V-1

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

BAB V

PERHITUNGAN KONSTRUKSI
5.1 DATA PERENCANAAN BANGUNAN
Direncanakan :

Bentang Jembatan

: 80 meter

Lebar Jembatan

: 9 ( 1 + 7 + 1 ) meter

Jenis Jembatan

: Struktur Rangka Baja

Bangunan Atas
a. Lantai Jembatan
◦ Lebar Lantai Jembatan : 2 x 3,5 meter
◦ Mutu Beton

: 25 Mpa

◦ Tinggi Plat

: 20 cm

b. Lantai Trotoar
◦ Lebar Lantai Trotoar : 2 x 1 meter

◦ Mutu Beton

: 25 Mpa

◦ Tinggi Plat

: 20 cm

Bangunan Bawah
a. Abutment
◦ Mutu beton

: 35 MPa

◦ Mutu tulangan

: 240 MPa

◦ Jenis

: Kontraport

b. Pelat injak
◦ Mutu beton

: 35 MPa

◦ Mutu tulangan

: 240 MPa

c. Bangunan pondasi
◦ Mutu beton

: 40 MPa

◦ Mutu tulangan

: 240 MPa

◦ Jenis

: Tiang pancang

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V-2

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Gambar 5.1 Penampang Memanjang Jembatan

Gambar 5.2 Penampang Melintang Jembatan

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V-3

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

5.2 PERHITUNGAN BANGUNAN ATAS
5.2.1 Perhitungan Sandaran
Railing atau sandaran merupakan pagar untuk pengamanan pengguna
jembatan khususnya pejalan kaki. Menurut Pedoman Perencanaan Pembebanan
Jembatan Jalan Raya halaman 10 :
Tiang-tiang sandaran pada setiap tepi trotoar harus diperhitungkan untuk
dapat menahan beban horizontal sebesar 100 kg/m’ yang bekerja pada
tinggi 90 cm diatas lantai trotoir.
Jika gelagar melintang diasumsikan menggunakan IWF 708x302x15x28215 dan rangka induk diasumsikan menggunakan IWF 428x407x20x35-283
maka tinggi sandaran dari sumbu bawah rangka induk dihitung sebagai berikut :
h1

= tinggi sandaran dari trotoar

= 900 mm

h2

= tinggi trotoar

= 250 mm

h3

= tinggi plat lantai kendaraan

= 200 mm

h4

= tinggi gelagar melintang

= 890 mm (IWF 708x302x15x28-215)

h5

= tebal sayap gelagar melintang = 23 mm

h6

= lebar profil rangka induk

= 407 mm (IWF 428x407x20x35-283)

Gambar 5.3 Tinggi Tiang Sandaran

hs = h1 + h2 + h3 + (h4 – h5 - (1/2 x h6))
= 708 + 250 + 200 + (708 – 23 - (1/2 x 407))
= 1639,5 mm
TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

5) Ls = (5000× 4660.V-4 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI sedangkan tinggi total rangka adalah 6. Data Teknis Profil D TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .809 mm = 369.880 cm Pembebanan pada pipa sandaran : ◦ Beban horizontal (H) = 100 kg/m ◦ Beban vertikal (V) = 7. a. Data Perencanaan σ ijin = 160 MPa E baja = 2.5) 6300 = 3698.13 kg/m (berat sendiri pipa sandaran) Sandaran direncanakan menggunakan pipa φ 76.3 meter Sandaran diasumsikan mempunyai sendi pada rangka utama dengan panjang sandaran yang menumpu pada rangka utama sebesar (pada tengah bentang) : Dengan menggunakan rumus segitiga : Ls 5000 = 6300 (6300 − 1639.3 mm (3 inchi).1 x 105 MPa b.

63 cm t = 0.254 × 3.698 = 2 185.085 cm G = 7.13 kg/m I = 59.6 cm R 2 = V + H2 = 7.V-5 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI D = 7.13 2 + 100 2 = 100. = 1 × q × Ls 2 = 1 × 100.698 = 185.369 kg 2 Momen yang terjadi pada pipa sandaran : Mu = 1 × q × Ls 2 8 = 1 × 100.4 cm 2 F = 9.369 kg Kontrol terhadap Bahan dan Tegangan yang Ada 1) Terhadap lendutan TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .60 cm W = 15.5 cm4 i = 2.254 × 3.254 × 3.374 kgm 8 Geser yang terjadi pada pipa sandaran : D c.254 kg/m RAV = = 1 × q × Ls 2 1 × 100.698 2 = 171.

2 Perhitungan Lantai Trotoar Fungsi utama trotoar adalah memberikan layanan yang optimal bagi pejalan kaki baik dari segi keamanan maupun kenyamanan..3 ( 3 inchi ) dapat dipakai untuk sandaran.8 = 1......55 kg/cm2 < 1600 kg/cm2.OK 15.6 = 48..58 x 1600 = 928 kg/cm2 τ < τ ijin .369 x 15..95 cm < = = 2.V-6 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5 x qh x l 4 l < 384 E I 180 l 5 x 1.5 2) Terhadap momen σ u < σ ijin Mu = σ ijin W 17137..58 x σ ijin = 0.6 3) Terhadap geser τ = DxS = 185.1 x 10 x 59.003x 369...8 4 369.. 5..2.4 = 1098.OK Jadi pipa φ 76.054 cm…OK 6 180 180 384 x 2.. Kerb yang terdapat pada tepi – tepi lantai kendaraan diperhitungkan untuk dapat menahan beban satu horisontal ke arah melintang jembatan sebesar ( P ) = 500 kg/m2 yang bekerja pada puncak kerb yang bersangkutan atau pada tinggi 25 cm diatas permukaan lantai kendaraan apabila kerb lebih tinggi dari 25 cm... Berdasar PPJJR 1987 : Kontruksi trotoar harus diperhitungkan terhadap beban hidup ( q ) = 500 kg/m2.600 kg/cm2 l 59..5 τ ijin = 0... TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

4 Pembebanan pada Trotoar a.00 x 1.5 = 312.5 kgm • MP2 = 500 x 0.V-7 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.00 x 500 = 500 kg 3) Akibat Momen yang terjadi di titik A • MP1 = 625 x 0. Pembebanan 1) Akibat Beban Mati • P1 (berat trotoar) = 0.45 = 225 kgm + M total (Mu) = 1037.00 x 2500 = 500 kg 2) Akibat Beban Hidup • H1 (beban pejalan kaki) = 1. Perhitungan Tulangan TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 = 250 kgm • MH1 = 500 x 0.20 x 1.5 kgm c.00 x 2500 = 625 kg • P2 (berat pelat jembatan) = 0.00 x 500 = 500 kg • H2 (beban tumbukan (pada trotoar)) = 1.5 = 250 kgm • MH2 = 500 x 0.25 x 1. Data Perencanaan • f’c = 25 MPa • γ c = 2500 kg/m3 • fy = 240 MPa • φ = 16 mm • d = h – p – ½ φ tulangan = 250 – 40 – 8 = 202 mm b.00 x 1.

4 = 0.85 ⎛⎜ 0.8 x 2400 (1-0.85 fy 600 + fy ⎝ ⎠ ρ max = 0.5 -2 ρ x 0.013 Karena ρ min > ρ → dipakai ρ min = 0.OK Menurut SKSNI T15-1991-03 pasal 3.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.0087 < max….85 600 + 2400 ⎠ ρ max = 0.0025 x b x d As = 0.85 x 250 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.202 250 9031 ρ 2 – 1920 ρ + 2.75 x 0.6 mm2 Dipakai tulangan φ 16 .16. dalam arah tegak lurus terhadap tulangan utama harus disediakan tulangan pembagi (untuk tegangan susut dan suhu) → untuk fy = 240 MPa As = 0.0058 A = ρ x b x d = 0.0013 ρ min = 1.588 x ρ x 2400 ) 2 x 10 = 1 x 0.12.8xfy (1-0.543 = 0 ρ = 0.V-8 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI fy Mu -2 ρx0.85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.0058 x 1000 x 202 = 1171.0058 fy 240 ρ max = 0.4 = 1.150 (As = 1340 mm2) Checking : ρ = As terpasang (b x d) 1340 ρ (1000 x 202) = 0.588 x ρ x 2 x 10 = f 'c ) bd 1037.0025 x 1000 x 202 = 505 mm2 Digunakan tulangan bagi D12-200 (A = 565 mm2) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

2.5 Pelat Lantai Kendaraan a.20 x 1. Perhitungan Momen Lentur Pada Pelat Lantai Kendaraan 1) Akibat Beban Mati : • Berat sendiri pelat = 0.3 Perencanaan Pelat Lantai Kendaraan Gambar 5.00 x 2500 = 500 kg/m • Berat aspal = 0.00 x 2200 = 110 kg/m • Berat air hujan = 0.05 x 1.00 x 1000 = 50 kg/m + ∑ qDL = 660 kg/m Momen Tumpuan = Momen Lapangan = 1/10 x q x L2 = 1/10 x 660 x 1.752 = 202.05 x 1. Data Perencanaan • Mutu Beton (f’c) = 25 MPa • Mutu Tulangan (fy) = 240 MPa • Tebal Pelat Lantai = 20 cm • Tebal Perkerasan = 5 cm • φ tulangan rencana = 14 mm • Tebal Selimut Beton (p) = 40 mm ( untuk konstruksi lantai yang langsung berhubungan dengan cuaca ) • • Berat jenis beton ( γc ) Berat jenis aspal ( γa ) = 25 kN/m3 = 2500 kg/m3 = 22 kN/m2 = 2200 kg/m3 b.125 kgm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V-9 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.

10 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 2) Akibat Beban Hidup ( T ) : Untuk perhitungan kekuatan lantai kendaraan atau sistem lantai kendaraan jembatan harus digunakan beban ” T ” yaitu beban yang merupakan kendaraan truck yang mempunyai beban roda ganda ( Dual Wheel Load ) sebesar 10 ton.8 m ty = ( 30 + ( 2 x 15 )) = 60 cm = 0.333 kg/m2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .6 m o Penyebaran Beban ” T’ ” 10000 T’ = 0.8 x 0.6 Beban ” T ” o Beban ” T ’’ = 10 ton o Bidang kontak pada sumbu plat tx = ( 50 + ( 2 x 15 )) = 80 cm = 0.6 = 20833. Gambar 5.

333 x 0.457 Lx 1.V .8 tx = = 0.75 Dari tabel Bittner : Fxm = 0.7 Penyebaran Beban ” T ” pada Kondisi 1 o tx = 0.343 Ly 1.60 m o Lx = 1.75 ty 0.00 m 0.000 kgm Mym = Fym x T’ x tx x ty TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .1529 x 20833.80 m o ty = 0.75 m o Ly = 5.6 = 1529.1529 Fym = 0.6 = = 0.8 x 0.0865 Momen maksimum pada kondisi 1 ( satu roda ditengah pelat ) : Mxm = fxm x T’ x tx x ty = 0.11 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • Kondisi 1 ( satu roda ditengah pelat ) Gambar 5.

6 = 865.8 x 0.000 kg • Kondisi 2 ( dua roda berdekatan ) Gambar 5.75 m tx = lx 1.75 = 1.V .75 1.12 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 0.6 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .0865 x 20833.333 x 0. yaitu : ƒ Bagian 1 o tx = 1.8 Penyebaran Beban ” T ” pada Kondisi 2 Luas bidang kontak diatas dapat dihitung menjadi 2 bagian.0 o ty = 0.

6 = 1977.75 × 0.3 × 0.13 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 0.750 kgm Mym2 = ƒym × T’ × tx × ty TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .3 1.3 m o ty = 0.343 ty = lx o lx = 1.75 = 0.0572 × 20833.6 = 789.333 × 1.250 kgm ƒ Bagian 2 o tx = 0.171 ty = lx 0.2106 × 20833.6 m o lx = 1.75 × 0.500 kgm Mym1 = ƒym × T’ × tx × ty = 0.6 = 1251.1043 Momen yang terjadi : Mxm2 = ƒxm × T’ × tx × ty = 0.6 1.V .0572 Momen yang terjadi : Mxm1 = ƒxm = × T’ × tx × ty 0.333 × 1.0904 × 20833.6 1.333 × 0.75 m o ly = 5 m Dari tabel Bittner diperoleh : ƒxm = 0.2106 ƒym = 0.75 = 0.343 tx = lx 0.75 = 0.0904 ƒym = 0.75 m o ly = 5 m Dari tabel Bittner diperoleh : ƒxm = 0.

karena menghasilkan nilai momen yang terbesar.3 × 0.14 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 0.75 = 1187. yaitu : • • Momen maksimum pada kondisi 1 (satu roda ditengah pelat) : Mxm = 1529.000 kgm Momen maksimum pada kondisi 2 (dua roda berdekatan) : Mxm = 1187.1043× 20833.6 = 391.125 kgm Dipilih momen pada kondisi 1 (satu roda ditengah pelat).125 kgm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .750 kgm Mym = Mym1 – Mym2 = 1251.000 = 1067.000 kgm Mym = 865.125 + 1529.125 kgm MY = MyDL + MyLL = 202.125 = 860.000 = 1731. Momen total yang terjadi pada pelat tengah akibat beban mati dan beban hidup adalah : MX = MxDL + MxLL = 202.125 kgm Momen maksimum pada kondisi 2 : Mxm = Mxm1 – Mxm2 = 1977.333 × 0.5 – 789.750 kgm Mym = 860.125 + 865.125 kgm Momen maksimum akibat beban hidup “T” diambil dari momen terbesar pada kondisi 1 dan kondisi 2.V .25 – 391.

125 = 2163.0051 2 = 0. Perhitungan Tulangan Pelat Lantai Kendaraan • Tulangan pada arah melintang jembatan (lx) Mx MX = MX = φ .75 × ρ balance = 0.8 × fy × ⎜⎜1 − 0.8 × 240 × ⎜1 − 0.00 × 0.75 × 0.84 ρ 2 − 192 ρ + 0.4 fy = 240 = 0.85 x 25 x 0.639 = 936.0645 ρ max ρ min = 0.639Nm 0.947 = ρ × 0.8 b = 1.85 ⎞ ⎜ ⎟ 240 ⎝ ⎠ ⎛ 600 ⎞ ⎟⎟ x ⎜⎜ ⎝ 600 + 240 ⎠ = 0.8 ( factor reduksi untuk menahan momen lentur ) 1731.⎜ φ⎟ ⎝2 ⎠ = 200 – 40 – 8 = 152 mm = 0.0483 = 1.753 kN/m2 2 1.4 1.V .645 ρ ) ⎛ = 0. φ = 0.85 × f ' c × β1 ⎞ ⎛ 600 ⎞ ⎜⎜ ⎟⎟ × ⎜⎜ ⎟⎟ fy ⎝ ⎠ ⎝ 600 + fy ⎠ = ⎛ 0.588 × ρ × f ' c ⎟⎠ ⎝ 0.588 × ρ × 0.947 = 0 ρ ρ 1 = 0.00 m d ⎛1 ⎞ = h – p .152 m Mx bd 2 = 21.152 Mx bd 2 = ⎟ ρ × 0.906 kgm = 21.00583 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .0645 = 0.172 ρ balance = ⎛ 0.936753 Mpa fy ⎞ ⎛ ⎝ 240 ⎞ ⎟ 25 ⎠ 1083.15 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI c.947 = 192 ρ (1 − 5.

0645 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .00 × 0.00 × 0.p .16 .125 = 1333.743 = ρ × 0.00 m d ⎛1 ⎞ = h .174 = ⎛ 0.85 × f ' c × β1 ⎞ ⎛ 600 ⎞ ⎟⎟ ⎟⎟ × ⎜⎜ ⎜⎜ fy ⎠ ⎝ 600 + fy ⎠ ⎝ = ⎛ 0.136 2 My bd 2 = ⎟ ρ × 0.8 × 240 × ⎜1 − 0.⎜ φ ⎟ ⎝2 ⎠ 1067.8 × fy × ⎜⎜1 − 0.906 kgm = 13. ρ 2 = 0.φtul X .8 = 200 . Syarat.136 m My bd 2 = 13.33906 = 724.588 × ρ × f ' c ⎟⎠ ⎝ 0.33906 kNm 0.8 = 136 mm = 0. karena ρ < ρ min maka digunakan ρ = ρ min = 0.645 ρ ) fy ⎞ ⎛ ⎛ ⎝ 240 ⎞ ⎟ 25 ⎠ 1083.16 mm2 Digunakan tulangan Ø 14 – 150 (As = 1026 mm2) • Tulangan pada arah memanjang jembatan (ly) My φ .00325 .V .588 × ρ × 0.85 x 25 x 0.152 × 10 6 = 886.85 ⎞ ⎜ ⎟ 240 ⎝ ⎠ ⎛ 600 ⎞ ⎟⎟ x ⎜⎜ ⎝ 600 + 240 ⎠ = 0.40 .743 = 192 ρ (1 − 5.743 = 0 ρ 1 ρ balance = 0.00583 As = ρ × b × d × 10 6 = 0.742948 Mpa 1.8 ( factor reduksi untuk menahan momen lentur ) My = My = b = 1.16 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ρ min < ρ < ρ max . φ = 0.84 ρ 2 − 192 ρ + 0.948 kN/m2 = 0.00583 × 1.

karena ρ < ρ min maka digunakan ρ = ρ min = 0.88 mm2 Digunakan tulangan Ø 12 – 125 (As = 905 mm2) d.512 mm = 7.2(80 − 1. 2) = 80 2 x 185 − 1. Cek Deck Slab Direncanakan menggunakan dek baja type Ribdeck 80 dengan dimensi sebagai berikut : t = 1.V .75 × 0.2(80 − 1.4 fy = 240 = 0.6 cm4 YNA = 42.136 × 10 6 = 792.848 mm2 I = 237.25 cm Mencari momen lawan (Wx) y2 y1 = 80 2 x 185 − 1. 2) 2 x3 2 x (80 2 x185 − 1.2(80 − 1.8 kg/m2 A = 1.851 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . 2) 2 x3 = 1. Syarat.17 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ρ max ρ min = 0.00583 As = ρ × b × d × 10 6 = 0.00583 × 1.488 mm = 0.00583 ρ min < ρ < ρ max .0483 = 1.2(80 − 1.488 = 78.75 × ρ balance = 0.2 mm W = 14.5 mm = 4.4 1. 2) = 80 – 1.0645 = 0.148 cm 2 x (80 2 x185 − 1.00 × 0.

263 cm 3 7..263 cm3 Cek tegangan yang terjadi : σ terjadi M < σ 2163..503 kg/cm2 < 1867 kg/cm2…….263 < 1867 kg/cm = 71.405 cm 3 0.851 Untuk Wx dipakai W2 = 30.OK = = Wx 5.148 W2 = 237.4 Perencanaan Gelagar Memanjang TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .2.18 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI W1 = 237.V .906 30.6 = 1605..6 = 30.

Gambar 5. dan beban garis “P” ton per jalur lalu lintas tersebut.19 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gelagar jembatan berfungsi untuk menerima beban-beban yang bekerja diatasnya dan menyalurkannya ke bangunan dibawahnya. Pembebanan pada gelagar memanjang meliputi : • Beban mati Beban mati terdiri dari berat sendiri gelagar dan beban-beban yang bekerja diatasnya (pelat lantai jembatan.V . perkerasan. dan air hujan) • Beban hidup Beban hidup pada gelagar jembatan dinyatakan dengan beban “D” atau beban jalur.9 Pemodelan Beban Gelagar Memanjang Data teknis perencanaan gelagar memanjang : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . yang terdiri dari beban terbagi rata “q” ton per meter panjang per jalur.

10 Pembebanan Pada Gelagar Tepi 1.2.1 Gelagar tepi Gambar 5.00 x 2500 = 625 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Perhitungan momen lentur pada gelagar tepi a.4.25 x 1.20 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ◦ Mutu beton (f’c) = 25 Mpa ◦ Mutu baja (fy) = 240 Mpa ◦ Berat isi beton bertulang = 2500 kg/m3 ◦ Berat isi beton biasa = 2200 kg/m3 ◦ Berat isi aspal = 2200 kg/m3 ◦ Tebal pelat lantai kendaraan = 20 cm ◦ Tebal lapis perkerasan = 5 cm ◦ Tinggi trotoar = 25 cm ◦ Jarak antar gelagar melintang = 500 cm 5. Beban mati • Beban mati ( qD1) akibat pelat lantai trotoar dan beban diatasnya : ◦ Berat Trotoar = 0.V .

00 x 1000 = 50 kg/m ◦ Berat Dek Baja = 1.875 x 1000 = 50 ◦ Berat Dek Baja = 0.5 kg/m ◦ Berat air hujan = 0.875 x 11.681 kg/m Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qD 2 x 3L2 − 4a 2 24 ( ) 593.V .00 x 2500 = 500 kg/m ◦ Berat air hujan = 0.875 x 2200 = 96.35 kg/m Beban mati akibat ( qD2 ) pelat lantai trotoar dan beban diatasnya : ◦ Berat Perkerasan = 0.681 x 3 x 52 − 4 x 0.35 = 11.35 = qD2 kg/m 9.875 x 2500 = 437.05 x 0.25 kg/m ◦ Berat Pelat lantai = 0.20x 1.00 x 11.20 x 0.35 kg/m + qD1 • = 1311.05 x 0.21 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ◦ Berat Pelat lantai = 0.8752 24 ) = qE x L2 8 = qE x 52 8 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .05 x 1.931 kg/m + = 593.

465 kgm b.V .439 kg/m Berat Sendiri Profil Gelagar Memanjang ( qD3 ) = 49. maka : q = 1.6 ) Jadi beban Mati Total ( qDL ) = qD1 + qE + qD3 = 1311.35 + 569.1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.389 x 5 = 4825.6 = 1930.973 kg Momen maksimum akibat beban mati ( Mmak DL ) : Mmax DL = 1 8 x qDL x L2 = 1 8 x 1930.65 t/m Untuk perhitungan momen dan gaya lintang : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .389 kg/m Gaya geser maksimum akibat beban mati ( Dmak DL ) : Dmak DL = ½ x q x L = ½ x 1930.439 + 49.22 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI qE • = 569.6 kg/m ( Diasumsikan menggunakan profil IWF 350 x 175 x 7 x 11 – 49.1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1. Beban Hidup • Beban terbagi rata (“q”) Bentang jembatan = 80 m.389 x 52 = 6032.

q’ = 50 % × 525 kg/m = 262. dimana : = faktor distribusi.75 × α × s ' × K dimana : = koefisien kejut.25 + 300 • = 562.75 = 0.875 2.V .50 meter. Beban hidup pada trotoar = 500 kg/m2 Pengaruh beban hidup pada trotar (q) q = 60% x ( 1.525 t/m = 525 kg/m Ketentuan penggunaan beban “D” dalam arah melintang jembatan : o Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan lebih besar dari 5.75 = 1.50 meter sedang lebar selebihnya dibebani hanya separuh beban “D” (50%).23 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban terbagi rata (q’) α q = 2.00 bila kekuatan gelagar melintang tidak diperhitungkan s’ = lebar pengaruh beban hidup pada gelagar tepi s’ = 1.875 2 q’ = q × α × s′ 2.25 kg/m Beban garis “P” P = 12 ton.75 bila kekuatan gelagar melintang diperhitungkan.00 x 500 ) = 300 kg/m Beban Hidup terbagi rata pada gelagar tepi : q’ = 262. diperhitungkan beban sebesar 60% beban hidup trotoar. α = 1.5 kg/m o Untuk perhitungan kekuatan gelagar karena pengaruh beban hidup pada trotoar.75 × α × s ′ .75 x 0. yang ditentukan dengan rumus : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . α = 0. beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada lebar jalur 5.65 x 0. Untuk perhitungan momen dan gaya lintang : Beban garis (P’) K P = 2.750 × 1 = 0.

25 x 5 ) = 2231.50 meter. beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada lebar jalur 5.153 = 1 + ⎜⎜ ⎝ (50 + L ) ⎠ ⎝ (50 + 80) ⎠ P = 2.302 T = 3302 kg Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan lebih besar dari 5.875 x 1.153 2. P’ = 50 % × 3302 = 1651 kg Gaya geser maksimum akibat beban hidup ( Dmak LL ) : DmakLL = ½ p’ + ½ q’ L = ( ½ x 1651 ) + ( ½ x 562.25 × 5 2 ⎟ + ⎜ ×1651× 5 ⎟ ⎠ ⎠ ⎝4 ⎝8 = 3820.973 kg + 2231.125 kg Momen maksimum akibat beban hidup (Mmak LL) : ⎛1 ⎛1 ⎞ 2⎞ MmaxLL = ⎜ × q ′ × l ⎟ + ⎜ × P × l ⎟ ⎝8 ⎠ ⎝4 ⎠ ⎞ ⎞ ⎛1 ⎛1 = ⎜ × 562.V .75 = 3.098 kg Momen total pada gelagar tepi : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75 × α × s ' × K = 12 x 0.24 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI K P’ ⎛ 20 ⎞ ⎛ 20 ⎞ ⎟⎟ = 1 + ⎜⎜ ⎟⎟ = 1.781 kgm Gaya geser total pada gelagar tepi : Dtot = DmakDL + Dmak LL = 4825.75 x 0.50 meter sedang lebar selebihnya dibebani hanya separuh beban “D” (50%).125 kg = 7057.

