V-1

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

BAB V

PERHITUNGAN KONSTRUKSI
5.1 DATA PERENCANAAN BANGUNAN
Direncanakan :

Bentang Jembatan

: 80 meter

Lebar Jembatan

: 9 ( 1 + 7 + 1 ) meter

Jenis Jembatan

: Struktur Rangka Baja

Bangunan Atas
a. Lantai Jembatan
◦ Lebar Lantai Jembatan : 2 x 3,5 meter
◦ Mutu Beton

: 25 Mpa

◦ Tinggi Plat

: 20 cm

b. Lantai Trotoar
◦ Lebar Lantai Trotoar : 2 x 1 meter

◦ Mutu Beton

: 25 Mpa

◦ Tinggi Plat

: 20 cm

Bangunan Bawah
a. Abutment
◦ Mutu beton

: 35 MPa

◦ Mutu tulangan

: 240 MPa

◦ Jenis

: Kontraport

b. Pelat injak
◦ Mutu beton

: 35 MPa

◦ Mutu tulangan

: 240 MPa

c. Bangunan pondasi
◦ Mutu beton

: 40 MPa

◦ Mutu tulangan

: 240 MPa

◦ Jenis

: Tiang pancang

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V-2

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Gambar 5.1 Penampang Memanjang Jembatan

Gambar 5.2 Penampang Melintang Jembatan

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V-3

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

5.2 PERHITUNGAN BANGUNAN ATAS
5.2.1 Perhitungan Sandaran
Railing atau sandaran merupakan pagar untuk pengamanan pengguna
jembatan khususnya pejalan kaki. Menurut Pedoman Perencanaan Pembebanan
Jembatan Jalan Raya halaman 10 :
Tiang-tiang sandaran pada setiap tepi trotoar harus diperhitungkan untuk
dapat menahan beban horizontal sebesar 100 kg/m’ yang bekerja pada
tinggi 90 cm diatas lantai trotoir.
Jika gelagar melintang diasumsikan menggunakan IWF 708x302x15x28215 dan rangka induk diasumsikan menggunakan IWF 428x407x20x35-283
maka tinggi sandaran dari sumbu bawah rangka induk dihitung sebagai berikut :
h1

= tinggi sandaran dari trotoar

= 900 mm

h2

= tinggi trotoar

= 250 mm

h3

= tinggi plat lantai kendaraan

= 200 mm

h4

= tinggi gelagar melintang

= 890 mm (IWF 708x302x15x28-215)

h5

= tebal sayap gelagar melintang = 23 mm

h6

= lebar profil rangka induk

= 407 mm (IWF 428x407x20x35-283)

Gambar 5.3 Tinggi Tiang Sandaran

hs = h1 + h2 + h3 + (h4 – h5 - (1/2 x h6))
= 708 + 250 + 200 + (708 – 23 - (1/2 x 407))
= 1639,5 mm
TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

5) Ls = (5000× 4660. a.5) 6300 = 3698.13 kg/m (berat sendiri pipa sandaran) Sandaran direncanakan menggunakan pipa φ 76. Data Perencanaan σ ijin = 160 MPa E baja = 2.880 cm Pembebanan pada pipa sandaran : ◦ Beban horizontal (H) = 100 kg/m ◦ Beban vertikal (V) = 7.1 x 105 MPa b.3 meter Sandaran diasumsikan mempunyai sendi pada rangka utama dengan panjang sandaran yang menumpu pada rangka utama sebesar (pada tengah bentang) : Dengan menggunakan rumus segitiga : Ls 5000 = 6300 (6300 − 1639. Data Teknis Profil D TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .809 mm = 369.3 mm (3 inchi).V-4 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI sedangkan tinggi total rangka adalah 6.

698 2 = 171.369 kg Kontrol terhadap Bahan dan Tegangan yang Ada 1) Terhadap lendutan TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .369 kg 2 Momen yang terjadi pada pipa sandaran : Mu = 1 × q × Ls 2 8 = 1 × 100.6 cm R 2 = V + H2 = 7.5 cm4 i = 2.374 kgm 8 Geser yang terjadi pada pipa sandaran : D c.254 kg/m RAV = = 1 × q × Ls 2 1 × 100.085 cm G = 7.254 × 3.254 × 3.63 cm t = 0.698 = 185.13 2 + 100 2 = 100.4 cm 2 F = 9.13 kg/m I = 59.698 = 2 185.254 × 3. = 1 × q × Ls 2 = 1 × 100.V-5 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI D = 7.60 cm W = 15.

5...OK Jadi pipa φ 76. Berdasar PPJJR 1987 : Kontruksi trotoar harus diperhitungkan terhadap beban hidup ( q ) = 500 kg/m2.V-6 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5 x qh x l 4 l < 384 E I 180 l 5 x 1.8 = 1.55 kg/cm2 < 1600 kg/cm2.58 x 1600 = 928 kg/cm2 τ < τ ijin ..58 x σ ijin = 0..003x 369..600 kg/cm2 l 59.8 4 369..054 cm…OK 6 180 180 384 x 2..4 = 1098.95 cm < = = 2..2 Perhitungan Lantai Trotoar Fungsi utama trotoar adalah memberikan layanan yang optimal bagi pejalan kaki baik dari segi keamanan maupun kenyamanan...2.369 x 15..1 x 10 x 59......5 2) Terhadap momen σ u < σ ijin Mu = σ ijin W 17137. TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ..5 τ ijin = 0..6 3) Terhadap geser τ = DxS = 185. Kerb yang terdapat pada tepi – tepi lantai kendaraan diperhitungkan untuk dapat menahan beban satu horisontal ke arah melintang jembatan sebesar ( P ) = 500 kg/m2 yang bekerja pada puncak kerb yang bersangkutan atau pada tinggi 25 cm diatas permukaan lantai kendaraan apabila kerb lebih tinggi dari 25 cm.3 ( 3 inchi ) dapat dipakai untuk sandaran.6 = 48.OK 15..

25 x 1.00 x 2500 = 500 kg 2) Akibat Beban Hidup • H1 (beban pejalan kaki) = 1.5 kgm • MP2 = 500 x 0. Perhitungan Tulangan TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 kgm c.00 x 500 = 500 kg 3) Akibat Momen yang terjadi di titik A • MP1 = 625 x 0.5 = 250 kgm • MH1 = 500 x 0.5 = 250 kgm • MH2 = 500 x 0.5 = 312.V-7 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.45 = 225 kgm + M total (Mu) = 1037.00 x 1. Data Perencanaan • f’c = 25 MPa • γ c = 2500 kg/m3 • fy = 240 MPa • φ = 16 mm • d = h – p – ½ φ tulangan = 250 – 40 – 8 = 202 mm b.00 x 500 = 500 kg • H2 (beban tumbukan (pada trotoar)) = 1.00 x 2500 = 625 kg • P2 (berat pelat jembatan) = 0.4 Pembebanan pada Trotoar a.00 x 1.20 x 1. Pembebanan 1) Akibat Beban Mati • P1 (berat trotoar) = 0.

588 x ρ x 2 x 10 = f 'c ) bd 1037.85 x 250 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.6 mm2 Dipakai tulangan φ 16 .5 -2 ρ x 0.85 fy 600 + fy ⎝ ⎠ ρ max = 0.0087 < max….4 = 0.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.202 250 9031 ρ 2 – 1920 ρ + 2.85 600 + 2400 ⎠ ρ max = 0. dalam arah tegak lurus terhadap tulangan utama harus disediakan tulangan pembagi (untuk tegangan susut dan suhu) → untuk fy = 240 MPa As = 0.75 x 0.0025 x 1000 x 202 = 505 mm2 Digunakan tulangan bagi D12-200 (A = 565 mm2) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .0058 x 1000 x 202 = 1171.8xfy (1-0.543 = 0 ρ = 0.0058 A = ρ x b x d = 0.85 ⎛⎜ 0.V-8 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI fy Mu -2 ρx0.0013 ρ min = 1.85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.16.4 = 1.OK Menurut SKSNI T15-1991-03 pasal 3.0025 x b x d As = 0.0058 fy 240 ρ max = 0.588 x ρ x 2400 ) 2 x 10 = 1 x 0.013 Karena ρ min > ρ → dipakai ρ min = 0.150 (As = 1340 mm2) Checking : ρ = As terpasang (b x d) 1340 ρ (1000 x 202) = 0.12.8 x 2400 (1-0.

Perhitungan Momen Lentur Pada Pelat Lantai Kendaraan 1) Akibat Beban Mati : • Berat sendiri pelat = 0.05 x 1.5 Pelat Lantai Kendaraan a.2.V-9 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.3 Perencanaan Pelat Lantai Kendaraan Gambar 5.752 = 202. Data Perencanaan • Mutu Beton (f’c) = 25 MPa • Mutu Tulangan (fy) = 240 MPa • Tebal Pelat Lantai = 20 cm • Tebal Perkerasan = 5 cm • φ tulangan rencana = 14 mm • Tebal Selimut Beton (p) = 40 mm ( untuk konstruksi lantai yang langsung berhubungan dengan cuaca ) • • Berat jenis beton ( γc ) Berat jenis aspal ( γa ) = 25 kN/m3 = 2500 kg/m3 = 22 kN/m2 = 2200 kg/m3 b.00 x 2500 = 500 kg/m • Berat aspal = 0.00 x 1000 = 50 kg/m + ∑ qDL = 660 kg/m Momen Tumpuan = Momen Lapangan = 1/10 x q x L2 = 1/10 x 660 x 1.00 x 2200 = 110 kg/m • Berat air hujan = 0.125 kgm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .05 x 1.20 x 1.

333 kg/m2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .8 m ty = ( 30 + ( 2 x 15 )) = 60 cm = 0.V .6 Beban ” T ” o Beban ” T ’’ = 10 ton o Bidang kontak pada sumbu plat tx = ( 50 + ( 2 x 15 )) = 80 cm = 0.10 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 2) Akibat Beban Hidup ( T ) : Untuk perhitungan kekuatan lantai kendaraan atau sistem lantai kendaraan jembatan harus digunakan beban ” T ” yaitu beban yang merupakan kendaraan truck yang mempunyai beban roda ganda ( Dual Wheel Load ) sebesar 10 ton.8 x 0. Gambar 5.6 m o Penyebaran Beban ” T’ ” 10000 T’ = 0.6 = 20833.

6 = 1529.7 Penyebaran Beban ” T ” pada Kondisi 1 o tx = 0.8 x 0.333 x 0.1529 x 20833.0865 Momen maksimum pada kondisi 1 ( satu roda ditengah pelat ) : Mxm = fxm x T’ x tx x ty = 0.00 m 0.80 m o ty = 0.75 Dari tabel Bittner : Fxm = 0.75 ty 0.75 m o Ly = 5.1529 Fym = 0.457 Lx 1.8 tx = = 0.6 = = 0.11 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • Kondisi 1 ( satu roda ditengah pelat ) Gambar 5.343 Ly 1.V .000 kgm Mym = Fym x T’ x tx x ty TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .60 m o Lx = 1.

8 x 0.0 o ty = 0.V .0865 x 20833.8 Penyebaran Beban ” T ” pada Kondisi 2 Luas bidang kontak diatas dapat dihitung menjadi 2 bagian.000 kg • Kondisi 2 ( dua roda berdekatan ) Gambar 5. yaitu : ƒ Bagian 1 o tx = 1.75 1.75 = 1.75 m tx = lx 1.6 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .333 x 0.6 = 865.12 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 0.

6 1.343 tx = lx 0.75 m o ly = 5 m Dari tabel Bittner diperoleh : ƒxm = 0.171 ty = lx 0.0572 × 20833.75 = 0.0904 × 20833.2106 × 20833.75 = 0.V .75 = 0.75 × 0.3 1.6 = 789.6 = 1977.0572 Momen yang terjadi : Mxm1 = ƒxm = × T’ × tx × ty 0.333 × 0.250 kgm ƒ Bagian 2 o tx = 0.6 = 1251.75 × 0.6 m o lx = 1.6 1.75 m o ly = 5 m Dari tabel Bittner diperoleh : ƒxm = 0.2106 ƒym = 0.3 m o ty = 0.500 kgm Mym1 = ƒym × T’ × tx × ty = 0.333 × 1.0904 ƒym = 0.343 ty = lx o lx = 1.3 × 0.333 × 1.13 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 0.1043 Momen yang terjadi : Mxm2 = ƒxm × T’ × tx × ty = 0.750 kgm Mym2 = ƒym × T’ × tx × ty TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

3 × 0.125 + 865.1043× 20833.125 + 1529.000 = 1067. karena menghasilkan nilai momen yang terbesar.125 kgm MY = MyDL + MyLL = 202.V .000 kgm Mym = 865.125 = 860.125 kgm Momen maksimum pada kondisi 2 : Mxm = Mxm1 – Mxm2 = 1977.5 – 789. Momen total yang terjadi pada pelat tengah akibat beban mati dan beban hidup adalah : MX = MxDL + MxLL = 202.000 = 1731.125 kgm Dipilih momen pada kondisi 1 (satu roda ditengah pelat).25 – 391.6 = 391.333 × 0.125 kgm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . yaitu : • • Momen maksimum pada kondisi 1 (satu roda ditengah pelat) : Mxm = 1529.75 = 1187.125 kgm Momen maksimum akibat beban hidup “T” diambil dari momen terbesar pada kondisi 1 dan kondisi 2.000 kgm Momen maksimum pada kondisi 2 (dua roda berdekatan) : Mxm = 1187.750 kgm Mym = 860.14 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 0.750 kgm Mym = Mym1 – Mym2 = 1251.

125 = 2163.85 × f ' c × β1 ⎞ ⎛ 600 ⎞ ⎜⎜ ⎟⎟ × ⎜⎜ ⎟⎟ fy ⎝ ⎠ ⎝ 600 + fy ⎠ = ⎛ 0.0483 = 1.75 × 0.4 fy = 240 = 0.15 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI c.8 ( factor reduksi untuk menahan momen lentur ) 1731.85 x 25 x 0.753 kN/m2 2 1.4 1.00 m d ⎛1 ⎞ = h – p .172 ρ balance = ⎛ 0. φ = 0.152 m Mx bd 2 = 21.0051 2 = 0.588 × ρ × f ' c ⎟⎠ ⎝ 0.645 ρ ) ⎛ = 0.152 Mx bd 2 = ⎟ ρ × 0.75 × ρ balance = 0.85 ⎞ ⎜ ⎟ 240 ⎝ ⎠ ⎛ 600 ⎞ ⎟⎟ x ⎜⎜ ⎝ 600 + 240 ⎠ = 0.947 = 0 ρ ρ 1 = 0.947 = ρ × 0.947 = 192 ρ (1 − 5.00 × 0.⎜ φ⎟ ⎝2 ⎠ = 200 – 40 – 8 = 152 mm = 0.8 × 240 × ⎜1 − 0.8 × fy × ⎜⎜1 − 0.639Nm 0.V . Perhitungan Tulangan Pelat Lantai Kendaraan • Tulangan pada arah melintang jembatan (lx) Mx MX = MX = φ .00583 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .84 ρ 2 − 192 ρ + 0.0645 ρ max ρ min = 0.0645 = 0.8 b = 1.639 = 936.906 kgm = 21.588 × ρ × 0.936753 Mpa fy ⎞ ⎛ ⎝ 240 ⎞ ⎟ 25 ⎠ 1083.

⎜ φ ⎟ ⎝2 ⎠ 1067.0645 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .136 2 My bd 2 = ⎟ ρ × 0.742948 Mpa 1.8 = 200 .743 = 192 ρ (1 − 5.16 .8 ( factor reduksi untuk menahan momen lentur ) My = My = b = 1. Syarat.16 mm2 Digunakan tulangan Ø 14 – 150 (As = 1026 mm2) • Tulangan pada arah memanjang jembatan (ly) My φ .588 × ρ × 0.85 x 25 x 0.φtul X .00325 .125 = 1333.85 × f ' c × β1 ⎞ ⎛ 600 ⎞ ⎟⎟ ⎟⎟ × ⎜⎜ ⎜⎜ fy ⎠ ⎝ 600 + fy ⎠ ⎝ = ⎛ 0.40 .743 = 0 ρ 1 ρ balance = 0.33906 = 724.906 kgm = 13.743 = ρ × 0.16 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ρ min < ρ < ρ max .00583 As = ρ × b × d × 10 6 = 0.8 = 136 mm = 0. ρ 2 = 0.174 = ⎛ 0.00 m d ⎛1 ⎞ = h .p . karena ρ < ρ min maka digunakan ρ = ρ min = 0.33906 kNm 0.152 × 10 6 = 886. φ = 0.00583 × 1.84 ρ 2 − 192 ρ + 0.85 ⎞ ⎜ ⎟ 240 ⎝ ⎠ ⎛ 600 ⎞ ⎟⎟ x ⎜⎜ ⎝ 600 + 240 ⎠ = 0.588 × ρ × f ' c ⎟⎠ ⎝ 0.136 m My bd 2 = 13.8 × fy × ⎜⎜1 − 0.00 × 0.948 kN/m2 = 0.8 × 240 × ⎜1 − 0.645 ρ ) fy ⎞ ⎛ ⎛ ⎝ 240 ⎞ ⎟ 25 ⎠ 1083.00 × 0.V .

2) = 80 – 1.00583 ρ min < ρ < ρ max .2(80 − 1.5 mm = 4.6 cm4 YNA = 42.75 × 0.17 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ρ max ρ min = 0.2(80 − 1.0483 = 1.488 mm = 0.4 fy = 240 = 0. Syarat.2(80 − 1.V .851 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .512 mm = 7.848 mm2 I = 237.148 cm 2 x (80 2 x185 − 1. 2) 2 x3 = 1.136 × 10 6 = 792.00583 As = ρ × b × d × 10 6 = 0.00 × 0.8 kg/m2 A = 1.0645 = 0. 2) 2 x3 2 x (80 2 x185 − 1.75 × ρ balance = 0. karena ρ < ρ min maka digunakan ρ = ρ min = 0.4 1.25 cm Mencari momen lawan (Wx) y2 y1 = 80 2 x 185 − 1.88 mm2 Digunakan tulangan Ø 12 – 125 (As = 905 mm2) d.00583 × 1. Cek Deck Slab Direncanakan menggunakan dek baja type Ribdeck 80 dengan dimensi sebagai berikut : t = 1.2(80 − 1.2 mm W = 14. 2) = 80 2 x 185 − 1.488 = 78.

.263 cm 3 7.6 = 30.906 30.V .2.851 Untuk Wx dipakai W2 = 30.148 W2 = 237.18 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI W1 = 237.263 cm3 Cek tegangan yang terjadi : σ terjadi M < σ 2163.6 = 1605.263 < 1867 kg/cm = 71.405 cm 3 0..4 Perencanaan Gelagar Memanjang TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .503 kg/cm2 < 1867 kg/cm2…….OK = = Wx 5..

yang terdiri dari beban terbagi rata “q” ton per meter panjang per jalur.V . dan air hujan) • Beban hidup Beban hidup pada gelagar jembatan dinyatakan dengan beban “D” atau beban jalur. perkerasan.9 Pemodelan Beban Gelagar Memanjang Data teknis perencanaan gelagar memanjang : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .19 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gelagar jembatan berfungsi untuk menerima beban-beban yang bekerja diatasnya dan menyalurkannya ke bangunan dibawahnya. Gambar 5. dan beban garis “P” ton per jalur lalu lintas tersebut. Pembebanan pada gelagar memanjang meliputi : • Beban mati Beban mati terdiri dari berat sendiri gelagar dan beban-beban yang bekerja diatasnya (pelat lantai jembatan.

1 Gelagar tepi Gambar 5.10 Pembebanan Pada Gelagar Tepi 1.20 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ◦ Mutu beton (f’c) = 25 Mpa ◦ Mutu baja (fy) = 240 Mpa ◦ Berat isi beton bertulang = 2500 kg/m3 ◦ Berat isi beton biasa = 2200 kg/m3 ◦ Berat isi aspal = 2200 kg/m3 ◦ Tebal pelat lantai kendaraan = 20 cm ◦ Tebal lapis perkerasan = 5 cm ◦ Tinggi trotoar = 25 cm ◦ Jarak antar gelagar melintang = 500 cm 5.2.25 x 1.4. Beban mati • Beban mati ( qD1) akibat pelat lantai trotoar dan beban diatasnya : ◦ Berat Trotoar = 0. Perhitungan momen lentur pada gelagar tepi a.V .00 x 2500 = 625 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

25 kg/m ◦ Berat Pelat lantai = 0.875 x 2200 = 96.875 x 11.875 x 1000 = 50 ◦ Berat Dek Baja = 0.35 kg/m + qD1 • = 1311.875 x 2500 = 437.35 = qD2 kg/m 9.05 x 1.20x 1.35 = 11.05 x 0.V .20 x 0.5 kg/m ◦ Berat air hujan = 0.21 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ◦ Berat Pelat lantai = 0.8752 24 ) = qE x L2 8 = qE x 52 8 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .931 kg/m + = 593.35 kg/m Beban mati akibat ( qD2 ) pelat lantai trotoar dan beban diatasnya : ◦ Berat Perkerasan = 0.681 x 3 x 52 − 4 x 0.00 x 1000 = 50 kg/m ◦ Berat Dek Baja = 1.00 x 11.00 x 2500 = 500 kg/m ◦ Berat air hujan = 0.05 x 0.681 kg/m Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qD 2 x 3L2 − 4a 2 24 ( ) 593.

22 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI qE • = 569.65 t/m Untuk perhitungan momen dan gaya lintang : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . maka : q = 1.35 + 569.439 kg/m Berat Sendiri Profil Gelagar Memanjang ( qD3 ) = 49.389 kg/m Gaya geser maksimum akibat beban mati ( Dmak DL ) : Dmak DL = ½ x q x L = ½ x 1930.439 + 49.6 ) Jadi beban Mati Total ( qDL ) = qD1 + qE + qD3 = 1311. Beban Hidup • Beban terbagi rata (“q”) Bentang jembatan = 80 m.V .6 = 1930.1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1.1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.389 x 5 = 4825.973 kg Momen maksimum akibat beban mati ( Mmak DL ) : Mmax DL = 1 8 x qDL x L2 = 1 8 x 1930.389 x 52 = 6032.6 kg/m ( Diasumsikan menggunakan profil IWF 350 x 175 x 7 x 11 – 49.465 kgm b.

q’ = 50 % × 525 kg/m = 262.875 2.875 2 q’ = q × α × s′ 2.75 x 0. α = 1.00 bila kekuatan gelagar melintang tidak diperhitungkan s’ = lebar pengaruh beban hidup pada gelagar tepi s’ = 1.50 meter sedang lebar selebihnya dibebani hanya separuh beban “D” (50%).V . beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada lebar jalur 5. Beban hidup pada trotoar = 500 kg/m2 Pengaruh beban hidup pada trotar (q) q = 60% x ( 1.50 meter.75 × α × s ' × K dimana : = koefisien kejut. diperhitungkan beban sebesar 60% beban hidup trotoar.525 t/m = 525 kg/m Ketentuan penggunaan beban “D” dalam arah melintang jembatan : o Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan lebih besar dari 5.23 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban terbagi rata (q’) α q = 2.00 x 500 ) = 300 kg/m Beban Hidup terbagi rata pada gelagar tepi : q’ = 262. Untuk perhitungan momen dan gaya lintang : Beban garis (P’) K P = 2.65 x 0.5 kg/m o Untuk perhitungan kekuatan gelagar karena pengaruh beban hidup pada trotoar.75 × α × s ′ .75 = 1.75 bila kekuatan gelagar melintang diperhitungkan. yang ditentukan dengan rumus : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .25 kg/m Beban garis “P” P = 12 ton.75 = 0.25 + 300 • = 562. α = 0.750 × 1 = 0. dimana : = faktor distribusi.

25 x 5 ) = 2231.125 kg Momen maksimum akibat beban hidup (Mmak LL) : ⎛1 ⎛1 ⎞ 2⎞ MmaxLL = ⎜ × q ′ × l ⎟ + ⎜ × P × l ⎟ ⎝8 ⎠ ⎝4 ⎠ ⎞ ⎞ ⎛1 ⎛1 = ⎜ × 562.V . P’ = 50 % × 3302 = 1651 kg Gaya geser maksimum akibat beban hidup ( Dmak LL ) : DmakLL = ½ p’ + ½ q’ L = ( ½ x 1651 ) + ( ½ x 562.098 kg Momen total pada gelagar tepi : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .50 meter.153 = 1 + ⎜⎜ ⎝ (50 + L ) ⎠ ⎝ (50 + 80) ⎠ P = 2.25 × 5 2 ⎟ + ⎜ ×1651× 5 ⎟ ⎠ ⎠ ⎝4 ⎝8 = 3820.75 × α × s ' × K = 12 x 0.973 kg + 2231.781 kgm Gaya geser total pada gelagar tepi : Dtot = DmakDL + Dmak LL = 4825.125 kg = 7057.75 = 3. beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada lebar jalur 5.875 x 1.302 T = 3302 kg Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan lebih besar dari 5.50 meter sedang lebar selebihnya dibebani hanya separuh beban “D” (50%).24 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI K P’ ⎛ 20 ⎞ ⎛ 20 ⎞ ⎟⎟ = 1 + ⎜⎜ ⎟⎟ = 1.153 2.75 x 0.

