V-1

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

BAB V

PERHITUNGAN KONSTRUKSI
5.1 DATA PERENCANAAN BANGUNAN
Direncanakan :

Bentang Jembatan

: 80 meter

Lebar Jembatan

: 9 ( 1 + 7 + 1 ) meter

Jenis Jembatan

: Struktur Rangka Baja

Bangunan Atas
a. Lantai Jembatan
◦ Lebar Lantai Jembatan : 2 x 3,5 meter
◦ Mutu Beton

: 25 Mpa

◦ Tinggi Plat

: 20 cm

b. Lantai Trotoar
◦ Lebar Lantai Trotoar : 2 x 1 meter

◦ Mutu Beton

: 25 Mpa

◦ Tinggi Plat

: 20 cm

Bangunan Bawah
a. Abutment
◦ Mutu beton

: 35 MPa

◦ Mutu tulangan

: 240 MPa

◦ Jenis

: Kontraport

b. Pelat injak
◦ Mutu beton

: 35 MPa

◦ Mutu tulangan

: 240 MPa

c. Bangunan pondasi
◦ Mutu beton

: 40 MPa

◦ Mutu tulangan

: 240 MPa

◦ Jenis

: Tiang pancang

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V-2

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Gambar 5.1 Penampang Memanjang Jembatan

Gambar 5.2 Penampang Melintang Jembatan

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V-3

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

5.2 PERHITUNGAN BANGUNAN ATAS
5.2.1 Perhitungan Sandaran
Railing atau sandaran merupakan pagar untuk pengamanan pengguna
jembatan khususnya pejalan kaki. Menurut Pedoman Perencanaan Pembebanan
Jembatan Jalan Raya halaman 10 :
Tiang-tiang sandaran pada setiap tepi trotoar harus diperhitungkan untuk
dapat menahan beban horizontal sebesar 100 kg/m’ yang bekerja pada
tinggi 90 cm diatas lantai trotoir.
Jika gelagar melintang diasumsikan menggunakan IWF 708x302x15x28215 dan rangka induk diasumsikan menggunakan IWF 428x407x20x35-283
maka tinggi sandaran dari sumbu bawah rangka induk dihitung sebagai berikut :
h1

= tinggi sandaran dari trotoar

= 900 mm

h2

= tinggi trotoar

= 250 mm

h3

= tinggi plat lantai kendaraan

= 200 mm

h4

= tinggi gelagar melintang

= 890 mm (IWF 708x302x15x28-215)

h5

= tebal sayap gelagar melintang = 23 mm

h6

= lebar profil rangka induk

= 407 mm (IWF 428x407x20x35-283)

Gambar 5.3 Tinggi Tiang Sandaran

hs = h1 + h2 + h3 + (h4 – h5 - (1/2 x h6))
= 708 + 250 + 200 + (708 – 23 - (1/2 x 407))
= 1639,5 mm
TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

1 x 105 MPa b.V-4 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI sedangkan tinggi total rangka adalah 6.809 mm = 369. Data Teknis Profil D TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . a.880 cm Pembebanan pada pipa sandaran : ◦ Beban horizontal (H) = 100 kg/m ◦ Beban vertikal (V) = 7.13 kg/m (berat sendiri pipa sandaran) Sandaran direncanakan menggunakan pipa φ 76.3 mm (3 inchi).5) Ls = (5000× 4660.3 meter Sandaran diasumsikan mempunyai sendi pada rangka utama dengan panjang sandaran yang menumpu pada rangka utama sebesar (pada tengah bentang) : Dengan menggunakan rumus segitiga : Ls 5000 = 6300 (6300 − 1639. Data Perencanaan σ ijin = 160 MPa E baja = 2.5) 6300 = 3698.

4 cm 2 F = 9.63 cm t = 0.5 cm4 i = 2.60 cm W = 15.V-5 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI D = 7.085 cm G = 7.698 = 2 185.369 kg Kontrol terhadap Bahan dan Tegangan yang Ada 1) Terhadap lendutan TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .254 × 3.6 cm R 2 = V + H2 = 7.369 kg 2 Momen yang terjadi pada pipa sandaran : Mu = 1 × q × Ls 2 8 = 1 × 100.698 2 = 171.13 2 + 100 2 = 100. = 1 × q × Ls 2 = 1 × 100.254 × 3.254 kg/m RAV = = 1 × q × Ls 2 1 × 100.698 = 185.254 × 3.13 kg/m I = 59.374 kgm 8 Geser yang terjadi pada pipa sandaran : D c.

95 cm < = = 2..4 = 1098........ Berdasar PPJJR 1987 : Kontruksi trotoar harus diperhitungkan terhadap beban hidup ( q ) = 500 kg/m2.600 kg/cm2 l 59.5 τ ijin = 0.OK Jadi pipa φ 76.58 x 1600 = 928 kg/cm2 τ < τ ijin ..3 ( 3 inchi ) dapat dipakai untuk sandaran... Kerb yang terdapat pada tepi – tepi lantai kendaraan diperhitungkan untuk dapat menahan beban satu horisontal ke arah melintang jembatan sebesar ( P ) = 500 kg/m2 yang bekerja pada puncak kerb yang bersangkutan atau pada tinggi 25 cm diatas permukaan lantai kendaraan apabila kerb lebih tinggi dari 25 cm..1 x 10 x 59.6 = 48.. TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ....2 Perhitungan Lantai Trotoar Fungsi utama trotoar adalah memberikan layanan yang optimal bagi pejalan kaki baik dari segi keamanan maupun kenyamanan.OK 15.8 4 369.58 x σ ijin = 0..8 = 1.369 x 15.054 cm…OK 6 180 180 384 x 2.6 3) Terhadap geser τ = DxS = 185.55 kg/cm2 < 1600 kg/cm2.V-6 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5 x qh x l 4 l < 384 E I 180 l 5 x 1.003x 369.5 2) Terhadap momen σ u < σ ijin Mu = σ ijin W 17137.. 5..2.

00 x 2500 = 500 kg 2) Akibat Beban Hidup • H1 (beban pejalan kaki) = 1.00 x 500 = 500 kg 3) Akibat Momen yang terjadi di titik A • MP1 = 625 x 0.4 Pembebanan pada Trotoar a.5 = 250 kgm • MH2 = 500 x 0.5 = 312.00 x 2500 = 625 kg • P2 (berat pelat jembatan) = 0.5 kgm • MP2 = 500 x 0.45 = 225 kgm + M total (Mu) = 1037.00 x 500 = 500 kg • H2 (beban tumbukan (pada trotoar)) = 1.5 = 250 kgm • MH1 = 500 x 0.20 x 1.25 x 1. Perhitungan Tulangan TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .00 x 1.V-7 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5. Data Perencanaan • f’c = 25 MPa • γ c = 2500 kg/m3 • fy = 240 MPa • φ = 16 mm • d = h – p – ½ φ tulangan = 250 – 40 – 8 = 202 mm b. Pembebanan 1) Akibat Beban Mati • P1 (berat trotoar) = 0.00 x 1.5 kgm c.

75 x 0.4 = 0.0058 fy 240 ρ max = 0.0025 x b x d As = 0.6 mm2 Dipakai tulangan φ 16 .8xfy (1-0.202 250 9031 ρ 2 – 1920 ρ + 2.588 x ρ x 2400 ) 2 x 10 = 1 x 0.0058 A = ρ x b x d = 0.V-8 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI fy Mu -2 ρx0.4 = 1.85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.16.013 Karena ρ min > ρ → dipakai ρ min = 0.5 -2 ρ x 0.0058 x 1000 x 202 = 1171.0087 < max….0013 ρ min = 1.543 = 0 ρ = 0. dalam arah tegak lurus terhadap tulangan utama harus disediakan tulangan pembagi (untuk tegangan susut dan suhu) → untuk fy = 240 MPa As = 0.OK Menurut SKSNI T15-1991-03 pasal 3.588 x ρ x 2 x 10 = f 'c ) bd 1037.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.85 600 + 2400 ⎠ ρ max = 0.85 ⎛⎜ 0.85 x 250 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.12.8 x 2400 (1-0.85 fy 600 + fy ⎝ ⎠ ρ max = 0.0025 x 1000 x 202 = 505 mm2 Digunakan tulangan bagi D12-200 (A = 565 mm2) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .150 (As = 1340 mm2) Checking : ρ = As terpasang (b x d) 1340 ρ (1000 x 202) = 0.

Data Perencanaan • Mutu Beton (f’c) = 25 MPa • Mutu Tulangan (fy) = 240 MPa • Tebal Pelat Lantai = 20 cm • Tebal Perkerasan = 5 cm • φ tulangan rencana = 14 mm • Tebal Selimut Beton (p) = 40 mm ( untuk konstruksi lantai yang langsung berhubungan dengan cuaca ) • • Berat jenis beton ( γc ) Berat jenis aspal ( γa ) = 25 kN/m3 = 2500 kg/m3 = 22 kN/m2 = 2200 kg/m3 b.125 kgm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .20 x 1.00 x 2200 = 110 kg/m • Berat air hujan = 0. Perhitungan Momen Lentur Pada Pelat Lantai Kendaraan 1) Akibat Beban Mati : • Berat sendiri pelat = 0.3 Perencanaan Pelat Lantai Kendaraan Gambar 5.V-9 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.752 = 202.05 x 1.00 x 1000 = 50 kg/m + ∑ qDL = 660 kg/m Momen Tumpuan = Momen Lapangan = 1/10 x q x L2 = 1/10 x 660 x 1.5 Pelat Lantai Kendaraan a.00 x 2500 = 500 kg/m • Berat aspal = 0.2.05 x 1.

6 Beban ” T ” o Beban ” T ’’ = 10 ton o Bidang kontak pada sumbu plat tx = ( 50 + ( 2 x 15 )) = 80 cm = 0.6 = 20833.10 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 2) Akibat Beban Hidup ( T ) : Untuk perhitungan kekuatan lantai kendaraan atau sistem lantai kendaraan jembatan harus digunakan beban ” T ” yaitu beban yang merupakan kendaraan truck yang mempunyai beban roda ganda ( Dual Wheel Load ) sebesar 10 ton. Gambar 5.V .8 m ty = ( 30 + ( 2 x 15 )) = 60 cm = 0.333 kg/m2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 m o Penyebaran Beban ” T’ ” 10000 T’ = 0.8 x 0.

60 m o Lx = 1.V .343 Ly 1.1529 Fym = 0.000 kgm Mym = Fym x T’ x tx x ty TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75 Dari tabel Bittner : Fxm = 0.6 = 1529.75 ty 0.333 x 0.11 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • Kondisi 1 ( satu roda ditengah pelat ) Gambar 5.80 m o ty = 0.0865 Momen maksimum pada kondisi 1 ( satu roda ditengah pelat ) : Mxm = fxm x T’ x tx x ty = 0.8 x 0.7 Penyebaran Beban ” T ” pada Kondisi 1 o tx = 0.6 = = 0.00 m 0.75 m o Ly = 5.8 tx = = 0.457 Lx 1.1529 x 20833.

75 m tx = lx 1.8 x 0.8 Penyebaran Beban ” T ” pada Kondisi 2 Luas bidang kontak diatas dapat dihitung menjadi 2 bagian.V .75 = 1.333 x 0. yaitu : ƒ Bagian 1 o tx = 1.75 1.6 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 = 865.0 o ty = 0.12 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 0.0865 x 20833.000 kg • Kondisi 2 ( dua roda berdekatan ) Gambar 5.

2106 × 20833.6 m o lx = 1.75 × 0.75 = 0.343 ty = lx o lx = 1.3 × 0.6 1.171 ty = lx 0.13 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 0.250 kgm ƒ Bagian 2 o tx = 0.0904 × 20833.3 m o ty = 0.V .0572 Momen yang terjadi : Mxm1 = ƒxm = × T’ × tx × ty 0.0904 ƒym = 0.75 × 0.1043 Momen yang terjadi : Mxm2 = ƒxm × T’ × tx × ty = 0.75 = 0.75 m o ly = 5 m Dari tabel Bittner diperoleh : ƒxm = 0.6 = 789.6 = 1251.0572 × 20833.2106 ƒym = 0.333 × 1.75 = 0.75 m o ly = 5 m Dari tabel Bittner diperoleh : ƒxm = 0.333 × 0.343 tx = lx 0.500 kgm Mym1 = ƒym × T’ × tx × ty = 0.6 = 1977.3 1.750 kgm Mym2 = ƒym × T’ × tx × ty TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 1.333 × 1.

14 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 0. Momen total yang terjadi pada pelat tengah akibat beban mati dan beban hidup adalah : MX = MxDL + MxLL = 202.75 = 1187.000 = 1067.125 kgm Momen maksimum akibat beban hidup “T” diambil dari momen terbesar pada kondisi 1 dan kondisi 2.750 kgm Mym = 860. karena menghasilkan nilai momen yang terbesar.125 kgm Dipilih momen pada kondisi 1 (satu roda ditengah pelat).750 kgm Mym = Mym1 – Mym2 = 1251. yaitu : • • Momen maksimum pada kondisi 1 (satu roda ditengah pelat) : Mxm = 1529.1043× 20833.125 = 860.125 + 865.333 × 0.000 kgm Mym = 865.125 kgm MY = MyDL + MyLL = 202.125 kgm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 – 789.V .25 – 391.3 × 0.125 kgm Momen maksimum pada kondisi 2 : Mxm = Mxm1 – Mxm2 = 1977.000 kgm Momen maksimum pada kondisi 2 (dua roda berdekatan) : Mxm = 1187.125 + 1529.000 = 1731.6 = 391.

00 m d ⎛1 ⎞ = h – p .753 kN/m2 2 1.V .85 × f ' c × β1 ⎞ ⎛ 600 ⎞ ⎜⎜ ⎟⎟ × ⎜⎜ ⎟⎟ fy ⎝ ⎠ ⎝ 600 + fy ⎠ = ⎛ 0.0051 2 = 0.906 kgm = 21.00 × 0.85 ⎞ ⎜ ⎟ 240 ⎝ ⎠ ⎛ 600 ⎞ ⎟⎟ x ⎜⎜ ⎝ 600 + 240 ⎠ = 0.645 ρ ) ⎛ = 0.84 ρ 2 − 192 ρ + 0.75 × ρ balance = 0.15 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI c.0645 = 0.936753 Mpa fy ⎞ ⎛ ⎝ 240 ⎞ ⎟ 25 ⎠ 1083.152 m Mx bd 2 = 21.85 x 25 x 0.588 × ρ × f ' c ⎟⎠ ⎝ 0.588 × ρ × 0.00583 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .8 × fy × ⎜⎜1 − 0. φ = 0.8 b = 1.0483 = 1.172 ρ balance = ⎛ 0.4 1.947 = ρ × 0. Perhitungan Tulangan Pelat Lantai Kendaraan • Tulangan pada arah melintang jembatan (lx) Mx MX = MX = φ .152 Mx bd 2 = ⎟ ρ × 0.639 = 936.8 × 240 × ⎜1 − 0.639Nm 0.947 = 0 ρ ρ 1 = 0.0645 ρ max ρ min = 0.⎜ φ⎟ ⎝2 ⎠ = 200 – 40 – 8 = 152 mm = 0.75 × 0.4 fy = 240 = 0.8 ( factor reduksi untuk menahan momen lentur ) 1731.125 = 2163.947 = 192 ρ (1 − 5.

8 × fy × ⎜⎜1 − 0.16 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ρ min < ρ < ρ max .00 × 0.0645 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .φtul X .152 × 10 6 = 886.8 ( factor reduksi untuk menahan momen lentur ) My = My = b = 1.85 ⎞ ⎜ ⎟ 240 ⎝ ⎠ ⎛ 600 ⎞ ⎟⎟ x ⎜⎜ ⎝ 600 + 240 ⎠ = 0.33906 kNm 0.84 ρ 2 − 192 ρ + 0.136 2 My bd 2 = ⎟ ρ × 0.00325 . ρ 2 = 0. Syarat.8 = 200 .00583 × 1.p .V .136 m My bd 2 = 13.125 = 1333.00583 As = ρ × b × d × 10 6 = 0.743 = ρ × 0.742948 Mpa 1.906 kgm = 13.85 x 25 x 0.00 × 0.⎜ φ ⎟ ⎝2 ⎠ 1067.33906 = 724.8 × 240 × ⎜1 − 0.16 mm2 Digunakan tulangan Ø 14 – 150 (As = 1026 mm2) • Tulangan pada arah memanjang jembatan (ly) My φ .743 = 0 ρ 1 ρ balance = 0.8 = 136 mm = 0.40 . φ = 0. karena ρ < ρ min maka digunakan ρ = ρ min = 0.645 ρ ) fy ⎞ ⎛ ⎛ ⎝ 240 ⎞ ⎟ 25 ⎠ 1083.00 m d ⎛1 ⎞ = h .85 × f ' c × β1 ⎞ ⎛ 600 ⎞ ⎟⎟ ⎟⎟ × ⎜⎜ ⎜⎜ fy ⎠ ⎝ 600 + fy ⎠ ⎝ = ⎛ 0.948 kN/m2 = 0.743 = 192 ρ (1 − 5.16 .588 × ρ × f ' c ⎟⎠ ⎝ 0.588 × ρ × 0.174 = ⎛ 0.

4 1.4 fy = 240 = 0.2(80 − 1.75 × ρ balance = 0. 2) 2 x3 2 x (80 2 x185 − 1. Syarat.136 × 10 6 = 792. karena ρ < ρ min maka digunakan ρ = ρ min = 0.00583 As = ρ × b × d × 10 6 = 0.148 cm 2 x (80 2 x185 − 1.6 cm4 YNA = 42.75 × 0.00583 ρ min < ρ < ρ max .2(80 − 1.00583 × 1.5 mm = 4.2(80 − 1.488 = 78.17 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ρ max ρ min = 0. 2) = 80 – 1.88 mm2 Digunakan tulangan Ø 12 – 125 (As = 905 mm2) d.0645 = 0.512 mm = 7.848 mm2 I = 237.V . 2) = 80 2 x 185 − 1. 2) 2 x3 = 1. Cek Deck Slab Direncanakan menggunakan dek baja type Ribdeck 80 dengan dimensi sebagai berikut : t = 1.8 kg/m2 A = 1.0483 = 1.2(80 − 1.488 mm = 0.25 cm Mencari momen lawan (Wx) y2 y1 = 80 2 x 185 − 1.2 mm W = 14.00 × 0.851 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

4 Perencanaan Gelagar Memanjang TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .18 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI W1 = 237.503 kg/cm2 < 1867 kg/cm2…….2.263 < 1867 kg/cm = 71.906 30...148 W2 = 237.6 = 1605..851 Untuk Wx dipakai W2 = 30.OK = = Wx 5.263 cm 3 7.405 cm 3 0.6 = 30.263 cm3 Cek tegangan yang terjadi : σ terjadi M < σ 2163.

perkerasan. yang terdiri dari beban terbagi rata “q” ton per meter panjang per jalur. dan air hujan) • Beban hidup Beban hidup pada gelagar jembatan dinyatakan dengan beban “D” atau beban jalur.19 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gelagar jembatan berfungsi untuk menerima beban-beban yang bekerja diatasnya dan menyalurkannya ke bangunan dibawahnya. Pembebanan pada gelagar memanjang meliputi : • Beban mati Beban mati terdiri dari berat sendiri gelagar dan beban-beban yang bekerja diatasnya (pelat lantai jembatan.9 Pemodelan Beban Gelagar Memanjang Data teknis perencanaan gelagar memanjang : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Gambar 5. dan beban garis “P” ton per jalur lalu lintas tersebut.V .

2.00 x 2500 = 625 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .20 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ◦ Mutu beton (f’c) = 25 Mpa ◦ Mutu baja (fy) = 240 Mpa ◦ Berat isi beton bertulang = 2500 kg/m3 ◦ Berat isi beton biasa = 2200 kg/m3 ◦ Berat isi aspal = 2200 kg/m3 ◦ Tebal pelat lantai kendaraan = 20 cm ◦ Tebal lapis perkerasan = 5 cm ◦ Tinggi trotoar = 25 cm ◦ Jarak antar gelagar melintang = 500 cm 5.10 Pembebanan Pada Gelagar Tepi 1.1 Gelagar tepi Gambar 5.V .4. Beban mati • Beban mati ( qD1) akibat pelat lantai trotoar dan beban diatasnya : ◦ Berat Trotoar = 0. Perhitungan momen lentur pada gelagar tepi a.25 x 1.

875 x 2200 = 96.875 x 11.25 kg/m ◦ Berat Pelat lantai = 0.00 x 2500 = 500 kg/m ◦ Berat air hujan = 0.681 x 3 x 52 − 4 x 0.05 x 1.21 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ◦ Berat Pelat lantai = 0.35 kg/m Beban mati akibat ( qD2 ) pelat lantai trotoar dan beban diatasnya : ◦ Berat Perkerasan = 0.05 x 0.35 = 11.681 kg/m Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qD 2 x 3L2 − 4a 2 24 ( ) 593.20x 1.35 = qD2 kg/m 9.05 x 0.35 kg/m + qD1 • = 1311.V .931 kg/m + = 593.8752 24 ) = qE x L2 8 = qE x 52 8 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .875 x 2500 = 437.875 x 1000 = 50 ◦ Berat Dek Baja = 0.20 x 0.00 x 1000 = 50 kg/m ◦ Berat Dek Baja = 1.5 kg/m ◦ Berat air hujan = 0.00 x 11.

Beban Hidup • Beban terbagi rata (“q”) Bentang jembatan = 80 m.439 kg/m Berat Sendiri Profil Gelagar Memanjang ( qD3 ) = 49.389 x 52 = 6032.6 ) Jadi beban Mati Total ( qDL ) = qD1 + qE + qD3 = 1311.V .35 + 569.389 kg/m Gaya geser maksimum akibat beban mati ( Dmak DL ) : Dmak DL = ½ x q x L = ½ x 1930.65 t/m Untuk perhitungan momen dan gaya lintang : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .22 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI qE • = 569.6 = 1930.439 + 49.465 kgm b. maka : q = 1.973 kg Momen maksimum akibat beban mati ( Mmak DL ) : Mmax DL = 1 8 x qDL x L2 = 1 8 x 1930.1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1.389 x 5 = 4825.1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.6 kg/m ( Diasumsikan menggunakan profil IWF 350 x 175 x 7 x 11 – 49.

750 × 1 = 0. dimana : = faktor distribusi.875 2.50 meter sedang lebar selebihnya dibebani hanya separuh beban “D” (50%).00 x 500 ) = 300 kg/m Beban Hidup terbagi rata pada gelagar tepi : q’ = 262.75 × α × s ' × K dimana : = koefisien kejut.75 = 1.75 × α × s ′ .75 bila kekuatan gelagar melintang diperhitungkan.23 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban terbagi rata (q’) α q = 2. q’ = 50 % × 525 kg/m = 262. Beban hidup pada trotoar = 500 kg/m2 Pengaruh beban hidup pada trotar (q) q = 60% x ( 1.875 2 q’ = q × α × s′ 2. yang ditentukan dengan rumus : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . diperhitungkan beban sebesar 60% beban hidup trotoar. Untuk perhitungan momen dan gaya lintang : Beban garis (P’) K P = 2. beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada lebar jalur 5.5 kg/m o Untuk perhitungan kekuatan gelagar karena pengaruh beban hidup pada trotoar.25 + 300 • = 562. α = 1.525 t/m = 525 kg/m Ketentuan penggunaan beban “D” dalam arah melintang jembatan : o Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan lebih besar dari 5.75 = 0.00 bila kekuatan gelagar melintang tidak diperhitungkan s’ = lebar pengaruh beban hidup pada gelagar tepi s’ = 1.V .50 meter.65 x 0.25 kg/m Beban garis “P” P = 12 ton.75 x 0. α = 0.

098 kg Momen total pada gelagar tepi : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .25 x 5 ) = 2231.302 T = 3302 kg Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan lebih besar dari 5.24 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI K P’ ⎛ 20 ⎞ ⎛ 20 ⎞ ⎟⎟ = 1 + ⎜⎜ ⎟⎟ = 1. P’ = 50 % × 3302 = 1651 kg Gaya geser maksimum akibat beban hidup ( Dmak LL ) : DmakLL = ½ p’ + ½ q’ L = ( ½ x 1651 ) + ( ½ x 562.50 meter.973 kg + 2231.75 = 3.125 kg Momen maksimum akibat beban hidup (Mmak LL) : ⎛1 ⎛1 ⎞ 2⎞ MmaxLL = ⎜ × q ′ × l ⎟ + ⎜ × P × l ⎟ ⎝8 ⎠ ⎝4 ⎠ ⎞ ⎞ ⎛1 ⎛1 = ⎜ × 562.875 x 1.V .75 × α × s ' × K = 12 x 0.125 kg = 7057.153 = 1 + ⎜⎜ ⎝ (50 + L ) ⎠ ⎝ (50 + 80) ⎠ P = 2.50 meter sedang lebar selebihnya dibebani hanya separuh beban “D” (50%).25 × 5 2 ⎟ + ⎜ ×1651× 5 ⎟ ⎠ ⎠ ⎝4 ⎝8 = 3820. beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada lebar jalur 5.781 kgm Gaya geser total pada gelagar tepi : Dtot = DmakDL + Dmak LL = 4825.75 x 0.153 2.

