Anda di halaman 1dari 38

5

,
0

1
,
0


4
.
6
3
3

6
,
0
0

PERHITUNGAN KONSTRUKSI BAJA II
(GABLE)
A. Data Perhitungan





















Ketentuan ketentuan :
1. Tipe konstruksi : Portal Gable
2. Bahan penutup atap : Seng gelombang
3. Jarak antar portal : 12 meter
4. Bentang kuda kuda : 20 meter
5. Jarak gording : 1,839 m
6. Tinggi kolom (H) : 6 m
7. Kemiringan atap : 25
o

8. Beban angin : 65 kg/m
2

9. Beban berguna (P) : 100 kg
10. Alat sambung : Baut dan Las
11. Baja profil : C-26
12. Modulus elastisitas baja : 2.10
5
Mpa = 2. 10
6
kg/cm
2

13. Tegangan ijin baja : 1600 kg/cm
2

14. Berat penutup atap : 10 kg/m
2

15. Kapasitas Cranegirder : 15 ton

A
B

E
D
C
F
25
o

20
10
10
1,0

B. Perhitungan Gording












1. Menghitung Panjang Balok
Diketahui panjang bentang (L) = 20 m
- Jarak C D
Cos 25
0
= x / r
r = x / cos 25
0
r = 10 m / cos 25
0
r = 11,033779 ~ 11,034 m


- Jarak D F
Tan 25
0
= y / x
y = tan 25
0
* x
y = tan 25
0
* 10 m
y = 4,633 m

- Jarak gording sebenarnya :
11,034 / 6 = 1,839 m

2. Perhitungan Dimensi Gording
Untuk dimensi gording, dicoba dengan menggunakan profil Baja Kanal C-26
dengan data-data sebagai berikut :
A =
lx = 4820 cm
4
ly = 317 cm
4

q = 37,9 kg/m
Wx = 371 cm
3

Wy = 47,7 cm
3




sb y
sb x
r
y
C F
D
x = L
Pembebanan pada Gording :
a. Beban Mati atau Dead Load
- Berat gording = 37,9 kg/m
- Berat penutup atap = (1,839 m * 10 kg/m
2
) = 18,39 kg/m
- Berat sambungan = 10% * berat gording
= 10% * 37,9 kg/m = 3,79 kg/m
Eq = 37,9 kg/m + 18,39 kg/m + 3,79 kg/m = 60,08 kg/m

Dengan jarak kuda kuda 12 meter dan kemiringan sudut 25
o



Gambar gaya kerja pada gording

Gording ditempatkan tegak lurus pada bidang penutup atap dan beban
mati Px bekerja vertikal, P diuraikan pada sumbu X dan sumbu Y, sehingga
diperoleh :

qx = q sin o = 60,08 kg/m * sin 25
0
= 25,39 kg/m
qy = q cos o = 60,08 kg/m * cos 25
0
= 54,45 kg/m

Gording diletakkan di atas beberapa tumpuan (kuda-kuda), sehingga
merupakan balok menerus di atas beberapa tumpuan dengan reduksi momen
lentur maksimum adalah 80 %.



Gambar gaya kerja pada beban hidup atau beban berguna


Sehingga rumus dalam menghitung momen yaitu :
M = 1/8*q*(l)
2
*80%

Namun karena jarak antar portal yang terlalu panjang, maka menggunakan
bantuan trakstang sebanyak satu buah, sehingga rumus momen berubah
menjadi :
M = 1/8*q*(l/2)
2
*80% perhitungan momen pada arah X

Momen maksimum akibat beban mati :
Mx = 1/8 qx (l/2)
2
80%
= 1/8*25,39 kg/m*(12/2)
2
*80%
= 91,404 kgm
My = 1/8 qy (l)
2
80%
= 1/8*54,45 kg/m*(12)
2
*80%
= 784,08 kgm


b. Beban Hidup atau Live Load



Gambar gaya kerja pada beban hidup atau beban berguna

Beban berguna atau beban hidup adalah beban terpusat yang bekerja di
tengah-tengah bentang gording, beban ini diperhitungkan jika ada orang yang
bekerja di atas gording. Besarnya beban hidup diambil dari PPURG 1987, P =
100 kg
Px = P sin o
= 100 kg * sin 25
0
= 42,26 kg
Py = P cos o
= 100 kg * cos 25
0
= 90,63 kg

Momen yang timbul akibat beban terpusat dianggap Continous Beam



Gambar momen akibat beban berguna

Momen maksimum akibat beban hidup :
Mx
2
= ( Px (l/2) ) 80%
= ( * 42,26 kg * (12/2) m ) 80%
= 50,712 kgm
My
2
= ( Py l ) 80%
= ( * 90,63 kg * 12 m ) 80%
= 217,512 kgm

c. Beban Angin
Beban angin diperhitungkan dengan menganggap adanya tekanan positif
(tiup) dan tekanan negatif (hisap), yang bekerja tegak lurus pada bidang atap.
Menurut PPURG 1987, tekanan tiup harus diambil minimal 25 kg/m
2
. Dalam
perencanaan ini, besarnya tekanan angin (w) diambil sebesar 65 kg/m
2
.