712 + 0.95 Momen Lawan Wx Wy 775 112 3.00 cm = 0. Kontrol terhadap bahan dan tegangan • Kontrol terhadap lendutan ( δ ) δ max • = 5 × q tot × L4 P × L3 + 384 EI x 48 EI x = L 5 × (19.00 cm……….1 × 10 )× 13600 < δ ijin = 0.6 350 175 7 11 14 Momen Inersia Ix Iy Luas tampang 63.465 kgm + 3820.7 3.OK Kontrol terhadap tegangan lentur yang terjadi ( σ ) : σ terjadi = M tot Wx < σ TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 1867 = 527..V .303 + 5.6 Profil Berat WF (kg/m) A B t1 t2 r 350 x 175 49.246 kgm = 985324.758 cm3 Digunakan profil baja IWF 350 × 175 x 7 x 11 – 49.862 cm < 1.246 kgm 2.6 kgcm σ Bj 44 = 1867 kg/cm2 Wx = Mtot σ = 985324.14 Ukuran (mm) 13600 984 Jari-jari Inersia ix iy 14.150 < 1.623) × 500 4 1651 × 500 3 < + 6 6 500 384 × (2. Pendimensian profil gelagar tepi Mtot = 9853.781 kgm = 9853.1 × 10 )× 13600 48 × (2.25 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Mtot = Mmax DL + Mmax LL = 6032..

1)) = 24..5 × 1..86 kg/cm2………OK = 286.58 × σ < 1082.26 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 985324.14 .6 775 < 1867 kg/cm = 1271.V .64 < 0.623) × 500 ⎟ + ⎜ × 1651⎟ ⎝2 ⎠ ⎝2 ⎠ = 7057 kg Aweb = Aprofil – Aflens = 63.(2 × (17 .404 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ..303 + 5.386 kg/cm2 • < 1867 kg/cm2…….OK Kontrol terhadap tegangan geser yang terjadi ( τ ) Dmax = ⎛1 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ × qtot × L ⎟ + ⎜ × P ⎟ ⎝2 ⎠ ⎝2 ⎠ = ⎛1 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ × (19.64 cm2 τ terjadi = Dmax Aweb < τ = 7057 24.

05 × 0.875 × 1000 = 43.50 kg/m • Berat air hujan = 0.25 kg/m • Berat lapis perkerasan • Berat pelat lantai kendaraan = 0.2 Gelagar tengah Gambar 5.875 × 2500 = 437.431 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .05 × 0.27 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.931 kg/m kg/m + = 587.V .11 Penampang Melintang Gelagar Tengah 1) Perhitungan momen lentur pada gelagar tengah a. Beban mati = 0.875 x 11.4.875 × 2200 = 96.35 = qDL 9.20 × 0.2.75 • Berat profil dan dek baja = 0.

888 kg/m Berat Sendiri Profil Gelagar Memanjang = 49.444 = 1126.6 = 1176.V .6 ) Beban Mati Total ( qDL ) = 1126.6 kg/m ( Diasumsikan menggunakan profil IWF 350 x 175 x 7 x 11 – 49.431 x 3 x 52 − 4 x 0.2 kg Momen maksimum akibat beban mati ( Mmax DL ) : MmaxDL = 1 × q DL × l 2 8 = 1 × 1176.5 kgm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .480 × 5 2 8 = 3676.480 x 5 = 2941.444 kg/m Beban mati yang bekerja pada gelagar Tengah = 2 x qE = 2 x 563.480 kg/m Gaya Geser maksimum akibat beban mati ( Dmak DL ) : Dmak DL = ½ x q x L = ½ x 1176.888 + 49.8752 24 ) qE = qE x L2 8 = qE x 52 8 = 563.28 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) ( 587.

yang ditentukan dengan rumus : ⎛ 20 ⎞ ⎛ 20 ⎞ ⎟⎟ = 1 + ⎜⎜ ⎟⎟ = K = 1 + ⎜⎜ ⎝ (50 + 80) ⎠ ⎝ (50 + 80) ⎠ 1.75 × α × s ' × K .50 meter sedang lebar selebihnya dibebani hanya separuh beban “D” (50%).7875 t/m = 787.75 bila kekuatan gelagar melintang diperhitungkan. α = 1.75 × α × s ′ dimana : α = faktor distribusi.00 bila kekuatan gelagar melintang tidak diperhitungkan s’ = lebar pengaruh beban hidup pada gelagar tepi = 1.1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.5 kg/m = 787.29 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI b. Beban Hidup terbagi rata pada gelagar tengah : q’ = 100 % × 787. dimana : K = koefisien kejut.1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1.65 × 0.75 × 1.65 t/m Untuk perhitungan momen dan gaya lintang : Beban terbagi rata (q’) q = 2.5 kg/m • Beban garis “P” P = 12 ton Untuk perhitungan momen dan gaya lintang : Beban garis (P’) P = 2.75 = 0.153 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75 m q’ = 1.50 meter.V . maka : q = 1. Beban Hidup • Beban terbagi rata (“q”) Bentang jembatan = 80 m. beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada lebar jalur 5. α = 0.5 kg/m 2.75 Ketentuan penggunaan beban “D” dalam arah melintang jembatan : o Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan lebih besar dari 5.

5 x 5 ) = 5270. P’ = 100 % × 6604 = 6604 kg Gaya geser maksimum akibat beban hidup ( Dmax LL ) : DmakLL = ½ p’ + ½ q’ L = ( ½ x 6604 ) + ( ½ x 787.604 T = 6604 kg Ketentuan penggunaan beban “D” dalam arah melintang jembatan : Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan lebih besar dari 5.20 kg + 5270.V .75 × 1.95 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .75 kg = 8211.75 kg Momen maksimum akibat beban hidup (Mmax LL) : Mmax = = ⎛1 ′ 2 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ ×q ×l ⎟ + ⎜ × P×l⎟ ⎝8 ⎠ ⎝4 ⎠ ⎞ ⎛1 ⎛1 2⎞ ⎜ × 787.50 meter.938 kgm Gaya geser total pada gelagar tengah : Dtot = DmakDL + Dmak LL = 2941.30 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI P’ P = 2.75 × α × s ' × K = 12 × 0.50 meter sedang lebar selebihnya dibebani hanya separuh beban “D” (50%).75 = 6.153 2. beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada lebar jalur 5.75 × 1.5 × 5 ⎟ + ⎜ × 6604 × 5 ⎟ 8 4 ⎠ ⎠ ⎝ ⎝ = 10715.

6 Profil Berat WF (kg/m) A B t1 t2 r 350 x 175 49.885 cm3 1867 Digunakan profil baja IWF 350 × 175 x 7 x 11 – 49.875) × 500 4 6604 × 500 3 < + 6 6 384 × (2.409 < 1.437 kgm 2) Pendimensian Profil gelagar tengah Mtot = 14392.559 + 0...1 × 10 )× 13600 500 = 0.764 + 7.437 kgm = 1439243.7 = 770.6 350 175 7 11 14 Luas tampang 63.50 + 10715.7 kgcm σ Bj 44 = 1867 kg/cm2 Wx = Mtot σ = 1439243.OK Kontrol terhadap tegangan lentur yang terjadi ( σ ) : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .7 3.95 Momen Lawan Wx Wy 775 112 3) Kontrol terhadap bahan dan tegangan • Kontrol terhadap lendutan ( δ ) δ max 5 × q tot × L4 P × L3 + = 384 EI x 48 EI x = • < δ ijin L 5 × (11.00 cm = 0.938 = 14392.31 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Momen total pada gelagar tengah : Mtot = Mmax DL + Mmax LL = 3676.14 Ukuran (mm) Momen Inersia Ix Iy 13600 984 Jari-jari Inersia ix iy 14.00 cm……….968 cm < 1.1 × 10 )× 13600 48 × (2.

7 775 < 1867 kg/cm = 1857.764 + 7.75 28.16 .32 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI σ terjadi = M tot Wx < = 1439243.(2 × (19 .088 kg/cm2 • σ < 1867 kg/cm2…….38 cm2 τ terjadi = Dmax Aweb < τ = 8211.9 × 1.38 < 0.875) × 500 ⎟ + ⎜ × 6604 ⎟ ⎝2 ⎠ ⎝2 ⎠ = 8211..58 × σ < 1082.V .86 kg/cm2………OK = 289.75 kg Aweb = Aprofil – Aflens = 72..1)) = 28.349 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ..OK Kontrol terhadap tegangan geser yang terjadi ( τ ) Dmax = ⎞ ⎞ ⎛1 ⎛1 ⎜ × qtot × L ⎟ + ⎜ × P ⎟ ⎠ ⎠ ⎝2 ⎝2 = ⎛1 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ × (11.

Pemakain dek baja dibawah pelat beton berfungsi sebagai cetakan tetap dan untuk menahan momen positif yang terjadi pada pelat beton.2. yang terdiri dari beban terbagi rata “q” ton permeter panjang perjalur lalu lintas tersebut. Untuk menjaga agar lekatan ini tetap ada.V . Pada jembatan rangka baja. 5.33 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. elemen struktur komposit terbentuk melalui kerjasama antara gelagar melintang dengan pelat beton. Pemasangan dek baja sejajar dengan gelagar melintang. dan air hujan).2.1 Kondisi Pre Komposit Kondisi pre komposit adalah kondisi dimana pelat beton belum mengeras dan beban hidup belum bekerja TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5. perkerasan. Beban Mati Terdiri dari berat sendiri gelagar dan beban yang bekerja diatasnya (gelagar memanjang. b. Factor penting dalam struktur komposit adalah lekatan antara gelagar melintang dengan pelat beton harus tetap ada. Beban Hidup Beban hidup pada gelagar jembatan dinyatakan dengan beban “D“atau beban jalur.5 Perencanaan Gelagar Melintang Pembebanan pada gelagar melintang meliputi : a. pelat lantai jembatan. perlu adanya penghubung geser (shear conector) yang berfungsi untuk menahan gaya geser yang terjadi pada bidang pertemuan antara pelat beton dengan gelagar melintang.

V . Perhitungan Momen Lentur Gelagar Melintang Gambar 5.34 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 1.12 Beban Mati Pada Kondisi Pre Komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

00 x 11.20 x 1.875 x 2500 = 437.75 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .00 x 1000 = 50 kg/m Berat dek baja = 1.35 = 11.75 kg Beban P2 Berat plat lantai kendaraan = 0.35 kg/m + = 1311.35 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban P1 Berat trotoar = 0.35 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P1 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P1 = q1 x L = 1311.05 x 0.00 x 2500 = 500 kg/m Berat air hujan = 0.5 Berat air hujan = 0.35 x 5.875 x 1000 = kg/m 43.05 x 1.V .20 x 0.25 x 1.00 = 6556.00 x 2500 = 625 kg/m Berat plat lantai = 0.

6 kg/m P3 = 49.620 kg Beban P3 Berat gelagar memanjang IWF 350 x 175 x 7 x 11 – 49.5 Berat air hujan = 0.875x 11.V .123 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P2 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P2 = qE x L = 471.00 = 2355.00 = 248 kg Beban P4 Berat plat lantai kendaraan = 0.6 = 49.35 = 9.875 x 1000 = kg/m 43.875 x 2500 = 437.18 x 3 x 52 − 4 x 0.20 x 0.6 x 5.93 kg/m + = 491.123 x 5.18 kg/m Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) ( 491.75 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .36 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Berat dek baja = 0.05 x 0.8752 24 ) = qE x L2 8 = qE x 52 8 qE = 471.

23 kg Beban q4 Berat plat lantai kendaraan = 0.20 x 0.18 x 3 x 52 − 4 x 0.93 kg/m + = 491.00 ) + ( 49.5 Berat air hujan = 0.35 = 9.8752 24 qE ) = qE x L2 8 = qE x 52 8 = 471.875 x 1000 = kg/m 43.V .875x 11.123 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P4 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P4 = ( 2 qE x L ) + ( berat gelagar memanjang x 5 ) = ( 2 x 471.6 x 5 ) = 4994.123 x 5.05 x 0.75 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .875 x 2500 = 437.37 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Berat dek baja = 0.18 kg/m Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) ( 491.

18 kg/m Beban segitiga diubah menjadi beban merata ekivalen : qE x L2 12 qE x L2 8 = 491.906 kg/m Reaksi Perletakan : RA = RB = (3xP4) + (2 x ( P1 + P2 + P3)) + (qE x L )) 2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .38 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Berat dek baja = 0.18 x 1.35 = 9.752 8 qE = 327.875x 11.V .7 52 12 491.453 kg/m = beban merata ekivalen yang bekerja = 2 x qE = 654.93 kg/m + = 491.18 x 1.

48 kg MPRA = 37487.8 = 2124.75 ) = 37487.37) + (654.913 kgm Berat sendiri gelagar melintang = 215 kg/m Asumsi gelagar melintang memakai profil IWF 708x302x15x28-215 RP = ½ x q x L = ½ x 215 x 9 = 967.875 kgm Perhitungan geser dan momen yang bekerja pada kondisi Pra-Komposit : DPRA = 18288.788 kgm = 3966478.23 x 1.906 x 5)) 2 18288.5 kg MP = 1 8 1 8 = x q x L2 x 215 x 92 = 2176.98 kg Momen maksimum akibat beban mati : = (RAV x 4.98 x 4.75) = (18288 .8 kgcm σ Bj 44 = 1867 kg/cm2 Wx = Mtot σ = 3966478.788 kgm 2. Pendemensian Gelagar Melintang MPRA = 39664.5 ) − (P 4 x1.98 + 967.519 cm3 1867 Digunakan profil baja IWF 708x302x15x28-215 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .913 + 2176.39 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = = (3x4994.V .5 x 1.5 = 19256.875 = 39664.5 x 1.5 ) − (4994 .37 x 3.906 x 3.23) + (2 x 9160.5) − ( ( P1+ P 2 + P3) x 3.75) − (qE x 3.5 ) − (9160 .75 ) − (654 .

906 x 7) 9 = 724.86 Momen Lawan Wx Wy 6700 853 3.23 kg δ1 = P1 x a1 P1 x a2 (3 L2 .371 kg/m = 7.4 a12 ) + (3 L2 . Kontrol Tergadap Bahan Dan Tegangan o Kontrol terhadap lendutan ( δ ) q = (215 x 9) + (654.6 237000 12900 Jari-jari Inersia ix iy 29.4 a22 ) = 24 EI 24 EI TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .4 6.40 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Profil Berat WF (kg/m) A B t1 t2 r 708 x 302 215 708 302 15 28 28 Luas Ukuran (mm) Momen Inersia tampang Ix Iy 273.37 kg dan P2 = 4994.243 kg/cm o Akibat beban terpusat di tepi P1 = 9160.V .

23 kg δ 2 = P2 x L3 48 EI = 4994.183 + 0.1 x 10 6 x 237000 24 x 2.052 = 0.V .37 x 100 (3 x 9002 .152 + 0.75 x900 4 = 0.427 + 0.1 x 10 6 x 237000 = 0.41 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 9160.4 x 2752 ) + 24 x 2.23 x 900 3 48 x 2.1x10 6 x 237000 Lendutan total pada kondisi pra komposit adalah : δ total = δ 1 + δ 2 + δ 3 = 0.23 x 275 (3 x 9002 .052 cm 384 x 2.4 x 1002 ) 4994.244 = 0.152 cm o Akibat berat sendiri gelagar melintang Gelagar melintang adalah IWF 594x302x14x23-175 dengan berat 175 kg/m δ 3 = = 5 xqxL4 384 EI 5 x1.631 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .427 cm o Akibat beban terpusat di tengah P2 = 4994.1 x 106 x 237000 = 0.

5 x 26.V ...9 x 16.42 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Lendutan Ijin ( δ ijin ) δ ijin = 900 = 1..745 1.KOMP L 500 = = 0.86 kg/cm2 ………OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .2 x 2..……OK o Kontrol terhadap tegangan lentur yang terjadi ( σ ) : σ terjadi = M tot Wx < = 3966478.011 kg/cm2 < 1867 kg/cm2…….800 cm .8 6700 < 1867 kg/cm = 592.745 cm3 τ terjadi = = D pra x Sx < τ b x Ix 19256.58 x σ = 191.5 x 237000 < 0.48 x 3532.3 ) = 3532.800 cm 500 δ PRA.OK σ o Kontrol terhadap tegangan geser yang terjadi ( τ ) : Sx = ( 30.359 < 1082.8 x 34 ) + (1.631 < δ ijin = 1.

8 6700 = 592.572 kg Mpra = 39664.906 x 7 ) + ( 215 x 9 ) = 11513.572 x 3532.149 kg/cm2 σ terjadi = = M Wx 3966478.0112 + ( 3 x 114.149 2 ) = 624.OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .153 kg/ cm2 < 1867 kg/cm2 < 1867 kg/cm2…….745 1.8 kgcm PxS τ etrjadi = b x Ix = 11153.43 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI o Kontrol terhadap tegangan idiil ditengah bentang ( τ i ) : P = P3 + ( qE x 7 ) + ( qD x 9 ) = 4994.V .011 kg/cm2 τi = = < σ σ2 + ( 3 xτ2 ) 592.788 kgm = 3966478.23 + ( 654.5 x 237000 = 114.

Perhitungan Momen Lentur Gelagar Melintang Beban Mati Gambar 5.44 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.V .2.2 Kondisi Post Komposit Kondisi pre komposit adalah kondisi dimana pelat beton telah mengeras dan beban hidup telah bekerja 1.13 Beban Mati Pada Kondisi Post Komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5.

V .05 x 0.05 x 0.25 x 1.00 = 3125 kg Beban P2 Berat air hujan = 0.75 kg/m Berat lapis perkerasan = 0.25 kg/m + = 140 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .875x 2200 = 96.45 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban P1 Berat trotoar = 0.00 x 2500 = 625 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P1 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P1 = q1 x L = 625 x 5.875 x 1000 = 43.

V .415 kg Beban P3 Berat air hujan = 0.283 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P2 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P2 = qE x L = 134.283 x 5.25 kg/m + = 140 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .00 = 671.05 x 0.46 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) = ( 140 x 3 x 52 − 4 x 0.875x 2200 = 96.8752 24 ) qE = qE x L2 8 qE x 52 8 = 134.05 x 0.875 x 1000 = 43.75 kg/m Berat lapis perkerasan = 0.

00 ) = 1342.75 kg/m Berat lapis perkerasan = 0.05 x 0.283 kg/m Beban mati tersebut merupakan gaya terpusat ( P4 ) yang bekerja pada titik tumpu gelagar melintang : P3 = ( 2 qE x L ) = ( 2 x 134.47 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban Trapezium diubah menjadi beban Ekivalen : ( qDL x 3L2 − 4a 2 24 ) = ( 140 x 3 x 52 − 4 x 0.875 x 1000 = 43.25 kg/m + = 140 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .83 kg Beban q4 Berat air hujan = 0.05 x 0.V .875x 2200 = 96.8752 24 ) qE = qE x L2 8 qE x 52 8 = 134.283 x 5.

752 8 qE = 93.75) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .31 kg ( D1) Momen maksimum akibat beban mati : = (RAV x 4.83) + (2 x 3796.415) + (186.7 52 12 qE x L2 8 qE x 1.48 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban segitiga diubah menjadi beban merata ekivalen : qE x L2 12 = 491.666 kg/m Reaksi Perletakan : RA = RB = = = (3xP3) + (2 x ( ( P1 + P2)) + (qE x L )) 2 (3x1342.5) − ( ( P1+ P 2) x 3.18 x 1.333 kg/m = beban merata ekivalen yang bekerja = 2 x qE = 186.V .5 ) − (P3x1.5 x 1.75) − (qE x 3.666 x 5)) 2 6277.

5) + ( 2 x 1500 x 0.415 x 3.75 ) − (186 .V .5 ) − (1342 .666 x 3.613 kgm ( M1 ) b.5 ton/m = 1500 kg/m Reaksi peletakan : RA = RB = = (q1 x 5.5 ) − (3796 .75) + (2 x q3 x 1.65 x 5.75 = 1.1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.31 x 4.00) 2 (3000 x 5.65 t/m o Beban terbagi rata sepanjang gelagar melintang untuk lebar 5.75 ) = 11468.5 = 3 t/m = 3000 kg/m 2.5 x 1.5 m q1 = q x 5.00) 2 = 10875 kg Momen maksimum yang terjadi akibat beban q : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .49 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = (6277 .5) + (2 x q2 x 0. Beban Hidup • Beban terbagi rata (“q”) Bentang jembatan = 80 m.75) + (2 x 1500 x 1.83 x 1.1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1.5 2.75 o Beban terbagi rata untuk lebar sisanya q2 = 50 % × 3000 kg/m = 1500 kg/m o Beban terbagi rata pada trotoar q3 = 60% x ( 500 x 500 ) = 1. maka : q = 1.

5)–(q2 x 1.5 kg 9 Σ MB = 0 (RA x 9.5x7.0 x 8.125 kgm ( M2 ) Menentukan Geser Maksimum ( Dmak ) akibat beban q Reaksi Peletakan Σ MA = 0 (RB x 9.75)–(q3 x 1.5) = 0 RB = 66.0) .5x1.25)-(q2 x 1.4375 t = 7437.5 x 3.5 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .5)–(3x 5.0 x 0.5x1.182 o Beban P bekerjasepanjang gelagar melintang untuk lebar 5.0x 8.5 x 1.0)-(1.75x3.75)–(1.5) = 0 (RA x 9.561 = 8.75)–(q3 x 1.5) – (1500 x 1.5)–(1500x1.0 x 0.75x1.5)–(1.5x5.167 kg ( D2 ) 9 Beban “P” P = 12 ton ⎛ 20 ⎞ ⎟⎟ Koefesien kejut ( K ) = 1 + ⎜⎜ ⎝ (50 + L ) ⎠ K ⎛ 20 ⎞ ⎟⎟ = 1 + ⎜⎜ ⎝ (50 + 80) ⎠ = 1.50 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = (RA x 4.5 x 7.0 x 0.0)-(q3 x 1.375) = 28078.0 x 4.0)-(q3 x 1.5x1.5 x 1.5) = 0 (RB x 9.75)–(1.(q2 x 0.5)–(q1 x 5.0 x 8.5x1.125) – (q1 x 2.9375 = 7.25)-(3x 5.0 x 0.125)–(3000x2.5x1.5x1.5) = 0 RA = • 78.5 x 5.25)-(q1 x 5.0)-(1.75 x 1.729167 t = 8729.375) = (10875x4.5 x 3.0 x 8.0x4.25)-(1.75 x 3.0)-(1500x0.

375) = 46986.(P1 x 5.75 x 1.125 ) – ( 5158 x 2.5 x 3.(5158x5.V .75) + (5158 x 5.5) + (2579 x 0.0) .75) 2 (2579 x 0.75 x 3.375) = (16118.182 = 5.75 x 1.75x 4.75) 2 = 16118.75 x 3.158 t/m = 5158 kg/m 2.75) + (P1 x 5.5) – ( 2579 x 0.25) = 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .50 x 7.75 x 1.75) – (2579x1.75) – (P2 x 1.5) + (P2 x 0.125) – (P1 x 2.75 kg Momen maksimum yang terjadi akibat beban garis ”P” Mmax = (RA x 4.51 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI P1 = P 12 x K = 2.5) – (P2 x 0.75 o Beban P untuk lebar sisanya ( 50% dari P1 ) P2 = 50 % × 5158 kg/m = 2579 kg/m Reaksi Perletakan: RA = = (P2 x 0.156 kgm ( M3 ) Menentukan Geser Maksimum ( Dmak ) akibat beban P : Reaksi Peletakan : Σ MA = 0 (RB x 9.25) = 0 (RB x 9.50 x 7.0) .5x 3.

