Anda di halaman 1dari 18

Positive Accounting Theory

Positive Accounting Theory


Disusun Oleh: Khusnul Khotimah Ruli Bestari Sri Alam Setya Devi Dwi Kurniawati Isa Nur Fitri

108 694 003 108 694 008 108 694 025 108 694 049 108 694 057

Pendahuluan
Teori merupakan hasil dari kristalisasi fenomena empiris, yang diambil dari berbagai riset, bersifat universal, logis, konsisten, prediktif, dan objektif. Tujuan utama dari teori akuntansi adalah memberikan seperangkat prinsip yang logis, saling terkait, yang membentuk kerangka umum,dan dapat dipakai sebagai acuan untuk menilai dan mengembangkan praktik akuntansi.

Positive Accounting Theory (PAT) mulai berkembang sekitar tahun 1960-an yang dipelopori oleh Watt & Zimmerman menitik beratkan pada pendekatan ekonomi dan perilaku dengan munculnya hipotesis pasar efisien dan teori agensi. Teori akuntansi positif berupaya menjelaskan sebuah proses, yang menggunakan kemampuan, pemahaman, dan pengetahuan akuntansi serta penggunaan kebijakan akuntansi yang paling sesuai untuk menghadapi kondisi tertentu dimasa mendatang. Teori akuntansi positif pada prinsipnya beranggapan bahwa tujuan dari teori akuntansi adalah untuk menjelaskan dan memprediksi praktik-praktik akuntansi. Perkembangan teori positif tidak dapat dilepaskan dari ketidakpuasan terhadap teori normatif (Watt & Zimmerman,1986).

Pembahasan
Pengertian

Sejarah Berkembangnya

Hipotesis Teori Positif Akuntansi Hubungan Teori Akuntansi Positif dan Normatif Perbedaan Teori Akuntansi Positif dan Normatif

Pengertian
Teori akuntansi positif merupakan studi lanjut dari teori akuntansi normatif karena kegagalan normatif dalam menjelaskan fenomena praktik yang terjadi secara nyata. PAT lebih deskriptif bukan prespektif, tidak seperti teori normative yang didasarkan pada permis bahwa manajer akan memaksimumkan laba atau kemakmuran untuk kepentingan perusahaan, tetapi teori positif didasarkan pada premis bahwa individu selalu bertindak atas dasar motivasi pribadi (Self seeking motives) dan berusaha memaksimumkan keuntungan pribadi. Pada saat sekarang teori positif menekankan pada penjelasan alasan-alasan terhadap praktek yang berjalan dan prediksi terhadap peranan akuntansi dan informasi terkait dalam kepuasan-kepuasan ekonomi individu, perusahaan, dan pihak lain yang berperan dalam pasar modal dan ekonomi.

Sejarah Berkembangnya
Pada awalnya sekitar tahun 60an teori akuntansi masih mengunakan teori normatif, tetapi kemudian pada tahun 70an teori akuntansi yang dipakai adalah teori akuntansi positif, teori normatif dianggap tidak dapat menghasilkan teori akuntansi yang siap dipakai didalam praktek sehari-hari.

Teori normatif pada awalnya belum menggunakan pendekatan investigasi formal, baru pada perkembangan berikutnya mulai digunakannya pendekatan investigasi terstruktur formal, yaitu pendekatan deduktif (dimulai dari proposisi akuntansi dasar sampai dengan dihasilkan prinsip akuntansi yang rasional sebagai dasar untuk mengembangkan teknik-teknik akuntansi (Anis dan Imam,2003)). Berbagai teori positif atau deskriptif berkembang dengan pesat dalam akuntansi. Perkembangan teori mengarah pada teori positif (deskriptif) ini dibarengi dengan perubahan fokus teori akuntansi yang digunakan oleh lembaga akuntansi, misalnya FASB yang menekankan pada kegunaan dalam pengambilan keputusan dan tidak lagi terfokus pada postulat seperti terlihat pada kerangka konseptual yang diterbitkan oleh FASB mulai tahun 1979 yang dimulai dengan perumusan tujuan pelaporan keuangan (SFAC 1,1979 dalam Anis dan Imam,2003).

