Anda di halaman 1dari 15

OBAT FIBRINOLITIK

Fibrinolitik bekerja sebagai trombolitik dengan cara mengaktifkan plasminogen untuk membentuk plasmin, yang lebih lanjut mendegradasi fibrin dan dengan demikian menyebabkan pecahnya trombus. Fibrinolisis adalah proses penghancuran deposit fibrin oleh system fibrinolitik sehingga aliran darah akan terbuka kembali system fibrinolitik.

OBAT FIBRINOLITIK
Obat Fibrinolitik adalah obat-obat yang membantu melarutkan bekuan darah yang telah terbentuk.

Ada tiga kelas utama obat fibrinolitik, yaitu :


Aktivator Plasminogen Jaringan (tPA)
Streptokinase (SK)

Urokinase (UK)

AKTIVATOR PLASMINOGEN JARINGAN (tPA)


Mekanisme Kerja : tPA menghancurkan gumpalan dengan cara terikat ke fibrin di permukaan gumpalan darah, sehingga mengaktivasi plasminogen yang terikat ke fibrin. Plasmin dilepaskan dari plasminogen yang terikat fibrin, kemudian molekul fibrin dihancurkan oleh plasmin, maka gumpalan terlarut. Kelompok obat ini digunakan pada infark miokardial akut, stroke thrombotik serebrovaskular dan embolisme pulmoner.

Farmakokinetik: masa paruh tPA 5-10 menit, mengalami metabolisme di hati dan kadar plasma bervariasi karena aliran darah ke hati yang bervariasi. Dosis : alteplase diberikan secara infus IV sejumlah 60 mg selama jam pertama dan selanjutnya 40 mg diberikan dengan kecepatan 20 mg/jam. Dosis reteplase 2 kali 10 unit diberikan sebagai suntikan bolus IV dengan interval pemberian 30 menit.

Gambar 1.1 Kerja Aktivator Plasminogen Jaringan (tPA)

Contoh obat golongan ini, seperti : Alteplase (Activase; rtPA) adalah bentuk rekombinan dari tPA manusia. Alteplase memiliki waktu paruh pendek (5 menit) dan oleh karena itu diberikan secara bolus intravena diikuti dengan infus. Retaplase (Retavase) dibuat secara genetik, turunan yang lebih kecil dari tPA rekombinan yang telah ditingkatkan potensinya dan bekerja lebih cepat dari rTPA. Retaplase biasanya diberikan sebagai injeksi bolus IV. Retaplase digunakan pada infark miokardial akut dan embolisme paru.

Tenecteplase (TNK-tPA) memiliki waktu paruh yang lebih panjang dan afinitas ikatan yang lebih besar untuk fibrin daripada rTPA. Karena kwatu paruh yang lebih panjang, dapat diberikan secara IV bolus. TNK-TPA hanya digunakan pada infark miokardial akut.

STREPTOKINASE
Mekanisme Kerja : Streptokinase mengaktivasi plasminogen dengan cara tidak langsung yaitu dengan bergabung terlebih dahulu dengan plasminogen untuk membentuk kompleks aktivator. Selanjutnya kompleks aktivator tersebut mengkatalisis perubahan plasminogen bebas menjadi plasmin. Farmakokinetika : Masa paruhnya bifasik (2 fase), fase cepat 11-13 menit dan fase lambat 23 menit.

Digunakan pada infark miokardial akut, thrombosis vena dan aterial, dan embolisme paru. Contoh Obat : Fimakinase, Streptase ; (nama dagang) Dosis : IV: dosis dewasa untuk infark miokard akut dianjurkan dosis total 1,5 juta IU secara infus selama 1 jam.

Gambar 1.2 Mekanisme Kerja Sterptokinase

UROKINASE
Mekanisme kerja : Urokinase diisolasi dari urin manusia.Urokinase bekerja secara langsung dengan mengaktifkan plasminogen.
Urokinase digunakan untuk emboli paru, dan tromboemboli pada arteri dan vena.

Farmakokinetika : bila diberikan secara IV, urokinase mengalami klirens (pembersihan) yang cepat oleh hati. Masa paruh sekitar 20 menit. Sejumlah kecil obat diekskresi dalam empedu dan urin. Contoh Obat : Abbokinase, Urokinase-GCBTinf ; (nama dagang) Dosis : dosis yang dianjurkan adalah dosis muat 1000-4500 IU/kgBB secara IV dilanjutkan dengan infus IV 4400 IU/kgBB/jam. Asam aminokaproat merupakan penawar spesifik untuk keracunan urokinase. Dosis biasa dimulai dengan 5 g (oral atau IV), diikuti dengan 1,25 g tiap jam sampai perdarahan teratasi. Dosis tidak boleh melebihi 30 g dalam 24 jam.

Gambar 1.3 Mekanisme Kerja Urokinase

EFEK SAMPING OBAT FIBRINOLITIK


dapat menimbulkan perdarahan yang disebabkan fibrigenolisis sistemik dan lisis sumbatan hemostatik normal.

Untuk mengatasi fibrinolisis dengan cepat dapat diberikan asam aminokaproat, suatu inhibitor fibrinolisis, secara IV lambat atu dapat juga dilakukan transfusi darah.

Efek samping lain mual, muntah, dan alergi.


Streptokinase yang merupakan protein asing dapat menyebabkan reaksi alergi seperti pruritus, urtikaria,flushing, kadang-kadang angioedema, bronkospasme. Reaksi alergi ringan juga dilaporkan pada penggunaan urokinase dan t-PA yang nonantigenik.