Anda di halaman 1dari 2

Sickle cell anemia merupakan penyakit keturunan yang disebabkan oleh adanya mutasi gen yang terjadi di dalam

sel. Mutasi gen ini terjadi akibat adanya kesalahan dalam translasi pada saat pembentukan protein, kesalahan ini mempengaruhi pembentukan asam amino sehingga berakibat fatal dengan terbentuknya struktur sel darah merah yang berbeda (berbentuk sel sabit). Dalam sintesis protein dapat terjadi kesalahan penerjemahan kode yang diterima oleh DNA. Jika terjadi kesalahan ini, maka protein yang tersusun/terbentuk juga akan keliru sehingga enzim yang dihasilkan kemungkinan salah. Misalnya, kodon GAA yang seharusnya diterjemahkan menjadi asam glutamate tetapi oleh RNA-t dibaca menjadi GUA yang diterjemahkan menjadi valin, atau AAA yang diterjemahkan menjadi lisin. Pada penyakit sickle cell anemia, terjadi kelainan struktur hemoglobin. Globin tersusun dari dua pasang rantai polipeptida. Hal ini menyebabkan polipeptida yang dihasilkan tidak sesuai dengan perintah DNA. Kesalahan ini berpengaruh pada proses pembentukan hemoglobin. Hemoglobin normal seharusnya mengandung asam glutamate, tetapi karena terjadi kesalahan dalam penerjemahan, hemoglobin mengandung valin atau lisin. Hal ini menyebabkan hemoglobin menghasilkan sel sabit. Jadi kesalahan RNA-t menerjemahkan kode-kode genetic dari DNA juga merupakan salah satu mekanisme mutasi gen.

Anemia sickle-cell disebabkan karena adanya mutasi pada rantai - globin dari hemoglobin, yang menyebabkan pertukaran asam glutamat (suatu asam amino) dengan asam amino hidrofobik valin pada posisi 6. Gen yang bertanggung jawab menyebabkan anemia sickle-cell merupakan gen autosom dan dapat ditemukan di kromosom nomor 11. Penggabungan dari dua subunit -globin normal dengan dua subunit -globin mutan membentuk hemoglobin S (Hb S). Pada kondisi kadar oksigen rendah, ketidakhadiran asam amino polar pada posisi 6 dari rantai -globin menyebabkan terbentuknya ikatan non-kovalen di hemoglobin yang menyebabkan perubahan bentuk dari sel darah merah menjadi bentuk sabit dan menurunkan elastisitasnya dan menjadi kaku. Substitusi asam amino pada penyakit anemia sickle-cell mengakibatkan penyusunan kembali sebagian besar molekul hemoglobin jika terjadi

deoksigenasi (penurunan tekanan O2). Deoksigenasi dapat terjadi karena banyak alasan. Eritrosit yang mengandung Hb S melewati sirkulasi mikro secara lebih lambat daripada eritrosit normal, menyebabkan deoksigenasi menjadi lebih lama. Eritrosit Hb S melekat pada endotel, yang kemudian memperlambat aliran darah. Peningkatan deoksigenasi dapat mengakinbatkan sel darah merah berada dibawah titik kritis dan mengakibatkan sel darah merah berada dibawah titik kritis dan mengakibatkan sabit dalam mikrovaskuler.