Gambar gaya kerja pada beban angin

Ketentuan :
Koefisien angin tekan (c) = ( 0,02*o - 0,4 )
Koefisien angin hisap (c) = ( - 0,4 )
Beban angin kiri (W
1
) = 65 kg/m
2

Beban angin kanan (W
2
) = 65 kg/m
2

Kemiringan atap (o ) = 25
0

Jarak gording = 1,839 m

Koefisien angin :
Angin tekan (c) = ( 0,02*o - 0,4 )
= ( 0,02 * 25
0
0,4 )
= 0,1
Angin hisap (c) = - 0,4
Angin tekan (Wt) = c * W
1
* jarak gording
= 0,1 * 65 kg/m
2
* 1,839 m
= 11,9535 kg/m
Angin hisap (Wh) = c * W
1
* jarak gording
= - 0,4 * 65 kg/m
2
* 1,839 m
= - 47,814 kg/m

Momen maksium akibat beban angin :
Dalam pehitungan diambil harga w (tekan terbesar)
Wmax = 11,9535 kg/m
Wx = 0 ; karena arah beban angin tegak lurus sumbu batang balok.
Jadi, momen akibat bebang angin adalah :
Akibat Wx = 0
Mx
3
= 1/8 Wx (l/2)
2
80%
= 1/8 * 0 * (12/2)
2
* 80%
= 0 kgm

Akibat Wy = 11, 9535 kg/m
My
3
= 1/8 Wy l
2
80%
= 1/8 * 11, 9535 kg/m * (12)
2
* 80%
= 172,1304 kgm

d. Beban Air Hujan
Perhitungan beban air hujan :
q
air
= 40 (0,8*o) * jarak gording
= 40 (0,8*25
0
) * 1,839 m
= 34,48 kg/m
Sehingga,
qrx = q
air
sin 25
0

= 34,48 kg/m * sin 25
0
= 14,57 kg/m
qry = q
air
cos 25
0
= 34,48 kg/m * cos 25
0

= 31,25 kg/m

Momen akibat beban air hujan :
Mx
4
= 1/8 qrx cos o (l/2)
2
80%
= 1/8 * 14,57 kg/m * cos 25
0
* (12/2)
2
* 80%
= 47,537 kgm
My
4
= 1/8 qry sin o (l)
2
80%
= 1/8 * 31,25 kg/m * sin 25
0
* (12)
2
* 80%
= 190,178 kgm


Tabel perhitungan momen :

P dan M
Atap +
Gording
(Beban Mati)
Beban Orang
(Beban
Hidup)
Angin Air Hujan
P 60,08 kg/m 100 kg/m 11,9535 kg/m 34,48 kg/m
Px 25,39 kg/m 42,26 kg 0 14,57 kg/m
Py 54,45 kg/m 90,63 kg 11, 9535 kg/m 31,25 kg/m
Mx 91,404 kgm 50,712 kgm 0 47,537 kgm
My 784,08 kgm 217,512 kgm 172,1304 kgm 190,178 kgm

e. Kombinasi Pembebanan
- Kombinasi I
M = M beban mati + M beban hidup
Mx = Mx
1
+ Mx
2

= 91,404 kgm + 50,712 kgm
= 142,116 kgm = 14211,6 kgcm
My = My
1
+ My
2

= 784,08 kgm + 217,512 kgm
= 1001,592 kgm = 100159,2 kgcm

- Kombinasi II
M = M beban mati + M beban hidup + M beban angin
Mx = Mx
1
+ Mx
2
+ Mx
3
= 91,4044kgm + 50,712 kgm + 0
= 142,116 kgm = 14211,6 kgcm
My = My
1
+ My
2
+ My
3

= 784,08 kgm + 217,512 kgm + 172,1304 kgm
= 1173,7224 kgm = 117372,24 kgcm

- Kombinasi III
M = M beban mati + M beban hidup + M beban angin + M air
hujan
Mx = Mx
1
+ Mx
2
+ Mx
3
+ Mx
4
= 91,404 kgm + 50,712 kgm + 0 + 47,537 kgm
= 189,653 kgm = 18965,3 kgcm
My = My
1
+ My
2
+ My
3
+ My
4

= 784,08 + 217,512 + 172,1304 + 190,178
= 1363,9004 kgm = 136360,04 kgcm

f. Kontrol tegangan
- Akibat beban mati + beban hidup

... OK!

- Akibat beban mati + beban hidup + beban angin

... OK!

- Akibat beban mati + beban hidup + beban angin + beban air hujan

... OK!

g. Kontrol lendutan
Diketahui :
E = 2,1*10
6
kg/cm
2

l = 12 m = 1200 cm
lx = 4820 cm
4
ly = 317 cm
4

Syarat lendutan yang diizinkan akibat berat sendiri dan muatan hidup adalah :
f = 1/250*( l ) = 1/250 * 1200 = 4,8 cm

- Kontrol terhadap beban atap dan beban gording
qx = 25,39 kg/m = 25,39 * 10
-2
kg/m
2

qy = 54,45 kg/m = 54,45 * 10
-2
kg/m
2


Fx
1
=
()


Fx
1
=

)

Fx
1
= 0,6436

Fy
1
=
()


Fy
1
=
(

)

Fy
1
= 1,45

- Kontrol terhadap beban berguna
Px = 42,26 kg
Py = 90,63 kg

Fx
2
=
()


Fx
2
=
()

)

Fx
2
= 0,183

Fy
2
=
()


Fy
2
=
()

)

Fy
2
= 0,19348

- Kontrol terhadap beban angin
Wx = 0 kg/m
Wy = 11, 9535 kg/m = 11, 9535 * 10
-2
kg/cm

Fx
3
=
()


Fx
3
=
(

)

Fx
3
= 0

Fy
3
=
()


Fy
3
=
(

)

Fy
3
= 0,1914

- Kontrol terhadap beban air hujan
qrx = 14,57 kg/m = 14,57 * 10
-2
kg/cm
qry = 31,25 kg/m = 31,25 * 10
-2
kg/cm
Fx
4
=
()


Fx
4
=
(

)(

)

Fx
4
= 0,2365

Fy
4
=
()


Fy
4
=
(

)

Fy
4
= 0,5

Jadi, pelenturan adalah sebagai berikut :
Fx
total
= Fx
1
+ Fx
2
+ Fx
3
+ Fx
4

= 0,6436 + 0,19348 + 0 + 0,2365
= 1,0735

Fy
total
= Fy
1
+ Fy
2
+ Fy
3
+ Fy
4

= 1,45 + 0,19348 + 0,1914 + 0,5
= 2,335


......... OK!