OK Kontrol terhadap tegangan lentur yang terjadi ( σ ) : σ terjadi = M tot Wx < σ TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 Profil Berat WF (kg/m) A B t1 t2 r 350 x 175 49...14 Ukuran (mm) 13600 984 Jari-jari Inersia ix iy 14.246 kgm 2.712 + 0.00 cm……….623) × 500 4 1651 × 500 3 < + 6 6 500 384 × (2.303 + 5.758 cm3 Digunakan profil baja IWF 350 × 175 x 7 x 11 – 49.1 × 10 )× 13600 < δ ijin = 0.00 cm = 0.6 kgcm σ Bj 44 = 1867 kg/cm2 Wx = Mtot σ = 985324.95 Momen Lawan Wx Wy 775 112 3.6 1867 = 527. Kontrol terhadap bahan dan tegangan • Kontrol terhadap lendutan ( δ ) δ max • = 5 × q tot × L4 P × L3 + 384 EI x 48 EI x = L 5 × (19.25 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Mtot = Mmax DL + Mmax LL = 6032.150 < 1.6 350 175 7 11 14 Momen Inersia Ix Iy Luas tampang 63.7 3.465 kgm + 3820.1 × 10 )× 13600 48 × (2.246 kgm = 985324.781 kgm = 9853.862 cm < 1. Pendimensian profil gelagar tepi Mtot = 9853.V .

V .1)) = 24.6 775 < 1867 kg/cm = 1271.58 × σ < 1082.(2 × (17 ..386 kg/cm2 • < 1867 kg/cm2…….404 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ..64 cm2 τ terjadi = Dmax Aweb < τ = 7057 24.5 × 1.86 kg/cm2………OK = 286.26 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 985324..14 .623) × 500 ⎟ + ⎜ × 1651⎟ ⎝2 ⎠ ⎝2 ⎠ = 7057 kg Aweb = Aprofil – Aflens = 63.303 + 5.64 < 0.OK Kontrol terhadap tegangan geser yang terjadi ( τ ) Dmax = ⎛1 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ × qtot × L ⎟ + ⎜ × P ⎟ ⎝2 ⎠ ⎝2 ⎠ = ⎛1 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ × (19.

35 = qDL 9.05 × 0.2.27 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.875 × 1000 = 43.75 • Berat profil dan dek baja = 0.931 kg/m kg/m + = 587.4.20 × 0.875 x 11.2 Gelagar tengah Gambar 5.11 Penampang Melintang Gelagar Tengah 1) Perhitungan momen lentur pada gelagar tengah a.875 × 2200 = 96. Beban mati = 0.V .05 × 0.431 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .50 kg/m • Berat air hujan = 0.875 × 2500 = 437.25 kg/m • Berat lapis perkerasan • Berat pelat lantai kendaraan = 0.

480 kg/m Gaya Geser maksimum akibat beban mati ( Dmak DL ) : Dmak DL = ½ x q x L = ½ x 1176.8752 24 ) qE = qE x L2 8 = qE x 52 8 = 563.431 x 3 x 52 − 4 x 0.6 ) Beban Mati Total ( qDL ) = 1126.V .5 kgm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .2 kg Momen maksimum akibat beban mati ( Mmax DL ) : MmaxDL = 1 × q DL × l 2 8 = 1 × 1176.6 kg/m ( Diasumsikan menggunakan profil IWF 350 x 175 x 7 x 11 – 49.444 = 1126.480 x 5 = 2941.888 kg/m Berat Sendiri Profil Gelagar Memanjang = 49.6 = 1176.28 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) ( 587.444 kg/m Beban mati yang bekerja pada gelagar Tengah = 2 x qE = 2 x 563.480 × 5 2 8 = 3676.888 + 49.

Beban Hidup terbagi rata pada gelagar tengah : q’ = 100 % × 787.5 kg/m 2. Beban Hidup • Beban terbagi rata (“q”) Bentang jembatan = 80 m.5 kg/m = 787. yang ditentukan dengan rumus : ⎛ 20 ⎞ ⎛ 20 ⎞ ⎟⎟ = 1 + ⎜⎜ ⎟⎟ = K = 1 + ⎜⎜ ⎝ (50 + 80) ⎠ ⎝ (50 + 80) ⎠ 1.1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.7875 t/m = 787.50 meter.75 m q’ = 1.65 t/m Untuk perhitungan momen dan gaya lintang : Beban terbagi rata (q’) q = 2.5 kg/m • Beban garis “P” P = 12 ton Untuk perhitungan momen dan gaya lintang : Beban garis (P’) P = 2.V .50 meter sedang lebar selebihnya dibebani hanya separuh beban “D” (50%).29 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI b. α = 0.1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1. beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada lebar jalur 5.75 × α × s ′ dimana : α = faktor distribusi.75 bila kekuatan gelagar melintang diperhitungkan.75 × 1.00 bila kekuatan gelagar melintang tidak diperhitungkan s’ = lebar pengaruh beban hidup pada gelagar tepi = 1.75 × α × s ' × K .75 Ketentuan penggunaan beban “D” dalam arah melintang jembatan : o Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan lebih besar dari 5. maka : q = 1.153 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . dimana : K = koefisien kejut. α = 1.75 = 0.65 × 0.

50 meter sedang lebar selebihnya dibebani hanya separuh beban “D” (50%).75 × 1.20 kg + 5270.75 kg = 8211.75 = 6.5 x 5 ) = 5270. beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada lebar jalur 5.50 meter.938 kgm Gaya geser total pada gelagar tengah : Dtot = DmakDL + Dmak LL = 2941.5 × 5 ⎟ + ⎜ × 6604 × 5 ⎟ 8 4 ⎠ ⎠ ⎝ ⎝ = 10715.75 × α × s ' × K = 12 × 0.V . P’ = 100 % × 6604 = 6604 kg Gaya geser maksimum akibat beban hidup ( Dmax LL ) : DmakLL = ½ p’ + ½ q’ L = ( ½ x 6604 ) + ( ½ x 787.604 T = 6604 kg Ketentuan penggunaan beban “D” dalam arah melintang jembatan : Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan lebih besar dari 5.75 kg Momen maksimum akibat beban hidup (Mmax LL) : Mmax = = ⎛1 ′ 2 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ ×q ×l ⎟ + ⎜ × P×l⎟ ⎝8 ⎠ ⎝4 ⎠ ⎞ ⎛1 ⎛1 2⎞ ⎜ × 787.30 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI P’ P = 2.75 × 1.153 2.95 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

1 × 10 )× 13600 500 = 0.7 3.875) × 500 4 6604 × 500 3 < + 6 6 384 × (2.1 × 10 )× 13600 48 × (2..6 350 175 7 11 14 Luas tampang 63.50 + 10715.7 kgcm σ Bj 44 = 1867 kg/cm2 Wx = Mtot σ = 1439243.00 cm……….409 < 1.95 Momen Lawan Wx Wy 775 112 3) Kontrol terhadap bahan dan tegangan • Kontrol terhadap lendutan ( δ ) δ max 5 × q tot × L4 P × L3 + = 384 EI x 48 EI x = • < δ ijin L 5 × (11.00 cm = 0.OK Kontrol terhadap tegangan lentur yang terjadi ( σ ) : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .437 kgm = 1439243.31 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Momen total pada gelagar tengah : Mtot = Mmax DL + Mmax LL = 3676.885 cm3 1867 Digunakan profil baja IWF 350 × 175 x 7 x 11 – 49.559 + 0.938 = 14392.7 = 770.968 cm < 1.14 Ukuran (mm) Momen Inersia Ix Iy 13600 984 Jari-jari Inersia ix iy 14.6 Profil Berat WF (kg/m) A B t1 t2 r 350 x 175 49.V ..764 + 7.437 kgm 2) Pendimensian Profil gelagar tengah Mtot = 14392.

1)) = 28.32 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI σ terjadi = M tot Wx < = 1439243.875) × 500 ⎟ + ⎜ × 6604 ⎟ ⎝2 ⎠ ⎝2 ⎠ = 8211.9 × 1.58 × σ < 1082.16 .(2 × (19 .38 cm2 τ terjadi = Dmax Aweb < τ = 8211.38 < 0..75 kg Aweb = Aprofil – Aflens = 72.86 kg/cm2………OK = 289.088 kg/cm2 • σ < 1867 kg/cm2…….OK Kontrol terhadap tegangan geser yang terjadi ( τ ) Dmax = ⎞ ⎞ ⎛1 ⎛1 ⎜ × qtot × L ⎟ + ⎜ × P ⎟ ⎠ ⎠ ⎝2 ⎝2 = ⎛1 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ × (11.349 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .7 775 < 1867 kg/cm = 1857..764 + 7.V ..75 28.

Beban Hidup Beban hidup pada gelagar jembatan dinyatakan dengan beban “D“atau beban jalur.2. Untuk menjaga agar lekatan ini tetap ada.5.V . Pemakain dek baja dibawah pelat beton berfungsi sebagai cetakan tetap dan untuk menahan momen positif yang terjadi pada pelat beton. elemen struktur komposit terbentuk melalui kerjasama antara gelagar melintang dengan pelat beton. pelat lantai jembatan. perkerasan.2.33 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.5 Perencanaan Gelagar Melintang Pembebanan pada gelagar melintang meliputi : a. Beban Mati Terdiri dari berat sendiri gelagar dan beban yang bekerja diatasnya (gelagar memanjang. perlu adanya penghubung geser (shear conector) yang berfungsi untuk menahan gaya geser yang terjadi pada bidang pertemuan antara pelat beton dengan gelagar melintang. dan air hujan).1 Kondisi Pre Komposit Kondisi pre komposit adalah kondisi dimana pelat beton belum mengeras dan beban hidup belum bekerja TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Pemasangan dek baja sejajar dengan gelagar melintang. Pada jembatan rangka baja. 5. yang terdiri dari beban terbagi rata “q” ton permeter panjang perjalur lalu lintas tersebut. Factor penting dalam struktur komposit adalah lekatan antara gelagar melintang dengan pelat beton harus tetap ada. b.

Perhitungan Momen Lentur Gelagar Melintang Gambar 5.34 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 1.V .12 Beban Mati Pada Kondisi Pre Komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

20 x 1.5 Berat air hujan = 0.35 = 11.20 x 0.05 x 1.75 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .00 x 2500 = 500 kg/m Berat air hujan = 0.V .875 x 2500 = 437.00 x 1000 = 50 kg/m Berat dek baja = 1.35 x 5.35 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P1 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P1 = q1 x L = 1311.35 kg/m + = 1311.00 x 2500 = 625 kg/m Berat plat lantai = 0.05 x 0.75 kg Beban P2 Berat plat lantai kendaraan = 0.00 x 11.25 x 1.875 x 1000 = kg/m 43.35 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban P1 Berat trotoar = 0.00 = 6556.

00 = 2355.6 kg/m P3 = 49.36 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Berat dek baja = 0.05 x 0.V .123 x 5.18 kg/m Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) ( 491.75 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .875x 11.35 = 9.5 Berat air hujan = 0.6 = 49.18 x 3 x 52 − 4 x 0.00 = 248 kg Beban P4 Berat plat lantai kendaraan = 0.875 x 2500 = 437.20 x 0.8752 24 ) = qE x L2 8 = qE x 52 8 qE = 471.93 kg/m + = 491.6 x 5.875 x 1000 = kg/m 43.620 kg Beban P3 Berat gelagar memanjang IWF 350 x 175 x 7 x 11 – 49.123 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P2 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P2 = qE x L = 471.

35 = 9.18 kg/m Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) ( 491.20 x 0.8752 24 qE ) = qE x L2 8 = qE x 52 8 = 471.18 x 3 x 52 − 4 x 0.75 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .123 x 5.05 x 0.5 Berat air hujan = 0.23 kg Beban q4 Berat plat lantai kendaraan = 0.875x 11.37 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Berat dek baja = 0.875 x 1000 = kg/m 43.6 x 5 ) = 4994.V .93 kg/m + = 491.875 x 2500 = 437.123 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P4 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P4 = ( 2 qE x L ) + ( berat gelagar memanjang x 5 ) = ( 2 x 471.00 ) + ( 49.

V .875x 11.906 kg/m Reaksi Perletakan : RA = RB = (3xP4) + (2 x ( P1 + P2 + P3)) + (qE x L )) 2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .7 52 12 491.752 8 qE = 327.38 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Berat dek baja = 0.93 kg/m + = 491.453 kg/m = beban merata ekivalen yang bekerja = 2 x qE = 654.18 kg/m Beban segitiga diubah menjadi beban merata ekivalen : qE x L2 12 qE x L2 8 = 491.35 = 9.18 x 1.18 x 1.

48 kg MPRA = 37487.5) − ( ( P1+ P 2 + P3) x 3.5 x 1.75) − (qE x 3.5 ) − (9160 .5 ) − (4994 .5 ) − (P 4 x1.788 kgm = 3966478. Pendemensian Gelagar Melintang MPRA = 39664.5 kg MP = 1 8 1 8 = x q x L2 x 215 x 92 = 2176.37 x 3.906 x 5)) 2 18288.39 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = = (3x4994.5 = 19256.98 + 967.8 = 2124.913 + 2176.37) + (654.875 = 39664.98 x 4.75 ) = 37487.788 kgm 2.913 kgm Berat sendiri gelagar melintang = 215 kg/m Asumsi gelagar melintang memakai profil IWF 708x302x15x28-215 RP = ½ x q x L = ½ x 215 x 9 = 967.98 kg Momen maksimum akibat beban mati : = (RAV x 4.75 ) − (654 .906 x 3.23) + (2 x 9160.75) = (18288 .519 cm3 1867 Digunakan profil baja IWF 708x302x15x28-215 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 x 1.V .8 kgcm σ Bj 44 = 1867 kg/cm2 Wx = Mtot σ = 3966478.875 kgm Perhitungan geser dan momen yang bekerja pada kondisi Pra-Komposit : DPRA = 18288.23 x 1.

40 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Profil Berat WF (kg/m) A B t1 t2 r 708 x 302 215 708 302 15 28 28 Luas Ukuran (mm) Momen Inersia tampang Ix Iy 273.906 x 7) 9 = 724.4 6.37 kg dan P2 = 4994. Kontrol Tergadap Bahan Dan Tegangan o Kontrol terhadap lendutan ( δ ) q = (215 x 9) + (654.371 kg/m = 7.4 a22 ) = 24 EI 24 EI TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .243 kg/cm o Akibat beban terpusat di tepi P1 = 9160.6 237000 12900 Jari-jari Inersia ix iy 29.23 kg δ1 = P1 x a1 P1 x a2 (3 L2 .86 Momen Lawan Wx Wy 6700 853 3.4 a12 ) + (3 L2 .V .

1 x 10 6 x 237000 24 x 2.183 + 0.4 x 1002 ) 4994.23 kg δ 2 = P2 x L3 48 EI = 4994.1 x 106 x 237000 = 0.37 x 100 (3 x 9002 .052 cm 384 x 2.152 cm o Akibat berat sendiri gelagar melintang Gelagar melintang adalah IWF 594x302x14x23-175 dengan berat 175 kg/m δ 3 = = 5 xqxL4 384 EI 5 x1.244 = 0.1 x 10 6 x 237000 = 0.427 cm o Akibat beban terpusat di tengah P2 = 4994.427 + 0.4 x 2752 ) + 24 x 2.052 = 0.152 + 0.23 x 275 (3 x 9002 .V .631 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .23 x 900 3 48 x 2.1x10 6 x 237000 Lendutan total pada kondisi pra komposit adalah : δ total = δ 1 + δ 2 + δ 3 = 0.41 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 9160.75 x900 4 = 0.

800 cm .58 x σ = 191..011 kg/cm2 < 1867 kg/cm2…….V .5 x 26.745 1.631 < δ ijin = 1.3 ) = 3532.745 cm3 τ terjadi = = D pra x Sx < τ b x Ix 19256.8 6700 < 1867 kg/cm = 592.800 cm 500 δ PRA.86 kg/cm2 ………OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .OK σ o Kontrol terhadap tegangan geser yang terjadi ( τ ) : Sx = ( 30.KOMP L 500 = = 0..359 < 1082.8 x 34 ) + (1.5 x 237000 < 0..9 x 16.48 x 3532.2 x 2..……OK o Kontrol terhadap tegangan lentur yang terjadi ( σ ) : σ terjadi = M tot Wx < = 3966478.42 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Lendutan Ijin ( δ ijin ) δ ijin = 900 = 1.

0112 + ( 3 x 114.5 x 237000 = 114.149 kg/cm2 σ terjadi = = M Wx 3966478.8 6700 = 592.149 2 ) = 624.8 kgcm PxS τ etrjadi = b x Ix = 11153.572 x 3532.V .OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .745 1.153 kg/ cm2 < 1867 kg/cm2 < 1867 kg/cm2…….23 + ( 654.43 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI o Kontrol terhadap tegangan idiil ditengah bentang ( τ i ) : P = P3 + ( qE x 7 ) + ( qD x 9 ) = 4994.788 kgm = 3966478.011 kg/cm2 τi = = < σ σ2 + ( 3 xτ2 ) 592.906 x 7 ) + ( 215 x 9 ) = 11513.572 kg Mpra = 39664.

44 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.13 Beban Mati Pada Kondisi Post Komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .2.5. Perhitungan Momen Lentur Gelagar Melintang Beban Mati Gambar 5.2 Kondisi Post Komposit Kondisi pre komposit adalah kondisi dimana pelat beton telah mengeras dan beban hidup telah bekerja 1.V .

V .00 = 3125 kg Beban P2 Berat air hujan = 0.05 x 0.875 x 1000 = 43.25 x 1.05 x 0.00 x 2500 = 625 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P1 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P1 = q1 x L = 625 x 5.875x 2200 = 96.75 kg/m Berat lapis perkerasan = 0.25 kg/m + = 140 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .45 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban P1 Berat trotoar = 0.

75 kg/m Berat lapis perkerasan = 0.00 = 671.875 x 1000 = 43.415 kg Beban P3 Berat air hujan = 0.8752 24 ) qE = qE x L2 8 qE x 52 8 = 134.05 x 0.25 kg/m + = 140 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .05 x 0.283 x 5.283 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P2 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P2 = qE x L = 134.875x 2200 = 96.V .46 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) = ( 140 x 3 x 52 − 4 x 0.

47 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) = ( 140 x 3 x 52 − 4 x 0.83 kg Beban q4 Berat air hujan = 0.05 x 0.75 kg/m Berat lapis perkerasan = 0.00 ) = 1342.8752 24 ) qE = qE x L2 8 qE x 52 8 = 134.875x 2200 = 96.05 x 0.875 x 1000 = 43.25 kg/m + = 140 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .283 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P4 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P3 = ( 2 qE x L ) = ( 2 x 134.283 x 5.

5 x 1.5) − ( ( P1+ P 2) x 3.75) − (qE x 3.31 kg ( D1) Momen maksimum akibat beban mati : = (RAV x 4.48 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban segitiga diubah menjadi beban merata ekivalen : qE x L2 12 = 491.333 kg/m = beban merata ekivalen yang bekerja = 2 x qE = 186.5 ) − (P3x1.75) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .7 52 12 qE x L2 8 qE x 1.18 x 1.666 kg/m Reaksi Perletakan : RA = RB = = = (3xP3) + (2 x ( ( P1 + P2)) + (qE x L )) 2 (3x1342.415) + (186.666 x 5)) 2 6277.V .752 8 qE = 93.83) + (2 x 3796.

65 x 5.613 kgm ( M1 ) b.75 = 1.415 x 3.75 ) − (186 .1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.31 x 4. Beban Hidup • Beban terbagi rata (“q”) Bentang jembatan = 80 m.75) + (2 x q3 x 1.5 ton/m = 1500 kg/m Reaksi peletakan : RA = RB = = (q1 x 5.5) + (2 x q2 x 0.75 ) = 11468.666 x 3.5 2.5 = 3 t/m = 3000 kg/m 2.5 ) − (3796 .1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1.75 o Beban terbagi rata untuk lebar sisanya q2 = 50 % × 3000 kg/m = 1500 kg/m o Beban terbagi rata pada trotoar q3 = 60% x ( 500 x 500 ) = 1.5 x 1.5 ) − (1342 .5 m q1 = q x 5.V .00) 2 = 10875 kg Momen maksimum yang terjadi akibat beban q : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . maka : q = 1.00) 2 (3000 x 5.65 t/m o Beban terbagi rata sepanjang gelagar melintang untuk lebar 5.75) + (2 x 1500 x 1.49 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = (6277 .5) + ( 2 x 1500 x 0.83 x 1.

5)–(1500x1.5x1.75)–(1.125) – (q1 x 2.0 x 0.0x4.75 x 1.5x1.5 x 7.4375 t = 7437.125 kgm ( M2 ) Menentukan Geser Maksimum ( Dmak ) akibat beban q Reaksi Peletakan Σ MA = 0 (RB x 9.75x1.0) .5) = 0 (RA x 9.375) = (10875x4.5x5.5x1.5 x 1.V .5 x 3.0 x 8.75x3.5x1.5 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5) = 0 (RB x 9.5)–(1.5 x 1.5 x 5.5x1.(q2 x 0.5) – (1500 x 1.5 kg 9 Σ MB = 0 (RA x 9.0 x 8.167 kg ( D2 ) 9 Beban “P” P = 12 ton ⎛ 20 ⎞ ⎟⎟ Koefesien kejut ( K ) = 1 + ⎜⎜ ⎝ (50 + L ) ⎠ K ⎛ 20 ⎞ ⎟⎟ = 1 + ⎜⎜ ⎝ (50 + 80) ⎠ = 1.5)–(q2 x 1.25)-(1.5) = 0 RB = 66.9375 = 7.0 x 0.0)-(q3 x 1.0x 8.0 x 0.5) = 0 RA = • 78.75)–(q3 x 1.0 x 0.25)-(q1 x 5.75)–(q3 x 1.125)–(3000x2.0)-(q3 x 1.0)-(1.5)–(q1 x 5.75 x 3.0)-(1500x0.182 o Beban P bekerjasepanjang gelagar melintang untuk lebar 5.0)-(1.25)-(q2 x 1.729167 t = 8729.5 x 3.5x1.0 x 4.25)-(3x 5.50 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = (RA x 4.5)–(3x 5.75)–(1.5x7.375) = 28078.561 = 8.0 x 8.

75 x 3.(5158x5.50 x 7.75) – (P2 x 1.25) = 0 (RB x 9.50 x 7.0) .5x 3.158 t/m = 5158 kg/m 2.5) + (P2 x 0.75 x 1.75 o Beban P untuk lebar sisanya ( 50% dari P1 ) P2 = 50 % × 5158 kg/m = 2579 kg/m Reaksi Perletakan: RA = = (P2 x 0.51 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI P1 = P 12 x K = 2.5) – (P2 x 0.5) + (2579 x 0.75 x 1.25) = 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 x 3.375) = (16118.156 kgm ( M3 ) Menentukan Geser Maksimum ( Dmak ) akibat beban P : Reaksi Peletakan : Σ MA = 0 (RB x 9.(P1 x 5.75 x 3.182 = 5.75) 2 = 16118.V .75) + (5158 x 5.75) + (P1 x 5.125) – (P1 x 2.375) = 46986.75) – (2579x1.125 ) – ( 5158 x 2.75x 4.75 kg Momen maksimum yang terjadi akibat beban garis ”P” Mmax = (RA x 4.75 x 1.5) – ( 2579 x 0.0) .75) 2 (2579 x 0.

