V-1

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

BAB V

PERHITUNGAN KONSTRUKSI
5.1 DATA PERENCANAAN BANGUNAN
Direncanakan :

Bentang Jembatan

: 80 meter

Lebar Jembatan

: 9 ( 1 + 7 + 1 ) meter

Jenis Jembatan

: Struktur Rangka Baja

Bangunan Atas
a. Lantai Jembatan
◦ Lebar Lantai Jembatan : 2 x 3,5 meter
◦ Mutu Beton

: 25 Mpa

◦ Tinggi Plat

: 20 cm

b. Lantai Trotoar
◦ Lebar Lantai Trotoar : 2 x 1 meter

◦ Mutu Beton

: 25 Mpa

◦ Tinggi Plat

: 20 cm

Bangunan Bawah
a. Abutment
◦ Mutu beton

: 35 MPa

◦ Mutu tulangan

: 240 MPa

◦ Jenis

: Kontraport

b. Pelat injak
◦ Mutu beton

: 35 MPa

◦ Mutu tulangan

: 240 MPa

c. Bangunan pondasi
◦ Mutu beton

: 40 MPa

◦ Mutu tulangan

: 240 MPa

◦ Jenis

: Tiang pancang

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V-2

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Gambar 5.1 Penampang Memanjang Jembatan

Gambar 5.2 Penampang Melintang Jembatan

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V-3

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

5.2 PERHITUNGAN BANGUNAN ATAS
5.2.1 Perhitungan Sandaran
Railing atau sandaran merupakan pagar untuk pengamanan pengguna
jembatan khususnya pejalan kaki. Menurut Pedoman Perencanaan Pembebanan
Jembatan Jalan Raya halaman 10 :
Tiang-tiang sandaran pada setiap tepi trotoar harus diperhitungkan untuk
dapat menahan beban horizontal sebesar 100 kg/m’ yang bekerja pada
tinggi 90 cm diatas lantai trotoir.
Jika gelagar melintang diasumsikan menggunakan IWF 708x302x15x28215 dan rangka induk diasumsikan menggunakan IWF 428x407x20x35-283
maka tinggi sandaran dari sumbu bawah rangka induk dihitung sebagai berikut :
h1

= tinggi sandaran dari trotoar

= 900 mm

h2

= tinggi trotoar

= 250 mm

h3

= tinggi plat lantai kendaraan

= 200 mm

h4

= tinggi gelagar melintang

= 890 mm (IWF 708x302x15x28-215)

h5

= tebal sayap gelagar melintang = 23 mm

h6

= lebar profil rangka induk

= 407 mm (IWF 428x407x20x35-283)

Gambar 5.3 Tinggi Tiang Sandaran

hs = h1 + h2 + h3 + (h4 – h5 - (1/2 x h6))
= 708 + 250 + 200 + (708 – 23 - (1/2 x 407))
= 1639,5 mm
TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

Data Perencanaan σ ijin = 160 MPa E baja = 2.V-4 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI sedangkan tinggi total rangka adalah 6. a.13 kg/m (berat sendiri pipa sandaran) Sandaran direncanakan menggunakan pipa φ 76.1 x 105 MPa b.3 meter Sandaran diasumsikan mempunyai sendi pada rangka utama dengan panjang sandaran yang menumpu pada rangka utama sebesar (pada tengah bentang) : Dengan menggunakan rumus segitiga : Ls 5000 = 6300 (6300 − 1639.880 cm Pembebanan pada pipa sandaran : ◦ Beban horizontal (H) = 100 kg/m ◦ Beban vertikal (V) = 7.3 mm (3 inchi).809 mm = 369.5) 6300 = 3698.5) Ls = (5000× 4660. Data Teknis Profil D TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

63 cm t = 0.V-5 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI D = 7.254 × 3.374 kgm 8 Geser yang terjadi pada pipa sandaran : D c.254 kg/m RAV = = 1 × q × Ls 2 1 × 100.13 2 + 100 2 = 100.698 = 2 185.369 kg 2 Momen yang terjadi pada pipa sandaran : Mu = 1 × q × Ls 2 8 = 1 × 100. = 1 × q × Ls 2 = 1 × 100.254 × 3.369 kg Kontrol terhadap Bahan dan Tegangan yang Ada 1) Terhadap lendutan TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .085 cm G = 7.254 × 3.698 2 = 171.5 cm4 i = 2.4 cm 2 F = 9.6 cm R 2 = V + H2 = 7.13 kg/m I = 59.698 = 185.60 cm W = 15.

.003x 369..2 Perhitungan Lantai Trotoar Fungsi utama trotoar adalah memberikan layanan yang optimal bagi pejalan kaki baik dari segi keamanan maupun kenyamanan..5 τ ijin = 0...58 x σ ijin = 0.8 4 369...2... 5..3 ( 3 inchi ) dapat dipakai untuk sandaran.6 = 48..OK 15.95 cm < = = 2. Kerb yang terdapat pada tepi – tepi lantai kendaraan diperhitungkan untuk dapat menahan beban satu horisontal ke arah melintang jembatan sebesar ( P ) = 500 kg/m2 yang bekerja pada puncak kerb yang bersangkutan atau pada tinggi 25 cm diatas permukaan lantai kendaraan apabila kerb lebih tinggi dari 25 cm.054 cm…OK 6 180 180 384 x 2.369 x 15..6 3) Terhadap geser τ = DxS = 185.OK Jadi pipa φ 76.58 x 1600 = 928 kg/cm2 τ < τ ijin .1 x 10 x 59. TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .4 = 1098.V-6 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5 x qh x l 4 l < 384 E I 180 l 5 x 1...8 = 1..5 2) Terhadap momen σ u < σ ijin Mu = σ ijin W 17137..55 kg/cm2 < 1600 kg/cm2.. Berdasar PPJJR 1987 : Kontruksi trotoar harus diperhitungkan terhadap beban hidup ( q ) = 500 kg/m2.600 kg/cm2 l 59...

00 x 2500 = 625 kg • P2 (berat pelat jembatan) = 0.00 x 1.00 x 500 = 500 kg • H2 (beban tumbukan (pada trotoar)) = 1.00 x 500 = 500 kg 3) Akibat Momen yang terjadi di titik A • MP1 = 625 x 0.00 x 1.5 = 250 kgm • MH1 = 500 x 0.45 = 225 kgm + M total (Mu) = 1037.5 = 250 kgm • MH2 = 500 x 0.20 x 1. Pembebanan 1) Akibat Beban Mati • P1 (berat trotoar) = 0.5 = 312.5 kgm c.25 x 1.4 Pembebanan pada Trotoar a.00 x 2500 = 500 kg 2) Akibat Beban Hidup • H1 (beban pejalan kaki) = 1.5 kgm • MP2 = 500 x 0.V-7 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5. Data Perencanaan • f’c = 25 MPa • γ c = 2500 kg/m3 • fy = 240 MPa • φ = 16 mm • d = h – p – ½ φ tulangan = 250 – 40 – 8 = 202 mm b. Perhitungan Tulangan TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

0058 x 1000 x 202 = 1171.8xfy (1-0.6 mm2 Dipakai tulangan φ 16 .0087 < max….4 = 0.588 x ρ x 2400 ) 2 x 10 = 1 x 0.85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.0058 fy 240 ρ max = 0.85 ⎛⎜ 0.0013 ρ min = 1.85 fy 600 + fy ⎝ ⎠ ρ max = 0. dalam arah tegak lurus terhadap tulangan utama harus disediakan tulangan pembagi (untuk tegangan susut dan suhu) → untuk fy = 240 MPa As = 0.75 x 0.16.543 = 0 ρ = 0.0058 A = ρ x b x d = 0.85 600 + 2400 ⎠ ρ max = 0.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.OK Menurut SKSNI T15-1991-03 pasal 3.013 Karena ρ min > ρ → dipakai ρ min = 0.150 (As = 1340 mm2) Checking : ρ = As terpasang (b x d) 1340 ρ (1000 x 202) = 0.5 -2 ρ x 0.0025 x b x d As = 0.4 = 1.588 x ρ x 2 x 10 = f 'c ) bd 1037.0025 x 1000 x 202 = 505 mm2 Digunakan tulangan bagi D12-200 (A = 565 mm2) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .202 250 9031 ρ 2 – 1920 ρ + 2.V-8 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI fy Mu -2 ρx0.8 x 2400 (1-0.12.85 x 250 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.

Data Perencanaan • Mutu Beton (f’c) = 25 MPa • Mutu Tulangan (fy) = 240 MPa • Tebal Pelat Lantai = 20 cm • Tebal Perkerasan = 5 cm • φ tulangan rencana = 14 mm • Tebal Selimut Beton (p) = 40 mm ( untuk konstruksi lantai yang langsung berhubungan dengan cuaca ) • • Berat jenis beton ( γc ) Berat jenis aspal ( γa ) = 25 kN/m3 = 2500 kg/m3 = 22 kN/m2 = 2200 kg/m3 b.20 x 1.752 = 202.2.00 x 2200 = 110 kg/m • Berat air hujan = 0.05 x 1.00 x 1000 = 50 kg/m + ∑ qDL = 660 kg/m Momen Tumpuan = Momen Lapangan = 1/10 x q x L2 = 1/10 x 660 x 1.V-9 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.00 x 2500 = 500 kg/m • Berat aspal = 0. Perhitungan Momen Lentur Pada Pelat Lantai Kendaraan 1) Akibat Beban Mati : • Berat sendiri pelat = 0.125 kgm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .05 x 1.5 Pelat Lantai Kendaraan a.3 Perencanaan Pelat Lantai Kendaraan Gambar 5.

V .8 m ty = ( 30 + ( 2 x 15 )) = 60 cm = 0.333 kg/m2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 = 20833.8 x 0.6 Beban ” T ” o Beban ” T ’’ = 10 ton o Bidang kontak pada sumbu plat tx = ( 50 + ( 2 x 15 )) = 80 cm = 0. Gambar 5.6 m o Penyebaran Beban ” T’ ” 10000 T’ = 0.10 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 2) Akibat Beban Hidup ( T ) : Untuk perhitungan kekuatan lantai kendaraan atau sistem lantai kendaraan jembatan harus digunakan beban ” T ” yaitu beban yang merupakan kendaraan truck yang mempunyai beban roda ganda ( Dual Wheel Load ) sebesar 10 ton.

000 kgm Mym = Fym x T’ x tx x ty TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .80 m o ty = 0.7 Penyebaran Beban ” T ” pada Kondisi 1 o tx = 0.333 x 0.0865 Momen maksimum pada kondisi 1 ( satu roda ditengah pelat ) : Mxm = fxm x T’ x tx x ty = 0.8 x 0.457 Lx 1.75 ty 0.75 Dari tabel Bittner : Fxm = 0.8 tx = = 0.60 m o Lx = 1.1529 Fym = 0.00 m 0.V .75 m o Ly = 5.6 = = 0.343 Ly 1.6 = 1529.1529 x 20833.11 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • Kondisi 1 ( satu roda ditengah pelat ) Gambar 5.

12 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 0.75 1.0 o ty = 0.75 m tx = lx 1.6 = 865.333 x 0.0865 x 20833.V .8 x 0.75 = 1. yaitu : ƒ Bagian 1 o tx = 1.000 kg • Kondisi 2 ( dua roda berdekatan ) Gambar 5.6 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .8 Penyebaran Beban ” T ” pada Kondisi 2 Luas bidang kontak diatas dapat dihitung menjadi 2 bagian.

0572 Momen yang terjadi : Mxm1 = ƒxm = × T’ × tx × ty 0.500 kgm Mym1 = ƒym × T’ × tx × ty = 0.0904 × 20833.343 ty = lx o lx = 1.250 kgm ƒ Bagian 2 o tx = 0.0572 × 20833.0904 ƒym = 0.2106 ƒym = 0.3 1.6 1.75 × 0.75 = 0.6 = 1251.1043 Momen yang terjadi : Mxm2 = ƒxm × T’ × tx × ty = 0.75 × 0.343 tx = lx 0.171 ty = lx 0.75 m o ly = 5 m Dari tabel Bittner diperoleh : ƒxm = 0.6 m o lx = 1.3 × 0.75 = 0.3 m o ty = 0.75 m o ly = 5 m Dari tabel Bittner diperoleh : ƒxm = 0.333 × 1.6 1.333 × 0.75 = 0.V .2106 × 20833.750 kgm Mym2 = ƒym × T’ × tx × ty TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .13 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 0.6 = 789.6 = 1977.333 × 1.

000 = 1731.125 kgm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75 = 1187.125 kgm Dipilih momen pada kondisi 1 (satu roda ditengah pelat).5 – 789.125 + 1529.3 × 0.125 kgm MY = MyDL + MyLL = 202.125 = 860. Momen total yang terjadi pada pelat tengah akibat beban mati dan beban hidup adalah : MX = MxDL + MxLL = 202.000 = 1067.750 kgm Mym = 860.25 – 391.750 kgm Mym = Mym1 – Mym2 = 1251. yaitu : • • Momen maksimum pada kondisi 1 (satu roda ditengah pelat) : Mxm = 1529. karena menghasilkan nilai momen yang terbesar.333 × 0.125 + 865.125 kgm Momen maksimum pada kondisi 2 : Mxm = Mxm1 – Mxm2 = 1977.000 kgm Mym = 865.14 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 0.1043× 20833.000 kgm Momen maksimum pada kondisi 2 (dua roda berdekatan) : Mxm = 1187.125 kgm Momen maksimum akibat beban hidup “T” diambil dari momen terbesar pada kondisi 1 dan kondisi 2.6 = 391.V .

⎜ φ⎟ ⎝2 ⎠ = 200 – 40 – 8 = 152 mm = 0.00 m d ⎛1 ⎞ = h – p .00 × 0.152 Mx bd 2 = ⎟ ρ × 0.4 1.75 × 0.84 ρ 2 − 192 ρ + 0.8 ( factor reduksi untuk menahan momen lentur ) 1731.125 = 2163. φ = 0.V .8 × 240 × ⎜1 − 0.172 ρ balance = ⎛ 0.645 ρ ) ⎛ = 0.00583 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .588 × ρ × 0.947 = ρ × 0.15 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI c.639 = 936.588 × ρ × f ' c ⎟⎠ ⎝ 0.0645 = 0.152 m Mx bd 2 = 21.906 kgm = 21. Perhitungan Tulangan Pelat Lantai Kendaraan • Tulangan pada arah melintang jembatan (lx) Mx MX = MX = φ .75 × ρ balance = 0.947 = 192 ρ (1 − 5.4 fy = 240 = 0.639Nm 0.85 x 25 x 0.753 kN/m2 2 1.0051 2 = 0.936753 Mpa fy ⎞ ⎛ ⎝ 240 ⎞ ⎟ 25 ⎠ 1083.8 b = 1.947 = 0 ρ ρ 1 = 0.85 × f ' c × β1 ⎞ ⎛ 600 ⎞ ⎜⎜ ⎟⎟ × ⎜⎜ ⎟⎟ fy ⎝ ⎠ ⎝ 600 + fy ⎠ = ⎛ 0.85 ⎞ ⎜ ⎟ 240 ⎝ ⎠ ⎛ 600 ⎞ ⎟⎟ x ⎜⎜ ⎝ 600 + 240 ⎠ = 0.0645 ρ max ρ min = 0.8 × fy × ⎜⎜1 − 0.0483 = 1.

743 = ρ × 0.85 ⎞ ⎜ ⎟ 240 ⎝ ⎠ ⎛ 600 ⎞ ⎟⎟ x ⎜⎜ ⎝ 600 + 240 ⎠ = 0.00 × 0. ρ 2 = 0.85 × f ' c × β1 ⎞ ⎛ 600 ⎞ ⎟⎟ ⎟⎟ × ⎜⎜ ⎜⎜ fy ⎠ ⎝ 600 + fy ⎠ ⎝ = ⎛ 0.8 = 200 .906 kgm = 13.40 .8 ( factor reduksi untuk menahan momen lentur ) My = My = b = 1.174 = ⎛ 0.742948 Mpa 1.948 kN/m2 = 0.33906 kNm 0.743 = 0 ρ 1 ρ balance = 0. Syarat.33906 = 724.645 ρ ) fy ⎞ ⎛ ⎛ ⎝ 240 ⎞ ⎟ 25 ⎠ 1083.16 .136 m My bd 2 = 13.8 × 240 × ⎜1 − 0.8 × fy × ⎜⎜1 − 0.p .00 × 0.00 m d ⎛1 ⎞ = h .00583 As = ρ × b × d × 10 6 = 0.588 × ρ × f ' c ⎟⎠ ⎝ 0.16 mm2 Digunakan tulangan Ø 14 – 150 (As = 1026 mm2) • Tulangan pada arah memanjang jembatan (ly) My φ .85 x 25 x 0.125 = 1333.84 ρ 2 − 192 ρ + 0.16 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ρ min < ρ < ρ max .0645 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .00583 × 1.743 = 192 ρ (1 − 5. φ = 0.⎜ φ ⎟ ⎝2 ⎠ 1067. karena ρ < ρ min maka digunakan ρ = ρ min = 0.00325 .152 × 10 6 = 886.588 × ρ × 0.136 2 My bd 2 = ⎟ ρ × 0.V .φtul X .8 = 136 mm = 0.

512 mm = 7.25 cm Mencari momen lawan (Wx) y2 y1 = 80 2 x 185 − 1. karena ρ < ρ min maka digunakan ρ = ρ min = 0.0483 = 1.00583 As = ρ × b × d × 10 6 = 0. Syarat.488 mm = 0.8 kg/m2 A = 1.75 × ρ balance = 0.848 mm2 I = 237.136 × 10 6 = 792. 2) = 80 – 1.V .148 cm 2 x (80 2 x185 − 1.2(80 − 1. 2) 2 x3 2 x (80 2 x185 − 1.88 mm2 Digunakan tulangan Ø 12 – 125 (As = 905 mm2) d.2(80 − 1.2(80 − 1. 2) = 80 2 x 185 − 1.0645 = 0.75 × 0.4 fy = 240 = 0.00583 × 1.2 mm W = 14.6 cm4 YNA = 42.5 mm = 4.00 × 0.851 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .17 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ρ max ρ min = 0. Cek Deck Slab Direncanakan menggunakan dek baja type Ribdeck 80 dengan dimensi sebagai berikut : t = 1.488 = 78.2(80 − 1.4 1.00583 ρ min < ρ < ρ max . 2) 2 x3 = 1.

503 kg/cm2 < 1867 kg/cm2…….6 = 1605.2..263 < 1867 kg/cm = 71.148 W2 = 237.851 Untuk Wx dipakai W2 = 30.V ..18 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI W1 = 237.906 30.OK = = Wx 5.405 cm 3 0.6 = 30..4 Perencanaan Gelagar Memanjang TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .263 cm3 Cek tegangan yang terjadi : σ terjadi M < σ 2163.263 cm 3 7.

dan air hujan) • Beban hidup Beban hidup pada gelagar jembatan dinyatakan dengan beban “D” atau beban jalur.V .9 Pemodelan Beban Gelagar Memanjang Data teknis perencanaan gelagar memanjang : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .19 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gelagar jembatan berfungsi untuk menerima beban-beban yang bekerja diatasnya dan menyalurkannya ke bangunan dibawahnya. perkerasan. Gambar 5. yang terdiri dari beban terbagi rata “q” ton per meter panjang per jalur. Pembebanan pada gelagar memanjang meliputi : • Beban mati Beban mati terdiri dari berat sendiri gelagar dan beban-beban yang bekerja diatasnya (pelat lantai jembatan. dan beban garis “P” ton per jalur lalu lintas tersebut.

2.00 x 2500 = 625 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .10 Pembebanan Pada Gelagar Tepi 1.1 Gelagar tepi Gambar 5. Perhitungan momen lentur pada gelagar tepi a.20 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ◦ Mutu beton (f’c) = 25 Mpa ◦ Mutu baja (fy) = 240 Mpa ◦ Berat isi beton bertulang = 2500 kg/m3 ◦ Berat isi beton biasa = 2200 kg/m3 ◦ Berat isi aspal = 2200 kg/m3 ◦ Tebal pelat lantai kendaraan = 20 cm ◦ Tebal lapis perkerasan = 5 cm ◦ Tinggi trotoar = 25 cm ◦ Jarak antar gelagar melintang = 500 cm 5. Beban mati • Beban mati ( qD1) akibat pelat lantai trotoar dan beban diatasnya : ◦ Berat Trotoar = 0.4.25 x 1.

00 x 1000 = 50 kg/m ◦ Berat Dek Baja = 1.35 kg/m Beban mati akibat ( qD2 ) pelat lantai trotoar dan beban diatasnya : ◦ Berat Perkerasan = 0.35 kg/m + qD1 • = 1311.681 x 3 x 52 − 4 x 0.681 kg/m Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qD 2 x 3L2 − 4a 2 24 ( ) 593.05 x 0.875 x 2200 = 96.21 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ◦ Berat Pelat lantai = 0.875 x 2500 = 437.20x 1.00 x 2500 = 500 kg/m ◦ Berat air hujan = 0.931 kg/m + = 593.20 x 0.875 x 1000 = 50 ◦ Berat Dek Baja = 0.00 x 11.875 x 11.8752 24 ) = qE x L2 8 = qE x 52 8 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 kg/m ◦ Berat air hujan = 0.25 kg/m ◦ Berat Pelat lantai = 0.35 = qD2 kg/m 9.05 x 1.35 = 11.05 x 0.V .

Beban Hidup • Beban terbagi rata (“q”) Bentang jembatan = 80 m.389 kg/m Gaya geser maksimum akibat beban mati ( Dmak DL ) : Dmak DL = ½ x q x L = ½ x 1930.6 ) Jadi beban Mati Total ( qDL ) = qD1 + qE + qD3 = 1311.439 kg/m Berat Sendiri Profil Gelagar Memanjang ( qD3 ) = 49.65 t/m Untuk perhitungan momen dan gaya lintang : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .22 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI qE • = 569.6 = 1930.6 kg/m ( Diasumsikan menggunakan profil IWF 350 x 175 x 7 x 11 – 49.389 x 5 = 4825.389 x 52 = 6032.465 kgm b.V .439 + 49.1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.35 + 569. maka : q = 1.973 kg Momen maksimum akibat beban mati ( Mmak DL ) : Mmax DL = 1 8 x qDL x L2 = 1 8 x 1930.1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1.

25 + 300 • = 562.75 × α × s ′ . α = 0.75 × α × s ' × K dimana : = koefisien kejut. diperhitungkan beban sebesar 60% beban hidup trotoar.25 kg/m Beban garis “P” P = 12 ton.50 meter sedang lebar selebihnya dibebani hanya separuh beban “D” (50%). beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada lebar jalur 5. yang ditentukan dengan rumus : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .75 = 1.875 2 q’ = q × α × s′ 2.23 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban terbagi rata (q’) α q = 2.65 x 0.75 x 0.75 = 0.00 x 500 ) = 300 kg/m Beban Hidup terbagi rata pada gelagar tepi : q’ = 262.00 bila kekuatan gelagar melintang tidak diperhitungkan s’ = lebar pengaruh beban hidup pada gelagar tepi s’ = 1.50 meter.875 2.75 bila kekuatan gelagar melintang diperhitungkan. Beban hidup pada trotoar = 500 kg/m2 Pengaruh beban hidup pada trotar (q) q = 60% x ( 1.5 kg/m o Untuk perhitungan kekuatan gelagar karena pengaruh beban hidup pada trotoar.750 × 1 = 0. Untuk perhitungan momen dan gaya lintang : Beban garis (P’) K P = 2.525 t/m = 525 kg/m Ketentuan penggunaan beban “D” dalam arah melintang jembatan : o Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan lebih besar dari 5. q’ = 50 % × 525 kg/m = 262. α = 1. dimana : = faktor distribusi.

153 2.50 meter sedang lebar selebihnya dibebani hanya separuh beban “D” (50%).125 kg Momen maksimum akibat beban hidup (Mmak LL) : ⎛1 ⎛1 ⎞ 2⎞ MmaxLL = ⎜ × q ′ × l ⎟ + ⎜ × P × l ⎟ ⎝8 ⎠ ⎝4 ⎠ ⎞ ⎞ ⎛1 ⎛1 = ⎜ × 562.302 T = 3302 kg Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan lebih besar dari 5.50 meter. P’ = 50 % × 3302 = 1651 kg Gaya geser maksimum akibat beban hidup ( Dmak LL ) : DmakLL = ½ p’ + ½ q’ L = ( ½ x 1651 ) + ( ½ x 562.098 kg Momen total pada gelagar tepi : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75 × α × s ' × K = 12 x 0.V .24 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI K P’ ⎛ 20 ⎞ ⎛ 20 ⎞ ⎟⎟ = 1 + ⎜⎜ ⎟⎟ = 1. beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada lebar jalur 5.75 = 3.125 kg = 7057.875 x 1.25 × 5 2 ⎟ + ⎜ ×1651× 5 ⎟ ⎠ ⎠ ⎝4 ⎝8 = 3820.153 = 1 + ⎜⎜ ⎝ (50 + L ) ⎠ ⎝ (50 + 80) ⎠ P = 2.75 x 0.25 x 5 ) = 2231.973 kg + 2231.781 kgm Gaya geser total pada gelagar tepi : Dtot = DmakDL + Dmak LL = 4825.