3. Perhitungan Batang Tarik (Trackstang)
Batang tarik atau trackstang berfungsi untuk mengurangi lendutan gording
pada arah sumbu x (miring atap) ekaligus untuk mengurangi tegangan lendutan
yang timbul pada arah x. Beban-beban yang dipikul oleh trakstang yaitu beban-
beban yang sejajar bidang tap (sumbu x), maka gaya yang bekarja adalah gaya
tarik Gx dan Px.
Gx = berat sendiri gording + penutup atap sepanjang
gording arah sumbu x
Px = beban berguna arah sumbu x
P total = Gx + Px = (qx . L) + Px

Akibat penutup atap (akibat beban mati) :
qx . L = 10 kg/m * 12 m = 120 kg

Akibat beban orang (akibat beban hidup) :
P = 42,26 kg

Sehingga,
Pts = 120 kg + 42,26 kg = 162.26 kg

Batang tarik dipasang satu buah, sehingga :


Diambil baja st 37 o = 1600 kg/m
2


Fn = 0,1014 kg
Fbr = 1,25 * Fn
Fbr = 0,12675 kg
Fbr = . d
2

d
2
= Fbr /
= 0,165 cm
2
d = 0,406 cm
Karena nilai d yang paling kecil di pasaran adalah 6 mm, maka yang digunkan
untuk dimensi trakstang adalah 6mm.
Dimana : Fn = luas netto
Fbr = luas bruto
d = diameter trakstang/batang tarik

4. Perhitungan Ikatan Angin
Ikatan angin hanya bekerja menahan gaya normal atau gaya axial tarik saja.
Cara kerjanya kalau yang satu bekerjanya sebagai batang tarik, maka yang lainnya
tidak menahan apa-apa. Sebaliknya kalau arah anginya berubah, maka secara
berganti-ganti batang tersebut bekerja sebagai batang tarik.
Perubahan pada ikatan angin ini datang dari arah depan atau belakang kuda-
kuda. Beban angin yang diperhitungkan adalah beban angin terbesar yang disini
adalah angin sebelah kanan yaitu : 65 kg/m
2

P = Gaya / Tekan angin
N = Dicari dengan syarat keseimbangan
EH = 0
Nx = P
N cos | = P ; maka N =
| cos
P

Rumus umum :


dengan P angin = 65 kg/m
2

N dicari dengan syarat kesetimbangan, sedangkan P meupakan gaya atau
tekanan angin.





Maka, | = 42,598
o
~ 42,6
o

P = (beban angin * sisi miring atap)
P = 65 kg/m
2
* 11,034 m
P = 717,21 kg
EH = 0 ; Nx = P
N cos | = P ; maka :


Maka, ikatan angin yang dipakai adalah

C. Perhitungan Dimensi Balok Kuda Kuda (Gable)
Data data yang diperlukan :
- Jarak antar kuda kuda : 12 m
- Bentang kuda kuda : 20 m
- Kemiringan atap : 25
o

- Dimensi balok gable : IWF 350.350.13.13
- Jarak gording : 1,839 m
- Berat sendiri penutup atap : 10 kg.m
2


1. Pembebanan pada balok gable
Pembebanan pada balok gable akibat beban beban yang dipikul oleh satu
gording dengan bentang 12 meter :
a. Beban gording
Gording 1 (karena terletak di ujung balok, maka menerima beban setengah
jarak gording = * 1,839 m = 0,9195 m.
- Berat sendiri penutup atap :
Berat penutup atap * jarak gording * jarak antar balok gable
12 m * 10 kg/m
2
* 0,9195 m = 110,34 kg
- Berat sendiri gording :
Berat sendiri gording * jarak antar balok gable
37,9 kg/m * 12 m = 454,8 kg
- Berat sendiri balok :
36,7 kg/m * 0,9195 m = 33,745 kg
- Berat alat penyambung :
10% * GBS = 45,48 kg
- Berat hidup (P) :
P = 100 kg

Gording 2 = Gording 3 = Gording 4 = Gording 5= Gording 6 (menerima beban
dua kali setengah jarak gording = * 2 * 1,839 m = 1,839 m.
- Berat sendiri penutup atap :
Berat penutup atap * jarak gording * jarak antar balok gable
12 m * 10 kg/m
2
* 1,839 m = 220,68 kg
- Berat sendiri gording :
Berat sendiri gording * jarak antar balok gable
37,9 kg/m * 12 m = 454,8 kg
- Berat sendiri balok :
36,7 kg/m * 1,839 m = 67,4913 kg
- Berat alat penyambung :
10% * GBS = 45,48 kg
- Berat hidup (P) :
P = 100 kg/m

Dengan cara yang sama untuk mempermudah perhitungan beban beban
pada balok gable akibat masing masing gording dilakukan secara tabelaris
sebagai berikut :

Tabel pembebanan pada gording :

No Pembebanan G1 (kg) G2 = G3 = G4 = G5 = G6 (kg)
1 Berat penutup atap 110,34 220,68
2 Berat gording 454,8 454,8
3 Berat sendiri balok 33,745 67,4913
4 Berat sambungan 45,48 45,48

Beban merata :




( ) ( )



Pendimensian pada SAP 200 v.14., berat sendiri kuda kuda sudah
termasuk dalam perhitungan pendimensian, sehingga berat sendiri kuda kuda
tidak dihitung.

b. Beban hidup
Beban hidup = 100 kg

c. Tekanan angin pada bidang atap
Koefisien angin tekan C
th
= 0,1
Maka, W
t
= C
th
*beban angin*jarak portal
W
t
= 0,1*65*12
W
t
= 78 kg/m
Koefisien angin hisap C
hs
= -0,4
Maka, W
h
= C
hs
*beban angin*jarak portal
W
h
= -0,4*65*12
W
h
= -312 kg/m

d. Tekanan angin pada bidang dinding
Koefisien angin tekan C
tk
= 0,9
Maka, W
t
= C
tk
*beban angin*jarak portal
W
t
= 0,9*65*12
W
t
= 702 kg/m

