Anda di halaman 1dari 141

BUKU PEDOMAN PRAKTIS

Alignment

Mesin2 Rotasi

Oleh

Soemarno Adibroto

Cetakan pertama Penerbit

Mesin2 Rotasi Oleh Soemarno Adibroto Cetakan pertama Penerbit Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 1
Mesin2 Rotasi Oleh Soemarno Adibroto Cetakan pertama Penerbit Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 1

PRAKATA

Pencegahan kerusakan mesin sangat penting untuk mencapai kehandalan, operasi kontinu dan keselamatan operasional pabrik. Pencegahan dapat dicapai dengan menentukan spesifikasi, seleksi, pemasangan dan perawatan mesin sesui dengan standard mutu. Analisa dan evaluasi semua aspek harus selalu dilakukan terus- menerus untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Root cause analisis yang tepat dan akurat sangat diperlukan untuk dapat menjaminn tercapainya beaya operasi mesin se-kecil2nya. Umumnya target dari Bagian Operasi lebih menonjol ketimbang analisa problem, sehingga belum sempat dianalisa mesin harus segera kembali beroperasi, dan kerusakan yang sama sering berulang kali terjadi. Tidak dapat beroperasinya mesin akibat kerusakan komponent dapat dikurangi dan dicegah jika kita mampu meng-antisipasi potensi problem. Jadi faktor penting dalam hal ini adalah :

Memilih mesin harus sesuai dengan standard mutu kwalitas dan sesuai dengan penggunaan operasi.

Mengoperasikan sesuai dengan standard prosedur operasi.

Merawat dengan system perawatan proaktip harus dipilih dan dilaksanakan secara konsistan.

Manusianya mampu dan mau melaksanakan semua system yang terpilih secara konsistan. Buku ini hanyalah merupakan salah satu panduan praktis untuk melakukan alignment mesin rotasi, mengapa buku ini ditulis, yaitu :

Alignment mesin dianggap hal yang sepele, padahal lebih dari 50% kerusakan mesin rotasi disebabkan oleh mesin mis- alignment.

Buku panduan praktis bidang teknis berbahasa Indonesia masih sangat jarang kita jumpai di toko2 buku. Penulis berharap agar buku ini dapat membantu para perawat mesin untuk mengatasi sebab2 kerusakan mesin. Kami berusaha menulis dengan bahasa dan urutan sederhana dengan tujuan mudah dipelajari, namun tentu masih banyak kekurangan. Semoga buku ini bermanfaat, saran dan kritik dari para pembaca sangat kami harapkan

Penulis

SoemarnoAdibroto

dari para pembaca sangat kami harapkan Penulis SoemarnoAdibroto Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 2
dari para pembaca sangat kami harapkan Penulis SoemarnoAdibroto Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 2

BAB I PENDAHULUAN

A. Memasang Mesin

1. Memilih Mesin

2. Memasang Mesin

3. Mengoperasikan Mesin

4. Mememilhara mesin

B. Metoda Pemeliharaan

1. Breakdown Maintenance

2. Preventive Maintenance

3. Predictive Maintenance

4. Proactive Maintenance

C. Ulasan Secara Ekonomi

Maintenance 4. Proactive Maintenance C. Ulasan Secara Ekonomi Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 3
Maintenance 4. Proactive Maintenance C. Ulasan Secara Ekonomi Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 3

BAB. I PENDAHULUAN

Kehandalan unit produksi suatu pabrik yang didalamnya terdiri dari berbagai unit mesin sangatlah didambakan oleh semua pengelolanya dan ownernya, agar hasil produksi selalu mencapai target. Beaya yang besar telah dikeluarkan untuk meningkatakan peralatan pemeliharaan/maintenance, membeli system/softwere, meningkatkan kemampuan pengelola, namun semua ini akan menjadi hal yang tidak artinya jika “alignment mesin diabaikan”

A. Memasang Mesin.

Syarat agar mesin dapat dioperasikan dengan reliabilitas sesuai dengan tujuan perencana, maka:

Mesin harus dirancang atau dipilih sesuai dengan sifat operasinya.

Mesin harus dipasang atau disetel dengan baik sesuai standard mutu tinggi

standard

Mesin

harus

di

operasikan

sesuai

dengan

operating procedure.

Mesin harus dirawat sesuai kebutuhan secara proaktive

1.Memilih Mesin Memilih atau membeli mesin harus disesuaikan dengan sifat penggunaan atau operasi. Faktor yang harus di pertimbangkan al :

jenis fluida yang diproses, temperatur kerja, tekanan fluida, dioperasikan terus-menrus atau intermitten, berapa kapasitas, environment panas/korosive, didalam ruang atau diluar ruang dsb. Seharusnya mengikuti standard2 nasional atau internasional misal :

SNI, API, ASME, ANSI, JIS, DIN , NEMA, IEC. dls.

2. Memasang Mesin Pemasangan mesin yang sempurna merupakan awal proses yang terbaik, karena menurut statistik kira2 50% s/d 70% kerusakan premature Mesin Rotasi diakibatkan karen pemasangan yang tidak sempurna al. misalignment, kopling, pemipaan, fondasi. Bagaimana cara mengerjakan alignment secara benar? Cara dan faktor apa yang harus diperhatikan dalam melakukan alignment akan dibahas secara tahap demi tahap dalam buku ini agar kita dapat melakukan dengan benar.

demi tahap dalam buku ini agar kita dapat melakukan dengan benar. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto
demi tahap dalam buku ini agar kita dapat melakukan dengan benar. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto

Beberapa hal yang menjadi fenomena pada kita, mengapa gagal :

Kurang tahu Metode Alignment atau

Mengetahui Metode, tapi malas dan tidak mau melakukan dengan benar.

Mengetahui Metode dan dapat melakukan tetapi alat tidak memadai. Seharusnya setiap pekerjaan perlu dibuat “standard prosedur kerja” secara tertulis dan didokumenkan apa yang telah dikerjakan. Histori sebuah peralatan/mesin sangat berguna untuk evaluasi jika ada permasalahan atau improvement.

3. Mengoperasikan Mesin Setelah memilih mesin sesuai peruntukan, kemudian memasang sesuai dengan standard mutu, maka mesin siap di operasikan. Standard Operating Procedure dan check list harus di buat agar langkah2 mengoperasikan selalu berurutan dan benar. Salah langkah menjalankan mesin dapat berakibat kerusakan, bahkan dapat mengakibatkan kerusakan mesin lainya, atau malapetaka yang tidak kita inginkan. Banyak peralatan pabrik dan manusia menjadi korban akibat kesalahan manusia (sering kita sebut human error). Hal ini dapat dicegah dengan taat selalu mengikuti standard operating procedure .

4 Pemeliharaan Mesin Pemeliharaan mesin merupakan faktor penentu apakah mesin handal untuk dioperasikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Produksivitas mesin yang diinginkan tidak tercapai jika pemeliharaan mesin tidak diselenggarakan dengan terstruktur. Yang penting dan utama ialah tingkat kompetensi sumber-daya manusia harus memadai, peningkatan kemampuan SDM harus menjadi perhatian baik secara kelembagaan maupun pribadi. Pada dasarnya meningkatkan diri merupakan wajib hukumnya bagi setiap manusia, maka belajar merupakan salah satu solusinya. Belajar dari buku, dari orang , dari pengalaman, dan dari sumber apa / mana saja, karena sebetulnya di dunia ini diciptakan dengan sangat lengkap oleh Sang Pencipta.

(A philosopher:“Good judgment comes from experience. Experience comes from poor judgment” )

comes from experience. Experience comes from poor judgment ” ) Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page
comes from experience. Experience comes from poor judgment ” ) Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page

B. Metoda Pemeliharaan Tujuan Pemeliharaan: Mengupayakan agar assets mampu dioperasikan secara kontinyu dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan rencana tanpa mengalami kerusakan. Pemeliharaan Mesin merupakan hal yang sering dipermasalahkan antara Bagian Pemeliharaan dan Bagian Produksi. Karena Bagian Pemeliharaan dianggap yang memboroskan beaya, sedang Bagian Produksi merasa yang merusakan tetapi juga yang membuat uang. Pertentangan tsb. sering menjadi hal heboh, sehingga bahkan menjadi sumber bencana kerugian. Hal ini sudah saatnya kita achiri pemikiran2 yang usang dan mengganti pemikiran2 yang lebih baru. Berbagai system Maintenance Management banyak ditemukan dan sudah banyak diaplikasikan sesuai dengan perkembangan dan bertujuan untuk mencapai keuntungan yang sebesar-besarnya. Semula orang hanya memgoperasikan sampai rusak , tentu sangat merugikan. Kemudian orang melakukan pemeliharaan berkala/PM. Pemeliharaan Preventive dikembangkan menjadi Prediktive kemudian berkembang dan terus berkembang sesuai dengan kondisi yang menguntungkan. Proactive Maintenance dengan mengkombinasi system lain merupakan salah satu pilihan yang sedang dianut agar dapat menekan ongkos. Dengan metode ini ternyata telah menyelamatkan ribuan industri kecil maupun besar untuk keluar dari kesulitan.

1. Breakdown Maintenance. Generasi ini berlangsung sekitar th 1940 s/d 1955, yaitu dari awal mulainya Revolusi Industri sampai usai Perang Dunia. Pada awalnya ada faham, bahwa membuat mesin harus kuat dan kokoh dengan safety factor sangat tinggi, maka akibatnya harga menjadi mahal. Konsepnya sbb: Mesin dipasang dengan kurang cermat, kemudian dioperasikankan terus-menerus dan tunggu sampai dengan rusak, kemudian baru diperbaiki atau diganti. Kelemahanya, kerusakan biasanya sangat fatal dan penggantian2 tidak dapat di perkirakan atau tidak dapat dianggarkan. Keuntungan :

Ongkos pemeliharaan rutine kecil, tetapi kerugianya ongkos untuk mengganti atau perbaikan mesin ternyata menjadi sangat mahal. Sebagai gambaran kesehatan manusia pada zaman yang sama, Sangat memungkinkan akan terjadi sakit parah, stroke atau serangan jantung,jika kita tidak memperhatikan kesehatan kita,dengan pemeriksaan berkala untuk mengetahui gangguan lebih dini.

kita,dengan pemeriksaan berkala untuk mengetahui gangguan lebih dini. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 6
kita,dengan pemeriksaan berkala untuk mengetahui gangguan lebih dini. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 6

2.

Preventive Maintenance

Generasi berikut berlangsung sekitar th. 1955 s/d 1970. Dari pengalaman generasi sebelumnya bahwa kerusakan fatal sering terjadi yang memerlukan ongkos yang besar, maka orang lalu membuat rencana perawatan-pencegahan yang bertujuan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Para ahli perawatan mesin membuat rencana perawatan yang dilakukan secara periodic atau kerkala. Perawatan dilakukan secara kerkala tsb meliputi pengecheckan, pengukuran atau penggantian part mesin, pembersihan serta penyetelan/seting, overhaul mesin. Cara ini masih banyak kelemahan : mesin harus berhenti tidak berproduksi untuk overhaul atau penggantian bagian/part tertentu , padahal yang semestinya belum perlu perlu diganti. Keuntungan system ini, bahwa kerusakan yang lebih berat dapat dihindari, perbaikan mesin dapat di rencanakan. Sedangkan kerugianya al: ongkos masih agak mahal akibat perawatan yang terlalu berlebihan. Contoh PM kita mengadakan test darah, melakukan pantangan2 makan agar kondisi kesehatan kita dapat diketahui, jika ada kelainan dapat diketahui lebih dini.

3. Predictive Maintenance

Generasi yang lebih maju dan berlangsung sekitar th. 1970 s/d 1985. Sistem sebelumnya ternyata masih banyak kelemahan2, yaitu periodenya bisa terlalu pendek atau terlalu lama. Jika terlalu pendek maka yang terjadi, bahwa mesin sewaktu di overhaul ternyata kondisinya masih sangat baik, ini artinya pemborosan. Tapi jika periode terlalu lama maka bisa terjadi mesin rusak sebelum jatuh waktu perawatan. Sehingga harus ada cara atau upaya untuk menghemat beaya. Untuk menghindari hal tsb. diatas maka ditemukan cara yang mampu memdapatkan perkiraan atau prediksi kondisi mesin. Dengan monitoring pada mesin kita dapat menganalisa dan memperkirakan kondisi sedang terjadi tanda2 atau gejala kerusakan sehingga dapat menentukan kapan tindakan perawatan harus dilakukan dan suku cadang apa yang harus disediakan.

Data yang di monitor al :

Pengukuran vibrasi, temerature pada mesin rotasi

Pengukuran tebal pada pipa, bejana bertekanan dll

Pengukuran spesifikasi minyak pelumas

Pengecekan alignment pada mesin rotasi

minyak pelumas  Pengecekan alignment pada mesin rotasi Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 7
minyak pelumas  Pengecekan alignment pada mesin rotasi Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 7

Pengecekan kecepatan penipisan2

Pengecekan suhu2, aliran2 dengan sinar infra-merah dll

Dari hasil pengukuran2 kemudian di buat statisik kecenderungan atau trending dan kemudian dapat menyimpulkan apa yang harus dilakukan dan kapan dilakukan. Rencana kerja dapat dibuat secara lebih akurat produksi dijadwal, sukucadang disediakan, tenaga kerja disiapkan. Kita melakukan test kerja jantung dengan EKG itu adalah usaha untuk memprediksi suatu penyakit agar dapat melakukan rencana upaya penyebuhan

4. Proaktive Maintenance Sejak th 1985 model perawatan semakin canggih. Saat itu mulailah di buat mesin2 yang dari waktu ke waktu semakin bertehnologi tinggi, efisien, hemat, mudah dioperasikan. Mesin2 modern umumnya dibuat dengan sifat2 sbb :

RPM atau Putaran sangat tinggi .

Kecepatan produksinya sangat tinggi

Mesin / peralatan bekerja secara Otomatisasi

Kapasitas besar tapi bentuk relative lebih kecil

Tekanan/kecepatan/ temperature sangat tinggi.

Instalasi harus tidak menimbulkan pencemaran lingkungan

Tenaga kerja yang dibutuhkan lebih sedikit

Keadaan Instalasi Industri memerlukan Sistem perawatan yang terpadu, yaitu “paduan semua sistem2” tsb. diatas yang di sesuaikan dengan macam/kondisi mesin secara individu maupun secara instalasi industri. Artinya bahwa program & tindakan perawatan dilakukan sesuai dengan kebutuhan agar tercapai titik ekonomi yang optimal, yaitu aktivitas pemeliharaan tidak berlebihan dan tepat waktu. Ini berarti “memaduan semua system” yang disesuaikan.

Umumnya dilengkapi dengan melakukan :

Failure mode & effects analysis

Root cause analysies

Continue Improvement & Correction

Redesign & Re-engineering.

Tujuan system ini diharapkan agar tercapai reabilitas tinggi, produksitas tinggi, kwalitas memenuhi standard mutu , sesuai dengan keinginan pasar, dan dengan beaya cukup ekonomis.

