Anda di halaman 1dari 22

KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat-Nyalah penulis dapat menyesaikan laporan presentasi tentang JENIS HYDRANT DAN SISTEM INSTALASI HYDRANT , secara semaksimal mungkin dan dalam waktu yang tepat. Adapun tujuan penulisan laporan ini adalah untuk menambah pengetahuan tentang jenis hydrant,fungsi,serta pemasangan instalasi hydrant. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada pihak-pihak yang telah membantu dan mendukung pembuatan laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari kesempurnaan, yang dalam pengerjaannya masih terdapat kekurangan yang tentunya tidak disengaja, maka dari itu saran dan kritik dari pembaca sangat penulis harapkan untuk menuju kesempurnaan laporan ini.

Denpasar, 2014

23

Maret

penulis

LATAR BELAKANG

Di Era globalisasi seperti sekarang,pertumbuhan dan perkembangan manusia sudah semakin membludak. Pertumbuhan ini harusnya diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai. Di kota-kota besar yang memiliki gedung bertingkat serta kepadatan penduduk yang tinggi sangat rentan terjadi permasalahan baik sosial maupun secara fisik contohnya kebakaran. Kebakaran merupakan peristiwa yang tak bisa diprediksi akan tetapi dapat dicegah. Di gedung tinggi ataupun tempat penting terdapat HYDRANT sebagai alat penanggulangan terhadap bencana kebakaran. Hydrant merupakan sebuah terminal air untuk bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant ini juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Hydrant merupakan sebuah fasilitas wajib bagi bangunan-bangunan publik. Sejarah hydrant berawal Selama 1600-an, London, Inggris, mulai memasang sistem air bawah tanah menggunakan berongga-keluar log sebagai pipa. Ketika ada kebakaran, petugas pemadam kebakaran harus menggali jalan dan melahirkan lubang di pipa kayu. Kemudian busi kayu dimasukkan ke dalam pra-lubang dibor pada interval tetap sepanjang pipa log untuk membuatnya lebih mudah bagi fire plug untuk mendapatkan air. Hal ini melahirkan istilah steker api, yang masih kadang-kadang digunakan untuk merujuk kepada sebuah hydrant.

Sebagai kota tumbuh, begitu pula sistem air mereka. sistem yang lebih besar berarti meningkatkan tekanan, dan melemparkan pipa besi diletakkan untuk menggantikan membusuk kayu log. Ketika sistem air yang baru Philadelphia mulai beroperasi pada tahun 1801, tidak hanya melayani 63 rumah dan beberapa pabrik, tetapi juga memiliki 37 hydrant di atas tanah untuk proteksi kebakaran. Yang hydrant pertama di New York City dipasang pada tahun 1817 oleh George Smith, yang seorang pemadam kebakaran. Dia bijaksana terletak di depan rumah sendiri di Frankfort Street.

Menyusul gempa bumi dan kebakaran yang melanda San Francisco pada tahun 1906, kota ini memasang sistem air darurat yang luas yang masih digunakan. Selain lebih dari 7.500 hidran tersambung ke listrik air baku-tekanan, sistem tersebut termasuk waduk dan dua tank yang terletak di perbukitan untuk memasok hampir 1.400 hidran tekanan tinggi di seluruh kota. Ada juga dua garam-stasiun pompa air untuk menimba air dari San Francisco Bay, ditambah lima sambungan tambahan sepanjang pantai untuk memungkinkan fireboats kota untuk memompa ke dalam sistem hydrant. Sebagai garis pertahanan terakhir, kota ini memiliki lebih dari 150 tangki air bawah tanah yang terhubung ke hydrant unpressurized. Pumpers Api dapat menghubungkan selang hisap kaku terhadap hidran dan menarik air keluar dari tangki air dengan menciptakan ruang hampa.