Koefisien angin hisap C
hs
= -0,4
Maka, W
h
= C
hs
*beban angin*jarak portal
W
h
= -0,4*65*12
W
h
= -312 kg/m

Kombinasi pembebanan pada bidang atap :
Pembebanan tetap = beban mati + beban hidup
Pembebanan sementara = beban mati + beban hidup + beban angin
Untuk kombinasi pembebanan ini, beban angin dirubah menjadi vertikal :
q = W
t
cos 25
o
= 78 kg/m * cos 25
o
= 70,69 kg/m
q = W
h
cos 25
o
= -312 kg/m * cos 25
o
= -282,768 kg/m

Kombinasi beban sementara :
q = beban mati + beban hidup + beban angin


- akibat angin kiri :
q
t
= 565,32 + 70,69 = 636,01 kg/m
q
h
= 565,32 + (-282,768 ) = 282,552 kg/m

- akibat angin kanan = angin kiri
Untuk perhitungan momen, maka dari beban di atas diambil pembebanan yang
terbesar, yaitu q
t
= 636,01 kg/m

Beban yang dipakai untuk SAP sebelum dapat IWF
1. Beban mati Point
a. Penutup atap:
- 12 m * 10 kg/m
2
*1,839 m = 220,68 kg
b. Gording
- 37,9 kg/m * 12 = 454,8 kg
c. Berat alat sambung
- 10% * 454,8 kg = 45,48 kg
Jumlah : 720,96 kg

2. Beban hidup Point
a. 100 kg

3. Beban angin
a. Angin atap Point
- Angin tekan
Koefisien angin tekan C
th
= 0,1
Maka, W
t
= C
th
*beban angin*jarak portal*jarak gording
W
t
= 0,1*65*12*1,839
W
t
= 143,442 kg
- Angin hisap
Koefisien angin hisap C
hs
= -0,4
Maka, W
h
= C
hs
*beban angin*jarak portal*jarak gording
W
h
= -0,4*65*12*1,839
W
h
= -573,768 kg

b. Angin dinding Distribute
- Angin tekan
Koefisien angin tekan C
tk
= 0,9
Maka, W
t
= C
tk
*beban angin*jarak portal
W
t
= 0,9*65*12
W
t
= 702 kg/m
- Angin hisap
Koefisien angin hisap C
hs
= -0,4
Maka, W
h
= C
hs
*beban angin*jarak portal
W
h
= -0,4*65*12
W
h
= -312 kg/m

4. Crane Distribute
a. Dari soal, dimasukkan merata Distribute dalam kg/m

5. Kombinasi
a. Kombinasi 1
1,4 Dead Load (Beban Mati)
b. Kombinasi 2
1,2 Dead Load + 1,6 Live Load
c. Kombinasi 3
1,2 Dead Load + 1,6 Live Load + 0,8 Wind

Analyze set analyze option pilih portal RY centangnya diilangin.
Di RUN, dapat Momen Maksimum, terus dicari Wy, cek di tabel untuk
mendapatkan IWF, lalu lihat q (kg/m) di IWF, tambahkan ke pembebanan
awal di beban mati secara Distribute. RUN lagi, cari momen maksimumnya.
Jangan lupa : Display Show forecase/stress frame/cables momen 33
value-nya ceklis OK! (sebelum di print table)

D. Perhitungan Dimensi Balok Kuda Kuda (Gable)
1. Pembebanan pada balok gable
a. Gambar distribusi pembebanan; pembebanan pada balok gable akibat beban
beban yang dipikul oleh gording terpanjang 12 m
b. Gambar pembebanan yang dipikul gording

Balok yang direncanakan menggunakan IWF 350.350.13.13 dengan data
sebagai berikut :
H = 338 mm b = 351 mm q = 106 kg/m
Ts = 13 mm tb = 13 mm A = 135,3 cm
2
Wx = 1670 cm
3
Wy = 534 cm
3
ix = 15,1 cm
Ix = 28200 cm
4
Iy = 9380 cm
4
iy = 8,33 cm
r = 135,3 mm

Gambar penampang profil IWF 350.350.13.13

Pembebanan pada balok gable akibat beban beban yang dipikul oleh satu
gording dengan bentang 12 meter :

a. Perhitungan momen
Dihitung dengan menggunakan SAP

b. Kontrol balok yang direncanakan
Terhadap Momen Tahanan
M
max
= 8862,83062 kg.m = 886283,062 kg.cm dari hasil excel 16 Mei
2012.



Cek Compact pada SAP

Terhadap Balok yang Dibebani Lentur (KIP)
Profil balok yang digunakan adalah IWF 350.350.16.16 dengan data-data
sebagai berikut :
H = 344 mm b = 354 mm q = 131 kg/m
Ts = 16 mm tb = 16 mm A = 166,6 cm
2
Wx = 2050 cm
3
Wy = 669 cm
3
ix = 14,6 cm
Ix = 35300 cm
4
Iy = 11800 cm
4
iy = 8,43 cm
r = 20 mm

Cek Perubahan Profil
(Profil berubah atau tidak)
- h/t
s
s 75
344 mm / 16 mm s 75
21,5 s 75 ..... OK!
- l / h > (1,25 b) / t
s

183,9 cm / 34,4 cm > (1,25*35,4 cm) / 1,6 cm
5,3459 > 27,65625 ..... Tidak OK!
Jadi, pada penampang terjadi perubahan bentuk (PPBBI 1984 pasal
5.1(1))

- Terhadap Bahaya Lipatan KIP
1/6 (h 2t
s
) = 1/6 *(344mm 16mm 16mm) = 52 mm = 5,2 cm

Iy bidang yang diarsir :
(1/12*1,6cm* 35,4
3
cm) + (1/12*5,2cm*1,6
3
cm) = 5916,690133 cm
4


