Anda di halaman 1dari 16

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Penelitian Administrasi sebagai ilmu mempunyai sifat umum dan universal dalam arti memiliki unsur-unsur yang sama, dimanapun dan kapanpun ilmu administrasi diterapkan. Tetapi dalam kenyataannya di jumpai berbagai macam variasi dari gejala-gejala administrasi yang terdapat dalam beberapa kelompok masyarakat. Sistem administrasi publik di kabupaten garut dari masa-kemasa selalu mengalami perkembangan. Dalam perkembangan administrasi publik terdapat suatu hubungan pengaruh yang bersifat timbal balik dengan lingkungan sekitarnya, baik lingkungan fisik maupun lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, saya sebagai penulis tertarik untuk melakukan kajian penelitian mengenai odel !ergeseran Tradisional asyarakat "abupaten #arut.

1.2 Identifikasi Masalah $erdasarkan latar belakang masalah yang telah "ami uraikan di atas, maka peneliti memiliki identifikasi masalah sebagai berikut% &$agaimana odel !ergeseran Tradisional asyarakat "abupaten #arut'(

1.3 Maksud dan Tu uan Penelitian 1.3.1 Maksud Penelitian !enelitian ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas ata "uliah )kologi Administrasi *egara pada +urusan ,lmu Administrasi *egara -akultas ,lmu Sosial dan ,lmu !olitik .niversitas !adjadjaran. /asil dari penelitian ini digunakan hanya untuk tujuan akademik. 1.3.2 Tu uan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini yaitu% untuk mengetahui dan menganalisis odel !ergeseran Tradisional 1.! "egunaan Penelitian 1.!.1 "egunaan Akade#is /asil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan untuk pengembangan teori Administrasi *egara, .ntuk memenuhi salah satu tugas ata "uliah )kologi Administrasi *egara pada +urusan ,lmu Administrasi *egara, -akultas ,lmu Sosial dan ,lmu !olitik, .niversitas !adjadjaran. 1.!.2 "egunaan Praktis .ntuk menambah 1a1asan dan pengetahuan kami baik secara teoritis maupun praktis dalam menganalisa fenomena. asyarakat "abupaten garut.

BAB II TIN$AUAN PU%TA"A 2.1 Pengertian Ad#inistrasi Negara *icholas /enry 304556, mendefinisikan administrasi publik adalah suatu kombinasi yang kompleks antara teori dan praktik, dengan tujuan mempromosi pemahaman terhadap pemerintah dalam hubungannya dengan masyarakat yang diperintah, dan juga mendorong kebijakan publik agar lebih responsif terhadap kebutuhan sosial. Administrasi publik berusaha berusaha melembagakan praktikpraktik manajemen agar sesuai dengan nilai efektivitas, efisiensi, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat secara lebih baik. D1ight 7aldo 304806, tujuan pemerintah. endefinisikan administrasi publik adalah

manajemen dan organisasi dari manusia-manusia dan peralatannya guna mencapai

2.2 Perke#&angan Ek'l'gi Ad#inistrasi Negara Studi a1al mengenai analisis administrasi dalam perkembangannya diberikan oleh 9iggs 3045:6. ,a menggambarkan taraf-taraf perkembangan administrasi mulai dari tingkat terbelakang sampai yang paling maju. 9iggs mengemukakan suatu teori yang dikenal sebagai the theory of prismatic society, di mana ia menempatkan fase transisi dalam perkembangan suatu masyarakat sebagai prismatic society, yang apabila ditarik garis linear terletak antara apa yang dinamakan sebagai fused society untuk masyarakat tradisional dan diffracted society untuk masyarakat yang lebih maju. ,stilah-istilah tersebut dipinjamnya dari ilmu pengetahuan eksakta, khususnya ilmu fisika dengan menggunakan sifatsifat yang dimiliki suatu prisma terhadap cahaya. odel birokrasi pada masyarakat yang prismatis disebutnya sebagai bureau atau &sala model( dan untuk