156 = 126197.708 kg 9 Σ MB = 0 (RA x 9.5 x 5.31 + 8729.50 x 1.25) – (P2 x 1.0) .5 x 5.50 x 1.788+ 11468.25) – (2579x1.792 kg ( D3 ) 9 Perhitungan Momen dan Geser yang Bekerja • Momen Mpost = Mpra + M1+ M2+ M3 = 39664.4 m Diambil nilai beff yang terkecil.75) = 0 RA = 155707.25 m = 2.0 m beff ≤ 12 × Tebal pelat = = 12× 0.167 + 17300.V .682 kgm • Geser Dpost = Dpra + D1+ D2 + D3 = 19256.749 kg 2.(P1 x 5.0) -(5158x5.792 = 51563. Perhitungan Gelagar Komposit Perhitungan lebar efektif : Syarat : 1 Bentang 4 1 × 9.125 = 17300.75) = 0 (RA x 9.52 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI RB = 134430.375 = 14936.0 4 beff ≤ beff ≤ Jarak antar gelagar = 5. beff = 2.25 m Data teknis profil IWF 708 × 302 x 15 x 28 – 215 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .48 + 6277.613 + 28078.2 = 2.125 + 46986.

V .1 × 10 5 MPa Ec = 4700 = Es Ec n f ' c = 4700 25 = 23500 Mpa 2.6 cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .1 x105 = = 8.53 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Profil Berat WF (kg/m) A B t1 t2 r 708 x 302 215 708 302 15 28 28 Luas Ukuran (mm) Momen Inersia tampang Ix Iy 273.6 237000 12900 Jari-jari Inersia ix iy 29.9 ~ 9 23500 Luas baja ekuivalen ( AEKIVALEN ) : beff b’ = AEKIVALEN = b’ x t n = 2250 = 250 mm = 25 cm 9 = 25 x 20 = 500 cm2 APROFIL = 273.4 6.90 Momen Lawan Wx Wy 6700 853 Angka Ekivalen ( n ) : Es = 2.

8 + ⎟ ⎟⎟ 2 ⎠⎠ ⎝ ⎝ 2 ⎠⎠ ⎝⎝ 9 ⎠ ⎝ ⎛ ⎞⎞ ⎛ 225 ⎜⎜ 273.8 ⎞ ⎞ ⎛ ⎛ 225 ⎞ ⎜⎜ 273.6 = 773.6 x ⎜ ⎟ ⎟⎟ + ⎜⎜ ⎜ ⎟ x 20 x ⎜ 70.V .6 cm2 Titik berat penampang komposit ( Y komp ) : y = ⎛ t ⎞⎞ ⎛ h ⎞⎞ ⎛⎛ b ⎞ ⎛ ⎜⎜ A1 × ⎜ ⎟ ⎟⎟ + ⎜⎜ ⎜ e ⎟ × t × ⎜ h + ⎟ ⎟⎟ 2 ⎠⎠ ⎝ 2 ⎠⎠ ⎝⎝ n ⎠ ⎝ ⎝ ⎛ ⎛b ⎞⎞ ⎜⎜ A1 + ⎜ e × t ⎟ ⎟⎟ ⎝ n ⎠⎠ ⎝ = ⎛ 20 ⎞ ⎞ ⎛ ⎛ 70.743 cm Momen inersia penampang komposit ( Ik ) : = 2 2 ⎛ ⎛ ⎞⎞ ⎛ ⎛ ⎞⎞ ⎜ I + ⎜ A × ⎛⎜ y − h ⎞⎟ ⎟ ⎟ + ⎜ ⎛⎜ 1 × ⎛⎜ be ⎞⎟ × t 3 ⎞⎟ + ⎜ ⎛⎜ be ⎞⎟ × t × ⎛⎜ h + t − y ⎞⎟ ⎟ ⎟ ⎟ ⎜ n ⎜ x ⎜ 1 ⎝ 2 ⎠ ⎟⎠ ⎟⎠ ⎜⎝ ⎜⎝ 12 ⎝ n ⎠ 2 ⎝ ⎠ ⎟⎠ ⎟⎠ ⎠ ⎝⎝ ⎠ ⎝ ⎝ TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 + ⎜ x 20 ⎟ ⎟⎟ ⎠⎠ ⎝ 9 ⎝ = 64.54 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Luas penampang komposit ( AKOMPOSIT ) : AKOMPOSIT = AEKIVALEN + APROFIL = 500 + 273.

743⎟ ⎟ ⎟ ⎜ ⎜ 2 ⎠ ⎟⎠ ⎟⎠ ⎝ 12 2 ⎠ ⎟⎠ ⎝ ⎠ ⎜⎝ ⎝ ⎝ ⎝ = 472572.8 ⎞ ⎞⎟ ⎞⎟ ⎛ 1 20 ⎞ ⎞ ⎛ ⎞ ⎛ ⎛ = ⎜ 237000+ ⎜ 273.4 cm 2 Yc = h profil + ½ x h beton = 708 + ½ x 200 = 808 mm = 80.14 Titik Berat Penampang Komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .624 = 618153.5 mm.6x ⎜ 64.667 + 128913.8 + − 64. Gambar 5.55 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 2 2 ⎛ ⎛ 70.078 cm4 Yts = Ybs = 708 = 354 mm = 35.743− + ⎜ x25 x203 ⎟ + ⎜ 25x20x ⎜ 70.787 + 16666.V .8 cm Balok komposit direncanakan menggunakan dek baja trapesium dengan tinggi rusuk 55 mm dan tebal 4.

8 − 64......078 1867 kg/cm2 < < 1867 kg/cm2.45 × 250 112.2 × (70.56 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 3.316 kg/cm2 • ⎝ 2 ⎠ + (2807812...552 = 837.2 × (70.8 + 20 − 64..3) × ⎛⎜ 70.743) < 0.5 + 4698615...OK < Pada bagian bawah pelat beton σC = = M post × (h − y ) n × Ik σc < 12619768.5 kg/cm2.45 × 250 9 × 618153..743) 9 × 618153.106 kg/cm2 • < 0.8 ⎞⎟ = 237000 = 763.V .OK Pada sayap bawah profil baja σ BS = ⎛h⎞ MD ×⎜ ⎟ ⎝2⎠ + ML × y IX IK < σS TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ...8 + 1146861.. Perhitungan Terhadap Tegangan o Kontrol terhadap tegangan lentur ( σ ) • Pada bagian atas pelat beton σC = = M post × (h + t − y ) n × Ik 12619768.764 + 73..739 kg/cm2 • σc < 112....078 = 13.057 618153..6) × 6..078 = 59.5 kg/cm2 < Pada sayap atas profil baja σ BS = ⎛h⎞ MD ×⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ + M L × (h − y ) IX IK < σS (3966478..

OK o Diagram tegangan sebelum dan sesudah komposit • • Tegangan sebelum komposit ( pra komposit ) Pada sayap atas profil baja = 592.011 kg/cm2 Pada sayap bawah profil baja = 592.739 kg/cm2 Pada sayap atas profil baja = 837..743 618153....958 kg/cm2 < 1867 kg/cm2..764 + 786.3) × ⎛⎜ 70.57 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI (3966478.016 kg/cm2 Pada bagian bawah pelat beton = 13.8 + 1146861...5 + 4698615.011 kg/cm2 Tegangan sesudah komposit ( post komposit ) Pada bagian atas pelat beton = 59.15 Diagram Tegangan Sebelum Dan Sesudah Komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .194 < 1867 kg/cm2 = 1549.958 kg/cm2 Gambar 5.8 ⎞⎟ 137000 ⎝ 2 ⎠ + (2807812.316 kg/cm2 Pada sayap bawah profil baja = 1549..V .078 = 763.6 ) × 64.

V - 58

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

o Kontrol terhadap tegangan Geser (τ )

Statis momen terhadap garis netral komposit :

Pada Plat Beton
Sx1 = b’ x t x ek
= 250 x 200 x 160,57
= 8028500 mm3 = 8028,5 cm3

Pada Profil baja
Sx1 = Aprofil x es
= 273,6 x 293,43
= 80282,448 mm3 = 80,282 cm3

τ TERJADI
τ TERJADI

=
=

DPOST x ( S x1 + S x 2 )
< τ
b x Ix
51563,749 x ( 8028,5 + 80,282)
1,5 x 237000

< 0,58 x σ

= 1176,144 < 1082,86 kg/cm2 .....OK

o Kontrol terhadap Lendutan (τ )

1. Akibat beban mati ( pada kondisi pre komposit dan post komposit )
TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 59

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Kondisi pre komposit

Kondisi post komposit

P1

= P PRE KOMPOSIT + P KOMPOSIT
=

P2

= 12956,785 kg

= P PRE KOMPOSIT + P KOMPOSIT
=

qE

9160,37 + 3796,415
4994,23 + 1342,83

= 6337,06 kg

= qE PRE KOMPOSIT + qE KOMPOSIT
=

654,906 + 186,666

qD

= 215 kg/m

q

=

= 841,572 kg/m

(841,572 x 7 ) + ( 215 x 9)

⎛ 5 x q x L4 ⎞

9
⎛ P xa

= 869,556 kg/m

⎛ P x L3 ⎞

⎟⎟ + ∑ ⎜⎜
⎟⎟
δ 1 = ⎜⎜
x (3L2 − 4a 2 )⎟⎟ + ⎜⎜
384
EI
24
EI
X ⎠
X


⎠ ⎝ 48 EI X ⎠

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 60

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

⎛ 5 x 8,67556 x 900 4 ⎞
⎛ 12956,785 x100
⎟⎟ + ∑ ⎜⎜
= ⎜⎜
x 3x900 2 − 4 x100 2
6
6
⎝ 384 2,1 x 10 x237000 ⎠
⎝ 24 2,1x10 x 237000

(

)

(

)


6337,06 x 275
⎜⎜
x 3x 900 2 − 4 x 100 2
6
24
x
(
2
,
1
x
10
)
x
237000

((

(

) (

)⎞⎟⎟ +

))⎞⎟⎟ + ⎛⎜⎜


6337,06 x 9003
⎟⎟
6
⎠ ⎝ 48x (2,1x 10 ) x 237000 ⎠

= 0,148 + 0,259 + 0,348+ 0,193
= 0,948 cm
2. Akibat beban hidup
a. Akibat beban terbagi merata ( ” q ” )

q1 = 3000 kg/m,

q2

= 1500 kg/m,

q3

= 1500 kg/m

b. Akibat beban garis ( ” P ” )

P1 = 5158 kg/m
P2 = 2579 kg/m

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

61 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Q1 = q1 + P1 = 3000 + 5158 = 8158 kg/m Q2 = q2 + P2 = 1500 + 2579 Q3 = q3 = 4079 kg/m = 1500 kg/m (Q1 x 7) + (2 xQ2 x0.484 cm Lendutan total ( δ total ) δ total = δ1 + δ 2 = 0.8 cm δ total = 1.58278 × 900 4 384 × (2. 278 kg/m δ2 5 × q ekuivalen × L4 = 384 EI K 5 × 73.V .75) + (2 xQ3x1) qEKIVALEN 9 = (8158 x 7) + (2 x4079x0.432 cm < δ ijin = 1.75) + (2 x1500x1) 9 = = 7358.078 = = 0.8 cm…………OK L 500 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .1 × 10 6 )× 618153.432 cm Lendutan ijin ( δ ijin ) δ ijin = = 900 500 = 1.948 + 0.484 = 1.

37 kg + 3796 .E dan f adalah beban mati terpusat pada kondisi pre komposit dan post komposit TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .16 Pembebanan Pada Perhitungan Shear Connector Pembebanan : a. Syarat teknis perencanaan shear connector dengan menggunakan stud adalah : ƒ Jarak minimal antar stud arah memanjang balok 5d dan tidak kurang 10 cm ƒ Jarak maksimal antar stud tidak boleh lebih dari delapan kali tebal pelat beton.415 kg = 12956. atau kurang dari 800 mm ƒ Jarak antar stud tegak lurus balok tidak boleh kurang dari d + 3 cm ƒ Panjang minimal stud 4d ƒ Jarak minimal ujung stud dengan permukaan beton 4 cm Perhitungan Gaya Lintang Gambar 5.V .6 Perhitungan Penghubung Geser ( Shear Connector) Shear Connector digunakan untuk menahan gaya geser memanjang yang terjadi pada bidang pertemuan anatar pelat beton dengan belok baja.2.785 kg • P2 = beban mati terpusat yang bekerja pada titik D.62 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. Beban Mati Terpusat • P1 = beban mati terpusat yang bekerja pada titik C dan G adalah beban mati terpusat pada kondisi pre komposit dan post komposit = 9160.

83 kg = 6337.906 + 186. Berat Sendiri Gelagar Melintang • qD = beban mati merata ( berat sendiri gelagar melintang ) = 215 kg/m d. Berat Hidup Pada Trotoar • qL3 = beban hidup pada trotoar = 1500 kg/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Beban Mati Merata • qE = qEPREKOMPOSIT + qEPOST KOMPOSIT = 654.666 = 841.V .75 m ) = beban terbagi rata ( q ) + beban gars ( P ) = 1500 kg/m + 2579 kg/m = 4079 kg/m e.572 kg/m c. Berat Hidup ( beban ” D ’’ ) • qL1 = beban ” D ” untuk lebar 5.5 meter = beban terbagi rata ( q ) + beban gars ( P ) = 3000 kg/m + 5158 kg/m = 8158 kg/m • qL2 = beban ” D ” untuk lebar sisanya ( 2 x 0.63 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 4994.06 kg b.23 kg + 1342.

24158 – ( 1500 x 1 ) – ( 213 x 1 ) = 53219.20558 .915 – 12956.( 8158 x 1.5 – 26509.5 ) – ( 1500 x 1 x 0.06 x 6.24158 kg DA-C = 54932.75 ) = 24300.28 – 39606.5 ) – (12956.06 x 4.E = 17963.24158 kg Gaya Lintang : DA = 54932.77 – 17426.5625 – 12750 – 12956.785 = 40262.625 – 103654.( 841.785 x 8 ) = 0 ( RB x 9 ) – 8626.5 – 26509.( 213 x 1 ) .572 x 7 x 4.21875 – 230208.75 ) .785 = 0 9 RB = 456914.20558 kg DD = 24300.75 ) – ( 12956.518 – 12750 – 50860.625 ) – ( 1500 x 1 x 0.75 x 1.89458 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .24158 kg DC = 53219.28 = 0 9 RB = 494390.26242 kg ∑M B = 0 ( RA x 9 ) – ( 215 x 9 x 4.14558 kg DD.03125 – 155256.06 x 6.6337.5 ) – ( 6337.518 – 750 – 13384.64 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Reaksi Perletakan : ∑M A = 0 ( RB x 9 ) – ( 215 x 9 x 4.9375 – 750 – 103654.5 ) – ( 4079 x 1.25 x 5.75 ) = 2000.875 ) – ( 8158 x 5.5 ) – ( 4079 x 1.5 ) – ( 6337.1743 RB = 54932.06 x 2.572 x 7 x 4.V .06 = 17963.572 x 1.75 ) – ( 6337.572 x 1.915 – 28516.625 – 28516.( 841.5 ) – ( 841.375 ) – ( 1500 x 1 x 8.5 ) – (12956.785 – 17426.( 8158 x 1.06 x 4.25 x 3.3618 RB = 50768.06 x 2.5 ) – ( 1500 x 1 x 8.75 ) .45658 .24158 .75 x 7.5 ) – ( 841.45658 kg DC-D = 40262.785 x 1 ) – ( 6337.25 ) – ( 12956.77 – 39606.25 ) – ( 6337.( 213 x 1 ) .12956.14558 .785 x 1 ) = 0 ( RB x 9 ) – 8626.785 x 8 ) – ( 6337.125 ) – ( 8158 x 5.

17 Diagram Gaya Lintang Shear connector direncanakan menggunakan stud Ø 20 mm dengan tinggi stud (H) = 100 mm.5 kg 2 Jarak stud : D = Q × Ik D ×S TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .0005 x 314 x 878.971 KN = 13797. Jumlah stud dalam arah tegak lurus sumbu gelagar melintang = 2 buah.0005 x ⎜ π D 2 ⎟ x 30 x 4700 30 ⎝4 ⎠ = 0.1 kg ) Q = 6898.799 = 137.0005 As f ' c × Ec ( = ⎛1 ⎞ 0. Kekuatan satu stud : Q Q Q = = 0.65 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.V .

5 (2 x 6898.24158 x 8028.5) x 618153. Perhitungan Las Sudut : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .078 17963.078 40262 .137 cm ~ ~ 25 cm 60 cm Sambungan antara stud dan gelagar melintang menggunakan sambungan las sudut.V .66 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Dimana.5) x 618153. Q = Kekuatan stud dalam 1 baris (kg) Ik = Momen inersia penampang komposit (cm4) D = Gaya lintang (k) S = Statis momen bagian yang menggeser terhadap garis netral penampang komposit Ik = 618153.14558x 8028.078 cm4 S = 250 x 200 x 160.45658x 8028.5 = 19.5 cm3 d1 = d2 = d3 = (2 x 6898.338 cm ~ 20 cm = 24.5) x 618153.5 ( 2 x 6898.078 54932.384cm = 59.57 = 8028500 mm3 = 8028.

3 x 2 2 a ≈ 1.5 kg Kekuatan satu stud = 6898.V .2 )2 = 1.25 x π x d2 = 0.18 Pemasangan Shear Connector TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .25 x π x ( 3.67 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a.252 .626 cm b.5 kg < 7810.230 x 6350 = 7810. Tebal Las = a ≤ a≤ 1 t 2 2 1 x 2.230 cm2 c. Kekuatan Las = Fxσ = 1.5 kg Gambar 5. Luas Bidang Las = 0.

68 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.628 (pengaruh desak) 2.V .54 cm • Jarak antar baut : 3d ≤a≤6d 60 ≤ a ≤ 120 a diambil 70 mm • Jarak baut ke tepi sambungan : c ≥ 2d c ≥ 40 s1 diambil 40 mm Gambar 5.7 Perhitungan Sambungan Gelagar Melintang dan Gelagar Memanjang Besarnnya Dmax gelagar memanjang (P) = 8211.275 < 0.130.75 kg Untuk penyambungan antara gelagar melintang dan memanjang digunakan pelat penyambung profil L 130.2.7 = 0.14 Sambungan direncanakan menggunakan baut φ 2.54 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .19 Sambungan Gelagar Memanjang Dengan Protil Siku Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : Pengaruh Desak δ d = 0.

54 = 15 + 65 = 72.5 x σ < 2800.25 = 55429.937 2 + 3167.5 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .389 kg 8211.69 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI P 2xσ xδ x d n ds = Eksentrisitas (e) = 8211.389 2 = 3774.507 0.937 kg 4 2 = Pv 2 + Ph = 2052.236 ~ diambil 4 baut 2 x1867 x 0.5 2 ) P = baut = 3167.507 kg Tegangan yang terjadi pada baut luar : σ ds = R = δ ×d 3774.7 x 2.75 = 2052.5 mm 2 Momen Luar ( MLUAR ) : = P×e MLUAR = 8211.75 x 7.312 kgcm Momen Dalam ( MDALAM ) : MDALAM [(Ph x y 2 )+ (Ph1 x y1)] x 2 = ⎡ 2 x Ph ⎛ y12 ⎞⎤ y 2 2 + y12 ⎟ ⎜ ( ) Ph x y 2 Ph x x 2 + ⎥ = ⎢ = 2 ⎟ ⎜ y 2 y 2 ⎠⎦ ⎝ ⎣ ( ) Substitusi : ( ) 2 x Ph y 22 + y12 = P x e y2 Ph P x e x y2 = 2 x y 2 2 + y12 Ph = PV = n R ( ) 55429.V .312 x 9 2 x ( 7 2 + 3.75 = 1.076 kg/cm2 < 1.7 x 2 = 2696.

a diambil 70 mm • Jarak baut ke tepi sambungan : c ≥ 2d c ≥ 40 s1 diambil 40 mm Gambar 5.2.590 < 0.130.5 = 2.75 kg Untuk penyambungan antara gelagar melintang dan memanjang digunakan pelat penyambung profil L 130.70 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.V .8 Perhitungan Sambungan Gelagar Melintang dan Profil Siku Besarnnya Dmax gelagar memanjang (P) = 8211.14 Sambungan direncanakan menggunakan baut φ 2.54 = 0.20 Sambungan Gelagar Memanjang Dan Gelagar Melintang Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : Pengaruh Desak δ d 1.54 cm • Jarak antar baut : 3d ≤a≤6d 60 ≤ a ≤ 120 .628 (pengaruh desak) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

679 kg/cm2 < < < 0.6 x σ 1120.58 ~ diambil 4 baut 2 x 1867 x 1.2 kg/cm2 1120.V .14 x 2.54 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 202.75 = 0.71 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI n ds = P 2xσ xδ x d = 8211.75 ⎛1 ⎞ 2 x 4 x ⎜ x 3.2 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .54 Tegangan yang terjadi pada baut : σ BAUT = 2 x nBAUT = = P ⎛1 ⎞ x ⎜ xπ x d 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 8211.5 x 2.

9.2.22 Penyebaran Beban Angin TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .3 m Luas bidang rangka utama ⎛ 80 + 75 ⎞ : ⎜ ⎟ x 6.V .2.72 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.1 Pembebanan Ikatan Angin Gambar 5.3 = 488.9 Perhitungan Pertambatan Angin Gambar 5.25 m 2 2 ⎝ ⎠ 5.21 Bidang Rangka yang Terkena Angin Data teknis perencanaan pertambatan angin : Tekanan angin : 150 kg/m2 Panjang sisi bawah jembatan : 80 m Panjang sisi atas jembatan : 75 m Tinggi jembatan : 6.

8 cm ( 708x302x15x28-215 ) Tebal sayap gelagar melintang ( h2 ) : 2.8 – 2.25 )) x 150 = 10985.15 m ◦ Beban angin pada muatan hidup seringgi 2 m ( s2 ) Tinggi profil gelagar melintang ( h1 ) : 70.625 kg ◦ Beban angin pada muatan hidup setinggi 2 m (d2) : d2 = 100% × w × L × 2 = 100%x 150 x 80 x 2 = 24000 kg Penentuan titik tangkap gaya akibat beban angin ( s ) : ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan ( s1 ) s1 = ½ x tinggi jembatan = ½ x 6.3 – 20.15 ) + 20 + 5 + 100 = 173.8 cm Lebar profil rangka induk ( h3 ) : 40.35 cm = 1.30 m = 3.V .3 cm ( 406x403x16x24-200 ) Tebal plat lantai kendaraan ( h4 ) : 20 cm Tebal perkerasan ( h5 ) : 5 cm Tinggi bidang vertikal beban hidup ( h6 ): 200 cm s2 h3 ⎞ h6 ⎛ = ⎜ h1− h2 − ⎟ + h4 + h5 + 2⎠ 2 ⎝ = ( 70.73 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Bagian jembatan yang langsung terkena angin ( angin Tekan ) : ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (d1) : d1 = 50% x (( 30% x A )) x w = 50% x (( 30% x 488.733 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

3 − s 2 )) = 0 ( RB x 6.15 ) – (24000 x 4.567 ) RB = 144044.23 Titik Tangkap Gaya Angin Tekan Σ MB = 0 (RA x 6.3 RA = Σ MA = 0 (RB x 6.733 ) = 0 76196.717 kg 6.625 x 3.314 kg ◦ Pada pertambatan angin bawah TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .717 = 15 15 = 806.625 x 3.V .718 = 12094.241 kg 6.30) – ( 10985.30 )− (d1 x s1)− (d 2 x s 2 ) = 0 ( RA x 6.3 ) – (10985.3)− (d1 x s1)− (d 2 x (6.74 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.3 Distribusi beban angin : ◦ Pada pertambatan angin atas P1 = R A1 12094.718 = 22864.15) – ( 24000 x 1.

812 kg Penentuan titik tangkap gaya akibat beban angin ( s ) : ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (s1) s1 = ½ x tinggi jembatan = ½ x 6.25 )) x 150 = 5492.24 Titik Tangkap Gaya Angin Hisap R A = RB = 5492.875 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .241 = 1429.30 = 871.015 kg = 16 16 Bagian jembatan yang tidak langsung terkena angin ( angin hisap ) : ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (d1) : d1 = 50% x (( 15% x A )) x w = 50% x (( 15% x 488.75 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI P1 = RB 22864 .812 6.30 m = 3.V .150 m Gambar 5.

30.39.37.dan 31 direncanakan menggunakan batang L.492 kg = 16 16 5.9.38.2.125 kg ◦ Pada pertambatan angin bawah P2 = RB 871.41.26 Penomoran Pada Ikatan Angin Atas Pendimensian batang 16.40.sedangkan Batang 17.dan 32 direncanakan menggunakan profil IWF 250x175x7x11-44.27.875 15 = 58.2 Pertambatan Angin Atas Gambar 5.25 Penyebaran Beban Angin Pada Ikatan Angin Atas .18.26. Gambar 5.34.36.25.76 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Distribusi beban angin : ◦ Pada pertambatan angin atas P2 = R A1 15 = 871.43.44.35.V .19.33.20.22.24.28.50.45.1.29.875 = 54.42.23.46.21.5 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .50.47.

