Anda di halaman 1dari 17

BAB I TINJAUAN PUSTAKA

1.1 Pendahuluan Demam berdarah dengue/DBD (dengue hemorrhagic fever/DHF) tidak dapat dipisahkan dengan demam dengue dan dengue shock syndrome (DSS), sebab penyebab ketiga penyakit ini adalah sama, selanjutnya akan dibahas di sub-bab etiologi. Dan perjalanan ketiga penyakit ini terjadi se ara berurutan, dimulai dengan demam dengue, kemudian dengue hemorrhagic fever dan dengue shock syndrome.

1.2 Definisi Demam dengue adalah penyakit yang terutama terdapat pada anak dan atau de!asa dengan tanda-tanda klinis berupa demam, nyeri otot dan atau nyeri sendi yang disertai leukopenia, dengan/tanpa ruam, dan lim"adenopati, demam bi"asik, sakit kepala yang hebat, nyeri pada pergerakan bola mata, gangguan rasa menge ap, trombositopenia ringan. Demam berdarah dengue/DBD (dengue hemorrhagic fever/DHF) adalah penyakit yang terdapat pada anak dan de!asa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan/atau nyeri sendi yang memburuk setelah dua hari pertama atau demam dengue yang disertai pembesaran hati dan mani"estasi perdarahan. Dengue shock syndrome (DSS) adalah penyakit Demam berdarah

dengue/DBD (dengue hemorrhagic fever/DHF) yang disertai renjatan atau terjadinya kegagalan sirkulasi darah dan pasien jatuh dalam syok hipo#olemik akibat kebo oran plasma.

1.3 Epidemiologi %pidemi demam dengue pertama kali dilaporkan pada tahun $&&'-$&() di *sia, *"rika, dan *merika +tara. ,andemi global penyakit ini dimulai di *sia -enggara setelah perang dunia kedua selama lima belas tahun. World Health Organization (.H/) menyatakan sekitar 01 miliar orang atau 0-12 dari populasi penduduk di dunia beresiko terjangkit dengue. .H/ memperkirakan terjadi 1) miliar kasus in"eksi dengue di dunia setiap tahun. Setiap serotipe ukup berbeda sehingga tidak ada proteksi silang dan !abah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah ditransmisikan melalui nyamuk yang termasuk dalam genus Aedes, yang banyak tersebar di 3egara subtropis dan tropis dan diklasi"ikasikan sebagai an aman kesehatan global oleh .H/. Sekarang ini, demam berdarah dengue merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas pada anak di 3egara-negara *sia -enggara dan paling banyak ditemukan di 4ndonesia. -ahun $'(0, di Singapura, angka kematian lebih dari 1)2 tarjadi pada usia lebih dari $1 tahun. Di 4ndonesia, persentasi angka in"eksi tinggi pada de!asa muda di 5akarta dan pro#insinya. Di Bangladesh, lebih dari (02 pasien yang dira!at merupakan pasien de!asa dan seluruk kematian terjadi pada pasien yang berusia lebih dari 1 tahun. 4ndonesia merupakan !ilayah endemis dengan sebaran di seluruh !ilayah tanah air dengan insiden 6-$1 per $)).))) penduduk ($'(' hingga $''1). Faktor-"aktor yang berpengaruh pada penyebaran demam berdarah yaitu termasuk ledakan pertumbuhan penduduk, urbanisasi dengan system kesehatan yang inadekuat, buruknya ontrol #e tor, perubahan iklim, dan peningkatan mobilisasi ke area endemik (rekreasi, bisnis, dan perjalan militer). Faktor-"aktor ini harus diperhatikan untuk mengontrol penyebaran dengue. 7asyarakat a!am sulit membedakan demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD), karena hanya diketahui dokter berdasarkan pemeriksaan darah dan keadaan klinis penderita. Se ara klinis yang membedakan adalah pada 0