Saat ini, ukuran dan lokasi hydrant kebakaran di suatu daerah tidak hanya mempengaruhi tingkat proteksi kebakaran, tetapi juga tingkat kebakaran asuransi. Di daerah perkotaan banyak plug api rendah adalah semua yang berdiri di antara yang pertama dan kehilangan percikan api multi-juta dolar.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................... 1

LATAR BELAKANG................................................................................2

DAFTAR ISI...............................................................................................4

HYDRANT

PENGERTIAN HYDRANT...........................................................5

HYDRANT SYSTEM.....................................................................7

PENEMPATAN HYDRANT........................................................12

STANDAR RUANG HYDRANT.................................................12

GAMBAR PERLENGKAPAN HYDRANT.................................13

INSTALASI HYDRANT MATERIAL POMPA HYDRANT..............................................15 SISTEMATIKA KERJA POMPA HYDRANT............................16 MATERIAL INSTALASI PLUMBING HYDRANT...................17 KESIMPULAN..........................................................................................21

DAFTAR PUSTAKA................................................................................22

JENIS HYDRAN DAN INSTALASI HYDRANT

Hydrant merupakan sebuah terminal air untuk bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant ini juga berfungsi untuk mempermudah proses

penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Hydrant merupakan sebuah fasilitas wajib bagi bangunan-bangunan publik seperti pasar tradisional maupun modern, pertokoan, bahkan semestinya lingkungan perumahan pun harusnya ada fasilitas hydrant. Pada saat terjadi peristiwa kebakaran Fire Hydrant harus mudah terlihat dan segera dapat dipergunakan. National Fire Protection Association (NFPA) secara specifik menyatakan bahwa Fire Hydrant harus diwarnai dengan chrome yellow atau warna lain yang mudah terlihat termasuk diantaranya white, bright red, chrome silver dan lime-yellow, tetapi sebenarnya aspek terpenting adalah warna tersebut harus konsisten terutama dalam satu wilayah tertentu.

NFPA menyarankan bahwa secara umum ada perbedaan secara fungsi antara Fire Hydrant untuk kebutuhan perkotaaan (municipal system) dan kebutuhan pribadi (private system) termasuk di dalamnya untuk pabrik, sehingga harus ada perbedaan warna dan penandaan lainnya. Secara internasional warna violet (light purple) telah dikembangkan sebagai warna untuk non-potable water. SUPPLY Municipal System Private System BODY COLOR Chrome Yellow Red

Non-Potable System Violet (Light Purple)

Ciri penandaan lainnya adalah flow indicators, standar NFPA untuk bonnets (topi hydrant) dan caps (sumbat hydrant) harus diwarnai sesuai dengan indikasi kuatnya tekanan aliran hydrant (20 p.s.i.) dan kode standarnya sbb :

Class C Class B Class A

Les Than 500 GPM 500-999 GPM 1000-1499 GPM (3785 L/m)

Red Orange Green

Berdasarkan klasifikasinya yang mengacu pada National Fire Protection Asociation (NFPA) 14 hydrant diklasifikasikan sebagai berikut : 1. Class 1 System Yaitu Hydrant System dengan menggunakan koneksi selang yang berukuran 2.5in (63.5mm) untuk mensuplai air digunakan oleh orang orang yang memiliki keahlian dalam penanganan kebakaran seperti Pemadam Kebakaran 2. Class 2 System Yaitu Hydrant System dengan menggunakan koneksi selang yang berukuran 1.5in (38.1mm) untuk mensuplai air digunakan oleh orang orang pemula yang tidak terlatih dari penghuni sebuah gedung sebagai permulaan untuk menunggu Pemadam Kebakaran 3. Class 3 System Yaitu Hydrant System dengan menggunakan koneksi selang yang berukuran 2.5in dan 1.5in untuk mensuplai air digunakan oleh orang orang pemula yang tidak terlatih dan orang orang yang memiliki keahlian dalam penangan kebakaran seperti Pemadam Kebakaran

HYDRANT SYSTEM
Secara umum sistem hydrant dapat dibagi menjadi tiga bagian : 1. Hydrant Box Hydrant Box ini dapat dibagi menjadi dua yaitu berupa Indoor Hydrant (terletak di dalam gedung) atau Outdoor Hydrant (terletak di luar gedung). Untuk pemasangan Hydrant Box di dalam ruangan pada bagian atasnya (menempel pada dinding) harus disertai pemasangan alarm bell. Pada Hydrant Box terdapat gulungan selang atau lebih dikenal dengan istilah Hose Reel.