125 + 46986.V .792 kg ( D3 ) 9 Perhitungan Momen dan Geser yang Bekerja • Momen Mpost = Mpra + M1+ M2+ M3 = 39664.75) = 0 RA = 155707.52 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI RB = 134430.50 x 1.125 = 17300.0 4 beff ≤ beff ≤ Jarak antar gelagar = 5.708 kg 9 Σ MB = 0 (RA x 9.25) – (2579x1. beff = 2.156 = 126197.48 + 6277.5 x 5.25) – (P2 x 1.(P1 x 5.5 x 5.375 = 14936.0 m beff ≤ 12 × Tebal pelat = = 12× 0.50 x 1.4 m Diambil nilai beff yang terkecil. Perhitungan Gelagar Komposit Perhitungan lebar efektif : Syarat : 1 Bentang 4 1 × 9.749 kg 2.788+ 11468.792 = 51563.167 + 17300.0) .2 = 2.25 m = 2.31 + 8729.0) -(5158x5.682 kgm • Geser Dpost = Dpra + D1+ D2 + D3 = 19256.613 + 28078.25 m Data teknis profil IWF 708 × 302 x 15 x 28 – 215 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75) = 0 (RA x 9.

6 237000 12900 Jari-jari Inersia ix iy 29.4 6.1 × 10 5 MPa Ec = 4700 = Es Ec n f ' c = 4700 25 = 23500 Mpa 2.9 ~ 9 23500 Luas baja ekuivalen ( AEKIVALEN ) : beff b’ = AEKIVALEN = b’ x t n = 2250 = 250 mm = 25 cm 9 = 25 x 20 = 500 cm2 APROFIL = 273.6 cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .90 Momen Lawan Wx Wy 6700 853 Angka Ekivalen ( n ) : Es = 2.53 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Profil Berat WF (kg/m) A B t1 t2 r 708 x 302 215 708 302 15 28 28 Luas Ukuran (mm) Momen Inersia tampang Ix Iy 273.1 x105 = = 8.V .

6 cm2 Titik berat penampang komposit ( Y komp ) : y = ⎛ t ⎞⎞ ⎛ h ⎞⎞ ⎛⎛ b ⎞ ⎛ ⎜⎜ A1 × ⎜ ⎟ ⎟⎟ + ⎜⎜ ⎜ e ⎟ × t × ⎜ h + ⎟ ⎟⎟ 2 ⎠⎠ ⎝ 2 ⎠⎠ ⎝⎝ n ⎠ ⎝ ⎝ ⎛ ⎛b ⎞⎞ ⎜⎜ A1 + ⎜ e × t ⎟ ⎟⎟ ⎝ n ⎠⎠ ⎝ = ⎛ 20 ⎞ ⎞ ⎛ ⎛ 70.6 + ⎜ x 20 ⎟ ⎟⎟ ⎠⎠ ⎝ 9 ⎝ = 64.743 cm Momen inersia penampang komposit ( Ik ) : = 2 2 ⎛ ⎛ ⎞⎞ ⎛ ⎛ ⎞⎞ ⎜ I + ⎜ A × ⎛⎜ y − h ⎞⎟ ⎟ ⎟ + ⎜ ⎛⎜ 1 × ⎛⎜ be ⎞⎟ × t 3 ⎞⎟ + ⎜ ⎛⎜ be ⎞⎟ × t × ⎛⎜ h + t − y ⎞⎟ ⎟ ⎟ ⎟ ⎜ n ⎜ x ⎜ 1 ⎝ 2 ⎠ ⎟⎠ ⎟⎠ ⎜⎝ ⎜⎝ 12 ⎝ n ⎠ 2 ⎝ ⎠ ⎟⎠ ⎟⎠ ⎠ ⎝⎝ ⎠ ⎝ ⎝ TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .6 = 773.54 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Luas penampang komposit ( AKOMPOSIT ) : AKOMPOSIT = AEKIVALEN + APROFIL = 500 + 273.8 + ⎟ ⎟⎟ 2 ⎠⎠ ⎝ ⎝ 2 ⎠⎠ ⎝⎝ 9 ⎠ ⎝ ⎛ ⎞⎞ ⎛ 225 ⎜⎜ 273.8 ⎞ ⎞ ⎛ ⎛ 225 ⎞ ⎜⎜ 273.6 x ⎜ ⎟ ⎟⎟ + ⎜⎜ ⎜ ⎟ x 20 x ⎜ 70.

55 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 2 2 ⎛ ⎛ 70.8 ⎞ ⎞⎟ ⎞⎟ ⎛ 1 20 ⎞ ⎞ ⎛ ⎞ ⎛ ⎛ = ⎜ 237000+ ⎜ 273.624 = 618153.743− + ⎜ x25 x203 ⎟ + ⎜ 25x20x ⎜ 70.743⎟ ⎟ ⎟ ⎜ ⎜ 2 ⎠ ⎟⎠ ⎟⎠ ⎝ 12 2 ⎠ ⎟⎠ ⎝ ⎠ ⎜⎝ ⎝ ⎝ ⎝ = 472572.14 Titik Berat Penampang Komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .078 cm4 Yts = Ybs = 708 = 354 mm = 35.5 mm. Gambar 5.4 cm 2 Yc = h profil + ½ x h beton = 708 + ½ x 200 = 808 mm = 80.8 + − 64.667 + 128913.787 + 16666.V .8 cm Balok komposit direncanakan menggunakan dek baja trapesium dengan tinggi rusuk 55 mm dan tebal 4.6x ⎜ 64.

.078 1867 kg/cm2 < < 1867 kg/cm2..2 × (70...078 = 59.5 kg/cm2 < Pada sayap atas profil baja σ BS = ⎛h⎞ MD ×⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ + M L × (h − y ) IX IK < σS (3966478..552 = 837..3) × ⎛⎜ 70.V .106 kg/cm2 • < 0...8 − 64..45 × 250 9 × 618153..OK < Pada bagian bawah pelat beton σC = = M post × (h − y ) n × Ik σc < 12619768..2 × (70..743) < 0.8 + 20 − 64.8 + 1146861.OK Pada sayap bawah profil baja σ BS = ⎛h⎞ MD ×⎜ ⎟ ⎝2⎠ + ML × y IX IK < σS TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ..56 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 3... Perhitungan Terhadap Tegangan o Kontrol terhadap tegangan lentur ( σ ) • Pada bagian atas pelat beton σC = = M post × (h + t − y ) n × Ik 12619768..057 618153.316 kg/cm2 • ⎝ 2 ⎠ + (2807812..5 + 4698615.5 kg/cm2.6) × 6.8 ⎞⎟ = 237000 = 763.45 × 250 112..078 = 13.764 + 73.743) 9 × 618153.739 kg/cm2 • σc < 112....

3) × ⎛⎜ 70..016 kg/cm2 Pada bagian bawah pelat beton = 13..011 kg/cm2 Tegangan sesudah komposit ( post komposit ) Pada bagian atas pelat beton = 59.011 kg/cm2 Pada sayap bawah profil baja = 592.078 = 763.958 kg/cm2 Gambar 5.194 < 1867 kg/cm2 = 1549.743 618153.8 ⎞⎟ 137000 ⎝ 2 ⎠ + (2807812.958 kg/cm2 < 1867 kg/cm2..316 kg/cm2 Pada sayap bawah profil baja = 1549..764 + 786.5 + 4698615.6 ) × 64.739 kg/cm2 Pada sayap atas profil baja = 837..8 + 1146861.OK o Diagram tegangan sebelum dan sesudah komposit • • Tegangan sebelum komposit ( pra komposit ) Pada sayap atas profil baja = 592.57 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI (3966478...15 Diagram Tegangan Sebelum Dan Sesudah Komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ..V .

V - 58

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

o Kontrol terhadap tegangan Geser (τ )

Statis momen terhadap garis netral komposit :

Pada Plat Beton
Sx1 = b’ x t x ek
= 250 x 200 x 160,57
= 8028500 mm3 = 8028,5 cm3

Pada Profil baja
Sx1 = Aprofil x es
= 273,6 x 293,43
= 80282,448 mm3 = 80,282 cm3

τ TERJADI
τ TERJADI

=
=

DPOST x ( S x1 + S x 2 )
< τ
b x Ix
51563,749 x ( 8028,5 + 80,282)
1,5 x 237000

< 0,58 x σ

= 1176,144 < 1082,86 kg/cm2 .....OK

o Kontrol terhadap Lendutan (τ )

1. Akibat beban mati ( pada kondisi pre komposit dan post komposit )
TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 59

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Kondisi pre komposit

Kondisi post komposit

P1

= P PRE KOMPOSIT + P KOMPOSIT
=

P2

= 12956,785 kg

= P PRE KOMPOSIT + P KOMPOSIT
=

qE

9160,37 + 3796,415
4994,23 + 1342,83

= 6337,06 kg

= qE PRE KOMPOSIT + qE KOMPOSIT
=

654,906 + 186,666

qD

= 215 kg/m

q

=

= 841,572 kg/m

(841,572 x 7 ) + ( 215 x 9)

⎛ 5 x q x L4 ⎞

9
⎛ P xa

= 869,556 kg/m

⎛ P x L3 ⎞

⎟⎟ + ∑ ⎜⎜
⎟⎟
δ 1 = ⎜⎜
x (3L2 − 4a 2 )⎟⎟ + ⎜⎜
384
EI
24
EI
X ⎠
X


⎠ ⎝ 48 EI X ⎠

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 60

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

⎛ 5 x 8,67556 x 900 4 ⎞
⎛ 12956,785 x100
⎟⎟ + ∑ ⎜⎜
= ⎜⎜
x 3x900 2 − 4 x100 2
6
6
⎝ 384 2,1 x 10 x237000 ⎠
⎝ 24 2,1x10 x 237000

(

)

(

)


6337,06 x 275
⎜⎜
x 3x 900 2 − 4 x 100 2
6
24
x
(
2
,
1
x
10
)
x
237000

((

(

) (

)⎞⎟⎟ +

))⎞⎟⎟ + ⎛⎜⎜


6337,06 x 9003
⎟⎟
6
⎠ ⎝ 48x (2,1x 10 ) x 237000 ⎠

= 0,148 + 0,259 + 0,348+ 0,193
= 0,948 cm
2. Akibat beban hidup
a. Akibat beban terbagi merata ( ” q ” )

q1 = 3000 kg/m,

q2

= 1500 kg/m,

q3

= 1500 kg/m

b. Akibat beban garis ( ” P ” )

P1 = 5158 kg/m
P2 = 2579 kg/m

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

278 kg/m δ2 5 × q ekuivalen × L4 = 384 EI K 5 × 73.8 cm…………OK L 500 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75) + (2 x1500x1) 9 = = 7358.948 + 0.61 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Q1 = q1 + P1 = 3000 + 5158 = 8158 kg/m Q2 = q2 + P2 = 1500 + 2579 Q3 = q3 = 4079 kg/m = 1500 kg/m (Q1 x 7) + (2 xQ2 x0.432 cm < δ ijin = 1.58278 × 900 4 384 × (2.1 × 10 6 )× 618153.8 cm δ total = 1.078 = = 0.484 = 1.75) + (2 xQ3x1) qEKIVALEN 9 = (8158 x 7) + (2 x4079x0.V .432 cm Lendutan ijin ( δ ijin ) δ ijin = = 900 500 = 1.484 cm Lendutan total ( δ total ) δ total = δ1 + δ 2 = 0.

62 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.2.E dan f adalah beban mati terpusat pada kondisi pre komposit dan post komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .785 kg • P2 = beban mati terpusat yang bekerja pada titik D.16 Pembebanan Pada Perhitungan Shear Connector Pembebanan : a. Syarat teknis perencanaan shear connector dengan menggunakan stud adalah : ƒ Jarak minimal antar stud arah memanjang balok 5d dan tidak kurang 10 cm ƒ Jarak maksimal antar stud tidak boleh lebih dari delapan kali tebal pelat beton. atau kurang dari 800 mm ƒ Jarak antar stud tegak lurus balok tidak boleh kurang dari d + 3 cm ƒ Panjang minimal stud 4d ƒ Jarak minimal ujung stud dengan permukaan beton 4 cm Perhitungan Gaya Lintang Gambar 5.415 kg = 12956.V .37 kg + 3796 .6 Perhitungan Penghubung Geser ( Shear Connector) Shear Connector digunakan untuk menahan gaya geser memanjang yang terjadi pada bidang pertemuan anatar pelat beton dengan belok baja. Beban Mati Terpusat • P1 = beban mati terpusat yang bekerja pada titik C dan G adalah beban mati terpusat pada kondisi pre komposit dan post komposit = 9160.

572 kg/m c.06 kg b.5 meter = beban terbagi rata ( q ) + beban gars ( P ) = 3000 kg/m + 5158 kg/m = 8158 kg/m • qL2 = beban ” D ” untuk lebar sisanya ( 2 x 0. Beban Mati Merata • qE = qEPREKOMPOSIT + qEPOST KOMPOSIT = 654. Berat Sendiri Gelagar Melintang • qD = beban mati merata ( berat sendiri gelagar melintang ) = 215 kg/m d.23 kg + 1342. Berat Hidup Pada Trotoar • qL3 = beban hidup pada trotoar = 1500 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Berat Hidup ( beban ” D ’’ ) • qL1 = beban ” D ” untuk lebar 5.906 + 186.666 = 841.V .75 m ) = beban terbagi rata ( q ) + beban gars ( P ) = 1500 kg/m + 2579 kg/m = 4079 kg/m e.63 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 4994.83 kg = 6337.

20558 kg DD = 24300.75 ) .24158 kg DA-C = 54932.5 ) – (12956.785 x 8 ) – ( 6337.625 – 103654.V .518 – 750 – 13384.89458 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 ) – ( 1500 x 1 x 8.28 – 39606.572 x 7 x 4.26242 kg ∑M B = 0 ( RA x 9 ) – ( 215 x 9 x 4.64 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Reaksi Perletakan : ∑M A = 0 ( RB x 9 ) – ( 215 x 9 x 4.5 ) – ( 4079 x 1.06 = 17963.75 ) – ( 6337.12956.20558 .375 ) – ( 1500 x 1 x 8.5 ) – ( 6337.625 – 28516.5 ) – ( 6337.572 x 1.5 ) – (12956.77 – 39606.5 ) – ( 4079 x 1.75 ) = 2000.06 x 6.785 x 1 ) – ( 6337.3618 RB = 50768.24158 kg Gaya Lintang : DA = 54932.785 x 8 ) = 0 ( RB x 9 ) – 8626.25 ) – ( 12956.06 x 4.( 8158 x 1.5625 – 12750 – 12956.572 x 7 x 4.25 x 3.5 – 26509.( 213 x 1 ) .E = 17963.915 – 12956.125 ) – ( 8158 x 5.45658 .45658 kg DC-D = 40262.875 ) – ( 8158 x 5.24158 .06 x 2.785 – 17426.14558 kg DD.75 x 7.25 x 5.06 x 6.5 – 26509.5 ) – ( 841.21875 – 230208.( 841.625 ) – ( 1500 x 1 x 0.( 841.75 ) = 24300.77 – 17426.518 – 12750 – 50860.785 = 0 9 RB = 456914.75 x 1.572 x 1.5 ) – ( 841.5 ) – ( 1500 x 1 x 0.( 213 x 1 ) .25 ) – ( 6337.14558 .1743 RB = 54932.785 x 1 ) = 0 ( RB x 9 ) – 8626.06 x 2.785 = 40262.915 – 28516.75 ) .75 ) – ( 12956.9375 – 750 – 103654.06 x 4.24158 kg DC = 53219.03125 – 155256.( 8158 x 1.28 = 0 9 RB = 494390.6337.24158 – ( 1500 x 1 ) – ( 213 x 1 ) = 53219.

0005 x ⎜ π D 2 ⎟ x 30 x 4700 30 ⎝4 ⎠ = 0. Jumlah stud dalam arah tegak lurus sumbu gelagar melintang = 2 buah.1 kg ) Q = 6898.V .799 = 137.971 KN = 13797.5 kg 2 Jarak stud : D = Q × Ik D ×S TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .65 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.0005 x 314 x 878.17 Diagram Gaya Lintang Shear connector direncanakan menggunakan stud Ø 20 mm dengan tinggi stud (H) = 100 mm. Kekuatan satu stud : Q Q Q = = 0.0005 As f ' c × Ec ( = ⎛1 ⎞ 0.

24158 x 8028.V .137 cm ~ ~ 25 cm 60 cm Sambungan antara stud dan gelagar melintang menggunakan sambungan las sudut.5) x 618153.45658x 8028.078 cm4 S = 250 x 200 x 160.5 ( 2 x 6898.384cm = 59.5 = 19.078 54932.5 cm3 d1 = d2 = d3 = (2 x 6898. Perhitungan Las Sudut : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5) x 618153.078 40262 .5 (2 x 6898. Q = Kekuatan stud dalam 1 baris (kg) Ik = Momen inersia penampang komposit (cm4) D = Gaya lintang (k) S = Statis momen bagian yang menggeser terhadap garis netral penampang komposit Ik = 618153.338 cm ~ 20 cm = 24.57 = 8028500 mm3 = 8028.14558x 8028.078 17963.66 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Dimana.5) x 618153.

3 x 2 2 a ≈ 1.5 kg < 7810.2 )2 = 1.5 kg Gambar 5.18 Pemasangan Shear Connector TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .25 x π x ( 3.V .252 . Tebal Las = a ≤ a≤ 1 t 2 2 1 x 2. Kekuatan Las = Fxσ = 1.25 x π x d2 = 0.5 kg Kekuatan satu stud = 6898.626 cm b.230 cm2 c.230 x 6350 = 7810. Luas Bidang Las = 0.67 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a.

275 < 0.54 cm • Jarak antar baut : 3d ≤a≤6d 60 ≤ a ≤ 120 a diambil 70 mm • Jarak baut ke tepi sambungan : c ≥ 2d c ≥ 40 s1 diambil 40 mm Gambar 5.628 (pengaruh desak) 2.14 Sambungan direncanakan menggunakan baut φ 2.130.19 Sambungan Gelagar Memanjang Dengan Protil Siku Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : Pengaruh Desak δ d = 0.V .54 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .7 = 0.68 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.75 kg Untuk penyambungan antara gelagar melintang dan memanjang digunakan pelat penyambung profil L 130.7 Perhitungan Sambungan Gelagar Melintang dan Gelagar Memanjang Besarnnya Dmax gelagar memanjang (P) = 8211.2.

389 2 = 3774.076 kg/cm2 < 1.507 kg Tegangan yang terjadi pada baut luar : σ ds = R = δ ×d 3774.7 x 2.507 0.236 ~ diambil 4 baut 2 x1867 x 0.54 = 15 + 65 = 72.5 x σ < 2800.75 = 1.69 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI P 2xσ xδ x d n ds = Eksentrisitas (e) = 8211.V .75 = 2052.5 mm 2 Momen Luar ( MLUAR ) : = P×e MLUAR = 8211.937 kg 4 2 = Pv 2 + Ph = 2052.937 2 + 3167.5 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .25 = 55429.5 2 ) P = baut = 3167.312 x 9 2 x ( 7 2 + 3.312 kgcm Momen Dalam ( MDALAM ) : MDALAM [(Ph x y 2 )+ (Ph1 x y1)] x 2 = ⎡ 2 x Ph ⎛ y12 ⎞⎤ y 2 2 + y12 ⎟ ⎜ ( ) Ph x y 2 Ph x x 2 + ⎥ = ⎢ = 2 ⎟ ⎜ y 2 y 2 ⎠⎦ ⎝ ⎣ ( ) Substitusi : ( ) 2 x Ph y 22 + y12 = P x e y2 Ph P x e x y2 = 2 x y 2 2 + y12 Ph = PV = n R ( ) 55429.7 x 2 = 2696.75 x 7.389 kg 8211.

8 Perhitungan Sambungan Gelagar Melintang dan Profil Siku Besarnnya Dmax gelagar memanjang (P) = 8211.54 cm • Jarak antar baut : 3d ≤a≤6d 60 ≤ a ≤ 120 .20 Sambungan Gelagar Memanjang Dan Gelagar Melintang Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : Pengaruh Desak δ d 1.54 = 0.2.590 < 0.V .75 kg Untuk penyambungan antara gelagar melintang dan memanjang digunakan pelat penyambung profil L 130. a diambil 70 mm • Jarak baut ke tepi sambungan : c ≥ 2d c ≥ 40 s1 diambil 40 mm Gambar 5.5 = 2.14 Sambungan direncanakan menggunakan baut φ 2.628 (pengaruh desak) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .70 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.130.

54 Tegangan yang terjadi pada baut : σ BAUT = 2 x nBAUT = = P ⎛1 ⎞ x ⎜ xπ x d 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 8211.2 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .679 kg/cm2 < < < 0.75 ⎛1 ⎞ 2 x 4 x ⎜ x 3.6 x σ 1120.71 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI n ds = P 2xσ xδ x d = 8211.5 x 2.58 ~ diambil 4 baut 2 x 1867 x 1.54 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 202.2 kg/cm2 1120.V .14 x 2.75 = 0.

V .21 Bidang Rangka yang Terkena Angin Data teknis perencanaan pertambatan angin : Tekanan angin : 150 kg/m2 Panjang sisi bawah jembatan : 80 m Panjang sisi atas jembatan : 75 m Tinggi jembatan : 6.72 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.2.25 m 2 2 ⎝ ⎠ 5.3 m Luas bidang rangka utama ⎛ 80 + 75 ⎞ : ⎜ ⎟ x 6.22 Penyebaran Beban Angin TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .9.9 Perhitungan Pertambatan Angin Gambar 5.3 = 488.1 Pembebanan Ikatan Angin Gambar 5.2.

30 m = 3.25 )) x 150 = 10985.15 m ◦ Beban angin pada muatan hidup seringgi 2 m ( s2 ) Tinggi profil gelagar melintang ( h1 ) : 70.8 – 2.733 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .3 cm ( 406x403x16x24-200 ) Tebal plat lantai kendaraan ( h4 ) : 20 cm Tebal perkerasan ( h5 ) : 5 cm Tinggi bidang vertikal beban hidup ( h6 ): 200 cm s2 h3 ⎞ h6 ⎛ = ⎜ h1− h2 − ⎟ + h4 + h5 + 2⎠ 2 ⎝ = ( 70.3 – 20.15 ) + 20 + 5 + 100 = 173.8 cm Lebar profil rangka induk ( h3 ) : 40.73 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Bagian jembatan yang langsung terkena angin ( angin Tekan ) : ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (d1) : d1 = 50% x (( 30% x A )) x w = 50% x (( 30% x 488.8 cm ( 708x302x15x28-215 ) Tebal sayap gelagar melintang ( h2 ) : 2.35 cm = 1.625 kg ◦ Beban angin pada muatan hidup setinggi 2 m (d2) : d2 = 100% × w × L × 2 = 100%x 150 x 80 x 2 = 24000 kg Penentuan titik tangkap gaya akibat beban angin ( s ) : ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan ( s1 ) s1 = ½ x tinggi jembatan = ½ x 6.

717 = 15 15 = 806.314 kg ◦ Pada pertambatan angin bawah TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .30 )− (d1 x s1)− (d 2 x s 2 ) = 0 ( RA x 6.3)− (d1 x s1)− (d 2 x (6.718 = 12094.625 x 3.3 RA = Σ MA = 0 (RB x 6.717 kg 6.V .3 ) – (10985.567 ) RB = 144044.718 = 22864.30) – ( 10985.3 Distribusi beban angin : ◦ Pada pertambatan angin atas P1 = R A1 12094.733 ) = 0 76196.23 Titik Tangkap Gaya Angin Tekan Σ MB = 0 (RA x 6.3 − s 2 )) = 0 ( RB x 6.74 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.15) – ( 24000 x 1.241 kg 6.15 ) – (24000 x 4.625 x 3.

24 Titik Tangkap Gaya Angin Hisap R A = RB = 5492.241 = 1429.015 kg = 16 16 Bagian jembatan yang tidak langsung terkena angin ( angin hisap ) : ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (d1) : d1 = 50% x (( 15% x A )) x w = 50% x (( 15% x 488.75 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI P1 = RB 22864 .812 6.V .25 )) x 150 = 5492.150 m Gambar 5.30 m = 3.812 kg Penentuan titik tangkap gaya akibat beban angin ( s ) : ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (s1) s1 = ½ x tinggi jembatan = ½ x 6.875 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .30 = 871.

27.26.36.43.30.1.34.44.2 Pertambatan Angin Atas Gambar 5.38.25 Penyebaran Beban Angin Pada Ikatan Angin Atas .21.492 kg = 16 16 5.20.5 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .41.45.9.dan 31 direncanakan menggunakan batang L.875 = 54.19.50.50.sedangkan Batang 17.76 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Distribusi beban angin : ◦ Pada pertambatan angin atas P2 = R A1 15 = 871.18.42.dan 32 direncanakan menggunakan profil IWF 250x175x7x11-44.40.39.29.V .125 kg ◦ Pada pertambatan angin bawah P2 = RB 871.37.26 Penomoran Pada Ikatan Angin Atas Pendimensian batang 16.2.24.47.23.22.875 15 = 58.25.46.33.35. Gambar 5.28.