DBD terjadi reaksi keluarnya plasma ( airan) darah dari dalam pembuluh darah keluar dan masuk ke dalam rongga perut dan rongga selaput paru. Fenomena ini apabila tidak segera ditanggulangi dapat mempengaruhi mani"estasi gejala perdarahan menjadi sangat masi". Dalam praktik kedokteran sering kali membuat seorang dokter terpaksa memberikan trans"usi darah dalam jumlah ukup banyak. Beberapa "aktor diketahui berkaitan dengan peningkatan transmisi #irus dengue yaitu8 9ektor ,erkembangbiakan #ektor, kebiasaan menggigit, kepadatan #ektor di

lingkungan, transportasi #ektor dari satu tempat ke tempat lain. ,ejamu -erdapatnya penderita di lingkungan/keluarga, mobilisasi dan paparan terhadap nyamuk, usia dan jenis kelamin. :ingkungan ;urah hujan, suhu, sanitasi dan kepadatan penduduk. 1. E!iologi Demam dengue dan demam berdarah dengue disebabkan oleh #irus dengue, yang termasuk dalam genus Fla#i#irus. -erdapat empat serotipe #irus yaitu D%3-$, D%3-0, D%3-< dan D%3-= yang semuanya dapat menyebabkan demam dengue atau dengue hemorrhagic fever. Di 4ndonesia terdapat ke-empat serotipe tersebut, namun yang tebanyak adalah D%3-<. 1." Pa!ogenesis 9irus dengue didapatkan dari gigitan nyamuk Aedes. 9e tor utama demam dengue adalah nyamuk kebun yang disebut Aedes aegypti, tapi A.albopictus dan jenis

<

Aedes lainnya juga dapat menularkan #irus dengue dengan tingkat keparahan yang berbeda. 5enis nyamuk Aedes beradaptasi dengan baik pada habitat manusia, sering ditemukan pada tempat-tempat berisi air bersih yang berdekatan letaknya dengan rumah penduduk, biasanya tidak melebihi jarak 1)) m dari rumah. -empat perindukan tersebut berupa tempat perindukan buatan manusia, seperti tempayan/gentong tempat penyimpanan air minum, bak mandi, jambangan/pot bunga,dll. Di tempat perindukan A.aegypti seringkali ditemukan lar#a A.albopictus yang hidup bersama-sama. 3yamuk betina meletakkan telurnya di atas permukaan air dalam keadaan menempel pada dinding tempat perindukannya. Seekor nyamuk betina dapat meletakkan rata-rata $)) butir telur tiap kali bertelur. Setelah kira-kira 0 hari telur menetas menjadi lar#a lalu mengadakan pengelupasan kulit sebanyak = kali, tumbuh menjadi pupa dan akhirnya menjadi de!asa. ,ertumbuhan dari telur sampai menjadi de!asa memerlukan !aktu kira-kira ' hari. 3yamuk de!asa betina menghisap darah manusia pada siang hari. +mur nyamuk de!asa betina di alam bebas kira-kira $) hari, dan mampu terbang sejauh 0 km, !alaupun umumnya jarak terbangnya adalah > =) m. ?etika mengin"eksi manusia, #irus dengue mempunyai masa inkubasi <-$= hari. Sel-sel target yang terin"eksi terutama di sistem retikuloendotel. 7asa penyembuhan biasanya selesai dalam &-$) hari. Demam berdarah dengue atau dengue sho k syndrome biasanya berlangsung selama <-& hari sejak masa penularan. ,ato"isiologi utama yang abnormal pada demam berdarah dengue adalah terdapatnya kebo oran plasma dan perdarahan. ?ebo oran plasma disebabkan peningkatan permeabilitas kapiler yang bermani"estasi e"usi pleura dan asites. ,erdarahan disebabkan kerapuhan kapiler dan trombositopenia yang bermani"estasi perdarahan kulit (ptekie, purpura) sampai perdarahan gastrointestinal.

Berdasarkan data yang ada, mekanisme imunopatologis berperan dalam terjadinya demam berdarah dengue dan dengue sho k syndrome. @espon imun yang berperan dalam patogenesis DBD adalah 8 a. @espon humoral Berupa pembentukan antibodi yang berperan dalam proses netralisasi #irus, sitoloisis yang dimediasi komplemen, dan sitotoksisitas yang dimediasi antibodi. *ntibodi terhadap #irus dengue berperan dalam memper epat replikasi #irus pada monosit atau makro"ag. b. :im"osit Berperan dalam respon imun seluler terhadap #irus dengue. . 7onosit dan makro"ag Berperan dalam "agositosis #irus dengan opsonisasi antibodi. 3amun proses "agositosis ini menyebabkan peningkatan replikasi #irus dan sekresi sitokin oleh makro"ag. d. *kti#asi komplemen kompleks imun 7enyebabkan terbentuknya ;<a dan ;1a. 4n"eksi pertama kali dapat memberi gejala sebagi demam dengue. Bila orang itu mendapat in"eksi berulang oleh #irus dengue lainnya, maka oran itu akan menderita dengue hemorrhagic fever. 9irus akan bereplikasi di nodus lim"atikus regional dan menyebar ke jaringan lain, terutama ke sistem retikuloendotelial dan kulit se ara bronkogen maupun hematogen. -ubuh akan membentuk kompleks antigen-antibodi dalam sirkulasi darah sehingga akan mengakti#asi sistem komplemen yang berakibat dilepaskannya ana"ilaktosin ; <a dan ;1a sehingga permeabilitas dinding pembuluh darah meningkat. *kan terjadi juga agregasi trombosit dan melepaskan *D,, trombosit melepaskan #asoakti" yang bersi"at meningkatkan permeabilitas kapiler dan melepaskan trombosit "aktor < yang merangsang koagulasi intra#askular. -erjadinya akti#asi "aktor Hageman ("aktor A44) 1

akan menyebabkan pembekuan intra#askular yang meluas dan meningkatkan permeabilitas dinding pembuluh darah. 4n"eksi #irus dengue menyebabkan akti#asi makro"ag yang mem-"agositsis kompleks #irus-antibody non netralisasi sehingga #irus bereplikasi di makro"ag, menyebabkan akti#asi - helper dan - sitotoksik sehingga diproduksi lim"okin dan inter"eron gamma. 4nter"eron gamma akan mengakti#asi monosit sehingga disekresi berbagai mediator in"lamasi seperti -3F-B, 4:-$, ,*F ( platelet activating factor), 4:6 dan histamin mengakibatkan dis"ungsi sel endotel dan terjadi kebo oran plasma. Cambaran sumsum tulang pada "ase a!al in"eksi (D 1 hari) menunjukkan keadaan hiposeluler dan supresi megakariosit. Setelah keadaan nadir ter apai akan terjadi peningkatan proses hematopoiesis termasuk megakariopoiesis. ?adar trombopoietin dalam darah pada saat terjadi trombositopenia justru menunjukkan kenaikan, hal ini menunjukkan terjadinya stimulasi trombopoiesis sebagai mekanisme kompensasi terhadap keadaan trombositopenia. ?oagulopati terjadi sebagai akibat interaks #irus dengan endotel yang menyebabkan dis"ungsi endotel. Berbagai penelitian menunjukkan terjadinya koagulopati konsumti" pada demam berdarah dengue stadium 444 dan 49. *kti#asi koagulasi pad demam berdarah dengue terjadi melalui akti#asi jalur ekstrinsik (tissue "a tor path!ay). 5alur intrinsik juga berperan melalui akti#asi "a tor A4a namun tidak melalui akti#asi kontak. -rombositopenia pada in"eksi dengue terjadi melalui mekanisme 8 $. Supresi sumsum tulang. 0. Destruksi dan pemendekan masa hidup trombosit.

1.# $anifes!asi Klinis 7ani"estasi klinis in"eksi #irus dengue dapat bersi"at asimptomatik atau dapat berupa demam yang tidak khas, demam dengue, demam berdarah dengue atau sindrom sho k dengue (DSS).

Cejala klinis DBD dan DD hampir sama, yaitu panas tinggi, perdarahan, trombosit menurun dan pemeriksaan serologi 4gC atau 4g7 positi". ,ada DBD trombosit yang menurun sangat drastis hingga kurang dari ').))), perdarahan yang terjadi lebih berat dan dapat disertai sesak napas karena adanya airan di rongga paru (e"usi pleura). +mumnya pasien mengalami "ase demam selama 0-& hari, yang diikuti oleh "ase kritis selama 0-< hari. ,ada !aktu "ase ini pasien sudah tidak demam, akan tetapi mempunyai risiko untuk terjadi renjatan jika tidak mendapat pengobatan tidak adekuat. ,ada demam dengue terjadi peningkatan suhu se ara tiba-tiba, disertai sakit kepala, nyeri hebat pada otot dan tulang, mual, kadang muntah, dan batuk ringan. Sakit kepala dapat menyeluruh atau berpusat pada supraorbital dan retroorbital. 3yeri di bagian otot terutama dirasakan bila tendon dan otot perut ditekan. ,ada mata dapat ditemukan pembengkakan, injeksi konjungti#a, laktimasi, dan "oto"obia. /tot-otot sekitar mata terasa pegal. %ksantem dapat mun ul pada a!al demam yang terlihat jelas di muka dan dada, berlangsung beberapa jam lalu ke seluruh tubuh. ,ada saat suhu turun ke normal, ruam berkurang dan epat menghilang, bekas-bekasnya kadang terasa gatal. ,ada sebagian pasien dapat ditemukan kur#a yang bi"asik. Dalam pemeriksaan "isik pasien demam dengue hampir tidak ditemukan kelainan. 3adi pasien mula-mula epat kemudian menjadi normal atau lebih lambat pad hari ke-= dan ke-1. Bradikardi dapat menetap beberapa hari dalam masa penyembuhan. Dapat ditemukan lidah kotor dan kesulitan buang air besar. ,ada pasien dengue hemorrhagic fever dapat terjadi perdarahan pada hari ke-< atau ke-1 berupa petekie, purpura, ekimosis, hematemesis, melena, dan epistaksis. Hati umumnya membesar dan terdapat nyeri tekan yang tidak sesuai dengan berat penyakitnya. ,ada pasien DSS, gejala renjatan ditandai dengan kulit yang terasa lembab dan dingin, sianosis peri"er yang terutama tampak pada ujung lidah, jari-jari tangan dan kaki, serta dijumpai penurunan tekanan darah. @enjatan biasanya terjadi pada !aktu demam atau saat demam turun antara hari ke-< dan hari ke-& penyakit. 1.% Diagnosis

&

a. kriteia klinis demam dengue 8 suhu badan yang tiba-tiba meninggi demam yang berlangsung hanya beberapa hari kur#a demam yang menyerupai pelana kuda nyeri tekan terutama di otot-otot dan persendian adanya ruam-ruam pada kulit leukopenia

b. kriteria klinis Demam berdarah dengue/DBD (dengue hemorrhagic fever/DHF) menurut .H/ 8 demam akut yang tinggi selama 0-& hari, kemudian turun se ara lisis. Demam disertai gejala tidak spesi"ik, seperti anoreksia, malaise, nyeri punggung, tulang, persendian, dan kepala. 7ani"estasi perdarahan, seperti uji turniket positid, petekie, purpura, ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis, dan melena. ,embesaran hati dan nyeri tekan tanpa ikterus. Dengan/ tanpa renjatan. @enjatan yang terjadi pada saat demam biasanya mempunyai prognosis yang buruk ?enaikan nilai Ht, yaitu sedikitnya 0)2 . derajat beratnya Demam berdarah dengue/DBD (dengue hemorrhagic fever/DHF) se ara klinis 8 derajat 4, terdapat demam mendadak selama 0-& hari disertai gejala klinis lain dengan mani"estasi perdarahan teringan, yakni uji turniket positi". Derajat 44, ditemukan pula perdarahan kulit dan mani"estasi perdarahan lain. Derajat 444, ditemukan tanda-tanda dini renjatan. Derajat 49, terdapat DSS dengan nadi dan tekanan darah yang tidak terukur. d. pemeriksaan penunjang 8 $. darah. ,ada darah terdapat leukopenia pada hari ke-0 atau hari ke-<. ,ada DBD dijumpai trombositopenia dan hemokonsentrasi. 7asa pembekuan masih normal, masa perdarahan biasanya memanjang, dapat ditemukan (

