelagar Memanjang TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 = 30.148 W2 = 237.263 < 1867 kg/cm = 71.18 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI W1 = 237.

19 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gelagar jembatan berfungsi untuk menerima beban-beban yang bekerja diatasnya dan menyalurkannya ke bangunan dibawahnya. dan beban garis “P” ton per jalur lalu lintas tersebut.9 Pemodelan Beban Gelagar Memanjang Data teknis perencanaan gelagar memanjang : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . yang terdiri dari beban terbagi rata “q” ton per meter panjang per jalur. dan air hujan) • Beban hidup Beban hidup pada gelagar jembatan dinyatakan dengan beban “D” atau beban jalur.V . Gambar 5. Pembebanan pada gelagar memanjang meliputi : • Beban mati Beban mati terdiri dari berat sendiri gelagar dan beban-beban yang bekerja diatasnya (pelat lantai jembatan. perkerasan.

Perhitungan momen lentur pada gelagar tepi a.00 x 2500 = 625 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .4.V .25 x 1. Beban mati • Beban mati ( qD1) akibat pelat lantai trotoar dan beban diatasnya : ◦ Berat Trotoar = 0.1 Gelagar tepi Gambar 5.2.10 Pembebanan Pada Gelagar Tepi 1.20 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ◦ Mutu beton (f’c) = 25 Mpa ◦ Mutu baja (fy) = 240 Mpa ◦ Berat isi beton bertulang = 2500 kg/m3 ◦ Berat isi beton biasa = 2200 kg/m3 ◦ Berat isi aspal = 2200 kg/m3 ◦ Tebal pelat lantai kendaraan = 20 cm ◦ Tebal lapis perkerasan = 5 cm ◦ Tinggi trotoar = 25 cm ◦ Jarak antar gelagar melintang = 500 cm 5.

681 x 3 x 52 − 4 x 0.25 kg/m ◦ Berat Pelat lantai = 0.05 x 0.00 x 2500 = 500 kg/m ◦ Berat air hujan = 0.5 kg/m ◦ Berat air hujan = 0.00 x 11.681 kg/m Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qD 2 x 3L2 − 4a 2 24 ( ) 593.8752 24 ) = qE x L2 8 = qE x 52 8 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .20x 1.875 x 1000 = 50 ◦ Berat Dek Baja = 0.V .05 x 1.35 kg/m + qD1 • = 1311.875 x 2200 = 96.35 = qD2 kg/m 9.05 x 0.931 kg/m + = 593.875 x 2500 = 437.00 x 1000 = 50 kg/m ◦ Berat Dek Baja = 1.875 x 11.35 = 11.21 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ◦ Berat Pelat lantai = 0.35 kg/m Beban mati akibat ( qD2 ) pelat lantai trotoar dan beban diatasnya : ◦ Berat Perkerasan = 0.20 x 0.

Beban Hidup • Beban terbagi rata (“q”) Bentang jembatan = 80 m.65 t/m Untuk perhitungan momen dan gaya lintang : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .35 + 569.439 kg/m Berat Sendiri Profil Gelagar Memanjang ( qD3 ) = 49.1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1.389 x 52 = 6032.22 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI qE • = 569.6 ) Jadi beban Mati Total ( qDL ) = qD1 + qE + qD3 = 1311.6 kg/m ( Diasumsikan menggunakan profil IWF 350 x 175 x 7 x 11 – 49.389 kg/m Gaya geser maksimum akibat beban mati ( Dmak DL ) : Dmak DL = ½ x q x L = ½ x 1930.V .1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.389 x 5 = 4825.439 + 49.973 kg Momen maksimum akibat beban mati ( Mmak DL ) : Mmax DL = 1 8 x qDL x L2 = 1 8 x 1930.6 = 1930. maka : q = 1.465 kgm b.

yang ditentukan dengan rumus : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .50 meter.00 x 500 ) = 300 kg/m Beban Hidup terbagi rata pada gelagar tepi : q’ = 262.525 t/m = 525 kg/m Ketentuan penggunaan beban “D” dalam arah melintang jembatan : o Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan lebih besar dari 5.23 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban terbagi rata (q’) α q = 2.5 kg/m o Untuk perhitungan kekuatan gelagar karena pengaruh beban hidup pada trotoar.V .25 + 300 • = 562.75 = 1.25 kg/m Beban garis “P” P = 12 ton. dimana : = faktor distribusi.75 = 0.750 × 1 = 0. Untuk perhitungan momen dan gaya lintang : Beban garis (P’) K P = 2.75 × α × s ' × K dimana : = koefisien kejut.875 2 q’ = q × α × s′ 2.875 2.75 x 0. α = 1.50 meter sedang lebar selebihnya dibebani hanya separuh beban “D” (50%). beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada lebar jalur 5. diperhitungkan beban sebesar 60% beban hidup trotoar. Beban hidup pada trotoar = 500 kg/m2 Pengaruh beban hidup pada trotar (q) q = 60% x ( 1. α = 0.00 bila kekuatan gelagar melintang tidak diperhitungkan s’ = lebar pengaruh beban hidup pada gelagar tepi s’ = 1.65 x 0. q’ = 50 % × 525 kg/m = 262.75 × α × s ′ .75 bila kekuatan gelagar melintang diperhitungkan.

153 = 1 + ⎜⎜ ⎝ (50 + L ) ⎠ ⎝ (50 + 80) ⎠ P = 2.75 × α × s ' × K = 12 x 0.50 meter sedang lebar selebihnya dibebani hanya separuh beban “D” (50%).973 kg + 2231.25 x 5 ) = 2231.098 kg Momen total pada gelagar tepi : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .25 × 5 2 ⎟ + ⎜ ×1651× 5 ⎟ ⎠ ⎠ ⎝4 ⎝8 = 3820. P’ = 50 % × 3302 = 1651 kg Gaya geser maksimum akibat beban hidup ( Dmak LL ) : DmakLL = ½ p’ + ½ q’ L = ( ½ x 1651 ) + ( ½ x 562.153 2.24 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI K P’ ⎛ 20 ⎞ ⎛ 20 ⎞ ⎟⎟ = 1 + ⎜⎜ ⎟⎟ = 1.V . beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada lebar jalur 5.50 meter.781 kgm Gaya geser total pada gelagar tepi : Dtot = DmakDL + Dmak LL = 4825.125 kg Momen maksimum akibat beban hidup (Mmak LL) : ⎛1 ⎛1 ⎞ 2⎞ MmaxLL = ⎜ × q ′ × l ⎟ + ⎜ × P × l ⎟ ⎝8 ⎠ ⎝4 ⎠ ⎞ ⎞ ⎛1 ⎛1 = ⎜ × 562.302 T = 3302 kg Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan lebih besar dari 5.875 x 1.125 kg = 7057.75 x 0.75 = 3.

Pendimensian profil gelagar tepi Mtot = 9853.862 cm < 1.1 × 10 )× 13600 48 × (2. Kontrol terhadap bahan dan tegangan • Kontrol terhadap lendutan ( δ ) δ max • = 5 × q tot × L4 P × L3 + 384 EI x 48 EI x = L 5 × (19..150 < 1.95 Momen Lawan Wx Wy 775 112 3.1 × 10 )× 13600 < δ ijin = 0.465 kgm + 3820.246 kgm 2.6 Profil Berat WF (kg/m) A B t1 t2 r 350 x 175 49.7 3.6 350 175 7 11 14 Momen Inersia Ix Iy Luas tampang 63.V .6 kgcm σ Bj 44 = 1867 kg/cm2 Wx = Mtot σ = 985324.303 + 5.OK Kontrol terhadap tegangan lentur yang terjadi ( σ ) : σ terjadi = M tot Wx < σ TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .712 + 0.758 cm3 Digunakan profil baja IWF 350 × 175 x 7 x 11 – 49..14 Ukuran (mm) 13600 984 Jari-jari Inersia ix iy 14.246 kgm = 985324.781 kgm = 9853.6 1867 = 527.00 cm……….623) × 500 4 1651 × 500 3 < + 6 6 500 384 × (2.25 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Mtot = Mmax DL + Mmax LL = 6032.00 cm = 0.

14 ..404 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .(2 × (17 .6 775 < 1867 kg/cm = 1271.26 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 985324.623) × 500 ⎟ + ⎜ × 1651⎟ ⎝2 ⎠ ⎝2 ⎠ = 7057 kg Aweb = Aprofil – Aflens = 63.58 × σ < 1082.64 < 0.386 kg/cm2 • < 1867 kg/cm2……..64 cm2 τ terjadi = Dmax Aweb < τ = 7057 24.1)) = 24.OK Kontrol terhadap tegangan geser yang terjadi ( τ ) Dmax = ⎛1 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ × qtot × L ⎟ + ⎜ × P ⎟ ⎝2 ⎠ ⎝2 ⎠ = ⎛1 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ × (19.V .5 × 1.303 + 5.86 kg/cm2………OK = 286..

875 × 1000 = 43.75 • Berat profil dan dek baja = 0.35 = qDL 9.4.20 × 0.875 × 2200 = 96.05 × 0. Beban mati = 0.27 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.2 Gelagar tengah Gambar 5.931 kg/m kg/m + = 587.05 × 0.2.875 × 2500 = 437.50 kg/m • Berat air hujan = 0.875 x 11.25 kg/m • Berat lapis perkerasan • Berat pelat lantai kendaraan = 0.431 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .11 Penampang Melintang Gelagar Tengah 1) Perhitungan momen lentur pada gelagar tengah a.V .

480 kg/m Gaya Geser maksimum akibat beban mati ( Dmak DL ) : Dmak DL = ½ x q x L = ½ x 1176.5 kgm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 = 1176.480 × 5 2 8 = 3676.444 = 1126.480 x 5 = 2941.V .6 kg/m ( Diasumsikan menggunakan profil IWF 350 x 175 x 7 x 11 – 49.2 kg Momen maksimum akibat beban mati ( Mmax DL ) : MmaxDL = 1 × q DL × l 2 8 = 1 × 1176.8752 24 ) qE = qE x L2 8 = qE x 52 8 = 563.6 ) Beban Mati Total ( qDL ) = 1126.444 kg/m Beban mati yang bekerja pada gelagar Tengah = 2 x qE = 2 x 563.28 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) ( 587.888 + 49.888 kg/m Berat Sendiri Profil Gelagar Memanjang = 49.431 x 3 x 52 − 4 x 0.

75 m q’ = 1.50 meter.75 × α × s ' × K .7875 t/m = 787. Beban Hidup terbagi rata pada gelagar tengah : q’ = 100 % × 787.50 meter sedang lebar selebihnya dibebani hanya separuh beban “D” (50%). α = 0. Beban Hidup • Beban terbagi rata (“q”) Bentang jembatan = 80 m.V . beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada lebar jalur 5.1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1.75 Ketentuan penggunaan beban “D” dalam arah melintang jembatan : o Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan lebih besar dari 5. dimana : K = koefisien kejut.75 = 0.00 bila kekuatan gelagar melintang tidak diperhitungkan s’ = lebar pengaruh beban hidup pada gelagar tepi = 1.5 kg/m • Beban garis “P” P = 12 ton Untuk perhitungan momen dan gaya lintang : Beban garis (P’) P = 2.153 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75 × α × s ′ dimana : α = faktor distribusi.75 bila kekuatan gelagar melintang diperhitungkan. α = 1.65 × 0.65 t/m Untuk perhitungan momen dan gaya lintang : Beban terbagi rata (q’) q = 2.1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.29 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI b. yang ditentukan dengan rumus : ⎛ 20 ⎞ ⎛ 20 ⎞ ⎟⎟ = 1 + ⎜⎜ ⎟⎟ = K = 1 + ⎜⎜ ⎝ (50 + 80) ⎠ ⎝ (50 + 80) ⎠ 1.5 kg/m 2. maka : q = 1.5 kg/m = 787.75 × 1.

75 = 6.20 kg + 5270.153 2.50 meter sedang lebar selebihnya dibebani hanya separuh beban “D” (50%).95 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V . beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada lebar jalur 5.75 kg Momen maksimum akibat beban hidup (Mmax LL) : Mmax = = ⎛1 ′ 2 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ ×q ×l ⎟ + ⎜ × P×l⎟ ⎝8 ⎠ ⎝4 ⎠ ⎞ ⎛1 ⎛1 2⎞ ⎜ × 787.75 kg = 8211.938 kgm Gaya geser total pada gelagar tengah : Dtot = DmakDL + Dmak LL = 2941.604 T = 6604 kg Ketentuan penggunaan beban “D” dalam arah melintang jembatan : Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan lebih besar dari 5.75 × 1. P’ = 100 % × 6604 = 6604 kg Gaya geser maksimum akibat beban hidup ( Dmax LL ) : DmakLL = ½ p’ + ½ q’ L = ( ½ x 6604 ) + ( ½ x 787.5 x 5 ) = 5270.75 × 1.75 × α × s ' × K = 12 × 0.50 meter.5 × 5 ⎟ + ⎜ × 6604 × 5 ⎟ 8 4 ⎠ ⎠ ⎝ ⎝ = 10715.30 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI P’ P = 2.

6 350 175 7 11 14 Luas tampang 63.875) × 500 4 6604 × 500 3 < + 6 6 384 × (2.14 Ukuran (mm) Momen Inersia Ix Iy 13600 984 Jari-jari Inersia ix iy 14.7 3..437 kgm 2) Pendimensian Profil gelagar tengah Mtot = 14392.00 cm……….968 cm < 1.938 = 14392.6 Profil Berat WF (kg/m) A B t1 t2 r 350 x 175 49.95 Momen Lawan Wx Wy 775 112 3) Kontrol terhadap bahan dan tegangan • Kontrol terhadap lendutan ( δ ) δ max 5 × q tot × L4 P × L3 + = 384 EI x 48 EI x = • < δ ijin L 5 × (11.1 × 10 )× 13600 48 × (2.409 < 1.437 kgm = 1439243..559 + 0.7 kgcm σ Bj 44 = 1867 kg/cm2 Wx = Mtot σ = 1439243.764 + 7.00 cm = 0.50 + 10715.1 × 10 )× 13600 500 = 0.31 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Momen total pada gelagar tengah : Mtot = Mmax DL + Mmax LL = 3676.885 cm3 1867 Digunakan profil baja IWF 350 × 175 x 7 x 11 – 49.OK Kontrol terhadap tegangan lentur yang terjadi ( σ ) : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .7 = 770.

875) × 500 ⎟ + ⎜ × 6604 ⎟ ⎝2 ⎠ ⎝2 ⎠ = 8211..OK Kontrol terhadap tegangan geser yang terjadi ( τ ) Dmax = ⎞ ⎞ ⎛1 ⎛1 ⎜ × qtot × L ⎟ + ⎜ × P ⎟ ⎠ ⎠ ⎝2 ⎝2 = ⎛1 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ × (11.764 + 7.75 kg Aweb = Aprofil – Aflens = 72.38 < 0.58 × σ < 1082.1)) = 28.9 × 1.349 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ...86 kg/cm2………OK = 289.32 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI σ terjadi = M tot Wx < = 1439243.V .7 775 < 1867 kg/cm = 1857.38 cm2 τ terjadi = Dmax Aweb < τ = 8211.16 .(2 × (19 .088 kg/cm2 • σ < 1867 kg/cm2…….75 28.

2. dan air hujan). Beban Mati Terdiri dari berat sendiri gelagar dan beban yang bekerja diatasnya (gelagar memanjang. elemen struktur komposit terbentuk melalui kerjasama antara gelagar melintang dengan pelat beton. perlu adanya penghubung geser (shear conector) yang berfungsi untuk menahan gaya geser yang terjadi pada bidang pertemuan antara pelat beton dengan gelagar melintang. Beban Hidup Beban hidup pada gelagar jembatan dinyatakan dengan beban “D“atau beban jalur. b. 5.1 Kondisi Pre Komposit Kondisi pre komposit adalah kondisi dimana pelat beton belum mengeras dan beban hidup belum bekerja TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Pada jembatan rangka baja. Untuk menjaga agar lekatan ini tetap ada.2. Pemasangan dek baja sejajar dengan gelagar melintang.V .5. yang terdiri dari beban terbagi rata “q” ton permeter panjang perjalur lalu lintas tersebut. pelat lantai jembatan.5 Perencanaan Gelagar Melintang Pembebanan pada gelagar melintang meliputi : a. Pemakain dek baja dibawah pelat beton berfungsi sebagai cetakan tetap dan untuk menahan momen positif yang terjadi pada pelat beton. perkerasan. Factor penting dalam struktur komposit adalah lekatan antara gelagar melintang dengan pelat beton harus tetap ada.33 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.

Perhitungan Momen Lentur Gelagar Melintang Gambar 5.12 Beban Mati Pada Kondisi Pre Komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .34 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 1.V .

25 x 1.00 x 2500 = 500 kg/m Berat air hujan = 0.35 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P1 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P1 = q1 x L = 1311.875 x 1000 = kg/m 43.20 x 0.00 x 1000 = 50 kg/m Berat dek baja = 1.35 kg/m + = 1311.00 x 2500 = 625 kg/m Berat plat lantai = 0.V .00 = 6556.75 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .00 x 11.35 x 5.20 x 1.05 x 0.5 Berat air hujan = 0.35 = 11.875 x 2500 = 437.75 kg Beban P2 Berat plat lantai kendaraan = 0.05 x 1.35 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban P1 Berat trotoar = 0.

35 = 9.123 x 5.875x 11.36 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Berat dek baja = 0.00 = 248 kg Beban P4 Berat plat lantai kendaraan = 0.V .20 x 0.93 kg/m + = 491.6 = 49.123 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P2 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P2 = qE x L = 471.620 kg Beban P3 Berat gelagar memanjang IWF 350 x 175 x 7 x 11 – 49.5 Berat air hujan = 0.875 x 2500 = 437.875 x 1000 = kg/m 43.05 x 0.6 x 5.6 kg/m P3 = 49.18 kg/m Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) ( 491.18 x 3 x 52 − 4 x 0.8752 24 ) = qE x L2 8 = qE x 52 8 qE = 471.75 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .00 = 2355.

35 = 9.123 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P4 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P4 = ( 2 qE x L ) + ( berat gelagar memanjang x 5 ) = ( 2 x 471.18 x 3 x 52 − 4 x 0.875 x 2500 = 437.123 x 5.37 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Berat dek baja = 0.20 x 0.00 ) + ( 49.V .93 kg/m + = 491.23 kg Beban q4 Berat plat lantai kendaraan = 0.18 kg/m Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) ( 491.75 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 x 5 ) = 4994.05 x 0.875x 11.5 Berat air hujan = 0.8752 24 qE ) = qE x L2 8 = qE x 52 8 = 471.875 x 1000 = kg/m 43.

38 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Berat dek baja = 0.18 x 1.18 x 1.453 kg/m = beban merata ekivalen yang bekerja = 2 x qE = 654.93 kg/m + = 491.7 52 12 491.V .18 kg/m Beban segitiga diubah menjadi beban merata ekivalen : qE x L2 12 qE x L2 8 = 491.906 kg/m Reaksi Perletakan : RA = RB = (3xP4) + (2 x ( P1 + P2 + P3)) + (qE x L )) 2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .35 = 9.875x 11.752 8 qE = 327.

8 kgcm σ Bj 44 = 1867 kg/cm2 Wx = Mtot σ = 3966478.5 = 19256.5) − ( ( P1+ P 2 + P3) x 3.V .913 + 2176.37 x 3.906 x 5)) 2 18288.788 kgm 2.98 kg Momen maksimum akibat beban mati : = (RAV x 4.5 kg MP = 1 8 1 8 = x q x L2 x 215 x 92 = 2176.906 x 3.75) − (qE x 3.98 + 967.23 x 1.875 = 39664.75 ) − (654 .519 cm3 1867 Digunakan profil baja IWF 708x302x15x28-215 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .788 kgm = 3966478.8 = 2124.23) + (2 x 9160.5 ) − (P 4 x1.5 ) − (4994 .37) + (654.75) = (18288 .98 x 4.875 kgm Perhitungan geser dan momen yang bekerja pada kondisi Pra-Komposit : DPRA = 18288. Pendemensian Gelagar Melintang MPRA = 39664.75 ) = 37487.5 x 1.48 kg MPRA = 37487.5 x 1.913 kgm Berat sendiri gelagar melintang = 215 kg/m Asumsi gelagar melintang memakai profil IWF 708x302x15x28-215 RP = ½ x q x L = ½ x 215 x 9 = 967.39 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = = (3x4994.5 ) − (9160 .

37 kg dan P2 = 4994.243 kg/cm o Akibat beban terpusat di tepi P1 = 9160.86 Momen Lawan Wx Wy 6700 853 3.4 a12 ) + (3 L2 .4 6.371 kg/m = 7.V .23 kg δ1 = P1 x a1 P1 x a2 (3 L2 .6 237000 12900 Jari-jari Inersia ix iy 29.40 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Profil Berat WF (kg/m) A B t1 t2 r 708 x 302 215 708 302 15 28 28 Luas Ukuran (mm) Momen Inersia tampang Ix Iy 273.906 x 7) 9 = 724. Kontrol Tergadap Bahan Dan Tegangan o Kontrol terhadap lendutan ( δ ) q = (215 x 9) + (654.4 a22 ) = 24 EI 24 EI TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

1 x 10 6 x 237000 = 0.23 kg δ 2 = P2 x L3 48 EI = 4994.631 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .4 x 1002 ) 4994.75 x900 4 = 0.1x10 6 x 237000 Lendutan total pada kondisi pra komposit adalah : δ total = δ 1 + δ 2 + δ 3 = 0.427 cm o Akibat beban terpusat di tengah P2 = 4994.1 x 10 6 x 237000 24 x 2.052 cm 384 x 2.V .1 x 106 x 237000 = 0.23 x 275 (3 x 9002 .052 = 0.4 x 2752 ) + 24 x 2.152 cm o Akibat berat sendiri gelagar melintang Gelagar melintang adalah IWF 594x302x14x23-175 dengan berat 175 kg/m δ 3 = = 5 xqxL4 384 EI 5 x1.41 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 9160.427 + 0.244 = 0.183 + 0.152 + 0.23 x 900 3 48 x 2.37 x 100 (3 x 9002 .