Hidran Box outdoor

Hidran Box Indoor

Untuk menentukan jumlah dan titik hydrant gedung/box menggunakan acuan SNI (Standar Nasional Indonesia) dan NFPA (National Fire Protection Association) sbb:

Lokasi dan jumlah hydrant bangunan (kotak Hydrant/box hydrant) diperlukan untuk menentukan kapasitas pompa yang digunakan untuk menyemprot air.

Hydrant ditempatkan pada jarak 35-38 meter satu dengan lainnya, karena panjang satu dengan lainnya. Selang kebakaran dalam kotak hydrant adalah 30 meter, ditambah sekitar 5 meter jarak semprotan air.

Pada atap bangunan yang tingginya lebih dari 8 lantai, perlu juga disediakan hydrant untuk mencegah menjalarnya api ke bangunan yang bersebelahan.

Hydrant/selang kebakaran harus diletakkan di tempat yang mudah dijangkau dan relatif aman, dan pada umumnya diletakkan di dekat pintu darurat.

2. Hydrant Pillar Alat ini memiliki fungsi untuk menyuplai air dari PAM dan GWR gedung disalurkan ke mobil Pemadam Kebakaran agar Pemadam Kebakaran dapat menyiram air mobil ke gedung yang sedang terbakar. Alat ini diletakkan di bagian luar gedung yang jumlahnya serta peletakannya disesuaikan dengan luas gedung. Hydrant halaman atau biasa disebut dengan hydrant pilar, adalah suatu sistem pencegah kebakaran yang membutuhkan pasokan air dan dipasang di luar bangunan. Hydrant ini biasanya digunakan oleh mobil PMK untuk mengambil air jika kekurangan dalam tangki mobil. Jadi hydrant pilar ini diletakkan di sepanjang jalan akses mobil PMK.Untuk menentukan kebutuhan pasokan air kebakaran menggunakan perhitungan SNI 03-1735-2000 sbb:

Pasokan air untuk hydrant halaman harus sekurang-kurangnya 2400 liter/menit, serta mampu mengalirkan air minimal selama 45 menit.

Jumlah pasokan air untuk hydrant halaman yang dibutuhkan ditunjukkan pada RUMUS berikut : Sumber: (SNI 03-1735-2000)

Rumus yang digunakan V =Qxt


Dimana : V = Volume air yang dibutuhkan hydrant (liter) Q = Debit aliran untuk hydrant pilar (liter/menit) t = Waktu pasokan air simpanan (menit)

Untuk menentukan jumlah dan titik hydrant halaman/pillar menggunakan acuan SNI (Standar Nasional Indonesia) no. 03-1735-2000 sbb:

Tiap bagian dari jalur akses mobil pemadam di lahan bangunan harus dalam jarak bebas hambatan 50 m dari hydrant kota. Bila hydrant kota yang memenuhi persyaratan tersebut tidak tersedia, maka harus disediakan hydrant halaman.

Dalam situasi di mana diperlukan lebih dari satu hydrant halaman, maka hydrant-hydrant tersebut harus diletakkan sepanjang jalur akses mobil pemadam.

Hydrant halaman (pilar) ditempatkan di luar bangunan pada lokasi yang aman dari api dan penyaluran pasokan air ke dalam bangunan dilakukan melalui katup siamese.

Hydrant kota (fire hydrant) bentuknya sama dengan hydrant halaman, tetapi mempunyai dua katup atau tiga lubang untuk selang kebakaran.

3.Hydrant Siammese Connection Alat ini memiliki fungsi untuk menyuplai air dari mobil Pemadam Kebakaran untuk disalurkan ke dalam sistem instalasi pipa pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang terpasang di dalam gedung selanjutnya dipancarkan melalui sprinkler sprinkler dan hydrant box di dalam gedung. Alat ini diletakan pada bagian luar gedung yang jumlahnya serta peletakannya disesuaikan dengan luas dan kebutuhan gedung itu sendiri.