penurunan "aktor 44, 9, 944, 4A, dan A44. ,ada pemeriksaan kimia darah tampak hipoproteinemia, hiponatremia, hipokloremia, SC/-, SC,-, ureum, pH darah meningkat. 0. +rin. 7ungkin ditermukans ditemukan aluinuria ringan. <. Sumsum tulang. ,ada a!alnya hiposeluler, kemudian menjadi hiperseluler pada hari ke-1 dengan gangguan dan pada hari ke-$) sudah kembali normal untuk semua sistem. =. +ji serologi8 *nti 4gC dengue dan *nti 4g7 dengue 1. 4solasi #irus. Sampel yang dipakai adalah darah pasien. 1.& Pena!ala'sanaan a. -irah baring b. 7akanan lunak . 7edikamentosa simptomatis d. *ntibiotik e. Bila ada renjatan, berikan in"us selama $0-=( jam setelah renjatan dilatasi ". /bser#asi keadaan umum, nadi, tekanan darah, suhu, dan perna"asan tiap jam, serta Hb, Ht tiap =-6 jam pada hari pertama selanjutnya tiap 0= jam. Bagian terpenting dari pengobatannya adalah terapi suporti". Sang pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk airan. 5ika hal itu tidak dapat dilakukan, penambahan dengan airan intra#ena mungkin diperlukan untuk men egah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. -rans"usi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis. +ntuk mengatasi demam biasanya diberikan parasetamol. Salisilat tidak digunakan karena akan memi u perdarahan dan asidosis. ,arasetamol diberikan selama demam masih men apai <' derajat ;, paling banyak 6 dosis dalm 0= jam. ?adang-kadang diperlukan obat penenang pada anak-anak yang sangat gelisah. ?egelisahan ini biasa terjadi karena dehidrasi atau gangguan "ungsi hati. Haus dan dehidrasi merupakan akibat dari demam tinggi, tidak adanya na"su makan dan muntah. +ntuk mengganti airan yang hilang harus diberikan airan yang ukup '

melalui mulut atau melalui #ena. ;airan yang diminum sebaiknya mengandung elektrolit seperti oralit. ;airan lain yang biasa digunakan adalah jus buah-buahan. ,erhimpunan Dokter *hli ,enyakit Dalam 4ndonesia (,*,D4) bersama dengan Di#isi ,enyakit -ropik dan 4n"eksi dan Hematologi dan /nkologi 7edik Fakultas ?edokteran +ni#ersitas 4ndonesia telah menyusun proto ol penatalaksanaan DBD pada pasien de!asa berdasarkan kriteria 8 ,enatalaksanaan yang tepat dengan ran angan tindakan yang dibuat sesuai atas indikasi. ,raktis dalam pelaksanaannya. 7empertimbangkan ost e""e ti#eness. ,rotokol ini terbagi dalam 1 kategori 8 ,rotokol $ ,rotokol 0 ,rotokol < ,rotokol = ,rotokol 1 8 ,enanganan tersangka (,robable) DBD de!asa tanpa syok 8 ,emberian airan pada tersangka DBD diruang ra!at 8 ,enatalaksanaan DBD dengan peningkatan hematokrit E 0)2 8 ,enatalaksanaan perdarahan spontan pada DBD de!asa 8 -atalaksana Sindrom Syok Dengue pada de!asa.

P(o!o'ol 1. Penanganan Te(sang'a )P(o*a*le+DBD de,asa !anpa s-o' Seseorang yang tersangka menderita DBD diruang Ca!at Darurat dilakukan pemeriksaan hemoglobin (Hb), hematokrit (Ht), dan trombosit bila 8 F Hb,Ht dan trombosit normal atautrombosit antara $)).)))-$1).))), pasien dapat dipulangkan dengan anjuran kontrol atau berobat jalan ke ,oliklinik dalam (dilakukakan pemeriksaan Hb,Ht,leukosit dan trombosit !aktu 0= jam berikutnya Ca!at Darurat.

tiap 0= jam) atau bila keadaan penderita memburuk segera kembali ke instalasi

$)

F Hb,Ht normal tetapi trombosit D $)).))) dianjurka untuk dira!at. F Hb,Ht meningkat dan trombosit normal atau turun juga dianjurka untuk dira!at. P(o!o'ol 2 . Pem*e(ian /ai(an pada !e(sang'a DBD di(uang (a,a!.

,asien tersangka DBD tanpa perdarahan spontan dan massi" dan tanpa syok maka di ruang ra!at diberikan airan in"use kristaloid dengan jumlah seperti rumus berikut ini 8 0olume /ai(an '(is!aloid pe(ha(i -ang dipe(lu'an1 sesuai rumus berikut 8 $1)) G H 0) I (BB dalam kg -0))J ;ontoh #olume rumatan untuk BB 11kg 8 $1)) G H0) I (11-0))J K 00)) ml Setelah pemberian airan dilakukan pemeriksaan Hb,Ht tiap 0= jam8 Bila Hb,Ht meningkat $)-0)2 dan trombosit D $)).))) jumlah pemberian airan tetap seperti rumus diatas tetapi pemantauan Hb, Ht trombo dilakukan tiap $0 jam. Bila Hb, Ht meningkatE0)2 dan trombosit D$)).))) maka pemberian airan sesuai dengan proto ol penatalaksanaan DBD dengan peningkatan Ht E 0)2. P(o!o'ol 3 . Pena!ala'sanaan DBD dengan pening'a!an hema!o'(i! 2 234

7eningkatnya Ht E0)2 menunjukan bah!a tubuh mengalami de"i it airan sebanyak 12. ,ada keadaan ini terapi a!al pemberian memberikan in"us airan adalah dengan airan kristaloid sebanyak 6-& ml/kg/jam. ,asien kemudian

dipantau setelah < L = jam pemberian airan. Bila terjadi perbaikan ditandai dengan penurunan hematokrit, "rekuensi nadi turun, tekanan darah stabil, produksi urin meningkat maka jumlah airan in"us dikurangin menjadi 1 ml/kgBB/jam. 0 jam lagi dilakukan pemantauan kembali dan bila keadaan tetap menunjukan perbaikan maka jumlah airan in"use dikurangi menjadi < ml/kgBB/jam. Bila dalam pemantauan keadaan tetap membaik maka pemberian airan dapat di hentikan 0= L =( jam kemudian.

$$

P(o!o'ol

. Pena!ala'sanaan pe(da(ahan spon!an pada DBD de,asa

,erdarahan spontan dan masi" pada penderita DBD de!asa adalah 8 perdarahan hidung/epistaksis yang tidak terkendali !alaupun telah diberikan tampon hidung, perdarahan saluran erna (hemetemesis dan melena atau hematokskesia), perdarahan saluran ken ing (hematuria), perdarahan otak atau perdarahan tersembunyi dengan jumlah perdarahan sebanyak = L 1ml/kgBB/jam. ,ada keadaan seperti ini jumlah dan ke epatan pemberian airan tetap seperti keadaan DBD tanpa syok lainnya. ,emeriksaan tekanan darah, nadi, pernapasan dan jumlah urin dilakukan sesering mungkin dengan ke!aspadaan Hb, Ht dan trombosis serta hemostase harus segera dilakukan dan pemeriksaan Hb, Ht, dan trombosit sebaiknya diulang setiap = L 6 jam. P(o!o'ol " . Ta!ala'sana Sind(om S-o' Dengue pada de,asa.

Bila kita berhadapan dengan Sindrom Syok Dengue (SSD) maka hal pertama yang harus diingat adalah bah!a rejatan harus segera diatasi dan oleh karena itu penggantian airan intra#askuler yang hilang harus segera dilakukan. *ngka kematian sindrom syok dengue sepuluh kali lipat dibandingkan dengan penderita DBD tanpa rejatan , dan rjatan dapat terjadi karena keterlambatan penderita DBD mendapatkan pertolongan, penatalaksanaan yang tidak tepat termasuk kurangnya ke!aspadaan terhadap tanda-tanda rejatan dini, dan penatalaksanaan rejatan yang adekuat.

1.5 Diagnosis Banding -i"us abdominalis 7alaria 1.13 P(ognosis ,rogosis dan pejalanan penyakit pada de!asa umumnya lbih ringan daripada anak-anak. 3amun, angka mortalitasnya masih ukup tinggi.

$0

BAB II I6UST7ASI KASUS

3ama +mur *lamat

8 -n S 8 0$ tahun 8 Sungai -alu, 7uara :abuh

-elah dira!at seorang pasien perempuan berusia 0$ tahun sejak tanggal 0) 7aret 0)$$ dengan8 $. ?eluhan +tama. Demam sejak tiga hari yang lalu. 0. @i!ayat ,enyakit Sekarang. Demam dialami pasien sejak tiga hari yang lalu sebelum masuk rumah sakit. Demam tinggi, tidak berkeringat, dan tidak menggigil. Demam menghilang bila pasien minum obat ,ara etamol, setelah itu demam mun ul kembali. Sesak na"as (-) Batuk (-) Demam < hari sebelum masuk @S, Demam tiba-tiba, tinggi, menggigil(G), tidak berkeringat. 3yeri otot < hari sebelum masuk @S. Sakit kepala (G) 7ual (G) < hari sebelum masuk @S. $<

7untah (G) < hari sebelum masuk @S, "rekuensi $ I, jumlah > M gelas,isi apa yang dimakan dan diminum, tidak berdarah. Buang air besar !arna hitam (G) 0 hari sebelum masuk @S, "rekuensi $ I, konsistensi lunak, jumlah sedikit. Buang air ke il jumlah dan !arna biasa. @i!ayat bepergian ke daerah lain (-).

<. @i!ayat ,enyakit Dahulu. ,asien tidak pernah sakit seperti ini. =. @i!ayat ,enyakit ?eluarga. -idak ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama. 1. @i!ayat kebiasaan, sosial ekonomi, dan pekerjaan. ,asien adalah seorang mahasis!a. Di sekitar rumah os terdapat tumpukan kaleng bekas dengan genangan air. 6. ,emeriksaan Fisik.
?eadaan umum ?esadaran -ekanan darah 3adi ,erna"asan Suhu ?eadaan giNi -inggi badan Berat badan *nemia 8 sedang 8 ompos mentis ooperati" 8 $$)/() mmHg 8 (=I/menit 8 <0I/menit 8 <(,<o; 8 sedang 8 $6) m 8 1( ?g 8 (-)

$=

Sianosis %dema

8 (-) 8 (-)

7ata ?ulit ?CB :eher -horaI ,aru

8 konjungti#a tidak anemis, sklera tidak ikterik 8 @umple :eed (G) 8 tidak ada pembesaran 8 59, 1-0 mH0/

8 4nspeksi ,alpasi ,erkusi *uskultasi

8 simetris kiri K kanan, statis dan dinamis 8 "remitus kiri K kanan 8 sonor 8 S3 #esikuler, rhonki -/-, !heeNing -/8 iktus kordis tidak terlihat 8 iktus kordis teraba $ jari medial :7;S @4; 1 8 batas jantung kanan 8 :SD kiri atas 8 $ jari medial :7;S @4; 1 8 @4; 44

5antung 8 4nspeksi ,alpasi ,erkusi

*uskultasi *bdomen 8 4nspeksi ,alpasi NT (+),

8 murni, reguler, 7$ E 70, ,0 D *0. 8 tidak tampak membun it 8 Hepar teraba 1 jari BAC, tajam, rata, kenyal

Lien tidak teraba.

$1

,erkusi *uskultasi ,unggung *lat kelamin %ktremitas Sensibilitas ,ulsasi 8 3? (-), 3-(-) 8 tidak diperiksa

8 timpani 8 B+ (G) 3

8 edema -/-, @F G/G, @, -/8 kasar (G), halus (G) 8 a. Dorsalis ,edis a. -ibialis ,osterior a. ,oplitea (G) (G) (G)

&. :aboratorium @utin


Darah Hb :eukosit Hematokrit -rombosit 8 $6,< 2 8 =))) 8 1$2 8 (<.)))

(. Diagnosa ?erja Dengue Hemorrhagic Fever Stage '. Diagnosa Banding 7alaria -i"us *bdominalis

$). ,engobatan

$6

4stirahat, diet 7: -?-, 49FD @: = jam /kol" ,et -ab < I 1)) mg (?/,) Dompuridon -ab < I $ 3-@ -ab < I $ $$. @en ana ,emeriksaan a. D+F rutin b. -es Serlogi 4gC dan 4g7 *nti Dengue . Hb, Ht, :eukosit, -rombosit tiap $0 jam d. -es .idal e. ,- dan *,-". Slide Darah -epi $0. Hasil ,emeriksaan a. Feses makroskopis 8 kuning ke oklatan konsistensi L lembek mikroskopis 8 eritrosit 0-< /:,B

b. 4munologi-Serologi *nti Dengue 4gC (G) *nti Dengue 4g7 (G)

$&