, sesuai dengan keinginan pasar, dan dengan beaya cukup ekonomis. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page
, sesuai dengan keinginan pasar, dan dengan beaya cukup ekonomis. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page

Uraian singkat diatas merupakan bentuk pembahasan Maintenance Management mesin2, tentu saja bentuk lain sangat banyak ragamnya. Contoh upaya manusia agar tetap sehat :

Kita memonitor kadar kolestrol, asam urat dalam darah, tekanan darah tidak melampaui ambang batas dan kemudian mengendalikan dengan diet. Kombinasi Mesin maupunperalatam pabrik sangatlah banyak dan mempunyai karakter yng berbeda-beda, sehingga harus diadakan analisa dengan sistem apa yang cocok utk masing2 mesin agar murah, mudah dan sesuai. Misal mesin/alat tertentu lebih murah jika kita tunggu sampai rusak barulah diganti, karena tidak mengganggu operasi pabrik. Jenis mesin lain memerlukan pemeriksaan berkala untuk menjaga kondisi tetap prima, dan mesin jenis yang lain bisa diprediksi kapan diadakan penggantian partnya. Maka perlu mengadakan kombinasi system pemeliharaan dengan pertimbangan sifat mesin, operasi mesin, ongkos dan pertimbangan2 lain.

Ada kesamaan antara Strategi Perawatan Mesin dengan Perawatan Kesehatan manusia.

Strategi

Teknik

Pemeliharaan

Maintenance

Yang diperlukan

Kesehatan

Proactive Maintenance

Monitoring , analisa akar sebab/masalah, mis: vibrasi, kontaminasi, korosi, kerusakan prematur

Monitor kolestrol, asam urat, tekanan darah, Misal: mengendalikan dengan melakukan diet.

Predictive Maintenance

Monitoring : vibrasi, temperatur, alignment, keausan, korosi

Memeriksa kerja jantung dengan EKG atau ultrasonics.

Preventive Maintenance

Periodic pembersihan pemeriksaan/penggantian/part komponen

Pemeriksaan, test laborat secara berkala atau diet

Breakdown

Kerusakan fatal, perlu beaya sangat besar

Serangan jantung atau stroke,perlu beaya besar atau berakibat fatal

Maintenance

Kutipan dari referensi buku Proactive Maintenace ; James C.Fitch, PE

Kutipan dari referensi buku Proactive Maintenace ; James C.Fitch, PE Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page
Kutipan dari referensi buku Proactive Maintenace ; James C.Fitch, PE Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page

C. Ulasan Secara Ekonomi Perkembangan sistem “ Management Maintenance” yang ada, semenjak dari sistem tahun sebelum perang dunia 1 (System Breakdown) sampai dengan sistem mutakir al (RCM, Total Produksi Maintenance, Automous Maintenance dll), Tapi ada satu tahap yang sangat penting yang harus dilalui, yaitu alignment kopling mesin.

Keuntungan yang akan dicapai jika mesin di alignment dengan presisi

1. Meperpanjang MTBF (Mean Time Between Failure = Waktu rata- rata antara terjadinya kerusakan )

2. Menghemat pemakaian tenaga listrik. Mesin yang tidak align menyerap tenaga listrik lebih dari yang seharusnya.

MTBF Main Time Between Falure “waktu rata-rata antar terjadinya kerusakan mesin”, yaitu waktu me- sin
MTBF Main Time Between Falure
“waktu rata-rata antar terjadinya kerusakan mesin”, yaitu waktu me-
sin beoperasi antara breakdown (saat stop karena kerusakan)
Kurva Bathub
Y
A
Keausan
Skala
kerusakan
Umur Pakai
B
Y2
Y1
C
X
0
1
Skala Waktu
2
3

Kurva A garis Weibull menggambarkan garis perjalanan umur pakai ( 1 – 2 )lebih pendek. Dengan jumlah kerusakan 0 –Y2 Kurva B garis perjalanan umur pakai (1– 3) lebih panjang, bisa dicapai jika mesin di alignment dengan presisi jumlah kerusakan hanya 0 – Y1 (lebih rendah) Kurva C garis umur pakai yang paling diinginkan.

Y1 (lebih rendah) Kurva C garis umur pakai yang paling diinginkan. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto
Y1 (lebih rendah) Kurva C garis umur pakai yang paling diinginkan. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto

Analogi MTBF dari kurva antara titik 1 – 2, berbeda dengan 1 – 3 maka jika kita bisa meningkatkan MTBF dari mesin, kita akan mendaptkan keuntungan langsung sbb:

1. Beaya suku cadang turun

2. Stock suku cadang menurun.

3. Beaya perbaikan mesin turun.

4. Availabilitas mesin naik.

5. Produksi naik & kredibilitas naik

Jika mesin dijalankan dalam kondisi tidak alignment/misalignment.

Mengakibatkan :

1. Gesekan antara shaft dengan bearing berlebihan

2. Gesekan shaft dengan packing atau mechenical seal berlebihan

3. Gesekan bagian kopling juga berlebihan.

Semua gesekan tsb menimbulkan panas, dan tentu memerlukan

yang berarti tenaga listrik

tenaga tambahan sekitar 0,50% - 0,70 % yang diperlukan bertambah.

Perhitungan kerugian

Sebuah pemetaan kerugian akibat misalignment digambarkan sbb :

Kerugian akibat pemakaian tenaga listrik

Jumlah mesin di pabrik Kapasitas mesin rata2 Jam operasi/pertahun Total tenaga listrik yang dikonsumsi Jika tambah tenaga akibat misalgnment Maka Total kerugian listrik Harga listrik per kWh misal Total biaya kerugian / tahun

: 250 unit : 50 kW : 8.640 jam : 108.000.000 kWh : 0,60% : 648,000 kWh : Rp 1.000,- : Rp 648.000.000,-

Jumlah mesin di pabrik Biaya perbaikan MTBF sekarang MTBF yang diinginkan Biaya sekarang Biaya perkiraan nanti ( MTBF naik) Keuntungan karena MTBA naik

: 250 : Rp 15.000.000,- : 9 bulan : 12 bulan : Rp 5 milyar : Rp 3,75 milyar : Rp 1,25 milyar

Jadi perkiraan penghematan/keuntungan dengan contoh diatas sangat mencengangkan. Inipun belum dihitung kerugian akibat tidak dapat berproduksi. Mungkin kita juga kehilangan kesempatan, atau

dapat berproduksi. Mungkin kita juga kehilangan kesempatan, atau Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 11
dapat berproduksi. Mungkin kita juga kehilangan kesempatan, atau Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 11

kehilangan kepercayaan akibat tidak bisa men-supply secara tepat waktu dan kontinu.

Problem yang disebabkan mis-alignment
Problem yang
disebabkan
mis-alignment
Driven Driver Axial vibrasi  High bearing temp  Vibrasi tinggi  Fatigue  Bearing
Driven
Driver
Axial vibrasi
 High bearing temp
 Vibrasi tinggi
 Fatigue
 Bearing wear
 Vibration
 Hight bearing
 Seal failure
 Wear
temp
 Bearing wear
 Vibration
 Seal failure

MTBF bertamabh pendek, Umur mesin bertambah pendek

Jumlah Jam operasi bertambah pendek, produksi menurun

Keandalan pabrik menurun, Kreditibilitas menurun

Overtime bertambah tinggi, Ongkos produksi bertambah

Konsumable bertambah, Konsumsi tenaga listrik naik

Jumlah persediaan suku-cadang bertambah

Keuntungan/profit berkurang

persediaan suku-cadang bertambah  Keuntungan/profit berkurang Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 12
persediaan suku-cadang bertambah  Keuntungan/profit berkurang Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 12

BAB II MESIN ROTASI

A.

Mesin Rotasi

1. Motor Listrik

2. Motor Bakar

3.Turbin

B

Mesin Driven

1.Pompa

2.Kompresor

3.Gearbox

C

Kopling

1.Kopling Flexible

2.Kopling Fluid

3.Kopling Clutch

4. Kopling Jenis lain.

D

Pemilihan Kopling & Perawatan

4. Kopling Jenis lain. D Pemilihan Kopling & Perawatan Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 13
4. Kopling Jenis lain. D Pemilihan Kopling & Perawatan Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 13

BAB. II MESIN ROTASI

Pabrik atau Instalasi Industri pada umumnya terdiri dari berbagai macam mesin / peralatan :mesin-rotasi dan non-rotasi. Mesin2 rotasi (pompa, kompressor, motor listrik, turbine, motor bakar) berfungsi mengalirkan atau membuat suatu proses produksi secara kontinu. Perlu diketahui bahwa mesin rotasi lebih potensi mengalami kerusakan, karena mesin selalu ber-rotasi atau bergerak. Sebagai konsekewensinya pemeliharaan mesin rotasi memerlukan program yang terencana terencana, proaktive dan pengembangan yang terus- menerus / continue improvement

Mesin2 rotasi (ditinjau dari sisi alignment) sbb:

A. Mesin penggerak / driver

B. Mesin yang digerakan / driven

C. Gear box atau reducer gear

D. Kopling / coupling

Pembahasan selanjutnya akan lebih banyak pada kopling, karena

buku ini membahas alignment dengan berbagai masalah dan penyelesaiannya.

A Mesin Penggerak

Mesin yang menghasilkan gerak mekanis atau putaran disebut mesin penggerak dan dalam term teknik disebut driver dan mesin yang digerakan disebut driven. Dalam sebuah instalasi industri kecil maupun industri besar lebih dari 50% peralatan terdiri dari mesin2 rotasi, tanpa mesin ini proses tidak akan mengalir.Dibawah ini daftar mesin rotasi yang perlu diketahui sifat operasinalnya.

Pembahasan hanya meliputi jenis2 yang paling banyak di pakai, dan hanya membahas sifat operasi dan sifat kusus yang berhubungan dengan alignment .

1 Motor Listrik Motor listrik merupakan mesin rotasi pengubah tenaga listrik menjadi tenaga mekanis putar. Motor induksi merupakan motor lisrik arus putar (AC) yang paling banyak dipakai di dunia Industri besar, kecil maupun industri diperumahan Motor listrik mudah dipasang, mudah dioperasikan dan mudah pemeliharaan, tetapi memerlukan sumber tenaga listrik. Di Indonesia

pemeliharaan, tetapi memerlukan sumber tenaga listrik. Di Indonesia Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 14
pemeliharaan, tetapi memerlukan sumber tenaga listrik. Di Indonesia Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 14

Frequensi jaringan listrik umumnya 50 Hz, dan Standard motor yang banyak dipakai NEMA atau IEC.

Gambar motor

motor yang banyak dipakai NEMA atau IEC . Gambar motor Gambar : 1 Motor listrik yang

Gambar : 1 Motor listrik yang paling banyak dipakai ialah jenis motor induksi 3 phasa

Dalam alignment motor yag harus di perhatikan ialah :

Posisi kabel, dapat menimbulkan “cable strain”, yaitu mendorong atau menarik motor.

Tidak memiliki bearing axial/thrust, tapi mempunyai “magnetic center”, yaitu kondisi mengikat pada posisi tetap antara stator dan rotor saat beroperasi.

Mempunyai putaran sinchron dan tetap, vibrasi relatip rendah, suara tidak bising, tidak menimbulkan polusi.

Dalam operasi relatip motor tidak panas.

Kapasitas sangat variatip : 1/2 KW s/d > 15.000 KW

Beberapa faktor dalam memilih motor perlu diperhatikan al:

Over kapasitas memboroskan tenaga listrik, efisiensi turun.

Under/over voltage menurut NEMA hanya 10%

Frekwensi yang tersedia , di Indonesia 50 Hz

Sistem starting dipilh yang sesuai, hindari arus start terlalu tinggi

Class dan IP atau sistem Proteksi

Enclosures & Environment : ODP, TEFC, TENV, TEAO

Peruntukan , Frame atau cara pemasangan.

ODP, TEFC, TENV, TEAO  Peruntukan , Frame atau cara pemasangan. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto
ODP, TEFC, TENV, TEAO  Peruntukan , Frame atau cara pemasangan. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto

3. Motor bakar

3. Motor bakar Gambar : 2 Sebuah mesin disel (internal combustion engine) stationar dapat dipakai sebagai

Gambar : 2 Sebuah mesin disel (internal combustion engine) stationar dapat dipakai sebagai penggerak generator. Mesin rotasi ini pengubah tenaga pembakaran bahan bakar, yaitu (bensin/solar) menjadi tenaga mekanis/putar. Mudah di pindah dan mudah dioperasikan, tetapi masalah perawatan agak lebih rumit, dan menimbulkan polusi udara & suara dibanding dengan motor listrik.

Dalam alignment yang perlu diperhatikan adalah:

Karena vibrasi cukup tinggi, maka harus memilih kopling jenis flexiblitas tinggi.

Putaran bisa berubah-ubah dan menimbulkan vibrasi tinggi, dan bising.

Memiliki thrust bearing yang membatasi gerak axial.

Dalam operasi mesin sangat panas, sehingga memerlukan ventilasi udara, atau diruang terbuka.

panas, sehingga memerlukan ventilasi udara, atau diruang terbuka. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 16
panas, sehingga memerlukan ventilasi udara, atau diruang terbuka. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 16

3 Turbine Uap

3 Turbine Uap Gambar : 3 Turbin uap kapasitas kecil banyak di pakai sebagai penggerak pompa

Gambar : 3 Turbin uap kapasitas kecil banyak di pakai sebagai penggerak pompa di Refinery, dan yang kapasitas besar dipakai untuk penggerak Generator.

Mesin rotasi pengubah tekanan uap (steam) menjadi tenaga mekanis/putar. Banyak dipakai di Industri Perminyakan maupun Station Pembangkit Listrik. Memerlukan Boiler sebagai pembangkit uap ( steam ). Melakukan alignment yang perlu diperhatikan al:

Putaran relatip bisa sangat tinggi, tidak menimbulkan vibrasi, tetapi harus memilih kopling fkexible.

Memiliki thrust bearing untuk membatasi gerak axial rotor.

Dalam kondisi operasi mesin sangat panas, sehingga dalam mealignment perlu diperhitungkan adanya “thermal growth”

dalam mealignment perlu diperhitungkan adanya “thermal growth” Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 17
dalam mealignment perlu diperhitungkan adanya “thermal growth” Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 17

4. Turbin Gas Mesin rotasi pengubah tenaga pembakaran (combustion) menjadi tenaga putar/ mekanis. Cara kerja timbulnya putaran mirip turbin uap. Bahan bakar yang di pakai berupa gas atau cairan(solar, residu, kerosene dsb) yang di atomizing. Banyak dipakai sebagai tenaga penggerak generator atau compressor di sumber2 gas bumi dan kadang mudah di mobilisasi. Dalam alignment yang perlu diperhatikan :

Putaran umumnya tinggi , dan lebih rumit system controlnya.

Memiliki thrust bearing untuk membatasi gerak axial rotor.

Dalam kondisi Operasi casing mesin sangat panas, dalam mealignment pemuaian harus diperhitungkan.

