P. 1
Afasia Global Dan Lateralisasi Dekstra Et Causa Stroke Non Hemorragik

Afasia Global Dan Lateralisasi Dekstra Et Causa Stroke Non Hemorragik

|Views: 83|Likes:
Dipublikasikan oleh Dwi Wirastomo

More info:

Published by: Dwi Wirastomo on Sep 17, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/24/2014

pdf

text

original

Presentasi Kasus REHABILITASI MEDIK

SEORANG WANITA, 66 TAHUN, DENGAN AFASIA GLOBAL DAN LATERALISASI DEKSTRA ET CAUSA STROKE NON HEMORRAGIK

Oleh :

Bramadi Nugroho
G0005072

Pembimbing : Dr. dr. Hj. Noer Rachma, Sp RM

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN REHABILITASI MEDIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNS/RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA 2010

Identitas Pasien 2 . Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Trauma Riwayat Hipertensi Riwayat DM : disangkal : disangkal : disangkal : Ny. riwayat trauma (-). demam (-). anyang-anyangen (-). S : 66 tahun : Wanita : Islam : IRT : Semanggi RT 7/1 Pasar Kliwon. kejang (-). D. BAK berpasir (-). Pasien tampak bingung dan lemas. muntah (-). lancar. nyeri saat BAK (-). Riwayat Penyakit Sekarang (alloanamnesa) Sejak 2 hari SMRS saat pulang dari Masjid tiba-tiba pasien tidak bisa bicara dan pasien tidak mengerti apa yang diomongkan keluarga. Surakarta : Menikah : 31 Oktober 2010 : 1 November 2010 : a. Buang air kecil 3-4x dalam sehari.STATUS PENDERITA I. ANAMNESIS Nama Umur Jenis kelamin Agama Pekerjaan Alamat Status Tanggal Masuk Tanggal Periksa B. Buang air besar sulit. Nyeri kepala (-). sesak nafas (-). Keluhan Utama Tidak bisa bicara C. ngompol (-). Paien juga mengalami kelemahan pada anggota gerak sebelah kanan. warna kuning jernih. sudah 1 hari sebelum masuk rumah sakit penderita belum BAB.

tempe. irama teratur.Riwayat Dislipidemia Riwayat Penyakit Jantung Riwayat Alergi obat/ makanan Riwayat Asma Riwayat Mondok E. Status Generalis Keadaan umum sakit sedang. simetris : disangkal : disangkal : pasien tidak mempunyai jadwal tersendiri 3 . PEMERIKSAAN FISIK A. dan sayur. gizi kesan cukup B. tahu. isi kurang. Tanda Vital Tekanan darah : 160/00 mmHg Nadi : 56 x/ menit. Riwayat Sosial Ekonomi Pasien bekerja sebagai ibu rumah tangga dan menggunakan fasilitas pembayaran jamkesmas. Riwayat Kebiasaan dan Gizi : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal Penderita makan tiga kali sehari dengan sepiring nasi dan lauk pauk berupa daging. Compos Mentis E4VxMx. telur. Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat Hipertensi Riwayat DM Riwayat Penyakit Jantung Riwayat Alergi obat/ makanan Riwayat Asma F. II. Riwayat merokok Riwayat mengonsumsi alkohol Riwayat olahraga G.

Mata Conjunctiva pucat (-/-). lidah kotor (-). refleks cahaya langsung dan tak langsung (+/+). Thoraks a. pupil isokor (3 mm/ 3mm). striae (-). atrofi otot (-). trakea di tengah.Respirasi Suhu C. sklera ikterik (-/-). step off (-). Leher Simetris. Paru Auskultasi :Bunyi jantung I dan II intensitas menurun.lidah simetris. nyeri tekan (-). irama teratur. deformitas (-). lidah tremor (-). tidak mudah dicabut. sianosis (-). E. darah (-/-). venectasi (-). sekret (-/-) G. hiperpigmentasi (-). retraksi (-) Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi : Ictus Cordis tidak tampak : Ictus Cordis tidak kuat angkat : konfigurasi jantung kesan tidak melebar reguler. rambut hitam beruban. benjolan (-) J. darah (-/-). limfonodi tidak membesar. Hidung Nafas cuping hidung (-). sekret (-/-) H. kedudukan kepala simetris. petechie (-). mukosa pucat (+). luka (-). Kulit : 20x/menit. gusi berdarah (-). pucat (-). b. hipopigmentasi (-) D.bising (-) c. Mulut Bibir kering (-).4 0C per aksiler Warna sawo matang. 4 . tidak mudah rontok. sekret (-/-) F. tipe thoracoabdominal : 36. spider naevi (-). JVP tidak meningkat. Kepala Bentuk mesocephal. Telinga Deformitas (-/-). oedem palpebra (-/-). stomatitis (-). ikterik (-). I.

Tanda Patrick/Fabere : (-/-) Tanda Laseque/SLR : (-/-) M. kifosis lordosis(-) : massa (-). gerakan paradoksal (-) : fremitus raba kanan = kiri : sonor seluruh lapang paru tambahan (-/-) Auskultasi : suara dasar ( vesikuler / vesikuler ). Penampilan : wanita. skoliosis (-). berpakaian pantas.Inspeksi Palpasi Perkusi : pengembangan dada kanan = kiri. Ekstremitas Oedem - N. perawatan diri kurang 5 . Abdomen Inspeksi Perkusi Palpasi : dinding perut lebih tinggi daripada dinding dada : tympani : supel. hepar dan lien tidak teraba Akral dingin Auskultasi : peristaltik (+) normal : deformitas (-). nyeri tekan (-). tampak sesuai umur. suara K. Trunk Inspeksi Palpasi Perkusi Tanda Anti Patrick Thomas test Ober test L. . nyeri tekan (-). Status Psikiatri Deskripsi Umum 1. oedem (-) : nyeri ketok kostovertebra (-) : (-/-) : (-) : (-) (-).

Sikap Terhadap Pemeriksa : kurang kooperatif. Perilaku dan Aktivitas Motorik : kesan apatis 5. Kesadaran : Kuantitatif Kualitatif 4. Pembicaraan : (-) : compos mentis : tidak berubah 3. kontak mata kurang Afek dan Mood Afek : datar Mood : normal Halusinasi sulit dievaluasi Ilusi sulit dievaluasi Bentuk : sulit dievaluasi Isi Arus : sulit dievaluasi : sulit dievaluasi Gangguan Persepsi Proses Pikir Sensorium dan Kognitif Daya Konsentrasi : sulit dievaluasi Orientasi : Orang : sulit dievaluasi Waktu : sulit dievaluasi Tempat : sulit dievaluasi Daya Ingat : Jangka pendek : sulit dievaluasi Jangka panjang : sulit dievaluasi Daya Nilai Insight : Daya nilai realitas dan sosial sulit dievaluasi : sulit dievaluasi Taraf Dapat Dipercaya : sulit dievaluasi O. Status Neurologis Kesadaran Fungsi Luhur : GCS E4VxMx : afasia global 6 .2.

Lengan Pertumbuhan Tonus Reflek Fisiologis Reflek Biseps Reflek Triseps Reflek Patologis Reflek Hoffman Reflek Tromner -/-/+1/+2 +1/+2 n/n /n n/n /n n/n /n ka/ki ka/ki Tengah Lengan ( sde ) Lengan (sde) (sde) Lengan (sde) (sde) (sde) (sde) (sde) (sde) (sde) (sde) (sde) Tungkai (sde) Tungkai Tungkai Rasa Nyeri Tusukan (sde) Pengenalan 2 titik : Fungsi Motorik dan Reflek : 7 .Fungsi Vegetatif : iv line Fungsi Sensorik Rasa Ekseteroseptik Suhu Nyeri Rabaan Rasa Propioseptik Rasa Getar Rasa Posisi Rasa Nyeri Tekan Rasa Kortikal Stereognosis Barognosis : : sulit dievaluasi sulit dievaluasi sulit dievaluasi Atas Bawah Ka/ki a.

Atas Bawah Ka/ki b. reflek cahaya (+/+) : kesan parese dekstra UMN : Sde P. Reflek Kulit Reflek Dinding Perut (+/+) n/n /n Tengah ka/ki n/n /n -/-/+1/+2 +1/+2 -/-/-/-/-/ka/ki n/n /n Nervus Cranialis N III NVII NXII : pupil isokor diameter 3mm/3mm. Tungkai Pertumbuhan Tonus Klonus Lutut Kaki Reflek Fisiologis Reflek Patella Reflek Achilles Reflek Patologis Reflek Babinsky Reflek Chaddock Reflek Oppenheim Reflek Schaeffer Reflek Rosolimo c. Range of Motion (ROM) NECK 8 .

Fleksi Ekstensi Lateral bending kanan Lateral bending kiri Rotasi kanan Rotasi kiri Ekstremitas Superior Shoulder Fleksi Ekstensi Abduksi Adduksi External Rotasi Internal Rotasi Elbow Fleksi Ekstensi Pronasi Supinasi Wrist Fleksi Ekstensi Ulnar deviasi Radius deviasi Finger MCP I fleksi MCP II-IV fleksi DIP II-V fleksi PIP II-V fleksi MCP I ekstensi ROM Pasif 0-700 0-400 00 0-600 00 0-900 ROM pasif Dextra Sinistra 00 0-900 00 0-300 0 0 0-1800 00 0-400 0 0 0-450 00 0-550 00 0-800 0 0 5-00 00 0-900 0 0 900-0 00 0-900 0 0 0-700 00 0-300 00 0-200 0 0 0-500 00 0-900 0 0 0-900 00 0-1000 0 0 0-00 ROM Aktif Sde Sde Sde Sde Sde Sde ROM aktif Dextra Sinistra Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde TRUNK Fleksi Ekstensi Rotasi Ekstremitas Inferior Hip Fleksi Ekstensi Abduksi Adduksi Eksorotasi ROM aktif 0-300 100-0 0-100 ROM aktif Dextra Sinistra Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde ROM pasif 0-300 100-0 0-100 ROM Pasif Dextra 0 0 0 0 0 Sinistra 0-120 0-30 0-45 30-0 0-45 9 .

Obliquus Externus Abdominis M.Knee Ankle Endorotasi Fleksi Ekstensi Dorsofleksi Plantarfleksi Eversi Inversi Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde Sde 0 0 0 0 0 0 0 0-35 0-135 0-0 0-20 0-50 0-5 0-5 Q. Quadratus Lumbaris Dextra 5555555555555555555555 5 Fleksor Ekstensor Rotator Pelvic Elevation 2 5 5 5 5 Sinistra 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 Ekstremitas Superior Shoulder Fleksor M Deltoideus anterior M Biseps Ekstensor M Deltoideus anterior M Teres mayor Abduktor M Deltoideus M Biceps Adduktor M Lattissimus dorsi M Pectoralis mayor Internal M Lattissimus dorsi Rotasi M Pectoralis mayor Eksternal M Teres mayor Rotasi M Infra supinatus Elbow Fleksor M Biceps M Brachialis Ekstensor M Triceps Supinator M Supinator Pronator M Pronator teres Wrist Fleksor M Fleksor carpi radialis Ekstensor M Ekstensor digitorum Abduktor M Ekstensor carpi radialis Adduktor M ekstensor carpi ulnaris 10 . Sternocleidomastoideus Ekstensor TRUNK M. Manual Muscle Testing (MMT) NECK Fleksor M. Rectus Abdominis Thoracic group Lumbal group M.

M Psoas mayor M Gluteus maksimus M Gluteus medius M Adduktor longus Harmstring muscle Quadriceps femoris M Tibialis M Soleus PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium Darah Hb HCT RBC WBC AT GD GDS Ureum Kreatinin Asam urat Na K Cl Ca Prot.2 0-1.5-5.5-18. total Alb Glob Bil.29 11. Status Ambulasi Fully dependent III.5-5.4 -7.00-1.6-8.6 108 Satuan g/dl % 106/µl 103/µl 103/µl mg/dL mg/dL mg/dL mg/dl mmol/ L mmol/ L mmol/ L mmol/ L g/dl g/dl g/dl mg/dl mg/dl Rujukan 13.3 3.2 33.6 140 3.1 98-106 1.0 136-146 3.10 0-0.6-6.0 0.25 11 . Tot Bil.4 4.2 251 A 96 47 0.2 4.Finger Fleksor Ekstensor M Fleksor digitorum M Ekstensor digitorum 55Dextra 55555555- 5 5 Sinistra 5 5 5 5 5 5 5 5 Ekstremitas inferior Hip Fleksor Ekstensor Abduktor Adduktor Knee Fleksor Ekstensor Ankle Fleksor Ekstensor R. A. Direk 31/10/2010 12.6-5.0 40-54 4.7 3.7-1.20 6.5-11 150-440 80-140 10-50 0.

• PENATALAKSANAAN Terapi Medikamentosa : 1. C. ASSESSMENT Klinis Topis IV. Bed rest total 12 . 2. Ocupasi Terapi 4. Foto Thorak Kesan :cardiomegali dengan aortosklerosis I.B. Speech Terapi 3. Sosiomedik 5. Fisioterapi :  Penderita sulit berbicara  Penderita sulit menggerakkan lengan dan tungkai kanannya.afasia global : Capsula interna dextra Etiologis : Stroke non hemorragik DAFTAR MASALAH Masalah Medis : Stroke non hemorragik Hipertensi stage II • Problem Rehabilitasi Medik 1. Ortesa-protesa 6. Foto CT Scan tanggal 31 Oktober 2010 Tampak area hipodens (infark) pada area temporal. Psikologi : Gangguan dalam artikulasi : Gangguan dalam melakukan aktivitas fisik : Memerlukan bantuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari : Keterbatasan saat ambulasi : Beban pikiran karena kesulitan melakukan aktivitas sehari –hari V. Brain atrofi (+) pada area temporal. : lateralisasi dekstra.

Awal terapi wicara. Terapkan modifikasi diet.2. tonus dan kekuatan otot. hindari bantal Hindari pengaturan posisi pada anggota gerak yang terkena. Infus RL 20 tpm 4. Kurangi tekanan pada daerah yang sering tertekan seperti daerah lulut dan sakral. Catat fungsi buang air besar dan berkemih Identifikasi defisit komunikasi. donat. Injeksi Piracetam 3 gr/12 jam 5. Menjuntai keluar dari tempat tidur. paralel. setiap hari oleh TW/OT/ PT atau perawat. Simvastatin 1x I tab 8. Catat refleks. Kirim ke bagian TW/PT/ OT dengan kursi Hari 3-5 (Ke Bagian Terapi) 13 . Diet Stroke 3. Evaluasi dasar oleh TW/PT/ OT Evaluasi potensi bicara. Dulcolax 1x I tab supp • Rehabilitasi Medik: Hari 1-3 (di sisi tempat tidur) roda. Duduk di kursi. Aspilet 2 x I tab 7. berjalan pada papan Gunakan bantalan kursi roda. Nilai situasi sosial. PROM dan AAROM. Injeksi Ranitidin amp/12 jam 6.

Angkat kateter indwelling.- Berikan sling jika terjadi subluksasi bahu. Masuk ke unit rehabilitasi akut. Belajar mandiri pada tingkat kursi roda. Aktivitas sebelum berjalan. mulai berkemih dengan waktu yang teratur. Pengajaran tentang obat-obat sendiri. Menelan yang dilakukan melalui terapi diet/ Terapi berbicara (komunikasi) Aktivitas berpindah (dari kursi roda ke kasur. kursi roda. Anggota keluarga/ pengasuh belajar program 2-3 minggu (Rehabilitasi pasien rawat inap akut) Latihan psikologi. Hari 7-10 (Rehabilitasi Pasien Rawat Inap Akut) berpakaian. bicara. 3-6 minggu (Penghentian rehabilitasi akut) rumahan. Peningkatan terapi komunikasi Peningkatan gaya berjalan : alat bantu/ AFO. Evaluasi rumah terapeutik. berdandan. dari kursi roda ke tempat tidur). Konferensi keluarga/ tim mengenai prognosis dan rencana penghentian rehabilitasi akut. Mandiri komunikasi yang baik Mandiri dalam mobilitas dan berpindah ke dalam berpakaian. Latihan ADL perawatan pagi hari dan 14 . Peningkatan dari berkemih di pispot menjadi berkemih di kamar kecil.

Monitoring tekanan darah dan jantung VII. VI. Kebutuhan komunikasi diperhatikan.Edukasi untuk home exercise dan ketaatan untuk melakukan terapi Planning Monitoring : . lebih lanjut. jalan. PLANNING Planning Diagnostik : Planning Terapi Planning Edukasi : - Evaluasi lengkap kamar mandi dan dapur. wicara. 1. ROM dan MMT . Lakukan tindak lanjut dengan dokter lain. TUJUAN Membantu mengengembalikan fungsi berbicara Mengurangi atau menghilangkan rasa lemah pada separuh badan sebelah kanan 15 .Penjelasan penyakit dan komplikasi yang bisa terjadi . Nilai perlunya konseling pasien/ keluarga : .Penjelasan tujuan pemeriksaan dan tindakan yang dilakukan . Peningkatan diet. Tinjaulah kemampuan fungsi komusikasi Bahas masalah keselamatan diri 10-12 minggu (Tindak lanjut poliklinik rawat jalan) Perbaharui/ sesuaikan perintah terapi rawat Perbaharui medikasi. sesuai indikasi.Evaluasi hasil terapi. 2.(komunikasi).

Mengembalikan penderita pada tingkat aktivitas Membantu pemulihan penderita sehingga mampu mandiri dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari. PROGNOSIS Ad vitam Ad sanam Ad fungsionam : baik : dubia : dubia 16 . normalnya 4.3. VIII.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->