Anda di halaman 1dari 6

Laporan hasil pengamatan jamur/ fungi

Di susun oleh : siztia rizki assifa Kls : x IPA 3

I.

TUJUAN = mengamati cirri cirri jamur melalui observasi morfologi jamur alat dan bahan a. Alat : 1. Mikroskop 2. objek glass 3. cover glass 4. jarum 5. pipet b. Bahan : 1. Jamur merang 2. jamur kuping 3. air 4. tempe

II.

III.

CARA KERJA
1. Iris jamur yang akan di teliti sampai ukuran terkecil 2. Gunakan pinset untuk mengambil irisan kecil jamur, lalu letakan di objek glass 3. Teteskan sedikit air ke irisan jamur yang telah di simpan di objek glass menggunakan pipet 4. Tutup jamur tersebut menggunakan cover glass 5. Jika telah di tutup, simpan jamur tersebut ke mikroskop 6. Perhatikan sturktur jamur dari lensa mikroskop

iv.

hasil pengamatan

v.

kesimpulan

kesimpulan yang dapat di ambil dari praktikum jamur yaitu, jamur tersusun oleh benang benang hifa yang membentuk sebuah koloni koloni yang di sebut miselium. Miselium miselium sendiri memiliki dua fungsi, yang pertama sebagai penyerap makanan (miselium vegetative). Dan yang kedua sebagai alat reproduksi (miselium generative)

VI.

PEMBAHASAN

Hifa (bahasa Latin: hypha, jamak hyphae) adalah struktur biologis berupa berkasberkas halus yang merupakan bagian dari tubuh vegetativ berbagai fungi ("kerajaan jamur"). Hifa dapat dengan mudah dilihat dengan mata bila telah membentuk massa yang rapat dan membentuk koloni-koloni pada bagian tubuh organisme inang atau sisa-sisa organisme atau makanan, dikenal sebagai miselium (mycelium, jamak mycelia). Dapat dikatakan, hifa adalah bentuk tubuh jamur yang sesungguhnya. Struktur berbentuk mirip payung yang biasa dikenal orang sebagai jamur tidak lain hanyalah alat reproduksi yang dikenal sebagai tubuh buah, yang muncul hanya sewaktu-waktu.

Bagi fungi, hifa memiliki peran yang sedikit banyak seperti akar dan daun pada tumbuhan sekaligus. Hifa tumbuh menyebar ke dalam tubuh atau semua bagian organisme. Bentuk hifa yang halus memperluas permukaan kontak dengan substrat (objek makanannya). Hifa kemudian melepaskan enzim atau substansi lain (khususnya pada fungi yang hidup pada jaringan hidup) pada substrat agar kemudian dihasilkan senyawa-senyawa kimia tertentu (terutama karbohidrat). Hifa kemudian kembali menyerap senyawa-senyawa kimia ini untuk dimanfaatkannya dalam metabolisme internal. Cara kerja semacam inilah yang menyebabkan fungi berbeda dengan eukariota lainnya, seperti tumbuhan (autotrof) atau hewan (sepenuhnya heterotrof). Fungi, dengan cara kerja hifa semacam ini, dikenal sebagai saprotrof.