Dibawah ini adalah gambar sebuah Gas Turbin, 50.000 HP sebagai penggerak kompresor untuk proses pencairan LNG. Ducting udara masuk sedang dibuka untuk keperluan inspeksi dan pembersihan blade atau disebut sudu2.

TURBIN GAS
TURBIN GAS

Gambar : 4 Gas Turbine seperti gambar adalah jenis portable/packed yang umumnya dipakai sebagai penggerak kompresor atau generator di ladang2 minyak.

sebagai penggerak kompresor atau generator di ladang2 minyak. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 18
sebagai penggerak kompresor atau generator di ladang2 minyak. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 18

B Mesin Yang Digerakan

Mesin ini harus diputar atau digerakan oleh mesin penggerak, selanjutnya baru digunakan untuk suatu proses yang berlangsung secara kerkelanjutan. Pembahasan hanya meliputi mesin2 yang paling banyak di pakai.

1. Pompa Pompa merupakan peralatan yang paling banyak dipakai di dunia industri sebagai alat untuk memindahkan/mengalirkan fluida cair. Proses yang paling sederhanapun memerlukan pompa, sehingga pengetahuan pompa harus di kuasai oleh semua orang , terutama usaha agar pompa tidak akan pernah mengalami kerusakan. Jenis pompa ;

Pompa centrifugal

Pompa axial

Pompa gear

Pompa scew

Pompa torak

Jenis lain

Pompa gear  Pompa scew  Pompa torak  Jenis lain Gb : 5 Gambar pompa

Gb : 5 Gambar pompa centrifugal.

Pompa jenis centrifugal merupakan jenis yang banyak di pakai, karena , konstruksi lebih sederhana, dapat di buat dengan ukuran kecil maupun sangat besar, tekanan tinggi, mudah di operasikan.

kecil maupun sangat besar, tekanan tinggi, mudah di operasikan. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 19
kecil maupun sangat besar, tekanan tinggi, mudah di operasikan. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 19

2. Kompresor Kompresor merupakan peralatan yang paling banyak dipakai di dunia industri sebagai alat untuk memindahkan/mengalirkan fluida gas atau udara . Blower dan fan termasuk golongan kompresor.

Menurut prinsip kerja al :

Kompresor axial

Kompresor centrifugal

Kompresor lobe

Kompresor screw

Fungsi alat2 tsb sbb :

Kompresor terutama untuk menaikan tekanan tinggi

Blower mengalirkan tekanan rendah dan volume kecil

Fan mengalrkan udara dengan volume besar

2.1 Kompresor Centrifugal

udara dengan volume besar 2.1 Kompresor Centrifugal Gb : 6 Kompresor centrifugal, multistage horizontal split

Gb : 6 Kompresor centrifugal, multistage horizontal split

Kompresor jenis centrifugal paling banyak dipakai dalam industri, karena mudah di design dengan kapasitas sangat besar dengan

karena mudah di design dengan kapasitas sangat besar dengan Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 20
karena mudah di design dengan kapasitas sangat besar dengan Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 20

tekanan tinggi. Industri tsb: minyak & gas bumi, pencairan gas alam, petrokomia, transportasi gas dll. Dengan rekayasa kita dapat membuat kompresor dengan tekanan kecil s/d sangat besar yaitu dibuat tingkat banyak (multistage) dan dari kapasitas rendah s/d tinggi, yaitu dengan membuat volume yang besar.Yang paling menguntungkan adalah dengan pemeliharaan yang tidak terlalu rumit kita mendapatkan tingkat keandalan/reabilitas tinggi. Gambar diatas sebuah Kompresor centrifufal tekanan tinggi (multy stage) , kapasitas besar, horizontall split. Horizontal split, artinya casing dibelah secara mendatar, sehingga baut2 terlihat berbaris secara mendatar

mendatar, sehingga baut2 terlihat berbaris secara mendatar Gb : 7 Gambar kompresor tekanan tinggi Gambar diatas

Gb : 7 Gambar kompresor tekanan tinggi

Gambar diatas sebuah Kompresor centrifufal tekanan tinggi (multy stage) , kapasitas besar, verticall split. Vertical split, artinya casing dibelah secara vertical, sehingga baut2 terlihat berbaris secara verical melingkar end cover.

sehingga baut2 terlihat berbaris secara verical melingkar end cover. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 21
sehingga baut2 terlihat berbaris secara verical melingkar end cover. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 21

2.2

Kompresor Screw

Gambar sebuah kompresor jenis screw, yang biasa dipakai untuk “air instrument” sebagai penggerak system kontrol pada proses. Keuntungan kompresor ini disbanding kompresor reciprocating ialah, udara yang di kompres kering dan tidak tercampur oleh pelumasan, karena screw/rotor tidak memerlukan pelumas, tapi timing gear dan

bearing tetap

memerlukan pelumasan

memerlukan pelumasan

Gb : 8

Gambar kompresor srew

2.3 Blower

Blower seperti gambar dibawah ini biasanya dipakai untuk mengalirkan udara pembakaran pada dapur2 atau ruang2 pengering dan umumnya tidak terlalu besar.

atau ruang2 pengering dan umumnya tidak terlalu besar. Gb : 9 Gambar blower Gb : 10

Gb : 9 Gambar blower

dan umumnya tidak terlalu besar. Gb : 9 Gambar blower Gb : 10 Gambar fan Pedoman

Gb : 10 Gambar fan

umumnya tidak terlalu besar. Gb : 9 Gambar blower Gb : 10 Gambar fan Pedoman Alignment
umumnya tidak terlalu besar. Gb : 9 Gambar blower Gb : 10 Gambar fan Pedoman Alignment

2.4 Fan Fan dipakai untuk alat bantu sirkulasi udara suatu ruang, atau pemakaian lain yang sifatnya menambah aliran udara atau penarikan udara dari suatu ruang. Pemakaian pada sistem pembakaran boiler kapasitas besar sering disebut force draft fan (untuk memasukan udara pembakaran) dan kadang juga dipasang sebagai induced draft fan (untuk menarik gas bekas bakar ) Bagaimana Me-alignment . Dalam melakukan alignment kompresor , perlu diperhatikan :

Kompresor umumnya mempunyai perbedaan suhu fluida keluar jauh lebih tinggi dengan suhu fluida masuk.

Maka thermal growth (pemuaian) antara kedua ujungnya mesin juga berbeda, mengakibatkan pemuaian mesin berbeda.

Perbedaan tsb. mengharuskan menghitung dengan teliti, berapa cold alignment ( target alignment), agar dapat dicapai kondisi kondisi align saat operasi.

Pipa discharge (kluaran) mengalami panas & pemuaian, sehingga perlu diperhitungkan apakah perlu memasang expation joint.

3. Gearbox Mesin ini disebut juga “speed reducer” jika untuk merubah putaran tinggi menjadi rendah dan “speed increaser” jika merubah putaran rendah ke tinggi.

Gb 11 Gearbox besar

Gb12

merubah putaran rendah ke tinggi. Gb 11 Gearbox besar Gb12 Gearbox Gearbox dipasang diantara mesin penggerak
merubah putaran rendah ke tinggi. Gb 11 Gearbox besar Gb12 Gearbox Gearbox dipasang diantara mesin penggerak

Gearbox Gearbox dipasang diantara mesin penggerak dan yang digerakan, sehingga ketelitian alignment sangat diperlukan, perlu mengetahui

sehingga ketelitian alignment sangat diperlukan, perlu mengetahui Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 23
sehingga ketelitian alignment sangat diperlukan, perlu mengetahui Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 23

perbedaan suhu saat operasi untuk perhitungan2 target alignment. Untuk mealingment geabx biasanya sulit/tidak diputar, sehingga metode rim & face yang di pakai.

C. Kopling

Komponent ini berfungsi untuk ;

Men-transmit torsi (meneruskan tenaga mekanis) dari driver ke driven dengan cara menghubungkan kedua atau lebih poros mesin, misal dari motor-listrik ke pompa

Motor dan Pompa merupakan dua mesin yang terpisah, perubahan gerakan se-waktu2 bearing/fondasi atau pemuaian dapat menyebabkan misalignment, maka kopling harus mampu memberikan toleransi terbatas adanya misalignment poros kedua mesin tsb.

Fluid coupling Sebagai alat untuk “soft starting” pada alat2 mesin kapasitas besar : conveyor, pompa/kompresor kapasitar besar

Syarat kopling Secara umum kopling harus mempunyai sifat2 :

Ada toleransi / batasan parallel & angular misalignment

Mampu memindahkan tenaga mekanis / perputaran

Dirancang

pelumasan

tidak

hilang

meskipun

dalam

misalignment

kondisi

Mudah dipasang, mudah di perbaiki, mudah dibongkar

Dapat menerima gaya goncangan dan getaran

Meminimkan beban bearing meski misalignment

Dapat bergerak axial, meski misalignment, tidak meneruskan beban ke thrust bearing.

Tetap fit di shaft tanpa merusak shaft

Bisa menahan suhu lingkungan atau gesekan kopling

Bisa beroperasi dalam kondisi misalignment sewaktu star

Menunjukan peringatan kerusakan dan proteksi overload

Menghasilakan beban unbalance seminimal mungkin

Mempunyai efek minimalpada perubahan sistem critical speed.

Menurut system lubrikasi kopling dibagi menjadi :

Kopling yang memerlukan pelumasan

Kopling yang tidak memerlukan pelumasan

memerlukan pelumasan  Kopling yang tidak memerlukan pelumasan Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 24
memerlukan pelumasan  Kopling yang tidak memerlukan pelumasan Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 24

Menurut sifat2nya kopilng ini digolongkan :

1. Kopling fleksibel

2. Kopling Fluid

3. Kopling Clutch

4. kopling universal.

5. Kopling rigid.

1.Kopling Fleksibel Adalah sebuah kopling yang menghubungkan kedua atau lebih poros mesin yang dikonstruksi sedemikian rupa sehingga mempunyai fleksibilitas mampu memberikan kompensasi (meski sangat terbatas ) pada masalah gerak radial dan axial, atau misalignment dari mesin2 yang dihubungkan. Dalam masalah mesin2 rotasi misalignment tidak mungkin dapat dihilangkan sama sekali. Kopling ini juga dapat mereduce beban shock dan vibrasi dari satu mesin ke yang lain. Kopling fleksibel merupakan jenis yang paling banyak dipakai, maka pembahasan akan lebih banyak pada jenis ini. Dua kategori : mekanical flexing dan material flexing.

Kopling flexible:

Kopling flexible grid

Kopling gear

Kopling rantai

Kopling disc-plate

Kopling diaphrahma

Kopling elastomer

Gambar Jenis2 kopling al:

diaphrahma  Kopling elastomer Gambar Jenis2 kopling al: Gb : 13 Kopling Flexible grid Gb :

Gb : 13 Kopling Flexible grid

Gambar Jenis2 kopling al: Gb : 13 Kopling Flexible grid Gb : 14 Kopling flexible gear

Gb : 14 Kopling flexible gear

al: Gb : 13 Kopling Flexible grid Gb : 14 Kopling flexible gear Pedoman Alignment Praktis
al: Gb : 13 Kopling Flexible grid Gb : 14 Kopling flexible gear Pedoman Alignment Praktis

Gambar:13 Fleksibel grid yaitu jenis mekanis yang memerlukan pelumasan, terdiri dari dua bagian utama : gear dan grid untuk mendapatkan fleksibitas. Kopling jenis ini mampu dipakai untuk mesin2 dengan kapasitas kecil s/d sedang dan putaran rendah s/d sedang .

Gambar:14 Fleksibel gear yaitu jenis mekanis yang memerlukan pelumasan, terdiri dari dua bagian utama : gear dan gear untuk mendapatkan fleksibitas. Kopling jenis ini mampu dipakai untuk mesin2 dengan kapasitas kecil s/d sangat besar dengan putaran rendah s/d tinggi

Gambar: 15 Fleksibel disc termasuk kopling mekanis yang tidak memerlukan pelumasan, terdiri dari bagian gear. Fleksibilitas diperoleh dari melenturkan plat-metal atau diafragma atau plat disc. Jenis ini sangat banyak dipakai pada mesin2 kecil maupun sangat besar, karena mudah/murah perawatannya (maintenance free )

Kopling rantai gambar 16 sifat dan perawatannya sama dengan kopling gear, dan perlu pelumasan

perawatannya sama dengan kopling gear, dan perlu pelumasan Gb : 15 Kopling flexible disc Gb :

Gb : 15 Kopling flexible disc

gear, dan perlu pelumasan Gb : 15 Kopling flexible disc Gb : 16 Kopling flexible rantai

Gb : 16 Kopling flexible rantai

Fleksibel elastomer, Gb 17 & Gb 18 Jenis kopling ini fleksibilitas terjadi dari meregangkan dan menekan suatu material yang lentur ( misal; elastomer, karet, plastik, atau sintetis lain).

yang lentur ( misal; elastomer, karet, plastik, atau sintetis lain). Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page
yang lentur ( misal; elastomer, karet, plastik, atau sintetis lain). Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page

Keuntungan nya bahwa kopling ini tidak perlu pelumasan sehingga ongkos pemeliharaan sangat murah. Sedang kekurangannya bahwa kopling ini tidak dipakai untuk mesin2 besar.

.Gb :17

bahwa kopling ini tidak dipakai untuk mesin2 besar. .Gb :17 2. Kopling Fluid. Gb : 18

2. Kopling Fluid.

Gb : 18

untuk mesin2 besar. .Gb :17 2. Kopling Fluid. Gb : 18 Gb : 19 Fluid Copling
untuk mesin2 besar. .Gb :17 2. Kopling Fluid. Gb : 18 Gb : 19 Fluid Copling

Gb : 19

Fluid Copling termasuk fleksibel. Selain bersifat fleksibel juga dapat menghasilkan start awal yang lembut pada mesin2 seperti conveyor (alat transport batubara, semen, bijih besi, tambang mas/perak/tembaga dll) agar ban berjalan tidak cepat putus. Caranya dengan meredam putaran motor didalam kopling dan meneruskan ke puley ban( conveyor belt) secara perlahan dan bertahap sampai

ke puley ban( conveyor belt) secara perlahan dan bertahap sampai Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page
ke puley ban( conveyor belt) secara perlahan dan bertahap sampai Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page

dengan mencapai putaran penuh. Hal ini di maksudkan juga agar arus awal motor tidak besar sekali yang dapat merusakan motor winding dan menghidari moment puntir pada poros yang besar sekali. Saat start beban kejut besar sekali dan arus listriknya mencapai 6 kali arus nominal, tetapi dengan kopling ini beban dapat diperlembut dan listrik start diperkecil.

