Anda di halaman 1dari 8

Proses Pengolahan Nikel

Nikel ditemukan oleh Cronstedt pada tahun 1751 dalam mineral yang disebutnya kupfernickel (nikolit). Nikel adalah komponen yang ditemukan banyak dalam meteorit dan menjadi ciri komponen yang membedakan meteorit dari mineral lainnya. Meteorit besi atau siderit dapat mengandung alloy besi dan nikel berkadar 5!"5#. Nikel diperoleh secara komersial dari pentlandit dan pirotit di ka$asan %udbury &ntario sebuah daerah yang menghasilkan '(# kebutuhan dunia akan nikel. )eposit nikel lainnya ditemukan di *aledonia +aru ,ustralia Cuba dan -ndonesia. +erdasarkan tahapan proses pengolahan nikel dapat dilakukan dalam tiga tahapan proses yaitu .ahap /reparasi .ahap /emisahan dan .ahap )e$atering. *egiatan pengolahan ini bertujuan untuk membebaskan dan memisahkan mineral berharga dari mineral yang tidak berharga atau mineral pengotor sehingga setelah dilakukan proses pengolahan dihasilkan konsentrat yang bernilai tinggi dan tailing yang tidak berharga. Metode yang dipakai bermacam!macam tergantung dari sifat kimia sifat fisika sifat mekanik dari mineral itu sendiri. Nikel merupakan logam ber$arna putih keperak 0 perakan ringan kuat antin karat bersifat keras mudah ditempa sedikit ferromagnetis dan merupakan konduktor yang agak baik terhadap panas dan listrik. Nikel tergolong dalam grup logam besi!kobal yang dapat menghasilkan alloy yang sangat berharga. %pesifik gra1itynya 2 3(" dengan titik lebur 145'(C dan titik didih "7'"(C resisten terhadap oksidasi mudah ditarik oleh magnet larut dalam asam nitrit tidak larut dalam air dan amoniak sedikit larut dalam hidrokhlorik dan asam belerang. Memiliki berat jenis 2 2 untuk logam padat dan 3 (4 untuk kristal tunggal. %ecara umum mineral bijih di alam ini dibagi dalam " (dua) jenis yaitu mineral sulfida dan mineral oksida. +egitu pula dengan bijih nikel ada sulfida dan ada oksida. Masing!masing mempunyai karakteristik sendiri dan cara pengolahannya pun juga tidak sama. )alam bahasan kali ini akan dibatasi pengolahan bijih nikel dari mineral oksida (5aterit). +ijih nikel dari mineral oksida (5aterite) ada dua jenis yang umumnya ditemui yaitu %aprolit dan 5imonit dengan berbagai 1ariasi kadar. /erbedaan menonjol dari " jenis bijih ini adalah kandungan 6e (+esi) dan Mg (Magnesium) bijih saprolit mempunyai kandungan 6e rendah dan Mg tinggi sedangkan limonit sebaliknya. +ijih %aprolit dua dibagi dalam " jenis berdasarkan kadarnya yaitu 78%& (7igh 8rade %aprolit &re) dan 58%& (5o$ 8rade %aprolit &re) biasanya 78%& mempunyai kadar Ni 9 "# sedangkan 58%& mempunyai kadar Ni. ,dapun tahap!tahap yang dilakukan untuk melakukan proses pengelolahan nikel melalui beberapa tahap utama yaitu crushing /engering /ereduksi peleburan /emurni dan 8ranulasi dan /engemasan.

1. *ominusi *ominusi adalah suatu proses untuk mengubah ukuran suatu bahan galian menjadi lebih kecil hal ini bertujuan untuk memisahkan atau melepaskan bahan galian tersebut dari mineral pengotor yang melekat bersamanya. *ominusi bahan galian meliputi kegiatan berikut : a. Crusher yaitu suatu proses yang bertujuan untuk meliberalisasi mineral yang diinginkan agar terpisah dengan mineral pengotor yang lain. )imana proses ini bertujuan juga untuk reduksi ukuran dari bahan galian ; bijih yang langsung dari tambang (<&M = run of mine) dan berukuran besar!besar (diameter sekitar 1(( cm) menjadi ukuran "(!"5 cm bahkan bisa sampai ukuran " 5 cm.

,lat yang digunakan pada /rimary Crusher dan %econdery Crusher yaitu antara lain : 1. >a$ crusher ". 8yratory crusher '. Cone crusher 4. <oll crusher 5. -mpact crusher ?. <otary breaker 7. 7ammer mill b. 8rinding Merupakan tahap pengurangan ukuran dalam batas ukuran halus yang diinginkan. .ujuan 8rinding yaitu Mengadakan liberalisasi mineral berharga Mendapatkan ukuran yang memenuhi persyaratan industri Mendapatkan ukuran yang memenuhi persyaratan proses.