86 kg/cm2 ………OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ..745 cm3 τ terjadi = = D pra x Sx < τ b x Ix 19256.3 ) = 3532.800 cm .011 kg/cm2 < 1867 kg/cm2…….42 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Lendutan Ijin ( δ ijin ) δ ijin = 900 = 1.……OK o Kontrol terhadap tegangan lentur yang terjadi ( σ ) : σ terjadi = M tot Wx < = 3966478.359 < 1082.V .800 cm 500 δ PRA.9 x 16.OK σ o Kontrol terhadap tegangan geser yang terjadi ( τ ) : Sx = ( 30...745 1.58 x σ = 191.8 6700 < 1867 kg/cm = 592.8 x 34 ) + (1.5 x 26.2 x 2..631 < δ ijin = 1.KOMP L 500 = = 0.5 x 237000 < 0.48 x 3532.

149 2 ) = 624.906 x 7 ) + ( 215 x 9 ) = 11513.43 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI o Kontrol terhadap tegangan idiil ditengah bentang ( τ i ) : P = P3 + ( qE x 7 ) + ( qD x 9 ) = 4994.153 kg/ cm2 < 1867 kg/cm2 < 1867 kg/cm2…….745 1.23 + ( 654.572 x 3532.011 kg/cm2 τi = = < σ σ2 + ( 3 xτ2 ) 592.5 x 237000 = 114.V .0112 + ( 3 x 114.OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .149 kg/cm2 σ terjadi = = M Wx 3966478.788 kgm = 3966478.8 6700 = 592.8 kgcm PxS τ etrjadi = b x Ix = 11153.572 kg Mpra = 39664.

V .44 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.13 Beban Mati Pada Kondisi Post Komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Perhitungan Momen Lentur Gelagar Melintang Beban Mati Gambar 5.5.2.2 Kondisi Post Komposit Kondisi pre komposit adalah kondisi dimana pelat beton telah mengeras dan beban hidup telah bekerja 1.

75 kg/m Berat lapis perkerasan = 0.05 x 0.V .875x 2200 = 96.25 kg/m + = 140 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .00 = 3125 kg Beban P2 Berat air hujan = 0.00 x 2500 = 625 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P1 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P1 = q1 x L = 625 x 5.45 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban P1 Berat trotoar = 0.25 x 1.05 x 0.875 x 1000 = 43.

875x 2200 = 96.283 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P2 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P2 = qE x L = 134.V .875 x 1000 = 43.415 kg Beban P3 Berat air hujan = 0.283 x 5.46 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) = ( 140 x 3 x 52 − 4 x 0.00 = 671.75 kg/m Berat lapis perkerasan = 0.05 x 0.05 x 0.25 kg/m + = 140 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .8752 24 ) qE = qE x L2 8 qE x 52 8 = 134.

05 x 0.25 kg/m + = 140 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .05 x 0.83 kg Beban q4 Berat air hujan = 0.V .283 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P4 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P3 = ( 2 qE x L ) = ( 2 x 134.283 x 5.75 kg/m Berat lapis perkerasan = 0.00 ) = 1342.8752 24 ) qE = qE x L2 8 qE x 52 8 = 134.875x 2200 = 96.47 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) = ( 140 x 3 x 52 − 4 x 0.875 x 1000 = 43.

83) + (2 x 3796.752 8 qE = 93.5 x 1.48 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban segitiga diubah menjadi beban merata ekivalen : qE x L2 12 = 491.5) − ( ( P1+ P 2) x 3.75) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .31 kg ( D1) Momen maksimum akibat beban mati : = (RAV x 4.5 ) − (P3x1.75) − (qE x 3.666 x 5)) 2 6277.415) + (186.666 kg/m Reaksi Perletakan : RA = RB = = = (3xP3) + (2 x ( ( P1 + P2)) + (qE x L )) 2 (3x1342.V .333 kg/m = beban merata ekivalen yang bekerja = 2 x qE = 186.7 52 12 qE x L2 8 qE x 1.18 x 1.

83 x 1.75 ) = 11468.75 = 1.666 x 3.415 x 3.31 x 4.613 kgm ( M1 ) b.1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1. Beban Hidup • Beban terbagi rata (“q”) Bentang jembatan = 80 m.75) + (2 x 1500 x 1.75 ) − (186 .5 2.5 x 1.5 ) − (1342 .5 ) − (3796 . maka : q = 1.5 ton/m = 1500 kg/m Reaksi peletakan : RA = RB = = (q1 x 5.49 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = (6277 .5) + (2 x q2 x 0.5 = 3 t/m = 3000 kg/m 2.1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.00) 2 (3000 x 5.5 m q1 = q x 5.65 x 5.65 t/m o Beban terbagi rata sepanjang gelagar melintang untuk lebar 5.75 o Beban terbagi rata untuk lebar sisanya q2 = 50 % × 3000 kg/m = 1500 kg/m o Beban terbagi rata pada trotoar q3 = 60% x ( 500 x 500 ) = 1.V .75) + (2 x q3 x 1.00) 2 = 10875 kg Momen maksimum yang terjadi akibat beban q : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5) + ( 2 x 1500 x 0.

75x3.25)-(3x 5.25)-(q2 x 1.5)–(1.0)-(1.125 kgm ( M2 ) Menentukan Geser Maksimum ( Dmak ) akibat beban q Reaksi Peletakan Σ MA = 0 (RB x 9.5)–(3x 5.0)-(1500x0.0)-(q3 x 1.0 x 8.50 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = (RA x 4.75)–(1.0 x 8.75)–(q3 x 1.125) – (q1 x 2.5) = 0 (RA x 9.5) = 0 (RB x 9.5 x 7.0) .125)–(3000x2.5x1.0 x 0.0x4.5) = 0 RB = 66.5 x 5.5x1.0 x 0.5x1.5)–(1500x1.5x1.4375 t = 7437.5x1.5x7.375) = (10875x4.0)-(1.561 = 8.5 kg 9 Σ MB = 0 (RA x 9.75x1.0 x 0.375) = 28078.V .5)–(q2 x 1.75)–(1.9375 = 7.0)-(q3 x 1.5) = 0 RA = • 78.5 x 3.25)-(q1 x 5.5 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .167 kg ( D2 ) 9 Beban “P” P = 12 ton ⎛ 20 ⎞ ⎟⎟ Koefesien kejut ( K ) = 1 + ⎜⎜ ⎝ (50 + L ) ⎠ K ⎛ 20 ⎞ ⎟⎟ = 1 + ⎜⎜ ⎝ (50 + 80) ⎠ = 1.5)–(q1 x 5.729167 t = 8729.5) – (1500 x 1.182 o Beban P bekerjasepanjang gelagar melintang untuk lebar 5.5 x 1.(q2 x 0.5 x 1.5x5.0 x 4.0 x 8.5 x 3.75 x 1.25)-(1.5x1.0 x 0.75 x 3.0x 8.75)–(q3 x 1.

V .182 = 5.75 kg Momen maksimum yang terjadi akibat beban garis ”P” Mmax = (RA x 4.75) 2 (2579 x 0.75 x 3.75) + (P1 x 5.75) – (2579x1.25) = 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75 o Beban P untuk lebar sisanya ( 50% dari P1 ) P2 = 50 % × 5158 kg/m = 2579 kg/m Reaksi Perletakan: RA = = (P2 x 0.51 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI P1 = P 12 x K = 2.125) – (P1 x 2.75x 4.5) – (P2 x 0.50 x 7.0) .(P1 x 5.5) – ( 2579 x 0.75 x 3.75) 2 = 16118.125 ) – ( 5158 x 2.5x 3.375) = (16118.375) = 46986.75) – (P2 x 1.25) = 0 (RB x 9.75 x 1.(5158x5.75) + (5158 x 5.50 x 7.5) + (P2 x 0.156 kgm ( M3 ) Menentukan Geser Maksimum ( Dmak ) akibat beban P : Reaksi Peletakan : Σ MA = 0 (RB x 9.158 t/m = 5158 kg/m 2.5) + (2579 x 0.5 x 3.75 x 1.0) .75 x 1.

708 kg 9 Σ MB = 0 (RA x 9.5 x 5.792 kg ( D3 ) 9 Perhitungan Momen dan Geser yang Bekerja • Momen Mpost = Mpra + M1+ M2+ M3 = 39664.25) – (P2 x 1.75) = 0 RA = 155707.48 + 6277.50 x 1.375 = 14936.75) = 0 (RA x 9.5 x 5.25 m Data teknis profil IWF 708 × 302 x 15 x 28 – 215 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .2 = 2.0 m beff ≤ 12 × Tebal pelat = = 12× 0.25) – (2579x1.792 = 51563.125 = 17300.0 4 beff ≤ beff ≤ Jarak antar gelagar = 5. beff = 2.31 + 8729.V .0) -(5158x5.788+ 11468.156 = 126197.(P1 x 5. Perhitungan Gelagar Komposit Perhitungan lebar efektif : Syarat : 1 Bentang 4 1 × 9.167 + 17300.613 + 28078.682 kgm • Geser Dpost = Dpra + D1+ D2 + D3 = 19256.52 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI RB = 134430.0) .749 kg 2.25 m = 2.4 m Diambil nilai beff yang terkecil.50 x 1.125 + 46986.

V .90 Momen Lawan Wx Wy 6700 853 Angka Ekivalen ( n ) : Es = 2.9 ~ 9 23500 Luas baja ekuivalen ( AEKIVALEN ) : beff b’ = AEKIVALEN = b’ x t n = 2250 = 250 mm = 25 cm 9 = 25 x 20 = 500 cm2 APROFIL = 273.6 237000 12900 Jari-jari Inersia ix iy 29.6 cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .4 6.53 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Profil Berat WF (kg/m) A B t1 t2 r 708 x 302 215 708 302 15 28 28 Luas Ukuran (mm) Momen Inersia tampang Ix Iy 273.1 x105 = = 8.1 × 10 5 MPa Ec = 4700 = Es Ec n f ' c = 4700 25 = 23500 Mpa 2.

V .743 cm Momen inersia penampang komposit ( Ik ) : = 2 2 ⎛ ⎛ ⎞⎞ ⎛ ⎛ ⎞⎞ ⎜ I + ⎜ A × ⎛⎜ y − h ⎞⎟ ⎟ ⎟ + ⎜ ⎛⎜ 1 × ⎛⎜ be ⎞⎟ × t 3 ⎞⎟ + ⎜ ⎛⎜ be ⎞⎟ × t × ⎛⎜ h + t − y ⎞⎟ ⎟ ⎟ ⎟ ⎜ n ⎜ x ⎜ 1 ⎝ 2 ⎠ ⎟⎠ ⎟⎠ ⎜⎝ ⎜⎝ 12 ⎝ n ⎠ 2 ⎝ ⎠ ⎟⎠ ⎟⎠ ⎠ ⎝⎝ ⎠ ⎝ ⎝ TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .8 ⎞ ⎞ ⎛ ⎛ 225 ⎞ ⎜⎜ 273.6 x ⎜ ⎟ ⎟⎟ + ⎜⎜ ⎜ ⎟ x 20 x ⎜ 70.6 = 773.6 cm2 Titik berat penampang komposit ( Y komp ) : y = ⎛ t ⎞⎞ ⎛ h ⎞⎞ ⎛⎛ b ⎞ ⎛ ⎜⎜ A1 × ⎜ ⎟ ⎟⎟ + ⎜⎜ ⎜ e ⎟ × t × ⎜ h + ⎟ ⎟⎟ 2 ⎠⎠ ⎝ 2 ⎠⎠ ⎝⎝ n ⎠ ⎝ ⎝ ⎛ ⎛b ⎞⎞ ⎜⎜ A1 + ⎜ e × t ⎟ ⎟⎟ ⎝ n ⎠⎠ ⎝ = ⎛ 20 ⎞ ⎞ ⎛ ⎛ 70.54 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Luas penampang komposit ( AKOMPOSIT ) : AKOMPOSIT = AEKIVALEN + APROFIL = 500 + 273.8 + ⎟ ⎟⎟ 2 ⎠⎠ ⎝ ⎝ 2 ⎠⎠ ⎝⎝ 9 ⎠ ⎝ ⎛ ⎞⎞ ⎛ 225 ⎜⎜ 273.6 + ⎜ x 20 ⎟ ⎟⎟ ⎠⎠ ⎝ 9 ⎝ = 64.

5 mm. Gambar 5.6x ⎜ 64.8 ⎞ ⎞⎟ ⎞⎟ ⎛ 1 20 ⎞ ⎞ ⎛ ⎞ ⎛ ⎛ = ⎜ 237000+ ⎜ 273.624 = 618153.8 + − 64.8 cm Balok komposit direncanakan menggunakan dek baja trapesium dengan tinggi rusuk 55 mm dan tebal 4.743− + ⎜ x25 x203 ⎟ + ⎜ 25x20x ⎜ 70.667 + 128913.4 cm 2 Yc = h profil + ½ x h beton = 708 + ½ x 200 = 808 mm = 80.V .787 + 16666.55 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 2 2 ⎛ ⎛ 70.743⎟ ⎟ ⎟ ⎜ ⎜ 2 ⎠ ⎟⎠ ⎟⎠ ⎝ 12 2 ⎠ ⎟⎠ ⎝ ⎠ ⎜⎝ ⎝ ⎝ ⎝ = 472572.078 cm4 Yts = Ybs = 708 = 354 mm = 35.14 Titik Berat Penampang Komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

....316 kg/cm2 • ⎝ 2 ⎠ + (2807812.8 − 64...V .45 × 250 9 × 618153..552 = 837.739 kg/cm2 • σc < 112...OK < Pada bagian bawah pelat beton σC = = M post × (h − y ) n × Ik σc < 12619768.764 + 73..8 + 20 − 64.5 kg/cm2...2 × (70.743) 9 × 618153..106 kg/cm2 • < 0...8 + 1146861.078 = 13.45 × 250 112..057 618153.743) < 0.56 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 3.078 = 59.8 ⎞⎟ = 237000 = 763. Perhitungan Terhadap Tegangan o Kontrol terhadap tegangan lentur ( σ ) • Pada bagian atas pelat beton σC = = M post × (h + t − y ) n × Ik 12619768...OK Pada sayap bawah profil baja σ BS = ⎛h⎞ MD ×⎜ ⎟ ⎝2⎠ + ML × y IX IK < σS TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ..5 kg/cm2 < Pada sayap atas profil baja σ BS = ⎛h⎞ MD ×⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ + M L × (h − y ) IX IK < σS (3966478.3) × ⎛⎜ 70.5 + 4698615.6) × 6.078 1867 kg/cm2 < < 1867 kg/cm2.2 × (70...

8 + 1146861.016 kg/cm2 Pada bagian bawah pelat beton = 13.743 618153.8 ⎞⎟ 137000 ⎝ 2 ⎠ + (2807812..V .15 Diagram Tegangan Sebelum Dan Sesudah Komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ..958 kg/cm2 Gambar 5..3) × ⎛⎜ 70..5 + 4698615..194 < 1867 kg/cm2 = 1549.011 kg/cm2 Pada sayap bawah profil baja = 592.57 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI (3966478.078 = 763.739 kg/cm2 Pada sayap atas profil baja = 837..OK o Diagram tegangan sebelum dan sesudah komposit • • Tegangan sebelum komposit ( pra komposit ) Pada sayap atas profil baja = 592.011 kg/cm2 Tegangan sesudah komposit ( post komposit ) Pada bagian atas pelat beton = 59.764 + 786.958 kg/cm2 < 1867 kg/cm2.316 kg/cm2 Pada sayap bawah profil baja = 1549.6 ) × 64...

V - 58

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

o Kontrol terhadap tegangan Geser (τ )

Statis momen terhadap garis netral komposit :

Pada Plat Beton
Sx1 = b’ x t x ek
= 250 x 200 x 160,57
= 8028500 mm3 = 8028,5 cm3

Pada Profil baja
Sx1 = Aprofil x es
= 273,6 x 293,43
= 80282,448 mm3 = 80,282 cm3

τ TERJADI
τ TERJADI

=
=

DPOST x ( S x1 + S x 2 )
< τ
b x Ix
51563,749 x ( 8028,5 + 80,282)
1,5 x 237000

< 0,58 x σ

= 1176,144 < 1082,86 kg/cm2 .....OK

o Kontrol terhadap Lendutan (τ )

1. Akibat beban mati ( pada kondisi pre komposit dan post komposit )
TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 59

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Kondisi pre komposit

Kondisi post komposit

P1

= P PRE KOMPOSIT + P KOMPOSIT
=

P2

= 12956,785 kg

= P PRE KOMPOSIT + P KOMPOSIT
=

qE

9160,37 + 3796,415
4994,23 + 1342,83

= 6337,06 kg

= qE PRE KOMPOSIT + qE KOMPOSIT
=

654,906 + 186,666

qD

= 215 kg/m

q

=

= 841,572 kg/m

(841,572 x 7 ) + ( 215 x 9)

⎛ 5 x q x L4 ⎞

9
⎛ P xa

= 869,556 kg/m

⎛ P x L3 ⎞

⎟⎟ + ∑ ⎜⎜
⎟⎟
δ 1 = ⎜⎜
x (3L2 − 4a 2 )⎟⎟ + ⎜⎜
384
EI
24
EI
X ⎠
X


⎠ ⎝ 48 EI X ⎠

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 60

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

⎛ 5 x 8,67556 x 900 4 ⎞
⎛ 12956,785 x100
⎟⎟ + ∑ ⎜⎜
= ⎜⎜
x 3x900 2 − 4 x100 2
6
6
⎝ 384 2,1 x 10 x237000 ⎠
⎝ 24 2,1x10 x 237000

(

)

(

)


6337,06 x 275
⎜⎜
x 3x 900 2 − 4 x 100 2
6
24
x
(
2
,
1
x
10
)
x
237000

((

(

) (

)⎞⎟⎟ +

))⎞⎟⎟ + ⎛⎜⎜


6337,06 x 9003
⎟⎟
6
⎠ ⎝ 48x (2,1x 10 ) x 237000 ⎠

= 0,148 + 0,259 + 0,348+ 0,193
= 0,948 cm
2. Akibat beban hidup
a. Akibat beban terbagi merata ( ” q ” )

q1 = 3000 kg/m,

q2

= 1500 kg/m,

q3

= 1500 kg/m

b. Akibat beban garis ( ” P ” )

P1 = 5158 kg/m
P2 = 2579 kg/m

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

8 cm…………OK L 500 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .078 = = 0.8 cm δ total = 1.948 + 0.61 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Q1 = q1 + P1 = 3000 + 5158 = 8158 kg/m Q2 = q2 + P2 = 1500 + 2579 Q3 = q3 = 4079 kg/m = 1500 kg/m (Q1 x 7) + (2 xQ2 x0.58278 × 900 4 384 × (2.V .484 = 1.75) + (2 xQ3x1) qEKIVALEN 9 = (8158 x 7) + (2 x4079x0. 278 kg/m δ2 5 × q ekuivalen × L4 = 384 EI K 5 × 73.432 cm Lendutan ijin ( δ ijin ) δ ijin = = 900 500 = 1.75) + (2 x1500x1) 9 = = 7358.484 cm Lendutan total ( δ total ) δ total = δ1 + δ 2 = 0.432 cm < δ ijin = 1.1 × 10 6 )× 618153.

Beban Mati Terpusat • P1 = beban mati terpusat yang bekerja pada titik C dan G adalah beban mati terpusat pada kondisi pre komposit dan post komposit = 9160.2.6 Perhitungan Penghubung Geser ( Shear Connector) Shear Connector digunakan untuk menahan gaya geser memanjang yang terjadi pada bidang pertemuan anatar pelat beton dengan belok baja.16 Pembebanan Pada Perhitungan Shear Connector Pembebanan : a.62 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.415 kg = 12956.37 kg + 3796 . Syarat teknis perencanaan shear connector dengan menggunakan stud adalah : ƒ Jarak minimal antar stud arah memanjang balok 5d dan tidak kurang 10 cm ƒ Jarak maksimal antar stud tidak boleh lebih dari delapan kali tebal pelat beton.V .E dan f adalah beban mati terpusat pada kondisi pre komposit dan post komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .785 kg • P2 = beban mati terpusat yang bekerja pada titik D. atau kurang dari 800 mm ƒ Jarak antar stud tegak lurus balok tidak boleh kurang dari d + 3 cm ƒ Panjang minimal stud 4d ƒ Jarak minimal ujung stud dengan permukaan beton 4 cm Perhitungan Gaya Lintang Gambar 5.

V .23 kg + 1342.06 kg b. Berat Hidup Pada Trotoar • qL3 = beban hidup pada trotoar = 1500 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .906 + 186.572 kg/m c.75 m ) = beban terbagi rata ( q ) + beban gars ( P ) = 1500 kg/m + 2579 kg/m = 4079 kg/m e.63 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 4994. Berat Sendiri Gelagar Melintang • qD = beban mati merata ( berat sendiri gelagar melintang ) = 215 kg/m d.83 kg = 6337. Berat Hidup ( beban ” D ’’ ) • qL1 = beban ” D ” untuk lebar 5.666 = 841.5 meter = beban terbagi rata ( q ) + beban gars ( P ) = 3000 kg/m + 5158 kg/m = 8158 kg/m • qL2 = beban ” D ” untuk lebar sisanya ( 2 x 0. Beban Mati Merata • qE = qEPREKOMPOSIT + qEPOST KOMPOSIT = 654.