masyarakat tradisional atau fused society model administrasinya disebut &chamber(, sedangkan untuk masyarakat yang telah maju atau diffracted diberinya istilah &office(. Mas(arakat Tradisi'nal asyarakat agraria<diffused *ilai keturunan partikularis-me 3suku, agama,adat belum istiadat, dsb6 Spesialisasi berkembang -eodal-absolut askripsi% dan mementingkan faktor Mas(arakat M'dern asyarakat industri<diffracted *ilai achievement universalisme Spesialisasi tinggi Sistem demokratis $irokrasi rasional<7eber politik prestasi< dan Mas(arakat Transisi asyarakat prismatik Transisi tradisional modern Secara modern dominan -ormalism tapi formal nilai dari ke

tradisi tetap masih

Dalam bukunya Administrasi *egara-*egara Sedang $erkembang, Teori asyarakat !rismatis 3045:6, 9iggs membagi masyarakat menjadi tiga varian= tradisional, prismatik, dan modern. 9iggs menilai masyarakat tradisional 3memusat6 sebagai masyarakat askriptif, partikularistik, dan kekaburan. enurut dia, model masyarakat tradisional cenderung memandang dunia hanya dari sudut kekeramatan, supranatural, pandangannya hierarkis, dan lingkungannya dipenuhi upacara-upacara. +ika dilihat dari cara merespons pesan, mereka menerjemahkan pesan itu apa adanya sehingga memunculkan tindakan-tindakan yang bersifat homogen serta tekstual. Adapun masyarakat modern 3memencar6 merupakan hubungan antarpribadi yang bersifat terbuka, proliferasi, dan organis. ,dentitas masyarakat model ini bisa ditandai le1at organisasi. asyarakat modern lebih menampakkan sifat heterogen dan rasional. Adapun posisi masyarakat prismatik ada di ruang tengah antara masyarakat tradisional 3memusat6 dan masyarakat modern >

3memencar6. !luralitas budaya dan sosial dalam masyarakat prismatik akan memantulkan pesan dari bentuk memusat menuju memencar.

9umusan ini diadopsi 9iggs dari teori optik yang mengiaskan pesan sebagai cahaya yang masuk ke prisma 3segi tiga6. Selain prisma tersebut sebagai pemantul cahaya, juga memantulkan dirinya sendiri sebagai pelakunya. asyarakat jenis prismatik biasanya tidak lagi mempertontonkan perilaku secara dikotomis. Dalam kultur masyarakat prismatik, tampak adanya koeksistensi antara pandangan rasional dan pandangan yang tidak rasional. "oeksistensi kedua kelompok ini lantas menampakkan suatu kebudayaan tertentu yang mengarah kepada tindakan manusia. "ondisi macam inilah yang membentuk polynormativisme sebagai ciri khas masyarakat model prismatik. 9iggs melandaskan teorinya itu atas dasar tingkatan fungsionalisasi yang telah berkembang di dalam suatu masyarakat. Di dalam fused society, fungsifungsi tersebut masih terpusat dan sistem organisasinya belum berkembang, sedangkan di dalam diffracted society fungsi-fungsi tersebut telah terpencar dan organisasinya telah berkembang. berkembang. odel prisma menunjukkan masa transisi dan berada di antaranya, dan merupakan model dari birokrasi di banyak negara

2.3 Pengertian M'del dala# Ek'l'gi Ad#inistrasi Negara !enggunaan suatu model dalam melaksanakan perbandingan administrasi negara ditemukan dan digunakan System dari -errel /eady. odel dapat disinonimkan dengan contoh, pola, paradigma, ideal, standar, dan pencerminan. Ditinjau dari pemakaiannya istilah model dapat dibedakan dalam dua keperluan yaitu untuk pemakaian sehari-hari dan untuk tujuan ilmiah. Sebagai alat untuk tujuan ilmiah, model oleh Dalton ) ac -arland dalam dua metoda terakhir yaitu #eneral idle 9ange Theory -ormulation odel $uilding dari -red 7 9iggs dan

