Anda di halaman 1dari 2

Nama : Nidar Laeliyah Sari NIM : P17434012022 Kelas : Re.

Pemeriksaan urin tidak haya memberikan fakta fakta tentang ginjal dan saluran urin, tetapi juga mengenai faal organ dalam tubuh, seperti : hati, saluran empedu, pancreas, cortex adrenal dll. Dalam kenyataannya, tidak setiap urin segar dapat dilakukan pemeriksaan seketika, namun adakalanya urin harus didiamkan terlebih dahulu beberapa lama sebelum melakukan pemeriksaan, untuk menghambat perubahan sususnannya urin harus diberi pengawet. Tidak ada pengawet urin yang dapat digunakan secara universal untuk menghindari perubahan urin dari segala macam perubahan yang mungkin terjadi. Dari itu ada berbagai macam bahan pengawet urin, antara lain : 1. Toluena Merupakan pengawet urin yang berfungsi untuk menghambat perombakan urin oleh kuman,yang bekerja optimal pada keadaan dingin, biasanya digunakan untuk pengawetan glukosa, aseton dan asam aseto-asetat. Toluena biasanya digunakan sebanyak 2- 5 ml untuk mengawetkan urin 24 jam, 2 5 ml toluena dimasukan ke dalam botol penampung, dan setiap kali botol penampung ditambahkan urin, botol harus dikocok dengan baik. 2. Thymol Thymol merupakan bahan pengawet yang memiliki daya seperti toluena. Pada pengawetan urin menggunakan thymol, thymol hanya digunakan sebanyak satu butir, apabila jumlah thymol terlalu banyak ada kemungkinan terjadi hasil positif palsu pada reaksi terhadap proteinuria. 3. Formaldehid Merupakan bahan pengawet urin yang husus digunakan untuk mengawetkan sedimen, pengawetan sedimen merupakan hal yang sangat penting apabila hendak melakukan pemeriksaan kuantitatif unsur unsur dalam sedimen. Larutan formaldehi 40 % sebanyak 1 2 ml digunakan untuk mengawetkan urin 24 jam. Kelemahan penggunaan formaldehid sebagai pengawet urin apabila menggunakannya dengan jumlah besar, ada kemungkinan akan mengadakan reduksi pada tes benedict dan menggaggu tes obermayer.

4. Asam Sulfat Pekat Merupakan bahan pengawet urin yang digunakan guna menetapkan kuantitatif calsium, nitrogen dan kebanyakan zat anorganik lainnya. Yang berekasi dengan cara mencegah terlepasnya N dalam bentk amoniak dan mencegah terjadinya endapatn calsiumfosfat. Jumlah penggunaan asam sulfat pekat untuk mengawetkan urin disesuaikan dengan keadaan urin, yang harus ditekankan adalah PH urin harus tetap lebih rendah dari 4,5. 5. Natrium karbonat Merupakan bahan pengawet urin yang khusus dipakai untuk mengawetkan urobilinogen abila hendak memeriksa ekskresi per 24 jam. Penggunaan natrium karbonat adalah dengan memasukan 5 gram natrium karbonat dalam botol penampung bersama dengan beberapa ml toluena. 6. Natrium Klorida Pekat Natrium Klorida pekat digunakan sebagai bahan pengawet urin. Natrium klorida pekat menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri penyebab pembusukan, kapang, dan khamir. 7. Natrium Klorida dan Asam Benzoat Asam benzoat (C6H5COOH) dan garamnya merupakan bahan pengawet urin yang efektif untuk mencegah pertumbuhan khamir, kapang dan bakteri pada tingkat keasaman pH 2.5 4.0. 8. Asam Borak 0,8 % Berfungsi mengawetkan elemen urin seperti estriol dan esterogen, asam borak 0,8 % dapat mengawetkan urin selama lebih dari 7 hari, Mengawetkan Kreatinin, Asam urat, Glukosa, protein dan mempertahankan PH.