P. 1
Teori Lawrence Green

Teori Lawrence Green

|Views: 470|Likes:
Dipublikasikan oleh Dewi Mustika

More info:

Published by: Dewi Mustika on Apr 04, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2015

pdf

text

original

Teori Lawrence Green (perilaku) Teori Lawrence Green Lawrence Green mencoba menganalisis perilaku manusia dari tingkat

kesehatan. Kesehatan seseorang atau masyrakat dipengaruhi oleh 2 faktor pokok, yakni faktor perilaku (behavior causes) dan faktor di luar perilaku (non-behaviour causes). Selanjutnya perilaku itu sendiri ditentukan atau terbentuk dari 3 faktor : 1. Faktro-faktor predisposisi (predisposing factors), yang terwujud dalam pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai-nilai, dan sebagainya. 2. Faktro-faktor pendukung (Enabling factors), yang terwujud dalam fasilitas-fasilitas atau saranasarana, alat-alat kontrasepsi, jamban, dan sebagainya. 3. Faktro-faktor pendorong (renforcing factors) yang terwujud dalam sikap dan erilaku petugas kesehatan atau petugas lain, yang merupakan kelompok referensi dari perilaku masyarakat. Model ini dapat digambarkan sebagai berikut:

B=f (PF, EF, RF ) Keterangan : B = Behavior PF = Predisposing Factors EF = Enabling Factors RF = Reinforcing Factors F = Fungsi Disimpulkan bahwa perilaku sesorang atau masyrakat tentang kesehatan ditentukan oleh pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi, dan sebagainya dari orang atau masyarakat yang bersangkutan. Disamping itu, ketersediaan fasilitas, sikap, yang bersangkutan. Disamping itu, ketersediaan fasilitas, sikap, dan perilaku para petugas kesehatan terhadap kesehatan juga akan mendukung dan memperkuat terbentuknya perilaku. Seseorang yang tidak mau mengimunisasikan anaknya di psoyandu dapat disebabkan karena orang tersebut tidak atau belum mengetahui manfaat imunisasi bagi anaknya (predisposing factors). Atau barangkali juga karena rumahnya jauh dari posyandu atau puskesmas tempat mengimunisasikan anaknya (enabling factors). Sebab lain, mungkin karena para petugas kesehatan atau tokoh masyarakat lainnya disekitarnya tidak pernah mengimunisasikan anaknya (reinforcing factors). Daftar Pustaka Notoatmodjo, Soekidjo,2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta

c. yakni bahwa Toma (tokoh masyarakat) yang dihormatinya tidak atau belum mengikuti KB. maka masih diperlukan sarana atau fasilitas untuk memungkinkan atau mendukung perilaku tersebut. Green membedakan ada duanya determinan masalah kesehatan tersebut. Misalnya. Pengetahuan dan sikap saja belum menjamin terjadinya perilaku. bahwa masyarakat sudah tahu manfaat keluarga berencana (KB) dan juga telah tersedia di lingkungannya fasilitas pelayanan KB. adalah pengetahuan dan sikap seseorang atau masyarakat tersebut terhadap apa yang dilakukan. fasilitas periksa hamil seperti puskesmas. agar seseorang atau masyarakat buang air besar di jamban. Dari segi kesehatan masyarakat. Dari contoh diatas telah terlihat jelas bahwa Toma (tokoh masyarakat) merupakan faktor penguat (Reinforcing factors) bagi terjadinya perilaku seseorang atau masyarakat. faktor predisposisi (predisposing factors) faktor-faktor yang dapat mempermudah atau mengpresdeposisikan terjadinya perilaku pada diri seseorang atau masyarakat. yakni : Faktor-faktor Predisposisi (disposing factors) Faktor-faktor Pemungkin (enabling factors) Faktor-faktor Penguat (reinforcing factors) a. atau prasarana yang menmdukung atau yang memfasilitasi terjadinya perilaku seseorang atau masyarakat. klinik.Teori Lawrence Green tentang determinan Perilaku Kesehatan A. misalnya perilaku ibu untuk memeriksakan kehamilannya akan dipermudah apabila ibu tersebut tahu apa manfaat dari periksa hamil. tetapi mereka belum ikut KB karena alasan yang sederhana. atau mempunyai uang untuk membangun jamban sendiri. . Sering terjadi. faktor penguat (reinforcing factors) Pengetahuan. faktor pemungkin (enabling factors) faktor pemungkin atau pendukung (enabling) perilaku adalah fasilitas. untuk terjadinya perilaku ibu periksa hamil. sikap dan fasilitas yang tersedia kadang-kadang belum menjamin terjadinya perilaku seseorang atau masyarakat. maka diperlukan bidan atau dokter. rumah sakit. tahu siapa dan dimana periksa hamil tersebut dilakukan b.dan sebagainya. agar masyarakat mempunyai perilaku sehat harus terakses (terjangkau) sarana dan prasarana atau fasilitas pelayanan kesehatan. Determinan Promosi Kesehatan Menurut Teori Lawrence Grence Berangkat dari analisis penyebab masalah kesehatan. posyandu. sarana. maka harus tersedia jamban.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->