6 Jari-jari Inersia ix iy 10.06 1.1 244 175 7 11 16 Luas tampang 56.1 Profil Berat Ukuran (mm) WF (kg/m) A B t1 t2 r 250 x 175 44.3 Berat (kg/m) 9.42 kx = ky Iξ (cm4) 115 r1 5 iξ (cm) 3.66 3.32 Jarak titik berat (cm) e w v 2.25 iη (cm) 1.80.55 kη 5.66 kξ Iη (cm4) 29.20 Wη (cm3) 9.26 5.77 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Pendimensian Batang Ikatan Angin Atas Profil IWF 250x175x7x11-44.09 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .18 Momen Lawan Wx Wy 502 113 Profil L 80.11 2.6 Ukuran (mm) b d r 80 85 10 ix = iy (cm) 2.24 Momen Inersia Ix Iy 6.V .8 Profil L 80 x 80 8 Ix = Iy (cm4) 72.3 Wx = Wy (cm3) 12.4 4.120 984 F (cm2) 12.

42.78 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Dari hasil perhitungan program SAP 2000 versi 7.840 kg ( batang 17 & 47 ) Lk = 9. diperoleh gaya batang terbesar.1 x 105 = 111. untuk stabilitas batang tekan terhadap bahaya tekuk : (S x ω ) F < σ ijin baja Dimana : S = gaya tekan pada batang tersebut F = luas penampang batang ω = faktor tekuk yang tergantung dari kelangsingan dan macam bajanya Menghitung kelangsingan batang tunggal : λ = Lk 1064.18 λg = π x E = 3.V .016 = 2.760 λs = λg = 111.7 x 240 λ 254.9 = = 254.4032 + 52 = 10.529 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .760 cm I min 4.51 10.649 tekan 31& 33 2956.016 0.840 10.7 x σ l 2.1 Pasal 1 dan 2.649 tekan Batang Keterangan Batang tekan Profil IWF 250x175x7x11-44.649 m Rumus umum menurut PPBBI hal 9 Bab 4. dengan resiko tekuk adalah : Gaya Batang (P) Panjang (L) kg m 17 & 47 -3899.14 x 0.1 S = -3899.381 x λs 2 = 2.381 x (2.294)2 = 12.294 Untuk λ s ≥ 1 : ω = 2.

85 x 12.455 cm2 Cek Tegangan : σ = = S < 1867 kg/cm2 Fnt 2956.8 S = 2956.79 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Maka : (S x ω ) F = − 3899.80.V .784 kg/cm2 < 1867kg/cm2…OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ..796 kg/cm2 < 1867 kg/cm2..51 < 1867kg/cm2 10.85 x F profil = 0.529 = 868.455 = 282.3 = 10.OK 56.51 kg ( batang 8 & 9 ) F nt = 0..24 Batang tarik Profil L 80.84 x 12..

3 Pertambatan Angin Bawah Untuk pertambatan angin bawah digunakan profil L 200x200x16-48. L 200x200x16-48.9.5 Gambar 5.2.V .5 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .80 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.28 Penomoran Pada Ikatan Angin Bawah Pendimensian Batang • Profil.27 Penyebaran Beban Angin Pada Ikatan Angin Bawah Gambar 5.

91 λg = π x E = 3.649 m Rumus umum menurut PPBBI hal 9 Bab 4.91 kη 4.50 kg ( batang 34 & 65 ) Lk = 9.1 Pasal 1 dan 2.4032 + 52 = 10.5 kg/m S = -7757.1 x 105 = 111.7 x σ l 2.9 = = 272.78 1.05 1.42.649 34 & 65 Keterangan tekan Batang tekan • Profil L 200x200x16-48. diperoleh gaya batang terbesar.352 cm I min 3.65 Dari hasil perhitungan program SAP 2000 versi 7.5 kξ Iη (cm4) 943 iξ (cm) 7.50 10.03 Jarak titik berat (cm) e w v 5.15 kx = ky Iξ (cm4) 3740 r1 9 F (cm2) 61.52 14.V .8 Berat (kg/m) 48.80 Wη (cm3) 121 iη (cm) 3.016 0.81 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Profil L 200 x 200 x 16 Ix = Iy (cm4) 2340 Wx = Wy (cm3) 162 Ukuran (mm) b d r 200 16 18 ix = iy (cm) 6.1 7.14 x 0. untuk stabilitas batang tekan terhadap bahaya tekuk : (S x ω ) F < σ ijin baja Dimana : S = gaya tekan pada batang tersebut F = luas penampang batang ω = faktor tekuk yang tergantung dari kelangsingan dan macam bajanya Menghitung kelangsingan batang tunggal : λ = Lk 1064. dengan resiko tekuk adalah : Batang Gaya Batang (P) Panjang (L) kg m -7757.7 x 240 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

453 Untuk λ s ≥ 1 : ω = 2.50 x 14.V ...352 λs = λg = 111.283 kg/cm2 < 1867 kg/cm2.326 = 1798.381 x (2...381 x λs 2 = 2.82 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI λ 272.016 = 2.326 Maka : (S x ω ) F = 7757.453)2 = 14.OK 61.8 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

atau 6 t s1 = jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung Jarak antar sumbu baut pada arah horizontal ( s ) : 2.628 > 0.75 ≤ s ≤ 111. atau 14 t s = jarak antar sumbu baut pada arah horizontal 2.5 d ≤ s1 ≤ 3 d .10 Perencanaan Sambungan Pertambatan Angin Sambungan pertambatan angin direncanakan menggunakan pelat 10 mm.3 diambil 90 mm Jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung ( s1 ) : 1. Profil IWF 250x175x7x11–44.5 d ≤ s ≤ 7 d 39.5 d ≤ s ≤ 7 d .5 d ≤ u ≤ 7 d .83 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.5 d ≤ s1 ≤ 3 d 23.314 (pengaruh geser) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75 ≤ s ≤ 111.7 diambil 40 mm a. dengan alat penyambung baut Ø 5/8” ( 15.840 kg ( batang 17 & 47 ) Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : δ d 10 = 15.5 d ≤ u ≤ 7 d 39. atau 14 t u = jarak antar sumbu baut pada arah vertical 1.9 mm ) • Pmaks = -3899.V .9 mm ) Pengaturan jarak antar baut ( berdasar PPBBI hal 70 ) : 2.85 ≤ s1 ≤ 47.3 diambil 40 mm Jarak antar sumbu baut pada arah vertikal ( u ) : 2. Pertambatan angin atas 1.1 dengan rangka induk IWF 406x403x16x24-200 Data teknis perencanaan baut : • Tebal plat penyambung ( δ ) = 10 mm • Diameter baut ( Ø ) = 5/8” ( 15.2.9 = 0.

51 = 0.2 kg/cm2 1120.314 (pengaruh geser) d n ds = P 2xσ xδ x d = 2956.59 2 ⎟ ⎝4 ⎠ < 1120.2 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .590 kg/cm2 0.14 x 1. Profil L 80.V .84 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI n ds = P 2xσ xδ x d = 4080.2 kg/cm2 2.51 ⎛1 ⎞ 2 x 2 x ⎜ x 3.14 x 1.2 kg/cm2 < 245.497 ~ diambil 2 baut 2 x 1867 x 1 x 1.9 mm ) • Pmaks = 2956.840 ⎛1 ⎞ 2 x 4 x ⎜ x 3.628 > 0.59 Tegangan yang terjadi pada baut : σ BAUT = 2 x nBAUT = = P ⎛1 ⎞ x ⎜ xπ x d 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 3899.59 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 372.450 kg/cm2 < < < 0.6 x σ < 1120.80.8 dengan rangka induk IWF 406x403x16x24-200 Data teknis perencanaan baut : • Tebal plat penyambung ( δ ) = 10 mm • Diameter baut ( Ø ) = 5/8” ( 15.9 = 0.11 = 0.6 x σ 1120.59 Tegangan yang terjadi pada baut : σ BAUT = 2 x nBAUT = = P ⎛1 ⎞ x ⎜ xπ x d 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 2956.51 kg ( batang 31 & 33 ) Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : δ 10 = 15.687 ~ diambil 4 baut 2 x 1867 x 1 x 1.

V .29 Sambungan Ikatan Angin Atas TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .85 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.

628 > 0.2 kg/cm2 1120. Pmaks = -7757.14 x 1.314 (pengaruh geser) n ds = P 2xσ xδ x d = − 7757. Tebal plat penyambung ( δ ) = 10 mm 2.V .59 Tegangan yang terjadi pada baut : σ BAUT = 2 x nBAUT = = P ⎛1 ⎞ x ⎜ xπ x d 2 ⎟ ⎝4 ⎠ − 7757. Pertambatan angin bawah Menggunakan profil L 200x200x16-48.86 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI b.630 kg/cm2 < < < 0.59 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 488. Diameter baut ( Ø ) = 5/8” ( 15.2 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .9 = 0.9 mm ) 3.6 x σ 1120.50 = 1.50 ⎛1 ⎞ 2 x 4 x ⎜ x 3.5 kg/m dengan rangka induk profil IWF 406x403x16x24-200 Data teknis perencanaan baut : 1.306 ~ diambil 4 baut 2 x 1867 x 1 x 1.50 kg ( batang 34& 65 ) Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : δ d 10 = 15.

87 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.30 Sambungan Ikatan Angin Bawah TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .

6 berat = 9.302.407.7.200. Data Perencanaan Tebal pelat = 20 cm Tebal perkerasan = 5 cm Genangan air = 5 cm Lebar lantai kendaraan = 700 cm Lebar trotoir = 100 cm Tebal trotoir = 25 cm G memanjang = IWF 350.5 berat = 48.6 kg/m G melintang = IWF 708.80.1 kg/m = L 80.31 Struktur Rangka Induk a.88 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.44.3 dengan berat = 7.35-283 berat = 283 kg/m b.175.48 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .7.15.11 Perencanaan Rangka Induk Gambar 5.78 x 283) + (1/2 x 5 x 283) = 1366.2.11.28-215 berat = 213 kg/m Ikatan angin atas = IWF 250.6 berat = 49.13 kg/m Rangka Utama = IWF 428.5 kg/m Sandaran = Pipa D 76.6 kg/m Ikatan angin bawah = L 200. Dimensi Rangka diasumsikan sama untuk semua rangka.16-48. Beban rangka induk • Buhul 1 dan 17 = (1/2 diagonal) + (½ horisontal) = (1/2 x 6. 1. Pembebanan Asumsi beban antara rangka induk ditahan masing-masing ½ nya oleh rangka induk.11-49.V .8-9.20.175.1 berat = 44.

256 kg • Buhul 2-16 dan 19-32 = 110% x 2732.7.78 x 283) + (1/2 x 5 x 283) = 2152.256 kg 2. • Buhul 1 dan 17 = 110% x 1366.6 ⎞ ⎜ ⎟ x 2 x ½ = 124 kg ⎝ 2 ⎠ 3. Beban pelat beton (termasuk dibawah trotoar) Tebal pelat beton = 20 cm Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = ⎛ 9 × 5 × 0. Beban gelagar melintang 17 buah profil IWF 708.128 kg • Buhul 18 dan 33 = 110% x 2152.96 kg Penambahan beban sebesar 10 %.2 × 25 ⎞ 1 ⎜ ⎟× 2 ⎝ ⎠ 2 = 56. Beban gelagar memanjang 5 buah profil IWF 350.78 x 283) + (1/2 x 2 x 5 x 283) = 2732.48 kg = 1503.6 ⎞ 1 ⎜ ⎟x = 62 kg ⎝ 2 ⎠ 2 • Buhul 2-16 = ⎛ 5 x 49.5 kg 4.V .28-215 Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1-17 = ⎛ 9 × 215 ⎞ ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ = 958.96 kg • Buhul 2-16 dan 19-32 = (1/2 x 2 diagonal) + (1/2 x 2 horisontal) = (1/2 x 2 x 6.96 kg = 2368. sebagai asumsi berat pelat buhul beserta bautnya.89 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • Buhul 18 dan 33 = (1/2 x 2 diagonal) + (1/2 x horisontal) = (1/2 x 2 x 6.15.302.6 kg/m Distribusi beban pada tiap buhul :0 • Buhul 1 dan 17 = ⎛ 5 x 49.25 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .11-49.96 kg = 3006.175.

Beban lapis perkerasan Tebal lapis perkerasan = 5 cm Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = ⎛ 7 × 5 × 0. Beban pipa sandaran Pipa sandaran Ø 76.625 kg • Buhul 2-16 = (5 × 1 × 0.05 × 22 ⎞ ⎜ ⎟ 2 ⎝ ⎠ = 19.625 kg • Buhul 2-16 = ⎛ 7 × 5 × 0.05 × 10 ⎞ 1 ⎜ ⎟× 2 ⎝ ⎠ 2 = 5.13 kg/m Berat total pipa sandaran = 2 x 80 x 7.250 kg 2 7.8 kg Distribusi beban pada tiap buhul : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Beban trotoar Tebal trotoar = 25 cm Lebar trotoar = 1.3 mm.25 kg 8.V . Beban air hujan Tebal genangan = 5 cm Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = ⎛ 9 × 5 × 0.13 = 1140.25 × 25) × 1 = 15.625 kg • Buhul 2-16 = ⎛ 9 × 5 × 0.90 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • Buhul 2-16 = ⎛ 9 × 5 × 0.2 × 25 ⎞ ⎜ ⎟ 2 ⎝ ⎠ = 112. dengan berat 7.05 × 22 ⎞ 1 ⎜ ⎟× 2 ⎝ ⎠ 2 = 9.0 m Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = (5 × 1× 0.05 × 10 ⎞ ⎜ ⎟ 2 ⎝ ⎠ = 11.5 kg 5.25 × 25 ) = 31.25 kg 6.

200.5 berat = 48.29 ) + ( ½ x 9.8-9.1 x 10.6 berat = 9.29 )) x ½ = (226.6 x 10.5 x 10.5kg/m Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = ( 2 x 48.532 kg Buhul 2-16 = ( 2 x 48.7.V .29 ) + ( ½ x 9.6 kg/m Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 18 dan 33 = (( ½ x 44.894 + 49.11 – 44. Beban ikatan angin bawah Profil L 200.80.6 x 10.8 1 x 16 2 = 35.29 ) x ½ x ½ x 2 = 499.175.3 kg 9.29 )) x ½ x 2 = (226.143 kg • Buhul 19-32 = (( ½ x 44.286 kg 10.894 + 49.29 ) x ½ x ½ = 249.1 kg/m Profil L 80.065 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .8 16 = 71.65 kg • Buhul 2-16 = 1140.392) x ½ x 2 = 276.392) x ½ = 138.1 x 10.1 berat = 44.91 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • Buhul 1 dan 17 = 1140. Beban ikatan angin atas Profil IWF 250.5x 10.16-48.

049 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 0.593 0.174 0.742 18 0.110 0.349 0.324 4 0.92 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I c Garis Peengaruh c.224 0.149 0.V .890 0.024 0 17 S2=S15 1.816 0.330 1.480 1.296 0.123 0 17 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .040 4 0.61 0.247 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 14 15 16 0.222 0.519 0.148 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 0.667 0.7741 0.668 0.964 0.1224 0.371 0 0.714 0.074 0.494 0.274 0.2249 0.32 Rangkaa Utama S S1=S16 0.3770 0.865 0.451 0.099 0.2 240 1. Gambar 55.074 0 17 S3=S14 1.299 0.989 0.360 1.372 0.199 0.610 0 1.

080 2.V .618 0.080 1.519 0.544 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 133 14 15 16 0.040 0 0.850 2.11 0.040 1.000 1.340 10 1.8665 0.445 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 133 14 15 16 0.780 1.93 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I SS4=S13 0 1.180 1.600 2.692 0.450 2.710 0 2.7 2..3660 1.910 1.519 0 0.630 1.173 0 17 SS5=S12 2.560 0 1.569 0.2230 1.270 2.560 1.7730 1.272 0 17 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .560 1.390 1.210 1.668 0.450 2.816 0.222 0 17 SS6=S11 720 2.900 1.140 1.346 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 3 14 15 16 0.240 1.090 0.890 0 0.

600 10 11 2.346 ‐0.680 5 2.8820 2.445 ‐0.410 1.371 0 17 S S17=S31 0 0.V .049 17 0 S S18=S30 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ‐0.260 4 1.930 1.296 15 ‐0.420 0 0 1 2 0.940 0.29 90 ‐1.970 9 2.395 ‐0.693 ‐1...4994 197 14 ‐0.100 6 520 2.198 ‐0.570 2.544 ‐0.86 133 1.250 1.290 0.2447 ‐0.470 0 0.350 2.989 ‐0.940 2.94 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I SS7=S10 2.964 0.61 10 0 1.880 1.791 11 ‐ ‐0.090 ‐0.380 ‐1.098 17 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .890 10 ‐0.593 13 3 ‐0.594 43 ‐0.480 14 1.64 ‐0.693 ‐0.148 15 ‐0 2 ‐0.321 0 1 2 3 4 5 6 8 7 9 10 11 12 13 3 14 15 16 0 17 S8=S9 0.190 ‐1.396 ‐0.495 ‐0.742 16 0.643 0.297 ‐0.890 2.098 6 7 16 8 9 10 3 4 5 11 12 13 3 14 ‐0.16 ‐0.692 12 ‐0.841 3 0 1.5 7 8 2.737 1 ‐0.230 12 60 1.110 15 0.

197 17 0 S S21=S27 0 1 2 ‐0.080 12 ‐1.2440 14 ‐0.190 16 15 ‐0.720 ‐2.370 ‐2.390 ‐ 133 ‐1.593 15 ‐0.4880 14 ‐1.470 ‐2.791 ‐0.296 17 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .630 9 ‐1.16 1395 ‐0.980 ‐ ‐1.290 ‐1.470 ‐2.190 80 ‐1.48 80 ‐1..670 ‐2..6 630 ‐2.340 10 ‐1.494 4 ‐0.580 11 12 ‐1.780 ‐1.4 1494 17 16 ‐0.989 ‐0.960 ‐2.780 ‐1.544 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ‐1.180 ‐2.730 ‐1.V .780 133 ‐1.742 0 S22=S2 26 0 1 ‐ 3 2 ‐0.593 14 ‐0.980 ‐2.980 ‐1.480 ‐1.2 296 16 1 ‐0.643 4 5 6 7 8 ‐1.480 13 ‐1.247 15 ‐0.890 ‐0.9889 14 ‐0.593 3 4 5 6 8 7 9 10 ‐1.95 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S19=S29 0 1 2 3 ‐0.040 ‐0.148 17 0 S S20=S28 0 1 2 ‐0.190 ‐0.230 ‐1.090 ‐1.78 ‐2.890 11 ‐ ‐1.190 12 13 ‐0.593 ‐0.989 5 6 7 8 9 10 11 ‐1.180 ‐1.92 20 ‐1.74 42 ‐0.445 15 ‐0.370 ‐2.

393 ‐0.580 15 ‐0.799 ‐0.85 8 9 ‐0.199 15 ‐0.070 0 0 1 2 3 4 5 6 7 ‐0.34 40 ‐1.262 ‐0.230 ‐2.346 17 0 S24 0 1 2 ‐0.670 ‐3.733 66 ‐0.599 10 ‐0.160 11 ‐2.791 4 5 ‐1.370 133 80 ‐1.399 11 0.065 16 17 0 S S33=S62 0.190 ‐0.912 ‐0.066 ‐0 16 17 0 ‐0.080 ‐1.445 3 4 ‐0.791 16 ‐1.133 ‐0.370 9 ‐2.040 ‐0..890 5 6 7 8 9 10 11 12 133 ‐1.692 ‐1.466 ‐0.996 ‐ 4 5 6 7 ‐0.933 ‐0.390 16 15 ‐0.770 ‐2.19 90 6 ‐1.3333 ‐0.395 ‐ 3 ‐0..770 10 ‐3.656 ‐0.666 ‐0.770 12 ‐2.780 ‐2.980 8 ‐2.7330 14 ‐1.98 14 ‐1.590 11 12 133 14 ‐0.V .459 ‐0.86 8 9 ‐0.395 17 0 S S32=S63 0 1 2 3 ‐0.787 ‐0.420 ‐2..721 54 ‐0..580 7 ‐1.3228 ‐0.196 15 ‐0.525 10 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .533 12 133 14 ‐0.110 ‐2.131 ‐0.96 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S23=S25 0 1 2 ‐‐0.266 ‐0.

592 ‐0.263 ‐0.V .065 0 17 S S35=S60 8 0.197 15 8 9 10 16 29 ‐0.526 12 133 ‐0.395 ‐0.131 0.460 ‐0.065 0 1 2 3 4 5 6 7 8 ‐0.197 15 ‐0.526 ‐0.783 ‐0.197 0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 ‐0.659 9 10 6 ‐0.131 ‐0.3 ‐0.97 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S34=S61 0.262 0.065 16 17 0 S S37=S58 8 0.652 ‐0.658 ‐0.131 0.658 ‐0.131 ‐0.064 0 1 2 3 0.3329 ‐0.065 ‐0..131 ‐ 16 17 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .329 7 0..196 0.460 ‐0.724 9 10 ‐0.526 12 13 14 ‐0.460 ‐0.263 ‐0.198 0 0.84 ‐0.791 49 ‐0.131 ‐0 4 5 6 7 11 12 133 ‐0.263 14 ‐0.394 11 0.593 10 ‐0.132 0 0.065 ‐0 16 17 0 SS36=S59 9 6 0.394 11 ‐0.394 11 ‐0.32 ‐0.724 ‐0.526 6 12 1 13 14 ‐0.32 ‐0.717 ‐0.131 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ‐0.197 15 29 ‐0.264 0.197 15 329 ‐0.592 ‐0.460 ‐0.263 14 ‐0.065 0.592 ‐0.

395 0.329 0.065 17 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .593 11 12 ‐0.3394 8 0.3 ‐0.197 ‐0.065 0 17 SS39=S56 6 0.263 ‐0.065 0 17 ‐0.394 ‐0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ‐0.394 0.461 0.454 ‐0.197 0.263 7 0.395 SS41=S54 4 0.520 0 ‐0.388 113 330 ‐0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 ‐0.263 0.131 0.527 0.197 5 0.131 4 7 0.V .460 0.3 14 ‐0.329 7 0.197 15 ‐0.263 14 ‐0.197 15 329 ‐0.329 7 0.460 9 0.394 ‐0.131 15 16 ‐0.131 0.263 14 329 ‐0.394 0.525 10 0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 ‐0.131 16 ‐0.328 7 0.98 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I SS38=S57 7 0.263 6 0.460 ‐0.197 0.065 0 17 SS40=S55 5 0.131 8 9 10 11 12 16 13 ‐0.461 ‐0.3 13 ‐0.197 ‐0.263 0.197 0.263 14 329 ‐0.586 ‐0.131 0.131 15 16 ‐0.527 7 ‐0.065 0 0 1 2 3 0.3 ‐0.

460 0.526 0.131 ‐0.263 0.3394 0.460 0.592 0.3 394 0.329 7 0.125 ‐0.99 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S42=S53 3 0.592 0.3394 0.659 0.329 7 0.065 16 17 0 S S43=S52 2 0.790 0.065 0.197 0.191 ‐0.197 15 ‐‐0.197 7 0.065 16 17 0 ‐‐0.526 0.264 14 ‐0.526 0.066 16 17 15 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .460 0.131 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 14 ‐ ‐0.131 0.460 0.132 16 15 ‐0.263 0.658 0.592 0.065 0 17 S S45=S50 0 0.131 ‐0.329 0.065 0.263 0.723 0.723 0.257 14 ‐0.591 0.329 0.065 0.V .197 7 0.131 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 ‐0.856 0.263 0.198 15 S S44=S51 1 0.724 0.3323 113 ‐0.131 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 14 ‐‐0.197 0.3394 0.526 0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ‐0.658 0.789 0.657 0.

526 .19 0.263 0.590 0.459 0.721 0.395 0.262 0.058 0 17 S S47=S48 8 0 0.658 0..923 15 16 ‐0.592 0.328 0.065 0.855 0.985 0 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 14 15 16 17 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL . 0.131 0.3393 0.065 0 1 2 3 0.100 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S46=S49 9 0.787 0.656 0.V .329 97 0.196 6 0.461 0.790 0.917 0.7224 0.853 0 0.131 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 3 14 0.524 0.