Luas yang diarsir :
(1,6cm*35,4cm) + (1,6cm*5,2cm) = 64,96 cm
2


Dimana Lk jarak antara titik titik sokong lateral = 183,9 cm


tabel PPBBI dengan mutu baja Fe 360

Syarat Berubah Bentuk

1,04675 * 774,3954266 s 1600 kg/cm


2


810,5984128 kg/cm
2
< 1600 kg/cm
2


Jadi, balok IWF
350.350.16.16
aman dan tidak mengalami tegangan KIP

c. Cek tegangan syarat (PPBBI)

1)



2)



Dimana

dengan :
Lkx = 2L
= 2*11,034
= 22,068 m



Karena maka menekuk terhadap sumbu X, dan karena sumbu
tekuk = sumbu lentur, maka diperlukan faktor amplikasi nx.


dengan :
x
= 151,15

= 907, 2 kg/cm
2

maka,

dengan N = P max dari SAP



( )


Syarat PPBBI
1)



222,955053 kg/cm
2



2)



Jadi, balok IWF
350.350.16.16
dapat dipakai.

d. Kontrol terhadap tegangan lentur yang terjadi



Jadi, balok aman terhadap tegangan lentur

e. Kontrol terhadap tegangan geser yang terjadi




dengan D = 3617,576176 kg Nilai V2 yang sejajar dengan Pmax di excel,
hasil dari SAP
Tegangan geser yang diijinkan :



Sx = (F
1
* y
1
) + (F
2
* y
2
)
= (35*1,6)16,7 + (1,6*8,63) 4,315
= 549,5815 cm
Dimana :
y1 = jarak tengah sayap ke garis netral = h ts = 16,4 cm
y2 = jarak tengah setengah tinggi = ( h ts) = 7,8 cm
F1 = b * ts = 35,4 cm * 1,6 cm = 56,64 cm
2

F2 = h * tb = ( * 34,4 cm) * 1,6 cm = 27,52 cm
2


Sx = (F
1
* y
1
) + (F
2
* y
2
)
= (35,4*1,6)16,4 + (1,6*27,52) 7,8
= 1272,3456 cm masih diragukan









()



Jadi, balok aman terhadap tegangan geser

f. Kontrol terhadap lendutan
y2
y1
q = 131 kg/m = 1,31 kg/cm




f
maks
= 1/250*L = 1/250 * 1103,4 = 4,4136 cm
fx = 0,341 cm s f
maks
= 4,4136 cm ....... OK!

t Balok aman terhadap lendutan

E. Perencanaan Dimensi Kolom
Dari hasil analisa SAP, didapat Pu untuk kolom sebesar :
Pu = 8943,67224 kg dari nilai P maks pada SAP hasil 16 mei 2012-kolom

1. Batasan parameter kelangsingan batang tekan harus memenuhi persamaan berikut :














Dimana nilai kc pada kolom dengan asumsi ujung jepit sendi = 0,7
Tinggi kolom = 6 m = 600 cm
Lk = 0,7 * 600 cm = 420 cm



2. Mencari luas bruto minimum

; dimana = 0,85
Nilai e berdasarkan nilai :


KL = L KL = L/2
L/4
L/4
L
0,7L
L
K = 1,0
(a)
K = 0,7
(c)
K = 0,5
(b)
KL = L KL = L/2
L/4
L/4
L
0,7L
L
K = 1,0
(a)
K = 0,7
(c)
K = 0,5
(b)
= 2,69
Karena nilai c > 1,2 maka nilai e = 1,25 * c
2
= 1,25 * (2,69)
2
= 9,045
Maka, nilai Ag yaitu :





Coba pilih profil IWF
350.350.16.16

Data Profil :
H = 344 mm b = 354 mm q = 131 kg/m
Ts = 16 mm tb = 16 mm A = 166,6 cm
2
Wx = 2050 cm
3
Wy = 669 cm
3
ix = 14,6 cm
Ix = 35300 cm
4
Iy = 11800 cm
4
iy = 8,43 cm
r = 20 mm

Kontrol Penampang :

1. Cek kelangsingan penampang
a) Pelat sayap


.......................... OK!

b) Pelat badan



.......................... OK!

2. Kuat tekan rencana kolom, | Pn
| Pn = 0,85 . Ag . Fy = 0,85 . 166,6 . 2400 = 339864 kg



Maka digunakan persamaan :


1
.
0

m

3. Kuat lentur rencana kolom, | Mnx
Diperoleh nilai M max = 22229,6957 hasil Mmax dari SAP 16 mei 2012-kolom
Mnx = Fy * Zx = 2400 * 2050 = 4920000 kgcm = 49200 kgm

4. Rasio tegangan total

()



............................................ OK!
Jadi, kolom IWF
350.350.16.16
kuat menerima beban dan memenuhi syarat.

F. Perencanaan Balok Keran (Cranegirder)
a. Data data keran :
Kapasitas keran = 5 ton
Berat sendiri keran = 15 ton
Berat takel = 2 ton
Jarak bersih dihitung dari sisi atas rel ke puncak kolom (atau sisi luar balok) =
1000 mm = 1 m
Berat sendiri rel (ditaksir)= 30 kg.m
Jarak roda roda keran = 3600 mm = 3,6 m
Jarak minimum lokasi takel terhadap rel = 680 mm ambil 1 m






`











Gambar perencanaan crene pada kolom
0,225 m
20 0,45 = 19,55 m
1 m















RA = (15) + 7 ((19,55-1)/19,55) = 14,14194373 ton
RA = 14,1419 ton dipikul 2 roda keran, masing masing 7,07095 ton

b. Sekarang tinjau balok keran bentang 12 meter
Agar diperoleh beban maksimum, maka pertengahan antara resultante gaya 2
roda merupakan lokasi as balok tersebut (lihat gambar)