8 Profil L 80 x 80 8 Ix = Iy (cm4) 72.11 2.26 5.66 kξ Iη (cm4) 29.18 Momen Lawan Wx Wy 502 113 Profil L 80.V .24 Momen Inersia Ix Iy 6.3 Berat (kg/m) 9.6 Ukuran (mm) b d r 80 85 10 ix = iy (cm) 2.6 Jari-jari Inersia ix iy 10.20 Wη (cm3) 9.120 984 F (cm2) 12.77 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Pendimensian Batang Ikatan Angin Atas Profil IWF 250x175x7x11-44.1 Profil Berat Ukuran (mm) WF (kg/m) A B t1 t2 r 250 x 175 44.25 iη (cm) 1.55 kη 5.42 kx = ky Iξ (cm4) 115 r1 5 iξ (cm) 3.80.09 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .4 4.66 3.3 Wx = Wy (cm3) 12.1 244 175 7 11 16 Luas tampang 56.32 Jarak titik berat (cm) e w v 2.06 1.

diperoleh gaya batang terbesar.18 λg = π x E = 3.V .649 m Rumus umum menurut PPBBI hal 9 Bab 4.51 10.381 x λs 2 = 2.294)2 = 12.78 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Dari hasil perhitungan program SAP 2000 versi 7.016 0.760 λs = λg = 111.840 kg ( batang 17 & 47 ) Lk = 9.649 tekan 31& 33 2956.1 S = -3899.649 tekan Batang Keterangan Batang tekan Profil IWF 250x175x7x11-44.381 x (2.760 cm I min 4.294 Untuk λ s ≥ 1 : ω = 2. dengan resiko tekuk adalah : Gaya Batang (P) Panjang (L) kg m 17 & 47 -3899.7 x 240 λ 254. untuk stabilitas batang tekan terhadap bahaya tekuk : (S x ω ) F < σ ijin baja Dimana : S = gaya tekan pada batang tersebut F = luas penampang batang ω = faktor tekuk yang tergantung dari kelangsingan dan macam bajanya Menghitung kelangsingan batang tunggal : λ = Lk 1064.529 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .7 x σ l 2.1 Pasal 1 dan 2.016 = 2.9 = = 254.4032 + 52 = 10.14 x 0.840 10.1 x 105 = 111.42.

796 kg/cm2 < 1867 kg/cm2.455 cm2 Cek Tegangan : σ = = S < 1867 kg/cm2 Fnt 2956.8 S = 2956.79 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Maka : (S x ω ) F = − 3899..51 < 1867kg/cm2 10.84 x 12.455 = 282..784 kg/cm2 < 1867kg/cm2…OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ..80.3 = 10.51 kg ( batang 8 & 9 ) F nt = 0.529 = 868.85 x 12.24 Batang tarik Profil L 80.V .85 x F profil = 0..OK 56.

3 Pertambatan Angin Bawah Untuk pertambatan angin bawah digunakan profil L 200x200x16-48. L 200x200x16-48.28 Penomoran Pada Ikatan Angin Bawah Pendimensian Batang • Profil.V .5 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 Gambar 5.2.80 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.9.27 Penyebaran Beban Angin Pada Ikatan Angin Bawah Gambar 5.

4032 + 52 = 10. untuk stabilitas batang tekan terhadap bahaya tekuk : (S x ω ) F < σ ijin baja Dimana : S = gaya tekan pada batang tersebut F = luas penampang batang ω = faktor tekuk yang tergantung dari kelangsingan dan macam bajanya Menghitung kelangsingan batang tunggal : λ = Lk 1064.52 14.80 Wη (cm3) 121 iη (cm) 3.7 x σ l 2.9 = = 272.50 10.1 x 105 = 111.5 kg/m S = -7757.03 Jarak titik berat (cm) e w v 5. diperoleh gaya batang terbesar.016 0.42.1 7.05 1.50 kg ( batang 34 & 65 ) Lk = 9.91 kη 4. dengan resiko tekuk adalah : Batang Gaya Batang (P) Panjang (L) kg m -7757.78 1.8 Berat (kg/m) 48.V .81 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Profil L 200 x 200 x 16 Ix = Iy (cm4) 2340 Wx = Wy (cm3) 162 Ukuran (mm) b d r 200 16 18 ix = iy (cm) 6.14 x 0.649 34 & 65 Keterangan tekan Batang tekan • Profil L 200x200x16-48.5 kξ Iη (cm4) 943 iξ (cm) 7.15 kx = ky Iξ (cm4) 3740 r1 9 F (cm2) 61.91 λg = π x E = 3.352 cm I min 3.1 Pasal 1 dan 2.65 Dari hasil perhitungan program SAP 2000 versi 7.7 x 240 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .649 m Rumus umum menurut PPBBI hal 9 Bab 4.

V ..OK 61.352 λs = λg = 111...82 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI λ 272.326 = 1798.8 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .381 x (2.016 = 2.326 Maka : (S x ω ) F = 7757.50 x 14..453 Untuk λ s ≥ 1 : ω = 2.283 kg/cm2 < 1867 kg/cm2.453)2 = 14.381 x λs 2 = 2.

10 Perencanaan Sambungan Pertambatan Angin Sambungan pertambatan angin direncanakan menggunakan pelat 10 mm.85 ≤ s1 ≤ 47.3 diambil 40 mm Jarak antar sumbu baut pada arah vertikal ( u ) : 2.5 d ≤ u ≤ 7 d .5 d ≤ s ≤ 7 d 39.1 dengan rangka induk IWF 406x403x16x24-200 Data teknis perencanaan baut : • Tebal plat penyambung ( δ ) = 10 mm • Diameter baut ( Ø ) = 5/8” ( 15.75 ≤ s ≤ 111.83 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. atau 14 t u = jarak antar sumbu baut pada arah vertical 1.5 d ≤ u ≤ 7 d 39.5 d ≤ s1 ≤ 3 d 23.9 mm ) • Pmaks = -3899.2.5 d ≤ s ≤ 7 d .9 mm ) Pengaturan jarak antar baut ( berdasar PPBBI hal 70 ) : 2.3 diambil 90 mm Jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung ( s1 ) : 1. dengan alat penyambung baut Ø 5/8” ( 15.V .9 = 0.75 ≤ s ≤ 111.5 d ≤ s1 ≤ 3 d .314 (pengaruh geser) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Profil IWF 250x175x7x11–44. atau 6 t s1 = jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung Jarak antar sumbu baut pada arah horizontal ( s ) : 2.628 > 0.7 diambil 40 mm a. Pertambatan angin atas 1.840 kg ( batang 17 & 47 ) Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : δ d 10 = 15. atau 14 t s = jarak antar sumbu baut pada arah horizontal 2.

2 kg/cm2 2.51 = 0.687 ~ diambil 4 baut 2 x 1867 x 1 x 1.840 ⎛1 ⎞ 2 x 4 x ⎜ x 3.84 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI n ds = P 2xσ xδ x d = 4080.14 x 1.6 x σ < 1120.2 kg/cm2 1120.59 2 ⎟ ⎝4 ⎠ < 1120.2 kg/cm2 < 245.8 dengan rangka induk IWF 406x403x16x24-200 Data teknis perencanaan baut : • Tebal plat penyambung ( δ ) = 10 mm • Diameter baut ( Ø ) = 5/8” ( 15. Profil L 80.628 > 0.51 ⎛1 ⎞ 2 x 2 x ⎜ x 3.314 (pengaruh geser) d n ds = P 2xσ xδ x d = 2956.6 x σ 1120.11 = 0.51 kg ( batang 31 & 33 ) Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : δ 10 = 15.80.59 Tegangan yang terjadi pada baut : σ BAUT = 2 x nBAUT = = P ⎛1 ⎞ x ⎜ xπ x d 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 2956.2 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .450 kg/cm2 < < < 0.9 = 0.V .590 kg/cm2 0.59 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 372.59 Tegangan yang terjadi pada baut : σ BAUT = 2 x nBAUT = = P ⎛1 ⎞ x ⎜ xπ x d 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 3899.9 mm ) • Pmaks = 2956.497 ~ diambil 2 baut 2 x 1867 x 1 x 1.14 x 1.

85 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.V .29 Sambungan Ikatan Angin Atas TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

Tebal plat penyambung ( δ ) = 10 mm 2.628 > 0.86 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI b. Pmaks = -7757.50 kg ( batang 34& 65 ) Perhitungan gaya yang bekerja pada sambungan : δ d 10 = 15.6 x σ 1120.50 = 1.314 (pengaruh geser) n ds = P 2xσ xδ x d = − 7757.50 ⎛1 ⎞ 2 x 4 x ⎜ x 3.5 kg/m dengan rangka induk profil IWF 406x403x16x24-200 Data teknis perencanaan baut : 1. Diameter baut ( Ø ) = 5/8” ( 15.2 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Pertambatan angin bawah Menggunakan profil L 200x200x16-48.V .14 x 1.59 Tegangan yang terjadi pada baut : σ BAUT = 2 x nBAUT = = P ⎛1 ⎞ x ⎜ xπ x d 2 ⎟ ⎝4 ⎠ − 7757.59 2 ⎟ ⎝4 ⎠ 488.2 kg/cm2 1120.306 ~ diambil 4 baut 2 x 1867 x 1 x 1.9 = 0.9 mm ) 3.630 kg/cm2 < < < 0.

87 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.30 Sambungan Ikatan Angin Bawah TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .

16-48. Dimensi Rangka diasumsikan sama untuk semua rangka.6 berat = 49.407.175.44.15.3 dengan berat = 7.302.28-215 berat = 213 kg/m Ikatan angin atas = IWF 250.20.7.11-49.1 kg/m = L 80.175.80.7.11. Pembebanan Asumsi beban antara rangka induk ditahan masing-masing ½ nya oleh rangka induk.48 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .31 Struktur Rangka Induk a.11 Perencanaan Rangka Induk Gambar 5.5 berat = 48.13 kg/m Rangka Utama = IWF 428.6 kg/m G melintang = IWF 708.6 berat = 9. 1.88 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.200.1 berat = 44. Beban rangka induk • Buhul 1 dan 17 = (1/2 diagonal) + (½ horisontal) = (1/2 x 6. Data Perencanaan Tebal pelat = 20 cm Tebal perkerasan = 5 cm Genangan air = 5 cm Lebar lantai kendaraan = 700 cm Lebar trotoir = 100 cm Tebal trotoir = 25 cm G memanjang = IWF 350.78 x 283) + (1/2 x 5 x 283) = 1366.5 kg/m Sandaran = Pipa D 76.35-283 berat = 283 kg/m b.V .6 kg/m Ikatan angin bawah = L 200.8-9.2.

256 kg 2.25 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .48 kg = 1503.128 kg • Buhul 18 dan 33 = 110% x 2152. Beban pelat beton (termasuk dibawah trotoar) Tebal pelat beton = 20 cm Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = ⎛ 9 × 5 × 0.96 kg = 2368.256 kg • Buhul 2-16 dan 19-32 = 110% x 2732.2 × 25 ⎞ 1 ⎜ ⎟× 2 ⎝ ⎠ 2 = 56.15.28-215 Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1-17 = ⎛ 9 × 215 ⎞ ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ = 958. Beban gelagar melintang 17 buah profil IWF 708.302.89 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • Buhul 18 dan 33 = (1/2 x 2 diagonal) + (1/2 x horisontal) = (1/2 x 2 x 6.7.96 kg Penambahan beban sebesar 10 %.6 ⎞ 1 ⎜ ⎟x = 62 kg ⎝ 2 ⎠ 2 • Buhul 2-16 = ⎛ 5 x 49.V . Beban gelagar memanjang 5 buah profil IWF 350.96 kg = 3006.6 kg/m Distribusi beban pada tiap buhul :0 • Buhul 1 dan 17 = ⎛ 5 x 49.11-49.78 x 283) + (1/2 x 5 x 283) = 2152.6 ⎞ ⎜ ⎟ x 2 x ½ = 124 kg ⎝ 2 ⎠ 3. sebagai asumsi berat pelat buhul beserta bautnya.5 kg 4.96 kg • Buhul 2-16 dan 19-32 = (1/2 x 2 diagonal) + (1/2 x 2 horisontal) = (1/2 x 2 x 6. • Buhul 1 dan 17 = 110% x 1366.175.78 x 283) + (1/2 x 2 x 5 x 283) = 2732.

25 kg 8.05 × 10 ⎞ ⎜ ⎟ 2 ⎝ ⎠ = 11.5 kg 5.625 kg • Buhul 2-16 = ⎛ 7 × 5 × 0.25 kg 6.05 × 22 ⎞ 1 ⎜ ⎟× 2 ⎝ ⎠ 2 = 9. Beban pipa sandaran Pipa sandaran Ø 76. Beban lapis perkerasan Tebal lapis perkerasan = 5 cm Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = ⎛ 7 × 5 × 0. Beban air hujan Tebal genangan = 5 cm Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = ⎛ 9 × 5 × 0.90 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • Buhul 2-16 = ⎛ 9 × 5 × 0.13 = 1140.13 kg/m Berat total pipa sandaran = 2 x 80 x 7.05 × 22 ⎞ ⎜ ⎟ 2 ⎝ ⎠ = 19.250 kg 2 7.25 × 25) × 1 = 15.2 × 25 ⎞ ⎜ ⎟ 2 ⎝ ⎠ = 112.0 m Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = (5 × 1× 0.625 kg • Buhul 2-16 = (5 × 1 × 0.3 mm.8 kg Distribusi beban pada tiap buhul : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Beban trotoar Tebal trotoar = 25 cm Lebar trotoar = 1.25 × 25 ) = 31. dengan berat 7.625 kg • Buhul 2-16 = ⎛ 9 × 5 × 0.V .05 × 10 ⎞ 1 ⎜ ⎟× 2 ⎝ ⎠ 2 = 5.

175.29 ) x ½ x ½ = 249.65 kg • Buhul 2-16 = 1140.29 )) x ½ = (226.532 kg Buhul 2-16 = ( 2 x 48. Beban ikatan angin bawah Profil L 200.11 – 44.894 + 49.29 )) x ½ x 2 = (226.3 kg 9.29 ) + ( ½ x 9.6 x 10.5kg/m Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 1 dan 17 = ( 2 x 48.V .8 16 = 71.91 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • Buhul 1 dan 17 = 1140.7.5 berat = 48.80.29 ) + ( ½ x 9.1 kg/m Profil L 80.1 berat = 44.6 x 10.894 + 49.392) x ½ x 2 = 276.29 ) x ½ x ½ x 2 = 499.8 1 x 16 2 = 35.392) x ½ = 138.143 kg • Buhul 19-32 = (( ½ x 44.8-9.1 x 10.200.5 x 10.065 kg TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 kg/m Distribusi beban pada tiap buhul : • Buhul 18 dan 33 = (( ½ x 44.16-48.6 berat = 9.1 x 10. Beban ikatan angin atas Profil IWF 250.5x 10.286 kg 10.

371 0 0.296 0.667 0.989 0.494 0.865 0.3770 0.2249 0.247 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 14 15 16 0.964 0.V .593 0.148 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 0.099 0.040 4 0.299 0.714 0.324 4 0.61 0.349 0.123 0 17 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .480 1.519 0. Gambar 55.174 0.149 0.92 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I c Garis Peengaruh c.32 Rangkaa Utama S S1=S16 0.890 0.451 0.742 18 0.7741 0.360 1.668 0.074 0.330 1.199 0.110 0.024 0 17 S2=S15 1.2 240 1.222 0.274 0.372 0.074 0 17 S3=S14 1.1224 0.224 0.049 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 0.610 0 1.816 0.

630 1.618 0.710 0 2..222 0 17 SS6=S11 720 2.210 1.180 1.519 0.600 2.040 0 0.890 0 0.080 1.V .090 0.780 1.7 2.445 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 133 14 15 16 0.692 0.816 0.569 0.560 1.040 1.000 1.390 1.519 0 0.080 2.7730 1.668 0.850 2.560 1.270 2.910 1.93 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I SS4=S13 0 1.544 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 133 14 15 16 0.272 0 17 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .8665 0.346 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 3 14 15 16 0.2230 1.450 2.900 1.340 10 1.173 0 17 SS5=S12 2.140 1.3660 1.240 1.450 2.560 0 1.11 0.

5 7 8 2..480 14 1.594 43 ‐0.61 10 0 1.880 1.2447 ‐0.410 1.260 4 1.737 1 ‐0.396 ‐0.964 0.090 ‐0.930 1.8820 2.230 12 60 1.64 ‐0.989 ‐0.890 2.198 ‐0..049 17 0 S S18=S30 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ‐0.692 12 ‐0.098 17 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .570 2.29 90 ‐1.190 ‐1.297 ‐0.371 0 17 S S17=S31 0 0.445 ‐0.470 0 0.693 ‐1.940 0.346 ‐0.395 ‐0.4994 197 14 ‐0.940 2.742 16 0.098 6 7 16 8 9 10 3 4 5 11 12 13 3 14 ‐0.296 15 ‐0.600 10 11 2.841 3 0 1.V .680 5 2.94 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I SS7=S10 2.321 0 1 2 3 4 5 6 8 7 9 10 11 12 13 3 14 15 16 0 17 S8=S9 0.593 13 3 ‐0.693 ‐0.643 0.420 0 0 1 2 0.890 10 ‐0.290 0.544 ‐0.495 ‐0.100 6 520 2.250 1.86 133 1.970 9 2.148 15 ‐0 2 ‐0.110 15 0.16 ‐0.791 11 ‐ ‐0.350 2.380 ‐1.

190 12 13 ‐0.296 17 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .980 ‐ ‐1.980 ‐1.989 ‐0.780 ‐1.180 ‐2.148 17 0 S S20=S28 0 1 2 ‐0.593 14 ‐0.390 ‐ 133 ‐1..720 ‐2.340 10 ‐1.190 80 ‐1.4880 14 ‐1.544 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ‐1..670 ‐2.370 ‐2.593 3 4 5 6 8 7 9 10 ‐1.470 ‐2.180 ‐1.643 4 5 6 7 8 ‐1.791 ‐0.2 296 16 1 ‐0.480 13 ‐1.730 ‐1.580 11 12 ‐1.989 5 6 7 8 9 10 11 ‐1.890 ‐0.190 16 15 ‐0.780 133 ‐1.960 ‐2.370 ‐2.2440 14 ‐0.6 630 ‐2.445 15 ‐0.74 42 ‐0.78 ‐2.780 ‐1.890 11 ‐ ‐1.290 ‐1.593 ‐0.494 4 ‐0.080 12 ‐1.4 1494 17 16 ‐0.247 15 ‐0.230 ‐1.980 ‐2.090 ‐1.16 1395 ‐0.197 17 0 S S21=S27 0 1 2 ‐0.470 ‐2.630 9 ‐1.480 ‐1.190 ‐0.9889 14 ‐0.V .593 15 ‐0.040 ‐0.95 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S19=S29 0 1 2 3 ‐0.92 20 ‐1.48 80 ‐1.742 0 S22=S2 26 0 1 ‐ 3 2 ‐0.

86 8 9 ‐0.525 10 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL ..996 ‐ 4 5 6 7 ‐0.196 15 ‐0.080 ‐1..133 ‐0.912 ‐0.770 10 ‐3.85 8 9 ‐0.399 11 0.370 133 80 ‐1.666 ‐0.787 ‐0.599 10 ‐0.395 17 0 S S32=S63 0 1 2 3 ‐0.733 66 ‐0.980 8 ‐2.110 ‐2.190 ‐0.230 ‐2.7330 14 ‐1.799 ‐0.070 0 0 1 2 3 4 5 6 7 ‐0.933 ‐0.420 ‐2.3333 ‐0.199 15 ‐0.066 ‐0 16 17 0 ‐0..160 11 ‐2.98 14 ‐1.533 12 133 14 ‐0.721 54 ‐0.3228 ‐0.266 ‐0.262 ‐0.370 9 ‐2.692 ‐1.791 16 ‐1.346 17 0 S24 0 1 2 ‐0.770 12 ‐2.466 ‐0.656 ‐0.580 15 ‐0.770 ‐2..065 16 17 0 S S33=S62 0.34 40 ‐1.131 ‐0.890 5 6 7 8 9 10 11 12 133 ‐1.393 ‐0.791 4 5 ‐1.445 3 4 ‐0.670 ‐3.780 ‐2.V .96 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S23=S25 0 1 2 ‐‐0.590 11 12 133 14 ‐0.580 7 ‐1.390 16 15 ‐0.040 ‐0.459 ‐0.19 90 6 ‐1.395 ‐ 3 ‐0.

197 15 ‐0.724 ‐0.652 ‐0.262 0.065 ‐0 16 17 0 SS36=S59 9 6 0.065 0 1 2 3 4 5 6 7 8 ‐0.263 ‐0.791 49 ‐0.131 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ‐0.717 ‐0.197 0.131 0.526 12 13 14 ‐0..460 ‐0.263 14 ‐0.394 11 ‐0.658 ‐0..460 ‐0.264 0.131 ‐ 16 17 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .131 ‐0 4 5 6 7 11 12 133 ‐0.394 11 ‐0.064 0 1 2 3 0.592 ‐0.526 ‐0.065 16 17 0 S S37=S58 8 0.3 ‐0.197 15 8 9 10 16 29 ‐0.783 ‐0.32 ‐0.593 10 ‐0.592 ‐0.526 12 133 ‐0.131 ‐0.724 9 10 ‐0.131 ‐0.263 14 ‐0.197 15 29 ‐0.592 ‐0.460 ‐0.065 0 17 S S35=S60 8 0.131 0.97 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S34=S61 0.526 6 12 1 13 14 ‐0.V .198 0 0.84 ‐0.394 11 0.065 ‐0.197 15 329 ‐0.065 0.196 0.395 ‐0.658 ‐0.329 7 0.3329 ‐0.132 0 0.263 ‐0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 ‐0.32 ‐0.460 ‐0.659 9 10 6 ‐0.

460 0.525 10 0.197 0.460 9 0.329 7 0.065 17 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .98 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I SS38=S57 7 0.527 7 ‐0.263 0.461 0.454 ‐0.527 0.065 0 0 1 2 3 0.263 14 329 ‐0.394 0.197 5 0.131 0.395 0.394 0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 ‐0.197 0.V .395 SS41=S54 4 0.065 0 17 ‐0.263 0.3 13 ‐0.460 ‐0.329 7 0.593 11 12 ‐0.131 4 7 0.197 ‐0.197 15 ‐0.131 15 16 ‐0.131 16 ‐0.065 0 17 SS39=S56 6 0.329 0.520 0 ‐0.263 ‐0.197 ‐0.263 7 0.3 ‐0.197 15 329 ‐0.3 ‐0.263 14 ‐0.131 8 9 10 11 12 16 13 ‐0.388 113 330 ‐0.461 ‐0.263 14 329 ‐0.131 15 16 ‐0.131 0.586 ‐0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ‐0.3 14 ‐0.263 6 0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 ‐0.197 0.3394 8 0.328 7 0.065 0 17 SS40=S55 5 0.131 0.394 ‐0.394 ‐0.

329 0.658 0.3 394 0.065 0.790 0.460 0.131 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 ‐0.856 0.329 7 0.592 0.065 16 17 0 ‐‐0.131 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 14 ‐‐0.592 0.460 0.197 15 ‐‐0.066 16 17 15 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .197 7 0.3394 0.263 0.460 0.065 16 17 0 S S43=S52 2 0.132 16 15 ‐0.191 ‐0.263 0.197 0.591 0.131 ‐0.659 0.065 0.3323 113 ‐0.263 0.526 0.526 0.658 0.724 0.3394 0.197 7 0.723 0.257 14 ‐0.3394 0.197 0.131 ‐0.526 0.264 14 ‐0.329 7 0.V .526 0.329 0.065 0.263 0.125 ‐0.789 0.065 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ‐0.131 0.065 0 17 S S45=S50 0 0.723 0.99 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S42=S53 3 0.131 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 14 ‐ ‐0.198 15 S S44=S51 1 0.592 0.657 0.460 0.

329 97 0.459 0.100 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I S S46=S49 9 0.923 15 16 ‐0. 0.917 0.524 0.131 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 3 14 0.658 0.V ..855 0.526 .721 0.395 0.262 0.853 0 0.790 0.065 0.3393 0.058 0 17 S S47=S48 8 0 0.787 0.065 0 1 2 3 0.592 0.19 0.7224 0.263 0.461 0.328 0.590 0.656 0.985 0 4 5 6 7 8 9 10 11 12 113 14 15 16 17 TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .131 0.196 6 0.

