Anda di halaman 1dari 79

H O R M O N

drg. Dewi Kristiana MKes

HORMON
Organisme multiseluler mempunyai 2 sistem umum yaitu : Sistem Syaraf :

Sebagai pembawa signal melalui sistem struktural yang tetap Hormon yang disekresi oleh kelenjar spesifik Diangkut sebagai pesan yang bergerak untuk beraksi pada jaringan dekat/jauh

Sistem Endokrin :

Hormon : menimbulkan / membangkitkan


2

Hormon
Suatu zat yang bertugas sebagai pembawa pesan (chemical messenger) disekresikan oleh sejenis jaringan dalam jumlah yang sangat kecil dan dibawa oleh darah menuju target jaringan di bagian lain tubuh untuk merangsang aktivitas atau fisiologi yang khusus.
3

Fungsi Hormon
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Mengatur beberapa aspek metabolisme Mengatur pertumbuhan sel dan jaringan Mengatur denyut jantung Mengatur tekanan darah Mengatur fungsi ginjal Pergerakan saluran gastro intestinal Sekresi enzim-enzim pencernaan Laktasi dan sistem endokrin
4

3 kelompok Hormon
1. Hormon Peptida H. pelepas Tirotropin H. Kortikotropin Vasopresin Insulin Glukagon

Hipotalamus
Pituitari Anterior Pituitari Posterior Pankreas Pankreas

2. Hormon Amina

Adrenalin Tiroksin

Medula Adrenal Tiroid

3. Hormon Steroid

Kortisol Estradiol Testosteron Progesteron

Korteks Adrenal Ovarium Testes Korpus Luteum

Mekanisme Kerja Hormon


1. Dengan mengaktifkan sistem siklik AMP dalam sel mengaktifkan fungsi intra seluler lain 2. Mengaktifkan gen dalam sel pembentukan protein intra seluler memicu timbulnya fungsi sel spesifik
Gambar

10

11

Mekanisme Kerja Hormon


MEMBRAN SEL HORMON PERANGSANG ATP 5-AMP ADENIL Mg++ SIKLASE FOSFODIESTERASE

R E S E P T O R

SIKLIK 3'.5'. AMP + PP 1

RESPON FISIOLOGI

12

Kurir pertama : Hormon perangsang yang pertama Kurir kedua : Siklik AMP (second messenger)

Perantara Hormon Intraseluler


Ion kalsium berikatan dengan Kolmodulin C GMP (siklik Guanosin Pionofospat) Inositol Trifosfat
13

Hormon Peptida
Pankreas Kegiatan Endokrin diatur oleh Pituitari Anterior Mempunyai 2 fungsi biokimiawi :
1. Biosintesis beberapa enzim (Tripsin, Kimotripsin,

Karboksipeptidase) oleh sel-sel Eksokrin 2. Biosintesis hormon polipeptida (Insulin, Glukagon, Somastatin) mengatur metabolisme glukosa dan zat-zat makanan utama oleh sel-sel endokrin

14

Kelenjar Pankreas terdiri atas 2 jenis jaringan

Asini : mensekresi getah pencernaan kedalam duodenum Pulau-pulau Langerhans :


Sel Alfa : Glukagon Sel Beta : Insulin Sel Delta : Somastatin
15

Struktur Primer Insulin


S Rantai A S

Gli 1

Ile 2

Val 3

Glu 4

Gln 5

Sis 6

Sis

Thr 8

Ser 9

Ile 10

Sis 11

Ser 12

Ieu 13

Tir 14

Gln 15

Le u 16

Glu 17

Asn 18

Tir 19

Sis

Asn 21

S Rantai B

Phe 1

Val 2

Asn 3

Gln 4

His 5

Le u 6

Sis 7

Gli 8

Ser 9

His 10

Le u 11

Val 12

Glu 13

Ala 14

Le u 15

Tir 16

Le u 17

Val 18

Sis 19

Gli 20

Glu 21

Ar g 22

Gli 23

Phe 24

Phe 25

Tir 26

Thr 27

Pro 28

Lis 29

Thr 30

16

Insulin

Hormon Polipeptida Terdiri dari 2 rantai Polipeptida dihubungkan 2 jembatan Sulfid (2 rantai AA) Hormon Hipoglikemik Pengatur utama kadar glukosa darah
17