1 m
q = beban total = 15 ton
P = 5 + 2 ton
RA
19,55 m
RB
14,1419 t
7,07095 t 7,07095 t
RA RB
A
B
a b
12 m
3,6 m
2 * 0,9 m
1 m
6,9 m
Momen maksimum terjadi
- di titik b = 8,1315925 (6+1,8) = 63,4264215 tm
titik b harusnya : setengah bentang + 1,8 nol di titik A
- di titik a = 6,0103075 (6-1,8) = 25,2432915 tm
titik a harusnya : setengah bentang 1,8 nol di titik A
Momen maksimum = 63,4264215 tm ~ 63,426 tm
Koef. kejut = 1,15 (PPI 1983)
Momen maksimum pada balok crane akibat beban hidup :
1,15 (63,426) = 72,9399 tm

c. Akibat beban mati
Berat sendiri rel + berat sendiri balok crane = 30 kg/m + 131 kg.m = 161 kg/m
M = 1/8 * 161 * 12 = 241,5 kg.m = 0,2415 tm
Jadi, Momen total = 72,9399 tm + 0,2415 tm = 73,1814 tm

d. Reaksi maksimum balok keran
Terjadi jika salah satu roda crane tepat pada perletakan balok tersebut
Berat sendiri rel + berat sendiri balok crane = 161 kg/m







e. Akibat beban hidup keran
RA = 7,07095 + 7,07095 ((12-3,6)/12) = 12,020615 ton
Koef. kejut = 1,15
Jadi, RA = 1,15 (12,020615) = 13,82370725 ton ~ 13,8237 ton

Akibat berat sendiri rel + balok crane
RA = 0,5 (0,161)(12) = 0,966 t/m
Jadi, RA = 13,8237 + 0,966 = 14,7897 ton


7,07095 t
7,07095 t
12 m


f. Gaya rem melintang : (lateral force)
Biasanya 1/15 (beban kapasitas keran + berat takel) untuk lintasan, dimana ada
2 roda.
Beban lateral per roda = 0,5 * 1/15 * (5+2) = 0,233 ton

Kita sudah tahu, bahwa akibat beban roda 7,07095 ton, momen maksimum
yang bekerja pada balok keran = 12,6216 tm
Jadi, akibat 0,233 ton, momen = (0,233/7,07095)*12,6216 = 0,4159 tm


g. Menentukan rofil balok keran
Mutu baja Fe 360
Momen maksimum yang dipikul = 21089,49 tm diambil dari hasil SAP tgl
16 mei 2012 - crane



Coba WF 350.350 (tinggi = 344 mm), dimana Wx = 2050 cm
3
.
Dikombinasikan dengan memakai profil kanal C40 yang diikatkan pada flens
Wf.
Dengan data kanal C40 yaitu :
h = 400 mm r1 = 9 mm tb = 51,9 mm
b = 110 mm q = 71,8 kg/m e = s = 26,5 mm
d = 14mm A = 91,5 cm
2
Ix = 20350 cm
4

t = r = 18 mm tf = 19,8 mm Wx = 1020 cm
3

ix = 14,9 cm rkx = 11,1 cm kx = 0,41 cm
Iy = 846 cm
4


Data IWF :
H = 344 mm b = 354 mm q = 131 kg/m
Ts = 16 mm tb = 16 mm A = 166,6 cm
2
Wx = 2050 cm
3
Wy = 669 cm
3
ix = 14,6 cm
Ix = 35300 cm
4
Iy = 11800 cm
4
iy = 8,43 cm
r = 20 mm


h. Tentukan garis berat penampang gabungan
Barjarak y dari serat atas :


(()(())) (() (() (())
() ()



( ) ( (

)) ()



Ix = Ix (IWF) +(A(IWF)(1/2h(IWF)+d(C40)-)
2
+Iy(C40)+A(C40)(-s(cm))
2
Ix = 35300 + 166,6 (1/2*34,4) +(1,4-12,047)
2
+ 846 +91,5 (12,047-2,65)
2

Ix = 47204,65883 cm
4


Cek kembali terhadap momen maksimum :

(tekan)

( )

( )




i. Pengecekan tegangan akibat beban lateral
Iy = Ix canal (crane?) + Iy flens tertekan dari IWF
Dimana Iy flens tertekan dari IWF diambil Iy dari Wf = * 11800 = 5900 cm
4

Iy = 20350 cm
4
+ 5900 cm
4
= 26250 cm
4

Momen maksimal lateral = 0,4159 tm (dari perhitungan gaya rem melintang
Crane)

()

()



Tekan total = 31,68761905 kg/cm
2
+ 1867,684082 kg/cm
2
= 1899,371701 kg/cm
2



j. Mencari tegangan ijin kip, dari balok keran
Karena akibat beban lateral tersebut, balok crane mengalami KIP


Dimana :
Iy = inersia penampang total terhadap sumbu y
= Ix kanal + Iy flens
= 20350 cm
4
+ 11800 cm
4
= 32150 cm
4

H = jarak titik berat flens tekan ( terdiri dari kanal + flens IWF ) terhadap titik
berat flens tarik

Mencari titik berat flens tekan :

(() ()) (() ()(() ())
() (() ()


( ) ( )( )
( )


Jarak titik berat flens tekan ke flens tarik :
= (h(IWF) + d(C40) (ts/2) (h-(2*ts))
= 34,4 + 1,4 (1,6/2) (34,4 (2*1,6))
= 3,8 cm

k. Tentukan konstanta torsi ( = j )


Dimana :
b = ukuran terbesar dari penampang persegi
t = ukuran terkecil dari penampang persegi
untuk :
badan IWF : 1/3*(35,4 1,6 1,6)*(1,4)
3
= 29,45226667 cm
4

flens IWF : 2*1/3*(35,4)(1,6) = 37,76 cm
4

badan kanal : 1/3*(40 1,6 1,6)(1,4)
3
= 33,65973333 cm
4

flens kanal : 1/3*(11,0)(1,6)
3
*2 = 30,03733333 cm
4

Jumlah = 130,9093333 cm
4

Maka, J : 130,9093333 cm
4

Menentukan harga k
2
dari tabel





Dari tabel k
2
(Tabel 5 4 Design of steel structures by Arya Armani), didapat
k
2
= 0,316485 ~ 0,3 ; jadi :



Mutu baja yang digunakan = Fe 360 o
y
= 2400 kg/cm
2

Karena o
cr
> o
y
maka dipakai angka kekakuan ekivalen
KL / i
c
untuk menentukan tegangan izin kip.