024 t/m = 3024 kg/m 2.1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1.5 m q1 = q x 5.512 x 5.1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.5 = 3.101 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI d.218 t/m 2 Gambar 5.75 ⎠ = 0.00 x 500 kg/m = 500 kg/m q tot = 3024 + ( 2 x 206 ) + ( 2 x 500 ) kg/m = 4436 kg/m Beban q yang diterima satu sisi rangka : q = 4436 = 2218 kg/m = 2.33 Beban ” q ” Yang Bekerja Pada Satu Rangka TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .206 t/m = 206 kg/m o Beban terbagi rata pada trotoar q3 = 1. maka : q = 1.512 t/m o Beban terbagi rata sepanjang gelagar melintang untuk lebar 5.75 q2 = 50 % × ⎜⎜ ⎝ 2. Perhitungan gaya batang akibat beban dinamis • Beban terbagi rata (“q”) Bentang jembatan = 80 m.75 = 1.75 m ) ⎛ q ⎞ ⎟⎟ x 0.75 o Beban terbagi rata untuk lebar sisanya ( 0.5 2.

V - 102

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Beban “P”
P = 12 ton

⎛ 20 ⎞
⎟⎟
Koefesien kejut ( K ) = 1 + ⎜⎜
⎝ (50 + L ) ⎠
⎛ 20 ⎞
⎟⎟
K = 1 + ⎜⎜
⎝ (50 + 80) ⎠

= 1,153

o Beban P bekerjasepanjang gelagar melintang untuk lebar 5,5 m

P1 =

12
P
x 1,153 x 5,5 = 27,672 t
x K x 5,5 =
2,75
2,75

o Beban P untuk lebar sisanya ( 50% dari P1 )

P2 = 50 % ×

12
P
x K x 0,75 = 50% x 2,75 x 1,153 x 0,75 = 1,886 t
2,75

Gambar 5.34 Penyebaran Beban ” P ’’
P tot = 27,672 + (2 x 1,886) = 31,444 ton
Beban yang diterima atu sisi rangka :
P

=

31,444
= 15,722 ton
2

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 103

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

S1 = S16

S = (0,5 x 0,372 x 80) x 2,218 + (0,372 x 15,722)

= 38,851 t

S2 = S15

S = ((0,5 x 5 x 0,714) + (

0,714 + 1,040
x 5) + (0,5 x 70 x 1,040)) x 2,218 +
2

(1,040 x 15,722) = 110,770 t

S3 = S14

S = ((0,5 x 5 x 0,668) + (

0,668 + 1,330
1,610 + 1,330
x 5) +(
x 5) + (0,5 x
2
2

65 x 1,610)) x 2,218 + (1,610 x 15,722) = 172,454 t

S4 = S13

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 104

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

S =

((0,5 x 5 x 0,618) + (

0,618 + 1,240
1,850 + 1,240
x 5) + (
x 5) + (
2
2

1,850 + 2,080
x 5) +(0,5 x 60 x 2,080)) x 2,218 +(2,080 x 15,722) =
2
234,017 t

S5 = S12

S = ((0,5 x 20 x 2,270) + (
+ (2,450 x 15,722)

= 182,965 t

S6 = S11

S = ((0,5 x 25 x 2,600) + (
(2,720 x 15,722)

2,270 + 2,450
x 5 )+ (0,5 x 25 x 2,450)) x 2,218
2

2,600 + 2,720
x 5 )+ (0,5 x 30 x 2,720)) x 2,218 +
2

= 234,841 t

S7 = S10

S = ((0,5 x 30 x 2,820) + (
(2,890 x 15,722)

2,820 + 2,890
x 5 )+ (0,5 x 45 x 2,890)) x 2,218 +
2

= 315,144 t

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

380 x 15.1.105 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • S8 = S9 S = ((0.940) + ( (2.330 t S17 = S31 S = (0.970 x 5 )+ (0.290 .940 + 2.643 + .1.5 x -0.722) • S18 = S30 S = ((0.1.973 t = .0.218 + 2 = 325.970)) x 2.737 x 80) x 2.920 x 15.5 x 70 x -1.722) • = -76.693 + − 1.160 t S19 = S29 S = ((0.970 x 15.5 x 65 x -1.5 x 40 x 2.5 x 35 x 2.643) + ( .290 + .722) • 2.218 + (-1.5 x 5 x -0.V .5 x 5 x -0.218 + (-0.144.920 x 5) +( x 5) + 2 2 (0.722) = -200.380 x 5 )+ (0.218 + (-1.670 t TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .920)) x 2.737 x 15.693) + ( − 0.380)) x 2 2.

180)+( 2.960)) x 2 = .218 +(2.5 x 60 x 2.990 + .720)) x 2 = .370 x 5) + (0.720 x 5 )+ (0.370 x 15.722) = 2 256.192 t S22 = S26 S = ((0.593 + .960 x 15.5 x 25 x -2.780 x 5) + ( x 5) + ( 2 2 1.V .720 x 15.309.5 x 20 x -2.960 x 5 )+ (0.485 t • S21 = S27 S = ((0.722) • − 2.470)+( 2.593) + ( − 0.990 − 1.284.218 + (-2.5 x 5 x -0.218 + (-2.722) − 2.106 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • S20 = S28 S = ((0.180 + −2.470 + −2.780 + 2.259 t TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 x 55 x -2.370)) x 2.1.5 x 50 x -2.1.

996) + (-0.415 b = 4.996 x 15.110)) x 2 = .107 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • S23 = S25 S = ((0.722) • − 2.722) • S32 = S63 S = ( 0.5 x 30 x -2.176.585 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .912 a = 0.070 0.55.5 x 80 x -3.499 t S33 = S62 a 5−a = 0.160 ) + (-3.324.5 x 45 x -3.V .670)+( 2.110 x 15.218 + (-3.5 x 80 x -0.980 t S24 S = ( 0.160 x 15.670 + −3.722) • = .08 t = .110 x 5 )+ (0.

78.67.89.328 S = (0.218 + (0.218 + (-0.132 x 10.672) x 2.070 x 5.849 x 15.5 x 0.108 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • S = (0.912 x 15.722) = 1.218 + (0.198 0.722) = (0.722) • = .218 + (0.009 b = 3.5 x -0.5 x -0.722) = (0.866 t S34 = S61 a 5−a = 0.991 S = (0.V .849 x 69.009) x 2.5 x 0.132 0.722) = .876 t = 6.912 x 74.637 t S35 = S60 a 5−a = 0.672 b = 4.218 + (-0.092 x 15.132 x 15.328) x 2.627 t S36 = S59 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .218 + (-0.783 a = 1.585) x 2.622 t = .5 x 0.415) x 2.198 x 15.849 a = 0.198 x 16.5 x -0.783 x 63.991) x 2.773 t = (0.783 x 15.722) • = 3.

395 x 32.013) x 2.5 x -0.717 a = 1.324 S = (0.722) = (0.586 x 15.722) = (0.586 x 37.324) x 2.345) x 2.806 t = 14.218 + (0.65.665 S = (0.329 x 15.586 a = 2.218 + (0.722) = (0.5 x -0.652 x 15.905 t S38 = S57 a 5−a = 0.013 b = 2.717 x 68.665) x 2.722) • = 10.218 + (-0.395 x 15.V .33.871 t = .218 + (0.5 x -0.652 • = .987 S = (0.264 0.987) x 2.652 x 53.264 x 15.329 0.48.264 x 21.5 x 0.109 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a 5−a = 0.717 x 15.345 b = 3.5 x 0.532 t S39 = S56 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .395 0.399 t S37 = S58 a 5−a = 0.676 b = 3.849 t = 12.722) • a = 1.218 + (-0.329 x 26.218 + (-0.676) x 2.722) = .5 x 0.

5 x -0.218 + (0.527 x 15.722) = (0.978 S = (0.461 0.232 t S41 = S54 a 5−a = 0.527 x 42.314) x 2.25.859 t = 40.218 + (0.121) x 2.454 • = .110 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a 5−a = 0.520 a = 1.520 x 43.388 x 15.5 x 0.924 t = 33.722) • = 26.461 x 15.722) = (0.527 0.454 x 37.388 x 31.722) = .5 x -0.33.388 a = 3.454 x 15.218 + (-0.042 t = .218 + (-0.461 x 36.5 x -0.218 + (0.022 b = 1.686 b = 2.218 + (-0.879) x 2.V .5 x 0.593 x 15.879 b = 3.520 x 15.593 x 48.904 t S42 = S53 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .022) x 2.722) = (0.5 x 0.101 t S40 = S55 a 5−a = 0.686) x 2.19.593 0.121 S = (0.722) • a = 2.978) x 2.314 S = (0.

V - 111

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

a
5−a
=
0,659
0,323

a = 3,355 b = 1,645

S = (0,5 x -0,323 x 26,645) x 2,218 + (-0,323 x 15,722)
= (0,5 x 0,659 x 53,355) x 2,218 + (0,659 x 15,722)

a = 3,690 b = 1,310

S = (0,5 x -0,257 x 21,310) x 2,218 + (-0,257 x 15,722)
= (0,5 x 0,724 x 58,690) x 2,218 + (0,724 x 15,722)

= -10,113 t
= 58,505 t

S44 = S51

a
5−a
=
0,790 0,191

a = 4,026 b = 0,974

S = (0,5 x -0,191 x 15,974) x 2,218 + (-0,191 x 15,722)
= (0,5 x 0,790 x 64,026) x 2,218 + (0,790 x 15,722)

= 49,353 t

S43 = S52

a
5−a
=
0,724 0,257

= -14,622 t

= - 6,385 t
= 68,513 t

S45 = S50

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 112

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

a
5−a
=
0,856 0,125

a = 4,362 b = 0,638

S = (0,5 x -0,125 x 10,638) x 2,218 + (-0,125 x 15,722)
= (0,5 x 0,856 x 69,362) x 2,218 + (0,856 x 15,722)

= 79,303 t

S46 = S49

a
5−a
=
0,923 0,058

= - 3,439 t

a = 4,704 b = 0,296

S = (0,5 x -0,058 x 5,296) x 2,218 + (-0,058 x 15,722)

= - 1,251 t

= (0,5 x 0,923 x 74,704) x 2,218 + (0,923 x 15,722)

= 90,978 t

S47 = S48

S = (0,5 x 0,923 x 80) x 2,218 + (0,923x 15,722)

= 96,399 t

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 113

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Tabel 5 .1 Rekapitulasi Gaya Batang (Ton)
Gaya Batang
Btg.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

Beban Mati ( t )
Tarik
24.626
69.348
107.936
140.057
165.758
185.034
197.844
204.310
204.310
197.884
185.034
165.758
140.057
107.936
69.348
24.626

Tekan

47.862
89.613
124.950
153.864
176.352
192.415
202.053
205.265
202.053
192.415
176.352
153.864
124.950
89.613
47.862
65.824
57.071
48.750
40.179
31.634
23.087
14.540
5.933
2.553
11.100
19.647

Gaya Batang

Beban Hidup ( t )
Tarik
38.851
110.77
172.454
234.017
182.965
234.841
315.144
325.33
325.33
315.144
234.841
182.965
234.017
172.454
110.77
38.851

1.886
3.637
6.627
10.399
14.905
12.532
26.101
33.232
40.904
49.353

Tekan

76.973
144.16
200.67
256.485
284.192
309.259
324.98
176.08
324.98
309.259
284.192
256.485
200.67
144.16
76.973
55.499
89.773
78.622
67.876
65.871
48.806
33.849
33.042
25.924
19.859
14.622

Total ( t )
Tarik
63.477
180.118
280.390
374.074
348.723
419.875
512.988
529.640
529.640
513.028
419.875
348.723
374.074
280.390
180.118
63.477

Tekan

124.835
233.773
325.620
410.349
460.544
501.674
527.033
381.345
527.033
501.674
460.544
410.349
325.620
233.773
124.835
121.323
144.958
123.735
101.428
87.106
56.988
35.857
12.874
9.861
32.145
54.378

Ket.
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tarik
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tekan
tarik
tarik
tarik

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

071 65.888 62.505 49.622 89.627 3.824 58.142 98.634 40.505 68.399 96.934 35.622 19.146 62.194 36.586 54.924 33.101 12.106 101.859 25.615 121.V .303 68.303 90.978 79.647 11.532 14.857 56.849 48.545 143.553 5.888 45.735 144.904 33.278 36.513 58.399 6.978 96.876 78.113 6.145 9.378 32.100 2.428 123.870 121.905 10.323 tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tarik tekan tekan tekan tekan tekan tekan tekan tekan TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .806 65.773 55.439 1.586 98.087 31.399 90.179 48.870 76.042 33.194 19.637 1.513 79.251 1.278 53.251 3.146 53.232 26.142 143.353 40.439 6.871 67.499 76.113 14.886 10.615 158.742 45.540 23.861 12.114 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 28.988 87.385 3.750 57.958 121.742 28.993 14.385 10.545 158.

640 t = 529640 kg ( batang 8 & 9 ) F nt = 0.595 = 1727.4 cm t1 = 20 mm Wx = 5570 cm3 t2 = 35 mm Wy = 1930 cm3 F = 360.490 kg/cm2 < 1867kg/cm2…OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .2 cm B = 407 mm iy = 10.12 Pendimensian Batang Rangka Induk 1) Batang Horisontal Bawah (Batang Tarik) Direncanakan menggunakan profil IWF 428 x 407 x 20 x 35 .2.85 x F profil = 0.85 x 360.7 cm2 Ix = 119000 cm4 Iy = 39400 cm4 S = 529.283 Data Profil : A = 428 mm ix = 18.V .115 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.7 = 306.595 cm2 Cek Tegangan : σ = = S < 1867 kg/cm2 Fnt 529640 < 1867kg/cm2 306.

593 .593 .283 S = .7 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .14 x 0.7 x 240 λ 48.1 Pasal 1 dan 2.16 Maka : (S x ω ) F = 527033 x 1.015 0..183 < λ s < 1 : ω = = 1.015 = 0..116 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 2) Batang Horisontal Atas (Batang Tekan) Direncanakan menggunakan profil IWF 428 x 407 x 20 x 35 .433 = 1.922 Mpa < 1867 kg/cm2. untuk stabilitas batang tekan terhadap bahaya tekuk : (S x ω ) F < σ ijin baja Dimana : S = gaya tekan pada batang tersebut F = luas penampang batang ω = faktor tekuk yang tergantung dari kelangsingan dan macam bajanya Menghitung kelangsingan batang tunggal : λ Lk 500 = 48.527.7 x σ l 2..033 t = -527033 kg ( batang 23 & 25 ) Lk = 500 cm Rumus umum menurut PPBBI hal 9 Bab 4. 4 = λg = π x E = 3.0...λs 1.1 x 10 5 = 111.433 Untuk 0.V .076 λs = λg = 111.OK 360.076 = I min 10 .41 1.41 1.160 = 1694.

144..401) 360..595 = 517.7 = 306.OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .25 kg/cm2 306.85 x 360.1 x 10 5 = 111.λs = 1.117 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 3) Batang Diagonal (Batang Tarik) Direncanakan menggunakan profil IWF 428 x 407 x 20 x 35 .790 = 65.85 x F profil = 0.593 .75 x 1867 kg/cm 2 Fnt 158545 < 1400.172 λs = λg = 111.7 = 542.V .183 < λ s < 1 : ω = 1.545 t = 158545 kg ( batang 47 & 48 ) F nt = 0.593 .25 kg/cm2…OK 4) Batang Diagonal (Batang Tekan) Direncanakan menggunakan profil IWF 428 x 407 x 20 x 35 .41 1.878 < 186.015 = 0.283 S = .41 1.0.790 cm Rumus umum menurut PPBBI hal 9 Bab 4.595 cm2 Cek Tegangan : σ = = S < 0.015 0.7 Mpa.758 t = -144758 kg ( batang 33 & 62 ) Lk = 677.587 Untuk 0.1 Pasal 1 dan 2.115 < 1400.7 x σ l 2.14 x 0.283 S = 158.401 Maka : (S x ω ) F = (144758 x 1.4 = λg = π x E = 3. untuk stabilitas batang (S x ω ) tekan terhadap bahaya tekuk : F < σ ijin baja Menghitung kelangsingan batang tunggal : λ Lk 677.587 = 1.7 x 240 λ 65.172 = I min 10.

4 = 1.5 d ≤ s ≤ 7 d .314 ( Pengaruh Geser ) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .4 mm ƒ Mutu baut = A325 ( ߬௟ = 6350 kg/cm2) Pengaturan jarak antar baut ( berdasar PPBBI hal 70 ) : 2.5 d ≤ s1 ≤ 3 d .1 ≤ s1 ≤ 76. Sambungan Antar Rangka Utama Sambungan Antar rangka utama direncanakan menggunakan alat penyambung dengan baut diameter 25.8 diambil 100 mm Jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung ( s1 ) : 1.5 ≤ s ≤ 177.13 Sambungan Rangka Utama a.4 mm Data teknis perencanaan jumlah baut : ƒ Tebal plat buhul ( δ ) = 30 mm ƒ Diameter baut = 25.5 d ≤ u ≤ 7 d .5 ≤ s ≤ 177.V .2 diambil 60 mm Sambungan Irisan 1 : δ d = 30 25.180 > 0.5 d ≤ s1 ≤ 3 d 38.118 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. atau 14 t u = jarak antar sumbu baut pada arah vertical 1.8 diambil 80 mm Jarak antar sumbu baut pada arah vertikal ( u ) : 2.5 d ≤ s ≤ 7 d 63.2. atau 6 t s1= jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung Jarak antar sumbu baut pada arah horizontal ( s ) : 2.5 d ≤ u ≤ 7 d 63. atau 14 t s = jarak antar sumbu baut pada arah horizontal 2.

14 x 2.6 x 6350 x 2 x x 3.119 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Jumlah baut untuk tiap sisi pelat sambungan: n gsr = S 1 0.535 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .54 2 4 n gsr = S 38591.V . 6 x σ x 2 x π d 2 4 n gsr = S 1 0.

591 38.674 460.674 527.591 38.735 101.591 38.640 513.958 123.591 38.033 381.875 512.833 1.773 124.V .591 38.591 38.028 419.628 2.657 13.645 3.693 7.591 38.544 501.874 9.985 2.591 38.591 38.591 38.591 38.591 38.544 410.591 38.477 0.591 38.591 38.591 38.266 9.861 32.693 9.334 0.591 38.477 180.591 38.875 348.640 529.036 10.633 11.591 38.438 10.036 9.000 11.773 325.620 410.120 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.000 13.591 38.591 38.145 54.294 10.657 9.118 63.934 10.929 0.591 38.591 38.591 38.591 38.591 38.293 13.345 527.074 280.880 9.323 144.2 Perhitungan Jumlah Baut Btg 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 Gaya batang ( kg ) 63.235 6.058 3.633 8.586 98.615 Pgeser ( kg ) 38.591 38.058 8.934 13.591 38.591 38.349 325.142 143.835 121.591 38.074 348.591 38.591 38.620 233.988 529.144 3.591 38.857 12.880 13.645 4.591 38.591 38.378 76.118 280.667 7.988 35.724 13.562 3.033 501.390 374.235 3.723 374.257 1.591 38.591 38.591 38.882 13.724 13.256 0.477 124.591 38.870 121.266 4.390 180.591 38.591 Jumlah Baut 1.438 6.723 419.349 460.206 2.591 38.409 1.721 Dipakai 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .591 38.139 3.667 1.591 38.756 3.106 56.428 87.591 38.835 233.591 38.

833 0.145 9.477 2.591 38.934 35.591 38.139 2.988 87.335 0.591 38.562 1.591 38.409 0.378 32.985 1.121 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 158.V .108 3.861 12.545 158.591 38.545 143.257 2.591 38.615 121.591 38.591 38.591 38.870 76.428 123.144 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .958 121.591 38.591 38.735 144.586 54.256 0.929 1.591 4.591 38.591 38.756 3.206 3.106 101.591 38.323 38.591 38.628 3.108 4.591 38.857 56.142 98.721 3.

3a = 708 .( 3 x 12 ) = 672 mm Syarat panjang las : 10.142 mm.122 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI b.20 = 124745. maka sambungan las antara pelat penyambung dengan gelagar melintang pada ujungnya aman.749 kg Tebal plat ( t ) = 20 mm • • Perhitungan luas bidang las a ≤ ½t 2 a ≤ ½ x 20 x a ≤ 14.472 kg Karena P ≥ P.20 cm2 • Kekuatan las ( P ) P = 0. diambil a = 12 mm 2 Panjang netto las ( Ln ) LB = tinggi profil gelagar melintang = 708 mm Ln = LB . TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . Perhitungan Sambungan Las : DPOST gelagar melintang ( P ) = 51563. Sambungan Antar Rangka Utama dengan Gelagar Melintang Sambungan antara rangka utama dengan gelagar melintang direncanakan menggunakan pelat penyambung dengan tebal 20 mm yang dilas pada ujung gelagar melintang.58 x σ x A = 0.58 x 1867 x 115.a 10 x 12 ≤ Ln ≤ 40 x 12 120 ≤ Ln ≤ 480 mm Panjang Las diambil Ln = 400 mm • Luas bidang las ( A ) A = 2 x Ln x a = 2 x 480 x 12 = 11520 mm2 = 115.V .a ≤ Ln ≤ 40.

5 d ≤ s ≤ 7 d 63.V .5 d ≤ u ≤ 7 d 63.2 diambil 40 mm Menetukan jumlah baut : o Tebal plat buhul ( δ ) = 30 mm o Diameter baut = 25.314 ( Pengaruh Geser ) P 51563.123 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Sambungan antara pelat buhul dengan pelat penyambung direncanakan menggunakan baut mutu tinggi A 325 dengan diameter 1 “ ( 25.4 mm ) Jarak antar sumbu baut pada arah horizontal ( s ) : 2.1 ≤ s1 ≤ 76.58 x σ = 1082 kg/cm2 Sambungan Irisan 1 : δ d = 30 25.8 diambil 80 mm Jarak sumbu baut paling luar dengan bagian yang disambung ( s1 ) : 1.54 2 ⎟ ⎝4 ⎠ = 8.4 mm o Tegangan geser ijin ( σ ) = 0.8 diambil 70 mm Jarak antar sumbu baut pada arah vertikal ( u ) : 2.960 dipakai 10 baut TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 ≤ s ≤ 177. 4 = 1.5 ≤ s ≤ 177.181 > 0.5 d ≤ s1 ≤ 3 d 38.749 n = τ ⎛⎜ 1 x π x d 2 ⎞⎟ = ⎛1 ⎞ ⎝4 ⎠ 1082 x ⎜ x 3.14 x 2.

54 ) x (13 + 22.11 = 64.087 )) = 527137.930 ) – ( 7.2 − 64.45 − 64.675 ) 2 + (33. Buhul A Gambar 5.14 Perhitungan Stabilitas Pelat Buhul a.400 = = 8116.24 cm2 ƒ A netto = A bruto .475 cm ( ⎛⎛ 1 ⎞ 2 ⎜⎜ ⎜ x 3 x 130.049 cm3 H −Y 130.35 Detail Buhul A Tinjau Pot.675 ) 2 )) )⎞⎟⎟ − ⎠ = ( 554973. A – A Y = • Inetto ( 376.124 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.475 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .2 ) − ( ( 3 x 2.45 3 ⎟ + 391.15 − 64.516 + 109.35 – 15.35 x (65.24 = 376.35 cm2 ƒ A baut = 2 x ( 3 x 2.75 )) 376.62 x ( 2672.A netto = 391.54 ) = 15.400 cm4 • Watas = Inetto 527137.45 = 391.11 x 65.V .11 cm2 ƒ Titik berat penampang pada pot.675 ) = ⎝ ⎝ 12 ⎠ (3 x 2.373 + 995.54 x ( (13 − 64. A – A Analisa Penampang : ƒ A bruto = 3 x 130.2.