5 ) – ( 6337.24158 – ( 1500 x 1 ) – ( 213 x 1 ) = 53219.14558 .28 = 0 9 RB = 494390.( 841.625 ) – ( 1500 x 1 x 0.45658 .24158 kg DC = 53219.785 x 1 ) – ( 6337.625 – 103654.06 x 6.24158 kg DA-C = 54932.785 x 1 ) = 0 ( RB x 9 ) – 8626.25 ) – ( 6337.75 ) = 2000.06 x 2.915 – 12956.75 x 7.5 ) – ( 4079 x 1.75 ) .06 x 4.625 – 28516.( 841.77 – 39606.1743 RB = 54932.572 x 7 x 4.25 x 3.12956.6337.5 – 26509.785 x 8 ) – ( 6337.5 – 26509.75 ) – ( 6337.64 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Reaksi Perletakan : ∑M A = 0 ( RB x 9 ) – ( 215 x 9 x 4.75 ) = 24300.25 ) – ( 12956.785 – 17426.3618 RB = 50768.06 x 4.14558 kg DD.24158 .785 = 40262.915 – 28516.( 8158 x 1.20558 .E = 17963.06 x 6.( 213 x 1 ) .5 ) – ( 841.24158 kg Gaya Lintang : DA = 54932.572 x 1.77 – 17426.5625 – 12750 – 12956.25 x 5.V .5 ) – ( 4079 x 1.5 ) – (12956.5 ) – ( 6337.572 x 1.28 – 39606.785 x 8 ) = 0 ( RB x 9 ) – 8626.5 ) – ( 841.375 ) – ( 1500 x 1 x 8.572 x 7 x 4.06 x 2.06 = 17963.518 – 750 – 13384.( 213 x 1 ) .75 ) – ( 12956.21875 – 230208.45658 kg DC-D = 40262.5 ) – (12956.( 8158 x 1.125 ) – ( 8158 x 5.875 ) – ( 8158 x 5.518 – 12750 – 50860.75 x 1.26242 kg ∑M B = 0 ( RA x 9 ) – ( 215 x 9 x 4.5 ) – ( 1500 x 1 x 0.89458 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .9375 – 750 – 103654.03125 – 155256.20558 kg DD = 24300.75 ) .5 ) – ( 1500 x 1 x 8.785 = 0 9 RB = 456914.

5 kg 2 Jarak stud : D = Q × Ik D ×S TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Kekuatan satu stud : Q Q Q = = 0.971 KN = 13797.799 = 137.0005 x 314 x 878.0005 x ⎜ π D 2 ⎟ x 30 x 4700 30 ⎝4 ⎠ = 0.1 kg ) Q = 6898.0005 As f ' c × Ec ( = ⎛1 ⎞ 0.V . Jumlah stud dalam arah tegak lurus sumbu gelagar melintang = 2 buah.65 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.17 Diagram Gaya Lintang Shear connector direncanakan menggunakan stud Ø 20 mm dengan tinggi stud (H) = 100 mm.

5) x 618153. Perhitungan Las Sudut : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .384cm = 59.5 cm3 d1 = d2 = d3 = (2 x 6898.137 cm ~ ~ 25 cm 60 cm Sambungan antara stud dan gelagar melintang menggunakan sambungan las sudut.45658x 8028.V .14558x 8028.338 cm ~ 20 cm = 24.078 cm4 S = 250 x 200 x 160.5) x 618153.5 (2 x 6898.078 54932.5 = 19.5) x 618153.24158 x 8028. Q = Kekuatan stud dalam 1 baris (kg) Ik = Momen inersia penampang komposit (cm4) D = Gaya lintang (k) S = Statis momen bagian yang menggeser terhadap garis netral penampang komposit Ik = 618153.078 17963.078 40262 .57 = 8028500 mm3 = 8028.5 ( 2 x 6898.66 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Dimana.

Tebal Las = a ≤ a≤ 1 t 2 2 1 x 2. Kekuatan Las = Fxσ = 1.25 x π x ( 3.V .626 cm b.18 Pemasangan Shear Connector TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .67 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a.2 )2 = 1. Luas Bidang Las = 0.230 x 6350 = 7810.25 x π x d2 = 0.3 x 2 2 a ≈ 1.5 kg < 7810.252 .230 cm2 c.5 kg Gambar 5.5 kg Kekuatan satu stud = 6898.

19 Sambungan Gelagar Memanjang Dengan Protil Siku Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : Pengaruh Desak δ d = 0.628 (pengaruh desak) 2.130.54 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .14 Sambungan direncanakan menggunakan baut φ 2.275 < 0.V .54 cm • Jarak antar baut : 3d ≤a≤6d 60 ≤ a ≤ 120 a diambil 70 mm • Jarak baut ke tepi sambungan : c ≥ 2d c ≥ 40 s1 diambil 40 mm Gambar 5.75 kg Untuk penyambungan antara gelagar melintang dan memanjang digunakan pelat penyambung profil L 130.7 Perhitungan Sambungan Gelagar Melintang dan Gelagar Memanjang Besarnnya Dmax gelagar memanjang (P) = 8211.2.68 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.7 = 0.

312 kgcm Momen Dalam ( MDALAM ) : MDALAM [(Ph x y 2 )+ (Ph1 x y1)] x 2 = ⎡ 2 x Ph ⎛ y12 ⎞⎤ y 2 2 + y12 ⎟ ⎜ ( ) Ph x y 2 Ph x x 2 + ⎥ = ⎢ = 2 ⎟ ⎜ y 2 y 2 ⎠⎦ ⎝ ⎣ ( ) Substitusi : ( ) 2 x Ph y 22 + y12 = P x e y2 Ph P x e x y2 = 2 x y 2 2 + y12 Ph = PV = n R ( ) 55429.937 kg 4 2 = Pv 2 + Ph = 2052.5 x σ < 2800.076 kg/cm2 < 1.69 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI P 2xσ xδ x d n ds = Eksentrisitas (e) = 8211.5 2 ) P = baut = 3167.75 x 7.7 x 2 = 2696.V .937 2 + 3167.389 2 = 3774.312 x 9 2 x ( 7 2 + 3.7 x 2.236 ~ diambil 4 baut 2 x1867 x 0.25 = 55429.389 kg 8211.507 kg Tegangan yang terjadi pada baut luar : σ ds = R = δ ×d 3774.5 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 mm 2 Momen Luar ( MLUAR ) : = P×e MLUAR = 8211.507 0.54 = 15 + 65 = 72.75 = 1.75 = 2052.

70 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.8 Perhitungan Sambungan Gelagar Melintang dan Profil Siku Besarnnya Dmax gelagar memanjang (P) = 8211.54 = 0. a diambil 70 mm • Jarak baut ke tepi sambungan : c ≥ 2d c ≥ 40 s1 diambil 40 mm Gambar 5.14 Sambungan direncanakan menggunakan baut φ 2.590 < 0.75 kg Untuk penyambungan antara gelagar melintang dan memanjang digunakan pelat penyambung profil L 130.20 Sambungan Gelagar Memanjang Dan Gelagar Melintang Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : Pengaruh Desak δ d 1.628 (pengaruh desak) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .2.54 cm • Jarak antar baut : 3d ≤a≤6d 60 ≤ a ≤ 120 .V .130.5 = 2.

71 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI n ds = P 2xσ xδ x d = 8211.2 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 x 2.2 kg/cm2 1120.6 x σ 1120.V .54 Tegangan yang terjadi pada baut : σ BAUT = 2 x nBAUT = = P ⎛1 ⎞ x ⎜ xπ x d 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 8211.58 ~ diambil 4 baut 2 x 1867 x 1.54 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 202.14 x 2.75 ⎛1 ⎞ 2 x 4 x ⎜ x 3.75 = 0.679 kg/cm2 < < < 0.

2.25 m 2 2 ⎝ ⎠ 5.72 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.3 m Luas bidang rangka utama ⎛ 80 + 75 ⎞ : ⎜ ⎟ x 6.2.1 Pembebanan Ikatan Angin Gambar 5.V .9 Perhitungan Pertambatan Angin Gambar 5.3 = 488.9.21 Bidang Rangka yang Terkena Angin Data teknis perencanaan pertambatan angin : Tekanan angin : 150 kg/m2 Panjang sisi bawah jembatan : 80 m Panjang sisi atas jembatan : 75 m Tinggi jembatan : 6.22 Penyebaran Beban Angin TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

25 )) x 150 = 10985.8 cm ( 708x302x15x28-215 ) Tebal sayap gelagar melintang ( h2 ) : 2.V .73 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Bagian jembatan yang langsung terkena angin ( angin Tekan ) : ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (d1) : d1 = 50% x (( 30% x A )) x w = 50% x (( 30% x 488.8 – 2.3 cm ( 406x403x16x24-200 ) Tebal plat lantai kendaraan ( h4 ) : 20 cm Tebal perkerasan ( h5 ) : 5 cm Tinggi bidang vertikal beban hidup ( h6 ): 200 cm s2 h3 ⎞ h6 ⎛ = ⎜ h1− h2 − ⎟ + h4 + h5 + 2⎠ 2 ⎝ = ( 70.3 – 20.35 cm = 1.30 m = 3.625 kg ◦ Beban angin pada muatan hidup setinggi 2 m (d2) : d2 = 100% × w × L × 2 = 100%x 150 x 80 x 2 = 24000 kg Penentuan titik tangkap gaya akibat beban angin ( s ) : ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan ( s1 ) s1 = ½ x tinggi jembatan = ½ x 6.15 m ◦ Beban angin pada muatan hidup seringgi 2 m ( s2 ) Tinggi profil gelagar melintang ( h1 ) : 70.8 cm Lebar profil rangka induk ( h3 ) : 40.733 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .15 ) + 20 + 5 + 100 = 173.

733 ) = 0 76196.3 RA = Σ MA = 0 (RB x 6.3 − s 2 )) = 0 ( RB x 6.241 kg 6.V .717 kg 6.30 )− (d1 x s1)− (d 2 x s 2 ) = 0 ( RA x 6.3 ) – (10985.567 ) RB = 144044.718 = 12094.3)− (d1 x s1)− (d 2 x (6.625 x 3.15) – ( 24000 x 1.718 = 22864.3 Distribusi beban angin : ◦ Pada pertambatan angin atas P1 = R A1 12094.74 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.15 ) – (24000 x 4.625 x 3.314 kg ◦ Pada pertambatan angin bawah TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .23 Titik Tangkap Gaya Angin Tekan Σ MB = 0 (RA x 6.717 = 15 15 = 806.30) – ( 10985.

812 kg Penentuan titik tangkap gaya akibat beban angin ( s ) : ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (s1) s1 = ½ x tinggi jembatan = ½ x 6.75 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI P1 = RB 22864 .812 6.V .30 = 871.875 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .25 )) x 150 = 5492.24 Titik Tangkap Gaya Angin Hisap R A = RB = 5492.30 m = 3.015 kg = 16 16 Bagian jembatan yang tidak langsung terkena angin ( angin hisap ) : ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (d1) : d1 = 50% x (( 15% x A )) x w = 50% x (( 15% x 488.241 = 1429.150 m Gambar 5.

sedangkan Batang 17.18.22.875 = 54.21.27.45.28.2 Pertambatan Angin Atas Gambar 5.40.V . Gambar 5.492 kg = 16 16 5.34.41.26 Penomoran Pada Ikatan Angin Atas Pendimensian batang 16.20.47.42.5 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .44.46.2.33.25.19.24.43.9.dan 31 direncanakan menggunakan batang L.39.26.25 Penyebaran Beban Angin Pada Ikatan Angin Atas .dan 32 direncanakan menggunakan profil IWF 250x175x7x11-44.29.50.875 15 = 58.35.38.125 kg ◦ Pada pertambatan angin bawah P2 = RB 871.23.30.1.76 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Distribusi beban angin : ◦ Pada pertambatan angin atas P2 = R A1 15 = 871.37.50.36.

42 kx = ky Iξ (cm4) 115 r1 5 iξ (cm) 3.20 Wη (cm3) 9.V .120 984 F (cm2) 12.24 Momen Inersia Ix Iy 6.09 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .25 iη (cm) 1.06 1.80.4 4.11 2.26 5.8 Profil L 80 x 80 8 Ix = Iy (cm4) 72.18 Momen Lawan Wx Wy 502 113 Profil L 80.55 kη 5.3 Wx = Wy (cm3) 12.6 Ukuran (mm) b d r 80 85 10 ix = iy (cm) 2.32 Jarak titik berat (cm) e w v 2.66 kξ Iη (cm4) 29.66 3.1 244 175 7 11 16 Luas tampang 56.77 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Pendimensian Batang Ikatan Angin Atas Profil IWF 250x175x7x11-44.1 Profil Berat Ukuran (mm) WF (kg/m) A B t1 t2 r 250 x 175 44.6 Jari-jari Inersia ix iy 10.3 Berat (kg/m) 9.

78 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Dari hasil perhitungan program SAP 2000 versi 7.14 x 0. diperoleh gaya batang terbesar.51 10.381 x λs 2 = 2.294 Untuk λ s ≥ 1 : ω = 2.9 = = 254.1 x 105 = 111.529 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .649 tekan 31& 33 2956.760 λs = λg = 111.42.294)2 = 12.4032 + 52 = 10.1 Pasal 1 dan 2.016 0.7 x 240 λ 254.381 x (2.V . untuk stabilitas batang tekan terhadap bahaya tekuk : (S x ω ) F < σ ijin baja Dimana : S = gaya tekan pada batang tersebut F = luas penampang batang ω = faktor tekuk yang tergantung dari kelangsingan dan macam bajanya Menghitung kelangsingan batang tunggal : λ = Lk 1064. dengan resiko tekuk adalah : Gaya Batang (P) Panjang (L) kg m 17 & 47 -3899.18 λg = π x E = 3.7 x σ l 2.840 10.1 S = -3899.840 kg ( batang 17 & 47 ) Lk = 9.649 tekan Batang Keterangan Batang tekan Profil IWF 250x175x7x11-44.649 m Rumus umum menurut PPBBI hal 9 Bab 4.016 = 2.760 cm I min 4.

3 = 10.85 x F profil = 0..84 x 12.529 = 868..784 kg/cm2 < 1867kg/cm2…OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .455 cm2 Cek Tegangan : σ = = S < 1867 kg/cm2 Fnt 2956.8 S = 2956.80.79 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Maka : (S x ω ) F = − 3899..455 = 282.85 x 12.51 kg ( batang 8 & 9 ) F nt = 0.V ..24 Batang tarik Profil L 80.OK 56.796 kg/cm2 < 1867 kg/cm2.51 < 1867kg/cm2 10.

9.5 Gambar 5.27 Penyebaran Beban Angin Pada Ikatan Angin Bawah Gambar 5.28 Penomoran Pada Ikatan Angin Bawah Pendimensian Batang • Profil.5 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .2.V .3 Pertambatan Angin Bawah Untuk pertambatan angin bawah digunakan profil L 200x200x16-48.80 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. L 200x200x16-48.

9 = = 272.5 kξ Iη (cm4) 943 iξ (cm) 7.5 kg/m S = -7757.7 x 240 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .8 Berat (kg/m) 48.016 0.352 cm I min 3. diperoleh gaya batang terbesar. dengan resiko tekuk adalah : Batang Gaya Batang (P) Panjang (L) kg m -7757.50 10.52 14.80 Wη (cm3) 121 iη (cm) 3.15 kx = ky Iξ (cm4) 3740 r1 9 F (cm2) 61.42.1 7. untuk stabilitas batang tekan terhadap bahaya tekuk : (S x ω ) F < σ ijin baja Dimana : S = gaya tekan pada batang tersebut F = luas penampang batang ω = faktor tekuk yang tergantung dari kelangsingan dan macam bajanya Menghitung kelangsingan batang tunggal : λ = Lk 1064.4032 + 52 = 10.649 34 & 65 Keterangan tekan Batang tekan • Profil L 200x200x16-48.1 Pasal 1 dan 2.65 Dari hasil perhitungan program SAP 2000 versi 7.03 Jarak titik berat (cm) e w v 5.1 x 105 = 111.V .05 1.91 λg = π x E = 3.91 kη 4.81 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Profil L 200 x 200 x 16 Ix = Iy (cm4) 2340 Wx = Wy (cm3) 162 Ukuran (mm) b d r 200 16 18 ix = iy (cm) 6.649 m Rumus umum menurut PPBBI hal 9 Bab 4.78 1.50 kg ( batang 34 & 65 ) Lk = 9.14 x 0.7 x σ l 2.

.8 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .381 x (2.016 = 2...50 x 14.453)2 = 14.453 Untuk λ s ≥ 1 : ω = 2.82 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI λ 272.381 x λs 2 = 2.326 Maka : (S x ω ) F = 7757.326 = 1798.352 λs = λg = 111.OK 61..283 kg/cm2 < 1867 kg/cm2.V .

7 diambil 40 mm a.83 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.5 d ≤ s ≤ 7 d .10 Perencanaan Sambungan Pertambatan Angin Sambungan pertambatan angin direncanakan menggunakan pelat 10 mm.85 ≤ s1 ≤ 47.3 diambil 40 mm Jarak antar sumbu baut pada arah vertikal ( u ) : 2. Pertambatan angin atas 1.2.3 diambil 90 mm Jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung ( s1 ) : 1.9 mm ) • Pmaks = -3899.75 ≤ s ≤ 111. dengan alat penyambung baut Ø 5/8” ( 15.V . atau 14 t u = jarak antar sumbu baut pada arah vertical 1.75 ≤ s ≤ 111.5 d ≤ u ≤ 7 d .1 dengan rangka induk IWF 406x403x16x24-200 Data teknis perencanaan baut : • Tebal plat penyambung ( δ ) = 10 mm • Diameter baut ( Ø ) = 5/8” ( 15. atau 14 t s = jarak antar sumbu baut pada arah horizontal 2. atau 6 t s1 = jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung Jarak antar sumbu baut pada arah horizontal ( s ) : 2.5 d ≤ s1 ≤ 3 d 23.9 mm ) Pengaturan jarak antar baut ( berdasar PPBBI hal 70 ) : 2.314 (pengaruh geser) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .840 kg ( batang 17 & 47 ) Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : δ d 10 = 15. Profil IWF 250x175x7x11–44.5 d ≤ s1 ≤ 3 d .5 d ≤ s ≤ 7 d 39.5 d ≤ u ≤ 7 d 39.628 > 0.9 = 0.

51 kg ( batang 31 & 33 ) Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : δ 10 = 15.59 Tegangan yang terjadi pada baut : σ BAUT = 2 x nBAUT = = P ⎛1 ⎞ x ⎜ xπ x d 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 3899.590 kg/cm2 0.11 = 0.628 > 0.V .80.6 x σ 1120.314 (pengaruh geser) d n ds = P 2xσ xδ x d = 2956.2 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .14 x 1.450 kg/cm2 < < < 0.14 x 1.840 ⎛1 ⎞ 2 x 4 x ⎜ x 3.51 ⎛1 ⎞ 2 x 2 x ⎜ x 3.51 = 0.59 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 372.8 dengan rangka induk IWF 406x403x16x24-200 Data teknis perencanaan baut : • Tebal plat penyambung ( δ ) = 10 mm • Diameter baut ( Ø ) = 5/8” ( 15.497 ~ diambil 2 baut 2 x 1867 x 1 x 1.2 kg/cm2 1120.2 kg/cm2 2. Profil L 80.9 mm ) • Pmaks = 2956.2 kg/cm2 < 245.6 x σ < 1120.59 2 ⎟ ⎝4 ⎠ < 1120.59 Tegangan yang terjadi pada baut : σ BAUT = 2 x nBAUT = = P ⎛1 ⎞ x ⎜ xπ x d 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 2956.84 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI n ds = P 2xσ xδ x d = 4080.687 ~ diambil 4 baut 2 x 1867 x 1 x 1.9 = 0.

85 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.V .29 Sambungan Ikatan Angin Atas TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

2 kg/cm2 1120. Pertambatan angin bawah Menggunakan profil L 200x200x16-48.9 = 0.630 kg/cm2 < < < 0.9 mm ) 3. Pmaks = -7757.2 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Diameter baut ( Ø ) = 5/8” ( 15.59 Tegangan yang terjadi pada baut : σ BAUT = 2 x nBAUT = = P ⎛1 ⎞ x ⎜ xπ x d 2 ⎟ ⎝4 ⎠ − 7757. Tebal plat penyambung ( δ ) = 10 mm 2.628 > 0.5 kg/m dengan rangka induk profil IWF 406x403x16x24-200 Data teknis perencanaan baut : 1.50 ⎛1 ⎞ 2 x 4 x ⎜ x 3.50 kg ( batang 34& 65 ) Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : δ d 10 = 15.86 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI b.14 x 1.50 = 1.306 ~ diambil 4 baut 2 x 1867 x 1 x 1.314 (pengaruh geser) n ds = P 2xσ xδ x d = − 7757.V .6 x σ 1120.59 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 488.

30 Sambungan Ikatan Angin Bawah TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .87 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.

35-283 berat = 283 kg/m b.6 berat = 49.1 berat = 44.7.2.302. Beban rangka induk • Buhul 1 dan 17 = (1/2 diagonal) + (½ horisontal) = (1/2 x 6.11.175.11-49.11 Perencanaan Rangka Induk Gambar 5.5 berat = 48. 1.407.7. Dimensi Rangka diasumsikan sama untuk semua rangka.13 kg/m Rangka Utama = IWF 428.15.6 berat = 9.88 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.80.28-215 berat = 213 kg/m Ikatan angin atas = IWF 250.V .3 dengan berat = 7.31 Struktur Rangka Induk a.78 x 283) + (1/2 x 5 x 283) = 1366.1 kg/m = L 80.8-9.48 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .175.44. Pembebanan Asumsi beban antara rangka induk ditahan masing-masing ½ nya oleh rangka induk.6 kg/m G melintang = IWF 708.6 kg/m Ikatan angin bawah = L 200.5 kg/m Sandaran = Pipa D 76.200. Data Perencanaan Tebal pelat = 20 cm Tebal perkerasan = 5 cm Genangan air = 5 cm Lebar lantai kendaraan = 700 cm Lebar trotoir = 100 cm Tebal trotoir = 25 cm G memanjang = IWF 350.20.16-48.

Beban gelagar memanjang 5 buah profil IWF 350.6 ⎞ 1 ⎜ ⎟x = 62 kg ⎝ 2 ⎠ 2 • Buhul 2-16 = ⎛ 5 x 49.89 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • Buhul 18 dan 33 = (1/2 x 2 diagonal) + (1/2 x horisontal) = (1/2 x 2 x 6.175.48 kg = 1503.128 kg • Buhul 18 dan 33 = 110% x 2152.96 kg • Buhul 2-16 dan 19-32 = (1/2 x 2 diagonal) + (1/2 x 2 horisontal) = (1/2 x 2 x 6.25 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 kg/m Distribusi beban pada tiap buhul :0 • Buhul 1 dan 17 = ⎛ 5 x 49. Beban pelat beton (termasuk dibawah trotoar) Tebal pelat beton = 20 cm Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = ⎛ 9 × 5 × 0.28-215 Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1-17 = ⎛ 9 × 215 ⎞ ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ = 958.78 x 283) + (1/2 x 5 x 283) = 2152.96 kg Penambahan beban sebesar 10 %.V .11-49.78 x 283) + (1/2 x 2 x 5 x 283) = 2732.2 × 25 ⎞ 1 ⎜ ⎟× 2 ⎝ ⎠ 2 = 56. • Buhul 1 dan 17 = 110% x 1366.96 kg = 3006.7.15.5 kg 4.96 kg = 2368. sebagai asumsi berat pelat buhul beserta bautnya.256 kg 2. Beban gelagar melintang 17 buah profil IWF 708.256 kg • Buhul 2-16 dan 19-32 = 110% x 2732.6 ⎞ ⎜ ⎟ x 2 x ½ = 124 kg ⎝ 2 ⎠ 3.302.

