Anda di halaman 1dari 6

10 Metode Pemisahan Campuran beserta Contohnya Lengkap

Jika suatu zat dalam bentuk murni atau senyawa ingin didapatkan maka suatu campuran perlu
dipisahkan.

1. Pemisahan Campuran dengan Dekantasi


Metode pemisahan ini tergolong sederhana. Dekantasi digunakan untuk memisahkan zat padat
dari larutannya. Misalnya, kita akan memisahkan lumpur dari air kotor. Bagaimana caranya?

Untuk memudahkan pemisahan pengotor, biasanya campuran didiamkan atau diendapkan


terlebih dahulu. Setelah mengendap, larutan dipisahkan dengan hati-hati agar kotoran tidak
terbawa larutan kembali.

Selain digunakan untuk menjernihkan air, dekantasi digunakan untuk memisahkan pati singkong
dari campurannya. Ayo sebutkan penggunaan metode dekantasi yang lainnya.

2. Pemisahan Zat dengan Penyaringan (Filtrasi)


Campuran air dan kopi dapat dipisahkan dengan cara penyaringan. Campuran dua zat yang
memiliki ukuran berbeda dapat dipisahkan dengan teknik penyaringan (filtrasi). Teknik ini
membutuhkan alat berpori (penyaring/filtrasi).

3. Pemisahan Zat dengan Cara Penyulingan (Distilasi)


Penyulingan terhadap daun dan kayu dari tanaman minyak kayu putih adalah cara yang digunakan
untuk membuat minyak tersebut. Apakah pembuatan minyak wangi juga melalui proses
penyulingan?
Penyulingan (distilasi) merupakan salah satu metode untuk memisahkan campuran. Prinsip
distilasi adalah menguapkan suatu zat. Kemudian, mengembunkannya kembali.

Gambar: Skema Pemisahan Campuran dengan Penyulingan (Destilasi)

Gambar: Skema Destilasi Bertingkat pada Minyak Bumi

4. Pemisahan Zat dengan Cara Sublimasi


Sublimasi merupakan metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui
fase cair terlebih dahulu. Misalnya, kapur barus yang berubah dari wujud padat menjadi gas.
5. Pemisahan Zat dengan Penguapan (Evaporasi)

Penguapan (evaporasi) merupakan salah satu cara untuk memisahkan garam dapur dari air laut.
Mau tahu tentang pemisahan zat dengan penguapan, mari kita lakukan kegiatan berikut ini.
Petunjuk Kerja
 Isi tabung reaksi dengan air laut atau larutan garam dalam air. Kemudian, tuang larutan
tersebut melalui kertas saring ke dalam beaker glass.
 Tuang kembali larutan yang telah tersaring ke dalam cawan penguap atau tutup botol selai.
 Panaskan cawan penguap dengan pemanas spiritus. Amati apa yang terjadi.
 Masih adakah yang tertinggal pada cawan penguap?

Air laut dialirkan ke tambak-tambak garam. Kemudian, didiamkan sehingga pasir dan kotoran
yang ukurannya besar mengendap. Air yang sudah dibersihkan ini dialirkan ke tempat penguapan
dengan memanfaatkan energi matahari.

6. Pemisahan Zat dengan Cara Kromatografi


Kamu tentu lebih tertarik pada makanan dan minuman yang berwarna- warni, bukan? Warna-
warna menarik pada makanan diperoleh dengan menambahkan zat warna.
Misalnya, dari daun suji, kunyit, bit, dan wortel. Zat perwarna makanan apa yang sering
digunakan? Zat pewarna makanan dan minuman tersebut dapat dihasilkan dengan cara
kromatografi.
Pada pemisahan campuran dengan cara kromatografi, zat warna pada daun akan larut dalam
alkohol. Setelah diteteskan pada kertas saring, alkohol akan menguap sehingga yang tertinggal
adalah zat warnanya.

Ujung pita kertas saring yang tercelup dalam alkohol di gelas beaker menyebabkan zat warna
bergerak naik secara kapilaritas. Alkohol dalam tabung reaksi akan naik melalui pori-pori kertas
saring dan mendorong zat warna pada kertas tersebut.

Setelah beberapa saat, zat warna akan terpisah dari klorofil daun dan membentuk kromatogram.
Kromatogram berbentuk pita warna pada kertas saring dengan susunan paling atas (warna yang
terpisah awal) adalah xantofil (zat pewarna).

Kemudian, pita karotena dan paling bawah adalah pita klorofil. Jika larutan daun dalam alkohol
diganti dengan tinta maka terbentuk pita-pita warna yang berurutan sesuai warna yang dikandung
tinta tersebut.

7. Pemisahan dengan Cara Sentrifugasi (Pemusingan)

Sentrifugasi (pemusingan) adalah pemisahan campuran zat padat dengan zat padat atau zat cair
dengan zat padat dengan cara memutar. Pada pemisahan cara ini, campuran diletakkan pada
tempat yang lebar, kemudian diputar dengan cepat.
Akibatnya, zat yang partikelnya besar akan terkumpul di pusat (tengah-tengah) tempat itu sehingga
terpisah dari zat lainnya. Contohnya, pemisahan trombosit dari darah.
Selain pemisahan trombosit, cara ini masih sering digunakan petani untuk memisahkan gabah yang
berisi dengan gabah yang kosong dan kotorannya. Caranya, gabah campuran dimasukkan ke dalam
tampah, kemudian di putar. Hasilnya, gabah yang berisi berkumpul di tengah tampah.

8. Pemisahan dengan Corong pisah

Metode ini digunakan untuk memisahkan zat cair yang tidak memiliki daya larut.Misalnya, minyak
dengan air. Caranya, campuran dimasukkan ke dalam corong pisah, kemudian didiamkan.

Zat yang memiliki massa jenis lebih besar akan berada di bawah dan masa jenisnya lebih kecil
berada di atas. Kran dibuka untuk membuang airnya dan minyak akan tertinggal di corong. Jadi,
minyak akan terpisah dengan air.
9. Pemisahan dengan Kristalisasi

Kristalisasi merupakan cara pemisahan zat padat dari larutannya sehingga mengkristal. Misalnya,
pembuatan gula pasir. Caranya, air tebu di saring agar kotorannya tidak terbawa.
Larutan gula dari air tebu dipanaskan pada suhu tinggi sehingga air menguap dengan cepat.
Hasilnya, gula akan mengkristal.

10. Pemisahan campuran dengan Amalgamasi


Amalgamasi adalah cara pemisahan zat dengan melakukan reaksi. Misalnya, pemisahan zat untuk
mendapatkan emas murni dari bijih emas.
Lima Tahap dalam Penyulingan Emas dari Merkuri

Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3

Tahap 4

Tahap 5

Tahap Penyulingan Emas dari Merkuri