()



Sedangkan tegangan tekan yang bekerja = 1899,371701 kg/cm
2
<


Balok keran aman terhadap kip

l. Gaya rem memanjang
Besarnya 1/7 reaksi maksimum yang terjadi pada masing masing roda = 1/7 *
RA = 1/7 * (7,07095) = 1,010135714 ton. Gaya ini bekerja pada rel.
Jika tinggi rel = 7,5 cm
Maka momen memanjang (longitudinal moment) :
1/7 RA * ( tinggi rel + ) = 1,010135714 ton (7,5 + 12,04724913) =
19,74537446 ton.cm
Tegangan yang terjadi :

()
() ()

()



Kecil, jadi diijinkan... OK!

m. Menentukan hubungan profil WF dan kanal
Gaya melintang maksimum yang bekerja = 21178,98 kg
Diambil dari shear design pada hasil SAP


dengan :
Sx = statis momen bagian kanal terhadap sumbu x
= A(C40) * ( - s (e pada kanal))
= 91,5 (12,04724913 2,65)
= 859,8482954 cm
3


Gaya geser horizontal yang bekerja pada bidang kontak



Untuk sepanjang 1200 cm (jarak antar portal),
Gaya geser horizontal = 385,7820457 * 1200
= 462938,4649 kg
Dipikul oleh baut (pakai baut hitam mutu 4.6) M16
N
geser
1 irisan = t (1,2)
2
* 0,6 * 1600 = 1085,734421 kg
N
tumpuan
= 1,7 * 0,9 * 1600 * 0,5 = 3672 kg


Pakai 6 x 80
Cek jarak baut : maksimum = 7d = 7 * 1,6 = 11,2 cm, pakai 10 cm
Jadi, jumlah baut dalam satu baris yaitu :



Jadi, pakai ..... baris baut M16 dengan jarak satu sama lain = 120 buah ?????

n. Merencanakan konsol

Reaksi balok crane pada lokasi konsol akan maksimum jika salah satu roda tepat
berada di perletakan tersebut.
RB = 7,07095 + 2,4/6(7,07095) = 7,127519485 ton
Koef. kejut = 1,15
Jadi, akibat beban crane
RB = 1,15 * 7,127519485 = 8,196647408 ton
Akibat beban rel (taksir 30 kg/cm) = 30*12 = 360 kg = 0,36 ton
Akibat balok crane (terdiri atas profil kanal q.C40 + q.IWF
350.350.16.16
) :
(71,8 kg/m + 131 kg/m) * 12 = 2433,6 kg = 2,4336 ton
R
total
= 7,127519485 ton + 0,36 ton + 2,4336 ton = 9,921119485 ton
M = 9,921119485 ton * 0,225 = 2,232251884 t.m

GAMBAR

Pada lokasi gaya, bekerja tegangan geser


Coba IWF 200.100.4,5.7
A
badan
= 0,45(20 0,7 0,7) = 8,357 cm
2
, berarti sisanya harus dipikul oleh
potongan WF setinggi (11,5 8,375)/0,45 = 7 cm, ambil 10 cm.
Panjang konsol ambil 25 + 20 = 45 cm.
Tinggi IWF potongan pada sisi luar kolom = 45/20 * (10) = 22,5 cm; pakai baut
HTB 16 mm, jarak baut diambil 7d = 112 mm, ambil 100 mm.

( )

Sebelumnya lebih baik periksa dahulu IWF konsol tepat di sebelah kanan
sedikit dari luar kolom.
M = 2,232251884 t.m
D = 9,921119485 ton
Cek penampang sedikit sebelah kanan permukaan luar kolom.
Data data :
Ix = Ix gording = 4820 cm
4

A = 23,18 cm
2


( ) ( ( ) ) ( )
( ( ))


Ix = 4820 + (23,18)*(20,938-10)
2
+ (1/12 * 0,45 * (21,25-0,7)
3
) +
(0,45*21,25*(20 + 21,25 20,938 ((21,25 0,7)/2 0,7)
2
+ 1/12*10*0,7
3
+ 10
* 0,7 * (20 + 21,25 0,55)
2

Ix = 4820 + 2773,2516 + 320,709 + 25080.2512 + 0,2858 + 11595,43
Ix = 44589,9276 cm
4



Untuk geser, anggap hanya dipikul beban

( )

....................................... OK!
o
i
= (300
2
+ (3*553,2479847))
0,5

o
i
= 302,7536027 kg/cm
2
< 1600 kg/cm
2


o. Teruskan ke baut
Baut HTB 16 mm tipe A325_N

() .................... OK!
Gaya tarik awal T untuk 16 mm tipe A325 = 85 kN = 85000/9,8 = 8673,5 kg,
tegangan geser izin (akibat gabungan tarik + tekan)

)
Dimana Fv = 15 ksi = 1050 kg/cm
2
< 0,58 (1600)


Jumlah baut = 10 buah, gaya geser = 9,921119485 ton


493,436 kg/cm
2
< 960 kg/cm
2


p. Perencanaan Base Plate
Gaya Normal dan gaya lintang yang terjadi pada kolom setelah dibebani Crane
adalah :
DA (geser) = V2 maks (excel kolom)
= 7640,88 kg (hasil SAP base plate)
NA (aksial) = Cek di SAP, liat di titik pertemuan kolom dan crane
= 50383,63 (hasil SAP Base Plate)
Mmax = M maks (excel crane) = 21108,14 kg.m = 2110814 kg.cm
Ukuran base plate ditaksir 35 cm * 25 cm dan tenat 10 mm = 1 cm
Kontrol tegangan yang timbul :


F = a*b = 35 * 25 = 875 cm
2

Wu = 1/6*a
2
*b = 1/6 * 35
2
* 25 = 5104,167 cm
3



14,57654506 kg/cm
2
< 225 kg/cm
2
........ AMAN!