V - 125

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Wbawah =

Inetto
527137,400
=
= 8178,842 cm3
Y
64,475

Gaya – Gaya yang bekerja :

•N


⎛ ⎛ 63,477 x 12 ⎞
= ½ x ⎜⎜ ⎜
⎟ + (− 121,323 x cos 68.090)⎟⎟ = 4,568 Ton
14


⎝⎝

•D

= ½ x ( -121,323 sin 68.090 ) = -56,279 Ton

•M

=

⎛ ⎛ 63,477 x 12 x ( 64,475 − 13 ) ⎞

½ x ⎜⎜ ⎜
⎟ + (− 121,323 cos 68.090 x (64,475 − 33,15)⎟⎟
14

⎝⎝

= 691,565 Ton.cm
Tegangan Yang Terjadi :

Akibat N

Akibat D

τ =

4568
= 12,145 kg / cm 2
376,11

N
=
Anetto

σn =

D
=
Anetto

− 56279
= − 149,634 kg / cm 2
376,11

Akibat M

σ atas =
σ bawah =

M
=
Watas

691565
= 85,209 kg / cm 2
8116,049

M
=
W bawah

691565
= 84,555 kg / cm 2
8178,842

Tegangan total :

σ atas = 85,209 - 12,145 = 73,064 kg/cm2
σ bawah = 84,555 - 12,145 = 72,410 kg/cm2
Tegangan idiil :

σ idiil

=

(73,064)2

(

+ 3 (−149,634)

2

)

= 269,275 kg/cm2

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 126

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Syarat Keamanan :

σ idiil < σ
269,275 kg/cm2

< 1867 kg/cm2 .....OK

b. Buhul B

Gambar 5.36 Detail Buhul B
Tinjau Pot. A – A

Analisa Penampang :
ƒ

A bruto

= 3 x 130,45

= 391,35 cm2

ƒ

A baut

= 2 x ( 3 x 2.54 )

= 15.24 cm2

ƒ

A netto

= A bruto - A netto

= 391,35 – 15.24 = 376,11 cm2

ƒ

Titik berat penampang pada pot. A – A
Y =

Inetto

( 376,11 x 65,2 ) − ( ( 3 x 2.54 ) x (13 + 22,75 ))
376,11

= 64,475 cm

(

⎛⎛ 1

2
⎜⎜ ⎜ x 3 x 130,45 3 ⎟ + 391,35 x (65,2 − 64,675 )
= ⎝ ⎝ 12

(3 x 2.54 x ( (13 − 64,675 )

2

+ (33,15 − 64,675 )

2

))

)⎞⎟⎟ −

= ( 554973,516 + 109,930 ) – ( 7.62 x ( 2672,373 + 995,087 ))
= 527137,400 cm4
TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

V - 127

BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI

Watas

Wbawah =

=

Inetto
527137,400
=
= 8116,049 cm3
H −Y
130,45 − 64,475
Inetto
527137,400
=
= 8178,842 cm3
Y
64,475

Gaya – Gaya yang bekerja :76

•N

⎛ ⎛ 529,640 x 12 ⎞

= ½ x ⎜⎜ ⎜
⎟ + (− 9,861 x cos 68.090 )⎟⎟ = 225,149 Ton
14

⎝⎝

•D

= ½ x ( -9,861 sin 68.090 ) = -4,574 Ton

•M

=

⎛ ⎛ 529,640 x 12 x ( 64,475 − 13 ) ⎞

½ x ⎜⎜ ⎜
⎟ + (− 139,769 cos 68.090 x ( 64,475 − 33,15)⎟⎟
14

⎝⎝

= 10867,690 Ton.cm
Tegangan Yang Terjadi :

Akibat N

Akibat D

τ =

225149
= 919,876 kg / cm 2
244.76

N
=
Anetto

σn =

D
=
Anetto

− 4574
= −18,687 kg / cm 2
244.76

Akibat M

σ atas =

M
=
Watas

σ bawah =

M
W bawah

10867690
= 1339,037 kg / cm 2
8116,049
=

10867690
= 1328,756 kg / cm 2
8178,842

Tegangan total :

σ atas = 1339,037 - 919,876 = 419,161 kg/cm2
σ bawah = 1328,756 - 919,876 = 408,88 kg/cm2

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL

11 = 66.24 cm2 ƒ A netto = A bruto .....128 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tegangan idiil : σ idiil = (419.161)2 ( + 3 (−18.54 ) = 15.408 kg/cm2 < 1867 kg/cm2 .11 cm2 ƒ Titik berat penampang pada pot.687) 2 ) = 420.318 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .15 )) 388.45 = 403..OK c.37 Detail Buhul C Tinjau Pot.408 kg/cm2 Syarat Keamanan : σ idiil < σ 420.A netto = 403..35 cm2 ƒ A baut = 2 x ( 3 x 2.35 – 15.V .54 ) x (13 + 33.225 ) − ( ( 3 x 2.. Buhul C Gambar 5. A – A Analisa Penampang : ƒ A bruto = 3 x 134.11 x 67.24 = 388. A – A Y = ( 388.

497 kg / cm 2 388.253 kg / cm 2 8481.251 = = 8713.129 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI • ( ⎛⎛ 1 ⎞ 2 ⎜⎜ ⎜ x 3 x 134.965 − 3863731 = − 443.524 + 331.cm Tegangan Yang Terjadi : • Akibat N • Akibat D τ = • − 83081 = − 214.815 ) – ( 7.090 ) = 73.225 − 66.318) 2 )) )⎞⎟⎟ − ⎠ = ( 607606.090)⎟⎟ = -83.251 cm4 • Watas • Wbawah = = Inetto 577893.545 x cos 68.11 N = Anetto σn = D = Anetto 73546 = 189.545 sin 68.835 x 12 ⎞ ⎞ N = ½ x ⎜⎜ ⎜ ⎟ + (158.318 Gaya – Gaya yang bekerja : • ⎛ ⎛ − 124.62 x ( 2842.15 − 66.934 kg / cm 2 8713.318 ) 2 + (33.090 x ( 67.081 Ton 14 ⎠ ⎝⎝ ⎠ • D = ½ x ( 158.973 cm3 Y 66.065 kg / cm 2 388.809 + 1100.V .334 − 33.45 3 ⎟ + 403.35 x (67.545 x cos 68.731 Ton.318 Inetto 577893.251 = = 8481.54 x ( (13 − 66.835 x 12 x ( 66.45 − 66.965 cm3 H −Y 134.15)⎟⎟ 14 ⎠ ⎠ ⎝⎝ = -3863.318 −13 ) ⎞ ½x ⎜⎜ ⎜ ⎟ − (158.973 Tegangan total : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .546 Ton • M = ⎞ ⎛ ⎛ − 124.318) = ⎝ ⎝ 12 ⎠ Inetto (3 x 2.11 Akibat M σ atas = σ bawah = M = Watas M = W bawah − 3863731 = − 455.116 )) = 577893.

...934 + 229...306 kg/cm2 < 1867 kg/cm2 .11 cm2 ƒ Titik berat penampang pada pot.869 = -214..497) 2 2 ) = 407.306 kg/cm2 Syarat Keamanan : σ idiil < σ 407. Buhul D Gambar 5.35 – 15..253 + 214.188) + 3 (− 189.38 Detail Buhul 19 Tinjau Pot.A netto = 403.24 cm2 ƒ A netto = A bruto .35 cm2 ƒ A baut = 2 x ( 3 x 2.45 = 403.V .065 kg/cm2 Tegangan idiil : σ idiil = ( − (241.. A – A Analisa Penampang : ƒ A bruto = 3 x 134.065 = -241. A – A TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .130 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI σ atas = -455.54 ) = 15.OK d.24 = 388.188 kg/cm2 σbawah = -443.

965 cm3 H −Y 134.870 x cos 68.15 )) 388.349 x 12 ⎞ N = ½ x ⎜⎜ ⎜ ⎟ + (98.V .318 Inetto 577893.11 Akibat M σ atas = M = Watas − 1549264 = − 182.264 Ton.15)⎟⎟ 14 ⎠ ⎠ ⎝⎝ = -1549.318 − 13) ⎞ ½x ⎜⎜ ⎜ ⎟ − (98.15 − 66.35 x (67.090 ) = 45.815 ) – ( 7.973 cm3 Y 66.424 Ton 14 ⎠ ⎠ ⎝⎝ • D = ½ x ( 98.564 kg / cm 2 388.62 x ( 2842.524 + 331.653 kg / cm 2 8481.090 x (66.349 x 12 x (66.11 x 67.965 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .090 )⎟⎟ = -157.616 kg / cm 2 388.116 )) = 577893.131 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Y = • ( 388.45 3 ⎟ + 403.11 = 66.251 = = 8481.251 = = 8713.cm Tegangan Yang Terjadi : • Akibat N N = Anetto σn = • Akibat D τ = • − 157424 = − 405.318) 2 )) )⎞⎟⎟ − ⎠ = ( 607606.318 Gaya – Gaya yang bekerja : • ⎞ ⎛ ⎛ − 410.870 x cos 68.225 ) − ( ( 3 x 2.318 ) 2 + (33.45 − 66.54 x ( (13 − 66.11 D = Anetto 45628 = 117.318) = ⎝ ⎝ 12 ⎠ Inetto (3 x 2.251 cm4 • Watas • Wbawah = = Inetto 577893.225 − 66.318 − 33.809 + 1100.318 cm ( ⎛⎛ 1 ⎞ 2 ⎜⎜ ⎜ x 3 x 134.870 sin 68.628 Ton • M = ⎞ ⎛ ⎛ − 410.54 ) x (13 + 33.

428 kg/cm2 < 1867 kg/cm2 .OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .646 kg/cm2 Tegangan idiil : σ idiil = (227.970 kg / cm 2 8713.132 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI σ bawah = M = W bawah − 1549264 = − 177...428 kg/cm2 Syarat Keamanan : σ idiil < σ 308.616 = 227.V ...970 + 405...616 = 222.653 + 405.963 kg/cm2 σ bawah = -177..564) 2 ) = 308..646)2 ( + 3 (117.973 Tegangan total : σ atas = -182.

6 273.564 0.57 2.093 0.199 -0.390 419874.6 273.37 -1.530 -410348.940 348723.15 Perhitungan Lendutan Rangka Induk Rumus = δ m = ( S DL + S LL ) xLxS o AxE Keterangan : δm = lendutan dititik ditengah SDL = Gaya akibat beban mati SLL = Gaya akibat beban hidup L = Panjang Batang So = Gaya batang akibat beban P ditengah A = Luas Profil E = Modulus Elastisitas Baja (2.241 0.390 529639.37 -2.6 273.1 x 106 kg/cm2) Tabel 5.540 0.011 0.6 273.330 374073.77 -2.6 273.910 -325619.39 0.6 273.330 419874.78 1.3 Perhitungan Lendutan Rangka Induk Batan SDL + SLL g (kg) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 63476.369 1.049 1.6 273.860 -325619.860 -460543.337 0.950 -501674.530 L (cm) 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 So A (kg) (cm2) 0.410 -233772.2.6 273.6 273.6 273.093 0.6 273.940 512988.77 -3.035 0.270 1.6 273.6 273.540 0.050 -460543.78 2.610 529639.791 -1.794 0.989 1.6 273.147 1.270 1.337 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 273.820 280389.58 -1.6 273.593 0.610 513028.6 273.18 1.161 0.57 2.820 63476.147 0.98 -1.880 -501674.97 2.6 273.16 -2.6 273.6 273.369 1.396 -0.133 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.6 E (kg/cm2) 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 δ (cm) 0.452 0.97 2.989 0.840 280389.6 273.241 0.98 -2.530 -124835.18 2.035 1.797 1.043 0.011 0.050 -527032.530 180117.6 273.630 374073.452 0.6 273.6 273.19 -1.V .564 0.19 273.58 -1.630 180117.6 273.950 -410348.39 1.593 0.6 273.480 -527032.797 0.794 1.199 0.6 273.880 -381345.6 273.840 348723.

6 273.779 677.779 677.6 273.779 677.525 -0.075 0.035 0.6 273.022 0.077 0.280 -121323.370 -101427.526 0.779 677.526 0.791 -0.526 0.063 0.527 -0.779 677.V .420 -12934.526 0.740 -87106.526 -0.525 0.140 -87106.526 0.527 -0.6 273.6 273..779 677.526 -0.527 0.090 0.034 0.779 677..533 273.6 273.020 0.6 273..6 273.779 677.063 0.6 273..OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .035 0.779 677.526 0.779 677.740 -123735.100 -56988.076 0.6 273.6 273.100 -101427.779 677.020 0.089 0.061 0.396 -0..022 0.779 677.526 -0.496 Cek lendutan : ∆ ≤ 1/500 x 8000 14.779 677.140 -35857.370 -144958.779 -0.6 273..6 273.280 -12874.6 273.048 0.043 0...526 0.076 14.008 0.6 273.205 0.910 -124835.6 273.526 -0.525 -0.450 76585.054 0.420 -144958.524 0.779 677..779 677.779 677.6 273.779 677.006 0.910 143614.526 -0.779 677.450 121141.054 0.525 0.524 0..6 273..496 cm ≤ 16 cm .077 0.6 273.075 0.420 32145.6 273.260 9861.940 121141.526 -0.440 9861.779 677.52 -0.779 677.779 677.533 -0.440 -35857.034 0.090 0.420 500 500 677.150 32145.6 273.089 0.150 76585.779 677.779 677..527 -5..526 0.6 273.6 273.6 273.410 -121323.6 273.779 677.260 54378.134 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 -233772.526 0.6 273..6 273.779 677.779 677.6 273.526 -0.280 -123735.6 273.779 677.779 677.280 -56988.072 0.048 0.079 0.6 273.061 0.526 0.6 273.779 677.720 98870.690 98870.690 143614.072 0..161 0..6 273.779 677.720 54378.6 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 2100000 Σ 0.910 158544..006 0.779 677.940 158544.526 -0.6 273.

Y=0 ax2 + bx + c = 0 . b + c 16 = 40002 a + 4000 b ƒ (1) Titik (8000.2.V .0) X=0 .135 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.16 Perhitungan Chamber Gambar 5. 40002 + 4000 . b + c 0 = 80002 a + 8000 b b= − (2) 8000 2 a = − 8000a 8000 Persamaan (1) dan (2) : 16 = 40002 a + 4000 b 16 = 40002 a + 4000 (-8000 a) 16 = 16000000 a .16) y = ax2 + bx + c 16 = a . 80002 + 8000 .32000000 a TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .39 Perhitungan Chamber ƒ ƒ Titik (0.0) y = ax2 + bx + c 0 = a . c = 0 Lendutan ijin (δ ijin) = L 500 = ƒ 8000 = 16 cm 500 Titik maks (4000.

10-6.10-3(4000) = -16 + 32 = 16 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .10-6x2 + 8.10-6 b = -8000(-10-6) = 8.V .10-3x lendutan maksimum terjadi pada tengah bentang x = 4000 x = 4000 y = .(40002) + 8.10-3 y = .10-3(4000) y = .136 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 16 = 16000000 a .(40002) + 8.10 6 = .10-6x2 + 8.32000000 a a = − 16 16.10-6.10-3x y = .

00.00. ƒ Pondasi tiang pancang direncanakan menggunakan beton mutu f’c = 40 Mpa. ƒ Muka air tanah terdapat pada kedalaman -1.V . TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .00 meter sampai -2. ƒ Pelat injak direncanakan menggunakan beton mutu f’c = 35 Mpa. Perencanaan bangunan bawah bertujuan untuk mendapatkan konstruksi bawah yang kuat. Spesifikasi Bahan Adapun spesifikasi bahan yang dipakai antara lain : ƒ Abutment direncanakan menggunakan beton mutu f’c = 35 Mpa. Data Tanah Data dari hasil penyelidikan tanah.00 lapisan tanah berupa jenis lanau kepasiran campur koral dan kerikil dengan nilai SPT > 60. dapat disimpulkan bahwa : ƒ Pada Kedalaman ± 0. dan efisien.00 meter lapisan tanah berupa jenis koral dengan nilai N SPT > 60. ƒ Kedalaman -2. ƒ Dipakai pesifikasi sebagai berikut : γ1 = 1.00 meter dari permukaan tanah setempat.00 meter.00 meter sampai dengan -1.3 PERHITUNGAN BANGUNAN BAWAH Fungsi utama bangunan bawah jembatan adalah untuk menyalurkan semua beban yang bekerja pada bangunan atas ke tanah. ƒ Kedalaman -1. lapisan tanah berupa jenis lanau kepasiran berwarna coklat tua.02 kg/cm2 B.566 gr/cm3 θ1 = 20o C1 = 0. ƒ Wingwall direncanakan menggunakan beton mutu f’c = 35 Mpa. Perhitungan bangunan bawah meliputi : ƒ Perhitungan Pelat Injak ƒ Perhitungan Abutment ƒ Perhitungan Tiang Pancang A.137 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.00 meter sampai dengan -10.

1 (1 + 30/80 ) t/m' = 1.52 = 11.138 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ƒ Tulangan yang digunakan : Ø 8 dan Ø 10 merupakan tulangan polos dengan mutu fy = 240 Mpa. D14.65 t/m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .05 x 2200 x 1 = 110 kg/m ƒ Berat Agregat = 0. Pembebanan Pelat Injak Beban Mati ƒ Berat Aspal = 0. maka : q = 1. D12.D16.V .20 x 2500 x 1 = 500 kg/m 50 kg/m berat total (qDL) = 1457.55 x 1450 x 1 = 797. D25 adalah tulangan ulir dengan mutu fy = 240 Mpa 5.1 (1 + 30/L) t/m' untuk L > 60 m = 1.3.575 x 2.387 kNm Beban Hidup Bentang jembatan = 80 m.5 kg/m = 14.1 Perhitungan Pelat Injak Gambar 5.05 x 1000 x 1 = ƒ Berat Sendiri Pelat = 0.5 kg/m ƒ Berat Air Hujan = 0.40 Pelat Injak A.575 kN/m MDL = 1/8 x QDL x L2 = 1/8 x 14.

85 x 350 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.V .85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.588 x ρ x ) 2 350 1 x 1.85 ⎛⎜ 0.5 t/m = 1500 kg/m = 15 kN/m MLL = 1/8 x QDL x L2 = 1/8 x 15 x 2.8xfy (1-0.105 kNm B. Penulangan Pelat Injak f’c = 35 Mpa fy = 240 Mpa b = 100 cm φ = 14 mm d = h – p – ½ φ tulangan = 200 – 40 – 7 = 153 mm Mu bd 2 fy = ρx0.65 × 2.387 + 11.015 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .242 ρ 2 = -1.52 = 11.4 = 1.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.75 x 0.85 600 + fy fy ⎝ ⎠ ρ max = 0.52 7741.005 fy 240 ρ max = 0.8 x 2400 (1-0.588 x ρ x f ' c ) 2400 23.75 = 1.139 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Beban terbagi rata (qLL) = 1.5 2.03 ρ min = 1.44 ρ 2 – 1920 ρ + 10 = 0 ρ 1 = 0.85 600 + 2400 ⎠ ρ max = 0.105 = ρ x 0.718 = 23.4 = 0.718 kNm MTOTAL= 11.

005 x 1000 x 153 = 765 7 mm2 Dipakai tulangan φ 14 – 200 (A As = 770 mm m2) p 3.16.005 As = ρ x b x d = 0.5 mm2 Digunak kan tulangan bagi D10-200 (A = 3933 mm2) mbar 5.00025 x 1000 x 153 = 3822.140 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I Karena ρ min > ρ > ρ max → dipakai ρ min m = 0. dalam araah tegak luru us terhadap Menurutt SKSNI T15-1991-03 pasal tulangan n utama haruus disediakann tulangan pembagi p teggangan susutt dan suhu) untuk fy = 240 MPa As = 0.00025 x b x d As = 0.V .12 2.41 Denah Penulanngan Pelat Innjak Gam TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .

2.3. Gaya gempa f. Gaya akibat beban vertikal tanah Beban Hidup meliputi: a. Gaya akibat tekanan tanah aktif d.2 Perhitungan Abutment Gaya-gaya yang bekerja pada abutment antara lain: Beban Mati meliputi: a. Gaya gesek tumpuan bergerak e. Gaya horisontal akibat rem dan traksi c.141 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5. Beban angin Gambar 5. Berat sendiri b.1 Perhitungan Pembebanan Abutment TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .3. Beban mati bangunan atas c.42 Dimensi Rencana Abutment 5. Beban hidup bangunan atas b.V .

250 523.145 1.768 13.410 5.025 12.792 24.800 0.237 0.799 81.700 1.150 0.677 8.350 6.313 Titik Berat (m) X Y 2.800 Berat Jenis T/m3 2.142 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a. Luas m2 0.695 18.900 3.600 1 2 3 4 5 6 7 8 Panjang Volume m 10.350 2.863 3.500 274.500 Berat T 3.420 0.43 Perhitungan Berat Sendiri Abutment Tabel 5.863 94.014 15.550 6.500 10.500 2.500 m3 1.490 0.500 10.934 1.796 = 1.279 Titik berat abutment : X= ∑ Mx = 523.125 0.313 1.594 131.500 2.500 2.950 2.253 27.911 170.638 12.313 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .500 10.281 4.500 10.796 688.500 Momen terhadap B (Tm) Mx My 9.4 Perhitungan Berat Sendiri Abutment No.575 5.567 5.938 12.500 2.500 4.500 10.195 249.500 2.909 m ∑ Berat 274.100 47.000 0.145 37.490 3.500 2.375 29.500 2.838 52.500 10.650 5.750 2.250 11.375 459.V .267 1.867 11.500 2.237 1.500 10.366 32.175 5. Berat Sendiri Gambar 5.

313 = 2.8 × 128.279 ∑ Berat 274.8 m Momen terhadap B: MB = Ya × Pm = 1. Lengan terhadap B (Ya)= 1. Beban Mati Bangunan Atas Gambar 5. Sehingga abutment menerima beban mati sebesar : Pm = Joint Reaction = 64.630 T.V .720 = 231.509 m Momen yang terjadi terhadap titik B : MB = ∑ Mx = 523.143 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Y= ∑ My = 688.630 T x 2 = 128.696 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .44 Perhitungan Beban Akibat Konstruksi Atas Berdasarkan hasil “SAP 2000 Versi 7 ” didapatkan reaksi diatas tumpuan sebesar 64. dimana satu buah abutment menerima 2 reaksi tumpuan dari 2 rangka baja.796 Tm b.720 T.

189 5.018 10.455 88.509 196.933 5.637 70.200 1.083 65.820 5.680 10.840 10.250 3. 1 2 3 4 5 6 7 8 Luas Panjang m2 m 0.793 8.555 221.145 Berat Jenis T/m3 1.856 16.250 5.500 0.543 7.150 2.144 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI c.937 4.500 1.500 4.V .935 697.500 0.800 8.49  10.058 44.678 1.060 4.500 3.5 Perhitungan Berat Sendiri Abutment No.45 Perhitungan Beban Akibat Beban Vertikal Tabel 5.678 1.720 10.500 Volume m3 8.145 1.700 3.135 0.522 Titik Berat X Y 3.665 374.100 3.500 0.678 Berat T 14.490 10.678 1.633 3.511 42.030 3.716 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .633 196.678 1.400 17.678 1.678 1.280 28.994 49.467 Momen terhadap B Mx My 48.100 90. Gaya Akibat Beban Vertikal Tanah Timbunan Gambar 5.628 213.014 23.032 12.427 15.410 10.42  10.838 39.046 0.467 1.462 8.467 0.001 10.000 3.733 5.500 0.250 6.175 10.678 1.

218 + (0.1224 0.5222 X= Y= M Momen terjaadi terhadap B: M = Ms ∑ Mxx = 374.550 m ∑ Beraat 196.935 Tm B Beban Hidu up a Beban hidup bangun a.024 0 17 = 38..46 Peerhitungan B Beban Akibaat Beban hiddup Bangunaan Atas TUGAS AKHIR PERENCANAAN N JEMBATAN KAL LI KUTO KABUP PATEN KENDAL .372 0. nan atas ƒ Garis pengaruh p S1 0.5 5 x 0.722) 133 14 15 16 0.372 x 15.274 249 0.349 4 0.224 0.372 x 80) 8 x 2.907 m ∑ Beraat 196.174 0.145 BAB V PER RHITUNGAN KONSTRUKSI K I T Titik Berat terhadap t B: ∑ Mxx = 374.851 t Gam mbar 5.099 0.199 0.2 0.5222 ∑ Myy = 697.7166 = 3.049 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 S = (0.9355 = 1.149 0.299 0.324 0.V .074 0.

80+ 7.851 T Lengan terhadap B = x = 1.218 T/m.658 × 9.722 T PREM = 5% × (2.80 m Momen terhadap B = MB = Ph × x = 38.218 × 80 + 15.658 Ton Lengan terhadap B = y = 1.722 ) = 9.8 = 69. PL = 15.931 Tm b.8 m diatas permukaan lantai jembatan.0 = 86.” Gambar 5.2 = 9. titik tangkap berada 1.0 m Momen terhadap B = MB = Ph × y = 9. Gaya rem PPJJR : ”Besar gaya rem = 5% × Beban ”D”.146 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Ph = R1V = R10V = 38.922 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .851× 1.47 Perhitungan Beban Akibat Gaya Rem dan Traksi qL = 2.V .

V .490 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .147 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI d. Gaya Akibat Tekanan Tanah Aktif Gambar 5.566 gr/cm3 φ2 = 20o C2 = 0.5 m ƒ Tanah lapisan 2 (tanah dasar) γ2 = 1.360 Ka2 = tan2 (450 – φ2 /2) = tan2 (450 – 20 /2) = 0.02 kg/cm2 H2= 5.48 Perhitungan Beban Akibat Tekanan Tanah akif Diketahui : ƒ Tanah Lapisan 1 (tanah urugan) γ1 = 2.0 gr/cm3 φ1 = 28o C1 = 1 kg/cm2 H1= 6.2 m ƒ Koefisien tekanan tanah aktif: Ka1 = tan2 (450 – φ1 /2) = tan2 (450 – 28 /2) = 0.