758 cm3 Digunakan profil baja IWF 350 × 175 x 7 x 11 – 49..25 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Mtot = Mmax DL + Mmax LL = 6032.6 kgcm σ Bj 44 = 1867 kg/cm2 Wx = Mtot σ = 985324.6 1867 = 527.1 × 10 )× 13600 < δ ijin = 0.7 3.00 cm………. Pendimensian profil gelagar tepi Mtot = 9853.623) × 500 4 1651 × 500 3 < + 6 6 500 384 × (2.95 Momen Lawan Wx Wy 775 112 3.781 kgm = 9853.14 Ukuran (mm) 13600 984 Jari-jari Inersia ix iy 14.6 Profil Berat WF (kg/m) A B t1 t2 r 350 x 175 49.862 cm < 1.246 kgm 2.712 + 0.OK Kontrol terhadap tegangan lentur yang terjadi ( σ ) : σ terjadi = M tot Wx < σ TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .00 cm = 0.V . Kontrol terhadap bahan dan tegangan • Kontrol terhadap lendutan ( δ ) δ max • = 5 × q tot × L4 P × L3 + 384 EI x 48 EI x = L 5 × (19.1 × 10 )× 13600 48 × (2.465 kgm + 3820.303 + 5.150 < 1.246 kgm = 985324.6 350 175 7 11 14 Momen Inersia Ix Iy Luas tampang 63..

386 kg/cm2 • < 1867 kg/cm2…….64 < 0.64 cm2 τ terjadi = Dmax Aweb < τ = 7057 24.58 × σ < 1082.6 775 < 1867 kg/cm = 1271.404 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .1)) = 24.V .86 kg/cm2………OK = 286.OK Kontrol terhadap tegangan geser yang terjadi ( τ ) Dmax = ⎛1 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ × qtot × L ⎟ + ⎜ × P ⎟ ⎝2 ⎠ ⎝2 ⎠ = ⎛1 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ × (19..303 + 5..14 .623) × 500 ⎟ + ⎜ × 1651⎟ ⎝2 ⎠ ⎝2 ⎠ = 7057 kg Aweb = Aprofil – Aflens = 63.26 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 985324.(2 × (17 ..5 × 1.

05 × 0. Beban mati = 0.V .2.20 × 0.50 kg/m • Berat air hujan = 0.05 × 0.75 • Berat profil dan dek baja = 0.875 x 11.931 kg/m kg/m + = 587.25 kg/m • Berat lapis perkerasan • Berat pelat lantai kendaraan = 0.4.875 × 2200 = 96.2 Gelagar tengah Gambar 5.875 × 1000 = 43.11 Penampang Melintang Gelagar Tengah 1) Perhitungan momen lentur pada gelagar tengah a.35 = qDL 9.875 × 2500 = 437.431 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .27 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.

888 + 49.6 ) Beban Mati Total ( qDL ) = 1126.28 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) ( 587.8752 24 ) qE = qE x L2 8 = qE x 52 8 = 563.6 = 1176.6 kg/m ( Diasumsikan menggunakan profil IWF 350 x 175 x 7 x 11 – 49.V .5 kgm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .888 kg/m Berat Sendiri Profil Gelagar Memanjang = 49.431 x 3 x 52 − 4 x 0.480 x 5 = 2941.480 kg/m Gaya Geser maksimum akibat beban mati ( Dmak DL ) : Dmak DL = ½ x q x L = ½ x 1176.2 kg Momen maksimum akibat beban mati ( Mmax DL ) : MmaxDL = 1 × q DL × l 2 8 = 1 × 1176.480 × 5 2 8 = 3676.444 kg/m Beban mati yang bekerja pada gelagar Tengah = 2 x qE = 2 x 563.444 = 1126.

Beban Hidup • Beban terbagi rata (“q”) Bentang jembatan = 80 m. beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada lebar jalur 5.153 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 kg/m • Beban garis “P” P = 12 ton Untuk perhitungan momen dan gaya lintang : Beban garis (P’) P = 2. maka : q = 1.V .75 m q’ = 1. α = 0.5 kg/m 2. Beban Hidup terbagi rata pada gelagar tengah : q’ = 100 % × 787. dimana : K = koefisien kejut.75 × 1.29 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI b.7875 t/m = 787.00 bila kekuatan gelagar melintang tidak diperhitungkan s’ = lebar pengaruh beban hidup pada gelagar tepi = 1.75 bila kekuatan gelagar melintang diperhitungkan.65 t/m Untuk perhitungan momen dan gaya lintang : Beban terbagi rata (q’) q = 2. yang ditentukan dengan rumus : ⎛ 20 ⎞ ⎛ 20 ⎞ ⎟⎟ = 1 + ⎜⎜ ⎟⎟ = K = 1 + ⎜⎜ ⎝ (50 + 80) ⎠ ⎝ (50 + 80) ⎠ 1.75 = 0. α = 1.75 × α × s ′ dimana : α = faktor distribusi.50 meter sedang lebar selebihnya dibebani hanya separuh beban “D” (50%).75 × α × s ' × K .1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1.65 × 0.50 meter.75 Ketentuan penggunaan beban “D” dalam arah melintang jembatan : o Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan lebih besar dari 5.5 kg/m = 787.

beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada lebar jalur 5.153 2.50 meter sedang lebar selebihnya dibebani hanya separuh beban “D” (50%).604 T = 6604 kg Ketentuan penggunaan beban “D” dalam arah melintang jembatan : Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan lebih besar dari 5.75 × 1.50 meter.20 kg + 5270.75 kg Momen maksimum akibat beban hidup (Mmax LL) : Mmax = = ⎛1 ′ 2 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ ×q ×l ⎟ + ⎜ × P×l⎟ ⎝8 ⎠ ⎝4 ⎠ ⎞ ⎛1 ⎛1 2⎞ ⎜ × 787.75 × 1.5 × 5 ⎟ + ⎜ × 6604 × 5 ⎟ 8 4 ⎠ ⎠ ⎝ ⎝ = 10715.5 x 5 ) = 5270.75 = 6.938 kgm Gaya geser total pada gelagar tengah : Dtot = DmakDL + Dmak LL = 2941.95 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75 kg = 8211.30 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI P’ P = 2. P’ = 100 % × 6604 = 6604 kg Gaya geser maksimum akibat beban hidup ( Dmax LL ) : DmakLL = ½ p’ + ½ q’ L = ( ½ x 6604 ) + ( ½ x 787.75 × α × s ' × K = 12 × 0.V .

.14 Ukuran (mm) Momen Inersia Ix Iy 13600 984 Jari-jari Inersia ix iy 14.00 cm = 0.V .00 cm……….7 kgcm σ Bj 44 = 1867 kg/cm2 Wx = Mtot σ = 1439243.7 = 770.6 350 175 7 11 14 Luas tampang 63..559 + 0.409 < 1.31 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Momen total pada gelagar tengah : Mtot = Mmax DL + Mmax LL = 3676.885 cm3 1867 Digunakan profil baja IWF 350 × 175 x 7 x 11 – 49.938 = 14392.6 Profil Berat WF (kg/m) A B t1 t2 r 350 x 175 49.968 cm < 1.OK Kontrol terhadap tegangan lentur yang terjadi ( σ ) : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .50 + 10715.437 kgm 2) Pendimensian Profil gelagar tengah Mtot = 14392.7 3.764 + 7.875) × 500 4 6604 × 500 3 < + 6 6 384 × (2.437 kgm = 1439243.95 Momen Lawan Wx Wy 775 112 3) Kontrol terhadap bahan dan tegangan • Kontrol terhadap lendutan ( δ ) δ max 5 × q tot × L4 P × L3 + = 384 EI x 48 EI x = • < δ ijin L 5 × (11.1 × 10 )× 13600 48 × (2.1 × 10 )× 13600 500 = 0.

764 + 7.38 cm2 τ terjadi = Dmax Aweb < τ = 8211.V .875) × 500 ⎟ + ⎜ × 6604 ⎟ ⎝2 ⎠ ⎝2 ⎠ = 8211.58 × σ < 1082..9 × 1.7 775 < 1867 kg/cm = 1857.(2 × (19 ..86 kg/cm2………OK = 289.75 kg Aweb = Aprofil – Aflens = 72.75 28.38 < 0.349 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .OK Kontrol terhadap tegangan geser yang terjadi ( τ ) Dmax = ⎞ ⎞ ⎛1 ⎛1 ⎜ × qtot × L ⎟ + ⎜ × P ⎟ ⎠ ⎠ ⎝2 ⎝2 = ⎛1 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ × (11.16 .088 kg/cm2 • σ < 1867 kg/cm2……..32 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI σ terjadi = M tot Wx < = 1439243.1)) = 28.

perkerasan. Pemakain dek baja dibawah pelat beton berfungsi sebagai cetakan tetap dan untuk menahan momen positif yang terjadi pada pelat beton.2. Pemasangan dek baja sejajar dengan gelagar melintang. Untuk menjaga agar lekatan ini tetap ada. b.2. dan air hujan). elemen struktur komposit terbentuk melalui kerjasama antara gelagar melintang dengan pelat beton.V . perlu adanya penghubung geser (shear conector) yang berfungsi untuk menahan gaya geser yang terjadi pada bidang pertemuan antara pelat beton dengan gelagar melintang.5 Perencanaan Gelagar Melintang Pembebanan pada gelagar melintang meliputi : a. Beban Hidup Beban hidup pada gelagar jembatan dinyatakan dengan beban “D“atau beban jalur. yang terdiri dari beban terbagi rata “q” ton permeter panjang perjalur lalu lintas tersebut.33 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.1 Kondisi Pre Komposit Kondisi pre komposit adalah kondisi dimana pelat beton belum mengeras dan beban hidup belum bekerja TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Factor penting dalam struktur komposit adalah lekatan antara gelagar melintang dengan pelat beton harus tetap ada. pelat lantai jembatan.5. Beban Mati Terdiri dari berat sendiri gelagar dan beban yang bekerja diatasnya (gelagar memanjang. 5. Pada jembatan rangka baja.

Perhitungan Momen Lentur Gelagar Melintang Gambar 5.12 Beban Mati Pada Kondisi Pre Komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .34 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 1.

875 x 2500 = 437.05 x 1.V .35 kg/m + = 1311.25 x 1.20 x 0.20 x 1.00 x 11.35 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P1 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P1 = q1 x L = 1311.00 x 2500 = 500 kg/m Berat air hujan = 0.00 = 6556.05 x 0.5 Berat air hujan = 0.875 x 1000 = kg/m 43.00 x 1000 = 50 kg/m Berat dek baja = 1.35 x 5.75 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75 kg Beban P2 Berat plat lantai kendaraan = 0.00 x 2500 = 625 kg/m Berat plat lantai = 0.35 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban P1 Berat trotoar = 0.35 = 11.

05 x 0.20 x 0.620 kg Beban P3 Berat gelagar memanjang IWF 350 x 175 x 7 x 11 – 49.123 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P2 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P2 = qE x L = 471.8752 24 ) = qE x L2 8 = qE x 52 8 qE = 471.00 = 2355.6 = 49.18 kg/m Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) ( 491.36 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Berat dek baja = 0.18 x 3 x 52 − 4 x 0.123 x 5.6 x 5.875 x 2500 = 437.6 kg/m P3 = 49.V .75 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 Berat air hujan = 0.875x 11.93 kg/m + = 491.35 = 9.00 = 248 kg Beban P4 Berat plat lantai kendaraan = 0.875 x 1000 = kg/m 43.

23 kg Beban q4 Berat plat lantai kendaraan = 0.875 x 2500 = 437.05 x 0.123 x 5.35 = 9.00 ) + ( 49.6 x 5 ) = 4994.8752 24 qE ) = qE x L2 8 = qE x 52 8 = 471.123 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P4 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P4 = ( 2 qE x L ) + ( berat gelagar memanjang x 5 ) = ( 2 x 471.875 x 1000 = kg/m 43.5 Berat air hujan = 0.93 kg/m + = 491.V .37 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Berat dek baja = 0.18 kg/m Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) ( 491.20 x 0.875x 11.18 x 3 x 52 − 4 x 0.75 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

906 kg/m Reaksi Perletakan : RA = RB = (3xP4) + (2 x ( P1 + P2 + P3)) + (qE x L )) 2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .18 x 1.752 8 qE = 327.18 x 1.V .35 = 9.7 52 12 491.38 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Berat dek baja = 0.875x 11.93 kg/m + = 491.453 kg/m = beban merata ekivalen yang bekerja = 2 x qE = 654.18 kg/m Beban segitiga diubah menjadi beban merata ekivalen : qE x L2 12 qE x L2 8 = 491.

5 ) − (4994 .75) − (qE x 3.913 + 2176.23) + (2 x 9160.788 kgm = 3966478.8 = 2124.V .519 cm3 1867 Digunakan profil baja IWF 708x302x15x28-215 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .98 kg Momen maksimum akibat beban mati : = (RAV x 4.788 kgm 2.5 x 1.906 x 3.913 kgm Berat sendiri gelagar melintang = 215 kg/m Asumsi gelagar melintang memakai profil IWF 708x302x15x28-215 RP = ½ x q x L = ½ x 215 x 9 = 967. Pendemensian Gelagar Melintang MPRA = 39664.75) = (18288 .8 kgcm σ Bj 44 = 1867 kg/cm2 Wx = Mtot σ = 3966478.75 ) = 37487.5 ) − (P 4 x1.23 x 1.37) + (654.5 kg MP = 1 8 1 8 = x q x L2 x 215 x 92 = 2176.5 x 1.875 kgm Perhitungan geser dan momen yang bekerja pada kondisi Pra-Komposit : DPRA = 18288.37 x 3.5 = 19256.39 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = = (3x4994.75 ) − (654 .5) − ( ( P1+ P 2 + P3) x 3.5 ) − (9160 .98 + 967.48 kg MPRA = 37487.875 = 39664.98 x 4.906 x 5)) 2 18288.

906 x 7) 9 = 724.37 kg dan P2 = 4994. Kontrol Tergadap Bahan Dan Tegangan o Kontrol terhadap lendutan ( δ ) q = (215 x 9) + (654.V .243 kg/cm o Akibat beban terpusat di tepi P1 = 9160.4 a22 ) = 24 EI 24 EI TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .40 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Profil Berat WF (kg/m) A B t1 t2 r 708 x 302 215 708 302 15 28 28 Luas Ukuran (mm) Momen Inersia tampang Ix Iy 273.86 Momen Lawan Wx Wy 6700 853 3.6 237000 12900 Jari-jari Inersia ix iy 29.371 kg/m = 7.4 6.4 a12 ) + (3 L2 .23 kg δ1 = P1 x a1 P1 x a2 (3 L2 .

4 x 1002 ) 4994.23 kg δ 2 = P2 x L3 48 EI = 4994.183 + 0.41 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 9160.152 + 0.052 = 0.37 x 100 (3 x 9002 .052 cm 384 x 2.1 x 10 6 x 237000 = 0.427 + 0.23 x 275 (3 x 9002 .V .1x10 6 x 237000 Lendutan total pada kondisi pra komposit adalah : δ total = δ 1 + δ 2 + δ 3 = 0.1 x 10 6 x 237000 24 x 2.1 x 106 x 237000 = 0.244 = 0.427 cm o Akibat beban terpusat di tengah P2 = 4994.152 cm o Akibat berat sendiri gelagar melintang Gelagar melintang adalah IWF 594x302x14x23-175 dengan berat 175 kg/m δ 3 = = 5 xqxL4 384 EI 5 x1.631 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .4 x 2752 ) + 24 x 2.75 x900 4 = 0.23 x 900 3 48 x 2.

745 cm3 τ terjadi = = D pra x Sx < τ b x Ix 19256.OK σ o Kontrol terhadap tegangan geser yang terjadi ( τ ) : Sx = ( 30.2 x 2.359 < 1082.800 cm .42 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Lendutan Ijin ( δ ijin ) δ ijin = 900 = 1.9 x 16.5 x 237000 < 0..……OK o Kontrol terhadap tegangan lentur yang terjadi ( σ ) : σ terjadi = M tot Wx < = 3966478..V .48 x 3532.86 kg/cm2 ………OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .011 kg/cm2 < 1867 kg/cm2…….58 x σ = 191.8 6700 < 1867 kg/cm = 592.3 ) = 3532.800 cm 500 δ PRA.8 x 34 ) + (1.5 x 26.KOMP L 500 = = 0...631 < δ ijin = 1.745 1.

572 kg Mpra = 39664.0112 + ( 3 x 114.OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .8 kgcm PxS τ etrjadi = b x Ix = 11153.906 x 7 ) + ( 215 x 9 ) = 11513.745 1.43 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI o Kontrol terhadap tegangan idiil ditengah bentang ( τ i ) : P = P3 + ( qE x 7 ) + ( qD x 9 ) = 4994.V .23 + ( 654.8 6700 = 592.149 kg/cm2 σ terjadi = = M Wx 3966478.153 kg/ cm2 < 1867 kg/cm2 < 1867 kg/cm2…….572 x 3532.5 x 237000 = 114.149 2 ) = 624.011 kg/cm2 τi = = < σ σ2 + ( 3 xτ2 ) 592.788 kgm = 3966478.

2 Kondisi Post Komposit Kondisi pre komposit adalah kondisi dimana pelat beton telah mengeras dan beban hidup telah bekerja 1.13 Beban Mati Pada Kondisi Post Komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5.2.V . Perhitungan Momen Lentur Gelagar Melintang Beban Mati Gambar 5.44 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.

25 kg/m + = 140 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .25 x 1.45 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban P1 Berat trotoar = 0.V .00 = 3125 kg Beban P2 Berat air hujan = 0.75 kg/m Berat lapis perkerasan = 0.875 x 1000 = 43.00 x 2500 = 625 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P1 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P1 = q1 x L = 625 x 5.875x 2200 = 96.05 x 0.05 x 0.

875x 2200 = 96.V .8752 24 ) qE = qE x L2 8 qE x 52 8 = 134.05 x 0.415 kg Beban P3 Berat air hujan = 0.00 = 671.25 kg/m + = 140 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .283 x 5.05 x 0.46 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) = ( 140 x 3 x 52 − 4 x 0.75 kg/m Berat lapis perkerasan = 0.875 x 1000 = 43.283 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P2 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P2 = qE x L = 134.

75 kg/m Berat lapis perkerasan = 0.V .47 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) = ( 140 x 3 x 52 − 4 x 0.8752 24 ) qE = qE x L2 8 qE x 52 8 = 134.00 ) = 1342.05 x 0.05 x 0.875x 2200 = 96.83 kg Beban q4 Berat air hujan = 0.283 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P4 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P3 = ( 2 qE x L ) = ( 2 x 134.283 x 5.875 x 1000 = 43.25 kg/m + = 140 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

5 ) − (P3x1.666 x 5)) 2 6277.752 8 qE = 93.7 52 12 qE x L2 8 qE x 1.666 kg/m Reaksi Perletakan : RA = RB = = = (3xP3) + (2 x ( ( P1 + P2)) + (qE x L )) 2 (3x1342.415) + (186.5 x 1.75) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .18 x 1.5) − ( ( P1+ P 2) x 3.48 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban segitiga diubah menjadi beban merata ekivalen : qE x L2 12 = 491.333 kg/m = beban merata ekivalen yang bekerja = 2 x qE = 186.V .83) + (2 x 3796.31 kg ( D1) Momen maksimum akibat beban mati : = (RAV x 4.75) − (qE x 3.

5 2.75 o Beban terbagi rata untuk lebar sisanya q2 = 50 % × 3000 kg/m = 1500 kg/m o Beban terbagi rata pada trotoar q3 = 60% x ( 500 x 500 ) = 1.75 ) = 11468.5 ) − (3796 .1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.5 = 3 t/m = 3000 kg/m 2.5 x 1.5 ) − (1342 .415 x 3.49 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = (6277 .75 ) − (186 .5) + ( 2 x 1500 x 0.31 x 4.5 ton/m = 1500 kg/m Reaksi peletakan : RA = RB = = (q1 x 5.613 kgm ( M1 ) b.65 x 5.5) + (2 x q2 x 0.V . Beban Hidup • Beban terbagi rata (“q”) Bentang jembatan = 80 m.83 x 1.75) + (2 x q3 x 1.75) + (2 x 1500 x 1.00) 2 = 10875 kg Momen maksimum yang terjadi akibat beban q : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 m q1 = q x 5.75 = 1.00) 2 (3000 x 5.1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1. maka : q = 1.65 t/m o Beban terbagi rata sepanjang gelagar melintang untuk lebar 5.666 x 3.

75 x 1.0) .182 o Beban P bekerjasepanjang gelagar melintang untuk lebar 5.5) = 0 RB = 66.75x3.5x1.125)–(3000x2.0 x 0.5x1.0)-(1500x0.375) = (10875x4.5x7.5 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 x 3.0x4.5x1.75)–(1.5 x 1.5x1.729167 t = 8729.375) = 28078.5 kg 9 Σ MB = 0 (RA x 9.0 x 8.5 x 7.75 x 3.125) – (q1 x 2.0 x 0.5 x 3.75)–(q3 x 1.5)–(1500x1.(q2 x 0.25)-(q2 x 1.0 x 8.0 x 8.5x1.167 kg ( D2 ) 9 Beban “P” P = 12 ton ⎛ 20 ⎞ ⎟⎟ Koefesien kejut ( K ) = 1 + ⎜⎜ ⎝ (50 + L ) ⎠ K ⎛ 20 ⎞ ⎟⎟ = 1 + ⎜⎜ ⎝ (50 + 80) ⎠ = 1.0)-(q3 x 1.5)–(3x 5.0)-(1.0 x 4.75x1.5) = 0 RA = • 78.50 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = (RA x 4.0)-(q3 x 1.5 x 1.5x1.25)-(1.125 kgm ( M2 ) Menentukan Geser Maksimum ( Dmak ) akibat beban q Reaksi Peletakan Σ MA = 0 (RB x 9.5) = 0 (RA x 9.5) – (1500 x 1.4375 t = 7437.0x 8.0 x 0.5)–(q2 x 1.5)–(1.5x5.25)-(q1 x 5.0 x 0.75)–(q3 x 1.75)–(1.V .9375 = 7.25)-(3x 5.561 = 8.5) = 0 (RB x 9.5 x 5.0)-(1.5)–(q1 x 5.

75 kg Momen maksimum yang terjadi akibat beban garis ”P” Mmax = (RA x 4.5) + (2579 x 0.5) + (P2 x 0.75) 2 (2579 x 0.75) + (P1 x 5.25) = 0 (RB x 9.75 x 3.5) – (P2 x 0.(P1 x 5.125 ) – ( 5158 x 2.75) + (5158 x 5.5x 3.375) = (16118.50 x 7.75 x 3.75) – (P2 x 1.25) = 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .156 kgm ( M3 ) Menentukan Geser Maksimum ( Dmak ) akibat beban P : Reaksi Peletakan : Σ MA = 0 (RB x 9.75 x 1.182 = 5.0) .75 x 1.50 x 7.75) 2 = 16118.5 x 3.75x 4.75) – (2579x1.(5158x5.75 o Beban P untuk lebar sisanya ( 50% dari P1 ) P2 = 50 % × 5158 kg/m = 2579 kg/m Reaksi Perletakan: RA = = (P2 x 0.75 x 1.5) – ( 2579 x 0.0) .158 t/m = 5158 kg/m 2.51 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI P1 = P 12 x K = 2.V .375) = 46986.125) – (P1 x 2.