75 m ) ⎛ q ⎞ ⎟⎟ x 0.5 = 3.024 t/m = 3024 kg/m 2.75 o Beban terbagi rata untuk lebar sisanya ( 0.206 t/m = 206 kg/m o Beban terbagi rata pada trotoar q3 = 1. maka : q = 1.75 q2 = 50 % × ⎜⎜ ⎝ 2.00 x 500 kg/m = 500 kg/m q tot = 3024 + ( 2 x 206 ) + ( 2 x 500 ) kg/m = 4436 kg/m Beban q yang diterima satu sisi rangka : q = 4436 = 2218 kg/m = 2.5 m q1 = q x 5.V .512 x 5.512 t/m o Beban terbagi rata sepanjang gelagar melintang untuk lebar 5.218 t/m 2 Gambar 5.5 2.33 Beban ” q ” Yang Bekerja Pada Satu Rangka TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1.101 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI d. Perhitungan gaya batang akibat beban dinamis • Beban terbagi rata (“q”) Bentang jembatan = 80 m.75 ⎠ = 0.75 = 1.1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.

V - 102

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Beban “P”
P = 12 ton

⎛ 20 ⎞
⎟⎟
Koefesien kejut ( K ) = 1 + ⎜⎜
⎝ (50 + L ) ⎠
⎛ 20 ⎞
⎟⎟
K = 1 + ⎜⎜
⎝ (50 + 80) ⎠

= 1,153

o Beban P bekerjasepanjang gelagar melintang untuk lebar 5,5 m

P1 =

12
P
x 1,153 x 5,5 = 27,672 t
x K x 5,5 =
2,75
2,75

o Beban P untuk lebar sisanya ( 50% dari P1 )

P2 = 50 % ×

12
P
x K x 0,75 = 50% x 2,75 x 1,153 x 0,75 = 1,886 t
2,75

Gambar 5.34 Penyebaran Beban ” P ’’
P tot = 27,672 + (2 x 1,886) = 31,444 ton
Beban yang diterima atu sisi rangka :
P

=

31,444
= 15,722 ton
2

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 103

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

S1 = S16

S = (0,5 x 0,372 x 80) x 2,218 + (0,372 x 15,722)

= 38,851 t

S2 = S15

S = ((0,5 x 5 x 0,714) + (

0,714 + 1,040
x 5) + (0,5 x 70 x 1,040)) x 2,218 +
2

(1,040 x 15,722) = 110,770 t

S3 = S14

S = ((0,5 x 5 x 0,668) + (

0,668 + 1,330
1,610 + 1,330
x 5) +(
x 5) + (0,5 x
2
2

65 x 1,610)) x 2,218 + (1,610 x 15,722) = 172,454 t

S4 = S13

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 104

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

S =

((0,5 x 5 x 0,618) + (

0,618 + 1,240
1,850 + 1,240
x 5) + (
x 5) + (
2
2

1,850 + 2,080
x 5) +(0,5 x 60 x 2,080)) x 2,218 +(2,080 x 15,722) =
2
234,017 t

S5 = S12

S = ((0,5 x 20 x 2,270) + (
+ (2,450 x 15,722)

= 182,965 t

S6 = S11

S = ((0,5 x 25 x 2,600) + (
(2,720 x 15,722)

2,270 + 2,450
x 5 )+ (0,5 x 25 x 2,450)) x 2,218
2

2,600 + 2,720
x 5 )+ (0,5 x 30 x 2,720)) x 2,218 +
2

= 234,841 t

S7 = S10

S = ((0,5 x 30 x 2,820) + (
(2,890 x 15,722)

2,820 + 2,890
x 5 )+ (0,5 x 45 x 2,890)) x 2,218 +
2

= 315,144 t

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

380 x 15.737 x 15.693) + ( − 0.5 x -0.920 x 5) +( x 5) + 2 2 (0.940 + 2.218 + (-0.0.5 x 65 x -1.970 x 15.643 + .290 .920)) x 2.330 t S17 = S31 S = (0.737 x 80) x 2.722) • S18 = S30 S = ((0.970)) x 2.693 + − 1.144.1.160 t S19 = S29 S = ((0.380)) x 2 2.722) = -200.218 + 2 = 325.5 x 5 x -0.722) • 2.380 x 5 )+ (0.5 x 70 x -1.5 x 35 x 2.5 x 40 x 2.970 x 5 )+ (0.218 + (-1.105 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • S8 = S9 S = ((0.218 + (-1.5 x 5 x -0.643) + ( .V .722) • = -76.290 + .973 t = .940) + ( (2.920 x 15.670 t TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .1.1.

5 x 50 x -2.180)+( 2.470 + −2.106 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • S20 = S28 S = ((0.309.720 x 15.218 + (-2.1.5 x 25 x -2.5 x 5 x -0.218 +(2.780 + 2.780 x 5) + ( x 5) + ( 2 2 1.192 t S22 = S26 S = ((0.5 x 20 x -2.370 x 5) + (0.470)+( 2.722) • − 2.V .960)) x 2 = .593 + .990 + .370)) x 2.485 t • S21 = S27 S = ((0.593) + ( − 0.5 x 55 x -2.722) = 2 256.722) − 2.180 + −2.1.284.370 x 15.990 − 1.960 x 5 )+ (0.259 t TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .960 x 15.5 x 60 x 2.720)) x 2 = .218 + (-2.720 x 5 )+ (0.

110)) x 2 = .324.5 x 30 x -2.585 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 x 80 x -0.499 t S33 = S62 a 5−a = 0.670 + −3.110 x 5 )+ (0.996 x 15.722) • = .218 + (-3.670)+( 2.V .107 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • S23 = S25 S = ((0.912 a = 0.160 ) + (-3.5 x 45 x -3.070 0.110 x 15.722) • S32 = S63 S = ( 0.176.55.996) + (-0.722) • − 2.980 t S24 S = ( 0.08 t = .5 x 80 x -3.160 x 15.415 b = 4.

5 x -0.218 + (-0.132 x 10.108 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • S = (0.912 x 74.132 x 15.89.67.5 x -0.009) x 2.198 x 15.198 x 16.991) x 2.637 t S35 = S60 a 5−a = 0.722) = .070 x 5.783 x 63.78.092 x 15.849 x 15.198 0.328 S = (0.5 x 0.218 + (0.783 a = 1.773 t = (0.5 x -0.627 t S36 = S59 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .876 t = 6.585) x 2.132 0.849 x 69.783 x 15.5 x 0.009 b = 3.722) = 1.622 t = .849 a = 0.218 + (-0.415) x 2.328) x 2.218 + (0.991 S = (0.722) • = 3.5 x 0.722) • = .912 x 15.866 t S34 = S61 a 5−a = 0.672) x 2.218 + (0.218 + (-0.672 b = 4.722) = (0.V .722) = (0.

717 x 15.849 t = 12.806 t = 14.5 x 0.329 x 15.399 t S37 = S58 a 5−a = 0.722) = .329 0.717 a = 1.345) x 2.013 b = 2.5 x -0.665 S = (0.987) x 2.48.717 x 68.586 x 15.264 0.218 + (0.722) • = 10.324) x 2.264 x 15.65.652 x 53.013) x 2.676 b = 3.324 S = (0.676) x 2.652 • = .5 x -0.395 x 32.218 + (-0.987 S = (0.652 x 15.329 x 26.33.665) x 2.722) = (0.345 b = 3.871 t = .5 x 0.218 + (-0.218 + (0.218 + (0.395 x 15.218 + (-0.109 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a 5−a = 0.5 x 0.5 x -0.905 t S38 = S57 a 5−a = 0.532 t S39 = S56 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .722) • a = 1.722) = (0.395 0.722) = (0.586 x 37.V .264 x 21.586 a = 2.

520 x 15.110 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a 5−a = 0.461 x 36.V .722) • = 26.904 t S42 = S53 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .978) x 2.686) x 2.593 0.042 t = .461 0.527 0.722) = (0.722) = .722) • a = 2.527 x 15.5 x 0.314 S = (0.388 x 15.232 t S41 = S54 a 5−a = 0.722) = (0.722) = (0.593 x 15.5 x 0.121 S = (0.218 + (0.022) x 2.686 b = 2.5 x -0.859 t = 40.520 x 43.218 + (0.218 + (0.454 x 15.454 x 37.218 + (-0.879) x 2.5 x 0.461 x 15.520 a = 1.978 S = (0.527 x 42.314) x 2.924 t = 33.454 • = .5 x -0.19.593 x 48.388 x 31.218 + (-0.121) x 2.5 x -0.388 a = 3.879 b = 3.25.101 t S40 = S55 a 5−a = 0.218 + (-0.33.022 b = 1.

V - 111

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

a
5−a
=
0,659
0,323

a = 3,355 b = 1,645

S = (0,5 x -0,323 x 26,645) x 2,218 + (-0,323 x 15,722)
= (0,5 x 0,659 x 53,355) x 2,218 + (0,659 x 15,722)

a = 3,690 b = 1,310

S = (0,5 x -0,257 x 21,310) x 2,218 + (-0,257 x 15,722)
= (0,5 x 0,724 x 58,690) x 2,218 + (0,724 x 15,722)

= -10,113 t
= 58,505 t

S44 = S51

a
5−a
=
0,790 0,191

a = 4,026 b = 0,974

S = (0,5 x -0,191 x 15,974) x 2,218 + (-0,191 x 15,722)
= (0,5 x 0,790 x 64,026) x 2,218 + (0,790 x 15,722)

= 49,353 t

S43 = S52

a
5−a
=
0,724 0,257

= -14,622 t

= - 6,385 t
= 68,513 t

S45 = S50

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 112

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

a
5−a
=
0,856 0,125

a = 4,362 b = 0,638

S = (0,5 x -0,125 x 10,638) x 2,218 + (-0,125 x 15,722)
= (0,5 x 0,856 x 69,362) x 2,218 + (0,856 x 15,722)

= 79,303 t

S46 = S49

a
5−a
=
0,923 0,058

= - 3,439 t

a = 4,704 b = 0,296

S = (0,5 x -0,058 x 5,296) x 2,218 + (-0,058 x 15,722)

= - 1,251 t

= (0,5 x 0,923 x 74,704) x 2,218 + (0,923 x 15,722)

= 90,978 t

S47 = S48

S = (0,5 x 0,923 x 80) x 2,218 + (0,923x 15,722)

= 96,399 t

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 113

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Tabel 5 .1 Rekapitulasi Gaya Batang (Ton)
Gaya Batang
Btg.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

Beban Mati ( t )
Tarik
24.626
69.348
107.936
140.057
165.758
185.034
197.844
204.310
204.310
197.884
185.034
165.758
140.057
107.936
69.348
24.626

Tekan

47.862
89.613
124.950
153.864
176.352
192.415
202.053
205.265
202.053
192.415
176.352
153.864
124.950
89.613
47.862
65.824
57.071
48.750
40.179
31.634
23.087
14.540
5.933
2.553
11.100
19.647

Gaya Batang

Beban Hidup ( t )
Tarik
38.851
110.77
172.454
234.017
182.965
234.841
315.144
325.33
325.33
315.144
234.841
182.965
234.017
172.454
110.77
38.851

1.886
3.637
6.627
10.399
14.905
12.532
26.101
33.232
40.904
49.353

Tekan

76.973
144.16
200.67
256.485
284.192
309.259
324.98
176.08
324.98
309.259
284.192
256.485
200.67
144.16
76.973
55.499
89.773
78.622
67.876
65.871
48.806
33.849
33.042
25.924
19.859
14.622

Total ( t )
Tarik
63.477
180.118
280.390
374.074
348.723
419.875
512.988
529.640
529.640
513.028
419.875
348.723
374.074
280.390
180.118
63.477

Tekan

124.835
233.773
325.620
410.349
460.544
501.674
527.033
381.345
527.033
501.674
460.544
410.349
325.620
233.773
124.835
121.323
144.958
123.735
101.428
87.106
56.988
35.857
12.874
9.861
32.145
54.378

Ket.
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tarik
tarik
tarik

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

735 144.194 36.888 45.750 57.101 12.876 78.586 54.439 6.278 36.303 68.647 11.886 10.042 33.924 33.637 1.627 3.113 14.622 89.859 25.385 3.106 101.071 65.505 49.145 9.742 45.532 14.888 62.399 90.513 79.V .232 26.146 53.499 76.323 tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tekan tekan tekan tekan tekan tekan tekan tekan TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .513 58.871 67.988 87.978 96.353 40.385 10.978 79.251 1.545 143.179 48.586 98.439 1.113 6.904 33.958 121.114 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 28.806 65.428 123.146 62.505 68.861 12.773 55.634 40.849 48.553 5.278 53.742 28.100 2.870 76.615 158.905 10.545 158.622 19.857 56.303 90.824 58.378 32.993 14.540 23.142 98.934 35.087 31.251 3.399 6.870 121.399 96.194 19.615 121.142 143.

640 t = 529640 kg ( batang 8 & 9 ) F nt = 0.595 = 1727.4 cm t1 = 20 mm Wx = 5570 cm3 t2 = 35 mm Wy = 1930 cm3 F = 360.2.V .115 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.85 x 360.12 Pendimensian Batang Rangka Induk 1) Batang Horisontal Bawah (Batang Tarik) Direncanakan menggunakan profil IWF 428 x 407 x 20 x 35 .85 x F profil = 0.2 cm B = 407 mm iy = 10.595 cm2 Cek Tegangan : σ = = S < 1867 kg/cm2 Fnt 529640 < 1867kg/cm2 306.7 cm2 Ix = 119000 cm4 Iy = 39400 cm4 S = 529.283 Data Profil : A = 428 mm ix = 18.490 kg/cm2 < 1867kg/cm2…OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .7 = 306.

untuk stabilitas batang tekan terhadap bahaya tekuk : (S x ω ) F < σ ijin baja Dimana : S = gaya tekan pada batang tersebut F = luas penampang batang ω = faktor tekuk yang tergantung dari kelangsingan dan macam bajanya Menghitung kelangsingan batang tunggal : λ Lk 500 = 48.015 = 0...033 t = -527033 kg ( batang 23 & 25 ) Lk = 500 cm Rumus umum menurut PPBBI hal 9 Bab 4.7 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .116 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 2) Batang Horisontal Atas (Batang Tekan) Direncanakan menggunakan profil IWF 428 x 407 x 20 x 35 .41 1.922 Mpa < 1867 kg/cm2..076 = I min 10 ..λs 1.0.14 x 0.160 = 1694.015 0.183 < λ s < 1 : ω = = 1.433 Untuk 0.1 Pasal 1 dan 2.41 1.OK 360.527.1 x 10 5 = 111.. 4 = λg = π x E = 3.433 = 1.V .16 Maka : (S x ω ) F = 527033 x 1.283 S = .7 x 240 λ 48.593 .593 .7 x σ l 2.076 λs = λg = 111.

595 = 517.115 < 1400.015 0.172 λs = λg = 111.172 = I min 10.790 cm Rumus umum menurut PPBBI hal 9 Bab 4.0.7 Mpa.7 = 542.1 x 10 5 = 111.41 1..790 = 65.015 = 0.593 .75 x 1867 kg/cm 2 Fnt 158545 < 1400.85 x 360.7 x σ l 2.25 kg/cm2 306.283 S = .758 t = -144758 kg ( batang 33 & 62 ) Lk = 677..595 cm2 Cek Tegangan : σ = = S < 0. untuk stabilitas batang (S x ω ) tekan terhadap bahaya tekuk : F < σ ijin baja Menghitung kelangsingan batang tunggal : λ Lk 677.401) 360.V .85 x F profil = 0.OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .283 S = 158.7 = 306.144.4 = λg = π x E = 3.41 1.14 x 0.545 t = 158545 kg ( batang 47 & 48 ) F nt = 0.25 kg/cm2…OK 4) Batang Diagonal (Batang Tekan) Direncanakan menggunakan profil IWF 428 x 407 x 20 x 35 .593 .117 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 3) Batang Diagonal (Batang Tarik) Direncanakan menggunakan profil IWF 428 x 407 x 20 x 35 .183 < λ s < 1 : ω = 1.7 x 240 λ 65.587 Untuk 0.587 = 1.1 Pasal 1 dan 2.878 < 186.401 Maka : (S x ω ) F = (144758 x 1.λs = 1.

1 ≤ s1 ≤ 76. atau 6 t s1= jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung Jarak antar sumbu baut pada arah horizontal ( s ) : 2.13 Sambungan Rangka Utama a.8 diambil 100 mm Jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung ( s1 ) : 1.2 diambil 60 mm Sambungan Irisan 1 : δ d = 30 25.5 d ≤ u ≤ 7 d .5 d ≤ s1 ≤ 3 d .5 d ≤ s ≤ 7 d .4 mm Data teknis perencanaan jumlah baut : ƒ Tebal plat buhul ( δ ) = 30 mm ƒ Diameter baut = 25.314 ( Pengaruh Geser ) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 ≤ s ≤ 177.5 ≤ s ≤ 177. Sambungan Antar Rangka Utama Sambungan Antar rangka utama direncanakan menggunakan alat penyambung dengan baut diameter 25.4 mm ƒ Mutu baut = A325 ( ߬௟ = 6350 kg/cm2) Pengaturan jarak antar baut ( berdasar PPBBI hal 70 ) : 2.V .8 diambil 80 mm Jarak antar sumbu baut pada arah vertikal ( u ) : 2.5 d ≤ u ≤ 7 d 63. atau 14 t u = jarak antar sumbu baut pada arah vertical 1. 4 = 1.2.180 > 0.5 d ≤ s ≤ 7 d 63.5 d ≤ s1 ≤ 3 d 38.118 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. atau 14 t s = jarak antar sumbu baut pada arah horizontal 2.

14 x 2.119 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Jumlah baut untuk tiap sisi pelat sambungan: n gsr = S 1 0.535 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .54 2 4 n gsr = S 38591.V . 6 x σ x 2 x π d 2 4 n gsr = S 1 0.6 x 6350 x 2 x x 3.

058 3.591 38.257 1.591 38.934 10.591 38.591 38.591 38.882 13.724 13.139 3.591 38.477 124.477 180.591 38.934 13.591 38.000 13.349 325.591 38.591 38.145 54.591 38.000 11.106 56.857 12.235 3.591 38.591 38.409 1.735 101.591 38.591 38.929 0.591 38.058 8.591 38.206 2.036 9.591 38.591 38.428 87.142 143.875 512.390 374.693 9.438 6.591 38.591 38.756 3.074 348.874 9.349 460.V .235 6.591 38.985 2.835 233.861 32.721 Dipakai 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .988 35.378 76.693 7.591 38.628 2.266 4.544 501.591 38.294 10.591 38.591 38.390 180.591 38.833 1.266 9.620 233.667 1.645 3.870 121.657 13.591 38.773 124.591 38.657 9.120 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.591 38.438 10.958 123.591 38.591 38.880 13.615 Pgeser ( kg ) 38.591 38.773 325.640 529.118 280.345 527.544 410.591 38.723 374.835 121.033 501.988 529.591 38.591 38.640 513.667 7.144 3.2 Perhitungan Jumlah Baut Btg 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 Gaya batang ( kg ) 63.074 280.293 13.591 38.586 98.620 410.633 8.334 0.562 3.256 0.591 38.591 38.591 38.118 63.591 38.591 38.033 381.674 527.723 419.591 38.645 4.477 0.633 11.674 460.591 Jumlah Baut 1.875 348.591 38.724 13.591 38.323 144.880 9.028 419.036 10.

562 1.615 121.591 38.428 123.591 4.V .870 76.857 56.591 38.142 98.833 0.108 4.591 38.335 0.721 3.591 38.108 3.144 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .106 101.591 38.586 54.591 38.545 158.145 9.256 0.477 2.206 3.378 32.958 121.591 38.988 87.985 1.934 35.139 2.591 38.591 38.861 12.591 38.591 38.929 1.591 38.545 143.756 3.591 38.121 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 158.591 38.628 3.591 38.735 144.323 38.591 38.409 0.257 2.

a ≤ Ln ≤ 40.58 x σ x A = 0.58 x 1867 x 115. diambil a = 12 mm 2 Panjang netto las ( Ln ) LB = tinggi profil gelagar melintang = 708 mm Ln = LB .3a = 708 .20 = 124745.20 cm2 • Kekuatan las ( P ) P = 0. TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .142 mm.122 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI b. Perhitungan Sambungan Las : DPOST gelagar melintang ( P ) = 51563.( 3 x 12 ) = 672 mm Syarat panjang las : 10. Sambungan Antar Rangka Utama dengan Gelagar Melintang Sambungan antara rangka utama dengan gelagar melintang direncanakan menggunakan pelat penyambung dengan tebal 20 mm yang dilas pada ujung gelagar melintang.V . maka sambungan las antara pelat penyambung dengan gelagar melintang pada ujungnya aman.a 10 x 12 ≤ Ln ≤ 40 x 12 120 ≤ Ln ≤ 480 mm Panjang Las diambil Ln = 400 mm • Luas bidang las ( A ) A = 2 x Ln x a = 2 x 480 x 12 = 11520 mm2 = 115.472 kg Karena P ≥ P.749 kg Tebal plat ( t ) = 20 mm • • Perhitungan luas bidang las a ≤ ½t 2 a ≤ ½ x 20 x a ≤ 14.

4 mm o Tegangan geser ijin ( σ ) = 0.5 d ≤ s1 ≤ 3 d 38.4 mm ) Jarak antar sumbu baut pada arah horizontal ( s ) : 2.5 ≤ s ≤ 177.2 diambil 40 mm Menetukan jumlah baut : o Tebal plat buhul ( δ ) = 30 mm o Diameter baut = 25.314 ( Pengaruh Geser ) P 51563.181 > 0.749 n = τ ⎛⎜ 1 x π x d 2 ⎞⎟ = ⎛1 ⎞ ⎝4 ⎠ 1082 x ⎜ x 3. 4 = 1.8 diambil 80 mm Jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung ( s1 ) : 1.960 dipakai 10 baut TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .8 diambil 70 mm Jarak antar sumbu baut pada arah vertikal ( u ) : 2.58 x σ = 1082 kg/cm2 Sambungan Irisan 1 : δ d = 30 25.123 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Sambungan antara pelat buhul dengan pelat penyambung direncanakan menggunakan baut mutu tinggi A 325 dengan diameter 1 “ ( 25.14 x 2.5 d ≤ s ≤ 7 d 63.5 ≤ s ≤ 177.54 2 ⎟ ⎝4 ⎠ = 8.V .1 ≤ s1 ≤ 76.5 d ≤ u ≤ 7 d 63.

A – A Y = • Inetto ( 376.54 ) x (13 + 22. Buhul A Gambar 5.15 − 64.675 ) 2 + (33.11 x 65.75 )) 376.54 x ( (13 − 64. A – A Analisa Penampang : ƒ A bruto = 3 x 130.930 ) – ( 7.14 Perhitungan Stabilitas Pelat Buhul a.2 − 64.049 cm3 H −Y 130.35 Detail Buhul A Tinjau Pot.24 cm2 ƒ A netto = A bruto .A netto = 391.675 ) = ⎝ ⎝ 12 ⎠ (3 x 2.35 cm2 ƒ A baut = 2 x ( 3 x 2.45 3 ⎟ + 391.35 x (65.475 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .11 = 64.124 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.400 = = 8116.475 cm ( ⎛⎛ 1 ⎞ 2 ⎜⎜ ⎜ x 3 x 130.373 + 995.2.11 cm2 ƒ Titik berat penampang pada pot.35 – 15.62 x ( 2672.54 ) = 15.45 − 64.087 )) = 527137.24 = 376.2 ) − ( ( 3 x 2.675 ) 2 )) )⎞⎟⎟ − ⎠ = ( 554973.400 cm4 • Watas = Inetto 527137.V .45 = 391.516 + 109.

