P. 1
Flu Burung

Flu Burung

|Views: 262|Likes:
Dipublikasikan oleh Khristina 'dama-damay'
flu
flu

More info:

Published by: Khristina 'dama-damay' on May 21, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/03/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 LATAR BELAKANG Flu burung (Avian Influenza)mulai muncul di indonesia sekitar 5 tahun yang lalu.Penyakit ini disebabkan oleh Virus Influenza tipe A danditularkan oleh unggas. Penyakit flu burung dikonfirmasikan telah terjadi di Indonesia republik dan

Korea,Vietnam,Jepang,Thailand,Kamboja,Taiwan,Laos,China

Pakistan.Sumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi. Penyakit ini sangat mudah tertular baik kepada sesama unggas maupun dari unggas ke manusia. Dan dibandingkan dengan penyakit AIDS, waktu hidup manusia yang terjangkit virus ini relatif lebih cepat. Jika pengidap penyakit AIDS dapat bertahan hidup selama ±5 tahun setelah timbulnya gejala pertama,

flu burung dapat membunuh manusia dalam waktu ±1 bulan tergantung dengan daya tahan tubuh orang tersebut. Virus ini barbahaya bagi unggas

dan manusia.Berbahaya bagi unggas karena penularannya cepat dan menular ke seluruh unggas yang ada di lingkungan itu. Bagi manusia virus ini juga berbahaya karena timbulnya gejala flu burung baru tampak tergantung dengan daya tahan tubuh orang itu, sementara obat yang ada di Indonesia saat ini hanyaefektif untuk digunakan 48 jam setelah virus itu masuk kedalam tubuh manusia. Jika penggunaan obat lebih dari 48 jam setelah virus tersebut masuk maka obat tidak akan berguna lagi. Oleh karena itu, di dalam karya tulis ini akan dibahas tentang pengerti 1 penularan,gejala

an dan penyebab penyakit itu, sejarah penyebarannya, cara

penyakit,pencegahan dan pengobatan,dampaknya terhadap kehidupan manusia,dan kebijakan-kebijakan pemerintah mengenai flu burung. 1.2 TUJUAN 1. Mahasiswa dapat mengetahui penyebab maupun penularan flu burung 2. Mahasiswa dapat menganalisa secara teori berbagai hal yang berkaitan dengan flu burung. 3. Membantu mahasiswa untuk menambah wawasan baik secara umum maupun spesifik mengenai artikel penelitian flu burung. 4. Mahasiswa dapat menerapkan teori sebagai landasan untuk terjun ke masyarakat.

B dan C. B dan C. dan juga tidak semuanya menyebabkan penyakit pada unggas. Virus influenza tipe A memiliki 16 subtipe H dan 9 subtipe N. Virus influenza terdiri dari beberapa tipe antara lain tipe A. Meski demikian.HPAI). tergantung kombinasi dengan glikoprotein N1-9. Flu burung adalah penyakit pada hewan (zoonosis) dan tidak menular ke manusia. penjelasan virus Virus flu burung termasuk ke dalam genus influenza dan famili Orthomyxoviridae. Flu burung atau flu unggas (Avian Influenza) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang ditularkan oleh unggas. Di dalam virus influenza tipe A dapat . Flu Burung merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat menyebar dengan cepat ke areal peternakan lain dan di seluruh tanah air. Virus influenza terdiri dari beberapa tipe antara lain tipe A. Virus penyebab Flu Burung di Indonesia adalah Virus Influenza A subtipe H5N1. H5N1 dan lain-lain. Flu Burung berbahaya karena banyak jenis Flu Burung dapat menyebabkan manusia sakit dan meninggal. definisi Flu Burung merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat membunuh seluruh ternak unggas di areal usaha peternakan. tidak semua virus influenza subtipe H5 dan H7 bersifat ganas.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Dari semua tipe tersebut. Dalam perkembangannya virus penyebabnya mengalami mutasi genetik sehingga juga dapat menginfeksi manusia. Virus Influenza A subtipe H5N1 adalah salah satu virus tipe A yang dikenal sebagai virus influenza unggas yang sangat patogen (Highly Pathogenic Avian Influenza . Mutasi ini dalam perkembangannya dapat menyebabkan pandemik 2. Virus flu burung/avian influenza merupakan virus influenza tipe A sedangkan virus influenza B dan C hanya menginfeksi manusia. H3N2. kedua protein permukaan ini akan menentukan subtipe virus flu burung yang banyak jenisnya. Influenza tipe A terdiri dari beberapa strain antara lain H1N1. hanya virus influenza A subtipe H5 dan H7 yang telah diketahui dapat menyebabkan penyakit yang sangat ganas. Virus influenza tipe A memiliki dua jenis glikoprotein permukaan yaitu Hemaglutinin (H) dan Neuraminidase (N).