25) – (P2 x 1.5 x 5.4 m Diambil nilai beff yang terkecil.125 = 17300.0 m beff ≤ 12 × Tebal pelat = = 12× 0.792 kg ( D3 ) 9 Perhitungan Momen dan Geser yang Bekerja • Momen Mpost = Mpra + M1+ M2+ M3 = 39664.48 + 6277.2 = 2.156 = 126197.52 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI RB = 134430.682 kgm • Geser Dpost = Dpra + D1+ D2 + D3 = 19256.25 m Data teknis profil IWF 708 × 302 x 15 x 28 – 215 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .708 kg 9 Σ MB = 0 (RA x 9. Perhitungan Gelagar Komposit Perhitungan lebar efektif : Syarat : 1 Bentang 4 1 × 9.749 kg 2.0) .(P1 x 5.25) – (2579x1.75) = 0 RA = 155707.125 + 46986.75) = 0 (RA x 9.50 x 1.31 + 8729.5 x 5.50 x 1. beff = 2.375 = 14936.613 + 28078.788+ 11468.792 = 51563.25 m = 2.V .0 4 beff ≤ beff ≤ Jarak antar gelagar = 5.167 + 17300.0) -(5158x5.

1 × 10 5 MPa Ec = 4700 = Es Ec n f ' c = 4700 25 = 23500 Mpa 2.6 cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 237000 12900 Jari-jari Inersia ix iy 29.1 x105 = = 8.V .4 6.9 ~ 9 23500 Luas baja ekuivalen ( AEKIVALEN ) : beff b’ = AEKIVALEN = b’ x t n = 2250 = 250 mm = 25 cm 9 = 25 x 20 = 500 cm2 APROFIL = 273.90 Momen Lawan Wx Wy 6700 853 Angka Ekivalen ( n ) : Es = 2.53 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Profil Berat WF (kg/m) A B t1 t2 r 708 x 302 215 708 302 15 28 28 Luas Ukuran (mm) Momen Inersia tampang Ix Iy 273.

8 + ⎟ ⎟⎟ 2 ⎠⎠ ⎝ ⎝ 2 ⎠⎠ ⎝⎝ 9 ⎠ ⎝ ⎛ ⎞⎞ ⎛ 225 ⎜⎜ 273.6 cm2 Titik berat penampang komposit ( Y komp ) : y = ⎛ t ⎞⎞ ⎛ h ⎞⎞ ⎛⎛ b ⎞ ⎛ ⎜⎜ A1 × ⎜ ⎟ ⎟⎟ + ⎜⎜ ⎜ e ⎟ × t × ⎜ h + ⎟ ⎟⎟ 2 ⎠⎠ ⎝ 2 ⎠⎠ ⎝⎝ n ⎠ ⎝ ⎝ ⎛ ⎛b ⎞⎞ ⎜⎜ A1 + ⎜ e × t ⎟ ⎟⎟ ⎝ n ⎠⎠ ⎝ = ⎛ 20 ⎞ ⎞ ⎛ ⎛ 70.743 cm Momen inersia penampang komposit ( Ik ) : = 2 2 ⎛ ⎛ ⎞⎞ ⎛ ⎛ ⎞⎞ ⎜ I + ⎜ A × ⎛⎜ y − h ⎞⎟ ⎟ ⎟ + ⎜ ⎛⎜ 1 × ⎛⎜ be ⎞⎟ × t 3 ⎞⎟ + ⎜ ⎛⎜ be ⎞⎟ × t × ⎛⎜ h + t − y ⎞⎟ ⎟ ⎟ ⎟ ⎜ n ⎜ x ⎜ 1 ⎝ 2 ⎠ ⎟⎠ ⎟⎠ ⎜⎝ ⎜⎝ 12 ⎝ n ⎠ 2 ⎝ ⎠ ⎟⎠ ⎟⎠ ⎠ ⎝⎝ ⎠ ⎝ ⎝ TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .6 + ⎜ x 20 ⎟ ⎟⎟ ⎠⎠ ⎝ 9 ⎝ = 64.54 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Luas penampang komposit ( AKOMPOSIT ) : AKOMPOSIT = AEKIVALEN + APROFIL = 500 + 273.6 x ⎜ ⎟ ⎟⎟ + ⎜⎜ ⎜ ⎟ x 20 x ⎜ 70.6 = 773.8 ⎞ ⎞ ⎛ ⎛ 225 ⎞ ⎜⎜ 273.

743⎟ ⎟ ⎟ ⎜ ⎜ 2 ⎠ ⎟⎠ ⎟⎠ ⎝ 12 2 ⎠ ⎟⎠ ⎝ ⎠ ⎜⎝ ⎝ ⎝ ⎝ = 472572. Gambar 5.55 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 2 2 ⎛ ⎛ 70.078 cm4 Yts = Ybs = 708 = 354 mm = 35.5 mm.6x ⎜ 64.743− + ⎜ x25 x203 ⎟ + ⎜ 25x20x ⎜ 70.V .624 = 618153.14 Titik Berat Penampang Komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .787 + 16666.4 cm 2 Yc = h profil + ½ x h beton = 708 + ½ x 200 = 808 mm = 80.8 cm Balok komposit direncanakan menggunakan dek baja trapesium dengan tinggi rusuk 55 mm dan tebal 4.667 + 128913.8 + − 64.8 ⎞ ⎞⎟ ⎞⎟ ⎛ 1 20 ⎞ ⎞ ⎛ ⎞ ⎛ ⎛ = ⎜ 237000+ ⎜ 273.

2 × (70.078 = 59.. Perhitungan Terhadap Tegangan o Kontrol terhadap tegangan lentur ( σ ) • Pada bagian atas pelat beton σC = = M post × (h + t − y ) n × Ik 12619768.057 618153.739 kg/cm2 • σc < 112..8 ⎞⎟ = 237000 = 763..2 × (70..5 kg/cm2 < Pada sayap atas profil baja σ BS = ⎛h⎞ MD ×⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ + M L × (h − y ) IX IK < σS (3966478...764 + 73...743) 9 × 618153...V ..316 kg/cm2 • ⎝ 2 ⎠ + (2807812.8 + 20 − 64...8 − 64..3) × ⎛⎜ 70..56 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 3.743) < 0.552 = 837..5 kg/cm2.OK Pada sayap bawah profil baja σ BS = ⎛h⎞ MD ×⎜ ⎟ ⎝2⎠ + ML × y IX IK < σS TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6) × 6.106 kg/cm2 • < 0.078 = 13..8 + 1146861..5 + 4698615..078 1867 kg/cm2 < < 1867 kg/cm2.45 × 250 112..45 × 250 9 × 618153..OK < Pada bagian bawah pelat beton σC = = M post × (h − y ) n × Ik σc < 12619768.

194 < 1867 kg/cm2 = 1549..764 + 786..011 kg/cm2 Pada sayap bawah profil baja = 592.15 Diagram Tegangan Sebelum Dan Sesudah Komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .011 kg/cm2 Tegangan sesudah komposit ( post komposit ) Pada bagian atas pelat beton = 59.016 kg/cm2 Pada bagian bawah pelat beton = 13..958 kg/cm2 < 1867 kg/cm2.958 kg/cm2 Gambar 5..57 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI (3966478...V .3) × ⎛⎜ 70.6 ) × 64.8 + 1146861.739 kg/cm2 Pada sayap atas profil baja = 837.5 + 4698615.078 = 763.316 kg/cm2 Pada sayap bawah profil baja = 1549.OK o Diagram tegangan sebelum dan sesudah komposit • • Tegangan sebelum komposit ( pra komposit ) Pada sayap atas profil baja = 592..743 618153.8 ⎞⎟ 137000 ⎝ 2 ⎠ + (2807812..

V - 58

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

o Kontrol terhadap tegangan Geser (τ )

Statis momen terhadap garis netral komposit :

Pada Plat Beton
Sx1 = b’ x t x ek
= 250 x 200 x 160,57
= 8028500 mm3 = 8028,5 cm3

Pada Profil baja
Sx1 = Aprofil x es
= 273,6 x 293,43
= 80282,448 mm3 = 80,282 cm3

τ TERJADI
τ TERJADI

=
=

DPOST x ( S x1 + S x 2 )
< τ
b x Ix
51563,749 x ( 8028,5 + 80,282)
1,5 x 237000

< 0,58 x σ

= 1176,144 < 1082,86 kg/cm2 .....OK

o Kontrol terhadap Lendutan (τ )

1. Akibat beban mati ( pada kondisi pre komposit dan post komposit )
TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 59

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Kondisi pre komposit

Kondisi post komposit

P1

= P PRE KOMPOSIT + P KOMPOSIT
=

P2

= 12956,785 kg

= P PRE KOMPOSIT + P KOMPOSIT
=

qE

9160,37 + 3796,415
4994,23 + 1342,83

= 6337,06 kg

= qE PRE KOMPOSIT + qE KOMPOSIT
=

654,906 + 186,666

qD

= 215 kg/m

q

=

= 841,572 kg/m

(841,572 x 7 ) + ( 215 x 9)

⎛ 5 x q x L4 ⎞

9
⎛ P xa

= 869,556 kg/m

⎛ P x L3 ⎞

⎟⎟ + ∑ ⎜⎜
⎟⎟
δ 1 = ⎜⎜
x (3L2 − 4a 2 )⎟⎟ + ⎜⎜
384
EI
24
EI
X ⎠
X


⎠ ⎝ 48 EI X ⎠

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 60

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

⎛ 5 x 8,67556 x 900 4 ⎞
⎛ 12956,785 x100
⎟⎟ + ∑ ⎜⎜
= ⎜⎜
x 3x900 2 − 4 x100 2
6
6
⎝ 384 2,1 x 10 x237000 ⎠
⎝ 24 2,1x10 x 237000

(

)

(

)


6337,06 x 275
⎜⎜
x 3x 900 2 − 4 x 100 2
6
24
x
(
2
,
1
x
10
)
x
237000

((

(

) (

)⎞⎟⎟ +

))⎞⎟⎟ + ⎛⎜⎜


6337,06 x 9003
⎟⎟
6
⎠ ⎝ 48x (2,1x 10 ) x 237000 ⎠

= 0,148 + 0,259 + 0,348+ 0,193
= 0,948 cm
2. Akibat beban hidup
a. Akibat beban terbagi merata ( ” q ” )

q1 = 3000 kg/m,

q2

= 1500 kg/m,

q3

= 1500 kg/m

b. Akibat beban garis ( ” P ” )

P1 = 5158 kg/m
P2 = 2579 kg/m

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

432 cm < δ ijin = 1.1 × 10 6 )× 618153. 278 kg/m δ2 5 × q ekuivalen × L4 = 384 EI K 5 × 73.75) + (2 xQ3x1) qEKIVALEN 9 = (8158 x 7) + (2 x4079x0.61 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Q1 = q1 + P1 = 3000 + 5158 = 8158 kg/m Q2 = q2 + P2 = 1500 + 2579 Q3 = q3 = 4079 kg/m = 1500 kg/m (Q1 x 7) + (2 xQ2 x0.484 cm Lendutan total ( δ total ) δ total = δ1 + δ 2 = 0.432 cm Lendutan ijin ( δ ijin ) δ ijin = = 900 500 = 1.75) + (2 x1500x1) 9 = = 7358.8 cm δ total = 1.948 + 0.8 cm…………OK L 500 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .58278 × 900 4 384 × (2.484 = 1.078 = = 0.

415 kg = 12956. atau kurang dari 800 mm ƒ Jarak antar stud tegak lurus balok tidak boleh kurang dari d + 3 cm ƒ Panjang minimal stud 4d ƒ Jarak minimal ujung stud dengan permukaan beton 4 cm Perhitungan Gaya Lintang Gambar 5.6 Perhitungan Penghubung Geser ( Shear Connector) Shear Connector digunakan untuk menahan gaya geser memanjang yang terjadi pada bidang pertemuan anatar pelat beton dengan belok baja.37 kg + 3796 . Beban Mati Terpusat • P1 = beban mati terpusat yang bekerja pada titik C dan G adalah beban mati terpusat pada kondisi pre komposit dan post komposit = 9160.E dan f adalah beban mati terpusat pada kondisi pre komposit dan post komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .16 Pembebanan Pada Perhitungan Shear Connector Pembebanan : a.2. Syarat teknis perencanaan shear connector dengan menggunakan stud adalah : ƒ Jarak minimal antar stud arah memanjang balok 5d dan tidak kurang 10 cm ƒ Jarak maksimal antar stud tidak boleh lebih dari delapan kali tebal pelat beton.62 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.785 kg • P2 = beban mati terpusat yang bekerja pada titik D.V .

666 = 841.572 kg/m c.06 kg b.5 meter = beban terbagi rata ( q ) + beban gars ( P ) = 3000 kg/m + 5158 kg/m = 8158 kg/m • qL2 = beban ” D ” untuk lebar sisanya ( 2 x 0.23 kg + 1342.63 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 4994.906 + 186. Berat Hidup Pada Trotoar • qL3 = beban hidup pada trotoar = 1500 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Berat Sendiri Gelagar Melintang • qD = beban mati merata ( berat sendiri gelagar melintang ) = 215 kg/m d. Berat Hidup ( beban ” D ’’ ) • qL1 = beban ” D ” untuk lebar 5. Beban Mati Merata • qE = qEPREKOMPOSIT + qEPOST KOMPOSIT = 654.V .75 m ) = beban terbagi rata ( q ) + beban gars ( P ) = 1500 kg/m + 2579 kg/m = 4079 kg/m e.83 kg = 6337.

25 ) – ( 12956.77 – 17426.125 ) – ( 8158 x 5.06 x 6.785 = 40262.26242 kg ∑M B = 0 ( RA x 9 ) – ( 215 x 9 x 4.06 x 4.5 ) – ( 6337.5 ) – (12956.785 x 1 ) – ( 6337.785 = 0 9 RB = 456914.5625 – 12750 – 12956.3618 RB = 50768.06 x 2.24158 kg DA-C = 54932.75 ) – ( 12956.572 x 1.625 ) – ( 1500 x 1 x 0.64 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Reaksi Perletakan : ∑M A = 0 ( RB x 9 ) – ( 215 x 9 x 4.5 ) – ( 4079 x 1.( 841.785 – 17426.915 – 12956.6337.5 – 26509.572 x 7 x 4.( 841.1743 RB = 54932.5 ) – (12956.5 – 26509.( 213 x 1 ) .28 = 0 9 RB = 494390.25 x 5.785 x 8 ) – ( 6337.75 ) .75 ) – ( 6337.24158 kg DC = 53219.06 = 17963.45658 .25 ) – ( 6337.45658 kg DC-D = 40262.E = 17963.( 8158 x 1.06 x 6.75 x 1.785 x 8 ) = 0 ( RB x 9 ) – 8626.875 ) – ( 8158 x 5.5 ) – ( 1500 x 1 x 8.06 x 2.625 – 28516.28 – 39606.24158 .9375 – 750 – 103654.24158 – ( 1500 x 1 ) – ( 213 x 1 ) = 53219.5 ) – ( 6337.625 – 103654.( 213 x 1 ) .75 x 7.14558 .25 x 3.518 – 12750 – 50860.518 – 750 – 13384.12956.75 ) .5 ) – ( 841.06 x 4.V .77 – 39606.75 ) = 2000.572 x 1.785 x 1 ) = 0 ( RB x 9 ) – 8626.5 ) – ( 841.5 ) – ( 4079 x 1.5 ) – ( 1500 x 1 x 0.375 ) – ( 1500 x 1 x 8.03125 – 155256.915 – 28516.572 x 7 x 4.( 8158 x 1.14558 kg DD.20558 kg DD = 24300.75 ) = 24300.89458 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .20558 .24158 kg Gaya Lintang : DA = 54932.21875 – 230208.

V .1 kg ) Q = 6898.799 = 137.0005 x 314 x 878.5 kg 2 Jarak stud : D = Q × Ik D ×S TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Jumlah stud dalam arah tegak lurus sumbu gelagar melintang = 2 buah.0005 As f ' c × Ec ( = ⎛1 ⎞ 0. Kekuatan satu stud : Q Q Q = = 0.0005 x ⎜ π D 2 ⎟ x 30 x 4700 30 ⎝4 ⎠ = 0.17 Diagram Gaya Lintang Shear connector direncanakan menggunakan stud Ø 20 mm dengan tinggi stud (H) = 100 mm.65 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.971 KN = 13797.

078 54932.V .5 ( 2 x 6898.5 cm3 d1 = d2 = d3 = (2 x 6898.137 cm ~ ~ 25 cm 60 cm Sambungan antara stud dan gelagar melintang menggunakan sambungan las sudut.5 = 19. Perhitungan Las Sudut : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Q = Kekuatan stud dalam 1 baris (kg) Ik = Momen inersia penampang komposit (cm4) D = Gaya lintang (k) S = Statis momen bagian yang menggeser terhadap garis netral penampang komposit Ik = 618153.078 cm4 S = 250 x 200 x 160.338 cm ~ 20 cm = 24.45658x 8028.5) x 618153.24158 x 8028.5) x 618153.66 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Dimana.5) x 618153.14558x 8028.384cm = 59.57 = 8028500 mm3 = 8028.5 (2 x 6898.078 17963.078 40262 .

V .5 kg Gambar 5.230 x 6350 = 7810.67 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a.3 x 2 2 a ≈ 1.5 kg Kekuatan satu stud = 6898.252 . Kekuatan Las = Fxσ = 1. Luas Bidang Las = 0.25 x π x ( 3.230 cm2 c.2 )2 = 1.18 Pemasangan Shear Connector TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Tebal Las = a ≤ a≤ 1 t 2 2 1 x 2.25 x π x d2 = 0.626 cm b.5 kg < 7810.

54 cm • Jarak antar baut : 3d ≤a≤6d 60 ≤ a ≤ 120 a diambil 70 mm • Jarak baut ke tepi sambungan : c ≥ 2d c ≥ 40 s1 diambil 40 mm Gambar 5.19 Sambungan Gelagar Memanjang Dengan Protil Siku Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : Pengaruh Desak δ d = 0.275 < 0.54 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75 kg Untuk penyambungan antara gelagar melintang dan memanjang digunakan pelat penyambung profil L 130.14 Sambungan direncanakan menggunakan baut φ 2.68 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.2.7 = 0.628 (pengaruh desak) 2.7 Perhitungan Sambungan Gelagar Melintang dan Gelagar Memanjang Besarnnya Dmax gelagar memanjang (P) = 8211.V .130.

389 kg 8211.312 x 9 2 x ( 7 2 + 3.5 mm 2 Momen Luar ( MLUAR ) : = P×e MLUAR = 8211.937 kg 4 2 = Pv 2 + Ph = 2052.507 kg Tegangan yang terjadi pada baut luar : σ ds = R = δ ×d 3774.69 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI P 2xσ xδ x d n ds = Eksentrisitas (e) = 8211.54 = 15 + 65 = 72.75 = 2052.236 ~ diambil 4 baut 2 x1867 x 0.076 kg/cm2 < 1.389 2 = 3774.75 x 7.5 x σ < 2800.937 2 + 3167.75 = 1.5 2 ) P = baut = 3167.25 = 55429.5 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .7 x 2.507 0.312 kgcm Momen Dalam ( MDALAM ) : MDALAM [(Ph x y 2 )+ (Ph1 x y1)] x 2 = ⎡ 2 x Ph ⎛ y12 ⎞⎤ y 2 2 + y12 ⎟ ⎜ ( ) Ph x y 2 Ph x x 2 + ⎥ = ⎢ = 2 ⎟ ⎜ y 2 y 2 ⎠⎦ ⎝ ⎣ ( ) Substitusi : ( ) 2 x Ph y 22 + y12 = P x e y2 Ph P x e x y2 = 2 x y 2 2 + y12 Ph = PV = n R ( ) 55429.7 x 2 = 2696.V .

a diambil 70 mm • Jarak baut ke tepi sambungan : c ≥ 2d c ≥ 40 s1 diambil 40 mm Gambar 5.54 cm • Jarak antar baut : 3d ≤a≤6d 60 ≤ a ≤ 120 .8 Perhitungan Sambungan Gelagar Melintang dan Profil Siku Besarnnya Dmax gelagar memanjang (P) = 8211.130.5 = 2.590 < 0.628 (pengaruh desak) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .14 Sambungan direncanakan menggunakan baut φ 2.70 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.75 kg Untuk penyambungan antara gelagar melintang dan memanjang digunakan pelat penyambung profil L 130.20 Sambungan Gelagar Memanjang Dan Gelagar Melintang Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : Pengaruh Desak δ d 1.V .2.54 = 0.

58 ~ diambil 4 baut 2 x 1867 x 1.679 kg/cm2 < < < 0.54 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 202.54 Tegangan yang terjadi pada baut : σ BAUT = 2 x nBAUT = = P ⎛1 ⎞ x ⎜ xπ x d 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 8211.2 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .6 x σ 1120.75 = 0.5 x 2.14 x 2.75 ⎛1 ⎞ 2 x 4 x ⎜ x 3.71 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI n ds = P 2xσ xδ x d = 8211.2 kg/cm2 1120.

72 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.1 Pembebanan Ikatan Angin Gambar 5.21 Bidang Rangka yang Terkena Angin Data teknis perencanaan pertambatan angin : Tekanan angin : 150 kg/m2 Panjang sisi bawah jembatan : 80 m Panjang sisi atas jembatan : 75 m Tinggi jembatan : 6.3 = 488.3 m Luas bidang rangka utama ⎛ 80 + 75 ⎞ : ⎜ ⎟ x 6.9.9 Perhitungan Pertambatan Angin Gambar 5.V .22 Penyebaran Beban Angin TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .2.25 m 2 2 ⎝ ⎠ 5.2.

15 m ◦ Beban angin pada muatan hidup seringgi 2 m ( s2 ) Tinggi profil gelagar melintang ( h1 ) : 70.625 kg ◦ Beban angin pada muatan hidup setinggi 2 m (d2) : d2 = 100% × w × L × 2 = 100%x 150 x 80 x 2 = 24000 kg Penentuan titik tangkap gaya akibat beban angin ( s ) : ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan ( s1 ) s1 = ½ x tinggi jembatan = ½ x 6.V .3 cm ( 406x403x16x24-200 ) Tebal plat lantai kendaraan ( h4 ) : 20 cm Tebal perkerasan ( h5 ) : 5 cm Tinggi bidang vertikal beban hidup ( h6 ): 200 cm s2 h3 ⎞ h6 ⎛ = ⎜ h1− h2 − ⎟ + h4 + h5 + 2⎠ 2 ⎝ = ( 70.8 cm Lebar profil rangka induk ( h3 ) : 40.8 cm ( 708x302x15x28-215 ) Tebal sayap gelagar melintang ( h2 ) : 2.73 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Bagian jembatan yang langsung terkena angin ( angin Tekan ) : ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (d1) : d1 = 50% x (( 30% x A )) x w = 50% x (( 30% x 488.30 m = 3.25 )) x 150 = 10985.8 – 2.733 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .15 ) + 20 + 5 + 100 = 173.35 cm = 1.3 – 20.

30 )− (d1 x s1)− (d 2 x s 2 ) = 0 ( RA x 6.15 ) – (24000 x 4.15) – ( 24000 x 1.74 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.718 = 12094.30) – ( 10985.3)− (d1 x s1)− (d 2 x (6.23 Titik Tangkap Gaya Angin Tekan Σ MB = 0 (RA x 6.625 x 3.717 kg 6.718 = 22864.3 ) – (10985.3 Distribusi beban angin : ◦ Pada pertambatan angin atas P1 = R A1 12094.314 kg ◦ Pada pertambatan angin bawah TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .733 ) = 0 76196.3 RA = Σ MA = 0 (RB x 6.625 x 3.567 ) RB = 144044.241 kg 6.717 = 15 15 = 806.3 − s 2 )) = 0 ( RB x 6.

875 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .241 = 1429.30 m = 3.015 kg = 16 16 Bagian jembatan yang tidak langsung terkena angin ( angin hisap ) : ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (d1) : d1 = 50% x (( 15% x A )) x w = 50% x (( 15% x 488.75 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI P1 = RB 22864 .30 = 871.25 )) x 150 = 5492.812 6.812 kg Penentuan titik tangkap gaya akibat beban angin ( s ) : ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (s1) s1 = ½ x tinggi jembatan = ½ x 6.V .150 m Gambar 5.24 Titik Tangkap Gaya Angin Hisap R A = RB = 5492.

38.20.25.875 = 54.29.50.47. Gambar 5.9.45.36.492 kg = 16 16 5.43.40.30.26 Penomoran Pada Ikatan Angin Atas Pendimensian batang 16.35.42.27.41.26.2.46.5 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .76 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Distribusi beban angin : ◦ Pada pertambatan angin atas P2 = R A1 15 = 871.125 kg ◦ Pada pertambatan angin bawah P2 = RB 871.50.44.19.dan 32 direncanakan menggunakan profil IWF 250x175x7x11-44.34.875 15 = 58.33.39.21.37.sedangkan Batang 17.18.24.dan 31 direncanakan menggunakan batang L.V .22.23.2 Pertambatan Angin Atas Gambar 5.25 Penyebaran Beban Angin Pada Ikatan Angin Atas .28.1.