Terdapat tiga alasan mendasar terjadinya pergeseran pendekatan normatif ke positif yaitu (Watt & Zimmerman,1986):

1. Ketidakmampuan pendekatan normatif dalam menguji teori secara empiris, karena didasarkan 'pada premis atau asumsi yang salah sehingga tidak dapat diuji keabsahannya secara empiris.
2. Pendekatan normatif lebih banyak berfokus pada kemakmuran investor secara individual daripada kemakmuran masyarakat luas. 3. Pendekatan normatif tidak mendorong memungkinkan terjadinya alokasi sumber ekonomi secara optimal di pasar modal. atau daya

Hipotesis Teori Positif Akuntansi


Hipotesis Rencana Bonus

Hipotesis Kontrak Hutang

Hipotesis biaya politik

Hipotesis Rencana Bonus


Dalam hipotesis ini, semua hal lain dalam keadaan tetap, para manajer perusahaan dengan rencana bonus cenderung untuk memilih prosedur akuntansi dengan perubahan laba yang dilaporkan dari periode masa depan ke periode masa kini.

Hipotesis Kontrak Hutang Dalam hipotesis ini semua hal lain dalam keadaan tetap, makin dekat suatu perusahaan terhadap pelanggaran pada akuntansi yang didasarkan pada kesepakatan utang, maka kecenderungannya adalah semakin besar kemungkinan manajer perusahaan memilih prosedur akuntansi dengan perubahan laba yang dilaporkan dari periode masa depan ke periode masa kini.

Hipotesis Biaya Politik


Dalam hipotesis ini semua hal lain dalam keadaan tetap, makin besar biaya politik yang mesti ditanggung oleh perusahaan, manajer cenderung lebih memilih prosedur akuntansi yang menyerah pada laba yang dilaporkan dari masa sekarang menuju masa depan

Tiga hipotesis tersebut menunjukkan bahwa Akuntansi Teori Positif mengakui adanya 3 hubungan keagenan:
antara manajemen dengan pemilik;
antara manajemen dengan kreditur; antara manajemen dengan pemerintah

Hubungan Teori Akuntansi Positif dan Normatif


Teori akuntansi positif pada dasarnya merupakan alat untuk menguji secara empirik asumsi-asumsi yang dibuat oleh teori akuntansi normative.
Karena pada dasarnya teori normatif merupakan pendapat pribadi yang subyektif yang tidak dapat diterima begitu saja dalam menentukan keputusan, oleh sebab itu dibutuhkan pengembangan teori akuntansi yang sekarang dikenal dengan teori akuntansi positif yang bertujuan untuk menguji teori akuntansi normatif secara empiris agar memiliki dasar teori yang kuat.

Perbedaan Teori Akuntansi Positif dan Normatif


Pembeda Bentuk Pernyataan Nada Pernyataan Bidang Masalah Facts Basis Penyimpulan Kriteria Metode Pengujian Penerimaan Teori Positif Is Deskriptif Facts Valuesm Objective True/False Normatif Should Prespektif Idealisme Empirical Subjective Good/Bad

Science

Art

Penutup
Teori akuntansi positif berperan sangat penting dalam perkembangan teori akuntansi. Teori akuntansi positif dapat memberikan pedoman bagi para pembuat kebijakan akuntansi dalam menentukan konsekuensi dari kebijakan tersebut. Teori akuntansi positif berkembang seiring kebutuhan untuk menjelaskan dan memprediksi realitas praktik akuntansi yang ada dalam masyarakat. Positif Accounting Theory (PAT) dimaksudkan memprediksi konsekuensi yang terjadi jika manajer menentukan pilihan tertentu.