Fungsinya berbanding terbalik dengan hydrant pillar, dimana hydrant pilar berfungsi sebagai alat dari hydrant system yang berfungsi untuk menyuplai air dari PAM dan GWR gedung disalurkan ke mobil Pemadam Kebakaran agar Pemadam Kebakaran dapat menyiram air mobil ke gedung yang sedang terbakar. Alat ini diletakan dibagian luar gedung yang jumlahnya serta peletakannya disesuaikan dengan luas gedung.

10

Dipasaran telah disediakan produk Siamese connection dengan luasan tertentu. Dalam SNI 03-1745-2000 dan SNI 03-6570-2001 serta NFPA 14 tidak mengatur tentang Siamese connection. Sehingga untuk menentukan dimensi Siamese connection tergantung pada luas gedung perlantai, dan jarak seamese connection. Persamaan ini menggunakan persaaman debit yang tergantung pada head gedung dan daya pompa yang tersedia dari mobil pemadam kebakaran secara umum. Semakin kecil dimensi Siamese Connection maka kecepatan semakin besar. Untuk penyambungan pipa menggunakan system hydrant atau springkel, tergantung keinginan waktu pencegahan dan kapasitas air mobil kebakaran. Jika menggunakan hydrant maka harus mengetahui class sistem hydrant terlebih dahulu. Apabila dalam suatu kebakaran pada pemadam kebakaran tidak dapat naik gedung, maka Siamese connection menjadi mubajir, karena penggunaan hydrant membutuhkan operator. Sedangkan apabila digabung dengan sistem springkel maka harus ditentukan kapasitas air mengingat sistem springkel adalah sistem yang nozzle dengan jangkauan tertentu. Jangan sampai kapasitas air

hanya bertahan sementara dengan luas jangkauan yang tidak merata. Parameter lain yang harus diperhatikan adalah daya yang identik pada debit dengan kecepatan serta tekanan. Hal ini karena untuk melakukan pemadaman dengan springkel dibutuhkan tekanan yang cukup untuk menyebarkan aliran air melalui nozzle. Berikut adalah contoh dimensi yang berada dipasaran.

11

Penempatan Hidran Ada berbagai hal yang harus diperhatikan di dalam menempatkan hidran agar hidran itu dapat digunakan dengan baik pada saat diperlukan. Penjelasan selengkapnya adalah seperti dibawah ini .

Standar Ruang Hidran Standar penempatan hidran yang sering digunakan adalah dengan meletakkan hidran setiap 500 ft. Untuk aplikasinya, standar ini merupakan penunjukan jalan dan sedikit penyimpangan pada ruangnya haurs disediakan.

Ketika menentukan lokasi penempatan hidran, hal yang seharusnya dipertimbangkan adalah penempatan, rintangan, kedekatan dengan struktur yang dilindungi, jalan ke lokasi dan keadaaan lain dimana pengaturan peletakan hidran harus diperhatikan. Pada kondisis dimana semua mesin pemadam dilengkapi dengan 4 in (100mm) atau lebih luas dari diameter selang (LDH), jarak maksimum antar hidran dapat disamakan dengan panjang layanan dari pembawa LDH. Sebagai contoh, jika panjang layanan terkecil dari pembawa LDH pada mesin adalah 900 ft, maka diperbolehkan untuk menambah jarak hidran. Bilamana perlu hingga 900 ft, hal ini diijinkan karena akan menghasilkan penghematan biaya yang signifikan. Pada kondisi dimana mayoritas hidran ditempatkan padajarak 800 ft maka perlu ditempatkan 3 hidran berjarak 400 ft. Jika pemadam kurang dari 800 ft pada setiap mesin, maka 2 hidran berjarak 800 ft sudah cukup layak. Dengan alasan keamanan umum, adalah sangat tidak obyektif bagi perancang sistem hidran untuk memaksimalkan jarak antar hidran. Khususnya diolkasi dimana struktur 12

berada jauh dari jalan umum. Beberapa alassan harus diberikan untuk menjamin bahwa semua struktur berada dalam jangkauan dari peralatan standar pembagian selang hidran. Oleh karena itu hidran sangat dianjurkan untuk ditempatkan pada jalan masuk atau di sisi-sisi jalan utama kecabang-cabangnya sehingga hidran dekat dengan struktur yang akan dilindunginya.