diartikan sebagai sarana untuk menggambarkan situasi atau serangkaian kondisi sedemikian rupa sehingga perilaku yang terjadi di dalamnya dapat dijelaskan. Sedangkan Daniel ) #riffiths menyatakan bah1a istilah model dapat diperbandingkan dengan teori atau sinonim dengan teori dan juga dapat dipergunakan untuk subyek-subyek yang tidak banyak dikenal. !enyusunan model menurut +ohnson, "ast dan 9osen?1eig dengan menggunakan teknik yang umum dipakai untuk mengabstrasikan dan menyederhanakan, dalam rangka usaha untuk mempelajari karakterirstik atau aspek-aspek perilaku obyek atau sistem dalam berbagai kondisi. @ebih lanjut dikatakannya bah1a model merupakan penggambaran obyek, kejadian, proses atau sistem yang dipergunakan untuk melakukan peramalan dan pengendalian. !ernyataan yang lain dikemukakan oleh /ilgard dan Daniel @erner bah1a model menunjuk pada pernyataan eksplisit tentang struktur yang diharapkan dapat ditemukan di dalam setiap mass of data tertentu. Sedangkan D1ight 7aldo menegaskan dalam kalimat yang pendek model merupakan sarana yang dapat dipergunakan untuk meredusir semua konsepsi tentang sifat, realita atau universe. Sementara itu arshall, Dimock and Dimock model merupakan teori yang memadukan semua faktor yang berperan dalam batas-batas tertentu untuk diuji kebenarannya sebagi sarana untuk menjelaskan fenomena tertentu. Aang terakhir B

Cald1ell mengatakan bah1a di dalam model, simbol-simbol dipergunakan sebagai pengganti realita, hal-hal yang detail ditinggalkan untuk memperoleh kejelasan. !eranan penting model merupakan kerangka konseptual yang dapat dipergunakan untuk melihat realita yang kompleks. Dalam hubungannya dengan studi administrasi *egara -red 7 9iggs mengatakan bah1a model menunjuk kepada suatu susunan daripada simbolsimbol dan aturan pelaksanaan yang dibayangkan sebagai mempunyai pasangan dengan kenyataan. Dalam hubungan ini jelaslah bah1a model merupakan persamaan atau contoh perumpamaan 3paradigma6 antara dunia kenyataan dengan gambaran pemikiran yang disederhanakan. Dengan model dapat diamati variabelvariabel sistem administrasi *egara secara lebih cermat. !endapat ini juga mengandung pengertian bah1a model adalah copy atau imitasi dari suatu obyek yang disederhanakan. Sementara itu !amuji menegaskan dan menyimpulkan bah1a model la?imnya merupakan suatu penggambaran obyek-obyek, kejadian-kejadian, proses-proses atau sistem dan dipergunakan untuk peramalan dan kontrol. odel membantu untuk memperoleh gambaran sesuatu obyek atau sistem secara bulat dan lengkap, yang dalam keadaan sebenarnya sangat komplek. Selanjutnya model tersebut berfungsi sebagai alat untuk melakukan analisis terhadap suatu obyek atau sistem.

2.! M'del Agraria)Industria asyarakat secara dikotomis dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu masyarakat tradisional, sederhana, agraris, paguyuban 3gemeinschaff6 sebagai a1al perkembangan dan masyarakat maju, kompleks, modern, industri, patembayan 3gesselschaff6 sebagai sisi yang lain dari perkembangan masyarakat. asing-masing kutub kelompok masyarakat ini akan memiliki model sistem administrasi negara yang tidak sama. 8