25 × 25 ) = 31.625 kg • Buhul 2-16 = ⎛ 7 × 5 × 0.8 kg Distribusi beban pada tiap buhul : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .3 mm.2 × 25 ⎞ ⎜ ⎟ 2 ⎝ ⎠ = 112.5 kg 5.25 × 25) × 1 = 15.13 kg/m Berat total pipa sandaran = 2 x 80 x 7.625 kg • Buhul 2-16 = (5 × 1 × 0.05 × 10 ⎞ 1 ⎜ ⎟× 2 ⎝ ⎠ 2 = 5. dengan berat 7. Beban trotoar Tebal trotoar = 25 cm Lebar trotoar = 1.90 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • Buhul 2-16 = ⎛ 9 × 5 × 0.05 × 22 ⎞ ⎜ ⎟ 2 ⎝ ⎠ = 19.25 kg 6.0 m Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = (5 × 1× 0. Beban air hujan Tebal genangan = 5 cm Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = ⎛ 9 × 5 × 0. Beban pipa sandaran Pipa sandaran Ø 76.V . Beban lapis perkerasan Tebal lapis perkerasan = 5 cm Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = ⎛ 7 × 5 × 0.25 kg 8.05 × 22 ⎞ 1 ⎜ ⎟× 2 ⎝ ⎠ 2 = 9.05 × 10 ⎞ ⎜ ⎟ 2 ⎝ ⎠ = 11.625 kg • Buhul 2-16 = ⎛ 9 × 5 × 0.13 = 1140.250 kg 2 7.

8 1 x 16 2 = 35.5 x 10.894 + 49.29 )) x ½ = (226. Beban ikatan angin atas Profil IWF 250.7.80. Beban ikatan angin bawah Profil L 200.6 berat = 9.91 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • Buhul 1 dan 17 = 1140.532 kg Buhul 2-16 = ( 2 x 48.1 x 10.1 x 10.5 berat = 48.175.V .16-48.143 kg • Buhul 19-32 = (( ½ x 44.29 ) + ( ½ x 9.8 16 = 71.29 ) x ½ x ½ x 2 = 499.392) x ½ = 138.3 kg 9.5x 10.1 kg/m Profil L 80.29 ) x ½ x ½ = 249.65 kg • Buhul 2-16 = 1140.6 kg/m Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 18 dan 33 = (( ½ x 44.6 x 10.6 x 10.29 ) + ( ½ x 9.1 berat = 44.5kg/m Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = ( 2 x 48.29 )) x ½ x 2 = (226.8-9.894 + 49.200.392) x ½ x 2 = 276.11 – 44.286 kg 10.065 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

714 0.247 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 14 15 16 0.61 0.593 0.494 0.610 0 1.296 0.199 0.3770 0.2249 0.92 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I c Garis Peengaruh c.324 4 0.1224 0.668 0.890 0.32 Rangkaa Utama S S1=S16 0.099 0.174 0.024 0 17 S2=S15 1.040 4 0.274 0.2 240 1.330 1.074 0 17 S3=S14 1.964 0.667 0.372 0.480 1.371 0 0.349 0.V .110 0.989 0.816 0.222 0.149 0.074 0.224 0.865 0.123 0 17 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .519 0.299 0.7741 0.049 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 0. Gambar 55.148 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 0.451 0.742 18 0.360 1.

346 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 3 14 15 16 0.040 1.210 1..630 1.780 1.090 0.618 0.560 1.140 1.569 0.7730 1.900 1.240 1.710 0 2.450 2.080 1.519 0.173 0 17 SS5=S12 2.270 2.8665 0.600 2.544 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 133 14 15 16 0.040 0 0.93 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I SS4=S13 0 1.000 1.390 1.668 0.7 2.222 0 17 SS6=S11 720 2.560 1.890 0 0.450 2.816 0.272 0 17 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .692 0.2230 1.560 0 1.910 1.V .850 2.340 10 1.3660 1.080 2.11 0.180 1.519 0 0.445 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 133 14 15 16 0.

395 ‐0.64 ‐0.964 0.791 11 ‐ ‐0.396 ‐0.100 6 520 2.8820 2.890 10 ‐0.230 12 60 1..680 5 2.049 17 0 S S18=S30 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ‐0.350 2.16 ‐0.693 ‐1.693 ‐0..480 14 1.544 ‐0.495 ‐0.94 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I SS7=S10 2.692 12 ‐0.930 1.742 16 0.250 1.098 17 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .198 ‐0.090 ‐0.470 0 0.346 ‐0.594 43 ‐0.420 0 0 1 2 0.989 ‐0.593 13 3 ‐0.290 0.410 1.29 90 ‐1.4994 197 14 ‐0.260 4 1.297 ‐0.61 10 0 1.600 10 11 2.371 0 17 S S17=S31 0 0.940 0.890 2.380 ‐1.110 15 0.148 15 ‐0 2 ‐0.86 133 1.970 9 2.321 0 1 2 3 4 5 6 8 7 9 10 11 12 13 3 14 15 16 0 17 S8=S9 0.2447 ‐0.643 0.190 ‐1.940 2.737 1 ‐0.880 1.098 6 7 16 8 9 10 3 4 5 11 12 13 3 14 ‐0.445 ‐0.V .570 2.841 3 0 1.296 15 ‐0.5 7 8 2.

148 17 0 S S20=S28 0 1 2 ‐0.480 ‐1.190 80 ‐1.480 13 ‐1.190 12 13 ‐0.780 133 ‐1.980 ‐1.445 15 ‐0.48 80 ‐1.6 630 ‐2.080 12 ‐1.593 14 ‐0.040 ‐0...960 ‐2.980 ‐2.4880 14 ‐1.470 ‐2.780 ‐1.9889 14 ‐0.16 1395 ‐0.593 3 4 5 6 8 7 9 10 ‐1.090 ‐1.197 17 0 S S21=S27 0 1 2 ‐0.180 ‐2.390 ‐ 133 ‐1.989 ‐0.791 ‐0.742 0 S22=S2 26 0 1 ‐ 3 2 ‐0.890 11 ‐ ‐1.92 20 ‐1.630 9 ‐1.290 ‐1.180 ‐1.780 ‐1.370 ‐2.980 ‐ ‐1.95 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S19=S29 0 1 2 3 ‐0.720 ‐2.989 5 6 7 8 9 10 11 ‐1.74 42 ‐0.544 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ‐1.890 ‐0.643 4 5 6 7 8 ‐1.247 15 ‐0.340 10 ‐1.2 296 16 1 ‐0.V .4 1494 17 16 ‐0.494 4 ‐0.593 ‐0.470 ‐2.580 11 12 ‐1.190 ‐0.670 ‐2.230 ‐1.730 ‐1.190 16 15 ‐0.296 17 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .2440 14 ‐0.78 ‐2.370 ‐2.593 15 ‐0.

791 4 5 ‐1.692 ‐1.933 ‐0.599 10 ‐0.459 ‐0.190 ‐0.065 16 17 0 S S33=S62 0.196 15 ‐0.133 ‐0.266 ‐0.791 16 ‐1.V .3228 ‐0.395 17 0 S S32=S63 0 1 2 3 ‐0.066 ‐0 16 17 0 ‐0.770 ‐2.733 66 ‐0.160 11 ‐2.3333 ‐0.390 16 15 ‐0.34 40 ‐1.770 10 ‐3.370 133 80 ‐1.85 8 9 ‐0.787 ‐0..912 ‐0.395 ‐ 3 ‐0.580 7 ‐1.19 90 6 ‐1.393 ‐0.996 ‐ 4 5 6 7 ‐0.980 8 ‐2.262 ‐0..780 ‐2.590 11 12 133 14 ‐0.131 ‐0.466 ‐0..666 ‐0.7330 14 ‐1.110 ‐2..98 14 ‐1.533 12 133 14 ‐0.799 ‐0.040 ‐0.080 ‐1.399 11 0.721 54 ‐0.670 ‐3.070 0 0 1 2 3 4 5 6 7 ‐0.370 9 ‐2.86 8 9 ‐0.580 15 ‐0.199 15 ‐0.770 12 ‐2.346 17 0 S24 0 1 2 ‐0.656 ‐0.525 10 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .230 ‐2.890 5 6 7 8 9 10 11 12 133 ‐1.420 ‐2.96 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S23=S25 0 1 2 ‐‐0.445 3 4 ‐0.

526 ‐0.132 0 0.791 49 ‐0.526 6 12 1 13 14 ‐0.526 12 13 14 ‐0.197 15 29 ‐0.592 ‐0.131 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ‐0.460 ‐0.197 15 329 ‐0.263 ‐0.724 ‐0.460 ‐0.32 ‐0..131 0.460 ‐0.3329 ‐0.460 ‐0.065 0.394 11 ‐0.3 ‐0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 ‐0.658 ‐0.783 ‐0.652 ‐0.131 0.V .065 0 1 2 3 4 5 6 7 8 ‐0.065 0 17 S S35=S60 8 0.196 0.263 ‐0.131 ‐0.84 ‐0.32 ‐0.263 14 ‐0.197 15 ‐0.065 16 17 0 S S37=S58 8 0.262 0.264 0.717 ‐0.592 ‐0.131 ‐ 16 17 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .065 ‐0.064 0 1 2 3 0.724 9 10 ‐0.394 11 0.131 ‐0 4 5 6 7 11 12 133 ‐0.198 0 0.97 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S34=S61 0.197 0.131 ‐0..659 9 10 6 ‐0.592 ‐0.263 14 ‐0.197 15 8 9 10 16 29 ‐0.329 7 0.658 ‐0.395 ‐0.065 ‐0 16 17 0 SS36=S59 9 6 0.593 10 ‐0.526 12 133 ‐0.394 11 ‐0.

454 ‐0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 ‐0.197 5 0.065 0 0 1 2 3 0.263 14 329 ‐0.131 4 7 0.131 15 16 ‐0.065 17 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .263 0.263 0.131 16 ‐0.461 0.197 ‐0.197 0.395 0.131 15 16 ‐0.460 ‐0.527 7 ‐0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 ‐0.197 0.525 10 0.3 ‐0.263 ‐0.520 0 ‐0.329 7 0.197 15 329 ‐0.395 SS41=S54 4 0.593 11 12 ‐0.394 0.329 0.131 0.3 13 ‐0.131 8 9 10 11 12 16 13 ‐0.394 ‐0.329 7 0.V .131 0.3 ‐0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ‐0.197 15 ‐0.461 ‐0.460 9 0.586 ‐0.263 14 329 ‐0.328 7 0.3 14 ‐0.98 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I SS38=S57 7 0.197 ‐0.394 0.263 14 ‐0.131 0.3394 8 0.065 0 17 SS40=S55 5 0.197 0.263 7 0.460 0.394 ‐0.065 0 17 SS39=S56 6 0.263 6 0.065 0 17 ‐0.388 113 330 ‐0.527 0.

658 0.132 16 15 ‐0.065 16 17 0 S S43=S52 2 0.723 0.526 0.197 0.264 14 ‐0.329 0.592 0.460 0.263 0.197 0.657 0.066 16 17 15 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .263 0.592 0.065 0.789 0.3394 0.99 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S42=S53 3 0.197 7 0.790 0.329 7 0.592 0.131 ‐0.065 0.3 394 0.263 0.131 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 14 ‐‐0.065 0.197 15 ‐‐0.131 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 ‐0.724 0.723 0.131 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 14 ‐ ‐0.3394 0.329 0.460 0.065 0 17 S S45=S50 0 0.V .526 0.197 7 0.198 15 S S44=S51 1 0.263 0.131 0.329 7 0.659 0.460 0.131 ‐0.526 0.065 16 17 0 ‐‐0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ‐0.591 0.460 0.3394 0.526 0.257 14 ‐0.658 0.191 ‐0.3323 113 ‐0.856 0.125 ‐0.

065 0.923 15 16 ‐0.131 0.592 0.395 0.985 0 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 14 15 16 17 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .100 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S46=S49 9 0.058 0 17 S S47=S48 8 0 0.721 0.656 0.19 0.524 0.590 0. 0.262 0.853 0 0.3393 0.065 0 1 2 3 0.459 0.7224 0.V .526 .855 0.263 0.917 0.196 6 0.790 0.658 0.131 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 3 14 0..329 97 0.461 0.787 0.328 0.

00 x 500 kg/m = 500 kg/m q tot = 3024 + ( 2 x 206 ) + ( 2 x 500 ) kg/m = 4436 kg/m Beban q yang diterima satu sisi rangka : q = 4436 = 2218 kg/m = 2.1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1.V .5 = 3.33 Beban ” q ” Yang Bekerja Pada Satu Rangka TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .512 x 5.101 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI d.5 2.206 t/m = 206 kg/m o Beban terbagi rata pada trotoar q3 = 1.75 ⎠ = 0.75 q2 = 50 % × ⎜⎜ ⎝ 2.75 = 1.218 t/m 2 Gambar 5.512 t/m o Beban terbagi rata sepanjang gelagar melintang untuk lebar 5.75 m ) ⎛ q ⎞ ⎟⎟ x 0.024 t/m = 3024 kg/m 2.5 m q1 = q x 5.75 o Beban terbagi rata untuk lebar sisanya ( 0. Perhitungan gaya batang akibat beban dinamis • Beban terbagi rata (“q”) Bentang jembatan = 80 m. maka : q = 1.1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.

V - 102

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Beban “P”
P = 12 ton

⎛ 20 ⎞
⎟⎟
Koefesien kejut ( K ) = 1 + ⎜⎜
⎝ (50 + L ) ⎠
⎛ 20 ⎞
⎟⎟
K = 1 + ⎜⎜
⎝ (50 + 80) ⎠

= 1,153

o Beban P bekerjasepanjang gelagar melintang untuk lebar 5,5 m

P1 =

12
P
x 1,153 x 5,5 = 27,672 t
x K x 5,5 =
2,75
2,75

o Beban P untuk lebar sisanya ( 50% dari P1 )

P2 = 50 % ×

12
P
x K x 0,75 = 50% x 2,75 x 1,153 x 0,75 = 1,886 t
2,75

Gambar 5.34 Penyebaran Beban ” P ’’
P tot = 27,672 + (2 x 1,886) = 31,444 ton
Beban yang diterima atu sisi rangka :
P

=

31,444
= 15,722 ton
2

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 103

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

S1 = S16

S = (0,5 x 0,372 x 80) x 2,218 + (0,372 x 15,722)

= 38,851 t

S2 = S15

S = ((0,5 x 5 x 0,714) + (

0,714 + 1,040
x 5) + (0,5 x 70 x 1,040)) x 2,218 +
2

(1,040 x 15,722) = 110,770 t

S3 = S14

S = ((0,5 x 5 x 0,668) + (

0,668 + 1,330
1,610 + 1,330
x 5) +(
x 5) + (0,5 x
2
2

65 x 1,610)) x 2,218 + (1,610 x 15,722) = 172,454 t

S4 = S13

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 104

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

S =

((0,5 x 5 x 0,618) + (

0,618 + 1,240
1,850 + 1,240
x 5) + (
x 5) + (
2
2

1,850 + 2,080
x 5) +(0,5 x 60 x 2,080)) x 2,218 +(2,080 x 15,722) =
2
234,017 t

S5 = S12

S = ((0,5 x 20 x 2,270) + (
+ (2,450 x 15,722)

= 182,965 t

S6 = S11

S = ((0,5 x 25 x 2,600) + (
(2,720 x 15,722)

2,270 + 2,450
x 5 )+ (0,5 x 25 x 2,450)) x 2,218
2

2,600 + 2,720
x 5 )+ (0,5 x 30 x 2,720)) x 2,218 +
2

= 234,841 t

S7 = S10

S = ((0,5 x 30 x 2,820) + (
(2,890 x 15,722)

2,820 + 2,890
x 5 )+ (0,5 x 45 x 2,890)) x 2,218 +
2

= 315,144 t

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

218 + (-1.1.218 + (-0.380 x 15.970 x 15.722) = -200.330 t S17 = S31 S = (0.5 x 65 x -1.920 x 15.144.643) + ( .1.722) • 2.973 t = .722) • S18 = S30 S = ((0.693) + ( − 0.693 + − 1.670 t TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .737 x 80) x 2.5 x 40 x 2.920)) x 2.105 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • S8 = S9 S = ((0.V .737 x 15.5 x 35 x 2.722) • = -76.5 x 5 x -0.1.290 + .970 x 5 )+ (0.218 + (-1.5 x -0.160 t S19 = S29 S = ((0.970)) x 2.920 x 5) +( x 5) + 2 2 (0.0.940) + ( (2.940 + 2.290 .643 + .380 x 5 )+ (0.218 + 2 = 325.5 x 5 x -0.5 x 70 x -1.380)) x 2 2.

780 + 2.1.990 − 1.720 x 5 )+ (0.722) − 2.593 + .960)) x 2 = .720 x 15.284.218 +(2.5 x 60 x 2.192 t S22 = S26 S = ((0.960 x 5 )+ (0.722) • − 2.593) + ( − 0.180)+( 2.990 + .470)+( 2.960 x 15.5 x 25 x -2.720)) x 2 = .1.218 + (-2.V .370 x 15.5 x 50 x -2.485 t • S21 = S27 S = ((0.5 x 5 x -0.309.180 + −2.470 + −2.218 + (-2.780 x 5) + ( x 5) + ( 2 2 1.370 x 5) + (0.722) = 2 256.106 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • S20 = S28 S = ((0.370)) x 2.5 x 55 x -2.259 t TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 x 20 x -2.

912 a = 0.160 x 15.110 x 15.324.218 + (-3.5 x 30 x -2.V .996 x 15.110 x 5 )+ (0.585 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .415 b = 4.722) • S32 = S63 S = ( 0.980 t S24 S = ( 0.110)) x 2 = .5 x 80 x -3.107 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • S23 = S25 S = ((0.070 0.5 x 45 x -3.499 t S33 = S62 a 5−a = 0.160 ) + (-3.5 x 80 x -0.670)+( 2.08 t = .55.996) + (-0.722) • = .722) • − 2.176.670 + −3.

722) = 1.218 + (0.092 x 15.637 t S35 = S60 a 5−a = 0.672) x 2.78.876 t = 6.722) = .132 0.009 b = 3.773 t = (0.89.627 t S36 = S59 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .198 x 15.108 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • S = (0.218 + (-0.415) x 2.218 + (-0.218 + (0.783 x 63.622 t = .912 x 15.009) x 2.5 x -0.328) x 2.5 x 0.866 t S34 = S61 a 5−a = 0.V .783 a = 1.132 x 15.849 x 15.132 x 10.722) = (0.783 x 15.198 0.672 b = 4.5 x -0.722) • = 3.218 + (0.912 x 74.070 x 5.5 x 0.849 x 69.67.722) • = .5 x -0.5 x 0.328 S = (0.585) x 2.991) x 2.849 a = 0.991 S = (0.722) = (0.218 + (-0.198 x 16.

532 t S39 = S56 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 x 0.5 x -0.5 x 0.652 x 53.717 x 15.665) x 2.905 t S38 = S57 a 5−a = 0.652 • = .722) • a = 1.218 + (-0.218 + (0.395 x 32.264 0.717 a = 1.329 x 15.586 x 37.987 S = (0.665 S = (0.218 + (-0.399 t S37 = S58 a 5−a = 0.586 a = 2.264 x 15.345 b = 3.395 x 15.5 x 0.324) x 2.722) = .V .324 S = (0.395 0.5 x -0.717 x 68.218 + (-0.722) = (0.345) x 2.329 0.218 + (0.013) x 2.48.676) x 2.871 t = .652 x 15.849 t = 12.722) = (0.65.218 + (0.676 b = 3.987) x 2.586 x 15.5 x -0.264 x 21.329 x 26.722) • = 10.33.109 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a 5−a = 0.013 b = 2.806 t = 14.722) = (0.

121) x 2.859 t = 40.722) • a = 2.121 S = (0.388 a = 3.101 t S40 = S55 a 5−a = 0.388 x 31.593 0.461 x 15.454 • = .520 x 15.461 x 36.686) x 2.218 + (-0.978) x 2.V .218 + (0.454 x 37.33.042 t = .722) = (0.218 + (-0.454 x 15.520 a = 1.5 x 0.218 + (0.232 t S41 = S54 a 5−a = 0.722) • = 26.527 x 42.722) = (0.314) x 2.686 b = 2.722) = .5 x -0.520 x 43.461 0.218 + (-0.314 S = (0.879) x 2.593 x 15.5 x -0.388 x 15.19.022) x 2.218 + (0.022 b = 1.722) = (0.978 S = (0.5 x 0.110 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a 5−a = 0.593 x 48.879 b = 3.25.5 x 0.5 x -0.924 t = 33.527 x 15.904 t S42 = S53 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .527 0.