". %i@ing Merupakan proses pemilahan bijih yang telah melalui proses kominusi sesuai ukuran yang dibutuhkan. *egiatan %i@ing meliputi %creening yaitu %alah satu pemisahan berdasarkan ukuran adalah proses pengayakan (screening). %i@ing dibagi menjadi dua antara lain : a. /engayakan ; /enyaringan (%creening ; %ie1ing)

/engayakan atau penyaringan adalah proses pemisahan secara mekanik berdasarkan perbedaan ukuran partikel. /engayakan (screening) dipakai dalam skala industri sedangkan penyaringan (sie1ing) dipakai untuk skala laboratorium. /roduk dari proses pengayakan;penyaringan ada " (dua) yaitu antara lain :

1. Ukuran lebih besar daripada ukuran lubang-lubang ayakan (oversize). 2. Ukuran yang lebih kecil daripada ukuran lubang-lubang ayakan (undersize).
%aringan (sie1e) yang sering dipakai di laboratorium yaitu antara lain :

1. Hand sieve 2. Vibra ing sieve series ! "yler vibra ing sive #. $ieve shaker ! ro ap %. &e and dry sieving
%edangkan ayakan (screen) yang berskala industri yaitu antara lain :

1. $ a ionary grizzly 2. 'oll grizzly

#. $ieve bend %. 'evolving screen (. Vibra ing screen (single deck) double deck) riple deck) e c.) *. $haking screen +. 'o ary shi, er b. -lasi,ikasi (.lassi,ica ion) -lasi,ikasi adalah proses pe/isahan par ikel berdasarkan kecepa an pengendapannya dala/ sua u /edia (udara a au air). -lasi,ikasi dilakukan dala/ sua u ala yang disebu classi,ier.

Produk dari proses klasi,ikasi ada 2 (dua)) yai u an ara lain0 1. Produk yang berukuran kecil!halus (sli/es) /engalir di bagian a as disebu over,lo1. 2. Produk yang berukuran lebih besar!kasar (sand) /engendap di bagian ba1ah (dasar) disebu under,lo1. Proses pe/isahan dala/ classi,ier dapa er2adi dala/ iga cara (concep )) yai u 0 a. Par i ion concep b. "apping concep c. 'ein concep

'. /engeringan ()rying)

3ai u proses un uk /e/buang seluruh kandung air dari pada an yang berasal dari konsen ra dengan cara penguapan (evaporiza ion!evapora ion).Perala an a au cara yang dipakai ada ber/aca/-/aca/) yai u an ara lain0
a. 7earth type drying;air dried;air baked yaitu pengeringan yang dilakukan di atas lantai oleh sinar matahari dan harus sering diaduk (dibolak!balik). b. %haft drier ada dua macam yaitu : to$er drier material (mineral) yang basah dijatuhkan di dalam saluran silindris 1ertikal yang dialiri udara panas (2(( 0 1(((). rotary drier material yang basah dialirkan ke dalam silinder panjang yang diputar pada posisi agak miring dan dialiri udara panas yang berla$anan arah.

4. *alsinasi dan <eduksi di .anur /ereduksi

"u2uannya un uk /enghilangkan kandungan air di dala/ bi2ih) /ereduksi sebagian nikel oksida /en2adi nikel loga/) dan sul,idasi. $e elah proses drying) bi2ih nikel yang ersi/pan di gudang bi2ih kering pada dasarnya belu/lah kering secara se/purna) karena i ulah ahapan ini ber u2uan un uk /enghilangkan kandungan air bebas

dan air kris al ser a /ereduksi nikel oksida /en2adi nikel loga/. Proses ini berlansung dala/ anur reduksi. 4i2ih dari gudang di/asukkan dala/ anur reduksi dengan ko/posisi penca/puran /enggunakan ra io er en u un uk /enghasilkan ko/posisi silika /agnesia dan besi yang sesuai dengan operasional anur lis rik. $elain i u di/asukkan pula ba ubara yang ber,ungsi sebagai bahan pereduksi pada anur reduksi /aupun pada anur pelebur. Un uk /engika nikel dan besi reduksi yang elah ereduksi agar idak eroksidasi ke/bali oleh udara /aka di a/bahkanlah belerang. Hasil akhir dari proses ini disebu kalsin yang ber e/pera ur seki ar +555o..

