Anda di halaman 1dari 1

Di Manggarai kasus kehamilan remaja terbilang cukup tinggi akibat banyaknya pernikahan usia dini.

Tim Manggarai Sehat merespon dengan program terbarunya yaitu Marbel atau Manggarai Berlari. Program ini berfokus pada kesehatan reproduksi remaja perempuan dengan tujuan mengurangi angka pernikahan dini. Pendekatan pada remaja dilakukan dengan mengembangkan PIK-remaja, sedangkan pendekatan kepada keluarga yang mempunyai remaja dilakukan dengan mengembangkan Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) jakarta Kabupaten Lombok Barat Provinsi NTB juga sukses mengembangkan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat telah berhasil mengembangkan Program Kesehatan Reproduksi Terpadu serta Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan. Kabupaten Pandeglang di Provinsi Banten mengawali kisah sukses dalam mengembangkan program kemitraan bidan dan dukun, dengan membagi pengalaman program tersebut di Desa Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan yang telah melaksanakan penguatan manajemen data kesehatan ibu melalui pemantapan PWS KIA di Puskesmas Kabupaten Merangin Provinsi Jambi berhasil mengembangkan program Rumah Tunggu Kelahiran Provinsi Sulawesi Tengah membagi pengalamannya dalam merintis dan mengembangkan Kelas Ibu Hamil sejak tahun 2011 Kesuksesan mengembangkan kegiatan Audit Maternal Perinatal (AMP) dikisahkan oleh Provinsi Jawa Timur, yang telah melaksanakan kegiatan ini sejak tahun 1997. Sementara itu Daerah Istimewa Yogyakarta membagi pengalamannya dalam mengembangkan program KB Pascapersalinan. Koordinasi dan kerjasama yang baik antara Dinas Kesehatan dan BKKBN menjadi kunci suksesnya pelaksanaan program KB di DIY, termasuk KB pascapersalinan.