Anda di halaman 1dari 3

Bentuklahan Organik

Bentuklahan asal organik adalah bentuklahan atau landform yang


secara alamiah terbentuk dari proses kegiatan makhluk hidup,
contohnya adalah bentuklahan terumbu karang (coral reefs).
Terumbu karang adalah masa endapan kapur (limestone/CaCO3) di
mana endapan kapur ini terbentuk dari hasil sekresi biota laut
pensekresi kapur (coral/karang).
Koral sendiri adalah koloni dari biota laut yang dinamakan polyp.
Hewan ini dicirikan memiliki bentuk tubuh seperti tabung dengan
mulut yang terletak di bagian atas dan dikelilingi oleh tentakel. Polyps
hidup optimal di lautan dengan suhu berkisar 20 derajat Celsius
dengan kedalaman lebih dari 150 kaki atau 45 meter.

Polyps

Sebagian besar polyps melakukan simbiosis dengan alga


zooxanthellae yang hidup di dalam jaringannya. Dalam simbiosis,
zooxanthellae menghasilkan oksigen dan senyawa organik melalui
fotosintesis yang akan dimanfaatkan oleh karang, sedangkan karang
menghasilkan komponen inorganik berupa nitrat, fosfat dan karbon
dioksida untuk keperluan hidup zooxanthellae. Kedua organisme laut
ini sama-sama menghasilkan atau mensekreasi kapur.
Jenis-jenis terumbu karang:
1. Fringing Reefs (Terumbu karang tepi)

Terumbu karang tepi


berkembang di pesisir
pantai pulau-pulau besar.
Perkembangannya bisa
mencapai kedalaman 40
meter dengan
pertumbuhan ke arah luar
menuju laut lepas. Dalam
proses perkembangannya,
terumbu ini berbentuk
melingkar yang ditandai
dengan adanya bentukan
ban atau bagian endapan
karang mati yang mengelilingi pulau. Contoh Bunaken (Sulawesi)

2. Barrier reefs (Terumbu karang penghalang)

Terumbu karang ini terletak


pada jarak yang relatif jauh
dari pulau, sekitar 0.52 km
ke arah laut lepas.
Terbentuk pada kedalaman
hingga 1.000 kaki atau 300
meter. Terkadang
membentuk lagoon (kolom
air) atau celah perairan.
Umumnya karang
penghalang tumbuh di
sekitar pulau sangat besar
atau benua dan membentuk gugusan pulau karang yang terputus-
putus. Contoh: Batuan Tengah (Bintan, Kepulauan Riau), Spermonde
(Sulawesi Selatan), Kepulauan Banggai (Sulawesi Tengah).
3. Atol (Terumbu karang cincin)

Terumbu karang yang


berbentuk cincin yang
mengelilingi batas dari
pulaupulau vulkanik yang
tenggelam sehingga tidak
terdapat perbatasan
dengan daratan. Menurut
Darwin, terumbu karang
cincin merupakan proses
lanjutan dari terumbu
karang penghalang,
dengan kedalaman rata-
rata 45 meter. Contoh: Taka Bone Rate (Sulawesi), Maratua
(Kalimantan Selatan), Pulau Dana (NTT), Mapia (Papua).

Daftar Bacaan
Terumbu Karang, http://id.wikipedia.org/wiki/Terumbu_karang

Worcester, Philip, 1956. A Text Book of Geomorphology, Van


Nostrand Company, New Jersey.