Risiko Dasar dan Penempatan Hidran Adalah perlu untuk menyediakan hidran dengan jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan air untuk struktur dengan risiko yang besar atau tinggi. Kombinasi aliran dari dua atau lebih hidran mungkin dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan air dan masingmasing hidran harus berada dalam jarak 500ft atau dalam jarak selang LDH dari struktur. Pertimbangan lainya adalah pemeliharaan dari akses kendaraan. Jika dimungkinkan, hidran harus diletakkan pada lokasi dimana mesin dan jalur selang dapat dihubungkan tanpa harus menutup jalur akses kritis. Pemeliharaan akses hidaran merupakan persoalan yang penting. Sebuah hidaran tidak akan berguna jika tujuannya tidak terpenuhi karena terisolasi oleh pagar, gerbang atau gangguan lain yang membuatnya tidak dapat digunakan sebagai Alat untuk melindungi struktur yang dikehendaki. Bila dinding gerbang , pagar dan gangguan lain dibangun belakangan dan hal itu mempengaruhi kegunaan dari hidran maka hars dilakukan relokasi hidran. Penempatan hidran tambahan juga harus dipertimbangkan.

PERLENGKAPAN HYDRANT
A.HYDRANT KEY / KUNCI HIDRAN B. NOZZLE HYDRANT Adalah alat yang digunakan pada selang hydrant yang terpasang di ujung selang untuk keluar air pada sistem hydrant.

13

Memiliki dua fungsi : - Fungsi Jet yaitu di gunakan untuk melakukan upaya pemadaman dengan 1 (satu) arah - Fungsi Spray yaitu di gunakan untuk melakukan upaya pemadaman sekaligus sebagai alat pelindung diri di karenakan peralatan tersebut dapat di putar ujung Nozlenya sehingga bisa mengeluarkan air dalam bentuk payung Memiliki dua ukuran : - Untuk selang hydrant dalam ruang gedung = Jet Nozle ukuran 1, 5" - Untuk selang hydrant luar gedung = Jet Nozle ukuran 2, 5" Sifat penggunaanya yaitu secara Vertikal (searah ) C.Selang Hydrant

14

Instalasi Hydrant
Instalasi pemipaan hydrant adalah instalasi dimana di setiap lantai dari setiap gedung disediakan Hydrant Box lengkap dengan perlengkapannya, yaitu landing Valve 2 1 , Fire hose & Nozzle, Hose rack. Sistem kerja Fire hydrant yang terpasang menggunakan system air, (media yang digunakan adalah air). Instalasi pada system ini air stand by , sehingga apabila akan difungsikan harus mengadakan air dari ruang pompa dimana akan difungsikan dengan membuka Landing valve pada IHB tersebut.

Sedangkan untuk system hydrant eksternal disediakan Hydrant Pillar dan Siamesse Connection yang tersebar di area site plant (kawasan). Hydrant difungsikan dengan cara memasang Hose dan Nozzle dan membuka Valve Pillar. Adapun Siamese Connection disediakan dengan maksud apabila air yang digunakan habis, maka team pemadam kebakaran dapat menyuntikkan air dari mobil ke instalasi hydrant yang ada atau karena pompa pemadam kebakaran tidak dapat di operasikan.

MATERIAL POMPA HYDRANT Pipa Hydrant Instalasi pipa hydrant berfungsi untuk mengatasi dan menanggulangi kebakaran secara manual dengan menggunakan hydrant box , hydrant box ini tersedia pada setiap lantai dengan beberapa zone /tempat. Pada hydrant box terdapat fire hose[ selang ] ,nozzle, valve, juga terpasang alat bantu control manual call point, alarm bell serta indicating lamp dan untuk diluar gedung [ area taman / parkir ] terpasang hydrant pillar serta hose reel cabinet.

15

Jocky Fire Pump Digunakan untuk menstabilkan tekanan air pada pipa dan pressure tank. Main Fire Pump Digunakan sebagai pompa utama , bila tekanan / pressure tank turun setelah jocky pump tidak sanggup lagi mengatasi [ jocky pump akan mati sesuai dengan setting pressure tank ] maka main pump akan bekerja. Diesel Fire Pump Digunakan bila terjadi kebakaran dan pompa mengalami kerusakkan atau gagal operasional [listrik padam] dan pompa main pump serta jocky pump berhenti bekerja mensupply air maka diesel fire pump akan melakukan start secara otomatis berdasarkan pressure swicth . Bekerjanya diesel fire pump secara otomatis menggunakan panel diesel stater, panel ini juga melakukan pengisian accu/me-charger accu dan dapat bekerja secara manual dengan kunci stater pada diesel tersebut . Untuk perawatan pada diesel fire pump ini dilakukan pemanasan setiap minggu [2xpemanasan] ,sebelum dilakukan pemanasan diesel dilakukan pemeriksaan pada accu, pendingin air [air radiator] dan peng-checkkan pada pelumas mesin [oli mesin]. SISTEMATIKA KERJA POMPA HYDRANT Apabila tekanan didalam pipa menurun, maka secara otomatis Jockey pump akan bekerja untuk menstabilkan tekanan air didalam pipa. Jika tekanan terus menurun ( misal akibat penggunaan salah satu hydrant) maka pompa kebakaran utama akan bekerja dan otomatis pompa jockey berhenti. Apabila pompa kebakaran utama gagal bekerja setelah 10 detik kemudian pompa cadangan Diesel secara otomatis akan bekerja. Jika kedua pompa tersebut gagal bekerja, alarm akan segera berbunyi dengan

16

nada yang berbeda dengan bunyi alarm sistim, untuk memberi tahukan kepada operator akan adanya gangguan. Sistim bekerja pompa Fire Hydrant adalah Start otomatis dan Mati secara Manual 2. Pressure Switch : Alat kontrak yang bekerja akibat perubahan tekanan. 3. Manometer : Alat untuk membaca tekanan 4. Time delay relay : Alat relay yang bekerja berdasarkan seting waktu yang sudah ditentukan. 5. Safety valve : Alat pelepas tekanan lebih 6. Pressure Reducing Valve : Alat pembatas tekanan 7. Fire House Cabinet ( FHC ) : Adalah box hydrant yang berfungsi untuk memancarkan air melalui hose dan nozzle, dipasang pada setiap lantai sebanyak 1 FHC untuk setiap kelipatan 800 m2. MATERIAL INSTALASI PLUMBING HYDRANT PIPA DAN VALVE

a. Pemipaan

Material Pipa yang digunakan Black Steel Pipe Sch. 40, atau ASTM A 53 dan harus diusahakan semuanya berasal dari satu merk.Demikian juga untuk fitting digunakan Black Steel Pipe class 15 K, Weld Type. b. Valve valve

Valve (Katup) adalah sebuah perangkat yang mengatur, mengarahkan atau mengontrol aliran dari suatu cairan (gas, cairan, padatan terfluidisasi) dengan membuka, menutup, atau menutup sebagian dari jalan alirannya. Valve (Katup) dapat dioperasikan secara manual, baik oleh pegangan , tuas pedal dan lain-lain. Selain dapat dioperasikan secara manual katup

17

juga dapat dioperasikan secara otomatis dengan menggunakan prinsip perubahan aliran tekanan, suhu dll. Perubahan2 ini dapat mempengaruhi diafragma, pegas atau piston yang pada gilirannya mengaktifkan katup secara otomatis. Macam macam Valve (katup) yang sering digunakan adalah sebagai berikut : 1. GATE VALVE

Gate valve adalah jenis katup yang digunakan untuk membuka aliran dengan cara mengangkat gerbang penutup nya yang berbentuk bulat atau persegi panjang. Gate Valve adalah jenis valve yang paling sering dipakai dalam sistem perpipaan. Yang fungsinya untuk membuka dan menutup aliran. Gate valve tidak untuk mengatur besar kecil laju suatu aliran fluida dengan cara membuka setengah atau seperempat posisinya, Jadi posisi gate pada valve ini harus benar benar terbuka (fully open) atau benar-benar tertutup (fully close). Jika posisi gate setengah terbuka maka akan terjadi turbulensi Check valve adalah alat yang digunakan untuk membuat aliran fluida hanya mengalir ke satu arah saja atau agar tidak terjadi reversed flow/back flow. Aplikasi valve jenis ini dapat dijumpai pada outlet/discharge dari centrifugal pump.

