Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA TENTANG PURIFIKASI

DIBUAT OLEH:
ARVY EWALDO, DEVINA SEAN KUMALA, DITTO RANGGA KASENDAR, ESTUAJI

Prosedur
Prosedur kristalisasi: Pertama kita mengambil 3 sendok garam yang terkontaminasi oleh gula dan pasir, lalu dicampur dengan air dan diaduk sampai semua terlarut. setelah itu lipat filter paper untuk menyaring solusi tersebut. Saring hingga kotoran kotoran yang tidak diperlukan tertinggal (residue). Panaskaan di atas spiritus sambil di aduk terus menerus, setelah sebagian besar larutan sudah menguap atau sampai timbul kristal kecil. Dinginkan di baskom berisi air es. endapan akan muncul di dasar mangkok. setelah itu saring lagi cairan yang sudah mengental di filter paper yang baru dan didinginkan sampai kering. lalu kristal akan terbentuk. Kristal bisa kta pisahkan dari mangkok ke filter paper untuk mendapatkan Kristal yang murni.

Analisis:
Kristalisasi: ketika kita memanaskan larutan, butiran kristal kecil dapat dilihat karena solubility nya sudah berkurang. Sehingga sudah tidak bisa larut dalam solvent. Kondisi ini disebut larutan yang terkonsentrasi. setelah dipanaskan, larutan harus didinginkan guna mengurangi solubility dari cairan tsb karena solubilty akan berkurang dalam temperatur yang dingin. Sehingga mulai mengkristal didasar mangkok

Hasil:
Kristalisasi: butiran- butiran kristal garam murni didapatkan setelah campuran garam dan air yang telah menguap didinginkan oleh air es dan hasil yang didapatkan lebih sedikit karena sebagian sudah menguap.

Prosedur
Kromatografi: Pertama kita membuat sebuah garis dari pensil (menggunakan pensil karena pensil tidak akan larut pada air tidak seperti pen) di bawah kertas kromatografi dengan jarak 1 cm dari bawah kertas. lalu kita buat garis lagi diatas menggunakan pensil. Jarak minimum antar garis adalah 7 cm. setelah itu titikan tinta hitam dan warna lain (yaitu; biru, merah dan kuning)a yang ingin dicocokan dengan warna yang diprediksikan ada di dalam tinta hitam. Sediakan air dalam sebuah beaker glass. Kita harus hati hati agar air tidak melampaui batas pensil yang berada di bawah. Kertas kromatografi tidak boleh bergerak, begitu juga dengan airnya. Setelah itu, letakan secara hati hati dengan ujung menyentuh air secara bersamaan, jika tidak bersamaan maka garis akan miring. Jika warna dan air tidak merambat lagi atau waktu tidak cukup untuk sampai ke batas maximum air merambat maka ukurlah jarak air dan beri gairs. Garis yang barusan dibuat merupakan batas maximum rambatan air. Fungsi garis diatas adalah untuk menghentikan rambat air sehingga warna tidak merambat terlalu jauh.

Analisa
kromatografi: Dalam membuat garis pembatas, kita harus mengunakan pensil, karena pensil tidak dapat larut ketika diberi solvent. Sehingga garis tetap dapat terlihat. Garis warna dapat terlihat karena tinta terlarut di solvent yang terserap di kertas dan merambat naik menyisakan bekas warna. Kita harus berhati hati garis pensil tidak terendam dalam solvent karena tinta akan larut kedalam air. berberapa faktor yang menentukan adalah daya serap kertas dan solubility dari tinta tsb.

Hasil
The Black Marker The Red Marker The Blue Marker The Yellow Marker

Rf

Spot Color

Rf

Spot color

Rf

Spot color

Rf

Spot Color