3 Wx = Wy (cm3) 12.09 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .25 iη (cm) 1.80.6 Ukuran (mm) b d r 80 85 10 ix = iy (cm) 2.120 984 F (cm2) 12.11 2.24 Momen Inersia Ix Iy 6.42 kx = ky Iξ (cm4) 115 r1 5 iξ (cm) 3.18 Momen Lawan Wx Wy 502 113 Profil L 80.1 Profil Berat Ukuran (mm) WF (kg/m) A B t1 t2 r 250 x 175 44.8 Profil L 80 x 80 8 Ix = Iy (cm4) 72.V .20 Wη (cm3) 9.6 Jari-jari Inersia ix iy 10.66 kξ Iη (cm4) 29.32 Jarak titik berat (cm) e w v 2.06 1.3 Berat (kg/m) 9.26 5.55 kη 5.66 3.4 4.77 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Pendimensian Batang Ikatan Angin Atas Profil IWF 250x175x7x11-44.1 244 175 7 11 16 Luas tampang 56.

016 = 2.14 x 0.18 λg = π x E = 3.9 = = 254.529 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .840 kg ( batang 17 & 47 ) Lk = 9.78 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Dari hasil perhitungan program SAP 2000 versi 7.7 x 240 λ 254. diperoleh gaya batang terbesar.V .1 S = -3899.649 tekan Batang Keterangan Batang tekan Profil IWF 250x175x7x11-44.649 tekan 31& 33 2956.381 x (2.294)2 = 12.840 10.7 x σ l 2.294 Untuk λ s ≥ 1 : ω = 2. untuk stabilitas batang tekan terhadap bahaya tekuk : (S x ω ) F < σ ijin baja Dimana : S = gaya tekan pada batang tersebut F = luas penampang batang ω = faktor tekuk yang tergantung dari kelangsingan dan macam bajanya Menghitung kelangsingan batang tunggal : λ = Lk 1064.4032 + 52 = 10.42. dengan resiko tekuk adalah : Gaya Batang (P) Panjang (L) kg m 17 & 47 -3899.1 Pasal 1 dan 2.760 λs = λg = 111.381 x λs 2 = 2.51 10.1 x 105 = 111.760 cm I min 4.649 m Rumus umum menurut PPBBI hal 9 Bab 4.016 0.

24 Batang tarik Profil L 80.51 < 1867kg/cm2 10.85 x 12.V .79 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Maka : (S x ω ) F = − 3899.455 = 282.80..455 cm2 Cek Tegangan : σ = = S < 1867 kg/cm2 Fnt 2956.784 kg/cm2 < 1867kg/cm2…OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ..529 = 868.84 x 12..85 x F profil = 0.796 kg/cm2 < 1867 kg/cm2.51 kg ( batang 8 & 9 ) F nt = 0.OK 56.8 S = 2956..3 = 10.

5 Gambar 5.9.V .27 Penyebaran Beban Angin Pada Ikatan Angin Bawah Gambar 5.80 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. L 200x200x16-48.3 Pertambatan Angin Bawah Untuk pertambatan angin bawah digunakan profil L 200x200x16-48.5 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .28 Penomoran Pada Ikatan Angin Bawah Pendimensian Batang • Profil.2.

1 Pasal 1 dan 2.V .78 1. untuk stabilitas batang tekan terhadap bahaya tekuk : (S x ω ) F < σ ijin baja Dimana : S = gaya tekan pada batang tersebut F = luas penampang batang ω = faktor tekuk yang tergantung dari kelangsingan dan macam bajanya Menghitung kelangsingan batang tunggal : λ = Lk 1064.016 0.91 λg = π x E = 3.7 x 240 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .15 kx = ky Iξ (cm4) 3740 r1 9 F (cm2) 61.65 Dari hasil perhitungan program SAP 2000 versi 7.50 10.5 kξ Iη (cm4) 943 iξ (cm) 7.7 x σ l 2.03 Jarak titik berat (cm) e w v 5.50 kg ( batang 34 & 65 ) Lk = 9.52 14.42.352 cm I min 3.91 kη 4. dengan resiko tekuk adalah : Batang Gaya Batang (P) Panjang (L) kg m -7757.5 kg/m S = -7757.1 x 105 = 111.14 x 0.649 m Rumus umum menurut PPBBI hal 9 Bab 4.1 7.05 1.649 34 & 65 Keterangan tekan Batang tekan • Profil L 200x200x16-48.80 Wη (cm3) 121 iη (cm) 3.81 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Profil L 200 x 200 x 16 Ix = Iy (cm4) 2340 Wx = Wy (cm3) 162 Ukuran (mm) b d r 200 16 18 ix = iy (cm) 6.8 Berat (kg/m) 48.9 = = 272. diperoleh gaya batang terbesar.4032 + 52 = 10.

453 Untuk λ s ≥ 1 : ω = 2...352 λs = λg = 111.016 = 2.82 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI λ 272.V .381 x (2.326 = 1798.453)2 = 14..OK 61.50 x 14..326 Maka : (S x ω ) F = 7757.8 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .381 x λs 2 = 2.283 kg/cm2 < 1867 kg/cm2.

2.5 d ≤ s ≤ 7 d 39. atau 14 t s = jarak antar sumbu baut pada arah horizontal 2.75 ≤ s ≤ 111.9 = 0. dengan alat penyambung baut Ø 5/8” ( 15.1 dengan rangka induk IWF 406x403x16x24-200 Data teknis perencanaan baut : • Tebal plat penyambung ( δ ) = 10 mm • Diameter baut ( Ø ) = 5/8” ( 15.314 (pengaruh geser) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 d ≤ s1 ≤ 3 d 23.10 Perencanaan Sambungan Pertambatan Angin Sambungan pertambatan angin direncanakan menggunakan pelat 10 mm.7 diambil 40 mm a.5 d ≤ s ≤ 7 d .5 d ≤ s1 ≤ 3 d .85 ≤ s1 ≤ 47.75 ≤ s ≤ 111.V .9 mm ) • Pmaks = -3899. atau 14 t u = jarak antar sumbu baut pada arah vertical 1. Pertambatan angin atas 1.3 diambil 90 mm Jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung ( s1 ) : 1.5 d ≤ u ≤ 7 d .5 d ≤ u ≤ 7 d 39.840 kg ( batang 17 & 47 ) Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : δ d 10 = 15.83 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.3 diambil 40 mm Jarak antar sumbu baut pada arah vertikal ( u ) : 2. Profil IWF 250x175x7x11–44.628 > 0. atau 6 t s1 = jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung Jarak antar sumbu baut pada arah horizontal ( s ) : 2.9 mm ) Pengaturan jarak antar baut ( berdasar PPBBI hal 70 ) : 2.

590 kg/cm2 0.314 (pengaruh geser) d n ds = P 2xσ xδ x d = 2956.80.14 x 1.14 x 1.59 2 ⎟ ⎝4 ⎠ < 1120.9 mm ) • Pmaks = 2956.51 ⎛1 ⎞ 2 x 2 x ⎜ x 3.2 kg/cm2 1120.450 kg/cm2 < < < 0.2 kg/cm2 < 245.59 Tegangan yang terjadi pada baut : σ BAUT = 2 x nBAUT = = P ⎛1 ⎞ x ⎜ xπ x d 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 3899.84 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI n ds = P 2xσ xδ x d = 4080.2 kg/cm2 2.2 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .11 = 0.8 dengan rangka induk IWF 406x403x16x24-200 Data teknis perencanaan baut : • Tebal plat penyambung ( δ ) = 10 mm • Diameter baut ( Ø ) = 5/8” ( 15.51 = 0.687 ~ diambil 4 baut 2 x 1867 x 1 x 1.59 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 372.6 x σ 1120.6 x σ < 1120.59 Tegangan yang terjadi pada baut : σ BAUT = 2 x nBAUT = = P ⎛1 ⎞ x ⎜ xπ x d 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 2956.9 = 0.V .840 ⎛1 ⎞ 2 x 4 x ⎜ x 3.497 ~ diambil 2 baut 2 x 1867 x 1 x 1.628 > 0. Profil L 80.51 kg ( batang 31 & 33 ) Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : δ 10 = 15.

29 Sambungan Ikatan Angin Atas TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .85 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.

V .5 kg/m dengan rangka induk profil IWF 406x403x16x24-200 Data teknis perencanaan baut : 1. Pertambatan angin bawah Menggunakan profil L 200x200x16-48.628 > 0.50 ⎛1 ⎞ 2 x 4 x ⎜ x 3.306 ~ diambil 4 baut 2 x 1867 x 1 x 1.59 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 488.2 kg/cm2 1120.59 Tegangan yang terjadi pada baut : σ BAUT = 2 x nBAUT = = P ⎛1 ⎞ x ⎜ xπ x d 2 ⎟ ⎝4 ⎠ − 7757.630 kg/cm2 < < < 0. Diameter baut ( Ø ) = 5/8” ( 15.314 (pengaruh geser) n ds = P 2xσ xδ x d = − 7757. Tebal plat penyambung ( δ ) = 10 mm 2.50 = 1. Pmaks = -7757.2 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .9 = 0.9 mm ) 3.6 x σ 1120.50 kg ( batang 34& 65 ) Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : δ d 10 = 15.86 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI b.14 x 1.

V .30 Sambungan Ikatan Angin Bawah TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .87 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.

Data Perencanaan Tebal pelat = 20 cm Tebal perkerasan = 5 cm Genangan air = 5 cm Lebar lantai kendaraan = 700 cm Lebar trotoir = 100 cm Tebal trotoir = 25 cm G memanjang = IWF 350.1 kg/m = L 80. 1.407.11-49.48 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .11 Perencanaan Rangka Induk Gambar 5.88 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.13 kg/m Rangka Utama = IWF 428.31 Struktur Rangka Induk a. Dimensi Rangka diasumsikan sama untuk semua rangka.7.11.302.20. Beban rangka induk • Buhul 1 dan 17 = (1/2 diagonal) + (½ horisontal) = (1/2 x 6.15.3 dengan berat = 7.6 berat = 9.8-9.6 kg/m G melintang = IWF 708.5 kg/m Sandaran = Pipa D 76.78 x 283) + (1/2 x 5 x 283) = 1366.16-48.35-283 berat = 283 kg/m b. Pembebanan Asumsi beban antara rangka induk ditahan masing-masing ½ nya oleh rangka induk.44.6 berat = 49.5 berat = 48.V .7.1 berat = 44.28-215 berat = 213 kg/m Ikatan angin atas = IWF 250.80.175.2.175.6 kg/m Ikatan angin bawah = L 200.200.

Beban pelat beton (termasuk dibawah trotoar) Tebal pelat beton = 20 cm Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = ⎛ 9 × 5 × 0.78 x 283) + (1/2 x 2 x 5 x 283) = 2732.96 kg = 2368.7.96 kg Penambahan beban sebesar 10 %.256 kg • Buhul 2-16 dan 19-32 = 110% x 2732.5 kg 4.302.175.256 kg 2.2 × 25 ⎞ 1 ⎜ ⎟× 2 ⎝ ⎠ 2 = 56.6 kg/m Distribusi beban pada tiap buhul :0 • Buhul 1 dan 17 = ⎛ 5 x 49.89 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • Buhul 18 dan 33 = (1/2 x 2 diagonal) + (1/2 x horisontal) = (1/2 x 2 x 6.96 kg = 3006. Beban gelagar melintang 17 buah profil IWF 708.6 ⎞ 1 ⎜ ⎟x = 62 kg ⎝ 2 ⎠ 2 • Buhul 2-16 = ⎛ 5 x 49.11-49.28-215 Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1-17 = ⎛ 9 × 215 ⎞ ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ = 958.15.V . • Buhul 1 dan 17 = 110% x 1366.48 kg = 1503.25 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 ⎞ ⎜ ⎟ x 2 x ½ = 124 kg ⎝ 2 ⎠ 3. Beban gelagar memanjang 5 buah profil IWF 350.96 kg • Buhul 2-16 dan 19-32 = (1/2 x 2 diagonal) + (1/2 x 2 horisontal) = (1/2 x 2 x 6.128 kg • Buhul 18 dan 33 = 110% x 2152.78 x 283) + (1/2 x 5 x 283) = 2152. sebagai asumsi berat pelat buhul beserta bautnya.

Beban pipa sandaran Pipa sandaran Ø 76.05 × 22 ⎞ 1 ⎜ ⎟× 2 ⎝ ⎠ 2 = 9.625 kg • Buhul 2-16 = ⎛ 7 × 5 × 0.13 kg/m Berat total pipa sandaran = 2 x 80 x 7.13 = 1140. Beban air hujan Tebal genangan = 5 cm Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = ⎛ 9 × 5 × 0.25 × 25) × 1 = 15.2 × 25 ⎞ ⎜ ⎟ 2 ⎝ ⎠ = 112. Beban lapis perkerasan Tebal lapis perkerasan = 5 cm Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = ⎛ 7 × 5 × 0.25 × 25 ) = 31.3 mm.05 × 10 ⎞ 1 ⎜ ⎟× 2 ⎝ ⎠ 2 = 5.625 kg • Buhul 2-16 = ⎛ 9 × 5 × 0. dengan berat 7.8 kg Distribusi beban pada tiap buhul : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .90 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • Buhul 2-16 = ⎛ 9 × 5 × 0.250 kg 2 7.5 kg 5.25 kg 6.05 × 10 ⎞ ⎜ ⎟ 2 ⎝ ⎠ = 11.05 × 22 ⎞ ⎜ ⎟ 2 ⎝ ⎠ = 19.625 kg • Buhul 2-16 = (5 × 1 × 0.25 kg 8. Beban trotoar Tebal trotoar = 25 cm Lebar trotoar = 1.V .0 m Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = (5 × 1× 0.

532 kg Buhul 2-16 = ( 2 x 48.143 kg • Buhul 19-32 = (( ½ x 44.29 )) x ½ = (226.8 1 x 16 2 = 35. Beban ikatan angin bawah Profil L 200.5 x 10. Beban ikatan angin atas Profil IWF 250.1 kg/m Profil L 80.894 + 49.894 + 49.V .65 kg • Buhul 2-16 = 1140.175.29 )) x ½ x 2 = (226.1 x 10.80.29 ) x ½ x ½ x 2 = 499.8 16 = 71.6 kg/m Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 18 dan 33 = (( ½ x 44.1 x 10.200.6 x 10.11 – 44.065 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .392) x ½ x 2 = 276.1 berat = 44.286 kg 10.29 ) x ½ x ½ = 249.6 berat = 9.7.5 berat = 48.3 kg 9.91 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • Buhul 1 dan 17 = 1140.6 x 10.8-9.392) x ½ = 138.16-48.5x 10.29 ) + ( ½ x 9.5kg/m Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = ( 2 x 48.29 ) + ( ½ x 9.

989 0.049 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 0.610 0 1. Gambar 55.360 1.074 0 17 S3=S14 1.024 0 17 S2=S15 1.V .174 0.330 1.92 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I c Garis Peengaruh c.149 0.099 0.32 Rangkaa Utama S S1=S16 0.299 0.494 0.865 0.224 0.519 0.742 18 0.371 0 0.296 0.593 0.110 0.667 0.148 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 0.372 0.451 0.222 0.349 0.2249 0.61 0.480 1.890 0.199 0.2 240 1.714 0.247 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 14 15 16 0.3770 0.1224 0.123 0 17 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .668 0.816 0.964 0.274 0.040 4 0.324 4 0.074 0.7741 0.

.93 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I SS4=S13 0 1.910 1.519 0.900 1.780 1.040 1.668 0.560 1.618 0.890 0 0.7730 1.850 2.210 1.7 2.710 0 2.272 0 17 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .000 1.630 1.692 0.340 10 1.600 2.180 1.390 1.3660 1.080 2.173 0 17 SS5=S12 2.450 2.816 0.140 1.2230 1.569 0.V .11 0.544 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 133 14 15 16 0.222 0 17 SS6=S11 720 2.270 2.090 0.560 1.8665 0.240 1.560 0 1.346 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 3 14 15 16 0.450 2.445 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 133 14 15 16 0.519 0 0.040 0 0.080 1.

230 12 60 1..692 12 ‐0.470 0 0.4994 197 14 ‐0.420 0 0 1 2 0.395 ‐0.098 17 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .737 1 ‐0.880 1.410 1.250 1.100 6 520 2.260 4 1.090 ‐0.989 ‐0.593 13 3 ‐0.049 17 0 S S18=S30 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ‐0.570 2.8820 2.29 90 ‐1.600 10 11 2.495 ‐0.86 133 1.2447 ‐0.64 ‐0.445 ‐0.16 ‐0.346 ‐0.964 0.890 2.930 1.321 0 1 2 3 4 5 6 8 7 9 10 11 12 13 3 14 15 16 0 17 S8=S9 0.396 ‐0.296 15 ‐0.594 43 ‐0.940 0.380 ‐1.940 2.480 14 1.680 5 2.841 3 0 1.297 ‐0.148 15 ‐0 2 ‐0.190 ‐1.693 ‐0.110 15 0.198 ‐0.371 0 17 S S17=S31 0 0.742 16 0..290 0.970 9 2.94 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I SS7=S10 2.693 ‐1.61 10 0 1.350 2.5 7 8 2.V .544 ‐0.643 0.791 11 ‐ ‐0.890 10 ‐0.098 6 7 16 8 9 10 3 4 5 11 12 13 3 14 ‐0.

445 15 ‐0.890 ‐0.6 630 ‐2.080 12 ‐1.16 1395 ‐0.643 4 5 6 7 8 ‐1.780 ‐1.791 ‐0.2440 14 ‐0.730 ‐1.340 10 ‐1.544 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ‐1.670 ‐2.4880 14 ‐1.989 5 6 7 8 9 10 11 ‐1.148 17 0 S S20=S28 0 1 2 ‐0.480 13 ‐1.296 17 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .720 ‐2.247 15 ‐0.370 ‐2.470 ‐2.630 9 ‐1.494 4 ‐0.390 ‐ 133 ‐1.890 11 ‐ ‐1.190 16 15 ‐0.470 ‐2.780 ‐1.593 3 4 5 6 8 7 9 10 ‐1.980 ‐1.040 ‐0.480 ‐1.V .180 ‐1.9889 14 ‐0.580 11 12 ‐1.180 ‐2.190 12 13 ‐0..980 ‐ ‐1.290 ‐1.4 1494 17 16 ‐0.593 15 ‐0.190 ‐0.92 20 ‐1..48 80 ‐1.989 ‐0.95 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S19=S29 0 1 2 3 ‐0.780 133 ‐1.2 296 16 1 ‐0.230 ‐1.370 ‐2.090 ‐1.74 42 ‐0.593 14 ‐0.980 ‐2.742 0 S22=S2 26 0 1 ‐ 3 2 ‐0.960 ‐2.197 17 0 S S21=S27 0 1 2 ‐0.78 ‐2.190 80 ‐1.593 ‐0.

070 0 0 1 2 3 4 5 6 7 ‐0..787 ‐0.98 14 ‐1..980 8 ‐2.86 8 9 ‐0.230 ‐2.370 9 ‐2.770 12 ‐2.791 4 5 ‐1.670 ‐3.7330 14 ‐1.780 ‐2.131 ‐0.370 133 80 ‐1.395 17 0 S S32=S63 0 1 2 3 ‐0.160 11 ‐2.066 ‐0 16 17 0 ‐0.199 15 ‐0.791 16 ‐1.692 ‐1.533 12 133 14 ‐0.196 15 ‐0.912 ‐0.346 17 0 S24 0 1 2 ‐0.3228 ‐0.390 16 15 ‐0.656 ‐0.580 7 ‐1.133 ‐0.599 10 ‐0.85 8 9 ‐0.34 40 ‐1.065 16 17 0 S S33=S62 0.110 ‐2.459 ‐0.96 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S23=S25 0 1 2 ‐‐0.266 ‐0.395 ‐ 3 ‐0..770 10 ‐3.466 ‐0.525 10 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .19 90 6 ‐1.393 ‐0.190 ‐0.445 3 4 ‐0.996 ‐ 4 5 6 7 ‐0.262 ‐0.3333 ‐0.933 ‐0..399 11 0.080 ‐1.V .733 66 ‐0.420 ‐2.890 5 6 7 8 9 10 11 12 133 ‐1.799 ‐0.040 ‐0.666 ‐0.580 15 ‐0.721 54 ‐0.770 ‐2.590 11 12 133 14 ‐0.

724 9 10 ‐0.065 0 17 S S35=S60 8 0.065 ‐0.263 14 ‐0.065 16 17 0 S S37=S58 8 0.065 ‐0 16 17 0 SS36=S59 9 6 0.263 ‐0.592 ‐0.526 12 133 ‐0.791 49 ‐0.065 0.84 ‐0.064 0 1 2 3 0.526 ‐0.131 ‐ 16 17 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .394 11 0.197 15 ‐0.065 0 1 2 3 4 5 6 7 8 ‐0.3329 ‐0..460 ‐0.592 ‐0.V .592 ‐0.198 0 0.131 0.196 0.197 0.3 ‐0.460 ‐0.460 ‐0.197 15 329 ‐0.658 ‐0.131 0.724 ‐0.394 11 ‐0.526 12 13 14 ‐0.264 0.32 ‐0.659 9 10 6 ‐0.132 0 0.262 0..783 ‐0.197 15 8 9 10 16 29 ‐0.197 15 29 ‐0.131 ‐0.526 6 12 1 13 14 ‐0.97 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S34=S61 0.394 11 ‐0.593 10 ‐0.131 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ‐0.652 ‐0.329 7 0.395 ‐0.131 ‐0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 ‐0.263 14 ‐0.131 ‐0 4 5 6 7 11 12 133 ‐0.32 ‐0.263 ‐0.717 ‐0.658 ‐0.460 ‐0.

131 0.065 17 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .131 8 9 10 11 12 16 13 ‐0.197 0.065 0 17 SS39=S56 6 0.394 ‐0.388 113 330 ‐0.460 ‐0.263 14 ‐0.593 11 12 ‐0.263 0.454 ‐0.131 16 ‐0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 ‐0.197 15 329 ‐0.329 7 0.461 0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ‐0.3 14 ‐0.131 15 16 ‐0.263 7 0.394 0.065 0 17 ‐0.131 4 7 0.527 0.197 ‐0.V .3 ‐0.395 0.197 ‐0.395 SS41=S54 4 0.3394 8 0.394 0.065 0 0 1 2 3 0.263 14 329 ‐0.197 15 ‐0.197 0.394 ‐0.065 0 17 SS40=S55 5 0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 ‐0.263 ‐0.329 7 0.197 0.3 ‐0.525 10 0.329 0.461 ‐0.520 0 ‐0.197 5 0.98 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I SS38=S57 7 0.263 0.3 13 ‐0.460 9 0.460 0.527 7 ‐0.263 14 329 ‐0.263 6 0.131 0.328 7 0.586 ‐0.131 15 16 ‐0.131 0.

131 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 14 ‐‐0.329 7 0.460 0.263 0.591 0.592 0.724 0.658 0.131 0.065 0.191 ‐0.526 0.V .065 16 17 0 ‐‐0.3394 0.198 15 S S44=S51 1 0.3394 0.065 0 17 S S45=S50 0 0.723 0.125 ‐0.592 0.131 ‐0.329 0.264 14 ‐0.131 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 ‐0.659 0.263 0.329 7 0.329 0.789 0.131 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 14 ‐ ‐0.197 7 0.460 0.3 394 0.197 0.526 0.526 0.197 7 0.460 0.99 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S42=S53 3 0.197 0.723 0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ‐0.526 0.263 0.790 0.856 0.066 16 17 15 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .257 14 ‐0.263 0.065 0.065 16 17 0 S S43=S52 2 0.131 ‐0.065 0.3323 113 ‐0.592 0.132 16 15 ‐0.3394 0.657 0.197 15 ‐‐0.460 0.658 0.

917 0.395 0.787 0.065 0 1 2 3 0.131 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 3 14 0.526 .656 0.058 0 17 S S47=S48 8 0 0.263 0.590 0.721 0.V .329 97 0.7224 0.461 0.262 0. 0.3393 0.790 0.100 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S46=S49 9 0.524 0.131 0.853 0 0..328 0.065 0.459 0.592 0.985 0 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 14 15 16 17 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .855 0.196 6 0.658 0.19 0.923 15 16 ‐0.