V - 125

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Wbawah =

Inetto
527137,400
=
= 8178,842 cm3
Y
64,475

Gaya – Gaya yang bekerja :

•N


⎛ ⎛ 63,477 x 12 ⎞
= ½ x ⎜⎜ ⎜
⎟ + (− 121,323 x cos 68.090)⎟⎟ = 4,568 Ton
14


⎝⎝

•D

= ½ x ( -121,323 sin 68.090 ) = -56,279 Ton

•M

=

⎛ ⎛ 63,477 x 12 x ( 64,475 − 13 ) ⎞

½ x ⎜⎜ ⎜
⎟ + (− 121,323 cos 68.090 x (64,475 − 33,15)⎟⎟
14

⎝⎝

= 691,565 Ton.cm
Tegangan Yang Terjadi :

Akibat N

Akibat D

τ =

4568
= 12,145 kg / cm 2
376,11

N
=
Anetto

σn =

D
=
Anetto

− 56279
= − 149,634 kg / cm 2
376,11

Akibat M

σ atas =
σ bawah =

M
=
Watas

691565
= 85,209 kg / cm 2
8116,049

M
=
W bawah

691565
= 84,555 kg / cm 2
8178,842

Tegangan total :

σ atas = 85,209 - 12,145 = 73,064 kg/cm2
σ bawah = 84,555 - 12,145 = 72,410 kg/cm2
Tegangan idiil :

σ idiil

=

(73,064)2

(

+ 3 (−149,634)

2

)

= 269,275 kg/cm2

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 126

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Syarat Keamanan :

σ idiil < σ
269,275 kg/cm2

< 1867 kg/cm2 .....OK

b. Buhul B

Gambar 5.36 Detail Buhul B
Tinjau Pot. A – A

Analisa Penampang :
ƒ

A bruto

= 3 x 130,45

= 391,35 cm2

ƒ

A baut

= 2 x ( 3 x 2.54 )

= 15.24 cm2

ƒ

A netto

= A bruto - A netto

= 391,35 – 15.24 = 376,11 cm2

ƒ

Titik berat penampang pada pot. A – A
Y =

Inetto

( 376,11 x 65,2 ) − ( ( 3 x 2.54 ) x (13 + 22,75 ))
376,11

= 64,475 cm

(

⎛⎛ 1

2
⎜⎜ ⎜ x 3 x 130,45 3 ⎟ + 391,35 x (65,2 − 64,675 )
= ⎝ ⎝ 12

(3 x 2.54 x ( (13 − 64,675 )

2

+ (33,15 − 64,675 )

2

))

)⎞⎟⎟ −

= ( 554973,516 + 109,930 ) – ( 7.62 x ( 2672,373 + 995,087 ))
= 527137,400 cm4
TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 127

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Watas

Wbawah =

=

Inetto
527137,400
=
= 8116,049 cm3
H −Y
130,45 − 64,475
Inetto
527137,400
=
= 8178,842 cm3
Y
64,475

Gaya – Gaya yang bekerja :76

•N

⎛ ⎛ 529,640 x 12 ⎞

= ½ x ⎜⎜ ⎜
⎟ + (− 9,861 x cos 68.090 )⎟⎟ = 225,149 Ton
14

⎝⎝

•D

= ½ x ( -9,861 sin 68.090 ) = -4,574 Ton

•M

=

⎛ ⎛ 529,640 x 12 x ( 64,475 − 13 ) ⎞

½ x ⎜⎜ ⎜
⎟ + (− 139,769 cos 68.090 x ( 64,475 − 33,15)⎟⎟
14

⎝⎝

= 10867,690 Ton.cm
Tegangan Yang Terjadi :

Akibat N

Akibat D

τ =

225149
= 919,876 kg / cm 2
244.76

N
=
Anetto

σn =

D
=
Anetto

− 4574
= −18,687 kg / cm 2
244.76

Akibat M

σ atas =

M
=
Watas

σ bawah =

M
W bawah

10867690
= 1339,037 kg / cm 2
8116,049
=

10867690
= 1328,756 kg / cm 2
8178,842

Tegangan total :

σ atas = 1339,037 - 919,876 = 419,161 kg/cm2
σ bawah = 1328,756 - 919,876 = 408,88 kg/cm2

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

318 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .161)2 ( + 3 (−18.24 cm2 ƒ A netto = A bruto . Buhul C Gambar 5.11 cm2 ƒ Titik berat penampang pada pot.128 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tegangan idiil : σ idiil = (419.A netto = 403.15 )) 388..225 ) − ( ( 3 x 2.408 kg/cm2 < 1867 kg/cm2 ..37 Detail Buhul C Tinjau Pot.45 = 403.408 kg/cm2 Syarat Keamanan : σ idiil < σ 420.11 = 66.54 ) = 15.35 – 15..54 ) x (13 + 33.OK c.V ...11 x 67.687) 2 ) = 420. A – A Y = ( 388.. A – A Analisa Penampang : ƒ A bruto = 3 x 134.35 cm2 ƒ A baut = 2 x ( 3 x 2.24 = 388..

318) = ⎝ ⎝ 12 ⎠ Inetto (3 x 2.15 − 66.090 ) = 73.334 − 33.081 Ton 14 ⎠ ⎝⎝ ⎠ • D = ½ x ( 158.545 x cos 68.545 x cos 68.973 Tegangan total : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .11 N = Anetto σn = D = Anetto 73546 = 189.251 cm4 • Watas • Wbawah = = Inetto 577893.318 ) 2 + (33.V .54 x ( (13 − 66.45 − 66.35 x (67.065 kg / cm 2 388.497 kg / cm 2 388.545 sin 68.116 )) = 577893.318 −13 ) ⎞ ½x ⎜⎜ ⎜ ⎟ − (158.835 x 12 x ( 66.731 Ton.129 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • ( ⎛⎛ 1 ⎞ 2 ⎜⎜ ⎜ x 3 x 134.225 − 66.965 − 3863731 = − 443.090 x ( 67.253 kg / cm 2 8481.15)⎟⎟ 14 ⎠ ⎠ ⎝⎝ = -3863.524 + 331.62 x ( 2842.815 ) – ( 7.973 cm3 Y 66.251 = = 8713.318 Gaya – Gaya yang bekerja : • ⎛ ⎛ − 124.318 Inetto 577893.809 + 1100.965 cm3 H −Y 134.934 kg / cm 2 8713.090)⎟⎟ = -83.546 Ton • M = ⎞ ⎛ ⎛ − 124.cm Tegangan Yang Terjadi : • Akibat N • Akibat D τ = • − 83081 = − 214.835 x 12 ⎞ ⎞ N = ½ x ⎜⎜ ⎜ ⎟ + (158.318) 2 )) )⎞⎟⎟ − ⎠ = ( 607606.251 = = 8481.45 3 ⎟ + 403.11 Akibat M σ atas = σ bawah = M = Watas M = W bawah − 3863731 = − 455.

Buhul D Gambar 5.24 cm2 ƒ A netto = A bruto ..54 ) = 15.497) 2 2 ) = 407.130 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI σ atas = -455.35 – 15.306 kg/cm2 < 1867 kg/cm2 .11 cm2 ƒ Titik berat penampang pada pot.35 cm2 ƒ A baut = 2 x ( 3 x 2.45 = 403.. A – A TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .24 = 388..934 + 229.188) + 3 (− 189..38 Detail Buhul 19 Tinjau Pot.OK d.869 = -214.253 + 214.188 kg/cm2 σbawah = -443..065 = -241.306 kg/cm2 Syarat Keamanan : σ idiil < σ 407.065 kg/cm2 Tegangan idiil : σ idiil = ( − (241..A netto = 403. A – A Analisa Penampang : ƒ A bruto = 3 x 134...V .

973 cm3 Y 66.15 − 66.965 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .616 kg / cm 2 388.264 Ton.653 kg / cm 2 8481.349 x 12 x (66.54 x ( (13 − 66.15)⎟⎟ 14 ⎠ ⎠ ⎝⎝ = -1549.318 Inetto 577893.965 cm3 H −Y 134.815 ) – ( 7.225 ) − ( ( 3 x 2.251 = = 8713.628 Ton • M = ⎞ ⎛ ⎛ − 410.424 Ton 14 ⎠ ⎠ ⎝⎝ • D = ½ x ( 98.564 kg / cm 2 388.251 = = 8481.318) 2 )) )⎞⎟⎟ − ⎠ = ( 607606.45 3 ⎟ + 403.251 cm4 • Watas • Wbawah = = Inetto 577893.318 − 13) ⎞ ½x ⎜⎜ ⎜ ⎟ − (98.45 − 66.62 x ( 2842.35 x (67.11 = 66.cm Tegangan Yang Terjadi : • Akibat N N = Anetto σn = • Akibat D τ = • − 157424 = − 405.V .318 Gaya – Gaya yang bekerja : • ⎞ ⎛ ⎛ − 410.131 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Y = • ( 388.318 cm ( ⎛⎛ 1 ⎞ 2 ⎜⎜ ⎜ x 3 x 134.318) = ⎝ ⎝ 12 ⎠ Inetto (3 x 2.090 )⎟⎟ = -157.870 x cos 68.11 D = Anetto 45628 = 117.318 − 33.225 − 66.349 x 12 ⎞ N = ½ x ⎜⎜ ⎜ ⎟ + (98.11 x 67.54 ) x (13 + 33.524 + 331.11 Akibat M σ atas = M = Watas − 1549264 = − 182.090 ) = 45.090 x (66.870 sin 68.870 x cos 68.15 )) 388.116 )) = 577893.318 ) 2 + (33.809 + 1100.

564) 2 ) = 308.653 + 405.V .132 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI σ bawah = M = W bawah − 1549264 = − 177.428 kg/cm2 Syarat Keamanan : σ idiil < σ 308....970 kg / cm 2 8713.616 = 227...646 kg/cm2 Tegangan idiil : σ idiil = (227.OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .616 = 222..963 kg/cm2 σ bawah = -177..646)2 ( + 3 (117..428 kg/cm2 < 1867 kg/cm2 .970 + 405.973 Tegangan total : σ atas = -182.

6 273.989 0.011 0.410 -233772.369 1.199 0.199 -0.98 -1.860 -325619.19 273.6 273.910 -325619.369 1.093 0.6 273.330 419874.6 273.035 0.950 -410348.630 180117.791 -1.794 1.270 1.940 512988.035 1.050 -460543.6 273.840 280389.6 273.337 0.880 -381345.241 0.794 0.530 L (cm) 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 So A (kg) (cm2) 0.3 Perhitungan Lendutan Rangka Induk Batan SDL + SLL g (kg) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 63476.540 0.050 -527032.6 273.989 1.270 1.6 273.77 -3.16 -2.6 273.6 273.78 1.133 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.V .820 63476.6 273.880 -501674.6 273.390 529639.6 273.57 2.6 273.564 0.043 0.1 x 106 kg/cm2) Tabel 5.6 273.396 -0.337 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 273.6 273.593 0.77 -2.58 -1.797 0.610 513028.6 E (kg/cm2) 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 δ (cm) 0.97 2.480 -527032.241 0.57 2.860 -460543.18 1.58 -1.452 0.6 273.390 419874.147 1.330 374073.161 0.593 0.37 -1.6 273.98 -2.6 273.6 273.610 529639.18 2.530 180117.15 Perhitungan Lendutan Rangka Induk Rumus = δ m = ( S DL + S LL ) xLxS o AxE Keterangan : δm = lendutan dititik ditengah SDL = Gaya akibat beban mati SLL = Gaya akibat beban hidup L = Panjang Batang So = Gaya batang akibat beban P ditengah A = Luas Profil E = Modulus Elastisitas Baja (2.950 -501674.797 1.6 273.630 374073.6 273.940 348723.6 273.840 348723.049 1.530 -124835.011 0.6 273.97 2.39 0.452 0.540 0.19 -1.2.39 1.6 273.6 273.6 273.564 0.820 280389.093 0.530 -410348.78 2.37 -2.147 0.

280 -121323.526 0.205 0.076 14.6 273.100 -101427.6 273.526 -0.779 677.779 677.054 0.090 0.075 0.779 677..779 677.6 273.048 0.740 -123735.526 0..6 273.035 0.450 76585.779 677.779 677.161 0.6 273.6 273.6 273.740 -87106.910 158544.779 677.6 273.779 677.6 273...022 0.526 0.043 0.690 143614.6 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 Σ 0.6 273.526 -0.52 -0.779 677.527 -5.779 677.006 0.150 76585.140 -87106.6 273..910 143614.006 0.779 677..525 -0.440 9861.034 0.150 32145.526 0..410 -121323.6 273.420 32145.280 -12874.008 0.527 -0.061 0.063 0.6 273.533 273.690 98870.910 -124835.OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .720 98870.079 0.526 -0.779 677.260 54378..020 0.525 -0.054 0.720 54378.525 0.6 273.779 677.779 677..140 -35857..420 -144958.526 -0.022 0.779 677.524 0.779 677.779 677.779 677.526 -0.075 0.779 677.779 -0..6 273.6 273.100 -56988.779 677.779 677.6 273.V .061 0.076 0.526 0.526 0.440 -35857.6 273.940 121141.779 677.077 0.6 273.6 273.090 0.524 0.779 677.450 121141.6 273.526 -0.779 677.420 500 500 677.077 0.791 -0.370 -144958..496 Cek lendutan : ∆ ≤ 1/500 x 8000 14.034 0.526 -0.072 0.526 0.020 0.779 677.6 273.779 677...6 273.134 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 -233772..527 -0.6 273.779 677.260 9861.779 677.6 273.6 273.525 0.6 273.779 677.779 677.6 273.496 cm ≤ 16 cm .280 -123735.526 0.6 273.048 0.035 0.533 -0.6 273.526 0.526 -0.063 0.527 0.089 0.526 0..396 -0.072 0.420 -12934..6 273.779 677.6 273.089 0.6 273.940 158544.280 -56988.370 -101427.

b + c 16 = 40002 a + 4000 b ƒ (1) Titik (8000.39 Perhitungan Chamber ƒ ƒ Titik (0.2.135 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. 40002 + 4000 .V . b + c 0 = 80002 a + 8000 b b= − (2) 8000 2 a = − 8000a 8000 Persamaan (1) dan (2) : 16 = 40002 a + 4000 b 16 = 40002 a + 4000 (-8000 a) 16 = 16000000 a .Y=0 ax2 + bx + c = 0 . 80002 + 8000 .32000000 a TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .0) y = ax2 + bx + c 0 = a .16) y = ax2 + bx + c 16 = a .16 Perhitungan Chamber Gambar 5. c = 0 Lendutan ijin (δ ijin) = L 500 = ƒ 8000 = 16 cm 500 Titik maks (4000.0) X=0 .

10-6x2 + 8.(40002) + 8.10-3x y = .10-3 y = .10-6.10-6 b = -8000(-10-6) = 8.(40002) + 8.10 6 = .10-3(4000) y = .10-6x2 + 8.10-6.136 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 16 = 16000000 a .32000000 a a = − 16 16.10-3(4000) = -16 + 32 = 16 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .10-3x lendutan maksimum terjadi pada tengah bentang x = 4000 x = 4000 y = .V .

dapat disimpulkan bahwa : ƒ Pada Kedalaman ± 0. ƒ Kedalaman -1.V . dan efisien.02 kg/cm2 B. TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . ƒ Muka air tanah terdapat pada kedalaman -1.00 meter sampai -2.00 meter lapisan tanah berupa jenis koral dengan nilai N SPT > 60. Spesifikasi Bahan Adapun spesifikasi bahan yang dipakai antara lain : ƒ Abutment direncanakan menggunakan beton mutu f’c = 35 Mpa.00.00 meter dari permukaan tanah setempat. Perencanaan bangunan bawah bertujuan untuk mendapatkan konstruksi bawah yang kuat.00 meter.566 gr/cm3 θ1 = 20o C1 = 0.00 meter sampai dengan -10.137 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. ƒ Wingwall direncanakan menggunakan beton mutu f’c = 35 Mpa. Perhitungan bangunan bawah meliputi : ƒ Perhitungan Pelat Injak ƒ Perhitungan Abutment ƒ Perhitungan Tiang Pancang A. ƒ Kedalaman -2. ƒ Pelat injak direncanakan menggunakan beton mutu f’c = 35 Mpa. ƒ Dipakai pesifikasi sebagai berikut : γ1 = 1. ƒ Pondasi tiang pancang direncanakan menggunakan beton mutu f’c = 40 Mpa.00 meter sampai dengan -1. Data Tanah Data dari hasil penyelidikan tanah.00. lapisan tanah berupa jenis lanau kepasiran berwarna coklat tua.3 PERHITUNGAN BANGUNAN BAWAH Fungsi utama bangunan bawah jembatan adalah untuk menyalurkan semua beban yang bekerja pada bangunan atas ke tanah.00 lapisan tanah berupa jenis lanau kepasiran campur koral dan kerikil dengan nilai SPT > 60.

V .138 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ƒ Tulangan yang digunakan : Ø 8 dan Ø 10 merupakan tulangan polos dengan mutu fy = 240 Mpa.3.D16.5 kg/m ƒ Berat Air Hujan = 0.387 kNm Beban Hidup Bentang jembatan = 80 m. Pembebanan Pelat Injak Beban Mati ƒ Berat Aspal = 0. maka : q = 1.05 x 1000 x 1 = ƒ Berat Sendiri Pelat = 0.575 kN/m MDL = 1/8 x QDL x L2 = 1/8 x 14.65 t/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . D12.55 x 1450 x 1 = 797.40 Pelat Injak A.20 x 2500 x 1 = 500 kg/m 50 kg/m berat total (qDL) = 1457.52 = 11.05 x 2200 x 1 = 110 kg/m ƒ Berat Agregat = 0. D14. D25 adalah tulangan ulir dengan mutu fy = 240 Mpa 5.1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.1 Perhitungan Pelat Injak Gambar 5.5 kg/m = 14.575 x 2.1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1.

005 fy 240 ρ max = 0.85 600 + 2400 ⎠ ρ max = 0. Penulangan Pelat Injak f’c = 35 Mpa fy = 240 Mpa b = 100 cm φ = 14 mm d = h – p – ½ φ tulangan = 200 – 40 – 7 = 153 mm Mu bd 2 fy = ρx0.105 kNm B.8xfy (1-0.85 x 350 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.75 = 1.387 + 11.139 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban terbagi rata (qLL) = 1.V .588 x ρ x ) 2 350 1 x 1.75 x 0.015 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.718 kNm MTOTAL= 11.718 = 23.85 600 + fy fy ⎝ ⎠ ρ max = 0.52 = 11.44 ρ 2 – 1920 ρ + 10 = 0 ρ 1 = 0.242 ρ 2 = -1.5 2.8 x 2400 (1-0.52 7741.03 ρ min = 1.588 x ρ x f ' c ) 2400 23.85 ⎛⎜ 0.65 × 2.4 = 0.5 t/m = 1500 kg/m = 15 kN/m MLL = 1/8 x QDL x L2 = 1/8 x 15 x 2.4 = 1.105 = ρ x 0.

5 mm2 Digunak kan tulangan bagi D10-200 (A = 3933 mm2) mbar 5.00025 x b x d As = 0.12 2.005 As = ρ x b x d = 0.00025 x 1000 x 153 = 3822.41 Denah Penulanngan Pelat Innjak Gam TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .V . dalam araah tegak luru us terhadap Menurutt SKSNI T15-1991-03 pasal tulangan n utama haruus disediakann tulangan pembagi p teggangan susutt dan suhu) untuk fy = 240 MPa As = 0.140 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I Karena ρ min > ρ > ρ max → dipakai ρ min m = 0.005 x 1000 x 153 = 765 7 mm2 Dipakai tulangan φ 14 – 200 (A As = 770 mm m2) p 3.16.

Gaya akibat tekanan tanah aktif d. Beban mati bangunan atas c.2. Beban angin Gambar 5.3.2 Perhitungan Abutment Gaya-gaya yang bekerja pada abutment antara lain: Beban Mati meliputi: a.141 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.42 Dimensi Rencana Abutment 5. Gaya horisontal akibat rem dan traksi c.3.1 Perhitungan Pembebanan Abutment TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Gaya gesek tumpuan bergerak e. Beban hidup bangunan atas b.V . Gaya gempa f. Gaya akibat beban vertikal tanah Beban Hidup meliputi: a. Berat sendiri b.

375 459.500 2.279 Titik berat abutment : X= ∑ Mx = 523.500 2.500 2.695 18.900 3.938 12.863 3.500 10.500 10.281 4.500 10.250 11.500 2.014 15.145 37.237 0.490 0.800 0.150 0.410 5.500 274.650 5.490 3.500 10.638 12.500 10.420 0.500 m3 1.025 12.195 249.175 5.792 24.145 1.267 1.934 1.000 0.600 1 2 3 4 5 6 7 8 Panjang Volume m 10.500 Momen terhadap B (Tm) Mx My 9.350 2.677 8.867 11.142 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a.796 688.237 1.V .375 29.594 131.100 47.500 2.750 2.313 Titik Berat (m) X Y 2.366 32.950 2.500 10.838 52.250 523.4 Perhitungan Berat Sendiri Abutment No.796 = 1.500 2.700 1.550 6.500 2.313 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .575 5.567 5.911 170.863 94.800 Berat Jenis T/m3 2. Berat Sendiri Gambar 5.909 m ∑ Berat 274.313 1.500 4.125 0.500 Berat T 3.799 81. Luas m2 0.253 27.500 10.43 Perhitungan Berat Sendiri Abutment Tabel 5.768 13.500 2.350 6.

696 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .509 m Momen yang terjadi terhadap titik B : MB = ∑ Mx = 523.630 T x 2 = 128.8 × 128.44 Perhitungan Beban Akibat Konstruksi Atas Berdasarkan hasil “SAP 2000 Versi 7 ” didapatkan reaksi diatas tumpuan sebesar 64. dimana satu buah abutment menerima 2 reaksi tumpuan dari 2 rangka baja.V . Lengan terhadap B (Ya)= 1.313 = 2. Sehingga abutment menerima beban mati sebesar : Pm = Joint Reaction = 64.8 m Momen terhadap B: MB = Ya × Pm = 1.630 T.720 T.720 = 231. Beban Mati Bangunan Atas Gambar 5.143 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Y= ∑ My = 688.796 Tm b.279 ∑ Berat 274.

200 1.678 1.500 4.733 5.5 Perhitungan Berat Sendiri Abutment No.509 196.014 23.49  10.678 Berat T 14.500 3.700 3.135 0.018 10.250 6.678 1.935 697.678 1.937 4.250 5. 1 2 3 4 5 6 7 8 Luas Panjang m2 m 0.678 1.150 2.856 16.427 15.100 90.800 8.175 10.145 1.032 12.716 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .467 Momen terhadap B Mx My 48.144 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI c.820 5.840 10.462 8.511 42.933 5.060 4.467 1.410 10.500 Volume m3 8.500 0.42  10.001 10.100 3.628 213.555 221.V .400 17.45 Perhitungan Beban Akibat Beban Vertikal Tabel 5.030 3.665 374.145 Berat Jenis T/m3 1.678 1.058 44.083 65. Gaya Akibat Beban Vertikal Tanah Timbunan Gambar 5.522 Titik Berat X Y 3.500 0.189 5.838 39.637 70.500 0.250 3.720 10.633 196.678 1.000 3.678 1.490 10.280 28.046 0.680 10.467 0.500 1.793 8.543 7.633 3.500 0.455 88.994 49.

049 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 S = (0.099 0.218 + (0.372 x 80) 8 x 2.224 0.V .299 0.722) 133 14 15 16 0.199 0.550 m ∑ Beraat 196..074 0.372 x 15.46 Peerhitungan B Beban Akibaat Beban hiddup Bangunaan Atas TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .024 0 17 = 38.5 5 x 0.935 Tm B Beban Hidu up a Beban hidup bangun a.9355 = 1.174 0.274 249 0.372 0.5222 ∑ Myy = 697.145 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I T Titik Berat terhadap t B: ∑ Mxx = 374.2 0.1224 0.349 4 0.907 m ∑ Beraat 196.5222 X= Y= M Momen terjaadi terhadap B: M = Ms ∑ Mxx = 374.7166 = 3.851 t Gam mbar 5.149 0. nan atas ƒ Garis pengaruh p S1 0.324 0.

851 T Lengan terhadap B = x = 1.722 T PREM = 5% × (2.80+ 7.8 = 69. PL = 15.658 × 9.0 m Momen terhadap B = MB = Ph × y = 9.2 = 9.80 m Momen terhadap B = MB = Ph × x = 38.922 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . titik tangkap berada 1.8 m diatas permukaan lantai jembatan.0 = 86.V .658 Ton Lengan terhadap B = y = 1.47 Perhitungan Beban Akibat Gaya Rem dan Traksi qL = 2.931 Tm b.722 ) = 9. Gaya rem PPJJR : ”Besar gaya rem = 5% × Beban ”D”.218 × 80 + 15.218 T/m.146 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Ph = R1V = R10V = 38.851× 1.” Gambar 5.

02 kg/cm2 H2= 5.490 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .360 Ka2 = tan2 (450 – φ2 /2) = tan2 (450 – 20 /2) = 0.V . Gaya Akibat Tekanan Tanah Aktif Gambar 5.147 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI d.566 gr/cm3 φ2 = 20o C2 = 0.48 Perhitungan Beban Akibat Tekanan Tanah akif Diketahui : ƒ Tanah Lapisan 1 (tanah urugan) γ1 = 2.5 m ƒ Tanah lapisan 2 (tanah dasar) γ2 = 1.2 m ƒ Koefisien tekanan tanah aktif: Ka1 = tan2 (450 – φ1 /2) = tan2 (450 – 28 /2) = 0.0 gr/cm3 φ1 = 28o C1 = 1 kg/cm2 H1= 6.