3. Kopling Clutch

Termasuk klas kopling fleksibel yang memakai prinsip sentrifugal atau pneumatic, dipakai untuk penggerak awal misal seperti: Gas Turbin. Gas turbin secara prinsip pada satu rotor terdiri dari sisi sudu axial kompresor dan sisi berikutnya adalah sudu turbin. Sisi turbin tidak dapat berfungsi sebelum ada pembakaran di ruang kombusi, sedang sisi kompresor kalau tidak di putar tidak dapat menghasilkan udara untuk pembakaran. Maka rotor tsb harus diputar oleh mesin penggerak awal, sehingga kompresor menghasilkan udara, kemudian terjadi pembakaran di ruang kombusi, seterusnya menggerakan sudu turbin maka bekerjalan turbin. Putaran turbin makin bertambah dan pada putaran tertentu “ maka kopling clutch akan melepaskan gandengannya dengan rotor turbin tsb.

4. Kopling Jenis Lain

Universal: Kopling fleksibel ini di rancang untuk gerakan lurus maupun bersudut . seperti yang dipakai untuk “gardan mobil”. Kopling Rigid: Kopling ini juga disebut fix atau kopling mati, karena antara dua poros mesin driver dan driven disambung mati, seperti sambungan flenz pipa.

driver dan driven disambung mati, seperti sambungan flenz pipa. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 28
driver dan driven disambung mati, seperti sambungan flenz pipa. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 28
Kopling jenis Tire Kopling disc dengan spacer Kopling universial Contoh gardan mobil D. Pemilihan Kopling

Kopling jenis Tire

Kopling jenis Tire Kopling disc dengan spacer Kopling universial Contoh gardan mobil D. Pemilihan Kopling Kopling

Kopling disc dengan spacer

Kopling jenis Tire Kopling disc dengan spacer Kopling universial Contoh gardan mobil D. Pemilihan Kopling Kopling

Kopling universial Contoh gardan mobil

D. Pemilihan Kopling Kopling merupakan salah satu bagian mesin yang sangat penting fungsinya, yaitu meneruskan tenaga gerak mekanis dari mesin penggerak ke mesin yang digerakan, maka dalam menentukan pilihan kopling harus mempertimbangkan syarat2 penting.

Apa syarat kopling yang kita inginkan ? 1. Mampu atau cukup kuat memindahkan tenaga gerak mekanis. Factor yang harus diperhatikan al :

Kilowatt atau Hp yaitu torsi yang akan dipindahkan

Rpm atau putaran mesin

Jenis pasangan mesin : motor dengan pompa, turbin dengan pompa, motor dengan gearbox, motor dengan conveyor dsb.

Diameter poros

Gap (jarak) poros

dengan conveyor dsb.  Diameter poros  Gap (jarak) poros Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page
dengan conveyor dsb.  Diameter poros  Gap (jarak) poros Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page

Space atau ruang yang tersedia untuk kopling.

Pemasangan kopling pada poros al :

memakai keyway (spi),bore tirus atau tidak, masuk dengan hidrolik fit, masuk dengan suaian pas, masuk dengan dipanasi

Secara umum torsi dihitung sbb:

Torsi = (kW x 9546) : Rpm

Rating minimum = SF x Torsi

KW = tenaga yang diperlukan oleh mesin, atau juga bisa kita lihat hp yang tertulis di name plate turbin atau motor. Rpm = putaran mesin : motor, turbine.

Table dibawah ini sebagai factor pengali untuk ukuran minimum pemakain tertentu.

Table safety factor (SF)

Agitator

1.0

Mixer

1.5

Feeder

1.0

Crane / hoist

1.75

Blower centrifugal

1.0

Pulverizers

1.75

Fan centrifugal

1.0

Elevator

1.25

Blower lobe

1.25

Pompa centrifugal

1.25

Fan dengan control

2.0

Extruder

1,5

Compressor centrifugal

1.0

Pompa reciprocating

2.5

Generator

1.0

Compressor resiprocating

3

Conveyor

1.2

Mesin tool

2.5

2. Mampu mengakomodasi misalignment aksial, angular & parallel meski hanya dalam batas tertentu.

Meski upaya alignment dilakukan cukup akurat , ternyata kondisi sempurna alignment suatu mesin dapat berubah. Maka diharapkan kopling mampu memberikan mengakomodasi perubahan tsb. sehingga tidak membebani kedua mesin yang dihubungkan.

Sebab2 terjadinya pergeseran sumbu poros al :

Pengaruh panas atau dingin karena aliran fluida, sehingga mengakibatkan perubahan posisi karena pemuaian pada arah vertical dan aksial.

perubahan posisi karena pemuaian pada arah vertical dan aksial. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 30
perubahan posisi karena pemuaian pada arah vertical dan aksial. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 30

Gerakan vertikal terjadi disebabkan oleh ekpansi struktur pendukung akibat perbedaan suhu, panas matahari, gerakan aksial atau kombinasi. Gerakan horizontal umumnya disebabkan oleh tarikan pipa (pipe strain) atau gerakan struktur yang lain.

Dibawah ini kurva toleransi misalignment dengan pendekatan hubungan antara putaran dengan diameter kopling.

mils per inch mils per inch 2.0 2.0 2.0 1.5 1.5 1.5 Perlu di realignment
mils per inch
mils per inch
2.0
2.0
2.0
1.5
1.5
1.5
Perlu di
realignment
m
m
1.0
1.0
1.0
Cukup baik
0.5
0.5
0.5
Sangat bagus
5
5
10
10
15
15
20
20
Speed (rpm x 1000)
Speed (rpm x 1000)
maximum deviation at either point
maximum deviation at either point
maximum deviation at either point
of power transmission
of power transmission
of power transmission

3. Mudah bongkar pasang

Tujuan syarat tsb. agar mudah dalam melakukan pemeliharaan, mudah melakukan alignment, mudah mengadakan penggantian, Kopling yang memilik syarat teknik tsb. al tipe half split, tipe spacer, tipe disc, hydroulic fit, tirus fit dan sejenisnya

4. Dapat menerima gaya goncangan dan getaran Mesin rotasi dalam operasinya kemungkinan timbul getaran atau goncangan, ini bisa terjadi saat start atau perubahan beban yang tiba2. Type kopling elastomer, disc dapat mengatasi hal ini.

5.Menjamin pelumas tidak hilang atau tidak perlu pelumasan Kopling flexible jenis mekanis ( tipe gear, rantai, grid) memerlukan pelumasan. System seal nya harus cukup baik menahan seal s/d saat penggantian pelumas. Untuk jenis elastomer, diaphram, disc termasuk tidak memerlukan pelumas ( disebut lubrication free)

disc termasuk tidak memerlukan pelumas ( disebut lubrication free) Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 31
disc termasuk tidak memerlukan pelumas ( disebut lubrication free) Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 31

6.Tetap kencang pada poros tanpa merusak Pada umumnya kopling dipasang pada poros dengan system pasak/spy, tetapi untuk ukuran2 kopling sedang . Kopling ukuran besar dipasang dengan suaian sempit sehingga pemasangannya harus dengan dipanasi terlebih dulu. Koping ukuran sangat besar pemasangan kopling dengan system hidolik fit.

7.Mampu memberikan toleransi aksial Kopling flexible pada umumnya di buat agar dapat memberikan kelonggaran axial kedua mesin yang di sambung tanpa merusak atau membebani thrust bearing. Tetapi ini juga sangat tergantung apakah kopling gap telah di-set dengan betul atau salah. Toleransi aksial dari kopling harus lebih besar dari jumlah aksial clearence kedua mesin yang disambung.

8.Menunjukan peringatan kerusakan dan proteksi overload Proteksi atau peringatan sangat diperlukan untuk mencegah kerusakan mesin lebih parah, sehingga dengan peringatan tsb. tindakan koreksi pada mesin2 tsb. dapat dilakukan. Contoh : jika kopling jenis disc ada sebagian robek atau jenis elastomer robek maka ada kemungkinan bahwa mesin2 tsb. kondisinya misalignment atau overload.

9.Kopling harus balance . Beban unbalance kopling harus dihindari dengan memilih kopling yang baik serta memasang sesuai dengan prosedur. Misal baut2 kopling harus sama berat, lubang bore harus betul2 center, hub harus sudah dibalance dari pabriknya.

Pemeliharaan Kopling Semua mesin ayau bagian mesin harus di rawat. Perawatan atau pemeliharaan kopling harus dirancang sesuai dengan jenis& fungsi kopling. Perawatan mesin meliputi pemerikasaan, pelumasan dan realignment Seperti dibahas didepan bahwa kopling digolongkan sebagai

Lubricated coupling (koping perlu pelumasan)

Unlubricated coupling ( tidak perlu pelumasan)

Perawatan Kopling yang perlu pelumasan :

Secara berkala memonitor hasil pengukuran vibrasi dari mesin yang di kopel , apakah ada indikasi misalignment atau tidak. Jika

yang di kopel , apakah ada indikasi misalignment atau tidak. Jika Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto
yang di kopel , apakah ada indikasi misalignment atau tidak. Jika Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto

perlu harus di alignment agar tidak akan terjadi kerusakan yang lebih fatal/parah.

Secara berkala harus di periksa kondisi pelumasannya ( lakukan pengisian/penggatian pelumas /grease)

Grease atau pelumasan berguna untuk melapisi bagian yang bersentuhan/bergesekan agar tidak cepat aus dan tidak cepat panas. Jenis/ Grade yang direkomendasikan untuk jenis kopling Grid , NLGI. 1 atau 2 dan Gear NLGI . 0 - 2

Periksa bagian2nya ( gear aus, baut kendor, ada bagian yang patah/sobek, periksa key apakah mengalami shearing atau rusak, dll)

Gear coupling ini jika kekurangan grease , gearnya cepat aus

Gear coupling ini jika kekurangan grease , gearnya cepat aus Grid coupling : periksalah grid nya
Gear coupling ini jika kekurangan grease , gearnya cepat aus Grid coupling : periksalah grid nya

Grid coupling : periksalah grid nya , apa ada yang patah. Sedangkan grease dan lain2nya sama seperti gear coupling

yang patah. Sedangkan grease dan lain2nya sama seperti gear coupling Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page
yang patah. Sedangkan grease dan lain2nya sama seperti gear coupling Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page
Kopling rantai sifat perawatan sama dengan kopling gear dan grid. Rekomendasi grease NLGI .1 Gigi
Kopling rantai sifat perawatan sama
dengan kopling gear dan grid.
Rekomendasi grease NLGI .1
Gigi ini harus dilumasi agar
tidag cepat panas dan aus

Perawatan kopling jenis tidak perlu pelumasan:

Secara berkala memonitor hasil pengukuran vibrasi dari mesin yang di kopel , apakah ada indikasi misalignment atau tidak. Jika perlu harus di alignment agar tidak terjadi kerusakan yang lebih fatal/parah.

Secara berkala harus di periksa kondisi pisik. bagian2nya ( baut kendor, bagian flexiblenya/elastomer apakah tidak flexible lagi/patah/sobek, periksa key apakah mengalami shearing atau rusak, dll)

Sebab2 kerusakan Dengan melakukan maintenance / perawatan yang baik, umur pakai kopling bisa mencapai panjang antara 5 – 20 tahun, bahkan bisa lebih dengan. Kopling jenis elastomer berumur lebih pendek karena bisa berubah sifat pisik karena usia. Tetapi sering terjadi kerusakan lebih dini. Sebab2 kerusakan a.l sbb ;

Pemasangan yang salah : key longgar, hub longgar, baut kendor,

Grease kering : ada kebocoran seal, terlambat mengisi, salah pilih grease terlalu cair/kental.

Panas: terlalu banyak/sedikit grease, overload, salah pilih kopling

Misalignment waktu operasi : tidak memperhitungkan termal growth / pemuaian atau penyusutan waktu operasi, salah set clearence axial kopling.

atau penyusutan waktu operasi, salah set clearence axial kopling. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 34
atau penyusutan waktu operasi, salah set clearence axial kopling. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 34
Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 35
Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 35
BAB III ALIGNMENT A Mis-alignment B Konfigurasi Misalignment C Mengapa Harus Alignment Pedoman Alignment Praktis

BAB III ALIGNMENT

A Mis-alignment

B Konfigurasi Misalignment

C Mengapa Harus Alignment

A Mis-alignment B Konfigurasi Misalignment C Mengapa Harus Alignment Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 36
A Mis-alignment B Konfigurasi Misalignment C Mengapa Harus Alignment Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 36

BAB III ALIGNMENT

Dalam pengertian umum, kondisi disebut shaft alignment terjadi ketika sumbu perputaran/kolinier dari dua (atau lebih) poros mesin segaris satu dengan yang lain, terutama saat di-operasikan. Umumnya mesin rotasi dipasang dengan kuat dan kokoh di fondasinya sesuai dengan standard mutu dan sudah harus dilakukan alignment dengan cukup akurat. Namun kadang kala maasih bisa terjadi kondisi offset atau misalignment, karena beberapa hal mesin bisa berubah dari kondisi alignmen setelah di operasikan.

Gb:
Gb:
Gb:
Gb:
Gb:
Gb:

Gb:

Gb. 20A

dari kondisi alignmen setelah di operasikan. Gb: Gb. 20A Gb: 20B Gambar 20A menggambarkan kondisi mesin

Gb: 20B

Gambar 20A menggambarkan kondisi mesin alignment dilihat dari samping Gambar 20B menggambarkan kondisi mesin alignment dilihat dari sisi atas

menggambarkan kondisi mesin alignment dilihat dari sisi atas Gb. 20.C Sumbu dalam keadaan alignment, kolinier Shaft

Gb. 20.C Sumbu dalam keadaan alignment, kolinier

Shaft berputar harus beoperasi kolinier

Hal2 yang menyebabkan alignment berubah al:

Faktor internal: Tekanan/kecepatan cairan didalam pompa, medan listrik motor/generator, perubahan suhu akibat panas yang terjadi

Faktor external : panas matahari, pipe strain, cable strain, perubahan baseplate / fondasi.

Gerakan itu bersifat : axial, vertical dan horizontal.

Jadi memang suatu kenyataan bahwa mesin pada saat beroperasi bisa bergeser, bertambah panjang / pendek, rendah atau tinggi, berubah bentuk dan posisi. Oleh karena itu maka dipakailah kopling flexible, namun kopling flexible belum merupakan jawaban utama, faktor2 tertentu harus diperhatikan, karena kopling flexible juga mempunyai keterbatasan.

diperhatikan, karena kopling flexible juga mempunyai keterbatasan. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 37
diperhatikan, karena kopling flexible juga mempunyai keterbatasan. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 37

A Mis-alignment Mesin rotasi secara umum terdiri dari mesin penggerak yang disebut driver dan mesin yang digerakan kemudian disebut driven, driven bisa hanya satu atau lebih. Misal: motor listrik – gearbox – pompa, Gas turbine- gear box - compressor 1 – compressor 2. Poros mesin2 tsb. harus disambung satu dengan yang lain memakai komponen penyambung yang disebut kopling.

Apa arti misalignment? “Pengertian umum, kondisi shaft mis-alignment terjadi ketika sumbu perputaran dari dua (atau lebih) poros mesin tidak segaris satu dengan yang lain” Istilah yang lebih khusus, shaft misalignment adalah perbedaan posisi poros relatif terhadap sebuah sumbu kolinier perputaran diukur dari titik perpindahan tenaga pada saat kondisi mesin beroperasi secara normal.