Insulin Dimulai dengan pembentukan RNA Insulin oleh Ribosom yang melekat pada R E disebut : Pre Prohormon Insulin Pro Insulin (melekat pada B Golgi) Insulin
gambar
18

RANGKAIAN SIGNAL H3N

A COO-

PRE PROINSULIN

PEMECAHAN RANGK. SIGNAL H3N

A COO-

PRO INSULIN

PEMBENTUKAN IKATAN DISULFID H3N

C COOA

PRO INSULIN YG MELIPAT

H3N+

5 5

5 5

COO-

H3N+

COO5 INSULIN H3N COOPEPTIDA C 5

PROSES PROTEOLITIK
19

Proteolitik : mengubah Preproinsulin Proinsulin Proinsulin Insulin Aktif dengan menguraikan 2 ikatan Peptida (rantai A & B) C Peptidase oleh Peptida spesifik dan kegiatan peptidase Laju sekresi Insulin ditentukan oleh konsentrasi Glukosa dalam darah Kadar gula darah laju sekresi Insulin Peningkatan kadar mempercepat masuknya Glukosa dari darah hati & otot Glikogen Insulin menyebabkan Glukosa yang diabsorbsi setelah makan segera disimpan dalam hati dalam bentuk Glikogen

20

Diantara waktu makan, bila tidak tersedia makanan dan konsentrasi Glukosa darah mulai maka Glikogen dalam hati dipecah menjadi Glukosa Insulin meningkatkan pengubahan kelebihan Glukosa di dalam hati menjadi asam lemak jaringan lemak Kadar Glukosa darah tinggi merangsang pelepasan protein Efek pada sel target : Insulin berikatan dengan reseptor protein pada membran mengaktifkan reseptor timbul efek Insulin mengaktifkan C AMP

21

Glukagon

Hormon polipeptida (29 residu A A) Disekresi oleh sel Alfa Dibentuk oleh prekursor tidak aktif : Proglukagon & Preproglukagon Glukagon meningkatkan konsentrasi Glukosa darah (kebalikan Insulin) Efek utama terhadap metabolisme Glukosa :
Pemecahan Glikogen hati (Glikogenolisis Meningkatkan proses Guloneogenesis di dalam hati

22

Somatostatin

Hormon polipeptida (14 A A) Disekresi oleh sel Delta Mempengaruhi sekresi Insulin dan Glukagon (dengan cara menekan) Defisiensi kekerdilan Sekresi Gigantisme dan Akromegali
23

HIPERGLIKEMI DITINGKATKAN OLEH

GLUKAGON SOMASTOSTATIN GLUKOKORTIKOID ADRENALIN

TINGKAT GLUKOSA DARAH NORMAL

DITINGKATKAN INSULIN SOMASTOSTATIN OLEH

HIPOGLIKEMI

Pengontrolan Hormonal Kadar Glukosa


24

Hormon Amina
Kelenjar Adrenal

Hormon Adrenokortikal Anatomi kel Adrenalin


Medula Adrenal

20% ~ SSP Mensekresi Epineprin & Norepineprin (H. Amina) Mineralokortikoid Glukortikoid Androgen (kelamin)

Korteks Adrenal

H Steroid

Epineprin & Norepineprin (H Katekolamin) keduanya berfungsi sebagai hormon & neurotransmiter
25

OH HO

CH OH

CH2

NH

CH3

EPINEPRIN

OH HO

CH OH

CH2

NH 3+

NOREPINEPRIN
26

HO NH 3+ CH2 Tirosin Hidroksilase OH HO NH 3+ CH2 DOPA Dekarboksilase OH HO DOPA CH COOTirosin H4 - Biopterin H2 - Biopterin CH COO-

Sintesis Katekolamin

CH2 Dopamin

CH2

NH 3+

OH HO

CH2 OH Norepinefrin OH HO

CH2

NH 3+

S - Adenosilmetosin S - Adenosilhomosistein

CH OH Epinefrin

CH2

NH

CH3

27

Adrenalin, Noradrenalin, Dopamin Katekolamin (turunan 1,2 dihidroksibenzen) Penyakit Parkinson : pembentukan Dopamin pada otak tidak sempurna Fungsi Adrenalin
Meningkatkan denyut jantung, output dan tekanan darah Menyiapkan sistem kardiovaskuler untuk tindakan bedah Merangsang pemecahan Glikogen hati Glukosa darah Bahan bakar untuk gerakan otot anaerob Mendorong pemecahan anaerob Glikogen pada otot kerangka menjadi laktat melalui proses Glikolisis Meregangkan otot-otot polos pada Bronkhiolus paru-paru (asma)
28

Adrenalin merangsang pemecahan Glikogen Glukosa darah dalam hati


Gambar

29

Rangs. Eksternal SSP Medula Adrenal Adrenal Mell Darah Siklase Adenilat
ATP PROTEIN KINASE INAKTIF ATP + C AMP + PPi PROTEIN KINASE + R2 - C AMP AKTIF KINASE FOSFORILASE AKTIF GLIKOGEN + ADP

Reseptor Adrenalin

Membran Sel

KINASE FOSFORILASE INAKTIF

GLUKOSA 1P FOSFO GLUKOSAMUTASE GLUKOSA 6P FOSFO 6-GLUKOSA GLUKOSA + P

GLUKOSA DARAH

30

Adrenalin menghambat sintesis Glikogen

Adrenalin merangsang pemecahan Glikogen dan menghambat sintesis Glikogen dari Glukosa di hati aktivitas berbalasan tersedia Glukosa secara maksimal di dalam darah

Gambar

31

ADRENALIN

RESEPTOR

ADENILAT SIKLASE

AMP

C AMP + PPi

KINASE PROTEIN AKTIF

SINTASE GLIKOGEN + ADP TDK AKTIF


32

Glukosa 6 Fosfat : di hati dan otot kerangka Pada otot : Glukosa 6 Fosfat laktat ATP untuk kontraksi

33

Kelenjar Tiroid

Hormon Tiroid Kel. Tiroid : Terletak dibawah kedua sisi laring dan disebelah anterior trakea Hormon Amina Mensekresi 2 as. yodoamina :
Tiroksin (T4) Triodotironin (T3) Kalsitonin : untuk metabolisme kalsium

34

Fungsi:
Untuk pengaturan metabolisme umum Perkembangan dan deferensiasi jaringan

Sekresi diatur oleh kel Hipofisis Anterior Anatomi fisiologi :


Folikel Koloid (unsur utama Glikoprotein Tiroglobulin)

35

Kebutuhan Iodium untuk pembentukan Tiroksin 1 mg setiap minggu Iodium menggunakan garam dapur beryodium RE dan alat Golgi mensintesis dan mensekresi molekul Glikoprotein Tiroglobulin Tiroglobulin + I H Tiroid (t3 & T4)

Gambar

36

I diikat dan dikumpulkan oleh protein koloid dari kel Tiroid kemudian digunakan untuk Iodisasi Tirosin dan Tiroglobulin Hormon-hormon Tiroid dibawa ke sel target Sekresi Tiroid Hipertiroidisme : hiperaktif Sekresi Tiroid Hipotiroidisme : Gondok Koloid : kekurangan zat makanan mengandung yodium kel Tiroid membesar

37

Iodium diikat dan dikumpulkan oleh Protein Koloid dari kelenjar Tiroid digunakan untuk iodisasi residu Tirosin & Tiroglobulin Sintesis pada Folikel kel Tiroid
Sel Folikel : mensintesis Tirosin (Tiroglobulin) Sel Folikel : memekat yodium & mensekresi ke dalam lumen

Yodium dioksidasi ditambahkan ke residu Tirosin dari Tiroglobulin


Mengubah menjadi residu mono & diyodo Tirosin Tirosin yang teryodisasi bergabung membentuk residu T3 & T4

Bila mengekskresi H Tiroid endositosis

Hidrolisis tiroglobulin dirangsang oleh TSH

38

Penyakit Tiroid paling sering, radio isotop yodium, membantu menegakkan diagnosa Biosintesis H. Tiroid melibatkan Tiroglobulin dan metabolisme Yodium

Kel. Tiroid mensintesis tirosin dan proses ini terjadi dalam tiroglobulin Tiroglobulin: adalah prekusor T3 dan T4 , merupakan protein terbesar Sekitar 70 % dari yodida di dalam tiroglobulin sbg prekusor in aktif:
Monoyodotirosin (MIT) Diyodotirosin (DIT)
39

Metabolisme Yodida melibatkan sejumlah tahapan yang terpisah:

Konsentrasi yodida
Kel. Tiroid bersama-sama dengan beberapa jar. epitel lainnya memekatkan I- , proses ini tergantung pada energi dan berikatan dengan pompa Na+/ K+ yang tergantung pada ATP ase

Oksidasi IMelibatkan enzim peroksidasse

40

Yodinasi Tirosin
Yodida yang teroksidasi akan bereaksi dengan residu tirosil dalam tiroglobulin

Perangkaian yodotirosol
Perangkaian 2 molekul DIT menjadi T4 Perangkaian MIT dan DIT menjadi T3

41

RUANG FOLIKULAR MIT Oksidasi PEROKSIDASE H2O2 I


-

MIT DIT Tg b DIT DIT MIT Perangkaian* T3 DIT MIT DIT MIT

MIT DIT Tg b T4 T4 DIT

I +

Tg b

Yodinasi*

02 NADPH H+ NADP

Tg b

Fagositosis dan pinositosis

Lisosom Tg b

Lisosom sekunder Tirosin Tg b

Hidrolisis IIKonsentrasi* Na + / K + -ATPase Pompa RUANG EKSTRASELULAR IT3, T 4 Deyodinasi* DEYODINASE MIT DIT T3, T 4 Pelepasan

42

Hormon tiroid beredar dalam bentuk terikat, yaitu 2 protein pengikat spesifik

Globulin pengikat tiroksin (TBG) Pre albumin pengikat tiroksin (TBPA)

Merupakan suatu glikoprotein

43

Patofisiologi peny. Tiroid berhubungan dengan TSH dan T3 dan T4 Goiter (pembesaran tiroid)

Untuk mengimbangi penurunan produksi h. Tiroid hipotiroidisme Jumlah T3 dan T4 yang berkurang Dapat pula disebabkan peny. pada hipofise atau hipotamus Produksi hormon yang berlebihan Pembesaran kel. Tiroid
44

Hipotiroidisme

Hipertiroidisme/Tirotoksikosis

Hormon Steroid
Kelenjar Adrenal : H Adrenokortikal Korteks Adrenal : Kortikosteroid :

Mineralokortikoid Aldosteron : mempengaruhi elektrolit cairan ekstraseluler (mempertahankan keseimbangan air & garam) Glukotiroid Kortisol : meningkatkan konsentrasi glukosa darah

45

HORMON KORTEKS ADRENAL = HORMON STEROID Kel Korteks Adrenal: Zona Glomerulosa : H.mineralokortikoid Zona fasikulata & zona retikularis: H. Glukortikoid dan H. Adrogen H. Steroid mempunyai rumus bangun SIKLOPENTANOPERHIDROFENAANTREN 17 KARBON

46

Atom Oksigen no 18 (terikat dengan kolesterol) : untuk menimbulkan aktivitas Mineralokortikoid Keto oksigen pada karbon no 3 dan Hidroksilasi pada karbon 11 & 21 aktivitas kortisol

47

Hormon + reseptor intrasel specifik akan berikatan dng regio spesiifik DNA untuk mengatur ekspresi gen:

Mengakibatkan perubahan kecepatan sintesis sejumlah kecil protein Mempengaruhi bbg. Proses metabolisme: glukoneogenesis, keseimbangan Na dan kalium

48

Glukokortikoid:

Kortisol yang beredar dalam plasma dlm bentuk terikat protein dan bentuk bebas. Yaitu: protein: transkortin/ globulin pengikat kortikosteroid
Tidak mempunyai protein dalam plasma tetapi akan membuat suaatu ikatan lemah dengan albumin
49

Mineralokortikoid, Aldosteron:

Sintesis hormon2 steroid diatur oleh mekanisme yang sangat berbeda:

H. Glukokortikoid: tgt pada ACTH dan sekresi ACTH diatur oleh hormon pelepasan kortikotropin( CRH)= umpan balik negatif H. Mineralokortikoid
Sistem Renin Angiostensin Kalium

Faktor-faktor lain ACTH dan Na


50

Hormon Adrenokortikotropin(ACTH)
Pengaturan Sekresi Kortisol Hormon Adrenokortikotropin(ACTH)

Sekresi oleh Kel Hipofisis Anterior Hormon Hipofisis diatur oleh hormon pelepas : CRF (Faktor Pelepas Kortikotropin) Mekanisme yang digunakan ACTH untuk mengaktifkan sel Adrenokortikal untuk memproduksi Steroid : fungsi C- AMP

51

Efek utama ACTH terhadap sel-sel Adrenokortikal mengaktifkan Adenil siklase yang terdapt dalam membran sel
Menginduksi pembentukan siklik AMP dalam sitoplasma sel C AMP mengaktifkan enzim intraseluler Terbentuk Hormon Adrenokortikal

52

Pengaturan Sekresi Aldosteron

Besarnya konsentrasi ion kalium dalam cairan ekstrseluler Sistem Renin Angiostensin Jumlah Na dalam tubuh Hormon Adrenokortikotropin (ACTH)

53

Mineralokortikoid : Aldosteron

Aldosteron : pengangkutan Na & Ekskresi K oleh sel Epitel Tubulus Aldosteron


Penyimpanan Na dalam cairan ektraseluler Ekskresi K urin

Aldosteron
Na dalam urin K dalam urin & sebaliknya
54

Patofisilogi Korteks Adrenal

Insufisiensi: Peny. Addison, mengakibatkan:


Hipoglikemia Kepekaan yang sangat thdp h. insulin Intolerasin thd stress, anoreksia, penurunan berat badan, nausea

Kelebihan produksi Glukortikoid: Sindroma Cushing (krn penggunaan preparat steroid, atau akibat adenoma/karsinoma andrenal/hipofise yang menekan ACTH)
penipisan kulit atrofi otot osteoporosis involusi jar. limfoid
55

Kelebihan Mineralokortikoiid=Aldosteronisme primer


Gejala hipertensi Hipokalemia Hipernatrinema Alkalosis

56

Peran Umpan Balik Negatif

Kel Endokrin cenderung mensekresi hormon secara berlebihan Hormon meningkatkan pengaturannya pada organ target Organ target melakukan fungsinya Bila fungsi berlebihan terjadi umpan balik negatif pada kelenjar Kecepatan sekresi kelenjar akan berkurang

57

Homon Pelepas

HIPOTALAMUS

Lengkung pendek

Hormon Tropik

HIPOFISE ANTERIOR

Lengkung panjang

Hormon organ target

ORGAN TARGET

58

Reseptor Hormon dan Aktivasinya

Hormon + reseptor timbul reaksi kimia dalam sel Reseptor hormon : protein Setiap sel : 2000 10.000 reseptor Reseptor : spesifik 1 macam hormon Jumlah reseptor tidak konstan

59

Efek Insulin
Efek Insulin terhadap Metabolisma KBH KBH : Glukosa

Meningkatkan sekresi Insulin Meningkatkan pemasukan, penyimpanan dan penggunaan glukosa

60

Hormon Wanita

Hormon pelepas H Pelutein (LHRH) disekresi Hipotalamus Hormon perangsang Folikel (FSH) Hormon Pelutein (LH) Hipotalamus Anterior Hormon Ovarium : Estrogen & Progesteron

61

Hormon Pria

Testosteron
Disekresi oleh sel-sel Leydig Untuk pembelahan sel-sel Germinal sperma

Hormon Pelutin (LH)


Disekresi oleh kelenjar Hipofisis Anterior Menstimulasi sel-sel Leydig

Hormon perangsang Folikel (FSH)


Disekresi oleh kelenjar Hipofisis Anterior Menstimulasi sel-sel Sertoli untuk mengubah Spermatid sperma

Estrogen Hormon pertumbuhan


Untuk metabolisme Testis

62

Sintesis Steroid Adrenal Utama

ASETAT

KOLESTEROL

PREGNINOLON

PROGESTERON

17 OH PREGNINOLON

17 OH PROGESTERON

ALDOSTERON

KORTISOL

ANDROGEN
63

OH CH HO CH3

CH2OH C O

CH3 OH O O KORTISOL CH2 CH CH2OH C O

O ALDOSTERON
64

H. HIPOFISE DAN HIPOTALAMUS Hipofise anterior Dibawah kendali hipotalamus Mensekresi sejumlah hormon yang mengatur pertumbuhan dan fungsi berbagai kel. Endokrin

65

Menghasilkan: Kelompok I: H. Pertumbuhan (GH) Fungsi:

Sintesis protein Metabolisme karbohidrat

Meningkatkan transportasi as. amino kedalm sel-sel otot

GH melawan efek insulin Hiperglikemisesudah pemberian GH mrp. akibat penurunan pemakaian glukosa dlm jar. perifer dengan peningkatan produksi dlm hati mll. proses glukoneogenesis

Metabolisme lipid Metabolisme mineral

66

Prolaktin(PRL) Hormon ini bekerja hanya pada jar. payudara (h. seks wannita) Karionik somatomamotropin (CS,laktogen plasenta) belum jelas

67

Kelompok II: Hormon Glikoprotein H.perangsang tiroid (TSH) H. Luteinisasi (LH) Merangsang produksi progesteron oleh sel-sel korpus luteum Merangsang produksi testosteron oleh sel-sel leydig H. perangsang folikel (FSH) Sel-sel folikel dlm ovarium dan sel-sel sertoli dalam testis Korionik gonadotropin (CG)v
68

Kelompok III Famili Peptida Pro opio melanokortin (POMC) sebagai hormon: ACTH LPH MSH (H. perangsang Melanosit)v

69

HIPOFISE POSTERIOR

H. Vasopresin

Fungsi fisiologiknya untuk menggalakkan penyerapan air dari tubulus distal ginjal

H. Oksitosin

Hormon ini menyebabkaan kontraksi otot polos uterus sehingga digunakan dalam dosis farmokologiknya untuk menginduksi persalinan dalam dosis farmakologik.
70

HORMON PANKREAS Bag. Eksokrin Mensekresi enzim dan ion-ion untuk proses pencernaan ke dalam lumen duodenum Bag. Endokrin Terdiri atas pulau2 Langerhans, mensekresi:

Insulin Glukagon Somatostatin Polipeptida

Hormonvena pankreatik vena porta hati (kerja h. insulin dan glukagon)


71

Insulin: Rantai polipeptida: terdiri dari 2 rantai A dan B Dihubungkan 2 jembatan disulfida (A7 dng B7 dan A20 dng B19) Jembatan disulfida ntra rantai ke-3 menghubungkan residu 6 dan 11 pada rantai A Lokasi ketiga jembatan disulfida selaalu tetap Rantai A : 21 AA Rantai B : 30 AA
72

GLUKAGON

Disentesis dalam sel-sel A pulau langerhans Polipeptida raantaai tunggal terdiri atas 29AA Disentesis sebagaai molekul prekusor proglukagon Beredar dlm plasmaa dlm bentuk bebas, tidak terikat protein Mempunyai waktu paruh singkat

73

Sekresi Glukagon dihambat oleh glukosa, sistem kerja yang menegaskan peranan metabolik insulin dan glukagon saaling bertentangan. Insulin meningkatkan penyimpanan energi dengan merangsang: Glikogenesis Lipogenesis Sintesis protein
74

SOMASTATIN Menghambat sekresi hormon pertumbuhan Peptida siklik Disintesis sbg prohormon Disintesis sel-sel D pulau Langerhans 14 AA
75

Disamping terdapat dalam pulau Langerhans pankreas, somastatin ditemukan dlm banyak jar. ini diperkirakan somastatin mengatur sejumlah fungsi, dalam banyak tempat didalam SSP menjadi neurotransmiter Somastatin menghambat pelepasan hormon-hormon sel langerhans melalui kerja parakrin
76

Tugas: 1. Menjelaskan kerja hormon pencernakan 2. Menjelaskan berbagai reaksi biokimia hormon hipofise 3. Menjelaskan berbagai reaksi biokimia hormon adenohipofise 4. Menjelaskan berbagai reaksi biokimia hormon neurohipofise 5. Menjelaskan berbagai reaksi biokimia hormon tiroid
77

6. Menjelaskan berbagai reaksi biokimia hormon kortex adrenal 7. Menjelaskan berbagai reaksi biokimia hormon medula adrenal 8. Menjelaskan berbagai reaksi biokimia hormon paratiroid 9. Menjelaskan berbagai reaksi biokimia hormon seksual 10. Menjelaskan berbagai reaksi biokimia hormon kehamilan 11. Menerangkan hubungan insulin dengan hormon epinephri dan norepinephrin

78

79