Anda di halaman 1dari 3

Hadis/Sunah Qauliyah

Hadis qauliyah adalah hadis berisi perkataan-perkataan yang langsung diucapkan oleh
Rasululllah di hadapan para sahabatnya. Hadis/sunah qauliyah, dicirikan dengan
ungkapan yang khas, yaitu: (1) diawali dengan kalimat "Rasululullah bersabda:
"."( ;) atau (2) Aku mendengar Rasulullah
bersabda: "." ( /).
Berikut adalah beberapa contoh hadis qauliyah:
1. Hadis tentang do'a Nabi bagi orang yang mendengarkan, menghapal dan
mendengarkan ilmu:



"Semoga Allah memberi kebaikan kepada orang yang mendengarkan suatu
hadis dari kami, kemudian ia hafal dan menyampaikannya kepada orang lain"
(HR. Abu Dawud)
2. Hadis tentang bacaan atau ucapan ringan yang disukai Allah:

:


"Dua kalimat yang ringan diucapkan, tetapi berat timbangan (kebaikannya),
keduanya disukai Allah Yang Maha Penyayang: "subhanallahi wa bihamdihi,
subhanallahil 'azhim" (HR. Bukhari-Muslim)
3. Hadis tentang keutamaan belajar al-Qur'an


"Sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar al-Qur'an dan mengajarkannya
kepada orang lain" (HR. Bukhari)
4. Hadis tentang persatuan umat Islam



"Hubungan seorang mukmin dengan mukmin lainnya ibarat satu bangunan,
sebagian yang setu mendukung/menguatkan bagian yang lainnya"(HR.
Bukhari-Muslim)

Hadis/sunah qauliyah memiliki kedudukan pada posisi pertama dalam pembagian


hadis/sunah. Urutan tersebut menunjukkan bahwa kualitas hadis qauliyah berada di
atas hadis/sunah fi'liyah maupun taqririyah.
Hadis/Sunah Fi'liyah
Hadis/sunah fi'liyah berarti hadis yang berbentuk pernyataan sahabat yang
menggambarkan perilaku/perbuatan yang dilakukan oleh Nabi yang kemudian

dijadikan sebagai dasar hukum yang harus diikuti dan dilaksanakan oleh umat Islam.
Ciri khas dari hadis/sunnah fi'liyah adalah selalu didahului dengan pernyataanpernyataan: (1) adalah Rasulullah . ( /( ;) 2)
saya melihat Rasulullah . ( / .(
Berikut adalah beberapa contoh hadis/sunah yang termasuk ke dalam kategori
hadis/sunah fi'iyah:
1. Hadis tentang shalat nabi di atas kendaraan









"Dari Jabir berkata, bahwasanya Rasulullah pernah shalat di atas
tunggangannya, kemana saja tunggangannya itu menghadap. Apabila beliau
hendak (melaksanakan shalat) fardhu, ia turun dan menghadap ke kiblat" (HR.
Bukhari-Muslim)
2. Hadis tentang shalat Rasulullah menjelang wafatnya









"Sesungguhnya Khafsah, istri Nabi SAW berkata: "Saya tidak pernah melihat
Rasulullah melakukan shalat sambil duduk sehingga ia melakukannya
menjelang wafatnya setahun atau dua tahun".
Hadis/sunnah fi'liyah menduduki posisi kedua setelah hadis/sunnah qauliyah dan berada
di atas hadis taqririyah.

Hadis/Sunnah Taqririyah
Hadis/sunnah taqririyah adalah yang berupa ketetapan Nabi SAW atau persetujuan
Nabi SAW atau perbuatan yang dilakukan oleh sahabatnya.
Berikut adalah contoh hadis taqriri diantaranya adalah:
1. Hadis tentang daging Biawak
Dijelaskan dalam sebuah hadis bahwa pada suatu hari Nabi Muhammad SAW
disuguhi makanan, diantaranya daging "dhab" (sejenis biawak). Beliau tidak
memakannya sehingga Khalid bin Walid bertanya:






"Apakah biawak ini haram? Nabi menjawab: "tidak, hanya saja (binatang ini)
tidak ada di daerah kaumku. Makanlah, karena itu halal". Khalid berkata:
"Segera aku memotongnya dan memakannya, sedangkan Rasulullah
menyaksikanku". (HR. Bukhari-Muslim)

2. Hadis tentang Tayamum






















"Dari Abu Sa'ad al-Khudriyi berkata: "Dua orang laki-laki pergi melakukan
perjalanan. Ketika sampai waktu shalat, keduanya tidak mendapatkan air.
Mereka (berdua) bertayamum dengan debu yang bersih, lalu keduanya
mendirikan shalat. Setelah itu mereka menemukan air. Salah seorang dari
keduanya berwudhu dan mengulangi shalatnya, sedangkan yang lain tidak.
Lalu keduanya datang menghadap Rasulullah dan menceritakannya. Kepada
yang tidak mengulangi shalat, Rasulullah bersabda: "Engkau telah
mengerjakannya sesuai sunnah". Kepada yang lainnya, beliau bersabda:
"Engkau mendapatkan pahala dua kali" (HR. Abu Dawud)