Anda di halaman 1dari 10

Asesmen Speech Delay

Dosen pengampu : Anna Undarwati, S.Psi M.A. dan LIFTIAH, S.Psi, M.Si

Oleh Handri Yulia N Mukhamad Zaenal Patricia Intan W 1511409051 1511409056 1550408085

JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2013

Kasus Subjek Observasi Nama Usia Anak ke: Kayla : 3 tahun : 2 dari 4 bersaudara

Saat awal mulai pelajaran ketika di suruh berbaris kayla ikut berbaris seperti temanteman lainnya. namun ketika di beri aba-aba untuk lencang depan dan hormat kayla hanya memandangi pengajar dengan tatapan kosong. lalu satu persatu anak di panggil untuk masuk ruang kelas. saat kayla di kelas ada seorang pengajar yang menanyakan "kayla di antar siapa??" kayla hanya menjawab "sapa?" dengan suara yang lirih dan pelan. pengajarpun menanyakan hal yang sama berulang-ulang namun kayla hanya menjawab dengan lirih dan cenderung tidak nyambung . lalu kelas mulai dengan menyanyikan lagu-lagu yang ceria dan mengundang semangat di sertai dengan gerakan-gerakan sambil mengitari ruang kelas, namun kayla hanya memandangi kesalah satu sudut kelas yang tidak ada benda maupun seseorang. saat semua anak menyanyikan lagu yang berupa pertanyaan yang harus dijawab oleh nama yang disebutkan, contohnya "selamat pagi kayla apa kabar??" dan anak harus menjawab "baik" jika anak itu sehat. Kayla dengan semangat mengucapkan "baik" walaupun lebih seperti bergumam. kaylapun dikelas hanya diam ketika teman-teman yang lain sibuk berceloteh dan berlomba-lomba mencari perhatian pengajar, sambil sesekali melihat dengan tatapan kosong lalu tersenyum

Pengertian Speech Delay Anna Tjandra, Speech delay adalah kemampuan berbicara pada Anak terlambat dengan rentang lebih dari tiga bulan dari perkembangan yang seharusnya. Misalkan, anak dengan umur setahun namun kemampuan perkembangannya seperti anak berumur sembilan bulan. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Banyaknya Anak Berbicara Menurut Hurlock (1980:114-115), faktor-faktor yang mempengaruhi banyaknya anak berbicara sebagai berikut :

1. Inteligensi Semakin cerdas anak, semakin cepat ketrampilan berbicara dikuasai sehingga semakin cepat dapat berbicara. 2. Jenis Disiplin Anak yang dibesarkan dengan disiplin yang cenderung lemah lebih banyak berbicara daripada anak-anak yang orang tua nya bersikap keras dan berpandangan bahwa anak-anak harus dilihat tetapi tidak didengar. 3. Posisi Urutan Anak sulung didorong untuk lebih banyak berbicara dari pada adiknya dan orang tua lebih mempunyai banyak waktu untuk berbicara dengan adiknya. 4. Besarnya Keluarga Anak tunggal didorong untuk lebih banyak berbicara daripada anak-anak dari keluarga besar dan orang tuanya mempunyai lebih banyak waktu untuk berbicara dengannya. Dalam keluarga besar, disiplin yang ditegakkan lebih otoriter dan ini menghambat anak-anak untuk berbicara sesukanya. 5. Status Sosial Ekonomi Dalam keluarga kelas rendah, kegiatan keluarga cenderung kurang terorganisasi daripada keluarga kelas menengah dan atas. Pembicaraaan antar anggota keluarga juga kurang dan anak kurang didorong untuk berbicara. 6. Status Ras Mutu dan ketrampilan berbicara yang kurang baik pada kebanyakan anak berkulit hitam dapat disebabkan sebagian karena mereka dibesarkan dalam rumah dimana para ayah tidak ada atau dimana kehidupan keluarga tidak teratur karena banyaknya anak atau karena ibu harus bekerja di luar rumah. 7. Berbahasa Dua Meskipun anak dari keluarga berbahasa dua sebanyak anak dari keluarga berbahasa satu, tetapi pembicaraannya sangat terbatas kalau ia berada dalam kelompok sebayanya atau dengan orang dewasa di luar rumah. 8. Penggolongan Peran Seks Terdapat efek penggolongan peran seks pada pembicaraan anak sekalipun anak masih berada dalam tahun-tahun prasekolah. Anak laki-laki diharapkan sedikit berbicara dibandingkan anak perempuan. Apa yang dikatakan dan bagaimana cara mengatakannya diharapkan dari anak perempuan, membual dan mengkritik orang lain

misalnya, dianggap lebih sesuai untuk anak laki-laki. Sedangkan anak perempuan wajar apabila mengadukan orang lain.

Gejala Anak Speech Delay Gejala yang bisa terlihat pada anak speech delay seperti: 4 6 BULAN Tidak menirukan suara yang dikeluarkan orang tuanya; Pada usia 6 bulan belum tertawa atau berceloteh 8 10 BULAN Usia 8 bulan tidak mengeluarkan suara yang menarik perhatian; Usia 10 bulan, belum bereaksi ketika dipanggil namanya; 9-10 bln, tidak memperlihatkan emosi seperti tertawa atau menangis 12 15 BULAN 12 bulan, belum menunjukkan mimik; 12 bulan, belum mampu mengeluarkan suara; 12 bulan, tidak menunjukkan usaha berkomunikasi bila membutuhkan sesuatu; 15 bulan, belum mampu memahami arti tidak boleh atau daag; 15 bulan, tidak memperlihatkan 6 mimik yang berbeda; 15 bulan, belum dapat mengucapkan 1-3 kata; 18 24 BULAN 18 bulan, belum dapat menucapkan 6-10 kata; tidak menunjukkan ke sesuatu yang menarik perhatian; 18-20 bulan, tidak dapat menatap mata orang lain dengan baik 21 bulan, belum dapat mengikuti perintah sederhana; 24 bulan, belum mampu merangkai 2 kata menjadi kalimat; 24 bulan, tidak memahami fungsi alat rumah tangga seperti sikat gigi dan telepon; 24 bulan, belum dapat meniru tingkah laku atau kata-kata orang lain; 24 bulan, tidak mampu menunjukkan anggota tubuhnya bila ditanya

30 36 BULAN 30 bulan, tidak dapat dipahami oleh anggota keluarga; 36 bulan, tidak menggunakan kalimat sederhana, pertanyaan dan tidak dapat dipahami oleh orang lain selain anggota keluarga; 3 4 TAHUN 3 tahun, tidak mengucapkan kalimat, tidak mengerti perintah verbal dan tidak memiliki minat bermain dengan sesamanya; 3,5 tahun, tidak dapat menyelesaikan kata seperti ayah diucapkan aya; 4 tahun, masih gagap dan tidak dapat dimengerti secara lengkap

Penyebab Anak Speech Delay 1. Rendahnya tingkat kecerdasan yang membuat anak tidak mungkin belajar berbicara sama baiknya seperti teman sebaya mereka yang kecerdasannya normal atau tinggi. 2. Kurang motivasi karena anak mengetahui bahwa mereka dapat berkomunikasi secara memadai dengan bentuk prabicara dorongan orang tua untuk terus menggunakan bicara bayi karena mereka mengira bahasa bayi lucu dan manis. 3. Terbatasnya kesempatan praktik berbicara karena ketatnya batasan tentang seberapa banyak mereka diperkenankan bicara dirumah ; terus menerus bergaul dengan saudara kandung yang lebih muda atau saudara kembar yang dapat memahami ucapan secara khusus. 4. Ketidakmampuan mendorong anak berbicara, bahkan pada saat anak mulai berceloteh. Apabila anak tidak didorong berceloteh, hal itu akan menghambat penggunaan kata-kata dan mereka akan terus tertinggal di belakang teman seusianya yang dapat dorongan berbicara lebih banyak.

Penyebab speech delay yang lain seperti: 1. hambatan pendengaran 2. Kelambatan perkembangan anak 3. Mental Retardasi

4. Bilingual (2 bahasa)

Hal yang perlu diukur a. Riwayat medis Riwayat medis berupa catatan kesehatan dan riwayat penyakit ibu ketika mengandung dan anak dari lahir. b. Perilaku yang nampak Perilaku yang nampak dapat memberikan gambaran tentang hambatan yang dihadapi anak c. Komunikasi Anak yang memiliki keterlambatan berbicara atau speech delay akan terlihat ketika berkomunikasi dengan orang lain. Misalnya ketika anak berada dia paud, d. Status anak dalam keluarga Hal ini berhubungan dengan posisi anak dalam keluarga. Apakah anak menjadi anak tunggal atau posisi urutan kelahiran anak. e. Symptom Gejala yang terdapat pada anak dibutuhkan untuk mengetahui gambaran hambatan perkembangan bahasa anak dalam hal ini speech delay. f. Penyebab Dengan menentukan penyebab, dapat membantu untuk menentukan metode yang akan digunakan untuk mengatasi speech delay yang dihadapi anak Metode asesmen speech delay 1. Tes Tes inteligensi WPPSI (Wechsler Preschool and Primary Scale of Inteligence)

Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligences atau WPPSI adalah suatu tes untuk anak usia 3-7 tahun. Tes ini digunakan untuk mengukur IQ umum, verbal IQ, performance IQ, and Processing Speed dan General Language Composite. WPPSI merupakan tes yang dapat digunakan untuk memprediksi IQ anak. WPPSI memiliki 11 subtes yaitu: 1. Informasi 2. Animal house 3. Kosakata 4. kelengkapan gambar 5. hitungan 6. maze 7. geometric design 8. kesamaan 9. rancangan balok 10. pemahaman 11. sentences

Bera Test BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry) ini adalah suatu tes yang bersifat obyektif, tidak invasif untuk memeriksa respon elektrofisiologis saraf pendengaran sampai batang otak dengan memberikan rangsangan bunyi. Tes ini untuk melihat ambang dengar pada telinga anak. Pemeriksaan ini sangat dianjurkan pada anak dengan keterlambatan bicara atau speech delay, riwayat infeksi TORCH pada kehamilan, bayi yang lahir prematur, bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2500 gram, riwayat jaundice atau hiperbilirubinemia, riwayat tidak langsung menangis saat lahir, riwayat keluarga dengan gangguan pendengaran, atau bayi dengan sindroma tertentu, misalnya Down Syndrome. Manfaat Pemeriksaan BERA Menentukan prediksi ambang pendengaran Untuk skrining pendengaran Membantu memperkirakan jenis ketulian

Membantu menentukan letak lesi di sepanjang jarak pendengaran sampai batang otak Alat Tes Bera Alat tes bera seperti berikut: Bera MB11

Bera MB21

2. Observasi Observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dan pencatatan mengenai fenomena-fenomena yang diselidiki atau diteliti. Disini hal-hal yang akan diobservasi adalah interaksi, komunikasi anak di rumah dan di paud dan penyebab speech delay. Subjek yang diobservasi adalah anak baik di rumah dan di paud dan Alat yang digunakan yaitu: a. Rating scale Rating scale dipilih untuk mengetahui tingkatan gejala maupun penyebab speech delay yang terlihat. Berikut contoh rating scale nya:

No 1.

Pernyataan Aspek fisiologis Tidak bisa mengungcapkan apa yang diinginkan Kehilangan huruf dalam kata ketika berbicara Orang lain tidak mengerti apa yang dibicarakan

Jumlah

kd

tp

total

2.

3.

Aspek psikologis Anak terlihat tidak bermain dengan teman Tidak berceloteh Berdiam diri Tidak ikut kegiatan bermain dengan teman Aspek lingkungan Tidak ditanyai oleh guru Tidak diajak ngobrol oleh teman Diacuhkan oleh teman

Ket: Tp (tidak pernah) Kd (kadang) S (sering) :0 :1-2 :3 <

b. Catatan lapangan Catatan lapangan digunakan untuk mencatat hal-hal penting tentang hal-hal yang diamati yang mungkin tidak ada dalam rating scale.

3. Wawancara

Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab secara langsung antara penyelidik dan yang diselidiki. Wawancara menggunakan wawancara bebas terpimpin. Pewawancara menggunakan interview guide tetapi tidak menggunakan kalimat yang permanen.

Daftar Pustaka BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry).

http://www.rsmmc.co.id/index.php?m=3&sm=4&ids=33. Diakeses pada 13 juni 2013 Hanindita Meta . 2011. BERA test. http://theurbanmama.com/articles/bera-test.html. diakses pada 13 juni 2013 Nainggolan. D. J . 2012. Ketika Anak Terlambat Bicara. diakses

http://www.tabloidnova.com/Nova/Keluarga/Anak/Ketika-Anak-Terlambat-Bicara. pada 13 juni 2013

Widodo judarwanto. 2006. Keterlambatan Berbicara, Berbahaya Atau Tidak Berbahaya. http://www.keterlambatan-bicara.blogspot.com/. Diakses pada 13 juni 2013