Anda di halaman 1dari 1

Barangsiapa yang mati sedangkan dipundaknya tiada baiat (kepada Khalfah), maka ia mati seperti mati jahiliyyah. HR.

Muslim Secara lughawiy, Kata baiat secara adalah kata yang memiliki banyak arti (musytarak), lihat: al-Baiat f Fikr al-Siysiy al-Islmiy karya Dr. Mahmud al-Khalidi. Baiat secara terminologis adalah hak umat dalam melaksanakan akad penyerahan kekhilafahan. Para ulama menegaskan bahwa baiat merupakan metode syari untuk mengangkat Khalfah. Lihat: Nihyatul Muhtaj Il Syahril Minhaj (VII/29), al-Ahkm al-Sulthaniyyah karya Imam al-Mawardi (hlm. 15), al-Ahkm al-Sulthaniyyah karya Abu Yala (hlm. 24), al-Baiat f Fikr al-Siysiy al-Islmiy karya Dr. Mahmud al-Khalidi. Al-Imam al-Nawawi berkata: Yakni, dia mati seperti keadaan matinya orang-orang jahiliyyah, dimana hidup mereka kacau, dan tak memiliki seorang pemimpin. Lihat: Shahh Muslim bi Syarh al -Nawawi (XII/237). Lafazh "miitatan" yakni "mati seperti keadaan..."

Al-Hafizh al-Imam Ibnu Hajar al-Asqalaniy berkata: Mereka hidup dalam kesesatan, dan mereka mati di atas kesesatan. Namun tidak dimaksudkan bahwa ia mati dalam kekafiran, tetapi ia mati dalam kemaksiatan. Lihat: Fat-h al-Br bi Syarh al-Bukhr (XVI/2)