Gb 21

Driver Shaft Maximum alignment Deviation occurs here Driven Shaft Driver Driven offset offset
Driver Shaft
Maximum alignment
Deviation occurs here
Driven Shaft
Driver
Driven
offset
offset

Gambar diatas menggambarkan kondisi misalignment sepasang mesin rotasi. Ini menjadi penyakit mesin rotasi yang masih umum dan jarang diobati dengan benar :

Misalignment ditentukan dalam :

Sudut antara dua kopling (dalam derajat atau radian, 1 derajat= 0.01745 radian)

Offset antara coupling ( dalam mils, 1 ils = 0.001 inhes)

 Offset antara coupling ( dalam mils, 1 ils = 0.001 inhes) Pedoman Alignment Praktis Soemarno
 Offset antara coupling ( dalam mils, 1 ils = 0.001 inhes) Pedoman Alignment Praktis Soemarno
offset
offset

Sudut antara

kopling

.

Gb: 22

offset Sudut antara kopling . Gb: 22 Jelas terihat pada gambar 22 kondisi kopling yang dipasang

Jelas terihat pada gambar 22 kondisi kopling yang dipasang pada misalignment., kopling masih dapat menerima penyimpangan, tetapi kerusakan pasti cepat terjadi. Kopling flexible tidak diperuntukan untuk mengakomadasi adanya “mis-alignment” yang begitu besar. Kebanyakan orang beranggapan bahwa kopling flexible itu dirancang untuk mengakomodasi kondisi misalignment. Anggapan yang keliru inilah yang andil dalam prosentasi besar penyebab kerusakan premature.

Gambaran Mesin Mis-alignment Gambar 23 Contoh penggambaran mesin rotasi yang sedang operasi dalam kondisi misalignment. Apa yang terjadi :

Motor listrik ,

Air gap rotor dengan stator berubah / tidak sama.

Garis sumbu motor bergeser.

Bearing dekat kopling menyangga beban yang lebih

Bearing cepat panas dan cepat rusak

Poros di tarik oleh kopling

Poros mengalami bengkok

Vibrasi akan semakin lama makin besar

Pompa

Clearence bagian dalam pompa tidak merata

Bearing kan tertarik keatas

Beban bearing pindah ke bagian atas

Mechanical seal cepat mengalami rusak

Jarak impeller dengan defucer berubah

Poros bengkok karena ditarik kopling

Pemakaian pelumas makin boros

semua poros & kopling menderita Kelehan cyclic pada

boros  semua poros & kopling menderita Kelehan cyclic pada Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page
boros  semua poros & kopling menderita Kelehan cyclic pada Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page

Dapat disimpulkan bahwa misalignment mengakibabkan mesin mengalami kerusakan sebelum waktunya atau dalam bahasa pabrik di sebut premature damage. Misalignment merupakan salah satu penyebab kerusakan mesin rotari terbesar dengan jumlah kerugian sangat besar. Kalau kita sudah mngetahui akar masalah mengapa kita tidak mau mengatasinya,

Peta dalam mesin yang MISALIGNMENT

Acelerasi centerline poros dengan coupling Center line Centerline Bearing motor Bearing pompa garis sumbu bearing
Acelerasi centerline poros dengan coupling
Center line
Centerline
Bearing motor
Bearing pompa
garis sumbu bearing motor
impeller
pompa
motor
garis sumbu bearing pompa
mechanical seal
atau packing

Gb : 23 Sumbu poros sejajar tetapi tidak segaris biasa disebut parallel misalignment. Jika mesin dioperasikan poros motor dan pompa saling ditarik oleh kopling sehingga mengalami bengkok.

dan pompa saling ditarik oleh kopling sehingga mengalami bengkok. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 40
dan pompa saling ditarik oleh kopling sehingga mengalami bengkok. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 40

Gejala dari Mis-alignment

Yang akan kita lihat pada mesin yang operasi adalah efek sekunder dari gaya misalignment yang ditunjukan dengan beberapa dari gejala berikut :

Kerusakan premature/dini pada bearing, poros, seal atau kopling.

Vibrasi tinggi kearah radialdan axial ( kopling yang berbeda getaran juga berbeda)

Temeperatur tinggi pada casing pada atau dekat rumah bearing atau oli keluaran tinggi.

Kebocoran oli pada seal bearing

Baut pengikat mesin kendor, (soft foot)

Baut kopling kendor atau patah

Kopling menjadi panas ketika shutdown. (untuk kopling elastomer lihat bubuk karet di rumah kopling)

Runout kopling cenderung meningkat setelah beroperasi beberapa lama)

Jumlah kerusakan kopling yang lebih tinggi atau aus lebih cepat.

Poros patah (atau retak ) didekat bearing DE atau hub kopling.

Toleransi Kopling

Menurut histori kopling flexible dirancang untuk mengakomodasi adanya misalignment. Setiap pabrikan kopling menawarkan produknya dengan harga toleransi tertentu dengan maksud memberikan pengertian bahwa kopling yang diproduksi cukup aman dipakai dalam kondisi misalignment tertentu.

DriverDriver shaftshaft DriverDriver shaftshaft DriverDriver shaftshaft MaximumMaximum alignmentalignment
DriverDriver shaftshaft
DriverDriver shaftshaft
DriverDriver shaftshaft
MaximumMaximum alignmentalignment
MaximumMaximum alignmentalignment
DrivenDriven shaftshaft
DrivenDriven shaftshaft
DrivenDriven shaftshaft
deviasideviasi
deviasideviasi
Grafik toleransi mis-alignment
Driver offset
Driver offset
Driven offset
Driven offset
(in mils)
(in mils)
(in mils)
(in mils)
Gb: 24
Driven offset (in mils) (in mils) (in mils) (in mils) Gb: 24 Pedoman Alignment Praktis Soemarno
Driven offset (in mils) (in mils) (in mils) (in mils) Gb: 24 Pedoman Alignment Praktis Soemarno

Dari gambar diatas terlihat, jarak kopling makin jauh maka harga offset makin besar Dalam menentukan toleransi harus hati2, terutama untuk mesin2 yang putaran tinggi, kapasitas besar/major dan kritikal dalam operasi. Gambar 25 dibawah ini grafis pendekatan untuk menghitungkan toleransi misalignment.

mils per inch mils per inch 2.0 2.0 2.0 A.Sangat bagus B.Dapat diterima C.Harus di-alignment
mils per inch
mils per inch
2.0
2.0
2.0
A.Sangat bagus
B.Dapat diterima
C.Harus di-alignment
1.5
1.5
1.5
C. unaccepatble
m
m
1.0
1.0
1.0
B
0.5
0.5
0.5
A
5
5
10
10
15
15
20
20
Speed (rpm x 1000)
Speed (rpm x 1000)
maximum deviation at either point
maximum deviation at either point
maximum deviation at either point
of power transmission
of power transmission
of power transmission

Gb: 25

Disalin dari buku : manual Centifugal Pump Ebara

Cara menghitung toleransi berdasar table :

Contoh a :

Misal penyimpangan terbesar 6 mils (0.006”)

Jarak / diameter kopling hub. 4”

Maximum penyimpangan 6 mils/4inch = 1.5 mils/inch ( masih dalam toleransi )

Jika mesin tsb. bekerja pada putaran 3000 Rpm, harga tsb masih dapat diterima.

Djika putaran < 3000 Rpm, misal 5000 mesin harus di-alignment.

Contoh b :

= penyimpangan max = Y = Dmax/X = 15/16 mils/inch = 0,9 mils/inch

Jarak koplig

Offset max

= X

D

= 16 inch = 30/2 =15

+5

Gb: 26

0

koplig Offset max = X D = 16 inch = 30/2 =15 +5 Gb: 26 0

-20

-25

P - M

+25

0 +5 30 M-P
0
+5
30 M-P
X D = 16 inch = 30/2 =15 +5 Gb: 26 0 -20 -25 P -
X D = 16 inch = 30/2 =15 +5 Gb: 26 0 -20 -25 P -

Saat ini belum ada standard toleransi baku yang dipublikasikan Lembaga Standard seperti ISO atau ANSI. Dari semua tabel terlihat bahwa Rpm semakin tinggi dan diameter kopling semakin besar maka toleransi harus makin kecil. Sesungguhnya harga yang harus dicapai harus nol atau Zero misalignment

Toleransi dikutip dari buku Vibralign

Angular Misalignment

.001/1”

Mils per inch

buku Vibralign Angular Misalignment .001/1” Mils per inch Offset Misalignment Mils .001” Rpm Excellen

Offset Misalignment

Mils

.001”

.001/1” Mils per inch Offset Misalignment Mils .001” Rpm Excellen Acceptable Excellen Acceptable

Rpm

Excellen

Acceptable

Excellen

Acceptable

3600

0.3

/ 1”

0.5/1”

1.0

2.0

1800

0.5

/ 1”

0.7/1”

2.0

4.0

1200

0.7

/ 1”

1.0/1”

3.0

6.0

900

1.0

/ 1”

1.5/1”

4.0

8.0

Tabel Toleransi (dikutip dari buku Maintenance Technology )

 

Table 1. Shaft Alignment Tolerances (Short Couplings)

 

Excellent

Acceptable

 

Offset

Angularity

Offset

Angularity

Rpm

(mils)

(mils/in)

(mils)

(mils/in)

600

5.0

1.0

9.0

1.5

900

3.0

0.7

6.0

1.0

1200

2.5

0.5

4.0

0.8

1800

2.0

0.3

3.0

0.5

3600

1.0

0.2

1.5

0.3

7200

0.5

0.1

1.0

0.2

Table 1. Shaft Alignment Tolerances (Spacert Couplings)

Angularity (angle alpha & beta) or Projected Offset (Offset A, Offset B) mils/in

Rpm

Excellent

Acceptable

0600

1.80

3.00

0900

1.20

2.00

1200

0.90

1.50

1800

0.60

1.00

3600

0.30

0.50

7200

0.15

0.25

0.60 1.00 3600 0.30 0.50 7200 0.15 0.25 Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 43
0.60 1.00 3600 0.30 0.50 7200 0.15 0.25 Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 43

Pemahaman toleransi Secara historin toleransi mulanya dihitung oleh pembuat kopling , sebagai batas aman untuk sebuah flexible kopling setelah di alignment memakai penggaris dan feeler gage.

Misal ada pabrik kopling yang memberikan rekomendasi untuk angular misalignment sebesar 3 derajat dan 0,075 “ (75 mils) utuk offset mis-alignment. Di center kopling

Offset di coupling center

Sudut angular ant shaft (derajat) PUMP MOTOR
Sudut angular ant shaft
(derajat)
PUMP
MOTOR

Gap Toleransi, pabrik kopling yang memberikan toleransi tertentu degan istilah Coupling Fase TIR ( misal tidak lebih dari 5 mils), artinya penunjukan dial (Total Indicator Reading) pada face permukaan kopling tidak lebih dari harga tsb. Atau vertical parrallel misalignment tidak boleh melebihi harga tsb. Jika dia kopling 5 “ , maka angular misalignment = 5 mils / 5 inchi = 5 mils / 1 inch. Bisa dikatakan 1 mils per 1 inch jarak axial sepanjang sumbu shaft . Jika diameter kopling 10 inch, maka toleransi tsb menjadi lebih persisi yaitu 5 mils / 10 inch = 0,5 mils/1 inch. Jadi toleransi Couplig Face TIR 0,5 mils masih cukup baik untuk di gunakan referensi. Kesimpulan :

Dari beberapa referensi disimpulkan bahwa diameter kopling, jarak kopling dan putaran mesin menjadi faktor utama memberikan toleransi sekecil-kecil nya. Tetapi yang terpenting ialah menghitung ‘thermal growth” (perubahan panjang/tinggi/pendek mesin akibat berubah suhu ) untuk menentukan target cold alignment, sehingga mesin dapat mencapai sumbu dalam kondisi koliniar.Riset SKF (pabrikan bearing) menyimpulkan: akibat misalignment, beban tambahan bertambah 3 kali. Umur bearing ball/roller berkurang dengan faktor 27.

3 kali. Umur bearing ball/roller berkurang dengan faktor 27. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 44
3 kali. Umur bearing ball/roller berkurang dengan faktor 27. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 44

B Konfigurasi Misalignment MOTOR

B Konfigurasi Misalignment MOTOR POMPA Dilihat dari samping Gb 27 a Gb: 27.b Horizontal angular misalignment

POMPA

Dilihat dari samping
Dilihat dari samping
B Konfigurasi Misalignment MOTOR POMPA Dilihat dari samping Gb 27 a Gb: 27.b Horizontal angular misalignment

Gb 27 a

Misalignment MOTOR POMPA Dilihat dari samping Gb 27 a Gb: 27.b Horizontal angular misalignment : Pedoman

Gb: 27.b Horizontal angular misalignment:

dari samping Gb 27 a Gb: 27.b Horizontal angular misalignment : Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto
dari samping Gb 27 a Gb: 27.b Horizontal angular misalignment : Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto

Jika dilihat dari atas kedua sumbu mesin tidak segaris dan membentuk sudut

Sebelum kita melakukan koreksi alignment, kita perlu mengambil data alignmet saat ini, kemudian dari data itu kita harus mampu menggambar untuk mendapatkan bayangan seperti apa posisi mesin yang akan di koreksi dan bagaimana koreksi itu harus dilakukan. Kemudian ketelitian kalkulasi dan kecepatan melakukan alignment merupakan hal yang sangat penting. 1. Angular + Offset Mis-alignment Sumbu poros motor dan pompa tidak segaris dan membentuk sudut pada bidang vertical dan bidang horizontal (dilihat dari samping maupun atas.