V - 111

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

a
5−a
=
0,659
0,323

a = 3,355 b = 1,645

S = (0,5 x -0,323 x 26,645) x 2,218 + (-0,323 x 15,722)
= (0,5 x 0,659 x 53,355) x 2,218 + (0,659 x 15,722)

a = 3,690 b = 1,310

S = (0,5 x -0,257 x 21,310) x 2,218 + (-0,257 x 15,722)
= (0,5 x 0,724 x 58,690) x 2,218 + (0,724 x 15,722)

= -10,113 t
= 58,505 t

S44 = S51

a
5−a
=
0,790 0,191

a = 4,026 b = 0,974

S = (0,5 x -0,191 x 15,974) x 2,218 + (-0,191 x 15,722)
= (0,5 x 0,790 x 64,026) x 2,218 + (0,790 x 15,722)

= 49,353 t

S43 = S52

a
5−a
=
0,724 0,257

= -14,622 t

= - 6,385 t
= 68,513 t

S45 = S50

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 112

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

a
5−a
=
0,856 0,125

a = 4,362 b = 0,638

S = (0,5 x -0,125 x 10,638) x 2,218 + (-0,125 x 15,722)
= (0,5 x 0,856 x 69,362) x 2,218 + (0,856 x 15,722)

= 79,303 t

S46 = S49

a
5−a
=
0,923 0,058

= - 3,439 t

a = 4,704 b = 0,296

S = (0,5 x -0,058 x 5,296) x 2,218 + (-0,058 x 15,722)

= - 1,251 t

= (0,5 x 0,923 x 74,704) x 2,218 + (0,923 x 15,722)

= 90,978 t

S47 = S48

S = (0,5 x 0,923 x 80) x 2,218 + (0,923x 15,722)

= 96,399 t

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 113

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Tabel 5 .1 Rekapitulasi Gaya Batang (Ton)
Gaya Batang
Btg.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

Beban Mati ( t )
Tarik
24.626
69.348
107.936
140.057
165.758
185.034
197.844
204.310
204.310
197.884
185.034
165.758
140.057
107.936
69.348
24.626

Tekan

47.862
89.613
124.950
153.864
176.352
192.415
202.053
205.265
202.053
192.415
176.352
153.864
124.950
89.613
47.862
65.824
57.071
48.750
40.179
31.634
23.087
14.540
5.933
2.553
11.100
19.647

Gaya Batang

Beban Hidup ( t )
Tarik
38.851
110.77
172.454
234.017
182.965
234.841
315.144
325.33
325.33
315.144
234.841
182.965
234.017
172.454
110.77
38.851

1.886
3.637
6.627
10.399
14.905
12.532
26.101
33.232
40.904
49.353

Tekan

76.973
144.16
200.67
256.485
284.192
309.259
324.98
176.08
324.98
309.259
284.192
256.485
200.67
144.16
76.973
55.499
89.773
78.622
67.876
65.871
48.806
33.849
33.042
25.924
19.859
14.622

Total ( t )
Tarik
63.477
180.118
280.390
374.074
348.723
419.875
512.988
529.640
529.640
513.028
419.875
348.723
374.074
280.390
180.118
63.477

Tekan

124.835
233.773
325.620
410.349
460.544
501.674
527.033
381.345
527.033
501.674
460.544
410.349
325.620
233.773
124.835
121.323
144.958
123.735
101.428
87.106
56.988
35.857
12.874
9.861
32.145
54.378

Ket.
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tarik
tarik
tarik

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

145 9.106 101.499 76.924 33.637 1.087 31.553 5.146 62.615 121.773 55.113 6.545 143.742 28.278 53.888 45.742 45.042 33.101 12.399 90.934 35.586 98.194 19.876 78.439 6.505 49.857 56.859 25.978 96.303 90.806 65.100 2.888 62.194 36.886 10.146 53.385 10.735 144.905 10.505 68.071 65.378 32.870 121.647 11.303 68.622 19.251 1.870 76.179 48.399 6.113 14.978 79.615 158.232 26.627 3.634 40.142 98.586 54.993 14.385 3.V .824 58.323 tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tekan tekan tekan tekan tekan tekan tekan tekan TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .545 158.861 12.278 36.353 40.513 79.142 143.114 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 28.904 33.849 48.513 58.428 123.532 14.622 89.871 67.439 1.988 87.750 57.958 121.399 96.251 3.540 23.

2 cm B = 407 mm iy = 10.7 = 306.640 t = 529640 kg ( batang 8 & 9 ) F nt = 0.490 kg/cm2 < 1867kg/cm2…OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .7 cm2 Ix = 119000 cm4 Iy = 39400 cm4 S = 529.2.595 = 1727.85 x F profil = 0.115 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.283 Data Profil : A = 428 mm ix = 18.85 x 360.12 Pendimensian Batang Rangka Induk 1) Batang Horisontal Bawah (Batang Tarik) Direncanakan menggunakan profil IWF 428 x 407 x 20 x 35 .595 cm2 Cek Tegangan : σ = = S < 1867 kg/cm2 Fnt 529640 < 1867kg/cm2 306.V .4 cm t1 = 20 mm Wx = 5570 cm3 t2 = 35 mm Wy = 1930 cm3 F = 360.

015 = 0..116 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 2) Batang Horisontal Atas (Batang Tekan) Direncanakan menggunakan profil IWF 428 x 407 x 20 x 35 .1 Pasal 1 dan 2.41 1.λs 1.V .015 0.14 x 0.7 x σ l 2.16 Maka : (S x ω ) F = 527033 x 1.183 < λ s < 1 : ω = = 1.433 Untuk 0.922 Mpa < 1867 kg/cm2.593 .593 .41 1.527.033 t = -527033 kg ( batang 23 & 25 ) Lk = 500 cm Rumus umum menurut PPBBI hal 9 Bab 4.076 = I min 10 .076 λs = λg = 111.160 = 1694..283 S = ..7 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ..0.OK 360.. 4 = λg = π x E = 3.7 x 240 λ 48.1 x 10 5 = 111.433 = 1. untuk stabilitas batang tekan terhadap bahaya tekuk : (S x ω ) F < σ ijin baja Dimana : S = gaya tekan pada batang tersebut F = luas penampang batang ω = faktor tekuk yang tergantung dari kelangsingan dan macam bajanya Menghitung kelangsingan batang tunggal : λ Lk 500 = 48.

790 cm Rumus umum menurut PPBBI hal 9 Bab 4.587 = 1.878 < 186..75 x 1867 kg/cm 2 Fnt 158545 < 1400.015 = 0.172 λs = λg = 111.015 0.25 kg/cm2 306.14 x 0.758 t = -144758 kg ( batang 33 & 62 ) Lk = 677.401) 360.7 x σ l 2.172 = I min 10.115 < 1400.1 x 10 5 = 111.41 1.595 cm2 Cek Tegangan : σ = = S < 0.401 Maka : (S x ω ) F = (144758 x 1.V .85 x 360.545 t = 158545 kg ( batang 47 & 48 ) F nt = 0. untuk stabilitas batang (S x ω ) tekan terhadap bahaya tekuk : F < σ ijin baja Menghitung kelangsingan batang tunggal : λ Lk 677.117 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 3) Batang Diagonal (Batang Tarik) Direncanakan menggunakan profil IWF 428 x 407 x 20 x 35 .4 = λg = π x E = 3.593 .25 kg/cm2…OK 4) Batang Diagonal (Batang Tekan) Direncanakan menggunakan profil IWF 428 x 407 x 20 x 35 ..595 = 517.587 Untuk 0.41 1.1 Pasal 1 dan 2.85 x F profil = 0.7 = 306.0.593 .OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .790 = 65.λs = 1.283 S = .7 Mpa.7 = 542.7 x 240 λ 65.183 < λ s < 1 : ω = 1.283 S = 158.144.

4 mm ƒ Mutu baut = A325 ( ߬௟ = 6350 kg/cm2) Pengaturan jarak antar baut ( berdasar PPBBI hal 70 ) : 2.5 d ≤ s ≤ 7 d .8 diambil 80 mm Jarak antar sumbu baut pada arah vertikal ( u ) : 2.5 d ≤ s1 ≤ 3 d 38.5 ≤ s ≤ 177.118 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.5 d ≤ u ≤ 7 d 63.4 mm Data teknis perencanaan jumlah baut : ƒ Tebal plat buhul ( δ ) = 30 mm ƒ Diameter baut = 25. atau 6 t s1= jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung Jarak antar sumbu baut pada arah horizontal ( s ) : 2.2.13 Sambungan Rangka Utama a.8 diambil 100 mm Jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung ( s1 ) : 1.314 ( Pengaruh Geser ) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .1 ≤ s1 ≤ 76. Sambungan Antar Rangka Utama Sambungan Antar rangka utama direncanakan menggunakan alat penyambung dengan baut diameter 25. 4 = 1.5 d ≤ s1 ≤ 3 d .5 d ≤ u ≤ 7 d .5 ≤ s ≤ 177. atau 14 t u = jarak antar sumbu baut pada arah vertical 1.V . atau 14 t s = jarak antar sumbu baut pada arah horizontal 2.180 > 0.2 diambil 60 mm Sambungan Irisan 1 : δ d = 30 25.5 d ≤ s ≤ 7 d 63.

54 2 4 n gsr = S 38591.119 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Jumlah baut untuk tiap sisi pelat sambungan: n gsr = S 1 0.V .535 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .14 x 2.6 x 6350 x 2 x x 3. 6 x σ x 2 x π d 2 4 n gsr = S 1 0.

693 9.657 9.591 38.058 3.958 123.835 233.257 1.256 0.591 38.591 38.591 38.615 Pgeser ( kg ) 38.640 529.724 13.633 11.721 Dipakai 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .349 325.773 124.591 38.2 Perhitungan Jumlah Baut Btg 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 Gaya batang ( kg ) 63.591 38.929 0.735 101.591 38.591 38.591 38.835 121.591 38.591 38.118 63.870 121.591 38.235 6.591 38.693 7.875 512.645 4.591 38.591 38.874 9.591 38.645 3.428 87.000 13.591 38.144 3.334 0.266 9.390 374.591 38.349 460.591 38.591 38.118 280.293 13.591 38.724 13.756 3.145 54.033 381.988 529.378 76.477 124.882 13.033 501.591 38.620 410.875 348.591 Jumlah Baut 1.591 38.591 38.640 513.409 1.591 38.074 348.438 10.562 3.235 3.620 233.142 143.477 0.934 13.591 38.667 1.266 4.028 419.345 527.591 38.657 13.861 32.591 38.833 1.V .438 6.106 56.591 38.591 38.591 38.120 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.988 35.633 8.628 2.773 325.934 10.857 12.591 38.591 38.074 280.674 460.591 38.591 38.591 38.591 38.206 2.591 38.723 374.591 38.591 38.000 11.036 10.667 7.591 38.323 144.058 8.036 9.139 3.723 419.477 180.880 9.591 38.985 2.390 180.586 98.674 527.294 10.880 13.544 410.591 38.544 501.591 38.591 38.

378 32.934 35.545 158.V .591 38.929 1.108 4.591 4.735 144.144 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .591 38.139 2.409 0.591 38.756 3.106 101.591 38.591 38.256 0.591 38.591 38.615 121.108 3.861 12.477 2.988 87.591 38.870 76.591 38.591 38.323 38.428 123.985 1.257 2.206 3.591 38.958 121.142 98.721 3.833 0.591 38.545 143.591 38.335 0.562 1.857 56.591 38.591 38.121 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 158.145 9.628 3.586 54.591 38.

Sambungan Antar Rangka Utama dengan Gelagar Melintang Sambungan antara rangka utama dengan gelagar melintang direncanakan menggunakan pelat penyambung dengan tebal 20 mm yang dilas pada ujung gelagar melintang.3a = 708 .a 10 x 12 ≤ Ln ≤ 40 x 12 120 ≤ Ln ≤ 480 mm Panjang Las diambil Ln = 400 mm • Luas bidang las ( A ) A = 2 x Ln x a = 2 x 480 x 12 = 11520 mm2 = 115.122 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI b.749 kg Tebal plat ( t ) = 20 mm • • Perhitungan luas bidang las a ≤ ½t 2 a ≤ ½ x 20 x a ≤ 14.472 kg Karena P ≥ P. maka sambungan las antara pelat penyambung dengan gelagar melintang pada ujungnya aman.( 3 x 12 ) = 672 mm Syarat panjang las : 10.a ≤ Ln ≤ 40.20 cm2 • Kekuatan las ( P ) P = 0.20 = 124745.58 x 1867 x 115. Perhitungan Sambungan Las : DPOST gelagar melintang ( P ) = 51563. TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V . diambil a = 12 mm 2 Panjang netto las ( Ln ) LB = tinggi profil gelagar melintang = 708 mm Ln = LB .142 mm.58 x σ x A = 0.

749 n = τ ⎛⎜ 1 x π x d 2 ⎞⎟ = ⎛1 ⎞ ⎝4 ⎠ 1082 x ⎜ x 3.14 x 2.5 d ≤ s ≤ 7 d 63.8 diambil 80 mm Jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung ( s1 ) : 1.5 d ≤ s1 ≤ 3 d 38.4 mm ) Jarak antar sumbu baut pada arah horizontal ( s ) : 2.2 diambil 40 mm Menetukan jumlah baut : o Tebal plat buhul ( δ ) = 30 mm o Diameter baut = 25.960 dipakai 10 baut TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .58 x σ = 1082 kg/cm2 Sambungan Irisan 1 : δ d = 30 25.181 > 0.123 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Sambungan antara pelat buhul dengan pelat penyambung direncanakan menggunakan baut mutu tinggi A 325 dengan diameter 1 “ ( 25.1 ≤ s1 ≤ 76.5 ≤ s ≤ 177.314 ( Pengaruh Geser ) P 51563.V .5 d ≤ u ≤ 7 d 63.5 ≤ s ≤ 177.4 mm o Tegangan geser ijin ( σ ) = 0.8 diambil 70 mm Jarak antar sumbu baut pada arah vertikal ( u ) : 2. 4 = 1.54 2 ⎟ ⎝4 ⎠ = 8.

45 3 ⎟ + 391.675 ) = ⎝ ⎝ 12 ⎠ (3 x 2.V .475 cm ( ⎛⎛ 1 ⎞ 2 ⎜⎜ ⎜ x 3 x 130.54 ) = 15.930 ) – ( 7.54 ) x (13 + 22. A – A Y = • Inetto ( 376.A netto = 391.400 = = 8116.62 x ( 2672. A – A Analisa Penampang : ƒ A bruto = 3 x 130.400 cm4 • Watas = Inetto 527137.14 Perhitungan Stabilitas Pelat Buhul a.54 x ( (13 − 64.45 − 64.087 )) = 527137.45 = 391.15 − 64.475 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .35 cm2 ƒ A baut = 2 x ( 3 x 2.516 + 109.2 ) − ( ( 3 x 2.24 = 376.11 cm2 ƒ Titik berat penampang pada pot. Buhul A Gambar 5.75 )) 376.124 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.373 + 995.35 Detail Buhul A Tinjau Pot.35 – 15.2.049 cm3 H −Y 130.11 x 65.675 ) 2 + (33.675 ) 2 )) )⎞⎟⎟ − ⎠ = ( 554973.35 x (65.11 = 64.2 − 64.24 cm2 ƒ A netto = A bruto .

V - 125

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Wbawah =

Inetto
527137,400
=
= 8178,842 cm3
Y
64,475

Gaya – Gaya yang bekerja :

•N


⎛ ⎛ 63,477 x 12 ⎞
= ½ x ⎜⎜ ⎜
⎟ + (− 121,323 x cos 68.090)⎟⎟ = 4,568 Ton
14


⎝⎝

•D

= ½ x ( -121,323 sin 68.090 ) = -56,279 Ton

•M

=

⎛ ⎛ 63,477 x 12 x ( 64,475 − 13 ) ⎞

½ x ⎜⎜ ⎜
⎟ + (− 121,323 cos 68.090 x (64,475 − 33,15)⎟⎟
14

⎝⎝

= 691,565 Ton.cm
Tegangan Yang Terjadi :

Akibat N

Akibat D

τ =

4568
= 12,145 kg / cm 2
376,11

N
=
Anetto

σn =

D
=
Anetto

− 56279
= − 149,634 kg / cm 2
376,11

Akibat M

σ atas =
σ bawah =

M
=
Watas

691565
= 85,209 kg / cm 2
8116,049

M
=
W bawah

691565
= 84,555 kg / cm 2
8178,842

Tegangan total :

σ atas = 85,209 - 12,145 = 73,064 kg/cm2
σ bawah = 84,555 - 12,145 = 72,410 kg/cm2
Tegangan idiil :

σ idiil

=

(73,064)2

(

+ 3 (−149,634)

2

)

= 269,275 kg/cm2

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 126

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Syarat Keamanan :

σ idiil < σ
269,275 kg/cm2

< 1867 kg/cm2 .....OK

b. Buhul B

Gambar 5.36 Detail Buhul B
Tinjau Pot. A – A

Analisa Penampang :
ƒ

A bruto

= 3 x 130,45

= 391,35 cm2

ƒ

A baut

= 2 x ( 3 x 2.54 )

= 15.24 cm2

ƒ

A netto

= A bruto - A netto

= 391,35 – 15.24 = 376,11 cm2

ƒ

Titik berat penampang pada pot. A – A
Y =

Inetto

( 376,11 x 65,2 ) − ( ( 3 x 2.54 ) x (13 + 22,75 ))
376,11

= 64,475 cm

(

⎛⎛ 1

2
⎜⎜ ⎜ x 3 x 130,45 3 ⎟ + 391,35 x (65,2 − 64,675 )
= ⎝ ⎝ 12

(3 x 2.54 x ( (13 − 64,675 )

2

+ (33,15 − 64,675 )

2

))

)⎞⎟⎟ −

= ( 554973,516 + 109,930 ) – ( 7.62 x ( 2672,373 + 995,087 ))
= 527137,400 cm4
TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 127

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Watas

Wbawah =

=

Inetto
527137,400
=
= 8116,049 cm3
H −Y
130,45 − 64,475
Inetto
527137,400
=
= 8178,842 cm3
Y
64,475

Gaya – Gaya yang bekerja :76

•N

⎛ ⎛ 529,640 x 12 ⎞

= ½ x ⎜⎜ ⎜
⎟ + (− 9,861 x cos 68.090 )⎟⎟ = 225,149 Ton
14

⎝⎝

•D

= ½ x ( -9,861 sin 68.090 ) = -4,574 Ton

•M

=

⎛ ⎛ 529,640 x 12 x ( 64,475 − 13 ) ⎞

½ x ⎜⎜ ⎜
⎟ + (− 139,769 cos 68.090 x ( 64,475 − 33,15)⎟⎟
14

⎝⎝

= 10867,690 Ton.cm
Tegangan Yang Terjadi :

Akibat N

Akibat D

τ =

225149
= 919,876 kg / cm 2
244.76

N
=
Anetto

σn =

D
=
Anetto

− 4574
= −18,687 kg / cm 2
244.76

Akibat M

σ atas =

M
=
Watas

σ bawah =

M
W bawah

10867690
= 1339,037 kg / cm 2
8116,049
=

10867690
= 1328,756 kg / cm 2
8178,842

Tegangan total :

σ atas = 1339,037 - 919,876 = 419,161 kg/cm2
σ bawah = 1328,756 - 919,876 = 408,88 kg/cm2

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

37 Detail Buhul C Tinjau Pot.35 – 15.54 ) x (13 + 33.OK c. A – A Analisa Penampang : ƒ A bruto = 3 x 134.45 = 403.24 cm2 ƒ A netto = A bruto .161)2 ( + 3 (−18..128 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tegangan idiil : σ idiil = (419.408 kg/cm2 < 1867 kg/cm2 .15 )) 388.24 = 388...35 cm2 ƒ A baut = 2 x ( 3 x 2.54 ) = 15..A netto = 403.318 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .225 ) − ( ( 3 x 2.11 = 66.V .. A – A Y = ( 388.408 kg/cm2 Syarat Keamanan : σ idiil < σ 420..687) 2 ) = 420.11 cm2 ƒ Titik berat penampang pada pot. Buhul C Gambar 5.11 x 67..

V .15)⎟⎟ 14 ⎠ ⎠ ⎝⎝ = -3863.090 x ( 67.835 x 12 x ( 66.11 Akibat M σ atas = σ bawah = M = Watas M = W bawah − 3863731 = − 455.497 kg / cm 2 388.318 −13 ) ⎞ ½x ⎜⎜ ⎜ ⎟ − (158.731 Ton.545 sin 68.253 kg / cm 2 8481.35 x (67.965 cm3 H −Y 134.809 + 1100.318 ) 2 + (33.934 kg / cm 2 8713.090 ) = 73.251 cm4 • Watas • Wbawah = = Inetto 577893.973 cm3 Y 66.815 ) – ( 7.965 − 3863731 = − 443.081 Ton 14 ⎠ ⎝⎝ ⎠ • D = ½ x ( 158.54 x ( (13 − 66.065 kg / cm 2 388.546 Ton • M = ⎞ ⎛ ⎛ − 124.318) 2 )) )⎞⎟⎟ − ⎠ = ( 607606.334 − 33.318 Gaya – Gaya yang bekerja : • ⎛ ⎛ − 124.835 x 12 ⎞ ⎞ N = ½ x ⎜⎜ ⎜ ⎟ + (158.524 + 331.45 − 66.251 = = 8481.973 Tegangan total : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .15 − 66.545 x cos 68.225 − 66.129 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • ( ⎛⎛ 1 ⎞ 2 ⎜⎜ ⎜ x 3 x 134.cm Tegangan Yang Terjadi : • Akibat N • Akibat D τ = • − 83081 = − 214.090)⎟⎟ = -83.318 Inetto 577893.116 )) = 577893.545 x cos 68.62 x ( 2842.11 N = Anetto σn = D = Anetto 73546 = 189.251 = = 8713.45 3 ⎟ + 403.318) = ⎝ ⎝ 12 ⎠ Inetto (3 x 2.

253 + 214..11 cm2 ƒ Titik berat penampang pada pot.54 ) = 15.OK d.869 = -214. A – A Analisa Penampang : ƒ A bruto = 3 x 134. A – A TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .188 kg/cm2 σbawah = -443..A netto = 403.130 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI σ atas = -455...065 kg/cm2 Tegangan idiil : σ idiil = ( − (241.306 kg/cm2 < 1867 kg/cm2 .497) 2 2 ) = 407.35 cm2 ƒ A baut = 2 x ( 3 x 2.V .065 = -241.45 = 403..188) + 3 (− 189. Buhul D Gambar 5...38 Detail Buhul 19 Tinjau Pot.934 + 229.24 cm2 ƒ A netto = A bruto ..35 – 15.306 kg/cm2 Syarat Keamanan : σ idiil < σ 407.24 = 388.

