Anda di halaman 1dari 3

No

Jenis Biokatalis

Aplikasi Industri Industri Makanan : Tempe Tempe adalah produk fermentasi kedelai dengan menggunakan jamur Rhizopus orizae. Pada substrat kedelai, jamur selain berfungsi mengikat biji kedelai sehingga menjadi satu kesatuan produk yang kompak juga menghasilkan berbagai enzim yang dapat meningkatkan nilai cerna tempe saat dikonsumsi Industri Makanan : Nata de Coco Nata de coco adalah produk fermentasi gula menjadi selulosa dengan menggunakan Acetobacter xylinum. Mikroba ini dapat merubah gula menjadi selulosa. Jalinan selulosa inilah yang membuat Nata terlihat putih Industri Makanan: Penyedap rasa (Food Additive) Monosodium glutamate (MSG) diproduksi dari fermentasi tetes tebu, hidrolisat pati, dan gula sebagai bahan dasar. Mikroorganisme yang digunakan dalam proses fermentasi ini adalah Corynebacterium glutamicum. Industri Pertanian : Pestisida Mikroba Mikroorganisme ini menyebabkan penyakit pada serangga dan tidak dapat menimbulkan gangguan hewan lainnya. Jenis mikroba ini harus spesifik artinya harus menyerang serangga yang menjadi sasaran dan tidak pada jenis jenis lainnya Industri Pharmacheuticals : Antibiotik Streptococcus griceus merupakan

Warna Pelangi Bioteknologi

Rhizopus orizae

Tidak Berwarna

Acetobacter xylinum

Tidak Berwarna

Corynebacterium glutamicum

Tidak Berwarna

Bacillus thuringiensis

Hijau

Streptococcus griceus

Merah

salah satu awal kesuksesan pada zaman itu. Antibiotic Streptomisin dihasilkan oleh bakteri Streptococcus griceus yang dapat membunuh bakteri pathogen yang tahan terhadap penisilin atau sepalosporin Industri Energi : Pembuatan Bioetanol Singkong diolah menjadi bioetanol sebagai pengganti premium. Singkong adalah sumber pati yang merupakan senyawa karbohidrat kompleks. Sebelum di fermentasi, pati diubah menjadi glukosa dan untuk mengurai pati perlu bantuan cendawan Aspergillus sp Industri jasa: Bioremediasi Pseudomonas Sp merupakan bakteri hidrokarbonoklastik yang mampu mendegradasi berbagai jenis hidrokarbon. Keberhasilan penggunaan bakteri Pseudomonas dalam upaya bioremediasi lingkungan akibat pencemaran hidrokarbon membutuhkan pemahaman tentang mekanisme interaksi antara bakteri Pseudomonas sp dengan senyawa hidrokarbon. Bioremediasi merupakan penggunaan mikroorganisme untuk mengurangi polutan di lingkungan. Saat bioremediasi terjadi, enzimenzim yang diproduksi oleh mikroorganisme memodifikasi polutan beracun dengan mengubah struktur kimia polutan tersebut, sebuah peristiwa yang disebut biotransformasi. Pada banyak kasus, biotransformasi berujung pada biodegradasi, dimana polutan beracun terdegradasi, strukturnya menjadi tidak kompleks, dan akhirnya menjadi metabolit yang tidak berbahaya dan tidak beracun. Industri bahan kimia : Deterjen Enzim ini menghilangkan noda

Aspergilus sp

Putih

Pseudomonas sp

Abu-abu

Enzim Protease

Putih

protein seperti rumput, darah, telur dan keringat manusia. Protease menghidrolisis protein dan memecah nya menjadi polipeptida yang yang mudah larut atau asam amino. Protein ini dapat menghilangkan noda membandel dengan menggunakan kombinasi kemampuannya sebagai surfaktan dan enzim. Industri Makanan: vitamin B12 Proses fermentasi vitamin B12 menggunakan strain-strain propionibacterium yang secara umum dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama : secara anaerob selama dua hari dan menghasilkan 5 deosiedenosilkobinamin sebagai produk utama. Tahap kedua: secara aerob terbentuk koenzim B.

Propionibacterium shermanii

Tidak Berwarna

Industri Makanan: yoghurt 10 Streptococcus thermophillus Yoghurt merupakan produk fermentasi dari susu dengan menggunakan bakteri Streptococcus thermophillus Tidak Berwarna