657 T/m2 Gaya tekanan tanah aktif: P1 = Ka1 × q1 × H1 × B = 0.3.641 T TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 = 65.360 × 6..36 × 2.5 = 2.28. ( aman ) Menurut pasal 1.4 P3JJR SKBI 1.148 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ƒ Koefisien tekanan tanah pasif: Kp = tan2 (450 + φ /2) = tan2 (450 +20 /2) = 2.V .1987. muatan lau lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi: h = 60 cm.2 = 2.6 = 1.52 SF : γ timbunan 1 x 5.25 < 3 2 …………….×0.5 × 10.2 t/m2 q1 = qpelat injak + qx = 1.5 2 = 32.657 × 0.039 ƒ Perhitungan tinggi kritis dari timbunan: Cu × Nc Hcr = Nc : factor daya dukung untuk Ө2 = 11.5 × 10.657 × 6. jadi beban lalu lintas (qx) : qx = γ 1 × h = 2.457 + 1.282 Ton P2 = 1 × γ 1 × Ka1 × H1 × B 2 = 1 × 2.

039 × 1.170 × 1.800 = 208.V .170 T F = P1 +P2 – Pp1 = 65. 2 2 = 43.641 – 43.167) − (43.282 + 32.733) 54.641 × 2.061 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .170 = 54.800 m Momen terhadap titik G: Mg = F × Yf = 54.753 = 3.566 × 5.282 × 3.149 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gaya tekanan tanah pasif: Pp1= 1 / 2 × Kp × γ 1 × D 2 = 1 / 2 × 2.753 T 4 Yf = = ∑ (Ti × Yi) 1=1 f (65.753× 3.25) + (32.

308 T Lengan gaya terhadap titik G : Yges = 6.1987.3.15 = 19. Gambar 5.308 × 6.720 × 0. gaya gesek yang timbul hanya ditinjau akibat beban mati saja. Gaya gesek akibat tumpuan–tumpuan bergerak: Menurut pasal 2.49 Gaya gesek tumpuan bergerak Fges = Pm × C dimana: fges = gaya gesek tumpuan bergerak Pm = beban mati konstruksi atas (T) = C = koefisien tumpuan karet dengan baja = 0.28.15 Fges = 128.562 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . pada tumpuan yang bersangkutan. sedangkan besarnya ditentukan berdasarkan koefesien gesek.150 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI e.037 m Momen terhadap titik G : Mges = Fges × Yges = 19.V .037 = 116.6 halaman 15 PPJJR SKBI 1.

671 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .509 m M = 38.020 T ƒ YmB = 6.151 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI f. Gaya Gempa h = E x M dimana : h : gaya horisontal akibat gempa E : Koefesien gempa untuk daerah Jawa Tengah pada wilayah II = 0.037 m = 108.313 T GhmB = 274.12/1970) M ƒ : Muatan mati dari konstruksi yang ditinjau Gaya gempa terhadap berat sendiri abutment : PBB = 274.720 T x 0.14 ( Peraturan Muatan Untuk Jalan Raya no.14 = 38.403 T x 2.522 T GhTB = 196.513 T YTB = 3.509 m = 96.14 = 27.522 T x 0.14 = 18.037 m M = 18.355 Tm Gaya gempa terhadap bangunan atas : PMB = 128.403 T ƒ YB = 2.550 m M = 97.020 T x 6.V .720 T GhmB = 128.786 T Gaya gempa terhadap tanah diatas abutment : PTB = 196.313 T x 0.

152 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI g. Gaya Angin Gambar 5.51 Penyebaran Beban Angin TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .3 = 488.50 Bidang Rangka Induk Data teknis perencanaan pertambatan angin : Tekanan angin : 150 kg/m2 Panjang sisi bawah jembatan : 80 m Panjang sisi atas jembatan : 75 m Tinggi jembatan : 6.25 m 2 2 ⎝ ⎠ Gambar 5.3 m Luas bidang rangka utama ⎛ 80 + 75 ⎞ : ⎜ ⎟ x 6.

037 = 7.35 ) + 20 + 5 + 100 = 173.733 + 6.25 )) x 150 = 5492.15 m ◦ Beban angin pada muatan hidup seringgi 2 m ( s2 ) Tinggi profil gelagar melintang ( h1 ) : 70.767 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .812 kg ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan ( s1 ) s1 = ½ x tinggi jembatan = ½ x 6.037 = 9.30 m = 3.15 + 6.35 cm = 1.8 cm Lebar profil rangka induk ( h3 ) : 40.8 cm ( 708x302x15x28-215 ) Tebal sayap gelagar melintang ( h2 ) : 2.V .625 kg ◦ Beban angin pada muatan hidup setinggi 2 m (d2) : d2 = 100% × w × L × 2 = 100%x 150 x 80 x 2 = 24000 kg ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (d1) : d1 = 50% x (( 15% x A )) x w = 50% x (( 15% x 488.3 – 20.733 m Lengan terhadap B : Y1 = Y2 = 3.153 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ◦ Beban angin pada sisi rangka jembatan (d1) : d1 = 50% x (( 30% x A )) x w = 50% x (( 30% x 488.25 )) x 150 = 10985.187 m Y3 = 1.8 – 2.3 cm ( 428x407x20x35-283 ) Tebal plat lantai kendaraan ( h4 ) : 20 cm Tebal perkerasan ( h5 ) : 5 cm Tinggi bidang vertikal beban hidup ( h6 ): 200 cm s2 h3 ⎞ h6 ⎛ = ⎜ h1− h2 − ⎟ + h4 + h5 + 2⎠ 2 ⎝ = ( 70.

Gaya Tekanan Tanah Akibat Gempa Bumi PTt = 54.063 Tm h.665 x 3.187 + 24 x 9.800 = 29.800 m Momen terhadap titik B : MTA = 7.154 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Momen terhadap titik B : MB = d1 x y1 + d2 x y2 + d3 x y3 = 10.753 x 0.V .492 x 7.127 Tm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .985 x 9.767 = 364.665 T YTt = 3.187 + 5.14 = 7.753 T Ta = 54.

M + Ah + A + Ta + Gg + SR + Tm 125 % III.155 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.3. M + (H+K) + Ta + S + Tb 150% Keterangan : A : Beban angin Ah : gaya akibat aliran dan hanyutan Ahg : Gaya aliran dan hanyutan pada waktu gempa Gg : gaya gesek pada tumpuan bergerak Gh : gaya horizontal ekivalen akibat gemapa bumi H+K : beban hidup dengan kejut M : beban mati PI : gaya – gaya pada waktu pelaksanaan Rm : gaya rem S : gaya setrifugal SR : gaya akibat susut dan rangkak Tm : gaya akibat perubahan suhu ( selain susut dan rangkak ) Ta : gaya tekanan tanah Tag : gaya tekanan tanah akibat gempa bumi Tb : gaya tumbuk Tu : gaya angkat ( bouyancy ) Beban nominal : jumlah total beban Beban ijin : beban nominal dibagi presentase terhadap tegangan ijin TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .6 Kombinasi Pembebanan Tegangan yang digunakan dalam Kombinasi Pembebanan dan Gaya prosen terhadap tegangan izin keadaan elastis I. M + (H+K) + Ta + Tu 100 % II. I + Rm + Gg + A + SR + Tm 140 % +S IV.2. M + Gh + Tag + Gg + AHg + Tu 150 % V. Komb. M + P1 130 % VI.2 Kombinasi Pembebanan Tabel 5.V .

555 114.061 19.720 1.406 54.187 220.935 Bangunan atas 38.907 374.313 1.522 1.8 Kombinasi 2 Beban Gaya Jarak Lengan Jenis Bagian V M abutment 274.7 Kombinasi 1 Beban Gaya Jarak Lengan Jenis Bagian V M abutment 274.656 muatan 2 m 24.800 231.308 6.644 91.630 904.313 1.696 Timbunan tanah 196.935 Ta H Xo Yo Momen MVo MH 54.358 208.522 Angin tekan 10.767 42.358 208.800 208.800 231.909 523.187 100.492 7.156 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.985 9.916 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .753 1200.753 Y Momen MV 3.646 ijin 479.800 69.061 Tu Nominal 638.427 688.907 374.037 116.000 9.919 Angin hisap 5.720 1.538 1130.796 Bangunan atas 128.796 Bangunan atas 128.696 Timbunan tanah 196.488 Ah Gg A SR Tm Nominal 599.931 H+K H Ta X 54.406 54.061 Tabel 5.909 523.753 3.800 MH 208.753 1200.522 1.851 1.341 550.061 ijin 638.

720 1.522 1.909 1130.406 54.427 448.733 66.076 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .308 6.800 29.037 116.755 Tabel 5.286 553.488 A SR Tm S Nominal 638.037 108.675 968.767 42.800 231.406 124.256 269.796 Bangunan atas 128.550 97.509 96.522 Gh Ahg TU Nominal 599. 1 Gaya Jarak Lengan V H 638.522 Angin tekan 10.907 374.960 1200.786 Timbunan tanah 27.658 9.753 X Y Momen MV MH 1200.555 110.313 1.061 Rm 9.665 3.922 Gg 19.545 678.000 86.461 ijin 359.492 7.355 Bangunan atas 18.568 ijin 510.671 TAG 7.308 6.358 208.037 116.127 Gg 19.9 Kombinasi 3 Beban Jenis Bagian Komb.V .724 88.000 9.187 100.10 Kombinasi 4 Beban Gaya Jarak Lengan H X Y Momen Jenis Bagian V MV M abutment 274.935 MH abutment 38.696 Timbunan tanah 196.403 2.157 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.020 6.919 Angin hisap 5.656 muatan 2 m 24.909 523.358 775.985 9.513 3.187 220.

427 ijin 461.406 54.909 523.520 800.753 X Y Momen MV 3.935 Nominal 599.753 1200.313 1.796 Bangunan atas 128.796 Bangunan atas 128.931 H+K TA H 54.313 1.158 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.696 Timbunan tanah 196.800 231.298 MH P1 Tabel 5.522 1.935 38.776 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .V .638 138.720 1.358 208.11 Kombinasi 5 Beban Gaya Jarak Lengan H X Y Momen Jenis Bagian V MV M abutment 274.696 Timbunan tanah 196.816 36.800 MH 208.800 231.851 1.720 1.061 STb Nominal 638.555 1130.800 69.907 374.909 523.057 869.061 ijin 425.522 1.907 374.12 Kombinasi 6 Beban Gaya Jarak Lengan Jenis Bagian V M abutment 274.

358 208.466 1.568 1.45 0 3.433 1.3 Kontrol Stabilitas Abutment Kestabilan konstruksi diperiksa terhadap kombinasi gaya dan muatan yang paling menentukan.555 0.555 0.406 0.5 aman II 1130. ◦ Terhadap guling ( Fg ) = ∑ MV g ≥ SF ∑ MH .247 1.247 1.45 0 3. Dimana : ΣMV = jumlah momen vertical yang terjadi ΣMH = jumlah momen horisontal yang terjadi SF = safety factor = 1.5 aman TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .642 1.5 aman VI 1200.Dimana : Tan δ = faktor geser tanah antara tanah dan dasar tembok (Buku Teknik Sipil) = 0.356 1.406 0.600 110.427 448.96 2.406 0.555 0.427 - - 1.5 aman III 1200.5 aman IV 1130.548 1.600 54.358 775.45 0 3.3.45 (Beton dengan tanah lempung padat dan pasir gravelan padat) Ca = adhesi antara tanah dan dasar tembok = 0 B = lebar dasar pondasi = 3.521 1.5 aman VI 638.5 Tabel 5.14 kontrol terhadap geser Komb.V .600 meter Tabel 5.5 aman III 638.2.45 0 3.061 5. V (Tm) Tan δ Ca B (m) H (m) FS SF Ket I 638.769 1.600 124.5 aman V 599.358 208.159 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.600 - - 1.5 aman V 1130.753 5.061 5.5 aman IV 599.753 5.461 2.45 0 3.538 2.909 2.5 aman II 599.13 kontrol terhadap guling Komb.600 54. MV (Tm) MH (Tm) F SF Ket I 1200.600 114.5 aman ◦ Terhadap Geser (FS) = ∑V × tan δ + Ca × B ∑H .427 688.299 1.769 1.45 0 3.

5 ⋅ γ ⋅ B ⋅ N γ ⋅ (1 − 0. yaitu : Q ult = Ap ⋅ ( c ⋅ N c (1 + 0.406 -0.800 1200. Nq. 2 B / L )) dimana : Q ult = daya dukung ultimate tanah dasar (t/m2) c = kohesi tanah dasar (t/m2) γ = berat isi tanah dasar (t/m3) B=D = lebar pondasi (meter) Df = kedalaman pondasi (meter) N γ .600 aman (m) Ket ◦ Terhadap Daya Dukung Tanah Kapasitas dukung tanah dasar (bearing capacity) dipengaruhi oleh parameter ϕ .15 kontrol terhadap eksentrisitas 0.555 -0.358 208.234 0.406 0.358 775.427 688.061 638.555 -1.085 0.406 0.427 448.60 = = 0.600 aman VI 1.061 638.600 m 6 6 Tabel 5.V .800 1130. Besarnya kapasitas dukung tanah dasar dapat dihitung dengan metode Terzaghi.833 0. Nc = faktor daya dukung Terzaghi Ap = luas dasar pondasi B = lebar pondasi L = panjang pondasi TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . danγ .461 599.466 599.406 -0.800 III Komb.427 - 599.600 aman 1. c.555 -0.160 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI B − 2 ◦ Terhadap eksentrisitas ( e ) = ∑ Mv − ∑ Mh ∑V < B 3.568 638.406 -1.5 B MV MH (m) (Tm) (Tm) I 1.800 1200.295 0.600 aman IV 1.358 II 1.3 B / L ) + γ ⋅ D f ⋅ N q + 0. 1/6 B V (Tm) e (m) 208.800 1130.600 aman V 1.800 1200.600 aman 1130.

0 35 57.9 20.2 22.7 0.7 9.566.490 = 25.59 m2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .2 12.8 45 172.3 1.3 297.50 meter A = 3.4 42.9 4.6 10.3 65.9 780.4 2.0 5.10−3 x400x7.8 50.4 5.5 9.5 51.2 30 37.5 60.5x1.0 5 7.5 ~ 3 B = lebar abutment = 3.2 8.7 1.60 * 10.3 5.7 2.2 10 9.7 25 25.0 0.0 1.60 meter L = panjang abutment = 10.1 12.6 2.4 25.10−3 x360x5x(1− 72/ 1050)) = 7. Ø2 = 20o Qult = ( c ⋅ N c (1 + 0.566.8 3.0 11.50 = 54.4 0.7 9.2 35.7 1. Qult σall = (1/3).3 B / L ) + γ ⋅ D f ⋅ N q + 0.7 7.0 8.1 Berdasarkan data tanah : γ 2 = 1.5 18.7 11.6 415.1 37.9 0.02 kg/cm2 .3 173. c2 = 0.1 40 95.490 T/m2 σall = (1/3).7 1.V .161 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.5 ⋅ γ ⋅ B ⋅ N γ ⋅ (1 − 0.7 81.4 34.4 50 347.3 1153.566 gr/cm3 . 2 B / L )) = (0.8 41.7 48 258.6 0.1 66.8 5.5 6.3 287.5 35.649 kg/cm2 = 76.7 1.2 81.16 Nilai-nilai daya dukung Terzaghi Keruntuhan Geser Umum φ Nc Keruntuhan Geser Lokal Nq Nγ N’c N’q N’γ 0 5.02x17.0 23.7 19.9 20 17. 76.6 36.496 Ton σ = ∑V ± ∑ MV + ∑ MH A W ≤ σall Dimana : SF = safety factor 1.9 1.5 19.0 0.3 100.7x(1+108/ 1050) +1.6 87.7 34 52.5 15 12.4 + 0.7 14.6 3.

V .50 * 3.59 22.555 1130.59 22.602 = 22.680 25.496 -75.680 25.215 91.405 73.162 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI W = 1/6 * L * B2 = 1/6 * 10.926 54.680 25.633 80.496 -50.680 25.419 54.427 98.680 m3 V = gaya vertical ( ton ) MV = jumlah momen vertical yang terjadi MH = jumlah momen vertical vertical yang terjadi Tabel 5.555 1578.406 1975.59 22.794 tdk aman 2 Karena tinjauan stabilitas abutment tidak aman.893 54.419 54.59 22.825 tdk aman VI 638.680 25.181 tdk aman III 638.406 1408.555 1818.860 60.496 -38.496 -50.427 54.680 25.496 -69.794 tdk aman II 599.59 22. TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .406 1408.817 tdk aman IV 599.888 54. maka dipasang pondasi tiang pancang untuk menanggulangi kegagalan konstruksi.17 kontrol terhadap daya dukung tanah Komb ΣV ΣMV +ΣMH W A 3 σALL σMIN σMAX Ket (T) (Tm) (m ) (m ) (Tm) (T) (T) I 638.405 73.496 -58.59 22.599 tdk aman V 599.

985 9.187 220.656 muatan 2 m 24.492 7.V .358 775.286 553.18 Kombinasi Pembebanan Maksimum Beban Jenis Bagian Komb. Tabel 5.960 1200.308 6.919 Angin hisap 5.767 42.753 X Y Momen MV MH 1200. Penulangan Badan Abutment Gambar 5.755 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .037 116.000 86.3.163 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.187 100.358 208.000 9.406 54.724 88.658 9.922 Gg 19.488 A SR Tm S Nominal 638.522 Angin tekan 10.061 Rm 9.568 ijin 510.675 968.406 124.2.52 Penulangan Badan Abutment Beban yang digunakan dalam penulangan badan abutment diambil dari kombinasi pembebanan yang menghasilkan beban dan momen terbesar yaitu kombinasi pembebanan III. 1 Gaya Jarak Lengan V H 638.4 Penulangan Abutment a.

dan tulangan pembagi dipakai D16.81 × f ' c 0.0658 φ × Ag × 0.880 = 0.81 × f ' c h Dari perhitungan diatas dipakai grafik 6.0133 × 10 6 = 13300 mm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .880 m = 1880 mm 638.V .035 = φ × Ag × 0.880 mm 1000 Pu et × = 0.33 ρ = r × β = 0.164 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ◦ Data Teknis Perencanaan : f’c = 35 MPa fy = 240 Mpa Ag = luas penampang = 1000 × 1000 = 106 mm2 Ht = tinggi badan = 5000 mm b = 1000 mm (tiap meter lebar abutment) h = 1000 mm Diameter tulangan utama dipakai D20.358 = 1.1.01 f’c = 35 maka β = 1.035 × 1.01 × 1. sehingga : d’ = h – (50 + 16 + ½ 20) = 1000 – (50 +16 + 10) = 924 mm Ф = 0.d (Grafik dan Tabel Perhitungan Beton Bertulang halaman 86) r = 0.406 et h = 1880 = 1.33 = 0.81× 35 Mu et = Pu = 1200.65 Pu 638406 = 0.0133 ◦ Tulangan Pokok Astot = ρ × Ag = 0.65 × 10 6 × 0.

53 Penulangan Badan Abutment TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .25 Astotal = 3325 mm2 Dipakai tulangan rangkap D20 – 75 (Ast = 4189 mm2) ◦ Tulangan bagi Diambil sebesar 20 % dari tulangan utama = 2660 mm2 Dipakai tulangan rangkap D16 – 75 (As = 2681 mm2) Gambar 5.165 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Askiri = Askanan = 0.V .

355 + 108.313 T GhmB = 274.020 T x 6.14 = 18.141 T ◦ Penulangan Kepala Abutment f’c = 35 MPa fy = 240 Mpa b = 300 mm h = 1000 mm Diameter tulangan utama dipakai D20.720 T GhmB = 128.786 T Mt = 96.509 m M = 38.313 T x 0. Penulangan Kepala Abutment Gambar 5.403 T x 2.355 Tm Gaya gempa terhadap bangunan atas : PMB = 128. sehingga : d’ = h – (50 + 10 + ½ 20) = 1000 – (50 +10+ 10) = 930 mm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .166 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI b.037 m M = 18.020 T YmB = 6.786 = 205.509 m = 96.403 T YB = 2.14 = 38.54 Dimensi Kepala Abutment ◦ Gaya horisontal gempa (Gg) : Gaya gempa terhadap berat sendiri abutment : PBB = 274.037 m = 108.720 T x 0.V . dan tulangan pembagi dipakai D10.

4 = 1.588 x ρ x 2 = f 'c ) bd 2400 205141 = ρ x 0. ρ = 1. 5 Astotal = 803.588 x ρ x ) 2 350 1 x 0.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0. ρ max = 0.88 mm2 Dipakai tulangan rangkap D20 – 200 (Ast = 1571 mm2) ◦ Tulangan bagi Diambil sebesar 20 % dari tulangan utama = 321.930 7741.0058 x 300 x 924 = 1607.85 x 350 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.167 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Ф = 0.0058 fy 240 ρ max = 0.85 fy 600 + fy ⎝ ⎠ ρ max=0.65 fy Mu ρx0.015 600 + 2400 ⎠ dipakai ρ min = 0.85 ⎛⎜ 0.337 = 0 .552 mm2 Dipakai tulangan rangkap D10 – 200 (As = 393 mm2) TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .8 x 2400 (1-0.538 ρ min = 1.V .85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.44 ρ 2 .4 = 0.0058 ◦ Tulangan Pokok Astotal = ρ x b x d = 0.1920 ρ + 15615.776 mm2 Askiri = Askanan = 0.85.8xfy (1-0.75x0.

V .6 − P 2 × 0.168 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.3 T Momen yang terjadi pada potongan A: MB = Pmaks × 1.044 − P1 × 0.225 × 0.588 x ρ x 2 = f 'c ) bd TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .70 = 133.40 − 1.7 × 2.8xfy (1-0.65 fy Mu ρx0.56 Pembebanan Poer P1 = 0.30 × 0.5 × 1.5 × 1 = 1.817 × 1. dan tulangan pembagi dipakai D16.225 T P2 = 1.4 × 2.8 × 1.467 − 6.4 × 0.9 = 98. Penulangan Poer Gambar 5. sehingga : d’ = h – (50 + 16 + ½ 20) = 1000 – (50 +16+ 10) = 924 mm Ф = 0.55 Penulangan Kepala Abutment c.5 × 1 = 6.361 Tm Direncanakan : f’c = 35 MPa fy = 240 Mpa b = 1400 mm h = 1000 mm Diameter tulangan utama dipakai D20.

5 Astotal = 3751.75 x 0.85 fy 600 + fy ⎝ ⎠ ρ max = 0.4 = 0.88 mm2 Askiri = Askanan = 0.0058 x 1400 x 924 = 7502.V .169 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 2400 133361 = ρ x 0.85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.924 7741.57 Penulangan Poer TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .85 ⎛⎜ 0. ρ = 1.0058 ◦ Tulangan Pokok Astotal = ρ x b x d = 0.1920 ρ + 156201.638 ρ min = 1.392= 0 .015 dipakai ρ min = 0.4 = 1.0058 fy 240 ρ max = 0.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.44 ρ 2 .44 mm2 Dipakai tulangan rangkap D20 – 75 (Ast = 4189 mm2) ◦ Tulangan bagi Diambil sebesar 20 % dari tulangan utama = 1500.85 x 350 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.588 x ρ x ) 2 350 1 x 0.85 600 + 2400 ⎠ ρ max = 0.8 x 2400 (1-0.576 mm2 Dipakai tulangan rangkap D16 – 125 (As = 1608 mm2) Gambar 5.

808 ton Pmak = M * X MAK PV + ny * X 2 n ∑ Dimana : Pmak = beban maksimum yang diterima tiang pancang PV = beban vertical ( normal ) M = jumlah momen yang bekerja pada titik berat tiang pancang Xmax = jarak terjauh tiang kepusat berat kelompk tiang = 1.90 cm Panjang tiang pancang = 14 meter Berat permeter tiang = 961.62 = 2.41 * 14 = 4808.170 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.3.2 kg = 4.56 m Gaya maksimum yang dipikul tiang pancang P = M * X MAK PV + ny * X 2 n ∑ TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .3 Perhitungan Pondasi Tiang Pancang Perencanaan beban maksimal(Pmax) yang mampu ditahan tiang pancang ditinjau terhadap empat kombinasi pembebanan terhadap titik pusat tiang pancang.V .625 cm2 Keliling penampang tiang = πD = 109.41 kg/m Berat tiang pancang = 240.6 m n = jumlah pondasi tiang pancang = 14 bh ny = jumlah pondasi tiang pancang dalam satu baris arah tegak lurus bidang momen = 7 bh ∑X 2 = 1. Pondasi mengunakan tiang pancang dari beton dengan spesifikasi : Ø tiang = 35 cm Luas penampang ( A ) = ¼ π D2 = 961.625 * 2500 * 10-4 = 240.