18

Working Pressure : 300 psi (15 bar)

Gate Valve : Tipe bronze body, non rising stem, screwed bonnet, solid wedge disk,

screwed end untuk valve sampai dengan diameter 50 mm atau bisa digunakan tipe Butterfly untuk diameter 15 mm sampai dengan diameter 25 mm. Tipe flanged or lugged body, stainless steel disk, stainless steel shaft,

hand wheel operated with position indicator untuk valve lebih besar dari diameter 50 mm dengan body material cast iron untuk tekanan 150 psi dan carbon steel untuk tekanan 300 psi.

Check Valve : Material bronze body, swing type, Y pattern, screwed cup, metal disk,

screwed end untuk valve sampai dengan diameter 50 mm. Swing silent type dengan stainless steel disk dengan body material

cast iron untuk tekanan 300 psi dan carbon steel untuk tekanan 300 psi. Khusus untuk pompa-pompa hydrophor digunakan dual plate wafer

type check valve.

c.

Tekanan Kerja Valve : Untuk keperluan fire fighting digunakan valve - valve dengan tekanan

kerja minimum 300psi (15 bar). Pengecekan hydrant minimal dilakukan setahun sekali, tindakan pengecekan yang dilakukan antara lain :

Memastikan hydrant pillar dan valve tidak terhalang dan dapat diekses dengan mudah. Buka valve beberapa putaran agar udara dapat keluar, hal ini juga untuk memastikan bahwa valve dapat bekerja dengan baik, tutup kembali valve dengan rapat.
19

Hidupkan pompa, lakukan pengetesan pada setiap valve, flange, dan selang serta bagian nozzle, pastikan setiap sambungan tidak terjadi kebocoran. Lakukan flushing untuk menghindari pengendapan lumpur pada instalasi hydrant. Jika dalam pengecekan terdapat masalah tandai dan lekukan pencatatan selanjutnya lakukan tindakan untuk langkah perbaikan.

20

KESIMPULAN
Hydrant ini juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Hydrant merupakan sebuah fasilitas wajib bagi bangunan-bangunan publik seperti pasar tradisional maupun modern, pertokoan, bahkan semestinya lingkungan perumahan pun harusnya ada fasilitas hydrant Hydrant secara umum dibedakan menjadi 3 : A. Hydrant Box B. Hydrant Pillar C. Siamese Connection Perlengkapan yang terdapat pada Hydrant :
A.HYDRANT KEY / KUNCI HIDRAN B. NOZLE HYDRANT Adalah alat yang digunakan pada selang hydrant yang terpasang di ujung selang untuk keluar air pada sistem hydrant.

Memiliki dua fungsi : - Fungsi Jet yaitu di gunakan untuk melakukan upaya pemadaman dengan 1 (satu) arah - Fungsi Spray yaitu di gunakan untuk melakukan upaya pemadaman sekaligus sebagai alat pelindung diri di karenakan peralatan tersebut dapat di putar ujung Nozlenya sehingga bisa mengeluarkan air dalam bentuk payung Memiliki dua ukuran : - Untuk selang hydrant dalam ruang gedung = Jet Nozle ukuran 1, 5" - Untuk selang hydrant luar gedung = Jet Nozle ukuran 2, 5" Sifat penggunaanya yaitu secara Vertikal (searah

21

DAFTAR PUSTAKA 1. http://nurtafree.blogspot.com/2010/03/hydrant.html 2. http://sistem-pemadamkebakaran.blogspot.com/2013/05/hydrantsystem.html 3. http://abunajmu.wordpress.com/2013/11/10/panc aran-nozzle-hydrant/ 4. http://gustafparlindungan.blogspot.com/2010/08/ hydrant.html 5. http://helmidadang.wordpress.com/2012/12/30/si ammese-connection/ 6. http://satpam-gaul.blogspot.com/2011/05/materitraining-penggunaan-hydrant.html 7. http://engineeringbuilding.blogspot.com/search/la bel/FIRE%20SYSTEM

22