Anda di halaman 1dari 9

By.

effrin

Bahan tumpatan Bahan perekat

Reaksinya
Kaca silikat

Asam polialkenoat

Gigi abrasi ( kelas V) Karies akar Karies aproksimal (kelas III) Pit dan fisure (fisure sealant)

Biokompatibel Adhesif Tidak iritatif Kompresi > Tdk iritatif Arus Vulgaris < Daya larut rendah Translusen Perlekatan fisikokimia

Alat

Hand piese Bur (diamond, stone dan rubber) Pinset Eskavator Burnisher Glass slap
GIC (fuji IX)

Bahan

Tentukan batas garis luar kavitas Untuk mendapat akses ke dentin yang terkena karies. Jika gigi tetangga masih ada maka dilakukan dengan bur tungsten carbide atau bur intan dengan kecepatan tinggi melalui ridge tepi email dan aspek palatal (gambar 2). Dinding labial sebaiknya dipertahankan Perluasan dinding email dipermukaan palatal ke arah palatal, insisal maupun gingival dilakukan dengan bur bulat kecil. Retensi (groove stabilisasi) dibuat dengan bur bulat kecil ke arah gingival dan insisal Kavitas siap untuk ditumpat (gambar 3).

Gabr 2. Akses lesi melalui palatal

Gambar 3. Kavitas siap ditumpat

Gambar 4. Preparasi kelas III

Pengisian Glass Ionomer Cement (GIC) Kavitas dibersihkan dengan menggunakan dentin kondisioner selama 30 detik, kemudian dicuci dengan air dan dikeringkan dan semprotan udara (tidak boleh terlalu kering Sisipkan celluloid strip diantara gigi. Campur GIC (Fuji IX) sesuai dengan petunjuk pabrik (harus selesai dalam waktu 30 detik). Letakkan GIC pada kavitas dengan plastis instrument yang datar, perhatikan jangan sampai ada bagian yang kurang. Lingkari celluloid strip pada gigi dan tahan di tempatnya. Buang kelebihan GIC yang keluar, strip ditahan sampai GIC mengeras. Varnish sesegera mungkin, pembuangan GIC yang berlebihan dilakukan dengan stone bur. Varnish tumpatannya.

Pada kunjungan berikutnya penghalusan akhir bisa dilakukan dengan menggunakan bur batu putih (white stone), bur tungsten carbide dan karet abrasif dengan kecepatan rendah.