5 2. maka : q = 1.024 t/m = 3024 kg/m 2.33 Beban ” q ” Yang Bekerja Pada Satu Rangka TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 = 3.75 q2 = 50 % × ⎜⎜ ⎝ 2.75 = 1.512 x 5.218 t/m 2 Gambar 5. Perhitungan gaya batang akibat beban dinamis • Beban terbagi rata (“q”) Bentang jembatan = 80 m.5 m q1 = q x 5.75 o Beban terbagi rata untuk lebar sisanya ( 0.75 m ) ⎛ q ⎞ ⎟⎟ x 0.512 t/m o Beban terbagi rata sepanjang gelagar melintang untuk lebar 5.101 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI d.00 x 500 kg/m = 500 kg/m q tot = 3024 + ( 2 x 206 ) + ( 2 x 500 ) kg/m = 4436 kg/m Beban q yang diterima satu sisi rangka : q = 4436 = 2218 kg/m = 2.V .1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1.206 t/m = 206 kg/m o Beban terbagi rata pada trotoar q3 = 1.75 ⎠ = 0.

V - 102

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Beban “P”
P = 12 ton

⎛ 20 ⎞
⎟⎟
Koefesien kejut ( K ) = 1 + ⎜⎜
⎝ (50 + L ) ⎠
⎛ 20 ⎞
⎟⎟
K = 1 + ⎜⎜
⎝ (50 + 80) ⎠

= 1,153

o Beban P bekerjasepanjang gelagar melintang untuk lebar 5,5 m

P1 =

12
P
x 1,153 x 5,5 = 27,672 t
x K x 5,5 =
2,75
2,75

o Beban P untuk lebar sisanya ( 50% dari P1 )

P2 = 50 % ×

12
P
x K x 0,75 = 50% x 2,75 x 1,153 x 0,75 = 1,886 t
2,75

Gambar 5.34 Penyebaran Beban ” P ’’
P tot = 27,672 + (2 x 1,886) = 31,444 ton
Beban yang diterima atu sisi rangka :
P

=

31,444
= 15,722 ton
2

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 103

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

S1 = S16

S = (0,5 x 0,372 x 80) x 2,218 + (0,372 x 15,722)

= 38,851 t

S2 = S15

S = ((0,5 x 5 x 0,714) + (

0,714 + 1,040
x 5) + (0,5 x 70 x 1,040)) x 2,218 +
2

(1,040 x 15,722) = 110,770 t

S3 = S14

S = ((0,5 x 5 x 0,668) + (

0,668 + 1,330
1,610 + 1,330
x 5) +(
x 5) + (0,5 x
2
2

65 x 1,610)) x 2,218 + (1,610 x 15,722) = 172,454 t

S4 = S13

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 104

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

S =

((0,5 x 5 x 0,618) + (

0,618 + 1,240
1,850 + 1,240
x 5) + (
x 5) + (
2
2

1,850 + 2,080
x 5) +(0,5 x 60 x 2,080)) x 2,218 +(2,080 x 15,722) =
2
234,017 t

S5 = S12

S = ((0,5 x 20 x 2,270) + (
+ (2,450 x 15,722)

= 182,965 t

S6 = S11

S = ((0,5 x 25 x 2,600) + (
(2,720 x 15,722)

2,270 + 2,450
x 5 )+ (0,5 x 25 x 2,450)) x 2,218
2

2,600 + 2,720
x 5 )+ (0,5 x 30 x 2,720)) x 2,218 +
2

= 234,841 t

S7 = S10

S = ((0,5 x 30 x 2,820) + (
(2,890 x 15,722)

2,820 + 2,890
x 5 )+ (0,5 x 45 x 2,890)) x 2,218 +
2

= 315,144 t

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

722) • = -76.5 x -0.920 x 5) +( x 5) + 2 2 (0.940) + ( (2.290 + .218 + (-1.737 x 80) x 2.920)) x 2.643 + .722) • S18 = S30 S = ((0.380)) x 2 2.380 x 15.970)) x 2.670 t TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .160 t S19 = S29 S = ((0.5 x 70 x -1.0.970 x 15.940 + 2.330 t S17 = S31 S = (0.218 + (-1.970 x 5 )+ (0.144.722) • 2.290 .5 x 5 x -0.920 x 15.218 + (-0.380 x 5 )+ (0.643) + ( .693) + ( − 0.1.693 + − 1.722) = -200.5 x 40 x 2.V .5 x 65 x -1.218 + 2 = 325.1.5 x 35 x 2.5 x 5 x -0.737 x 15.1.105 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • S8 = S9 S = ((0.973 t = .

960 x 5 )+ (0.720)) x 2 = .180 + −2.5 x 60 x 2.259 t TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .470 + −2.284.5 x 20 x -2.470)+( 2.960 x 15.5 x 5 x -0.720 x 5 )+ (0.5 x 50 x -2.V .722) − 2.218 + (-2.5 x 55 x -2.593 + .309.218 +(2.370 x 5) + (0.720 x 15.218 + (-2.192 t S22 = S26 S = ((0.485 t • S21 = S27 S = ((0.780 + 2.1.370)) x 2.5 x 25 x -2.370 x 15.722) • − 2.1.780 x 5) + ( x 5) + ( 2 2 1.593) + ( − 0.106 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • S20 = S28 S = ((0.990 + .990 − 1.960)) x 2 = .180)+( 2.722) = 2 256.

160 x 15.5 x 45 x -3.5 x 80 x -0.218 + (-3.V .415 b = 4.499 t S33 = S62 a 5−a = 0.107 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • S23 = S25 S = ((0.070 0.996) + (-0.722) • S32 = S63 S = ( 0.980 t S24 S = ( 0.670 + −3.996 x 15.110)) x 2 = .722) • − 2.5 x 80 x -3.722) • = .110 x 5 )+ (0.176.160 ) + (-3.5 x 30 x -2.110 x 15.55.912 a = 0.08 t = .585 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .324.670)+( 2.

108 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • S = (0.585) x 2.627 t S36 = S59 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 x 0.5 x 0.218 + (0.849 a = 0.89.722) • = .722) = (0.722) = 1.783 a = 1.132 x 10.866 t S34 = S61 a 5−a = 0.912 x 74.773 t = (0.672) x 2.722) = .328) x 2.218 + (-0.783 x 63.991 S = (0.672 b = 4.78.218 + (0.009 b = 3.070 x 5.912 x 15.722) • = 3.132 0.V .637 t S35 = S60 a 5−a = 0.5 x 0.849 x 15.722) = (0.415) x 2.5 x -0.198 0.991) x 2.876 t = 6.622 t = .5 x -0.328 S = (0.5 x -0.218 + (0.092 x 15.783 x 15.67.849 x 69.132 x 15.009) x 2.198 x 15.198 x 16.218 + (-0.218 + (-0.

33.5 x -0.5 x 0.722) = (0.717 a = 1.218 + (-0.395 x 32.345) x 2.218 + (-0.722) = .665 S = (0.395 x 15.717 x 68.676) x 2.013 b = 2.329 0.717 x 15.871 t = .905 t S38 = S57 a 5−a = 0.395 0.722) • = 10.586 x 37.329 x 15.V .5 x 0.586 a = 2.676 b = 3.218 + (0.264 0.532 t S39 = S56 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .722) • a = 1.109 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a 5−a = 0.218 + (0.987 S = (0.65.264 x 21.652 x 15.218 + (-0.5 x 0.5 x -0.722) = (0.218 + (0.013) x 2.324 S = (0.5 x -0.586 x 15.665) x 2.324) x 2.48.652 x 53.399 t S37 = S58 a 5−a = 0.806 t = 14.345 b = 3.849 t = 12.987) x 2.652 • = .329 x 26.264 x 15.722) = (0.

904 t S42 = S53 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .859 t = 40.722) = (0.33.461 x 36.218 + (-0.388 a = 3.879) x 2.5 x -0.232 t S41 = S54 a 5−a = 0.722) • a = 2.5 x 0.686) x 2.924 t = 33.527 0.218 + (0.218 + (0.218 + (-0.022) x 2.461 0.722) = (0.454 • = .5 x 0.454 x 37.454 x 15.461 x 15.520 x 43.110 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a 5−a = 0.520 x 15.527 x 42.5 x -0.19.314) x 2.V .25.218 + (-0.314 S = (0.022 b = 1.879 b = 3.978) x 2.593 x 15.722) = (0.388 x 31.978 S = (0.121) x 2.101 t S40 = S55 a 5−a = 0.722) = .5 x 0.121 S = (0.686 b = 2.042 t = .218 + (0.593 0.5 x -0.527 x 15.388 x 15.520 a = 1.722) • = 26.593 x 48.

V - 111

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

a
5−a
=
0,659
0,323

a = 3,355 b = 1,645

S = (0,5 x -0,323 x 26,645) x 2,218 + (-0,323 x 15,722)
= (0,5 x 0,659 x 53,355) x 2,218 + (0,659 x 15,722)

a = 3,690 b = 1,310

S = (0,5 x -0,257 x 21,310) x 2,218 + (-0,257 x 15,722)
= (0,5 x 0,724 x 58,690) x 2,218 + (0,724 x 15,722)

= -10,113 t
= 58,505 t

S44 = S51

a
5−a
=
0,790 0,191

a = 4,026 b = 0,974

S = (0,5 x -0,191 x 15,974) x 2,218 + (-0,191 x 15,722)
= (0,5 x 0,790 x 64,026) x 2,218 + (0,790 x 15,722)

= 49,353 t

S43 = S52

a
5−a
=
0,724 0,257

= -14,622 t

= - 6,385 t
= 68,513 t

S45 = S50

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 112

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

a
5−a
=
0,856 0,125

a = 4,362 b = 0,638

S = (0,5 x -0,125 x 10,638) x 2,218 + (-0,125 x 15,722)
= (0,5 x 0,856 x 69,362) x 2,218 + (0,856 x 15,722)

= 79,303 t

S46 = S49

a
5−a
=
0,923 0,058

= - 3,439 t

a = 4,704 b = 0,296

S = (0,5 x -0,058 x 5,296) x 2,218 + (-0,058 x 15,722)

= - 1,251 t

= (0,5 x 0,923 x 74,704) x 2,218 + (0,923 x 15,722)

= 90,978 t

S47 = S48

S = (0,5 x 0,923 x 80) x 2,218 + (0,923x 15,722)

= 96,399 t

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 113

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Tabel 5 .1 Rekapitulasi Gaya Batang (Ton)
Gaya Batang
Btg.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

Beban Mati ( t )
Tarik
24.626
69.348
107.936
140.057
165.758
185.034
197.844
204.310
204.310
197.884
185.034
165.758
140.057
107.936
69.348
24.626

Tekan

47.862
89.613
124.950
153.864
176.352
192.415
202.053
205.265
202.053
192.415
176.352
153.864
124.950
89.613
47.862
65.824
57.071
48.750
40.179
31.634
23.087
14.540
5.933
2.553
11.100
19.647

Gaya Batang

Beban Hidup ( t )
Tarik
38.851
110.77
172.454
234.017
182.965
234.841
315.144
325.33
325.33
315.144
234.841
182.965
234.017
172.454
110.77
38.851

1.886
3.637
6.627
10.399
14.905
12.532
26.101
33.232
40.904
49.353

Tekan

76.973
144.16
200.67
256.485
284.192
309.259
324.98
176.08
324.98
309.259
284.192
256.485
200.67
144.16
76.973
55.499
89.773
78.622
67.876
65.871
48.806
33.849
33.042
25.924
19.859
14.622

Total ( t )
Tarik
63.477
180.118
280.390
374.074
348.723
419.875
512.988
529.640
529.640
513.028
419.875
348.723
374.074
280.390
180.118
63.477

Tekan

124.835
233.773
325.620
410.349
460.544
501.674
527.033
381.345
527.033
501.674
460.544
410.349
325.620
233.773
124.835
121.323
144.958
123.735
101.428
87.106
56.988
35.857
12.874
9.861
32.145
54.378

Ket.
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tarik
tarik
tarik

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

278 53.113 14.627 3.750 57.087 31.101 12.978 96.553 5.870 121.876 78.100 2.934 35.146 62.399 96.303 90.142 143.385 3.773 55.142 98.323 tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tekan tekan tekan tekan tekan tekan tekan tekan TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .385 10.399 90.114 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 28.439 1.399 6.071 65.513 58.886 10.513 79.904 33.179 48.735 144.545 143.888 62.615 121.042 33.232 26.505 49.194 19.278 36.859 25.622 19.106 101.532 14.742 28.113 6.978 79.647 11.378 32.622 89.849 48.V .824 58.888 45.806 65.353 40.586 54.505 68.861 12.637 1.905 10.303 68.439 6.993 14.145 9.545 158.857 56.540 23.958 121.251 1.194 36.428 123.499 76.742 45.615 158.924 33.146 53.251 3.870 76.871 67.586 98.634 40.988 87.

12 Pendimensian Batang Rangka Induk 1) Batang Horisontal Bawah (Batang Tarik) Direncanakan menggunakan profil IWF 428 x 407 x 20 x 35 .490 kg/cm2 < 1867kg/cm2…OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .595 cm2 Cek Tegangan : σ = = S < 1867 kg/cm2 Fnt 529640 < 1867kg/cm2 306.640 t = 529640 kg ( batang 8 & 9 ) F nt = 0.4 cm t1 = 20 mm Wx = 5570 cm3 t2 = 35 mm Wy = 1930 cm3 F = 360.115 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.2.7 = 306.283 Data Profil : A = 428 mm ix = 18.595 = 1727.V .85 x 360.7 cm2 Ix = 119000 cm4 Iy = 39400 cm4 S = 529.2 cm B = 407 mm iy = 10.85 x F profil = 0.

16 Maka : (S x ω ) F = 527033 x 1.7 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .0.7 x σ l 2.922 Mpa < 1867 kg/cm2.41 1.7 x 240 λ 48.433 Untuk 0.116 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 2) Batang Horisontal Atas (Batang Tekan) Direncanakan menggunakan profil IWF 428 x 407 x 20 x 35 .14 x 0.160 = 1694.593 .015 = 0.433 = 1.OK 360.015 0.41 1...λs 1.1 Pasal 1 dan 2.183 < λ s < 1 : ω = = 1.076 λs = λg = 111.527.. untuk stabilitas batang tekan terhadap bahaya tekuk : (S x ω ) F < σ ijin baja Dimana : S = gaya tekan pada batang tersebut F = luas penampang batang ω = faktor tekuk yang tergantung dari kelangsingan dan macam bajanya Menghitung kelangsingan batang tunggal : λ Lk 500 = 48.033 t = -527033 kg ( batang 23 & 25 ) Lk = 500 cm Rumus umum menurut PPBBI hal 9 Bab 4..1 x 10 5 = 111. 4 = λg = π x E = 3.076 = I min 10 .283 S = ..593 .

595 = 517.401 Maka : (S x ω ) F = (144758 x 1.7 = 542.OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ..25 kg/cm2 306.7 x 240 λ 65.115 < 1400.878 < 186.λs = 1.85 x 360.V .593 .14 x 0. untuk stabilitas batang (S x ω ) tekan terhadap bahaya tekuk : F < σ ijin baja Menghitung kelangsingan batang tunggal : λ Lk 677.401) 360.7 = 306.790 cm Rumus umum menurut PPBBI hal 9 Bab 4.545 t = 158545 kg ( batang 47 & 48 ) F nt = 0.172 = I min 10.0.1 x 10 5 = 111.790 = 65.4 = λg = π x E = 3.7 x σ l 2.75 x 1867 kg/cm 2 Fnt 158545 < 1400.41 1.015 0.117 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 3) Batang Diagonal (Batang Tarik) Direncanakan menggunakan profil IWF 428 x 407 x 20 x 35 .144..85 x F profil = 0.587 Untuk 0.015 = 0.1 Pasal 1 dan 2.172 λs = λg = 111.595 cm2 Cek Tegangan : σ = = S < 0.283 S = 158.758 t = -144758 kg ( batang 33 & 62 ) Lk = 677.41 1.25 kg/cm2…OK 4) Batang Diagonal (Batang Tekan) Direncanakan menggunakan profil IWF 428 x 407 x 20 x 35 .183 < λ s < 1 : ω = 1.587 = 1.593 .283 S = .7 Mpa.

8 diambil 100 mm Jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung ( s1 ) : 1.5 d ≤ s ≤ 7 d 63.2. 4 = 1.5 d ≤ s1 ≤ 3 d .180 > 0.118 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.4 mm ƒ Mutu baut = A325 ( ߬௟ = 6350 kg/cm2) Pengaturan jarak antar baut ( berdasar PPBBI hal 70 ) : 2.8 diambil 80 mm Jarak antar sumbu baut pada arah vertikal ( u ) : 2.5 d ≤ s1 ≤ 3 d 38.5 d ≤ u ≤ 7 d .5 d ≤ s ≤ 7 d .4 mm Data teknis perencanaan jumlah baut : ƒ Tebal plat buhul ( δ ) = 30 mm ƒ Diameter baut = 25. atau 14 t u = jarak antar sumbu baut pada arah vertical 1.5 d ≤ u ≤ 7 d 63.5 ≤ s ≤ 177. atau 14 t s = jarak antar sumbu baut pada arah horizontal 2.5 ≤ s ≤ 177. Sambungan Antar Rangka Utama Sambungan Antar rangka utama direncanakan menggunakan alat penyambung dengan baut diameter 25.V .314 ( Pengaruh Geser ) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .13 Sambungan Rangka Utama a. atau 6 t s1= jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung Jarak antar sumbu baut pada arah horizontal ( s ) : 2.1 ≤ s1 ≤ 76.2 diambil 60 mm Sambungan Irisan 1 : δ d = 30 25.

54 2 4 n gsr = S 38591.119 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Jumlah baut untuk tiap sisi pelat sambungan: n gsr = S 1 0.6 x 6350 x 2 x x 3. 6 x σ x 2 x π d 2 4 n gsr = S 1 0.14 x 2.535 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .

591 38.591 38.591 38.106 56.724 13.591 38.874 9.591 38.880 9.591 38.988 35.591 38.409 1.000 13.591 38.773 124.591 38.640 529.591 38.118 63.591 38.640 513.591 38.438 10.615 Pgeser ( kg ) 38.145 54.724 13.591 38.349 460.120 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.438 6.591 38.591 38.591 38.633 8.620 410.000 11.378 76.875 512.723 419.934 10.693 7.591 38.591 38.591 Jumlah Baut 1.591 38.118 280.735 101.544 501.645 3.033 501.235 6.477 124.591 38.835 121.591 38.257 1.544 410.591 38.861 32.835 233.633 11.293 13.958 123.591 38.477 180.334 0.591 38.985 2.144 3.349 325.591 38.875 348.294 10.645 4.058 8.882 13.591 38.266 9.773 325.266 4.857 12.591 38.390 374.591 38.591 38.833 1.870 121.036 9.142 143.256 0.591 38.756 3.723 374.591 38.667 7.934 13.345 527.323 144.036 10.028 419.428 87.591 38.591 38.V .667 1.657 9.235 3.591 38.591 38.586 98.591 38.674 460.721 Dipakai 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .477 0.591 38.390 180.693 9.058 3.620 233.929 0.2 Perhitungan Jumlah Baut Btg 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 Gaya batang ( kg ) 63.074 280.591 38.628 2.591 38.033 381.591 38.988 529.591 38.074 348.139 3.657 13.562 3.880 13.591 38.591 38.206 2.591 38.591 38.674 527.

206 3.721 3.929 1.591 38.735 144.121 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 158.591 38.591 38.591 4.756 3.409 0.545 158.562 1.108 4.V .139 2.591 38.615 121.145 9.591 38.591 38.861 12.591 38.106 101.257 2.428 123.335 0.870 76.591 38.985 1.591 38.857 56.586 54.378 32.591 38.108 3.833 0.323 38.934 35.958 121.256 0.477 2.591 38.142 98.988 87.628 3.144 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .591 38.591 38.545 143.591 38.591 38.591 38.

TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .749 kg Tebal plat ( t ) = 20 mm • • Perhitungan luas bidang las a ≤ ½t 2 a ≤ ½ x 20 x a ≤ 14.a 10 x 12 ≤ Ln ≤ 40 x 12 120 ≤ Ln ≤ 480 mm Panjang Las diambil Ln = 400 mm • Luas bidang las ( A ) A = 2 x Ln x a = 2 x 480 x 12 = 11520 mm2 = 115.V .3a = 708 . diambil a = 12 mm 2 Panjang netto las ( Ln ) LB = tinggi profil gelagar melintang = 708 mm Ln = LB . Sambungan Antar Rangka Utama dengan Gelagar Melintang Sambungan antara rangka utama dengan gelagar melintang direncanakan menggunakan pelat penyambung dengan tebal 20 mm yang dilas pada ujung gelagar melintang. maka sambungan las antara pelat penyambung dengan gelagar melintang pada ujungnya aman.58 x σ x A = 0.122 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI b.( 3 x 12 ) = 672 mm Syarat panjang las : 10.20 cm2 • Kekuatan las ( P ) P = 0.a ≤ Ln ≤ 40.472 kg Karena P ≥ P. Perhitungan Sambungan Las : DPOST gelagar melintang ( P ) = 51563.142 mm.20 = 124745.58 x 1867 x 115.

5 d ≤ s ≤ 7 d 63.4 mm ) Jarak antar sumbu baut pada arah horizontal ( s ) : 2.4 mm o Tegangan geser ijin ( σ ) = 0.5 ≤ s ≤ 177.8 diambil 80 mm Jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung ( s1 ) : 1.960 dipakai 10 baut TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .181 > 0.5 d ≤ u ≤ 7 d 63.8 diambil 70 mm Jarak antar sumbu baut pada arah vertikal ( u ) : 2.749 n = τ ⎛⎜ 1 x π x d 2 ⎞⎟ = ⎛1 ⎞ ⎝4 ⎠ 1082 x ⎜ x 3.2 diambil 40 mm Menetukan jumlah baut : o Tebal plat buhul ( δ ) = 30 mm o Diameter baut = 25. 4 = 1.1 ≤ s1 ≤ 76.5 d ≤ s1 ≤ 3 d 38.58 x σ = 1082 kg/cm2 Sambungan Irisan 1 : δ d = 30 25.123 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Sambungan antara pelat buhul dengan pelat penyambung direncanakan menggunakan baut mutu tinggi A 325 dengan diameter 1 “ ( 25.14 x 2.V .5 ≤ s ≤ 177.54 2 ⎟ ⎝4 ⎠ = 8.314 ( Pengaruh Geser ) P 51563.

35 – 15.11 = 64.049 cm3 H −Y 130.75 )) 376.54 x ( (13 − 64. A – A Y = • Inetto ( 376.930 ) – ( 7. Buhul A Gambar 5.475 cm ( ⎛⎛ 1 ⎞ 2 ⎜⎜ ⎜ x 3 x 130.54 ) = 15.2.400 cm4 • Watas = Inetto 527137.11 x 65.14 Perhitungan Stabilitas Pelat Buhul a.35 cm2 ƒ A baut = 2 x ( 3 x 2. A – A Analisa Penampang : ƒ A bruto = 3 x 130.V .675 ) = ⎝ ⎝ 12 ⎠ (3 x 2.24 cm2 ƒ A netto = A bruto .62 x ( 2672.35 Detail Buhul A Tinjau Pot.2 ) − ( ( 3 x 2.675 ) 2 + (33.373 + 995.11 cm2 ƒ Titik berat penampang pada pot.124 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.35 x (65.15 − 64.45 = 391.475 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .45 − 64.516 + 109.675 ) 2 )) )⎞⎟⎟ − ⎠ = ( 554973.54 ) x (13 + 22.400 = = 8116.A netto = 391.087 )) = 527137.45 3 ⎟ + 391.24 = 376.2 − 64.