781 kgm = 9853.1 × 10 )× 13600 < δ ijin = 0. Pendimensian profil gelagar tepi Mtot = 9853.150 < 1. Kontrol terhadap bahan dan tegangan • Kontrol terhadap lendutan ( δ ) δ max • = 5 × q tot × L4 P × L3 + 384 EI x 48 EI x = L 5 × (19.758 cm3 Digunakan profil baja IWF 350 × 175 x 7 x 11 – 49.7 3.6 350 175 7 11 14 Momen Inersia Ix Iy Luas tampang 63.623) × 500 4 1651 × 500 3 < + 6 6 500 384 × (2.6 1867 = 527.465 kgm + 3820.14 Ukuran (mm) 13600 984 Jari-jari Inersia ix iy 14.00 cm = 0.712 + 0.246 kgm 2.1 × 10 )× 13600 48 × (2.95 Momen Lawan Wx Wy 775 112 3.00 cm………..V .303 + 5..246 kgm = 985324.6 kgcm σ Bj 44 = 1867 kg/cm2 Wx = Mtot σ = 985324.OK Kontrol terhadap tegangan lentur yang terjadi ( σ ) : σ terjadi = M tot Wx < σ TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 Profil Berat WF (kg/m) A B t1 t2 r 350 x 175 49.25 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Mtot = Mmax DL + Mmax LL = 6032.862 cm < 1.

.58 × σ < 1082.26 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 985324.86 kg/cm2………OK = 286.303 + 5.404 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .623) × 500 ⎟ + ⎜ × 1651⎟ ⎝2 ⎠ ⎝2 ⎠ = 7057 kg Aweb = Aprofil – Aflens = 63.64 cm2 τ terjadi = Dmax Aweb < τ = 7057 24.64 < 0.386 kg/cm2 • < 1867 kg/cm2…….OK Kontrol terhadap tegangan geser yang terjadi ( τ ) Dmax = ⎛1 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ × qtot × L ⎟ + ⎜ × P ⎟ ⎝2 ⎠ ⎝2 ⎠ = ⎛1 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ × (19.6 775 < 1867 kg/cm = 1271.1)) = 24...5 × 1.(2 × (17 .V .14 .

11 Penampang Melintang Gelagar Tengah 1) Perhitungan momen lentur pada gelagar tengah a.05 × 0.875 x 11.V .27 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.20 × 0.875 × 1000 = 43.35 = qDL 9.2 Gelagar tengah Gambar 5.431 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .25 kg/m • Berat lapis perkerasan • Berat pelat lantai kendaraan = 0.875 × 2200 = 96.4.05 × 0.875 × 2500 = 437.931 kg/m kg/m + = 587.50 kg/m • Berat air hujan = 0. Beban mati = 0.2.75 • Berat profil dan dek baja = 0.

480 x 5 = 2941.V .444 kg/m Beban mati yang bekerja pada gelagar Tengah = 2 x qE = 2 x 563.6 kg/m ( Diasumsikan menggunakan profil IWF 350 x 175 x 7 x 11 – 49.2 kg Momen maksimum akibat beban mati ( Mmax DL ) : MmaxDL = 1 × q DL × l 2 8 = 1 × 1176.6 = 1176.480 × 5 2 8 = 3676.28 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) ( 587.444 = 1126.8752 24 ) qE = qE x L2 8 = qE x 52 8 = 563.431 x 3 x 52 − 4 x 0.888 kg/m Berat Sendiri Profil Gelagar Memanjang = 49.5 kgm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .888 + 49.480 kg/m Gaya Geser maksimum akibat beban mati ( Dmak DL ) : Dmak DL = ½ x q x L = ½ x 1176.6 ) Beban Mati Total ( qDL ) = 1126.

65 t/m Untuk perhitungan momen dan gaya lintang : Beban terbagi rata (q’) q = 2. Beban Hidup • Beban terbagi rata (“q”) Bentang jembatan = 80 m.7875 t/m = 787. α = 0.75 × 1.5 kg/m 2.5 kg/m = 787.5 kg/m • Beban garis “P” P = 12 ton Untuk perhitungan momen dan gaya lintang : Beban garis (P’) P = 2.50 meter. beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada lebar jalur 5.153 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75 = 0.75 Ketentuan penggunaan beban “D” dalam arah melintang jembatan : o Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan lebih besar dari 5.75 × α × s ′ dimana : α = faktor distribusi.50 meter sedang lebar selebihnya dibebani hanya separuh beban “D” (50%).V .00 bila kekuatan gelagar melintang tidak diperhitungkan s’ = lebar pengaruh beban hidup pada gelagar tepi = 1. Beban Hidup terbagi rata pada gelagar tengah : q’ = 100 % × 787.1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.75 bila kekuatan gelagar melintang diperhitungkan.65 × 0. yang ditentukan dengan rumus : ⎛ 20 ⎞ ⎛ 20 ⎞ ⎟⎟ = 1 + ⎜⎜ ⎟⎟ = K = 1 + ⎜⎜ ⎝ (50 + 80) ⎠ ⎝ (50 + 80) ⎠ 1.75 × α × s ' × K . maka : q = 1. dimana : K = koefisien kejut. α = 1.75 m q’ = 1.29 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI b.1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1.

5 x 5 ) = 5270.50 meter sedang lebar selebihnya dibebani hanya separuh beban “D” (50%).75 × 1.604 T = 6604 kg Ketentuan penggunaan beban “D” dalam arah melintang jembatan : Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan lebih besar dari 5.75 kg Momen maksimum akibat beban hidup (Mmax LL) : Mmax = = ⎛1 ′ 2 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ ×q ×l ⎟ + ⎜ × P×l⎟ ⎝8 ⎠ ⎝4 ⎠ ⎞ ⎛1 ⎛1 2⎞ ⎜ × 787.30 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI P’ P = 2.938 kgm Gaya geser total pada gelagar tengah : Dtot = DmakDL + Dmak LL = 2941.20 kg + 5270.V .5 × 5 ⎟ + ⎜ × 6604 × 5 ⎟ 8 4 ⎠ ⎠ ⎝ ⎝ = 10715.75 kg = 8211.75 = 6. beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada lebar jalur 5.95 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75 × α × s ' × K = 12 × 0. P’ = 100 % × 6604 = 6604 kg Gaya geser maksimum akibat beban hidup ( Dmax LL ) : DmakLL = ½ p’ + ½ q’ L = ( ½ x 6604 ) + ( ½ x 787.153 2.75 × 1.50 meter.

885 cm3 1867 Digunakan profil baja IWF 350 × 175 x 7 x 11 – 49.875) × 500 4 6604 × 500 3 < + 6 6 384 × (2.1 × 10 )× 13600 500 = 0.50 + 10715.968 cm < 1.7 3..OK Kontrol terhadap tegangan lentur yang terjadi ( σ ) : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .14 Ukuran (mm) Momen Inersia Ix Iy 13600 984 Jari-jari Inersia ix iy 14..6 350 175 7 11 14 Luas tampang 63.7 kgcm σ Bj 44 = 1867 kg/cm2 Wx = Mtot σ = 1439243.V .764 + 7.7 = 770.6 Profil Berat WF (kg/m) A B t1 t2 r 350 x 175 49.409 < 1.31 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Momen total pada gelagar tengah : Mtot = Mmax DL + Mmax LL = 3676.1 × 10 )× 13600 48 × (2.938 = 14392.437 kgm 2) Pendimensian Profil gelagar tengah Mtot = 14392.00 cm = 0.559 + 0.95 Momen Lawan Wx Wy 775 112 3) Kontrol terhadap bahan dan tegangan • Kontrol terhadap lendutan ( δ ) δ max 5 × q tot × L4 P × L3 + = 384 EI x 48 EI x = • < δ ijin L 5 × (11.00 cm……….437 kgm = 1439243.

088 kg/cm2 • σ < 1867 kg/cm2…….86 kg/cm2………OK = 289.75 kg Aweb = Aprofil – Aflens = 72.1)) = 28.38 < 0..764 + 7.16 .58 × σ < 1082.9 × 1.7 775 < 1867 kg/cm = 1857..OK Kontrol terhadap tegangan geser yang terjadi ( τ ) Dmax = ⎞ ⎞ ⎛1 ⎛1 ⎜ × qtot × L ⎟ + ⎜ × P ⎟ ⎠ ⎠ ⎝2 ⎝2 = ⎛1 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ × (11.32 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI σ terjadi = M tot Wx < = 1439243.75 28.V .(2 × (19 .38 cm2 τ terjadi = Dmax Aweb < τ = 8211.349 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ..875) × 500 ⎟ + ⎜ × 6604 ⎟ ⎝2 ⎠ ⎝2 ⎠ = 8211.

Beban Mati Terdiri dari berat sendiri gelagar dan beban yang bekerja diatasnya (gelagar memanjang. elemen struktur komposit terbentuk melalui kerjasama antara gelagar melintang dengan pelat beton. Untuk menjaga agar lekatan ini tetap ada.5 Perencanaan Gelagar Melintang Pembebanan pada gelagar melintang meliputi : a. Beban Hidup Beban hidup pada gelagar jembatan dinyatakan dengan beban “D“atau beban jalur. Pemakain dek baja dibawah pelat beton berfungsi sebagai cetakan tetap dan untuk menahan momen positif yang terjadi pada pelat beton.2. dan air hujan). perkerasan.1 Kondisi Pre Komposit Kondisi pre komposit adalah kondisi dimana pelat beton belum mengeras dan beban hidup belum bekerja TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . b. 5. yang terdiri dari beban terbagi rata “q” ton permeter panjang perjalur lalu lintas tersebut. perlu adanya penghubung geser (shear conector) yang berfungsi untuk menahan gaya geser yang terjadi pada bidang pertemuan antara pelat beton dengan gelagar melintang.V . Factor penting dalam struktur komposit adalah lekatan antara gelagar melintang dengan pelat beton harus tetap ada. Pada jembatan rangka baja.2.33 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.5. Pemasangan dek baja sejajar dengan gelagar melintang. pelat lantai jembatan.

V .12 Beban Mati Pada Kondisi Pre Komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .34 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 1. Perhitungan Momen Lentur Gelagar Melintang Gambar 5.

00 x 2500 = 500 kg/m Berat air hujan = 0.00 x 2500 = 625 kg/m Berat plat lantai = 0.875 x 2500 = 437.35 = 11.35 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban P1 Berat trotoar = 0.20 x 0.00 x 1000 = 50 kg/m Berat dek baja = 1.5 Berat air hujan = 0.25 x 1.35 kg/m + = 1311.75 kg Beban P2 Berat plat lantai kendaraan = 0.875 x 1000 = kg/m 43.05 x 1.00 = 6556.05 x 0.35 x 5.75 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .20 x 1.35 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P1 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P1 = q1 x L = 1311.00 x 11.

18 kg/m Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) ( 491.620 kg Beban P3 Berat gelagar memanjang IWF 350 x 175 x 7 x 11 – 49.18 x 3 x 52 − 4 x 0.8752 24 ) = qE x L2 8 = qE x 52 8 qE = 471.05 x 0.35 = 9.5 Berat air hujan = 0.875 x 2500 = 437.75 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 x 5.875 x 1000 = kg/m 43.123 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P2 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P2 = qE x L = 471.V .00 = 2355.123 x 5.00 = 248 kg Beban P4 Berat plat lantai kendaraan = 0.36 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Berat dek baja = 0.20 x 0.93 kg/m + = 491.875x 11.6 kg/m P3 = 49.6 = 49.

8752 24 qE ) = qE x L2 8 = qE x 52 8 = 471.123 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P4 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P4 = ( 2 qE x L ) + ( berat gelagar memanjang x 5 ) = ( 2 x 471.123 x 5.35 = 9.75 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .93 kg/m + = 491.5 Berat air hujan = 0.18 kg/m Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) ( 491.6 x 5 ) = 4994.875 x 2500 = 437.V .20 x 0.875 x 1000 = kg/m 43.37 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Berat dek baja = 0.23 kg Beban q4 Berat plat lantai kendaraan = 0.18 x 3 x 52 − 4 x 0.875x 11.05 x 0.00 ) + ( 49.

752 8 qE = 327.453 kg/m = beban merata ekivalen yang bekerja = 2 x qE = 654.18 kg/m Beban segitiga diubah menjadi beban merata ekivalen : qE x L2 12 qE x L2 8 = 491.875x 11.7 52 12 491.35 = 9.93 kg/m + = 491.38 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Berat dek baja = 0.18 x 1.V .18 x 1.906 kg/m Reaksi Perletakan : RA = RB = (3xP4) + (2 x ( P1 + P2 + P3)) + (qE x L )) 2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

5 kg MP = 1 8 1 8 = x q x L2 x 215 x 92 = 2176.5) − ( ( P1+ P 2 + P3) x 3.875 = 39664.875 kgm Perhitungan geser dan momen yang bekerja pada kondisi Pra-Komposit : DPRA = 18288. Pendemensian Gelagar Melintang MPRA = 39664.98 kg Momen maksimum akibat beban mati : = (RAV x 4.906 x 3.5 x 1.913 kgm Berat sendiri gelagar melintang = 215 kg/m Asumsi gelagar melintang memakai profil IWF 708x302x15x28-215 RP = ½ x q x L = ½ x 215 x 9 = 967.5 x 1.39 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = = (3x4994.75 ) = 37487.75) − (qE x 3.75) = (18288 .5 = 19256.5 ) − (9160 .48 kg MPRA = 37487.8 kgcm σ Bj 44 = 1867 kg/cm2 Wx = Mtot σ = 3966478.98 x 4.V .5 ) − (4994 .519 cm3 1867 Digunakan profil baja IWF 708x302x15x28-215 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .23) + (2 x 9160.5 ) − (P 4 x1.37 x 3.37) + (654.23 x 1.788 kgm = 3966478.98 + 967.788 kgm 2.75 ) − (654 .913 + 2176.906 x 5)) 2 18288.8 = 2124.

4 a12 ) + (3 L2 .6 237000 12900 Jari-jari Inersia ix iy 29. Kontrol Tergadap Bahan Dan Tegangan o Kontrol terhadap lendutan ( δ ) q = (215 x 9) + (654.4 a22 ) = 24 EI 24 EI TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .37 kg dan P2 = 4994.371 kg/m = 7.243 kg/cm o Akibat beban terpusat di tepi P1 = 9160.4 6.40 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Profil Berat WF (kg/m) A B t1 t2 r 708 x 302 215 708 302 15 28 28 Luas Ukuran (mm) Momen Inersia tampang Ix Iy 273.86 Momen Lawan Wx Wy 6700 853 3.23 kg δ1 = P1 x a1 P1 x a2 (3 L2 .V .906 x 7) 9 = 724.

75 x900 4 = 0.23 x 275 (3 x 9002 .244 = 0.152 cm o Akibat berat sendiri gelagar melintang Gelagar melintang adalah IWF 594x302x14x23-175 dengan berat 175 kg/m δ 3 = = 5 xqxL4 384 EI 5 x1.V .23 x 900 3 48 x 2.183 + 0.23 kg δ 2 = P2 x L3 48 EI = 4994.427 cm o Akibat beban terpusat di tengah P2 = 4994.152 + 0.41 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 9160.1 x 10 6 x 237000 24 x 2.1 x 10 6 x 237000 = 0.052 cm 384 x 2.1 x 106 x 237000 = 0.052 = 0.4 x 2752 ) + 24 x 2.427 + 0.37 x 100 (3 x 9002 .1x10 6 x 237000 Lendutan total pada kondisi pra komposit adalah : δ total = δ 1 + δ 2 + δ 3 = 0.631 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .4 x 1002 ) 4994.

359 < 1082..631 < δ ijin = 1.800 cm .……OK o Kontrol terhadap tegangan lentur yang terjadi ( σ ) : σ terjadi = M tot Wx < = 3966478.3 ) = 3532.800 cm 500 δ PRA.42 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Lendutan Ijin ( δ ijin ) δ ijin = 900 = 1.2 x 2.58 x σ = 191.8 x 34 ) + (1.V .KOMP L 500 = = 0.9 x 16.745 1.OK σ o Kontrol terhadap tegangan geser yang terjadi ( τ ) : Sx = ( 30...745 cm3 τ terjadi = = D pra x Sx < τ b x Ix 19256.48 x 3532.5 x 237000 < 0.86 kg/cm2 ………OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .8 6700 < 1867 kg/cm = 592.011 kg/cm2 < 1867 kg/cm2……..5 x 26.

0112 + ( 3 x 114.011 kg/cm2 τi = = < σ σ2 + ( 3 xτ2 ) 592.906 x 7 ) + ( 215 x 9 ) = 11513.745 1.OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .8 6700 = 592.V .572 x 3532.153 kg/ cm2 < 1867 kg/cm2 < 1867 kg/cm2…….8 kgcm PxS τ etrjadi = b x Ix = 11153.788 kgm = 3966478.572 kg Mpra = 39664.149 kg/cm2 σ terjadi = = M Wx 3966478.149 2 ) = 624.43 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI o Kontrol terhadap tegangan idiil ditengah bentang ( τ i ) : P = P3 + ( qE x 7 ) + ( qD x 9 ) = 4994.23 + ( 654.5 x 237000 = 114.

2 Kondisi Post Komposit Kondisi pre komposit adalah kondisi dimana pelat beton telah mengeras dan beban hidup telah bekerja 1.V .44 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.13 Beban Mati Pada Kondisi Post Komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .2. Perhitungan Momen Lentur Gelagar Melintang Beban Mati Gambar 5.5.

875 x 1000 = 43.00 = 3125 kg Beban P2 Berat air hujan = 0.45 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban P1 Berat trotoar = 0.25 kg/m + = 140 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .25 x 1.05 x 0.875x 2200 = 96.75 kg/m Berat lapis perkerasan = 0.V .00 x 2500 = 625 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P1 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P1 = q1 x L = 625 x 5.05 x 0.

05 x 0.283 x 5.875 x 1000 = 43.8752 24 ) qE = qE x L2 8 qE x 52 8 = 134.V .875x 2200 = 96.00 = 671.46 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) = ( 140 x 3 x 52 − 4 x 0.75 kg/m Berat lapis perkerasan = 0.283 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P2 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P2 = qE x L = 134.05 x 0.415 kg Beban P3 Berat air hujan = 0.25 kg/m + = 140 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

8752 24 ) qE = qE x L2 8 qE x 52 8 = 134.00 ) = 1342.25 kg/m + = 140 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .875 x 1000 = 43.283 x 5.47 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) = ( 140 x 3 x 52 − 4 x 0.75 kg/m Berat lapis perkerasan = 0.05 x 0.875x 2200 = 96.283 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P4 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P3 = ( 2 qE x L ) = ( 2 x 134.V .83 kg Beban q4 Berat air hujan = 0.05 x 0.

48 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban segitiga diubah menjadi beban merata ekivalen : qE x L2 12 = 491.5 ) − (P3x1.75) − (qE x 3.V .666 x 5)) 2 6277.752 8 qE = 93.666 kg/m Reaksi Perletakan : RA = RB = = = (3xP3) + (2 x ( ( P1 + P2)) + (qE x L )) 2 (3x1342.83) + (2 x 3796.5 x 1.75) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .18 x 1.31 kg ( D1) Momen maksimum akibat beban mati : = (RAV x 4.5) − ( ( P1+ P 2) x 3.333 kg/m = beban merata ekivalen yang bekerja = 2 x qE = 186.7 52 12 qE x L2 8 qE x 1.415) + (186.

5) + (2 x q2 x 0.5 m q1 = q x 5. Beban Hidup • Beban terbagi rata (“q”) Bentang jembatan = 80 m.5) + ( 2 x 1500 x 0.00) 2 = 10875 kg Momen maksimum yang terjadi akibat beban q : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .65 t/m o Beban terbagi rata sepanjang gelagar melintang untuk lebar 5.5 = 3 t/m = 3000 kg/m 2.5 ) − (1342 .1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1.75 o Beban terbagi rata untuk lebar sisanya q2 = 50 % × 3000 kg/m = 1500 kg/m o Beban terbagi rata pada trotoar q3 = 60% x ( 500 x 500 ) = 1.00) 2 (3000 x 5. maka : q = 1.31 x 4.1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.613 kgm ( M1 ) b.666 x 3.75) + (2 x 1500 x 1.5 ) − (3796 .75 = 1.5 2.5 x 1.65 x 5.49 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = (6277 .75) + (2 x q3 x 1.75 ) − (186 .83 x 1.415 x 3.75 ) = 11468.5 ton/m = 1500 kg/m Reaksi peletakan : RA = RB = = (q1 x 5.V .

0 x 4.25)-(3x 5.0 x 0.729167 t = 8729.0)-(q3 x 1.5x1.25)-(q2 x 1.5)–(q1 x 5.5 x 7.5)–(1.0 x 0.5 x 5.5)–(3x 5.V .0 x 8.5) = 0 RA = • 78.75)–(q3 x 1.0 x 8.5 x 1.5x1.182 o Beban P bekerjasepanjang gelagar melintang untuk lebar 5.0)-(1.5x1.561 = 8.5)–(1500x1.75)–(1.25)-(q1 x 5.5) = 0 (RA x 9.5) = 0 RB = 66.5x1.125 kgm ( M2 ) Menentukan Geser Maksimum ( Dmak ) akibat beban q Reaksi Peletakan Σ MA = 0 (RB x 9.5x1.0 x 0.5) = 0 (RB x 9.75 x 3.167 kg ( D2 ) 9 Beban “P” P = 12 ton ⎛ 20 ⎞ ⎟⎟ Koefesien kejut ( K ) = 1 + ⎜⎜ ⎝ (50 + L ) ⎠ K ⎛ 20 ⎞ ⎟⎟ = 1 + ⎜⎜ ⎝ (50 + 80) ⎠ = 1.50 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = (RA x 4.5 kg 9 Σ MB = 0 (RA x 9.125) – (q1 x 2.75 x 1.75x3.5x7.5x5.5 x 3.4375 t = 7437.75)–(q3 x 1.375) = (10875x4.5 x 3.5) – (1500 x 1.0 x 0.125)–(3000x2.375) = 28078.5 x 1.0x 8.0)-(1500x0.0)-(1.25)-(1.5 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75x1.5x1.(q2 x 0.5)–(q2 x 1.0x4.0 x 8.0)-(q3 x 1.9375 = 7.75)–(1.0) .

25) = 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75 o Beban P untuk lebar sisanya ( 50% dari P1 ) P2 = 50 % × 5158 kg/m = 2579 kg/m Reaksi Perletakan: RA = = (P2 x 0.5) – (P2 x 0.5) + (P2 x 0.(5158x5.0) .125 ) – ( 5158 x 2.182 = 5.25) = 0 (RB x 9.5) + (2579 x 0.158 t/m = 5158 kg/m 2.75) – (P2 x 1.5x 3.375) = (16118.75) 2 (2579 x 0.125) – (P1 x 2.75 x 1.75) + (5158 x 5.5 x 3.75) – (2579x1.75) 2 = 16118.(P1 x 5.75) + (P1 x 5.0) .75 kg Momen maksimum yang terjadi akibat beban garis ”P” Mmax = (RA x 4.50 x 7.51 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI P1 = P 12 x K = 2.75 x 1.156 kgm ( M3 ) Menentukan Geser Maksimum ( Dmak ) akibat beban P : Reaksi Peletakan : Σ MA = 0 (RB x 9.V .75 x 3.50 x 7.375) = 46986.75x 4.75 x 3.5) – ( 2579 x 0.75 x 1.