60º C selama 30 menit atau 56º C selama 3 jam. Kereta/lori yang digunakan untuk mengangkut makanan. Mati dengan sinar UV. virus dapat bertahan lebih lama. detergen. penularan dapat terjadi secara mekanis melalui peralatan. c. pakaian ataupun sepatu yang telah terpapar pada virus flu burung (H5N1) juga pekerja peternakan itu sendiri. Di dalam kotoran dan tubuh unggas yang sakit. Kontak langsung selama perjalanan unggas ke tempat pemotongan c. proses dan penyebaran flu burung A. Di peternakan unggas. Perubahan – perubahan inilah yang bisa menyebabkan epidemi atau bahkan pandemi. Jalur penularan antar unggas di peternakan. kandang.terjadi perubahan besar pada komposisi antigeniknya yang disebut antigenic shift atau terjadi perubahan kecil komposisi antigenik yang disebut antigenic drift. Penularan Antar Unggas Flu burung dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran unggas yang sakit. Lingkungan sekitar (tetangga) dalam radius 1 km d. secara berurutan dari yang kurang berisiko sampai yang paling berisiko adalah melalui : a. Untuk seasonal influenza komplikasi banyak terjadi pada anak-anak dan orang tua. Dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 22º C dan lebih dari 30 hari pada 0º C. b. Virus akan mati pada pemanasan 80º C selama 1 menit. cairan yang mengandung iodin serta natrium kalium hipoklorit (contohnya pemutih baju). Kontak tidak langsung saat pertukaran pekerja dan alat-alat B. Pergerakan unggas yang terinfeksi b. minuman unggas dan lain-lain e. namun pada flu burung komplikasi justru banyak terjadi pada manusia dengan status imunitas tinggi karena virus flu burung menyebabkan respon bunuh diri dari imunitas sehingga menimbulkan cytokine storm pada paru-paru 3. Penularan dari Unggas Ke Manusia . d. Penularan juga bisa terjadi melalui air minum dan pasokan makanan yang telah terkontaminasi oleh kotoran yang terinfeksi flu burung. desinfektan (seperti formalin). Sifat Virus Influenza A : a.