V - 125

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Wbawah =

Inetto
527137,400
=
= 8178,842 cm3
Y
64,475

Gaya – Gaya yang bekerja :

•N


⎛ ⎛ 63,477 x 12 ⎞
= ½ x ⎜⎜ ⎜
⎟ + (− 121,323 x cos 68.090)⎟⎟ = 4,568 Ton
14


⎝⎝

•D

= ½ x ( -121,323 sin 68.090 ) = -56,279 Ton

•M

=

⎛ ⎛ 63,477 x 12 x ( 64,475 − 13 ) ⎞

½ x ⎜⎜ ⎜
⎟ + (− 121,323 cos 68.090 x (64,475 − 33,15)⎟⎟
14

⎝⎝

= 691,565 Ton.cm
Tegangan Yang Terjadi :

Akibat N

Akibat D

τ =

4568
= 12,145 kg / cm 2
376,11

N
=
Anetto

σn =

D
=
Anetto

− 56279
= − 149,634 kg / cm 2
376,11

Akibat M

σ atas =
σ bawah =

M
=
Watas

691565
= 85,209 kg / cm 2
8116,049

M
=
W bawah

691565
= 84,555 kg / cm 2
8178,842

Tegangan total :

σ atas = 85,209 - 12,145 = 73,064 kg/cm2
σ bawah = 84,555 - 12,145 = 72,410 kg/cm2
Tegangan idiil :

σ idiil

=

(73,064)2

(

+ 3 (−149,634)

2

)

= 269,275 kg/cm2

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 126

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Syarat Keamanan :

σ idiil < σ
269,275 kg/cm2

< 1867 kg/cm2 .....OK

b. Buhul B

Gambar 5.36 Detail Buhul B
Tinjau Pot. A – A

Analisa Penampang :
ƒ

A bruto

= 3 x 130,45

= 391,35 cm2

ƒ

A baut

= 2 x ( 3 x 2.54 )

= 15.24 cm2

ƒ

A netto

= A bruto - A netto

= 391,35 – 15.24 = 376,11 cm2

ƒ

Titik berat penampang pada pot. A – A
Y =

Inetto

( 376,11 x 65,2 ) − ( ( 3 x 2.54 ) x (13 + 22,75 ))
376,11

= 64,475 cm

(

⎛⎛ 1

2
⎜⎜ ⎜ x 3 x 130,45 3 ⎟ + 391,35 x (65,2 − 64,675 )
= ⎝ ⎝ 12

(3 x 2.54 x ( (13 − 64,675 )

2

+ (33,15 − 64,675 )

2

))

)⎞⎟⎟ −

= ( 554973,516 + 109,930 ) – ( 7.62 x ( 2672,373 + 995,087 ))
= 527137,400 cm4
TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 127

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Watas

Wbawah =

=

Inetto
527137,400
=
= 8116,049 cm3
H −Y
130,45 − 64,475
Inetto
527137,400
=
= 8178,842 cm3
Y
64,475

Gaya – Gaya yang bekerja :76

•N

⎛ ⎛ 529,640 x 12 ⎞

= ½ x ⎜⎜ ⎜
⎟ + (− 9,861 x cos 68.090 )⎟⎟ = 225,149 Ton
14

⎝⎝

•D

= ½ x ( -9,861 sin 68.090 ) = -4,574 Ton

•M

=

⎛ ⎛ 529,640 x 12 x ( 64,475 − 13 ) ⎞

½ x ⎜⎜ ⎜
⎟ + (− 139,769 cos 68.090 x ( 64,475 − 33,15)⎟⎟
14

⎝⎝

= 10867,690 Ton.cm
Tegangan Yang Terjadi :

Akibat N

Akibat D

τ =

225149
= 919,876 kg / cm 2
244.76

N
=
Anetto

σn =

D
=
Anetto

− 4574
= −18,687 kg / cm 2
244.76

Akibat M

σ atas =

M
=
Watas

σ bawah =

M
W bawah

10867690
= 1339,037 kg / cm 2
8116,049
=

10867690
= 1328,756 kg / cm 2
8178,842

Tegangan total :

σ atas = 1339,037 - 919,876 = 419,161 kg/cm2
σ bawah = 1328,756 - 919,876 = 408,88 kg/cm2

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

35 – 15..54 ) x (13 + 33.318 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .OK c.687) 2 ) = 420.128 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tegangan idiil : σ idiil = (419.408 kg/cm2 < 1867 kg/cm2 ... Buhul C Gambar 5.45 = 403.24 cm2 ƒ A netto = A bruto .37 Detail Buhul C Tinjau Pot.11 cm2 ƒ Titik berat penampang pada pot..11 x 67..35 cm2 ƒ A baut = 2 x ( 3 x 2. A – A Y = ( 388..54 ) = 15.A netto = 403.225 ) − ( ( 3 x 2.11 = 66.408 kg/cm2 Syarat Keamanan : σ idiil < σ 420. A – A Analisa Penampang : ƒ A bruto = 3 x 134..24 = 388.15 )) 388.161)2 ( + 3 (−18.V .

546 Ton • M = ⎞ ⎛ ⎛ − 124.334 − 33.090 ) = 73.318 −13 ) ⎞ ½x ⎜⎜ ⎜ ⎟ − (158.116 )) = 577893.973 cm3 Y 66.835 x 12 x ( 66.45 3 ⎟ + 403.253 kg / cm 2 8481.065 kg / cm 2 388.11 Akibat M σ atas = σ bawah = M = Watas M = W bawah − 3863731 = − 455.081 Ton 14 ⎠ ⎝⎝ ⎠ • D = ½ x ( 158.545 sin 68.973 Tegangan total : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .251 cm4 • Watas • Wbawah = = Inetto 577893.524 + 331.cm Tegangan Yang Terjadi : • Akibat N • Akibat D τ = • − 83081 = − 214.545 x cos 68.934 kg / cm 2 8713.11 N = Anetto σn = D = Anetto 73546 = 189.318) = ⎝ ⎝ 12 ⎠ Inetto (3 x 2.090)⎟⎟ = -83.731 Ton.251 = = 8713.090 x ( 67.129 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • ( ⎛⎛ 1 ⎞ 2 ⎜⎜ ⎜ x 3 x 134.62 x ( 2842.45 − 66.35 x (67.965 cm3 H −Y 134.15 − 66.318 Inetto 577893.15)⎟⎟ 14 ⎠ ⎠ ⎝⎝ = -3863.54 x ( (13 − 66.318 ) 2 + (33.809 + 1100.318) 2 )) )⎞⎟⎟ − ⎠ = ( 607606.835 x 12 ⎞ ⎞ N = ½ x ⎜⎜ ⎜ ⎟ + (158.965 − 3863731 = − 443.V .318 Gaya – Gaya yang bekerja : • ⎛ ⎛ − 124.225 − 66.251 = = 8481.815 ) – ( 7.545 x cos 68.497 kg / cm 2 388.

188) + 3 (− 189.24 = 388.38 Detail Buhul 19 Tinjau Pot...188 kg/cm2 σbawah = -443.497) 2 2 ) = 407.306 kg/cm2 < 1867 kg/cm2 .24 cm2 ƒ A netto = A bruto ..065 kg/cm2 Tegangan idiil : σ idiil = ( − (241..V . Buhul D Gambar 5.35 – 15.306 kg/cm2 Syarat Keamanan : σ idiil < σ 407.869 = -214.11 cm2 ƒ Titik berat penampang pada pot..130 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI σ atas = -455.54 ) = 15...A netto = 403. A – A TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .253 + 214..934 + 229. A – A Analisa Penampang : ƒ A bruto = 3 x 134.35 cm2 ƒ A baut = 2 x ( 3 x 2.45 = 403.OK d.065 = -241.

35 x (67.965 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .318) = ⎝ ⎝ 12 ⎠ Inetto (3 x 2.349 x 12 ⎞ N = ½ x ⎜⎜ ⎜ ⎟ + (98.15)⎟⎟ 14 ⎠ ⎠ ⎝⎝ = -1549.116 )) = 577893.318 ) 2 + (33.349 x 12 x (66.524 + 331.251 cm4 • Watas • Wbawah = = Inetto 577893.45 3 ⎟ + 403.628 Ton • M = ⎞ ⎛ ⎛ − 410.870 x cos 68.870 sin 68.15 )) 388.318) 2 )) )⎞⎟⎟ − ⎠ = ( 607606.424 Ton 14 ⎠ ⎠ ⎝⎝ • D = ½ x ( 98.54 x ( (13 − 66.62 x ( 2842.318 Inetto 577893.090 ) = 45.11 = 66.973 cm3 Y 66.cm Tegangan Yang Terjadi : • Akibat N N = Anetto σn = • Akibat D τ = • − 157424 = − 405.11 D = Anetto 45628 = 117.090 )⎟⎟ = -157.251 = = 8713.264 Ton.318 − 13) ⎞ ½x ⎜⎜ ⎜ ⎟ − (98.V .251 = = 8481.965 cm3 H −Y 134.54 ) x (13 + 33.564 kg / cm 2 388.318 cm ( ⎛⎛ 1 ⎞ 2 ⎜⎜ ⎜ x 3 x 134.15 − 66.815 ) – ( 7.318 Gaya – Gaya yang bekerja : • ⎞ ⎛ ⎛ − 410.616 kg / cm 2 388.131 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Y = • ( 388.653 kg / cm 2 8481.225 − 66.225 ) − ( ( 3 x 2.11 x 67.45 − 66.809 + 1100.11 Akibat M σ atas = M = Watas − 1549264 = − 182.318 − 33.870 x cos 68.090 x (66.

616 = 222.132 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI σ bawah = M = W bawah − 1549264 = − 177.646)2 ( + 3 (117.970 kg / cm 2 8713..970 + 405..616 = 227.V .564) 2 ) = 308.428 kg/cm2 < 1867 kg/cm2 ....428 kg/cm2 Syarat Keamanan : σ idiil < σ 308.646 kg/cm2 Tegangan idiil : σ idiil = (227..OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .963 kg/cm2 σ bawah = -177...973 Tegangan total : σ atas = -182.653 + 405.

390 419874.6 273.452 0.564 0.37 -2.330 374073.6 273.880 -501674.6 273.564 0.797 1.6 273.6 273.6 273.337 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 273.6 273.035 1.035 0.820 63476.6 273.6 273.791 -1.950 -501674.77 -3.860 -460543.6 273.410 -233772.6 273.050 -527032.97 2.480 -527032.396 -0.369 1.6 273.58 -1.37 -1.540 0.011 0.57 2.820 280389.630 374073.97 2.330 419874.593 0.V .6 273.1 x 106 kg/cm2) Tabel 5.58 -1.630 180117.369 1.880 -381345.39 1.860 -325619.6 273.78 1.6 273.133 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.390 529639.16 -2.840 280389.797 0.98 -1.161 0.610 513028.840 348723.337 0.050 -460543.19 -1.147 0.530 180117.940 512988.147 1.452 0.530 -410348.049 1.39 0.15 Perhitungan Lendutan Rangka Induk Rumus = δ m = ( S DL + S LL ) xLxS o AxE Keterangan : δm = lendutan dititik ditengah SDL = Gaya akibat beban mati SLL = Gaya akibat beban hidup L = Panjang Batang So = Gaya batang akibat beban P ditengah A = Luas Profil E = Modulus Elastisitas Baja (2.950 -410348.98 -2.3 Perhitungan Lendutan Rangka Induk Batan SDL + SLL g (kg) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 63476.593 0.940 348723.610 529639.6 273.6 273.6 273.910 -325619.199 -0.270 1.540 0.989 1.093 0.989 0.6 273.6 273.19 273.6 273.794 1.093 0.77 -2.6 E (kg/cm2) 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 δ (cm) 0.57 2.6 273.794 0.6 273.6 273.6 273.530 -124835.241 0.18 2.78 2.199 0.241 0.6 273.2.043 0.530 L (cm) 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 So A (kg) (cm2) 0.18 1.270 1.011 0.6 273.

526 -0.440 -35857.6 273..526 -0.779 677.034 0.440 9861.779 677.6 273.6 273.140 -35857.527 -0.779 677.6 273.52 -0.100 -56988.779 677.260 54378.6 273.779 677.779 -0.6 273.420 -144958.OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .089 0.6 273..048 0.077 0.008 0.6 273.6 273.043 0..6 273.280 -121323.779 677.779 677.370 -101427.940 158544.420 -12934.527 -0.6 273.063 0.6 273.779 677..720 54378.6 273.525 -0.779 677.075 0.006 0.779 677.022 0.690 143614.526 0.6 273.779 677.779 677.690 98870.079 0...061 0.280 -12874.6 273.526 -0.779 677.054 0.779 677.779 677.6 273.150 76585.090 0.524 0.035 0.280 -123735.779 677.525 0.140 -87106.020 0.420 32145.090 0.022 0.150 32145.526 0..100 -101427..6 273.779 677.525 -0.450 76585.526 -0..410 -121323.526 0.526 -0.527 -5.054 0.779 677.526 0.063 0.791 -0.779 677.450 121141.779 677..6 273.089 0.6 273.161 0.779 677.280 -56988.6 273.779 677.6 273.076 0.076 14.940 121141.525 0.006 0.075 0.526 0.526 -0..740 -87106.779 677.496 Cek lendutan : ∆ ≤ 1/500 x 8000 14.740 -123735.526 0.048 0.779 677.205 0.779 677..527 0.533 273.526 0.6 273.6 273.020 0.496 cm ≤ 16 cm .779 677.034 0.260 9861.779 677.526 -0.6 273.6 273.072 0.370 -144958.072 0.910 158544.779 677.134 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 -233772.526 0..6 273.420 500 500 677.396 -0..779 677.061 0.035 0.6 273.6 273.533 -0.6 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 Σ 0.779 677.526 -0.910 -124835.779 677.6 273.6 273..6 273.6 273.910 143614.6 273..V .526 0.720 98870..077 0.526 0.524 0.

32000000 a TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .0) y = ax2 + bx + c 0 = a . 40002 + 4000 .Y=0 ax2 + bx + c = 0 .16 Perhitungan Chamber Gambar 5.0) X=0 .135 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.16) y = ax2 + bx + c 16 = a .V . b + c 16 = 40002 a + 4000 b ƒ (1) Titik (8000.39 Perhitungan Chamber ƒ ƒ Titik (0. b + c 0 = 80002 a + 8000 b b= − (2) 8000 2 a = − 8000a 8000 Persamaan (1) dan (2) : 16 = 40002 a + 4000 b 16 = 40002 a + 4000 (-8000 a) 16 = 16000000 a .2. 80002 + 8000 . c = 0 Lendutan ijin (δ ijin) = L 500 = ƒ 8000 = 16 cm 500 Titik maks (4000.

136 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 16 = 16000000 a .10-3(4000) y = .10-6.10-3x y = .(40002) + 8.V .32000000 a a = − 16 16.10-6x2 + 8.10-3x lendutan maksimum terjadi pada tengah bentang x = 4000 x = 4000 y = .10-6x2 + 8.(40002) + 8.10-6 b = -8000(-10-6) = 8.10-6.10 6 = .10-3 y = .10-3(4000) = -16 + 32 = 16 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

ƒ Pelat injak direncanakan menggunakan beton mutu f’c = 35 Mpa.00 meter sampai dengan -10. Data Tanah Data dari hasil penyelidikan tanah. ƒ Pondasi tiang pancang direncanakan menggunakan beton mutu f’c = 40 Mpa. ƒ Kedalaman -2. ƒ Wingwall direncanakan menggunakan beton mutu f’c = 35 Mpa. Spesifikasi Bahan Adapun spesifikasi bahan yang dipakai antara lain : ƒ Abutment direncanakan menggunakan beton mutu f’c = 35 Mpa.566 gr/cm3 θ1 = 20o C1 = 0. ƒ Muka air tanah terdapat pada kedalaman -1. dan efisien.137 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. dapat disimpulkan bahwa : ƒ Pada Kedalaman ± 0.00 meter sampai dengan -1. lapisan tanah berupa jenis lanau kepasiran berwarna coklat tua.02 kg/cm2 B.00.3 PERHITUNGAN BANGUNAN BAWAH Fungsi utama bangunan bawah jembatan adalah untuk menyalurkan semua beban yang bekerja pada bangunan atas ke tanah. ƒ Kedalaman -1.00 meter lapisan tanah berupa jenis koral dengan nilai N SPT > 60. Perencanaan bangunan bawah bertujuan untuk mendapatkan konstruksi bawah yang kuat. TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .00 meter sampai -2.00.V . Perhitungan bangunan bawah meliputi : ƒ Perhitungan Pelat Injak ƒ Perhitungan Abutment ƒ Perhitungan Tiang Pancang A. ƒ Dipakai pesifikasi sebagai berikut : γ1 = 1.00 lapisan tanah berupa jenis lanau kepasiran campur koral dan kerikil dengan nilai SPT > 60.00 meter dari permukaan tanah setempat.00 meter.

387 kNm Beban Hidup Bentang jembatan = 80 m.1 Perhitungan Pelat Injak Gambar 5.05 x 2200 x 1 = 110 kg/m ƒ Berat Agregat = 0.52 = 11.1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1.20 x 2500 x 1 = 500 kg/m 50 kg/m berat total (qDL) = 1457.40 Pelat Injak A.V .5 kg/m = 14. D12.138 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ƒ Tulangan yang digunakan : Ø 8 dan Ø 10 merupakan tulangan polos dengan mutu fy = 240 Mpa.575 x 2.5 kg/m ƒ Berat Air Hujan = 0.575 kN/m MDL = 1/8 x QDL x L2 = 1/8 x 14.1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1. D14. D25 adalah tulangan ulir dengan mutu fy = 240 Mpa 5.D16.55 x 1450 x 1 = 797.05 x 1000 x 1 = ƒ Berat Sendiri Pelat = 0.65 t/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . maka : q = 1.3. Pembebanan Pelat Injak Beban Mati ƒ Berat Aspal = 0.

105 kNm B.005 fy 240 ρ max = 0.75 = 1. Penulangan Pelat Injak f’c = 35 Mpa fy = 240 Mpa b = 100 cm φ = 14 mm d = h – p – ½ φ tulangan = 200 – 40 – 7 = 153 mm Mu bd 2 fy = ρx0.V .85 ⎛⎜ 0.015 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .8xfy (1-0.588 x ρ x ) 2 350 1 x 1.52 7741.4 = 1.242 ρ 2 = -1.85 x 350 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.105 = ρ x 0.44 ρ 2 – 1920 ρ + 10 = 0 ρ 1 = 0.139 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban terbagi rata (qLL) = 1.85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.718 = 23.75 x 0.5 2.4 = 0.85 600 + 2400 ⎠ ρ max = 0.85 600 + fy fy ⎝ ⎠ ρ max = 0.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.8 x 2400 (1-0.52 = 11.03 ρ min = 1.588 x ρ x f ' c ) 2400 23.5 t/m = 1500 kg/m = 15 kN/m MLL = 1/8 x QDL x L2 = 1/8 x 15 x 2.387 + 11.718 kNm MTOTAL= 11.65 × 2.

12 2.00025 x 1000 x 153 = 3822.140 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I Karena ρ min > ρ > ρ max → dipakai ρ min m = 0.00025 x b x d As = 0.005 x 1000 x 153 = 765 7 mm2 Dipakai tulangan φ 14 – 200 (A As = 770 mm m2) p 3. dalam araah tegak luru us terhadap Menurutt SKSNI T15-1991-03 pasal tulangan n utama haruus disediakann tulangan pembagi p teggangan susutt dan suhu) untuk fy = 240 MPa As = 0.V .005 As = ρ x b x d = 0.41 Denah Penulanngan Pelat Innjak Gam TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .5 mm2 Digunak kan tulangan bagi D10-200 (A = 3933 mm2) mbar 5.16.

V .2 Perhitungan Abutment Gaya-gaya yang bekerja pada abutment antara lain: Beban Mati meliputi: a. Gaya horisontal akibat rem dan traksi c.3. Beban angin Gambar 5. Berat sendiri b.42 Dimensi Rencana Abutment 5. Gaya gempa f.141 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.3. Gaya akibat tekanan tanah aktif d.2. Gaya gesek tumpuan bergerak e.1 Perhitungan Pembebanan Abutment TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Gaya akibat beban vertikal tanah Beban Hidup meliputi: a. Beban hidup bangunan atas b. Beban mati bangunan atas c.

500 Momen terhadap B (Tm) Mx My 9.025 12. Luas m2 0.237 0.150 0.250 11.410 5. Berat Sendiri Gambar 5.500 10.863 94.281 4.867 11.938 12.792 24.490 3.313 1.500 2.800 0.567 5.366 32.600 1 2 3 4 5 6 7 8 Panjang Volume m 10.313 Titik Berat (m) X Y 2.500 2.796 = 1.000 0.145 37.650 5.142 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a.490 0.500 2.313 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .350 2.550 6.909 m ∑ Berat 274.237 1.500 10.125 0.500 2.799 81.934 1.500 10.911 170.500 10.768 13.250 523.500 10.594 131.900 3.695 18.575 5.195 249.253 27.145 1.500 274.638 12.800 Berat Jenis T/m3 2.014 15.500 2.700 1.500 10.4 Perhitungan Berat Sendiri Abutment No.350 6.796 688.500 10.420 0.375 29.677 8.V .500 2.175 5.863 3.267 1.43 Perhitungan Berat Sendiri Abutment Tabel 5.500 m3 1.950 2.375 459.500 2.279 Titik berat abutment : X= ∑ Mx = 523.750 2.500 Berat T 3.500 4.500 2.100 47.838 52.

143 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Y= ∑ My = 688.720 T.509 m Momen yang terjadi terhadap titik B : MB = ∑ Mx = 523.630 T.8 × 128.313 = 2.796 Tm b.630 T x 2 = 128.279 ∑ Berat 274.696 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Beban Mati Bangunan Atas Gambar 5. Lengan terhadap B (Ya)= 1.V . dimana satu buah abutment menerima 2 reaksi tumpuan dari 2 rangka baja. Sehingga abutment menerima beban mati sebesar : Pm = Joint Reaction = 64.44 Perhitungan Beban Akibat Konstruksi Atas Berdasarkan hasil “SAP 2000 Versi 7 ” didapatkan reaksi diatas tumpuan sebesar 64.8 m Momen terhadap B: MB = Ya × Pm = 1.720 = 231.

700 3.720 10.665 374.500 1.200 1.144 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI c. Gaya Akibat Beban Vertikal Tanah Timbunan Gambar 5.678 1.522 Titik Berat X Y 3.060 4.032 12.410 10.678 1.500 0.555 221.250 6.280 28.100 90. 1 2 3 4 5 6 7 8 Luas Panjang m2 m 0.250 3.001 10.427 15.145 1.500 0.083 65.49  10.633 3.175 10.840 10.733 5.42  10.994 49.637 70.838 39.250 5.058 44.45 Perhitungan Beban Akibat Beban Vertikal Tabel 5.100 3.678 1.455 88.500 0.716 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .800 8.014 23.628 213.820 5.467 Momen terhadap B Mx My 48.500 3.400 17.509 196.490 10.933 5.V .046 0.150 2.467 0.030 3.000 3.500 4.500 0.935 697.018 10.5 Perhitungan Berat Sendiri Abutment No.145 Berat Jenis T/m3 1.678 Berat T 14.678 1.678 1.500 Volume m3 8.793 8.937 4.543 7.678 1.856 16.189 5.135 0.680 10.678 1.633 196.462 8.467 1.511 42.

218 + (0.049 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 S = (0.224 0.1224 0.074 0.274 249 0.5222 ∑ Myy = 697.174 0.099 0.372 x 15. nan atas ƒ Garis pengaruh p S1 0.9355 = 1.324 0.550 m ∑ Beraat 196.722) 133 14 15 16 0.5 5 x 0.907 m ∑ Beraat 196.299 0.372 0.024 0 17 = 38..7166 = 3.149 0.V .349 4 0.5222 X= Y= M Momen terjaadi terhadap B: M = Ms ∑ Mxx = 374.851 t Gam mbar 5.372 x 80) 8 x 2.2 0.199 0.46 Peerhitungan B Beban Akibaat Beban hiddup Bangunaan Atas TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .145 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I T Titik Berat terhadap t B: ∑ Mxx = 374.935 Tm B Beban Hidu up a Beban hidup bangun a.

8 = 69.0 = 86.218 T/m.80 m Momen terhadap B = MB = Ph × x = 38.2 = 9.47 Perhitungan Beban Akibat Gaya Rem dan Traksi qL = 2.146 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Ph = R1V = R10V = 38.658 Ton Lengan terhadap B = y = 1.658 × 9.931 Tm b.0 m Momen terhadap B = MB = Ph × y = 9.851 T Lengan terhadap B = x = 1.80+ 7.V .722 ) = 9. Gaya rem PPJJR : ”Besar gaya rem = 5% × Beban ”D”.922 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .8 m diatas permukaan lantai jembatan.218 × 80 + 15.722 T PREM = 5% × (2. titik tangkap berada 1.” Gambar 5. PL = 15.851× 1.

490 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .147 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI d.02 kg/cm2 H2= 5.566 gr/cm3 φ2 = 20o C2 = 0.48 Perhitungan Beban Akibat Tekanan Tanah akif Diketahui : ƒ Tanah Lapisan 1 (tanah urugan) γ1 = 2.0 gr/cm3 φ1 = 28o C1 = 1 kg/cm2 H1= 6.360 Ka2 = tan2 (450 – φ2 /2) = tan2 (450 – 20 /2) = 0. Gaya Akibat Tekanan Tanah Aktif Gambar 5.2 m ƒ Koefisien tekanan tanah aktif: Ka1 = tan2 (450 – φ1 /2) = tan2 (450 – 28 /2) = 0.5 m ƒ Tanah lapisan 2 (tanah dasar) γ2 = 1.