524 + 331.318 Gaya – Gaya yang bekerja : • ⎞ ⎛ ⎛ − 410.251 = = 8481.225 − 66.870 x cos 68.870 x cos 68.15 )) 388.131 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Y = • ( 388.870 sin 68.11 D = Anetto 45628 = 117.15 − 66.349 x 12 ⎞ N = ½ x ⎜⎜ ⎜ ⎟ + (98.cm Tegangan Yang Terjadi : • Akibat N N = Anetto σn = • Akibat D τ = • − 157424 = − 405.815 ) – ( 7.35 x (67.11 = 66.090 x (66.318) = ⎝ ⎝ 12 ⎠ Inetto (3 x 2.965 cm3 H −Y 134.45 3 ⎟ + 403.318 Inetto 577893.973 cm3 Y 66.116 )) = 577893.090 )⎟⎟ = -157.15)⎟⎟ 14 ⎠ ⎠ ⎝⎝ = -1549.564 kg / cm 2 388.54 ) x (13 + 33.616 kg / cm 2 388.11 Akibat M σ atas = M = Watas − 1549264 = − 182.628 Ton • M = ⎞ ⎛ ⎛ − 410.264 Ton.45 − 66.251 = = 8713.318 − 33.424 Ton 14 ⎠ ⎠ ⎝⎝ • D = ½ x ( 98.62 x ( 2842.349 x 12 x (66.965 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .318 ) 2 + (33.225 ) − ( ( 3 x 2.653 kg / cm 2 8481.809 + 1100.318 cm ( ⎛⎛ 1 ⎞ 2 ⎜⎜ ⎜ x 3 x 134.318) 2 )) )⎞⎟⎟ − ⎠ = ( 607606.54 x ( (13 − 66.11 x 67.090 ) = 45.251 cm4 • Watas • Wbawah = = Inetto 577893.318 − 13) ⎞ ½x ⎜⎜ ⎜ ⎟ − (98.

646)2 ( + 3 (117..973 Tegangan total : σ atas = -182...OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V ..970 kg / cm 2 8713.970 + 405.653 + 405...428 kg/cm2 Syarat Keamanan : σ idiil < σ 308.564) 2 ) = 308.963 kg/cm2 σ bawah = -177..616 = 227.132 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI σ bawah = M = W bawah − 1549264 = − 177.616 = 222.646 kg/cm2 Tegangan idiil : σ idiil = (227..428 kg/cm2 < 1867 kg/cm2 .

6 273.530 L (cm) 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 So A (kg) (cm2) 0.330 419874.57 2.98 -2.6 273.37 -2.035 1.18 1.880 -381345.2.6 273.330 374073.989 1.093 0.199 -0.540 0.6 273.369 1.6 273.860 -460543.133 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.337 0.6 273.390 529639.011 0.880 -501674.797 0.794 1.093 0.540 0.241 0.6 273.011 0.593 0.452 0.16 -2.530 -124835.19 273.860 -325619.6 273.147 1.78 1.940 348723.050 -460543.337 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .910 -325619.3 Perhitungan Lendutan Rangka Induk Batan SDL + SLL g (kg) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 63476.049 1.97 2.6 273.6 273.77 -3.6 273.199 0.840 348723.593 0.410 -233772.241 0.6 273.6 273.050 -527032.564 0.820 280389.97 2.6 E (kg/cm2) 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 δ (cm) 0.57 2.18 2.452 0.6 273.37 -1.950 -410348.98 -1.6 273.77 -2.390 419874.6 273.989 0.480 -527032.610 529639.6 273.6 273.630 180117.630 374073.58 -1.791 -1.270 1.610 513028.6 273.797 1.39 0.147 0.840 280389.794 0.950 -501674.6 273.6 273.15 Perhitungan Lendutan Rangka Induk Rumus = δ m = ( S DL + S LL ) xLxS o AxE Keterangan : δm = lendutan dititik ditengah SDL = Gaya akibat beban mati SLL = Gaya akibat beban hidup L = Panjang Batang So = Gaya batang akibat beban P ditengah A = Luas Profil E = Modulus Elastisitas Baja (2.6 273.6 273.043 0.58 -1.369 1.035 0.940 512988.39 1.6 273.530 -410348.161 0.270 1.530 180117.V .19 -1.820 63476.6 273.396 -0.1 x 106 kg/cm2) Tabel 5.564 0.78 2.6 273.6 273.6 273.

6 273...526 -0.6 273.090 0.527 -5.048 0.280 -56988..6 273.526 0.161 0.6 273.205 0.090 0.008 0.440 9861.779 677.496 cm ≤ 16 cm .061 0.779 677.280 -123735.524 0.779 677.779 677.420 -12934.034 0.6 273.690 98870.043 0.779 677.6 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 Σ 0.370 -101427.075 0.450 121141.6 273.526 0.779 677.791 -0.054 0.6 273.140 -87106.6 273.280 -12874.020 0.533 -0.740 -123735.6 273.006 0.440 -35857.526 -0.940 121141..6 273.100 -101427.6 273..779 677.420 -144958.526 0.077 0.779 677.779 677.6 273.420 32145.6 273.420 500 500 677.779 677.524 0.6 273.690 143614.6 273.6 273.100 -56988.410 -121323.740 -87106.779 677.910 158544.6 273.910 143614.527 -0.526 0.526 -0.6 273.910 -124835.079 0.779 677.779 677.260 54378.OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .061 0.720 98870.6 273.779 677.779 677.779 677.533 273.779 677.779 677.6 273.022 0.075 0.527 0.134 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 -233772.076 0.6 273..526 0.779 677.063 0.6 273.525 0.779 677.V .526 0.6 273..6 273.6 273.035 0.779 677.034 0.370 -144958.526 0.280 -121323.022 0.779 677.526 0.6 273..779 677.526 0.940 158544...140 -35857.526 -0.020 0..072 0.396 -0.6 273.525 -0.779 677.6 273.150 32145.526 -0.526 0.779 677.6 273.260 9861.779 677.779 677.526 -0.779 677.6 273.720 54378.072 0.006 0.526 -0..52 -0.076 14.150 76585.054 0.779 677..6 273.526 -0.077 0.779 -0..6 273.779 677.089 0..6 273.035 0.450 76585.063 0.048 0...089 0.525 -0.496 Cek lendutan : ∆ ≤ 1/500 x 8000 14.525 0.779 677.527 -0.

135 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.16 Perhitungan Chamber Gambar 5.32000000 a TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . b + c 0 = 80002 a + 8000 b b= − (2) 8000 2 a = − 8000a 8000 Persamaan (1) dan (2) : 16 = 40002 a + 4000 b 16 = 40002 a + 4000 (-8000 a) 16 = 16000000 a .0) X=0 .16) y = ax2 + bx + c 16 = a . 40002 + 4000 . c = 0 Lendutan ijin (δ ijin) = L 500 = ƒ 8000 = 16 cm 500 Titik maks (4000. b + c 16 = 40002 a + 4000 b ƒ (1) Titik (8000.V .39 Perhitungan Chamber ƒ ƒ Titik (0. 80002 + 8000 .0) y = ax2 + bx + c 0 = a .Y=0 ax2 + bx + c = 0 .2.

(40002) + 8.10-6.10 6 = .10-3(4000) y = .136 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 16 = 16000000 a .10-6x2 + 8.10-6x2 + 8.32000000 a a = − 16 16.V .10-6 b = -8000(-10-6) = 8.10-3 y = .10-3x lendutan maksimum terjadi pada tengah bentang x = 4000 x = 4000 y = .(40002) + 8.10-3(4000) = -16 + 32 = 16 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .10-3x y = .10-6.

00 meter dari permukaan tanah setempat.00. Spesifikasi Bahan Adapun spesifikasi bahan yang dipakai antara lain : ƒ Abutment direncanakan menggunakan beton mutu f’c = 35 Mpa. lapisan tanah berupa jenis lanau kepasiran berwarna coklat tua. ƒ Pondasi tiang pancang direncanakan menggunakan beton mutu f’c = 40 Mpa.00 meter sampai -2.00 lapisan tanah berupa jenis lanau kepasiran campur koral dan kerikil dengan nilai SPT > 60.00 meter sampai dengan -10.00. ƒ Pelat injak direncanakan menggunakan beton mutu f’c = 35 Mpa. dapat disimpulkan bahwa : ƒ Pada Kedalaman ± 0.566 gr/cm3 θ1 = 20o C1 = 0.00 meter sampai dengan -1.02 kg/cm2 B. ƒ Kedalaman -2. ƒ Dipakai pesifikasi sebagai berikut : γ1 = 1. TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Perencanaan bangunan bawah bertujuan untuk mendapatkan konstruksi bawah yang kuat. Data Tanah Data dari hasil penyelidikan tanah. ƒ Wingwall direncanakan menggunakan beton mutu f’c = 35 Mpa.V . Perhitungan bangunan bawah meliputi : ƒ Perhitungan Pelat Injak ƒ Perhitungan Abutment ƒ Perhitungan Tiang Pancang A.137 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.3 PERHITUNGAN BANGUNAN BAWAH Fungsi utama bangunan bawah jembatan adalah untuk menyalurkan semua beban yang bekerja pada bangunan atas ke tanah.00 meter. ƒ Muka air tanah terdapat pada kedalaman -1. ƒ Kedalaman -1. dan efisien.00 meter lapisan tanah berupa jenis koral dengan nilai N SPT > 60.

5 kg/m = 14.V .05 x 2200 x 1 = 110 kg/m ƒ Berat Agregat = 0.5 kg/m ƒ Berat Air Hujan = 0.40 Pelat Injak A.05 x 1000 x 1 = ƒ Berat Sendiri Pelat = 0.1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1. Pembebanan Pelat Injak Beban Mati ƒ Berat Aspal = 0.D16.65 t/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .575 kN/m MDL = 1/8 x QDL x L2 = 1/8 x 14.575 x 2. D14.1 Perhitungan Pelat Injak Gambar 5. D12.20 x 2500 x 1 = 500 kg/m 50 kg/m berat total (qDL) = 1457.387 kNm Beban Hidup Bentang jembatan = 80 m. D25 adalah tulangan ulir dengan mutu fy = 240 Mpa 5.55 x 1450 x 1 = 797.3.138 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ƒ Tulangan yang digunakan : Ø 8 dan Ø 10 merupakan tulangan polos dengan mutu fy = 240 Mpa. maka : q = 1.52 = 11.1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1.

4 = 1.85 ⎛⎜ 0.588 x ρ x f ' c ) 2400 23.5 2.85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.4 = 0.005 fy 240 ρ max = 0. Penulangan Pelat Injak f’c = 35 Mpa fy = 240 Mpa b = 100 cm φ = 14 mm d = h – p – ½ φ tulangan = 200 – 40 – 7 = 153 mm Mu bd 2 fy = ρx0.387 + 11.85 600 + 2400 ⎠ ρ max = 0.015 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .44 ρ 2 – 1920 ρ + 10 = 0 ρ 1 = 0.85 x 350 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.75 x 0.8xfy (1-0.52 = 11.242 ρ 2 = -1.03 ρ min = 1.V .85 600 + fy fy ⎝ ⎠ ρ max = 0.718 kNm MTOTAL= 11.139 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban terbagi rata (qLL) = 1.105 kNm B.588 x ρ x ) 2 350 1 x 1.8 x 2400 (1-0.718 = 23.52 7741.75 = 1.5 t/m = 1500 kg/m = 15 kN/m MLL = 1/8 x QDL x L2 = 1/8 x 15 x 2.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.105 = ρ x 0.65 × 2.

12 2.00025 x b x d As = 0.00025 x 1000 x 153 = 3822.41 Denah Penulanngan Pelat Innjak Gam TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .16.140 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I Karena ρ min > ρ > ρ max → dipakai ρ min m = 0.5 mm2 Digunak kan tulangan bagi D10-200 (A = 3933 mm2) mbar 5.V .005 x 1000 x 153 = 765 7 mm2 Dipakai tulangan φ 14 – 200 (A As = 770 mm m2) p 3. dalam araah tegak luru us terhadap Menurutt SKSNI T15-1991-03 pasal tulangan n utama haruus disediakann tulangan pembagi p teggangan susutt dan suhu) untuk fy = 240 MPa As = 0.005 As = ρ x b x d = 0.

Gaya akibat tekanan tanah aktif d.V . Gaya gesek tumpuan bergerak e. Gaya gempa f. Gaya akibat beban vertikal tanah Beban Hidup meliputi: a.3. Beban hidup bangunan atas b. Beban mati bangunan atas c. Gaya horisontal akibat rem dan traksi c.1 Perhitungan Pembebanan Abutment TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .141 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. Berat sendiri b.42 Dimensi Rencana Abutment 5.3.2. Beban angin Gambar 5.2 Perhitungan Abutment Gaya-gaya yang bekerja pada abutment antara lain: Beban Mati meliputi: a.

863 3.420 0.500 274.000 0.796 688.500 2. Berat Sendiri Gambar 5.150 0.490 3.600 1 2 3 4 5 6 7 8 Panjang Volume m 10.142 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a.350 2.313 Titik Berat (m) X Y 2.100 47.800 0.500 m3 1.650 5.799 81.500 2.175 5.500 10.695 18.796 = 1.677 8.125 0.500 10.313 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .500 2.375 29.567 5.500 2.863 94.281 4.594 131.909 m ∑ Berat 274.500 2.500 10.237 0.014 15.250 11.366 32.938 12.375 459.500 10.490 0.575 5.V .500 10.867 11.237 1.313 1.838 52.500 Momen terhadap B (Tm) Mx My 9.500 10.950 2.768 13.500 2.350 6.500 2.700 1.500 2.279 Titik berat abutment : X= ∑ Mx = 523.500 Berat T 3.025 12.550 6.500 4.145 1.792 24.195 249. Luas m2 0.145 37.250 523.4 Perhitungan Berat Sendiri Abutment No.253 27.911 170.750 2.800 Berat Jenis T/m3 2.900 3.934 1.267 1.500 10.410 5.638 12.43 Perhitungan Berat Sendiri Abutment Tabel 5.

V .8 × 128.44 Perhitungan Beban Akibat Konstruksi Atas Berdasarkan hasil “SAP 2000 Versi 7 ” didapatkan reaksi diatas tumpuan sebesar 64. Beban Mati Bangunan Atas Gambar 5. dimana satu buah abutment menerima 2 reaksi tumpuan dari 2 rangka baja.720 = 231. Lengan terhadap B (Ya)= 1.509 m Momen yang terjadi terhadap titik B : MB = ∑ Mx = 523.8 m Momen terhadap B: MB = Ya × Pm = 1.630 T.143 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Y= ∑ My = 688.796 Tm b.313 = 2. Sehingga abutment menerima beban mati sebesar : Pm = Joint Reaction = 64.720 T.630 T x 2 = 128.279 ∑ Berat 274.696 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

175 10.145 1.45 Perhitungan Beban Akibat Beban Vertikal Tabel 5.250 6.500 0.032 12.250 3.150 2.49  10.500 0.280 28.V .633 196.100 90. 1 2 3 4 5 6 7 8 Luas Panjang m2 m 0.838 39.716 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .135 0.700 3.800 8.720 10.678 Berat T 14.678 1.856 16.014 23.637 70.400 17.427 15.5 Perhitungan Berat Sendiri Abutment No.665 374.678 1.490 10.500 0.200 1.678 1.511 42.678 1.509 196.058 44.060 4.633 3.933 5.42  10.678 1.628 213. Gaya Akibat Beban Vertikal Tanah Timbunan Gambar 5.555 221.500 Volume m3 8.937 4.840 10.994 49.500 1.030 3.083 65.001 10.467 1.500 3.522 Titik Berat X Y 3.462 8.467 Momen terhadap B Mx My 48.680 10.467 0.820 5.500 0.410 10.189 5.733 5.455 88.678 1.046 0.935 697.145 Berat Jenis T/m3 1.000 3.144 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI c.678 1.543 7.500 4.018 10.100 3.793 8.250 5.

349 4 0.145 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I T Titik Berat terhadap t B: ∑ Mxx = 374.224 0.299 0.149 0. nan atas ƒ Garis pengaruh p S1 0.46 Peerhitungan B Beban Akibaat Beban hiddup Bangunaan Atas TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .7166 = 3.722) 133 14 15 16 0.9355 = 1.099 0.V .049 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 S = (0.1224 0.550 m ∑ Beraat 196.274 249 0.074 0.218 + (0.372 x 15.199 0..372 x 80) 8 x 2.935 Tm B Beban Hidu up a Beban hidup bangun a.5222 ∑ Myy = 697.907 m ∑ Beraat 196.174 0.851 t Gam mbar 5.372 0.2 0.5222 X= Y= M Momen terjaadi terhadap B: M = Ms ∑ Mxx = 374.5 5 x 0.024 0 17 = 38.324 0.

V .922 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .218 T/m. PL = 15. Gaya rem PPJJR : ”Besar gaya rem = 5% × Beban ”D”.931 Tm b. titik tangkap berada 1.851 T Lengan terhadap B = x = 1.218 × 80 + 15.80 m Momen terhadap B = MB = Ph × x = 38.2 = 9.851× 1.722 ) = 9.0 m Momen terhadap B = MB = Ph × y = 9.658 × 9.0 = 86.8 = 69.47 Perhitungan Beban Akibat Gaya Rem dan Traksi qL = 2.722 T PREM = 5% × (2.8 m diatas permukaan lantai jembatan.80+ 7.658 Ton Lengan terhadap B = y = 1.146 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Ph = R1V = R10V = 38.” Gambar 5.

2 m ƒ Koefisien tekanan tanah aktif: Ka1 = tan2 (450 – φ1 /2) = tan2 (450 – 28 /2) = 0.5 m ƒ Tanah lapisan 2 (tanah dasar) γ2 = 1.02 kg/cm2 H2= 5. Gaya Akibat Tekanan Tanah Aktif Gambar 5.147 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI d.566 gr/cm3 φ2 = 20o C2 = 0.360 Ka2 = tan2 (450 – φ2 /2) = tan2 (450 – 20 /2) = 0.48 Perhitungan Beban Akibat Tekanan Tanah akif Diketahui : ƒ Tanah Lapisan 1 (tanah urugan) γ1 = 2.490 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .0 gr/cm3 φ1 = 28o C1 = 1 kg/cm2 H1= 6.V .

2 t/m2 q1 = qpelat injak + qx = 1.28.360 × 6.5 = 2.5 × 10.657 × 6.52 SF : γ timbunan 1 x 5.5 2 = 32.039 ƒ Perhitungan tinggi kritis dari timbunan: Cu × Nc Hcr = Nc : factor daya dukung untuk Ө2 = 11.5 = 65.148 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ƒ Koefisien tekanan tanah pasif: Kp = tan2 (450 + φ /2) = tan2 (450 +20 /2) = 2.282 Ton P2 = 1 × γ 1 × Ka1 × H1 × B 2 = 1 × 2.V .3.×0.641 T TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .2 = 2.657 T/m2 Gaya tekanan tanah aktif: P1 = Ka1 × q1 × H1 × B = 0.6 = 1. jadi beban lalu lintas (qx) : qx = γ 1 × h = 2.4 P3JJR SKBI 1. ( aman ) Menurut pasal 1.36 × 2.1987..457 + 1.5 × 10.25 < 3 2 …………….657 × 0. muatan lau lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi: h = 60 cm.

149 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gaya tekanan tanah pasif: Pp1= 1 / 2 × Kp × γ 1 × D 2 = 1 / 2 × 2.753 = 3.170 T F = P1 +P2 – Pp1 = 65.753× 3.733) 54.170 × 1.800 m Momen terhadap titik G: Mg = F × Yf = 54.566 × 5.753 T 4 Yf = = ∑ (Ti × Yi) 1=1 f (65.167) − (43.V .25) + (32.282 + 32.641 × 2. 2 2 = 43.800 = 208.641 – 43.039 × 1.170 = 54.061 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .282 × 3.

037 = 116.49 Gaya gesek tumpuan bergerak Fges = Pm × C dimana: fges = gaya gesek tumpuan bergerak Pm = beban mati konstruksi atas (T) = C = koefisien tumpuan karet dengan baja = 0.720 × 0.308 × 6.308 T Lengan gaya terhadap titik G : Yges = 6.V .562 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .150 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI e.15 Fges = 128. sedangkan besarnya ditentukan berdasarkan koefesien gesek.1987.037 m Momen terhadap titik G : Mges = Fges × Yges = 19. Gambar 5.6 halaman 15 PPJJR SKBI 1. Gaya gesek akibat tumpuan–tumpuan bergerak: Menurut pasal 2. pada tumpuan yang bersangkutan.28. gaya gesek yang timbul hanya ditinjau akibat beban mati saja.15 = 19.3.

151 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI f.12/1970) M ƒ : Muatan mati dari konstruksi yang ditinjau Gaya gempa terhadap berat sendiri abutment : PBB = 274.550 m M = 97.020 T x 6.513 T YTB = 3.037 m = 108. Gaya Gempa h = E x M dimana : h : gaya horisontal akibat gempa E : Koefesien gempa untuk daerah Jawa Tengah pada wilayah II = 0.14 = 18.037 m M = 18.403 T x 2.509 m = 96.671 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .14 ( Peraturan Muatan Untuk Jalan Raya no.020 T ƒ YmB = 6.14 = 27.522 T GhTB = 196.522 T x 0.313 T GhmB = 274.313 T x 0.355 Tm Gaya gempa terhadap bangunan atas : PMB = 128.14 = 38.720 T GhmB = 128.720 T x 0.V .403 T ƒ YB = 2.509 m M = 38.786 T Gaya gempa terhadap tanah diatas abutment : PTB = 196.

25 m 2 2 ⎝ ⎠ Gambar 5.V . Gaya Angin Gambar 5.51 Penyebaran Beban Angin TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .3 = 488.3 m Luas bidang rangka utama ⎛ 80 + 75 ⎞ : ⎜ ⎟ x 6.152 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI g.50 Bidang Rangka Induk Data teknis perencanaan pertambatan angin : Tekanan angin : 150 kg/m2 Panjang sisi bawah jembatan : 80 m Panjang sisi atas jembatan : 75 m Tinggi jembatan : 6.