diduga terjadi adanya penularan dari manusia ke manusia tetapi belum jelas. Orang yang berisiko tinggi tertular flu burung adalah :      Pekerja di peternakan ayam Pemotong ayam Orang yang kontak dengan unggas hidup yang sakit atau terinfeksi flu burung Orang yang menyentuh produk unggas yang terinfeksi flu burung Populasi dalam radius 1 km dari lokasi terjadinya kematian unggas akibat flu burung B. H5N1 tidak mudah untuk menginfeksi manusia dan apabila seseorang terinfeksi. tidak efisien dan tidak berkelanjutan. Penularan dari Lingkungan ke Manusia Secara teoritis. penularan manusia ke manusia. sedangkan pada saluran percernaan ditemukan reseptor dalam jumlah yang sangat sedikit namun belum bisa dibuktikan penularan flu burung melalui saluran pencernaan dan ada referensi yang mengatakan .Penularan virus flu burung dari unggas ke manusia dapat terjadi ketika manusia kontak dengan kotoran unggas yang terinfeksi flu burung. akan sulit virus itu menulari orang lain. Pada kenyataannya. kehidupan sosial. Hal ini sangat mungkin terjadi karena virus flu burung memiliki kemampuan untuk menyusun ulang materi genetik virus flu burung dengan virus influenza manusia sehingga timbul virus Influenza subtipe baru yang sangat mudah menular (reassortment). model penularan ini dapat terjadi oleh karena ketahanan virus H5N1 di alam atau lingkungan. Model penularan ini perlu diantisipasi secara serius karena memiliki dampak yang sangat merugikan dan mengancam kesehatan. C. Penularan Antar Manusia Pada dasarnya sampai saat ini. pada 2004 di Thailand dan 2006 di Indonesia. ekonomi dan keamanan manusia. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti mekanisme penularan flu burung pada manusia namun diperkirakan melalui saluran pernapasan karena dari hasil penelitian didapatkan reseptor H5N1 pada saluran napas manusia terutama saluran napas bagian bawah dan setiap orang memiliki jumlah reseptor yang berbeda-beda. terbatas. atau dengan permukaan atau benda-benda yang terkontaminasi oleh kotoran unggas sakit yang mengandung virus H5N1. Menurut WHO.

Penyakit ini dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau sekret burung/unggas yang menderita flu burung. Penularan unggas ke manusia juga dapat terjadi jika manusia telah menghirup udara yang mengandung virus flu burung (H5N1) atau kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung. mamalia yang hidup di laut. kucing) serta musang (stone marten) 4. maksimal 1 minggu ii.) Masa infeksi 1 hari sebelum.bahwa reseptor H5N1 pada manusia hanya terdapat pada saluran pernapasan jadi hal ini masih diperdebatkan. Gejala pada unggas − − − − − − − Jengger berwarna biru Pendarahan merata pada kaki yang berupa bintik-bintik merah atau sering terdapat borok di kaki yang disebut dengan ”kaki kerokan”. familia Felidae (singa. D. Adanya cairan pada mata dan hidung sehingga terjadi gangguan pernapasan Keluar cairan jernih sampai kental dari rongga mulut Diare Haus berlebihan dan cangkang telur lembek Kematian mendadak dan sangat tinggi jumlahnya mendekati 100% dalam waktu 2 hari. sakit . Gejala flu burung pada unggas dan manusia : i . sampai 3 . Masa Inkubasi − − Pada Unggas : 1 minggu Pada Manusia : 1 – 7 hari (rata-rata 3 hari. kuda. Gejala pada manusia Gambaran klinis pada manusia yang terinfeksi flu burung menunjukkan gejala seperti terkena flu biasa. biasanya kotoran ayam yang digunakan sebagai pupuk. pada anak sampai 21 hari.5 hari sesudah timbul gejala. Penularan ke Mamalia Lain Virus flu burung (H5N1) dapat menyebar secara langsung pada beberapa mamalia yang berbeda yaitu babi. b. Diawali dengan demam. harimau. masa inkubasi a. nyeri otot. Kotoran unggas. menjadi salah satu faktor risiko penyebaran flu burung.

dengan Immunofluorescence assay. Pada Unggas: 1. 5. Enzyme Immunoassay. 5. kadar kreatinin juga meningkat. trombositopenia ringan sampai sedang dan kadar aminotransferase yang meningkat sedikit atau sedang. Gambaran hasil radiologi tersebut dapat menjadi indikator memburuknya penyakit avian influenza. Biakan Virus.Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung 2. Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Real-time PCR assay.Vaksinasi pada unggas yang sehat . mungkin (probable) atau pasti (confirmed).tenggorokan. Pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi adanya avian influenza H5N1 a. Dari hasil pemeriksaan ini dapat ditentukan status pasien apakah termasuk curiga (suspect).l. Dalam perkembangannya kondisi tubuh sangat cepat menurun drastis. Diagnosis Diagnosis ditegakkan dengan : 1. 4. Pada pemeriksaan radiologi dengan melakukan X-foto toraks didapatkan gambaran infiltrat yang tersebar atau terlokalisasi pada paru. 3. keseimbangan asam-basa dan kadar elektrolit pasien. batuk. atau kontak dengan pasien yang didiagnosis avian influenza (H5N1). Hal ini menunjukkan adanya proses infeksi oleh karena virus atau bakteri di paruparu atau yang dikenal dengan pneumonia. 6. atau unggas sakit di peternakan/dipelihara di rumah. Pemeriksaan fisik: suhu tubuh > 38º C. 6. atau melakukan perjalanan ke daerah endemis avian influenza 7 hari sebelum timbulnya gejala . Anamnesis tentang gejala yang diderita oleh penderita dan adanya riwayat kontak atau adanya faktor risiko. Pemeriksaan analisis gas darah dan elektrolit diperlukan untuk mengetahui status oksigenasi pasien. napas cepat dan hiperemi farings (farings kemerahan). 2. Bila tidak segera ditolong. Penanggulangan a. Pada pemeriksaan laboratorium (darah) diperoleh leukopenia. limfopenia. korban bisa meninggal karena berbagai komplikasi misalnya terjadinya gagal napas karena pneumonia dan gangguan fungsi tubuh lainnya karena sepsis. seperti kematian unggas secara mendadak. sakit kepala dan pilek.

b.Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya) . b. Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat cukup. c. Menggunakan alat pelindung diri. Pada Manusia : 1.b.Memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 800C selama 1 menit dan pada telur sampai dengan suhu ± 640C selama 4. Masyarakat umum a. Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinsfeksi flu burung. Membersihkan kotoran unggas setiap hari. Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja. Imunisasi. d. f. Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja. Mengolah unggas dengan cara yang benar. yaitu : . e. (contoh : masker dan pakaian kerja). .5 menit. Kelompok berisiko tinggi ( pekerja peternakan dan pedagang) a. 2.

Malaria. Chan. Selama Kejadian Luar Biasa (KLB) dilaporkan 18 orang dirawat di rumah sakit dan enam orang meninggal dunia (Yuen.ARTIKEL Judul Kajian Peranan Lingkungan Sebagai Faktor Risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit Flu Burung pada Manusia (Studi Kasus Kontrol di Wilayah Propinsi Jawa Barat) -. with death rate 103 cases (81.8%). dan lain-lain). Numbers of occurence in Indonesia until Febnwry 2008 reached 126 cases. The objectives of this research is to study environmental riskfactors related to Avian Influenza outbreak in human.02). This study also recommended the importance of poliCies to improve the hygiene of livestock and to reduce contact activities of the people from injected livestocks -. Identifikasi tanda dan gejala klinik penyakit flu burung di awali dengan ISP A . Penyakit flu burung pada manusia mempunyai tingkat keganasan (virulensi) yang paling membahayakan di antara penyakit infeksi menular lainnya (HIV/AIDS. ai. Peiris.Flu burung pertama kali menyerang manusia dilaporkan di Hongkong pada tahun 1997.7%). The method used in this study include a case control study which is based on statistical models as well as system dynamics to develop intervention model usefol for policy decision in reducing the insidence of avian influenza. contact frequency and livestock hygiene signifantly affect the insidence of AI diesease.Case COlltrol Study Abstrak Avian Influenza has become a global issue and reqUires proper management to prevent the outbreak of Avian Influenza. Tingkat kematian akibat penyakit flu burung angka kejadiarmya sangat tinggi dibandingkan dengan penyakit menular lainnya mencapai 81.7%). et.Avian Illfluellza -. Propinsi Jawa Barat merupakan kasus tertinggi denganjumlah 31 orang dan meninggal26 orang (83. It was also shown that contact activities.A Study of Environmental Risk Factors in Outbreak of Avian Influenza in Human (Case Control Study in West-Java Province) Pengarang Budiman Subjek IPB (Bogor Agricultural University) -Ellvirollmelltal Compollellt -. 1998). Masa inkubasi penyakit flu burung pada manusia sangat cepat yaitu 1-10 hari. Pada tahun 2008 total kasus flu burung terbanyak di dunia adalah Indonesia bukan lagi Vietnam dengan jumlah kasus 126 orang dan meninggal 103 orang (81. The highest incidence happened in West-Java Province in which the number of positive Avian Influenza cases reached 31 people. The result showed that the highest for Al disease is contact activities (OR=86.7% di Indonesia.

2006).tempat lainnya merupakan faktor lingkungan yang mempermudah terjadinya penyakit flu burung. Bahkan penyebaran virus diduga berasal dari migrasi bunmg dan transportasi unggas yang terinfeksi (Depkes RI. 2) menemukenali faktor manusia yang telinfeki penyakit flu burung. 2004). Flu burung berdasarkan data yang diperoleh dari WHO masuk pada fase ke-3 yaitu peri ode kewaspadaan terhadap pandemi (Bapenas. Di lingkungan air virus H5Nl dapat hidup dengan kondisi tertentu (Siegel. 3) menemukenali faktor risiko lingkungan. Peningkatan insidensi penyakit flu burung setiap waktu pada manusia terus bertambah yang disertai dengan tingginya angka kematian. biologi-kimia. sakit tenggorokan. . hnpJikasinya dengan waktu yang sangat cepat penyakit flu burung menyebar ke berbagai wilayah melintasi negara. 2001). Perubalmn pada lingkungan itu pada gilirannya akan mempengaruhi kehidupan lllanusia termasuk masalah kesehatan manusia. dan sosialekonomi yang berpotensi menjadi media dominan penyebaran penyakit flu burung yang semakin luas.. 4) membuat model probabilitas interaksi faktor risiko lingkungan. Tujuan penelitian pada bagian ini adalah 1) membuat perjalanan riwayat alarniah penyakit flu burung. Lingkungan fisik menjadi pemicu dalam mentransmisikan virus H5N1 melalui udara akibat konsentrasi virus yang tinggi dalarn saluran pemafasan (Capua & Mutinelli. 5) melakukan kajian kelembagaan iii pencegahan penyakit flu burung pada manusia. 2004). Menurut WHO.disertai keluhan demarn (temperatur 2: 38 C). dalam Anies (2006) menyatakan ketidakseimbangan terjadi akibat pergeseran faktor lingkungan akan lllempengaruhi bibit penyakit (agent) menjadikannya lebih ganas atau lebih llludah masuk ke dalam tubuh manusia. batuk. Penyakit flu burung saat ini telah menjadi isu global sehingga penanganan yang serius perIu segera diarnbil agar KLB flu burung tidak bermutasi menjadi flu yang menular dari manusia ke manusia dan menjadi wabah pandellli influenza. dan 6) . Kadang kala sebagian besar kelompok masyarakat menganggap gejala flu biasa-biasa saja.-tingkunganpekerjaan sosial dan ekonomiyangberhubungandenganjenis -pekeIjaan. Fenomena ini menunjukan ballwa flu burung menjadi perhatian yang menakutkan bagi manusia Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah peranan faktor lingkungan baik lingkugan fisik. 2005). terdapat enam fase global pandellli influenza berdasarkan faktor epidemiologi pada manusia sebelum suatu pandemi ditetapkan. Teori Gordon. atau beringus (Depkes.

dan mengalami kecacatan (OO. dan rata-rata mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan adalah pada hari ke6. melakukan kajian kelembagaan melalui analisis kualitatif. dan untuk membuat model intervensi pencegahan penyakit flu burung menggunakan simulasi model dinamik.membuat model intervensi pencegahan yang berbasis pada faktor risiko lingkungan dominan. sembuh 5 orang (16.2%). dan membersihkan kandang ternak (p=0.Tahapan ketiga klinis penderita penyakit flu burung teIjadi rata-rata menimbulkan gejala klinis awal di hari ke-7.02S). studi kasus kontrol. kontak era (0. Sumber data utama penelitian ini mencakup data primer dimana peneliti memperoleh informasi langsung dari pasien flu burung yang dinyatakan sembuh dan sumber dari keluarga pasien yang meninggal. mengetahui besar risiko melalui perhitungan Odds Ratio (OR).016).05). Disain penelitian ini menggunakan beberapa pendekatan yaitu studi kasus. studi dokumentasi dan literatur. mengetahui model probabiltas komponen lingkungan sebagai risiko KLB penyakit flu burung melalui perhitungan regresi logistik. Analisis data yang digunakan untuk membuat riwayat alamiah penyakit melalui status health folder. Data sekunder kasus flu burung diperoleh dari Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat tahun 2005-2007. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengukuran kesehatan secara umum dan melalui kuesioner. Tahapan keempat terminal (akhir) penderita penyakit flu burung sebagian besar berakhir dengan meniuggal yaitu 26 orang (83. Faktor risiko lingkungan dominan terhadap kejadian penyakit flu burung melalui model regresi logistik menemukan empat faktor yang dominan yaitu aktivitas kontak (p=O. rata-rata waktu penderita dirawat di rumah adalah 5 hari dengan rentang waktu antara 2-12 hari.OOI). dan sistem dinamik. jumlah kontak (p=0.O%).018).Untuk profil manusia hanya kebiasaan mencuci tangan yang ada hubungan secara nyata dengan kejadian penyakit flu burung pada manusia (nilai-p < 0. Selain itu nilai odds ratio (OR) menyatakan bahwa ketiga . Tahapan pertama pre-patogenesis penyakit flu burung sebagian besar penderita berinteraksi dengan unggas yang dipelihara untuk keperluan kebutuhan sendiri dan teIjadi lingkungan sekitar rumah.8%).Tahapan kedua inkubasi penderita penyakit flu burung terjadi rata-rata waktu adalah 7 hari dengan rentang waktu masa inkubasi antara 2-20 hari. Studi penelitian menemukan riwayat alamiah penyakit flu burung pada manusia melalui beberapa tahapan. Pengumpulan data di lakukan di sebelas KabupatenIKota wilayah Propinsi Jawa Barat.

id/handle/123456789/54966 ANALISA KELOMPOK Flu Burung merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat menyebar dengan cepat ke areal peternakan lain dan di seluruh tanah air. dalam hal ini kita sebagai tenaga medis dapat menganalisa lebih dini tanda dan gejala yang memungkinkan terjadinya flu burung. kita sebagai perawat dapat memberikan pendidikan kesehatan bagaimana cara untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai upaya pencegahan flu burung terutama bagi masyarakat yang sering berkontak dengan unggas. akan semakin memperbesar resiko terkena flu burung. Identifikasi tanda dan gejala klinik penyakit flu burung di awali dengan ISPA disertai keluhan demarn (temperatur 2: 38 C). atau beringus (Depkes. Dalam artikel dikatakan bahwa Masa inkubasi penyakit flu burung pada manusia sangat cepat yaitu 1-10 hari. terlebih lagi jika kontak dengan hewan atau unggas diperparah dengan tidak menjaga kebersihan diri. Pada uraian dari artikel juga menyebutkan bahwa flu burung kontak dengan hewan merupakan faktor resiko yang paling sering dijumpai dalam proses penularan flu burung ini. Flu Burung berbahaya karena banyak jenis Flu Burung dapat menyebabkan manusia sakit dan meninggal. Berdasarkan penelitian presentase orang yang meninggal jauh lebih banyak daripada jumlah orang yang sembuh setelah terkena flu burung.ipb. . sakit tenggorokan. Kadang kala sebagian besar kelompok masyarakat menganggap gejala flu biasa-biasa saja. batuk. 2004). disinilah peran perawat sangat dibutuhkan.ac. ataupun lingkungan yang banyak unggas.peubah tersebut merupakan faktor risiko ( nilai OR> I) sedangkan kebersihan kandang temak merupakan faktor pencegall ( nilai OR<="" td=""> Permalink http://repository. hal ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana penularan flu burung.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->