574 IV 599.775 -61.555 14 1130.574 Dari table perhitungan diperoleh bahwa Pmaks terjadi pada kombinasi III sebesar 152.427 1.358 1.60 2.106 VI 638.358 1.775 -61.56 7 143.406 14 1200.358 1.1 Perhitungan Daya Dukung Tiang Pancang TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . 5.756 -58.60 2.56 7 143.171 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Tabel 5.3.775 T.V .555 14 1130.756 -58.574 II 599.427 1.60 2.19 Perhitungan gaya maksimum dan minimum Komb PV (T) n MV XMAX (Tm) (m) (m ) ΣX2 ny 2 PMax PMin (T) (T) I 638.555 14 1130.56 7 152.60 2.106 V 599. Maka daya dukung tanah haru lebih besar dari Pmaks tersebut.56 7 152.106 III 638.56 7 143.56 7 152.3.60 2.756 -58.60 2.427 1.406 14 1200.775 -61.406 14 1200.

172 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.V . Daya dukung tanah ◦ Rumus Umum Pult = Kb * qc * A + Ks * JHP * O SF Kb = 0.75 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .58 Denah Rencana Pondasi Tiang Pancang Pada Abument 1. Daya dukung tiang individu Tinjauan spesifikasi tiang pancang berdasarkan : a.625 = 192.5 – 0. Kekuatan bahan tiang Mutu beton : K – 600 σb : Ptiang : σb * A tiang = 200 * 961.325 ton 1 * 600 = 200 kg/cm2 3 b.75 Ks = 0.

835 * 0.789 + 0.386 = 1454.232 / 3 = 484.2 x N x As Qu = Daya Dukung Batas Tiang (ton) N = Nilai rata – rata SPT seanjang Tiang = 60 As = Luas Total Selimut Tiang (m2) = kell O x H tiang = 1.529 m2 Qu = 40 x 60 x 0.2 x 60 x 15.386 m2 Ab = luas penampang ujung tiang (m2) = π .529 + 0.90 cm = 1.5 D dibawah ujung tiang = 206. ◦ Rumus Meyerhof TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .667 + 145) = 175.173 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI A = ¼ π D2 O = πD = 961.rata 3.667 qcb = qc rata – rata 8 D diatas ujung tiang = 145 qc = ½ ( 206.625 cm2 = 0.099 3 = 361.P.75 * 175.5) * 1. r ( S + r) = 3.096125 m2 = 109.75 *175.5 Pult = 0.744 ton.096125 + (1300 / 1.708 T ◦ Rumus S.14 x 0.099 m Dari data tanah diperoleh : qc = ½ ( qcu + qcb) qcu = qc rata .175) = 0.T (Standard Penetration Test) untuk tanah pasir Qu = 40 x N x Ab + 0.099 x 14 = 15.232 T Qa = Qu/SF = 1454.V .099 3 = 321.75 * 1300 * 1.096125 + 0.835 * 0.400 T ◦ Rumus Trofimankof Pult = D Kb * qc * A + JHP / D * O SF = 1.175 (0.835 JHP= 1300 Pult = 0.

298 ⎢ ⎥ 90 * 7 * 2 ⎣ ⎦ = 0.815 Daya dukung tiap kelompok tiang pada kelompok tiang : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .099 x 14 = 15.744 ton.35/1.298o D = diameter tiang = 35 cm S = jarak antar tiang = 160 cm Eff ⎡ ( 2 − 1)7 + (7 − 1) 2 ⎤ = 1 – 12.096125 1300 * 1.174 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Qult = 40 x N x Ab + N Nx x As 5 = Nilai SPT ujung Tiang = 60 As = Luas Total Selimut Tiang (m2) = kell O x H tiang = 1.386 m2 Ab = luas penampang ujung tiang (m2) = 0.835 x 0. ◦ Rumus begemann Pult = = qc x A JHP * O + 3 5 175.374 T 2.529 m2 Nx = nilai rata rata SPT = 60 60 x 15.099 + 3 5 = 291.374 T Dari tinjauan diatas dipakai nilai daya dukung terkecil = 291.232 T Qa = Qu/SF = 1454.6) = 12.232 / 3 = 484. Daya Dukung Kelompok Tiang Berdasarkan perumusan dari converse labarre : ⎡ ( n − 1) m + ( m − 1) n ⎤ Eff = 1 – θ ⎢ ⎥ 90 * m * n ⎣ ⎦ Dimana : m = jumlah tiang dalam baris y = 7 n = jumlah baris = 2 θ = arc tan θ (D/S) = arc tan (0.V .529 + Qu = 1454.386 5 Qult = 40 x 60 x 0.

V .3.OK 5.815 = 237.374 x 0.175 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Pall = 291.3.469 T) > Pmaks (152.775 T)……………………….469 T Kontrol Pall terhadap Pmaks yang terjadi : Pall (237.2 Kontrol Gaya Horisontal TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .

00 = 5.667 m Lh = Ld +La = 4.5 m Kedalaman 0 – 15 m : γ = 1.176 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.0 m Panjang penjepitan : Ld = 1/3 Lp = 1/3 x 14 = 4.667 m Lebar Poer = 10.V .667 + 1.59 gaya horizontal tekanan pasif pada pondasi Diketahui : Lp = 14 m La = 1.02 kg/cm2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .566 T/m3 φ = 20o C = 0.

00 P2 = 0.357*4.5 * BH * La = 0.167)*10.723 m L5 = 1.177 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Kp = tan2 (450 + φ /2) = 2.889 + 54.999 T/m EK = (Kp* γ*AE)* L = (2.763 T = 22.653 = 54.003 + 51.333)*10.5*33.5 = 33.L3 + P4.667)*10.167 = 16.V .873)*1.167 m 209.566*2.653 T/m BH = (Kp* γ*AB)* L = (2.039*1.746 = 55.039*1.5 = 111.008*1.L5 L1 = 5.859 m Σ Ms = 0 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .039*1.357 T P3 = 0.746 T/m CI = (Kp* γ*AC)* L = (2.134 * Lz = 597.75 x 72.566*5.003 m L2 = 4.566*3.489 T/m DN = 0.718+0)*1.396 T P4 = 0.039 Perhitungan diagram tekanan tanah pasif : FL = (Kp* γ*AF)* L = (2.500)*10.5 *(BH+CM)*BC = 0.5 *(EO+0) *EF = 0.5 = 72.167 = 64.L1 + P2.489+55.873+37.718 T/m Resultan tekanan pasif : P1 = 0.718)*1.5*(55.489)*1.889 m L4 = 1.872 T/m DJ = (Kp* γ*AD)* L = (2.527*1.5*(33.527 T/m CM = 0.527 T/m Tekanan tanah pasif efektif bekerja : BH = 33.610*1.873 T/m EO = 0.872 = 37.5*(37.396*2.056 m L3 = 2.167 = 54.039*1.039*1.5 = 189.134 * Lz = 16.167 209.566*4.5 x 111.008 T Titik tangkap resultan : ΣP.L2 + P3.566*1.Lz = P1.5 *(CM+DN)*CD = 0.5*(54.984 Lz = 2.5 = 150.056 + 64.167 = 51.723 + 22.25 x 150.L4 + P5.000)*10.527+54.763*5.610 T P5 = 0.5 *(DN+EO) *DE = 0.

134 x 2.859 Lz ) = 70.P sin α ≥ H yang bekerja x FS 70.00 + Ld + Lz) 1.P sin α ≥ H yang bekerja x FS Dimana : H ijin : gaya horisontal yang mampu ditahan oleh tekanaan tanah pasif N : jumlah tiang pancang miring P : daya dukung tiang pancang vertikal dalam group = 237.99 ≈ 2 buah TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .960 T) ….00 + Ld + Lz) = ΣP x Lz PH = (ΣP x 209.178 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI PH ( 1.71 ) ≥ 124.71° ) H ijin + N1.tidak aman Kesimpulan dari perhitungan di atas adalah diperlukannya pemasangan tiang pancang miring.5 N1 ≥ 1. 5.128 + ( 237.128 T < PH max yang terjadi ( 124.960 x 1.00 + 4.469 N1 sin 5.128 T = (1.667 + 2.469 T H yang bekerja : total gaya horisontal yang bekerja Direncanakan Kemiringan tiang pancang 1 : 10 (α = 5.3.4 Perhitungan Tiang Pancang Miring Rumus : H ijin + N1.V .859 = 70. ini disebabkan karena tekanan tanah pasif efektif yang terjadi masih belum dapat mengatasi gaya horisontal yang bekerja pada konstruksi.

179 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.1 Perhitungan Penulangan Tiang pancang a.a) qa 2 qL2 − 2aq = = R 1 = q ( L − a ) − × qa 2 2 2 L−a 2 2(L .a) 2 ( L − a ) 1 Mx = R 1 x − q x 2 2 M1 = Syarat Maksimum R1 − qx = 0 x= ( dMx =0 dx ) R1 L2 − 2 aL = { 2 (L − a ) } q Mmax = M 2 L2 − 2aL 1 ⎛ L2 − 2aL ⎞ ⎟ Mmax = R1 − q⎜ 2 (L − a ) 2 ⎜⎝ 2(L − a ) ⎟⎠ 1 ⎛ L2 − 2aL ⎞ ⎟ Mmax = q ⎜⎜ 2 ⎝ 2(L − a ) ⎟⎠ 2 2 M1 = M 2 1 2 1 ⎛ L2 − 2aL ⎞ ⎟ q a = q ⎜⎜ 2 2 ⎝ 2(L − a ) ⎟⎠ 2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .3. Momen akibat pengangkatan satu titik L R2 M1 L-a R1 x M2 Gambar 5.4.V .60 Pengangkatan dengan 1 titik 1 × q × a2 2 1 1 1 q (L .

487 = = 2 ( L − a) 2(14 − 7) = 4582.406) + (1.1.2 = 56 ± (− 56 )2 − 4.a) 2a 2 − 4 aL + L2 = 0 → L = 14 m 2a 2 − 56a + 196 = 0 a 1.35 2 × 2500 = 240.6×40) = 352.582 T R2 352.487 kg/m M1 = M2 = Mmax 1 1 = × q × a 2 = × 352.487 *14 2 − 2 * 7 * 352.1 a1 = 7 m (memenuhi ) a 2 = 21 m (tidakmemen uhi ) 1 1 WD = × π × d 2 × γ beton = × 3.406 kg/m 4 4 WL = 40 kg/m qtot = 1.196 2.635 Tm R1 qL2 − 2aq 352.2 WD + 1.V .180 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI a= L2 − 2aL 2 (L .2 × 240.6 WL = (1.818 T 2 ( L − a) 2(14 − 7) b. Momen akibat pengangkatan dengan dua titik LL M M M Gambar 5.487 × 7 2 2 2 = 8635.61 Pengangkatan dengan 2 titik TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .932 kgm = 8.487 *14 2 qL2 = = = 4934.331 kg = 4.14 × 0.

864 kgm = 0.684 Tm 2 2 = ½ x q x L = ½ x 325. Direncanakan . M design = 1.899 = 471.5 × 20 – 14 = 276 mm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .793 kg = 0.487 × 2.899 m a = -16.5 × MMax = 1. f’c = 40 Mpa fy = 240 Mpa Diameter pancang (h) = 350 mm Tebal selimut (p) = 50 mm Diameter efektif (d) = 350 – 50 – 0.V .899 2 = 683.487 x 2.952 Tm.181 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 1 ×q×a2 2 1 1 2 M 2 = q (L − 2a ) − qa 2 8 2 M1 = M 2 M1 = 1 2 1 1 2 qa = q (L − 2a ) − qa 2 2 8 2 4a2 + 4aL – L2 = 0 4a2 + 56a – 196 = 0 a = 2.472 T Pada perhitungan tulangan didasarkan pada momen pengangkatan dengan 1 titik karena momen yang didapat dari 2 titik pengangkatan lebih kecil daripada momen pengangkatan akibat 1 titik.5 × 8. Pada perhitungan tulangan didasarkan pada momen pengangkatan dengan 1 titik.899 m M1= M2= Mmax = R1 1 1 × q × a 2 = × 325.635 Tm = 12.

4 = = 0. sehingga perhitungannya dikonfirmasikan ke dalam bentuk bujur sangkar dengan b = 0.0583 fy 240 ⎡ 0.376 ρ 2 − 192 ρ − 551148 .588 ρx ⎥ 2 fc ' ⎦ bxd ⎣ 240 ⎤ Mu ⎡ = ρx 0.106 = 0.4.308 m ⎡ Mu fy ⎤ = ρ .112 ρ 2 0.0583x 308x276 = 4955.3.35 = 0.d.85 x 45 x = 0.469 T N1 : jumlah tiang pancang miring = 2 bh N2 : jumlah tiang pancang vertical = 12 bh V : beban vertikal yang bekerja pada konstruksi = 638.966 mm2 Dipakai tulangan 8Ø28 ( 4926 mm2 ) 5.88D = 0.75 xβ 1x ⎢ 600 ⎤ ⎡ 0. fy ⎢1 − 0.276 2 677 .0583 ρmaks = 0.V . cos α )] ≥ V dimana : P : kemampuan tiang pancang vertikal dalam group = 237.0723 600 + 240 ⎥⎦ ⎣ 240 ρ max = 0.308 × 0.588 ρx 40 ⎥⎦ bxd 2 ⎣ 12952 = 192 ρ − 602. 0.2 Kontrol Gaya Vertikal Rumus : [(PxN 2 ) + N1 x(P.0724 Tulangan utama Ast = ρmin.936 = 0 ρ = 0.406 T TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .88.85 xfc' 600 ⎤ x dim anaβ 1 = 0.8 x 240 ⎢1 − 0.182 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ρ min = 1.75 x0.φ .85 600 + fy ⎥⎦ ⎣ fy ρ max = 0.4 1.262 ρmin = 0.b.85 x ⎢ Tiang pancang berbentuk bulat.

Wr . H Φ (s + c ) Dimana : R = Kemampuan dukung tiang akibat tumbukan Wr = Berat Hammer = 3.406 T ……………………OK 5.469 x 12 ) + 2 ( 237.183 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI [(PxN 2 ) + N1 x(P.1 Maka : R = Wr .V . H Φ (s + c ) R = 3 . cos α )] ≥ V (237.5 T H = Tinggi jatuh Hammer = 1. 5 x 1.5 ton.8 H = Tinggi jatuh Hammer = 1.3 Kontrol terhadap Tumbukan Hammer Jenis Hammer yang akan digunakan adalah tipe K –35 dengan berat hammer 3.775 T Rumus Tumbukan : R = Wr .209 T ≥ 638.775 T…………OK 0 .5 m S = final settlement rata-rata = 2.71 ) ≥ 638.1 ) ◦ Penulangan Akibat Tumbukan Dipakai rumus New Engineering Formula : PU = eh .5 cm = 0. 2 (0 .5 m TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . H s+c Dimana : PU = Daya Dukung Tiang tunggal eh = efisiensi Hammer = 0.3.406 T 3332. 5 = 210 T < Ptiang = 152.025 m C = Koefisien untuk double acting system Hammer = 0. Daya dukung satu tiang pancang = 152.4.469 cos 5. 025 + 0 .

Ast ) 33600 = 0. 025 + 0 . Perhitungan Tulangan Spiral Rasio penulangan spiral : ⎛ Ag ⎞ fc − 1⎟ x ⎝ Ac ⎠ fy ρ s = 0.748 cm2 s = 2 x π x Dc x Asp/s TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .0721 x ¼.53 .9 x1 / 4 x3.1 s+c Menurut SKSNI – T – 03 – 1991 Pasal 3.d 0.5 cm Maka : PU = eh .5 x1. 5 = = 33.8 ( 0.14 x 0.35 2 τb = = 32599.9 x1 / 4π .487 x14) τb = 0.5 Kuat Tekan Struktur : Pmak = 0.π .259 kg/cm2 τ b = 0.Ast ) Ast = 1187.487 x7 ) + (1 / 2 x352.L ) D max = 2 0.maka digunakan tulangan sengkang praktis yaitu tulangan spiral.V .184 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI S = final settlement rata-rata = 2.4.q.52.4 Kontrol geser (− q.400 ( 3.9 x1 / 4π .Wr .π 252 = 70. H 0 .53σ → σ = 2400 kg / cm 2 = 0.3.45⎜⎜ As = 2 x ρs x Ac = 2 x 0.3.a ) + (1 / 2.25 ⎠ 2400 ρ s = 0.π .6 T 0 .3.17.954 kg/m2 = 3.0721 2 ⎝ 1 / 4.14.45⎜ ⎛ 1 / 4.8 ( 0.35 2 ⎞ 400 − 1⎟⎟ x = 0.85.Ast ) + 2400.85 f’c ( Ag – Agt ) + fy. 1600 = 1272 kg /cm2 karena τb < τbijin maka tidak perlu tulangan geser.d 2 (352.8 x 3 .302 mm2 Dipakai tulangan 6 ∅ 16 ( 1206 mm2 ) 5.

4 Perhitungan Wing Wall Gambar 5.3.185 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI = 2 x 3.14 x 35 x ¼ .046 cm→ 5 cm sehingga dipakai tulangan Ø8-50 sengkang pada ujung tiang dipakai Ø8-50 sengkang pada tengah tiang dipakai Ø8-100 5.85 = 1.3.14.V . Pembebanan Wingwall Akibat Berat Sendiri Tebal wingwall minimum = 1/20 x hw = 1/20 x 619.7 cm = 30.62 Dimensi Wingwall a.985 cm Direncanakan tebal wingwall = 40 cm TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .12/164.

280 0.400 0.036 6 15.000 0.500 0.500 0.500 1.048 Akibat Tekanan Tanah Dari perhitungan pembebanan abutment akibat tekanan tanah aktif.336 2.500 0.500 1.400 3.248 5 1.500 0.267 0.600 0.200 0.400 0.050 11.500 2.400 0.240 0.667 1.392 2.504 Σ 6.400 0. diperoleh : TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .634 6 1.700 0.700 0.V .186 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.100 0.563 2 2.090 15.025 3 0.500 1.075 4 0.500 0.400 0.980 1.63 Akibat Berat Sendiri Wingwall Tabel 5.100 5.200 2.700 0.20 Perhitungan Akibat Beban Sendiri Wing wall P (m) L (m) T (m) V(m3) γbeton W(T) X (m) Momen (T.m) 1 2.250 1.200 0.250 1.496 2.840 0.400 4.400 0.112 2.500 10.400 0.

×0.360 Menurut pasal 1.5 m ƒ Koefisien tekanan tanah aktif: Ka1 = tan2 (450 – φ1 /2) = tan2 (450 – 28 /2) = 0.187 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gambar 5.V .6 = 1.457 + 1. jadi beban lalu lintas (qx) : qx = γ 1 × h = 2.28.3.0 gr/cm3 φ1 = 28o C1 = 1 kg/cm2 H1= 6.657 T/m2 TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .2 t/m2 q1 = qpelat injak + qx = 1.64 Akibat Tekanan Tanah akif Diketahui : ƒ Tanah Lapisan 1 (tanah urugan) γ1 = 2.4 P3JJR SKBI 1.2 = 2.1987. muatan lau lintas dapat diperhitungkan sebagai beban merata senilai dengan tekanan tanah setinggi: h = 60 cm.

928 7741. Penulangan Wingwall Direncanakan : f’c = 35 MPa fy = 240 Mpa b = 1000 mm .h = 1000 mm Mtot = 15.638 ρ min = 1.V .588 x ρ x 2 = f 'c ) bd 2400 223486 = ρ x 0.360 × 6.736 = 0 .206 T M = 6. sehingga : d’ = h – (50 + 14 + ½ 16) = 1000 – (50 +14+ 8) = 928 mm Ф = 0.5 = 6.217 Ton 2 P2 = 1 × γ 1 × Ka1 × H 1 2 = 1 × 2.600 + 20.6 = 223.486 Tm fy Mu ρx0.36 × 2.8xfy (1-0.657 × 6.127 * 3.588 x ρ x ) 2 350 1 x 0.5 2 2 = 20.0058 fy 240 ρ max = 0.8 x 2400 (1-0.75 x β 1 ⎛⎜⎜ 0.85 fy 600 + fy ⎝ ⎠ TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .4 = 1.65 Mu = Mtot / 0.85 f ' c x 600 ⎞⎟⎟ dan β 1 = 0.1920 ρ + 459847.4 = 0.045 Tm b.048 + 119.657 × 0. dan tulangan pembagi dipakai D14.092 Tm Diameter tulangan utama dipakai D16.045 = 134. ρ = 1.188 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Gaya tekanan tanah aktif: P1 = Ka1 × q1 × H 1 = 0.206 * 4.800 = 119.44 ρ 2 .

85 600 + 2400 ⎠ ρ max = 0. 5 Astotal = 2691.85 ⎛⎜ 0.48 mm2 Dipakai tulangan rangkap D14 – 75 (As = 1608 mm2) Gambar 5.015 dipakai ρ min = 0.65 Penulangan Wingwall TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .0058 ◦ Tulangan Pokok Astotal = ρ x b x d = 0.0058 x 1000 x 928 = 5382.2 mm2 Dipakai tulangan rangkap D16 – 50 (Ast = 4022 mm2) ◦ Tulangan bagi Diambil sebesar 20 % dari tulangan utama = 1076.85 x 350 x ⎝ 2400 600 ⎞ ⎟ dan β 1 = 0.75 x 0.V .4 mm2 Askiri = Askanan = 0.189 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI ρ max = 0.

30 kN. diproses dengan tekanan tinggi. sehinngga kepal jembatan (abutment) tidak mengalami kerusakan.786 T TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL . d. ƒ Untuk melekatkan bantalan atau elastomer dengan beton atau baja dapat digunakan lem epoxy rubber. Reaksi tumpuan yang terjadi pada rangka jembatan rangka baja berdasarkan analisis SAP 2000 versi 7. ƒ Gaya horisontal dihitung berdasarkan gaya rem : Gaya rem = PRM = 9. Pemasangan ƒ Bantalan atau perletakan elatomer dipasang diantara tumpuan kepala jembatan dan gelagar jembatan. ƒ Bantalan atau perletakan elastomer (neoprene) dibuat dari karet sintetis c. CPU Elastomeric Bearing memiliki karateristik sebagai berikut: b.190 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.3.5 Perhitungan Bearing Elastomer Untuk perletakan jembatan direncanakan menggunakan bearing merk CPU buatan Indonesia. Gaya vertikal ditahan oleh bearing elastomer dan gaya horisontal ditahan oleh seismic buffer. baik yang vertikal maupun horisontal. yaitu : ƒ Gaya vertikal pada joint 1 = 64.630 T = 646. Spesifikasi ƒ Merupakan bantalan atau perletakan elastomer yang dapat menahan beban berat.02. Ukuran ƒ Selain ukuran – ukuran standart yang sudah ada. ƒ Bantalan atau perletakan elastomer berfungsi untuk merdam getaran. ƒ Lempengan logam yang paling luar dan ujung – ujungnya elastomer dilapisi dengan lapisan elastomer supaya tidak mudah berkarat. ƒ Bantalan atau perletakan elastomer disusun atau dibuat dari lempengan elastomer dan logam secara berlapis – lapis ƒ Merupakan satu kesatuan yang saling merekat kuat.658 T Gaya gempa = 108. juga dapat dipesan ukuran sesuai permintaan.V .

..87 2435 TRB 2 480.117 Beban max = 690 kN > 646.97 540 TRB 4 350..280.280..191 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI Total gaya horisontal = 118.OK TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL ..V ..280......21 Spesifikasi Bearing Elastomer dan Seismic Buffer Jenis Ukuran (mm) Beban Max (KN) TRB 1 480.101 3600 TRB 3 350.30 kN .300.117 690 Dimensi bearing elastomer TRB 1 ukuran 480..300.300... Spesifikasi elastomer dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut : Tabel 5.87 Beban max = 2435 kN > 1184 kN Dimensi seismic buffer TRB 4 ukuran 350......444 T = 1184 kN.

625 Panjang angkur max = 40 x d = 40 x 2. Digunakan angkur mutu baja 52 Gaya gesek = 0.V .58 σ Luas penampang = Dipakai Angkur diameter 25 mm a = ¼ x Π x d2 = ¼ x 3. TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN KALI KUTO KABUPATEN KENDAL .5 = 100 cm Diambil kedalaman angkur 60 cm.192 BAB V PERHITUNGAN KONSTRUKSI 5.14 x 252 = 490.625 mm2 Jumlah angkur = = A a A 490.08 x v gaya gesek 0.3.6 Perhitungan Angkur Angkur berfungsi menahan gaya gesekan kesamping.