( aman ) Menurut pasal 1.4 P3JJR SKBI 1.36 × 2.5 2 = 32.641 T TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 = 2.28.5 × 10.657 × 6. muatan lau lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi: h = 60 cm.457 + 1.×0.6 = 1.5 = 65.039 ƒ Perhitungan tinggi kritis dari timbunan: Cu × Nc Hcr = Nc : factor daya dukung untuk Ө2 = 11.52 SF : γ timbunan 1 x 5.657 T/m2 Gaya tekanan tanah aktif: P1 = Ka1 × q1 × H1 × B = 0. jadi beban lalu lintas (qx) : qx = γ 1 × h = 2.657 × 0.5 × 10.2 = 2.360 × 6.V .1987.148 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ƒ Koefisien tekanan tanah pasif: Kp = tan2 (450 + φ /2) = tan2 (450 +20 /2) = 2.282 Ton P2 = 1 × γ 1 × Ka1 × H1 × B 2 = 1 × 2.3.2 t/m2 q1 = qpelat injak + qx = 1..25 < 3 2 …………….

753× 3.170 = 54.641 × 2.282 + 32.039 × 1.282 × 3.753 = 3.061 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .641 – 43.800 m Momen terhadap titik G: Mg = F × Yf = 54.800 = 208.V .170 T F = P1 +P2 – Pp1 = 65.170 × 1.733) 54.149 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gaya tekanan tanah pasif: Pp1= 1 / 2 × Kp × γ 1 × D 2 = 1 / 2 × 2.167) − (43.25) + (32. 2 2 = 43.753 T 4 Yf = = ∑ (Ti × Yi) 1=1 f (65.566 × 5.

720 × 0.1987. Gambar 5.037 m Momen terhadap titik G : Mges = Fges × Yges = 19.308 T Lengan gaya terhadap titik G : Yges = 6.562 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .037 = 116.V .150 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI e.6 halaman 15 PPJJR SKBI 1.3.15 = 19. Gaya gesek akibat tumpuan–tumpuan bergerak: Menurut pasal 2.308 × 6. gaya gesek yang timbul hanya ditinjau akibat beban mati saja. pada tumpuan yang bersangkutan.15 Fges = 128. sedangkan besarnya ditentukan berdasarkan koefesien gesek.49 Gaya gesek tumpuan bergerak Fges = Pm × C dimana: fges = gaya gesek tumpuan bergerak Pm = beban mati konstruksi atas (T) = C = koefisien tumpuan karet dengan baja = 0.28.

14 = 38.037 m = 108. Gaya Gempa h = E x M dimana : h : gaya horisontal akibat gempa E : Koefesien gempa untuk daerah Jawa Tengah pada wilayah II = 0.522 T x 0.037 m M = 18.720 T GhmB = 128.12/1970) M ƒ : Muatan mati dari konstruksi yang ditinjau Gaya gempa terhadap berat sendiri abutment : PBB = 274.720 T x 0.403 T x 2.509 m M = 38.671 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .355 Tm Gaya gempa terhadap bangunan atas : PMB = 128.522 T GhTB = 196.14 = 27.313 T GhmB = 274.550 m M = 97.509 m = 96.020 T ƒ YmB = 6.786 T Gaya gempa terhadap tanah diatas abutment : PTB = 196.513 T YTB = 3.V .403 T ƒ YB = 2.14 ( Peraturan Muatan Untuk Jalan Raya no.14 = 18.020 T x 6.151 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI f.313 T x 0.

51 Penyebaran Beban Angin TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .25 m 2 2 ⎝ ⎠ Gambar 5.3 = 488.3 m Luas bidang rangka utama ⎛ 80 + 75 ⎞ : ⎜ ⎟ x 6.V .152 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI g.50 Bidang Rangka Induk Data teknis perencanaan pertambatan angin : Tekanan angin : 150 kg/m2 Panjang sisi bawah jembatan : 80 m Panjang sisi atas jembatan : 75 m Tinggi jembatan : 6. Gaya Angin Gambar 5.

15 + 6.8 cm ( 708x302x15x28-215 ) Tebal sayap gelagar melintang ( h2 ) : 2.767 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .15 m ◦ Beban angin pada muatan hidup seringgi 2 m ( s2 ) Tinggi profil gelagar melintang ( h1 ) : 70.037 = 9.187 m Y3 = 1.35 ) + 20 + 5 + 100 = 173.812 kg ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan ( s1 ) s1 = ½ x tinggi jembatan = ½ x 6.153 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (d1) : d1 = 50% x (( 30% x A )) x w = 50% x (( 30% x 488.3 – 20.733 m Lengan terhadap B : Y1 = Y2 = 3.733 + 6.25 )) x 150 = 10985.8 cm Lebar profil rangka induk ( h3 ) : 40.625 kg ◦ Beban angin pada muatan hidup setinggi 2 m (d2) : d2 = 100% × w × L × 2 = 100%x 150 x 80 x 2 = 24000 kg ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (d1) : d1 = 50% x (( 15% x A )) x w = 50% x (( 15% x 488.25 )) x 150 = 5492.3 cm ( 428x407x20x35-283 ) Tebal plat lantai kendaraan ( h4 ) : 20 cm Tebal perkerasan ( h5 ) : 5 cm Tinggi bidang vertikal beban hidup ( h6 ): 200 cm s2 h3 ⎞ h6 ⎛ = ⎜ h1− h2 − ⎟ + h4 + h5 + 2⎠ 2 ⎝ = ( 70.V .8 – 2.037 = 7.30 m = 3.35 cm = 1.

154 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Momen terhadap titik B : MB = d1 x y1 + d2 x y2 + d3 x y3 = 10.985 x 9.800 m Momen terhadap titik B : MTA = 7.800 = 29.753 x 0.187 + 24 x 9.063 Tm h.492 x 7.753 T Ta = 54.767 = 364.14 = 7.127 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .187 + 5.665 T YTt = 3. Gaya Tekanan Tanah Akibat Gempa Bumi PTt = 54.V .665 x 3.

M + P1 130 % VI.2 Kombinasi Pembebanan Tabel 5.2.6 Kombinasi Pembebanan Tegangan yang digunakan dalam Kombinasi Pembebanan dan Gaya prosen terhadap tegangan izin keadaan elastis I.3. M + (H+K) + Ta + Tu 100 % II.155 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. M + Gh + Tag + Gg + AHg + Tu 150 % V. M + (H+K) + Ta + S + Tb 150% Keterangan : A : Beban angin Ah : gaya akibat aliran dan hanyutan Ahg : Gaya aliran dan hanyutan pada waktu gempa Gg : gaya gesek pada tumpuan bergerak Gh : gaya horizontal ekivalen akibat gemapa bumi H+K : beban hidup dengan kejut M : beban mati PI : gaya – gaya pada waktu pelaksanaan Rm : gaya rem S : gaya setrifugal SR : gaya akibat susut dan rangkak Tm : gaya akibat perubahan suhu ( selain susut dan rangkak ) Ta : gaya tekanan tanah Tag : gaya tekanan tanah akibat gempa bumi Tb : gaya tumbuk Tu : gaya angkat ( bouyancy ) Beban nominal : jumlah total beban Beban ijin : beban nominal dibagi presentase terhadap tegangan ijin TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . M + Ah + A + Ta + Gg + SR + Tm 125 % III. Komb. I + Rm + Gg + A + SR + Tm 140 % +S IV.V .

935 Ta H Xo Yo Momen MVo MH 54.000 9.753 3.753 1200.555 114.919 Angin hisap 5.8 Kombinasi 2 Beban Gaya Jarak Lengan Jenis Bagian V M abutment 274.800 208.037 116.753 1200.V .696 Timbunan tanah 196.907 374.538 1130.646 ijin 479.851 1.767 42.985 9.313 1.358 208.909 523.308 6.720 1.800 231.720 1.522 Angin tekan 10.406 54.061 19.313 1.935 Bangunan atas 38.7 Kombinasi 1 Beban Gaya Jarak Lengan Jenis Bagian V M abutment 274.061 ijin 638.358 208.916 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .522 1.630 904.406 54.909 523.187 100.187 220.644 91.656 muatan 2 m 24.341 550.156 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.800 231.696 Timbunan tanah 196.522 1.796 Bangunan atas 128.931 H+K H Ta X 54.800 69.061 Tabel 5.488 Ah Gg A SR Tm Nominal 599.753 Y Momen MV 3.800 MH 208.907 374.061 Tu Nominal 638.796 Bangunan atas 128.492 7.427 688.

403 2.767 42.658 9.10 Kombinasi 4 Beban Gaya Jarak Lengan H X Y Momen Jenis Bagian V MV M abutment 274.753 X Y Momen MV MH 1200.355 Bangunan atas 18. 1 Gaya Jarak Lengan V H 638.461 ijin 359.733 66.720 1.427 448.509 96.187 100.308 6.555 110.656 muatan 2 m 24.000 9.696 Timbunan tanah 196.037 108.492 7.796 Bangunan atas 128.256 269.513 3.522 Gh Ahg TU Nominal 599.522 1.522 Angin tekan 10.907 374.313 1.020 6.358 208.786 Timbunan tanah 27.935 MH abutment 38.755 Tabel 5.061 Rm 9.157 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.037 116.985 9.488 A SR Tm S Nominal 638.358 775.800 29.406 124.545 678.919 Angin hisap 5.671 TAG 7.187 220.909 1130.724 88.127 Gg 19.037 116.V .000 86.909 523.568 ijin 510.308 6.960 1200.550 97.076 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .675 968.922 Gg 19.665 3.286 553.406 54.9 Kombinasi 3 Beban Jenis Bagian Komb.800 231.

V .935 38.057 869.800 231.313 1.796 Bangunan atas 128.427 ijin 461.555 1130.11 Kombinasi 5 Beban Gaya Jarak Lengan H X Y Momen Jenis Bagian V MV M abutment 274.313 1.753 1200.907 374.406 54.696 Timbunan tanah 196.796 Bangunan atas 128.298 MH P1 Tabel 5.753 X Y Momen MV 3.720 1.12 Kombinasi 6 Beban Gaya Jarak Lengan Jenis Bagian V M abutment 274.816 36.696 Timbunan tanah 196.776 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .638 138.522 1.520 800.800 231.358 208.522 1.935 Nominal 599.061 ijin 425.851 1.061 STb Nominal 638.720 1.907 374.800 69.931 H+K TA H 54.158 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.800 MH 208.909 523.909 523.

358 775. ◦ Terhadap guling ( Fg ) = ∑ MV g ≥ SF ∑ MH .356 1. Dimana : ΣMV = jumlah momen vertical yang terjadi ΣMH = jumlah momen horisontal yang terjadi SF = safety factor = 1.461 2.5 aman III 1200.13 kontrol terhadap guling Komb.466 1.45 0 3.159 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.2.600 110.5 aman TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 aman IV 599.555 0.600 114. V (Tm) Tan δ Ca B (m) H (m) FS SF Ket I 638.45 (Beton dengan tanah lempung padat dan pasir gravelan padat) Ca = adhesi antara tanah dan dasar tembok = 0 B = lebar dasar pondasi = 3.5 aman V 599.061 5.5 aman II 599.427 448.769 1.358 208.433 1.555 0.45 0 3.247 1.Dimana : Tan δ = faktor geser tanah antara tanah dan dasar tembok (Buku Teknik Sipil) = 0.3 Kontrol Stabilitas Abutment Kestabilan konstruksi diperiksa terhadap kombinasi gaya dan muatan yang paling menentukan.753 5.5 Tabel 5.600 124.521 1.5 aman ◦ Terhadap Geser (FS) = ∑V × tan δ + Ca × B ∑H .600 meter Tabel 5.769 1.642 1.538 2. MV (Tm) MH (Tm) F SF Ket I 1200.406 0.600 54.5 aman V 1130.600 - - 1.45 0 3.406 0.45 0 3.555 0.247 1.753 5.358 208.5 aman VI 1200.427 688.909 2.14 kontrol terhadap geser Komb.568 1.45 0 3.548 1.5 aman VI 638.427 - - 1.600 54.V .061 5.406 0.5 aman IV 1130.3.299 1.5 aman III 638.45 0 3.5 aman II 1130.96 2.

c.800 1200. 1/6 B V (Tm) e (m) 208. 2 B / L )) dimana : Q ult = daya dukung ultimate tanah dasar (t/m2) c = kohesi tanah dasar (t/m2) γ = berat isi tanah dasar (t/m3) B=D = lebar pondasi (meter) Df = kedalaman pondasi (meter) N γ .600 m 6 6 Tabel 5.555 -1.833 0.358 775.160 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI B − 2 ◦ Terhadap eksentrisitas ( e ) = ∑ Mv − ∑ Mh ∑V < B 3.600 aman (m) Ket ◦ Terhadap Daya Dukung Tanah Kapasitas dukung tanah dasar (bearing capacity) dipengaruhi oleh parameter ϕ .800 1130. danγ .800 1130.555 -0. Nq.600 aman V 1.60 = = 0.600 aman VI 1.295 0.5 ⋅ γ ⋅ B ⋅ N γ ⋅ (1 − 0.V .406 0.600 aman 1.3 B / L ) + γ ⋅ D f ⋅ N q + 0.427 448.427 - 599.358 II 1.555 -0. Nc = faktor daya dukung Terzaghi Ap = luas dasar pondasi B = lebar pondasi L = panjang pondasi TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .568 638. Besarnya kapasitas dukung tanah dasar dapat dihitung dengan metode Terzaghi.800 III Komb.466 599.15 kontrol terhadap eksentrisitas 0.800 1200.061 638.061 638.406 -0.800 1200.406 -0.358 208.600 aman IV 1.5 B MV MH (m) (Tm) (Tm) I 1.427 688.461 599.234 0. yaitu : Q ult = Ap ⋅ ( c ⋅ N c (1 + 0.406 -1.600 aman 1130.085 0.406 0.

4 5.2 30 37.0 0.1 66.8 45 172.3 287.59 m2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .7 1.4 34. c2 = 0.1 37.566.60 * 10.0 23.5x1.7 81. 76.6 2.5 18.6 0.5 ~ 3 B = lebar abutment = 3.1 Berdasarkan data tanah : γ 2 = 1.4 25.4 42.50 = 54.02x17.566.2 10 9.0 35 57.3 5.6 3.6 10.02 kg/cm2 .4 + 0.2 35.7 0.1 40 95.7 1.9 20 17.7 34 52.9 20.0 5.5 6. 2 B / L )) = (0.566 gr/cm3 .4 50 347.0 0.5 60.6 415.5 9.0 5 7.0 11.9 0.9 1.490 = 25. Qult σall = (1/3). Ø2 = 20o Qult = ( c ⋅ N c (1 + 0.7 19.3 1153.5 15 12.161 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.6 36.0 8.1 12.8 41.3 65.10−3 x400x7.4 2.8 50.7 7.10−3 x360x5x(1− 72/ 1050)) = 7.2 81.7 1.7 2.7 1.8 5.649 kg/cm2 = 76.50 meter A = 3.5 19.8 3.16 Nilai-nilai daya dukung Terzaghi Keruntuhan Geser Umum φ Nc Keruntuhan Geser Lokal Nq Nγ N’c N’q N’γ 0 5.7 48 258.5 35.2 22.3 B / L ) + γ ⋅ D f ⋅ N q + 0.0 1.4 0.6 87.490 T/m2 σall = (1/3).7 11.7 25 25.2 8.3 173.3 297.7 9.3 1.496 Ton σ = ∑V ± ∑ MV + ∑ MH A W ≤ σall Dimana : SF = safety factor 1.7x(1+108/ 1050) +1.60 meter L = panjang abutment = 10.2 12.7 14.5 51.7 9.5 ⋅ γ ⋅ B ⋅ N γ ⋅ (1 − 0.9 780.9 4.V .3 100.

633 80.V .50 * 3.59 22.406 1408.496 -69.680 25.405 73.496 -50.680 25.181 tdk aman III 638.496 -75.17 kontrol terhadap daya dukung tanah Komb ΣV ΣMV +ΣMH W A 3 σALL σMIN σMAX Ket (T) (Tm) (m ) (m ) (Tm) (T) (T) I 638.893 54.555 1818.926 54. TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .496 -50.427 98.680 25.59 22.406 1408.496 -38.680 25.602 = 22.496 -58.794 tdk aman II 599.860 60.59 22.406 1975.427 54.405 73.825 tdk aman VI 638.888 54.59 22.680 m3 V = gaya vertical ( ton ) MV = jumlah momen vertical yang terjadi MH = jumlah momen vertical vertical yang terjadi Tabel 5.599 tdk aman V 599.419 54.555 1130.794 tdk aman 2 Karena tinjauan stabilitas abutment tidak aman.59 22.817 tdk aman IV 599.680 25.680 25.215 91.419 54.555 1578.59 22.162 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI W = 1/6 * L * B2 = 1/6 * 10. maka dipasang pondasi tiang pancang untuk menanggulangi kegagalan konstruksi.

163 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.522 Angin tekan 10.061 Rm 9. Tabel 5.985 9.406 124.000 86. 1 Gaya Jarak Lengan V H 638.286 553.358 208.406 54.753 X Y Momen MV MH 1200.767 42.308 6.922 Gg 19.187 100.V .724 88.960 1200.919 Angin hisap 5.656 muatan 2 m 24.488 A SR Tm S Nominal 638.675 968.568 ijin 510.755 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .000 9.3.187 220.658 9.2.492 7.52 Penulangan Badan Abutment Beban yang digunakan dalam penulangan badan abutment diambil dari kombinasi pembebanan yang menghasilkan beban dan momen terbesar yaitu kombinasi pembebanan III.4 Penulangan Abutment a. Penulangan Badan Abutment Gambar 5.037 116.18 Kombinasi Pembebanan Maksimum Beban Jenis Bagian Komb.358 775.

01 × 1. dan tulangan pembagi dipakai D16.d (Grafik dan Tabel Perhitungan Beton Bertulang halaman 86) r = 0.V .406 et h = 1880 = 1.880 = 0.33 ρ = r × β = 0.035 × 1.0133 ◦ Tulangan Pokok Astot = ρ × Ag = 0.880 mm 1000 Pu et × = 0.65 Pu 638406 = 0.1.035 = φ × Ag × 0.33 = 0.358 = 1.81× 35 Mu et = Pu = 1200.81 × f ' c 0. sehingga : d’ = h – (50 + 16 + ½ 20) = 1000 – (50 +16 + 10) = 924 mm Ф = 0.81 × f ' c h Dari perhitungan diatas dipakai grafik 6.880 m = 1880 mm 638.0658 φ × Ag × 0.0133 × 10 6 = 13300 mm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .65 × 10 6 × 0.01 f’c = 35 maka β = 1.164 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ◦ Data Teknis Perencanaan : f’c = 35 MPa fy = 240 Mpa Ag = luas penampang = 1000 × 1000 = 106 mm2 Ht = tinggi badan = 5000 mm b = 1000 mm (tiap meter lebar abutment) h = 1000 mm Diameter tulangan utama dipakai D20.

25 Astotal = 3325 mm2 Dipakai tulangan rangkap D20 – 75 (Ast = 4189 mm2) ◦ Tulangan bagi Diambil sebesar 20 % dari tulangan utama = 2660 mm2 Dipakai tulangan rangkap D16 – 75 (As = 2681 mm2) Gambar 5.53 Penulangan Badan Abutment TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .165 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Askiri = Askanan = 0.

020 T YmB = 6.313 T GhmB = 274.14 = 38.54 Dimensi Kepala Abutment ◦ Gaya horisontal gempa (Gg) : Gaya gempa terhadap berat sendiri abutment : PBB = 274.037 m = 108.141 T ◦ Penulangan Kepala Abutment f’c = 35 MPa fy = 240 Mpa b = 300 mm h = 1000 mm Diameter tulangan utama dipakai D20.037 m M = 18.403 T YB = 2.313 T x 0.786 T Mt = 96.V .166 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI b. dan tulangan pembagi dipakai D10. sehingga : d’ = h – (50 + 10 + ½ 20) = 1000 – (50 +10+ 10) = 930 mm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .509 m = 96.020 T x 6.355 Tm Gaya gempa terhadap bangunan atas : PMB = 128. Penulangan Kepala Abutment Gambar 5.403 T x 2.720 T GhmB = 128.786 = 205.14 = 18.720 T x 0.509 m M = 38.355 + 108.

V .8 x 2400 (1-0.1920 ρ + 15615.85 x 350 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.0058 fy 240 ρ max = 0.44 ρ 2 .4 = 0.85.85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.65 fy Mu ρx0.85 ⎛⎜ 0.167 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Ф = 0.8xfy (1-0.588 x ρ x 2 = f 'c ) bd 2400 205141 = ρ x 0.88 mm2 Dipakai tulangan rangkap D20 – 200 (Ast = 1571 mm2) ◦ Tulangan bagi Diambil sebesar 20 % dari tulangan utama = 321.015 600 + 2400 ⎠ dipakai ρ min = 0.588 x ρ x ) 2 350 1 x 0.75x0.776 mm2 Askiri = Askanan = 0. ρ = 1.0058 ◦ Tulangan Pokok Astotal = ρ x b x d = 0.4 = 1.337 = 0 . 5 Astotal = 803.552 mm2 Dipakai tulangan rangkap D10 – 200 (As = 393 mm2) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .930 7741.538 ρ min = 1.0058 x 300 x 924 = 1607.85 fy 600 + fy ⎝ ⎠ ρ max=0. ρ max = 0.

467 − 6. dan tulangan pembagi dipakai D16.9 = 98. Penulangan Poer Gambar 5.044 − P1 × 0.817 × 1.65 fy Mu ρx0.55 Penulangan Kepala Abutment c.361 Tm Direncanakan : f’c = 35 MPa fy = 240 Mpa b = 1400 mm h = 1000 mm Diameter tulangan utama dipakai D20.56 Pembebanan Poer P1 = 0.5 × 1 = 6.4 × 0. sehingga : d’ = h – (50 + 16 + ½ 20) = 1000 – (50 +16+ 10) = 924 mm Ф = 0.588 x ρ x 2 = f 'c ) bd TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .4 × 2.7 × 2.V .3 T Momen yang terjadi pada potongan A: MB = Pmaks × 1.8 × 1.225 T P2 = 1.30 × 0.168 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.40 − 1.5 × 1 = 1.8xfy (1-0.225 × 0.5 × 1.6 − P 2 × 0.70 = 133.

0058 x 1400 x 924 = 7502.4 = 0.85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.85 ⎛⎜ 0.1920 ρ + 156201.015 dipakai ρ min = 0.8 x 2400 (1-0.88 mm2 Askiri = Askanan = 0.169 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 2400 133361 = ρ x 0.85 fy 600 + fy ⎝ ⎠ ρ max = 0.588 x ρ x ) 2 350 1 x 0.44 mm2 Dipakai tulangan rangkap D20 – 75 (Ast = 4189 mm2) ◦ Tulangan bagi Diambil sebesar 20 % dari tulangan utama = 1500.638 ρ min = 1.57 Penulangan Poer TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .85 600 + 2400 ⎠ ρ max = 0.0058 ◦ Tulangan Pokok Astotal = ρ x b x d = 0.4 = 1.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.75 x 0. ρ = 1.0058 fy 240 ρ max = 0.85 x 350 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.576 mm2 Dipakai tulangan rangkap D16 – 125 (As = 1608 mm2) Gambar 5.V .924 7741.44 ρ 2 . 5 Astotal = 3751.392= 0 .

56 m Gaya maksimum yang dipikul tiang pancang P = M * X MAK PV + ny * X 2 n ∑ TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .62 = 2.6 m n = jumlah pondasi tiang pancang = 14 bh ny = jumlah pondasi tiang pancang dalam satu baris arah tegak lurus bidang momen = 7 bh ∑X 2 = 1.90 cm Panjang tiang pancang = 14 meter Berat permeter tiang = 961.41 kg/m Berat tiang pancang = 240.2 kg = 4.808 ton Pmak = M * X MAK PV + ny * X 2 n ∑ Dimana : Pmak = beban maksimum yang diterima tiang pancang PV = beban vertical ( normal ) M = jumlah momen yang bekerja pada titik berat tiang pancang Xmax = jarak terjauh tiang kepusat berat kelompk tiang = 1.V . Pondasi mengunakan tiang pancang dari beton dengan spesifikasi : Ø tiang = 35 cm Luas penampang ( A ) = ¼ π D2 = 961.625 cm2 Keliling penampang tiang = πD = 109.625 * 2500 * 10-4 = 240.3.3 Perhitungan Pondasi Tiang Pancang Perencanaan beban maksimal(Pmax) yang mampu ditahan tiang pancang ditinjau terhadap empat kombinasi pembebanan terhadap titik pusat tiang pancang.170 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.41 * 14 = 4808.