Secara umum ciri masyarakat Agraris antara lain 306 !engelompokan dan pelapisan masyarakat berdasar keturunan, golongan, darah dan sebagainya, 326 *orma yang dominan berlaku dalam masyarakat adalah norma yang bersifat partikularistik, 3;6 +enis pekerjaan yang dimiliki dan dilakukan oleh anggota masyarakat homogen pada umumnya pada bidang pertanian, 3>6 asyarakat relatif bersifat statis-stabil segan untuk berpindah ke tempat lain, 3:6 !elapisan berdasar kehormatan<kedudukan sosial, keturunan, 3B6 $entuk organisasi primer yang menonjol dan sangat berperan dalam masyarakat, 386 Aktivitas dalam bidang ekonomi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri, dan 356 $anyak biaya yang harus dikeluarkan oleh anggota masyarakat untuk keperluan upacara yang berhubungan dengan kepercayaan tentang kehidupan. Sedangkan ciri masyarakat ,ndustri antara lain 306 !enilaian didasarkan kepada prestasi, hasil kerja dari seseorang. 326 *orma yang berlaku di dalam masyarakat bersifat universalistik sehingga berlaku umum, 3;6 +enis pekerjaan yang ada di dalam masyarakat heterogen, spesifik sehingga memunculkan ragam pekerjaan yang tinggi<banyak dan spesialis. 3>6 asyarakat bercirikan dinamismobil tidak segan untuk pindah baik yang berhubungan dengan tempat tinggal, jenis pekerjaan maupun yang lain. 3:6 $erlaku prinsip kesamaan antara sesama anggota masyarakat sehingga lebih tidak dapat ditemukan adanya lapisan-lapisan sosial dalam masyarakat, 3B6 $entuk organisasi sekunder yang berperan menonjol dan kuat pengaruhnya dalam masyarakat, 386 )konomi berorientasi untuk memenuhi kebutuhan orang lain sehingga perdagangan semakin ramai dan maju 3tergantung pada kekuatan pasar6, serta 356 Anggota masyarakat lebih bersifat rasional lugas dalam berpikir dan bertindak. Sesuai dengan kerangka analisis yang dikembangkan oleh -7 9iggs maka di dalam masyarakat agraris akan ditemukan sistem administrasi negara yang sesuai dan sejalan dengan ciri-ciri masyarakat agraris<tradisional yang diberi nama Agraria sedangkan di dalam masyarakat industri demikian pula halnya akan didapatkan juga sistem administrasi *egara yang sesuai dengan ciri-ciri masyarakat industri yang diberi nama ,ndustria 5

@ebih lanjut dinyatakannya bah1a model Agraria di dalamnya ada 2 3dua6 sub model yaitu Submodel -eudalistik 3Feudalistic6 dan Submodel $irokratik ,mperium 3Imperial Bureaucratic6. Demikian pula halnya dengan model ,ndustria didalamnya ada dua submodel yaitu Submodel Totaliter 3Totalitarian6 dan Submodel Demokrasi 3Democratic6. odel sistem Agraria akan berkembang dan berubah satu arah menuju model sistem ,ndustria, demikian pula halnya dengan masing-masing dua submodelnya. Arah perubahan dan perkembangan submodel terlihat ke dalam enam konfigurasi, yaitu % 306 !erubahan dari submodel -eudalistik menuju ke arah $irokratik ,mperium secara timbal balik yang sama-sama berada dalam model Agraria. 326 !erubahan secara timbal balik juga terjadi dalam model ,ndustria yang menyangkut antara Submodel Totaliter dengan Submodel Demokrasi. 3;6 !erubahan searah dari Submodel -eudalistik yang ada pada model Agraria menjadi Submodel Totaliter pada model ,ndustria, 3>6 !erubahan searah dari Submodel -eudalistik yang ada pada model Agraria menjadi Submodel Demokrasi pada model ,ndustria, 3:6 !erubahan searah dari Submodel $irokrasi ,mperium yang ada pada model Agraria menjadi Submodel Totaliter pada model ,ndustria, dan yang terkakhir 3B6 !erubahan searah dari Submodel $irokrasi ,mperium yang ada pada model Agraria menjadi Submodel Demokrasi pada model ,ndustria, Dariabel untuk pembuatan model Agraria-,ndustria adalah diferensiasi dan spesialisasi struktur dan fungsi. Struktur menunjuk kepada adanya lembagalembaga<institusi sedangkan fungsi menunjuk kepada tugas pelaksanaan dari suatu stuktur. Di dalam setiap masyarakat dijumpai lembaga-lembaga yang menjalankan fungsi tertentu. Sifat-sifat atau ciri-ciri yang membedakan berbagai macam tingkat pertumbuhan dan perkembangan masyarakat diperoleh dengan menghubungkan lembaga<institusi dan fungsi. Dalam masyarakat tradisional 3yang dalam hal ini model agraria6, belum diketemukan diferensiasi dan spesialisasi, dimana satu lembaga menjalankan

beberapa fungsi.

asyarakat demikian disebut fused society. Dalam masyarakat

modern 3yang dalam hal ini termasuk model industria6, telah terdapat diferensiasi dan spesialisasi yang berlanjut, dimana setiap lembaga menjalankan fungsi tertentu yang sangat khusus. society. Fused society di*akai untuk #enun ukan suatu fungsi)fungsi dan diferensiasi le#&aga)le#&aga+ #a,a#)#a,a# fungsi #en(atu dala# satu le#&aga. Mas(arakat ini tersusun atas dasar hu&ungan kekeluargaankekera&atan. dike*alai 'leh se'rang ke*ala suku (ang #enge#&an &er&agai #a,a# fungsi. sekali*un akhirn(a diserahkan uga ke*ada *e#&antu) *e#&antun(a. %edangkan refracted society adalah ke&alikan dari fused society di #ana dala# #as(arakat telah &erlangsung s*esialisasifungsi) fungsi dan diferensiasi kele#&agaan+ setia* le#&aga #enge#&an fungsi khusus tertentu. adi dengan sekian &an(ak fungsi dala# #as(arakat dii#&angi dengan sekian &an(ak le#&aga)le#&aga. Dalam model agraria dikembangkan submodel imperial bureaucracy dan submodel feudalistic= dalam model industria dikembangkansubmodel democratic dan submodel totalitarian. odel dan submodel tersebut bersifat dinamis, yang berdasarkan konsep apriori arah geraknya dari agraria menuju ke industri, 1alaupun dalam lingkungan satu model dapat saja terjadi gerakan. Submodel imperial bureaucracy dapat bergerak ke feudalistic dan sebaliknya feudalistic dapat bergerak ke imperial bureaucracy= submodel democratic bergerak ke submodeltotalitarian dan sebaliknya. Dapat pula terjadi gerakan ?ig-?ag, dari imperial bureaucracy ke totalitarian, ataudarifeudalistic ke democratic. .raian ini dapat digambarkan sebagai berikut: asyarakat demikian disebut juga sebagai refracted

0E

Agraria Agraria

Industria Industria

I I Imperial Imperial Bureaucracy Bureaucracy

I I Democratic Democratic

II II Feudalistic Feudalistic

II II Totalitarian Totalitarian

odel di atas menunjukan bah1a pergeseran selalu kearah industria sekalipun dengan arah ?ig-?ag, misalnya dari imperial bureaucracy ke totalitarian dan dari totalitarian mungkin bergeser ke demokratic, atau dari feudalistic ke democratic dan dari democratic mungkin bergeser mungkin bergeser ke totalitarian, demikian seterusnya. Aang jelas bah1a tidak mungkin terjadi gerakan dari industria ke agraria, karena masyarakat selalu mengalami perkembangan dari tradisional 3primitif6 ke arah yang modern.

00

BAB III PEMBAHA%AN

3.1 /& ek Penelitian Dalam penelitian ini kami menentukan objek penelitian, yaitu asyarakat

#arut sebagai salah satu bagian dari sistem ekologi administrasi publik. asyarakat ini mengalami pergeseran tradisional, yaitu dari agraria ke industri.

3.2 Pergeseran Agraria ke Industri Mas(arakat 0arut dala# Ek'l'gi Ad#inistrasi Pu&lik Dulu mata pencaharian masyarakat garut kebanyakan adalah sebagai buruh tani atau petani, pada umumnya pada bidang pertanian, baik itu petani sayuran, padi, dan lainnya. asyarakat bertani hanya untuk memenuhi ata pencaharian kebutuhannya sendiri. Tetapi seiring dengan perkembangan ?aman, sebagian mata pencaharian masyarakat garut mulai mengalami perubahan. masyarakat garut beralih menjadi pembuat dodol garut, coklat 3chocodot6, pengrajin, pedagang, dan lain sebagainya 3selain pertanian6. /al ini berpengaruh terhadap sistem administrasi publik, karena adanya pertumbuhan dari sektor ekonomi. Dengan banyaknya industri-industri di garut, pemerintah garut harus membuat suatu kebijakan yang mengatur semua aspek dalam kegiatan masyarakat. eskipun "egiatan sektor industri di "abupaten #arut, masih didominasi oleh industri kecil dan menengah, yang pada umumnya merupakan industri rumahtangga. ,ndustri kecil yang menjadi komoditas andalan "abupaten #arut terdiri dari industri penyamakan kulit, jaket kulit, industri batik, sutera alam, dodol, minyak akar 1angi dan industri kerajinan anyaman bambu. Dari berbagai komoditi yang ada, tercatat beberapa diantaranya telah menembus pasar ekspor 02

seperti% teh hitam, teh hijau, karet, bulu mata palsu, minyak akar 1angi, jaket kulit, kulit tersamak dan kain sutera. /al ini membuktikan bah1a kabupaten garut sudah mengalami perkembangan ke industri karena adanya jaringan perdagangan yang sudah pesat. Oleh karena itu, sebagaimana visi "abupaten #arut dalam me1ujudkan daerah argoindustri maka jenis industri terbesar yang ada di "abupaten #arut adalah industri Argo dan /asil /utan. +umlah unit usaha jenis industri ini mencapai 52F dari jenis industri lainnya dengan jumlah tenaga kerja mencapai 8;F dari tenaga kerja pada industri lainnya. Adapun jumlah sentra, unit usaha, tenaga kerja, investasi, dan nilai produksi dari empat jenis industri di "abupaten #arut dipaparkan dalam tabel berikut ini Tabel "apasitas ,ndustri $erdasarkan +enis di "abupaten #arut Tahun 2E0E ,ndustri ,ndustri Tekstil, Argo G "ulit dan /asil /utan Aneka +umlah Sentra +umlah .nit .saha -ormal *on -ormal Total Tenaga "erja -ormal *on -ormal Total ,nvestasi 3EEE 9p6 -ormal *on -ormal Total 5.40>.4E0 8.>4>.58: B.050.>5; 5.820.:5E 2.E52.8;5 :.;5>.E2: 20.0>B.:5 ;5.;2:.8E2 E 05.4;;.0; ;:.:;;.B0E E ;.4;8 ;;.5E0 ;8.8;5 >.EB0 :.2>B 4.;E8 8B; 5.0B> 5.428 8E8 0.4>5 2.B:: 4.>B5 >4.004 :5.:58 ;4E 5.8;B 4.02B 0BB 42E 0.E5B 00> 0.8:: 0.5B4 B2 >:4 :20 8;2 00.58E 0;.BE2 04: >0 ,ndustri @ogam G $ahan #alian :2

,ndustri "imia 0E

+umlah 245

0B.>E4.88B 0>.4E;.EB;

8.>BB.8B; >E.E84.80 85.5:4.;02

0;

E *ilai !roduksi 3EEE 9p6 -ormal *on -ormal Total 8:.B25.2>B :B.55E.;52 :.5B;.58: 00.0>4.50 5 0>4.842.;20

;>2.8>;.;0 020.;::.8> 0E:.05:.42 8:.05B.0E B>>.>80.E4; 4 8 8 E >05.;80.:B 085.2;B.02 000.E>4.5E 5B.288.40 84>.2B;.>0> : 4 2 5

Sumber : Dinas Perindagkop & !" !abupaten #arut

Tabel "apasitas ,ndustri $erdasarkan +enis di "abupaten #arut Tahun 2E0E ,ndustri ,ndustri Tekstil, Argo G "ulit dan /asil /utan Aneka +umlah Sentra +umlah .nit .saha -ormal *on -ormal Total Tenaga "erja -ormal *on -ormal Total ,nvestasi 3EEE 9p6 -ormal *on -ormal Total 5.40>.4E0 8.:;5.5>: B.050.>5; 5.820.:5E 2.E52.8;5 :.;5>.E2: 8.>BB.8B; 05.5EE.0; ;:.484.2:2 E 20.:8;.:5 >;.205.E;E E >E.;8;.80 84.048.252 E ;.4;8 ;;.5E0 ;8.8;5 >.EB0 :.2>B 4.;E8 8B; 5.0B> 5.428 8E8 0.4>5 2.B:: 4.>B5 >4.004 :5.:58 ;4E 5.8;B 4.02B 0BB 42E 0.E5B 00> 0.8:: 0.5B4 B2 >:4 :20 8;2 00.58E 02.BE2 04: >0 ,ndustri @ogam G $ahan #alian :2

,ndustri "imia 0E

+umlah 245

0B.>:;.8>B 0>.4E;.EB;

*ilai !roduksi 3EEE 9p6 -ormal 8:.B25.2>B :B.55E.;52 :.5B;.58: 00.>04.50 0>4.842.;20

0>

5 *on -ormal Total ;>2.8>2.;0 020.;::.8> 0E:.05:.42 8:.05B.0E B>>.>80.E4; 4 8 8 E >05.;8E.:B 085.2;B.02 000.E>4.5E 5B.BE:.40 84>.2B;.>0> : 4 2 5

Sumber : Dinas Perindagkop & !" !abupaten #arut

BAB I1 "E%IMPULAN

odel pergeseran tradisional pada masyarakat garut terlihar dari adanya pergeseran dari agraria ke industri. !ada masa Agraria tampak terlihat dari mata pencaharian masyarakat garut adalah mengandalkan dari sektor pertanian dan peralatan yang dugunakanya pun sangat sederhana 3tradisional6. Semakin berkembangnya ?aman dan tumbunya pemerintahan daerah, terjadi suatu pergeseran ke arah industri. Di garut berkembang ,ndustri kecil yang menjadi komoditas andalan "abupaten #arut terdiri dari industri penyamakan kulit, jaket kulit, industri batik, sutera alam, dodol, minyak akar 1angi dan industri kerajinan anyaman bambu. Dengan berkembangnya industri di kabupaten garut, maka pemerintah daerah kabupaten garut berperan andil dalam membantu masyarakatnya, seperti membantu ekspor. $eberapa diantaranya telah menembus pasar ekspor seperti% teh 0:

hitam, teh hijau, karet, bulu mata palsu, minyak akar 1angi, jaket kulit, kulit tersamak dan kain sutera. /al ini membuktikan bah1a kabupaten garut sudah mengalami perkembangan ke industri karena adanya jaringan perdagangan yang sudah pesat.

DA2TA3 PU%TA"A

!amudji, S. 0455. $kologi %dministrasi &egara. $ina Aksara% +akarta. 9iggs, -red, 7. 044B, %dministrasi &egara'negara Berkembang: Teori "asyarakat Prismatis. 9aja #rafindo !ersada% +akarta "adar1ati, Tri 044>. %dministrasi &egara Perbandingan. "arunika, +akarta. http%<<rhpHanfisip-fisip.1eb.unair.ac.id<artikelHdetail-B4BE:-.mum- OD)@ F2E!)9$A*D,*#A*F2EAD ,*,ST9AS,F2E*)#A9A.html, tanggal 00 *ovember 2E0;. diakses

0B