75) = 0 RA = 155707.749 kg 2.31 + 8729.48 + 6277.5 x 5.156 = 126197.0) .0 4 beff ≤ beff ≤ Jarak antar gelagar = 5.25 m = 2.25) – (2579x1.708 kg 9 Σ MB = 0 (RA x 9.4 m Diambil nilai beff yang terkecil.5 x 5.25) – (P2 x 1.682 kgm • Geser Dpost = Dpra + D1+ D2 + D3 = 19256.75) = 0 (RA x 9.50 x 1.(P1 x 5.613 + 28078.0 m beff ≤ 12 × Tebal pelat = = 12× 0.V .0) -(5158x5.167 + 17300.788+ 11468.25 m Data teknis profil IWF 708 × 302 x 15 x 28 – 215 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .2 = 2.792 = 51563. beff = 2.375 = 14936.792 kg ( D3 ) 9 Perhitungan Momen dan Geser yang Bekerja • Momen Mpost = Mpra + M1+ M2+ M3 = 39664.52 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI RB = 134430.50 x 1.125 = 17300. Perhitungan Gelagar Komposit Perhitungan lebar efektif : Syarat : 1 Bentang 4 1 × 9.125 + 46986.

6 237000 12900 Jari-jari Inersia ix iy 29.9 ~ 9 23500 Luas baja ekuivalen ( AEKIVALEN ) : beff b’ = AEKIVALEN = b’ x t n = 2250 = 250 mm = 25 cm 9 = 25 x 20 = 500 cm2 APROFIL = 273.90 Momen Lawan Wx Wy 6700 853 Angka Ekivalen ( n ) : Es = 2.53 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Profil Berat WF (kg/m) A B t1 t2 r 708 x 302 215 708 302 15 28 28 Luas Ukuran (mm) Momen Inersia tampang Ix Iy 273.1 x105 = = 8.6 cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .1 × 10 5 MPa Ec = 4700 = Es Ec n f ' c = 4700 25 = 23500 Mpa 2.4 6.

743 cm Momen inersia penampang komposit ( Ik ) : = 2 2 ⎛ ⎛ ⎞⎞ ⎛ ⎛ ⎞⎞ ⎜ I + ⎜ A × ⎛⎜ y − h ⎞⎟ ⎟ ⎟ + ⎜ ⎛⎜ 1 × ⎛⎜ be ⎞⎟ × t 3 ⎞⎟ + ⎜ ⎛⎜ be ⎞⎟ × t × ⎛⎜ h + t − y ⎞⎟ ⎟ ⎟ ⎟ ⎜ n ⎜ x ⎜ 1 ⎝ 2 ⎠ ⎟⎠ ⎟⎠ ⎜⎝ ⎜⎝ 12 ⎝ n ⎠ 2 ⎝ ⎠ ⎟⎠ ⎟⎠ ⎠ ⎝⎝ ⎠ ⎝ ⎝ TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 x ⎜ ⎟ ⎟⎟ + ⎜⎜ ⎜ ⎟ x 20 x ⎜ 70.6 = 773.V .8 + ⎟ ⎟⎟ 2 ⎠⎠ ⎝ ⎝ 2 ⎠⎠ ⎝⎝ 9 ⎠ ⎝ ⎛ ⎞⎞ ⎛ 225 ⎜⎜ 273.6 cm2 Titik berat penampang komposit ( Y komp ) : y = ⎛ t ⎞⎞ ⎛ h ⎞⎞ ⎛⎛ b ⎞ ⎛ ⎜⎜ A1 × ⎜ ⎟ ⎟⎟ + ⎜⎜ ⎜ e ⎟ × t × ⎜ h + ⎟ ⎟⎟ 2 ⎠⎠ ⎝ 2 ⎠⎠ ⎝⎝ n ⎠ ⎝ ⎝ ⎛ ⎛b ⎞⎞ ⎜⎜ A1 + ⎜ e × t ⎟ ⎟⎟ ⎝ n ⎠⎠ ⎝ = ⎛ 20 ⎞ ⎞ ⎛ ⎛ 70.8 ⎞ ⎞ ⎛ ⎛ 225 ⎞ ⎜⎜ 273.54 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Luas penampang komposit ( AKOMPOSIT ) : AKOMPOSIT = AEKIVALEN + APROFIL = 500 + 273.6 + ⎜ x 20 ⎟ ⎟⎟ ⎠⎠ ⎝ 9 ⎝ = 64.

743− + ⎜ x25 x203 ⎟ + ⎜ 25x20x ⎜ 70.5 mm.55 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 2 2 ⎛ ⎛ 70.14 Titik Berat Penampang Komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .667 + 128913.8 ⎞ ⎞⎟ ⎞⎟ ⎛ 1 20 ⎞ ⎞ ⎛ ⎞ ⎛ ⎛ = ⎜ 237000+ ⎜ 273.8 + − 64.743⎟ ⎟ ⎟ ⎜ ⎜ 2 ⎠ ⎟⎠ ⎟⎠ ⎝ 12 2 ⎠ ⎟⎠ ⎝ ⎠ ⎜⎝ ⎝ ⎝ ⎝ = 472572.787 + 16666.8 cm Balok komposit direncanakan menggunakan dek baja trapesium dengan tinggi rusuk 55 mm dan tebal 4.V .4 cm 2 Yc = h profil + ½ x h beton = 708 + ½ x 200 = 808 mm = 80. Gambar 5.624 = 618153.6x ⎜ 64.078 cm4 Yts = Ybs = 708 = 354 mm = 35.

106 kg/cm2 • < 0.8 + 20 − 64...743) 9 × 618153...8 − 64..8 + 1146861.2 × (70.6) × 6...45 × 250 112...5 kg/cm2 < Pada sayap atas profil baja σ BS = ⎛h⎞ MD ×⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ + M L × (h − y ) IX IK < σS (3966478.078 1867 kg/cm2 < < 1867 kg/cm2.56 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 3..5 kg/cm2.3) × ⎛⎜ 70..743) < 0..2 × (70..316 kg/cm2 • ⎝ 2 ⎠ + (2807812...OK Pada sayap bawah profil baja σ BS = ⎛h⎞ MD ×⎜ ⎟ ⎝2⎠ + ML × y IX IK < σS TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ..OK < Pada bagian bawah pelat beton σC = = M post × (h − y ) n × Ik σc < 12619768...057 618153.078 = 59.552 = 837.764 + 73. Perhitungan Terhadap Tegangan o Kontrol terhadap tegangan lentur ( σ ) • Pada bagian atas pelat beton σC = = M post × (h + t − y ) n × Ik 12619768..45 × 250 9 × 618153.5 + 4698615.V .8 ⎞⎟ = 237000 = 763.078 = 13.739 kg/cm2 • σc < 112...

958 kg/cm2 < 1867 kg/cm2.8 ⎞⎟ 137000 ⎝ 2 ⎠ + (2807812.194 < 1867 kg/cm2 = 1549.3) × ⎛⎜ 70.078 = 763..8 + 1146861...764 + 786..5 + 4698615.011 kg/cm2 Pada sayap bawah profil baja = 592.OK o Diagram tegangan sebelum dan sesudah komposit • • Tegangan sebelum komposit ( pra komposit ) Pada sayap atas profil baja = 592.15 Diagram Tegangan Sebelum Dan Sesudah Komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .739 kg/cm2 Pada sayap atas profil baja = 837.743 618153..316 kg/cm2 Pada sayap bawah profil baja = 1549.011 kg/cm2 Tegangan sesudah komposit ( post komposit ) Pada bagian atas pelat beton = 59.016 kg/cm2 Pada bagian bawah pelat beton = 13..V .6 ) × 64...57 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI (3966478.958 kg/cm2 Gambar 5.

V - 58

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

o Kontrol terhadap tegangan Geser (τ )

Statis momen terhadap garis netral komposit :

Pada Plat Beton
Sx1 = b’ x t x ek
= 250 x 200 x 160,57
= 8028500 mm3 = 8028,5 cm3

Pada Profil baja
Sx1 = Aprofil x es
= 273,6 x 293,43
= 80282,448 mm3 = 80,282 cm3

τ TERJADI
τ TERJADI

=
=

DPOST x ( S x1 + S x 2 )
< τ
b x Ix
51563,749 x ( 8028,5 + 80,282)
1,5 x 237000

< 0,58 x σ

= 1176,144 < 1082,86 kg/cm2 .....OK

o Kontrol terhadap Lendutan (τ )

1. Akibat beban mati ( pada kondisi pre komposit dan post komposit )
TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 59

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Kondisi pre komposit

Kondisi post komposit

P1

= P PRE KOMPOSIT + P KOMPOSIT
=

P2

= 12956,785 kg

= P PRE KOMPOSIT + P KOMPOSIT
=

qE

9160,37 + 3796,415
4994,23 + 1342,83

= 6337,06 kg

= qE PRE KOMPOSIT + qE KOMPOSIT
=

654,906 + 186,666

qD

= 215 kg/m

q

=

= 841,572 kg/m

(841,572 x 7 ) + ( 215 x 9)

⎛ 5 x q x L4 ⎞

9
⎛ P xa

= 869,556 kg/m

⎛ P x L3 ⎞

⎟⎟ + ∑ ⎜⎜
⎟⎟
δ 1 = ⎜⎜
x (3L2 − 4a 2 )⎟⎟ + ⎜⎜
384
EI
24
EI
X ⎠
X


⎠ ⎝ 48 EI X ⎠

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 60

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

⎛ 5 x 8,67556 x 900 4 ⎞
⎛ 12956,785 x100
⎟⎟ + ∑ ⎜⎜
= ⎜⎜
x 3x900 2 − 4 x100 2
6
6
⎝ 384 2,1 x 10 x237000 ⎠
⎝ 24 2,1x10 x 237000

(

)

(

)


6337,06 x 275
⎜⎜
x 3x 900 2 − 4 x 100 2
6
24
x
(
2
,
1
x
10
)
x
237000

((

(

) (

)⎞⎟⎟ +

))⎞⎟⎟ + ⎛⎜⎜


6337,06 x 9003
⎟⎟
6
⎠ ⎝ 48x (2,1x 10 ) x 237000 ⎠

= 0,148 + 0,259 + 0,348+ 0,193
= 0,948 cm
2. Akibat beban hidup
a. Akibat beban terbagi merata ( ” q ” )

q1 = 3000 kg/m,

q2

= 1500 kg/m,

q3

= 1500 kg/m

b. Akibat beban garis ( ” P ” )

P1 = 5158 kg/m
P2 = 2579 kg/m

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

278 kg/m δ2 5 × q ekuivalen × L4 = 384 EI K 5 × 73.8 cm…………OK L 500 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75) + (2 xQ3x1) qEKIVALEN 9 = (8158 x 7) + (2 x4079x0.58278 × 900 4 384 × (2.484 = 1.8 cm δ total = 1.484 cm Lendutan total ( δ total ) δ total = δ1 + δ 2 = 0.432 cm Lendutan ijin ( δ ijin ) δ ijin = = 900 500 = 1.75) + (2 x1500x1) 9 = = 7358.V .1 × 10 6 )× 618153.61 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Q1 = q1 + P1 = 3000 + 5158 = 8158 kg/m Q2 = q2 + P2 = 1500 + 2579 Q3 = q3 = 4079 kg/m = 1500 kg/m (Q1 x 7) + (2 xQ2 x0.432 cm < δ ijin = 1.948 + 0.078 = = 0.

E dan f adalah beban mati terpusat pada kondisi pre komposit dan post komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . atau kurang dari 800 mm ƒ Jarak antar stud tegak lurus balok tidak boleh kurang dari d + 3 cm ƒ Panjang minimal stud 4d ƒ Jarak minimal ujung stud dengan permukaan beton 4 cm Perhitungan Gaya Lintang Gambar 5.16 Pembebanan Pada Perhitungan Shear Connector Pembebanan : a.37 kg + 3796 . Syarat teknis perencanaan shear connector dengan menggunakan stud adalah : ƒ Jarak minimal antar stud arah memanjang balok 5d dan tidak kurang 10 cm ƒ Jarak maksimal antar stud tidak boleh lebih dari delapan kali tebal pelat beton.2.6 Perhitungan Penghubung Geser ( Shear Connector) Shear Connector digunakan untuk menahan gaya geser memanjang yang terjadi pada bidang pertemuan anatar pelat beton dengan belok baja. Beban Mati Terpusat • P1 = beban mati terpusat yang bekerja pada titik C dan G adalah beban mati terpusat pada kondisi pre komposit dan post komposit = 9160.V .415 kg = 12956.62 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.785 kg • P2 = beban mati terpusat yang bekerja pada titik D.

906 + 186.23 kg + 1342.63 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 4994.06 kg b. Berat Hidup ( beban ” D ’’ ) • qL1 = beban ” D ” untuk lebar 5. Beban Mati Merata • qE = qEPREKOMPOSIT + qEPOST KOMPOSIT = 654.75 m ) = beban terbagi rata ( q ) + beban gars ( P ) = 1500 kg/m + 2579 kg/m = 4079 kg/m e.V .572 kg/m c.83 kg = 6337.666 = 841. Berat Hidup Pada Trotoar • qL3 = beban hidup pada trotoar = 1500 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 meter = beban terbagi rata ( q ) + beban gars ( P ) = 3000 kg/m + 5158 kg/m = 8158 kg/m • qL2 = beban ” D ” untuk lebar sisanya ( 2 x 0. Berat Sendiri Gelagar Melintang • qD = beban mati merata ( berat sendiri gelagar melintang ) = 215 kg/m d.

( 8158 x 1.5 ) – ( 6337.5625 – 12750 – 12956.875 ) – ( 8158 x 5.75 ) = 2000.24158 kg Gaya Lintang : DA = 54932.75 ) .785 x 1 ) = 0 ( RB x 9 ) – 8626.75 ) .( 8158 x 1.E = 17963.77 – 17426.89458 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .572 x 1.5 – 26509.785 – 17426.45658 .( 841.625 – 28516.03125 – 155256.125 ) – ( 8158 x 5.5 ) – ( 841.5 ) – ( 1500 x 1 x 8.75 x 7.25 ) – ( 12956.75 ) – ( 12956.5 ) – ( 1500 x 1 x 0.24158 – ( 1500 x 1 ) – ( 213 x 1 ) = 53219.25 ) – ( 6337.785 = 0 9 RB = 456914.572 x 7 x 4.24158 .45658 kg DC-D = 40262.785 = 40262.06 x 4.9375 – 750 – 103654.6337.( 841.518 – 750 – 13384.572 x 7 x 4.572 x 1.1743 RB = 54932.5 ) – ( 4079 x 1.5 ) – ( 841.12956.77 – 39606.785 x 8 ) = 0 ( RB x 9 ) – 8626.06 x 6.06 x 2.20558 .14558 kg DD.785 x 8 ) – ( 6337.14558 .V .5 ) – ( 4079 x 1.21875 – 230208.( 213 x 1 ) .625 – 103654.75 ) = 24300.75 x 1.5 ) – (12956.5 – 26509.64 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Reaksi Perletakan : ∑M A = 0 ( RB x 9 ) – ( 215 x 9 x 4.20558 kg DD = 24300.5 ) – (12956.24158 kg DC = 53219.06 x 6.75 ) – ( 6337.5 ) – ( 6337.26242 kg ∑M B = 0 ( RA x 9 ) – ( 215 x 9 x 4.06 x 2.915 – 12956.3618 RB = 50768.24158 kg DA-C = 54932.785 x 1 ) – ( 6337.375 ) – ( 1500 x 1 x 8.( 213 x 1 ) .518 – 12750 – 50860.06 x 4.28 – 39606.28 = 0 9 RB = 494390.25 x 3.25 x 5.625 ) – ( 1500 x 1 x 0.915 – 28516.06 = 17963.

0005 x 314 x 878.0005 x ⎜ π D 2 ⎟ x 30 x 4700 30 ⎝4 ⎠ = 0.1 kg ) Q = 6898. Kekuatan satu stud : Q Q Q = = 0. Jumlah stud dalam arah tegak lurus sumbu gelagar melintang = 2 buah.0005 As f ' c × Ec ( = ⎛1 ⎞ 0.799 = 137.65 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.17 Diagram Gaya Lintang Shear connector direncanakan menggunakan stud Ø 20 mm dengan tinggi stud (H) = 100 mm.V .971 KN = 13797.5 kg 2 Jarak stud : D = Q × Ik D ×S TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

5 = 19.5 ( 2 x 6898.66 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Dimana.338 cm ~ 20 cm = 24.14558x 8028.57 = 8028500 mm3 = 8028.V .078 54932. Perhitungan Las Sudut : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 cm3 d1 = d2 = d3 = (2 x 6898.137 cm ~ ~ 25 cm 60 cm Sambungan antara stud dan gelagar melintang menggunakan sambungan las sudut. Q = Kekuatan stud dalam 1 baris (kg) Ik = Momen inersia penampang komposit (cm4) D = Gaya lintang (k) S = Statis momen bagian yang menggeser terhadap garis netral penampang komposit Ik = 618153.24158 x 8028.5) x 618153.45658x 8028.078 17963.5) x 618153.078 cm4 S = 250 x 200 x 160.5 (2 x 6898.5) x 618153.078 40262 .384cm = 59.

252 . Kekuatan Las = Fxσ = 1.230 cm2 c.67 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a.5 kg Gambar 5.230 x 6350 = 7810.25 x π x d2 = 0.V .626 cm b.2 )2 = 1. Tebal Las = a ≤ a≤ 1 t 2 2 1 x 2.5 kg < 7810.18 Pemasangan Shear Connector TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .25 x π x ( 3.3 x 2 2 a ≈ 1.5 kg Kekuatan satu stud = 6898. Luas Bidang Las = 0.

2.130.628 (pengaruh desak) 2.19 Sambungan Gelagar Memanjang Dengan Protil Siku Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : Pengaruh Desak δ d = 0.54 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .275 < 0.14 Sambungan direncanakan menggunakan baut φ 2.7 = 0.75 kg Untuk penyambungan antara gelagar melintang dan memanjang digunakan pelat penyambung profil L 130.V .7 Perhitungan Sambungan Gelagar Melintang dan Gelagar Memanjang Besarnnya Dmax gelagar memanjang (P) = 8211.54 cm • Jarak antar baut : 3d ≤a≤6d 60 ≤ a ≤ 120 a diambil 70 mm • Jarak baut ke tepi sambungan : c ≥ 2d c ≥ 40 s1 diambil 40 mm Gambar 5.68 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.

5 x σ < 2800.389 2 = 3774.312 x 9 2 x ( 7 2 + 3.75 = 1.69 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI P 2xσ xδ x d n ds = Eksentrisitas (e) = 8211.54 = 15 + 65 = 72.5 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .236 ~ diambil 4 baut 2 x1867 x 0.5 mm 2 Momen Luar ( MLUAR ) : = P×e MLUAR = 8211.507 kg Tegangan yang terjadi pada baut luar : σ ds = R = δ ×d 3774.7 x 2 = 2696.507 0.389 kg 8211.937 2 + 3167.25 = 55429.937 kg 4 2 = Pv 2 + Ph = 2052.V .75 x 7.75 = 2052.312 kgcm Momen Dalam ( MDALAM ) : MDALAM [(Ph x y 2 )+ (Ph1 x y1)] x 2 = ⎡ 2 x Ph ⎛ y12 ⎞⎤ y 2 2 + y12 ⎟ ⎜ ( ) Ph x y 2 Ph x x 2 + ⎥ = ⎢ = 2 ⎟ ⎜ y 2 y 2 ⎠⎦ ⎝ ⎣ ( ) Substitusi : ( ) 2 x Ph y 22 + y12 = P x e y2 Ph P x e x y2 = 2 x y 2 2 + y12 Ph = PV = n R ( ) 55429.076 kg/cm2 < 1.7 x 2.5 2 ) P = baut = 3167.

V .70 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.54 cm • Jarak antar baut : 3d ≤a≤6d 60 ≤ a ≤ 120 .54 = 0.8 Perhitungan Sambungan Gelagar Melintang dan Profil Siku Besarnnya Dmax gelagar memanjang (P) = 8211. a diambil 70 mm • Jarak baut ke tepi sambungan : c ≥ 2d c ≥ 40 s1 diambil 40 mm Gambar 5.590 < 0.5 = 2.130.2.14 Sambungan direncanakan menggunakan baut φ 2.628 (pengaruh desak) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .20 Sambungan Gelagar Memanjang Dan Gelagar Melintang Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : Pengaruh Desak δ d 1.75 kg Untuk penyambungan antara gelagar melintang dan memanjang digunakan pelat penyambung profil L 130.

54 Tegangan yang terjadi pada baut : σ BAUT = 2 x nBAUT = = P ⎛1 ⎞ x ⎜ xπ x d 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 8211.75 ⎛1 ⎞ 2 x 4 x ⎜ x 3.2 kg/cm2 1120.54 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 202.6 x σ 1120.14 x 2.71 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI n ds = P 2xσ xδ x d = 8211.58 ~ diambil 4 baut 2 x 1867 x 1.V .5 x 2.75 = 0.679 kg/cm2 < < < 0.2 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

2.21 Bidang Rangka yang Terkena Angin Data teknis perencanaan pertambatan angin : Tekanan angin : 150 kg/m2 Panjang sisi bawah jembatan : 80 m Panjang sisi atas jembatan : 75 m Tinggi jembatan : 6.3 m Luas bidang rangka utama ⎛ 80 + 75 ⎞ : ⎜ ⎟ x 6.3 = 488.25 m 2 2 ⎝ ⎠ 5.1 Pembebanan Ikatan Angin Gambar 5.72 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.2.V .9.22 Penyebaran Beban Angin TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .9 Perhitungan Pertambatan Angin Gambar 5.

733 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .625 kg ◦ Beban angin pada muatan hidup setinggi 2 m (d2) : d2 = 100% × w × L × 2 = 100%x 150 x 80 x 2 = 24000 kg Penentuan titik tangkap gaya akibat beban angin ( s ) : ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan ( s1 ) s1 = ½ x tinggi jembatan = ½ x 6.8 cm Lebar profil rangka induk ( h3 ) : 40.3 – 20.8 cm ( 708x302x15x28-215 ) Tebal sayap gelagar melintang ( h2 ) : 2.73 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Bagian jembatan yang langsung terkena angin ( angin Tekan ) : ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (d1) : d1 = 50% x (( 30% x A )) x w = 50% x (( 30% x 488.25 )) x 150 = 10985.15 ) + 20 + 5 + 100 = 173.35 cm = 1.V .8 – 2.3 cm ( 406x403x16x24-200 ) Tebal plat lantai kendaraan ( h4 ) : 20 cm Tebal perkerasan ( h5 ) : 5 cm Tinggi bidang vertikal beban hidup ( h6 ): 200 cm s2 h3 ⎞ h6 ⎛ = ⎜ h1− h2 − ⎟ + h4 + h5 + 2⎠ 2 ⎝ = ( 70.30 m = 3.15 m ◦ Beban angin pada muatan hidup seringgi 2 m ( s2 ) Tinggi profil gelagar melintang ( h1 ) : 70.

718 = 22864.241 kg 6.717 kg 6.733 ) = 0 76196.15 ) – (24000 x 4.30) – ( 10985.3 ) – (10985.74 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.15) – ( 24000 x 1.3 − s 2 )) = 0 ( RB x 6.V .625 x 3.23 Titik Tangkap Gaya Angin Tekan Σ MB = 0 (RA x 6.30 )− (d1 x s1)− (d 2 x s 2 ) = 0 ( RA x 6.3)− (d1 x s1)− (d 2 x (6.625 x 3.717 = 15 15 = 806.718 = 12094.3 Distribusi beban angin : ◦ Pada pertambatan angin atas P1 = R A1 12094.3 RA = Σ MA = 0 (RB x 6.314 kg ◦ Pada pertambatan angin bawah TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .567 ) RB = 144044.

75 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI P1 = RB 22864 .30 m = 3.V .812 6.241 = 1429.25 )) x 150 = 5492.875 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .015 kg = 16 16 Bagian jembatan yang tidak langsung terkena angin ( angin hisap ) : ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (d1) : d1 = 50% x (( 15% x A )) x w = 50% x (( 15% x 488.150 m Gambar 5.30 = 871.24 Titik Tangkap Gaya Angin Hisap R A = RB = 5492.812 kg Penentuan titik tangkap gaya akibat beban angin ( s ) : ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (s1) s1 = ½ x tinggi jembatan = ½ x 6.

24.26.23.47.40.1.dan 31 direncanakan menggunakan batang L.2.38.27.492 kg = 16 16 5.dan 32 direncanakan menggunakan profil IWF 250x175x7x11-44.44.5 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .50.39.42.36.76 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Distribusi beban angin : ◦ Pada pertambatan angin atas P2 = R A1 15 = 871.19.875 = 54.46.125 kg ◦ Pada pertambatan angin bawah P2 = RB 871.25.20.28.43.34.9.26 Penomoran Pada Ikatan Angin Atas Pendimensian batang 16.35.18.875 15 = 58.25 Penyebaran Beban Angin Pada Ikatan Angin Atas .21.sedangkan Batang 17.37.2 Pertambatan Angin Atas Gambar 5.45.50.22.33. Gambar 5.41.V .30.29.

66 3.18 Momen Lawan Wx Wy 502 113 Profil L 80.20 Wη (cm3) 9.1 Profil Berat Ukuran (mm) WF (kg/m) A B t1 t2 r 250 x 175 44.8 Profil L 80 x 80 8 Ix = Iy (cm4) 72.55 kη 5.1 244 175 7 11 16 Luas tampang 56.V .66 kξ Iη (cm4) 29.26 5.32 Jarak titik berat (cm) e w v 2.77 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Pendimensian Batang Ikatan Angin Atas Profil IWF 250x175x7x11-44.4 4.120 984 F (cm2) 12.06 1.6 Ukuran (mm) b d r 80 85 10 ix = iy (cm) 2.3 Berat (kg/m) 9.25 iη (cm) 1.80.42 kx = ky Iξ (cm4) 115 r1 5 iξ (cm) 3.24 Momen Inersia Ix Iy 6.11 2.6 Jari-jari Inersia ix iy 10.09 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .3 Wx = Wy (cm3) 12.

381 x λs 2 = 2.1 x 105 = 111. dengan resiko tekuk adalah : Gaya Batang (P) Panjang (L) kg m 17 & 47 -3899.381 x (2.9 = = 254.1 Pasal 1 dan 2.840 10.V .294)2 = 12.1 S = -3899.760 λs = λg = 111. untuk stabilitas batang tekan terhadap bahaya tekuk : (S x ω ) F < σ ijin baja Dimana : S = gaya tekan pada batang tersebut F = luas penampang batang ω = faktor tekuk yang tergantung dari kelangsingan dan macam bajanya Menghitung kelangsingan batang tunggal : λ = Lk 1064.18 λg = π x E = 3.4032 + 52 = 10.840 kg ( batang 17 & 47 ) Lk = 9.649 tekan Batang Keterangan Batang tekan Profil IWF 250x175x7x11-44.529 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .14 x 0.7 x σ l 2.016 = 2.649 m Rumus umum menurut PPBBI hal 9 Bab 4. diperoleh gaya batang terbesar.760 cm I min 4.42.78 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Dari hasil perhitungan program SAP 2000 versi 7.649 tekan 31& 33 2956.016 0.294 Untuk λ s ≥ 1 : ω = 2.51 10.7 x 240 λ 254.

784 kg/cm2 < 1867kg/cm2…OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .51 kg ( batang 8 & 9 ) F nt = 0.24 Batang tarik Profil L 80.455 = 282.80.OK 56.529 = 868.8 S = 2956.796 kg/cm2 < 1867 kg/cm2.84 x 12..79 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Maka : (S x ω ) F = − 3899..455 cm2 Cek Tegangan : σ = = S < 1867 kg/cm2 Fnt 2956.85 x F profil = 0.51 < 1867kg/cm2 10.V .3 = 10...85 x 12.

9.V .3 Pertambatan Angin Bawah Untuk pertambatan angin bawah digunakan profil L 200x200x16-48.27 Penyebaran Beban Angin Pada Ikatan Angin Bawah Gambar 5.2.5 Gambar 5. L 200x200x16-48.28 Penomoran Pada Ikatan Angin Bawah Pendimensian Batang • Profil.5 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .80 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.

dengan resiko tekuk adalah : Batang Gaya Batang (P) Panjang (L) kg m -7757.91 kη 4.7 x σ l 2.05 1.V .50 kg ( batang 34 & 65 ) Lk = 9.4032 + 52 = 10.7 x 240 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .8 Berat (kg/m) 48.14 x 0.50 10.016 0.1 Pasal 1 dan 2.15 kx = ky Iξ (cm4) 3740 r1 9 F (cm2) 61.5 kξ Iη (cm4) 943 iξ (cm) 7.1 x 105 = 111. untuk stabilitas batang tekan terhadap bahaya tekuk : (S x ω ) F < σ ijin baja Dimana : S = gaya tekan pada batang tersebut F = luas penampang batang ω = faktor tekuk yang tergantung dari kelangsingan dan macam bajanya Menghitung kelangsingan batang tunggal : λ = Lk 1064.1 7.52 14.81 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Profil L 200 x 200 x 16 Ix = Iy (cm4) 2340 Wx = Wy (cm3) 162 Ukuran (mm) b d r 200 16 18 ix = iy (cm) 6. diperoleh gaya batang terbesar.42.80 Wη (cm3) 121 iη (cm) 3.03 Jarak titik berat (cm) e w v 5.78 1.9 = = 272.65 Dari hasil perhitungan program SAP 2000 versi 7.649 m Rumus umum menurut PPBBI hal 9 Bab 4.352 cm I min 3.91 λg = π x E = 3.5 kg/m S = -7757.649 34 & 65 Keterangan tekan Batang tekan • Profil L 200x200x16-48.

82 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI λ 272.326 = 1798.352 λs = λg = 111.016 = 2..453 Untuk λ s ≥ 1 : ω = 2.283 kg/cm2 < 1867 kg/cm2.8 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ...326 Maka : (S x ω ) F = 7757..381 x (2.50 x 14.381 x λs 2 = 2.453)2 = 14.OK 61.V .

dengan alat penyambung baut Ø 5/8” ( 15. atau 14 t s = jarak antar sumbu baut pada arah horizontal 2.628 > 0.9 = 0.5 d ≤ u ≤ 7 d .5 d ≤ u ≤ 7 d 39.9 mm ) Pengaturan jarak antar baut ( berdasar PPBBI hal 70 ) : 2.85 ≤ s1 ≤ 47.75 ≤ s ≤ 111.5 d ≤ s ≤ 7 d 39.5 d ≤ s1 ≤ 3 d .1 dengan rangka induk IWF 406x403x16x24-200 Data teknis perencanaan baut : • Tebal plat penyambung ( δ ) = 10 mm • Diameter baut ( Ø ) = 5/8” ( 15.2. atau 14 t u = jarak antar sumbu baut pada arah vertical 1.314 (pengaruh geser) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .7 diambil 40 mm a. Profil IWF 250x175x7x11–44. Pertambatan angin atas 1.5 d ≤ s ≤ 7 d .V .3 diambil 90 mm Jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung ( s1 ) : 1.75 ≤ s ≤ 111.83 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.840 kg ( batang 17 & 47 ) Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : δ d 10 = 15.3 diambil 40 mm Jarak antar sumbu baut pada arah vertikal ( u ) : 2.9 mm ) • Pmaks = -3899.5 d ≤ s1 ≤ 3 d 23. atau 6 t s1 = jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung Jarak antar sumbu baut pada arah horizontal ( s ) : 2.10 Perencanaan Sambungan Pertambatan Angin Sambungan pertambatan angin direncanakan menggunakan pelat 10 mm.

51 = 0.590 kg/cm2 0.51 kg ( batang 31 & 33 ) Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : δ 10 = 15.14 x 1.450 kg/cm2 < < < 0.6 x σ 1120.6 x σ < 1120. Profil L 80.628 > 0.11 = 0.497 ~ diambil 2 baut 2 x 1867 x 1 x 1.51 ⎛1 ⎞ 2 x 2 x ⎜ x 3.14 x 1.9 = 0.2 kg/cm2 1120.59 Tegangan yang terjadi pada baut : σ BAUT = 2 x nBAUT = = P ⎛1 ⎞ x ⎜ xπ x d 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 2956.V .687 ~ diambil 4 baut 2 x 1867 x 1 x 1.59 2 ⎟ ⎝4 ⎠ < 1120.2 kg/cm2 < 245.59 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 372.840 ⎛1 ⎞ 2 x 4 x ⎜ x 3.314 (pengaruh geser) d n ds = P 2xσ xδ x d = 2956.2 kg/cm2 2.2 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .84 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI n ds = P 2xσ xδ x d = 4080.8 dengan rangka induk IWF 406x403x16x24-200 Data teknis perencanaan baut : • Tebal plat penyambung ( δ ) = 10 mm • Diameter baut ( Ø ) = 5/8” ( 15.80.59 Tegangan yang terjadi pada baut : σ BAUT = 2 x nBAUT = = P ⎛1 ⎞ x ⎜ xπ x d 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 3899.9 mm ) • Pmaks = 2956.

29 Sambungan Ikatan Angin Atas TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .85 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.

314 (pengaruh geser) n ds = P 2xσ xδ x d = − 7757.2 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .59 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 488.9 = 0.5 kg/m dengan rangka induk profil IWF 406x403x16x24-200 Data teknis perencanaan baut : 1.6 x σ 1120.59 Tegangan yang terjadi pada baut : σ BAUT = 2 x nBAUT = = P ⎛1 ⎞ x ⎜ xπ x d 2 ⎟ ⎝4 ⎠ − 7757.14 x 1. Diameter baut ( Ø ) = 5/8” ( 15. Pmaks = -7757.2 kg/cm2 1120.628 > 0.9 mm ) 3.306 ~ diambil 4 baut 2 x 1867 x 1 x 1. Tebal plat penyambung ( δ ) = 10 mm 2.86 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI b.630 kg/cm2 < < < 0.V .50 kg ( batang 34& 65 ) Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : δ d 10 = 15. Pertambatan angin bawah Menggunakan profil L 200x200x16-48.50 ⎛1 ⎞ 2 x 4 x ⎜ x 3.50 = 1.

V .87 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.30 Sambungan Ikatan Angin Bawah TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

175.6 kg/m Ikatan angin bawah = L 200.5 kg/m Sandaran = Pipa D 76.11-49.7.3 dengan berat = 7.6 kg/m G melintang = IWF 708. Dimensi Rangka diasumsikan sama untuk semua rangka.7. 1.48 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .407.302.80.175.8-9.6 berat = 49.5 berat = 48. Data Perencanaan Tebal pelat = 20 cm Tebal perkerasan = 5 cm Genangan air = 5 cm Lebar lantai kendaraan = 700 cm Lebar trotoir = 100 cm Tebal trotoir = 25 cm G memanjang = IWF 350.2.20.31 Struktur Rangka Induk a.44.15.1 kg/m = L 80.16-48.88 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.6 berat = 9.11.28-215 berat = 213 kg/m Ikatan angin atas = IWF 250.V .13 kg/m Rangka Utama = IWF 428.35-283 berat = 283 kg/m b.11 Perencanaan Rangka Induk Gambar 5. Pembebanan Asumsi beban antara rangka induk ditahan masing-masing ½ nya oleh rangka induk.1 berat = 44. Beban rangka induk • Buhul 1 dan 17 = (1/2 diagonal) + (½ horisontal) = (1/2 x 6.200.78 x 283) + (1/2 x 5 x 283) = 1366.

25 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .96 kg • Buhul 2-16 dan 19-32 = (1/2 x 2 diagonal) + (1/2 x 2 horisontal) = (1/2 x 2 x 6. Beban pelat beton (termasuk dibawah trotoar) Tebal pelat beton = 20 cm Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = ⎛ 9 × 5 × 0.175.V .96 kg Penambahan beban sebesar 10 %.6 ⎞ 1 ⎜ ⎟x = 62 kg ⎝ 2 ⎠ 2 • Buhul 2-16 = ⎛ 5 x 49. Beban gelagar memanjang 5 buah profil IWF 350.7.96 kg = 3006.256 kg 2.6 ⎞ ⎜ ⎟ x 2 x ½ = 124 kg ⎝ 2 ⎠ 3.89 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • Buhul 18 dan 33 = (1/2 x 2 diagonal) + (1/2 x horisontal) = (1/2 x 2 x 6.302. • Buhul 1 dan 17 = 110% x 1366.5 kg 4.11-49.6 kg/m Distribusi beban pada tiap buhul :0 • Buhul 1 dan 17 = ⎛ 5 x 49.78 x 283) + (1/2 x 5 x 283) = 2152.78 x 283) + (1/2 x 2 x 5 x 283) = 2732. sebagai asumsi berat pelat buhul beserta bautnya.128 kg • Buhul 18 dan 33 = 110% x 2152.96 kg = 2368. Beban gelagar melintang 17 buah profil IWF 708.2 × 25 ⎞ 1 ⎜ ⎟× 2 ⎝ ⎠ 2 = 56.48 kg = 1503.28-215 Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1-17 = ⎛ 9 × 215 ⎞ ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ = 958.15.256 kg • Buhul 2-16 dan 19-32 = 110% x 2732.

dengan berat 7. Beban lapis perkerasan Tebal lapis perkerasan = 5 cm Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = ⎛ 7 × 5 × 0.90 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • Buhul 2-16 = ⎛ 9 × 5 × 0. Beban air hujan Tebal genangan = 5 cm Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = ⎛ 9 × 5 × 0.13 kg/m Berat total pipa sandaran = 2 x 80 x 7.25 × 25) × 1 = 15.25 kg 8.05 × 10 ⎞ ⎜ ⎟ 2 ⎝ ⎠ = 11.2 × 25 ⎞ ⎜ ⎟ 2 ⎝ ⎠ = 112.25 × 25 ) = 31.625 kg • Buhul 2-16 = ⎛ 9 × 5 × 0.625 kg • Buhul 2-16 = ⎛ 7 × 5 × 0.8 kg Distribusi beban pada tiap buhul : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .625 kg • Buhul 2-16 = (5 × 1 × 0.5 kg 5.25 kg 6.05 × 22 ⎞ ⎜ ⎟ 2 ⎝ ⎠ = 19. Beban pipa sandaran Pipa sandaran Ø 76.250 kg 2 7.05 × 10 ⎞ 1 ⎜ ⎟× 2 ⎝ ⎠ 2 = 5.3 mm.05 × 22 ⎞ 1 ⎜ ⎟× 2 ⎝ ⎠ 2 = 9.13 = 1140.0 m Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = (5 × 1× 0.V . Beban trotoar Tebal trotoar = 25 cm Lebar trotoar = 1.

532 kg Buhul 2-16 = ( 2 x 48.29 ) x ½ x ½ x 2 = 499.894 + 49.91 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • Buhul 1 dan 17 = 1140. Beban ikatan angin bawah Profil L 200.065 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 x 10.11 – 44.80.1 x 10.29 )) x ½ x 2 = (226.V .1 x 10.29 )) x ½ = (226.3 kg 9.7.5 x 10.6 x 10.1 kg/m Profil L 80.200.5 berat = 48.29 ) + ( ½ x 9.286 kg 10.175.392) x ½ = 138.1 berat = 44.894 + 49.65 kg • Buhul 2-16 = 1140.8 1 x 16 2 = 35.143 kg • Buhul 19-32 = (( ½ x 44.5kg/m Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = ( 2 x 48.392) x ½ x 2 = 276.16-48.8 16 = 71. Beban ikatan angin atas Profil IWF 250.6 kg/m Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 18 dan 33 = (( ½ x 44.29 ) x ½ x ½ = 249.29 ) + ( ½ x 9.6 berat = 9.8-9.5x 10.

371 0 0.V .890 0.1224 0.274 0.224 0.324 4 0.074 0 17 S3=S14 1.074 0.149 0.222 0.61 0.296 0.480 1.816 0.451 0.349 0.865 0.174 0.110 0.32 Rangkaa Utama S S1=S16 0.667 0.519 0.199 0.299 0.2249 0.494 0.989 0.247 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 14 15 16 0.7741 0.3770 0.92 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I c Garis Peengaruh c.593 0.2 240 1.024 0 17 S2=S15 1.049 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 0.964 0.714 0.123 0 17 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL . Gambar 55.610 0 1.742 18 0.040 4 0.360 1.372 0.148 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 0.099 0.668 0.330 1.

.210 1.7 2.560 0 1.272 0 17 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .2230 1.618 0.173 0 17 SS5=S12 2.560 1.000 1.519 0 0.630 1.090 0.340 10 1.450 2.222 0 17 SS6=S11 720 2.692 0.040 0 0.450 2.8665 0.569 0.7730 1.346 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 3 14 15 16 0.780 1.180 1.270 2.850 2.445 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 133 14 15 16 0.390 1.560 1.3660 1.080 2.V .040 1.140 1.519 0.816 0.11 0.910 1.890 0 0.668 0.93 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I SS4=S13 0 1.544 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 133 14 15 16 0.080 1.240 1.900 1.600 2.710 0 2.

100 6 520 2.350 2.5 7 8 2.346 ‐0.94 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I SS7=S10 2.098 6 7 16 8 9 10 3 4 5 11 12 13 3 14 ‐0.297 ‐0.420 0 0 1 2 0.396 ‐0.190 ‐1.86 133 1.970 9 2.230 12 60 1.148 15 ‐0 2 ‐0.930 1..742 16 0.296 15 ‐0.737 1 ‐0.470 0 0.940 2.V .600 10 11 2.250 1.64 ‐0.890 2.692 12 ‐0.570 2.380 ‐1.544 ‐0.495 ‐0.090 ‐0.4994 197 14 ‐0.2447 ‐0.964 0..29 90 ‐1.61 10 0 1.260 4 1.940 0.693 ‐0.680 5 2.395 ‐0.098 17 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .198 ‐0.410 1.593 13 3 ‐0.643 0.841 3 0 1.693 ‐1.890 10 ‐0.049 17 0 S S18=S30 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ‐0.480 14 1.321 0 1 2 3 4 5 6 8 7 9 10 11 12 13 3 14 15 16 0 17 S8=S9 0.880 1.791 11 ‐ ‐0.445 ‐0.989 ‐0.594 43 ‐0.8820 2.16 ‐0.290 0.110 15 0.371 0 17 S S17=S31 0 0.

040 ‐0.630 9 ‐1.4880 14 ‐1.370 ‐2.593 14 ‐0.720 ‐2.296 17 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .190 80 ‐1.780 133 ‐1.593 ‐0.190 12 13 ‐0..230 ‐1.780 ‐1.95 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S19=S29 0 1 2 3 ‐0.370 ‐2.670 ‐2.92 20 ‐1.080 12 ‐1.791 ‐0.890 ‐0.643 4 5 6 7 8 ‐1.390 ‐ 133 ‐1.470 ‐2.980 ‐ ‐1.290 ‐1.989 ‐0.494 4 ‐0.2 296 16 1 ‐0.445 15 ‐0.593 15 ‐0.593 3 4 5 6 8 7 9 10 ‐1.340 10 ‐1.980 ‐2.197 17 0 S S21=S27 0 1 2 ‐0.480 ‐1.2440 14 ‐0.090 ‐1.190 16 15 ‐0.180 ‐1.580 11 12 ‐1.190 ‐0.890 11 ‐ ‐1.480 13 ‐1.180 ‐2.989 5 6 7 8 9 10 11 ‐1.74 42 ‐0.470 ‐2.730 ‐1.742 0 S22=S2 26 0 1 ‐ 3 2 ‐0.148 17 0 S S20=S28 0 1 2 ‐0.780 ‐1.78 ‐2.9889 14 ‐0.247 15 ‐0.V .6 630 ‐2..16 1395 ‐0.48 80 ‐1.980 ‐1.4 1494 17 16 ‐0.960 ‐2.544 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ‐1.

445 3 4 ‐0.19 90 6 ‐1.066 ‐0 16 17 0 ‐0.3333 ‐0.196 15 ‐0.065 16 17 0 S S33=S62 0.890 5 6 7 8 9 10 11 12 133 ‐1.230 ‐2..580 15 ‐0.770 10 ‐3.86 8 9 ‐0.980 8 ‐2.770 12 ‐2.721 54 ‐0.040 ‐0.733 66 ‐0.346 17 0 S24 0 1 2 ‐0.666 ‐0.133 ‐0.070 0 0 1 2 3 4 5 6 7 ‐0.190 ‐0.266 ‐0.370 133 80 ‐1.912 ‐0.080 ‐1.791 4 5 ‐1.98 14 ‐1.85 8 9 ‐0.393 ‐0.996 ‐ 4 5 6 7 ‐0.96 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S23=S25 0 1 2 ‐‐0.599 10 ‐0.787 ‐0.262 ‐0..395 17 0 S S32=S63 0 1 2 3 ‐0..390 16 15 ‐0.459 ‐0.770 ‐2.670 ‐3.692 ‐1.199 15 ‐0.933 ‐0.525 10 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .160 11 ‐2.791 16 ‐1.590 11 12 133 14 ‐0.580 7 ‐1.466 ‐0.533 12 133 14 ‐0.110 ‐2.131 ‐0.799 ‐0.7330 14 ‐1.399 11 0.656 ‐0.420 ‐2.3228 ‐0.34 40 ‐1..780 ‐2.V .395 ‐ 3 ‐0.370 9 ‐2.

460 ‐0.395 ‐0.131 ‐0.724 9 10 ‐0.32 ‐0.197 15 329 ‐0.3329 ‐0.131 ‐ 16 17 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .131 0.V .197 0.197 15 29 ‐0.262 0.460 ‐0.592 ‐0.394 11 ‐0..460 ‐0.97 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S34=S61 0.132 0 0.3 ‐0.783 ‐0.065 0.065 16 17 0 S S37=S58 8 0.263 ‐0.064 0 1 2 3 0.652 ‐0.329 7 0.526 6 12 1 13 14 ‐0.131 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ‐0.065 0 1 2 3 4 5 6 7 8 ‐0.131 ‐0.724 ‐0.263 ‐0.791 49 ‐0.065 0 17 S S35=S60 8 0.197 15 8 9 10 16 29 ‐0.593 10 ‐0.131 ‐0 4 5 6 7 11 12 133 ‐0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 ‐0..394 11 0.065 ‐0.264 0.065 ‐0 16 17 0 SS36=S59 9 6 0.717 ‐0.196 0.658 ‐0.592 ‐0.32 ‐0.263 14 ‐0.84 ‐0.526 ‐0.197 15 ‐0.658 ‐0.460 ‐0.263 14 ‐0.394 11 ‐0.131 0.526 12 133 ‐0.526 12 13 14 ‐0.198 0 0.659 9 10 6 ‐0.592 ‐0.

197 5 0.3394 8 0.593 11 12 ‐0.263 6 0.460 9 0.065 17 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .197 0.131 15 16 ‐0.460 0.460 ‐0.527 0.525 10 0.065 0 17 SS39=S56 6 0.197 0.131 0.197 ‐0.329 7 0.461 ‐0.131 15 16 ‐0.394 ‐0.394 0.454 ‐0.394 ‐0.3 13 ‐0.3 14 ‐0.131 4 7 0.394 0.586 ‐0.263 ‐0.3 ‐0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ‐0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 ‐0.197 15 329 ‐0.131 16 ‐0.065 0 0 1 2 3 0.065 0 17 ‐0.263 14 329 ‐0.329 0.263 14 329 ‐0.263 7 0.395 SS41=S54 4 0.197 0.395 0.131 0.98 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I SS38=S57 7 0.263 0.263 14 ‐0.V .197 ‐0.065 0 17 SS40=S55 5 0.461 0.527 7 ‐0.329 7 0.3 ‐0.328 7 0.197 15 ‐0.263 0.131 8 9 10 11 12 16 13 ‐0.131 0.520 0 ‐0.388 113 330 ‐0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 ‐0.

131 0.065 16 17 0 S S43=S52 2 0.263 0.658 0.197 0.592 0.V .3394 0.659 0.329 7 0.197 7 0.460 0.131 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 ‐0.460 0.856 0.526 0.460 0.263 0.526 0.131 ‐0.191 ‐0.723 0.131 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 14 ‐‐0.723 0.592 0.263 0.99 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S42=S53 3 0.065 16 17 0 ‐‐0.065 0 17 S S45=S50 0 0.125 ‐0.065 0.264 14 ‐0.329 7 0.592 0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ‐0.3394 0.066 16 17 15 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .197 0.197 15 ‐‐0.065 0.526 0.3394 0.263 0.198 15 S S44=S51 1 0.329 0.257 14 ‐0.329 0.131 ‐0.789 0.657 0.197 7 0.132 16 15 ‐0.658 0.591 0.131 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 14 ‐ ‐0.3 394 0.3323 113 ‐0.065 0.460 0.790 0.724 0.526 0.

395 0.065 0.459 0.262 0.196 6 0.058 0 17 S S47=S48 8 0 0.853 0 0.263 0.065 0 1 2 3 0.V .790 0.7224 0.100 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S46=S49 9 0.917 0.3393 0.329 97 0.590 0.328 0.855 0.524 0.721 0.131 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 3 14 0.923 15 16 ‐0.787 0..19 0.526 .131 0.461 0. 0.985 0 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 14 15 16 17 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .656 0.658 0.592 0.

75 m ) ⎛ q ⎞ ⎟⎟ x 0.5 m q1 = q x 5.1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1.512 x 5.1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.206 t/m = 206 kg/m o Beban terbagi rata pada trotoar q3 = 1.75 o Beban terbagi rata untuk lebar sisanya ( 0.00 x 500 kg/m = 500 kg/m q tot = 3024 + ( 2 x 206 ) + ( 2 x 500 ) kg/m = 4436 kg/m Beban q yang diterima satu sisi rangka : q = 4436 = 2218 kg/m = 2.33 Beban ” q ” Yang Bekerja Pada Satu Rangka TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .024 t/m = 3024 kg/m 2.101 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI d. Perhitungan gaya batang akibat beban dinamis • Beban terbagi rata (“q”) Bentang jembatan = 80 m.V .5 = 3.5 2. maka : q = 1.75 q2 = 50 % × ⎜⎜ ⎝ 2.75 ⎠ = 0.512 t/m o Beban terbagi rata sepanjang gelagar melintang untuk lebar 5.218 t/m 2 Gambar 5.75 = 1.

V - 102

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Beban “P”
P = 12 ton

⎛ 20 ⎞
⎟⎟
Koefesien kejut ( K ) = 1 + ⎜⎜
⎝ (50 + L ) ⎠
⎛ 20 ⎞
⎟⎟
K = 1 + ⎜⎜
⎝ (50 + 80) ⎠

= 1,153

o Beban P bekerjasepanjang gelagar melintang untuk lebar 5,5 m

P1 =

12
P
x 1,153 x 5,5 = 27,672 t
x K x 5,5 =
2,75
2,75

o Beban P untuk lebar sisanya ( 50% dari P1 )

P2 = 50 % ×

12
P
x K x 0,75 = 50% x 2,75 x 1,153 x 0,75 = 1,886 t
2,75

Gambar 5.34 Penyebaran Beban ” P ’’
P tot = 27,672 + (2 x 1,886) = 31,444 ton
Beban yang diterima atu sisi rangka :
P

=

31,444
= 15,722 ton
2

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 103

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

S1 = S16

S = (0,5 x 0,372 x 80) x 2,218 + (0,372 x 15,722)

= 38,851 t

S2 = S15

S = ((0,5 x 5 x 0,714) + (

0,714 + 1,040
x 5) + (0,5 x 70 x 1,040)) x 2,218 +
2

(1,040 x 15,722) = 110,770 t

S3 = S14

S = ((0,5 x 5 x 0,668) + (

0,668 + 1,330
1,610 + 1,330
x 5) +(
x 5) + (0,5 x
2
2

65 x 1,610)) x 2,218 + (1,610 x 15,722) = 172,454 t

S4 = S13

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 104

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

S =

((0,5 x 5 x 0,618) + (

0,618 + 1,240
1,850 + 1,240
x 5) + (
x 5) + (
2
2

1,850 + 2,080
x 5) +(0,5 x 60 x 2,080)) x 2,218 +(2,080 x 15,722) =
2
234,017 t

S5 = S12

S = ((0,5 x 20 x 2,270) + (
+ (2,450 x 15,722)

= 182,965 t

S6 = S11

S = ((0,5 x 25 x 2,600) + (
(2,720 x 15,722)

2,270 + 2,450
x 5 )+ (0,5 x 25 x 2,450)) x 2,218
2

2,600 + 2,720
x 5 )+ (0,5 x 30 x 2,720)) x 2,218 +
2

= 234,841 t

S7 = S10

S = ((0,5 x 30 x 2,820) + (
(2,890 x 15,722)

2,820 + 2,890
x 5 )+ (0,5 x 45 x 2,890)) x 2,218 +
2

= 315,144 t

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

693 + − 1.380 x 5 )+ (0.5 x 40 x 2.105 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • S8 = S9 S = ((0.1.643) + ( .722) • = -76.693) + ( − 0.737 x 80) x 2.V .5 x 5 x -0.218 + (-1.970 x 15.290 .5 x 35 x 2.1.5 x 5 x -0.940 + 2.670 t TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .1.970 x 5 )+ (0.920 x 15.920)) x 2.380 x 15.5 x 70 x -1.643 + .144.218 + 2 = 325.970)) x 2.0.380)) x 2 2.160 t S19 = S29 S = ((0.5 x 65 x -1.5 x -0.722) • 2.218 + (-1.218 + (-0.330 t S17 = S31 S = (0.940) + ( (2.920 x 5) +( x 5) + 2 2 (0.722) • S18 = S30 S = ((0.737 x 15.290 + .722) = -200.973 t = .

309.470 + −2.284.180)+( 2.V .470)+( 2.370)) x 2.720 x 5 )+ (0.780 + 2.106 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • S20 = S28 S = ((0.218 +(2.5 x 25 x -2.720)) x 2 = .780 x 5) + ( x 5) + ( 2 2 1.1.722) • − 2.593 + .180 + −2.5 x 5 x -0.722) − 2.960 x 5 )+ (0.5 x 50 x -2.370 x 15.5 x 60 x 2.960 x 15.485 t • S21 = S27 S = ((0.960)) x 2 = .370 x 5) + (0.722) = 2 256.990 − 1.259 t TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .720 x 15.593) + ( − 0.5 x 20 x -2.1.218 + (-2.192 t S22 = S26 S = ((0.218 + (-2.990 + .5 x 55 x -2.

415 b = 4.996 x 15.722) • − 2.08 t = .324.160 ) + (-3.110 x 15.110)) x 2 = .996) + (-0.670)+( 2.499 t S33 = S62 a 5−a = 0.55.585 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 x 80 x -3.5 x 80 x -0.176.5 x 30 x -2.5 x 45 x -3.V .722) • S32 = S63 S = ( 0.107 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • S23 = S25 S = ((0.110 x 5 )+ (0.912 a = 0.722) • = .980 t S24 S = ( 0.218 + (-3.670 + −3.160 x 15.070 0.

070 x 5.198 0.722) = (0.5 x -0.5 x -0.218 + (0.78.876 t = 6.132 x 15.328 S = (0.783 x 15.849 a = 0.218 + (-0.783 x 63.218 + (0.108 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • S = (0.722) = .722) = 1.218 + (-0.672) x 2.198 x 16.415) x 2.912 x 15.866 t S34 = S61 a 5−a = 0.328) x 2.622 t = .637 t S35 = S60 a 5−a = 0.773 t = (0.991) x 2.5 x 0.849 x 15.672 b = 4.912 x 74.5 x -0.89.132 x 10.585) x 2.67.849 x 69.132 0.5 x 0.198 x 15.V .722) • = .722) • = 3.218 + (0.009) x 2.092 x 15.627 t S36 = S59 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .009 b = 3.783 a = 1.218 + (-0.991 S = (0.5 x 0.722) = (0.

V .722) = .345) x 2.652 x 53.33.218 + (-0.722) = (0.5 x -0.5 x -0.345 b = 3.987) x 2.013) x 2.532 t S39 = S56 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .722) = (0.676 b = 3.806 t = 14.218 + (-0.871 t = .395 x 15.329 0.264 x 15.218 + (0.324 S = (0.5 x 0.395 x 32.717 x 68.218 + (0.395 0.324) x 2.329 x 26.5 x 0.717 a = 1.109 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a 5−a = 0.218 + (-0.652 x 15.586 x 37.5 x 0.264 x 21.399 t S37 = S58 a 5−a = 0.013 b = 2.722) = (0.586 a = 2.65.264 0.329 x 15.665) x 2.987 S = (0.722) • a = 1.905 t S38 = S57 a 5−a = 0.722) • = 10.717 x 15.5 x -0.665 S = (0.676) x 2.218 + (0.849 t = 12.652 • = .586 x 15.48.

593 x 48.5 x -0.722) • = 26.5 x 0.5 x -0.879) x 2.218 + (-0.022 b = 1.527 x 15.454 x 37.722) = (0.461 0.314) x 2.686) x 2.042 t = .461 x 36.924 t = 33.33.121 S = (0.978) x 2.722) • a = 2.461 x 15.520 a = 1.879 b = 3.25.V .978 S = (0.904 t S42 = S53 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .388 x 31.454 • = .454 x 15.722) = (0.5 x 0.232 t S41 = S54 a 5−a = 0.520 x 43.527 x 42.101 t S40 = S55 a 5−a = 0.218 + (-0.388 x 15.19.218 + (0.121) x 2.527 0.686 b = 2.314 S = (0.218 + (-0.388 a = 3.593 x 15.593 0.5 x 0.520 x 15.722) = .5 x -0.022) x 2.110 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a 5−a = 0.859 t = 40.218 + (0.218 + (0.722) = (0.

V - 111

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

a
5−a
=
0,659
0,323

a = 3,355 b = 1,645

S = (0,5 x -0,323 x 26,645) x 2,218 + (-0,323 x 15,722)
= (0,5 x 0,659 x 53,355) x 2,218 + (0,659 x 15,722)

a = 3,690 b = 1,310

S = (0,5 x -0,257 x 21,310) x 2,218 + (-0,257 x 15,722)
= (0,5 x 0,724 x 58,690) x 2,218 + (0,724 x 15,722)

= -10,113 t
= 58,505 t

S44 = S51

a
5−a
=
0,790 0,191

a = 4,026 b = 0,974

S = (0,5 x -0,191 x 15,974) x 2,218 + (-0,191 x 15,722)
= (0,5 x 0,790 x 64,026) x 2,218 + (0,790 x 15,722)

= 49,353 t

S43 = S52

a
5−a
=
0,724 0,257

= -14,622 t

= - 6,385 t
= 68,513 t

S45 = S50

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 112

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

a
5−a
=
0,856 0,125

a = 4,362 b = 0,638

S = (0,5 x -0,125 x 10,638) x 2,218 + (-0,125 x 15,722)
= (0,5 x 0,856 x 69,362) x 2,218 + (0,856 x 15,722)

= 79,303 t

S46 = S49

a
5−a
=
0,923 0,058

= - 3,439 t

a = 4,704 b = 0,296

S = (0,5 x -0,058 x 5,296) x 2,218 + (-0,058 x 15,722)

= - 1,251 t

= (0,5 x 0,923 x 74,704) x 2,218 + (0,923 x 15,722)

= 90,978 t

S47 = S48

S = (0,5 x 0,923 x 80) x 2,218 + (0,923x 15,722)

= 96,399 t

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 113

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Tabel 5 .1 Rekapitulasi Gaya Batang (Ton)
Gaya Batang
Btg.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

Beban Mati ( t )
Tarik
24.626
69.348
107.936
140.057
165.758
185.034
197.844
204.310
204.310
197.884
185.034
165.758
140.057
107.936
69.348
24.626

Tekan

47.862
89.613
124.950
153.864
176.352
192.415
202.053
205.265
202.053
192.415
176.352
153.864
124.950
89.613
47.862
65.824
57.071
48.750
40.179
31.634
23.087
14.540
5.933
2.553
11.100
19.647

Gaya Batang

Beban Hidup ( t )
Tarik
38.851
110.77
172.454
234.017
182.965
234.841
315.144
325.33
325.33
315.144
234.841
182.965
234.017
172.454
110.77
38.851

1.886
3.637
6.627
10.399
14.905
12.532
26.101
33.232
40.904
49.353

Tekan

76.973
144.16
200.67
256.485
284.192
309.259
324.98
176.08
324.98
309.259
284.192
256.485
200.67
144.16
76.973
55.499
89.773
78.622
67.876
65.871
48.806
33.849
33.042
25.924
19.859
14.622

Total ( t )
Tarik
63.477
180.118
280.390
374.074
348.723
419.875
512.988
529.640
529.640
513.028
419.875
348.723
374.074
280.390
180.118
63.477

Tekan

124.835
233.773
325.620
410.349
460.544
501.674
527.033
381.345
527.033
501.674
460.544
410.349
325.620
233.773
124.835
121.323
144.958
123.735
101.428
87.106
56.988
35.857
12.874
9.861
32.145
54.378

Ket.
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tarik
tarik
tarik

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

100 2.773 55.870 121.857 56.824 58.545 158.553 5.439 1.V .934 35.586 54.622 89.113 6.742 28.323 tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tekan tekan tekan tekan tekan tekan tekan tekan TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .385 10.513 79.978 79.439 6.735 144.924 33.194 36.871 67.993 14.251 1.849 48.505 49.888 45.615 121.750 57.637 1.532 14.142 143.101 12.385 3.146 53.870 76.634 40.905 10.353 40.087 31.179 48.622 19.042 33.545 143.888 62.145 9.114 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 28.106 101.303 68.399 6.146 62.499 76.615 158.303 90.627 3.278 53.586 98.876 78.988 87.886 10.859 25.540 23.278 36.958 121.513 58.399 90.428 123.861 12.251 3.071 65.113 14.806 65.904 33.194 19.505 68.378 32.742 45.399 96.232 26.647 11.978 96.142 98.

595 = 1727.V .7 cm2 Ix = 119000 cm4 Iy = 39400 cm4 S = 529.2 cm B = 407 mm iy = 10.7 = 306.85 x 360.490 kg/cm2 < 1867kg/cm2…OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .595 cm2 Cek Tegangan : σ = = S < 1867 kg/cm2 Fnt 529640 < 1867kg/cm2 306.4 cm t1 = 20 mm Wx = 5570 cm3 t2 = 35 mm Wy = 1930 cm3 F = 360.115 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.85 x F profil = 0.640 t = 529640 kg ( batang 8 & 9 ) F nt = 0.12 Pendimensian Batang Rangka Induk 1) Batang Horisontal Bawah (Batang Tarik) Direncanakan menggunakan profil IWF 428 x 407 x 20 x 35 .283 Data Profil : A = 428 mm ix = 18.2.

1 x 10 5 = 111.076 λs = λg = 111.14 x 0.0.183 < λ s < 1 : ω = = 1.593 .015 = 0.OK 360..7 x 240 λ 48. 4 = λg = π x E = 3.033 t = -527033 kg ( batang 23 & 25 ) Lk = 500 cm Rumus umum menurut PPBBI hal 9 Bab 4.V .1 Pasal 1 dan 2.015 0..16 Maka : (S x ω ) F = 527033 x 1.160 = 1694.41 1..283 S = .076 = I min 10 .593 .433 Untuk 0.527.7 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .433 = 1.41 1..7 x σ l 2.116 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 2) Batang Horisontal Atas (Batang Tekan) Direncanakan menggunakan profil IWF 428 x 407 x 20 x 35 .λs 1. untuk stabilitas batang tekan terhadap bahaya tekuk : (S x ω ) F < σ ijin baja Dimana : S = gaya tekan pada batang tersebut F = luas penampang batang ω = faktor tekuk yang tergantung dari kelangsingan dan macam bajanya Menghitung kelangsingan batang tunggal : λ Lk 500 = 48.922 Mpa < 1867 kg/cm2..

7 x σ l 2.172 λs = λg = 111.85 x F profil = 0.41 1.015 0..0.7 = 306.401) 360.593 ..41 1.4 = λg = π x E = 3.593 .545 t = 158545 kg ( batang 47 & 48 ) F nt = 0.7 Mpa.172 = I min 10.183 < λ s < 1 : ω = 1.14 x 0.85 x 360.595 cm2 Cek Tegangan : σ = = S < 0.117 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 3) Batang Diagonal (Batang Tarik) Direncanakan menggunakan profil IWF 428 x 407 x 20 x 35 . untuk stabilitas batang (S x ω ) tekan terhadap bahaya tekuk : F < σ ijin baja Menghitung kelangsingan batang tunggal : λ Lk 677.401 Maka : (S x ω ) F = (144758 x 1.790 cm Rumus umum menurut PPBBI hal 9 Bab 4.283 S = 158.878 < 186.25 kg/cm2 306.758 t = -144758 kg ( batang 33 & 62 ) Lk = 677.7 x 240 λ 65.λs = 1.587 = 1.75 x 1867 kg/cm 2 Fnt 158545 < 1400.OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .015 = 0.790 = 65.115 < 1400.25 kg/cm2…OK 4) Batang Diagonal (Batang Tekan) Direncanakan menggunakan profil IWF 428 x 407 x 20 x 35 .1 Pasal 1 dan 2.144.V .595 = 517.283 S = .7 = 542.1 x 10 5 = 111.587 Untuk 0.

2 diambil 60 mm Sambungan Irisan 1 : δ d = 30 25.5 ≤ s ≤ 177.5 d ≤ u ≤ 7 d .5 d ≤ s ≤ 7 d .118 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. atau 14 t s = jarak antar sumbu baut pada arah horizontal 2. Sambungan Antar Rangka Utama Sambungan Antar rangka utama direncanakan menggunakan alat penyambung dengan baut diameter 25.8 diambil 80 mm Jarak antar sumbu baut pada arah vertikal ( u ) : 2.5 d ≤ s1 ≤ 3 d 38.2.4 mm Data teknis perencanaan jumlah baut : ƒ Tebal plat buhul ( δ ) = 30 mm ƒ Diameter baut = 25. 4 = 1.5 ≤ s ≤ 177.13 Sambungan Rangka Utama a.V .5 d ≤ s ≤ 7 d 63.5 d ≤ s1 ≤ 3 d .314 ( Pengaruh Geser ) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .180 > 0.5 d ≤ u ≤ 7 d 63.8 diambil 100 mm Jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung ( s1 ) : 1.4 mm ƒ Mutu baut = A325 ( ߬௟ = 6350 kg/cm2) Pengaturan jarak antar baut ( berdasar PPBBI hal 70 ) : 2. atau 14 t u = jarak antar sumbu baut pada arah vertical 1. atau 6 t s1= jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung Jarak antar sumbu baut pada arah horizontal ( s ) : 2.1 ≤ s1 ≤ 76.

535 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .14 x 2. 6 x σ x 2 x π d 2 4 n gsr = S 1 0.6 x 6350 x 2 x x 3.119 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Jumlah baut untuk tiap sisi pelat sambungan: n gsr = S 1 0.V .54 2 4 n gsr = S 38591.

591 38.074 348.591 38.477 180.773 124.058 3.958 123.2 Perhitungan Jumlah Baut Btg 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 Gaya batang ( kg ) 63.985 2.591 38.657 13.633 8.857 12.591 38.390 374.721 Dipakai 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .390 180.591 38.266 4.591 38.591 38.074 280.591 38.934 10.674 460.875 348.880 9.139 3.591 38.591 38.591 38.620 233.349 325.591 38.861 32.591 38.477 124.591 38.693 7.591 38.118 280.378 76.723 419.591 38.875 512.028 419.667 7.562 3.591 38.591 38.591 38.773 325.591 38.591 38.591 38.120 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.438 6.591 38.591 38.833 1.591 38.591 Jumlah Baut 1.257 1.591 38.323 144.934 13.591 38.591 38.118 63.000 11.334 0.544 501.145 54.591 38.428 87.693 9.409 1.144 3.874 9.724 13.206 2.880 13.591 38.235 3.345 527.477 0.591 38.591 38.106 56.674 527.628 2.591 38.929 0.640 513.438 10.640 529.294 10.256 0.835 121.V .544 410.591 38.723 374.591 38.591 38.633 11.882 13.591 38.724 13.870 121.591 38.667 1.756 3.657 9.591 38.645 4.591 38.620 410.058 8.591 38.835 233.235 6.036 10.000 13.591 38.586 98.033 381.615 Pgeser ( kg ) 38.033 501.142 143.349 460.591 38.591 38.988 529.988 35.036 9.645 3.735 101.591 38.293 13.266 9.

721 3.591 38.335 0.121 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 158.591 38.477 2.409 0.545 143.145 9.591 38.958 121.591 38.144 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .833 0.586 54.V .628 3.591 38.591 38.591 38.139 2.591 38.985 1.591 38.615 121.378 32.934 35.591 38.206 3.257 2.591 38.756 3.735 144.591 38.929 1.857 56.988 87.142 98.861 12.591 4.428 123.562 1.323 38.545 158.108 3.108 4.591 38.256 0.106 101.591 38.870 76.591 38.591 38.

( 3 x 12 ) = 672 mm Syarat panjang las : 10.a 10 x 12 ≤ Ln ≤ 40 x 12 120 ≤ Ln ≤ 480 mm Panjang Las diambil Ln = 400 mm • Luas bidang las ( A ) A = 2 x Ln x a = 2 x 480 x 12 = 11520 mm2 = 115. TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .58 x 1867 x 115.20 = 124745. diambil a = 12 mm 2 Panjang netto las ( Ln ) LB = tinggi profil gelagar melintang = 708 mm Ln = LB .3a = 708 .58 x σ x A = 0.V . Sambungan Antar Rangka Utama dengan Gelagar Melintang Sambungan antara rangka utama dengan gelagar melintang direncanakan menggunakan pelat penyambung dengan tebal 20 mm yang dilas pada ujung gelagar melintang.122 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI b.142 mm. Perhitungan Sambungan Las : DPOST gelagar melintang ( P ) = 51563.20 cm2 • Kekuatan las ( P ) P = 0.472 kg Karena P ≥ P. maka sambungan las antara pelat penyambung dengan gelagar melintang pada ujungnya aman.a ≤ Ln ≤ 40.749 kg Tebal plat ( t ) = 20 mm • • Perhitungan luas bidang las a ≤ ½t 2 a ≤ ½ x 20 x a ≤ 14.

8 diambil 70 mm Jarak antar sumbu baut pada arah vertikal ( u ) : 2. 4 = 1.5 ≤ s ≤ 177.123 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Sambungan antara pelat buhul dengan pelat penyambung direncanakan menggunakan baut mutu tinggi A 325 dengan diameter 1 “ ( 25.1 ≤ s1 ≤ 76.54 2 ⎟ ⎝4 ⎠ = 8.5 d ≤ u ≤ 7 d 63.5 d ≤ s ≤ 7 d 63.5 ≤ s ≤ 177.14 x 2.4 mm o Tegangan geser ijin ( σ ) = 0.V .314 ( Pengaruh Geser ) P 51563.58 x σ = 1082 kg/cm2 Sambungan Irisan 1 : δ d = 30 25.5 d ≤ s1 ≤ 3 d 38.749 n = τ ⎛⎜ 1 x π x d 2 ⎞⎟ = ⎛1 ⎞ ⎝4 ⎠ 1082 x ⎜ x 3.8 diambil 80 mm Jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung ( s1 ) : 1.2 diambil 40 mm Menetukan jumlah baut : o Tebal plat buhul ( δ ) = 30 mm o Diameter baut = 25.4 mm ) Jarak antar sumbu baut pada arah horizontal ( s ) : 2.960 dipakai 10 baut TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .181 > 0.

45 = 391.14 Perhitungan Stabilitas Pelat Buhul a.35 cm2 ƒ A baut = 2 x ( 3 x 2.2 ) − ( ( 3 x 2.62 x ( 2672.2.35 – 15.54 ) = 15.373 + 995.54 ) x (13 + 22.V . A – A Analisa Penampang : ƒ A bruto = 3 x 130.45 − 64. A – A Y = • Inetto ( 376.11 = 64.24 cm2 ƒ A netto = A bruto .049 cm3 H −Y 130.11 x 65.930 ) – ( 7.45 3 ⎟ + 391.675 ) = ⎝ ⎝ 12 ⎠ (3 x 2.24 = 376.54 x ( (13 − 64.75 )) 376.475 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .A netto = 391.087 )) = 527137.675 ) 2 )) )⎞⎟⎟ − ⎠ = ( 554973.124 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.11 cm2 ƒ Titik berat penampang pada pot.675 ) 2 + (33.15 − 64.35 Detail Buhul A Tinjau Pot.400 = = 8116. Buhul A Gambar 5.2 − 64.35 x (65.475 cm ( ⎛⎛ 1 ⎞ 2 ⎜⎜ ⎜ x 3 x 130.516 + 109.400 cm4 • Watas = Inetto 527137.

V - 125

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Wbawah =

Inetto
527137,400
=
= 8178,842 cm3
Y
64,475

Gaya – Gaya yang bekerja :

•N


⎛ ⎛ 63,477 x 12 ⎞
= ½ x ⎜⎜ ⎜
⎟ + (− 121,323 x cos 68.090)⎟⎟ = 4,568 Ton
14


⎝⎝

•D

= ½ x ( -121,323 sin 68.090 ) = -56,279 Ton

•M

=

⎛ ⎛ 63,477 x 12 x ( 64,475 − 13 ) ⎞

½ x ⎜⎜ ⎜
⎟ + (− 121,323 cos 68.090 x (64,475 − 33,15)⎟⎟
14

⎝⎝

= 691,565 Ton.cm
Tegangan Yang Terjadi :

Akibat N

Akibat D

τ =

4568
= 12,145 kg / cm 2
376,11

N
=
Anetto

σn =

D
=
Anetto

− 56279
= − 149,634 kg / cm 2
376,11

Akibat M

σ atas =
σ bawah =

M
=
Watas

691565
= 85,209 kg / cm 2
8116,049

M
=
W bawah

691565
= 84,555 kg / cm 2
8178,842

Tegangan total :

σ atas = 85,209 - 12,145 = 73,064 kg/cm2
σ bawah = 84,555 - 12,145 = 72,410 kg/cm2
Tegangan idiil :

σ idiil

=

(73,064)2

(

+ 3 (−149,634)

2

)

= 269,275 kg/cm2

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 126

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Syarat Keamanan :

σ idiil < σ
269,275 kg/cm2

< 1867 kg/cm2 .....OK

b. Buhul B

Gambar 5.36 Detail Buhul B
Tinjau Pot. A – A

Analisa Penampang :
ƒ

A bruto

= 3 x 130,45

= 391,35 cm2

ƒ

A baut

= 2 x ( 3 x 2.54 )

= 15.24 cm2

ƒ

A netto

= A bruto - A netto

= 391,35 – 15.24 = 376,11 cm2

ƒ

Titik berat penampang pada pot. A – A
Y =

Inetto

( 376,11 x 65,2 ) − ( ( 3 x 2.54 ) x (13 + 22,75 ))
376,11

= 64,475 cm

(

⎛⎛ 1

2
⎜⎜ ⎜ x 3 x 130,45 3 ⎟ + 391,35 x (65,2 − 64,675 )
= ⎝ ⎝ 12

(3 x 2.54 x ( (13 − 64,675 )

2

+ (33,15 − 64,675 )

2

))

)⎞⎟⎟ −

= ( 554973,516 + 109,930 ) – ( 7.62 x ( 2672,373 + 995,087 ))
= 527137,400 cm4
TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 127

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Watas

Wbawah =

=

Inetto
527137,400
=
= 8116,049 cm3
H −Y
130,45 − 64,475
Inetto
527137,400
=
= 8178,842 cm3
Y
64,475

Gaya – Gaya yang bekerja :76

•N

⎛ ⎛ 529,640 x 12 ⎞

= ½ x ⎜⎜ ⎜
⎟ + (− 9,861 x cos 68.090 )⎟⎟ = 225,149 Ton
14

⎝⎝

•D

= ½ x ( -9,861 sin 68.090 ) = -4,574 Ton

•M

=

⎛ ⎛ 529,640 x 12 x ( 64,475 − 13 ) ⎞

½ x ⎜⎜ ⎜
⎟ + (− 139,769 cos 68.090 x ( 64,475 − 33,15)⎟⎟
14

⎝⎝

= 10867,690 Ton.cm
Tegangan Yang Terjadi :

Akibat N

Akibat D

τ =

225149
= 919,876 kg / cm 2
244.76

N
=
Anetto

σn =

D
=
Anetto

− 4574
= −18,687 kg / cm 2
244.76

Akibat M

σ atas =

M
=
Watas

σ bawah =

M
W bawah

10867690
= 1339,037 kg / cm 2
8116,049
=

10867690
= 1328,756 kg / cm 2
8178,842

Tegangan total :

σ atas = 1339,037 - 919,876 = 419,161 kg/cm2
σ bawah = 1328,756 - 919,876 = 408,88 kg/cm2

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

35 cm2 ƒ A baut = 2 x ( 3 x 2.687) 2 ) = 420.45 = 403.408 kg/cm2 < 1867 kg/cm2 .225 ) − ( ( 3 x 2.54 ) x (13 + 33. A – A Analisa Penampang : ƒ A bruto = 3 x 134.24 cm2 ƒ A netto = A bruto .24 = 388.54 ) = 15.128 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tegangan idiil : σ idiil = (419.161)2 ( + 3 (−18.OK c.... A – A Y = ( 388.11 cm2 ƒ Titik berat penampang pada pot. Buhul C Gambar 5.37 Detail Buhul C Tinjau Pot...A netto = 403.408 kg/cm2 Syarat Keamanan : σ idiil < σ 420.11 = 66.11 x 67..35 – 15.15 )) 388.V .318 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ..

546 Ton • M = ⎞ ⎛ ⎛ − 124.545 sin 68.116 )) = 577893.545 x cos 68.253 kg / cm 2 8481.497 kg / cm 2 388.15 − 66.11 Akibat M σ atas = σ bawah = M = Watas M = W bawah − 3863731 = − 455.318 Gaya – Gaya yang bekerja : • ⎛ ⎛ − 124.11 N = Anetto σn = D = Anetto 73546 = 189.45 − 66.809 + 1100.318 ) 2 + (33.318) = ⎝ ⎝ 12 ⎠ Inetto (3 x 2.251 = = 8481.090 ) = 73.065 kg / cm 2 388.225 − 66.251 cm4 • Watas • Wbawah = = Inetto 577893.973 cm3 Y 66.965 cm3 H −Y 134.815 ) – ( 7.090 x ( 67.334 − 33.318 Inetto 577893.cm Tegangan Yang Terjadi : • Akibat N • Akibat D τ = • − 83081 = − 214.251 = = 8713.965 − 3863731 = − 443.545 x cos 68.129 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • ( ⎛⎛ 1 ⎞ 2 ⎜⎜ ⎜ x 3 x 134.15)⎟⎟ 14 ⎠ ⎠ ⎝⎝ = -3863.318 −13 ) ⎞ ½x ⎜⎜ ⎜ ⎟ − (158.35 x (67.973 Tegangan total : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .090)⎟⎟ = -83.V .835 x 12 ⎞ ⎞ N = ½ x ⎜⎜ ⎜ ⎟ + (158.45 3 ⎟ + 403.081 Ton 14 ⎠ ⎝⎝ ⎠ • D = ½ x ( 158.524 + 331.54 x ( (13 − 66.731 Ton.835 x 12 x ( 66.318) 2 )) )⎞⎟⎟ − ⎠ = ( 607606.934 kg / cm 2 8713.62 x ( 2842.

35 – 15. Buhul D Gambar 5.OK d.188) + 3 (− 189.130 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI σ atas = -455. A – A TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .934 + 229..V .11 cm2 ƒ Titik berat penampang pada pot. A – A Analisa Penampang : ƒ A bruto = 3 x 134.869 = -214.306 kg/cm2 Syarat Keamanan : σ idiil < σ 407...065 kg/cm2 Tegangan idiil : σ idiil = ( − (241.24 = 388..065 = -241.306 kg/cm2 < 1867 kg/cm2 .497) 2 2 ) = 407.38 Detail Buhul 19 Tinjau Pot.188 kg/cm2 σbawah = -443..24 cm2 ƒ A netto = A bruto .54 ) = 15.45 = 403.253 + 214....35 cm2 ƒ A baut = 2 x ( 3 x 2.A netto = 403.

11 x 67.131 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Y = • ( 388.54 x ( (13 − 66.251 = = 8481.225 − 66.965 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .965 cm3 H −Y 134.15 )) 388.424 Ton 14 ⎠ ⎠ ⎝⎝ • D = ½ x ( 98.45 3 ⎟ + 403.090 x (66.564 kg / cm 2 388.809 + 1100.973 cm3 Y 66.318 Inetto 577893.62 x ( 2842.628 Ton • M = ⎞ ⎛ ⎛ − 410.264 Ton.090 ) = 45.090 )⎟⎟ = -157.15 − 66.251 = = 8713.349 x 12 ⎞ N = ½ x ⎜⎜ ⎜ ⎟ + (98.524 + 331.815 ) – ( 7.251 cm4 • Watas • Wbawah = = Inetto 577893.870 sin 68.318 Gaya – Gaya yang bekerja : • ⎞ ⎛ ⎛ − 410.45 − 66.616 kg / cm 2 388.870 x cos 68.318 − 13) ⎞ ½x ⎜⎜ ⎜ ⎟ − (98.11 Akibat M σ atas = M = Watas − 1549264 = − 182.318 − 33.11 D = Anetto 45628 = 117.870 x cos 68.318 ) 2 + (33.V .349 x 12 x (66.35 x (67.318) = ⎝ ⎝ 12 ⎠ Inetto (3 x 2.318) 2 )) )⎞⎟⎟ − ⎠ = ( 607606.15)⎟⎟ 14 ⎠ ⎠ ⎝⎝ = -1549.225 ) − ( ( 3 x 2.653 kg / cm 2 8481.54 ) x (13 + 33.cm Tegangan Yang Terjadi : • Akibat N N = Anetto σn = • Akibat D τ = • − 157424 = − 405.11 = 66.318 cm ( ⎛⎛ 1 ⎞ 2 ⎜⎜ ⎜ x 3 x 134.116 )) = 577893.

.973 Tegangan total : σ atas = -182..646 kg/cm2 Tegangan idiil : σ idiil = (227.970 kg / cm 2 8713.963 kg/cm2 σ bawah = -177..616 = 222..564) 2 ) = 308.OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .646)2 ( + 3 (117.970 + 405..V .616 = 227..132 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI σ bawah = M = W bawah − 1549264 = − 177.428 kg/cm2 Syarat Keamanan : σ idiil < σ 308.653 + 405..428 kg/cm2 < 1867 kg/cm2 ..

57 2.2.6 273.37 -2.6 273.6 273.19 273.610 513028.6 273.241 0.369 1.6 273.18 2.840 280389.6 273.6 273.19 -1.530 L (cm) 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 So A (kg) (cm2) 0.147 0.147 1.910 -325619.6 273.39 1.6 273.98 -1.043 0.270 1.540 0.797 0.6 273.940 348723.6 273.6 273.6 273.880 -501674.540 0.6 273.199 0.630 374073.797 1.57 2.820 63476.6 273.39 0.989 0.093 0.37 -1.610 529639.840 348723.452 0.011 0.6 273.410 -233772.950 -501674.950 -410348.241 0.1 x 106 kg/cm2) Tabel 5.050 -527032.77 -3.6 E (kg/cm2) 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 δ (cm) 0.6 273.860 -460543.791 -1.530 180117.880 -381345.564 0.593 0.337 0.860 -325619.6 273.6 273.093 0.97 2.989 1.369 1.133 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.794 1.794 0.050 -460543.820 280389.270 1.78 2.6 273.15 Perhitungan Lendutan Rangka Induk Rumus = δ m = ( S DL + S LL ) xLxS o AxE Keterangan : δm = lendutan dititik ditengah SDL = Gaya akibat beban mati SLL = Gaya akibat beban hidup L = Panjang Batang So = Gaya batang akibat beban P ditengah A = Luas Profil E = Modulus Elastisitas Baja (2.480 -527032.330 374073.6 273.035 1.6 273.011 0.6 273.6 273.6 273.18 1.6 273.97 2.16 -2.396 -0.V .390 419874.452 0.049 1.330 419874.940 512988.035 0.3 Perhitungan Lendutan Rangka Induk Batan SDL + SLL g (kg) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 63476.564 0.161 0.77 -2.6 273.390 529639.530 -410348.58 -1.199 -0.593 0.6 273.98 -2.78 1.630 180117.337 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .58 -1.530 -124835.

526 -0.089 0.077 0.527 0.524 0.779 677.6 273.525 0.779 677.779 677.690 98870..740 -123735..533 273.779 677.779 677.6 273.6 273.6 273.526 -0.6 273.526 0.6 273.524 0.035 0.779 677.526 -0.779 677.779 677..006 0.779 677.6 273.100 -56988.779 677.440 9861.526 0..779 677.061 0.779 677.075 0.370 -144958.006 0.6 273..6 273..280 -121323.420 500 500 677.779 677.779 677.496 cm ≤ 16 cm .6 273.260 54378.779 677.450 76585.280 -123735.940 158544.779 677.076 0.420 32145.6 273.090 0.779 677..280 -56988.6 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 Σ 0..090 0.779 677.280 -12874.440 -35857.526 -0.940 121141..526 0.260 9861.034 0.6 273.063 0.205 0.043 0.779 677.034 0..079 0.526 0.410 -121323.075 0.525 -0.072 0.526 -0..779 677..054 0.6 273..6 273.740 -87106.6 273.779 677.100 -101427.6 273.048 0.6 273.054 0.52 -0.020 0.779 677.526 0.420 -144958.6 273.022 0.022 0..6 273.420 -12934.063 0.161 0.779 677.020 0.6 273.525 0.6 273.061 0.140 -87106.779 677.526 0.6 273.6 273.910 158544.6 273.779 677.396 -0.6 273.527 -5.496 Cek lendutan : ∆ ≤ 1/500 x 8000 14.779 677.6 273.6 273.527 -0.072 0.V .048 0.OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .779 677.533 -0.150 32145.525 -0.450 121141.526 0.077 0.6 273.526 -0.526 -0.6 273.720 54378.008 0.779 677.527 -0.910 143614.6 273.779 677..720 98870.6 273.779 677.526 0.6 273.6 273.910 -124835.150 76585.076 14.134 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 -233772.690 143614.526 0.526 0.791 -0..089 0..035 0.370 -101427.526 -0.779 677.779 -0.140 -35857.

39 Perhitungan Chamber ƒ ƒ Titik (0. b + c 16 = 40002 a + 4000 b ƒ (1) Titik (8000.0) y = ax2 + bx + c 0 = a . 40002 + 4000 .2.Y=0 ax2 + bx + c = 0 . c = 0 Lendutan ijin (δ ijin) = L 500 = ƒ 8000 = 16 cm 500 Titik maks (4000. 80002 + 8000 .135 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.16) y = ax2 + bx + c 16 = a . b + c 0 = 80002 a + 8000 b b= − (2) 8000 2 a = − 8000a 8000 Persamaan (1) dan (2) : 16 = 40002 a + 4000 b 16 = 40002 a + 4000 (-8000 a) 16 = 16000000 a .32000000 a TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .16 Perhitungan Chamber Gambar 5.0) X=0 .

10-3(4000) = -16 + 32 = 16 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .10-3 y = .10 6 = .10-6.(40002) + 8.10-6 b = -8000(-10-6) = 8.10-3x y = .V .(40002) + 8.136 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 16 = 16000000 a .10-6.10-3x lendutan maksimum terjadi pada tengah bentang x = 4000 x = 4000 y = .32000000 a a = − 16 16.10-3(4000) y = .10-6x2 + 8.10-6x2 + 8.

00 lapisan tanah berupa jenis lanau kepasiran campur koral dan kerikil dengan nilai SPT > 60. dapat disimpulkan bahwa : ƒ Pada Kedalaman ± 0.566 gr/cm3 θ1 = 20o C1 = 0. Perencanaan bangunan bawah bertujuan untuk mendapatkan konstruksi bawah yang kuat. Spesifikasi Bahan Adapun spesifikasi bahan yang dipakai antara lain : ƒ Abutment direncanakan menggunakan beton mutu f’c = 35 Mpa.V .00.00 meter sampai dengan -10.02 kg/cm2 B. lapisan tanah berupa jenis lanau kepasiran berwarna coklat tua. ƒ Kedalaman -1.3 PERHITUNGAN BANGUNAN BAWAH Fungsi utama bangunan bawah jembatan adalah untuk menyalurkan semua beban yang bekerja pada bangunan atas ke tanah. ƒ Muka air tanah terdapat pada kedalaman -1.00 meter lapisan tanah berupa jenis koral dengan nilai N SPT > 60.00 meter dari permukaan tanah setempat.00 meter sampai -2. ƒ Pelat injak direncanakan menggunakan beton mutu f’c = 35 Mpa. ƒ Dipakai pesifikasi sebagai berikut : γ1 = 1.00 meter sampai dengan -1.00 meter.00. dan efisien. TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Data Tanah Data dari hasil penyelidikan tanah. ƒ Kedalaman -2. ƒ Pondasi tiang pancang direncanakan menggunakan beton mutu f’c = 40 Mpa. ƒ Wingwall direncanakan menggunakan beton mutu f’c = 35 Mpa.137 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. Perhitungan bangunan bawah meliputi : ƒ Perhitungan Pelat Injak ƒ Perhitungan Abutment ƒ Perhitungan Tiang Pancang A.

D16.05 x 2200 x 1 = 110 kg/m ƒ Berat Agregat = 0.65 t/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .575 x 2.575 kN/m MDL = 1/8 x QDL x L2 = 1/8 x 14.1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1. maka : q = 1. D12. D14.V .1 Perhitungan Pelat Injak Gambar 5.52 = 11.387 kNm Beban Hidup Bentang jembatan = 80 m.138 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ƒ Tulangan yang digunakan : Ø 8 dan Ø 10 merupakan tulangan polos dengan mutu fy = 240 Mpa.20 x 2500 x 1 = 500 kg/m 50 kg/m berat total (qDL) = 1457.05 x 1000 x 1 = ƒ Berat Sendiri Pelat = 0.3.1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1.5 kg/m = 14.5 kg/m ƒ Berat Air Hujan = 0.40 Pelat Injak A. D25 adalah tulangan ulir dengan mutu fy = 240 Mpa 5. Pembebanan Pelat Injak Beban Mati ƒ Berat Aspal = 0.55 x 1450 x 1 = 797.

015 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .52 = 11.75 = 1.85 600 + fy fy ⎝ ⎠ ρ max = 0.75 x 0.242 ρ 2 = -1.65 × 2.V .4 = 0.387 + 11.85 600 + 2400 ⎠ ρ max = 0.4 = 1.718 = 23. Penulangan Pelat Injak f’c = 35 Mpa fy = 240 Mpa b = 100 cm φ = 14 mm d = h – p – ½ φ tulangan = 200 – 40 – 7 = 153 mm Mu bd 2 fy = ρx0.85 ⎛⎜ 0.44 ρ 2 – 1920 ρ + 10 = 0 ρ 1 = 0.005 fy 240 ρ max = 0.8 x 2400 (1-0.52 7741.85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.105 kNm B.588 x ρ x ) 2 350 1 x 1.105 = ρ x 0.588 x ρ x f ' c ) 2400 23.03 ρ min = 1.5 2.8xfy (1-0.139 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban terbagi rata (qLL) = 1.5 t/m = 1500 kg/m = 15 kN/m MLL = 1/8 x QDL x L2 = 1/8 x 15 x 2.718 kNm MTOTAL= 11.85 x 350 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.

005 As = ρ x b x d = 0.16. dalam araah tegak luru us terhadap Menurutt SKSNI T15-1991-03 pasal tulangan n utama haruus disediakann tulangan pembagi p teggangan susutt dan suhu) untuk fy = 240 MPa As = 0.41 Denah Penulanngan Pelat Innjak Gam TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .005 x 1000 x 153 = 765 7 mm2 Dipakai tulangan φ 14 – 200 (A As = 770 mm m2) p 3.00025 x 1000 x 153 = 3822.V .5 mm2 Digunak kan tulangan bagi D10-200 (A = 3933 mm2) mbar 5.140 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I Karena ρ min > ρ > ρ max → dipakai ρ min m = 0.12 2.00025 x b x d As = 0.

42 Dimensi Rencana Abutment 5.141 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.V . Gaya horisontal akibat rem dan traksi c. Beban mati bangunan atas c. Berat sendiri b. Gaya akibat beban vertikal tanah Beban Hidup meliputi: a.2.2 Perhitungan Abutment Gaya-gaya yang bekerja pada abutment antara lain: Beban Mati meliputi: a. Gaya gempa f. Beban angin Gambar 5.3. Gaya akibat tekanan tanah aktif d. Beban hidup bangunan atas b. Gaya gesek tumpuan bergerak e.1 Perhitungan Pembebanan Abutment TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .3.

490 0.410 5.900 3.313 Titik Berat (m) X Y 2.838 52.350 2.175 5.250 523.500 2.500 2.911 170.638 12.150 0.250 11.500 10.267 1.500 4.142 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a.799 81.934 1.500 2.800 Berat Jenis T/m3 2.863 3.500 Berat T 3.237 0.650 5.594 131.313 1.V .279 Titik berat abutment : X= ∑ Mx = 523.575 5.500 10.909 m ∑ Berat 274.796 = 1.313 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .195 249.750 2.500 10.500 2.43 Perhitungan Berat Sendiri Abutment Tabel 5.950 2.677 8.500 2.500 10.145 37.375 29.100 47.500 10.938 12.145 1.500 274.281 4.550 6.237 1.253 27.867 11.025 12.600 1 2 3 4 5 6 7 8 Panjang Volume m 10.800 0.500 10.700 1.792 24.014 15.366 32.500 2.4 Perhitungan Berat Sendiri Abutment No.796 688. Luas m2 0.375 459.500 2.768 13.490 3.350 6.500 10.125 0.567 5.863 94.500 m3 1.695 18.500 2.420 0.000 0.500 Momen terhadap B (Tm) Mx My 9. Berat Sendiri Gambar 5.

dimana satu buah abutment menerima 2 reaksi tumpuan dari 2 rangka baja.8 × 128.8 m Momen terhadap B: MB = Ya × Pm = 1.720 = 231.279 ∑ Berat 274.630 T.143 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Y= ∑ My = 688. Lengan terhadap B (Ya)= 1. Beban Mati Bangunan Atas Gambar 5.V .630 T x 2 = 128.696 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .313 = 2.509 m Momen yang terjadi terhadap titik B : MB = ∑ Mx = 523.796 Tm b. Sehingga abutment menerima beban mati sebesar : Pm = Joint Reaction = 64.44 Perhitungan Beban Akibat Konstruksi Atas Berdasarkan hasil “SAP 2000 Versi 7 ” didapatkan reaksi diatas tumpuan sebesar 64.720 T.

014 23.500 1.500 0.150 2.678 1.937 4.144 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI c.250 5.250 3.665 374.633 196.500 4.500 3.280 28.400 17.175 10.838 39.511 42.060 4.42  10.083 65.800 8.145 1.135 0.49  10.935 697.V .733 5. 1 2 3 4 5 6 7 8 Luas Panjang m2 m 0.720 10.678 Berat T 14.000 3.032 12.509 196.793 8.250 6.189 5.018 10.45 Perhitungan Beban Akibat Beban Vertikal Tabel 5.555 221.467 0.678 1.467 Momen terhadap B Mx My 48.994 49.680 10.455 88.462 8.933 5.467 1.700 3. Gaya Akibat Beban Vertikal Tanah Timbunan Gambar 5.410 10.637 70.001 10.678 1.500 0.200 1.427 15.628 213.100 3.490 10.678 1.058 44.145 Berat Jenis T/m3 1.500 Volume m3 8.678 1.046 0.100 90.500 0.522 Titik Berat X Y 3.840 10.543 7.678 1.820 5.678 1.633 3.030 3.856 16.716 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 Perhitungan Berat Sendiri Abutment No.500 0.

372 x 80) 8 x 2.149 0.9355 = 1. nan atas ƒ Garis pengaruh p S1 0.274 249 0.145 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I T Titik Berat terhadap t B: ∑ Mxx = 374.7166 = 3.372 x 15..099 0.049 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 S = (0.299 0.224 0.907 m ∑ Beraat 196.5222 X= Y= M Momen terjaadi terhadap B: M = Ms ∑ Mxx = 374.024 0 17 = 38.324 0.550 m ∑ Beraat 196.2 0.V .174 0.218 + (0.372 0.46 Peerhitungan B Beban Akibaat Beban hiddup Bangunaan Atas TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .722) 133 14 15 16 0.1224 0.074 0.199 0.935 Tm B Beban Hidu up a Beban hidup bangun a.349 4 0.5 5 x 0.851 t Gam mbar 5.5222 ∑ Myy = 697.

8 m diatas permukaan lantai jembatan.931 Tm b.80+ 7.922 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .0 = 86.218 × 80 + 15.146 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Ph = R1V = R10V = 38. Gaya rem PPJJR : ”Besar gaya rem = 5% × Beban ”D”.0 m Momen terhadap B = MB = Ph × y = 9. titik tangkap berada 1. PL = 15.722 ) = 9.” Gambar 5.V .8 = 69.658 × 9.851× 1.722 T PREM = 5% × (2.218 T/m.80 m Momen terhadap B = MB = Ph × x = 38.2 = 9.851 T Lengan terhadap B = x = 1.658 Ton Lengan terhadap B = y = 1.47 Perhitungan Beban Akibat Gaya Rem dan Traksi qL = 2.

0 gr/cm3 φ1 = 28o C1 = 1 kg/cm2 H1= 6.566 gr/cm3 φ2 = 20o C2 = 0.02 kg/cm2 H2= 5. Gaya Akibat Tekanan Tanah Aktif Gambar 5.48 Perhitungan Beban Akibat Tekanan Tanah akif Diketahui : ƒ Tanah Lapisan 1 (tanah urugan) γ1 = 2.147 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI d.5 m ƒ Tanah lapisan 2 (tanah dasar) γ2 = 1.2 m ƒ Koefisien tekanan tanah aktif: Ka1 = tan2 (450 – φ1 /2) = tan2 (450 – 28 /2) = 0.490 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .360 Ka2 = tan2 (450 – φ2 /2) = tan2 (450 – 20 /2) = 0.

657 T/m2 Gaya tekanan tanah aktif: P1 = Ka1 × q1 × H1 × B = 0.5 × 10.1987. muatan lau lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi: h = 60 cm.148 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ƒ Koefisien tekanan tanah pasif: Kp = tan2 (450 + φ /2) = tan2 (450 +20 /2) = 2.V .5 = 2.28.039 ƒ Perhitungan tinggi kritis dari timbunan: Cu × Nc Hcr = Nc : factor daya dukung untuk Ө2 = 11.52 SF : γ timbunan 1 x 5.641 T TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ..5 2 = 32.657 × 0.36 × 2.3.×0.2 = 2.6 = 1.657 × 6.5 × 10.457 + 1.282 Ton P2 = 1 × γ 1 × Ka1 × H1 × B 2 = 1 × 2.4 P3JJR SKBI 1.2 t/m2 q1 = qpelat injak + qx = 1.5 = 65.360 × 6. jadi beban lalu lintas (qx) : qx = γ 1 × h = 2. ( aman ) Menurut pasal 1.25 < 3 2 …………….

170 × 1.641 × 2. 2 2 = 43.170 = 54.V .039 × 1.733) 54.566 × 5.282 × 3.25) + (32.753 T 4 Yf = = ∑ (Ti × Yi) 1=1 f (65.282 + 32.167) − (43.641 – 43.753× 3.800 m Momen terhadap titik G: Mg = F × Yf = 54.800 = 208.061 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .170 T F = P1 +P2 – Pp1 = 65.753 = 3.149 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gaya tekanan tanah pasif: Pp1= 1 / 2 × Kp × γ 1 × D 2 = 1 / 2 × 2.

150 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI e.15 Fges = 128.3.037 = 116.562 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .49 Gaya gesek tumpuan bergerak Fges = Pm × C dimana: fges = gaya gesek tumpuan bergerak Pm = beban mati konstruksi atas (T) = C = koefisien tumpuan karet dengan baja = 0.15 = 19.V . gaya gesek yang timbul hanya ditinjau akibat beban mati saja. Gaya gesek akibat tumpuan–tumpuan bergerak: Menurut pasal 2.308 T Lengan gaya terhadap titik G : Yges = 6.720 × 0.6 halaman 15 PPJJR SKBI 1.308 × 6. Gambar 5. sedangkan besarnya ditentukan berdasarkan koefesien gesek.1987. pada tumpuan yang bersangkutan.28.037 m Momen terhadap titik G : Mges = Fges × Yges = 19.

037 m = 108.14 = 18.550 m M = 97.403 T ƒ YB = 2.786 T Gaya gempa terhadap tanah diatas abutment : PTB = 196.355 Tm Gaya gempa terhadap bangunan atas : PMB = 128.12/1970) M ƒ : Muatan mati dari konstruksi yang ditinjau Gaya gempa terhadap berat sendiri abutment : PBB = 274.522 T x 0.037 m M = 18.14 = 38.V .313 T x 0.14 = 27.020 T ƒ YmB = 6.671 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .151 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI f.513 T YTB = 3.313 T GhmB = 274.403 T x 2.509 m M = 38.509 m = 96. Gaya Gempa h = E x M dimana : h : gaya horisontal akibat gempa E : Koefesien gempa untuk daerah Jawa Tengah pada wilayah II = 0.720 T x 0.720 T GhmB = 128.14 ( Peraturan Muatan Untuk Jalan Raya no.522 T GhTB = 196.020 T x 6.

152 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI g.51 Penyebaran Beban Angin TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .3 m Luas bidang rangka utama ⎛ 80 + 75 ⎞ : ⎜ ⎟ x 6.3 = 488.V .50 Bidang Rangka Induk Data teknis perencanaan pertambatan angin : Tekanan angin : 150 kg/m2 Panjang sisi bawah jembatan : 80 m Panjang sisi atas jembatan : 75 m Tinggi jembatan : 6. Gaya Angin Gambar 5.25 m 2 2 ⎝ ⎠ Gambar 5.

8 cm ( 708x302x15x28-215 ) Tebal sayap gelagar melintang ( h2 ) : 2.733 + 6.25 )) x 150 = 10985.037 = 7.8 cm Lebar profil rangka induk ( h3 ) : 40.3 cm ( 428x407x20x35-283 ) Tebal plat lantai kendaraan ( h4 ) : 20 cm Tebal perkerasan ( h5 ) : 5 cm Tinggi bidang vertikal beban hidup ( h6 ): 200 cm s2 h3 ⎞ h6 ⎛ = ⎜ h1− h2 − ⎟ + h4 + h5 + 2⎠ 2 ⎝ = ( 70.35 cm = 1.V .3 – 20.15 + 6.153 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (d1) : d1 = 50% x (( 30% x A )) x w = 50% x (( 30% x 488.733 m Lengan terhadap B : Y1 = Y2 = 3.187 m Y3 = 1.812 kg ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan ( s1 ) s1 = ½ x tinggi jembatan = ½ x 6.35 ) + 20 + 5 + 100 = 173.8 – 2.625 kg ◦ Beban angin pada muatan hidup setinggi 2 m (d2) : d2 = 100% × w × L × 2 = 100%x 150 x 80 x 2 = 24000 kg ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (d1) : d1 = 50% x (( 15% x A )) x w = 50% x (( 15% x 488.767 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .25 )) x 150 = 5492.15 m ◦ Beban angin pada muatan hidup seringgi 2 m ( s2 ) Tinggi profil gelagar melintang ( h1 ) : 70.037 = 9.30 m = 3.

753 x 0. Gaya Tekanan Tanah Akibat Gempa Bumi PTt = 54.154 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Momen terhadap titik B : MB = d1 x y1 + d2 x y2 + d3 x y3 = 10.187 + 5.767 = 364.753 T Ta = 54.665 T YTt = 3.800 = 29.V .800 m Momen terhadap titik B : MTA = 7.14 = 7.492 x 7.665 x 3.127 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .985 x 9.063 Tm h.187 + 24 x 9.

M + (H+K) + Ta + Tu 100 % II.2 Kombinasi Pembebanan Tabel 5.V . M + P1 130 % VI. M + Ah + A + Ta + Gg + SR + Tm 125 % III. Komb. I + Rm + Gg + A + SR + Tm 140 % +S IV.3. M + Gh + Tag + Gg + AHg + Tu 150 % V. M + (H+K) + Ta + S + Tb 150% Keterangan : A : Beban angin Ah : gaya akibat aliran dan hanyutan Ahg : Gaya aliran dan hanyutan pada waktu gempa Gg : gaya gesek pada tumpuan bergerak Gh : gaya horizontal ekivalen akibat gemapa bumi H+K : beban hidup dengan kejut M : beban mati PI : gaya – gaya pada waktu pelaksanaan Rm : gaya rem S : gaya setrifugal SR : gaya akibat susut dan rangkak Tm : gaya akibat perubahan suhu ( selain susut dan rangkak ) Ta : gaya tekanan tanah Tag : gaya tekanan tanah akibat gempa bumi Tb : gaya tumbuk Tu : gaya angkat ( bouyancy ) Beban nominal : jumlah total beban Beban ijin : beban nominal dibagi presentase terhadap tegangan ijin TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .2.6 Kombinasi Pembebanan Tegangan yang digunakan dalam Kombinasi Pembebanan dan Gaya prosen terhadap tegangan izin keadaan elastis I.155 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.

492 7.985 9.7 Kombinasi 1 Beban Gaya Jarak Lengan Jenis Bagian V M abutment 274.406 54.800 231.935 Ta H Xo Yo Momen MVo MH 54.646 ijin 479.630 904.156 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.061 Tabel 5.000 9.907 374.061 Tu Nominal 638.522 1.753 Y Momen MV 3.555 114.916 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .644 91.522 1.061 ijin 638.488 Ah Gg A SR Tm Nominal 599.919 Angin hisap 5.427 688.753 1200.358 208.656 muatan 2 m 24.800 231.V .341 550.696 Timbunan tanah 196.358 208.800 69.313 1.8 Kombinasi 2 Beban Gaya Jarak Lengan Jenis Bagian V M abutment 274.406 54.037 116.720 1.187 100.187 220.720 1.796 Bangunan atas 128.753 3.907 374.909 523.767 42.931 H+K H Ta X 54.753 1200.313 1.935 Bangunan atas 38.522 Angin tekan 10.800 MH 208.538 1130.851 1.061 19.308 6.909 523.800 208.696 Timbunan tanah 196.796 Bangunan atas 128.

909 523.403 2.800 29.076 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .665 3.522 1.555 110.256 269.960 1200.358 208.550 97.10 Kombinasi 4 Beban Gaya Jarak Lengan H X Y Momen Jenis Bagian V MV M abutment 274.488 A SR Tm S Nominal 638.658 9.000 9.935 MH abutment 38.127 Gg 19.308 6.020 6.907 374.696 Timbunan tanah 196.919 Angin hisap 5.187 220.800 231.753 X Y Momen MV MH 1200. 1 Gaya Jarak Lengan V H 638.671 TAG 7.755 Tabel 5.157 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.767 42.675 968.037 116.308 6.406 124.406 54.V .358 775.037 116.061 Rm 9.461 ijin 359.545 678.9 Kombinasi 3 Beban Jenis Bagian Komb.509 96.724 88.522 Gh Ahg TU Nominal 599.355 Bangunan atas 18.513 3.492 7.909 1130.313 1.037 108.522 Angin tekan 10.000 86.796 Bangunan atas 128.656 muatan 2 m 24.720 1.786 Timbunan tanah 27.733 66.568 ijin 510.427 448.187 100.286 553.985 9.922 Gg 19.

V .800 231.800 69.12 Kombinasi 6 Beban Gaya Jarak Lengan Jenis Bagian V M abutment 274.638 138.851 1.796 Bangunan atas 128.907 374.720 1.753 1200.776 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .800 MH 208.061 ijin 425.796 Bangunan atas 128.696 Timbunan tanah 196.358 208.11 Kombinasi 5 Beban Gaya Jarak Lengan H X Y Momen Jenis Bagian V MV M abutment 274.816 36.909 523.057 869.935 Nominal 599.800 231.313 1.720 1.520 800.061 STb Nominal 638.909 523.522 1.696 Timbunan tanah 196.298 MH P1 Tabel 5.406 54.935 38.313 1.158 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.753 X Y Momen MV 3.931 H+K TA H 54.427 ijin 461.907 374.555 1130.522 1.

600 54.3.909 2.159 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.600 114.5 aman II 599.45 0 3.5 aman III 1200.642 1.061 5.5 aman V 599.427 - - 1.600 54.13 kontrol terhadap guling Komb.V .5 aman II 1130.5 aman TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .538 2. MV (Tm) MH (Tm) F SF Ket I 1200.521 1.5 aman IV 1130.Dimana : Tan δ = faktor geser tanah antara tanah dan dasar tembok (Buku Teknik Sipil) = 0.555 0.600 - - 1.5 aman VI 1200.555 0.45 0 3.96 2. ◦ Terhadap guling ( Fg ) = ∑ MV g ≥ SF ∑ MH . Dimana : ΣMV = jumlah momen vertical yang terjadi ΣMH = jumlah momen horisontal yang terjadi SF = safety factor = 1.356 1.427 688.5 aman VI 638.247 1.548 1.5 aman V 1130.5 Tabel 5.358 775.3 Kontrol Stabilitas Abutment Kestabilan konstruksi diperiksa terhadap kombinasi gaya dan muatan yang paling menentukan.406 0.406 0.753 5.299 1.5 aman IV 599. V (Tm) Tan δ Ca B (m) H (m) FS SF Ket I 638.14 kontrol terhadap geser Komb.568 1.247 1.769 1.45 (Beton dengan tanah lempung padat dan pasir gravelan padat) Ca = adhesi antara tanah dan dasar tembok = 0 B = lebar dasar pondasi = 3.433 1.45 0 3.5 aman ◦ Terhadap Geser (FS) = ∑V × tan δ + Ca × B ∑H .406 0.427 448.358 208.600 meter Tabel 5.358 208.2.5 aman III 638.769 1.600 110.466 1.600 124.555 0.061 5.45 0 3.45 0 3.461 2.45 0 3.753 5.

406 -1.5 B MV MH (m) (Tm) (Tm) I 1.568 638. danγ .600 aman IV 1.061 638.295 0. 1/6 B V (Tm) e (m) 208.800 III Komb.234 0. 2 B / L )) dimana : Q ult = daya dukung ultimate tanah dasar (t/m2) c = kohesi tanah dasar (t/m2) γ = berat isi tanah dasar (t/m3) B=D = lebar pondasi (meter) Df = kedalaman pondasi (meter) N γ . yaitu : Q ult = Ap ⋅ ( c ⋅ N c (1 + 0. Besarnya kapasitas dukung tanah dasar dapat dihitung dengan metode Terzaghi.555 -0. Nq.555 -1.600 aman 1130.800 1130.427 - 599.461 599.3 B / L ) + γ ⋅ D f ⋅ N q + 0.427 448.406 0.800 1130.358 208.427 688.358 775.085 0.600 aman VI 1.358 II 1.833 0.600 aman V 1.800 1200. c.600 m 6 6 Tabel 5.160 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI B − 2 ◦ Terhadap eksentrisitas ( e ) = ∑ Mv − ∑ Mh ∑V < B 3.061 638. Nc = faktor daya dukung Terzaghi Ap = luas dasar pondasi B = lebar pondasi L = panjang pondasi TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .406 -0.555 -0.5 ⋅ γ ⋅ B ⋅ N γ ⋅ (1 − 0.V .466 599.600 aman 1.406 -0.800 1200.800 1200.406 0.600 aman (m) Ket ◦ Terhadap Daya Dukung Tanah Kapasitas dukung tanah dasar (bearing capacity) dipengaruhi oleh parameter ϕ .60 = = 0.15 kontrol terhadap eksentrisitas 0.

2 30 37.566.7 25 25.02 kg/cm2 .7 9.4 0.9 780.4 + 0.4 50 347.6 10.3 5.5 18.1 37.7 1.1 66.5 ⋅ γ ⋅ B ⋅ N γ ⋅ (1 − 0.7 48 258.566. 2 B / L )) = (0.5 ~ 3 B = lebar abutment = 3.6 3.7 9.9 0.6 2.7 0.0 5.7 1.3 1153.5 19.649 kg/cm2 = 76.8 45 172.3 1.0 11.50 meter A = 3. Ø2 = 20o Qult = ( c ⋅ N c (1 + 0.4 42.7 14.4 2.2 81.3 B / L ) + γ ⋅ D f ⋅ N q + 0.6 415.0 1.9 4.7x(1+108/ 1050) +1.5 35.2 12. c2 = 0.02x17.4 5.60 * 10.9 20.60 meter L = panjang abutment = 10.1 Berdasarkan data tanah : γ 2 = 1.8 3.0 23.0 0.9 20 17. 76.7 1.7 7.4 25.490 = 25.7 19.6 87.3 297.0 8.7 1.59 m2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .3 65.3 100.2 10 9.0 5 7.V .7 2.2 35.0 35 57.1 12.490 T/m2 σall = (1/3).3 173.566 gr/cm3 .496 Ton σ = ∑V ± ∑ MV + ∑ MH A W ≤ σall Dimana : SF = safety factor 1.7 11.3 287.7 81.6 0.5 6.8 50.7 34 52.5 51.5 15 12.50 = 54.0 0.16 Nilai-nilai daya dukung Terzaghi Keruntuhan Geser Umum φ Nc Keruntuhan Geser Lokal Nq Nγ N’c N’q N’γ 0 5.161 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.9 1. Qult σall = (1/3).2 8.1 40 95.4 34.8 5.10−3 x360x5x(1− 72/ 1050)) = 7.5 9.6 36.5x1.5 60.10−3 x400x7.2 22.8 41.

888 54.860 60.V .405 73.555 1818.817 tdk aman IV 599.59 22.794 tdk aman II 599.59 22.555 1578.59 22.680 m3 V = gaya vertical ( ton ) MV = jumlah momen vertical yang terjadi MH = jumlah momen vertical vertical yang terjadi Tabel 5.680 25.893 54.405 73.496 -38.602 = 22.926 54.496 -58.162 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI W = 1/6 * L * B2 = 1/6 * 10.496 -50.496 -75.406 1408.496 -50.406 1975.633 80.181 tdk aman III 638.496 -69.59 22.427 98.59 22.825 tdk aman VI 638.680 25.215 91.555 1130.680 25. TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .59 22.17 kontrol terhadap daya dukung tanah Komb ΣV ΣMV +ΣMH W A 3 σALL σMIN σMAX Ket (T) (Tm) (m ) (m ) (Tm) (T) (T) I 638.50 * 3.794 tdk aman 2 Karena tinjauan stabilitas abutment tidak aman.427 54.599 tdk aman V 599.680 25.419 54.419 54.680 25. maka dipasang pondasi tiang pancang untuk menanggulangi kegagalan konstruksi.406 1408.680 25.

522 Angin tekan 10.52 Penulangan Badan Abutment Beban yang digunakan dalam penulangan badan abutment diambil dari kombinasi pembebanan yang menghasilkan beban dan momen terbesar yaitu kombinasi pembebanan III.2.187 100.568 ijin 510.4 Penulangan Abutment a.18 Kombinasi Pembebanan Maksimum Beban Jenis Bagian Komb.767 42.000 86.358 208.000 9.675 968.656 muatan 2 m 24.037 116. Penulangan Badan Abutment Gambar 5.V .919 Angin hisap 5.358 775.755 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Tabel 5.061 Rm 9.488 A SR Tm S Nominal 638.960 1200.753 X Y Momen MV MH 1200.492 7.163 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. 1 Gaya Jarak Lengan V H 638.3.187 220.406 124.985 9.724 88.308 6.658 9.406 54.286 553.922 Gg 19.

406 et h = 1880 = 1.33 ρ = r × β = 0.65 × 10 6 × 0.d (Grafik dan Tabel Perhitungan Beton Bertulang halaman 86) r = 0.880 = 0.01 × 1.035 × 1.880 m = 1880 mm 638.0133 ◦ Tulangan Pokok Astot = ρ × Ag = 0.035 = φ × Ag × 0.81 × f ' c 0. dan tulangan pembagi dipakai D16.358 = 1.33 = 0.880 mm 1000 Pu et × = 0.81× 35 Mu et = Pu = 1200.V .01 f’c = 35 maka β = 1.81 × f ' c h Dari perhitungan diatas dipakai grafik 6.0658 φ × Ag × 0.65 Pu 638406 = 0.1. sehingga : d’ = h – (50 + 16 + ½ 20) = 1000 – (50 +16 + 10) = 924 mm Ф = 0.164 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ◦ Data Teknis Perencanaan : f’c = 35 MPa fy = 240 Mpa Ag = luas penampang = 1000 × 1000 = 106 mm2 Ht = tinggi badan = 5000 mm b = 1000 mm (tiap meter lebar abutment) h = 1000 mm Diameter tulangan utama dipakai D20.0133 × 10 6 = 13300 mm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

165 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Askiri = Askanan = 0.25 Astotal = 3325 mm2 Dipakai tulangan rangkap D20 – 75 (Ast = 4189 mm2) ◦ Tulangan bagi Diambil sebesar 20 % dari tulangan utama = 2660 mm2 Dipakai tulangan rangkap D16 – 75 (As = 2681 mm2) Gambar 5.V .53 Penulangan Badan Abutment TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

403 T x 2.786 = 205.313 T GhmB = 274.020 T x 6.141 T ◦ Penulangan Kepala Abutment f’c = 35 MPa fy = 240 Mpa b = 300 mm h = 1000 mm Diameter tulangan utama dipakai D20.V .355 + 108.403 T YB = 2. Penulangan Kepala Abutment Gambar 5.037 m M = 18.166 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI b.720 T GhmB = 128.355 Tm Gaya gempa terhadap bangunan atas : PMB = 128.020 T YmB = 6. sehingga : d’ = h – (50 + 10 + ½ 20) = 1000 – (50 +10+ 10) = 930 mm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .786 T Mt = 96.14 = 18.037 m = 108.54 Dimensi Kepala Abutment ◦ Gaya horisontal gempa (Gg) : Gaya gempa terhadap berat sendiri abutment : PBB = 274.509 m = 96.313 T x 0.720 T x 0.14 = 38. dan tulangan pembagi dipakai D10.509 m M = 38.

5 Astotal = 803.8xfy (1-0.8 x 2400 (1-0.588 x ρ x ) 2 350 1 x 0.85 fy 600 + fy ⎝ ⎠ ρ max=0.4 = 0.167 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Ф = 0. ρ max = 0.4 = 1.44 ρ 2 .1920 ρ + 15615. ρ = 1.0058 fy 240 ρ max = 0.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.V .65 fy Mu ρx0.85.85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.85 ⎛⎜ 0.538 ρ min = 1.930 7741.552 mm2 Dipakai tulangan rangkap D10 – 200 (As = 393 mm2) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .85 x 350 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.75x0.588 x ρ x 2 = f 'c ) bd 2400 205141 = ρ x 0.88 mm2 Dipakai tulangan rangkap D20 – 200 (Ast = 1571 mm2) ◦ Tulangan bagi Diambil sebesar 20 % dari tulangan utama = 321.776 mm2 Askiri = Askanan = 0.337 = 0 .0058 x 300 x 924 = 1607.0058 ◦ Tulangan Pokok Astotal = ρ x b x d = 0.015 600 + 2400 ⎠ dipakai ρ min = 0.

5 × 1 = 6.4 × 2.8xfy (1-0.9 = 98.044 − P1 × 0.588 x ρ x 2 = f 'c ) bd TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 × 1 = 1. dan tulangan pembagi dipakai D16.56 Pembebanan Poer P1 = 0.6 − P 2 × 0.V .8 × 1.817 × 1.168 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.361 Tm Direncanakan : f’c = 35 MPa fy = 240 Mpa b = 1400 mm h = 1000 mm Diameter tulangan utama dipakai D20. sehingga : d’ = h – (50 + 16 + ½ 20) = 1000 – (50 +16+ 10) = 924 mm Ф = 0.225 T P2 = 1.3 T Momen yang terjadi pada potongan A: MB = Pmaks × 1.30 × 0.70 = 133.65 fy Mu ρx0. Penulangan Poer Gambar 5.7 × 2.55 Penulangan Kepala Abutment c.467 − 6.5 × 1.4 × 0.225 × 0.40 − 1.

85 600 + 2400 ⎠ ρ max = 0.4 = 1.85 fy 600 + fy ⎝ ⎠ ρ max = 0.1920 ρ + 156201.4 = 0.015 dipakai ρ min = 0.924 7741.0058 ◦ Tulangan Pokok Astotal = ρ x b x d = 0.44 ρ 2 .85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.0058 fy 240 ρ max = 0.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.392= 0 .85 ⎛⎜ 0.588 x ρ x ) 2 350 1 x 0. 5 Astotal = 3751.638 ρ min = 1. ρ = 1.576 mm2 Dipakai tulangan rangkap D16 – 125 (As = 1608 mm2) Gambar 5.169 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 2400 133361 = ρ x 0.8 x 2400 (1-0.V .57 Penulangan Poer TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .88 mm2 Askiri = Askanan = 0.75 x 0.44 mm2 Dipakai tulangan rangkap D20 – 75 (Ast = 4189 mm2) ◦ Tulangan bagi Diambil sebesar 20 % dari tulangan utama = 1500.85 x 350 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.0058 x 1400 x 924 = 7502.

625 * 2500 * 10-4 = 240.2 kg = 4.V .625 cm2 Keliling penampang tiang = πD = 109.6 m n = jumlah pondasi tiang pancang = 14 bh ny = jumlah pondasi tiang pancang dalam satu baris arah tegak lurus bidang momen = 7 bh ∑X 2 = 1.3 Perhitungan Pondasi Tiang Pancang Perencanaan beban maksimal(Pmax) yang mampu ditahan tiang pancang ditinjau terhadap empat kombinasi pembebanan terhadap titik pusat tiang pancang. Pondasi mengunakan tiang pancang dari beton dengan spesifikasi : Ø tiang = 35 cm Luas penampang ( A ) = ¼ π D2 = 961.170 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.41 kg/m Berat tiang pancang = 240.90 cm Panjang tiang pancang = 14 meter Berat permeter tiang = 961.62 = 2.3.808 ton Pmak = M * X MAK PV + ny * X 2 n ∑ Dimana : Pmak = beban maksimum yang diterima tiang pancang PV = beban vertical ( normal ) M = jumlah momen yang bekerja pada titik berat tiang pancang Xmax = jarak terjauh tiang kepusat berat kelompk tiang = 1.56 m Gaya maksimum yang dipikul tiang pancang P = M * X MAK PV + ny * X 2 n ∑ TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .41 * 14 = 4808.

775 -61.60 2.756 -58.56 7 152.775 -61.574 Dari table perhitungan diperoleh bahwa Pmaks terjadi pada kombinasi III sebesar 152.427 1.358 1.555 14 1130.V .56 7 152.358 1.106 III 638.756 -58.427 1.60 2.3.106 V 599.19 Perhitungan gaya maksimum dan minimum Komb PV (T) n MV XMAX (Tm) (m) (m ) ΣX2 ny 2 PMax PMin (T) (T) I 638.60 2.56 7 152.406 14 1200.56 7 143.406 14 1200.775 -61.406 14 1200.3.1 Perhitungan Daya Dukung Tiang Pancang TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . 5.60 2.427 1.56 7 143.171 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.106 VI 638. Maka daya dukung tanah haru lebih besar dari Pmaks tersebut.574 IV 599.555 14 1130.775 T.60 2.358 1.574 II 599.60 2.756 -58.56 7 143.555 14 1130.

Kekuatan bahan tiang Mutu beton : K – 600 σb : Ptiang : σb * A tiang = 200 * 961. Daya dukung tiang individu Tinjauan spesifikasi tiang pancang berdasarkan : a.625 = 192. Daya dukung tanah ◦ Rumus Umum Pult = Kb * qc * A + Ks * JHP * O SF Kb = 0.V .325 ton 1 * 600 = 200 kg/cm2 3 b.5 – 0.172 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.58 Denah Rencana Pondasi Tiang Pancang Pada Abument 1.75 Ks = 0.75 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

099 3 = 361.708 T ◦ Rumus S.5) * 1.175) = 0.175 (0.75 * 1300 * 1.386 m2 Ab = luas penampang ujung tiang (m2) = π .667 qcb = qc rata – rata 8 D diatas ujung tiang = 145 qc = ½ ( 206.529 + 0.835 JHP= 1300 Pult = 0.625 cm2 = 0.096125 + 0.rata 3.75 * 175.099 x 14 = 15.232 T Qa = Qu/SF = 1454.744 ton.789 + 0.T (Standard Penetration Test) untuk tanah pasir Qu = 40 x N x Ab + 0.232 / 3 = 484.90 cm = 1.2 x 60 x 15.667 + 145) = 175.75 *175. ◦ Rumus Meyerhof TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .099 m Dari data tanah diperoleh : qc = ½ ( qcu + qcb) qcu = qc rata .096125 m2 = 109.099 3 = 321.V .14 x 0.835 * 0.5 D dibawah ujung tiang = 206.5 Pult = 0.P.096125 + (1300 / 1.173 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI A = ¼ π D2 O = πD = 961.835 * 0.400 T ◦ Rumus Trofimankof Pult = D Kb * qc * A + JHP / D * O SF = 1.2 x N x As Qu = Daya Dukung Batas Tiang (ton) N = Nilai rata – rata SPT seanjang Tiang = 60 As = Luas Total Selimut Tiang (m2) = kell O x H tiang = 1.529 m2 Qu = 40 x 60 x 0. r ( S + r) = 3.386 = 1454.

835 x 0.374 T 2.744 ton.815 Daya dukung tiap kelompok tiang pada kelompok tiang : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .386 5 Qult = 40 x 60 x 0.298o D = diameter tiang = 35 cm S = jarak antar tiang = 160 cm Eff ⎡ ( 2 − 1)7 + (7 − 1) 2 ⎤ = 1 – 12. Daya Dukung Kelompok Tiang Berdasarkan perumusan dari converse labarre : ⎡ ( n − 1) m + ( m − 1) n ⎤ Eff = 1 – θ ⎢ ⎥ 90 * m * n ⎣ ⎦ Dimana : m = jumlah tiang dalam baris y = 7 n = jumlah baris = 2 θ = arc tan θ (D/S) = arc tan (0.298 ⎢ ⎥ 90 * 7 * 2 ⎣ ⎦ = 0.374 T Dari tinjauan diatas dipakai nilai daya dukung terkecil = 291.232 T Qa = Qu/SF = 1454.232 / 3 = 484.V .174 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Qult = 40 x N x Ab + N Nx x As 5 = Nilai SPT ujung Tiang = 60 As = Luas Total Selimut Tiang (m2) = kell O x H tiang = 1.096125 1300 * 1.35/1.099 + 3 5 = 291.529 + Qu = 1454.6) = 12.099 x 14 = 15. ◦ Rumus begemann Pult = = qc x A JHP * O + 3 5 175.386 m2 Ab = luas penampang ujung tiang (m2) = 0.529 m2 Nx = nilai rata rata SPT = 60 60 x 15.

3.815 = 237.469 T Kontrol Pall terhadap Pmaks yang terjadi : Pall (237.469 T) > Pmaks (152.V .3.2 Kontrol Gaya Horisontal TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .175 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Pall = 291.374 x 0.OK 5.775 T)……………………….

V .667 m Lebar Poer = 10.667 + 1.59 gaya horizontal tekanan pasif pada pondasi Diketahui : Lp = 14 m La = 1.00 = 5.02 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 m Kedalaman 0 – 15 m : γ = 1.0 m Panjang penjepitan : Ld = 1/3 Lp = 1/3 x 14 = 4.667 m Lh = Ld +La = 4.566 T/m3 φ = 20o C = 0.176 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.

873 T/m EO = 0.746 = 55.500)*10.134 * Lz = 16.333)*10.V .527*1.003 + 51.489+55.L2 + P3.872 = 37.527+54.039 Perhitungan diagram tekanan tanah pasif : FL = (Kp* γ*AF)* L = (2.5*(55.873+37.039*1.039*1.718)*1.039*1.5 *(DN+EO) *DE = 0.008*1.489)*1.718+0)*1.5 = 72.566*1.763 T = 22.763*5.653 T/m BH = (Kp* γ*AB)* L = (2.167 209.489 T/m DN = 0.056 + 64.5 *(BH+CM)*BC = 0.566*3.000)*10.889 + 54.396 T P4 = 0.396*2.167 m 209.5 = 111.L3 + P4.5 = 189.5*33.872 T/m DJ = (Kp* γ*AD)* L = (2.610 T P5 = 0.177 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Kp = tan2 (450 + φ /2) = 2.5 = 150.527 T/m CM = 0.Lz = P1.5*(37.873)*1.5 x 111.357 T P3 = 0.889 m L4 = 1.008 T Titik tangkap resultan : ΣP.167)*10.134 * Lz = 597.L5 L1 = 5.L4 + P5.610*1.566*4.75 x 72.5*(33.003 m L2 = 4.5 * BH * La = 0.167 = 64.L1 + P2.5 = 33.5 *(CM+DN)*CD = 0.999 T/m EK = (Kp* γ*AE)* L = (2.5 *(EO+0) *EF = 0.566*5.039*1.723 + 22.056 m L3 = 2.00 P2 = 0.039*1.5*(54.859 m Σ Ms = 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .566*2.653 = 54.718 T/m Resultan tekanan pasif : P1 = 0.167 = 16.723 m L5 = 1.25 x 150.746 T/m CI = (Kp* γ*AC)* L = (2.167 = 51.167 = 54.667)*10.357*4.984 Lz = 2.527 T/m Tekanan tanah pasif efektif bekerja : BH = 33.

71 ) ≥ 124.P sin α ≥ H yang bekerja x FS Dimana : H ijin : gaya horisontal yang mampu ditahan oleh tekanaan tanah pasif N : jumlah tiang pancang miring P : daya dukung tiang pancang vertikal dalam group = 237.99 ≈ 2 buah TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .469 N1 sin 5.00 + Ld + Lz) = ΣP x Lz PH = (ΣP x 209.128 + ( 237. ini disebabkan karena tekanan tanah pasif efektif yang terjadi masih belum dapat mengatasi gaya horisontal yang bekerja pada konstruksi.P sin α ≥ H yang bekerja x FS 70.3.859 Lz ) = 70.469 T H yang bekerja : total gaya horisontal yang bekerja Direncanakan Kemiringan tiang pancang 1 : 10 (α = 5. 5.tidak aman Kesimpulan dari perhitungan di atas adalah diperlukannya pemasangan tiang pancang miring.178 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI PH ( 1.V .5 N1 ≥ 1.960 x 1.71° ) H ijin + N1.128 T < PH max yang terjadi ( 124.128 T = (1.960 T) ….00 + 4.667 + 2.4 Perhitungan Tiang Pancang Miring Rumus : H ijin + N1.859 = 70.00 + Ld + Lz) 1.134 x 2.

V .a) 2 ( L − a ) 1 Mx = R 1 x − q x 2 2 M1 = Syarat Maksimum R1 − qx = 0 x= ( dMx =0 dx ) R1 L2 − 2 aL = { 2 (L − a ) } q Mmax = M 2 L2 − 2aL 1 ⎛ L2 − 2aL ⎞ ⎟ Mmax = R1 − q⎜ 2 (L − a ) 2 ⎜⎝ 2(L − a ) ⎟⎠ 1 ⎛ L2 − 2aL ⎞ ⎟ Mmax = q ⎜⎜ 2 ⎝ 2(L − a ) ⎟⎠ 2 2 M1 = M 2 1 2 1 ⎛ L2 − 2aL ⎞ ⎟ q a = q ⎜⎜ 2 2 ⎝ 2(L − a ) ⎟⎠ 2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .3.1 Perhitungan Penulangan Tiang pancang a.4.179 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. Momen akibat pengangkatan satu titik L R2 M1 L-a R1 x M2 Gambar 5.60 Pengangkatan dengan 1 titik 1 × q × a2 2 1 1 1 q (L .a) qa 2 qL2 − 2aq = = R 1 = q ( L − a ) − × qa 2 2 2 L−a 2 2(L .

14 × 0.406 kg/m 4 4 WL = 40 kg/m qtot = 1. Momen akibat pengangkatan dengan dua titik LL M M M Gambar 5.6×40) = 352.2 WD + 1.487 × 7 2 2 2 = 8635.196 2.487 *14 2 qL2 = = = 4934.61 Pengangkatan dengan 2 titik TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .635 Tm R1 qL2 − 2aq 352.a) 2a 2 − 4 aL + L2 = 0 → L = 14 m 2a 2 − 56a + 196 = 0 a 1.180 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a= L2 − 2aL 2 (L .1 a1 = 7 m (memenuhi ) a 2 = 21 m (tidakmemen uhi ) 1 1 WD = × π × d 2 × γ beton = × 3.406) + (1.582 T R2 352.V .1.818 T 2 ( L − a) 2(14 − 7) b.6 WL = (1.331 kg = 4.487 kg/m M1 = M2 = Mmax 1 1 = × q × a 2 = × 352.487 *14 2 − 2 * 7 * 352.35 2 × 2500 = 240.932 kgm = 8.487 = = 2 ( L − a) 2(14 − 7) = 4582.2 = 56 ± (− 56 )2 − 4.2 × 240.

Direncanakan . Pada perhitungan tulangan didasarkan pada momen pengangkatan dengan 1 titik.V .487 x 2. M design = 1.487 × 2.684 Tm 2 2 = ½ x q x L = ½ x 325. f’c = 40 Mpa fy = 240 Mpa Diameter pancang (h) = 350 mm Tebal selimut (p) = 50 mm Diameter efektif (d) = 350 – 50 – 0.899 2 = 683.5 × 20 – 14 = 276 mm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 × 8.181 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 1 ×q×a2 2 1 1 2 M 2 = q (L − 2a ) − qa 2 8 2 M1 = M 2 M1 = 1 2 1 1 2 qa = q (L − 2a ) − qa 2 2 8 2 4a2 + 4aL – L2 = 0 4a2 + 56a – 196 = 0 a = 2.635 Tm = 12.5 × MMax = 1.472 T Pada perhitungan tulangan didasarkan pada momen pengangkatan dengan 1 titik karena momen yang didapat dari 2 titik pengangkatan lebih kecil daripada momen pengangkatan akibat 1 titik.899 m M1= M2= Mmax = R1 1 1 × q × a 2 = × 325.793 kg = 0.952 Tm.899 m a = -16.899 = 471.864 kgm = 0.

0.d.0583 fy 240 ⎡ 0.469 T N1 : jumlah tiang pancang miring = 2 bh N2 : jumlah tiang pancang vertical = 12 bh V : beban vertikal yang bekerja pada konstruksi = 638.b.4 1.182 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ρ min = 1.V .75 x0.3.0583x 308x276 = 4955.106 = 0.88D = 0. sehingga perhitungannya dikonfirmasikan ke dalam bentuk bujur sangkar dengan b = 0.308 × 0.85 xfc' 600 ⎤ x dim anaβ 1 = 0.376 ρ 2 − 192 ρ − 551148 .588 ρx 40 ⎥⎦ bxd 2 ⎣ 12952 = 192 ρ − 602.85 x 45 x = 0.0724 Tulangan utama Ast = ρmin.308 m ⎡ Mu fy ⎤ = ρ .88.276 2 677 .406 T TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .112 ρ 2 0.588 ρx ⎥ 2 fc ' ⎦ bxd ⎣ 240 ⎤ Mu ⎡ = ρx 0.262 ρmin = 0.85 x ⎢ Tiang pancang berbentuk bulat.4. cos α )] ≥ V dimana : P : kemampuan tiang pancang vertikal dalam group = 237.35 = 0. fy ⎢1 − 0.φ .966 mm2 Dipakai tulangan 8Ø28 ( 4926 mm2 ) 5.936 = 0 ρ = 0.0583 ρmaks = 0.8 x 240 ⎢1 − 0.85 600 + fy ⎥⎦ ⎣ fy ρ max = 0.75 xβ 1x ⎢ 600 ⎤ ⎡ 0.0723 600 + 240 ⎥⎦ ⎣ 240 ρ max = 0.4 = = 0.2 Kontrol Gaya Vertikal Rumus : [(PxN 2 ) + N1 x(P.

209 T ≥ 638.469 cos 5. 025 + 0 .025 m C = Koefisien untuk double acting system Hammer = 0. H Φ (s + c ) Dimana : R = Kemampuan dukung tiang akibat tumbukan Wr = Berat Hammer = 3. Daya dukung satu tiang pancang = 152.Wr .775 T Rumus Tumbukan : R = Wr . 5 x 1.71 ) ≥ 638.469 x 12 ) + 2 ( 237.5 cm = 0. H s+c Dimana : PU = Daya Dukung Tiang tunggal eh = efisiensi Hammer = 0.5 m S = final settlement rata-rata = 2. cos α )] ≥ V (237.V . H Φ (s + c ) R = 3 .3 Kontrol terhadap Tumbukan Hammer Jenis Hammer yang akan digunakan adalah tipe K –35 dengan berat hammer 3.3.775 T…………OK 0 .406 T ……………………OK 5.8 H = Tinggi jatuh Hammer = 1.5 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .1 ) ◦ Penulangan Akibat Tumbukan Dipakai rumus New Engineering Formula : PU = eh .5 ton.1 Maka : R = Wr .5 T H = Tinggi jatuh Hammer = 1.4.183 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI [(PxN 2 ) + N1 x(P. 2 (0 .406 T 3332. 5 = 210 T < Ptiang = 152.

3.53 .35 2 τb = = 32599.14.259 kg/cm2 τ b = 0. 025 + 0 .9 x1 / 4 x3.maka digunakan tulangan sengkang praktis yaitu tulangan spiral.400 ( 3.1 s+c Menurut SKSNI – T – 03 – 1991 Pasal 3.d 0. 5 = = 33.0721 x ¼.4.45⎜⎜ As = 2 x ρs x Ac = 2 x 0. H 0 .6 T 0 .d 2 (352.9 x1 / 4π .Wr .5 cm Maka : PU = eh .3.748 cm2 s = 2 x π x Dc x Asp/s TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .9 x1 / 4π .487 x7 ) + (1 / 2 x352.53σ → σ = 2400 kg / cm 2 = 0.L ) D max = 2 0.184 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI S = final settlement rata-rata = 2.8 ( 0.5 x1.52.45⎜ ⎛ 1 / 4.π .q.8 x 3 .V .487 x14) τb = 0.π 252 = 70.a ) + (1 / 2. Perhitungan Tulangan Spiral Rasio penulangan spiral : ⎛ Ag ⎞ fc − 1⎟ x ⎝ Ac ⎠ fy ρ s = 0.17.35 2 ⎞ 400 − 1⎟⎟ x = 0.85.954 kg/m2 = 3.8 ( 0.Ast ) Ast = 1187.0721 2 ⎝ 1 / 4.Ast ) + 2400.Ast ) 33600 = 0.14 x 0.85 f’c ( Ag – Agt ) + fy.3. 1600 = 1272 kg /cm2 karena τb < τbijin maka tidak perlu tulangan geser.302 mm2 Dipakai tulangan 6 ∅ 16 ( 1206 mm2 ) 5.π .25 ⎠ 2400 ρ s = 0.5 Kuat Tekan Struktur : Pmak = 0.4 Kontrol geser (− q.

046 cm→ 5 cm sehingga dipakai tulangan Ø8-50 sengkang pada ujung tiang dipakai Ø8-50 sengkang pada tengah tiang dipakai Ø8-100 5.985 cm Direncanakan tebal wingwall = 40 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .185 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 2 x 3.14 x 35 x ¼ .V .12/164.4 Perhitungan Wing Wall Gambar 5.62 Dimensi Wingwall a. Pembebanan Wingwall Akibat Berat Sendiri Tebal wingwall minimum = 1/20 x hw = 1/20 x 619.85 = 1.3.7 cm = 30.3.14.

600 0.090 15.700 0.025 3 0.20 Perhitungan Akibat Beban Sendiri Wing wall P (m) L (m) T (m) V(m3) γbeton W(T) X (m) Momen (T.500 0.500 0.392 2.186 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.267 0.336 2.667 1.500 1.248 5 1.200 0.048 Akibat Tekanan Tanah Dari perhitungan pembebanan abutment akibat tekanan tanah aktif.500 10.100 5.280 0.400 4.400 0.700 0.400 0. diperoleh : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .250 1.840 0.112 2.500 0.500 0.075 4 0.240 0.V .200 2.400 0.63 Akibat Berat Sendiri Wingwall Tabel 5.634 6 1.036 6 15.000 0.400 0.250 1.400 0.400 3.500 2.500 1.700 0.100 0.563 2 2.500 0.200 0.m) 1 2.980 1.500 1.050 11.400 0.400 0.504 Σ 6.496 2.

0 gr/cm3 φ1 = 28o C1 = 1 kg/cm2 H1= 6.5 m ƒ Koefisien tekanan tanah aktif: Ka1 = tan2 (450 – φ1 /2) = tan2 (450 – 28 /2) = 0.28.×0.4 P3JJR SKBI 1. muatan lau lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi: h = 60 cm.187 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.360 Menurut pasal 1.457 + 1.2 = 2.657 T/m2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 = 1.V . jadi beban lalu lintas (qx) : qx = γ 1 × h = 2.3.2 t/m2 q1 = qpelat injak + qx = 1.64 Akibat Tekanan Tanah akif Diketahui : ƒ Tanah Lapisan 1 (tanah urugan) γ1 = 2.1987.

h = 1000 mm Mtot = 15.5 = 6.928 7741.217 Ton 2 P2 = 1 × γ 1 × Ka1 × H 1 2 = 1 × 2.44 ρ 2 .36 × 2.588 x ρ x ) 2 350 1 x 0.486 Tm fy Mu ρx0.4 = 1.600 + 20.85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.V .6 = 223.188 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gaya tekanan tanah aktif: P1 = Ka1 × q1 × H 1 = 0.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.045 Tm b. dan tulangan pembagi dipakai D14. Penulangan Wingwall Direncanakan : f’c = 35 MPa fy = 240 Mpa b = 1000 mm .657 × 0.048 + 119.657 × 6.206 T M = 6. ρ = 1.127 * 3.206 * 4.1920 ρ + 459847.85 fy 600 + fy ⎝ ⎠ TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .045 = 134.65 Mu = Mtot / 0.736 = 0 .4 = 0.588 x ρ x 2 = f 'c ) bd 2400 223486 = ρ x 0. sehingga : d’ = h – (50 + 14 + ½ 16) = 1000 – (50 +14+ 8) = 928 mm Ф = 0.800 = 119.092 Tm Diameter tulangan utama dipakai D16.8 x 2400 (1-0.8xfy (1-0.638 ρ min = 1.360 × 6.5 2 2 = 20.0058 fy 240 ρ max = 0.

2 mm2 Dipakai tulangan rangkap D16 – 50 (Ast = 4022 mm2) ◦ Tulangan bagi Diambil sebesar 20 % dari tulangan utama = 1076.4 mm2 Askiri = Askanan = 0.85 x 350 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.85 ⎛⎜ 0.48 mm2 Dipakai tulangan rangkap D14 – 75 (As = 1608 mm2) Gambar 5.0058 x 1000 x 928 = 5382.015 dipakai ρ min = 0.0058 ◦ Tulangan Pokok Astotal = ρ x b x d = 0. 5 Astotal = 2691.75 x 0.189 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ρ max = 0.85 600 + 2400 ⎠ ρ max = 0.65 Penulangan Wingwall TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .

630 T = 646. ƒ Untuk melekatkan bantalan atau elastomer dengan beton atau baja dapat digunakan lem epoxy rubber.02. sehinngga kepal jembatan (abutment) tidak mengalami kerusakan. baik yang vertikal maupun horisontal. juga dapat dipesan ukuran sesuai permintaan. ƒ Bantalan atau perletakan elastomer berfungsi untuk merdam getaran. ƒ Bantalan atau perletakan elastomer (neoprene) dibuat dari karet sintetis c.30 kN. diproses dengan tekanan tinggi. Ukuran ƒ Selain ukuran – ukuran standart yang sudah ada. ƒ Lempengan logam yang paling luar dan ujung – ujungnya elastomer dilapisi dengan lapisan elastomer supaya tidak mudah berkarat.5 Perhitungan Bearing Elastomer Untuk perletakan jembatan direncanakan menggunakan bearing merk CPU buatan Indonesia.190 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. d.786 T TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . CPU Elastomeric Bearing memiliki karateristik sebagai berikut: b. Spesifikasi ƒ Merupakan bantalan atau perletakan elastomer yang dapat menahan beban berat. yaitu : ƒ Gaya vertikal pada joint 1 = 64. ƒ Bantalan atau perletakan elastomer disusun atau dibuat dari lempengan elastomer dan logam secara berlapis – lapis ƒ Merupakan satu kesatuan yang saling merekat kuat.V .3. Reaksi tumpuan yang terjadi pada rangka jembatan rangka baja berdasarkan analisis SAP 2000 versi 7. Gaya vertikal ditahan oleh bearing elastomer dan gaya horisontal ditahan oleh seismic buffer.658 T Gaya gempa = 108. Pemasangan ƒ Bantalan atau perletakan elatomer dipasang diantara tumpuan kepala jembatan dan gelagar jembatan. ƒ Gaya horisontal dihitung berdasarkan gaya rem : Gaya rem = PRM = 9.

117 Beban max = 690 kN > 646..87 2435 TRB 2 480.300.97 540 TRB 4 350..444 T = 1184 kN.280.30 kN .300......300.......191 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Total gaya horisontal = 118.280.101 3600 TRB 3 350.V .87 Beban max = 2435 kN > 1184 kN Dimensi seismic buffer TRB 4 ukuran 350. Spesifikasi elastomer dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut : Tabel 5..117 690 Dimensi bearing elastomer TRB 1 ukuran 480....21 Spesifikasi Bearing Elastomer dan Seismic Buffer Jenis Ukuran (mm) Beban Max (KN) TRB 1 480...280.OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

625 mm2 Jumlah angkur = = A a A 490.08 x v gaya gesek 0.58 σ Luas penampang = Dipakai Angkur diameter 25 mm a = ¼ x Π x d2 = ¼ x 3.14 x 252 = 490. Digunakan angkur mutu baja 52 Gaya gesek = 0.5 = 100 cm Diambil kedalaman angkur 60 cm.6 Perhitungan Angkur Angkur berfungsi menahan gaya gesekan kesamping. TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .3.625 Panjang angkur max = 40 x d = 40 x 2.192 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful