Anda di halaman 1dari 8

CATIA merupakan salah satu program softwere untuk engineering yang banyak dipakai dalam industri pesawat terbang,

otomotif, serta industry industry lainnya. Hal ini ditunjang dengan kehandalan CATIA dalam disain produk assembling yang mempunyai jumlah komponen banyak juga kemampuan lainya dalam shape design, styling, serta kemudahan (user friendly) dalam mengoperasikan softwerenya. Keunggulan keunggulan ini menjadikan CATIA sebagai softwere yang menarik untuk dipelajari membuka wawasan seluas luasnya untuk bereksplorasi dalam mengembangkan kemampuan disain dan manufakturnya secara terintegrasi. Selain fasilitas yang sudah cukup banyak disediakan oleh CATIA, juga disediakan analisa dan simulasi prodak yang akan didisain, hal ini memungkin kan si pebuat (engineer) mengetahui kelemahan dan kelebihan prodak sehingga proses modifikasinya akan lebih mudah. Softwere ini juga dapat di koneksikan langsung dengan beberapa alat industri yang berhubungan dengan pencetakan masal benda kerja (manufaktur). Dengan fasilitas material benda yang beragam sesuai standar internasional Softwere ini juga dapat menjadi jembatan penghubung antara dunia desain dan industri dimana prodak yang dibuat secara manual melalui desain CATIA dapat dikonfersikan langsung menjadi benda kerja yang lebih memuaskan consumen (pasar). 2D layer pada tampilan CATIA Saat ini versi yang digunakan sudah semakin banyak, hal ini dikarenakan mengikuti kebutuhan pengua (enginner) namun pada prinsipnya jenis pemakaiannya hampir sama. Semakin tinggi versinya semakin banyak ragam tool yang disajikan untuk mempermudah sipemakai. Program CATIA ini terbagi dalam tiga kategori : 1. Untuk edukasi, 2. Untuk industry (manufaktur), 3. Untuk bagian pengembangan. dewasa ini sudah banyak perusahan perusahan besar dan manufaktur yang menggunakan softwere ini sebagai referensi yaitu : Astra Internasional, otomotif manufaktur, Molding, dan Pabrikan lainnya.

CATIA General Information CATIA (Computer Aided Three Dimensional Interactive Application) adalah software multiplatform,CAD yang berfungsi dalam melakukan disain, CAE yang berfungsi dalam melakukan rekayasa disain dan CAM yang berfungsi untuk proses manufacturing. Software ini dikembangkan oleh Dassault Systemes yang berasal dari Perancis dan dipasarkan oleh IBM, namun sayangnya sejak tahun 2008 untuk penjualan CATIA di Indonesia dilakukan langsung oleh Dassault Systemes melalui Business Partner-nya. Dengan kelebihannya sebagai software yang multi-paltform, CATIA sangat memanjakan penggunanya sehingga hanya dengan satu software sudah dapat melakukan desain, analisa, dan desain proses manufacturing sampai simulasinya.

Software yang mulai digunakan secara komersial sejak pada tahun 1981 saat ini setidaknya telah digunakan oleh 80.000 perusahaan di 80 negara dengan proporsi industri automotif sebesar 33%, aerospace (16%), alat elektronik dan konsumen (13%), fabrikasi dan assembly (34%) serta pabrik dan kapal (4%). Kelebihan CATIA V5 adalah mampu mengkombinasikan antara desain solid, wire-frame, sketch, modul dalam satu jendela windows yang disebut dengan hybrid desain. CATIA V5 juga sangat memanjakan pengguna windows, karena software ini dikembangkan dengan cara penggunaan sama dengan windows environment seperti untuk melakukan perintah cut, copy, paste, drag and drop dan lain sebagainya. GAMBARAN UMUM MENDESAIN DENGAN CATIA (Modeling Dengan CATIA) 1. Dapat mengkombinasikan antara titik, garis, surface model , solid model termasuk hibryd modeling.

Gambar X.1 : Hibryd Desain 2. Langkah langkah pendesainan dan parameter digunakan saat proses pembuatan model dan parameter yang telah dibuat dapat dengan mudahdirubah sehingga fungsi ini disebut fungsi parametric.

Gambar X.2 : Fungsi Parametrik MENGOPERASIKAN CATIA V5 MEMULAI CATIA Ada beberapa cara untuk memulai penggunaan CATIA V5. Cara yang digunakan oleh pengguna biasa dan administrator tentunya berbeda, untuk pengguna biasa berikut cara memulainya, ada beberapa pilihan dalam memulai, yaitu : 1. Klik ganda icon CATIA V5RXX yang di desktop. 2. Pada Start Menu, Pilih Start Programs CATIA CATIA V5RXX. 3. Pada Start Menu, Pilih run ketik cnext atau cnext.exe lalu klik OK. Sedangkan untuk administrator, cara yang digunakan adalah dengan memilih run pada Start Menu

run ketik cnext-admin OK. MENGAKHIRI CATIA Untuk mengakhiri penggunaan CATIA V5 jangan lupa melakukan penyimpanan terlebih dahulu terhadap data yang kita buat dengan menggunakan save, save as atau save management. Lalu kita dapat memilih Menu File Exit

Tentang Catia Program CATIA (Computer Aided Three-Dimensional Interactive Aplication) merupakan program komputer yang dibuat dengan mendasarkan pada teori yang terdapat dalam perumusan metode elemen hingga. Program CATIA yang mempunyai kemampuan lebih luas membuka wawasan baru bagi peneliti untuk menyelesaikan permasalahan lebih cepat. Tampilan prototipenya juga bisa ditampilkan pada layar komputer, sehingga orang yang awam di bidang teknikpun dapat mengetahui dengan mudah. Hal inilah yang mendasari penggunaan program komputer CATIA yang berbasis metode elemen hingga untuk melakukan kajian penelitian. Teknologi informatika/komputer sebelum berkembang, analisa yang dilakukan dengan metode elemen hingga masih menggunakan perhitungan tangan yang panjang dan melelahkan. Dessault System kemudian mengeluarkansoftware CATIA yang merupakan software terpadu untuk desain dan analisa struktur dengan menerapkan metode elemen hingga. Peneliti dengan program ini hanya membuat model tiga dimensinya dan analisa dapat dilakukan dengan hasil yang langsung dapat diketahui. Pemodelan meliputi diskritisasi benda kerja, pemilihan dan penerapan elemen, pendevinisian tumpuan, serta beban yang bekerja. Software CATIA menyediakan solusi terpadu untuk menyederhanakan dan memudahkan proses desain dan analisa sebuah struktur. Solusi terpadu tersebut berati bahwa semua proses dikerjakan oleh satu mesin dan satu software, sehingga transfer data dari satu desain/software ke mesin/software yang lain tidak diperlukan. Dengan proses tersebut, hilangnya data atau informasi dapat dihindari dan waktu untuk proses analisa juga menjadi lebih singkat. Paket untuk desain dan analisa yang ditawarkan atau diberikan oleh CATIA adalah sebagai berikut: a. CATIA untuk desain (gambar geometri) b. CATIA untuk pembuatan model elemen hingga. c. CATIA untuk perhitungan berbasis metode elemen hingga d. CATIA untuk menampilkan hasil dan analisa detail dari perhitungan. Dimulai dengan desain, dimana desain dapat dalam model dua dimensi ataupun tiga dimensi. CATIA FEM (Finite Elemen Modeler) akan membuat model analisa dari desain yang telah jadi. Model ini dibuat berdasarkan metode elemen hingga. Adapun metode diskritisasi yang ditawarkan antara lain : metode4EDGES-ADVANCE, metode FRONTAL, dan metode OCTREE. Diantara ketiga metode tersebut, metode OCTREE adalah yang paling mudah untuk dibuat, dan metode inilah yang akan digunakan pada penelitian ini. Perhitungan dapat dilakukan setelah model selesai dibuat. Perhitungan yang ditawarkan dalam CATIA ini adalah statis linier, dynamic, thermal, danbukling. Pada studi ini hanya akan dilakukan perhitungan statis. CATIA V5 merupakan program desain grafis tiga dimensi yang dibuat olehDassault Sistem yang mampu membuat gambar dan analisis dalam bidang teknik. Penulis dalam merancang benda kerja menggunakan program CATIAdengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

a. Program CATIA V5 mempunyai aplikasi yang lengkap yang dapat digunakan dalam bidang pendidikan dan bidang industri yang meliputi mechanical design, analysis, simulation, dan aplikasi lainnya. b. Cara pembuatan atau pemodelan benda kerja dengan program CATIA V5relatif mudah dibandingkan dengan menggunakan program sejenis serta mempunyai tingkat akurasi yang tinggi. c. Design part (desain komponen) dengan CATIA V5 akan menghasilkan gambar yang sesuai dengan hasil produk sesungguhnya. Sehingga produk yang telah didesain dapat dilihat secara nyata dalam tampilan tiga dimensi, sehingga kita bisa mengetahui secara detail bagian dari produk tersebut. d. CATIA V5 juga dapat melakukan analisis statis dari produk yang telah didesain, sehingga dapat dilihat bagian dari produk yang kurang aman sehingga akan mempermudah mendesain produk sampai didapat produk sesuai yang diinginkan sebelum proses produksi dilakukan. a. Dasar Pemodelan Model dalam aplikasi teknik terdiri dari geometri, topologi dan informasi tambahan. Geometri termasuk di dalamnya titik, garis, lingkaran,planes, silinder dan surface. Hal ini mendefinisikan karakteristik bentuk dasarnya. Topologi mewakili hubungan dari geometri dan obyek. CAD merupakan alat yang digunakan untuk memperlihatkan model model teknik dan juga digunakan untuk merubah model yang sudah ada. Sebuah komponen harus dapat dimodelkan sebelum benda tersebut digambarkan. Sistem gambar tradisional, komponen dapat dimodelkan menggunakan geometri 2D yang sederhana. Sebuah gambar selalu terdiri dari sebuah garis, lingkaran, dan kurva. Titik digunakan untuk membantu pengalokasian dari sebuah geometri. Sebagai contoh sebuah garis dapat didefinisikan dengan koordinat dari dua titik akhir. Pemodelan komponen dalam 2D tidak dapat memenuhi kebutuhan aplikasi bidang teknik. Bentuk gambar yang perspektif tidak dapat langsung ditayangkan dari gambar 2D. Bentuk gambar 2D jika ditonjolkan dalam layar selalu tampak datar. Untuk menampilkan gambar yang lebih mudah dipahami dibutuhkan sebuah sumbu lagi pada sumbu Z. Penambahan ini mengantarkan gambar menuju gambar 3D. 1) Jenis-jenis Model Sebuah objek fisik dapat ditampilkan sebagai model fisik, model datar 2D (pada kertas), atau model komputer/representasi digital. a) Model Fisik Model fisik telah lama digunakan untuk mempresentasikan suatu objek nyata. Suatu model fisik seperti maket bangunan atau model mobil (terbuat dari lilin, atau dari tanah liat) yang berukuran seukurannya adalah model 3D sejati. Model-model ini dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk mengkomunikasikan informasi tertentu mengenai objek tersebut, misalnya keseluruhan bentuk dan hubungan antar komponen. Namun jika model fisik kita gunakan, maka banyak aspek-aspek praktis yang tetap tinggal sebagai imajinasi. Selain itu model fisik sulit dan membutuhkan waktu lama dalam membuat dan merevisinya. b) Model Datar

Untuk beberapa dekade, industri-industri telah menggunakan gambar teknik 2D dengan produktifitas dan ketrampilan yang tinggi. Sebagai contoh Boeing 747, proses desain pesawat ini membutuhkan 75.000 gambar yang sebagian besar dibuat tanpa bantuan komputer (www.efunda.com). Proses ini dimulai dengan konsep 3D tentang suatu objek dalam pikran perancang.Proses ini diakhiri dengan pembuatan objek nyata 3D di pabrik. Tetapi diantara kedua proses tersebut, objek tersebut dipresentasikan dalam dua bentuk (2dimensi dan 3 dimensi), banyak waktu dan tenaga yang terbuang untuk itu . c) Model Digital Model digital adalah model matematis dari suatu objek nyata. Komputer memanipulasi angka-angka yang menampilkan citra grafis dan informasi yang terdapat di dalam angka-angka tersebut. Model digital bisa berbentuk 2D ataupun 3D. Model digital 2D hanya menampilkan pandangan 2D dari suatu objek. Sedang model 3D terdiri dari tiga jenis dasar,wireframe, surface, dan solid. Semua jenis model 3D terdiri dari elemen-elemen pada ruang tiga dimensi (x, y, z) yang mempunyai perbedaan yang jelas. 1. Model wireframe, mempresentasikan objek dengan cara pendefinisian sisi-sisinya. Sisi-sisi objek ini dapat berupa garis, lingkaran, busur, danpolyline. Karena sisi-sisi dapat menampilkan permukaan (surface) dan dapat memberi citra deskripsi yang berguna bagi suatu objek. Tetapi karena model wireframe tidak mempunyai ketebalan dan permukaan nyata, maka model ini tak dapat menyembunyikan segala sesuatu dibelakangnya. Karena itu maka terdapat banyak sekali informasi yang nampak bersamaan. Akhirnya, model wireframe dapat memberikan gambaran mengenai suatu objek dan sering membingungkan. 2. Model Surface, model jenis ini menampilkan objek dengan cara pendefinisian permukaan-permukaan, termasuk sisi-sisi dari masing-masing permukaan tersebut. Sisi-sisi tersebut dapat ditampilkan pada model wireframe, yaitu dengan menampakan permukaan terdepan yang menutupi permukaan dan sisi-sisi dibelakangnya. Permukaan pada modelsurface dapat pula diisi/diberi warna (rendering) sehingga objeknya lebih mudah dilihat. Namun model surface hanyalah sebuah model kosong (hanya mempresentasikan sisi luar dari objek). Dan karena surface tidak memiliki ketebalan, maka model ini tidak memiliki fifat-sifat benda bermassa atau informasi tentang inersia. 3. Model Solid, model ini mendefinisikan objek sebagai keseluruhan volume yang ditempati objek termasuk seluruh permukaan dan sisi-sisinya. Hal ini membuat model solid memiliki kelebihan dibandingkan model wireframedan model surface. Selain memiliki fungsi yang sama dengan kedua model terdahulu, model solid memiliki tambahan data tentang bagian dalam dari objek. Disamping memberikan informasi yang komprehensip, model solid juga relatif mudah dibentuk. Model solid dapat ditampilkan baik berupa model wireframe atau model surface. Tetapi kedua tampilan tersebut sama-sama mengandung seluruh informasi yang diperlukan untuk menghitung luas permukaan, volume dan titik berat. Dan karena itu model solid dapat diberi sifat-sifat material, maka dapat dilakukan analisis terhadap berat, momen inersia, konduktifitas termal, tegangan, dan sebagainya. Jadi model solid adalah komputer yang terlengkap diantara model-model digital yang ada. d) Metode Pembentukan Model Solid.

Pada dasarnya terdapat dua metode pembentukan model solid, yaitu metode Construktive Solid geometri (CGS) dan metodeBoundary Reprentation (B-Rep). Metode CSG menggunakan prinsip solid (balok, bola, kerucut, silinder, an lain-lain) dan operasi Boolen(penggabungan/union, pengurangan/diference, dan irisan/intersection) untuk membentuk model solid. Sedangkan metode B-Rep menggunakan satu atau lebih profil wireframe untuk membentuk model solid dengan cara extrude, sweep, revolve, atau membuat skin dari profil-profil tersebut. Operasi boolen dapat dilakukan pada profil maupun model solid yang dihasilkan. Cara lain membentuk model solid adalah dengan menggabungkan beberapa surface yang biasanya membentuk yang kompleks. 1. Metode Pembentukan Model 3D Solid dari 2D Metode yang paling umum untuk membentuk model 3D solid dari gambar 2D adalah dengan cara mengextrude suatu profil yang terletak pada sebuah bidang datar 2D. Dengan demikian maka gambar 2D yang semula terletak pada bidang datar tersebut sekarang mempunyai tebal dan menjadi model 3D solid.

Gambar 2D yang ada dibentuk menjadi model solid, bisa berasal dari fileyang telah dibuat oleh CAD (softcopi). Tidak ada perbedaan dalam proses pembentukan dari model solid dari kedua sumber tadi. Sampai saat ini beberapa CAD berbasis Pc dapat membentuk model 3D solid dari bentuk geometri, kemdian diberi ketebalan secara manual. Sedangkan beberapa featur lain yang ada pada model tersebut (seperti lubang, fillet, dan sebagainya) ditambahkan kemudian pada model dasar solid tadi dengan operasi boolen atau operasi featur. 2. Pemodelan Rakitan Proses assembly merupakan proses penggabungan dari beberapa part design yang dijadikan satu kestuan sesuai bentuk yang dikehendaki sehingga menjadi bentuk baru dan fungsi baru. Proses assembly biasanya diawali langkah-langkah sebagai berikut ; - Posisi part harus diluruskan dan diofsetkan pada suatu sistem koordinat. - Menempatkan permukaan dari dua part yang berhimpit dalam sebuahassembly

- Pelurusan garis sumbu tiap part yang akan diassembly. Dalam suatu assembly dapat ditampilkan pada sebuah window dan secara bersamaan masing-masing partnya.