Anda di halaman 1dari 2

Daftar Pustaka 1. Eroschenko, V P, Atlas Histologi di Fiore, edisi 11. EGC, Jakarta, 2010 2. Junqueira,et.

all, Histologi Dasar, Teks dan Atlas edisi 10, EGC, Jakarta,2007 3. Guyton, Arthur C. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. EGC, Jakarta,2008 4. L.Tao.Sinopsis Organ System: Endokrinologi.Jakarta:Kharisma, 2013 5. Sherwood, Lauralee. Fisiologi Manusia : Dari Sel ke Sistem edisi 7. EGC, Jakarta, 2011 6. Ditjen Bina Farmasi dan Alkes. (2005). Pharmaceutical Care untuk penyakit Diabetes Mellitus. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 9, 29, 30, 32, 39, 43 7. Sudoyo, Aru.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid III. InternaPublishing, Jakarta, 2009 8. Penckofer S, Kouba J, Wallis DE, Emanuele MA.Vitamin D and Diabetes: let the sunshine in. (2008), Diabetes Educ 34 (6):939-940,942,944 passim. 9. The Epidemiology of Diabetes Mellitus: An International Perspective.J-M Eko, P Zimmet, R Williams (eds). Chichester: John Wiley, 2001, pp. 437, 120. ISBN: 0471-97448-X. 10. Increased rate of hospitalization for diabetes and residental proximity of hazardous waste sites.Kouznetsova M, Huang X, Ma J, Lessner L, Carpenter DO. 11. WHO.diabetes. diundih dari http://who.int/topics/diabetes_mellitus/en/ diakses 4 oktober2013 12. UKK Endokrinologi Anak dan Remaja. Konsesus Nasional Pengelolaan Diabetes Mellitus Tipe I. Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jakarta, 2009 13. American Diabetes Association. ADA Position Statement : Standard of Medical Care in Diabetes. Diabetes Care 2007 14. Tombing, Ade. Care Your Self : Diabetes Melitus. Penebarplus, Jakarta, 2008 15. Kumar, dkk. Buku Ajar Patologi edisi 7 jilid 2. EGC, Jakarta, 2007 16. Corwin J, Elizabeth. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta; EGC. 2001 17. Smeltzer, Suzanne C. dan Bare, Brenda G, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddarth (Ed.8, Vol. 1,2), Alih bahasa oleh Agung Waluyo...(dkk), EGC, Jakarta. 18. Wardani, N, K,.Hadi,H.,Huriyati,E. Pola Makan dan Obesitas Sebagai Faktor Resiko DM Tipe 2 di Rumah Sakit Sanglah Denpasar, Journal Gizi Klinik Indonesia, 2007, 4:1,1-10.

19. Anani, Sri., dkk. 2012. Hubungan Antara Pengendalian Diabetes Melitus dan Kadar Glukosa Darah Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus. Jurnal Kesehatah Masyarakat, Volume 1, Nomor 2, Hal. 466-478. UniversitasDiponegoro. Diakses dari: http://ejournals1.undip.ac.id/-index.php/jkm. Pada tanggal 02 oktober 2013, pukul 20.13 WIB. 20. Rakhmadany, dkk. Makalah Diabetes Melitus. Universitas Islam Negeri, Jakarta, 2010 21. American diabetes association. Diagnosis and classification of diabetes mellitus. Diabetes Care 2006;29 suppl 1:S43-8 22. Mansjoer, Arif et al. 2001. Kapita Selekta Kedokteran Edisi 3 Jilid 1. Jakarta : Media Aesculapius 23. Anonim. Diabetes Mellitus: Nutritional Considerations. Diunduh dari

http://www.nutritionmd.org/consumers/diabetes_thyroid/diabetes.html diakses pada 4 Oktober20 24. Anonim.2013. Type 1 Diabetes. Diunduh dari :

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth terakhir diakses 11/10/13 9:51 25. Netty EP. Diabetes Mellitus Tipe I dan Penerapan Terapi Insulin Flexibel pada Anak dan Remaja. Diajukan pada Forum Komunikasi Ilmiah (FKI) Lab./SMF Ilmu Kesehatan Anak FK UNAIR/RSUD Dr. Soetomo Surabaya. February 13, 2002.