(. Peleburan di "anur 6is rik Un uk /elebur kalsin hasil kalsinasi!reduksi sehingga erben uk ,asa lelehan /a e dan $lag. -alsin panas yang keluar dari anur reduksi sebagai u/pan anur pelebur di/asukkan kedala/ surge bin lalu ke/udian diba1a dengan rans,er car ke e/pa pena/pungan. 7urnace ber u2uan un uk /elebur kalsin hingga erben uk ,ase lelehan /a e dan slag. 8inding ,urnace dilapisi dengan ba u ahan api yang didinginkan dengan /edia air /elalui balok e/baga. 9a e dan slag akan erpisah berdasarka bera 2enisnya. $lag ke/udian diangku kelokasi pe/buangan dengan kendaraan khusus.

?. /engkayaan di .anur /emurni

4er u2uan un uk /enaikkan kadar Ni di dala/ /a e dari seki ar 2+ persen /en2adi di a as +( persen. 9a e yang /e/iliki bera 2enis lebih besar dari slag diangku ke anur pe/urni ! conver er un uk /en2alani ahap pe/urnian dan pengayaan. Proses yang er2adi dala/ anur pe/urni adalah peniupan udara dan pena/bahan sililka. $ilika ini akan /engika besi oksida dan /e/ben uk ika an yang /e/iliki bera 2enis lebih rendah dari /a e sehingga /en2adi /udah un uk dipisahkan.

7. 8ranulasi dan /engemasan

Un uk /engubah ben uk /a e dari loga/ cair /en2adi bu iran-bu iran yang siap diekspor se elah dikeringkan dan dike/as. 9a e di uang kedala/ andis se/bari secara erus /enerus dise/pro dengan air ber ekanan inggi. Proses ini /enghasilkan nikel /a e yang dingin yang berben uk bu iran-bu iran halus. 4u iran-bu iran ini ke/udian disaring) dikeringkan dan siap dike/as.

TAHAPAN PENGOLAHAN BIJIH NIKEL


TEKNOLOGI PENGOLAHAN BIJIH NIKEL Secara umum teknologi pengolahan bi ih bikel untuk men a!i bahan olahan nikel !apat !ibagi men a!i !ua macam "ang ter!iri !ari Pirometalurgi !an Hi!rometalurgi# "ang !i ela$kan $ebagai berikut % 1. Pirometalurgi Pro$e$ pengolahan bi ih nikel !engan menggunakan teknologi pengolahan pirometalurgi "aitu pro$e$ ek$trak$i bi ih nikel !engan menggunakan $uhu tinggi& Bia$an"a teknologi ini !igunakan untuk kriteria bi ih !engan ka!ar nikel "ang tinggi 'ka!ar Ni ( )#* +,& Ha$il akhir pengolahan !engan menggunkan teknologi ini berupa -erronikel !alam bentuk ingot !anatau granular nikel matte& 2. Hidrometalurgi Pro$e$ pengolahan bi ih nikel !engan penggunkan teknologi hi!rometalurgi a!alah pro$e$ ek$trak$i bi ih nikel !engan menggunakan pro$e$ pelin!ian 'leaching, !engan menggunakan reagent.reagent tertentu& Teknologi ini bia$an"a !igunakan untuk pengelohan bi ih nikel !engan ka!ar ren!ah& Ha$il akhir pengolahan ini berupa nikel 'Ni,& DIAGRAM ALIR PENGOLAHAN BIJIH NIKEL /iagram alir pengolahan bi ih nikel !engan meto!e pirometalurgi !apat !ilihat pa!a $kema $ebagai berikut ini %

$ource image % bahan pre$enta$i kuliah program $tu!i t& metalurgi itb

Se!angkan pengolahan bi ih nikel !engan menggunakan meto!e hi!rometalurgi !apat !ilihaat pa!a $kema berikut %

$ource image % bahan pre$enta$i kuliah program $tu!i t& metalurgi itb

PROD K OLAHAN NIKEL Seperti "ang telah !i ela$kan !iata$# bah0a teknologi pengolahan bi ih nikel !apat !ibagi men a!i !ua macam teknologi "ang mempun"ai pro!uk akhir "ang berbe!a.be!a& Pro!uk olahan !ari bi ih nikel "ang umumn"a !iha$ilkan !iin!one$ia a!alah $ebagai berikut& )& 1erronikel 'menggunakan teknologi pirometalurgi, 2& Nikel 3atte 'menggunakan teknologi pirometalurgi, 4& Nikel 'menggunakan teknologi hi!rometalurgi,

N-*A5 Nikel adalah unsur kimia metalik dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ni dan nomor atom 28.Nikel

mempunyai sifat tahan karat. Dalam keadaan murni, nikel bersifat lembek, tetapi jika dipadukan dengan besi, krom, dan logam lainnya, dapat membentuk baja tahan karat yang keras. Perpaduan nikel, krom dan besi menghasilkan baja tahan karat (stainless steel) yang banyak diaplikasikan pada peralatan dapur (sendok, dan peralatan memasak), ornamen-ornamen rumah dan gedung, serta komponen industri.