25 )) x 150 = 10985.733 m Lengan terhadap B : Y1 = Y2 = 3.3 cm ( 428x407x20x35-283 ) Tebal plat lantai kendaraan ( h4 ) : 20 cm Tebal perkerasan ( h5 ) : 5 cm Tinggi bidang vertikal beban hidup ( h6 ): 200 cm s2 h3 ⎞ h6 ⎛ = ⎜ h1− h2 − ⎟ + h4 + h5 + 2⎠ 2 ⎝ = ( 70.25 )) x 150 = 5492.037 = 9.625 kg ◦ Beban angin pada muatan hidup setinggi 2 m (d2) : d2 = 100% × w × L × 2 = 100%x 150 x 80 x 2 = 24000 kg ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (d1) : d1 = 50% x (( 15% x A )) x w = 50% x (( 15% x 488.15 m ◦ Beban angin pada muatan hidup seringgi 2 m ( s2 ) Tinggi profil gelagar melintang ( h1 ) : 70.8 cm Lebar profil rangka induk ( h3 ) : 40.8 cm ( 708x302x15x28-215 ) Tebal sayap gelagar melintang ( h2 ) : 2.187 m Y3 = 1.3 – 20.30 m = 3.V .037 = 7.812 kg ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan ( s1 ) s1 = ½ x tinggi jembatan = ½ x 6.153 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (d1) : d1 = 50% x (( 30% x A )) x w = 50% x (( 30% x 488.35 cm = 1.8 – 2.15 + 6.733 + 6.767 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .35 ) + 20 + 5 + 100 = 173.

V .14 = 7.800 = 29.767 = 364. Gaya Tekanan Tanah Akibat Gempa Bumi PTt = 54.665 T YTt = 3.127 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .753 T Ta = 54.753 x 0.154 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Momen terhadap titik B : MB = d1 x y1 + d2 x y2 + d3 x y3 = 10.187 + 24 x 9.800 m Momen terhadap titik B : MTA = 7.985 x 9.492 x 7.665 x 3.063 Tm h.187 + 5.

Komb. M + (H+K) + Ta + S + Tb 150% Keterangan : A : Beban angin Ah : gaya akibat aliran dan hanyutan Ahg : Gaya aliran dan hanyutan pada waktu gempa Gg : gaya gesek pada tumpuan bergerak Gh : gaya horizontal ekivalen akibat gemapa bumi H+K : beban hidup dengan kejut M : beban mati PI : gaya – gaya pada waktu pelaksanaan Rm : gaya rem S : gaya setrifugal SR : gaya akibat susut dan rangkak Tm : gaya akibat perubahan suhu ( selain susut dan rangkak ) Ta : gaya tekanan tanah Tag : gaya tekanan tanah akibat gempa bumi Tb : gaya tumbuk Tu : gaya angkat ( bouyancy ) Beban nominal : jumlah total beban Beban ijin : beban nominal dibagi presentase terhadap tegangan ijin TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .2 Kombinasi Pembebanan Tabel 5.6 Kombinasi Pembebanan Tegangan yang digunakan dalam Kombinasi Pembebanan dan Gaya prosen terhadap tegangan izin keadaan elastis I. M + (H+K) + Ta + Tu 100 % II.2.3. M + P1 130 % VI. M + Gh + Tag + Gg + AHg + Tu 150 % V.155 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. M + Ah + A + Ta + Gg + SR + Tm 125 % III. I + Rm + Gg + A + SR + Tm 140 % +S IV.V .

646 ijin 479.796 Bangunan atas 128.796 Bangunan atas 128.935 Bangunan atas 38.644 91.156 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.720 1.720 1.061 19.800 231.753 1200.313 1.985 9.522 1.7 Kombinasi 1 Beban Gaya Jarak Lengan Jenis Bagian V M abutment 274.492 7.630 904.061 Tabel 5.753 3.000 9.522 Angin tekan 10.800 MH 208.308 6.427 688.8 Kombinasi 2 Beban Gaya Jarak Lengan Jenis Bagian V M abutment 274.907 374.800 208.187 220.753 Y Momen MV 3.907 374.767 42.341 550.406 54.488 Ah Gg A SR Tm Nominal 599.522 1.916 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .656 muatan 2 m 24.696 Timbunan tanah 196.555 114.061 Tu Nominal 638.V .919 Angin hisap 5.935 Ta H Xo Yo Momen MVo MH 54.187 100.800 69.358 208.800 231.931 H+K H Ta X 54.753 1200.061 ijin 638.909 523.358 208.851 1.037 116.909 523.696 Timbunan tanah 196.313 1.406 54.538 1130.

985 9.037 116.675 968. 1 Gaya Jarak Lengan V H 638.568 ijin 510.919 Angin hisap 5.555 110.157 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.724 88.V .10 Kombinasi 4 Beban Gaya Jarak Lengan H X Y Momen Jenis Bagian V MV M abutment 274.696 Timbunan tanah 196.522 Gh Ahg TU Nominal 599.796 Bangunan atas 128.461 ijin 359.800 231.000 86.9 Kombinasi 3 Beban Jenis Bagian Komb.909 523.753 X Y Momen MV MH 1200.922 Gg 19.358 775.492 7.313 1.406 124.076 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .358 208.406 54.755 Tabel 5.545 678.488 A SR Tm S Nominal 638.308 6.907 374.656 muatan 2 m 24.733 66.550 97.061 Rm 9.935 MH abutment 38.127 Gg 19.308 6.720 1.671 TAG 7.658 9.513 3.355 Bangunan atas 18.509 96.665 3.286 553.909 1130.800 29.000 9.403 2.427 448.020 6.786 Timbunan tanah 27.037 108.522 Angin tekan 10.187 220.767 42.256 269.037 116.522 1.187 100.960 1200.

057 869.800 MH 208.909 523.638 138.909 523.520 800.696 Timbunan tanah 196.061 STb Nominal 638.776 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .427 ijin 461.851 1.816 36.358 208.313 1.800 69.796 Bangunan atas 128.313 1.907 374.696 Timbunan tanah 196.158 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.298 MH P1 Tabel 5.907 374.935 38.935 Nominal 599.753 X Y Momen MV 3.796 Bangunan atas 128.V .753 1200.522 1.12 Kombinasi 6 Beban Gaya Jarak Lengan Jenis Bagian V M abutment 274.720 1.522 1.11 Kombinasi 5 Beban Gaya Jarak Lengan H X Y Momen Jenis Bagian V MV M abutment 274.555 1130.931 H+K TA H 54.720 1.406 54.800 231.061 ijin 425.800 231.

5 aman II 1130.769 1.5 aman V 599.45 0 3.521 1.45 0 3.461 2.406 0.45 0 3.13 kontrol terhadap guling Komb.427 688.358 775.2. Dimana : ΣMV = jumlah momen vertical yang terjadi ΣMH = jumlah momen horisontal yang terjadi SF = safety factor = 1.600 54.45 0 3.548 1.427 448.433 1.555 0.3 Kontrol Stabilitas Abutment Kestabilan konstruksi diperiksa terhadap kombinasi gaya dan muatan yang paling menentukan.5 aman TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .642 1.5 Tabel 5.600 114. MV (Tm) MH (Tm) F SF Ket I 1200.45 (Beton dengan tanah lempung padat dan pasir gravelan padat) Ca = adhesi antara tanah dan dasar tembok = 0 B = lebar dasar pondasi = 3.600 meter Tabel 5.96 2.466 1.5 aman IV 599.358 208.909 2.427 - - 1.406 0.5 aman III 1200.769 1. ◦ Terhadap guling ( Fg ) = ∑ MV g ≥ SF ∑ MH .45 0 3.600 54.600 110.5 aman V 1130.V .299 1.3.45 0 3.753 5.568 1. V (Tm) Tan δ Ca B (m) H (m) FS SF Ket I 638.356 1.600 124.538 2.358 208.5 aman VI 1200.555 0.5 aman IV 1130.600 - - 1.159 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.061 5.5 aman VI 638.14 kontrol terhadap geser Komb.061 5.753 5.5 aman II 599.555 0.5 aman III 638.Dimana : Tan δ = faktor geser tanah antara tanah dan dasar tembok (Buku Teknik Sipil) = 0.406 0.247 1.247 1.5 aman ◦ Terhadap Geser (FS) = ∑V × tan δ + Ca × B ∑H .

Nc = faktor daya dukung Terzaghi Ap = luas dasar pondasi B = lebar pondasi L = panjang pondasi TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .406 0.568 638.800 1200.600 m 6 6 Tabel 5.406 0. danγ .600 aman 1.5 ⋅ γ ⋅ B ⋅ N γ ⋅ (1 − 0.406 -0.833 0.427 - 599.555 -0.406 -1.555 -1. 1/6 B V (Tm) e (m) 208.295 0.160 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI B − 2 ◦ Terhadap eksentrisitas ( e ) = ∑ Mv − ∑ Mh ∑V < B 3.427 448.800 1130.15 kontrol terhadap eksentrisitas 0.358 II 1.234 0.061 638.800 1200.406 -0.600 aman (m) Ket ◦ Terhadap Daya Dukung Tanah Kapasitas dukung tanah dasar (bearing capacity) dipengaruhi oleh parameter ϕ .358 208.085 0.600 aman IV 1.555 -0.461 599.600 aman VI 1.466 599. 2 B / L )) dimana : Q ult = daya dukung ultimate tanah dasar (t/m2) c = kohesi tanah dasar (t/m2) γ = berat isi tanah dasar (t/m3) B=D = lebar pondasi (meter) Df = kedalaman pondasi (meter) N γ .600 aman V 1. c.60 = = 0.600 aman 1130. yaitu : Q ult = Ap ⋅ ( c ⋅ N c (1 + 0.800 1200. Besarnya kapasitas dukung tanah dasar dapat dihitung dengan metode Terzaghi.358 775.V .3 B / L ) + γ ⋅ D f ⋅ N q + 0.427 688.061 638.800 III Komb.800 1130.5 B MV MH (m) (Tm) (Tm) I 1. Nq.

3 5.60 * 10.5 51.59 m2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .7 9.0 1.3 1153. Qult σall = (1/3).1 12.5 19.0 5 7.0 0.6 415.4 34.566 gr/cm3 .1 40 95.7 14.4 50 347.2 12.10−3 x360x5x(1− 72/ 1050)) = 7.0 35 57.9 4.7 25 25.7 2.0 5.4 25.9 20.3 B / L ) + γ ⋅ D f ⋅ N q + 0.7x(1+108/ 1050) +1.6 0.4 42.3 287.60 meter L = panjang abutment = 10.V .1 66.0 0.0 11.7 81.6 10.3 100.2 10 9. 76.2 35.5x1.0 8.9 20 17.2 30 37.490 = 25.7 48 258.1 Berdasarkan data tanah : γ 2 = 1.566.9 1.6 36.4 + 0.2 22.6 3. c2 = 0.50 meter A = 3.7 1.7 0.3 1.5 18.02x17.5 35.5 6.6 87.2 81.161 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.8 5.8 50.7 34 52.8 41.566.02 kg/cm2 .7 9.16 Nilai-nilai daya dukung Terzaghi Keruntuhan Geser Umum φ Nc Keruntuhan Geser Lokal Nq Nγ N’c N’q N’γ 0 5.5 ~ 3 B = lebar abutment = 3.8 45 172.5 15 12.50 = 54.7 19.4 5.7 1.7 1.490 T/m2 σall = (1/3).3 297.6 2.9 780.7 11.3 173.649 kg/cm2 = 76.2 8.5 60. 2 B / L )) = (0. Ø2 = 20o Qult = ( c ⋅ N c (1 + 0.7 1.0 23.10−3 x400x7.7 7.4 2.1 37.5 9.5 ⋅ γ ⋅ B ⋅ N γ ⋅ (1 − 0.9 0.3 65.4 0.496 Ton σ = ∑V ± ∑ MV + ∑ MH A W ≤ σall Dimana : SF = safety factor 1.8 3.

427 54.680 25.496 -69.59 22.405 73.59 22.496 -75.496 -58.599 tdk aman V 599.555 1130.59 22.405 73.794 tdk aman 2 Karena tinjauan stabilitas abutment tidak aman.406 1408.496 -50.59 22.680 m3 V = gaya vertical ( ton ) MV = jumlah momen vertical yang terjadi MH = jumlah momen vertical vertical yang terjadi Tabel 5.794 tdk aman II 599.215 91. maka dipasang pondasi tiang pancang untuk menanggulangi kegagalan konstruksi.860 60.680 25.888 54. TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .680 25.406 1975.59 22.496 -50.602 = 22.59 22.680 25.427 98.V .825 tdk aman VI 638.406 1408.555 1578.893 54.419 54.817 tdk aman IV 599.181 tdk aman III 638.926 54.50 * 3.17 kontrol terhadap daya dukung tanah Komb ΣV ΣMV +ΣMH W A 3 σALL σMIN σMAX Ket (T) (Tm) (m ) (m ) (Tm) (T) (T) I 638.419 54.633 80.162 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI W = 1/6 * L * B2 = 1/6 * 10.555 1818.680 25.680 25.496 -38.

163 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. Tabel 5.358 775.286 553.18 Kombinasi Pembebanan Maksimum Beban Jenis Bagian Komb.985 9.656 muatan 2 m 24.658 9.522 Angin tekan 10.767 42.308 6.4 Penulangan Abutment a.000 86.568 ijin 510.675 968.922 Gg 19.000 9.724 88.919 Angin hisap 5.406 124.061 Rm 9.037 116. 1 Gaya Jarak Lengan V H 638. Penulangan Badan Abutment Gambar 5.492 7.960 1200.406 54.2.187 220.3.488 A SR Tm S Nominal 638.753 X Y Momen MV MH 1200.187 100.358 208.52 Penulangan Badan Abutment Beban yang digunakan dalam penulangan badan abutment diambil dari kombinasi pembebanan yang menghasilkan beban dan momen terbesar yaitu kombinasi pembebanan III.V .755 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

01 × 1.33 ρ = r × β = 0.V .035 = φ × Ag × 0.880 mm 1000 Pu et × = 0.81 × f ' c h Dari perhitungan diatas dipakai grafik 6.880 m = 1880 mm 638.880 = 0.d (Grafik dan Tabel Perhitungan Beton Bertulang halaman 86) r = 0.65 × 10 6 × 0.035 × 1.01 f’c = 35 maka β = 1.0133 × 10 6 = 13300 mm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .0133 ◦ Tulangan Pokok Astot = ρ × Ag = 0.164 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ◦ Data Teknis Perencanaan : f’c = 35 MPa fy = 240 Mpa Ag = luas penampang = 1000 × 1000 = 106 mm2 Ht = tinggi badan = 5000 mm b = 1000 mm (tiap meter lebar abutment) h = 1000 mm Diameter tulangan utama dipakai D20.81 × f ' c 0.406 et h = 1880 = 1.0658 φ × Ag × 0.81× 35 Mu et = Pu = 1200. sehingga : d’ = h – (50 + 16 + ½ 20) = 1000 – (50 +16 + 10) = 924 mm Ф = 0.33 = 0.65 Pu 638406 = 0.358 = 1. dan tulangan pembagi dipakai D16.1.

25 Astotal = 3325 mm2 Dipakai tulangan rangkap D20 – 75 (Ast = 4189 mm2) ◦ Tulangan bagi Diambil sebesar 20 % dari tulangan utama = 2660 mm2 Dipakai tulangan rangkap D16 – 75 (As = 2681 mm2) Gambar 5.165 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Askiri = Askanan = 0.53 Penulangan Badan Abutment TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .

V .020 T YmB = 6.509 m M = 38.786 T Mt = 96.355 + 108.037 m = 108.720 T x 0.786 = 205.020 T x 6. dan tulangan pembagi dipakai D10.313 T x 0. sehingga : d’ = h – (50 + 10 + ½ 20) = 1000 – (50 +10+ 10) = 930 mm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .14 = 18.355 Tm Gaya gempa terhadap bangunan atas : PMB = 128.037 m M = 18.509 m = 96.313 T GhmB = 274. Penulangan Kepala Abutment Gambar 5.166 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI b.141 T ◦ Penulangan Kepala Abutment f’c = 35 MPa fy = 240 Mpa b = 300 mm h = 1000 mm Diameter tulangan utama dipakai D20.720 T GhmB = 128.54 Dimensi Kepala Abutment ◦ Gaya horisontal gempa (Gg) : Gaya gempa terhadap berat sendiri abutment : PBB = 274.403 T YB = 2.14 = 38.403 T x 2.

776 mm2 Askiri = Askanan = 0.015 600 + 2400 ⎠ dipakai ρ min = 0. ρ = 1.65 fy Mu ρx0. 5 Astotal = 803.85 ⎛⎜ 0.V .0058 x 300 x 924 = 1607.167 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Ф = 0.588 x ρ x ) 2 350 1 x 0. ρ max = 0.85 fy 600 + fy ⎝ ⎠ ρ max=0.85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.538 ρ min = 1.337 = 0 .75x0.4 = 0.588 x ρ x 2 = f 'c ) bd 2400 205141 = ρ x 0.85 x 350 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.4 = 1.88 mm2 Dipakai tulangan rangkap D20 – 200 (Ast = 1571 mm2) ◦ Tulangan bagi Diambil sebesar 20 % dari tulangan utama = 321.8xfy (1-0.8 x 2400 (1-0.552 mm2 Dipakai tulangan rangkap D10 – 200 (As = 393 mm2) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .0058 fy 240 ρ max = 0.1920 ρ + 15615.930 7741.0058 ◦ Tulangan Pokok Astotal = ρ x b x d = 0.44 ρ 2 .85.

9 = 98.6 − P 2 × 0.30 × 0.817 × 1.3 T Momen yang terjadi pada potongan A: MB = Pmaks × 1.8xfy (1-0.5 × 1.4 × 0.168 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.044 − P1 × 0.65 fy Mu ρx0.467 − 6.8 × 1. Penulangan Poer Gambar 5.7 × 2.5 × 1 = 6.5 × 1 = 1.225 × 0.V .225 T P2 = 1.56 Pembebanan Poer P1 = 0. sehingga : d’ = h – (50 + 16 + ½ 20) = 1000 – (50 +16+ 10) = 924 mm Ф = 0.70 = 133.361 Tm Direncanakan : f’c = 35 MPa fy = 240 Mpa b = 1400 mm h = 1000 mm Diameter tulangan utama dipakai D20.588 x ρ x 2 = f 'c ) bd TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .4 × 2.55 Penulangan Kepala Abutment c. dan tulangan pembagi dipakai D16.40 − 1.

88 mm2 Askiri = Askanan = 0.44 mm2 Dipakai tulangan rangkap D20 – 75 (Ast = 4189 mm2) ◦ Tulangan bagi Diambil sebesar 20 % dari tulangan utama = 1500.0058 ◦ Tulangan Pokok Astotal = ρ x b x d = 0.57 Penulangan Poer TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .4 = 1.0058 x 1400 x 924 = 7502.85 fy 600 + fy ⎝ ⎠ ρ max = 0.85 x 350 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.75 x 0.85 ⎛⎜ 0. 5 Astotal = 3751.169 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 2400 133361 = ρ x 0. ρ = 1.44 ρ 2 .638 ρ min = 1.588 x ρ x ) 2 350 1 x 0.1920 ρ + 156201.85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.8 x 2400 (1-0.V .015 dipakai ρ min = 0.924 7741.576 mm2 Dipakai tulangan rangkap D16 – 125 (As = 1608 mm2) Gambar 5.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.392= 0 .0058 fy 240 ρ max = 0.4 = 0.85 600 + 2400 ⎠ ρ max = 0.

625 cm2 Keliling penampang tiang = πD = 109.56 m Gaya maksimum yang dipikul tiang pancang P = M * X MAK PV + ny * X 2 n ∑ TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .2 kg = 4.3.170 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. Pondasi mengunakan tiang pancang dari beton dengan spesifikasi : Ø tiang = 35 cm Luas penampang ( A ) = ¼ π D2 = 961.62 = 2.41 kg/m Berat tiang pancang = 240.3 Perhitungan Pondasi Tiang Pancang Perencanaan beban maksimal(Pmax) yang mampu ditahan tiang pancang ditinjau terhadap empat kombinasi pembebanan terhadap titik pusat tiang pancang.90 cm Panjang tiang pancang = 14 meter Berat permeter tiang = 961.41 * 14 = 4808.625 * 2500 * 10-4 = 240.V .6 m n = jumlah pondasi tiang pancang = 14 bh ny = jumlah pondasi tiang pancang dalam satu baris arah tegak lurus bidang momen = 7 bh ∑X 2 = 1.808 ton Pmak = M * X MAK PV + ny * X 2 n ∑ Dimana : Pmak = beban maksimum yang diterima tiang pancang PV = beban vertical ( normal ) M = jumlah momen yang bekerja pada titik berat tiang pancang Xmax = jarak terjauh tiang kepusat berat kelompk tiang = 1.

574 IV 599.60 2.756 -58.775 -61.406 14 1200.V .406 14 1200.775 T.60 2. Maka daya dukung tanah haru lebih besar dari Pmaks tersebut.56 7 143.574 II 599.3.756 -58.1 Perhitungan Daya Dukung Tiang Pancang TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .60 2.60 2.775 -61.775 -61.56 7 152.555 14 1130.60 2.19 Perhitungan gaya maksimum dan minimum Komb PV (T) n MV XMAX (Tm) (m) (m ) ΣX2 ny 2 PMax PMin (T) (T) I 638.555 14 1130.56 7 143.106 III 638.106 V 599.574 Dari table perhitungan diperoleh bahwa Pmaks terjadi pada kombinasi III sebesar 152.106 VI 638.60 2.56 7 152.171 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.56 7 143.406 14 1200.427 1.358 1. 5.756 -58.358 1.427 1.427 1.56 7 152.358 1.3.555 14 1130.

325 ton 1 * 600 = 200 kg/cm2 3 b.172 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.5 – 0.58 Denah Rencana Pondasi Tiang Pancang Pada Abument 1. Kekuatan bahan tiang Mutu beton : K – 600 σb : Ptiang : σb * A tiang = 200 * 961.625 = 192.V . Daya dukung tiang individu Tinjauan spesifikasi tiang pancang berdasarkan : a. Daya dukung tanah ◦ Rumus Umum Pult = Kb * qc * A + Ks * JHP * O SF Kb = 0.75 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75 Ks = 0.