Angker Baut
Angker baut yang digunakan sebanyak 4 buah
Akibat beban Gaya geser, tiap baut memikul beban


Diameter angker baut



16 sebanyak 4 buah
Fgs = 4 * * t * d
2

= 4 * * t * 1,6
2
= 8,042477 cm
2

Kontrol tegangan yang terjadi


164,587042 kg/cm
2
< 960 kg/cm
2
................. Aman !



G. Perhitungan Sambungan Baut dan Las
a. Pertemuan balok dan kolom
Momen maksimal yang bekerja di titik pertemuan balok dan kolom :
Dari hasil SAP : 7640,88 kg.m (pengecekan pada kolom di ketinggian 6m)
Dipakai baut (mutu tinggi) | 16
Jarak baut dalam 1 baris diambil = 5d = 8 cm (antara 2,5 d s/d 7 d)


























Baut HTB 2 * 6 16
Pelat pengaku
50
80
80
80
Kolom WF 350.350.16.16
Kolom WF 350.350.16.16

Kita tinjau akibat momen 7640,88 kg.m
Berarti baut no.6 tertarik dan sebagai titik putar ambil baut no.1

( )



Dipikul 2 baut masing masing = 3148,71425 kg


()



1565,757626 kg/cm
2
< 44 ksi = 3080 kg/cm
2


Gaya geser yang bekerja 3617,576176 kg, karena geser bekerja bersamaan dengan
tarik maka tegangan geser izin Fv = Fv (1 -

(f
t
. A
baut
))
Dimana : T = gaya pratarik awal = 125 kN untuk A325|16 mm
T = 125000/9,8 = 12755,10204 ~ 12755 kg

())



149,936310 kg/cm
2
< 790,7957693 kg/cm
2
..... OK!




b. Perhitungan sambungan di titik bahul
MC = 2916,87 kg.m (dari SAP)
DC = 2999,54 kg.m (dari SAP)

























Diameter baut ditaksir = 12,7 mm = 1,27 cm
Jarak antar baut :
S1 = 1,5d - 3d
= 1,5 (12,7) - 3(12,7)
= 19,05 mm - 38,9 mm
= 1,905 cm - 3,89 cm

Diambil S = 3 cm

S = 2,5 d - 7 d
= 2,5 (12,7) - 7 (12,7)
= 31,75 mm - 88,9 mm
= 3,175 cm - 8,89 cm

Diambil S = 8 cm
Direncanakan menggunakan baut sebanyak 2 * 6 buah
l
1
= 3 cm (l
1
)
2
= 9 cm
2

l
2
= 9 cm (l
2
)
2
= 81 cm
2

l
3
= 15 cm (l
3
)
2
= 225 cm
2

l
4
= 21 cm (l
4
)
2
= 441 cm
2

l
5
= 27 cm (l
5
)
2
= 729 cm
2

Las t = 4 mm
Baut 612
Las t = 4 mm
Plat t = 9 mm
Balok IWF 350.350.16.16
l
6
= 33 cm (l
6
)
2
= 1089 cm
2

1
2
= 2574 cm
2


Gaya baut terbesar pada baut paling atas (T) :




Karena baut berpasangan, maka setiap baut menerima gaya sebesar :
P = * T = * 37,39576923 = 18,69788462 kg

Kontrol tegangan aksial akibat momen terhadap ulir :



Dengan d
u
= 9,99 mm = 0,99 cm

...... OK!

Gaya geser baut akibat gaya lintang :
DD = 2999,54 kg.m
Setiap baut memikul gaya geser sebesar Q = V/6 = 2999,54/6 = 499,9233 kg.m
Gaya geser pada baut :



394,6 kg/cm
2
< 960 kg/cm
2
........................... Aman

Kombinasi gaya geser dan gaya aksial baut :

()()






Gaya geser pada ulir :

........................ Aman


c. Perhitungan las pelat sambungan arah sejajar kolom
Tebal las ditaksir = 4 mm = 0,4 cm
Panjang las (lbr) = 36 cm
P = N balok = 10097,1 kg.m ~ 10097 kg (hasil excel SAP Balok)
Beban ditahan oleh las kiri dan las kanan, masing masing sebesar P kiri dan P
kanan, dimana :
Pki = Pka = * P = * 10097 kg = 5048,5 kg
Ln = lbr 3a = 36 (3 * 0,4) = 34,8 cm
D = Pki * sin 45
o
= 5048 * sin 45
o
= 3569,475 kg



Kontrol :



Kesimpulan :
Tebal las 0,4 cm dapat digunakan pada pelat penyambung arah sejajar kolom


Perhitungan las pelat sambung arah sejajar balok
Tebal las ditaksir : a = 4 mm = 0,4 cm
Panjang las (lbr) = 100 cm
Mc = 2916,87 kg.m (dari SAP)
Ln = lbr 3a = 100 (3*0,4) = 98,8 cm
e = 1/3 * H + * 0,4 * \2
= 1/3 * 66,2026 + * 0,4 * \2
= 22,20895 cm

D = M / e = 2916,87 / 22,20895 = 131,33759 kg
D = N = D sin 45
o
= 131,33759 * sin 45
o
= 92,8697 kg



Kontrol :



Kesimpulan :
Tebal las 0,4 cm dapat digunakan pada pelat penyambung arah sejajar balok.



H. Perhitungan Pondasi