%ejarah

Nikel ditemukan oleh ronstedt pada tahun !"#! dalam mineral yang disebutnya kupferni$kel (nikolit)

*eberadaan di alam Nikel adalah komponen yang ditemukan banyak dalam meteorit dan menjadi $iri komponen yang membedakan meteorit dari mineral lainnya. %eteorit besi atau siderit, dapat mengandung alloy besi dan nikel berkadar #-2#&. Nikel diperoleh se$ara komersial dari pentlandit dan pirotit di ka'asan (udbury )ntario, sebuah daerah yang menghasilkan *+& kebutuhan dunia akan nikel. Deposit nikel lainnya ditemukan di ,aledonia -aru, .ustralia, uba, /ndonesia.

%ifat!sifat Nikel ber'arna putih keperak-perakan dengan pemolesan tingkat tinggi. -ersifat keras, mudah ditempa, sedikit ferromagnetis, dan merupakan konduktor yang agak baik terhadap panas dan listrik. Nikel tergolong dalam grup logam besi-kobal, yang dapat menghasilkan alloy yang sangat berharga.

/roses pembuatan Proses pengolahan biji nikel dilakukan untuk menghasilkan nikel matte yaitu produk dengan kadar nikel di atas "# persen. 0ahap-tahap utamadalam proses pengolahan adalah sebagai berikut1 - /engeringan di 0anur Pengering bertujuan untuk menurunkan kadar air bijih laterit yang dipasok dari bagian 0ambang dan memisahkan bijih yang berukuran 2# mm. - *alsinasi dan 2eduksi di 0anur untuk menghilangkan kandungan air di dalam bijih, mereduksi sebagian nikel oksida menjadi nikel logam, dan sulfidasi. - /eleburan di 0anur 3istrik untuk melebur kalsin hasil kalsinasi4reduksi sehingga terbentuk fasa lelehan matte dan terak - /engkayaan di 0anur Pemurni untuk menaikkan kadar Ni di dalam matte dari sekitar 2" persen menjadi di atas "# persen. - 8ranulasi dan Pengemasan untuk mengubah bentuk matte dari logam $air menjadi butiran-butiran yang siap diekspor setelah dikeringkan dan dikemas.

*egunaan Nikel digunakan se$ara besar-besaran untuk pembuatan baja tahan karat dan alloy lain yang bersifat tahan korosi, seperti /n5ar6, %onel 6, /n$onel 6, dan 7astelloys 6. .lloy tembaga-nikel berbentuk tabung banyak digunakan untuk pembuatan instalasi proses penghilangan garam untuk mengubah air laut menjadi air segar. Nikel, digunakan untuk membuat uang koin,dan baja nikel untuk melapisi senjata dan ruangan besi (deposit di bank), dan nikel yang sangat halus, digunakan sebagai katalis untuk menghidrogenasi minyak sayur (menjadikannya padat). Nikel juga digunakan dalam keramik, pembuatan magnet .lni$o dan baterai penyimpanan 8dison 6.

-sotop.

Nikel sulfat dan nikel oksida adalah senya'a yang penting. Nikel alam adalah $amuran dari lima isotop stabil, ada pula sembilan isotop lainnya yang tidak stabil.

/enanganan 0erpapar dengan logam nikel dan senya'a nikel yang mudah larut tidak boleh melebih +.+# mg4$m* (selama 8 jam kerja perhari- 9+ jam seminggu). :ap dan debu nikel sulfida beresiko karsinogenik.

-e erangan unsur Simbol Volume Atom Massa Atom Titik Didih St"uktu" !"istal : Ni : 6.6 cm3/mol : 58.6934 :3 5! : #cc

Massa $e%is : 8.9 &/cm3 !o%dukti'itas (ist"ik : )4.6 * ) 6 ohm+)cm+) ,lekt"o%e&ati'itas : ).9) !o%#i&u"asi ,lekt"o% : -A".3d8 4s/ 0o"masi ,%tal1i : )2./ k$/mol !o%dukti'itas 3a%as : 9 .2 4m+)!+) 3ote%sial 5o%isasi : 2.635 V Titik (ebu" : )2/6 ! 6ila%&a% 7ksidasi : /83 !a1asitas 3a%as: .444 $&+)!+) ,%tal1i 3e%&ua1a%: 322.5 k$/mol