14 x 0.835 JHP= 1300 Pult = 0.096125 m2 = 109.232 / 3 = 484.rata 3.400 T ◦ Rumus Trofimankof Pult = D Kb * qc * A + JHP / D * O SF = 1.75 * 1300 * 1.667 qcb = qc rata – rata 8 D diatas ujung tiang = 145 qc = ½ ( 206.90 cm = 1.5 D dibawah ujung tiang = 206.5) * 1.835 * 0.708 T ◦ Rumus S.099 x 14 = 15.835 * 0.175) = 0.099 m Dari data tanah diperoleh : qc = ½ ( qcu + qcb) qcu = qc rata .175 (0.5 Pult = 0.T (Standard Penetration Test) untuk tanah pasir Qu = 40 x N x Ab + 0.099 3 = 321.75 * 175.789 + 0.75 *175.386 m2 Ab = luas penampang ujung tiang (m2) = π .099 3 = 361.529 m2 Qu = 40 x 60 x 0.V .529 + 0.096125 + (1300 / 1.096125 + 0.625 cm2 = 0.232 T Qa = Qu/SF = 1454.667 + 145) = 175.2 x N x As Qu = Daya Dukung Batas Tiang (ton) N = Nilai rata – rata SPT seanjang Tiang = 60 As = Luas Total Selimut Tiang (m2) = kell O x H tiang = 1. r ( S + r) = 3.P.2 x 60 x 15.173 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI A = ¼ π D2 O = πD = 961. ◦ Rumus Meyerhof TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .744 ton.386 = 1454.

374 T 2.835 x 0.744 ton.099 x 14 = 15.298o D = diameter tiang = 35 cm S = jarak antar tiang = 160 cm Eff ⎡ ( 2 − 1)7 + (7 − 1) 2 ⎤ = 1 – 12. Daya Dukung Kelompok Tiang Berdasarkan perumusan dari converse labarre : ⎡ ( n − 1) m + ( m − 1) n ⎤ Eff = 1 – θ ⎢ ⎥ 90 * m * n ⎣ ⎦ Dimana : m = jumlah tiang dalam baris y = 7 n = jumlah baris = 2 θ = arc tan θ (D/S) = arc tan (0.V .232 T Qa = Qu/SF = 1454.374 T Dari tinjauan diatas dipakai nilai daya dukung terkecil = 291.6) = 12.529 m2 Nx = nilai rata rata SPT = 60 60 x 15.386 m2 Ab = luas penampang ujung tiang (m2) = 0.174 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Qult = 40 x N x Ab + N Nx x As 5 = Nilai SPT ujung Tiang = 60 As = Luas Total Selimut Tiang (m2) = kell O x H tiang = 1.298 ⎢ ⎥ 90 * 7 * 2 ⎣ ⎦ = 0.232 / 3 = 484.815 Daya dukung tiap kelompok tiang pada kelompok tiang : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .099 + 3 5 = 291.35/1.386 5 Qult = 40 x 60 x 0.096125 1300 * 1.529 + Qu = 1454. ◦ Rumus begemann Pult = = qc x A JHP * O + 3 5 175.

469 T) > Pmaks (152.815 = 237.2 Kontrol Gaya Horisontal TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .775 T)……………………….374 x 0.OK 5.3.175 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Pall = 291.3.V .469 T Kontrol Pall terhadap Pmaks yang terjadi : Pall (237.

V .667 m Lh = Ld +La = 4.59 gaya horizontal tekanan pasif pada pondasi Diketahui : Lp = 14 m La = 1.00 = 5.176 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.02 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .667 + 1.0 m Panjang penjepitan : Ld = 1/3 Lp = 1/3 x 14 = 4.667 m Lebar Poer = 10.5 m Kedalaman 0 – 15 m : γ = 1.566 T/m3 φ = 20o C = 0.

746 T/m CI = (Kp* γ*AC)* L = (2.167 m 209.667)*10.5 = 72.039*1.333)*10.763 T = 22.5 *(CM+DN)*CD = 0.167 = 51.Lz = P1.056 m L3 = 2.167 = 54.039 Perhitungan diagram tekanan tanah pasif : FL = (Kp* γ*AF)* L = (2.L3 + P4.5 = 111.653 T/m BH = (Kp* γ*AB)* L = (2.056 + 64.003 + 51.134 * Lz = 16.5 = 150.5 *(BH+CM)*BC = 0.039*1.167 = 64.000)*10.5*(37.527+54.873)*1.718 T/m Resultan tekanan pasif : P1 = 0.489+55.500)*10.610*1.872 = 37.L2 + P3.167)*10.566*2.723 m L5 = 1.723 + 22.5 = 33.5*(54.003 m L2 = 4.873+37.00 P2 = 0.008*1.039*1.718)*1.039*1.357*4.5*33.25 x 150.610 T P5 = 0.872 T/m DJ = (Kp* γ*AD)* L = (2.527 T/m Tekanan tanah pasif efektif bekerja : BH = 33.134 * Lz = 597.5 x 111.167 = 16.177 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Kp = tan2 (450 + φ /2) = 2.653 = 54.5*(33.999 T/m EK = (Kp* γ*AE)* L = (2.859 m Σ Ms = 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .527*1.396 T P4 = 0.489)*1.167 209.L1 + P2.5 *(DN+EO) *DE = 0.489 T/m DN = 0.984 Lz = 2.5 * BH * La = 0.527 T/m CM = 0.5*(55.5 *(EO+0) *EF = 0.L5 L1 = 5.5 = 189.566*5.718+0)*1.889 m L4 = 1.75 x 72.889 + 54.566*3.039*1.873 T/m EO = 0.746 = 55.566*4.763*5.566*1.396*2.L4 + P5.V .008 T Titik tangkap resultan : ΣP.357 T P3 = 0.

667 + 2.128 T < PH max yang terjadi ( 124.00 + Ld + Lz) = ΣP x Lz PH = (ΣP x 209.71° ) H ijin + N1.134 x 2. ini disebabkan karena tekanan tanah pasif efektif yang terjadi masih belum dapat mengatasi gaya horisontal yang bekerja pada konstruksi.960 x 1.960 T) ….V .99 ≈ 2 buah TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .00 + 4.00 + Ld + Lz) 1.5 N1 ≥ 1.128 + ( 237.71 ) ≥ 124.859 Lz ) = 70.859 = 70.4 Perhitungan Tiang Pancang Miring Rumus : H ijin + N1.P sin α ≥ H yang bekerja x FS 70.3.P sin α ≥ H yang bekerja x FS Dimana : H ijin : gaya horisontal yang mampu ditahan oleh tekanaan tanah pasif N : jumlah tiang pancang miring P : daya dukung tiang pancang vertikal dalam group = 237.tidak aman Kesimpulan dari perhitungan di atas adalah diperlukannya pemasangan tiang pancang miring.128 T = (1.178 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI PH ( 1. 5.469 N1 sin 5.469 T H yang bekerja : total gaya horisontal yang bekerja Direncanakan Kemiringan tiang pancang 1 : 10 (α = 5.

Momen akibat pengangkatan satu titik L R2 M1 L-a R1 x M2 Gambar 5.V .4.60 Pengangkatan dengan 1 titik 1 × q × a2 2 1 1 1 q (L .a) qa 2 qL2 − 2aq = = R 1 = q ( L − a ) − × qa 2 2 2 L−a 2 2(L .1 Perhitungan Penulangan Tiang pancang a.a) 2 ( L − a ) 1 Mx = R 1 x − q x 2 2 M1 = Syarat Maksimum R1 − qx = 0 x= ( dMx =0 dx ) R1 L2 − 2 aL = { 2 (L − a ) } q Mmax = M 2 L2 − 2aL 1 ⎛ L2 − 2aL ⎞ ⎟ Mmax = R1 − q⎜ 2 (L − a ) 2 ⎜⎝ 2(L − a ) ⎟⎠ 1 ⎛ L2 − 2aL ⎞ ⎟ Mmax = q ⎜⎜ 2 ⎝ 2(L − a ) ⎟⎠ 2 2 M1 = M 2 1 2 1 ⎛ L2 − 2aL ⎞ ⎟ q a = q ⎜⎜ 2 2 ⎝ 2(L − a ) ⎟⎠ 2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .3.179 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.

487 × 7 2 2 2 = 8635.196 2.180 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a= L2 − 2aL 2 (L .487 kg/m M1 = M2 = Mmax 1 1 = × q × a 2 = × 352.a) 2a 2 − 4 aL + L2 = 0 → L = 14 m 2a 2 − 56a + 196 = 0 a 1.6 WL = (1.635 Tm R1 qL2 − 2aq 352. Momen akibat pengangkatan dengan dua titik LL M M M Gambar 5.932 kgm = 8.14 × 0.2 = 56 ± (− 56 )2 − 4.818 T 2 ( L − a) 2(14 − 7) b.406 kg/m 4 4 WL = 40 kg/m qtot = 1.331 kg = 4.6×40) = 352.487 = = 2 ( L − a) 2(14 − 7) = 4582.35 2 × 2500 = 240.1.406) + (1.487 *14 2 − 2 * 7 * 352.2 WD + 1.487 *14 2 qL2 = = = 4934.582 T R2 352.61 Pengangkatan dengan 2 titik TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .1 a1 = 7 m (memenuhi ) a 2 = 21 m (tidakmemen uhi ) 1 1 WD = × π × d 2 × γ beton = × 3.2 × 240.V .

864 kgm = 0.472 T Pada perhitungan tulangan didasarkan pada momen pengangkatan dengan 1 titik karena momen yang didapat dari 2 titik pengangkatan lebih kecil daripada momen pengangkatan akibat 1 titik. Direncanakan .5 × 20 – 14 = 276 mm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .487 × 2.181 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 1 ×q×a2 2 1 1 2 M 2 = q (L − 2a ) − qa 2 8 2 M1 = M 2 M1 = 1 2 1 1 2 qa = q (L − 2a ) − qa 2 2 8 2 4a2 + 4aL – L2 = 0 4a2 + 56a – 196 = 0 a = 2.635 Tm = 12. Pada perhitungan tulangan didasarkan pada momen pengangkatan dengan 1 titik.952 Tm.5 × MMax = 1.899 m a = -16.899 = 471.899 m M1= M2= Mmax = R1 1 1 × q × a 2 = × 325.684 Tm 2 2 = ½ x q x L = ½ x 325.V .487 x 2.793 kg = 0.5 × 8. f’c = 40 Mpa fy = 240 Mpa Diameter pancang (h) = 350 mm Tebal selimut (p) = 50 mm Diameter efektif (d) = 350 – 50 – 0. M design = 1.899 2 = 683.

d.85 x 45 x = 0.0724 Tulangan utama Ast = ρmin.106 = 0.85 600 + fy ⎥⎦ ⎣ fy ρ max = 0.112 ρ 2 0.V .4.3.4 = = 0.588 ρx 40 ⎥⎦ bxd 2 ⎣ 12952 = 192 ρ − 602.b.308 × 0.376 ρ 2 − 192 ρ − 551148 .85 xfc' 600 ⎤ x dim anaβ 1 = 0.85 x ⎢ Tiang pancang berbentuk bulat.4 1.276 2 677 .8 x 240 ⎢1 − 0.936 = 0 ρ = 0.2 Kontrol Gaya Vertikal Rumus : [(PxN 2 ) + N1 x(P.308 m ⎡ Mu fy ⎤ = ρ .35 = 0.φ .88D = 0.75 x0.75 xβ 1x ⎢ 600 ⎤ ⎡ 0.88. fy ⎢1 − 0. sehingga perhitungannya dikonfirmasikan ke dalam bentuk bujur sangkar dengan b = 0.0583 ρmaks = 0. cos α )] ≥ V dimana : P : kemampuan tiang pancang vertikal dalam group = 237.469 T N1 : jumlah tiang pancang miring = 2 bh N2 : jumlah tiang pancang vertical = 12 bh V : beban vertikal yang bekerja pada konstruksi = 638.0583x 308x276 = 4955.588 ρx ⎥ 2 fc ' ⎦ bxd ⎣ 240 ⎤ Mu ⎡ = ρx 0.0723 600 + 240 ⎥⎦ ⎣ 240 ρ max = 0.182 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ρ min = 1.966 mm2 Dipakai tulangan 8Ø28 ( 4926 mm2 ) 5.406 T TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . 0.262 ρmin = 0.0583 fy 240 ⎡ 0.

H s+c Dimana : PU = Daya Dukung Tiang tunggal eh = efisiensi Hammer = 0.V . 025 + 0 .209 T ≥ 638. 2 (0 .183 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI [(PxN 2 ) + N1 x(P.775 T Rumus Tumbukan : R = Wr .71 ) ≥ 638.3 Kontrol terhadap Tumbukan Hammer Jenis Hammer yang akan digunakan adalah tipe K –35 dengan berat hammer 3.025 m C = Koefisien untuk double acting system Hammer = 0. H Φ (s + c ) R = 3 . cos α )] ≥ V (237.406 T ……………………OK 5.5 m S = final settlement rata-rata = 2.4.Wr .469 cos 5.5 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . H Φ (s + c ) Dimana : R = Kemampuan dukung tiang akibat tumbukan Wr = Berat Hammer = 3.3.469 x 12 ) + 2 ( 237.8 H = Tinggi jatuh Hammer = 1.5 ton.406 T 3332. 5 x 1.5 cm = 0.5 T H = Tinggi jatuh Hammer = 1. 5 = 210 T < Ptiang = 152.1 ) ◦ Penulangan Akibat Tumbukan Dipakai rumus New Engineering Formula : PU = eh .775 T…………OK 0 .1 Maka : R = Wr . Daya dukung satu tiang pancang = 152.

Ast ) Ast = 1187.6 T 0 .d 0.8 x 3 .45⎜⎜ As = 2 x ρs x Ac = 2 x 0.8 ( 0.259 kg/cm2 τ b = 0.5 Kuat Tekan Struktur : Pmak = 0.3.π .5 cm Maka : PU = eh .53σ → σ = 2400 kg / cm 2 = 0.Ast ) 33600 = 0.9 x1 / 4 x3.V .35 2 τb = = 32599.184 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI S = final settlement rata-rata = 2.0721 x ¼.maka digunakan tulangan sengkang praktis yaitu tulangan spiral.25 ⎠ 2400 ρ s = 0.L ) D max = 2 0.5 x1.4 Kontrol geser (− q.3. H 0 .1 s+c Menurut SKSNI – T – 03 – 1991 Pasal 3.Ast ) + 2400.4. Perhitungan Tulangan Spiral Rasio penulangan spiral : ⎛ Ag ⎞ fc − 1⎟ x ⎝ Ac ⎠ fy ρ s = 0.9 x1 / 4π .9 x1 / 4π .748 cm2 s = 2 x π x Dc x Asp/s TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .π 252 = 70.d 2 (352.52.3.17.q.π .0721 2 ⎝ 1 / 4. 5 = = 33.Wr .a ) + (1 / 2.302 mm2 Dipakai tulangan 6 ∅ 16 ( 1206 mm2 ) 5.14 x 0.8 ( 0.487 x7 ) + (1 / 2 x352.53 .400 ( 3. 025 + 0 .85 f’c ( Ag – Agt ) + fy.35 2 ⎞ 400 − 1⎟⎟ x = 0.487 x14) τb = 0.954 kg/m2 = 3.85.45⎜ ⎛ 1 / 4.14. 1600 = 1272 kg /cm2 karena τb < τbijin maka tidak perlu tulangan geser.

3.046 cm→ 5 cm sehingga dipakai tulangan Ø8-50 sengkang pada ujung tiang dipakai Ø8-50 sengkang pada tengah tiang dipakai Ø8-100 5.85 = 1.14 x 35 x ¼ .14.3. Pembebanan Wingwall Akibat Berat Sendiri Tebal wingwall minimum = 1/20 x hw = 1/20 x 619.62 Dimensi Wingwall a.V .185 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 2 x 3.4 Perhitungan Wing Wall Gambar 5.7 cm = 30.12/164.985 cm Direncanakan tebal wingwall = 40 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

048 Akibat Tekanan Tanah Dari perhitungan pembebanan abutment akibat tekanan tanah aktif.336 2.200 0.700 0. diperoleh : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .400 0.400 0.980 1.500 10.600 0.667 1.200 2.100 0.V .025 3 0.840 0.504 Σ 6.500 0.500 0.267 0.563 2 2.400 0.500 1.050 11.700 0.280 0.500 0.250 1.500 1.075 4 0.036 6 15.112 2.634 6 1.63 Akibat Berat Sendiri Wingwall Tabel 5.400 0.240 0.500 0.400 4.392 2.100 5.m) 1 2.186 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.400 3.700 0.496 2.400 0.000 0.400 0.090 15.20 Perhitungan Akibat Beban Sendiri Wing wall P (m) L (m) T (m) V(m3) γbeton W(T) X (m) Momen (T.400 0.248 5 1.200 0.500 0.250 1.500 1.500 2.

457 + 1.187 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.2 = 2.1987.360 Menurut pasal 1. jadi beban lalu lintas (qx) : qx = γ 1 × h = 2.×0.4 P3JJR SKBI 1.5 m ƒ Koefisien tekanan tanah aktif: Ka1 = tan2 (450 – φ1 /2) = tan2 (450 – 28 /2) = 0.657 T/m2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .2 t/m2 q1 = qpelat injak + qx = 1.V .6 = 1. muatan lau lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi: h = 60 cm.28.0 gr/cm3 φ1 = 28o C1 = 1 kg/cm2 H1= 6.64 Akibat Tekanan Tanah akif Diketahui : ƒ Tanah Lapisan 1 (tanah urugan) γ1 = 2.3.

206 * 4.048 + 119.657 × 0.5 = 6.V .217 Ton 2 P2 = 1 × γ 1 × Ka1 × H 1 2 = 1 × 2.1920 ρ + 459847.0058 fy 240 ρ max = 0.36 × 2.736 = 0 .045 Tm b.127 * 3.4 = 0.588 x ρ x ) 2 350 1 x 0.6 = 223.600 + 20.4 = 1.800 = 119. sehingga : d’ = h – (50 + 14 + ½ 16) = 1000 – (50 +14+ 8) = 928 mm Ф = 0.045 = 134.588 x ρ x 2 = f 'c ) bd 2400 223486 = ρ x 0.092 Tm Diameter tulangan utama dipakai D16.486 Tm fy Mu ρx0.85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.8 x 2400 (1-0.928 7741.638 ρ min = 1. Penulangan Wingwall Direncanakan : f’c = 35 MPa fy = 240 Mpa b = 1000 mm . dan tulangan pembagi dipakai D14.8xfy (1-0.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.h = 1000 mm Mtot = 15.188 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gaya tekanan tanah aktif: P1 = Ka1 × q1 × H 1 = 0.206 T M = 6.657 × 6.85 fy 600 + fy ⎝ ⎠ TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .65 Mu = Mtot / 0.44 ρ 2 .5 2 2 = 20.360 × 6. ρ = 1.

V .015 dipakai ρ min = 0.4 mm2 Askiri = Askanan = 0.0058 ◦ Tulangan Pokok Astotal = ρ x b x d = 0.65 Penulangan Wingwall TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .48 mm2 Dipakai tulangan rangkap D14 – 75 (As = 1608 mm2) Gambar 5.0058 x 1000 x 928 = 5382.2 mm2 Dipakai tulangan rangkap D16 – 50 (Ast = 4022 mm2) ◦ Tulangan bagi Diambil sebesar 20 % dari tulangan utama = 1076.85 ⎛⎜ 0. 5 Astotal = 2691.75 x 0.189 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ρ max = 0.85 600 + 2400 ⎠ ρ max = 0.85 x 350 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.

yaitu : ƒ Gaya vertikal pada joint 1 = 64. Spesifikasi ƒ Merupakan bantalan atau perletakan elastomer yang dapat menahan beban berat. Gaya vertikal ditahan oleh bearing elastomer dan gaya horisontal ditahan oleh seismic buffer. Pemasangan ƒ Bantalan atau perletakan elatomer dipasang diantara tumpuan kepala jembatan dan gelagar jembatan. sehinngga kepal jembatan (abutment) tidak mengalami kerusakan. Ukuran ƒ Selain ukuran – ukuran standart yang sudah ada.190 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. CPU Elastomeric Bearing memiliki karateristik sebagai berikut: b. ƒ Bantalan atau perletakan elastomer disusun atau dibuat dari lempengan elastomer dan logam secara berlapis – lapis ƒ Merupakan satu kesatuan yang saling merekat kuat.630 T = 646.5 Perhitungan Bearing Elastomer Untuk perletakan jembatan direncanakan menggunakan bearing merk CPU buatan Indonesia. ƒ Lempengan logam yang paling luar dan ujung – ujungnya elastomer dilapisi dengan lapisan elastomer supaya tidak mudah berkarat.30 kN.786 T TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .02.3. juga dapat dipesan ukuran sesuai permintaan. ƒ Untuk melekatkan bantalan atau elastomer dengan beton atau baja dapat digunakan lem epoxy rubber. baik yang vertikal maupun horisontal. ƒ Gaya horisontal dihitung berdasarkan gaya rem : Gaya rem = PRM = 9.658 T Gaya gempa = 108. Reaksi tumpuan yang terjadi pada rangka jembatan rangka baja berdasarkan analisis SAP 2000 versi 7. ƒ Bantalan atau perletakan elastomer (neoprene) dibuat dari karet sintetis c. diproses dengan tekanan tinggi. ƒ Bantalan atau perletakan elastomer berfungsi untuk merdam getaran. d.

21 Spesifikasi Bearing Elastomer dan Seismic Buffer Jenis Ukuran (mm) Beban Max (KN) TRB 1 480...280...300.280.444 T = 1184 kN.280.30 kN ...97 540 TRB 4 350..117 Beban max = 690 kN > 646...101 3600 TRB 3 350...191 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Total gaya horisontal = 118.300.V ...117 690 Dimensi bearing elastomer TRB 1 ukuran 480.87 2435 TRB 2 480..300...87 Beban max = 2435 kN > 1184 kN Dimensi seismic buffer TRB 4 ukuran 350..OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Spesifikasi elastomer dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut : Tabel 5...

5 = 100 cm Diambil kedalaman angkur 60 cm.625 Panjang angkur max = 40 x d = 40 x 2.14 x 252 = 490.58 σ Luas penampang = Dipakai Angkur diameter 25 mm a = ¼ x Π x d2 = ¼ x 3.625 mm2 Jumlah angkur = = A a A 490.08 x v gaya gesek 0. Digunakan angkur mutu baja 52 Gaya gesek = 0.192 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.V . TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .3.6 Perhitungan Angkur Angkur berfungsi menahan gaya gesekan kesamping.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful