Anda di halaman 1dari 9

Modul I A.

Hakikat, Fungsi , dan tujuan PKn di SD


1. Mata pelajaran PKn di SD menurut Standar isi 2006, merupakan perkembangan terbarudari mata pelajaran yang sama dalam label yang berbeda sejak kurikulum SD 1968. 2. Dalam kurikulum SD 1968 terdapat mata pelajaran Pendidikan Kewargaan Negara (PKN) yang didalamnya mencakup materi geografis dan sejarah Indonesia serta Civics atau kewargaan Negara. 3. Dalam kurikulum SD 1975 dan kurikulum SD 1984 mata pelajaran PKN tersebut namanya berubah menjadi Pendidikan Moral Pancasila (PMP). 4. Menurut kurikulum Dikdas 1994 mata pelajaran itu diberi label Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Kemudian di pakai singkatan PPKn). Isi mata pelajaran ini pada dasarnya mencakup konsep dan nilai pancasila sebagai materi yang harus dipahami, dihayati dan diwujudkan dalam kehidupan sehari hari sesuai usia dan lingkungannya. 5. Konsep Kewargaan Negara yang semula secara khusus membahas masalah hak dan kewajiban warga Negara, dan konsep kewarganegaraan yang semula secara khusus membahas masalah status politik warga negara, setelah berkembang menjadi konsep kewarganegaraan dalam arti luas yang mencakup baik mengenai hak dan kewajiban maupun status warga negara. Kedua konsep tersebut kini digunakan untuk kedua-duanya dengan istilah kewaganegaraan yang secara konseptual diadopsi dari konsep citizenship, yang secara umum diartikan sebagai hal-hal yang terkait pada status hukum (Legal Standing) dan karakter warga Negara. 6. Tujuan dan isi PPKn SD 1994 berkenaan dengan konsep nilai, moral dan norma yang terkandung dalam pancasila dan UUD 45 serta penjabarannya dalam sumber hokum dibawah UUD 45. Untuk tingkat sekolah dasar, kurikulum PPKn SD 1994 menjabarkan Konsep, nilai, moral dan norma Pancasila dan UUD 45 itu secara berjenjang berkelanjutan semakin meluas mulai kelas I sampai dengan kelas VI. 7. Patut di garis bawahi isi pasal 3 undang undang Sisdiknas 20/2003 yang menyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 8. Pasal 6 ayat ( 1 ) No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan bahwa Kurikulum SD/MI/SDLB/Paket A, SMP/MTs/SMPLB/Paket B, SMA/MA/SMALB/Paket C, SMK/MAK, atau bentuk lain yang sederajat terdiri dari : a. Kelompok mata pelajaran keimanan, ketakwaan, akhlak mulia; b. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; c. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; d. Kelompok mata pelajaran estetika; e. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan; 9. Pentingnya peran PKn dalam proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sepanjang hayat, melalui pemberian keteladanan, pembangunan kemauan, dan pengembangan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran maka melalui PKn sekolah perlu di kembangkan sebagai pusat pengembangan wawasan, sikap, dan keterampilan hidup dan kehidupan yang demokratis untuk membangun kehidupan demokrasi. 10. Pendidikan persekolahan seyogianyan dikembangkan sebagai wahana sisoal Kultural untuk membangun kehidupan yang demokratis. Dengan cara itu akan memungkinkan siswa dapat belajar demokrasi dalam situasi yang demokratis dan membangun kehidupan yang lebih demokratis.

Modul II B. Ruang Lingkup PKn di SD


1. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga Negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil dan berkarakter yang diamanatkan oleh pancasila dan UUD 1945. 2. Secara umum PKn di SD bertujuan untuk mengembangkan kemampuan (1) berfikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan; (2) berprestasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta antikorupsi: (3) berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa bangsa lainnya; (4) berinteraksi dengan bangsa bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. 3. Struktur kurikulum MI/SD meliputi substansi pembelajaran yang di tempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun dimulai dari kelas satu sampai kelas V1.Struktur kurikulum SD/MI disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran. 4. Muatan materi tentang persatuan dan kesatuan bangsa,meliputi: hidup rukun dalam perbedaan, cinta lingkungan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia,sumpah pemuda , keutuhan Negara Kesatuan Repoblik Indonesia, patisipasi dalam pembelaan Negara sikap positif terhadap Negara Kesatuan Repoblik Indonesia,Keterbukaan dan jaminan kehidupan. 5. Muatan materi tentang Norma, hukum dan peraturan,meliputi: Tertip dalam kehidupan keluarga, tata tertip di sekolah, Norma yang berlaku di masyarakat, peraturan peraturan daerah, Norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,sisitim hokum dan peradilan nasional hokum dan peradilan internasional. 6. Muatan materi tentang Hak asasi manusia meliputi: hak dan kewajiban anak, hak dan kewajiban anggota masyarakat,instrument nasional dan internasional HAM, pemajuan, penghormatan dan perlindungan HAM. 7. Muatan materi tentang kebutuhan warga Negara meliputi: Hidup gotong royong,harga diri sebagai warga masyarakat, kebebasan berorganisasai, kemerdekaan mengeluarkan pendapat, Menghargai keputusan bersama, prestasi diri, kedudukan warga Negara. 8. Muatan materi tentang konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama, konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia, hubungan dasar Negara dengan konstitusi. 9. Muatan materi tentang kekuasaan dan politik meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan, pemerintahan daerah dan otonomi,pemerintah pusat, demokrasi dan system politik, budaya politik, budaya demokrasi menuju masyarakat madani, system pemerintahan, pers dalam masyarakat demokrasi. 10. Muatan materi tentang pancasila meliputi: kedudukan pancasila sebagai dasar Negara dan ideologi Negara, proses perumusan pancasila sebagai dasar Negara, pengalaman nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari, pancasila sebagai ideolog terbuk. 11. Muatan materi tentang globalisasi meliputi: globalisasi di lingkungannya politik luar negeri Indonesia di era globalisasi, Dampak globalisasi, Hubungan intrernasional dan organisasi internasional, dan mengevaluasi globalisasi.

MODUL III Keterkaitan Pendidikan Kewarganegaraan dengan IPS dan Mata pelajaran lain
Pemberlakuan kurikulum pendidikan dasar tahun 2006 secara bertahap dan pemberlakuan kurikulum D-II PGSD yang baru diberlakukan pada tahun akademik 1995 menuntut adanya pemahaman tentang kurikulum tersebut bagi keberhasilan pelaksanaanya. Hakikat dan karasteristik pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk memperoleh persepsi yang sama tentang bidang studi tersebut agar pelaksanaannya oleh guru SD dapat berjalan dengan baik. Disamping itu, secara spesifik pendidikan kewarganegaraan juga sebagai pendidikan politik juga berfungsi sebagai pendidikan politik, pendidikan kewarganegaraan, pendidikan hukum dan kemasyarakatan. Pendidikan kewarganegaraan merupakan whana untuk mengembangkan dan melastarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia yang diwujudkan dalam bentuk prilaku dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Sebagai bagian dari kurikulum SI-PGSD, bidang studi pendidikan kewarganegaraan juga sebagai mata pelajaran SD.

MODUL IV Konsep serta prinsip kepribadian Nasional, semangat kebangsaan, Cinta tanah air, dan bela Negara.
Bangsa sebagai bangsa dan tanah air indonesi serta memiliki kepribadian nasional mengandung makna kita berbesar hati, berbahagia, dan puas secara mendalam sebagai bangsa Indonesia yang dijiwai oleh sila-sila pancasila, diantaranya berikut ini : 1. 2. 3. 4. Kebanggaan bangsa Indonesia karena memiliki Pancasila. Memiliki kepribadian yang khas, yaitu kepribadian nasional. Kebangaan akan adanya sumpah pemuda. Bangsa atas kebudayaan dan peradaban nenek moyang yang sudah mempunyai kebudayaan yang tinggi dan luhur. 5. Bangga karena memiliki keanekaragaman suku bangsa bahsa, agama, yang menjadfi kekayaan nasional. 6. Bangga memiliki identitas bangsa dan Negara yaitu lagu kebangsaan Indonesia Raya, burung garuda sebagai lambang Negara, dan sang merah putih sebagai bendera Negara. Sebagai bangsa yang dinamik, bangsa Indonesia sudah sepantanya memiliki kebanggaan tersendiri terhadap berbagai keberhasilan yang pernah dicapai Indonesia sejak dahulu hingga kini beberapa hal yang perlu dibanggakan itu adalah sebagai berikut : 1. Bangsa Indonesia mampu menyatukan penduduk yang memiliki keanekaragaman. 2. Bangsa, suku bangsa, budaya, agama, dan adat istiadat. 3. Bangsa Indonesia memiliki idiologi, dan bahasa nasional yang satu, yaitu pancasila dan bahasa Indonesia. 4. Bangsa Indonesia memiliki sistim politik yang satu, yakni sistim politik yang berdasarkan undang-undang Dasar 1945, dengan menekankan pada sistim politik demokrasi pancasila.

Negara dan bangsa adalah sekelompok manusia yang memiliki cita-cita bersama, memiliki sejarah hidup bersama, memiliki adat, budaya, dan kebiasaan yang sama,menempati suatu wilayah tertentu, terorganisasi,serta pemerintah yang berdaulat. Factor factor penting bagi pembentukan bangsa Indonesia, antara lain persamaanasal keturunan bangsa, persamaan pola kebudayaan, persamaan tempat tinggal, persamaan nasib kesejahteraannya dan persamaan cita cita. Paham paham yang bertentangan chauvinisme,ekstremisme, dan kedaerahan. dengan nasionalisme, yaitu sukuisme,

Nilai nilai yang terkandung dalam semangat 45 sebagai perwujudan keikhlasan adalah semangat menentang dominasi asing dalam segala bentuknya, terutama penjajahan dalam satu bangsa terhadap bangsa lain; semangat pengorbanan, seperti pengorbanan harta benda dan jiwa raga; semangat tahan derita dan tahan uji; semangat kepahlawanan; semangat persatuan dan kesatuan; dan percaya pada diri sendiri. Sikap dan perilaku yang merugikan nilai-nilai nasionalisme antara lain sebagai berikut ini. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kemiskinan,kesenjangan sosia, dan keterbelakangan. Korupsi, kolusi, nepotisme, pencemaran lingkungan hidup dan dekadensi moral. Apatisme, ketidak pedulain sosial, dan ketergantungan. Kemerosotan nilai upacara, nilai seni, dan kemerosotan sejarah. Kemerosotan kebajikan dan kemerosotan kesusilaan yang beradab. Kemerosotan kehormatan terhadap orang tua, persaudaraan, kesetiaan, dan kenakalan remaja. 7. Kecenderungan meniru budaya asing yang mementingkan unsure keduniawian dan pergaulan bebas. 8. Kurang percaya terhadap ketegasan peraturan dan peradilan hokum yang berlaku. Cinta tanah air dan bangsa merupakan suatu sikap batin yang dilandasi oleh ketulusan dan keikhlasan yang diwujudkan dalam perbuatan demi kejayaan tanah air dan kebahagian bangsa. Cinta pada tanah air adalah cinta pada negeri tempat seorang memperoleh penghidupan dan mengalami kehidupan dari semenjak lahir sampai akhir hidupnya, serta senantiasa berusaha agar negerinya tersebut tetap aman sentosa dan sejahtera. Warga Negara dalam upaya bela Negara diwujudkan dalam keikut sertaannya pada segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan Negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan ganguan terhadap keutuhan bangsa dan Negara. Upaya bela Negara adalah sikap dan prilaku warga Negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan RI yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara. Partisipasi warga masyarakat dalam menjaga lingkungannya antara lain melalui kegiatan sistim keamanan lingkungan (Siskamling) ikut serta menanggulangi akibat bencana alam, ikut serta mengatasi kerusuhan masal, dan konflik komunal.

MODUL V

KOnsep Hak Asasi Manusia (HAM) Dalam Undang Undang Dasar 1945
Isu mengenai pelaksanaan HAM disuatu Negara akan menjadi sorotan Negara lain. Tidak jarang dalam memeberikan bantuan suatu Negara mengaitkan dengan pelaksanaan HAM dinegara yang bersangkutan. Deklarasi Universal HAM ( Universal Declarasion of Human Right) yang dicetuskan pada tanggal 10 Desember 1948 telah merumuskan pengertian HAM, yaitu merupakan pengakuan akan martabat dan harkat manusia yang menyatu dalam diri setiap manusia yang meliputi kebebasan, keadilan dan perdamain dunia. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, khusus dalam Pasal 1 ayat (1) menyatakan HAM dalah seperangkat Hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugrahnya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan dan perlindungan harkat dan martabat manusia. Ada 3 hak dasar yang tidak boleh diganggu, yaitu hak hidup, hak kemerdekaan, dan untuk mendapatkan kebahagian. Ketiga hak tersebut merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha ESa. Konsep HAM mengandung lima cirri, yaitu kodrat; Hakiki Universal ; tidak membeda bedakan manusia yang satu dengan yang lainnya dan tidak dapat di cabut. Sedangkan nilai utama yang terkandung dalam HAM adalah: Kebebasan / Kemerdekaan; Kemanusiaan / Perdamaian; dan Keadilan / Kesederajatan / Persamaan. HAM Dalam Undang Undang Dasar 1945 Adapun rumusan lengkapnya bunyi pasal dan ayat yang mengandung muatan HAM adalah sebagai berikut Pasal 27 UUd 1945. 1. Segala warga Negara besamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan dan wajib menunjung hukum dan pemrintahan itu dengan tidak kecualinya. 2. Tiap tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. 3. Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara. Pasal 28 UUD 1945 Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang undang. Pasal 28 A UUD 1945 Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Pasal 28 B UUD 1945 1. Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan malalui pernikahan yang sah. 2. Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Pasal 28 C UUD 1945 1. Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. 2. Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya.

Pasal 28 D UUD 1945 1. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum. 2. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. 3. Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. 4. Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. Pasal 28 E UUD 1945 1. Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memiliki pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal diwilayah negara dan meninggalkannya serta berhak kembali. 2. Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. 3. Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Pasal 28 F UUD 1945 Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengelola, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Pasal 28 G UUD 1945 1. Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda di bawah kekuasannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dan ancaman ketakutan untuk berbuat dan tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. 2. Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dan Negara lain. Pasal 28 H UUD 1945 1. Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan bathin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. 2. Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. 3. Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. 4. Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh di ambil alih secara sewenang wenang oleh siapapun. Pasal 28 I UUD 1945 1. Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk di akui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak di tuntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah HAM yang tidak dapat di kurangi dalam keadaan apapun. 2. Setiap orang berhak bebas dan perlakuan yang bersifat diskriminasi atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. 3. Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional di hormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. 4. Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan HAM adalah tanggung jawab Negara, terutama pemerintah. 5. Untuk menegakkan dan melindungi HAM sesuai dengan prinsip Negara hukum yang demokratis maka pelaksanaan HAM di jamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundang undangan.

Pasal 28 J UUD 1945 1. Setiap orang wajib menghormati HAM orang lain dalam tertib kehidupan bermasyaraka, berbangsa, dan bernegara. 2. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang undang dengan maksdu semata mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai nilai agama, keamanan dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. Pasal 29 UUD 1945 1. Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. 2. Negara menjamin kemerdekaan tiap tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Pasal 30 UUD 1945 1. Tiap tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara. 2. Usaha pertahanan dan keamanan Negara dilaksanakan melalui sistim pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. 3. Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara sebagai alat Negara bertugas mempertahankan, melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum. 4. Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat Negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum. 5. Susunan dan kedudukan Tentara Nasioanl, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hubungan kewenangan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia didalam menjalankan tugasnya, syarat syarat keikutsertaan warga Negara dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara, serta hal hal yang terkait dengan pertahanan dan keamanan diatur dengan undang undang. Pasal 31 UUD 1945 1. Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan. 2. Setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. 3. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang di atur dalam undang undang. 4. Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang kurangnya 20 % dari anggaran pendapatan dan belanja Negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. 5. Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai nilai agaman dan persatuan bangsa untuk kemajaun peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Pasal 32 UUD 1945 1. Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai nilai budanya. 2. Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaana budaya nasional.

Pasal 33 UUD 1945 1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. 2. Cabang cabang produksi yang penting bagi Negara yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara. 3. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar besarnya kemakmuran rakyat. 4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. 5. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan dan pasal ini diatur dalam undang undang ini. Pasal 34 UUD 1945 1. Fakir miskin dan anak anak yang terlantar dipelihara oleh Negara. 2. Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. 3. Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan Kesehatan dan fasilitas pelayan umum yang layak. 4. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini di atur dalam undang undang.

MODUL VI Konsep Penegakkan Hukum Di Indonesia


Hukum adalah himpunan perturan peraturan hidup yang bersifat memaksa, berisikan suatu perintah, larangan atau izin untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu serta dengan maksud untuk mengatur tata tertib dalam kehidupan masyarakat. dengan peraturan hidup dimaksudkan baik peraturan peraturan yang tertulis dalam peraturan peraturan perundangan, maupun yang tidak tertulis (peraturan kebiasaan) . Hukum dalah peraturan peraturan hidup = peraturan peraturan yang mengadakan tata tertib dalam pergaulan hidup manusia dalam masyarakat sehari hari. Jadi berbicara tentang hukum sesungguhnya sama saja dengan berbicara tentang kehidupan manusia manusia dalam masyarakat dilihat/disorot dari sudut tertentu, yaitu sebagai kehidupan yang tata tertib. Golongan hukum menurut beberapa asa pembagian, sebagai berikut :