2.Parallel Mis-alignment Sumbu poros motor dan sumbu poros pompa sejajar tetapi tidak segaris jika dilihat
2.Parallel Mis-alignment
Sumbu poros motor dan sumbu poros pompa sejajar tetapi tidak
segaris jika dilihat dari atas maupun dari samping .
tidak segaris jika dilihat dari atas maupun dari samping . Gb: 28.a Horizontal parallel misalignment :

Gb: 28.a Horizontal parallel misalignment:

Jika dilihat dari atas kedua sumbu mesin tsb. sejajar tetapi tidak segaris atau offset

kedua sumbu mesin tsb. sejaja r tetapi tidak segaris atau offset Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto
kedua sumbu mesin tsb. sejaja r tetapi tidak segaris atau offset Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto
offset
offset

Gb:28.b

Vertical parallel misalignment:

Jika dilihat dari samping kedua sumbu mesin tsb. tampak sejajar ,tetapi tidak segaris /satu sumbu atau disebut offset

Gb: 29.a Vertical parallel misalignment:
Gb: 29.a
Vertical parallel misalignment:

Jika dilihat dari atas kedua sumbu mesin tsb. sejajar tetapi tidak segaris atau disebut offset

sumbu mesin tsb. sejajar tetapi tidak segaris atau disebut offset Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page
sumbu mesin tsb. sejajar tetapi tidak segaris atau disebut offset Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page
Jika dilihat dari samping kedua sumbu mesin tidak segaris dan membentuk sudut Gb: 29.b Vertical

Jika dilihat dari samping kedua sumbu mesin tidak segaris dan membentuk sudut

samping kedua sumbu mesin tidak segaris dan membentuk sudut Gb: 29.b Vertical angular misalignment : Gambar

Gb: 29.b Vertical angular misalignment:

Gambar diatas terlihat pada bidang vertikal sumbu kedua mesin membentuk sudut dan dilihat dibidang horizontal tampak sumbu sejajar

membentuk sudut dan dilihat dibidang horizontal tampak sumbu sejajar Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 48
membentuk sudut dan dilihat dibidang horizontal tampak sumbu sejajar Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 48

Berbagai Posisi Sumbu ;

Berbagai Posisi Sumbu ; Sumbu mesin dalam keadaan alignment sempurna Angular misalignment Parallel misalignmen Pedoman

Sumbu mesin dalam keadaan alignment sempurna

Posisi Sumbu ; Sumbu mesin dalam keadaan alignment sempurna Angular misalignment Parallel misalignmen Pedoman Alignment
Posisi Sumbu ; Sumbu mesin dalam keadaan alignment sempurna Angular misalignment Parallel misalignmen Pedoman Alignment
Posisi Sumbu ; Sumbu mesin dalam keadaan alignment sempurna Angular misalignment Parallel misalignmen Pedoman Alignment
Posisi Sumbu ; Sumbu mesin dalam keadaan alignment sempurna Angular misalignment Parallel misalignmen Pedoman Alignment

Angular misalignment

mesin dalam keadaan alignment sempurna Angular misalignment Parallel misalignmen Pedoman Alignment Praktis Soemarno

Parallel misalignmen

keadaan alignment sempurna Angular misalignment Parallel misalignmen Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 49
keadaan alignment sempurna Angular misalignment Parallel misalignmen Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 49

C Mengapa Mesin Perlu Di-alignment. Umur pakai mesin sangat diharapkan agar reliable/handal dan dapat dioperasikan selama mungkin tanpa kerusakan. Bahkan system “Management Pemeliharaan” yang canggihpun menjadi tidak berarti jika mesin2 tidak di-alignment dengan benar. Kira2 70 % penyebab kerusakan mesin2 rotasi karena misalignment

Mesin2 rotasi harus handal agar :

Unit Produksi reable / handal, dapat beroperasi sesuai dengan target waktu operasi yang di inginkan.

Ongkos pemeliharaan rendah, karena tidak terjadi kerusakan premature yang mengakibatkan kehilangan produksi dan membayar ongkos perbaikan/spare part.

Target produksi bisa di capai.sesuai dengan perencaan produksi yang disesuaikan dengan kebutuhan/ permintaan pasar

Mesin yang di-align persisi akan bisa mendapatkan keuntungan sbb:

Mengurangi beban axial dan radial yang berlebih pada bearing untuk mendapatkan umur bearing yang lebih panjang dan stabilitas rotor pada kondisi operasi dinamis.

Mengurangi kemungkinan porous patah akibat kelelahan cyclic.

Mengurangi keausan pada komponen kopling.

Mengurangi bend poros dari titik transmisi tenaga pada kopling ke bearing. Mengurangi rotor internal clearence yang sesuai.

Mengurangi konsumsi tenaga (hemat sampai 5%)

Level vibrasi yang lebih rendah pada casing mesin, rumah bearing dan rotor.

Kerugian Mesin Yang Tidak Align. Dalam penelitian sekitar 40% kerusakan mesin rotasi disebakan oleh misalignment, hal ini tentu saja sangat merugikan. Sedangkan sebab utama misalignment lebih banyak disebabkan oleh factor manusia al:

karena tidak tahu, tahu tetapi belum bisa mengerjakan, tahu dan bisa mengerjakan tetapi malas melakukan. Kerugian2 misalignment ;

Konsumsi energi ( listrik, bahan bakar, steam) penggerak meningkat sekitar 5 -10%.

Beban yang dderita mesin bertambah, umur bearing berkurang dengan faktor 3 dari bertambahnya beban

Kerusakan premature pada bearing,poros,seal,kopling dll.

Temperatur tinggi pada casing,bearing atau minyak lubrikasi.

 Temperatur tinggi pada casing,bearing atau minyak lubrikasi. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 50
 Temperatur tinggi pada casing,bearing atau minyak lubrikasi. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 50

Kebocoran pada sealnya bearing, mechanical seal.

Kopling menjadi panas dan cepat rusak.

Baut koping mudah kendor / patah. Baut pondasi kendor.

Vibrasi tinggi kearah radial dan axial.

Kompetensi

mesin,

peralatan, system dan operasionalnya.

Salah satu persyaratan yang diperlukan untuk menjadi seorang ahli

Mesin2

kompetensi dibidang “ Alignment system” Adapun hal2 pokok yang harus di ketahui sebagai berikut :

wajib mempunyai

SDM

sebagai

Rotasi

faktor

pokok

dalam

pengelolaan

Mesin

semua

atau ahli

Perawatan

1. Harus mengetahui beda alignment dan misalignment.

2. Dapat melakukan pekerjaan alignment.

3. Mengenal dan dapat memakai alat alignment

4. Mengetahui tanda2 misalignment pada mesin yang beroperasi.

5. Mengetahui akibat mesin2 beroperasi dalam kondisi misalignment.

6. Mengetahui macam dan prinsip kerja kopling

7. Mengetahui mesin2 rotasi dengan masing2 karakternya.

8. Mengetahui factor2 yang mempengaruhi alignment.

9. Mengetahui faktor2 yang harus diperhatikan dalam melakukan alignment.

Tanpa mengetahui persoalan2 tsb. diatas, akan sulit untuk mencapai keandalan atau reliabilitas. Keandalan mesin2 sangat diperlukan untuk mencapai produksi sesuai yang di targetkan dengan beaya yang ekonomis

Untuk mencapai tingkat profresional atau seorang ahli juga harus dapat mempergunakan berbagai macam peralatan alignment, metode, serta tahu factor2 yang mempengaruhi alignment mesin serta akibat2nya.

Motor

yang mempengaruhi alignment mesin serta akibat2nya. Motor Kompresor Ilustrasi Misalignment dan alignment Pedoman

Kompresor

alignment mesin serta akibat2nya. Motor Kompresor Ilustrasi Misalignment dan alignment Pedoman Alignment

Ilustrasi Misalignment dan alignment

akibat2nya. Motor Kompresor Ilustrasi Misalignment dan alignment Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 51
akibat2nya. Motor Kompresor Ilustrasi Misalignment dan alignment Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 51

BAB IV DIAL INDICATOR

A Jenis Dial indicator

B Cara membaca dial

C Run Out

D Soft Foot

A Jenis Dial indicator B Cara membaca dial C Run Out D Soft Foot Pedoman Alignment
A Jenis Dial indicator B Cara membaca dial C Run Out D Soft Foot Pedoman Alignment

BAB. IV DIAL INDICATOR.

Dial indicator merupakan salah satu peralatan yang paling banyak digunakan untuk melakukan alignment, mengechek run out, kerataan permukaan, end-play atau axial/radial clearence bearing dan ternyata alat ini masih diakui sebagai cara yang cukup akurat. sEORANG praktisi harus mengerti dan memahami cara kerja, cara memakai dial-indicator. Tanpa hal tsb. sangat sulit untuk dapat melakukan alignment dengan hasil baik dengan waktu cepat.

Dua macam dial dapat di lihat pada gambar2 berikut .

- - - - 0 0 0 0 + + + + 10 10 10
- - - -
0
0
0
0
+
+
+
+
10
10
10
10
10
10
10
10
20
20
20
20
20
20
20
20
30
30
30
30
30
30
30
30
40
40
40
40
40
40
40
40 50
50
50
50
Gb: 31
Type Bottom plunyer

Bagian2 penting :

- 0 + 10 - 0 + 10 - 0 + 10 10 10 10
- 0 + 10
- 0 + 10
- 0 + 10
10
10
10
20
20
20
20
20
20
30
30
30
30
30
30
40
40
40
40
40
40
50
50
50
A
B Gb : 32 Type back plunyer
B
Gb : 32
Type back plunyer

1. Plunyer , bila tertekan/ bertambah pendek maka jarum akan bergerak berputar kekanan artinya berharga positip,

2. Bila plunyer memanjang jarum bergerak kekiri artinya berharga negatip.

3. Harga pada skala diatas 10 = 10 mils atau 0,254 mm

4. Bila jarum menempuh satu putaran, berarti harga penunjukan mencapai 100 mils = 2,54 mm.

Skala pada umumnya di buat 2 macam yaitu inchi atau metric ; Skala dengan range 0-25 mm , 0-50mm, tiap strip 0.001mm Skala dengan range 0-0.5 inch , 0-1.0 in. ,tiap strip 0.00.01 in Note : 1mil = 0.001 in = 1 tho = 0,0254 mm

,tiap strip 0.00.01 in Note : 1mil = 0.001 in = 1 tho = 0,0254 mm
,tiap strip 0.00.01 in Note : 1mil = 0.001 in = 1 tho = 0,0254 mm

Dibawah ini contoh pembacaan skala .

- - - 0 0 0 + + + 10 10 10 10 10 10
- - -
0
0 0
+ +
+
10 10
10
10
10
10
- -
0 0
+ +
10 10
10
10
- - -
0 0
0
+ +
+
20
20 20
20 20
20
10
10 10
10
10
10
20 20
20 20
- - -
0 0
0
+
+ +
20 20
20
20
20 20
10 10
10
10
10
10
- - -
0
0 0
+
+ +
30
30 30
10
10 10
10
10
10
30
30 30
20
20 20
20
20 20
30 30
30 30
20
20 20
20
20 20
30
30 30
30 30
30
40 40
40
40 40
40 50
50 50
40
40 40
30
30 30
30
30 30
40 40
40
40 40
40 50
50
30
30 30
30 30
30
40 50
50 50
40 40
40
40 40
40 50
50 50
40 40
40 40
40
40 50
50 50
-70
-25
+40
+75
50 50 40 40 40 40 40 40 50 50 50 -70 -25 +40 +75 5
5 4 1 2 3 Gb : 33 Penunjukan :
5
4
1
2
3
Gb : 33
Penunjukan :

1. Plunyer dianggap tidak bergerak atau di set 0, jarum pada posisi 0

2. Plunyer bergerak masuk atau keatas , jarum berputar kekanan atau searah jarum jam, jarum menunjukan + 40 mils

3. Plunyer bergerak masuk atau keatas, jarumberputar kekanan atau searah jarum jam, jarum menunjukan + 75 mils

4. Plunyer bergerak keluar atau kebawah, jarum berputar kekiri atau kebalikan arah jarum jam, jarum menunjukan - 25 mils

5. Plunyer bergerak keluar atau kebawah , jarum berputar kekiri atau kebalikan arah jarum jam, jarum menunjukan -70 mils

Model2 & Skala Dial :

Model atau tipe di buat beragam disesuaikan dengan penggunaan, terutama untuk ruang sempit atau longgar bagian yang akan di ukur. Macam penunjukan dibuat bermacam2 al

Analog ; Pembacaan memerlukan ke hati2an.

dibuat bermacam2 al  Analog ; Pembacaan memerlukan ke hati2an. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page
dibuat bermacam2 al  Analog ; Pembacaan memerlukan ke hati2an. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page

Digital : mudah pembacaan sehingga kesalahan baca sangat kecil

Dial Indicator

sehingga kesalahan baca sangat kecil Dial Indicator Gb: 34 Dial indicator dengan penunjukan analog, rancangan

Gb: 34

Dial indicator dengan penunjukan analog, rancangan plunyer kusus , di pakai untuk ruang /space yang sempit

G
G

Gb: 36 Dial indicator yang paling banyak dipakai, pembacaan model analog

Gb: 35 Dial indicator dengan rancangan penunjukan digital, pembacaan langsung dapat dibaca , sangat mengurangi salah baca

pembacaan langsung dapat dibaca , sangat mengurangi salah baca Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 55
pembacaan langsung dapat dibaca , sangat mengurangi salah baca Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 55
pembacaan langsung dapat dibaca , sangat mengurangi salah baca Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 55

Pemegang Dial

Untuk dapat menggunakan dial maka diperlukan pemegang yang cukup kokoh agar penunjukan dial tidaksalah.

Gb: 37 Pemegang dengan sistim klem

dial tidaksalah. Gb: 37 Pemegang dengan sistim klem Gb : 39 Pemegang dengan batang flexible dipakai
dial tidaksalah. Gb: 37 Pemegang dengan sistim klem Gb : 39 Pemegang dengan batang flexible dipakai

Gb : 39 Pemegang dengan batang flexible dipakai untuk hal yang kusus

Gb : 38 Pemegang yang disebut Magnit Base

untuk hal yang kusus Gb : 38 Pemegang yang disebut Magnit Base Pedoman Alignment Praktis Soemarno
untuk hal yang kusus Gb : 38 Pemegang yang disebut Magnit Base Pedoman Alignment Praktis Soemarno
untuk hal yang kusus Gb : 38 Pemegang yang disebut Magnit Base Pedoman Alignment Praktis Soemarno

B. Cara Membaca Dial Ketrampilan memasang dan membaca dengan benar harus menjadi syarat utam melakukan alignment. Membaca penunjukan dial, harus sangat hati2, salah baca karena tidak mengerti cara membaca, atau salah memasang dial, sangat berakibat menimbulkan kesalahan yang lebih besar. Beberapa macam kesalahan dan sebabnya al :

Jarum loncat2 , sehingga kadang kita sulit untuk mengetahui berapa harga penunjukan yang sebenarnya.

Pemasangan dial ke braket (pemegang) kurang rigid/mantap sehingga sewaktukopling di putar posisi dial berubah dan menyebabkan penunjukan menjadi salah.

Braket atau batang pemegang lentur, dalam bahasa alignment sering disebut “sag”. Sag harus di perhitungkan dalam menentukan hasil achir alignment.

Tidak memiliki skala satu putaran satu, sehingga dial sudah berputar satu kali tapi kita tidak tahu.

Histirisis dial, dial tidak menunjuk ke nol. waktu dial kembali ke posisi jam 0. ini kesalahan mekanis didalam dial.

Pemasangan dial tidak tegak lurus bidang yang di ukur.

Tidak memperhitungkan Axial endplay, yaitu gerakan axial (maju mundur) poros saat di putar, misal motor

Hukum Pembenaran Cara ini untuk mengontrol apakah hasil Penunjukan akurat/betul atau salah.

Gb: 40

( kiri + kanan ) = atas+bawah

atas

kiri kanan
kiri
kanan

bawah

- 5

0

( kiri + kanan ) = atas+bawah atas kiri kanan bawah - 5 0 -25 -

-25

- 20

(-5) + (-5) = (-25)

+20

0

kiri kanan bawah - 5 0 -25 - 20 (-5) + (-5) = (-25) +20 0

+62

+42

(+20)+(+42)=(+62)

- 5 0 -25 - 20 (-5) + (-5) = (-25) +20 0 +62 +42 (+20)+(+42)=(+62)
- 5 0 -25 - 20 (-5) + (-5) = (-25) +20 0 +62 +42 (+20)+(+42)=(+62)

Contoh lain.: buatlah list untuk cek ulang

Posisi

atas

kiri

kanan

bawah

 

0

-5

+26

+21

 

0

+10

-10

0

 

0

0

-15

-15

 

0

+7

0

+7

Sebab Kesalahan/penyimpangan :

Jika hasil penunjukan tidak mengikuti aturan tsb. diatas maka kemungkinan ada kesalahan2 al :

Gb: 41.a Dial tidak tepat posisi jam 0,3,6 & 9 Cara mengatasi, plunyer dial harus tepat pada jam 0,3,6,9

9 Cara mengatasi, plunyer dial harus tepat pada jam 0,3,6,9 Gb: 41.b Dial plunyernya tidak tegak

Gb: 41.b Dial plunyernya tidak tegak lurus dengan bidang Mengatasi Tip agar hasil : harus bacaan dipastikan semp bahwa plunyer harus tegak lurus

harus bacaan dipastikan semp bahwa plunyer harus tegak lurus Gb: 41.c Dial lintasanya membentuk “elliptical”, karena
harus bacaan dipastikan semp bahwa plunyer harus tegak lurus Gb: 41.c Dial lintasanya membentuk “elliptical”, karena

Gb: 41.c Dial lintasanya membentuk “elliptical”, karena posisi kopling mungkin sangat2 misalignment.

karena posisi kopling mungkin sangat2 misalignment . Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 58
karena posisi kopling mungkin sangat2 misalignment . Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 58

Tip agar hasil bacaan sempurna.

Tip agar hasil bacaan sempurna . Gb: 42 Jarum harus tegak lurus ke permukaan, pemegang harus
Tip agar hasil bacaan sempurna . Gb: 42 Jarum harus tegak lurus ke permukaan, pemegang harus

Gb: 42 Jarum harus tegak lurus ke permukaan, pemegang harus kokoh. Dan sebaiknya mengambil bacaan lebih dari 2 kali. Misal 3 kali, kedua kopling diputar ber-sama2 kemudian dirata2 untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Atas (jam 12)

Kiri (jam9)

-10

-11

-9

0 -1 0
0
-1
0

Kanan (jam 3.)

-4

-6

-8

Gb: 43

Bawah (jam 6)

-14

-16

-18

Mengapa pembacaan DIAL-INDICATOR 2kali dari beda kedua sumbu yang sesungguhnya. Mengapa offset pada poros adalah D bukan 2D

Poros yang diputar D=radius permulaa Titik 2 D perputaran Jadi jika jarum menunjuk TIR 20
Poros yang diputar
D=radius
permulaa
Titik
2 D
perputaran
Jadi jika jarum menunjuk TIR 20 mils
Maka sesungguhnya offset = 10 mils
0 D D D +2D
0
D
D
D
+2D
TIR 20 mils Maka sesungguhnya offset = 10 mils 0 D D D +2D Pedoman Alignment
TIR 20 mils Maka sesungguhnya offset = 10 mils 0 D D D +2D Pedoman Alignment

C Run out .

Run out dapat diartikan ke-tidak lurusan, benjolan/tonjolan pada lingkaran atau permukaan. Misal bola ada tonjolan2 pada tempat tertentu, gelang tidak bulat sempurna, poros tidak lurus lagi. Sebab2 terjadinya run-out al: kondisi memang sudah bengkok, penyok atau pembuatanya tidak sempurna atau tidak rata. Run out harus di chek dulu agar tidak timbul penunjukan data yang salah, sehingga dapat menghasilkan data yang menyimpang atau salah dan juga menyulitkan pekerjaan alignment.

Macam run-out/ penyimpangan :

1. Hub kopling benjol

2. Poros bengkok (shaft bend)

3. Lubang poros pada hub tidak ditengah (Bore out of center)

4. Sumbu lubang tidak segaris sumbu hub (coupling hub ‘skew bored’)

5. Sumbu poros tidak tegak lurus pada face casing frame

6. Sumbu poros tidak sejajar dengan face

7. Sumbu poros tidak sejajar base plate/ mounting

8. Baseplate kedua mesin tidak segaris (angular misalignment)

9. Baseplate kedua mesin sejajar tapi tidak segaris (parallel misalignment)

10. Sumbu poros tidak center /konsentris pada frame

11. Konsentrisitas pada counter bore frame

12. Axial displacement.

1.Run out pada “coupling hub” :

Kopling umumnya di buat sangat presisi, simitris dan dibalance, namun kesalahan atau ketidak sempurnaan mungkin bisa terjadi. Hub kopling sangat mungkin tidak memiliki lingkar sempurna :

permukaan tidak rata/benjol, elip, kena benturan, proses karat, pembuatan tidak sempurna, lubang bore tidak senter-tengah dll. Sehingga sangat perlu di chek run out nya , untuk mendapatkan data serta pekerjaan alignment yang akurat.

mendapatkan data serta pekerjaan alignment yang akurat. Gb : 44 Lingkar Hub Kopling harus di chek
mendapatkan data serta pekerjaan alignment yang akurat. Gb : 44 Lingkar Hub Kopling harus di chek

Gb : 44 Lingkar Hub Kopling harus di chek

alignment yang akurat. Gb : 44 Lingkar Hub Kopling harus di chek Pedoman Alignment Praktis Soemarno
alignment yang akurat. Gb : 44 Lingkar Hub Kopling harus di chek Pedoman Alignment Praktis Soemarno

Cara mengechek run out pada “coupling hub” :

Peralatan :dial-indicator dan pemegang dial dengan base magnit atau pemegang dengan klem. Sebelum memulai alignment
Peralatan :dial-indicator dan pemegang dial dengan base magnit
atau pemegang dengan klem. Sebelum memulai alignment
periksalah kondisi semua peralatan bahwa masih berfungsi baik.
Gb 45:

Cara melakukan :

Gambar diatas akan mengechek run out hub kopling motor listrik

1. Pasang bracket/pemegang pada hub kopling pompa

2. Jarum dial menunjuk pada hub kopling motor

3. Hub kopling motor dibagi mejadi 4 dan beri tanda jam 12.00 , 3.00 , 6.00 , 9.00

4. Jarum set menyentuh hub bagian atas dan penunjukan di angka skala 0.00

5. Putar hub kopling motor, hub kopling pompa tetap/dial tidak diputar.

6. Putar 360 derajat, catat setiap posisi minimal 4 posisi, yaitu jam 12.00, jam 3.00, jam 6.00, jam 9.00.

7. Setelah kembali ke jam 12.00 jarum dial seharusnya menunjuk kembali ke angka 0 , jika tidak nol kemungkinan ada kesalahan saat memutar atau kesalahan dalam dial indicator.

8. Disarankan untuk mengambil bacaan lebih dari satu-kali, kemudian di rata2.

untuk mengambil bacaan lebih dari satu-kali, kemudian di rata2. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 61
untuk mengambil bacaan lebih dari satu-kali, kemudian di rata2. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 61

Atas

kanan

bawah

kiri

0

Atas kanan bawah kiri 0 +05 0 +0,01 +0,05 -0.05 0 +0,02 +0,04 -0,04 0 +0,02

+05

0

+0,01

+0,05

-0.05

0

+0,02

+0,04

-0,04

0

+0,02

+0,06

-0,03

-05

+1

Rata2

0

+0,016

+0,05

0,04

Ini artinya : run out max = 0,05

Penempatan magnit-base

0,04 Ini artinya : run out max = 0,05 Penempatan magnit-base Gb : 46 Cara penempatan
0,04 Ini artinya : run out max = 0,05 Penempatan magnit-base Gb : 46 Cara penempatan
0,04 Ini artinya : run out max = 0,05 Penempatan magnit-base Gb : 46 Cara penempatan
0,04 Ini artinya : run out max = 0,05 Penempatan magnit-base Gb : 46 Cara penempatan

Gb : 46

Cara penempatan dial indicator dapat dilakukan dengan magnit-base pada base plate mesin

Gb :

Magnit-base diletakan pada motor listrik dan selanjutnya bacaan seperti

pada Gb:

47

pada motor listrik dan selanjutnya bacaan seperti pada Gb: 47 Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page
pada motor listrik dan selanjutnya bacaan seperti pada Gb: 47 Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page
Run out /bore kopling miring. 4 2 2 0 0 CouplingCoupling hubhub CouplingCoupling hubhub ‘skew’‘skew’
Run out /bore kopling miring.
4
2 2
0 0
CouplingCoupling hubhub
CouplingCoupling hubhub
‘skew’‘skew’ boredbored
‘skew’‘skew’ boredbored

Gb: 48

Run out pada kasus ini

ditandai dengan penunjukan dial-indikator terbesar pada satu tempat yang sama (lihat gambar sebelah)

Bila keadaan kopling seperti kasus tsb diatas, maka pilihan terbaik adalah mengganti kopling dengan sumbu bore yang segaris dengan sumbu kopling . Karena akibat dari kondisi tsb, jika dipaksakan mungkin harus di bayar mahal : kerusakan premature pada kopling, bearing, mechanical-seal, poros dll.

Run out / bore out of center 6 6 6 6 0 0 Gb: 49
Run out / bore out of center
6
6
6
6
0
0
Gb: 49
CouplingCoupling hubhub boredbored
CouplingCoupling hubhub boredbored
offoff centercenter
offoff centercenter

Run out jenis ini disebabkan oleh pembuatan bore tidak center/tengah, sehingga sumbu kopling dan sumbu poros tidak segaris atau tidak berimpit. Tanda2nya hampir sama yaitu penunjuk an besar pada satu tempat

Apa tindakan yang terbaik jika kondisi kopling seperti kasus tsb diatas. Tindakan pilihan terbaik adalah mengganti kopling dengan sumbu bore yang segaris dengan sumbu kopling . Karena akibat dari kondisi tsb, mungkin harus di bayar mahal : kerusakan premature pada kopling, bearing, mechanical-seal, poros dll.

premature pada kopling, bearing, mechanical-seal, poros dll . Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 63
premature pada kopling, bearing, mechanical-seal, poros dll . Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 63

Poros bengkok

2 2 0 0
2 2
0 0

CouplingCoupling hubhub

CouplingCoupling hubhub

‘skew’‘skew’ boredbored

‘skew’‘skew’ boredbored

Gb:50

Poros bengkok merupakan kondisi yang sangat sulit di pertahankan. Cara mengatasi :

Diluruskan pada bangku mesin tekan hydrolik dan di check di mesin bubut.

Yang terbaik mengganti poros dengan yang lurus.

Rekomendasi run out

Run out harus di chek sebelum melakukan alignment, agar kita dapat melakukan pekerjaan secara benar dan dengan waktu yang cepat dengan hasil yang dapat dipertanggung-jawabkan. Namun keadaan sempurna/tanpa run out sulit akan kita dapatkan. Dibawah ini harga run out yang masih diperbolehkan, makin tinggi putaran (Rpm) mesin makin kecil toleransi.

 

PEDOMAN TOLERANSI RUN OUT

RPM

Toleransi Maximum TIR inchi (total indicator Runout)

Toleransi Maximum TIR ( metric)

(Putaran Mesin)

0 - 800

4

mils ( 0.004 “ )

0,10 mm

1800 - 3600

2

mils ( 0.002” )

0,05 mm

> 3600

< 2 mils ( 0.002” )

< 0,05 mm

Keterangan :

TIR = Total Indicator Runout , yaitu penunjukan bacaan dial-indicator.

= Total Indicator Runout , yaitu penunjukan bacaan dial-indicator. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 64
= Total Indicator Runout , yaitu penunjukan bacaan dial-indicator. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 64

Axial clearence Axial clearence atau biasa disebut endplay perlu di chek untuk menentukan posisi poros pada saat pemasangan kopling mesin yang yang memounyai thrust bearing ( pompa, compresor, turbin)

Gb : 51

memounyai thrust bearing ( pompa, compresor, turbin) Gb : 51 Axial clearence dimaksukan untuk mengetahui clearence

Axial clearence dimaksukan untuk mengetahui clearence dari axial/thrust- bearing dan perlu diadakan seting pada thrust-bearing jika diperlukan.

Cara pengechekan :

Dial-indicator diletakan pada base-plate atau kopling satunya .

Dorong ke salah satu arah (misak kekanan)

Setel penunjukan dial 0

Kemudian dorong kekiri dan baca penunjukan dial.

Ulangi beberapa kali dan ambil rata2. Radial clearence

Sleeve bearing mempunyai sifat unik, yaitu posisi berubah letak sumbu mesin saat running dengan saat diam. Hal ini tidak dengan ball bearing

+ Gb: 52.a
+
Gb: 52.a
+ Gb: 52.b
+
Gb: 52.b

Gambar 52.a : Poros terangkat posisinya karena saat dioperasikan minyak pelumas sudah berfungsi dan kedua sumbu relative berimpit. Gambar 52.b : saat diam Poros menempel/terletak pada dasar bearing, posisi kedua sumbu berbeda, karena belum ada minyak pelumas.

posisi kedua sumbu berbeda, karena belum ada minyak pelumas. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 65
posisi kedua sumbu berbeda, karena belum ada minyak pelumas. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 65

Beberapa cara pengechekan radial clearence.

1. Dengan alat dial-indicator

2. Memakai plastic-gage

3. atau lead-wire (kawat-timah)

Cara lain penggunaan dial indicator

lead-wire (kawat-timah) Cara lain penggunaan dial indicator Gambar 52 Adalah pemakaian dial indicator untuk : 

Gambar 52 Adalah pemakaian dial indicator untuk :

Mengechek gerak axial poros ,atau end-ply, dengan cara berapa penunjukan maju- mundur poros

Mengechek axial clearence ,dengan cara berapa penunjukan gerak keatas- bawah

Mengechek run out, center- line dengan berapa penunjukan saat di putar , pada bagian depan & blakang Soft Food

Soft Foot di definisikan sebagai kondisi buruk pada “kontak kaki mesin terhadap base-plate atau frame”. Studi menunjukan bahwa lebih dari 40% misalignment ada hubungannya dengan soft foot, sehingga sangat perlu di pahami perihal ini. Problem Soft-foot diketahui ada 3 macam, yaitu static soft-foot, dynamic soft-foot dan soft-foot akibat resonansi saat dioperasi kan.

dynamic soft-foot dan soft-foot akibat resonansi saat dioperasi kan. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 66
dynamic soft-foot dan soft-foot akibat resonansi saat dioperasi kan. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 66

Gb: 54

Kotoran/karatan :

langkah yang selalu harus dikerjakan jaitu harus selalu memeriksa dan membersihkan kotoran /karat pada semua kaki/shim

dan membersihkan kotoran /karat pada semua kaki/shim Beberapa macam static soft-foot :  Kaki2 mesin tidak

Beberapa macam static soft-foot :

Kaki2 mesin tidak kontak semua pada fondasi secara sempurna, karena :

Ada satu atau lebih kaki mesin yang kependekan

Fondasi tidak sama tinggi atau tidak merata

Bentuk kaki yang menyudut atau tidak sejajar

Shim tidak rata atau tebal sebelah.

Terlalu banyak jumlah shim dan kotor.

Ada kotoran atau karatan dibawah kaki.

Kaki kependekan : salah satu jenis kasalahan pada pembuatan dari pabrikan, atau kerusakan akibat karatan pada salah satu kaki atau fondasi tempat kaki tsb. Untuk menghilangkan masalah ini harus di pasang shim yang memadai, dengan jumlah shim sedikit mungkin.

Kaki menyudut atau kontak bersudut : masalahnya mirip dengan masalah kaki kependekan. Mengatasinya adalah dengan membuat shim yang mengikuti kemiringannya.

Jumlah shim: jika shim yang terpasang terlalu banyak (misal: 6x0.05 mm), maka sebaiknya diganti 0,3 mm. Tujuanya agar saat di kencangi tidak ada sifat “per atau antara shim mudah karatan / kotoran.

ada sifat “per “ atau antara shim mudah karatan / kotoran. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto
ada sifat “per “ atau antara shim mudah karatan / kotoran. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto

Dynamic soft-foot :

Jenis ini akibat saat mesin dioperasikan, hal ini pengaruh :

Pemuaian mesin akibat kenaikan suhu Pergeseran mesin akibat “pipe strain” atau tarikan/tekanan pipa. Pergeseran mesin akibat tekanan atau aliran media dalam mesin

mesin akibat tekanan atau aliran media dalam mesin Gb :55 Kaki pendek Short foot atau kaki
mesin akibat tekanan atau aliran media dalam mesin Gb :55 Kaki pendek Short foot atau kaki

Gb :55

Kaki pendek

Short foot atau kaki kependekan, terjadi ketika base pads rata tetapi kaki tidak duduk merata , maka kondisi ini disebut “short foot”. Cara memperbaiki adalah dengan memasang shim yang sesuai pada kaki tsb.

Rongga bersudut

memasang shim yang sesuai pada kaki tsb. Rongga bersudut Gb : 56 Angled Foot / Mounting
memasang shim yang sesuai pada kaki tsb. Rongga bersudut Gb : 56 Angled Foot / Mounting

Gb : 56

Angled Foot/ Mounting Pad : Ini terjadi bila kaki mesin atau base-pad tidak rata akibat dari kaki yang menyudut. Cara mengoreksi adalah dengan “ machining/meratakan atau memasang shim dengan bentuk mengikuti kemiringan

atau memasang shim dengan bentuk mengikuti kemiringan Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 68
atau memasang shim dengan bentuk mengikuti kemiringan Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 68

Apa akibat soft-foot. Kondisi soft-foot tidak boleh diabaikan agar hasil meng-alignment sempurna. Kondisi sooft-foot jika dikencangkan bautnya mengakibatkan :

Merusak casing pompa

Posisi alignment dapat berubah/lari sehingga membuat frustrasi

Strain/ketegangan pada rotating element.

Merusak frame atau fondasi

Strees pada bearing

Timbul Vibrasi jika di operasikan

Motor air gap tidak sempurna.

Cara mengechek soft-foot. Langkah 1. Kendorkan semua baut pengikat kaki mesin. Ambil semua shim dan bersihkan kotoran atau karat dibawah masing2 kaki mesin, bisa memakai amplas / kertas gosok, kemudian kencangkan kembali baut fondasi dengan tangan saja, jangan terlalu kuat.

1 3 2 Gb :
1
3
2
Gb :

Feeler-gage

4

Gb : 57 Langkah 2 Untuk menghilangkan atau memperkecil soft-foot pasanglah shim atau special wedges di setiap kaki sesuai dengan hasil pemeriksa an tsb datas.

Gb : 58 :

setiap kaki sesuai dengan hasil pemeriksa an tsb datas. Gb : 58 : Pedoman Alignment Praktis
setiap kaki sesuai dengan hasil pemeriksa an tsb datas. Gb : 58 : Pedoman Alignment Praktis
setiap kaki sesuai dengan hasil pemeriksa an tsb datas. Gb : 58 : Pedoman Alignment Praktis

Langkah 3 Dengan memakai “feeler gage” kita check gap dibawah semua kaki2 pada posisi 1, 2 ,3, 4. Kondisi Soft-foot dapat diketahui dengan melihat ukuran feeler-gage tsb dan catatlah.

Gb: 59.a Gb : 59.b
Gb: 59.a
Gb : 59.b

Langkah 4 Setelah semua kaki sudah dipasang shim yang sesuai dengan gap

yang terukur maka lakukan tahap berikut :

Lakukan langkah ini untuk mengoreksi ulang atau mendapatkan hasil achir , dan selanjutnya langkah alignment dapat di mulai.

1. Kencangkan semua baut fondasi

2. Pasang dial indicator di sudut kaki dekat baut pengikat “set pada penunjukan 0” kemudian kendorkan dengan hati2, catat penunjukan dial-indicator catat.

3. Kencangkan lagi baut tsb. dan pindah ke baut berikut

4. Ulangi lakukan prosedur yang sama pada kaki yang lain, satu demi satu dan catat.

yang sama pada kaki yang lain, satu demi satu dan catat. Catatan : Toleransi soft-foot disarankan

Catatan :

Toleransi soft-foot disarankan pada harga penunjukan dial- indicator :

0.002” - 0.004” (0.05 mm – 0.1 mm)

Gb : 60 Dial indicator dengan base magnit : Soft-foot sangat baik di chek dengan alat ini

dengan base magnit : Soft-foot sangat baik di chek dengan alat ini Pedoman Alignment Praktis Soemarno
dengan base magnit : Soft-foot sangat baik di chek dengan alat ini Pedoman Alignment Praktis Soemarno

Apa akibat dari kondisi tidak sempurna keempat kaki, apakah mesin duduk tidak rata ? Akibat kondisi tsb. diatas bila dikencangi akan mengubah sumbu mesin menjadi tidak kolinier. Atau bila dioperasikan membuat getaran / vibrasi tinggi bahkan shake atau bergoyang dan temperature bearing tnggi. Apa hasil achir ? Umur bearing lebih pendek, mengalami kerusakan dini atau premature. Kemudian tingginya vibrasi akan mempengauhi mesin lain didekatnya dan mengakibatkan mesin2 tsb ikut cepat rusak.

Gb: 61
Gb: 61

Bagaimana memperlakukan dial-indicator .

Dial harus diperlakukan dengan sangat penuh perhatian seperti memperlakukan bayi,

Jangan jatuh agar penunjukan tetap akurat

Selalu dibersihkan sehabis dipakai, tidak berkarat , agar gerakan plunyer & jarum lancar.

Selalu tersimpan didalam kotaknya

Secara berkala di chek ketelitianya, agar hasil penunjukannya tidak menyesatkan dalam me-alignment.

Apa yang paling penting ? Faktor penting untuk mendapatkan hasil baik dalam waktu cepat., Akurasi alat, kecermatan memakai alat, ketrampilan mengerjakan, menguasai metode kerja / cara dengan baik dan seni bekerja. (tahu dan mau melakukan)

kerja / cara dengan baik dan seni bekerja. (tahu dan mau melakukan) Pedoman Alignment Praktis Soemarno
kerja / cara dengan baik dan seni bekerja. (tahu dan mau melakukan) Pedoman Alignment Praktis Soemarno

Contoh melakukan koreksi soft foot

0.02

0.20

BB AA DD CC
BB
AA
DD
CC

0.18

0.03

0.0

0.0

BB AA DD CC
BB
AA
DD
CC

0,0

0,25

CCaarraa mmeellaakkuukkaann cchheekkiinngg ssooffttffoooott ::

BBaauutt ddii sseettiiaapp ffoooott // kkaakkii mmaassiihh ddaallaamm kkeeaaddaaaann kkeennccaanngg

Pasang dial-indicator di foot A, kendori baut A, baca : 0,20 mm baut A kencangkan lagi

Lakukan dengan cara sama pada foot B, C, D, hasilnya lihat gambar

Kurangi shim di A (kira2 50%- 60% x 0.20mm) dan kencangkan lagi bautnya
Kurangi shim di D (kira2 50%- 60% x 0.20) dan kencangkan lagi bautnya.

Ulangi chek satu demi satu. Pastikan tidak lebih dari 0.06 mm di setiap foot

MMaaxxiimmuumm aalllloowwaabbllee SSoofftt ffoooott ==

00

0066

mmmm

CCaarraa mmeellaakkuukkaann cchheekkiinngg ssooffttffoooott ::

BBaauutt ddii sseettiiaapp ffoooott // kkaakkii mmaassiihh ddaallaamm kkeeaaddaaaann kkeennccaanngg

Pasang dial-indicator di foot

A, kendori baut A, baca : 0,00

mm baut A kencangkan lagi

Lakukan dengan cara sama

pada foot B, C, D, hasilnya

lihat gambar

Kurangi shim di C (kira2 100% x 0.25mm) dan kencangkan lagi bautnya

Ulangi chek satu demi satu.

Pastikan tidak lebih dari 0.06

mm di setiap foot

MMaaxxiimmuumm aalllloowwaabbllee SSoofftt ffoooott

==

00

0066

mmmm

b l l e e S S o o f f t t f f o
b l l e e S S o o f f t t f f o

Sag adalah lenturan pemegang dial indicator yang harus diperhitungkan dalam membuat perhitungan melakukan alignment, jika tidak semua perhitungan dan koreksi alignment mengalami kesalahn yang fatal. Dibawah ini cara melakukan pengukuran “sag”

B A
B
A
B A
B
A
fatal. Dibawah ini cara melakukan pengukuran “sag” B A B A Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto
fatal. Dibawah ini cara melakukan pengukuran “sag” B A B A Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto

Bab V. METODE ALIGNMENT ;

A. Persiapan Alignment

B. Metode Alignment Kasar

C Metode Dial Indicator

Alignment B. Metode Alignment Kasar C Metode Dial Indicator Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 74
Alignment B. Metode Alignment Kasar C Metode Dial Indicator Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 74

BAB. V METODE ALIGNMENT.

Banyak metode untuk melakukan alignment, agar berhasil mendapatkan hasil yang akurat dengan waktu cepat. Namun semua itu sangat bergantung kepada tersedianya alat dan kemampuan sumberdaya manusia. Jadi peningkatan kemampuan alat dan kemampuan harus selalu ditingkatkan. Perlu membuat Standard Instruksi Kerja, manual dan spesikasi alignment setiap mesin dan histori alignment atau catatan penting mengenai alignment / vibrasi.

A Persiapan sebelum melakukan alignment

Membuat persiapan secara matang sangat menentukan keberhasilan melakukan alignment. Persiapan2 meliputi :

1. Identifikasi mesin dan mencari informasi yang relevan tentang mesin yang akan di-alignment. Informasi2 penting al. tentang mesin (Machine Data Sheet), komponent mesin, kopling, bearing. Apakah mesin berubah posisi dari kondisi dingin ke operasi? Berapa suhu operasi? Berapa kompensasi, muai-nya? Apakah memelukan peralatan spesial?

2. Inspeksi pondasi mesin dan base-plate untuk mengidentifikasi kerusakan atau masalah. Jika perlu diperbaiki , rencanakan sewaktu mesin shut-down. Histori vibrasi, analisa / diagnosa masalah yang pernah terjadi.

3. Mempersiapkan peralatan yang diperlukan atau sesuai dengan

metode yang akan dipilih misal : dial indicator, braket, shim, jackscrew, alat angkat , micrometer, alat alignment lacer, alat tulis dan kertas perhitungan, catatan spesifikasi atau alignment record/history . 4. Mempersiapkan sipelaksana yang akan melakukan, seharusnya menguasai :

metode alignment yang sesuai

menggunakan semua peralatan alignment

cara melakukan alignment secara akurat,

cara mengukur soft-foot, run-out, sag

prosedur memindahkan posisi mesin,

memeriksa perpindahan statis dari casing,

melakukan kalkulasi perubahan posisi, pemuaian akibat perubahan suhu.

Menggunakan atau kalkulasi toleransi yang diijinkan.

Mengetahui target alignment yang harus dicapai.

Dan catatan2 lain yang diperlukan.

yang harus dicapai.  Dan catatan2 lain yang diperlukan. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 75
yang harus dicapai.  Dan catatan2 lain yang diperlukan. Pedoman Alignment Praktis Soemarno Adibroto Page 75

Persiapan Keselamatan Kerja

Safety First / Utamakan keselamatan. Di semua Instalasi Industri atau Pabrik umumnya memiliki “Prosedur Keselamatan Kerja”, yang mengharuskan setiap orang yang akan melakukan suatu pekerjaan maintenance harus meminta “Permit Kerja”. Memiliki permit berarti unit sudah diamankan untuk siap dilakukan pekerjaan pemeliharaan, tujuannya yaitu untuk menjaga keselamatan orang yang melakukan pekerjaan.

Beberapa Cara a.l :

Lock-out system : setelah di matikan mesin harus di-isolasi dengan cara di rantai & dikunci di semua valve/kerangan, breaker motor. Biasanya penguncian dilakukan oleh pihak yang melakukan pekerjaan dan bagian yang memberikan pekerjaan.

Tag system : cara ini mirip dengan cara tsb. diatas tetapi tidak melakukan penguncian, melainkan hanya memasang Tag. yang bertuliskan jangan dibuka, jangan dioperasikan, atau jangan di ganggu atau sejenisnya. Tag adalah kertas tebal yang ber tuliskan dan di tandatangai oleh yang berwenang misal:

kerangan “jangan dioperasikan” atau DON’T OPERATE dsb.

Cara kombinasi , yaitu melakukan penguncian dan memasang tag atau tulisan tanda larangan.

Langkah Pra-alignment Urutan pekerjaan secara singkat sbb:

Melepaskan kopling-hub, berilah tanda untuk memasang kembali pada pasangan tempat yang sama. Cobalah apakah driver dan driven mudah diputar. Dalam hal ini mesin yang akan di alignment sudah dalam keadaan baik.

Chek awal : run-out, soft-foot, bearing apakah baik, fondasi & baut fondasi apakah baik, base-plate apakah baik, tarikan pipa / pipe strain baik,

Lakukan bacaan alignment beberapa kali untuk mendapatkan data yang akurat dan catat data. Analisa apakah hasil bisa diterima atau harus melakukan koreksi ?

Langkah Alignment. Jika data yang diambil menunjukan bahwa mesin dalam kondisi mis- alignment, maka buatlah kalkulasi untuk menentukan perubahan posisi mesin ( kemana dan berapa jauh) . Buatlah target yang harus

posisi mesin ( kemana dan berapa jauh) . Buatlah target yang harus Pedoman Alignment Praktis Soemarno
posisi mesin ( kemana dan berapa jauh) . Buatlah target yang harus Pedoman Alignment Praktis Soemarno