60 2.358 1.V .60 2.60 2.60 2.56 7 143.106 V 599.574 II 599.555 14 1130.56 7 143.56 7 152.358 1.1 Perhitungan Daya Dukung Tiang Pancang TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .555 14 1130.3.427 1.60 2.406 14 1200.106 III 638.406 14 1200.574 IV 599. Maka daya dukung tanah haru lebih besar dari Pmaks tersebut.427 1.555 14 1130.756 -58.775 T.358 1.60 2. 5.775 -61.775 -61.3.106 VI 638.56 7 152.756 -58.574 Dari table perhitungan diperoleh bahwa Pmaks terjadi pada kombinasi III sebesar 152.775 -61.56 7 143.171 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.756 -58.56 7 152.19 Perhitungan gaya maksimum dan minimum Komb PV (T) n MV XMAX (Tm) (m) (m ) ΣX2 ny 2 PMax PMin (T) (T) I 638.427 1.406 14 1200.

5 – 0.75 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .325 ton 1 * 600 = 200 kg/cm2 3 b.625 = 192.58 Denah Rencana Pondasi Tiang Pancang Pada Abument 1.V .75 Ks = 0.172 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5. Kekuatan bahan tiang Mutu beton : K – 600 σb : Ptiang : σb * A tiang = 200 * 961. Daya dukung tiang individu Tinjauan spesifikasi tiang pancang berdasarkan : a. Daya dukung tanah ◦ Rumus Umum Pult = Kb * qc * A + Ks * JHP * O SF Kb = 0.

◦ Rumus Meyerhof TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .2 x 60 x 15.667 + 145) = 175.V .099 3 = 321.P.529 + 0.232 T Qa = Qu/SF = 1454.744 ton.5 D dibawah ujung tiang = 206.T (Standard Penetration Test) untuk tanah pasir Qu = 40 x N x Ab + 0.386 m2 Ab = luas penampang ujung tiang (m2) = π .5) * 1.90 cm = 1.2 x N x As Qu = Daya Dukung Batas Tiang (ton) N = Nilai rata – rata SPT seanjang Tiang = 60 As = Luas Total Selimut Tiang (m2) = kell O x H tiang = 1.667 qcb = qc rata – rata 8 D diatas ujung tiang = 145 qc = ½ ( 206. r ( S + r) = 3.rata 3.173 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI A = ¼ π D2 O = πD = 961.099 x 14 = 15.386 = 1454.835 * 0.096125 + 0.14 x 0.835 * 0.096125 + (1300 / 1.400 T ◦ Rumus Trofimankof Pult = D Kb * qc * A + JHP / D * O SF = 1.75 * 175.75 *175.232 / 3 = 484.75 * 1300 * 1.5 Pult = 0.096125 m2 = 109.099 3 = 361.175 (0.708 T ◦ Rumus S.529 m2 Qu = 40 x 60 x 0.835 JHP= 1300 Pult = 0.789 + 0.625 cm2 = 0.175) = 0.099 m Dari data tanah diperoleh : qc = ½ ( qcu + qcb) qcu = qc rata .

6) = 12.386 m2 Ab = luas penampang ujung tiang (m2) = 0.232 / 3 = 484.835 x 0. ◦ Rumus begemann Pult = = qc x A JHP * O + 3 5 175.374 T 2.099 x 14 = 15.386 5 Qult = 40 x 60 x 0.096125 1300 * 1. Daya Dukung Kelompok Tiang Berdasarkan perumusan dari converse labarre : ⎡ ( n − 1) m + ( m − 1) n ⎤ Eff = 1 – θ ⎢ ⎥ 90 * m * n ⎣ ⎦ Dimana : m = jumlah tiang dalam baris y = 7 n = jumlah baris = 2 θ = arc tan θ (D/S) = arc tan (0.298o D = diameter tiang = 35 cm S = jarak antar tiang = 160 cm Eff ⎡ ( 2 − 1)7 + (7 − 1) 2 ⎤ = 1 – 12.815 Daya dukung tiap kelompok tiang pada kelompok tiang : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .298 ⎢ ⎥ 90 * 7 * 2 ⎣ ⎦ = 0.374 T Dari tinjauan diatas dipakai nilai daya dukung terkecil = 291.099 + 3 5 = 291.V .529 m2 Nx = nilai rata rata SPT = 60 60 x 15.35/1.174 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Qult = 40 x N x Ab + N Nx x As 5 = Nilai SPT ujung Tiang = 60 As = Luas Total Selimut Tiang (m2) = kell O x H tiang = 1.232 T Qa = Qu/SF = 1454.529 + Qu = 1454.744 ton.

3.OK 5.V .775 T)……………………….469 T) > Pmaks (152.3.175 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Pall = 291.469 T Kontrol Pall terhadap Pmaks yang terjadi : Pall (237.2 Kontrol Gaya Horisontal TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .815 = 237.374 x 0.

5 m Kedalaman 0 – 15 m : γ = 1.176 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.V .667 m Lh = Ld +La = 4.667 + 1.566 T/m3 φ = 20o C = 0.00 = 5.59 gaya horizontal tekanan pasif pada pondasi Diketahui : Lp = 14 m La = 1.0 m Panjang penjepitan : Ld = 1/3 Lp = 1/3 x 14 = 4.667 m Lebar Poer = 10.02 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

5 *(CM+DN)*CD = 0.167)*10.5 = 150.039*1.00 P2 = 0.039*1.566*4.489 T/m DN = 0.667)*10.167 = 54.5 x 111.177 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Kp = tan2 (450 + φ /2) = 2.718 T/m Resultan tekanan pasif : P1 = 0.873)*1.008*1.396 T P4 = 0.746 T/m CI = (Kp* γ*AC)* L = (2.039*1.134 * Lz = 597.5*(37.527 T/m Tekanan tanah pasif efektif bekerja : BH = 33.872 T/m DJ = (Kp* γ*AD)* L = (2.746 = 55.5*(55.L3 + P4.V .718+0)*1.008 T Titik tangkap resultan : ΣP.357*4.L1 + P2.5 = 72.75 x 72.167 = 16.566*2.5 = 111.500)*10.5*(54.872 = 37.L4 + P5.5*33.5 *(DN+EO) *DE = 0.357 T P3 = 0.653 = 54.167 = 64.723 m L5 = 1.723 + 22.000)*10.134 * Lz = 16.5 * BH * La = 0.039*1.873+37.763 T = 22.396*2.5 *(BH+CM)*BC = 0.566*3.489)*1.527 T/m CM = 0.610*1.333)*10.873 T/m EO = 0.003 m L2 = 4.L5 L1 = 5.L2 + P3.5 = 33.889 m L4 = 1.039 Perhitungan diagram tekanan tanah pasif : FL = (Kp* γ*AF)* L = (2.167 209.5*(33.5 *(EO+0) *EF = 0.5 = 189.003 + 51.Lz = P1.859 m Σ Ms = 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .718)*1.039*1.984 Lz = 2.056 + 64.25 x 150.566*1.527*1.167 m 209.889 + 54.167 = 51.056 m L3 = 2.527+54.999 T/m EK = (Kp* γ*AE)* L = (2.763*5.610 T P5 = 0.653 T/m BH = (Kp* γ*AB)* L = (2.489+55.566*5.

71° ) H ijin + N1.00 + Ld + Lz) 1.128 T < PH max yang terjadi ( 124.859 = 70.960 T) ….3.P sin α ≥ H yang bekerja x FS Dimana : H ijin : gaya horisontal yang mampu ditahan oleh tekanaan tanah pasif N : jumlah tiang pancang miring P : daya dukung tiang pancang vertikal dalam group = 237.960 x 1.128 T = (1.4 Perhitungan Tiang Pancang Miring Rumus : H ijin + N1.99 ≈ 2 buah TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .469 T H yang bekerja : total gaya horisontal yang bekerja Direncanakan Kemiringan tiang pancang 1 : 10 (α = 5.859 Lz ) = 70.P sin α ≥ H yang bekerja x FS 70.469 N1 sin 5.V . 5.00 + 4.134 x 2.5 N1 ≥ 1.128 + ( 237.tidak aman Kesimpulan dari perhitungan di atas adalah diperlukannya pemasangan tiang pancang miring.667 + 2. ini disebabkan karena tekanan tanah pasif efektif yang terjadi masih belum dapat mengatasi gaya horisontal yang bekerja pada konstruksi.00 + Ld + Lz) = ΣP x Lz PH = (ΣP x 209.71 ) ≥ 124.178 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI PH ( 1.

179 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.V .a) qa 2 qL2 − 2aq = = R 1 = q ( L − a ) − × qa 2 2 2 L−a 2 2(L .4.60 Pengangkatan dengan 1 titik 1 × q × a2 2 1 1 1 q (L .1 Perhitungan Penulangan Tiang pancang a. Momen akibat pengangkatan satu titik L R2 M1 L-a R1 x M2 Gambar 5.a) 2 ( L − a ) 1 Mx = R 1 x − q x 2 2 M1 = Syarat Maksimum R1 − qx = 0 x= ( dMx =0 dx ) R1 L2 − 2 aL = { 2 (L − a ) } q Mmax = M 2 L2 − 2aL 1 ⎛ L2 − 2aL ⎞ ⎟ Mmax = R1 − q⎜ 2 (L − a ) 2 ⎜⎝ 2(L − a ) ⎟⎠ 1 ⎛ L2 − 2aL ⎞ ⎟ Mmax = q ⎜⎜ 2 ⎝ 2(L − a ) ⎟⎠ 2 2 M1 = M 2 1 2 1 ⎛ L2 − 2aL ⎞ ⎟ q a = q ⎜⎜ 2 2 ⎝ 2(L − a ) ⎟⎠ 2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .3.

6×40) = 352.35 2 × 2500 = 240.2 = 56 ± (− 56 )2 − 4.818 T 2 ( L − a) 2(14 − 7) b.2 WD + 1.196 2.6 WL = (1.14 × 0.487 kg/m M1 = M2 = Mmax 1 1 = × q × a 2 = × 352.582 T R2 352.635 Tm R1 qL2 − 2aq 352.61 Pengangkatan dengan 2 titik TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .1.2 × 240.487 × 7 2 2 2 = 8635. Momen akibat pengangkatan dengan dua titik LL M M M Gambar 5.487 *14 2 − 2 * 7 * 352.V .180 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a= L2 − 2aL 2 (L .406 kg/m 4 4 WL = 40 kg/m qtot = 1.1 a1 = 7 m (memenuhi ) a 2 = 21 m (tidakmemen uhi ) 1 1 WD = × π × d 2 × γ beton = × 3.406) + (1.331 kg = 4.487 *14 2 qL2 = = = 4934.932 kgm = 8.a) 2a 2 − 4 aL + L2 = 0 → L = 14 m 2a 2 − 56a + 196 = 0 a 1.487 = = 2 ( L − a) 2(14 − 7) = 4582.

181 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 1 ×q×a2 2 1 1 2 M 2 = q (L − 2a ) − qa 2 8 2 M1 = M 2 M1 = 1 2 1 1 2 qa = q (L − 2a ) − qa 2 2 8 2 4a2 + 4aL – L2 = 0 4a2 + 56a – 196 = 0 a = 2.5 × 8.684 Tm 2 2 = ½ x q x L = ½ x 325. M design = 1.635 Tm = 12.899 m a = -16. Direncanakan .V .899 = 471.487 x 2.5 × MMax = 1.864 kgm = 0.487 × 2.793 kg = 0. Pada perhitungan tulangan didasarkan pada momen pengangkatan dengan 1 titik.472 T Pada perhitungan tulangan didasarkan pada momen pengangkatan dengan 1 titik karena momen yang didapat dari 2 titik pengangkatan lebih kecil daripada momen pengangkatan akibat 1 titik.899 m M1= M2= Mmax = R1 1 1 × q × a 2 = × 325.899 2 = 683. f’c = 40 Mpa fy = 240 Mpa Diameter pancang (h) = 350 mm Tebal selimut (p) = 50 mm Diameter efektif (d) = 350 – 50 – 0.5 × 20 – 14 = 276 mm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .952 Tm.

936 = 0 ρ = 0.35 = 0.85 x 45 x = 0.262 ρmin = 0.406 T TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .88D = 0. fy ⎢1 − 0.b.3.8 x 240 ⎢1 − 0.88.4 = = 0.V .0723 600 + 240 ⎥⎦ ⎣ 240 ρ max = 0.469 T N1 : jumlah tiang pancang miring = 2 bh N2 : jumlah tiang pancang vertical = 12 bh V : beban vertikal yang bekerja pada konstruksi = 638. 0.75 xβ 1x ⎢ 600 ⎤ ⎡ 0.85 x ⎢ Tiang pancang berbentuk bulat.376 ρ 2 − 192 ρ − 551148 .966 mm2 Dipakai tulangan 8Ø28 ( 4926 mm2 ) 5.0724 Tulangan utama Ast = ρmin.4 1.308 m ⎡ Mu fy ⎤ = ρ .4. sehingga perhitungannya dikonfirmasikan ke dalam bentuk bujur sangkar dengan b = 0.106 = 0.φ .85 xfc' 600 ⎤ x dim anaβ 1 = 0.588 ρx ⎥ 2 fc ' ⎦ bxd ⎣ 240 ⎤ Mu ⎡ = ρx 0.85 600 + fy ⎥⎦ ⎣ fy ρ max = 0.0583 ρmaks = 0.75 x0.2 Kontrol Gaya Vertikal Rumus : [(PxN 2 ) + N1 x(P.276 2 677 .182 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ρ min = 1.0583x 308x276 = 4955.112 ρ 2 0.0583 fy 240 ⎡ 0. cos α )] ≥ V dimana : P : kemampuan tiang pancang vertikal dalam group = 237.308 × 0.d.588 ρx 40 ⎥⎦ bxd 2 ⎣ 12952 = 192 ρ − 602.

406 T ……………………OK 5.1 Maka : R = Wr . 025 + 0 .V .469 cos 5.1 ) ◦ Penulangan Akibat Tumbukan Dipakai rumus New Engineering Formula : PU = eh .3.775 T…………OK 0 . 5 = 210 T < Ptiang = 152. H Φ (s + c ) R = 3 .5 m S = final settlement rata-rata = 2.5 T H = Tinggi jatuh Hammer = 1.469 x 12 ) + 2 ( 237.5 cm = 0.406 T 3332. H Φ (s + c ) Dimana : R = Kemampuan dukung tiang akibat tumbukan Wr = Berat Hammer = 3.025 m C = Koefisien untuk double acting system Hammer = 0. 5 x 1. cos α )] ≥ V (237. 2 (0 .5 ton.8 H = Tinggi jatuh Hammer = 1.775 T Rumus Tumbukan : R = Wr .5 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .4.Wr . Daya dukung satu tiang pancang = 152.183 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI [(PxN 2 ) + N1 x(P.209 T ≥ 638.71 ) ≥ 638. H s+c Dimana : PU = Daya Dukung Tiang tunggal eh = efisiensi Hammer = 0.3 Kontrol terhadap Tumbukan Hammer Jenis Hammer yang akan digunakan adalah tipe K –35 dengan berat hammer 3.

Perhitungan Tulangan Spiral Rasio penulangan spiral : ⎛ Ag ⎞ fc − 1⎟ x ⎝ Ac ⎠ fy ρ s = 0.748 cm2 s = 2 x π x Dc x Asp/s TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .Wr . H 0 .5 x1.d 0.85.Ast ) + 2400.400 ( 3.4.0721 2 ⎝ 1 / 4. 5 = = 33.L ) D max = 2 0.8 ( 0.1 s+c Menurut SKSNI – T – 03 – 1991 Pasal 3.maka digunakan tulangan sengkang praktis yaitu tulangan spiral.25 ⎠ 2400 ρ s = 0.π .9 x1 / 4π . 025 + 0 .17.0721 x ¼.45⎜ ⎛ 1 / 4.45⎜⎜ As = 2 x ρs x Ac = 2 x 0.85 f’c ( Ag – Agt ) + fy.52.259 kg/cm2 τ b = 0.q.302 mm2 Dipakai tulangan 6 ∅ 16 ( 1206 mm2 ) 5.d 2 (352.53 .14.14 x 0.9 x1 / 4π .Ast ) 33600 = 0.5 cm Maka : PU = eh .35 2 τb = = 32599.487 x14) τb = 0. 1600 = 1272 kg /cm2 karena τb < τbijin maka tidak perlu tulangan geser.3.954 kg/m2 = 3.π .35 2 ⎞ 400 − 1⎟⎟ x = 0.6 T 0 .53σ → σ = 2400 kg / cm 2 = 0.4 Kontrol geser (− q.a ) + (1 / 2.Ast ) Ast = 1187.π 252 = 70.487 x7 ) + (1 / 2 x352.V .8 ( 0.184 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI S = final settlement rata-rata = 2.8 x 3 .3.5 Kuat Tekan Struktur : Pmak = 0.3.9 x1 / 4 x3.

7 cm = 30. Pembebanan Wingwall Akibat Berat Sendiri Tebal wingwall minimum = 1/20 x hw = 1/20 x 619.3.3.85 = 1.62 Dimensi Wingwall a.14.12/164.4 Perhitungan Wing Wall Gambar 5.985 cm Direncanakan tebal wingwall = 40 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .185 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 2 x 3.046 cm→ 5 cm sehingga dipakai tulangan Ø8-50 sengkang pada ujung tiang dipakai Ø8-50 sengkang pada tengah tiang dipakai Ø8-100 5.14 x 35 x ¼ .V .

500 0.267 0.250 1.563 2 2.100 5.200 0.20 Perhitungan Akibat Beban Sendiri Wing wall P (m) L (m) T (m) V(m3) γbeton W(T) X (m) Momen (T.400 0.186 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.63 Akibat Berat Sendiri Wingwall Tabel 5.075 4 0.036 6 15.392 2.400 3.600 0.700 0.500 0.280 0.400 4.400 0.200 0.500 1.496 2.634 6 1.000 0. diperoleh : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .248 5 1.667 1.500 0.700 0.090 15.100 0.500 10.400 0.050 11.400 0.400 0.200 2.500 1.048 Akibat Tekanan Tanah Dari perhitungan pembebanan abutment akibat tekanan tanah aktif.500 0.400 0.336 2.025 3 0.980 1.V .500 0.504 Σ 6.700 0.250 1.840 0.500 1.m) 1 2.112 2.240 0.500 2.400 0.

28.64 Akibat Tekanan Tanah akif Diketahui : ƒ Tanah Lapisan 1 (tanah urugan) γ1 = 2.457 + 1.5 m ƒ Koefisien tekanan tanah aktif: Ka1 = tan2 (450 – φ1 /2) = tan2 (450 – 28 /2) = 0.V .360 Menurut pasal 1.1987.2 = 2.0 gr/cm3 φ1 = 28o C1 = 1 kg/cm2 H1= 6.657 T/m2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . jadi beban lalu lintas (qx) : qx = γ 1 × h = 2.6 = 1.2 t/m2 q1 = qpelat injak + qx = 1.×0.187 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.4 P3JJR SKBI 1.3. muatan lau lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi: h = 60 cm.

048 + 119.600 + 20.206 * 4.4 = 0.85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.588 x ρ x 2 = f 'c ) bd 2400 223486 = ρ x 0.092 Tm Diameter tulangan utama dipakai D16.65 Mu = Mtot / 0.638 ρ min = 1.736 = 0 .045 = 134. dan tulangan pembagi dipakai D14.206 T M = 6.8 x 2400 (1-0.657 × 6.44 ρ 2 .85 fy 600 + fy ⎝ ⎠ TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 = 223.360 × 6.800 = 119.0058 fy 240 ρ max = 0.127 * 3. Penulangan Wingwall Direncanakan : f’c = 35 MPa fy = 240 Mpa b = 1000 mm .4 = 1.588 x ρ x ) 2 350 1 x 0.486 Tm fy Mu ρx0.V .928 7741.657 × 0. sehingga : d’ = h – (50 + 14 + ½ 16) = 1000 – (50 +14+ 8) = 928 mm Ф = 0.36 × 2.h = 1000 mm Mtot = 15.5 2 2 = 20.5 = 6.8xfy (1-0.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.188 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gaya tekanan tanah aktif: P1 = Ka1 × q1 × H 1 = 0.045 Tm b.1920 ρ + 459847.217 Ton 2 P2 = 1 × γ 1 × Ka1 × H 1 2 = 1 × 2. ρ = 1.

85 ⎛⎜ 0.48 mm2 Dipakai tulangan rangkap D14 – 75 (As = 1608 mm2) Gambar 5.0058 ◦ Tulangan Pokok Astotal = ρ x b x d = 0.75 x 0.015 dipakai ρ min = 0.189 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ρ max = 0. 5 Astotal = 2691.4 mm2 Askiri = Askanan = 0.85 600 + 2400 ⎠ ρ max = 0.2 mm2 Dipakai tulangan rangkap D16 – 50 (Ast = 4022 mm2) ◦ Tulangan bagi Diambil sebesar 20 % dari tulangan utama = 1076.V .85 x 350 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.65 Penulangan Wingwall TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .0058 x 1000 x 928 = 5382.

02. ƒ Bantalan atau perletakan elastomer berfungsi untuk merdam getaran.190 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.30 kN. juga dapat dipesan ukuran sesuai permintaan. CPU Elastomeric Bearing memiliki karateristik sebagai berikut: b.5 Perhitungan Bearing Elastomer Untuk perletakan jembatan direncanakan menggunakan bearing merk CPU buatan Indonesia. Gaya vertikal ditahan oleh bearing elastomer dan gaya horisontal ditahan oleh seismic buffer.V . Reaksi tumpuan yang terjadi pada rangka jembatan rangka baja berdasarkan analisis SAP 2000 versi 7. Spesifikasi ƒ Merupakan bantalan atau perletakan elastomer yang dapat menahan beban berat. ƒ Lempengan logam yang paling luar dan ujung – ujungnya elastomer dilapisi dengan lapisan elastomer supaya tidak mudah berkarat. ƒ Bantalan atau perletakan elastomer (neoprene) dibuat dari karet sintetis c.630 T = 646. d. ƒ Untuk melekatkan bantalan atau elastomer dengan beton atau baja dapat digunakan lem epoxy rubber. yaitu : ƒ Gaya vertikal pada joint 1 = 64. Ukuran ƒ Selain ukuran – ukuran standart yang sudah ada. Pemasangan ƒ Bantalan atau perletakan elatomer dipasang diantara tumpuan kepala jembatan dan gelagar jembatan. ƒ Bantalan atau perletakan elastomer disusun atau dibuat dari lempengan elastomer dan logam secara berlapis – lapis ƒ Merupakan satu kesatuan yang saling merekat kuat. baik yang vertikal maupun horisontal. ƒ Gaya horisontal dihitung berdasarkan gaya rem : Gaya rem = PRM = 9. sehinngga kepal jembatan (abutment) tidak mengalami kerusakan.786 T TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . diproses dengan tekanan tinggi.658 T Gaya gempa = 108.3.

..30 kN ...280.444 T = 1184 kN..191 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Total gaya horisontal = 118.300....300.300..280.280...117 690 Dimensi bearing elastomer TRB 1 ukuran 480.V ...87 Beban max = 2435 kN > 1184 kN Dimensi seismic buffer TRB 4 ukuran 350.117 Beban max = 690 kN > 646..87 2435 TRB 2 480.97 540 TRB 4 350.101 3600 TRB 3 350..21 Spesifikasi Bearing Elastomer dan Seismic Buffer Jenis Ukuran (mm) Beban Max (KN) TRB 1 480.OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .... Spesifikasi elastomer dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut : Tabel 5..

625 Panjang angkur max = 40 x d = 40 x 2.3.58 σ Luas penampang = Dipakai Angkur diameter 25 mm a = ¼ x Π x d2 = ¼ x 3.08 x v gaya gesek 0.V .14 x 252 = 490.192 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.6 Perhitungan Angkur Angkur berfungsi menahan gaya gesekan kesamping. Digunakan angkur mutu baja 52 Gaya gesek = 0.5 = 100 cm Diambil kedalaman angkur 60 cm.625 mm2 Jumlah angkur = = A a A 490. TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful