Anda di halaman 1dari 7

Bantalan Rel Kereta Api

1) Bantalan berfungsi meneruskan bahan dari rel ke balas, menahan lebar sepur dan stabilitas kearah luar jalan rel. 2) Bantalan dapat terbuat dari kayu, baja ataupun beton. Pemilihan didasarkan pada kelas yang sesuai dengan klasifikasi jalan rel Indonesia.

Bantalan Kayu Bantalan kayu adalah suatu bantalan yang pertama kali digunakan dalam bantalan rel. Bantalan kayu tersebut pertama digunakan karena pada waktu itu hanya masih mengenal kayu dan belum mengenal beton maupun baja. Bantalan kayu tersebut digunakan karena pada saat itu kayu mudah sekali didapatkan dan harganya relatif murah. Dalam pemakaian untuk bantalan rel, memiliki keuntungan dan kerugian dalam pemakaian tersebut. Kelebihan dan kekurangan tersebut antara lain :

Kelebihan bantalan kayu


Memiliki tingkat elastisitas yang tinggi Pada saat dilalui terasa nyaman karena tidak mengakibatkan getaran yang tinggi

Kekurangan bantalan kayu


Tidak tahan lama, terutama pada yang memiliki curah hujan dan tingkat kelembaban yang tinggi yang mengakibatkan kayu mudah lapuk. Sulit untuk mencari bahan yang cocok sehingga harganya mahal ( Pada beberapa tahun ini ) 1) Pada jalan yang lurus bantalan kayu mempunyai ukuran: Panjang = L = 2.000 mm Tinggi = t = 130 mm Lebar = b = 220 mm 2) Mutu kayu yang dipergunakan untuk bantalan kayu, harus memenuhi ketentuan Peraturan Bahan Jalan Rel Indonesia (PBJRI)

3) Bantalan kayu pada bagian tengah maupun bagian bawah rel, harus mampu menahan momen maksimum sebesar:

4) Bentuk penampang melintang bantalan kayu harus berupa empat persegi panjang pada seluruh tubuh bantalan.

Bantalan Baja Bantalan ini terbuat dari pelat baja, dan biasanya dipasang pada lengkungan saja dan tidak pada seluruh bagian lintasan kereta api

Kelebihan bantalan baja


Lebih kuat untuk menahan beban Lebih Tahan Lama

Kekurangan bantalan baja


Harganya yang mahal bahkan melebihi harga bantalan beton Mudah anjlok terutama pada daerah yang berpasir karena memiliki beban yang lebih besar 1) Pada jalur lurus bantalan baja mempunyai ukuran: Panjang : 2.000 mm Lebar atas : 144 mm Lebar bawah : 232 mm Tebal baja : minimal 7 mm 2) Mutu baja yang dipakai untuk bantalan baja, harus memenuhi ketentuan Peraturan Bahan Jalan Rel Indonesia (PBJRI). 3) Bantalan baja pada bagian tengah bantalan maupun pada bagian bawah rel, harus mampu menahan momen sebesar = 650 kg-m. 4) Bentuk penampang melintang bantalan baja, harus mempunyai bentukan kait keluar pada ujung bawahnya (Gambar 3.32)

5) Bentuk penampang memanjang bantalan baja harus mempunyai bentukan kait ke dalam pada ujung-ujung bawah (Gambar 3.33)

Bantalan Beton Bantalan beton pada rel sendiri merupakan suatu bantalan yang terbuat dari beton tulangan prategang, dan juga pada bantalan beton ditempatkan angker penambat. Pada bantalan rel yang menggunakan beton memiliki beberapa keuntungan, tetapi juga memiliki kekurangan dari pada bantalan rel yang lain.

Kelebihan bantalan beton


Memiliki daya tahan yang tinggi Tahan terhadap cuaca dibandingkan dengan bantalan yang terbuat dari kayu Lebih ekomonis, karena bisa tahan sampai 20 tahun Lebih kuat untuk menahan tekanan beban kereta

Kekurangan bantalan beton


Harga bahan bantalan yang mahal Memerlukan ketelitian yang cukup tinggi sehingga membutuhkan tenaga ahli Lebih kaku, sehingga getaran yang ada cukup terasa Bantalan Beton Tunggal Depan proses Pretension

1) Pada jalur lurus, bantalan beton pratekan dengan proses pretension mempunyai ukuran panjang:

2) Mutu campuran beton harus mempunyai kuat tekan karakteristik tidak kurang dari 500 kg/cm2, mutu baja untuk tulangan geser tidak kurang dari U-21 dan mutu baja prategang ditetapkan dengan tegangan putus minimum sebesar 17.000 kg/cm2. 3) Bantalan beton pratekan dengan proses pretension harus mampu memikul momen minimum sebesar:

4) Bentuk penampang bantalan beton harus menyerupai trapesium, dengan luas penampang bagian tengah bantalan, tidak kurang dari 85% dan luas penampang bagian bawah rel. 5) Pusat Berat Baja Prategang diusahakan sedekat mungkin dengan Pusat Berat Beton. 6) Perhitungan kehilangan tegangan pada gaya prategang cukup diambil sebesar 25 % gaya prategang awal. Kecuali jika diadakan hitungan teoritis, maka dapat diambil lain dari 25%

Bantalan beton Pratekan Blok Tunggal dengan Proses Posttension 1) Pada jalur lurus, bantalan beton pratekan dengan proses Posttension mempunyai ukuran panjang:

2) Mutu campuran beton harus mempunyai kuat tekan karakteristik tidak kurang dari 500 kg/cm2, mutu baja untuk tulangan geser tidak kurang dari mutu U-24 dan mutu baja parategang ditetapkan dengan tegangan putus minimum sebesar 17.000 kg/cm2. 3) Bantalan beton paratekan dengan proses posttension harus mampu memikul momen minimum sebesar :

4) Bentuk penampang melintang bantalan beton harus trapezium, dengan luas penampang bagian tengah bantalan, tidak kurang dari 85 % luas penampang bagian bawah rel. 5) Pusat Berat Baja Prategang harus selalu terletak pada daerah galih sepanjang bantalan. 6) Perhitungan kehilangan tegangan pada gaya prategang cukup diambil sebesar 20 % gaya prategang awal. Kecuali jika diadakan hitungan teoritis, maka diambil lain dari 20 %.

Bantalan Beton Blok Ganda 1) Pada jalur lurus, satu buah bantalan beton blok ganda mempunyai ukuran sebagai berikut: - Panjang = 700 mm - Lebar = 300 mm

- Tinggi rata-rata = 200 mm 2) Pada bagian jalur yang lain, hanya panjang batang penghubungnya yang disesuaikan. 3) Mutu campuran beton harus mempunyai kuat tekan karakteristik tidak kurang dari 385 kg/cm2, mutu baja untuk tulang lentur tidak kurang dari U-32 dan mutu baja untuk batangpenghubung, tidak kurang dari U-32. 4) Panjang batang penghubung, harus dibuat sedemikian rupa 5) Pusat Berat Baja Prategang harus selalu terletak pada daerah galih sepanjang bantalan. 6) Perhitungan kehilangan tegangan pada gaya prategang cukup diambil sebesar 20 % gaya prategang awal. Kecuali jika diadakan hitungan teoritis, maka diambil lain dari 20 %.

Jarak bantalan Dalam pemasangan bantalan untuk rel kereta api juga harus memperhatikan jarak dari setiap bantalan tersebut. Dengan memperhatikan jarak dari setiap bantalan tersebut maka akan mengurangi beban yang harus diterima oleh tiap bantalan rel. 1) Baik bantalan beton, baja maupun kayu, pada jalan lurus jumlah bantalan yang dipergunakan adalah 1.667 buah tiap kilometer panjang. 2) Pada lengkungan, jarak bantalan diambil sebesar 60 cm diukur pada rel luar. Tambahan. . Bantalan Slab Bantalan slab adalah suatu bantalan yang langsung menjadi satu dengan badan jalan yang dicor dalam bentu slab. Investasi untuk pembangunan lintasan dengan bantalan slab sangatlah beasar dari bantalan yang lain seperti

beton dan juga baja, tetapi memiliki perawatan yang mudah. Bantalan ini digunakan untuk membangun lintasan kerata api cepat dan arus yang tinggi. Pada bantalan slab juga memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Kekurangan dan kelebihan tersebut antara lain :

Kelebihan bantalan slab


Memiliki kualitas yang sangat tinggi Lebih nyaman dari pada bantalan yang lain Perawatannya sangat mudah

Kekurangan bantalan slab


Membutuhkan tenaga khusus dalam pengerjaannya Memiliki tinggkat ketelitian yang sangat tinggi Membutuhkan dana yang sangat besar

Bantalan beton semua negara pertama kali memiliki jenis bantalan beton yang sama, yaitu bantalan beton yeng berbuat dari kayu. Hal itu tidak terkecuali pada negara negara maju seperti Amerika, Jepang, Jerman, Belanda dan negara negara maju lainnya. Hal tersebut juga terjadi pada negara Indonesia. Namun pada sekarang ini bantalan kayu sudah tidak digunakan lagi karena memiliki banyak kekurangan, tetapi pada negara Indonesia masih cukup banyak bantalan yang terbuat dari kayu. Jenis bantalan bantalan yang digunakan di Indonesia bermacam macam. Bantalan tersebut antara lain kayu, beton, dan besi. Berdasarkan data penelitian tentang pemilihan bahan yang digunakan untuk bantalan rel kereta api yang berada didaerah PT KAI Daops 9 Jember didapatkan data yang cukup mengherankan karena berdasarkan data tersebut penggunaan bantalan kayu masih banyak digunakan, walupan bantalan tersebut nyaman untuk dilalui karena bahannya sangat elastis tapi bahan tersebut juga memerlukan perewatan yang cukup tinggi karena bantalan tersebut mudah rusak sehingga mengakibatkan kereta anjlok.