282 Ton P2 = 1 × γ 1 × Ka1 × H1 × B 2 = 1 × 2.2 t/m2 q1 = qpelat injak + qx = 1.457 + 1.657 × 0.657 × 6..657 T/m2 Gaya tekanan tanah aktif: P1 = Ka1 × q1 × H1 × B = 0.V .6 = 1.4 P3JJR SKBI 1.36 × 2.5 = 2.5 = 65. jadi beban lalu lintas (qx) : qx = γ 1 × h = 2.1987.52 SF : γ timbunan 1 x 5. ( aman ) Menurut pasal 1.360 × 6. muatan lau lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi: h = 60 cm.×0.28.148 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ƒ Koefisien tekanan tanah pasif: Kp = tan2 (450 + φ /2) = tan2 (450 +20 /2) = 2.5 2 = 32.3.2 = 2.25 < 3 2 …………….641 T TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .039 ƒ Perhitungan tinggi kritis dari timbunan: Cu × Nc Hcr = Nc : factor daya dukung untuk Ө2 = 11.5 × 10.5 × 10.

641 × 2.039 × 1. 2 2 = 43.167) − (43.800 = 208.170 T F = P1 +P2 – Pp1 = 65.170 = 54.566 × 5.733) 54.25) + (32.753 = 3.V .753 T 4 Yf = = ∑ (Ti × Yi) 1=1 f (65.170 × 1.149 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gaya tekanan tanah pasif: Pp1= 1 / 2 × Kp × γ 1 × D 2 = 1 / 2 × 2.061 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .282 × 3.800 m Momen terhadap titik G: Mg = F × Yf = 54.753× 3.641 – 43.282 + 32.

037 m Momen terhadap titik G : Mges = Fges × Yges = 19.V . pada tumpuan yang bersangkutan.037 = 116. gaya gesek yang timbul hanya ditinjau akibat beban mati saja. Gaya gesek akibat tumpuan–tumpuan bergerak: Menurut pasal 2. Gambar 5.150 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI e.720 × 0.28.15 Fges = 128.3.1987.15 = 19.308 × 6.6 halaman 15 PPJJR SKBI 1.308 T Lengan gaya terhadap titik G : Yges = 6.562 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .49 Gaya gesek tumpuan bergerak Fges = Pm × C dimana: fges = gaya gesek tumpuan bergerak Pm = beban mati konstruksi atas (T) = C = koefisien tumpuan karet dengan baja = 0. sedangkan besarnya ditentukan berdasarkan koefesien gesek.

522 T x 0.037 m = 108.V .509 m M = 38.14 = 38.313 T x 0.786 T Gaya gempa terhadap tanah diatas abutment : PTB = 196.403 T x 2.509 m = 96.671 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .14 ( Peraturan Muatan Untuk Jalan Raya no. Gaya Gempa h = E x M dimana : h : gaya horisontal akibat gempa E : Koefesien gempa untuk daerah Jawa Tengah pada wilayah II = 0.14 = 27.720 T x 0.720 T GhmB = 128.14 = 18.355 Tm Gaya gempa terhadap bangunan atas : PMB = 128.151 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI f.037 m M = 18.313 T GhmB = 274.12/1970) M ƒ : Muatan mati dari konstruksi yang ditinjau Gaya gempa terhadap berat sendiri abutment : PBB = 274.020 T ƒ YmB = 6.403 T ƒ YB = 2.513 T YTB = 3.522 T GhTB = 196.020 T x 6.550 m M = 97.

Gaya Angin Gambar 5.152 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI g.V .50 Bidang Rangka Induk Data teknis perencanaan pertambatan angin : Tekanan angin : 150 kg/m2 Panjang sisi bawah jembatan : 80 m Panjang sisi atas jembatan : 75 m Tinggi jembatan : 6.3 = 488.51 Penyebaran Beban Angin TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .3 m Luas bidang rangka utama ⎛ 80 + 75 ⎞ : ⎜ ⎟ x 6.25 m 2 2 ⎝ ⎠ Gambar 5.

625 kg ◦ Beban angin pada muatan hidup setinggi 2 m (d2) : d2 = 100% × w × L × 2 = 100%x 150 x 80 x 2 = 24000 kg ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (d1) : d1 = 50% x (( 15% x A )) x w = 50% x (( 15% x 488.35 ) + 20 + 5 + 100 = 173.812 kg ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan ( s1 ) s1 = ½ x tinggi jembatan = ½ x 6.187 m Y3 = 1.037 = 9.153 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (d1) : d1 = 50% x (( 30% x A )) x w = 50% x (( 30% x 488.25 )) x 150 = 10985.3 cm ( 428x407x20x35-283 ) Tebal plat lantai kendaraan ( h4 ) : 20 cm Tebal perkerasan ( h5 ) : 5 cm Tinggi bidang vertikal beban hidup ( h6 ): 200 cm s2 h3 ⎞ h6 ⎛ = ⎜ h1− h2 − ⎟ + h4 + h5 + 2⎠ 2 ⎝ = ( 70.733 m Lengan terhadap B : Y1 = Y2 = 3.8 – 2.30 m = 3.V .3 – 20.8 cm Lebar profil rangka induk ( h3 ) : 40.15 m ◦ Beban angin pada muatan hidup seringgi 2 m ( s2 ) Tinggi profil gelagar melintang ( h1 ) : 70.25 )) x 150 = 5492.733 + 6.35 cm = 1.15 + 6.037 = 7.767 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .8 cm ( 708x302x15x28-215 ) Tebal sayap gelagar melintang ( h2 ) : 2.

753 x 0.800 m Momen terhadap titik B : MTA = 7.063 Tm h.187 + 24 x 9.753 T Ta = 54.665 x 3.985 x 9.14 = 7.V .767 = 364.154 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Momen terhadap titik B : MB = d1 x y1 + d2 x y2 + d3 x y3 = 10.187 + 5.665 T YTt = 3.800 = 29. Gaya Tekanan Tanah Akibat Gempa Bumi PTt = 54.492 x 7.127 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

2 Kombinasi Pembebanan Tabel 5. M + P1 130 % VI.6 Kombinasi Pembebanan Tegangan yang digunakan dalam Kombinasi Pembebanan dan Gaya prosen terhadap tegangan izin keadaan elastis I.3. Komb. M + Ah + A + Ta + Gg + SR + Tm 125 % III. M + (H+K) + Ta + Tu 100 % II.155 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. M + Gh + Tag + Gg + AHg + Tu 150 % V. I + Rm + Gg + A + SR + Tm 140 % +S IV.V .2. M + (H+K) + Ta + S + Tb 150% Keterangan : A : Beban angin Ah : gaya akibat aliran dan hanyutan Ahg : Gaya aliran dan hanyutan pada waktu gempa Gg : gaya gesek pada tumpuan bergerak Gh : gaya horizontal ekivalen akibat gemapa bumi H+K : beban hidup dengan kejut M : beban mati PI : gaya – gaya pada waktu pelaksanaan Rm : gaya rem S : gaya setrifugal SR : gaya akibat susut dan rangkak Tm : gaya akibat perubahan suhu ( selain susut dan rangkak ) Ta : gaya tekanan tanah Tag : gaya tekanan tanah akibat gempa bumi Tb : gaya tumbuk Tu : gaya angkat ( bouyancy ) Beban nominal : jumlah total beban Beban ijin : beban nominal dibagi presentase terhadap tegangan ijin TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

061 ijin 638.644 91.187 100.313 1.753 3.796 Bangunan atas 128.907 374.000 9.800 69.555 114.800 MH 208.696 Timbunan tanah 196.985 9.753 1200.919 Angin hisap 5.931 H+K H Ta X 54.753 1200.492 7.488 Ah Gg A SR Tm Nominal 599.656 muatan 2 m 24.909 523.187 220.313 1.V .646 ijin 479.630 904.308 6.037 116.341 550.7 Kombinasi 1 Beban Gaya Jarak Lengan Jenis Bagian V M abutment 274.696 Timbunan tanah 196.061 19.753 Y Momen MV 3.800 231.800 231.156 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.406 54.851 1.909 523.522 1.427 688.522 1.916 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .522 Angin tekan 10.358 208.935 Ta H Xo Yo Momen MVo MH 54.907 374.538 1130.358 208.720 1.061 Tu Nominal 638.796 Bangunan atas 128.767 42.935 Bangunan atas 38.8 Kombinasi 2 Beban Gaya Jarak Lengan Jenis Bagian V M abutment 274.800 208.720 1.406 54.061 Tabel 5.

550 97.020 6.665 3.513 3.568 ijin 510.671 TAG 7.960 1200.522 Gh Ahg TU Nominal 599.909 1130.037 108.037 116.786 Timbunan tanah 27.403 2.406 54.907 374.427 448.724 88. 1 Gaya Jarak Lengan V H 638.522 1.522 Angin tekan 10.675 968.488 A SR Tm S Nominal 638.308 6.358 775.313 1.658 9.767 42.796 Bangunan atas 128.555 110.308 6.509 96.061 Rm 9.000 86.187 100.000 9.286 553.800 231.358 208.922 Gg 19.985 9.256 269.656 muatan 2 m 24.127 Gg 19.355 Bangunan atas 18.076 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .492 7.9 Kombinasi 3 Beban Jenis Bagian Komb.720 1.461 ijin 359.800 29.037 116.187 220.909 523.157 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.733 66.406 124.753 X Y Momen MV MH 1200.935 MH abutment 38.545 678.755 Tabel 5.919 Angin hisap 5.10 Kombinasi 4 Beban Gaya Jarak Lengan H X Y Momen Jenis Bagian V MV M abutment 274.696 Timbunan tanah 196.V .

313 1.800 231.800 MH 208.522 1.11 Kombinasi 5 Beban Gaya Jarak Lengan H X Y Momen Jenis Bagian V MV M abutment 274.520 800.796 Bangunan atas 128.061 ijin 425.776 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .427 ijin 461.061 STb Nominal 638.313 1.909 523.907 374.696 Timbunan tanah 196.720 1.720 1.V .800 231.907 374.555 1130.522 1.935 Nominal 599.931 H+K TA H 54.800 69.909 523.851 1.358 208.753 X Y Momen MV 3.935 38.298 MH P1 Tabel 5.406 54.816 36.158 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.057 869.12 Kombinasi 6 Beban Gaya Jarak Lengan Jenis Bagian V M abutment 274.753 1200.696 Timbunan tanah 196.638 138.796 Bangunan atas 128.

45 0 3. ◦ Terhadap guling ( Fg ) = ∑ MV g ≥ SF ∑ MH .433 1.5 Tabel 5.753 5.5 aman IV 1130.427 448.5 aman VI 638.538 2.600 54.5 aman V 1130.5 aman ◦ Terhadap Geser (FS) = ∑V × tan δ + Ca × B ∑H .600 114.061 5.461 2.548 1.247 1.2.600 54.45 0 3.061 5.5 aman II 1130.45 0 3.406 0.555 0.14 kontrol terhadap geser Komb.358 208.5 aman V 599. Dimana : ΣMV = jumlah momen vertical yang terjadi ΣMH = jumlah momen horisontal yang terjadi SF = safety factor = 1.427 688.5 aman VI 1200.769 1.406 0.45 0 3.5 aman IV 599.V .356 1.600 124.13 kontrol terhadap guling Komb.555 0.568 1.5 aman II 599.5 aman III 1200.555 0.45 0 3.45 (Beton dengan tanah lempung padat dan pasir gravelan padat) Ca = adhesi antara tanah dan dasar tembok = 0 B = lebar dasar pondasi = 3.909 2.247 1.358 208.45 0 3.427 - - 1.600 meter Tabel 5.96 2.642 1.769 1.299 1.466 1.3.358 775.406 0.600 - - 1.159 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.600 110.753 5.Dimana : Tan δ = faktor geser tanah antara tanah dan dasar tembok (Buku Teknik Sipil) = 0.5 aman TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 aman III 638.521 1. V (Tm) Tan δ Ca B (m) H (m) FS SF Ket I 638.3 Kontrol Stabilitas Abutment Kestabilan konstruksi diperiksa terhadap kombinasi gaya dan muatan yang paling menentukan. MV (Tm) MH (Tm) F SF Ket I 1200.

061 638.461 599.800 1200.358 775.406 -0.800 1200.295 0.600 m 6 6 Tabel 5. Nq.600 aman IV 1.568 638. 2 B / L )) dimana : Q ult = daya dukung ultimate tanah dasar (t/m2) c = kohesi tanah dasar (t/m2) γ = berat isi tanah dasar (t/m3) B=D = lebar pondasi (meter) Df = kedalaman pondasi (meter) N γ .5 B MV MH (m) (Tm) (Tm) I 1. c.466 599.160 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI B − 2 ◦ Terhadap eksentrisitas ( e ) = ∑ Mv − ∑ Mh ∑V < B 3.V .427 688. yaitu : Q ult = Ap ⋅ ( c ⋅ N c (1 + 0.085 0.800 1130.555 -1.406 -0.427 - 599.600 aman (m) Ket ◦ Terhadap Daya Dukung Tanah Kapasitas dukung tanah dasar (bearing capacity) dipengaruhi oleh parameter ϕ .15 kontrol terhadap eksentrisitas 0.800 III Komb.5 ⋅ γ ⋅ B ⋅ N γ ⋅ (1 − 0. danγ .60 = = 0.358 208.833 0.406 -1.600 aman 1.061 638.406 0. Besarnya kapasitas dukung tanah dasar dapat dihitung dengan metode Terzaghi.3 B / L ) + γ ⋅ D f ⋅ N q + 0.600 aman 1130.427 448. 1/6 B V (Tm) e (m) 208.555 -0.234 0. Nc = faktor daya dukung Terzaghi Ap = luas dasar pondasi B = lebar pondasi L = panjang pondasi TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .800 1130.600 aman VI 1.406 0.555 -0.800 1200.358 II 1.600 aman V 1.

7 7.0 1.8 5.10−3 x400x7.7 1.7 11.6 36.60 meter L = panjang abutment = 10.8 45 172.3 287.1 37.0 11.2 22.8 3.8 41.10−3 x360x5x(1− 72/ 1050)) = 7. 2 B / L )) = (0.2 81.3 B / L ) + γ ⋅ D f ⋅ N q + 0.7 14.7 1.649 kg/cm2 = 76.8 50.5 6.7 34 52.7 48 258.4 5.6 10.5 35.60 * 10.3 1153.5x1.0 23.3 173.5 60. 76.566 gr/cm3 .0 8.9 20 17.5 ~ 3 B = lebar abutment = 3.1 40 95.3 297.3 1.6 415. Ø2 = 20o Qult = ( c ⋅ N c (1 + 0.02x17.7 9.2 8.4 25.4 + 0.2 10 9.9 780.566.9 4.50 meter A = 3.5 15 12.0 0.7 0.0 0.7 19.7 1.566. Qult σall = (1/3).7 9.6 87.7 25 25.9 20.02 kg/cm2 .2 12.5 9.4 34.2 30 37.1 12.0 5 7.4 50 347.0 5.59 m2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .7 1.50 = 54.1 66. c2 = 0.5 18.5 19.490 T/m2 σall = (1/3).16 Nilai-nilai daya dukung Terzaghi Keruntuhan Geser Umum φ Nc Keruntuhan Geser Lokal Nq Nγ N’c N’q N’γ 0 5.6 0.7 2.1 Berdasarkan data tanah : γ 2 = 1.3 5.4 2.2 35.4 42.7x(1+108/ 1050) +1.3 100.9 0.5 ⋅ γ ⋅ B ⋅ N γ ⋅ (1 − 0.5 51.3 65.496 Ton σ = ∑V ± ∑ MV + ∑ MH A W ≤ σall Dimana : SF = safety factor 1.V .6 3.0 35 57.7 81.6 2.9 1.161 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.4 0.490 = 25.

794 tdk aman 2 Karena tinjauan stabilitas abutment tidak aman.496 -50.215 91.680 25.888 54.794 tdk aman II 599.406 1408.496 -58.817 tdk aman IV 599.555 1578.59 22.17 kontrol terhadap daya dukung tanah Komb ΣV ΣMV +ΣMH W A 3 σALL σMIN σMAX Ket (T) (Tm) (m ) (m ) (Tm) (T) (T) I 638.406 1408.405 73. TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .680 25.496 -69.50 * 3.419 54.59 22.162 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI W = 1/6 * L * B2 = 1/6 * 10.V .59 22.427 98.496 -75.926 54.59 22.680 25.419 54.633 80.427 54.555 1818.406 1975.602 = 22.59 22.496 -38.680 m3 V = gaya vertical ( ton ) MV = jumlah momen vertical yang terjadi MH = jumlah momen vertical vertical yang terjadi Tabel 5.680 25.825 tdk aman VI 638.405 73.599 tdk aman V 599.893 54.59 22.680 25.860 60. maka dipasang pondasi tiang pancang untuk menanggulangi kegagalan konstruksi.496 -50.181 tdk aman III 638.555 1130.680 25.

286 553.753 X Y Momen MV MH 1200.406 124.358 775.522 Angin tekan 10.767 42.919 Angin hisap 5.3.960 1200.4 Penulangan Abutment a.488 A SR Tm S Nominal 638. Penulangan Badan Abutment Gambar 5. Tabel 5.675 968.000 9.724 88.492 7.2.163 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.922 Gg 19.755 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .658 9.18 Kombinasi Pembebanan Maksimum Beban Jenis Bagian Komb.V .52 Penulangan Badan Abutment Beban yang digunakan dalam penulangan badan abutment diambil dari kombinasi pembebanan yang menghasilkan beban dan momen terbesar yaitu kombinasi pembebanan III.187 220.568 ijin 510.061 Rm 9.308 6.187 100.037 116.000 86.406 54.358 208.985 9.656 muatan 2 m 24. 1 Gaya Jarak Lengan V H 638.

0658 φ × Ag × 0.0133 × 10 6 = 13300 mm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .81× 35 Mu et = Pu = 1200.880 mm 1000 Pu et × = 0. dan tulangan pembagi dipakai D16.81 × f ' c 0.d (Grafik dan Tabel Perhitungan Beton Bertulang halaman 86) r = 0.035 = φ × Ag × 0.65 × 10 6 × 0.1.358 = 1.01 × 1.01 f’c = 35 maka β = 1.33 ρ = r × β = 0.0133 ◦ Tulangan Pokok Astot = ρ × Ag = 0.880 = 0.035 × 1.406 et h = 1880 = 1.33 = 0.V . sehingga : d’ = h – (50 + 16 + ½ 20) = 1000 – (50 +16 + 10) = 924 mm Ф = 0.164 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ◦ Data Teknis Perencanaan : f’c = 35 MPa fy = 240 Mpa Ag = luas penampang = 1000 × 1000 = 106 mm2 Ht = tinggi badan = 5000 mm b = 1000 mm (tiap meter lebar abutment) h = 1000 mm Diameter tulangan utama dipakai D20.65 Pu 638406 = 0.81 × f ' c h Dari perhitungan diatas dipakai grafik 6.880 m = 1880 mm 638.

165 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Askiri = Askanan = 0.25 Astotal = 3325 mm2 Dipakai tulangan rangkap D20 – 75 (Ast = 4189 mm2) ◦ Tulangan bagi Diambil sebesar 20 % dari tulangan utama = 2660 mm2 Dipakai tulangan rangkap D16 – 75 (As = 2681 mm2) Gambar 5.V .53 Penulangan Badan Abutment TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

509 m M = 38.786 = 205.166 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI b.54 Dimensi Kepala Abutment ◦ Gaya horisontal gempa (Gg) : Gaya gempa terhadap berat sendiri abutment : PBB = 274.313 T x 0.020 T YmB = 6.14 = 38.355 Tm Gaya gempa terhadap bangunan atas : PMB = 128.403 T YB = 2. Penulangan Kepala Abutment Gambar 5.020 T x 6.355 + 108.037 m M = 18.509 m = 96.403 T x 2.720 T GhmB = 128.037 m = 108. dan tulangan pembagi dipakai D10.720 T x 0.14 = 18.786 T Mt = 96.V .313 T GhmB = 274.141 T ◦ Penulangan Kepala Abutment f’c = 35 MPa fy = 240 Mpa b = 300 mm h = 1000 mm Diameter tulangan utama dipakai D20. sehingga : d’ = h – (50 + 10 + ½ 20) = 1000 – (50 +10+ 10) = 930 mm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

ρ max = 0.337 = 0 . ρ = 1.85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.4 = 1. 5 Astotal = 803.167 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Ф = 0.0058 fy 240 ρ max = 0.85 x 350 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.015 600 + 2400 ⎠ dipakai ρ min = 0.588 x ρ x ) 2 350 1 x 0.8 x 2400 (1-0.44 ρ 2 .88 mm2 Dipakai tulangan rangkap D20 – 200 (Ast = 1571 mm2) ◦ Tulangan bagi Diambil sebesar 20 % dari tulangan utama = 321.65 fy Mu ρx0.8xfy (1-0.1920 ρ + 15615.552 mm2 Dipakai tulangan rangkap D10 – 200 (As = 393 mm2) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .85 ⎛⎜ 0.588 x ρ x 2 = f 'c ) bd 2400 205141 = ρ x 0.930 7741.776 mm2 Askiri = Askanan = 0.85.85 fy 600 + fy ⎝ ⎠ ρ max=0.0058 x 300 x 924 = 1607.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.75x0.538 ρ min = 1.4 = 0.0058 ◦ Tulangan Pokok Astotal = ρ x b x d = 0.

70 = 133.7 × 2. Penulangan Poer Gambar 5.044 − P1 × 0.168 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.9 = 98.5 × 1 = 6.225 × 0.4 × 0.8 × 1.3 T Momen yang terjadi pada potongan A: MB = Pmaks × 1.V .30 × 0.361 Tm Direncanakan : f’c = 35 MPa fy = 240 Mpa b = 1400 mm h = 1000 mm Diameter tulangan utama dipakai D20. dan tulangan pembagi dipakai D16.8xfy (1-0.467 − 6.65 fy Mu ρx0.55 Penulangan Kepala Abutment c.5 × 1. sehingga : d’ = h – (50 + 16 + ½ 20) = 1000 – (50 +16+ 10) = 924 mm Ф = 0.225 T P2 = 1.817 × 1.56 Pembebanan Poer P1 = 0.6 − P 2 × 0.5 × 1 = 1.40 − 1.4 × 2.588 x ρ x 2 = f 'c ) bd TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

44 ρ 2 .4 = 1.0058 fy 240 ρ max = 0.169 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 2400 133361 = ρ x 0.85 fy 600 + fy ⎝ ⎠ ρ max = 0.8 x 2400 (1-0.0058 x 1400 x 924 = 7502.576 mm2 Dipakai tulangan rangkap D16 – 125 (As = 1608 mm2) Gambar 5.85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.85 ⎛⎜ 0. 5 Astotal = 3751.4 = 0.85 600 + 2400 ⎠ ρ max = 0.85 x 350 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.0058 ◦ Tulangan Pokok Astotal = ρ x b x d = 0.88 mm2 Askiri = Askanan = 0.015 dipakai ρ min = 0. ρ = 1.638 ρ min = 1.588 x ρ x ) 2 350 1 x 0.924 7741.1920 ρ + 156201.392= 0 .44 mm2 Dipakai tulangan rangkap D20 – 75 (Ast = 4189 mm2) ◦ Tulangan bagi Diambil sebesar 20 % dari tulangan utama = 1500.57 Penulangan Poer TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75 x 0.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.V .

62 = 2.90 cm Panjang tiang pancang = 14 meter Berat permeter tiang = 961.V .3. Pondasi mengunakan tiang pancang dari beton dengan spesifikasi : Ø tiang = 35 cm Luas penampang ( A ) = ¼ π D2 = 961.41 kg/m Berat tiang pancang = 240.808 ton Pmak = M * X MAK PV + ny * X 2 n ∑ Dimana : Pmak = beban maksimum yang diterima tiang pancang PV = beban vertical ( normal ) M = jumlah momen yang bekerja pada titik berat tiang pancang Xmax = jarak terjauh tiang kepusat berat kelompk tiang = 1.2 kg = 4.170 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.3 Perhitungan Pondasi Tiang Pancang Perencanaan beban maksimal(Pmax) yang mampu ditahan tiang pancang ditinjau terhadap empat kombinasi pembebanan terhadap titik pusat tiang pancang.625 cm2 Keliling penampang tiang = πD = 109.41 * 14 = 4808.56 m Gaya maksimum yang dipikul tiang pancang P = M * X MAK PV + ny * X 2 n ∑ TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .625 * 2500 * 10-4 = 240.6 m n = jumlah pondasi tiang pancang = 14 bh ny = jumlah pondasi tiang pancang dalam satu baris arah tegak lurus bidang momen = 7 bh ∑X 2 = 1.

56 7 152. 5.574 II 599.406 14 1200.3.427 1.56 7 143.775 T.775 -61.555 14 1130.756 -58.358 1.756 -58.358 1.56 7 143.106 VI 638.60 2.406 14 1200.60 2.19 Perhitungan gaya maksimum dan minimum Komb PV (T) n MV XMAX (Tm) (m) (m ) ΣX2 ny 2 PMax PMin (T) (T) I 638.574 Dari table perhitungan diperoleh bahwa Pmaks terjadi pada kombinasi III sebesar 152.574 IV 599.106 III 638.3.56 7 152.171 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.60 2.555 14 1130.60 2.1 Perhitungan Daya Dukung Tiang Pancang TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .60 2.56 7 143.775 -61.406 14 1200.106 V 599.756 -58.427 1.358 1.60 2.427 1.555 14 1130.775 -61.V . Maka daya dukung tanah haru lebih besar dari Pmaks tersebut.56 7 152.

Daya dukung tanah ◦ Rumus Umum Pult = Kb * qc * A + Ks * JHP * O SF Kb = 0.325 ton 1 * 600 = 200 kg/cm2 3 b.5 – 0.625 = 192.58 Denah Rencana Pondasi Tiang Pancang Pada Abument 1.V .172 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.75 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Kekuatan bahan tiang Mutu beton : K – 600 σb : Ptiang : σb * A tiang = 200 * 961. Daya dukung tiang individu Tinjauan spesifikasi tiang pancang berdasarkan : a.75 Ks = 0.

r ( S + r) = 3.625 cm2 = 0.096125 + 0.099 3 = 361.P.529 m2 Qu = 40 x 60 x 0.175 (0.386 = 1454.386 m2 Ab = luas penampang ujung tiang (m2) = π .175) = 0.V .5 Pult = 0.789 + 0.835 * 0.835 JHP= 1300 Pult = 0.835 * 0.096125 m2 = 109.14 x 0.75 *175.099 x 14 = 15.708 T ◦ Rumus S.667 + 145) = 175.75 * 175.099 3 = 321.173 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI A = ¼ π D2 O = πD = 961.5) * 1. ◦ Rumus Meyerhof TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75 * 1300 * 1.099 m Dari data tanah diperoleh : qc = ½ ( qcu + qcb) qcu = qc rata .232 / 3 = 484.667 qcb = qc rata – rata 8 D diatas ujung tiang = 145 qc = ½ ( 206.400 T ◦ Rumus Trofimankof Pult = D Kb * qc * A + JHP / D * O SF = 1.2 x N x As Qu = Daya Dukung Batas Tiang (ton) N = Nilai rata – rata SPT seanjang Tiang = 60 As = Luas Total Selimut Tiang (m2) = kell O x H tiang = 1.2 x 60 x 15.rata 3.744 ton.096125 + (1300 / 1.529 + 0.90 cm = 1.T (Standard Penetration Test) untuk tanah pasir Qu = 40 x N x Ab + 0.232 T Qa = Qu/SF = 1454.5 D dibawah ujung tiang = 206.

V . Daya Dukung Kelompok Tiang Berdasarkan perumusan dari converse labarre : ⎡ ( n − 1) m + ( m − 1) n ⎤ Eff = 1 – θ ⎢ ⎥ 90 * m * n ⎣ ⎦ Dimana : m = jumlah tiang dalam baris y = 7 n = jumlah baris = 2 θ = arc tan θ (D/S) = arc tan (0.6) = 12.386 m2 Ab = luas penampang ujung tiang (m2) = 0.232 / 3 = 484.386 5 Qult = 40 x 60 x 0.529 m2 Nx = nilai rata rata SPT = 60 60 x 15.174 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Qult = 40 x N x Ab + N Nx x As 5 = Nilai SPT ujung Tiang = 60 As = Luas Total Selimut Tiang (m2) = kell O x H tiang = 1.835 x 0.298 ⎢ ⎥ 90 * 7 * 2 ⎣ ⎦ = 0.298o D = diameter tiang = 35 cm S = jarak antar tiang = 160 cm Eff ⎡ ( 2 − 1)7 + (7 − 1) 2 ⎤ = 1 – 12.35/1.374 T Dari tinjauan diatas dipakai nilai daya dukung terkecil = 291.374 T 2.099 x 14 = 15.232 T Qa = Qu/SF = 1454. ◦ Rumus begemann Pult = = qc x A JHP * O + 3 5 175.744 ton.815 Daya dukung tiap kelompok tiang pada kelompok tiang : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .529 + Qu = 1454.099 + 3 5 = 291.096125 1300 * 1.

775 T)……………………….2 Kontrol Gaya Horisontal TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .469 T) > Pmaks (152.3.V .374 x 0.175 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Pall = 291.OK 5.3.469 T Kontrol Pall terhadap Pmaks yang terjadi : Pall (237.815 = 237.

V .0 m Panjang penjepitan : Ld = 1/3 Lp = 1/3 x 14 = 4.00 = 5.667 m Lebar Poer = 10.566 T/m3 φ = 20o C = 0.5 m Kedalaman 0 – 15 m : γ = 1.667 m Lh = Ld +La = 4.176 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.02 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .667 + 1.59 gaya horizontal tekanan pasif pada pondasi Diketahui : Lp = 14 m La = 1.

039*1.357 T P3 = 0.039*1.873+37.L2 + P3.039 Perhitungan diagram tekanan tanah pasif : FL = (Kp* γ*AF)* L = (2.5 = 33.5 *(EO+0) *EF = 0.5*(54.873 T/m EO = 0.167)*10.873)*1.5*(33.489)*1.763*5.333)*10.L5 L1 = 5.167 = 51.718)*1.L1 + P2.167 = 64.000)*10.75 x 72.5*33.566*3.5*(55.039*1.5 x 111.134 * Lz = 597.527 T/m Tekanan tanah pasif efektif bekerja : BH = 33.Lz = P1.566*2.746 = 55.357*4.527+54.5 * BH * La = 0.5 = 150.718+0)*1.008 T Titik tangkap resultan : ΣP.5 *(BH+CM)*BC = 0.566*5.003 + 51.167 209.5 = 189.177 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Kp = tan2 (450 + φ /2) = 2.5 *(CM+DN)*CD = 0.167 m 209.889 m L4 = 1.5 = 72.723 m L5 = 1.610 T P5 = 0.056 + 64.5 *(DN+EO) *DE = 0.746 T/m CI = (Kp* γ*AC)* L = (2.653 = 54.L3 + P4.134 * Lz = 16.610*1.056 m L3 = 2.5*(37.763 T = 22.00 P2 = 0.V .25 x 150.718 T/m Resultan tekanan pasif : P1 = 0.984 Lz = 2.167 = 54.527 T/m CM = 0.003 m L2 = 4.859 m Σ Ms = 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .039*1.723 + 22.872 T/m DJ = (Kp* γ*AD)* L = (2.396 T P4 = 0.L4 + P5.999 T/m EK = (Kp* γ*AE)* L = (2.5 = 111.039*1.667)*10.566*1.489 T/m DN = 0.167 = 16.889 + 54.500)*10.527*1.653 T/m BH = (Kp* γ*AB)* L = (2.396*2.489+55.008*1.872 = 37.566*4.

4 Perhitungan Tiang Pancang Miring Rumus : H ijin + N1.469 T H yang bekerja : total gaya horisontal yang bekerja Direncanakan Kemiringan tiang pancang 1 : 10 (α = 5. ini disebabkan karena tekanan tanah pasif efektif yang terjadi masih belum dapat mengatasi gaya horisontal yang bekerja pada konstruksi.134 x 2.71° ) H ijin + N1.P sin α ≥ H yang bekerja x FS 70.71 ) ≥ 124.667 + 2.00 + 4.859 Lz ) = 70.469 N1 sin 5.tidak aman Kesimpulan dari perhitungan di atas adalah diperlukannya pemasangan tiang pancang miring.960 x 1.128 T < PH max yang terjadi ( 124.99 ≈ 2 buah TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .128 T = (1. 5.859 = 70.00 + Ld + Lz) 1.V .P sin α ≥ H yang bekerja x FS Dimana : H ijin : gaya horisontal yang mampu ditahan oleh tekanaan tanah pasif N : jumlah tiang pancang miring P : daya dukung tiang pancang vertikal dalam group = 237.178 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI PH ( 1.5 N1 ≥ 1.960 T) ….00 + Ld + Lz) = ΣP x Lz PH = (ΣP x 209.128 + ( 237.3.

4.1 Perhitungan Penulangan Tiang pancang a.a) qa 2 qL2 − 2aq = = R 1 = q ( L − a ) − × qa 2 2 2 L−a 2 2(L .a) 2 ( L − a ) 1 Mx = R 1 x − q x 2 2 M1 = Syarat Maksimum R1 − qx = 0 x= ( dMx =0 dx ) R1 L2 − 2 aL = { 2 (L − a ) } q Mmax = M 2 L2 − 2aL 1 ⎛ L2 − 2aL ⎞ ⎟ Mmax = R1 − q⎜ 2 (L − a ) 2 ⎜⎝ 2(L − a ) ⎟⎠ 1 ⎛ L2 − 2aL ⎞ ⎟ Mmax = q ⎜⎜ 2 ⎝ 2(L − a ) ⎟⎠ 2 2 M1 = M 2 1 2 1 ⎛ L2 − 2aL ⎞ ⎟ q a = q ⎜⎜ 2 2 ⎝ 2(L − a ) ⎟⎠ 2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Momen akibat pengangkatan satu titik L R2 M1 L-a R1 x M2 Gambar 5.179 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.60 Pengangkatan dengan 1 titik 1 × q × a2 2 1 1 1 q (L .V .3.

a) 2a 2 − 4 aL + L2 = 0 → L = 14 m 2a 2 − 56a + 196 = 0 a 1.331 kg = 4.2 × 240.14 × 0.818 T 2 ( L − a) 2(14 − 7) b.406) + (1.2 WD + 1.487 *14 2 qL2 = = = 4934.487 × 7 2 2 2 = 8635.635 Tm R1 qL2 − 2aq 352. Momen akibat pengangkatan dengan dua titik LL M M M Gambar 5.61 Pengangkatan dengan 2 titik TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 WL = (1.2 = 56 ± (− 56 )2 − 4.582 T R2 352.487 kg/m M1 = M2 = Mmax 1 1 = × q × a 2 = × 352.196 2.487 *14 2 − 2 * 7 * 352.1.V .180 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a= L2 − 2aL 2 (L .1 a1 = 7 m (memenuhi ) a 2 = 21 m (tidakmemen uhi ) 1 1 WD = × π × d 2 × γ beton = × 3.406 kg/m 4 4 WL = 40 kg/m qtot = 1.35 2 × 2500 = 240.487 = = 2 ( L − a) 2(14 − 7) = 4582.932 kgm = 8.6×40) = 352.

684 Tm 2 2 = ½ x q x L = ½ x 325. Pada perhitungan tulangan didasarkan pada momen pengangkatan dengan 1 titik. f’c = 40 Mpa fy = 240 Mpa Diameter pancang (h) = 350 mm Tebal selimut (p) = 50 mm Diameter efektif (d) = 350 – 50 – 0.899 = 471.864 kgm = 0.5 × MMax = 1.899 2 = 683. Direncanakan .793 kg = 0.487 x 2.635 Tm = 12.487 × 2.5 × 20 – 14 = 276 mm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 × 8.181 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 1 ×q×a2 2 1 1 2 M 2 = q (L − 2a ) − qa 2 8 2 M1 = M 2 M1 = 1 2 1 1 2 qa = q (L − 2a ) − qa 2 2 8 2 4a2 + 4aL – L2 = 0 4a2 + 56a – 196 = 0 a = 2. M design = 1.V .899 m a = -16.472 T Pada perhitungan tulangan didasarkan pada momen pengangkatan dengan 1 titik karena momen yang didapat dari 2 titik pengangkatan lebih kecil daripada momen pengangkatan akibat 1 titik.899 m M1= M2= Mmax = R1 1 1 × q × a 2 = × 325.952 Tm.

308 × 0.0583 ρmaks = 0.0583 fy 240 ⎡ 0.262 ρmin = 0.406 T TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .35 = 0.0583x 308x276 = 4955.588 ρx ⎥ 2 fc ' ⎦ bxd ⎣ 240 ⎤ Mu ⎡ = ρx 0.182 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ρ min = 1.85 600 + fy ⎥⎦ ⎣ fy ρ max = 0.75 xβ 1x ⎢ 600 ⎤ ⎡ 0. 0.308 m ⎡ Mu fy ⎤ = ρ .3.276 2 677 .4. cos α )] ≥ V dimana : P : kemampuan tiang pancang vertikal dalam group = 237.85 x ⎢ Tiang pancang berbentuk bulat.112 ρ 2 0. sehingga perhitungannya dikonfirmasikan ke dalam bentuk bujur sangkar dengan b = 0.d.0723 600 + 240 ⎥⎦ ⎣ 240 ρ max = 0.4 1. fy ⎢1 − 0.b.88.966 mm2 Dipakai tulangan 8Ø28 ( 4926 mm2 ) 5.936 = 0 ρ = 0.4 = = 0.469 T N1 : jumlah tiang pancang miring = 2 bh N2 : jumlah tiang pancang vertical = 12 bh V : beban vertikal yang bekerja pada konstruksi = 638.0724 Tulangan utama Ast = ρmin.85 xfc' 600 ⎤ x dim anaβ 1 = 0.75 x0.376 ρ 2 − 192 ρ − 551148 .588 ρx 40 ⎥⎦ bxd 2 ⎣ 12952 = 192 ρ − 602.V .φ .106 = 0.8 x 240 ⎢1 − 0.88D = 0.2 Kontrol Gaya Vertikal Rumus : [(PxN 2 ) + N1 x(P.85 x 45 x = 0.

71 ) ≥ 638.Wr . H s+c Dimana : PU = Daya Dukung Tiang tunggal eh = efisiensi Hammer = 0. 2 (0 . 025 + 0 .3 Kontrol terhadap Tumbukan Hammer Jenis Hammer yang akan digunakan adalah tipe K –35 dengan berat hammer 3.5 T H = Tinggi jatuh Hammer = 1.469 cos 5.8 H = Tinggi jatuh Hammer = 1.5 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .775 T Rumus Tumbukan : R = Wr .3.775 T…………OK 0 .5 m S = final settlement rata-rata = 2.469 x 12 ) + 2 ( 237.5 ton.4.183 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI [(PxN 2 ) + N1 x(P. H Φ (s + c ) R = 3 .209 T ≥ 638.406 T 3332.V .1 Maka : R = Wr . 5 = 210 T < Ptiang = 152.5 cm = 0.1 ) ◦ Penulangan Akibat Tumbukan Dipakai rumus New Engineering Formula : PU = eh .025 m C = Koefisien untuk double acting system Hammer = 0. Daya dukung satu tiang pancang = 152. cos α )] ≥ V (237. 5 x 1. H Φ (s + c ) Dimana : R = Kemampuan dukung tiang akibat tumbukan Wr = Berat Hammer = 3.406 T ……………………OK 5.

d 0.3.35 2 τb = = 32599.π .0721 x ¼.Ast ) 33600 = 0.5 x1.0721 2 ⎝ 1 / 4.487 x14) τb = 0.184 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI S = final settlement rata-rata = 2.5 cm Maka : PU = eh .4 Kontrol geser (− q.8 x 3 .53σ → σ = 2400 kg / cm 2 = 0.17.35 2 ⎞ 400 − 1⎟⎟ x = 0.259 kg/cm2 τ b = 0. Perhitungan Tulangan Spiral Rasio penulangan spiral : ⎛ Ag ⎞ fc − 1⎟ x ⎝ Ac ⎠ fy ρ s = 0.Ast ) + 2400.q.45⎜⎜ As = 2 x ρs x Ac = 2 x 0.52.4.748 cm2 s = 2 x π x Dc x Asp/s TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .85. 5 = = 33.d 2 (352.53 .5 Kuat Tekan Struktur : Pmak = 0.25 ⎠ 2400 ρ s = 0.14.a ) + (1 / 2.V . 025 + 0 .π 252 = 70.1 s+c Menurut SKSNI – T – 03 – 1991 Pasal 3. 1600 = 1272 kg /cm2 karena τb < τbijin maka tidak perlu tulangan geser.487 x7 ) + (1 / 2 x352.9 x1 / 4π .6 T 0 .9 x1 / 4 x3.85 f’c ( Ag – Agt ) + fy.954 kg/m2 = 3.9 x1 / 4π .L ) D max = 2 0.302 mm2 Dipakai tulangan 6 ∅ 16 ( 1206 mm2 ) 5. H 0 .maka digunakan tulangan sengkang praktis yaitu tulangan spiral.400 ( 3.8 ( 0.π .8 ( 0.Wr .3.3.14 x 0.Ast ) Ast = 1187.45⎜ ⎛ 1 / 4.

046 cm→ 5 cm sehingga dipakai tulangan Ø8-50 sengkang pada ujung tiang dipakai Ø8-50 sengkang pada tengah tiang dipakai Ø8-100 5.V .14.7 cm = 30. Pembebanan Wingwall Akibat Berat Sendiri Tebal wingwall minimum = 1/20 x hw = 1/20 x 619.4 Perhitungan Wing Wall Gambar 5.12/164.14 x 35 x ¼ .985 cm Direncanakan tebal wingwall = 40 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .3.62 Dimensi Wingwall a.85 = 1.3.185 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 2 x 3.

250 1.500 2.496 2.500 1.400 0.20 Perhitungan Akibat Beban Sendiri Wing wall P (m) L (m) T (m) V(m3) γbeton W(T) X (m) Momen (T.112 2.500 0.036 6 15.63 Akibat Berat Sendiri Wingwall Tabel 5.m) 1 2.000 0.200 0.700 0.200 2.048 Akibat Tekanan Tanah Dari perhitungan pembebanan abutment akibat tekanan tanah aktif.267 0.700 0.500 0.500 1.400 0.090 15.250 1. diperoleh : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .400 3.400 0.600 0.634 6 1.400 0.500 1.100 5.336 2.563 2 2.667 1.840 0.392 2.248 5 1.100 0.504 Σ 6.400 0.050 11.500 0.075 4 0.200 0.280 0.980 1.500 0.700 0.400 4.186 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.V .240 0.400 0.025 3 0.400 0.500 0.500 10.

360 Menurut pasal 1.3.2 = 2.0 gr/cm3 φ1 = 28o C1 = 1 kg/cm2 H1= 6.64 Akibat Tekanan Tanah akif Diketahui : ƒ Tanah Lapisan 1 (tanah urugan) γ1 = 2. jadi beban lalu lintas (qx) : qx = γ 1 × h = 2.×0.4 P3JJR SKBI 1. muatan lau lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi: h = 60 cm.657 T/m2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .187 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.V .2 t/m2 q1 = qpelat injak + qx = 1.28.457 + 1.6 = 1.1987.5 m ƒ Koefisien tekanan tanah aktif: Ka1 = tan2 (450 – φ1 /2) = tan2 (450 – 28 /2) = 0.

045 Tm b.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.85 fy 600 + fy ⎝ ⎠ TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .44 ρ 2 .800 = 119.206 * 4.0058 fy 240 ρ max = 0.045 = 134.217 Ton 2 P2 = 1 × γ 1 × Ka1 × H 1 2 = 1 × 2.6 = 223. Penulangan Wingwall Direncanakan : f’c = 35 MPa fy = 240 Mpa b = 1000 mm .5 2 2 = 20.928 7741.V .657 × 6.588 x ρ x ) 2 350 1 x 0.4 = 0. sehingga : d’ = h – (50 + 14 + ½ 16) = 1000 – (50 +14+ 8) = 928 mm Ф = 0.65 Mu = Mtot / 0.736 = 0 .600 + 20.588 x ρ x 2 = f 'c ) bd 2400 223486 = ρ x 0.36 × 2. ρ = 1.85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.5 = 6.360 × 6.188 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gaya tekanan tanah aktif: P1 = Ka1 × q1 × H 1 = 0.657 × 0.048 + 119.h = 1000 mm Mtot = 15.092 Tm Diameter tulangan utama dipakai D16. dan tulangan pembagi dipakai D14.206 T M = 6.486 Tm fy Mu ρx0.1920 ρ + 459847.8xfy (1-0.4 = 1.638 ρ min = 1.127 * 3.8 x 2400 (1-0.

015 dipakai ρ min = 0.85 x 350 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.85 ⎛⎜ 0.4 mm2 Askiri = Askanan = 0.75 x 0.48 mm2 Dipakai tulangan rangkap D14 – 75 (As = 1608 mm2) Gambar 5.65 Penulangan Wingwall TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .0058 ◦ Tulangan Pokok Astotal = ρ x b x d = 0.V .0058 x 1000 x 928 = 5382.85 600 + 2400 ⎠ ρ max = 0.189 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ρ max = 0. 5 Astotal = 2691.2 mm2 Dipakai tulangan rangkap D16 – 50 (Ast = 4022 mm2) ◦ Tulangan bagi Diambil sebesar 20 % dari tulangan utama = 1076.

ƒ Lempengan logam yang paling luar dan ujung – ujungnya elastomer dilapisi dengan lapisan elastomer supaya tidak mudah berkarat. ƒ Untuk melekatkan bantalan atau elastomer dengan beton atau baja dapat digunakan lem epoxy rubber. Reaksi tumpuan yang terjadi pada rangka jembatan rangka baja berdasarkan analisis SAP 2000 versi 7. Gaya vertikal ditahan oleh bearing elastomer dan gaya horisontal ditahan oleh seismic buffer. juga dapat dipesan ukuran sesuai permintaan. ƒ Bantalan atau perletakan elastomer berfungsi untuk merdam getaran.190 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. sehinngga kepal jembatan (abutment) tidak mengalami kerusakan.658 T Gaya gempa = 108. diproses dengan tekanan tinggi.30 kN. yaitu : ƒ Gaya vertikal pada joint 1 = 64.02.5 Perhitungan Bearing Elastomer Untuk perletakan jembatan direncanakan menggunakan bearing merk CPU buatan Indonesia. Pemasangan ƒ Bantalan atau perletakan elatomer dipasang diantara tumpuan kepala jembatan dan gelagar jembatan.786 T TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . CPU Elastomeric Bearing memiliki karateristik sebagai berikut: b.630 T = 646. baik yang vertikal maupun horisontal. Ukuran ƒ Selain ukuran – ukuran standart yang sudah ada.V .3. ƒ Gaya horisontal dihitung berdasarkan gaya rem : Gaya rem = PRM = 9. ƒ Bantalan atau perletakan elastomer disusun atau dibuat dari lempengan elastomer dan logam secara berlapis – lapis ƒ Merupakan satu kesatuan yang saling merekat kuat. d. ƒ Bantalan atau perletakan elastomer (neoprene) dibuat dari karet sintetis c. Spesifikasi ƒ Merupakan bantalan atau perletakan elastomer yang dapat menahan beban berat.

..280...21 Spesifikasi Bearing Elastomer dan Seismic Buffer Jenis Ukuran (mm) Beban Max (KN) TRB 1 480.444 T = 1184 kN.30 kN .87 Beban max = 2435 kN > 1184 kN Dimensi seismic buffer TRB 4 ukuran 350.300... Spesifikasi elastomer dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut : Tabel 5.300.101 3600 TRB 3 350.280..V .....87 2435 TRB 2 480.117 Beban max = 690 kN > 646..117 690 Dimensi bearing elastomer TRB 1 ukuran 480.280....191 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Total gaya horisontal = 118....97 540 TRB 4 350..300.OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

Digunakan angkur mutu baja 52 Gaya gesek = 0.5 = 100 cm Diambil kedalaman angkur 60 cm.625 mm2 Jumlah angkur = = A a A 490. TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .58 σ Luas penampang = Dipakai Angkur diameter 25 mm a = ¼ x Π x d2 = ¼ x 3.625 Panjang angkur max = 40 x d = 40 x 2.14 x 252 = 490.192 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.08 x v gaya gesek 0.3.6 Perhitungan Angkur Angkur berfungsi menahan gaya gesekan kesamping.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful